Anda di halaman 1dari 20

1

A. JUDUL

Magic Science Sebagai Media Kreatif Pengenalan Sains untuk Meningkatkan


Minat Murid TK di Surabaya

B. LATAR BELAKANG MASALAH


Dewasa ini, Perkembangan sains tidak hanya ditandai oleh adanya kumpulan fakta
saja, tetapi juga ditandai oleh munculnya metode ilmiah (scientific methods)
yang terwujud melalui suatu rangkaian kerja ilmiah (working scientifically),
nilai dan sikap ilmiah (scientific attitudes). Menurut James B. Conant yang
dikutip oleh Amien (dalam Jatmiko, 2004) menerangkan bahwa sains sebagai
suatu rangkaian konsep yang saling berkaitan dengan bagan-bagan konsep yang
telah berkembang sebagai suatu hasil eksperimen dan observasi, yang bermanfaat
untuk eksperimentasi dan observasi lebih lanjut.

Pembelajaran sains di Indonesia sendiri masih mengalami berbagai kendala,


berdasarkan kajian kebijakan kurikulum mata pelajaran IPA yang dilakukan oleh
Pusat Kurikulum Departemen Pendidikan Nasional pada tahun 2007, kendala
yang dihadapi mulai dari ruang lingkup bahan ajar, proses pembelajaran hingga
penilaian. Ruang lingkup bahan ajar yang diklasifikasikan menjadi dua kategori
(i) Siswa kelas 1 9 yang meliputi : makhluk hidup dan kehidupan, benda dan
sifatnya, energi dan perubahannya, bumi dan alam semesta; dan (ii) Siswa kelas
10-12 yang masing-masing cabang IPA (Fisika, Kimia dan Biologi) memiliki
ruang lingkup bahan ajar sendiri-sendiri, dinilai masih memiliki beberapa
kekurangan. Kekurangan tersebut diantaranya : (i) Urutan penyajian beberapa
kompetensi dasar kurang memenuhi urutan logika dan atau prasyarat; (ii)
Distribusi kompetensi/ materi pada setiap semester kurang merata dan atau kurang
sesuai konteks kemampuan/ kebutuhan; (iii) Penggunaan bahasa yang kurang jelas
dan atau kurang konsisten, sehingga bisa mengganggu proses implementasinya
pada satuan pendidikan.

Selain itu, proses pembelajaran yang masih berpusat kepada guru dan kurangnya
siswa diperkenalkan pada kerja ilmiah, padahal ini merupakan ciri penting pada
mata pembelajaran IPA. Sesuai dengan latar belakang kurikulum mata pelajaran
IPA siswa kelas 1 6 sebenarnya telah disebutkan bahwa : Pembelajaran IPA
2

sebaiknya secara inkuiri ilmiah (scientific inquiry) untuk menumbuhkan


kemampuan berpikir, bekerja dan bersikap ilmiah serta mengkomunikasikannya
sebagai aspek penting kecakapan hidup . Sedangkan untuk penilaian, penilaian
konsep pada sekolah dasar tidak tepat karena di luar kemampuan siswa.
Pembelajaran sains di sekolah dasar belum melibatkan konsep-konsep ilmiah,
baru terbatas pada pengungkapan gejala-gejala alam berupa fakta, maka
penilaiannya juga perlu lebih berhati-hati.

Hasil penelitian PISA (the Programme for International Student Assessment)


tahun 2000 dan tahun 2003 menunjukkan bahwa literasi sains anak-anak
Indonesia usia 15 tahun masing-masing berada pada peringkat ke 38 dari 41
negara dan peringkat ke 38 dari 40 negara (Purwadi, 2006). Sementara itu
lembaga yang mengukur hasil pendidikan Science dan Mathematics di dunia,
melaporkan hasil Third (kini Trends) International in Matemathics and Science
Study (TIMSS), bahwa kemampuan Matematika siswa SMP di Indonesia pada
tahun 2003 berada di urutan urutan ke-36 dari 45 negara peserta baik pada bidang
matematika maupun bidang sains (Pusat Kurikulum-Depdiknas, 2007).

Kenyataannya siswa di Indonesia masih lemah dalam sains, padahal dengan


perkembangan zaman landasan sains sangat diperlukan untuk berkomunikasi dan
pengembangan teknologi. Pemerintah pun berupaya memperbaiki hasil belajar
sains, di antaranya memasukkan kosep pengenalan sains sederhana dalam
Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) Tahun 2004 Taman Kanak-Kanak(TK)/
Roudlotul Athfal(RA) (Yulianti, 2006).

Sebagai representasi dari pendidikan sains adalah dengan mengambil salah satu
contoh pendidikan sains di negara-negara maju, seperti yang dikembangkan oleh
the National Research Council USA dan diterbitkan oleh National Academy
Press, Washington DC. Garis besar standar isi sains yaitu tentang apa yang akan
diketahui, dipahami, dan dapat dilakukan dalam IPA dari taman Kanak-kanak
(TK) sampai kelas 12. Taman Kanak-Kanak (TK) atau Roudlotul Athfal (RA)
adalah salah satu bentuk satuan pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan
formal yang menyelenggarakan pendidikan bagi anak yang berusia 4-6 tahun.
3

Pembelajaran sains untuk siswa Taman Kanak-kanak memerlukan peran serta dari
para pendidik baik orang tua, guru, dan orang dewasa lainnya. Namun pada
kenyataannya, masih banyak kendala yang harus dihadapi khususnya dalam
menanamkan hasil belajar pengenalan konsep-konsep sains sederhana (IGB
IGTKI Semarang: 2004 dalam Yulianti, 2005). Berdasarkan survei pada guru TK
di Semarang menyebutkan bahwa implementasi pelaksanaan KBK 2004
mengalami kendala yaitu 80% mengalami kendala strategi pembelajaran bermain
sains, 80% sistem penilaian, 78% menyusun skenario pembelajaran sains
(Yulianti, 2005). Oleh karena itu, diperlukan suatu model pembelajaran
pengenalan sains sederhana dengan metode yang menarik, mudah diaplikasikan
dan pastinya menyenangkan untuk anak Taman Kanak-kanak sehingga dapat
meningkatkan minat siswa pada pelajaran sains.

Berdasarkan observasi yang dilakukan oleh setianingsih (2007) diketahui bahwa


guru mengalami kesulitan dalam memilih metode yang tepat untuk memberikan
pembelajaran mengenai konsep sains sederhana. Guru juga merasa kesulitan
dalam menyusun skenario pembelajaran agar pembelajaran mengenai konsep
sains sederhana menjadi lebih menarik bagi anak. Akibatnya muncul kesan negatif
tentang pelaksanaan pendidikan yang menekankan pada kegiatan-kegiatan yang
bersifat akademik seperti membaca, menulis dan berhitung, sehingga pemahaman
tentang pelaksanaan pendidikan di TK bukan lagi sebagai sebuah taman yang
paling indah tetapi tempat belajar, mendengarkan guru mengajar dan
mengerjakan tugas dari guru yang sudah terpola dan terstruktur.

Menurut Suyanto (2005), pengenalan sains untuk siswa Taman Kanak-Kanak dan
Raudhatul Athfal dilakukan untuk mengembangkan kemampuan sebagai berikut:
(i) eksplorasi dan investigasi, yaitu kegiatan untuk mengamati dan menyelidiki
objek dan fenomena alam; (ii) mengembangkan keterampilan proses sains dasar,
seperti melakukan pengamatan, mengukur, mengkomunikasikan hasil
pengamatan, dan sebagainya; (iii) mengembangkan rasa ingin tahu, rasa senang,
dan mau melakukan kegiatan inkuiri atau penemuan; (iv) memahami pengetahuan
tentang berbagai benda, baik ciri, struktur, maupun fungsinya.
4

Pembelajaran sains juga turut menambah unsur-unsur interaksi sosial yang


mengajarkan pada siswa untuk bekerjasama di dalam kelompoknya. Siswa TK
dapat berinteraksi dengan guru saat mereka mengerjakan tugas atau saat proses
pembelajaran berlangsung. Mereka dapat bertanya dan menjawab pertanyaan dari
guru menurut gagasan-gagasan yang sudah ada dalam pikirannya. Kebiasaan
bertanya ini, dapat melatih siswa menjadi individu yang kreatif. Karena ciri anak
yang kreatif diantaranya adalah memiliki rasa ingin tahu yang besar, aktif dan giat
bertanya, tanggap terhadap suatu pertanyaan (Ahmad dkk., 2004). Selain itu,
siswa juga diharapkan bisa lebih aktif dalam berinteraksi dengan teman-temannya.
Karena sesuai dengan karakteristik anak TK, mereka senang untuk bekerjasama
dalam bermain dan bekerja (Wolfinger 1988). Pada saat anak berkomunikasi
dengan teman sebayanya, berarti mereka telah mengembangkan kemampuan
sosialnya (Juwita, 2000).

Dalam Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian masyarakat (PKMM) ini,


akan dibuat VCD eksperimen-eksperimen sederhana yang menarik, mudah untuk
diaplikasikan dan sesuai dengan kurikulum untuk siswa TK selanjutnya disebut
sebagai Magic Science, yang digunakan sebagai media kreatif pengenalan sains.
Konsep dari Magic Science adalah belajar secara aktif (active learning). Melalui
pembelajaran secara aktif, para siswa TK akan menyenangi sains karena mereka
dapat belajar dengan berkreasi, bermain dan bereksperimen dengan teman-
temannya. Adapun keuntungan dari Magic Science, diantaranya :

1. Melatih kreativitas mahasiswa untuk menyampaikan informasi secara kreatif


dan komunikatif kepada publik.
2. Memudahkan siswa TK untuk memahami sains sederhana melalui eksperimen
sederhana yang dapat menjadi modal pemahaman untuk jenjang selanjutnya
(SD) sehingga dari pemahaman tersebut akan muncul ketertarikan pada sains
sejak dini.
3. Pembuatan VCD Magic Science merupakan inovasi baru yang dapat
dikembangkan menjadi instrumen dalam pembelajaran sains sederhana untuk
siswa TK di berbagai daerah untuk pengembangan serta peningkatan kualitas
metode pembelajaran.
5

4. VCD Magic Science dapat dijadikan media untuk melatih softskill dari siswa
TK karena di dalamnya juga melibatkan interaksi antar siswa, guru maupun
orang tua.

