Tanda-tanda (Signage) Tanda-tanda petunjuk jalan, arah kesuatu kawasan tertentu pada jalan tol atau

di jalan kawasan pusat kota semakin membuat semarak atmosfir lingkungan kota tersebut. Peraturan yang mengatur tentang tanda-tanda tersebut pada sebagian besar kota di Indonesia belum mengatur pada masalah teknis. Akibatnya perkembangan papan-papan reklame mengalami persaingan yang berlebihan, baik dalam penempatan titik-titiknya, dimensi atau ukuran billboardnya, kecocokan bentuk, dan pengaruh visual terhadap lingkungan kota.

Oleh karenanya desainnya harus memperhatikan slaka pergerakannya.Guna menciptakan kriteria fungsional bagi signage atau papanpapan reklame adalah dengan mengatur ukuran. cepat atau lambat. Sasaran ini bisa pejalan kaki atau pengendara kendaraan bermotor. . ben ya sehingga dapat dilihat oleh sasaran penerima informasi.

Perencanaan rambu dan marka memiliki persyaratan sebagai berikut: a. dll). atau sebaliknya. 2) KM/WC umum. 3) Rambu yang berupa tanda dan simbol internasional. 4) Nama fasilitas dan tempat. Penggunaan rambu terutama dibutuhkan pada: 1) Arah dan tujuan jalur pedestrian. serta ketebalan huruf antara 1: 5 dan 1:10. . 2) Rambu yang berupa gambar dan simbol sebaiknya dengan sistem cetak timbul. telpon umum. warna kontras. Karakter dan simbul harus kontras dengan latar belakangnya. sehingga yang mudah dan cepat ditafsirkan artinya. b. 5) Karakter dan latar belakang rambu harus dibuat dari bahan yang tidak silau. apakah karakter terang di atas gelap. 4) Rambu yang menerapkan metode khusus (misal: pembedaan perkerasan tanah. 6) Proporsi huruf atau karakter pada rambu harus mempunyai rasio lebar dan tinggi antara 3: 5 dan 1:1. Persyaratan Rambu yang digunakan: 1) Rambu huruf timbul atau huruf Braille yang dapat dibaca oleh tuna netra dan penyandang cacat lain. 5) Telepon dan ATM. 3) Parkir khusus penyandang cacat.

dll). c. Beberapa standar Ukuran dan Detail Penerapan Standar dapat dilihat pada gambar-gambar di bawah ini. 3) Satu kesatuan sistem dengan lingkungannya. 4) Cukup mendapat pencahayaan. Lokasi penempatan rambu: 2) Penempatan yang sesuai dan tepat serta bebas pandang tanpa penghalang. (a) (b) . termasuk penambahan lampu pada kondisi gelap.7) Tinggi karakter huruf dan angka pada rambu harus diukur sesuai dengan jarak pandang dari tempat rambu itu dibaca. 5) Tidak mengganggu arus (pejalan kaki dll) dan sirkulasi (buka/tutup pintu.

13 .63 (c) Gambar 3.

dan (c) standar perletakan rambu sesuai jarak dan sudutt pandang. b. (b) ruang gerak bagi pengguna kursi roda. 30/PRT/M/2006 Beberapa ketentuan persyaratan pada Ruang Terbuka dan Penghijauan meliputi: a. 5) tempat parkir. 2) kamar kecil/toilet umum. 3) telepon umum. 3) tangga. jalur pemandu disediakan menuju kelengkapan elemen lansekap/perabot/street furniture antara lain: 1) peta situasi/rambu. 6) tempat pemberhentian/halte bus. 2) tempat sampah.(a) symbol aksesibilitas. Sumber: Permen PU No. 4) ram. . jalur pemandu harus berdekatan dengan : 1) kursi taman.

signage juga berfungsi menciptakan public image. 11:28:22 WIB "Beriklan tak lagi hanya di bidang cetak. Tugas signage kini makin luas seiring kebutuhan manusia modern serta seiring dengan perkembangan dunia promosi. selain mempermudah orang menemukan obyek yang dicari sehingga mempersingkat waktu. namun juga dapat menyajikan konten pada digital signage . memberikan banyak keuntungan ekonomi. Adanya sign system. Signage yang unik dan mudah dikenali .Oleh : Mahar Prastowo | 26-Feb-2009. menunjukkan arah dan memberikan informasi suatu obyek. Signage dikenal dan digunakan untuk identifikasi.

