P. 1
Pertumbuhan Ekonomi

Pertumbuhan Ekonomi

|Views: 170|Likes:
Dipublikasikan oleh Dhira Putri Pertiwi

More info:

Published by: Dhira Putri Pertiwi on Dec 05, 2010
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/03/2015

pdf

text

original

Anomali Pertumbuhan Ekonomi Ditulis oleh: Dr.

Bambang Heru Tingkat pertumbuhan ekonomi merupakan indikator kinerja makro yang sangat populer, dan dalam hitungannya merupakan derivasi dari PDB (produk domestik bruto) atau GDP (gross domestic product). Popularitasnya disebabkan banyaknya kaitan penggunaan indikator tersebut dengan kegunaan praktis dalam perencanaan dan evaluasi pembangunan. Sering kita baca/dengar berita dari media tentang tingkat defisit anggaran, pendapatan per kapita, investasi, maupun kontribusi ekonomi sektoral, yang semuanya dikaitkan dengan besaran PDB. Di tengah meluasnya penggunaan indikator tersebut, masih sering terjadi salah tafsir sehingga masyarakat seolah dihadapkan kepada anomali, dan secara ekonomi merugikan. Ada pendapat, apabila pertumbuhan ekonomi tinggi, secara otomatis seluruh masyarakat akan tambah sejahtera serta kemiskinan dan pengangguran berkurang. Benarkah analisis tersebut? Mungkin benar, tetapi tidak sepenuhnya, atau bahkan mungkin sebaliknya.

Sesuatu yang sering dibanggakan banyak pihak adalah bahwa di tengah krisis ekonomi dunia, ekonomi Indonesia masih tumbuh 4,5% (2008 sebesar 6%). Dengan tingkat pertumbuhan penduduk sebesar 1,34%, jelas ekonomi per kapita rata-rata masih tumbuh di atas 3%. Namun, kesimpulan akan lain apabila dimasukkan variabel pemerataan, dan di sinilah masalah muncul sehingga analisis yang berbasis pertumbuhan tanpa mengacu kepada pengertian konsep dan definisi serta tata cara penghitungannya sering membuat kesimpulan menjadi bias. Kalau hanya sebagai kajian akademis masih 'baik-baik saja'. Celakanya apabila digunakan untuk kebijakan ekonomi, bisa menjerumuskan dan merugikan. Secara konseptual, setiap aktivitas ekonomi akan menghasilkan nilai tambah (value added)â¼³nilai yang ditambahkan atas nilai bahan baku/input antara--yang merupakan balas jasa faktor produksi--tenaga kerja, tanah, modal, dan kewiraswastaan. Penjumlahan value added di suatu wilayah teritorial (Indonesia) dan dalam selang waktu tertentu (triwulan, setahun) menghasilkan PDB wilayah tersebut. Dengan demikian, penguasaan faktor produksi menentukan kepemilikan nilai tambah. Selanjutnya, pertambahan riil PDB dalam triwulan/setahun dinamakan pertumbuhan ekonomi triwulan/tahun bersangkutan. Kata riil mengacu kepada PDB yang telah 'dihilangkan' inflasinya sehingga pertumbuhan ekonomi sudah 'bersih' dari pengaruh perubahan harga dan merupakan pertumbuhan jumlah 'kuantitas' produk. Benarkan pertumbuhan yang terjadi telah menyejahterakan masyarakat? Masalah penguasaan faktor produksi dan besaran kontribusi sektoral menjadi faktor nyata 'melesetnya' interpretasi yang merugikan masyarakat, dan berikut ini diberikan uraian anomali akibat salah interpretasi. Pertama, produksi pertambangan di Indonesia dengan kondisi faktor produksi tenaga kerja berpendapatan rendah, umumnya pelakunya adalah masyarakat Indonesia. Tenaga ahli, yang

