Anda di halaman 1dari 39

KIMIA DASAR I

STOIKHIOMETRI
Dr. Rien H J. Usman
Dra. Suliestyah, MSi

www.pondokbelajar.com
www.kimfis-oke.blogspot.com

FAKULTAS TEKNOLOGI KEBUMIAN DAN ENERGI


UNIVERSITAS TRISAKTI
JAKARTA
STOIKHIOMETRI
Stoikiometri – (stoichion = unsur, metron = mengukur)
Membahas aspek kwantitatif dalam reaksi kimia.

Hukum Kekekalan massa (Lavoisier, 1783)


Pada setiap reaksi kimia, massa dari zat-zat yang bereaksi adalah sama
dengan massa dari zat-zat yang dihasilkan.
Mg + Khlor Æ MgCl2
1,0 g 2,9 g 3 ,9 g

Hukum Perbandingan Tetap (Proust, 1799)

Atau Suatu senyawa murni selalu terdiri dari unsur-2 yang sama, yang
bergabung dalam perbandingan tertentu. – Air selalu mengandung 1 gram
Hidrogen (11,19%) dan 8 gram Oksigen (38,81%).
Hukum ini tidak berlaku untuk senyawa non stoikiometris – contoh Cu1,7S

Hukum Kelipatan Perbandingan (Dalton, 1803)


Jika dua unsur dapat bergabung membentuk lebih dari satu senyawa,
maka massa-massa dari unsur yang pertama dengan suatu massa tetap
dari unsur kedua akan berbanding dengan bilangan bulat yang mudah.
Contoh: Nitrogen dan Oksigen dapat membentuk lima macam senyawa,
Hukum Penyatuan Volume (Gay Lussac, 1808)
Pada kondisi suhu dan tekanan yang sama, perbandingan
volume gas-gas pereaksi dan gas-gas hasil reaksi
merupakan bilangan yang mudah dan bulat.
Hidrogen + Oksigen Æ Uap air
2 vol 1 vol 2 vol
Hidrogen + Nitrogen Æ Amoniak
3 vol 1 vol 2 vol
Hukum Avogadro (1811)
Pada kondisi suhu dan tekanan yang sama, volume yang
sama mengandung jumlah molekul yang sama.
Hidrogen + Nitrogen Æ Amoniak
3 vol 1 vol 2 vol
3 mol 1 mol 2 mol
Teori Atom Dalton
à Unsur tersusun dari partikel-partikel yang sangat kecil
yang tidak dapat dipecah lagi disebut atom. Atom-atom
unsur murni selalu identik yaitu mempunyai sifat yang
sama (ukuran, bentuk dan massa) dan berlainan dengan
atom unsur lain.
à Senyawa tersusun atas atom-atom dari dua unsur atau
lebih. Dalam setiap senyawa, perbandingan jumlah atom
setiap atom merupakan bilangan bulat atau pecahan
sederhana.
à Dalam reaksi kimia hanyalah pemisahan, penggabungan
atau penyusunan ulang atom-atom, reaksi kimia tidak
mengakibatkan penciptaan atau pemusnahan atom-atom.

Setiap atom mempunyai massa tertentu yang sangat kecil


Æ satuan massa atom (sma)
Æ SI: I sma = 1/12 massa satu atom karbon (isotop 12C)
Massa Atom relatif
Massa dari satu atom relatif terhadap massa relatif satu atom isotop 12C.
Tabel Massa Atom dapat dilihat pada Susunan Berkala, yaitu sesuai dengan
bilangan nomor massa
Massa Atom = bilangan nomor massa
Massa satu atom = bilangan nomor massa dalam sma.

Contoh: Dalam Susunan Berkala, Na mempunyai nomor massa 22,8, berarti :

Massa atom Na = 22,9,


Massa satu atom Na = 22,9 sma
Massa Molekul relatif
Massa dari satu molekul relatif terhadap massa satu atom isotop 12C, yang
merupakan jumlah dari berat atom unsur-unsur penyusunnya.
Æ Massa molekul Na Cl = Massa atom Na + Massa Atom Cl
= 22,9 + 35,5 = 58,5
Massa Formula relatif
Massa dari satu ion relatif terhadap massa satu atom isotop 12C, yang
merupakan jumlah massa dari ion-ion dengan massa atomnya atau jumlah
massa atom unsur pembentuknya.
Æ Massa Formula ion NO3- = Massa Atom N + 3 Massa Atom O
= 14 + (3 X 16) = 62
1 atom C + 1 atom O Æ 1 atom CO
1 lusin atom C + 1 lusin atom O Æ 1 lusin molekul CO
1 mol atom C + 1 mol atom O Æ 1 mol molekul CO
Satu Mol adalah banyaknya zat yang mengandung jumlah partikel yang sama
dengan jumlah atom yang terdapat dalam 12 gram C-12 Æ yaitu mengandung
sejumlah N (=bilangan Avogadro = 6,6023 x 1023 butir) atom

N = Bilangan Avogadro = 6,023 x 1023


1 mol = 6,023 x 1023 butir (atom, molekul, ion)
Massa satu mol atom suatu unsur adalah sama dengan sejumlah
nomor massa unsur tsb. dalam gram

Contoh 1: Massa Atom Ca = 40,1


1 mol Ca mengandung 6,02 x 1023 atom Ca
Massa 1 mol Ca = 40,1 g
Contoh 2:1 mol CO2 mengandung 6,02 x 1023 molekul CO2
Massa 1 mol CO2 = massa 1 mol C + massa 2 mol O = 12 + 32 = 44 g
Contoh 3: Berapa perbandingan jumlah atom Karbon dan atom Khlor dalam
molekul C2Cl6 (pelarut bahan eksplosif)
= 2 atom C : 6 atom Cl = 1 : 3
Molekul C2Cl6 membutuhkan atom Karbon dan atom Khlor dengan
perbandingan mol C : Cl = 1 ; 3
Contoh 4: Berapa mol karbon di dalam 2,65 mol C2Cl6 ?
1 mol C2Cl6 æ 2 mol C
2,65 mol C2Cl6 æ 2 x 2,65 mol C = 5,30 mol C

Contoh 5: Berapa mol Karbon dibutuhkan untuk bereaksi dengan


4,87 mol Khlor menghasilkan C2Cl6?
Molekul C2Cl6 membutuhkan atom Karbon dan atom Khlor
dengan
perbandingan mol C : Cl = 1 ; 3
4,87 mol Cl membutuhkan C = 1/3 x 4,87 = 1,62 mol C

Contoh 6: Berapa gram Ca yang ada dalam 2,55 mol Ca, massa atom
Ca = 40,1?
1 mol Ca = 40,1 g Ca
2,55 mol Ca = 2,55 x 40,1 g = 102,55 g

Contoh 7: Berapa gram Ca diperlukan untuk bereaksi dengan 41,5


gram Cl menghasilkan CaCl2?
1 mol Ca æ 2 mol Cl
1 mol Cl = 35,5 g Cl
1 mol Ca = 40,1 g Ca
41,5 g Cl = 41,5/36,5 g Cl = 1,17 mol Cl
1,17 mol Cl membutuhkan Ca = ½ x 1,17 = 0,585 mol Ca
= 0,585 x 40,1 = 23,5 g
Contoh 8: Berapa komposisi molekul CHCl3 (dalam persen).
Komposisi (dalam persen) adalah perbandingan komposisi unsur-unsur
penyusun suatu molekul dalam persen massa.
Massa molekul CHCl3 = (1 X 12,01) + (1 X 1,008) + (3 X 35,45) = 119,37 g
% C = 12,01/119,37 x 100% = 10,06%
% H = 1,008/119,37 x 100% = 0,844%
% Cl = (3 x 35,45)/119,37 x 100% = 89,09%
Contoh 9: Suatu sampel gas coklat yang merupakan polutan udara mengandung
2,34 g Nitrogen dan 5,34 g Oksigen. Tuliskan Rumus Empirisnya. Bila
diketahui massa Atom Nitrogen adalah 14 dan Oksigen 16.
2,34 g N = 2,34/14 = 0,167 mol
5,34 g O = 5,34/16 = 0,334 mol
Perbandingan N : O = 0,167 : 0,334 = 1 : 2 Æ Rumus Empiris = (NO2)
Contoh 10: Suatu senyawa mempunyai Rumus Empiris NO2 dan massa
molekulnya = 92. Tuliskan Rumus Molekulnya.
Massa molekul (empiris) NO2 = 14 + (2 x 16) = 46.
Massa Molekul senyawa = 92 Æ
Berarti Senyawa tsb. = (92/46) x NO2 = N2O4
REAKSI KIMIA* * * * * * * *
1. Reaksi tanpa perubahan bilangan oksidasi
2. Reaksi di mana terjadi perubahan bilangan oksidasi Æ Reaksi Redoks
PERSAMAAN REAKSI
Persamaan yang digunakan untuk menggambarkan perubahan yang terjadi
dalam suatu reaksi kimia.
Zn + Z Æ Zn S
Kiri anak panah Æ zat yang berubah/reaktan/pereaksi
Kanan anak panah Æ hasil perubahan/produk/hasil reaksi
Anak panah Æ arah perubahan
BILANGAN OKSIDASI (Biloks)
a. Bilangan oksidasi setiap atom dalam unsur bebas sama dengan nol.
Æ Hidrogen dalam H2 dan sulfur dalam S Æ bilangan oksidasi = 0
b. Bilangan oksidasi unsur GOL IA = +1, Gol IIA = +2, Gol VII A = -1, Gol. VIA
= -2
c. Bilangan oksidasi Hidrogen dalam senyawa +1, kecuali dalam Hidrida:
NaH, CaH = -1
d. Bilangan oksidasi Oksgen dalam senyawa -2, kecuali dalam peroksida = -
1, dan OF2 = +2
e. Untuk senyawa netral, jumlah semua bilangan oksidasi unsur penyusunnya
=0
f. Untuk suatu ion, jumlah bilangan oksidasinya adalah sama dengan
muatannya.
Contoh 11: Perhitungan Biloks:
Hitunglah biloks Zn dalam logam Zn dan dalam ZnS
Zn dalam logam Zn = 0
Biloks S = -2, maka Zn dalam ZnS = +2
Hitunglah bilangan oksidasi Mn dalam MnO2
Mn dalam MnO2: Biloks oksigen = - 2, jadi Mn = 2 x (+2) = +4
Hitunglah bilangan oksidasi Mn dalam KMnO4
Mn dalam KMnO4: Biloks K = +1, maka biloks ion MnO4- = -1,
Total biloks O dalam MnO4- = 4 x (-2) = -8,
Maka biloks Mn dalam KMnO4 = -8 – (-1) = +7
Hitunglah biloks Cr dalam KCrO4
Cr dalam KCrO4: Biloks K = +1, maka biloks ion CrO4- = -1,
Total biloks O dalam CrO4- = 4 x (-2) = -8,
Maka biloks Cr dalam KCrO4 = -8 – (-1) = +7
Hitunglah biloks Cr dalam K2Cr2O7
Cr dalam K2Cr2O7: Biloks K = +1, maka biloks ion Cr2O7= = -2,
Total biloks O dalam Cr2O7= = 7 x (-2) = -14,
Maka biloks Cr dalam K2Cr2O7 = -14 – (-2) = +12 dibagi 2, biloks Cr =
+6
Menyetarakan persamaan reaksi kimia dimana Biloks tetap

1. Tuliskan persamaan reaksi dengan rumus kimia pada reaktan dan


produk yang benar.
2. Seimbangkan koefisien reaksi dengan patokan jumlah atom di kiri dan di
kanan anak panah harus sama tanpa merubah rumus kimianya.

Contoh 12: Tuliskan persamaan reaksi antara Natrium Karbonat dengan asam
Khlorida menghasilkan Natrium Khlorida dan Karbon Dioksida.

Tahap 1: Tuliskan persamaan reaksi dengan rumus kimia yang benar.


Na2CO3 + HCl Æ NaCl + H 2O + CO2
Tahap 2: Setimbangkan koefisien reaksi yang mempunyai harga terkecil & bulat
Na2CO3 + HCl Æ 2 NaCl + H2O + CO2
Na2CO3 + 2 HCl Æ 2 NaCl + H 2O + CO2
Contoh 13: Setimbangkan reaksi pembakaran oktana C8H18
C8H18 + O2 Æ CO2 + H2O
C8H18 + O2 Æ 8 CO2 + 9 H2O
2 C8H18 + 25 O2 Æ 16 CO2 + 18 H2O
PERHITUNGAN BERDASARKAN PERSAMAAN REAKSI KIMIA

Apabila diketahui reaksi pembakaran etanol mempunyai persamaan


reaksi:
C2H5OH + 3 O2 Æ 2 CO2 + 3 H2O
Secara molekuler berarti,
1 mol C2H5OH + 3 mol O2 Æ 2 mol CO2 + 3 mol H2O

Koefisien reaksi menunjukkan jumlah mol dari reaktan dan


produk
Berarti,
1 mol C2H5OH æ 3 mol O2 æ 2 mol CO2 æ 3 mol H2O
Contoh 18:
Etil alkohol dibuat secara besar-besaran melalui fermentasi gula,
reaksi:
C6H12O6 Æ 2 C2H5OH + 2 CO2
Berapa mol C2H5OH dihasilkan dari 1,4 mol gula?
1 mol C6H12O6 æ 2 mol C2H5OH æ 2 mol CO2
1,4 mol C6H12O6 menghasilkan C2H5OH = (2/1) x 1,4 = 2,8 mol
PEREAKSI PEMBATAS (LIMITING REACTAN)
Bila 5 mol H2 dan 1 mol O2 direaksikan, dengan reaksi,
2 H2 + O2 Æ 2 H2O
Dari persamaan diatas didapat: 2 mol H2 æ 1 mol O2 æ 2 mol H2O.
Ternyata untuk mereaksikan 1 mol O2 dibutuhkan hanya 2 mol H2,
setelah O2 habis, H2 yang tersisa tidak akan bereaksi lagi Æ
Jumlah produk ditentukan oleh pereaksi yang habis pertama kali Æ

PEREAKSI PEMBATAS (LIMITING REACTAN) Æ H2


Contoh 19: Permukaan terbuka Aluminium bereaksi dengan O2 membentuk
lapisan oksida dengan reaksi
4 Al + 3 O2 Æ 2 Al2O3
- Berapa gram O2 dibutuhkan untuk bereaksi dengan 0,3 mol Al?
- Berapa Al2O3 yang dihasilkan bila yang direaksikan 12,5 g O2?
- Dari reaksi didapat: 4 mol Al æ 3 mol O2 æ 2 mol Al2O3
O2 yang dibutuhkan utk bereaksi dengan 0,3 mol Al:
= ¾ x 0,3 = 0,225 mol = 0,225 x 32 g = 7,2 g O2
- 12,5/32 mol O2 æ 2/3 x 12,5/32 mol x 102 g = 26,6 g Al2O3
Contoh 20: Zn direaksikan dengan sulfur dengan reaksi:
Zn + S Æ ZnS
- Berapa g ZnS yang terjadi bila 12 g Zn direaksikan dengan 6,50 g S.
- Mana Pereaksi Pembatas, dan berapa gram pereaksi yang sisa?
Dari reaksi didapat: 1 mol Zn æ 1 mol S æ 1 mol ZnS
12 g Zn = 12/65,4 = 0,183 mol Zn
6,50 g S = 6,5/32,1 = 0,202 mol S
0,183 mol Zn æ 0,183 mol S æ 1,83 mol ZnS
ZnS yang terjadi = 0,183 x 97,5 = 17,8 g
Pereaksi Pembatas : Zn, Pereaksi yang sisa : Sulfur
Sisa Sulfur: 0,202 – 0,183 = 0,019 mol = 0,19 x 32,1 = 0,61 g

Contoh 21: Pembakaran etilena C2H4 menghasilkan CO2 dan H2O, reaksi:
C2H4 + 3 O2 Æ 2 CO2 + 2 H2O
Berapa gram CO2 yang dihasilkan bila 1,93 g C2H4 dan 5,92 g O2 dibakar?
Dari reaksi diatas didapat 1 mol C2H4 æ 3 mol O2 æ 2 mol CO2
1,93 g C2H4 = 1,93/28 = 0,0689 mol C2H4
5,92 g O2 = 5,02/32 = 0,185 mol O2
0,0689 mol C2H4 membutuhkan 3 x 0,0689 mol = 0,207 mol O2
Tersedia hanya 0,185 mol O2, berarti O2 adalah Pereaksi Pembatas.
Jadi CO2 yang terbentuk: 2/3 x 0,185 x 44 = 5,43 g CO2
HASIL TEORITIS:

Hasil maksimum yang mungkin terjadi bila hanya terjadi


reaksi tunggal (perhitungan secara teoritis.
Hasil Nyata
PERSEN HASIL = --------------------------
Hasil Teoritis

