Anda di halaman 1dari 15

Tugas Kelompok Dosen Pengampuh

Basis Data NOVI YANTI, ST

COMPONENT DIAGRAM

Disusun Oleh

ABDULLAH ARIEF (10951005565)

Kelas

A (Semester III)

FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI

JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI

SULTAN SYARIF KASIM

RIAU

2010

1
KATA PENGANTAR

Puji syukur alhamdulillah penulis sampaikan atas kehadirat Allah SWT. yang
telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat
menyelesaikan makalah ini dengan baik. Shalawat dan salam tak lupa pula penulis
sampaikan kepada Nabi Muhammad SAW yang diutus untuk menjadi rahmat
sekalian alam. Seiring dengan itu, tidak lupa penulis ucapkan terimakasih kepada
dosen pembimbing yang telah memberikan motivasi dalam menyelesaikan
makalah ini.

Dalam makalah ini menjelaskan secara ringkas mengenai component


diagram. Akan tetapi, Penulis menyadari akan kekurangan dari makalah ini.
Karena “Tak ada gading yang tak retak”. Setiap kesalahan tidak akan luput dalam
penulisan makalah ini. Oleh karena itu, saran dan masukan dari berbagai pihak
sangat penulis harapkan untuk penyempurnaan makalah ini dan semoga dengan
selesainya makalah ini dapat berguna bagi pembaca.

Penulis

2
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR......................................................................................... i

DAFTAR ISI........................................................................................................ ii

BAB I PENDAHULUAN................................................................................... 1

1.1 Latar Belakang…………………………………………………………… 1


1.2 Rumusan Masalah……………………………………………………...… 1

BABII PEMBAHASAN....................................................................................... 2

A. Pengertian Component Diagram…………………………………….…….. 2


B. Sejarah Perkembangan UML………………………………………….…... 3
C. Perancangan Component Diagram……..……………………………….… 5
D. Penggunaan Component Diagram……………………………………….... 6
E. Simbol-simbol Component Diagram…………………………………….... 9

BAB III PENUTUP............................................................................................ 10

A. KESIMPULAN........................................................................................... 10

B. SARAN......................................................................................................... 10

DAFTAR PUSTAKA......................................................................................... iii

3
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Sudah beberapa waktu belakangan semenjak munculnya pengembangan


konsep UML (Unified Modelling Language) UML mulai dikembangkan
pertama pada bulan Oktober tahun 1994 oleh Booch dan Rumbaugh pada
sistem basis data sehingga banyak melahirkan berbagai mendefinisikan
banyak model diagram, hal ini ditujukan untuk mendapatkan hasil dari
pemodelan sistem yang akurat. Sehingga dapat mengurangi kemungkinan
kesalahan yang terjadi.

Dan bertolak dari perkembangan nya itu, hal tersebut membuat


pemakalah mengambil materi tentang component diagram yang mana
berhubungan pada konsep UML (Unified Modelling Language) pada sistem
basis data berdasarkan atas tugas yang diberikan kepada kelompok kami
tentang “Component Diagram”.

1.2 RUMUSAN MASALAH

Beberapa yang menjadi topik sentral permasalahan dalam makalah ini


yang akan dibahas adalah:

1.2.1 Pengertian Component Diagram itu ?


1.2.2 Sejarah Pengembangan UML?
1.2.3 Bagaimana merancang sebuah component diagram?
1.2.4 Bagaimana penggunaan dari component diagram tersebut ?
1.2.5 Simbol-simbol apa saja yang digunakan dalam component diagram ?

4
BAB III

PEMBAHASAN

A. Pengertian component diagram

Pada dasarnya component diagram adalah diagram yang menggambarkan


tampilan fisik dari struktur dan hubungan antara komponen dalam sistem
suatu perangkat lunak, serta menggambarkan ketergantungan diantara
komponen-komponen itu. Component diagram digunakan agar sistem yang
dibuat dapat di eksekusi(executable).

Component diagram merupakan salah satu dari sekian jenis diagram yang
didefinisikan oleh UML(Unified Modelling Language). UML adalah sebuah
"bahasa" yang telah menjadi standar dalam industri untuk
memvisualisasikan, merancang dan mendokumentasikan sistem perangkat
lunak, serta menjadi standar dalam pemodelan suatu sistem. UML paling
banyak digunakan dalam pemodelan sistem yang berorientasi objek. Dengan
UML, kita dapat membuat model untuk semua jenis aplikasi perangkat lunak
yang dapat dijalankan atau di eksekusi pada sistem operasi, perangkat keras,
ataupun pada jaringan.

UML (Unified Modelling Language) mendefinisikan banyak model


diagram, hal ini ditujukan untuk mendapatkan hasil dari pemodelan sistem
yang akurat. Sehingga dapat mengurangi kemungkinan kesalahan yang
terjadi. Masing-masing diagram UML di desain untuk menunjukkan satu sisi
dari berbaga macam perspektif atau sudut pandang dan terdiri dari tingkat
abstraksi yang berbeda.

5
B. Sejarah pengembangan UML

Seperti bahasa-bahasa lainnya, UML juga memiliki syntax dan notasi.


Notasi UML merupakan sekumpulan bentuk khusus yang digunakan untuk
menggambarkan berbagai diagram piranti lunak. Setiap bentuk memiliki
makna tertentu, dan UML syntax mendefinisikan bagaimana bentuk-bentuk
tersebut dapat dikombinasikan. Notasi UML terutama diturunkan dari 3
notasi yang telah ada sebelumnya: Grady Booch OOD (Object-Oriented
Design), Jim Rumbaugh OMT (Object Modeling Technique), dan Ivar
Jacobson OOSE (Object-Oriented Software Engineering).

UML mulai dikembangkan pertama pada bulan Oktober tahun 1994 oleh
Booch dan Rumbaugh. Pada pengembangan UML, terdapat beberapa metode
yang berperan besar hingga membentuk gagasan metode UML sendiri.
Metode-metode itu adalah:

1. Metode Booch

Metode ini mulai digagas pada tahun 1983 sampai tahun 1991, yang
mana metode ini digagas prtama kali oleh Grady Booch. Metode Booch
sangat banyak mengaplikasikan konsep berorientasi objek. Seperti konsep
kelas, objek, warisan, jenis meta, pesan, lapangan, operasional,
mekanisme, modul, subsistem, proses, dll. Metode ini dapat di gunakan
untuk mengidentifikasi masalah dalam domain dari kelas dan objek, untuk
mengidentifikasi kelas dan objek semantik, tujuannya adalah untuk
membangun tahap sebelumnya diekstrak status kelas dan perilaku.

2. Metode OMT

6
Metode OMT (Object Modeling Technique) pertama kali digunakan
oleh Loomis, Shan dan Rumbaugh dibuat pada tahun 1987, telah
diperpanjang database relasional yang digunakan dalam desain. OMT
Rumbaugh pada tahun 1991 secara resmi diterapkan pada analisis object-
oriented dan desain. Metode ini adalah entitas model hubungan yang
memperluas kelas, warisan dan perilaku yang diperoleh. Metode OMT
digunakan untuk menggambarkan sistem dari tiga perspektif, sesuai
ketentuan dari tiga model, yaitu:

• Objek Model: Model yang menggambarkan struktur statis dari objek


dan hubungan diantara objek itu. Konsep utama pada model ini meliputi;
Kelas, atribut, operasi, pewarisan, asosiasi, serta agregasi.

• Dinamik model: Model untuk menjelaskan sistem yang berubah dari


waktu ke waktu. Konsep utama pada model ini yaitu; negara, sub-negara
dan super-state, event, perilaku, kegiatan

• Fungsional model: Model yang mendeskripsikan nilai-nilai data di


dalam sistem konversi. Konsep utama model ini adalah; pemrosesan,
penyimpanan data, aliran data, aliran kontrol, peran.

