Anda di halaman 1dari 10

MATEMATIKA EKONOMI

Penerapan Ekonomi Hubungan Non-linear

MAKALAH

Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Matematika Ekonomi

Disusun oleh:

1. Agung Fitriantoro (07.214.3086)


2. Eka Sri Nuryani (07.214.2953)
3. Endah Yuliasih (07.214.3060)
4. Priagung Ratmoko (07.214.3070)
5. Sugeng Yulianto (07.214.3001)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOREJO
2010/ 2011
PENERAPAN EKONOMI HUBUNGAN NON-LINEAR

1. Permintaan, Penawaran, dan Keseimbangan Pasar


Selain berbentuk fungsi linear, permintaan dan penawaran dapat pula
berbentuk fungsi non-linear. Fungsi pemintaan dan penawaran yang kuadratik dapat
berupa potongan lingkaran, potongan elips, potongan hiperbola maupun potongan
parabola. Keseimbangan pasar ditunjukkan oleh kesamaan Qd = Qs , pada
perpotongan antara kurva permintaan dan penawaran.

Qs Keseimbangan pasar :

QQ d = Qs
d = Qs

Qd : jumlah permintaan

Qs : jumlah penawaran

Pe E E : titik keseimbangan

Pe : harga keseimbangan

Qd Qe : jumlah keseimbangan

0 Qe Q

Analisis pengaruh pajak dan subsidi terhadap keseimbangan pasar juga


sama seperti pada kondisi linear. Pajak atau subsidi menyebabkan harga jual yang
ditawarkan oleh produsen berubah, tercermin oleh berubahnya persamaan
penawaran, sehingga harga keseimbangan dan jumlah keseimbangan yang tercipta
di pasar juga berubah. Pajak menyebabkan harga keseimbangan menjadi lebih
tinggi dan jumlah keseimbangan menjadi lebih sedikit. Sebaliknya, subsidi
menyebabkan harga keseimbangan menjadi lebih rendah dan jumlah keseimbangan
menjadi lebih banyak.
Contoh soal :
Fungsi permintaan akan suatu barang ditunjukkan oleh persamaan Q d =19−P 2

sedangkan penawarannya Q s =−8+2 P2. Berapa harga keseimbangan dan jumlah


keseimbangan yang tercipta di pasar?
Jawab :
Keseimbangan pasar :
Qd = Qs
19−P 2=−8+2 P2

1
19+8=P2 +2 P2
27=3 P 2
P2=9
P=3
Q=19−P2=19−32=10
Jadi, Pe =3 dan Q e =10
Jika misalnya terhadap barang yang bersangkutan dikenakan pajak spesifik sebesar
1 (rupiah) per unit maka persamaan penawaran sesudah pengenaan pajak menjadi :
2
Q' s=−8+2 ( P−1 ) =−8+ 2 ( P2 −2 P+1 ) =−6−4 P+2 P2
Keseimbangan pasar yang baru :
Q d =Q 's
19−P 2=−6−4 P+2 P2
3 P2−4 P−25=0
Dengan rumus abc diperoleh P1=3,63 dan P2=−2,30 . P2 tidak dipakai karena
harga negatif adalah irrasional.
Dengan memasukkan P=3,63 ke dalam persamaan Q d atau persamaan Q ' s
diperoleh Q=5,82.
Jadi, dengan adanya pajak : P ' e =3,63 dan Q ' e =5,82.
Selanjutnya dapat dihitung beban pajak yang menjadi tanggungan konsumen dan
produsen per unit barang, serta jumlah pajak yang diterima oleh pemerintah,
masing-masing :
tk =P ' e −Pe =3,63−3=0,63
tp=t−tk=1−0,63=0,37
T =Q ' e × t=5,82× 1=5,82.

2. Fungsi Biaya
Selain biaya tetap, biaya variabel, dan biaya total dalam konsep biaya
dikenal pula biaya rata-rata (average cost) dan biaya marginal (marginal cost).
Biaya rata-rata adalah biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan tiap unit produk
atau keluaran, merupakan hasil bagi biaya total terhadap jumlah keluaran yang
dihasilkan. Biaya marginal adalah biaya tambahan yang dikeluarkan untuk
menghasilkan satu unit tambahan produk.
Biaya tetap : FC = k (k : konstanta)
Biaya variabel : VC = f(Q)
Biaya total : C = FC + VC = k + f(Q) = c(Q)

2
FC
Biaya tetap rata-rata : AFC =
Q
VC
Biaya variabel rata-rata : AVC =
Q
C
Biaya rata-rata : AC = =AFC + AVC
Q
∆C
Biaya marjinal : MC =
∆Q
Bentuk non-linear dari fungsi biaya pada umumnnya berupa fungsi kuadrat
parabolik dan fungsi kubik. Hubungan antara biaya total dan bagian-bagiannya
secara grafik adalah sebagai berikut :
a) Biaya total merupakan fungsi kuadrat parabolik
Andaikan C = aQ2 – bQ+c

VC FC
Maka :
C c
AC = =aQ−b+
Q Q
VC
AVC = =aQ−b
Q
FC c
AFC = =
Q Q
C

C
c FC
VC
0 Q

(a)

AFC
AC
VC

0 Q

3
-b

(b)

Dari gambar, grafik C dan VC berbentuk parabola. Secara grafik, kurva C


dan VC sebangun, dengan perbedaan sejarak c. Dengan memanfaatkan rumus titik
ekstrim parabola, dapat dihitung tingkat poduksi (Q) pada C minimum dan VC
minimum serta besarnya C minimum dan VC minimumnya. C dan VC yang
berbentuk parabola membawa konsekuensi AC dan AVC berbentuk linear,
sementara AFC asimtotik terhadap kedua sumbu C dan sumbu Q, sebab FC linear.
Pada gamber grafik (a), C minimum dan VC minimum terjadi pada posisi Q yang
sama, tetapi C minimum tidak sama dengan VC minimum. Hanya jika FC≡ c=0
maka C minimum = VC minimum. Gambar grafik (b), AC = AFC pada posisi Q
dimana AVC = 0.
b) Biaya total merupakan fungsi kubik
Andaikan C = aQ3 – bQ2 + cQ + d

VC FC
Maka :
c d
AC = =a Q 2−bQ+c +
Q Q
VC
AVC = =a Q2−bQ+ c
Q
FC d
AFC = =
Q Q
C C
C
AC
VC AVC

d FC
AFC
0 Q 0 Q
(a) (b)

Biaya total berfungsi kubik seperti di atas selalu membuahkan AC dan AVC
berbentuk parabola terbuka ke atas. Sedangkan AFC tetap asimtotik terhadap
sumbu C dan sumbu Q, sebab FC selalu konstanta yang kurvanya sejajar sumbu Q.
Gambar grafik (b), AC minimum dan AVC minimum juga terjadi pada kedudukan
Q yang sama, perbedaan di antara keduanya adalah sebesar AFC.

4
Contoh soal :
Biaya total yang dikeluarkan oleh sebuah perusahaan ditunjukkan oleh
persamaan C=2 Q 2−24 Q+102. Pada tingkat produksi berapa unit biaya total ini
minimum? Hitunglah besarnya biaya total minimum tersebut! Hitung pula besarnya
biaya tetap, biaya variabel, biaya rata-rata, biaya tetap rata-rata dan biaya variabel
rata-rata pada tingkat produksi tadi. Seandainya dari kedudukan ini produksi
dinaikkan dengan 1 unit, berapa besarnya biaya marginal?
Jawab :
Berdasarkan rumus titik ekstrim parabola, C minimum terjadi pada kedudukan
−b 24
Q= = =¿6 unit
2a 4
Besarnya C minimum ¿ 2 Q2−24 Q+102
2
¿ 2 ( 6 ) −24 ( 6 ) +102
= 30
(C minimum dapat juga dicari dengan rumus ordinat titik ekstrim parabola, yaitu

b2−4 ac ( 242−4 × 2× 102 ) −240


; hasilnya C minimum ¿ = =30)
−4 a −4 ×2 −8
Selanjutnya, padaQ=6 ini :
FC =102
2 2
VC =2Q −24 Q=2 ( 6 ) −24 ( 6 )=−72
C 30
AC= = =5
Q 6
FC 102
AFC= = =17
Q 6
VC −72
AVC= = =−12
Q 6
Jika Q=7, C=2 ( 7 )2−24 ( 7 )+ 102=32
∆ C 32−30
MC= = =2
∆Q 7−6
Berarti untuk menaikkan produksi dari 6 unit menjadi 7 unit diperlukan biaya
tambahan (biaya marginal) sebesar 2.

3. Fungsi Penerimaan
Fungsi penerimaan total (total revenue, R) yang non-linear pada umumnya
berupa sebuah persamaan parabola yang terbuka ke bawah. Penerimaan total
merupakan fungsi dari jumlah barang, juga merupakan hasil kali jumlah barang
dengan harga barang per unit. Penerimaan rata-rata (average revenue, AR) adalah
penerimaan yang diperoleh per unit barang, merupakan hasilkali penerimaan total

5
terhadap jumlah barang. Penerimaan marginal (marginal revenue, AR) adalah
penerimaan tambahan yang diperoleh dari tiap tambahan satu unit barang yang
dihasilkan atau terjual.

