Dampak APBN Terhadap Perekonomian Indonesia

Cara untuk menggolongkan pos-pos penerimaan dan pengeluaran yang masing-masing menghasilkan tolok ukur yang berbeda mengenai dampak APBN nya. Ada empat tolok ukur dampak APBN, yaitu : - saldo anggaran keseluruhan - konsep nilai bersih, - defisit domestik dan - defisit moneter a. Saldo Anggaran Keseluruhan Konsep ini ingin mengukur besarnya pinjaman bersih pemerintah dan didefinisikan sebagai : G – T = B = Bn + Bb + Bf

Catatan :
G = Seluruh pembelian barang dan jasa (didalam maupun luar negeri), pembayaran transer dan pemberian pinjaman bersih. T B = Seluruh penerimaan, termasuk penerimaan pajak dan bukan pajak = Pinjaman total pemerintah

Bn = Pinjaman pemerintah dari masyarakat di luar sektor perbankan Bb= Pinjaman pemerintah dari sektor perbankan Bf =Pinjaman pemerintah dari luar negeri

APBN dicatat demikian rupa sehingga menjadi anggaran berimbang : G–T–B=0 Sejak APBN 2000 saldo anggaran keseluruhan defisit dibiayai melalui: a. Pembiayaan Luar Negeri Bersih • • Penarikan pinjaman luar negeri (bruto) Pembayaran cicilan pokok utang luar negeri b. sehingga diketahui besarnya sumbangan sektor pemerintah terhadap pembentukan modal masyarakat. c. maka saldo anggaran keseluruhan menjadi : G – T – B = Bb + Bf .Jika Pemerintah tidak mengeluarkan obligasi kepada masyarakat. Pembiayaan Dalam Negeri : • • Perbankan Dalam Negeri Non Perbankan Dalam Negeri b. Konsep ini digunakan untuk mengukur besarnya tabungan yang diciptakan oleh sektor pemerintah. • Bila G dan T dipecah menjadi dua bagian (dalam negeri dan luar negeri) . Konsep Nilai Bersih Yang dimaksud defisit menurut konsep nilai bersih adalah saldo dalam rekening lancar APBN.. Defisit Domestik Saldo anggaran keseluruhan tidak merupakan tolok ukur yang tepat bagi dampak APBN terhadap pereknomian dalam negeri maupun terhadap neraca pembayaran.

. menunjukkan defisit anggaran Dn (Gd – Rd) sama atau ditutup dengan surplus (Rf – Gf) anggaran LN . (3) Gf + Gd = Rf + Rd ………….. (7) Keterangan : G = total pengeluaran. (4) Gd – Rd = Rf – Gf …………. (5) Gd = G – Gf ………….• • • • • G = Gd + Gf T = Td + Tf. G = R ……………. maka persamaan (2) di atas menjadi (Gd – Td) + (Gf – Tf) = + Bf (Gd – Td) = dampak langsung putaran pertama terhadap PDB (Gf – Tf) = dampak langsaung putaran pertama terhadap neraca pembayaran • Sedangkan uraian orientasi domestik dan orientasi domestik dan orientasi luar negeri dengan persamaan anggaran berimbang sebagai berikut . menunjukkan anggaran berimbang Gd – Rd = Rf – Gf.. (1) G = Gf + Gd ……. R = Total penerimaan Gf = bunga/cicilan utang luar negeri + lainnya Gd = pengeluaran rutin murni + pengeluaran pembangunan Rf = penerimaan migas + penerimaan pembangunan (utang luar negeri) Rd = penerimaan non migas Gf + Gd = Rf + Rd. (6) Rd = R – Rf …………. (2) R = Rf + Rd …….

.G – Gf = pengeluaran netto domestik R – Rf = penerimaan netto domestik d. Defisit dikur sebagai posisi bersih (netto) pemerintah terhadap sektor perbankan : G – T – Gf – Gb Karena Bn = 0 Di dalam konsep ini bantuan luar negeri dianggap sebagai penerimaan. Defisit Moneter Indonesia Konsep ini banyak digunakan dikalangan perbankan Indonesia terutama angka-angka yang mengukur defisit anggaran belanja ini diterbitkan oleh Bank Indonesia (sebagai data mengenai “faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah uang beredar”). diperlakukan sebagai pos yang tidak mempengaruhi posisi bersih. Bantuan luar negeri tidak dilihat fungsinya sebagai sumber dana bagi kekurangan pembiayaan pemerintah. tetapi sebagai pos pengeluaran yang langsung dikaitkan dengan sumber pembiayaannya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful