Anda di halaman 1dari 24

SISTEM FILE

Sistem file mempunyai beberapa pokok bahasan. Pokok bahasan itu antara lain:

 Konsep File
 Metode Akses
 Struktur Direktori
 Mounting Sistem File
 File Sharing
 Proteksi

1. Konsep File

 Atribut File
 Operasi pada File
 Tipe File
 Struktur File

Konsep File

v File adalah kumpulan informasi yang berhubungan dan

tersimpan dalam secondary storage

v Tipe:

 Data (character, numeric, binary)


 Program

1. 1. Atribut File

vNama

vTipe

vLokasi

vUkuran

vWaktu pembuatan dan identitas pembuat

vProteksi

vInformasi lain tentang file


2.   Operasi-operasiFile

Enam operasi dasar yang berkaitandengan manajemen file sistem:

 Create file
 Write file
 Read file
 Reposition dalam file
 Delete file
 Truncate file

1) Create file:

>        menemukan free space;

>        entry baru dibuat dalam table direktori yang mencatat nama dan lokasi; serta

>        ukuran yang di inisialisasi 0

2) Write file:

>        OS melihat ke direktori untuk mencaril lokasinya dalam disk;

>        melakukan transfer dari memori ke lokasi dalam disk (suatu pointer digunakan sebagai
penunjuk lokasi penulisan berikutnya); dan

>        entry dalam direktori diupdate.

3) Read file:

>        OS melakukan hal yang sama dengan penulisan file kecuali operasinya membaca dari
lokasi dalam disk kedalam memori.

4)Reposition dalam file:

>        OS melihat ke direktori untuk mencari entry yang dimaksud,

>        pointer diset denganharga(lokasi) tertentuyang diberikan.

5)Delete file:

>        OS melihat ke direktori mencari entry dengan nama yang dimaksud;

>        kemudian membebaskan space yang teralokasi;

>        serta menghapus entry tsb.


6)Truncate file:

>        Sama dengan menghapus file kecuali entry tidak dihapuskan tapi ukuran file diisi 0.

1. 3. Tipe File, Nama, Ekstensi

4. Struktur File

v Sistem operasi membutuhkan struktur file tertentu

untuk menjalankan/ mengakses suatu file.

v Semua sistem operasi diharuskan mampu mengenal

sedikitnya satu jenis struktur file.

v Jika sistem operasi mengenal semakin banyak

struktur file, maka semakin luas aplikasi yang dapat

dijalankan namun ukuran sistem operasi semakin

membengkak. Sebaliknya, jika semakin sedikit

struktur file, maka sistem operasi hanya dapat

menjalankan aplikasi dalam jumlah yang sedikit

pula.

Struktur file:

>        Urutan word, bytes.

>        Struktur record sederhana.

>        Lines .

>        Fixed length.

>        Variable length.

>        Struktur kompleks.

>        Formatted document.


>        Reloca table load file.

>        Yang membuat keputusan.

>        Sistem operasi.

>        Program.

2. Metoda Akses

>        Sequential Access

>        Akses dilakukan dengan satu arah pembacaan / penulisan (dari awal hingga akhir). Jika
ingin mundur maka perlu dilakukan rewind.

>        Direct Access (random access)

>        Akses dilakukan bisa pada posisi mana saja dalam file.

>        Metoda lain

>        Abstraksi lebih tinggi dari direct access.

>        Index file & relative file

 Tabel Informasi index: record dan pointer kefile direct access.

Metode Akses.

.Sequential Access

read next

write next

reset

noread after last write

(rewrite)

.Direct Access

read n

write n
position to n

read next

write next

rewrite n

(n= relative block number)

 Akses File Sequential

Direct Access File

v Sangat berguna untuk pengaksesan langsung informasi

dalam jumlah besar. Contoh : database

v File dilihat sebagai sederetan blok yang berindeks

v Relative block number digunakan agar memungkinkan

sistem operasi untuk memutuskan dimana suatu file

dapat ditempatkan, dan mencegah user untuk mengakses

sebagian dari sistem file yang bukan merupakan bagian

dari file miliknya.