kesehatan. anda pun mungkin pernah melajukan kendaraan sampai melewati jalan seharusnya anda berbelok. Apakah anda mudah menemukan petunjuk menuju toilet di ruang tunggu terminal? Seberapa mudah anda menemukan: lift dan tangga darurat di gedung. kendaraan di tempat parkir. Signage. selain harus juga . Tak ada penjelasan apapun kecuali bahwa ia masuk ke dalam lift sampai kemudian seorang suster buru-buru menyusul. Lalu. elektro dan telekomunikasi. Sebuah kota modern. media promosi seperti untuk display & graphics. Susi. atau tipografi signage yang tidak memenuhi syarat jarak pandang. pada kenyataanya juga tak cukup hanya memenuhi kebutuhan visual saja. warnanya buram atau terlalu dekat dengan obyek tujuan yang ingin ditunjukkan. masuk sebuah lift yang terpampang jelas begitu masuk dari pintu utama. Lift ke kamar pasien disebelah sana. jelasnya seraya menunjuk lift di jarak sekitar 50 meter. seorang dosen. sudahkah signage system di kota-kota besar di Indonesia memenuhi syarat? Menguraikan tentang signage di Indonesia terutama di kota-kota besar dan area public. bisa jadi karena anda melaju terlalu kencang. industri dan transportasi. security dan protection. Ibu mau kemana? Ini lift khusus menuju klinik.akan terus diingat di benak yang melihat. Tak hanya Susi. sebenarnya cukup dengan menjawab beberapa pertanyaan. sebagai pencipta public image sebuah brand. sebagaimana fungsi awalnya sebagai petunjuk pada ruang public. Pekan lalu dalam sebuah lawatan di sebuah Rumah Sakit bertaraf High-Class di Jakarta. ruang dokter di rumah sakit. consumer dan perkantoran. dan sebagainya. Baik itu signage yang berfungsi sebagai petunjuk arah atau bahkan signage dalam advertising. safety.

Bgritu juga jika pada sebuah area terdapat banyak tanda. tentu yang dengan mudah terlihat dan sering terjadi. bisa jadi malah akan menyesatkan atau setidaknya membingungkan. sinyal suara pasti sangat diperlukan. secara tidak sadar dipahami oleh public sebagai kewajaran yang seharusnya. misalnya untuk memenuhi kebutuhan informasi atau petunjuk bagi penderita kebutaan. menjadi tidak memberikan nilai tambah apapun jika tidak berdiri sendiri. Signage atau tanda.dilengkapi dengan keindahan taktil (tactile) atau keindahan ragawi seperti udara segar. Tanda yang baik. Banyak hal diungkap dalam sebuah kesempatan berbincang dengan Gamawan. karena terlkalu banyak informasi dan ikon ditampilkan disatu sisi membuat tertarik sambil tidak menyadari kadangkala tersesat dalam memilih. salah satu pelaku industri pembuatan signage besar. Pada dasarnya. suasana teduh. tanpa bermaksud mengesampingkan warga diffable-penderita buta.menampilkan signage berarti menghadirkan komunikasi visual dan lingkungan dimana signage dihadirkan. dari IM3. atau kita yang kurang pandai menangkap pesan. Dalam pengerjaan beberapa brand ada diantaranya yang menggunakan teknologi digital terkait dengan pemberian efek yang pada siang dan malam . Dan signage seperti ini belum ditemukan. Jika dengan adanya signage ternyata masih juga bingung atau tersesat. Karena keriuhan tanda. semacam iklan gaduh produk-produk consumer yang menawarkan hadiah. mungkin signagenya yang kurang cerdik menyampaikan pesan. adalah media komunikasi. jalan-jalan yang mudah ditelusuri oleh siapa saja (termasuk masyarakat diffable) adalah keindahan yang tak tampak tetapi nyata-nyata dibutuhkan oleh masyarakat kota. Karena ia menyampaikan pesan visual dari pengirim pada penerima. Disinilah kemudian signage perlu mengambil peran non visual.