Penerimaan total : R = Q x P = f(Q)


R
Penerimaan rata-rata : AR =
Q
∆R
Penerimaan marginal : MR =
∆Q
R R
Mengingat R=Q× P atau P= , sedangkan AR = , berarti penerimaan
Q Q
rata-rata (AR) tak lain adalah harga barang per unit (P). Secara grafik, kurva AR
adalah juga kurva permintaan dalam bentuk P=g ( Q ) .
Contoh soal:
Fungsi permintaan yang dihadapi oleh seorang produsen monopolis
ditunjukkan oleh P=900−1,5 Q. Bagaimana persamaan penerimaan totalnya?
Berapa besar penerimaan total jika terjual barang sebanyak 200 unit, dan berapa
harga jual per unit? Hitunglah penerimaan marginal dari penjualan sebanyak 200
unit menjadi 250 unit. Tentukan tingkat penjualan yang menghasilkan penerimaan
total maksimum, dan besarnya penerimaan total maksimum tersebut!
Jawab :
P=900−1,5 Q → R=Q× P=900 Q−1,5 Q 2
Jika Q=200,
R=900 ( 200 )−1,5 ( 200 )2=120.000

P=900−1,5 ( 200 ) =600
R 120.000
Atau P= = =600
Q 200
Jika Q=250,
2
R=900 ( 250 )−1,5 ( 250 ) =131.250
∆R
MR =
∆Q
131.250−120.000
¿ =225
250−200
R=−1,5Q 2+ 900Q
−b −900
R maksimum pada Q= = =300
2a −3
Besarnya R maksimum ¿−1,5 (300 )2+ 900 ( 300 )

6
¿ 135.000.

4. Keuntungan, Kerugian dan Pulang Pokok


Tingkat produksi yang menghasilkan keuntungm, kerugian dan keadaan
pulang pokok secara grafik dapat ditunjukan seperti grafik di bawah ini:

C, R

C = c(Q)

TPP

TPP : Titik Pulang Pokok (Break Even


Point)

TPP R = r(Q)

0 Q1 Q2 Q3 Q4 Q

Titik Q1 dan Q4 mencerminkan keadaan pulang pokok (R = C), area di


sebelah kiri Q1 dan sebelah kanan Q4 mencerminkan keadaan rugi (R<C),
sedangkan area di antara Q1 dan Q4 mencerminkan keadaan untung (R>C), Q3
mencerminkan tingkat produksi yang memberikan penerimaan total maksimum.
Besar kecilnya kuntungan ditentukan oleh selisih antara R dan C. dari grafik dapat
dilihat jarak antar kurva R dan C, semakin lebar jarak positif maka semakin besar
keuntungan yang diperoleh.
Jarak positif terlebar antara kurva R dan kurva C tidak selalu terjadi pada
saat kurva R meencapai maksimum, juga tidak mesti terjadi pada saat kurva C
mencapai minimum.
Contoh soal :

Penerimaan total yang diperoleh sebuah perusahaan ditunjukkan oleh


persamaan R=−0,10 Q 2+ 20Q , sedangkan biaya total yang dikeluarkan
C=0,25 Q 3−3 Q 2 +7 Q+20. Hitunglah profit perusahaan ini jika dihasilkan dan
terjual barang sebanyak 10 dan 20 unit.

7
Jawab :
π=R−C=−0,10 Q2 +20 Q−0,25 Q3 +3 Q 2−7 Q−20
π=−0,25Q 3 +2,90 Q 2 +13 Q−20
Q=10 → π=−0,25 ( 1000 )+2,90 ( 100 ) +13 ( 10 )−20

¿−250+290+130−20

¿ 150(keuntungan)

Q=20 → π=−0,25 ( 8000 )+ 2,90 ( 400 ) +13 ( 200 )−20


¿−2000+1160+260−20

¿−600(kerugian)

SOAL EVALUASI

1. Jika diketahui fungsi permintaan dan penawaran barang adalah sebagai berikut:

Pd =Q2−11 Q+3 dan Ps =Q2+ 1, maka tentukan koordinat titik keseimbangan


pasarnya jika ada!
2. Biaya total yang dikeluarkan oleh sebuah perusahaan ditunjukkan oleh persamaan
C=2 Q 2−2 Q+ 102. Pada tingkat produksi berapa unit biaya total ini minimum?
Hitunglah besarnya biaya total minimum tersebut! Hitung pula besarnya biaya
tetap, biaya variabel, biaya rata-rata, biaya tetap rata-rata dan biaya variabel rata-
rata pada tingkat produksi tadi. Seandainya dari kedudukan ini produksi dinaikkan
dengan 1 unit, berapa besarnya biaya marginal?
3. Fungsi permintaan yang dihadapi oleh seorang produsen monopolis ditunjukkan
oleh P=800−2 Q. Bagaimana persamaan penerimaan totalnya? Berapa besar
penerimaan total jika terjual barang sebanyak 200 unit, dan berapa harga jual per
unit? Hitunglah penerimaan marginal dari penjualan sebanyak 200 unit menjadi 300
unit. Tentukan tingkat penjualan yang menghasilkan penerimaan total maksimum,
dan besarnya penerimaan total maksimum tersebut!
4. Penerimaan total yang diperoleh sebuah perusahaan ditunjukkan oleh persamaan
R=−0,20+30 Q, sedangkan biaya total yang dikeluarkan
C=0,25 Q3−3 Q2 +6 Q+20. Hitunglah profit perusahaan ini jika dihasilkan dan
terjual barang sebanyak 10 dan 20 unit!

8
DAFTAR PUSTAKA

Dumairy. 1995. Matematika Terapan untuk Bisnis dan Ekonomi. Yogyakarta: BPFE-
Yogyakarta.

Anda mungkin juga menyukai