Other Access Methods

v Metode akses lainnya dibangun/ dikembangkan

berdasarkan direct access method.

v Biasanya melibatkan proses pembuatan indeks dari file.

v Untuk mencari suatu bagian dari file, pertama-tama cari

indeksnya, kemudian dengan pointer tersebut kita

mengakses file secara langsung, lalu mencari bagian dari

file yang diinginkan.


Contoh Indeks dan Relative

Files

3.Struktur Direktori

Directory: kumpulan node yang berisi informasi darisemua file. Baik struktur directori maupun
file terletak di disk. Backup kedua struktur tersebut dapat disimpan pada tape. A collection of
nodes containing information about all files.

Operasi pada direktori:                                        atau dapat dibagi seperti berikut:

vMencari file                                                            > Pencarian file

vMembuat file                                                         > Pembuatan file

vMenghapus file                                                        > penghapusan file

vMelihat isi direktori                                                 > Daftar directory

vUbah nama file                                                        > Penggantian nama file

vTraverse file system                                                > Lintas system file

vMembuka direktori

vMenutup direktori

vLink & Unlink

v Struktur Direktori

 ÒSingle-Level Directory
 ÒTwo-Level Directory
 ÒTree-Structured Directory
 ÒAcyclic-Graph Directory
 ÒGeneral-Graph Directory

a) Single-Level Directory

vSemua file terdapat dalam

direktori yang sama

vTiap file memiliki nama


yang unik

b) Two-Level Directory (1)

v Membuat direktori yang

terpisah untuk tiap user

v Terdapat User File

Directory (UFD) dan

Master File Directory

(MFD)

Two-Level Directory (2)

v Keterbatasan :

Bila beberapa user ingin mengerjakan tugas secara

kerjasama dan ingin mengakses file dari salah satu user

untuk keperluan tersebut.

C)    Tree-Structured Directory (1)

v Tiap direktori dapat mengandung file dan subdirektori

v Path (absolut path) adalah urutan direktori yang berasal

dari MFD

v Working dir. (relative path) adalah path yang berasal dari

current directory

v Current directory adalah direktori yang baru-baru ini

digunakan

v Contoh absolut path : UserZ/Word/UnitD/XYZ.

Tree-Structured Directory (2)


Tree-Structured Directory (3)

Acyclic-Graph Directory

v Satu file dapat memiliki banyak absolut path yang berbeda

v Masalah : Penghapusanàdangling pointer

v Solusi :

ÒBackpointers, agar kita dapat menghapus semua

pointer.

ÒBackpointers menggunakan struktur daisy chain.

ÒSolusi entry-hold-count.

General-Graph Directory (1)

General-Graph Directory (2)

v Meyakinkan tidak adanya siklus :

ÒHanya mengizinkan link ke file.

ÒGarbage collection.

ÒMenggunakan algoritma siklik dalam mendeteksi siklus

setiap ada link baru yang ditambahkan.

4. Konsep Mounting

vFile System Mounting

vFile Sharing

vProteksi

àTipe Akses

àKontrol Akses

File System Mounting (1)


v Sebuah sistem berkas sebelum dapat digunakan harus dimount

terlebih dahulu.

v Mounting: proses paling awal sebelum membuka sebuah

direktori, yaitu dengan membuat sebuah direktori baru

yang menjadi sub-tree dari tempat file system tsb

diletakkan

v Mount point: direktori kosong tempat file system yang

akan di-mount diletakkan.

File System Mounting (2)

5. File Sharing

v File sharing mendukung sebuah sistem operasi yang useroriented.

v Berhubungan dengan permission.

v Multiple user bisa mengakses file yang sama.

Sharing file pada system multi user sangat diharapkan

Sharing dapat dilakukan melalui skema proteksi. Pada system terdistribusi, file dapat di-share
lintas jaringan.

Network File System (NFS) adalah bentuk umum sharing file terdistribusi.

vMultiple user

ÒOwner: user yang bisa mengganti atribut, membuka akses,

dan mengontrol sebuah file atau direktori.

ÒGroup: sekelompok user yang men-share akses sebuah

file.

ÒTiap user memiliki user ID masing-masing yang unik

vRemote File System


ÒModel Client-Server

ÒDistributed Information System

ÒFailure Modes

6. Proteksi

vFungsi:

àMenjaga aman dari kerusakan fisik (reliability).