Agar tetap menjadi pilihan. kesalahan material cutting sticker atau substrate yang digunakan. kualitas tetap menjadi syarat utama yang ditawarkan. bentuk obyek. butuh berbagai pendukung antara lain dalam hal system warna. Perkembangan teknologi Signage kearah digital juga diakuinya menjadi tantangan di persaingan bisnis kedepan. penggunaan material dasar (substrate) dan cutting sticker yang tidak kompatibel. peta. dapat dipastikan akan mendapatkan hasil berupa warna merata dan lebih tipis. Dengan demikian. bahwa selain cerdik menyampaikan pesan. signage ideal harus tampil terintegrasikan beberapa hal didalamnya seperti alfabet dan typeface. penyebaran cahaya merata. kontras sebuah huruf dengan bidang cetak dan cahaya sekeliling. Dengan mengikuti standart PANTONE misalnya. Warna yang konsisten baik pada siang dan malam hari. kata-kata. Untuk mendapat kualitas tinggi dan agar dapat bertahan lama. simbol.hari tampak muncul warna berbeda. ukuran dan spasi antar huruf. warna merata dan konsisten. signage harus seksi . tidak mudah berjamur. Beberapa factor yang mempengaruhi tampilan tampilan signage antara lain kesalahan proses aplikasi. Namun itu bukan berarti model printing stiker lantas terlibas. iklim tropis bukanlah masalah. Meminjam istilah Andi S. Boediman. tahan lama. Bahkan jumlah pilihan warna yang sangat beragam sampai 57 warna standar dan warna yang khusus diproduksi mengikuti standart PANTONE. ukuran . keterbatasan material kualitas produk dan kesalahan proses produksi. tidak buram dan kotor adalah indikasi yang menunjukkan sebuah signage berkualitas tinggi. Maksudnya. pendiri Digital Studio College.

wayout di area parkir. material. Digital Signage dilengkapi content animasi dan multimedia yang terdiri dari kombinasi teks.tanda/obyek yang diinformasikan. kini telah banyak disajikan dalam layar elektronik atau tv plasma. signage pun berkembang pula fungsinya dari informasi menuju kearah bisnis . sampai pada informasi arus lalulintas kendaraan. beriklan tak lagi hanya dibidang cetak. signage yang awalnya hanya dicetak stiker. Demikian Andi S. CEO FGDexpo2009 mengatakan. namun sederet ketidakberesan di signage konvensional pun masih menjadi pemandangan sehari-hari. namun juga dapat menyajikan konten pada digital signage . Boediman. Pada digital signage. Media Promosi Alternatif Seiring perkembangan teknologi digital. Digital Signage konvensional menggunakan standalone local player system yang membutuhkan manual content update via plug in USB atau memory cards secara periodik. video dan gambar. warna. informasi kecelakaan dan kondisi jalan yang ditampilkan pada layar elektronik. Jasamarga misalnya. memiliki bobot nilai tambah bagi perkembangan industri promosi. berkembang . Mulai dari petunjuk arah. Sehingga fungsinya pun berkembang dari petunjuk arah menjadi media informasi lebih luas dan promosi. Boediman yang juga optimis akan perkembangan industri digital content. metode pembuatan bahkan sampai pada ketepatan pemasangan alias rightplace / empan papan. bahwa perkembangan digital signage yang sangat pesat. Andi S. Dengan berkembangnya teknologi digital. papan skor pada pertandingan olahraga adalah beberapa diantara media pengguna digital signage. Bioskop. sebagai pengelola jalan tol menggunakan signage baik yang berupa stiker [printing] maupun digital.

Efektifititas dan Efisiensi Selain keunggulan teknologi. Untuk di Bali. Dwi Setijo Widodo. memang belum dapat diperbadingkan tingkat efektifitasnya karena tv adalah media promosi full inhouse yang segmented. sebagai media promosi dengan harga relative murah. efektifitas dan efisiensi ditawarkan digital sign. Account Manager LimeSoda Bali. Dan menjadi media promosi interaktif yang relative murah. digital signage menjadi media promosi alternative dengan mahalnya memasang iklan di televisi atau media cetak. hanya membutuhkan dana sekitar 5 jutaan. Khusus dengan media elektronik televisi.dengan adanya integral network interconnectivity dan broadcasting system yang semakin efisien. menjelaskan. jelas Dwi via sambungan jarak jauh. Sedangkan digital signage berdasarkan titik penempatannya strategis dilalui banyak orang atau tidak. masih menurut Dwi. dengan asumsi per hari tayang sebanyak 30 kali dengan durasi 30 detik dan tersebar di 30 titik. (*) . LimeSoda memiliki rate dengan paket misalnya untuk masa tayang satu bulan atau 30 hari.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful