Anda di halaman 1dari 6

http://soera.wordpress.

com
http://soerasblog.blogspot.com
Pengertian, Latar Belakang dan Ruang Lingkup Studi AMDAL

A. Pengertian AMDAL
AMDAL atau Analisis Mengenai Dampak Lingkungan adalah kajian/studi mengenai
dampak besar dan penting suatu usaha dan/atau kegiatan yang direncanakan pada lingkungan
hidup yang diperlukan bagi proses pengambilan keputusan tentang penyelenggaraan usaha
dan/atau kegiatan (PP No. 27 Tahun 1999). Buku pegangan Badan Pembangunan
Internasional Amerika Serikat (US Agency for International Development/ US AID)
menyatakan tujuan AMDAL adalah untuk menjamin bahwa pertimbangan lingkungan telah
diikutsertakan dalam perencanaan, rancangan (design), dan pelaksanaan proyek
(Soemarwoto, 2003). Sasaran studi AMDAL adalah usaha dan/atau kegiatan pembangunan
dapat memanfaatkan dan mengelola sumber daya alam secara efisien, meminimumkan
dampak negatif dan memaksimalkan dampak positif terhadap lingkungan hidup (Ilham,
2004).
Menurut PP No. 27 tahun 1999, AMDAL terdiri atas empat dokumen yaitu Kerangka
Acuan (KA), Analisis Dampak Lingkungan (ANDAL), Rencana Pengelolaan Lingkungan
Hidup (RKL), Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup (RPL). Adapun penjelasan untuk
keempat dokumen tersebut adalah:
a. Kerangka Acuan (KA) adalah ruang lingkup kajian analisis mengenai dampak
lingkungan hidup yang merupakan hasil pelingkupan.
b. Analisis Dampak Lingkungan (ANDAL) adalah dokumen hasil penelaahan secara
mendalam tentang dampak besar dan penting suatu rencana usaha atau kegiatan.
c. Rencana pengelolaan lingkungan (RKL) adalah dokumen yang mengandung upaya
penanganan dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup yang ditimbulkan
akibat dari rencana usaha atau kegiatan.
d. Rencana Pemantauan Lingkungan (RPL) adalah dokumen yang mengandung upaya
pemantauan dokumen lingkungan hidup yang terkena dampak besar dan penting akibat
dari rencana usaha atau kegiatan.
Selain keempat istilah tersebut, juga dikenal beberapa istilah lain yang terkait dengan
AMDAL. Adapun istilah-istilah yang dimaksud adalah sebagai berikut.
a. Dampak besar dan penting adalah perubahan lingkungan hidup yang sangat mendasar
yang diakibatkan oleh suatu usaha dan/atau kegiatan
b. Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL) adalah uraian secara rinci mengenai upaya
pengelolaan lingkungan yang harus dilaksanakan oleh pemrakarsa.
1
http://soera.wordpress.com
http://soerasblog.blogspot.com
c. Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL) adalah uraian secara rinci mengenai upaya
pemantauan lingkungan yang harus dilaksanakan oleh pemrakarsa.
d. Pemrakarsa adalah orang atau badan hukum yang bertanggung jawab atas suatu rencana
usaha dan/atau kegiatan yang akan dilaksanakan
e. Komisi penilai adalah komisi yang bertugas menilai dokumen analisis mengenai dampak
lingkungan hidup dengan pengertian di tingkat pusat oleh komisi penilai pusat dan di
tingkat daerah oleh komisi penilai daerah.
f. Pelingkupan (scoping) adalah penentuan ruang lingkup studi ANDAL, yaitu bagian
AMDAL yang terdiri atas identifikasi, prakiraan, dan evaluasi dampak. Dengan definisi
lain, pelingkupan merupakan proses awal untuk menentukan lingkup permasalahan dan
mengidentifikasi dampak besar dan penting yang terkait dengan rencana usaha dan/atau
kegiatan.
g. Penapisan (screening) adalah suatu metode atau teknik yang digunakan untuk
menentukan secara selektif proyek-proyek mana yang harus dan tidak perlu dilengkapi
dengan ANDAL.

B. Latar Belakang AMDAL


Kerusakan lingkungan akibat aktivitas manusia yang makin meningkat, antara lain
tercemarnya lingkungan oleh pestisida serta limbah industri dan transpor, rusaknya habitat
tumbuhan dan hewan langka, serta menurunnya nilai estetika alam merupakan latar belakang
munculnya AMDAL. AMDAL untuk pertama kalinya lahir dengan dicetuskannya undang-
undang mengenai lingkungan hidup yang disebut ational Environmental Policy Act (EPA)
oleh Amerika Serikat pada tahun 1969. NEPA mulai berlaku pada tanggal 1 Januari 1970.
Pasal 102 (2) (C) dalam undang-undang ini menyatakan, semua usulan legislasi dan aktivitas
pemerintah federal yang besar yang diperkirakan akan mempunyai dampak penting terhadap
lingkungan diharuskan disertai laporan environmental Impact Assessment (Analisis Dampak
Lingkungan).
Banyak pihak merasakan AMDAL adalah alat yang ampuh untuk menghindari
terjadinya kerusakan lingkungan yang lebih parah akibat aktivitas manusi sehingga akhirnya
AMDAL dengan cepat menyebar di negara-negara maju yang kemudian disusul oleh negara
berkembang. Dengan mangacu pada EPA maka untuk pertama kalinya pada tahun 1982
Indonesia mencetuskan UULH No.4 tahun 1982 tentang Ketentuan Ketentuan Pokok
Pengelolaan Lingkungan Hidup yang mulai berlaku pada tanggal 15 Maret 1982. UULH
No.4 tahun 1982 merupakan langkah awal Indonesia untuk menjadikan pembangunan
2
http://soera.wordpress.com
http://soerasblog.blogspot.com
berwawasan lingkungan. Dalam pasal 16 UULH dinyatakan, setiap rencana yang
diperkirakan mempunyai dampak penting terhadap lingkungan hidup wajib dilengkapi
dengan analisis mengenai dampak lingkungan yang pelaksanaannya diatur dengan peraturan
pemerintah. Untuk menindaklanjuti operasional UULH, maka dikeluarkan PP No. 29 Tahun
1986 tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan dalam Lembaran Negara Tahun 1986
No. 42 Tambahan Lembaran Negara Nomor 3338. Dalam PP No. 29 Tahun 1986, AMDAL
dimaksudkan sebagai bagian dari studi kelayakan pembangunan suatu rencana usaha dan/atau
kegiatan. PP No. 29 Tahun 1986 kemudian dicabut dan diganti dengan PP No. 51 Tahun
1993 yang kemudian diganti lagi dengan PP No. 27 Tahun 1999

C. Ruang Lingkup Studi AMDAL


Ruang lingkup studi AMDAL adalah lingkungan yang di dalamnya terdapat tiga
komponen lingkungan yaitu abiotik, biotik dan budaya (culture). Berlandaskan hal tersebut
maka dalam AMDAL dikaji aspek fisik-kimia, ekologi, sosial-ekonomi, sosial-budaya, dan
kesehatan masyarakat sebagai pelengkap studi kelayakan suatu rencana usaha dan/atau
kegiatan. Namun, dalam melaksanakan pengamatan berbagai parameter lingkungan pertama-
tama harus ditentukan area studi sebagai batasan studi agar lingkungan yang menjadi pusat
perhatian adalah lingkungan yang benar-benar terkena dampak dari suatu usaha atau kegiatan
yang direncanakan. Penentuan area studi biasanya ditetapkan berdasarkan empat pendekatan
yaitu teknis, proyek, ekologi dan administrasi. Yang dimaksud dengan pendekatan proyek
dalam penentuan area studi yaitu tapak proyek atau area pembangunan. Pendekatan ekologis
pada umumnya ditentukan atas dasar fisiografi seperti bentuk lahan atau berdasarkan
ekosistem alami yang ada. Sementara itu penentuan area studi berdasarkan pendekatan
administrasi adalah berdasarkan parameter sosial ekonomi budaya dan kesehatan masyarakat.
Kemudian penentuan area studi atas dasar teknis biasanya ditentukan berdasarkan
ketersediaan sumberdaya tenaga, biaya dan waktu.
Selain pendekatan dalam penentuan area studi, juga terdapat beberapa pendekatan
studi dalam penyusunan analisis mengenai dampak lingkungan hidup. Dalam PP No. 27
Tahun 1999 Pasal 2 Ayat 3 dinyatakan terdapat tiga jenis pendekatan yaitu pendekatan studi
terhadap usaha dan/atau kegiatan tunggal (AMDAL Proyek Tunggal), terpadu (AMDAL
Terpadu) atau kegiatan dalam kawasan (AMDAL Kawasan). Adapun penjelasan untuk
masing-masing pendekatan adalah sebagai berikut.
 Analisis mengenai dampak lingkungan hidup proyek tunggal adalah hasil kajian
mengenai dampak besar dan penting usaha dan/atau kegiatan tunggal atau satu jenis
3
http://soera.wordpress.com
http://soerasblog.blogspot.com
usaha dan/atau kegiatan yang kewenangan pembinaannya di bawah satu instansi yang
membidangi usaha dan/atau kegiatan.
 Analisis mengenai dampak lingkungan hidup usaha dan/atau kegiatan
terpadu/multisektor adalah hasil kajian mengenai dampak besar dan penting usaha
dan/atau kegiatan yang terpadu yang direncanakan terhadap lingkungan hidup dan
melibatkan lebih dari satu instansi yang membidangi kegiatan dimaksud. Kriteria usaha
dan/atau kegiatan terpadu meliputi :
a. berbagai usaha dan/atau kegiatan yang mempunyai keterkaitan dalam hal
perencanaan, pengelolaan dan proses produksinya;
b. usaha dan/atau kegiatan tersebut berada dalam kesatuan hamparan ekosistem.
 Analisis mengenai dampak lingkungan hidup usaha dan/atau kegiatan kawasan adalah
hasil kajian mengenai dampak besar dan penting usaha dan/atau kegiatan terhadap
lingkungan hidup dalam satu kesatuan hamparan ekosistem zona pengembangan
wilayah/kawasan sesuai dengan rencana tata ruang wilayah dan/atau rencana tata ruang
kawasan. Kriteria usaha dan/atau kegiatan di zona pengembangan wilayah/kawasan
meliputi:
a. berbagai usaha dan/atau kegiatan yang saling terkait perencanaannya antar satu
dengan yang lainnya;
b. berbagai usaha dan/atau kegiatan tersebut terletak dalam/merupakan satu
kesatuan zona rencana pengembangan wilayah/kawasan sesuai dengan rencana
tata ruang wilayah dan/atau rencana tata ruang kawasan;
c. usaha dan/atau kegiatan tersebut terletak pada satu kesatuan hamparan ekosistem.
Sedangkan dalam PP No. 51 Tahun 1993 dijelaskan ada 4 jenis pendekatan studi AMDAL
yang meliputi AMDAL Proyek Tunggal, AMDAL Kegiatan Terpadu, AMDAL Kawasan dan
AMDAL Regional. Penjelasan ketiga jenis Amdal yang pertama hampir sama dengan
penjelasan pada PP No. 27 Tahun 1999, perbedaannya yaitu pada PP No. 27 Tahun 1999 kata
dampak penting telah disempurnakan menjadi dampak besar dan penting. Dalam PP 51 tahun
1993 Amdal Regional dijelaskan sebagai hasil studi mengenai dampak penting usaha atau
kegiatan yang direncanakan terhadap lingkungan hidup dalam satu kesatuan hamparan
eksistem zona rencana pengembangan wilayah sesuai dengan rencana umum tata ruang
daerah dan melibatkan kewenangan lebih dari satu instansi yang bertanggung jawab.