C. PERUMUSAN MASALAH
Permasalahan yang diselesaikan melalui program ini:
1. Sejak tahun 2004, pemerintah telah memasukkan konsep pengenalan sains
sederhana dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) Tahun 2004 Taman
Kanak-Kanak(TK)/ Roudlotul Athfal(RA). Namun, hingga saat ini konsep
tersebut belum sepenuhnya terlaksana secara optimal karena belum adanya
metode yang sesuai untuk diterapkan oleh para pengajar.
2. Seiring perkembangannya, pelajaran sains pada tingkat lanjut (SD hingga
SMA) menjadi momok bagi siswa sehingga untuk meningkatkan minat siswa
pada pelajaran sains perlu ditanamkan sejak usia dini (tingkat Taman Kanak-
Kanak)
3. Pembelajaran sains sederhana kepada siswa TK memerlukan adanya media
yang menarik, interaktif, informatif, dan disukai oleh anak-anak. Salah satu
media yang dapat digunakan adalah pemutaran video eksperimen yang
sederhana dan dapat diaplikasikan dengan mudah.

D. TUJUAN
Tujuan dari kegiatan PKMM ini adalah untuk meningkatkan minat siswa Taman
Kanak-kanak pada pelajaran sains sederhana. Diharapkan dengan adanya minat
siswa TK terhadap pelajaran sains sederhana sejak usia dini akan memberikan
kemudahan pemahaman untuk jenjang selanjutnya (tingkat SD dan seterusnya).
Selain itu, untuk mengasah kemampuan sosial, berkomunikasi dan kreatifitas dari
siswa TK karena melalui media ini siswa TK dituntun untuk bisa berinteraksi
dengan teman, pengajar maupun orang tua.

E. LUARAN YANG DIHARAPKAN


Luaran yang terkait dengan tujuan awal pelaksanaan program dan diharapkan
dapat tercapai setelah melakukan program ini adalah adanya pembelajaran sains
sederhana di tingkat Taman Kanak-kanak dengan menggunakan VCD Magic
6

Science serta tercipta suatu metode pembelajaran baru di tingkat Taman Kanak-
kanak dengan basis multimedia education. Selain itu, VCD dapat diperbanyak dan
disebarkan di seluruh sekolah-sekolah yang ada di Indonesia sehingga bisa terjadi
pemerataan.

F. KEGUNAAN
Kegunaan dari program ini adalah :
1. Memberikan kontribusi dalam upaya meningkatkan minat siswa TK pada
pelajaran sains sederhana.
2. Memberikan solusi alternatif berupa metode pembelajaran yang interaktif
kepada siswa Taman Kanak-kanak sehingga mendukung kegiatan belajar-
mengajar.
3. Membantu para guru TK dalam hal penyampaian sains dengan metode
yang menarik dan interaktif.
4. Mendukung terwujudnya Sumber Daya Manusia Indonesia yang mampu
bersaing di era globalisasi ini.

G. GAMBARAN UMUM MASYARAKAT SASARAN


Penyelenggaraan pendidikan TK dalam satu dasawarsa ini mengalami
peningkatan yang sangat pesat. Hal ini membuktikan bahwa kesadaran
masyarakat tentang pentingnya pendidikan untuk anak prasekolah sudah mulai
meningkat. Namun pada sisi lain, bangkitnya kesadaran masyarakat ini kurang
diimbangi oleh penyiapan sumber daya guru yang memiliki penguasaan konsep
dan praktik pendidikan TK yang benar. Taman Kanak-kanak didirikan sebagai
usaha mengembangkan seluruh segi kepribadian anak didik dalam rangka
menjembatani pendididkan dalam keluarga ke pendidikan sekolah. TK merupakan
salah satu bentuk pendidikan prasekolah untuk membantu pertumbuhan dan
perkembangan jasmani dan rohani anak didik diluar lingkungan keluarga sebelum
memasuki pendidikan dasar.

Menurut Juwita (2000), sains adalah produk dan proses. Sebagai produk,
sains merupakan sebuah batang tubuh pengetahuan yang terorganisir dengan baik
mengenai dunia fisik dan alami. Sebagai proses, sains merupakan kegiatan
7

menelusuri, mengamati dan melakukan percobaan. Sangat penting bagi anak kecil
dalam hal ini murid TK untuk ikut berpartisipasi dalam proses ilmiah, karena
keterampilan yang akan mereka dapatkan bisa dibawa ke daerah-daerah
perkembangan lainnya dan akan bermanfaat selama hidupnya. Keterampilan-
keterampilan ini mencakup keterampilan untuk mengamati, membandingkan,
menjelaskan, memperkirakan, mengkomunikasikan, mengklasifikasikan dan
mengukur.

Ada beberapa jenis keterampilan sains dapat dilatihkan pada siswa TK


(Yulianti, 2005). Pertama, mengamati dimana anak diajak untuk mengamati
fenomena alam yang terjadi di lingkungan anak itu sendiri yang dimulai dari hal-
hal yang paling sederhana. Misalnya mengapa es bisa mencair? Kedua,
mengelompokkan diman anak diminta untuk menggolongkan benda sesuai
kategorinya. Misalnya kelompok bunga-bungaan, biji-bijian, warna yang sama,
dan lain sebagainya. Ketiga, memprediksi dimana anak diminta untuk
memperkirakan apa yang akan terjadi. Misalnya, berapa lama es akan mencair,
berapa lama lilin akan meleleh, berapa lama air yang panas akan menjadi dingin,
dan seterusnya. Keempat, menghitung dimana anak didorong untuk menghitung
benda-benda yang ada di sekeliling, kemudian mengenalkan bentuk-bentuk benda
kepadanya.

Menurut Hildebrand (1986) bahwa anak TK mempunyai dorongan yang


kuat untuk mengenal lingkungan alam sekitar dan lingkungan sosialnya lebih
baik. Anak ingin memahami segala sesuatu yang dilihat dan didengar
(Moeslichatoen, 1999). Segala sesuatu yang diamati oleh inderanya. Untuk
menanggapi dorongan tersebut anak berusaha menemukan jawaban sendiri
dengan berbagai cara. Misalnya jawaban terhadap segala sesuatu yang dilihat,
didengar, dicium, dirasakan atau diraba itu. Tentang bagaimana terjadinya, dari
mana segala sesuatu itu berasal atau apa yang terjadi bila sesuatu itu dipegang,
diubah kedudukanya, dibanting dan sebagainya. Kemandirianya pada anak
hendaknya selalu didasarkan perkembangan anak dengan diberi kesempatan dan
pengalaman dalam mengembangkan sifat-sifat alamiah.
8

Adapun anak usia TK yang menjadi sasaran kegiatan PKMM ini secara
umum mempunyai karakteristik sebagai berikut :
Jenjang : TK Nol kecil dan besar
Usia : 4 6 tahun
Agama : Islam, Kristen, Katolik, Hindu, dan Budha
Suku bangsa : Jawa, Madura, Sunda
Bahasa : Indonesia, Jawa, Madura, Sunda

H. METODOLOGI PELAKSANAAN PROGRAM

Pengumpulan Fakta dan Informasi

Identifikasi dan Perumusan masalah

Studi Literatur

Perencanaan Teknis Pelaksanaan Program

Pengambilan Gambar Video

Pembuatan dan Penggandaan VCD

Launching VCD di Sekolah Sasaran

Pemberian Materi dan Simulasi

Evaluasi Program

Pra Pengiriman Proposal


Pasca Persetujuan Proposal
Gambar 1. Blok Diagram Metodologi Pelaksanaan Program
9

1. Tahap pra pengiriman proposal


Sebelum mengajukan proposal program ini, telah dilaksanakan:
a. Pengumpulan fakta dan informasi pada:
- Survey ke beberapa taman kanak-kanak di sekitar kampus ITS
Mencari informasi dan data-data kondisi infrastruktur maupun metode
pelaksanaan pembelajaran sains di TK sekitar kampus ITS sehingga dapat
diketahui taman kanak-kanak yang memiliki infrastruktur dibawah standar
yang berakibat pada rendahnya kualitas pendidikan di taman kanak-kanak
tersebut khususnya dalam pembelajaran sains sederhana. Selain itu, juga
akan dilakukan perbandingan dengan beberapa TK yang memiliki
infrastruktur yang baik sehingga kualitas pembelajaran sains di TK
tersebut juga baik. Hasil survey dan TK sasaran untuk pelaksanaan PKM
ini dijelaskan pada bagian lampiran.
b. Identifikasi dan perumusan masalah:
Menghimpun fakta dan informasi yang didapat di lapangan kemudian
menentukan ide untuk membuat suatu metode penyelesaian terhadap
masalah kurangnya perhatian dunia pendidikan Indonesia khususnya
tingkat Taman Kanak-kanak dalam mengembangkan kualitas
pembelajaran sains.
c. Studi literatur
Untuk memperkuat ide, maka dilakukan studi literatur melalui internet
tentang metode alternatif pembelajan sains sederhana di tingkat Taman
Kanak-kanak yang tepat, interaktif, dan kreatif, yakni dengan
menggunakan VCD Magic Science yang berisi eksperimen sederhana.

2. Tahap pasca persetujuan proposal


Setelah disetujuinya proposal program ini, maka akan dilaksanakan:
a. Persiapan
Permohonan izin kepada TK sasaran untuk melaksanakan Program
Kreativitas Mahasiswa Pengabdian Masyarakat (PKMM).
b. Perencanaan teknis pelaksanaan program
Menyusun rencana pelaksanaan metode penyelesaian terhadap masalah
pembelajaran sains sederhana di dunia pendidikan Indonesia khusunya
10

Surabaya dengan mendistribusikan dan mensosialisasikan VCD Magic


Science kepada siswa-siswa tingkat Taman Kanak-kanak.
c. Pengambilan Gambar dan Video
Mengambil gambar dan Video eksperimen-eksperimen sederhana yang
akan dilakukan secara langsung oleh anak-anak. Beberapa eksperimen-
eksperimen sederhana yang dapat dilakukan, dijelaskan pada bagian
lampiran. Tentunya sebelum pengambilan gambar diperlukan pemilihan
anak-anak yang nantinya akan melakukan eksperimen-eksperimen dalam
video tersebut. Video tersebut akan dibuat lebih interaktif, dimana
nantinya anak-anak yang melakukan eksperimen juga memberikan
pertanyaan kepada penonton dalam hal ini murid TK, disini tentunya
diperlukan peran guru untuk mendampingi murid-muridnya.
d. Pembuatan dan Penggandaan VCD
Membuat dan mengandakan video Magic Science yang telah diambil
menjadi suatu Film Pembelajaran sains sederhana yang menarik dan
mudah dipahami oleh anak-anak dalam bentuk kepingan VCD.
e. Launching VCD di sekolah sasaran.
Mengadakan launching VCD Magic Science di sekolah sasaran dengan
mengundang beberapa media massa yang ada di kota Surabaya.
f. Pemberian Materi dan Simulasi
Memberikan VCD Magic Science secara gratis kepada siswa-siswa Taman
Kanak-kanak Sasaran di Surabaya dan memberikan materi dari VCD
secara langsung di dalam kelas-kelas serta melakukan simulasi.
g. Evaluasi program
Melaksanakan review dan evaluasi terhadap setiap kegiatan yang telah
dilakukan serta mengevaluasi apakah pembelajaran sains sederhana
melalui VCD Magic Science dapat diterima dengan baik oleh murid TK.
Keberhasilan ditandai dengan terciptanya kemandirian pada setiap Taman
Kanak-kanak sasaran di Surabaya untuk menggunakan VCD Magic
Science sebagai metode pembelajaran sains sederhana kepada murid-
muridnya.
11

I. JADWAL PELAKSANAAN PROGRAM

BULAN I BULAN II BULAN III BULAN IV BULAN V

NO KEGIATAN

I I I I I
I I I I I I I I I I I I I I I
I I I V I I I V I I I V I I I V I I I V
Perencanaan
teknis
1
pelaksanaan
program
Pengambilan
2 gambar dan
Video

Pembuatan dan
3 penggadaan
VCD

Launching VCD
4 di Sekolah
sasaran.

Pemberian
5 Materi dan
Simulasi

Evaluasi
6
program

J. RANCANGAN BIAYA
Adapun anggaran dana dari program ini adalah sebagai berikut :
1. Bahan Habis Pakai
Harga
Jumlah
Uraian Volume Satuan Satuan
(Rp) (Rp)
VCD 700 keping 2.000 1.400.000
Kotak VCD 700 buah 1.000 700.000
Peralatan dan Bahan untuk 5 x 5 take set 50.000 1.250.000
Eksperimen gambar
Sub Total 3.350.000

2. Peralatan atau Jasa Pendukung


Harga
Uraian Volume Satuan Jumlah
Satuan
(Rp) (Rp)
Editor Film 1 Orang 200.000 200.000
Sewa handycam 2 x 5 take Buah 200.000 1.000.000
gambar
12

Uraian Volume Satuan Harga Jumlah


Satuan
(Rp) (Rp)
Cetak Cover VCD 1400 lembar 250 350.000
Sub Total 1.550.000
3. Penyuluhan dan Pelatihan
Harga
Uraian Volume Satuan Jumlah
Satuan
(Rp) (Rp)
Sewa LCD 1x10 hari unit 150.000 1.500.000
Banner 1 buah 150.000 150.000
Fee Media Massa 2 buah 200.000 400.000
Peralatan dan Bahan untuk simulasi 1 x 50 tim set 25.000 1.250.000
Sub Total 3.300.000

4. Perjalanan
Harga
Uraian Volume Satuan Jumlah
Satuan
(Rp) (Rp)
Transportasi menuju lokasi 4 x 10 hari orang 15.000 600.000
Sub Total 600.000

5. Pembuatan Laporan
Harga
Uraian Volume Satuan Jumlah
Satuan
(Rp) (Rp)
Pembuatan laporan visitasi 1 buah 20.000 20.000
Pembuatan laporan akhir 1 buah 30.000 30.000
Penggandaan laporan akhir 5 buah 25.000 125.000
Pembuatan poster 1 buah 200.000 200.000
Browsing internet 30 jam 3.500 105.000
Fotokopi 1 rim 70 35.000
Sub Total 515.000

Rekapitulasi Biaya
Jumlah
Jenis Pengeluaran
(Rp)
Bahan habis pakai 3.350.000
Peralatan Pendukung 1.550.000
Penyuluhan dan Pelatihan 3.300.000
Perjalanan 600.000
Pembuatan Laporan 515.000
Total 9.315.000
13

K. DAFTAR PUSTAKA

Ahmad dan Anwar. 2004. Pendidikan Anak Dini Usia. Alfabeta. Bandung
Hildebrand, V. 1986. Introduction to Early Childhood Education. MacMillan
Publishing Company. New York
Jatmiko, B. 2004. Hakikat Pembelajaran IPA. Semlok bagi Dosen, Mahasiswa,
Guru-guru SD, SMP dan SMA se Bali. FMIPA IKIP Negeri. Singaraja
Juwita, K.D. 2000. Alih Bahasa : Menciptakan Kelas yang Berpusat pada Anak.
Children Resources International,inc.
Moeslichatoen. 1999. Metode Pengajaran di Taman Kanak-Kanak. Rineka Cipta.
Jakarta
Purwadi, B. 2006. PISA dan TIMSS 2003 : Gambaran Umum Metode Penelitian.
Puspendik Depdiknas. Jakarta
Pusat Kurikulum Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pendidikan
Nasional. 2007. Naskah Akademik : Kajian Kebijakan Kurikulum Mata
Pelajaran IPA
Setianingsih, D. 2007. Pembelajaran Pengenalan Sains Sederhana (Pengukuran)
dengan Bermain Sambil Belajar untuk Melatih Kemampuan Berpikir
Siswa TK Negeri Semarang. Skripisi. Jurusan Fisika Fakultas Matematika
dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Semarang
Suyanto, S. 2005. Dasar-Dasar Pendidikan Anak Usia Dini. Hikayat Publishing.
Yogyakarta
Wolfinger, D.M. 1988. Science Mathematics in Early-Cheldhood Education.
Harper Collins College Publishers.
Yulianti, D. 2005. Mengenalkan Sains Pada Anak Usia Dini.
www.suaramerdeka.com (23 September 2010)
Yulianti, D. 2005. Pengembangan Model Pengajaran Sains Sederhana untuk
Menumbuhkan Minat Sains Siswa Taman Kanak-Kanak. Makalah dalam
Seminar Nasional FMIPA Unnes. Semarang
Yulianti, D.2006. Analisis Kebutuhan dan Implementasi Kurikulum Berbasis
Kompetensi TK/RA tahun 2004. Laporan Penelitian. Lembaga Penelitian
Universitas Negeri Semarang. Semarang
14

L. LAMPIRAN

1) Biodata Kelompok

KETUA KELOMPOK

Nama : Setiya Anggreawan


Nama Panggilan : Awang
Jenis Kelamin : Laki-laki
Agama : Islam
Tempat / Tanggal Lahir : Surabaya, 30 Juni 1990
Alamat Asal : Semampir Tengah 6/10
Telephone/Handphone : 031-5927273 / +62 857 30 174 040
Email : setiyaanggreawan@yahoo.com

RIWAYAT PENDIDIKAN

Tahun Tingkatan Institusi


1996 - 2001 SD SDN Semolowaru I/261
2002 - 2005 SMP SMP Negeri 12 Surabaya
2005 - 2008 SMA SMA Negeri 12 Surabaya
2008 - sekarang Perguruan Tinggi Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Surabaya

PENGHARGAAN YANG PERNAH DITERIMA

1. Juara II Kompetisi Karya Tulis Jurusan Kimia FMIPA ITS

KARYA TULIS YANG PERNAH DIBUAT :


1. VCD Tutorial Sakera Sebagai Media Pendukung Pembelajaran Bahasa
Madura Kepada Siswa SD di Sampang (2010)
2. Biduren Campursari sebagai Makanan Ringan Berprotein Tinggi (2009)
3. Inkonsistensi Penegakan Hukum di Indonesia (2009)
4. Deklarasi IGOS (Indonesia Go Open Source) (2009)

Penulis,

( Setiya Anggreawan)
NRP: 1408 100 040
15

ANGGOTA KELOMPOK 1

Nama : Mirsya Ekarina Mulyani


Nama Panggilan : Mirsya
Jenis Kelamin : Perempuan
Agama : Islam
Tempat / Tanggal Lahir : Surabaya / 10 April 1990
Alamat Asal : Siwalankerto Selatan I/5 Surabaya
Telephone/Handphone : +62 857 46 068 086
Email : the_rocket_ape@rocketmail.com

RIWAYAT PENDIDIKAN

Tahun Tingkatan Institusi


1995 - 2001 SD SDN Siwalankerto II/419 Surabaya
2001 - 2004 SMP SMPN 13 Surabaya
2004 - 2007 SMA SMAN 16 Surabaya
2007 - sekarang Perguruan Tinggi Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Surabaya

PENGHARGAAN YANG PERNAH DITERIMA

1. Juara 1 English Essay Competition FMIPA-ITS

Penulis,

( Mirsya Ekarina M. )
NRP: 1407 100 053

ANGGOTA KELOMPOK 2

Nama : Rizqa Rif ati F.


Nama Panggilan : Icha
Jenis Kelamin : Perempuan
Agama : Islam
Tempat / Tanggal Lahir : Surabaya, 24 April 1989
Alamat Asal : Perumahan Persada Sayang Jalan berlian D-9
Kediri 64114
Telephone/Handphone : +62 856 48 474 658
Email : cha_maniez@chem.its.ac.id
16

RIWAYAT PENDIDIKAN

Tahun Tingkatan Institusi


1995 - 2001 SD SDI Al-Huda Kediri
2001 - 2004 SMP SMPN 1 Kediri
2004 - 2007 SMA SMAN 2 Kediri
2007 - sekarang Perguruan Tinggi Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Surabaya

KARYA TULIS YANG PERNAH DIBUAT :


1. Pemanfaatan Zeolit Alam Tulungagung Sebagai Bahan Dasar Slow Release
Fertilizer Melalui Oklusi Garam Nutrien (2010)
2. Upaya Peningkatan Nilai Tambah Zeolit Melalui Pembuatan Slow Release
Fertilizer (2010)
Penulis,

( Rizqa Rif ati F. )


NRP: 1407 100 021

ANGGOTA KELOMPOK 3

Nama : Mohammad Iksan


Nama Panggilan : Iksan
Jenis Kelamin : Laki-laki
Agama : Islam
Tempat / Tanggal Lahir : Sampang, 11 Februari 1989
Alamat Asal : Jl. Kramat I Sampang
Telephone/Handphone : +62 857 32 720 444
Email : iksan.bronze@yahoo.co.id

RIWAYAT PENDIDIKAN

Tahun Tingkatan Institusi


1995 - 2001 SD SDN Gunong Sekar 02 Sampang
2001 - 2004 SMP SMPN 1 Sampang
2004 - 2007 SMA SMAN 1 Sampang
2007 - sekarang Perguruan Tinggi Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Surabaya

PENGHARGAAN YANG PERNAH DITERIMA


1. Finalis Mawapres Tingkat Institut, 2010
2. Juara 3 Kompetisi PKM-GT Tingkat FMIPA ITS, 2010
3. Juara 2 Kompetisi Karya Tulis Mahasiswa Bidang IPS FMIPA ITS, 2008
17

KARYA TULIS YANG PERNAH DIBUAT :


1. VCD Tutorial Sakera Sebagai Media Pendukung Pembelajaran Bahasa
Madura Kepada Siswa SD di Sampang (2010)
2. Penurunan Kadar Logam Berat Pada Limbah Elektroplating Menggunakan
Adsorben Karbon Aktif Yang Dimodifikasi Surfaktan Kation (2010)
3. Permainan Puzzle TPU Sebagai Inovasi Dalam Pembelajaran Kimia Pada
Pelajar SMA (2010)
4. Usaha Onde-onde Pisang Kepok Cekerenyes OPPICK sebagai Oleh-oleh
Khas Mojokerto (2009)
5. Usaha Sari Buah Jambu Air SAKERA sebagai Trade Mark Baru Pulau
Madura (2009)
6. Potensi Ekstrak Cabe Rawit (Capsicum Frutescens) sebagai Insektisida Nabati
terhadap Larva Ulat Kubis (Crocidolomia Binotalis Zell) (2009)
7. Madura packaging Tourism : Konsep Pengembangan Industri Pariwisata di
Pulau Madura Pasca Pembangunan Jembatan Suramadu (2008)

Penulis,

(Mohammad Iksan)
NRP: 1407 100 059

2) Biodata Dosen Pembimbing

Nama : Nurul Widiastuti Ph.D


NIP : 19710425 199412 2 001
Tempat / Tanggal Lahir : Surabaya, 25 April 1971
Jabatan Struktural : Penata
Fakultas / Jurusan : FMIPA / Kimia
Alamat : Jl. Arsitektur J-45 kompleks perumdos ITS
Telephone/Handphone : 031-5943353 / +62 878 611 37 535
Email : nurul widiatuti@chem.its.ac.id

Dosen Pembimbing,

(Nurul Widiastuti Ph.D)


NIP: 19710425 199412 2 001
18

3) Alamat Taman Kanak-Kanak Sasaran


Nama TK Alamat Akreditasi Metode Pembelajaran
Sains yang diterapkan
TK Sepuluh Nopember Jl. Teknik Sipil A Pengajaran kepada murid
No. 3 Kampus melalui eksperimen
ITS Sukolilo sederhana
TK Aisyiyah Bustanul Keputih II 25, - Pengajaran sains masih
Athfal 52 Keputih berlangsung dengan
metode Teacher Centre
Learning
TK Yapita Keputih III No - Belum dilaksanakan
6, Keputih metode pembelajaran
sains
TK Bina Anaprasa Keputih Tegal - Belum dilaksanakan
Timur Baru metode pembelajaran
4/47, Keputih sains
TK Dharma Wanita II Arif Rahman - Belum dilaksanakan
Hakim No 1, metode pembelajaran
Keputih sains

4) Peta Lokasi Taman Kanak-kanak Sasaran

a C

Peta Lokasi TK Sepuluh Nopember (a), TK Aisyiyah Bustanul Athfal 52 (b)


dan TK Yapita (b)

5) Eksperimen Sederhana
5.1 Tinta Menghilang (Disappearing Ink)
Alat & Bahan:
2 buah cangkir, Jus lemon, Cairan pemutih, Sendok teh bekas, Cotton bud,
Kertas tisu, Kertas dengan tulisan tinta di atasnya
19

Cara membuat:
1. Campur jus lemon dengan air dalam cangkir 1 dengan perbandingan 1:1.
Aduk rata.
2. Campur cairan pemutih dengan air dalam cangkir 2 dengan perbandingan
air: pemutih 3:1. Aduk rata.
3. Untuk menghilangkan tinta, usap tinta dengan larutan 1 dengan
menggunakan cotton bud. Setelah beberapa menit, keringkan sisa larutan
pada kertas dengan kertas tisu.
4. Tambahkan larutan 2 pada kertas yang telah diusap dengan larutan 1
dengan cotton bud.
5. Tinta akan mulai pudar. Untuk lebih menghilangkan tinta, perlakuan diatas
dapat diulangi.

5.2 Kamper Menari


Alat & Bahan:
2 buah Botol selai kaca bekas, Beberapa bola kamper, Soda kue, Cuka masak,
Sendok makan bekas
Cara membuat:
1. Isi 2 botol selai dengan air sampai hampir penuh
2. Masukkan bola kamper pada botol 1 dan perhatikan apa yang terjadi. Bola
kamper akan tenggelam.
3. Tambahkan dua sendok makan cuka masak dan dua sendok makan soda
kue pada botol 2 dan aduk sampai semua soda kue larut.
4. Masukkan tiga buah bola kamper dan biarkan selama 1-2 jam. Bola
kamper akan berloncatan dalam gelas.

5.3 Popping Gas!


Alat & Bahan:
Botol selai
Aluminium foil
Soda pencuci
Gunting
Air panas
Korek api
Sendok
Cara membuat:
1. Isi botol selai dengan beberapa sendok makan soda pencuci.
2. Potong-potong aluminium foil sebesar koin dan masukkan ke dalam botol
selai yang telah berisi soda pencuci.
3. Tambahkan air panas ke dalam botol selai dan aduk beberapa saat.
4. Tutup mulut botol dengan aluminium foil dengan rapat dan diamkan
sebentar.
5. Lubangi aluminium foil dengan batang korek api.
20

6. Nyalakan korek api, dekatkan pada lubang dan amati apa yang terjadi.
ledakan-ledakan kecil akan terjadi di sekitar lubang.

6) Pembagian Tugas dan Kedudukan dalam Tim


Kedudukan
No. Nama Dalam Tim Tugas
a. Mengkoordinasi tim.
Ketua
1. Setiya Anggreawan b. Bertanggungjawab terhadap
pelaksana
pelaksanaan program
c. Mengkonsultasikan segala
permasalahan dengan semua anggota.
d. Koordinasi dalam hal pembimbingan
dengan dosen pembimbing
a. Membantu pelaksanaan setiap
2. Mirsya Ekarina M. Anggota kegiatan dalam program
pelaksana b. Bertanggungjawab terhadap ketua
pelaksana.
c. Mengkonsultasikan program dengan
dosen pembimbing

d. Bertanggungjawab dalam pemilihan


dan pelaksanaan eksperimen
a. Membantu pelaksanaan setiap
kegiatan dalam program
3. Rizqa Rif ati F. Anggota
b. Bertanggungjawab terhadap ketua
pelaksana
pelaksana.
c. Bertanggungjawab dalam proses
pengambilan gambar dan pembuatan
Video menjadi Film dalam bentuk
VCD
a. Membantu pelaksanaan penelitian.
Anggota b. Bertanggungjawab terhadap ketua
4. Mohammad Iksan pelaksana pelaksana.
c. Mengkonsultasikan program dengan
dosen pembimbing
d. Mengkoordinasi pendanaan untuk
masing-masing kegiatan bertanggung
jawab dalam prosesnya.