àMenjaga dari akses yang tidak diijinkan (protection).

Pemilik/pembuatfile sebaiknyadapat mengendalikan:

􀁺File apa yang sedang dikerjakan

􀁺Siapa yang sedang bekerja menggunakan file

JenisAkses:

 Read
 Write
 Execute
 Append
 Delete
 List

Kontrol Akses (1)

v Access-Control List (ACL): Suatu file atau direktori

berasosiasi dengan suatu username dan tipe akses.

v Owner, Group dan Universe Kontrol Akses. v Klasifikasi users dalam mengakses suatu file:

àOwner: User yang menciptakan file tsb.

àGroup: Sekelompok users yang saling berbagi file dan

tergabung dalam sebuah kelompok kerja.

àUniverse: Semua users yang saling terhubung dalam

sistem.
v Implementasi kontrol akses yang sering digunakan

merupakan kombinasi keduanya.

Contoh Implementasi

19 –rw-rwxr– john staff 100 Oct 20 22:12 journal

v Skema UNIX sistem kontrol.

v Terbagi dalam 3 fields masing-masing terdiri dari 3 bits.

v r mengontrol akses baca, w mengontrol akses tulis, dan x

mengontrol akses eksekusi.

Struktur dan Implementsi

File System

vStruktur File System

vOrganisasi File System

vImplementasi File System

à Partisi dan Mounting

à Virtual File System

vImplementasi Direktori

à Linear List

à Hash Table

vKarakteristik penting dari disk :

àDisk tersebut dapat ditulis ulang di disk tersebut, hal ini

memungkinkan untuk membaca, memodifikasi, dan

menulis di disk tersebut

àDapat diakses langsung ke setiap block di disk. Hal ini


memudahkan untuk mengakses setiap file baik secara

berurut maupun tidak berurut, dan berpindah dari satu file

ke file lain dengan hanya mengangkat head disk dan

menunggu disk berputar.

Organisasi File System (1)

application programs

logical file system

file – organization module

basic file system

I/O control

Devices

v Masalah desain dalam membangun file system

v Definisi dari file system – mencakup definisi file dan

atributnya, operasi ke file, dan struktur direktori dalam

mengorganisasikan file-file

v Membuat algoritma dan struktur data yang memetakan

struktur logical file system ke tempat penyimpanan

sekunder.

vI/O control (driver device dan interrupt handler)

Driver device adalah perantara komunikasi antara sistem

operasi dengan perangkat keras

vBasic file system

Mengeluarkan perintah generic ke device driver baca


dan tulis pada suatu block dalam disk.

vFile-organization module

Informasi tentang logical address dan physical

address dari file tersebut, mengatur juga sisa disk dengan

melacak alamat yang belum dialokasikan dan menyediakan

alamat tersebut saat user ingin menulis file ke dalam disk

vLogical file system

tingkat ini berisi informasi tentang simbol nama file,

struktur dari direktori, proteksi dan sekuriti dari file

tersebut.

Implementasi File System

v Struktur On-disk

àBoot control block

informasi sistem untuk menjalankan mesin

àPartition block control

spesifikasi partisi

àStruktur direktori

mengatur file-file

àFCB

detil-detil file yang spesifik.

vStruktur In-Memory:

à Table partition

informasi partisi yang di-mount


à Struktur direktori

informasi direktori yang paling sering diakses

à System wide open file table

salinan dari FCB

à Per-process open file table

pointer yang menunjuk tempat masuk dalam system

wide open file table

http://mistercela21.wordpress.com/2010/02/22/sistem-file/
SISTEM FILE

Jumat, 29 Mei 2009


Pengertian Sistem Berkas
Sistem berkas merupakan mekanisme penyimpanan on-line serta untuk akses, baik data
maupun program yang berada dalam system operasi. Terdapat dua bagian penting dalam system
berkas, yaitu :
Kumpulan berkas, sebagai tempat penyimpanan data, serta
Struktur direktori, yang mengatur dan menyediakan informasi mengenai seluruh berkas
dalam system
Konsep Dasar Berkas
Komputer dapat menyimpan informasi ke beberapa media penyimpanan yang berbeda,
seperti magnetic disks, magnetic tapes dan optical disks. Agar komputer dapat digunakan dengan
nyaman, system operasi menyediakan system penyimpanan dengan sistematika yang seragam.
Sistem operasi mengabstraksikan property fisik dari media penyimpanannya dan mendefinisikan
unit penyimpanan logis yaitu berkas. Berkas dipetakan ke media fisik oleh system operasi.
Media penyimpanan ini umumnya bersifat non-volatile, sehingga kandungan di dalamnya tidak
akan hilang jika terjadi gagal listrik maupun system reboot.
Berkas adalah kumpulan informasi berkait yang diberi nama dan direkam pada
penyimpanan sekunder. Dari sudut pandang pengguna, berkas merupakan bagian terkecil dari
penyimpanan logis, artinya data tidak dapat ditulis ke penyimpanan sekunder kecuali jika berada
di dalam berkas. Biasanya berkas merepresentasikan program dan data. Data dari berkas dapat
bersifat numeric, alfabetik, alfanumerik atau pun biner. Format berkas juga bias bebas, misalnya
berkas teks atau dapat juga diformat pasti. Secara umum, berkas adalah urutan bit, byte, baris
atau catatan yang didefinisikan oleh pembuat berkas dan pengguna.
Informasi dalam berkas ditentukan oleh pembuatnya. Ada banyak beragam jenis
informasi yang dapat disimpan dalam berkas. Hal ini disebabkan oleh struktur tertentu yang
dimiliki oleh berkas, sesuai dengan jenisnya masing-masing. Contohnya :
Text file; yaitu urutan karakter yang disusun ke dalam baris-baris
Source file; yaitu urutan subroutine dan fungsi yang nantinya akan dideklarasikan
Object file; merupakan urutan byte yang diatur ke dalam blok-blok yang dikenali oleh
linker dari system
Executable file; adalah rangkaian code section yang dapat dibawa loader ke dalam
memori dan dieksekusi
Atribut Pada Berkas
Berkas diberi nama untuk kenyamanan bagi pengguna dan untuk acuan bagi data yang
terkandung di dalamnya. Nama berkas biasanya berupa string atau karakter. Beberapa system
membedakan penggunaan huruf besar dan kecil dalam penamaan sebuah berkas, sementara
system yang lain menganggap kedua hal di atas sama. Ketika berkas diberi nama, maka berkas
tersebut akan menjadi madiri terhadap proses, pengguna bahkan system yang membuatnya.
Atribut berkas terdiri dari :
Nama; merupakan satu-satunya informasi yang tetap dalam bentuk yang bias dibaca oleh
manusia (human-readable form)
Type, dibutuhkan untuk system yang mendukung beberapa type berbeda
Lokasi; merupakan pointer ke device dan ke lokasi berkas pada device tersebut
Ukuran (size); yaitu ukuran berkas pada saat itu, baik dalam byte, huruf atau pun blok
Proteksi; adalah informasi mengenai kontrol akses, misalnya siapa saja yang boleh membaca,
menulis dan mengeksekusi berkas
Waktu, tanggal dan identifikasi pengguna; informasi ini biasanya disimpan untuk :
Pembuatan berkas
Modifikasi terakhir yang dilakukan pada berkas, dan
Penggunaan terakhir berkas
Data tersebut dapat berguna untuk proteksi, keamanan dan monitoring penggunaan dari berkas.
Informasi tentang seluruh berkas disimpan dalam struktur direktori yang terdapat pada
penyimpanan sekunder. Direktori, seperti berkas, harus bersifat non-volatile, sehingga keduanya
harus disimpan pada sebuah device dan baru dibawa bagian per-bagian ke memori pada saat
dibutuhkan.
Operasi Pada Berkas
Sebuah berkas adalah jenis data abstrak. Untuk mendefinisikan berkas secara tepat, perlu
melihat operasi yang dapat dilakukan pada berkas tersebut. Sistem operasi menyediakan system
calls untuk membuat, membaca, menulis, mencari, menghapus dan sebagainya. Berikut dapat
kita lihat apa yang harus dilakukan system operasi pada keenam operasi dasar pada berkas.
Membuat sebuah berkas
Ada dua cara dalam membuat berkas. Pertama, tempat baru di dalam system berkas harus di
alokasikan untuk berkas yang akan dibuat. Kedua, sebuah direktori harus mempersiapkan
tempat untuk berkas baru, kemudian direktori tersebut akan mencatat nama berkas dan
lokasinya pada sistem berkas.
Menulis pada sebuah berkas
Untuk menulis pada berkas, kita menggunakan system call beserta nama berkas yang akan
ditulisi dan informasi apa yang akan ditulis pada berkas. Ketika diberi nama berkas, system
mencari ke direktori untuk mendapatkan lokasi berkas. Sistem juga harus menyimpan
penunjuk tulis pada berkas dimana penulisan berikut akan ditempatkan. Penunjuk tulis harus
diperbaharui setiap terjadi penulisan pada berkas.
Membaca sebuah berkas
Untuk dapat membaca sebuah berkas, dapat menggunakan system call beserta nama berkas di
blok memori mana berkas berikutnya diletakkan. Direktori mencari berkas yang akan dibaca
dan system menyimpan penunjuk baca pada berkas dimana pembacaan berikutnya akan
terjadi. Ketika pembacaan dimulai, penunjuk harus diperbaharui. Sehingga secara umum,
suatu berkas ketika sedang dibaca atau ditulis, kebanyakan system hanya mempunyai satu
penunjuk, baca dan tulis menggunakan penunjuk yang sama, hal ini menghemat tempat dan
mengurangi kompleksitas system.
Menempatkan kembali sebuah berkas
DIrektori yang bertugas untuk mencari berkas yang bersesuaian dan mengembalikan lokasi
berkas pada saat itu. Menempatkan berkas tidak perlu melibatkan proses I/O. Operasi ini
sering disebut pencarian berkas.
Menghapus sebuah berkas
Untuk menghapus berkas, perlu dicari berkas tersebut di dalam direktori. Setelah ditemukan
dapat dibebaskan tempat yang dipakai berkas tersebut (sehingga dapat digunakan oleh berkas
lain) dan menghapus tempatnya di direktori.
Memendekkan berkas
Ada suatu keadaan dimana pengguna menginginkan atribut dari berkas tetap sama tetapi ingin
menghapus isi dari berkas tersebut. Fungsi ini mengizinkan semua atribut tetap sama tetapi
panjang berkas menjadi nol, hal ini lebih baik daripada memaksa pengguna untuk menghapus
berkas dan membuatnya lagi.
Beberapa informasi yang terkait dengan pembukaan berkas, yaitu :
Penunjuk berkas
Pada system yang tidak mengikutkan batas berkas sebagai bagian dari system call baca dan
tulis, system tersebut harus mengikuti posisi dimana terakhir proses baca dan tulis sebagai
penunjuk. Penunjuk ini unik untuk setiap operasi pada berkas, maka dari itu harus disimpan
terpisah dari atribut berkas yang ada pada disk.
Penghitung berkas yang terbuka
Setelah berkas ditutup, system harus mengosongkan kembali table berkas yang dibuka yang
digunakan oleh berkas tadi atau tempat di table akan habis. KArena mungkin ada beberapa
proses yang membuka berkas secara bersamaan dan system harus menunggu sampai berkas
tersebut ditutup sebelum mengosongkan tempatnya di table. Penghitung ini mencatat
banyaknya berkas yang telah dibuka dan ditutup dan menjadi nol ketika yang terakhir
membaca berkas menutup berkas tersebut barulah system dapat mengosongkan tempatnya di
table.
Lokasi berkas pada disk
Kebanyakan operasi pada berkas memerlukan system untuk mengubah data yang ada pada
berkas. Informasi mengenai lokasi berka spada disk disimpan di memori agar menghindari
banyak pembacaan pada disk untuk setiap operasi.
Jenis Berkas
JENIS BERKAS AKHIRAN FUNGSI
Executable .exe, .com, .bat, .bin Program yang siap dijalankan
Objek .obj, .o Bahas mesin, kode terkompilasi
Source Code .c, .cc, .pas, .java, .asm Kode asal dari berbagai bahasa
Batch .bat, .sh Perintah pada shell
Text .txt, .doc Data text, document
Pengolah kata .wpd, .tex, .doc Format jenis pengolah data
Library .lib, .a, .dll Library untuk rutin program
Print, gambar .ps, .dvi, .gif Format ASCII atau biner untuk dicetak
Archive .arc, .zip, .tar Beberapa berkas yang dikumpulkan
Berkas Dan Akses
Sistem penyimpanan, pengelolaan dan penyimpanan data pada alat penyimpan eksternal.
Pada berkas dan akses penyimpanan data dilakukan secara fisik.
File
Kumpulan dari record-record yang saling berhubungan.
Klasifikasi Data
Kelompok Data Tetap
Kelompok data yang tidak mengalami perubahan, paling tidak dalam kurun waktu yang
lama.
Contoh : Data pribadi mahasiswa.
Kelompok Data Tak Tetap
Kelompok data yang secara rutin mengalami perubahan.
Contoh : Data rencana studi mahasiswa.
Kelompok Data Yang Bertambah Menurut Waktu
Kelompok data ini biasanya merupakan data akumulasi dari kelompok data tetap dan data tak
tetap.
Contoh : Data transkrip.
KLasifikasi File
Master File (Berkas Induk)
Transaction File (Berkas Transaksi)
Report File (Berkas Laporan)
Work File (Berkas Kerja)
Program File (Berkas Program)
Text File (Berkas Teks)
Dump File (Berkas Tampung)
Library File (Berkas Pustaka)
History File (Berkas Sejarah)

