Anda di halaman 1dari 12

Anatomi Otot Ekstremitas Bawah

Oleh Eka Agustia Rahma Putri, 0906639732

Otot rangka atau otot serat-lintang adalah otot yang melekat ke tulang dan
bertanggung jawab atas gerakan tulang-tulang dalam kaitannya satu sama lain. Otot
rangka ini dipersarafi oleh sistem saraf somatik dan berada di bawah kontrol kesadaran.
Otot rangka membentuk sekitar 40% dari berat tubuh pria dan 32% pada wanita.
Otot rangka tersusun atas sejumlah besar serat-serat otot. Sel-sel silindris tidak
bercabang. Otot ini disokong oleh jaringan ikat dan mempunyai banyak suplai darah dan
saraf. Setiap sel mempunyai banyak nuklei dan mempunyai penampilan lurik.
Dindingnya atau sarkolema, mengandung myofibril yang dibungkus dengan rapat
dalam sarkoplasma cair. Didalamnya juga ada banyak mitokondria. Warna merah dari
otot berhubungan dengan mioglobin, suatu protein seperti hemoglobin dalam
sarkoplasma. Setiap miofibril mempunyai lurik (striasi) terang dan gelap secara
bergantian, disebut pita I dan A secara berurutan. Striasi disebabkan oleh 2 tipe filamen,
satu mengandung protein aktin, dan lainnya mengandung protein myosin.

Tendon merupakan berkas (bundel) serat kolagen yang melekatkan otot ke tulang.
Tendon menyalurkan gaya yang dihasilkan oleh kontraksi otot ke tulang. Serat kolagen
dianggap sebagai jaringan ikat dan dihasilkan oleh sel-sel fibroblas. Namun, bisa juga
jaringan otot langsung bertautan dengan tulang atau bergabung dahulu dengan jaringan
ikat, akhirnya bertautan dengan tulang. Origo otot adalah tempat pertautan yang tetap
atau tidak dapat berpindah, sedang insersio adalah tempat pertautan pada atau dekat
terjadinya gerakan tulang.1

Sifat-sifat otot secara umum:2


1. Kontraktilitas yaitu kemampuan otot untuk mengadakan respon (memendek) bila
dirangsang (otot polos 1/6 kali; otot rangka 1/10 kali).
2. Ekstensibilitas (distensibilitas) yaitu kemampuan otot untuk memanjang bila otot
ditarik atau ada gaya yang bekerja pada otot tersebut à bila otot rangka diberi beban.
3. Elastisitas yaitu kemampuan otot untuk kembali ke bentuk dan ukuran semula
setelah mengalami ekstensibilitas atau distensibilitas (memanjang) atau kontraktilitas
(memendek).
4. Eksitabilitas elektrik yaitu kemampuan untuk merespon terhadap rangsangan tertentu dengan
memproduksi sinyal-sinyal listrik disebut tindakan potensi.

1
2
Otot daerah gluteal penggerak femur (tulang paha)2

Otot-otot anggota tubuh bagian bawah lebih besar dan lebih kuat daripada anggota
badan bagian atas karena perbedaan fungsi. Otot-otot ekstremitas atas ditandai dengan
fleksibilitas gerak, sedangkan otot ekstremitas bawah berfungsi dalam stabilitas, daya,
dan pemeliharaan postur.
Otot psoas major dan otot iliacus secara kolektif dikenal sebagai otot iliopsoas. Ada
tiga otot glutealis yaitu gluteus maximus, gluteus medius dan gluteus minimus. Gluteus
maximus
adalah otot yang terbesar dan terberat dari ketiga otot tersebut dan merupakan salah
satu
otot terbesar dalam tubuh. Gluteus maximus adalah ekstensor kepala femur. Gluteus
medius sebagian besar ke dalam ke gluteus maximus dan merupakan abduktor kuat
dari femur pada sendi pinggul. Otot ini merupakan daerah umum untuk suatu injeksi
intramuscular. Gluteus minimus adalah otot yang terkecil dari otot gluteal dan terletak
ke dalam gluteus medius.
Otot tensor fasciae latae (fasia lata) terletak pada permukaan lateral paha. Fasia
lata adalah lapisan fasia profunda, terdiri dari jaringan ikat padat, yang mengelilingi
seluruh paha. Tendon dari tensor fasciae latae dan otot gluteus maximus membentuk
struktur yang disebut saluran iliotibial. Saluran tersebut masuk ke dalam kondilus
lateral tibia. Otot piriformis, obturatorius internus, obturatorius externus,

3
gemellus superior, gemellus inferior, dan quadratus femoris, semuanya ke dalam
otot gluteus maximus dan berfungsi sebagai rotator lateral dari femur.

Tiga otot pada aspek medial paha adalah adductor longus, adductor brevis, dan
adductor magnus. Ketiganya berasal pada tulang pubis. Ketiga otot tersebut memiliki
kemampuan unik memutar paha secara medial dan lateral bersamaan. Ketika kaki di
tanah, otot-otot tersebut memuta paha secara medial, tetapi ketika kaki tidak menginjak
tanah, mereka memutar paha secara lateral. Dalam adduksi, adductor longus
memfleksi paha dan adductor magnus memperpanjang paha. Otot pectineus
berfungsi untuk aduksi dan fleksi femur.
Secara teknis, otot adductor dan otot pectineus merupakan komponen kompartemen
medial paha. Pada persimpangan antara batang tubuh dan ekstremitas bawah terdapat
ruang yang disebut femoral triangle. Dasar ini dibentuk oleh ligament inguinal

4
(superior), batas lateral dari otot adductor longus (medial), dan batas medial dari otot
sartorius (lateral).

5
6
Otot-otot paha penggerak Femur (tulang paha) danTibia serta fibula (tulang
kaki)2

Deep fascia memisahkan otot yang bekerja pada tulang paha (tulang paha) dan tibia dan
fibula (tulang kaki) menjadi kompartemen medial, anterior, dan posterior. Otot-otot
(adduktor) kompartemen medial paha mengadduksi tulang paha. Otot gracilis
merupakan otot lain di kompartemen medial, tidak hanya mengadduksi paha, tetapi juga
memflexi kaki di sendi lutut.

7
Otot-otot (ekstensor) kompartemen anterior paha berfungsi memfleksi
paha. Kompartemen ini berisi quadriceps femoris dan otot sartorius. Otot quadriceps
femoris adalah otot terbesar di tubuh, meliputi sebagian besar permukaan anterior dan
sisi paha. Otot yang sebenarnya merupakan gabungan otot, biasanya digambarkan
sebagai empat otot terpisah: (1) rectus femoris, pada aspek anterior paha, (2) vastus
lateralis, pada aspek lateral paha, (3) vastus medialis, di aspek medial
paha, dan (4) vastus intermedius, terletak jauh ke rectus femoris antara vastus
lateralis dan vastus medialis. Otot quadriceps femoris adalah otot ekstensor besar pada
kaki. Otot sartorius adalah otot yang panjang dan sempit, membentuk sebuah band di
seluruh
paha dari ilium tulang pinggul ke sisi medial tibia. Berbagai gerakan yang dihasilkan
(fleksi kaki pada sendi lutut dan fleksi, abduksi, dan rotasi lateral pada sendi pinggul)
membantu
posisi duduk bersila di mana tumit salah satu kaki ditempatkan pada lutut kaki yang
berlawanan.
Otot-otot (fleksor) kompartemen posterior paha berfungsi memfleksi kaki. Kompartemen
ini terdiri dari tiga otot yang secara kolektif disebut harmstring yaitu (1) bisep
femoris,
(2) semitendinosus, dan (3) semimembranosus. Popliteal fossa merupakan ruang
berbentuk berlian pada aspek posterior lutut berbatasan lateral oleh tendon dari otot
bisep femoris dan medial oleh
tendon otot-otot semitendinosus dan semimembranosus.

Otot-otot kaki penggerak telapak kaki dan jari kaki2

Otot-otot kaki, dibagi ke dalam tiga kompartemen yaitu anterior, lateral, dan
posterior. Kompartemen anterior kaki terdiri dari otot-otot dorsifleksi kaki. Dalam
kompartemen anterior, tibialis anterior merupakan otot panjang, tebal terhadap
permukaan lateral tibia. Otot ekstensor hallucis longus adalah otot tipis antara dan
sebagian mendalam untuk tibialis anterior dan otot extensor digitorum longus. Otot
fibularis (peroneus) tertius adalah bagian dari otot ekstensor digitorum longus.
Kompartemen (fibula) lateral kaki berisi dua otot yaitu fibularis (peroneus) longus dan
fibularis (peroneus) brevis. Kompartemen belakang kaki terdiri dari kelompok otot-
otot dangkal dan dalam. Otot-otot superfisial seperti tendon (Achilles) calcaneal
merupakan tendon terkuat tubuh. Otot ini masuk ke dalam tulang calcaneal dari

8
pergelangan kaki. Otot gastrocnemius adalah otot paling dangkal dan bentuk yang
paling terlihat pada betis. Otot soleus, yang terletak ke dalam gastrocnemius, adalah
otot yang luas dan datar. Otot plantaris adalah otot kecil yang mungkin tidak ada;
sebaliknya, kadang-kadang ada dua dari mereka di setiap kaki. Otot ini berjalan miring
antara otot gastrocnemius dan soleus.
Otot-otot yang letaknya dalam pada kompartemen posterior adalah popliteus, tibialis
posterior, fleksor digitorum longus, dan fleksor hallucis longus. Otot popliteus adalah
otot segitiga yang membentuk lantai atau dasar popliteal fossa. Otot tibialis posterior
adalah otot terdalam pada kompartemen posterior. Otot ini terletak di antara fleksor
digitorum longus dan fleksor hallucis longus. Otot fleksor digitorum longus lebih
kecil dari fleksor hallucis longus.

9
Otot intrinsik kaki penggerak jari kaki2

Fasia profunda kaki membentuk plantar aponeurosis (fascia) yang memanjang dari
tulang kalkaneus untuk falang jari-jari kaki. Aponeurosis mendukung lengkungan
longitudinal kaki dan membungkus tendon fleksor di kaki. Otot-otot intrinsik kaki dibagi
menjadi dua kelompok yaitu dorsal dan plantar. Hanya ada satu otot dorsal yaitu
ekstensor digitorum brevis.
Otot-otot plantar disusun dalam empat lapisan. Lapisan yang paling dangkal disebut
lapisan pertama. Ada tiga otot pada lapisan pertama. Otot abductor hallucis, yang

10
terletak di sepanjang perbatasan medial tapak kaki, sebanding dengan abductor pollicis
brevis di tangan. Otot fleksor digitorum brevis, yang terletak di tengah-tengah
telapak kaki. Otot abduktor digiti minimi, yang terletak di sepanjang perbatasan
lateral telapak kaki, adalah sebanding dengan otot yang sama di tangan, dan
mengabduksi jari kelingking kaki.
Lapisan kedua terdiri dari quadratus plantae yaitu otot berbentuk persegi panjang
dan otot lumbrikalis, empat otot kecil yang mirip dengan otot lumbrikalis di tangan.
Lapisan ketiga terdiri dari tiga otot. Otot fleksor hallucis brevis, terletak berdekatan
dengan permukaan plantar metatarsal dan sebanding dengan otot yang sama di
tangan. Otot adductor hallucis memiliki ujung miring dan melintang seperti adduktor
polisis di tangan. Otot fleksor digiti minimi brevis terletak dangkal ke metatarsal dari
jari kelingking kaki.
Lapisan keempat adalah yang terdalam dan terdiri dari dua kelompok otot. Dorsal
interossei adalah empat otot yang mengabduksi jari kaki 2-4, memendekkan falang
proksimal, dan memperpanjang falang distal. Ketiga plantar interossei mengabduksi
jari kaki 3-5, memendekkan falang proksimal, dan memperpanjang
falang distal. Interosei kaki serupa dengan yang di tangan.

11
Daftar pustaka
1. Sherwood L. Fisiologi Manusia. Jakarta : EGC. 2001
2. Tortora GJ, Derrickson B. Principles of anatomy and physiology. 12nd ed. United States
of America : John Wiley & Sons, Inc; 2009.

12

Anda mungkin juga menyukai