Anda di halaman 1dari 49

1

PENDAHULUAN

A. Deskripsi

Dalam modul ini kita akan mempelajari lengkungan yang


dihasilkan dari potongan kerucut dengan bidang datar. Jika suatu
kerucut dipotong oleh sebuah bidang, maka garis potong tersebut
mempunyai berbagai kemungkinan yaitu :
1. Lingkaran, jika bidang tegak lurus sumbu kerucut dan
tidak melalui puncak kerucut.
2. Ellips, jika bidang membentuk sudut lancip terhadap
sumbu dan tidak melalui puncak kerucut.
3. Parabola, jika bidang membentuk sejajar garis pelukis
kerucut dan tidak melalui puncak kerucut.
4. Hiperbola, jika bidang sejajar sumbu kerucut dan tidak
melalui titik nol.

Gambar potongan kerucut


berbentuk lingkaran, ellips, parabola dan hiperbola

Untuk mempelajari materi ini disediakan waktu 56 x 45 menit.


Setiap akhir kegiatan terdapat pertanyaan yang harus dikerjakan.
Pertanyaan tersebut untuk mengukur pemahaman tentang materi
yang telah dipelajari.

Modul Matematika
2

B. Prasarat

Kemampuan yang harus dicapai dalam kompetensi ini adalah :


1. Menjelaskan pengertian unsur – unsur lingkaran.
2. Menentukan persamaan lingkaran.
3. Menghitung panjang garis singgung sekutu luar dan dalam
dua lingkaran.
4. Menjelaskan pengertian unsur – unsur parabola.
5. menentukan persamaan parabola dan grafiknya.
6. Menjelaskan pengertian unsur – unsur ellips.
7. Menentukan persamaan ellips dan grafiknya.
8. Meenjelaskan pengertian unsur – unsur hiperbola.
9. Menentukan persamaan hiperbola dan grafiknya.

C. Petunjuk Penggunaan Modul

Perlu diperhatikan cara menggunakan modul ini sebagai pedoman


untuk siswa dalam proses pembelajaran.
1. Langkah yang harus ditempuh
a. Siswa harus mengetahui prasarat kemampuan yang
dicapai.
b. Mempelajari kompetensi dan mempelajari langkah –
langkah kegiatan pada rencana pembelajaran.
2. Perlengkapan yang harus disiapkan.
Dalam kompetensi ini alat yang harus dipersiapkan dalam proses
pembelajaran adalah penggaris, jangka dan busur derajat.
3. Hasil pelatihan
Setelah mempelajari langkah – langkah kegiatan dan mengajukan
pengujian terhadap penilai maka siswa mencatat sub kompetensi
yang dicapai dalam paspor keahlian ( skill paspor ).

Modul Matematika
3

D. Tujuan Akhir

Setelah mengikuti seluruh kegiatan belajar siswa mampu :


1. Menyebutkan unsur – unsur lingkaran yang dideskripsikan
sesuai ciri – cirinya.
2. Menentukan persamaan lingkaran yang ditentukan berdasarkan
unsur- unsur yang diketahui.
3. Melukis garis singgung sekutu luar dan dalam dari dua lingkaran
yang diketahui.
4. Menghitung panjang garis singgung sekutu luar dan dalam sesuai
jari – jari dan jarak pusat kedua lingkaran.
5. Menerapkan konsep lingkaran dalam penyelesaian masalah
kejuruan.
6. Menyebutkan unsur – unsur parabola yang dideskripsikan
sesuai ciri – cirinya.
7. Menentukan persamaan parabola berdasarkan unsur- unsur yang
diketahui.
8. Melukis sketsa grafik persamaan parabola.
9. Menerapkan konsep parabola dalam penyelesaian masalah
kejuruan.
10. Menyebutkan unsur – unsur ellips yang dideskripsikan sesuai
ciri – cirinya.
11.Menentukan persamaan ellips berdasarkan unsur- unsur yang
diketahui.
12.Melukis sketsa grafik persamaan ellips.
13.Menerapkan konsep ellips dalam penyelesaian masalah kejuruan.
14. Menjelaskan unsur – unsur hiperbola yang dideskripsikan
sesuai ciri – cirinya.
15.Menentukan persamaan hiperbola berdasarkan unsur- unsur yang
diketahui.
16.Melukis sketsa grafik persamaan hiperbola.
17.Menerapkan konsep hiperbola dalam penyelesaian masalah
kejuruan.

Modul Matematika
4

E. Kompetensi

Kompetensi yang akan dipelajari dalam modul ini sesuai dengan


tabel :
Kriteria untuk Ruang Lingkup
Kompetensi Sub Kompetensi
Kerja Belajar
Menerapkan Menerapkan - Unsur - unsur - Pengertian
irisan kerucut konsep lingkaran lingkaran unsur – unsur
dideskripsikan lingkaran
sesuai ciri – - Penentuan
cirinya persamaan
- Persamaan lingkaran
lingkaran - Pengertian
ditentukan garis singgung
berdasar unsur sekutu luar
- unsur yang dan dalam
diketahui - Penentuan
- Garis singgung panjang garis
sekutu luar dan singgung
dalam sekutu luar
dilukiskan dari dan dalam
dua lingkaran kedua
yang diketahui lingkaran
- Panjang garis - Penerapan
singgung konsep
- Sekutu luar lingkaran
dan dalam dalam
dihitung sesuai menyelesaikan
jari – jari dan masalah
jarak pusat kejuruan
kedua
lingkaran
- Konsep
lingkaran
diterapkan
dalam
penyelesaian
masalah
kejuruan

Modul Matematika
5

Menerapkan - Unsur – unsur - Unsur – unsur


konsep parabola parabola parabola :
dideskripsikan direktriks,
sesuai dengan koordinat titik
ciri – cirinya puncak, titik
- Persamaan focus dan
parabola persamaan
ditentukan sumbu.
berdasarkan - Penentuan
unsur – unsur persamaan
yang diketahui parabola
- Konsep - Grafik
parabola dalam persamaan
penyelesaian parabola
masalah - Penerapan
kejuruan konsep
parabola
dalam
menyelesaikan
masalah
kejuruan

Menerapkan - Unsur – unsur - Pengertian


konsep ellips ellips ellips
dideskripsikan - Unsur – unsur
sesuai dengan ellips :
ciri – cirinya koordinat titik
- Persamaan puncak,
ellips koordinat
ditentukan pusat,
berdasarkan koordinat titik
unsur – unsur focus, sumbu
yang diketahui mayor dan
- Konsep ellips sumbu minor.
dalam - Penentuan
penyelesaian persamaan
masalah ellips
kejuruan - Sketsa ellips
- Penerapan
konsep ellips
dalam
menyelesaikan
masalah
kejuruan

Modul Matematika
6

Menerapkan - Unsur – unsur - Pengertian


konsep hiperbola hiperbola hiperbola dan
dideskripsikan unsur – unsur
sesuai dengan hiperbola :
ciri – cirinya titik pusat,
- Persamaan titik puncak,
hiperbola titik focus,
ditentukan asimtot,
berdasarkan sumbu mayor,
unsur – unsur sumbu minor.
yang diketahui - Penentuan
- Konsep persamaan
hiperbola hiperbola
dalam - Sketsa
penyelesaian hiperbola
masalah - Penerapan
kejuruan konsep
hiperbola
dalam
menyelesaikan
masalah
kejuruan

Modul Matematika
7

PEMBELAJARAN

KEGIATAN BELAJAR I : LINGKARAN


A. Kompetensi Dasar
Menerapkan Konsep Lingkaran
B. Prasarat
Setelah mempelajari materi ini siswa diharapkan mampu
memahami :
1. Unsur – unsur lingkaran
2. Persamaan lingkaran
3. Garis singgung sekutu luar dan dalam
C. Tujuan Pembelajaran
1. Siswa mampu menjelaskan pengertian unsur – unsur
lingkaran.
2. Siswa mampu menentukan persamaan lingkaran.
3. Siswa mampu melukis garis singgung sekutu luar dan
dalam dua lingkaran.
4. Siswa mampu menentukan panjang garis sekutu luar dan
dalam dua lingkaran.
5. Siswa mampu menerapkan konsep lingkaran dalam
menyelesaikan masalah kejuruan.

I. Unsur – Unsur Lingkaran

Sebelum memahami unsur – unsur lingkaran, terlebih dahulu kita


memahami pengertian apa itu lingkaran .
Definisi : Lingkaran adalah tempat kedudukan titik – titik pada bidang
yang berjarak sama terhadap suatu titik tertentu.
Jarak yang sama itu disebut dengan jari – jari lingkaran,
sedangkan titik tertentu itu disebut pusat lingkaran.
Adapun unsur – unsur lingkaran adalah :
a. Busur Lingkaran

B Gambar disamping menunjukan sebuah lingkaran


berpusat di O. Kurva pada keliling lingkaran yang
O menghubungkan titik A dan B disebut busur
lingkaran.
A
Modul Matematika
8

b. Tali Busur Lingkaran

B Ruas garis yang menghubungkan titik A dan B


A
seperti pada gambar disebut tali busur lingkaran.
O . Jadi, tali busur adalah ruas garis yang
menghubungkan dua titik pada keliling lingkaran.

c. Garis Tengah ( Diameter ) dan Jari – Jari Lingkaran

Apabila tali busur melalui pusat lingkaran maka


Q disebut garis tengah atau diameter lingkaran.
Separuh diameter disebut jari – jari lingkaran.
O
Apabila dua buah titik terletak di ujung – ujung
R
P garis tengah, maka titik itu disebut sebagai
berhadapan diametral.

- PQ disebut garis tengah


- Titik P dan Q berhadapan diametral
- OP, OQ dan OR disebut jari – jari

d. Sudut Pusat dan Sudut Keliling Lingkaran

Sudut yang terletak pada pusat lingkaran, yang


B
dibentuk oleh dua buah jari – jari disebut sudut
pusat lingakaran.
α
O Sudut yang terletak pada keliling lingkaran yang
R dibentuk oleh dua buah tali busur disebut sudut

C keliling lingkaran.

∠ AOB adalah sudut pusat lingkaran


∠ ACB adalah sudut keliling lingkaran

e. Juring Lingkaran

Juring lingkaran adalah daerah yang oibatasi oleh


O 9
dua jari – jari lingkaran dan busur lingkaran.
A B Juring AOB kecil dan juring AOB besar.

f. Tembereng

Modul Matematika
Tembereng merupakan bagian dari lingkaran yang
.
dibatasi oleh sebuah tali busur dan busur lingkaran.
O
P Q

Dalam suatu lingkaran panjang busur dan luas juring sebanding sudut
pusatnya.

A Pada gambar disamping

O
Busur AC = ∠ AOC = juring AOC
Busur BC ∠ BOC juring BOC
B
C

Contoh 1

Jika diketahui diameter AB = 14 cm ,


C ∠ AOB = 80°.
O Hitunglah luas panjang BOC dan
A
panjang busur AB !
B

Jawab :
AB = 14 cm → OA = OB = jari – jari = 7 cm , ∠ AOB = 80° → ∠ BOC =
100° 22
7
Luas lingkaran = π r2 = x 72 = 154 cm2
Luas juring BOC = ∠ BOC
Luas lingkaran ∠ lingkaran
100°
Luas juring BOC =360° x 154 = 42,78 cm2
22
Keliling lingkaran = 2 π r = 2 x7 x 7 = 44 cm
Panjang busur AB = ∠ AOC
Keliling lingkaran ∠ lingkaran
80°
Panjang AB = 360° x 44 = 9,78 cm2

10

LATIHAN I

Modul Matematika
1. Perhatikan gambar di bawah ini !
a. Ada berapa banyak jari – jari yang tampak ?
Sebutkan bila ada !
O
b. Ada berapa banyak garis tengah yang
tampak ? Sebutkan bila ada !
A B
c. Ada berapa banyak busur yang tampak ?
Sebutkan bila ada !
d. Ada berapa banyak juring yang tampak ?
Arsirlah !
2. Diketahui pusat lingkaran yang pusatnya O dan
panjang jari – jari r. Buatkan sebuah tali busur AB yang panjangnya
sama dengan jari – jari lingkaran.
a. Berbentuk segitiga apakah ∆ AOB ?
b. Berapakah besar sudut pusat yang terjadi ?
c. Kalau luas lingkarannya adalah L, berapakah luas juring AOB ?

3. Jarak antara titik P dan titik Q yang berhadapan


diametral adalah 20 cm. Berapakah panjang jari – jari
lingkarannya ?

II. Persamaan Lingkaran

A. Persamaan lingkaran dengan pusat O ( 0, 0 ) dan jari – jari r.

y Titik O ( 0,0 ) adalah titik asal


koordinat dengan O sebagai pusat.
x P ( x,y )
Kita buat lingkaran dengan jari – jari r,
r y titik P ( x,y ) terletak pada lingkaran
tersebut.
O x
Untuk titik ( x,y ) dan titik lain pada
lingkaran tersebut berlaku
persamaan : x2 + y2 = r2

Persamaan tersebut disebut persamaan lingkaran yang berpusat di


O ( 0,0 ) dan jari – jari r.

Catatan :
1. { P ( x,y ) | x2 + y2 = r2 } maka titik P terletak pada lingkaran.
2. { P ( x,y ) | x2 + y2 > r2 } maka titik P terletak di luar lingkaran.

Modul Matematika
11
3. { P ( x,y ) | x2 + y2 < r2 } maka titik P terletak di dalam
lingkaran.
Contoh 1 :

Diketahui titik O ( 0,0 ).


a. Tentukan persamaan lingkaran dengan pusat O dan jari -
jari 5 satuan panjang !
b. Selidiki, apakah titik ( -3,-4 ) terletak pada lingkaran ?
c. Selidiki, apakah titik ( 3,5 ) terletak pada lingkaran ?
d. Selidiki, apakah titik ( 2,1 ) terletak pada lingkaran ?

Jawab :

a. Dengan menggunakan persamaan x2 + y2 = r2, maka :


x2 + y2 = r2
x2 + y2 = 52
x2 + y2 = 25
Jadi persamaan yang dimaksud adalah x2 + y2 = 25

b. Untuk menyelidiki posisi titik terhadap lingkaran, kita


substitusikan koordinat titik ( -3,-4 ) ke ( x,y ). Hasilnya adalah :
( -3 ) 2 + ( -4 ) 2 = 25
9 + 16 = 25
25 = 25
Ruas kiri menyatakan kuadrat jarak titik ( -3,-4 ) terhadap titik
nol. Karena kuadrat jaraknya juga 25, maka titik tersebut
terletak pada lingkaran.

c. Untuk menyelidiki posisi titik terhadap lingkaran, kita


substitusikan koordinat titik ( 3,5 ) ke ( x,y ). Hasilnya adalah :
32 + 52 = 9 + 25 = 34
34 > 25
Ruas kiri menyatakan kuadrat jarak titik ( 3,5 ) terhadap titik nol
yang lebih besar dari 25. ini berarti bahwa titik ( 3,5 ) terletak di
luar lingkaran.

d. Dengan cara yang sama kita substitusikan titik ( 2,1 ). Hasilnya


adalah : 2 2 + 12 = 4 + 1 = 5
5 < 25

Modul Matematika
Ini berarti bahwa titik ( 2,1 ) terletak di dalam lingkaran. 12

Contoh 2 :

Tentukan persamaan lingkaran yang berpusat di O ( 0,0 ) dan


melalui titik ( 5,-12 ) !

Jawab :

x2 + y2 = r2
52 + (-12) 2 = r2
169 = r2 atau r2 = 169
Jadi persamaan lingkarannya adalah : x2 + y2 = 169

LATIHAN 2

1. Tentukan persamaan lingkaran yang pusatnya O ( 0,0 ) dan jari -


jari :
a. 4 b. ½ c. √2

2. Tentukan koordinat pusat dan jari – jari lingkaran dengan


persamaan :
a. x2 + y2 = 4
b. 2x2 + 2y2 = 12
c. 3x2 + 3y2 = 75

3. Selidiki posisi dari titik – titik di bawah ini, apakah terletak pada
lingkaran, luar lingkaran atau di dalam lingkaran yang pusatnya
O ( 0,0 ) dan jari – jari 6 !
a. ( 2,-1 ) b. ( 2,8 ) c. ( 0,6 )

4. Tentukan persamaan dengan pusat O ( 0,0 ) dan melalui titik :


a. ( 1,3 ) b. ( -5,12 ) c. ( 1,-2 )

5. Diketahui titik A ( 1,0 ) dan B ( 9,0 ). P adalah tempat kedudukan


titik yang dinyatakan dengan { P | PB = 3PA }. Buktikan bahwa
tempat kedudukan P adalah lingkaran dengan persamaan x2 +
y2 = 9 !

Modul Matematika
13

B. Persamaan lingkaran dengan pusat M ( a,b ) dan jari jari r

y
Titik O ( 0,0 ) adalah titik
x P ( x,y pangkal
) koordinat, sedang
titik M ( a,b ) adalah pusat
r
lingkaran dengan jari – jari r,
a
M ( a,b ) Titik P ( x,y ) terletak pada
lingkaran tersebut.
Untuk titik P ( x,y ) dan titik
y
b lain pada lingkaran berlaku
O x persamaan :
MP2 = ( x-a )2 + ( y-b )2
( x-a )2 + ( y-b )2 =
r2
Persamaan tersebut disebut persamaan lingkaran yang pusatnya M
( a,b ) dan jari – jari r.

Catatan :

1. { P ( x,y ) |( x - a )2 + ( y - b )2 = r2 } maka titik P terletak


pada lingkaran.
2. { P ( x,y ) |( x - a )2 + ( y - b )2 > r2 } maka titik P terletak di
luar lingkaran.
3. { P ( x,y ) |( x - a )2 + ( y - b )2 < r2 } maka titik P terletak di
dalam lingkaran.

Contoh 1

Tentukan pusat lingkaran dan jari – jari lingkaran jika persamaan


lingkarannya ( x + 3 )2 + ( y - 4 )2 = 16 !

Jawab :

( x + 3 )2 + ( y - 4 )2 = 16

Modul Matematika
( x + 3 ) 2 + ( y - 4 ) 2 = 42
Jadi pusatnya M ( -3,4 ) dan r = 4

14

Contoh 2

Tentukan persamaan lingkaran yang pusatnya M ( -2,-4 ) dan jari –


jari : 5 !

Jawab :

( x - a )2 + ( y - b ) 2 = r 2
( x + 2 ) 2 + ( y + 4 ) 2 = 52
x2 + 4x + 4 + y2 + 8y + 16 = 25
x2 + y2 + 4x + 8y – 5 = 0
Ini adalah persamaan lingkaran yang pusatnya M ( -2,-4 ) dan jari –
jari : 5.

Jika pusat lingkarannya tidak diketahui, maka bentuk umum


persamaan lingkarannya ditulis :

x2 + y2 + ax + by + c = 0

Persamaan tersebut disebut persamaan umum lingkaran.


Dari persamaan umum lingkaran dapat ditentukan pusat dan jari –
jari dengan rumus : pusatnya M ( -½ a, -½ b ) dan r = √¼ a2 + ¼
b2 – c

Bukti :

x2 + y2 + ax + by + c = 0
x2 + y2 + ax + by = – c
x2 + ax + y2 + by = – c
x2 + ax + ¼ a2+ y2 + by + ¼ b2 = ¼ a2 + ¼ b2 – c
( x + ½a )2+ ( y + ½b )2 = ¼ a2 + ¼ b2 – c
Jadi pusatnya M ( -½ a, -½ b ) dan r = √¼ a2 + ¼ b2 – c

Modul Matematika
Catatan : jadi pusatnya ialah koefisien x dan y dibagi 2 tetapi
tandanya berlawanan.

Contoh 3

Tentukan pusat dan jari – jari lingkaran jika persamaannya : 15


2 2
X + y – 6x + 4y – 3 = 0

Jawab :

X2 + y2 – 6x + 4y – 3 = 0
X2 + - 6x + y2 + 4y – 3 = 0
Pusatnya M (-½ a, -½ b ) r = √¼ (36)2 + ¼ (16)2 +3
(-½ (-6), -½ (4) ) = √ 9 + 4 +3
( 3,-2 ) =4

Latihan 3

1. Tulislah pusat dan jari – jari lingkaran dari setiap lingkaran


berikut ini :
a. ( x – 1 )2+ ( y – 3 )2 = 25 c. ( x – 3 )2+ ( y – 3 )2 = 50
b. ( x + 2 )2+ ( y – 3 )2 = 9 d. ( x + 1 )2+ ( y – 4 )2 = 81

2. Carilah persamaan lingkaran dengan pusat yang diketahui dan


melalui titik yang diketahui pula !
a. pusat ( 1,1 ) dan melalui ( 3,3 )
b. pusat ( -2,0 ) dan melalui ( 3,4 )
c. pusat ( 3,-4 ) dan melalui ( 2,3 )

3. Tulislah persamaan lingkaran dengan pusat dan jari – jari


sebagai berikut
a. ( 2,-3 ) , 3
b. ( -4,5 ) , 4

III. Garis Singgung Sekutu

Garis singgung suatu lingkaran adalah garis yang memotong


lingkaran hanya pada satu titik. Garis singgung suatu lingkaran tegak

Modul Matematika
lurus dengan jari jari lingkaran yang melalui titik singgungnya.
Perhatikan gambar berikut ini !

A
P Garis AB adalah garis singgung, menyinggung
lingkaran di titik P dan OP AB. Sedangkan garis
B yang menyinggung dua buah lingkaran disebut
O
garis singgung persekutuan kedua lingkaran. Ada
dua macam garis singgung persekutuan dua
16
lingkaran :

1. Garis singgung persekutuan luar


A
R r B
C
R-r r
M N

- AB adalah garis singgung persekutuan luar


- AB = CN
- Panjang ∆ CMN ( siku – siku di C )
CN2 = MN2 – CM2
CN2 = MN2 – ( R – r ) 2
CN =√MN2 – ( R – r ) 2

AB =√MN2 – ( R – r ) 2

Contoh 1

M dan N adalah pusat lingkaran yang berjari – jari 11 cm dan 4 cm,


jika jarak M dan N adalah 25 cm, Tentukan panjang garis singgung
persekutuan luar kedua lingkaran !

Jawab :

AB = CN dan ∆ CMN ( siku – siku di C ) maka


A
11
r B
cm C
11 – 4 = 7 cm 4 cm
M N

Modul Matematika
CN2 = MN2 – CM2
= MN2 – ( R – r ) 2
= 252 – ( 11 – 4 ) 2
= 625 – 49
= 576
17
CN = √ 576= 24 cm
Karena CN = AB maka AB = 24 cm , jadi garis singgung
persekutuan luar AB = 24 cm.
2. Garis Singgung persekutuan dalam

B
r
M N
R

A r

C
- AB adalah garis singgung persekutuan dalam
- AB = CN
- Panjang ∆ CMN ( siku – siku di C )
CN2 = MN2 – CM2
CN2 = MN2 – ( R + r ) 2
CN =√MN2 – ( R + r ) 2

AB =√MN2 – ( R + r ) 2

Contoh 2

Diketahui lingkaran – lingkaran dengan pusat A dan B berturut –


turut dengan jari – jari 4 cm dan 2 cm. A dan B berjarak 8 cm.
Lukislah garis singgung persekutuan dalam dan hitung panjang
garis sionggung persekutuan dalam kedua lingkaran tersebut !

Jawab :

Q
8 2
cm cm
A B
4
Modul Matematika
cm

P
S
PQ = BS 18
Panjang ∆ ABS ( siku – siku di S )

RS2 = AB2 – AS2


= 82 – 6 2
= 64 – 36
= 28
RS = √28 = √4.7 = 2 √ 7 cm
Karena RS = PQ maka PQ = 2 √7 cm, jadi panjang garis singgung
persekutuan dalam PQ = 2 √7 cm.

Latihan 4

Dua buah lingkaran berpusat di titik P dan Q masing masing –


berjari – jari 9 cm dan 3 cm. Apabila P dan Q berjarak 13 cm,
Hitunglah :
a. Panjang garis singgung persekutuan luarnya dan lukislah !
b. Panjang garis singgung persekutuan dalamnya dan lukislah !

Modul Matematika
19

KEGIATAN BELAJAR II : PARABOLA


A. Kompetensi Dasar
Menerapkan Konsep Parabola
B. Prasarat
Setelah mempelajari materi ini siswa diharapkan mampu
memahami :
1. Unsur – unsur parabola
2. Persamaan parabola dan grafiknya
C. Tujuan Pembelajaran
1. Siswa mampu menjelaskan pengertian unsur – unsur
parabola.
2. Siswa mampu membuat grafik persamaan parabola.
3. Siswa mampu menentukan persamaan parabola.
4. Siswa mampu menerapkan konsep parabola dalam
menyelesaikan masalah kejuruan.

I. Unsur – Unsur Parabola

Kita sudah mengenal parabola sebagai grafik y = ax2 + bx + c.


Sekarang kita akan mempelajari geomettri dari parabola.
Definisi : Parabola adalah lintasan atau tempat kedudukan titik yang
mempunyai jarak yang sama terhadap titik tertentu dan
terhadap suatu garis tertentu. Titik tertentu disebut Fokus
dan garis tertentu disebut Direktriks.

Untuk memahami unsur parabola, perhatikan gambar berikut !

Y Keterangan :
Q L1 P O : Puncak parabola
F : Fokus
X G : garis direktriks
O F L1 dan L2 : Latus rectum
g
L2 Sumbu simetri adalah sumbu X

Catatan :

1. Garis yang tegak lurus pada direktriks dan melalui focus disebut
sumbu simetri.

Modul Matematika
20
2. Perpotongan antara sumbu simetri dan parabola disebut puncak
parabola.
II. Persamaan Parabola

A. Persamaan parabola dengan puncak ( 0,0 )


Y
Q( P Persamaan parabola dengan
-p,y ) ( x,y ) titik focus F ( p,0 ) dan
persamaan garis direktriks x =
-p serta titik puncak ( 0,0 )
F X
O adalah :
g ( p,0 )

X = -p y2 = 4 p x

Jika titik focus terletak disebelah kiri garis direktriks

g
Y - puncak ( 0,0 )
P Q - focus F ( -p,0 )
- persamaan garis
direktriks x = p
F X - persamaan sumbu
O simetri y = 0
Persamaannya :

y2 = - 4 p x

Jika titik focus terletak pada sumbu y dan berada di atas garis
direktriks

Y
- puncak ( 0,0 )
- focus F ( 0,p )
P - persamaan garis
F
direktriks y = -p
X - persamaan sumbu
O
g simetri x = 0
Persamaannya :

x2 = 4 p y

Jika titik focus terletak pada sumbu y dan berada di bawah garis
Y
direktriks
g
O
Modul Matematika
X
F
P
- puncak ( 0,0 )
- focus F ( 0,-p )
- persamaan garis
direktriks y = p
- persamaan sumbu
simetri x = 0
Persamaannya :
21
x2 = -4 p y

Contoh 1

Tentukan persamaan parabola dengan F ( 4,0 ) dan direktriks x = -2

Jawab :

Karena F ( 4,0 ), maka p = 4


Jadi persamaan parabola :
y2 = 4px
=4.4x
= 16x
jadi persamaan parabola itu adalah y2 = 16x

Contoh 2

Lukiskan grafik persamaan parabola y2 = - 8x. Tentukan koordinat


fokus dan persamaan direktriksnya !

Jawab :
Pandang y2 = - 4 p x dan y2 = -
Y X=2 8x
4- Maka diperoleh 4p =8
3- p =2
F 2- karena focus terletak di sebelah
1- kiri direktriks maka koordinat
X fokus adalah F ( -2,0 )
-3 -2 -1-1-0 1 2 3
dan persamaan direktriks x = 2
-2-
-3-
-4-

B. Persamaan parabola dengan puncak ( a,b )

Modul Matematika
Y
P Puncak A ( a,b )
Q
( x,y ) Fokus F ( a+p,b )
Direktriks g dengan persamaan
x = -p + a
A X
O F 22
( a,b )

g
( direktriks
Misalkan
) titik P ( x,y ) pada parabola maka koordinat titik Q ( -p+a,y
). Berdasarkan definisi PF = PQ maka PF2 = PQ2
( x – a – p )2 + ( y – b )2 = ( x + p – a ) 2
x2 + a2 + p2 – 2ax – 2px + 2ap + y2 – 2 by + b2 = x2 + p2 + a2 + 2px – 2ax
– 2ap
x2 – x2 + a2 – a2 + p2 – p2 – 2ax + 2ax + y2 – 2by + b2 = 2px + 2px – 2ap –
2ap
y2 – 2by + b2 = 4px – 4ap
( y – b ) 2 = 4p ( x – a )

Jadi persamaan parabola dengan puncak ( a,b ) adalah :

( y – b ) 2 = 4p ( x – a )

Dengan :
- koordinat fokus F ( a+p,b )
- persamaan direktriks x = -p + a

Jika titik fokus terletak disebelah kiri garis direktriks


- puncak ( a,b )
- focus F ( a-p,b )
- persamaan garis direktriks x = p + a
Persamaannya :

( y – b ) 2 = -4 ( x – a )

Jika titik focus terletak di atas garis direktriks


- puncak ( a,b )
- focus F ( a,b+p )
- persamaan garis direktriks y = -p+b
- persamaan sumbu simetri x = 0
Persamaannya :

( x – a ) 2 = 4p ( y – b )

Modul Matematika
Jika titik focus terletak di bawah garis direktriks
- puncak ( a,b )
- focus F ( a,-p+b )
- persamaan garis direktriks y = p+b
Persamaannya :
23
( x – a ) 2 = -4p ( y – b )

Contoh 1

Tentukan fokus dan persamaan direktriks dari parabola y 2– x + 4y


+ 10 = 0

Jawab :

( y – b ) 2 = 4p ( x – a )
y 2– x + 4y + 10 = 0
y 2 + 4y + 4 = x –10 +4
( y + 2 )2 = ( x – 6 )
maka a = 6, b = -2, 4p = 1 atau p = ¼
jadi fokus F ( a + p, b )
F ( 6 + ¼ , -2 ) = F ( 6¼ , -2 )
persamaan direktriks x = -p + b
= ¼ + 2 = 2¼

Contoh 2

Tentukan fokus, persamaan direktriks dan sketsa grafiknya dari


persamaan parabola y 2 - 8y - 4x – 4 = 0

Jawab :

Pandang
( y – b ) 2 = 4p ( x – a )
y 2– 8x – 4y –4 = 0
y 2 – 4y + 4 = 8x + 4 + 4
( y – 2 ) 2 = 8x + 8
( y – 2 )2 = 8 ( x + 1 )
maka a = -1, b = 2, 4p = 8 atau p = 2

Modul Matematika
jadi fokus F ( a + p, b )
F ( -1 + 2 , -1 ) = F ( 1 , -1 )
persamaan direktriks x = -p + a
= -2 + -1 = -3

24

Sketsa grafiknya

A F
X
g O

Latihan 1

Pada soal no. 1 – 4 tentukan koordinat fokus, persamaan direktriks dan


lukiskan grafiknya dari persamaan parabola :
1. y2 = 4x
2. x2 = -10y
3. y2 – 6x – 4y +4 = 0
4. ( x + 4 )2 = 8 ( y – 2 )
Pada soal no. 5 – 6 tentukan persamaan parabola dan lukiskan
grafiknya !
5. Koordinat fokus ( 2,0 ) dan persamaan direktriks x = -2
6. Koordinat fokus ( 3,3 ) dan persamaan direktriks y = 2
Pada soal no. 7 –8 tentukan persamaan parabola dan lukiskan
grafiknya !
7. Koordinat puncak ( 0,4 ) dan koordinat fokus F ( –3,4 )
8. Koordinat puncak ( 1,6 ) dan koordinat fokus F ( 1,2 )

Modul Matematika
25

KEGIATAN BELAJAR III : ELLIPS


A. Kompetensi Dasar
Menerapkan Konsep Ellips
B. Prasarat
Setelah mempelajari materi ini siswa diharapkan mampu
memahami :
1. Unsur – unsur ellips
2. Persamaan ellips dan grafiknya
C. Tujuan Pembelajaran
1. Siswa mampu menjelaskan pengertian ellips
2. Siswa mampu menyebutkan unsur – unsur ellips.
3. Siswa mampu melukis grafik persamaan ellips.
4. Siswa mampu menentukan persamaan ellips.
5. Siswa mampu menerapkan konsep ellips dalam
menyelesaikan masalah kejuruan.

I. Unsur – Unsur Ellips

Definisi : Ellips adalah tempat kedudukan titik – titik yang jumlah


jaraknya terhadap dua titik tertentu selalu sama.
Y

B1 P ( x,y )

X
A2 F2( -c,0 ) F1( c,0 ) A2

B2
g2 g1
g1dan g2 = garis
direktriks
- Kedua titik tertentu itu disebut fokus – fokus ellips.
- Garis penghubung kedua fokus disebut sumbu panjang ( sumbu
mayor ).
- Garis melalui ttik tengah kedua fokus dan tegak lurus terhadap
sumbu panjang disebut sumbu pendek ( sumbu minor ).
- Titik potong kedua sumbu disebut pusat ellips.
- Titik potong ellips dengan kedua sumbu disebut puncak ellips
( A1,A2, B1,B2 ).

Modul Matematika
26
- Jarak antara A1A2dan B1B2 masing – masing merupakan panjang
dari sumbu panjang dan sumbu pendek.
II. Persamaan Ellips

A. Persamaan Ellips dengan pusat ( 0,0 )

Persamaan ellips dapat diperoleh dengan cara berikut :


- Pilih sumbu – sumbu yang berfokus F1 ( c,0 ) dan F2 ( -c,0 )
- Misalkan jumlah jarak yang tetap adalah 2a berarti 2a > 2c atau
a > c ( lihat gambar di atas )
- Maka menurut definisi didapatkan :
F1P + F2P = 2a
⇔ √( x – c )2 + y2 + √( x – c )2 + y2 = 2a
⇔ √( x – c )2 + y2 = 2a – √( x – c )2 + y2
- kuadratkan kedua ruas, diperoleh :
x + 2cx + c2 + y2 = 4a2 – 4a √( x – c )2 + y2 + x2 – 2 cx + c2 + y2
2

⇔ 4cx – 4a2 = – 4a √( x – c )2 + y2
⇔ cx – a2 = – a √( x – c )2 + y2
- Kuadratkan kembali kedua ruas, diperoleh :
c2x2 – 2a2cx + a4 = a2 ( x2 – 2cx + c2 + y2 )
⇔ c2x2 – 2a2cx + a4 = a2x2 – 2 a2cx + a2c2 + a2y2
a2x2 – c2x2 + a2y2 = a4 – a2c2
⇔ ( a2 – c2 )x2 + a2y2 = a2(a2– c2 )
- Karena a > c maka a2 > c2 dan a2 – c2 > 0
- Misalkan a2 – c2 = b2 ( b2 > 0 ), maka diperoleh :
b2x2 + a2y2 = a2b2
- Bagi masing – masing ruas dengan a2b2, diperoleh :

b2x2 a2y2 a2. b2


+ =
a2b2 a2b2 a2 . b2

⇔ x2 + y2 = 1
a2 b2
Jadi persamaan ellips yang pusatnya ( 0,0 ) sumbu panjang 2a,
sumbu pendek 2b dan koordinat focus – focus F 1 ( c,0 ) dan F2 (
-c,0 ) adalah :

x2 y2
a2 + b2 = 1

Modul Matematika
27

Koordinat fokus ellips ditentukan oleh persamaan a2- c2 = b2


Kepipihan ellips tergantung pada perbandingan antara c dengan a
c a2
yang disebut eksentrisitas ( e ) = , Persamaan direktriks x = +
a c
Contoh 1

Tentukan persamaan ellips dengan F1 ( -3,0 ), F2 ( 3,0 ) dan sumbu


mayornya 10. Lukislah grafiknya !

Jawab : Y

D ( 0,4 )

X
A ( -5,0 ) F1( -3,0 ) F2( 3,0 ) C ( 5,0 )

B ( 0,-4 )

Dari gambar :
C = 3 dan 2a = 10 maka a = 5
b2 = a2 – c2 x2 y2 x2 y2
2 2
=5 –3 a + b = 1 ⇒ 5 + 42 = 1
2 2 2

= 25 – 9 Jadi persamaan ellips :


= 16 x2 y2
b =4 25 + 16 = 1

Contoh 2

Tentukan sumbu mayor, sumbu minor, koordinat fokus – fokus dan


koordinat titik puncak ellipsxdari
2 : y2 dan lukiskan grafiknya
! 25 + 9 = 1

Jawab :
Y
Sketsa grafik :
B1 ( 0,3 )

A2 ( X
F1( -4,0 ) F2( 4,0 ) A1 ( 5,0 )
-5,0 ) 28
B2 ( 0,-
3)
Dari gambar :

Modul Matematika
Pandang x2 y2 x2 y2
a2 + b2 = 1 ⇒ 25 + 9 =1
a2 = 25 maka a = 5 dan b2 = 9 maka b = 3
Jadi sumbu mayor = 2a = 2 . 5 = 10
sumbu minor = 2b = 2 . 3 = 6
b = a – c2 ⇒ c2 = a2 – b2
2 2

= 25 – 9
= 16 maka c = 4
koordinat fokus F1 ( -c,0 ) = F1 ( -4,0 ) dan F2 ( c,0 ) = F2 ( 4,0 )
Persamaan ellips memotong sumbu x, jika y = 0
Maka :

x2 02 x2 x2
= 1 ⇔ x2 = 25 ⇔ x = +
25 + 9 = 1 ⇔ 25 + 0 = 1 ⇔ 25
5
Persamaan ellips memotong sumbu y, jika x = 0
Maka :
02 y2 y2 y2
25 + 9 = 1 ⇔ 0 + 9 = 1 ⇔ 9 = 1 ⇔ y2 = 9 ⇔ y = + 3
Jadi titik – titik puncak ellips adalah : ( -5, 0 ) , ( 5,0 ) , ( 0,-3 ) dan
( 0,3 ).
Jika ellips yang berpusat di O ( 0,0 ) dan sumbu panjang ( sumbu
mayor ) pada sumbu y, maka persamaannya :

x2 y2
b2 + a2 = 1

- koordinat fokus F1 ( 0,c ) dan F2 ( 0,-c )


- koordinat puncak A1 ( 0,a ) , A2 ( 0,-a ) , B1 ( b, 0 ) dan B2 ( -b,0 )
- panjang sumbu mayor = 2a
- panjang sumbu minor = 2b
a2
- persamaan direktriks y =c+

Contoh 3

Tentukan koordinat focus, koordinat puncak – puncak, sumbu


mayor dan sumbu minor dari persamaan
x2 ellips
y2
serta lukiskan grafiknya ! 9 + 25 = 1 29

Jawab :
Modul Matematika
Grafik : Pandang :
Y
A1 x2 y2 x2 y2
( 0,5 ) b + a =1⇔9 +
2 2
25 = 1
F1 ( 0,4
) a2 = 25 maka a = 5
b2 = 9 maka b = 3
Jadi sumbu mayor = 2a = 2 . 5 =
10
B ( B2( 3,0
1
X
-3,0 ) ) Dan sumbu minor = 2b = 2 . 3 =
6 F2 ( 0,-4
) b2 = a 2 – c 2 ⇒ c 2 = a2 – b2
= 25 – 9 = 16
A2 ( 0,-5 )
maka c = 4

koordinat fokus – fokus :


F1 ( 0,c ) = F1 ( 0,4 ) dan F2 ( 0,-c ) = F2 ( 0,-4 )
koordinat puncak puncak :
A1 ( 0,a ) = A1 ( 0,5 ) dan A2 ( 0,-a ) = A2 ( 0,-5 )
B1 ( b,0 ) = B1 ( 3,0 ) dan B2 ( -b,0 ) = B2 ( -3,0 )

Latihan 1

1. Tentukan sumbu mayor, sumbu minor, koordinat focus – focus,


koordinat puncak – puncak dan lukislah grafik persamaan ellips
berikut
x2 ini :y2
a. 36 + 16 = 1 b. 25x2 + 4y2 = 100

2. Tentukan persamaan ellips yang pusatnya ( 0,0 ) dan lukislah


grafiknya, jika diketahui :
a. F1 ( 2,0 ) dan F2 ( -2,0 ) dan sumbu mayornya √20
b. F1 ( 3,0 ) dan F2 ( -3,0 ) dan sumbu minornya 4
c. Titik – titik puncak : A1 ( 6,0 ), A2 ( -6,0 )
focus – focus F1 ( 3,0 ) F2 ( -3,0 )
d. Titik – titik puncak : B1 ( 10,0 ), B2 ( -10,0 )
focus – focus : F1 ( 0,4 ) F2 ( -0,-4 )

Modul Matematika
30

B. Persamaan ellips dengan pusat ( p,q )

Persamaan ellips dengan pusat ( p,q ) adalah :

( x – p )2 ( y – q )2
a2 + b2 = 1

B1( p,b+q )

F2( -a+p,q ) F1( a+p,q )

A2 (-a+p,q ) ( p,q A1(a+p,q )


)

B2( p,-b+q )
X
a2 a2
X=p- c X=p+ c

Dengan ketentuan :

- pusat ( p,q )
- koordinat titik puncak :
A1 ( a+p,q ) , A2 ( -a+p,q ) , B1 ( p,b+q ) dan B2 ( p,-b+q )
- koordinat fokus – fokus :
F1 ( c+p,q ) dan F2 ( -c+p,q )
- panjang sumbu mayor = 2a
- panjang sumbu minor = 2b
a2
- persamaan direktriks x = c++ p

Y mayor sejajar sumbu y, maka persamaan aellips


Jika sumbu 2
:
y=q+ c
A1( p,a+q )
( x – p )2 ( y – q )2
bF
2
+ a2 = 1 31
1

B2(-b +p,q ) ( p,q B1(b+p,q )