Contoh 22:
Sama dengan soal 2.20 di atas, ternyata dari eksperimen
didapatkan hasil nyata yang terjadi = 3,48 g CO2
.Sedangkan secara teoritis di dapatkan terjadi 5,43 g
CO2
Jadi persen hasil: 3,48/5,43 x 100% = 64,1%
Latihan soal-soal
1. Berapa mol Si yang ada dalam 65,3 g Si? Berat Atom Si = 28,1
2. Berapa mol S yang ada dalam 4,5 mol Pyrite FeS2
3. Berapa gram S yang dibutuhkan untuk bereaksi dengan 0,50 mol Fe untuk
membuat kristal FeS2 ? Berat atom Fe = 56,6 dan S = 32,1
4. Tuliskan rumus empiris dari senyawa yang terjadi dari 43,7% fosfor dan 56,3%
oksigen (persen berat), bila berat atom fosfor = 31 dan oksigen = 16
5. Setarakan reaksi redoks dalam suasana asam
KMnO4 (aq) + H2C2O4 + H2SO4 Æ K2SO4(aq) + MnSO4(aq) + CO2(g) +
H2O
6. Setarakan reaksi redoks dalam suasana basa
Cr2O3(s) + KCLO3(aq) + KOH (aq) Æ K2CrO4(aq) + KCl (aq) + H2O(g)
7. Berapa gram oksigen dibutuhkan untuk membakar 1,80 mol C2H5OH
menghasilkan CO2 dan H2O
C2H5OH + O2 Æ CO2 + H2O
ASPEK KWANTITATIF REAKSI KIMIA DALAM LARUTAN AIR.
KONSENTRASI
Perbandingan jumlah zat terlarut relatif terhadap pelarut.
BEBERAPA JENIS KONSENTRASI
- Persen (persen massa, persen volume)
- ppm (part per million)
- M (Molarita)
- N (Normalita)
- m (Molalita)
- x (Fraksi mol)
PERSEN
Bagian zat terlarut per 100 bagian larutan.
Persen Massa kalau yang dibandingkan massanya
Persen Volume kalau yang dibandingkan volumenya.
Contoh 23: Bagaimana cara membuat larutan NaCl 5,0% dalam
air. Diketahui density air = 100 g/ml
5,0% NaCl dalam air, berarti 5,00 g NaCl di dalam 100 g
larutan.
Maka larutan NaCl 5,00% dibuat dengan melarutkan 5,00
g NaCl dalam (100 – 5) = 95 g air.
ppm (PART PER MILLION)

Bagian zat terlarut per 106 bagian larutan.


dapat berupa ppm berat maupun ppm volume
Contoh 24:
Udara yang kena polusi SO2 karena pembakaran bensin
mengandung sulfur tinggi. S ini dideteksi dengan mengalirkan
udara tsb melalui KMnO4, dimana SO2 dioksidasi menjadi SO4=.
Pada analisa ini, ternyata 500 liter udara (density 1,2g/l) dilewatkan
KMnO4, dan ternyata sejumlah 1,50 x 10-5 mol KMnO4 tereduksi
menjadi Mn+2. Hitung konsentrasi SO2 dalam ppm.
MnO4- + SO2 Æ 2 Mn+2 + 5 SO4=
2 MnO4- + 5 SO2 + 2 H2O Æ 2 Mn+2 + 5 SO4= + 4 H+
SO2 yang dibutuhkan untuk mereduksi 1,50 x 10-5 mol MnO4:
5/2 x 1,50 x 10-5 = 3,75 x 10-5 mol SO2
Berat SO2 diudara: 3,75 x 10-5 x 64,1g = 2,40 x 10 -3 g SO2
Dalam 500 liter udara terdapat 2,40 x 10 -3 g SO2
Berat contoh udara = 500 x 1,20 = 600 g udara
Konsentrasi SO2 diudara = (2,40 x 10 -3 g SO2 )/600 = 4,00 ppm
M (MOLARITA)
Menunjukkan jumlah mol zat terlarut dalam 1 liter larutan
Larutan NaOH 1,25 M berarti 1,25 mol NaOH dalam 1 liter larutan NaOH
Larutan CuSO4 0,1 M berarti 0,1 mol CuSO4 dalam 1 liter larutan CuSO4
Larutan H2SO4 18 M berarti 18 mol H2SO4 dalam 1 liter larutan H2SO4
Contoh 25:
Berapa gram NaOH diperlukan untuk membuat 350 ml larutan NaOH 1,25 M?
NaOH dibutuhkan = 350/1000 x 1,25 = 0,438 mol = 0,438 x 40 = 17,5 g.
Contoh 26: Berapa ml larutan CuSO4 0,1 M yang mengandung 4,25 g CuSO4
4,25 g CuSO4 = 4,25/159,6 = 2,66 x 10-2 mol CuSO4
Volume larutan CuSO4 = 2,66 X 10-2 X 1000/0,1 = 266 ml
Contoh 27: Berapa M konsentrasi H2SO4 yang mengandung 96% (%berat)
H2SO4 yang mempunyai density 1,84 gram/l dan berat formula H2SO4
=98,08
Berat 1 liter larutan H2SO4 96% = 1000 x 1,84 = 1840 g.
Berat H2SO4 dalam Larutan H2SO4 96% = (96/100) x 1840 = 1770 g
Mol H2SO4 = 1770/98,08 = 18,0 mol
Jadi konsentrasi H2SO4 96% = 18 M
Contoh 28: Berapa ml NaCl 2 M yang dibutuhkan untuk bereaksi dengan
5,37 gram AgNO3 menjadi AgCl?
NaCl + AgNO3 Æ AgCl + NaNO3
1 mol NaCl æ 1 mol AgNO3 æ 1 mol AgCl æ 1 mol NaNO3
5,37 gram AgNO3 membutuhkan NaCl = 5,37/170 x 1/1 = 0,0316 mol
Sehingga NaCl 2M yang dibutuhkan = 0,0316/2 x 1000 = 15,8 ml.