MASTER FILE;
Adalah file yang berisi data yang relatif tetap.
Ada 2 jenis Master File :
Reference Master File;
File yang berisi record yang tak berubah / jarang berubah.
Dynamic Master File;
File yang berisi record yang terus menerus berubah dalam kurun waktu tertentu atau
berdasarkan suatu peristiwa transaksi.
TRANSACTION FILE
Adalah file yang berisi record-recod yang akan memperbaharui / meng-update record-record
yang ada pada master file.
Meng-update dapat berupa : Penambahan record, penghapusan dan perbaikan record.
REPORT FILE
Adalah file yang berisi data yang dibuat untuk laporan / keperluan user.
File tersebut dapat dicetak pada kertas printer atau hanya ditampilkan di layar.
WORK FILE
Merupakan file sementara dalam sistem.
Suatu work file merupakan alat untuk melewatkan data yang dibuat oleh sebuah program ke
program lain. Biasanya file ini dibuat pada waktu proses sortir.
PROGRAM FILE
Adalah file yang berisi instruksi-instruksi untuk memproses data yang akan disimpan pada
file lain / pada memori utama.
TEXT FILE
Adalah file yang berisi input data alphanumeric dan grafik yang digunakan oleh sebuah text
editor program. Text file hanya dapat diproses dengan text editor.
DUMP FILE
Adalah file yang digunakan untuk tujuan pengamanan (security), mencatat tentang kegiatan
peng-update-an, sekumpulan transaksi yang telah diproses atau sebuah program yang
mengalami kekeliruan.
LIBRARY FILE
Adalah file yang digunakan untuk penyimpanan program aplikasi, program utilitas atau
program lainnya.
HISTORY FILE
File ini merupakan tempat akumulasi dari hasil pemrosesan master file dan transaction file.
File ini berisikan data yang selalu bertambah, sehingga file ini terus berkembang, sesuai
dengan kegiatan yang terjadi.

Tabel dibawah ini menunjukkan klasifikasi file dari sistem flow diagram.
FILE FUNGSI
Time cards Transaction
Sort Program Program
Sort Work File Work
Sorted – Time Cards Transaction
Payroll Master Master
Pay Record Update Program Program
Reject Time Cards Work
Pay Check Detail Work
Reconciliation Detail Work
List Utility Program Program
Reject Report Report
Paycheck Writer Program Program
Pay Checks Report
Reconciliation Report Writer Program Program
Reconciliation Report Report
MODEL AKSES FILE
Ada 3 model akses yang mungkin oleh sebuah program terhadap file, yaitu :
Input
Output
Input / Output
INPUT FILE;
Adalah file yang hanya dapat dibaca dengan program.
OUTPUT FILE;
Adalah file yang hanya dapat ditulis oleh sebuah program / file yang dibuat dengan program.
INPUT / OUTPUT FILE;
Adalah file yang dapat dibaca dari dan ditulis ke selama eksekusi program.
Tabel di bawah ini menunjukkan model akses dari sistem flow diagram.
Program File Input File Output File I / O File
1. Sort timecard sorted timecards sort workfile
reject timecards
2. Pay record update sorted timecards paycheck deetail payroll master
reconciliation detail
3. Paycheck writer paycheck detail paychecks
4. Reconciliation report reconciliation detail reconciliation report
writer
5. List utility reject timecards reject report
Note :
Sebuah file mempunyai lebih dari satu fungsi jika digunakan oleh lebih dari satu program.
ORGANISASI FILE
Adalah suatu teknik atau cara yang digunakan menyatakan dan menyimpan record-record dalam
sebuah file.
Ada 4 teknik dasar organisasi file, yaitu :
Sequential
Relative
Indexed Sequential
Multi – Key
Secara umum keempat teknik dasar tersebut berbeda dalam cara pengaksesannya, yaitu :
Direct Access
Sequential Access
Direct Access;
Adalah suatu cara pengaksesan record yang langsung, tanpa mengakses seluruh record yang
ada.
Sequential Access;
Adalah suatu cara pengaksesan record, yang didahului pengaksesan record-record di
depannya.
Faktor-faktor yang mempengaruhi dalam proses pemilihan organisasi file :
Karakteristik dari media penyimpanan yang digunakan
Volume dan frekuensi dari transaksi yang diproses
Respontime yang diperlukan
Cara memilih organisasi file todak terlepas dari 2 aspek utama, yaitu :
Model Penggunaannya
Model Operasi File
Menurut penggunaannya ada 2 cara :
Batch;
Suatu proses yang dilakukan secara group atau kelompok.
Interactive;
Suatu proses yang dilakukan secara satu persatu, yaitu record demi record.
Menurut operasi file ada 4 cara :
Creation;
Membuat struktur file lebih dahulu, menentukan banyak record baru, kemudian record-
record dimuat ke dalam file tersebut.
Membuat file dengan cara merekam record demi record.
Update;
Untuk menjaga agar file tetap up to date.
Insert / Add, Modification, Deletion.
Retrieval;
Pengaksesan sebuah file dengan tujuan untuk mendapatkan informasi.
Inquiry;
Volume data rendah, model proses interactive.
Report Generation;
Volume data tinggi, model proses batch.
File Retrieval terbagi 2, yaitu :
Comprehensive Retrieval;
Mendapatkan informasi dari semua record dalam sebuah file.
Contoh : * Display all
* List nama, alamat
Selective Retrieval;
Mendapatkan informasi dari record-record tertentu berdasarkan persyaratan tertentu.
Contoh : * List for gaji = 100000
Maintenance;
Perubahan yang dibuat terhadap file dengan tujuan memperbaiki penampilan program dalam
mengakses file tersebut.
Restructuring
Perubahan struktur file.
Misalnya :
Panjang field diubah, penambahan field baru, panjang record dirubah.
Reorganization
Perubahan organisasi file dari organisasi yang satu, menjadi organisasi file yang lain.
Misalnya :
* Dari organisasi file sequential menjadi indeks sequential.
Secara umum dapat disimpulkan :
Untuk master file dan program file kita dapat melakukan created, update, retrieval from dan
maintenanced.
Untuk work file kita dapat melakukan created, update dan retrieved from tapi tidak dapat kita
maintenanced.
Untuk report file umumnya tidak di-update, retrieve from atau maintenanced.
Untuk transaction file, umumnya hanya dapat di created dan digunakan untuk sekali proses.
Sistem File :
Sebuah sistem file sangat membantu para programmer untuk memungkinkan mereka mengakses
file, tanpa memperhatikan detail dari karakteristik dan waktu penyimpanan. Sistem file ini juga
yang mengatur direktori, device access dan buffer.
Tugas dari sistem file :
Memelihara direktori dari identifikasi file dan lokasi informasi.
Menetukan jalan (pathway) bagi aliran data antara main memory dan alat penyimpan sekunder.
Mengkoordinasi komunikasi antara CPU dan alat penyimpan sekunder dan sebaliknya.
Menyiapkan file penggunaan input atau output.
Mengatur file, bila penggunaan input atau output telah selesai.
http://menyen.blogspot.com/2009/05/sistem-file.html

Anda mungkin juga menyukai