)
Modul Matematika F
2

A2( p,-a+q ) X a2
O y=q- c
Dengan ketentuan :
- pusat ( p,q )
- koordinat titik puncak :
A1 ( p,a+q ) , A2 ( p,-a+q ) , B1 ( b+p,q ) dan B2 ( -b+p,q )
- koordinat fokus – fokus :
F1 ( p,c+q ) dan F2 ( p,-c+q )
- panjang sumbu mayor = 2a
- panjang sumbu minor = 2b
a2
- persamaan direktriks y = c++ q

Dari bentuk baku, persamaan ellips dapat dinyatakan dalam bentuk


umum

Ax2 + By2 + Cx + Dy + E = 0

Dengan ketentuan :
A = b2
B = a2
C = -2pb2 maka C = -2pA
C
p =-2A
D = -2qa2 maka D = -2qB
D
q =-2B

Jadi pusat ellips ( C , D 32


-2A -2B
E = p2b2 + q2a2 – a2b2 )
Contoh 3

Modul Matematika
Diketahui persamaan ellips 4x2 + 9y2 – 48x + 72y + 144 = 0,
Tentukan :
a. Koordinat titik pusat
b. Panjang sumbu mayor dan sumbu minor
c. Koordinat titik fokus
d. Persamaan garis direktriks

Jawab :

a. Untuk menentukan koordinat titik pusat, kita ubah persamaan


ellips dalam bentuk
( x – a: )2 ( y – b )2 maka :
a2 + b2 = 1
2 2
4x + 9y – 48x + 72y + 144 = 0
4x2 – 48x + 9y2 + 72y = – 144
4 ( x2 – 12x ) + 9 ( y2 + 8y ) = – 144
4 ( x2 – 12x + 36 ) + 9 ( y2 + 8y + 16 ) = – 144 + 144 + 144
4 ( x – 6 ) 2 + 9 ( y + 4 ) 2 = 144
Kemudian kita bagi persamaan terakhir dengan 144, diperoleh
persamaan ellips dengan bentuk :
( x – 6 )2 ( y +4 )2
36 + 16 = 1
Jadi koordinat titik pusat adalah ( 6,-4 )
b. Dalam hal ini a2 = 36 dan b2 = 16 maka a = 6 dan b = 4
Panjang sumbu mayor 2a = 2 . 6 = 12
Panjang sumbu minor 2b = 2 . 4 = 8
c. Untuk menghitung koordinat titik fokus kita perlu menghitung
c2 = a2 – b2 = 36 – 16 = 20 maka c = √20.
Titik focus berada di sumbu panjang yaitu garis sejajar sumbu x,
dengan demikian koordinat titik fokus adalah :
F1 ( c+p,q ) = F1 (√20+6,-4 ) dan
F2 ( -c+p,q ) = F2 ( -√20+6,-4 )
d. Garis direktriks sejajar dengan sumbu y dan persamaannya
a2 36
adalah :c √20
x=+ + p ⇔x = + +6
9
=+ 5 √5+6

Modul Matematika
33

Contoh 4

Tentukan persamaan ellips dengan titik fokus berada di F1 ( 4,1 )


dan F2 ( -2,1 ) dan panjang sumbu mayor adalah 10 !

Jawab :

Titik fokus berada di garis yang sejajar sumbu x, maka persamaan


mempunyai .
( x – a )2 ( y +b )2 dengan a > b.
2
a + b2 =1

Titik pusat dari ellips terletak di tengah fokus yaitu :

-2 + 4 1+1
p= = 1 dan q = =1
2 2

sedang jarak pusat dengan titik fokus adalah c = 4 – 1 = 3


Diketahui panjang sumbu mayor adalah 2a = 10 maka a = 5.
Dengan demikian b2 = a2 – c2 = 25 – 9 = 16 maka b = 4.
Jadi persamaan ellips adalah : ( x – 1 )2 ( y -1 )2
25 + 16 =1

Latihan 2

1. Tentukan koordinat pusat , koordinat fokus, panjang sumbu


mayor dan sumbu minor, persamaan direktriks dan lukiskan
grafiknya dari persamaan ellips berikut ini :

a. ( x – 3 )2 ( y +2 )2 b. 9x2 + y2 + 6y – 18x –7 = 0
49 + 16 =1
2. Tentukan persamaan ellips yang memiliki sifat :
a. Titik pusat ( 1,-2 ), sumbu mayor mendatar dan panjang 8
serta eksentrisitasnya adalah 0,75.
b. Titik fokus ( -3,0 ) dan ( -3,4 ) dan sumbu mayor adalah 6.

Modul Matematika
34

KEGIATAN BELAJAR II : HIPERBOLA


A. Kompetensi Dasar
Menerapkan Konsep Hiperbola
B. Prasarat
Setelah mempelajari materi ini siswa diharapkan mampu
memahami :
1. Unsur – unsur hiperbola
2. Persamaan hiperbola dan grafiknya
C. Tujuan Pembelajaran
1. Siswa mampu menjelaskan pengertian hiperbola.
2. Siswa mampu menyebutkan unsur – unsur hiperbola.
3. Siswa mampu melukis grafik persamaan hiperbola.
4. Siswa mampu menentukan persamaan hiperbola.
5. Siswa mampu menerapkan konsep hiperbola dalam
menyelesaikan masalah kejuruan.

I. Unsur – Unsur Hiperbola

Hiperbola adalah tempat kedudukan titik yang selisih jarak


terhadap dua buah titik ( titk fokus ) selalu tetap.
Diketahui titik fokus F ( c,0 ) dan bilangan e > 1, e adalah
eksentrisitas maka hiperbola dapat dipandang juga sebagai
c tempat
2
kedudukan titik P ( x,y ) yang perbandingan jarak terhadap Fedan garis
direktriks x = sama dengan e > 1.

g1 Y g2
1 2

B1 G P
( x,y )

X
F2 A2 O A1 F1

35
B2

- O sebagai pusat hiperbola

Modul Matematika
- Sumbu x dan sumbu y sebagai sumbu simetri
- F1 dan F2 = titk fokus
- g1 dan g2 = garis direktriks
- A1 dan A2 = puncak hiperbola
- 1 dan 2 = garis asimtot
PF
PG = e ( eksentrisitas ) dengan e > 1
- A1A2 = sumbu mayor = 2a
- B1B2 = sumbu minor = 2b

II. Persamaan Hiperbola

Untuk mencari persaman hiperbola, misalkan titik P ( x,y ) terletak


c c
pada hiperbola. Jarak titik P terhadap garis direktriks
e2 x= e2

adalah d = ( - x ).

Sedangkan jarak titik P terhadap titik fokus adalah √( x – c )2 + y2

Selanjutnya √( x – c )2 + y2
c
e= - x
e2
Kalikan dengan penyebut dan kemudian kuadratkan, hasilnya adalah :
c
( x – c )2 + y2 = e2 ( x e-2 )

x2 - 2xc + c2 + y2 = e2x2 – 2cx + c2


1 c
( e2 – 1 ) x2 – y2 = c2 ( 1 e- 2 ) = e2 ( e2 – 1 )
c
Seperti pada ellips, tulis a =e , maka

persamaan hiperbola menjadi :

( e2 – 1 ) x2 – y2 = a 2
( e2 – 1 )
2 2 .
hasilnya adalah :x2 – . 2 y2 =
e a ( e -1 )
1
Untuk lebih menyederhanakan persamaan ini ditulis :
b2 = a2 ( e2 – 1 )
= a2e2 – a2
= c2 – a2 dengan b > 0
dengan demikian persamaan hiperbola mempunyai bentuk :

x2 y2
a2 – b2 = 1

Modul Matematika
36

Jadi persamaan di atas adalah persamaan hiperbola dengan pusat


( 0,0 ), dengan panjang sumbu mayor 2a dan sumbu minor 2b. dengan
ketentuan :
- pusat ( 0,0 )
- sumbu mayor pada sumbu x
- sumbu minor pada sumbu y
- Fokus F1 ( c, 0 ) dan F2 ( -c, 0 ) dengan b2 =
c2 – a2
- PuncakaA21 ( a,0 ) dan A2 ( -a,0 )
- Persamaan
c garis direktriks x = +
c
- a Eksentrisitas e =
b
- Persamaan
a garis asimtot y = + x

b b
Y = -a x Y Y= a x

x2 y2
a2 - b2 =1
A2 A1
( a,0
F( -c,0 ) ( -a,0 )O F( c,0 ) X
)

B2
a2 a2
x=-
c x= c x
x

Sedangkan persamaan hiperbola dengan pusat ( 0,0 ), sumbu mayor


pada sumbu y adalah :

y2 x2
a – b2
2 = 1

Dengan ketentuan :
- pusat ( 0,0 )
- sumbu mayor pada sumbu y
- sumbu minor pada sumbu x
- Fokus F1 ( 0,c ) dan F2 ( 0,-c ) dengan b2 = c2
– a2
- Puncak A1 ( 0,a ) dan A2 ( 0,-a )
a2
- Persamaan garis direktriks y = +
c
a
- Persamaan garis asimtot y = + x
b

Modul Matematika
37

F1 ( 0,c )
b b
Y = -a x Y= a x
A1 ( 0,a )
Garis direktris

X
O

A2 ( 0,-
Garis direktris a )

F2 ( 0,-
c)

Contoh 1

x2 y2
Diketahui hiperbola dengan persamaan
16 – 9 = 1
Tentukan koordinat titik fokus, panjang sumbu mayor, sumbu minor,
eksentrisitas, garis direktris dan persamaan asimtot serta lukiskan
grafiknya !

Jawab :

- Untuk menghitung koordinat titik fokus, kita hitung nilai c 2 = a2


+ b2
a2 = 16, b2 = 9 maka c2 = 16 + 9 = 25 jadi c = 25. dengan
demikian koordinat titik fokus adalah F1 ( 5,0 ) dan F2 ( -5,0 )
- Berdasarkan persamaan hiperbola, diperoleh a2 = 16 dan b2 = 9,
maka a = 4 dan b = 3. jadi panjang sumbu mayor = 2a = 2.4 =
8, sedangkan panjang sumbu minor = 2b = 2.3 = 6
- Nilai eksentrisitas ( e ) = = = 1,25
2 c 5. 5 .
a c
a 4 2
- Garis direktris cx = + e2 = (1,25 )= = + 3,2
b 3
- Persamaan asimtot y a =+ x4= + x

Modul Matematika
38

- Grafik

Y
3 3
Y = -4 x Y= 4 x
5-
4-
3-
2-
1-
-7-6-5-4-3-2-1 0 1234567 X
-1-
-2-
-3-
-4-
-5-
X = -3,2 X = 3,2

Contoh 2

Tentukan persamaan hiperbola yang mempunyai panjang sumbu


mayor 10 dan eksentrisitas e = 1,2

Jawab :

c
Diketahui sumbu mayor = 2a = 10, maka a = 5 dan ea = ⇒ p = 1,2
.5=6
b2 = c2 – a2 = 36 – 25 = 1
Jadi persamaan hiperbola yang dibentuk adalah :
x2 y2
25 – 11 = 1
Latihan 1

1. Tentukan koordinat titik puncak, titik focus, eksentrisitas,


persamaan garis direktris dan sketsa gragfik hiperbola dengan
persamaan :
x2 y2
144 – 25 = 1
a. b. 4x2 – 9y2 = 36

2. Tentukan persamaan hiperbola yang mempunyai syarat :


a. Titik focus F1 ( 4,0 ) dan F2 ( -4,0 ) dan titik puncak A1 ( 1,0 )
dan A2 ( -1,0 )
b. Titik focus F1 ( 0,5 ) dan F2 ( 0,-5 ) dan asimtot y = + x
Modul Matematika
c. Panjang sumbu mayor b dan ekentrisitas e = 1,5 39

Persamaan hiperbola dengan pusat ( a,b )

Seperti irisan kerucut yang lain, pusat hiperbola dapat juga selain
titik ( 0,0 ). Dengan teknik yang sama kita dapat menduga bentuk :

a. Persamaan hiperbola dengan pusat ( p,q )

Persamaan hiperbola denga psat ( p,q ) dan sumbu mayor


mendatar ( sejajar sumbu y ) adalah :
( x - p )2 ( y – q )2
a 2 – b2 = 1
Dengan ketentuan :
- Titik puncak A1 ( a+p,q ) dan A2 ( -a+p,q )
- Titik focus F1 ( c+p,q ) dan F2 ( -c+p,q )
c
- Eksentrisitas e =
a
a2
- Garis direktris x = + + p
c b
- a (x–p)
Garis asimtot ( y – q ) = +

b. Persamaan hiperbola dengan pusat p,q ) dan sumbu


mayor ( sejajar sumbu x ) adalah :
( y - q )2 ( x – p )2
a 2 – b2 = 1
Dengan ketentuan :
- Titik puncak A1 ( p,a+q ) dan A2 ( p,-a+q )
- Titik focus F1 ( p,c+q ) dan F2 ( p,-c+q )
c
- Eksentrisitas e = a
a2
- Garis direktris x = +
c +q
a
- Garis asimtot ( y – q ) = +
b (x–a)

Bentuk umum persamaan hiperbola :


Ax2 + By2 + Cx + Dy + E = 0

Modul Matematika
40
A, B, C, D dan E bilangan real, A dan B ≠ 0

Contoh 1

Tentukan pusat hiperbola, sumbu mayor, titik puncak, titik focus,


persamaan garis asimtot dan sketsa grtafik dari persamaan
hiperbola 9x2 – 4y2 – 36x – 8y = 4 !

Jawab :

Kita ubah persamaan dalam bentuk kuadrat umum :


9x2 – 4y2 – 36x – 8y = 4
9x2 – 36x – 4y2 – 8y = 4
9 ( x2 – 4x) – 4 ( y2 + 2y ) = 4
9 ( x2 – 4x + 4 ) – 4 ( y2 + 2y + 1 ) = 4 + 36 – 4
9(x –2) –4(y+1)=4
Jadi persamaan hiperbola menjadi :

(y+1)
( x - 2 )2 2
4 – = 1
9
a2 = 4 maka a = 2
b2 = 9 maka b = 3
- pusat hiperbola ( 2,-1 ) sumbu utamanya mendatar atau sejajar
sumbu x panjangnya = 2a = 2 . 2 = 4
- titik puncak hiperbola
A1 ( a+p,q ) = A1 ( 2+2,-1 ) = A1 ( 4,-1 )
A2 ( -a+p,q ) = A2 ( -2+2,-1 ) = A2 ( 0,-1 )
- Dalam hal ini nilai a = 2 dan b = 3 maka c2 = a2 + b2 = 4 + 9 =
13
Jadi titik focus hiperbola F ( 2+√3,-1 ) dan F’ ( 2-√3,-1 )
- Persamaan garis asimtot
y–q=+ (x–a)
3 Y
y + 1 = +2 ( x – 2 )
- Sketsa grafik

0 2 4 X
F2 -1- F1

Modul Matematika
41

Latihan 2

1. Tentukan koordinat titik pusat, titik puncak, titik fokus, nilai


eksentrisitas, persamaan garis direktris, persamaan asimtot dan
sketsa grafik hiperbola dengan persamaan :
a. x2 – y2 – 2x + 4y – 4 = o
b. 4y2 – 9x2 – 18x – 8y – 41 = 0

2. Tentukan persamaan hiperbola yang memenuhi syarat :


a. Titik pusat ( 2,2 ) sumbu mayor panjangnya 6 dan
eksentrisitas e = 2
b. Titik pusat ( -1,3 ) titik puncak ( -4,3 ) dan ( 2,3 ) titik fokus (
-6,3 ) dan ( 4,3 )

Modul Matematika
42

EVALUASI

Pilihlah salah satu jawaban yang paling benar !

1. Pada gambar disamping besar sudut


β = 300° maka besar sudut α adalah ….
β
a. 100° d. 30° α
b. 60° e. 25°
c. 50°

2. Jika ∠ AOB = 144° dan panjang AO = A


10 cm maka luas juring AOB adalah ….
a. 40 π cm2 d. 10 π cm2
O 144°
b. 30 π cm2 e. 5 π cm2
c. 20 π cm2
B
3. Sebuah pipa mendatar berisi air engan
diameter 50 cm. Apabila lebar permukan
air yaitu AB = 14 cm, maka tinggi
permukaan air tepat ditengahnya (yang
A B
terdalam) adalah …
a. 18 cm d. 1,5 cm
b. 12 cm e. 1,0 cm
c. 10 cm

4. Hubungan tiga roda gigi seperti pada


A
gambar. Jika diketahui RA = 12 cm. RB =
RC = 24 cm, maka tinggi tumpukan tiga h
roda gigi tersebut ( h ) adalah ….
B C
a. 62,83 cm d. 52,83 cm
b. 61,83 cm e. 50,83 cm
c. 60,83 cm

5. Suatu pulley seperti gambar di bawah,


jarak kedua pusat pulley : 25 cm, jika
diameter pulley I : 6 cm dan diameter
pulley II : 20 cm. Maka panjang sabuk AB
yang menghubungkan pulley I dan pulley
II adalah II
a. 24 cm d. 21 cm I
b. 23 cm e. 20 cm
c. 22 cm A B

Modul Matematika
43

6. Persamaan lingkaran dengan pusat ( 0,0 ) dan melalui titik ( 2,3 )


adalah
a. x2 + y2 = 15 d. x2 + y2 = 5
b. x2 + y2 = 1 e. tidak ada yang benar
c. x2 + y2 = 10

7. Titik berikut yang berada dalam lingkaran x2 + y2 = 256 adalah …


a. ( 15,6 ) d. ( -5,16 )
b. ( 10,-12 ) e. tidak ada yang benar
c. ( -5,16 )

8. Persamaan lingkaran yang berpusat di ( 3,-2 ) dan melalui titik ( 3,1


) adalah ….
a. x2 + y2 + 3x – 2y – 7 = 0 d. x2 + y2 – 6x + 4y – 16 = 0
b. x2 + y2 – 3x + 2y – 13 = 0 e. tidak ada yang benar
c. x2 + y2 + 6x – 4y – 4 = 0

9. Persamaan lingkaran dengan garis AB sebagai garis tengah, titik A (


3,-2 ) dan B ( 5,4 ) adalah ….
a. x2 + y2 – 8x – 4y + 15 = 0 d. x2 + y2 + 8y + 4y +65 = 0
b. x2 + y2 – 8x – 4y – 15 = 0 e. tidak ada yang benar
c. x2 + y2 + 8x + 4y – 65 = 0

10. Pusat lingkaran dengan persamaan 2x2 + 2y2 – 8y + 2y – 1 = 0


adalah
a. ( 4,-6 ) c. ( -4,-6 ) e. ( 2,- ½ )
b. ( -4,6 ) d. ( -2, ½ )

11. Titik fokus parabola y2 = 12 x adalah ….


a. ( 4,0 ) c. ( 3,0 ) e. ( -2,0 )
b. ( -4,0 ) d. ( -3,0 )

12.Suatu pelat empat persegi panjang yang tipis dilengkungkan


sehingga berbentuk parabola seperti gambar disamping. Puncak pelat
menyinggung lantai sebagai sumbu x dan sumbu y sebagai sumbu
simetri, dengan persamaan direktris y = -2½, maka persamaan pelat
yang berbentuk parabola tersebut adalah
a. x2 = 10y
y
b. x2 = -10y -
c. x2 = 8y F
x
d. 2
x = -8y
O
e. tidak ada yang benar
y = -2

13. Titik puncak parabola ( y + 3 )2 = 16 ( x – 5 ) adalah ….

Modul Matematika
a. ( -5,3 ) c. ( 3,-5 ) e. tak ada yang benar 44
b. ( -5,-3 ) d. ( -3,5 )

14.Persamaan parabola dengan titik fokus F ( 2,5 ) dan garis direktriks


y = 1 adalah
a. ( x – 2 )2 = 8 ( y – 5 ) d. ( x – 2 )2 = 8 ( y + 1 )
b. ( x – 2 )2 = 8 ( y – 3 ) e. ( x – 2 )2 = 8 ( y + 2 )
c. ( x – 2 )2 = 8 ( y – 1 )

15.Suatu energi yang disisipi porsiklus oleh gaya redaman dalam


model redaman viskos ditunjukkan secara grafik berbentuk ellips
seperti gambar disamping. Jika panjang sumbu mayor ( sumbu utama )
8 dan eksentrisitas e = 0,5 maka persamaan grafik ( ellips ) adalah ….

a.
X2 y2
16 + 4 =1
b. X2 y2
4 + 16 = 1
c. X2 y2
16 + 12 = 1

d. X2 y2
12 + 16 = 1

e. Tidak ada yang benar

16.Koordinat pusat dan panjang sumbu mayor dari ellips :


x2 + 2y – 4x + 4y + 4 = 0 adalah ….
a. ( 2,-2 ) dan 4
b. ( 2,-1 ) dan 4
c. ( 2,-2 ) dan √2
d. ( 2,-1 ) dan √2
e. tidak ada yang benar

17. Persamaan ellips dengan titik fokus F1 ( 1,3 ) dan F2 ( 7,3 ) serta
sumbu mayor 10 adalah ….
a.
( x - 4 )2 ( y - 3 )2
25 – 16 = 1
b.
( x - 1 )2 ( y - 3 )2
25 – 16 = 1
c. ( x - 4 )2 ( y - 3 )2
100 – 64 = 1

( x - 7 )2 ( y - 3 )2
Modul Matematika
100 – 64 = 1
d. 45

e. tidak ada yang benar


18. Persamaan hiperbola yang berpusat di titik ( 0,0 ), panjang sumbu
mayor 16 dan sumbu minor 14 adalah ….
a. d.
x2 y2 x2 y2
49 – 16 = 1 49 – 64 = 1
b. e. tidak ada yang benar
x2 y2
64 – 16 = 1
c. x2 y2
64 – 49 = 1

19.Persamaan hiperbola dengan pusat ( 2,-1 ), salah satu titik fokus


( 6,-1 ) dan eksentrisitas e = 2 adalah ….
a. d.
( x - 2 )2 ( y +1 )2 ( x - 2 )2 ( y +1 )2
16 – 12 = 1 4 – 12 = 1
b. e. tidak ada yang benar
( x - 2 )2 ( y +1 )2
12 – 4 = 1
c. ( x - 2 )2 ( y +1 )2
4 – 12 = 1

20. Koordinat pusat dan salah satu titik fokus dari hiperbola 4x2 – 9y2 +
24x + 36y – 36 = 0 adalah ….
a. ( -3,2 ) dan ( -√13 – 3,2 ) d. ( -1,3 ) dan ( 2,-√13 – 3 )
b. ( -2,3 ) dan ( √13 – 3,2 ) e. tidak ada yang benar
c. ( -1,3 ) dan ( 2,√13 – 3 )

Modul Matematika
Cocokan hasil jawaban anda dengan kunci jawaban evaluasi yang ada
pada bagaian akhir modul ini . Hitunglah jawaban anda yang benar,
kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat
penguasaan anda terhadap materi kegiatan belajar .
Σ jawaban yang benar
Tingkat Penguasaan : ---------------------------------- x 100 %
20

Arti tingkat penguasaan yang dicapai :


90 % - 100 % : baik sekali
80 % - 89 % : baik
70 % - 79 % : cukup
60 % - 69 % : kurang

Modul Matematika
KUNCI JAWABAN EVALUASI

1. D 11. C
2. A 12. A
3. E 13. A
4. A 14. B
5. A 15. C
6. B 16. A
7. B 17. A
8. D 18. C
9. E 19. D
10. E 20. A

Modul Matematika
11. DAFTAR PUSTAKA

Abdul Kodir M., Drs. M. Sc., dkk. Matematika 8 untuk SMA. Depdikbud.
1981.
Budiyono, Drs., Matematika Program Inti. Widya Dhuta, 1984.
Depdiknas. Kurikulum SMK Edisi 2004 Program Keahlian Teknik Mekanik
Otomotif, 2004.
Karseno, S. Pd., R. Sugeng Widodo, S. Pd, dan Tejo Yuwono, Drs.,
Ringkasan Materi dan Soal – Soal Penunjang Belajar Siswa,
MENTARI. Cahaya Mentari, 1999.
Suah Sembiring, Sarjana Matematika Terapan ITB. Penuntun
Pembelajaran Matematika. Ganesha Exact Bandung, 1986.
Sukino, Junari Tanuwijaya, Dra, dan P. Ananta S. MIA. Matematika 3
Program Ilmu – Ilmu Fisik dan Ilmu – Ilmu Biologi. Intan Pariwara,
1987.
Tim Matematika. Matematika Program Inti untuk Kelas I Semester I SMA.
Intan Pariwara, 1980.
Wiyoto, Drs, dan Wagirin, Drs,. Matematika Sekolah Menengah Kejuruan
Jilid 2. Angkasa Bandung, 1999.
Wiwiet Tjatur S., Dra, dan Basuki. Matematika untuk SMU kelas 3 Cawu 1.
SMU 2 Purwokerto, 1996.
Wono Setiya Budhi, Drs,. Matematika SMU 3A. Pusgrafin, 1999.

Modul Matematika
Modul Matematika