Contoh 29: Berapa gram Mg(OH)2 (susu magnesia) yang diperlukan untuk
menetralkan 50 ml HCl 0,095 M?
Mg(OH)2 + HCl Æ MgCl2 + H 2O
Mg(OH)2 + 2 HCl Æ MgCl2 + 2 H2O
Di dlm 50 ml HCl 0,095 M terdapat HCl = 50/1000 x 0,095 = 0,0475 mol
0,0475 mol HCl membutuhkan Mg(OH)2 = ½ x 0,0475 = 0,0238 mol
= 0,0238 x 58,3 = 0,139 gram
Contoh 30: Berapa ml Cr2(SO4)3 0,25 M yang dibutuhkan untuk bereaksi
dengan 300 ml BaCl2 0,400M?
Cr2(SO4)3 + 3 BaCl2 Æ 2 CrCl 3 + 3 BaSO4
300 ml BaCl2 0,4M mengandung BaCl2 = 300/1000 x 0,4 = 0,120 mol
Cr2(SO4)3 yang dibutuhkan = 1/3 x 0,12 mol 0,040 mol
= 0,040/0,250 x 1000 = 160 ml.
REAKSI REDOKS:

Reaksi yang disertai dengan perpindahan elektron dari satu molekul/ ion/atom reaktan
ke molekul/ion/atom produk.
Dalam Reaksi redoks selalu terjadi dua reaksi bersama-sama:
- Reaksi OKSIDASI: peristiwa berkurangnya elektron atau bertambahnya bilangan
oksidasi (muatan listrik positif) suatu zat/ion.
Sn+2 Æ Sn+4
- Reaksi REDUKSI: peristiwa penerimaan elektron atau berkurangnya bilangan
oksidasi suatu zat/ion.
2 Hg+2 + 2 Cl- Æ Hg2Cl2
- Reaksi REDOKS: gabungan dua reaksi diatas:
Sn+2 + 2 Hg+2 + 2 Cl- Æ Sn+4 + Hg2Cl2

DALAM REAKSI REDOKS SELALU:


a. Jumlah elektron yang diterima = jumlah elektron yang dilepaskan
b. Jumlah ekivalen oksidator yang digunakan = jumlah ekivalen reduktor
c. Berat satu ekivalen oksidator = berat satu mol oksidator dibagi dengan jumlah
elektron yang diterima
d. Berat satu ekivalen reduktor = berat satu mol dibagi dengan jumlah elektron yang
dilepaskan.
MENYETARAKAN REAKSI REDOKS DGN METODA BIL.OKS.

a. Tuliskan persamaan reaksi dengan rumus kimia yang benar.


b. Hitunglah bilangan oksidasi dari tiap=tiap unsur yang ada.
c. Periksalah satu persatu mana yang mengalami perubahan bilangan oksidasi
dan hitunglah perubahannya dan masukkan koefisien reaksi sementara
d. Setarakan perubahan bilangan oksidasi, dalam arti:
Æ elektron yang diberikan = elektron yang diterima
e. Setarakan unsur-unsur lain.
f. Bila diperlukan tambahkan H2O disebelah kiri dan/atau kanan anak panah.
Untuk menyetarakan tambahkan ion H+ (suasana asam) atau ion OH-
(suasana basa) pada sisi berlawanan.
Contoh 14: Setarakan reaksi redoks dalam suasana asam dibawah ini memakai
metoda bilangan oksidasi.
Cl- (aq) + MnO2 (s) Æ Cl2 (g) + Mn+2 (aq)
-1 +4 0 +2

oksidasi: 1 x 2
reduksi: -2 x 1

Reaksi setara:
2 Cl- (aq) + MnO2 (s) + 4 H+ Æ Cl2 (g) + Mn+2 (aq) + 2 H2O
MENYETARAKAN REAKSI REDOKS DGN METODA BIL.OKS.

Contoh 15: Setarakan reaksi redoks dalam suasana asam dibawah ini
memakai metoda bilangan oksidasi.

H Cl + K2 Cr2 O7 Æ K Cl + Cr Cl3 + Cl2 + H2 O


+1 –1 +1 +6 -2 +1 -1 +3 -1 0 +1 -2

2 H Cl + K2 Cr2 O7 Æ K Cl + 2 Cr Cl3 + Cl2 + H2 O


+1 –1 +1 +6 -2 +1 -1 +3 -1 0 +1 -2

(hilang 2 e-) x 3 = 6e-

dapat 6e-

2x3 H Cl + K2 Cr2 O7 Æ K Cl + 2 Cr Cl3 + 1x3 Cl2 + H2 O


+1 –1 +1 +6 -2 +1 -1 +3 -1 0 +1 -2

6 H Cl + K2 Cr2 O7 Æ K Cl + 2 Cr Cl3 + 3 Cl2 + H2 O


Seimbangkan lainnya:
14 H Cl + K2 Cr2 O7 Æ 2 K Cl + 2 Cr Cl3 + 3 Cl2 + 7 H2 O
MENYETARAKAN REAKSI REDOKS DGN METODA ION ELEKTRON
a. Tuliskan persamaan reaksi dengan rumus kimia yang benar.
b. Bagi reaksi menjadi dua, masing2 setengah reaksi yaitu setengah reaksi
reduksi dan setengah reaksi oksidasi.
c. Setiap setengah reaksi disetarakan.
d. Samakan jumlah atom-atom selain atom H dan O diruas kiri dan kanan anak
panah dengan membubuhkan koefisien.
e. Samakan jumlah atom H dan O di ruas kiri dan kanan anak panah dengan:
Untuk reaksi dalam suasana asam:
9 pada ruas yang kekurangan oksigen ditambahkan H2O
9 pada ruas yang kekurangan hidrogen ditambah ion H+
Untuk reaksi dalam suasana basa:
9 pada ruas yang kekurangan 1 oksigen ditambahkan 2 OH-
9 pada ruas yang kekurangan hidrogen ditambahkan H2O
f. Samakan muatan masing-masing setengah reaksi pada ruas kanan dan ruas
kiri dengan jalan menambahkan elektron pada ruas yang kekurangan muatan
negatif.
g. Samakan jumlah elektron pada kedua setengah reaksi
Æ elektron yang dilepas = elektron yang diterima
h. Jumlahkan kedua setengah reaksi tersebut.
i. Hasil-hasil yang sama diruas kanan dan ruas kiri dapat dihapuskan.
Contoh 16: Selesaikan reaksi redoks dalam suasana asam dibawah
ini menggunakan metoda ion elektron.
Cr2O7-2 (aq) + Fe+2 (aq) Æ Cr+3 + Fe+3