4
http://soera.wordpress.com
http://soerasblog.blogspot.com
D. Usaha/ Kegiatan Wajib AMDAL
Studi AMDAL diperlukan bagi usah dan/ atau kegiatan yang menimbulkan dampak
besar dan penting terhadap lingkungan yang pada umumnya terdapat pada rencana-rencana
kegiatan berskala besar, kompleks serta berlokasi di daerah yang memiliki lingkungan
sensitif. Menurut PP No. 27 Tahun 1999 menyebutkan bahwa ijin melakukan usaha dan/atau
kegiatan baru akan diberikan bila hasil studi AMDAL menyatakan bahwa rencana usaha
dan/atau kegiatan tersebut layak lingkungan.
Usaha dan/atau kegiatan yang kemungkinan dapat menimbulkan dampak besar dan
penting terhadap lingkungan hidup meliputi:
a. pengubahan bentuk lahan dan bentang alam
b. eksploitasi sumber daya alam baik yang terbaharui maupun yang tidak terbaharui
c. proses dan kegiatan yang secara potensial dapat menimbulkan pemborosan, pencemaran
dan kerusakan lingkungan hidup, serta kemerosotan SDA dalam pemanfaatannya
d. proses dan kegiatan yang hasilnya dapat mempengaruhi lingkungan alam, buatan, serta
sosial budaya
e. proses dan kegiatan yang hasilnya mempengaruhi pelestarian kawasan konservasi SDA
dan/atau perlindungan cagar budaya
f. introduksi jenis tumbuh-tumbuhan, hewan, dan jasad renik
g. pembuatan dan penggunaan bahan hayati dan non hayati
h. penerapan teknologi yang diperkirakan mempunyai potensi besar untuk mempengaruhi
lingkungan hidup
i. kegiatan yang mempunyai risiko tinggi, dan/atau mempengaruhi pertahanan negara.

Referensi
Fandeli, Chafid. 2004. Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Prinsip Dasar Dalam
Pembangunan. Yogyakarta: Liberty.

Ilham. 2004. Analisis Mengenai Dampak Lingkungan. Publikasi No. 03 Migas Indonesia.

Kementrian Negara Lingkungan Hidup. 2006. Analisis Mengenai Dampak Lingkungan


(AMDAL). Diakses pada tanggal 19 Februari 2009 dari
http://www.menlh.go.iduran

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 1999 Tentang Analisis Mengena
Dampak Lingkungan Hidup

Soemarwoto, Otto. 2003. Analisis Mengenai Dampak Lingkungan. Yogyakarta: Gadjah


Mada University Press.

5
http://soera.wordpress.com
http://soerasblog.blogspot.com