yang tentu saja ada bagian (besar) faktor produksi yang dikuasai mereka. efisien. Ketiga. Gambaran tersebut lebih menunjukkan pertumbuhan yang tidak berkualitas. Dengan uraian anomali pertumbuhan ekonomi tersebut.umumnya pendapatannya jauh lebih tinggi. Ada media menggambarkan keterjepitan pasar tradisional. Karuan saja. karena sebagian besar faktor produksinya dimiliki dan dikuasai asing. Demikian juga modalnya dari mereka sehingga walaupun dicatat di Indonesia. PDB-nya lebih dinikmati mereka. Nilai tambah yang tercipta dan merupakan hak pekerja hanya bagian kecil. adalah ekspatriat. produk air kemasan merek terkenal sudah menjadi milik perusahaan multinasional. dan kinerjanya dicatat dalam PDB negeri ini. Fee waralaba asing akan mengalir 'ke luar'. Usaha besar sering merupakan afiliasi asing yang operasionalisasinya sangat efisien. Peran asing sudah mendominasi. Pengambil kebijakan publik dapat terjebak dalam misinterpretasi. Ritel besar berkontribusi besar ke PDB. Mereka melayani aktivitas ekonomi Indonesia. Namun. . Data sebuah perusahaan tambang menunjukkan bahwa jumlah uang untuk membayar tenaga ekspatriat berbanding terbalik dengan jumlah tenaga kerjanya. Jumlah ekspatriat sedikit total nilai gaji dan tunjangannya besar. dan pro-growth menjadi tidak pro-job dan pro-poor. Dengan analogi itu. kendatipun jumlahnya 'sangat banyak' kontribusinya kecil. apabila sektor perdagangan tumbuh. bisnis kuliner yang berbentuk waralaba memang sebagian besar faktor produksinya dimiliki dan dikuasai bangsa Indonesia. sedangkan ritel kecil. mungkin lebih parah. Bagaimana kalau banyak bisnis pertambangan semacam itu? Mungkin nantinya sumber daya habis. dan diizinkan masuk ke daerah kecil didampingkan dengan ritel tradisional yang sering berpenampilan kumuh dan kurang menarik pengunjung. nilai tambahnya sebagian besar juga milik asing. Pemerintah mendapat pajak dari aktivitas ekonomi ini. Dengan demikian. dan terkategorikan sebagai 'kebocoran' ekonomi Indonesia. Bisnis jasa bukan hanya perbankan. usaha besar jumlahnya sedikit. Kelima. apabila pertumbuhan ekonomi terjadi karenanya. yang 'lebih tumbuh' adalah mereka. Walaupun tanahnya milik Indonesia. dalam penggunaannya dikuasai asing. yang jumlahnya lebih kecil jika dibandingkan dengan milik asing. sedangkan usaha kecil masih menjadi perbincangan untuk didorong maju. Kendatipun lokasi bisnis di Indonesia. sebaliknya sebagian (besar) lainnya adalah milik penguasa faktor produksi. Ritel modern yang berjaringan luas. dan semua transaksi keuangan dalam perekonomian hampir pasti akan dikelola sektor tersebut. sebaliknya usaha kecil jumlahnya banyak. untuk perusahaan jasa. Kedua. Padahal. ternyata yang lebih menikmati adalah asing. teknologinya sudah tidak asing bagi masyarakat dalam negeri. Keempat. Bahkan kebijakan yang didasarkan pertumbuhan ekonomi seperti itu sangat mungkin merugikan. yang besar tumbuh besar dan yang kecil semakin kecil dan mungkin mati. jelaslah bahwa pertumbuhan ekonomi semacam itu bukanlah sesuatu yang harus dibanggakan. misalkan perbankan. Karena usaha jasa saat ini sarat dengan ICT (information-communication technology). secara matematis lebih menggambarkan pertumbuhan yang besar. hanya sedikit tenaga kerja yang diserap. PDB yang tercipta lebih banyak menguntungkan Indonesia. bukan berarti secara 'bersih' dinikmati Indonesia. dan sasaran yang dibidik tidak tercapai.

Padahal. pada periode yang sama. tingkat kemiskinan berkurang dari 14. penurunan angka rasio gini di atas mengindikasikan adanya perbaikan dalam distribusi pendapatan di Indonesia. yakni dari 8. Tetapi. Di tengah kemeriahan itu.7 persen.41 persen (2/2010). 2010).6 persen. Jawa memberikan kontribusi 57. tampaknya. hingga saat ini komposisi penduduk di Indonesia masih didominasi penduduk desa yang mencapai 56 persen. misalnya. sedangkan Sumatera 23. Data yang dirilis BPS beberapa waktu lalu menyebutkan bahwa secara nasional rasio gini Indonesia pada 2010 menurun jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. informasi tentang pertumbuhan ekonomi yang cukup baik. pertama.14 menjadi 37. tanpa menafikan kenyataan positif yang ada. Dari data BPS juga terungkap bahwa sekitar 80 persen kontribusi PDB dalam struktur ekonomi pada kuartal kedua 2010 masih terkonsentrasi di Jawa dan Sumatera.93 juta (3/2010).97 persen. yakni dari 0.5 persen. ada beberapa catatan yang perlu menjadi perhatian kita.62 juta (3/2009) menjadi sekitar 19.1 juta. Sedangkan rasio gini di perkotaan menurun. yakni dari 0. Sementara Bali dan Nusa Tenggara 2.288 persen menjadi 0. Jadi.88 persen (2010). yakni dari 0. angka kemiskinan di kota menurun lebih besar. Tingkat pengangguran terbuka di Indonesia menurun jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. dari 20.51 juta pada periode yang sama. Kedua. kontribusi produk domestik bruto (PDB) masih terkonsentrasi di Jawa dan Sumatera. Hasil kajian lembaga tersebut mencatat bahwa kontribusi pengeluaran kelompok penduduk 40 persen terendah meningkat dari 18. sedangkan penduduk kota hanya sekitar 44 persen.357 menjadi 0. kelompok penduduk 20 persen teratas menurun dari 44.362 persen menjadi 0.91 juta menjadi 11. tahun ini ekonomi akan tumbuh sekitar enam persen.Pertumbuhan dan Ketimpangan Ekonomi Ditulis oleh: Agus Suman HARI-hari ini kita sedang merayakan hari ulang tahun ke-65 kemerdekaan RI. Demikian pula halnya dengan kelompok penduduk 40 persen menengah. berarti distribusi pendapatan semakin merata dan demikian pula sebaliknya.352 persen.297persen.6 persen dan Sulawesi 4. Tentu itu semua menjadi berita yang menggembirakan bagi kita semua. meningkat dari 36. Semakin kecil angka rasio gini. tingkat kemiskinan di pedesaan masih lebih besar daripada di kota.331. Sungguh pun begitu. kita juga mendapat informasi yang menggembirakan. ukuran ketimpangan dalam distribusi pendapatan dapat tecermin.7 persen. Hal ini juga sejalan dengan hasil kajian Bank Dunia tentang semakin membaiknya distribusi pengeluaran penduduk Indonesia (Agust Supriadi. Kalimantan 9.33 persen (2010). Angka kemiskinan di desa memang menurun sekitar 690 ribu jiwa. Seperti diketahui. antara lain. Misalnya. Sebaliknya. sekitar 810 ribu jiwa. dalam rasio gini. rasio gini di pedesaan cenderung meningkat. Beberapa catatan tersebut.90 persen menjadi 42.15 persen.15 persen (2009) menjadi 13. Atau menurun sekitar 1.96 persen (2009) menjadi 19. Karena itulah. Diperkirakan. Sedangkan Maluku dan Papua hanya . Selain itu.14 persen menjadi 7. dari 11.

tetapi menghadapi pertumbuhan yang sangat lambat. Ketiga. Ketika jumlah penduduk mencapai 147.75 juta ha (2002).4 persen. dan jasa 5. tampak bahwa lahan pertanian.132. Dan ketika penduduk berjumlah 179. dan restoran tumbuh 9.4 persen. kehutanan. sementara penduduk terus bertambah. sedangkan di wilayah timur Indonesia mencapai 100 persen. ketimpangan antara desa dan kota di wilayah barat Indonesia mencapai 200 persen. Sektor pertanian pada semester I 2010 ini tercatat paling rendah tingkat pertumbuhannya jika dibandingkan dengan sektor usaha lainnya. ketika jumlah penduduk mencapai 205. realestat.9 persen. Sedangkan perdagangan. dan ketimpangan. semakin lama semakin berkurang dengan tingkat pertumbuhan yang semakin cepat. Tapi pada 2000. .000 ha atau rata rata 188. Hal itu terlihat dari data perkembangan lahan dan pertambahan penduduk yang terlihat bertolak belakang. Saat ini. Itu menunjukkan bahwa kontribusi sektor pertanian. seperti disampaikan Direktur Perkotaan dan Pedesaan Bappenas Hayu Parasati (2010). yakni hanya tumbuh 3 persen. industri pengolahan 4 persen. Pertumbuhan ekonomi yang tinggi tentu patut disyukuri.000 ha per tahun. sektor perdagangan. Perkembangan desa dan kota yang tidak seimbang tersebut menyebabkan tumbuhnya kesenjangan.9 persen. dari sisi lapangan usaha. konstruksi 7. jasa-jasa 4. dan air bersih 6. baik yang beririgasi maupun yang tidak beririgasi.378.7 persen. lahan beririgasi dan nonirigasi tersedia sekitar 8. Jadi. serta pertambangan dan penggalian 3.490. yakni 15. peternakan. pertambangan dan penggalian 11 persen. keuangan.9 persen. lahan sawah malah berkurang dan tinggal 7.6 persen. sektor pertanian merupakan sektor yang memberikan kontribusi terbesar kedua terhadap PDB pada kuartal II-2010 ini.4 persen. hotel. dan restoran menyumbang 13.2 juta ha. gas.000.memberikan kontribusi 1.7 persen. ketimpangan antarsektor juga tinggi. Tidaklah mengherankan jika pertumbuhan sektor itu menjadi begitu lamban dan tentu saja memprihatinkan kita semua. Bandingkan dengan sektor-sektor lain seperti pengangkutan dan komunikasi yang mencapai tingkat pertumbuhan tertinggi. tapi akan lebih baik lagi bila pertumbuhan ekonomi berdampak kepada peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penurunan tingkat kemiskinan. Antara 2000 hingga 2002 saja konversi lahan sawah mencapai 563. lahan beririgasi dan nonirigasi tersedia 7 juta ha. yaitu 12. Padahal. hotel.1 persen. yakni 24.946 (1990).9 persen. dan perikanan masih cukup tinggi. Kondisi tersebut masih diperparah oleh semakin berkurangnya lahan pertanian di tengah pertambahan penduduk yang cukup tinggi. Posisi tersebut berada di bawah industri pengolahan yang memberikan kontribusi terbesar. pengangguran. Kemudian.298 (1980). listrik.

pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III/2010 mencapai 6.9-6. Amerika. Masalahnya. Kisaran pertumbuhan ekonomi tahun 2011 yang mencapai 6.2 persen. antara lain membaiknya perekonomian AS dan Eropa pascakrisis keuangan global. peningkatan investasi seiring permintaan domestik dan eksternal.1 triliun. karena Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah. dan akuntabel. Saat ini.3 persen. juga tercermin dalam penurunan dana cadangan risiko fiskal tahun 2011 dari Rp 4. Optimisme menaikkan pendapatan per kapita bukan omong kosong.000 per dolar AS. Peningkatan konsumsi rumah tangga banyak disebabkan oleh pembiayaan konsumsi seiring peningkatan optimisme konsumen dan rendahnya impor. kuatnya permintaan dari China dan India.lebih baik.5 persen. Optimisme pemerintah. Pertumbuhan itu akan mendorong pendapatan per kapita tahun 2015 yang diproyeksikan berada di kisaran 5. Uni Eropa. yang mendapatkan justifikasi proyeksi Standart Chartered (Stanchart) dan Lembaga Penyelidikan Ekonomi Masyarakat (LPEM) UI.9 triliun menjadi Rp 1. Sebagai catatan.000 hingga 6.7 persen. dan kurs Rp 9. asalkan dapat dikelola dengan baik. Pertumbuhan ekonomi ini ditopang oleh konsumsi rumah tangga dan pertumbuhan ekspor. selain karena penguatan harga komoditas internasional. Dari proyeksi kuartalan.5 persen. transparan. dominasi China dalam kegiatan ekspor dunia dengan harga barang yang jauh lebih kompetitif bisa menjadi batu sandungan bagi pemerintah dalam menggenjot ekspor guna mencapai pertumbuhan ekonomi 6. suku bunga indeks tiga bulan 6. Ke depan. inflasi 5.000 dolar AS. Hasil capaian pertumbuhan ekonomi tahun 2010 akan menjadi modal berharga memasuki tahun 2011. Ini ditopang oleh konsumsi rumah tangga.Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Ditulis Oleh: Ryan Kiryanto Bank Indonesia (BI) memperkirakan. Ini proyeksi yang realistis dan berdasarkan kondisi objektif sumber daya yang ada. pertumbuhan ekonomi tahun ini dipatok 5.000 dolar AS. Ini bakal menciptakan surplus. dan India. Meski demikian.4 perse/i. ekonom.5 persen juga lebih tinggi dibanding asumsi pertumbuhan ekonomi pada RAPBN 2011 sebesar 6. pendapatan per kapita penduduk Indonesia sudah mencapai 3. dan analis memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2011 bisa. Hampir semua lembaga keuangan.2 persen. diproyeksikan pertumbuhan ekonomi 2010 berada di kisaran 5. kinerja sektor eksternal. . sedangkan pertumbuhan ekspor disebabkan. Indonesia diharapkan sudah masuk lima negara besar di dunia setelah China.4 persen pada tahun depan. Capaian pada kuartal 11/2010 hanya 6. Argumen yang mengemuka nyaris sama. Tahun 2030. kecenderungan ekspor lebih tinggi dibanding impor.3 persen atau lebih tinggi dibanding realisasi pada dua kuartal sebelumnya. BI pun memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun depan mencapai 6 hingga 6. faktor China perlu dijadikan salah satu variabel atau faktor penentu berhasiltidaknya pemerintah mencapai proyeksi pertumbuhan ekonomi ini.