Setengah Reaksi Oksidasi

Fe+2 (aq) Æ Fe+3 + 1 e-

Setengah Reaksi Reduksi

Cr2O7-2 (aq) + 14 H+ + 6 e- Æ 2 Cr+3 + 7 H2O

Jumlah elektron yang diberikan dan diterima disamakan


6 Fe+2 (aq) Æ 6 Fe+3 + 6 e-
Cr2O7-2 (aq) + 14 H+ + 6 e- Æ 2 Cr+3 + 7 H2O
_________________________________________________________________________

6 Fe+2 (aq) + Cr2O7-2 (aq) + 14 H+ Æ 6 Fe+3 + 2 Cr+3 + 7


H 2O
Contoh 17: Selesaikan reaksi redoks dalam suasana basa dibawah ini
menggunakan metoda ion elektron.
-2 -
Sn(OH)4 + MnO4 Æ Sn(OH)6-2 + MnO2
Setengah reaksi oksidasi:
-2 -
Sn(OH) + 2 OH Æ Sn(OH)6-2 + 2e-
4
Setengah reaksi reduksi:
- -
MnO4- + 2 H2O + 3e Æ MnO2 + 4 OH
Jumlah elektron disamakan
-2 -
3 Sn(OH) + 6 OH Æ 3 Sn(OH)6-2 + 6e-
4
-
2 MnO4- + 4 H2O + 6e Æ 2 MnO2 + 8 OH
_____________________________________________________________________________________

-2 -
3 Sn(OH) + 2 MnO4- + 4 H2O Æ 3 Sn(OH)6-2 + 2 MnO2 + 2 OH
4
Setarakan reaksi redoks antara Fe(CN)6-3 dengan MnO4- dalam larutan
asam menghasilkan CO2, Fe+3, NO3- dan Mn+2
Reaksi oksidasi:
Fe(CN)6-3 + 30 H2O Æ Fe+3 + 6 NO3- + 6 CO2 + 60 H+ + 60 e-
+3 +4 -5 +1 +2 +3 +5 –2 +4 –2 +1

Reaksi reduksi:
MnO4- + 5 e- + 8 H+ Æ Mn+2 + 4 H2O
+7 +2

Fe(CN)6-3 + 30 H2O Æ Fe+3 + 6 NO3- + 6 CO2 + 60 H+ + 60


e-
12 MnO4- + 60 e- + 96 H+ Æ 12 Mn+2 + 48 H2O
_________________________________________________________________________________________
__

Fe(CN)6-3 + 12 MnO4- + 36 H+ Æ Fe+3 + 6 NO3- + 6 CO2 + 12 Mn+2


+18H2O
-3 -12 +36 +3 -6 +24
NORMALITA (N)
Jumlah ekivalen zat terlarut dalam 1 liter larutan
REAKSI ASAM BASA
1 EKIVALEN ASAM adalah sejumlah asam yang dapat menghasilkan 1
mol H3O+ (H+)
H2SO4 + 2 NaOH Æ Na2SO4 + H2O

1 mol H2SO4 menghasilkan 2 mol H+


Æ 1 mol H2SO4 sama dengan 2 ekivalen H2SO4
1 EKIVALEN BASA adalah sejumlah basa yang dapat menghasilkan 1
mol OH- atau dapat menetralkan 1 mol H+
1 mol NaOH menghasilkan 1 mol OH-
Æ 1 mol NaOH sama dengan 1 ekivalen NaOH

JUMLAH EKIVALEN = (BANYAKNYA MOL x n) EKIV


n = jumlah H+ (asam) atau OH- (basa) yang dihasilkan oleh suatu molekul asam/basa
Contoh 31: Berapa ekivalen yang ada dalam 0,400 mol H3PO4 bila
asama ini ternetralisasisecara sempurna menjadi PO4-3.
Dan berapa ekivalennya bila dikonversikan menjadi H PO4-2 ?
H3PO4 Æ 3H+ + PO4-3 Æ n=3
Jumlah ekivalen = banyaknya mol x n = 0,4 x 3 = 1,2 ekiv
H3PO4 Æ 2H+ + HPO4-2 Æ n=2
Jumlah ekivalen = banyaknya mol x n = 0,4 x 2 = 0,8 ekiv
Dalam perhitungan stoikiometri, massa/berat 1 ekivalen suatu
senyawa digunakan istilah MASSA EKIVALEN = BE

Massa Molekul
MASSA EKIVALEN (BE) = ------------------------
n
Massa Contoh
JUMLAH EKIVALEN = EKIV = ------------------------
BE
SATU EKIVALEN ASAM MENETRALKAN SATU EKIVALEN BASA
Contoh 32:
Satu mol HCl menghasilkan 1 mol H+
Æ 1 mol HCl = 1 ekiv HCl
Æ Massa Ekivalen (BE) HCl = berat 1 mol HCl / n = 36,5/1 = 36,5 g
Satu mol H2SO4 menghasilkan 2 mol H+
Æ 1 mol H2SO4 = 2 x 1 = 2 ekiv H2SO4
Æ Massa Ekivalen (BE) H2SO4 = berat 1 mol H2SO4 / n = 98/2 = 49 g
Satu mol Ca(OH)2 menghasilkan 2 mol (OH)-
Æ 1 mol Ca(OH)2 = 2 x 1 = 2 ekiv Ca(OH)2
Æ Massa Ekivalen (BE) Ca(OH)2 = berat 1 mol Ca(OH)2 /n = 74,8/2 =
7,04 g
Berapa jumlah ekivalen 18,52 g Ca(OH)2 ?
Æ 18,52 g = 18,52/37,04 = 0,5 ekiv
Contoh 33: Berapa gram H3PO4 dapat dinetralkan sempurna menjadi PO4-3
dengan 20 g NaOH?
1 ekiv NaOH = 1 ekiv H3PO4
Massa Ekivalen NaOH = 40/1 = 40 g
Massa ekivalen H3PO4 = 98/3 = 32,7 g
40 g NaOH æ 32,7 g H3PO4
Berarti : 20 g NaOH æ H3PO4 = 20/40 X 32,7 = 16,4 G
Æ 20 g NaOH menetralkan 16,4 g H3PO4
REAKSI REDOKS
1 EKIVALEN OKSIDATOR (zat pengoksidasi) adalah sejumlah
zat tsb yang dapat menerima satu mol elektron (6,02 x 1023
e-)
1 EKIVALEN REDUKTOR (zat pereduksi) adalah sejumlah zat
tsb yang dapat melepaskan/memberikan satu mol elektron
(6,02 x 1023 e-)

JUMLAH EKIVALEN = (BANYAKNYA MOL x n) EKIV

Berat I mol
MASSA EKIVALEN (BE) = ------------------------
n
Massa Contoh
JUMLAH EKIVALEN = EKIV = ------------------------
BE

SATU EKIV OKSIDATOR MENETRALKAN SATU EKIV REDUKTOR


Contoh 34: Kalsium Jodat Ca (IO3)2 dikonversikan menjadi ion I- , reaksi,
Ca (IO3)2 Æ I-
+5 -1
Disini setiap atom iodium menerima 6 elektron.
Di dalam satu molekul Ca (IO3)2 mengandung 2 atom Iodium sehingga dj
dalam reaksi reduksi ini menerima 2 x 6 = 12e-
Jadi pada reaksi ini harga n = 12, yang berarti setiap 1 mol Ca (IO3)2
menerima 12 elektron.
Æ 1 mol Ca (IO3)2 æ ekiv Ca (IO3)2
Jumlah ekiv Ca (IO3)2 = banyaknya mol Ca (IO3)2 x 12 ekiv
BE Ca (IO3)2 = Berat 1 mol Ca (IO3)2 / 12

Contoh 35: FeSO4 bereaksi dengan KMnO4 dalam suasana asam asam sulfat
menghasilkan Fe2(SO4)3 dan MnSO4. Berapa g FeSO4 yang bereaksi dengan
3,71 g KMnO4.
1 mol FeSO4 melepaskan 1 mol elektron : Fe+2 Æ Fe+3
1 mol KMnO4 menerima 5 mol elektron : Mn+7 Æ Mn+2
BE FeSO4 = Massa 1 mol FeSO4 / 1 = 152/1 = 152 g
BE KMnO4 = Massa 1 mol KMnO4 / 5 = 158 / 5 = 31,6 g
1 ekiv FeSO4 akan bereaksi 1 ekiv FeSO4,
Æ 152 g FeSO4 akan bereaksi dengan 31,6 g KMnO4
Æ 3,71 g KMnO4 membutuhkan FeSO4 = (3,71/ 31,6) x 152 = 17,8 g
HUBUNGAN NORMALITA DAN MOLARITA
Suatu larutan A dengan konsentrasi 1,00 N, berarti sejumlah 1 EKIV zat
terlarut A dilarutkan sehingga volume larutan seluruhnya 1 liter.

aM = n xaN
Dimana : M = Molarita, N = Normalita
n = bilangan yang menunjukkan:
- jumlah H+ /OH- yang dihasilkan dalam reaksi asam basa
- jumlah elektron yang diserahkan/diterima dalam reaksi redoks

Contoh 36: Berapa ml K2Cr2O7 0,15 N yang dibutuhkan untuk bereaksi


dengan 75 ml H2C2O4 0,4 N?
Dalam 75 ml 0,4 N H2C2O4 mengandung = 75/1000 x 0,4 = 0,03 ekiv H2C2O4
1 ekiv H2C2O4 membutuhkan 1 ekiv K2Cr2O7
Æ 0,03 ekiv H2C2O4 membutuhkan 0,03 ekiv K2Cr2O7
Volume K2Cr2O7 yang dibutuhkan = 0,03 / 0,15 x 1000 = 200 ml

JUMLAH EKIV = VOLUME x NORMALITA

VA x NA = VB X NB
Jumlah Ekiv A = Jumlah Ekiv B
Khusus Normalita, Hubungan ini dapat langsung dipakai tanpa melihat koefisien reaksi
BEBERAPA PENGGUNAAN REAKSI KIMIA
1. ANALISA GRAVIMETRI
Dalam analisa ini zat yang tidak diketahui direaksikan dengan zat
tertentu yang dapat membentuk garam yang tidak larut. Endapan yang
terjadi disaring, dikeringkan dan ditimbang. Setelah itu dari berat
endapan yang didapat, dilakukan perhitungan untuk mendapatkan
berat zat yang dicari.
Contoh 37: Sejumlah 0,2 g suatu campuran NaCl dan BaCl2 dilarutkan
dalam air, dan diberi asam sulfat secukupnya sehingga terjadi
endapan. Endapan disaring, dikeringkan dan ditimbang. Berat endapan
tersebut 0,0643 g. Berapa komposisi campuran?
BaCl2 + H2SO4 Æ BaSO4 + 2 HCl
Yang mengendap disini adalah BaSO4
Berat Molekul BaSO4 = 233,4 dan BaCl2 = 208,4
0,0643 g BaSO4 = 0,0643 /233,4 = 2,75 X 104 mol
BaCl2 yang bereaksi = 2,75 x 104 x 208,4 = 0,0573 g
Larutan contoh mengandung BaCl2 dan NaCl dengan komposisi:
BaCl2 = 0,0573 / 0,2 x 100% = 28,7%
NaCl = 0,2 - 0,0573 = 0,1427 g = 0,1427 / 0,2 x 100% = 71,3%
2. ANALISA VOLUMETRI
Dalam analisa ini zat yang tidak diketahui direaksikan dengan zat
tertentu secara berangsur-angsur sehingga seluruhnya bereaksi.
Titik akhir reaksi diketahui dari perubahan indikator atau zat yang
bereaksi. (TITRASI)
Contoh 38: Reaksi Asam Basa:
Sejumlah 0,500 g suatu contoh zat murni yang mungkin KOH atau
NaOH. Untuk mengetahui apakah sebenarnya zat tersebut,
contoh dianalisa dengan mentitrasinya dengan larutan HCl 0,1 N.
Ternyata dibutuhkan 89,1 ml HCl. KOH atau NaOH kah contoh
tersebut?
Rumus : VA x NA = VB x VB
Atau: Jumlah ekivalen asam = jumlah ekivalen basa
Jumlah ekivalen asam = 89,1 x 0,0100 = 8,910
Bila basa tsb. NaOH, maka beratnya = 40 x 8,910 = 0,356 g
Bila basa tsb. KOH, maka beratnya = 56,1 x 8,910 = 0,500 g
Æ KOH
PENGENCERAN
Umumnya dalam laboratorium dipakai larutan yang encer, pengenceran dilakukan
dengan menambahkan pelarut.

JUMLAH MOL SEBELUM DAN SESUDAH PENGENCERAN TETAP

MA x VA = MA x VB
dimana M = Molarita dan V = Volume

Contoh 39: Berapa ml air yang harus ditambahkan ke dalam 25 ml KOH 0,5 M agar
menjadi larutan KOH 0,35 M?
MA x VA = MA x VB
0,5 x 25 = 0,35 x VB
VB = 35,7 ml
Contoh 40: Berapa ml H2SO4 pekat (18M) dibutuhkan untuk membuat 750 ml H2SO4
3M?
MA x VA = MA x VB
18 X VA = 3 X 750
VA = 125 ml
Latihan soal-soal
1. Dalam reaksi antara metana CH4 dan Khlor Cl2 terjadi 4 produk,
CH3Cl, CH2Cl2, CHCl3 dan CCl4. Bila 20,8 g CH4 direaksikan maka
akan menghasilkan 50 g CH3Cl, 25,5 g CH2Cl2 dan 59,0 g CHCl3 .
Semua CH4 habis bereaksi. Berapa gram CCl4 yang terjadi?
2. Berapa gram Na2CO3 dibutuhkan untuk membuat larutan 300 ml
Na2CO3 0,20 M
3. Berapa konsentrasi dalam Molar dan Normalita dan bila 1,20 mol NaCl
dilarutkan dalam 2 liter larutan
4. 1,00 g sampel bijih besi yang mengandung Fe2O3 dilarutkan dalam
asam dan semua besi diubah menjadi Fe+3. Larutan ini dititrasi dengan
90,4 cm3 KMnO4 0,02 M menghasilkan Mn+2 dan Fe+2 . Berapa %
Fe2O3 dalam bijih besi tsb.?
Massa Atom C = 12 H=1 Cl = 35,5 Na = 22,9
Fe = 55,8 K = 39 Mn = 54,9 O = 16
5. Berapa joule dibutuhkan untuk menaikkan suhu suatu lembaran
besi dengan massa 7,05 g dari suhu 25oC menjadi 100oC, bila
diketahui kalor jenis besi = 0,452 joule g-1 oC-1 dalam joule.
6. Suatu uang logam tembaga mempunyai massa 3,14 g.
Kerapatan (density) tembaga = 8,96 g cm-3. Berapa volume
uang logam itu?
7. Berapa gram AgNO3 dibutuhkan untuk membuat 500 cm3
larutan AgNO3 0,3 M?
8. Setarakan reaksi redoks dalam suasana asam dengan metoda
setengah reaksi:
MnO(s) + PbO2(s) + HNO3(aq) Æ H2MnO4(aq) + Pb(NO3)2(aq) + H2O

9. Suatu senyawa organik tersusun 40% karbon, 6,6% hidrogen


dan sisanya oksigen. Jika massa senyawa tsb, 90, bagaimana
rumus molekulnya. Massa Atom: O = 16 C = 12 Ag = 107,9
N = 14
10. Gambarkan
-
konfigurasi elektron dari atom netral 26Fe dan ion 17Cl

11. Setarakan reaksi redoks dalam suasana asam dibawah ini dengan
metoda setengah reaksi
Cr2O7-2 (aq) + H2S (g) Æ Cr+3 (aq) + S (s)
12. Berapa cm3 Cr2(SO4)3 0,250 M dibutuhkan untuk bereaksi dengan
300 cm3 BaCl2 0,4 M dengan reaksi:
Cr2(SO4)3 (aq) + BaCl2 (aq) Æ BaSO4 (s) + CrCl3 (aq)
13. Bila 5,0 g asetilena (C2H2) direaksikan dengan 40,0 g Br2, berapa
massa C2H2Br2 dan C2H2Br4 dihasilkan, bila diasumsikan C2H2
habis bereaksi:
Reaksi: C2H2 + Br2 Æ C2H2Br2
C2H2 + Br2 Æ C2H2Br4
Massa Atom Relatif: Cr = 52 Ba = 137,3 Cl = 35,45
S = 32,07 C = 12 Br = 79,90 H =
1