3. Metode OOSE

Metode OOSE (Object-Oriented Software Engineering) pertama kali


diusulkan oleh Ivar Jacobson pada tahun 1992. Konsep pada penggunaan
metode ini adalah terletak pada “kasus yang digunakan”. Kasus di olah
dengan beberapa model pengolahan; diantaranya yaitu; model permintaan,
model analisis, model desain, implementasi model, model uji. Metode
OOSE sangat cocok digunakan untuk rekayasa bisnis dan analisa
kebutuhan.

4. Metode Coad Yourdon

Metode Coad Yourdon pertama kali digagas oleh Peter Coad dan
Edward Yourdon.

7
Setelah keempat metode itu digagas, barulah bahasa UML digagas. UML
merupakan notasi penyempurnaan dari 4 metode yang telah dijelaskan diatas.

C. Perancangan Component Diagram

Component diagram digunakan untuk menggambarkan atau


memvisualisasikan secara fisik komponen suatu sistem perangkat lunak serta
hubungan diantara perangkat lunak itu. Komponen perangkat lunak itu, dapat
berupa source code, file, libary, interface, dll. Component diagram ini sangat
penting, karena tanpa ini suatu sistem perangkat lunak tidak akan dapat di
implementasikan secara efisien. Oleh karena itu dalam merancang suatu
sistem perangkat lunak component diagram harus dipersiapkan dengan baik
agar, perwatan dan penampilan perangkat lunak itu dapat terjaga.

Jadi, sebelum merancang suatu commponent diagram, kita harus


mengidentifikasi file-file yang akan digunakan pada sistem perangkat lunak
yang akan di buat. Setalah file-filenya sudah diidentifikasi, selanjutnya kita
juga harus mengidentifikasi library, ataupun komponen lain yang relevan
untuk sistem perangkat lunak yang akan kita rancang. Setelah itu, kita juga
harus mengidentifikasi hubungan diantara komponen-komponen yang telah
kita identifikasi sebelumnya.

Setelah semua hal diatas telah dilakukan, kita juga perlu memperhatikan
beberapa hal berikut:

• Dalam pemberian nama untuk mengidentifikasikan setiap komponen


yang akan kita gambar, kita harus memilih kata-kata yang mudah
untuk dimengerti.

8
• Menggunakan catatan untuk mengklarifikasikan beberapa point
penting.

D. Penggunaan Component Diagram

Component diagram dapat digunakan untuk:

• Memodelkan source code

Dalam suatu sistem perangkat lunak, terdapat source code. Khususnya


pada sistem perangkat lunak yang berorientasi objek, setiap source code
memiliki hubungan bisa juga saling bergantung diantaranya. Untuk itu,
dalam hal pemodelan komponen source code beserta hubungannya,
digunakanah component diagram.

Contoh component diagram yang memodelkan source code suatu sistem.

9
• Memodelkan komponen executable

Agar suatu sistem perangkat lunak dapat di eksekusi, didalamnya


terdapat komponen-komponen yang dapat di eksekusi yang mana komponen
itu nantinya akan dilepas ke user, seperti komponen yang berekstensi “.dll”.
Setiap komponen itu memiliki relasi antara yang satu dengan yang lain.
Oleh karena itu, untuk menggambarkannya, juga digunakan component
diagram.

Contoh component diagram yang memodelkan komponen eksecutable.

• Memodelkan basis data secara fisik

Di dalam suatu sistem perangkat lunak khususnya yang menggunakan


konsep data base, agar sistem itu dapat di hubungkan dengan data base yang
ada, kita terlebih dahulu harus menggambar / atau memvisualisasikan secara
fisik komponen pada basis data itu. Untuk itu, dalam memvisualisasikan
entitas-entitas dalam suatu basis data, serta relasi diantara entitas itu, kita
dapat menggunakan component diagram.

10
Contoh component diagram yang memodelkan data base secara fisik.

• Memodel kan sistem yang harus beradaptasi dengan sistem lain

Pada suatu kasus ternetu, terkadang terdapat sistem yang harus


beradaptasi dengan sistem lainnya. Dalam hal ini, kita dapat mengambil
contoh dalam kasus pengcopian suatu sistem data base.

Contoh component diagram yang memodelkan adaptasi sistem.

11
E. Simbol- simbol component diagram

Berikut adalah gambar simbol-simbol atau notasi dalam menggambarkan


suatu component diagram :

• Node

Simbol node diatas dapat digunakan untuk menggambarkan


sumberdaya yang digunkan pada saat suatu sistem perangkat lunak
dijalankan. Sumber daya yang dimaksud dapat berupa; printer, desktop
client, data base server, serta bisnis proses server.

• Depedency

Simbol depedency diatas dapat digunakan untuk menggambarkan


ketergantungan atau relasi yang sangat erat di antara komponen-
komponen suatu sistem .

12
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Dari uraian makalah diatas kita dapat menarik kesimpulan bahwa


Component diagram merupakan diagram yang berfungsi untuk memodelkan
atau memvisualisasikan secara fisik komponen-komponen yang menyusun
suatu sistem perangkat lunak serta hubungan diantara komponen-komponen
itu. Component diagram merupakan salah satu jenis diagram yang disediakan
oleh UML(Unified Modelling Language). Sedangkan UML itu sendiri adalah
bahasa atau notasi yang digunakan untuk memvisualisasikan suatu sistem
perangkat lunak. UML menjadi standar untuk pemodelan sistem perangkat
lunak, khususnya sistem perangkat lunak yang berorientasi objek.

Component diagram itu sendiri ditujukan untuk memvisualisasikan


source code pada sistem perangkat lunak, serta menjelaskan hubungan
diantara setiap source code di suatu sistem perangkat lunak, khususnya
perangkat lunak yang berorientasi objek. Selain itu, component diagram juga
ditujukan untuk memodelkan komponen executable yang biasanya
berekstensi “.dll”, serta hubungan diantara komponen itu, dan component
diagram juga ditujukan untuk memodelkan sistem data base secara fisik,
serta menjelaskan hubungan antar entitas pada suatu sistem data base.

13
Dalam perancangan component diagram, terdapat aturan notasi diagram,
seperti notasi node, notasi komponent, notasi package, notasi interface, serta
notasi dependency.

B. SARAN

Kami selaku pemakalah mohon maaf atas segala kekurangan yang


terdapat dalam makalah ini, oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan
saran dari teman-teman semua agar makalah ini dapat dibuat dengan lebih
baik lagi.

DAFTAR PUSTAKA

Waljiyanto. (2003). Sistem Basis Data. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Simarmata, Janner, Prayudi, Iman. (2005). Basis Data. Pustaka Firdaus: Andi
Yogyakarta.

James Rumbaugh, Ivar Jacobson, and Grady Booch, editors. The Unified
Modeling Language Reference Manual. Addison Wesley, first edition,
1999.

[1] 2U. 2nd revised submission to OMG RFP unified modeling language
superstructure version 2.0. http://www.2uworks.org/uml2submission/.
ad/02-12-23).

14
[2] 2U. 3rd revised submission to OMG RFP unified modeling language
infrastructure version 2.0. http://www.2uworks.org/uml2submission/.
ad/03-01-08).

[3] Object Management Group. Unified modeling language specification version


1.4. http://www.omg.org. ad/01-09-67.

[4] U2 Partners. 2nd revised submission to OMG RFP unified modeling language
superstructure version 2.0. http://www.u2-partners.org/artifacts.htm. ad/03-01-
01).

15

Anda mungkin juga menyukai