Anda di halaman 1dari 3

ROMANTIKA KEHIDUPAN

Mengapa Kita Harus


Bersikap Lemah-lembut?
Sabtu, 21 Juni 2008
Ternyata banyak positifnya jika kita selalu berupaya berpikir optimis. Soalnya,
bersikap positif adalah salah satu menuju kebahagiaan. Dalam Islam kita
diajarkan untuk bersikap lembut, dan sabar dan penuh kasih sayang. Terlebih saat
ini kita hidup di suatu jaman yang ditandai dengan kemajuan ilmu pengetahuan
dan teknologi. Jadi kita harus selalu berpikir optimis. Tapi, apa hubungannya?
Kemajuan teknologi di satu sisi memudahkan hidup dan mempercepat
banyak urusan, melipatgandakan kekuatan tangan dan kaki serta juga
otak, namun di sisi lain, teknologi juga mungkin memiliki andil membuat
kita semakin tidak sabar, lemah lembut dan rendah hati berhadapan
dengan orang lain. Karena terbiasa serba cepat dan serba teratur, mekanis
dan otomatis, maka penyimpangan sedikit saja bisa membuat darah kita
mendidih dan ujung-ujungnya mendorong kita berkata dan bersikap kasar.
Kelemahlembutan bisa membuat kita menjadi pribadi yang indah. Secara
garis besar, Tuhan mengkaruniakan dua keindahan kepada manusia:
keindahan fisik, dan keindahan kepribadian. Manusia pada umumnya
mudah terpukau oleh keindahan fisik. Namun, keindahan fisik ini akan
segera kehilangan kesan bila tingkah-laku dan kata-katanya kasar. Di
sinilah, kelemahlembutan menjadi kunci untuk mewujudkan pribadi yang
indah.
Kelemahlembutan adalah akhlak mulia. Ia berada diantara dua akhlak yang
rendah dan jelek, yaitu kemarahan dan kebodohan. Bila seorang hamba
menghadapi masalah hidupnya dengan kemarahan dan emosional, akan
tertutuplah akal. Jika kita menyelesaikan masalahnya dengan kebodohan
diri kita, niscaya kita akan dihinakan manusia. Namun jika dihadapi dengan
ilmu dan kelemahlembutan, Kita akan mulia di mata sesama. Orang yang
memiliki akhlak lemah lembut, insya Allah akan dapat menyelesaikan
problema hidupnya tanpa harus merugikan orang lain dan dirinya sendiri.
Dan saya yakin dengan bersikap lembut dan penuh kasih sayang terhadap
sesama, kepada orang tua, sahabat, rekan satu kantor, atasan, bawahan,
rekan bisnis dan lainya berdampak besar, dan mungkin lebih besar dari
bersikap positif yang membuat kita lebih bahagia. Karena
kelemahlembutan adalah pelindung hati dari noda dan penyakit kalbu.
Yang perlu disadari, ketika kita berkata kasar dan mengumpat, sebenarnya
kita tidak sedang merugikan orang lain. Tapi, terlebih lagi, kita sedang
menodai hati kita sendiri, mengotorinya dengan kekasaran, serta
membuatnya menjadi keras.
Tidak percaya saya sedikit membuat percobaan diri sendiri dari hasil
perenungan, ketika saya coba berpikir penuh kasih sayang dan bersikap
lembut, dan saya coba membuat diri saya kesal, dan saya tidak bisa kesal.
Mungkin berpikiran lembut dan penuh kasih sayang bersifat positif yang
akan menetralisir sifat kesal atau marah yang bersifat negative.
Melatih diri untuk dapat memiliki akhlak mulia ini dapat dimulai dengan
menahan diri ketika marah dan mempertimbangkan baik buruknya suatu
perkara sebelum bertindak. Karena setiap manusia tidak pernah
terpisahkan dari problema hidup, jika ia tidak membekali dirinya dengan
akhlak ini, niscaya ia gagal untuk menyelesaikan problemanya, malah
kadang menjadi keruh. Pernah suatu waktu ketika di jalanan motor saya di
tabrak orang, ternyata orang itu dengan senyuman dan meminta maaf
membuat hati saya cair, yang sebelumnya keinginan marah, sudah hampir
meledak menjadi luluh, dan itu bisa terjadi sebaliknya jika orang tersebut
marah mungkin akan terjadi pertengkaran yang hebat. ternyata begitu
indah bersikap lemah lembut dan penuh kasih sayang.
Bila pikiran anda sedang lembut, reaksi anda dengan terhadap kejadian-
kejadian biasa terutama ada masalah kecil cenderung anda penuh
pengertian, sering saya memperhatikan seorang ibu yang dengan penuh
sabar melayani putra-putrinya yang merengek meminta sesuatu, dengan
sikap sabar tanpa ekspresi kesal tetap melayainya. Karena rasa penuh
cinta seorang ibu terhadap anaknya yang luar biasa.
Oh iya ketika kita sedang marah, sikap lembut sahabat atau orang tua
akan meredakan amarah kita, sungguh luar biasa jika kita bisa bersikap
lembut danpenuh cinta terhadap sesama. Jujur saya pernah mengalami
jatuh cinta kepada seorang gadis karena, sifatnya yang lemah lembut, dan
memberi kasih sayang yang tulus, dan memberi kesan yang dalam. atau
ketika mantan atasan saya di suatu perusahaan memberi tugas dengan
sikap yang lemah lembut, membuat saya nyamaan dan membuat saya
untuk memberikan balasan berupa hasil kerja yang baik. coba bayangkan
bila atasan nya galak, mungkin saya kerjakan tugasnya asal-asalan,
karena hati saya tidak nyaman dengan printahnya.
Pikiran yang lembut dan penuh kasih sayang akan menonjolkan tentang
indahnya kehidupan, akan membangkitkan rasa syukur, dan memberi
keihklasan karena anda menerima kehidupan ini dengan penuh rahmat dan
anugrah. Dan membuat kejadian yang terjadi pada hari-hari anda begitu
indah dan menabjubkan. Terkadang dalam hidup ini pikiran kita sering
tertuju pada kesuksesan, kesempur naan, dan memenangan, dan saat itu
ego kita bermain, yang membuat suasa yang bersifat biasa menjadi hal-hal
yang menjengkelkan, dan hidup kita seperti menjengkelkan dan tidak
menyenangkan.
Dengan mencoba hal kecil dengan berpikir lembut dan penuh kasih
dengansesama, insya Allah akan membuat kita lebih tenang dan bisa
menikmati kebahagiaan hidup. Dan dengan mencoba bersikap lembut dan
penuh kasih sayang kita akan terlatih lebih sabar, dan tidak gampang
kesal. Walaupun kita dalam keadaan gagal, atau frustrasi.
Kemarin sempat beberapa sahabat, menganggap saya marah karena hal-
hal kecil, dan mengaggap saya akan mengakhiri suatu persahabatan,
tetapi dengan belajar bersifat lembut dan penuh kasih saya tidak
merasakan amarah, atau kesal. Dan persahabatan kami pun kembali
normal.
Sesungguhnya lemah lembut telah diajarkan segenap orang-orang
besar,baik itu muslim ataupun non muslim, dari Sidharta Gautama,
Mahatma Gandhi, para Nabi dan Rasul sebelumnya. Tidak ada yang bisa
menawan hati seseorang dengan sangat cepat dibandingkan sikap lemah
lembut dankasih sayang.
Seseorang mesti menyeru dengan lemah lembut dan merendahkan diri.
Jika mereka memperlihatkan kepadanya apa yang dibenci, janganlah
marah. Karena (kalau marah) berarti ia ingin membalas untuk dirinya
sendiri. Dalam diri kita tanamkanlah sikap yang lemah lembut. Hal ini
dapat kita pelajari dari bayi, kita akan merasa selalu senang dan nyaman
jika berada dekat bayai, kenapa karena bayi penuh kelembutan dan
memancarkan kasih sayang yang luar biasa.
Fitrah setiap insan, baik pria maupun wanita, baik kaya maupun miskin,
baik terpelajar maupun tidak, baik yang berada di belakang jeruji penjara
ataupun menggunakan tuxedo/jas di berbagai pesta adalah sama. Setiap
manusia di kolong bumi ini, memiliki hati nurani dan senang apabila
diperlakukan dengan kelembutan dan kasih sayang. kekuatan lemah
lembut dan kasih sayang telah memberikan kenyamanan kepada banyak
manusia di seluruh penjuru dunia. Lemah lembut dan penuh kasih sayang
bukan hanya milik wanita, tetapi juga pria memiliki sikap lemah lembut.
Pria yang lemah lembut adalah pria yang peka terhadap orang-orang
disekelilingnya. "Peka" berarti penuh perhatian, inisiatif, memiliki rasa ingin
menolong orang lain, tidak "cuek". Lihat apa yang terjadi dewasa ini? Pria
cenderung tidak peka terhadap keadaan khususnya terhadap keluarganya.
Ia jauh lebih mementingkan pemenuhan kebutuhan diri sendiri ketimbang
kebutuhan istri, anak-anak dan orang tuanya. Sungguh menyedihkan
melihat keluarga-keluarga tidak harmonis hanya karena kurang pekanya
seorang pria dalam rumah tangga. Tidak heran bila anak-anak dan istrinya
mencari pemenuhan kebutuhan dari orang lain, misalnya anak-anak lebih
suka ngobrol dengan teman se-geng-nya daripada dengan papanya sendiri.
Istri bisa selingkuh dengan pria lain karena dianggap pria lain lebih
memperhatikan kebutuhannya. Jadi lemah lembut pun bukan hanya milik
kaum prempuan.
Dengan bersikap lembut dan penuh kasih, tidak menjadikan kita dianggap
lemah atau rendah, dengan bersikap lembut akan membentuk pribadi kita
jadi lebih kuat, dan luar biasa dalam menjalani kehidupan baik dalam
menerima kebahagiaan dan dalam menerima cobaan hidup. Karena hidup
tidak selalu dalam keadaan bahagia, dan cobaan yang membuat kita lebih
kuat. Jadi mari kita mulai menularkan bersikap lembut dan penuh kasih
sayang. Berbahagialah orang yang selalu berupaya bersikap lemah-lembut.