Pertumbuhan Ekonomi Ditulis Oleh: Dr. Situasi di atas membawa kesulitan dalam memprediksi pertumbuhan ekonomi Sulut secara cukup akurat di tahun ini walaupun adanya tren meningkat sejak tahun 2005.4 persen).8 persen). Pilkada memberi dampak ambigu (mendua). Dari ketiga skenario tersebut. Lembaran ekonomi Sulut 2009 telah ditutup dengan capaian yang menggembirakan sebab ekonomi tumbuh hampir dua kalinya pertumbuhan ekonomi nasional. moderat (6. keikutsertaan sebagian pejabat kunci di kabupaten/kota dan provinsi dalam Pilkada dapat mengakibatkan kegiatan pembangunan oleh pemerintah agak terbengkalai pada semester I dan awal semester II terutama bila para bawahan tidak mampu menjalankan kebijakan yang telah digariskan. Namun demikian. Selain itu tingkat inflasi dapat ditekan pada tingkatan yang rendah. Oleh sebab itu. Komitmen tersebut menghadapi tantangan tersendiri mengingat tahun 2010 merupakan tahun politik karena provinsi dan separuh kabupaten/kota di Sulut melakukan pemilihan kepada daerah (Pilkada).2 persen .8 persen). skenario moderat yang paling mungkin terjadi. Di sisi lain. Pertanyaan di atas hanya dijawab oleh masyarakat serta pemerintah kabupaten/kota dan provinsi di Sulut sendiri lewat komitmen untuk meningkatkan kesejahteraan bersama. pengeluaran untuk Pilkada akan mendorong terjadinya peningkatan pendapatan masyarakat.56 persen dan 9. Agus Tony Tahun baru memberi tantangan dan juga harapan akan kehidupan yang lebih baik dari tahun sebelumnya.6. Dengan kata lain. Potensi terjadinya konflik dalam Pilkada cenderung lebih tinggi dari Pemilu mengingat faktor emosional yang lebih kental dan mengerucutnya dukungan terhadap sedikit pasangan calon pemimpin daerah. Prediksi pertumbuhan ekonomi terbaik hanya dapat dibuat dalam tiga skenario. pertumbuhan ekonomi di tahun ini akan lebih rendah dibandingkan dengan tahun 2009.9 persen 7. Secara ekonomi. kembali lagi dibutuhkan komitmen masyarakat dan pemain politik untuk memperlakukan Pilkada sebagai pesta demokrasi bukannya penghancuran demokrasi ataupun pesta democrazy . yaitu pesimis (6. Kemungkinan tingkat pertumbuhan ini didasarkan pada asumsi bahwa Pilkada di Sulut akan berjalan cukup lancar mengingat masyarakat Sulut memiliki kematangan berpikir di atas rata-rata masyarakat Indonesia. .5 persen . Namun demikian. yaitu sekitar delapan persen. dan optimis (7.79 persen. Tindakan ini akan mengganggu pertumbuhan ekonomi Sulut pada tahun ini terutama pada semester I. sekitar empat persen dan tingkat penganggguran dan kemiskinan dapat diturunkan masing-masing menjadi 10. Di satu sisi. kalangan usaha akan memperhitungkan potensi konflik sehingga akan mengambil posisi menunggu dan melihat (wait and see). pertanyaan yang muncul adalah apakah Sulut dapat mempertahankan dan bahkan meningkatkan capaian tersebut di tahun 2010 ?.

(6) Mengembangkan pesisir pantai sebagai daerah perikanan dan ekowisata. kedua faktor tersebut mengalami perbaikan walaupun belum signifikan dan tahun ini diperkirakan keduanya akan bertengger pada angka yang kurang lebih sama bila pemerintah kabupaten/kota dan provinsi serta dunia usaha dan masyarakat tidak melakukan upaya menciptakan pembangunan yang lebih berkualitas. Demikian juga BI rate (tingkat bunga Bank Indonesia) diperkirakan akan relatif stabil. kalangan dunia usaha. Ini didasarkan pertimbangan bahwa harga minyak dunia relatif stabil pada kisaran 68-80 dollar AS per barel selama beberapa bulan terakhir dan diperkirakan akan bertahan sampai akhir 2010. distribusi hasil pembangunan perlu selalu ditingkatkan. serta masyarakat perlu melakukan beberapa tindakan berikut. maka kenaikan dalam tingkat pengangguran dan kemiskinan bukan tidak mungkin akan terjadi bila tidak ada perhatian serius untuk mencegahnya. (3) Melakukan pemetaan mengenai kompetensi inti (core competency) tiap daerah di Sulut agar pembangunan tiap daerah lebih tepat sasaran sesuai kompetensi tiap daerah. maka tingkat inflasi perlu dijaga agar tidak menyengsarakan mereka yang berpendapatan tetap serta mereka yang hidup di bawah garis kemiskinan. Bila dikaitkan dengan kondisi politik di Sulut tahun ini. Inflasi yang rendah serta pertumbuhan ekonomi yang tinggi kurang bermakna apabila tingkat pengangguran dan kemiskinan masih belum membaik. Tingkat inflasi tahun ini diperkirakan tidak berbeda jauh dengan tahun 2009. (5) Melakukan intensifikasi pertanian dan perkebunan lewat penerapan cara pertanian moderen mengingat keterbatasan lahan yang ada dan untuk meningkatkan produktivitas.Situasi ini ditambah dengan tindakan wait and see di kalangan dunia usaha akan mengganggu pertumbuhan ekonomi pada delapan bulan pertama sehingga memperlambat pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan pada tahun ini. (7) Memperbaiki koordinasi antar Satuan Kerja terkait pada tiap tingkat pemerintahan dan antar tingkat pemerintahan sehingga program yang dijalankan menghasilkan nilai sinergisitas yang tinggi. yaitu berkisar antara empat persen sampai enam persen. (1) Memperkuat komitmen untuk menjaga kelancaran Pilkada. Sehubungan perkiraan akan terjadinya perlambatan pertumbuhan ekonomi. Inflasi yang tinggi akan memperparah daya beli masyarakat pada kelompok-kelompok tersebut. maka pemerintah kabupaten/kota dan provinsi. . Untuk menjaga momentum kinerja ekonomi Sulut yang baik pada 2009 dan meminimalisasi dampak negatif dari Pilkada. Dengan kata lain. (2) Masyarakat harus lebih arif dalam menggunakan hak pilih (tidak mengorbankan kesejahteraan selama lima tahun untuk uang yang relatif kecil) agar terpilih pemimpin yang benar-benar mau berjuang untuk kesejahteraan masyarakat serta memiliki visi yang besar dan jelas. (4) Memperkuat sarana dan prasarana pariwisata serta memperbanyak jumlah iven nasional dan internasional untuk menjaga momentum WOC/CTI dan Sail Bunaken. Pada 2009.

(9) Melakukan pembangunan yang berwawasan lingkungan. yaitu orang-orang yang menggapai sukses di dunia ini adalah orang-orang yang terbangun dan mencari keadaan yang mereka inginkan. (12) Memperhatikan unsur waktu dalam pengeluaran pemerintah agar dampak multiplier dari anggaran bisa lebih optimal. dan jika tidak menemukannya.(8) Memberikan kepastian hukum serta meminimalkan tindakan-tindakan yang mengganggu dunia usaha. Akhirnya. (11) Mempercepat pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur perhubungan untuk memperluas jangkauan pembangunan dan menekan tingkat inflasi yang disebabkan oleh masalah distribusi. maka pembangunan Sulut ke depan harus meninggalkan cara-cara tradisional dan beralih pada cara-cara kreatif dalam alokasi sumber daya agar menghasilkan nilai tambah yang lebih tinggi bagi kesejahteraan masyarakat. . (10) Mempercepat realisasi penambahan suplai listrik yang selama ini menjadi kendala utama investasi di Sulut. mengacu pada kalimat bijak dari George Bernard Shaw. mereka akan menciptakannya .

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->