P. 1
Slide Kuliah Bahan Pakan Dan Formulasi Ransum

Slide Kuliah Bahan Pakan Dan Formulasi Ransum

|Views: 1,846|Likes:
Dipublikasikan oleh shark_alan

More info:

Published by: shark_alan on Dec 08, 2010
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/25/2013

pdf

text

original

BAHAN PAKAN DAN FORMULASI RANSUM

By : ASRIL

JENIS PAKAN
1. Hijauan Segar a. Rumput-rumputan Rumput Gajah (Pennisetum purpureum), rumput Benggala (Panicum maximum), rumput Setaria (Setaria sphacelata), rumput Brachiaria (Brachiaria decumbens), rumput Mexico (Euchlena mexicana) dan rumput lapangan yang tumbuh secara liar. b. Kacang-kacangan Lamtoro (Leucaena leucocephala), stylo (Stylosantes guyanensis), centro (Centrocema pubescens), Pueraria phaseoloides, Calopogonium muconoides dan jenis kacang-kacangan lain. c. Daun-daunan Daun nangka, daun pisang, daun turi, daun petai cina dll
.

JENIS PAKAN
2 Jerami dan hijauan kering Termasuk kedalam kelompok ini adalah semua jenis jerami dan hijauan pakan ternak yang sudah dipotong dan dikeringkan. Kandungan serat kasarnya lebih dari 18% (jerami, hay dan kulit biji kacang-kacangan). 3 Silase Silase adalah hijauan pakan ternak yang disimpan dalam bentuk segar biasanya berasal dari tanaman sebangsa padi-padian dan rumput-rumputan. 4 Konsentrat (pakan penguat) Contoh: dedak padi, jagung giling, bungkil kelapa, garam dan mineral.

MANFAAT PAKAN Sumber energi
Termasuk dalam golongan ini adalah semua bahan pakan ternak yang kandungan protein kasarnya kurang dari 20%, dengan konsentrasi serat kasar di bawah 18%. Berdasarkan jenisnya, bahan pakan sumber energi dibedakan menjadi empat kelompok, yaitu: a. Kelompok serealia/biji-bijian (jagung, gandum, sorgum) b. Kelompok hasil sampingan serealia (limbah penggilingan) c. Kelompok umbi (ketela rambat, ketela pohon dan hasil sampingannya) d. Kelompok hijauan yang terdiri dari beberapa macam rumput (rumput gajah, rumput benggala dan rumput setaria).

MANFAAT PAKAN
2. Sumber protein
Golongan bahan pakan ini meliputi semua bahan pakan ternak yang mempunyai kandungan protein minimal 20% (berasal dari hewan/tanaman). Golongan ini dibedakan menjadi 3 kelompok: a. Kelompok hijauan sebagai sisa hasil pertanian yang terdiri atas jenis daun-daunan sebagai hasil sampingan (daun nangka, daun pisang, daun ketela rambat, ganggang dan bungkil) b. Kelompok hijauan yang sengaja ditanam, misalnya lamtoro, turi, kaliandra, gamal dan sentero c. Kelompok bahan yang dihasilkan dari hewan (tepung ikan, tepung tulang dan sebagainya).

MANFAAT PAKAN
3. Sumber vitamin dan mineral
Hampir semua bahan pakan ternak, baik yang berasal dari tanaman maupun hewan, mengandung beberapa vitamin dan mineral dengan konsentrasi sangat bervariasi tergantung pada tingkat pemanenan, umur, pengolahan, penyimpanan, jenis dan bagian-bagiannya (biji, daun dan batang). Disamping itu beberapa perlakuan seperti pemanasan, oksidasi dan penyimpanan terhadap bahan pakan akan mempengaruhi konsentrasi kandungan vitamin dan mineralnya. Saat ini bahan-bahan pakan sebagai sumber vitamin dan mineral sudah tersedia di pasaran bebas yang dikemas khusus dalam rupa bahan olahan yang siap digunakan sebagai campuran pakan, misalnya premix, kapur, Ca2PO4 dan beberapa mineral.

Pakan Pemacu 
Merupakan sejenis pakan yang berperan sebagai pemacu pertumbuhan dan peningkatan populasi mikroba di dalam rumen, sehingga dapat merangsang penambahan jumlah konsumsi serat kasar yang akan meningkatkan produksi.  Molases sebagai bahan dasar pakan pemacu merupakan bahan pakan yang dapat difermentasi dan mengandung beberapa mineral penting. Dapat memperbaiki formula menjadi lebih kompak, mengandung energi cukup tinggi sehingga dapat meningkatkan palatabilitas serta citarasa.  Urea merupakan bahan pakan sumber nitrogen yang dapat difermentasi. Setiap kilogram urea mempunyai nilai yang setara dengan 2,88 kg protein kasar (6,25X46%).Dalam proporsi tertentu mempunyai dampak positif terhadap peningkatan konsumsi serat kasar dan daya cerna.

Pakan Penguat
Pakan penguat atau konsentrat yang berbentuk seperti tepung adalah sejenis pakan komplet yang dibuat khusus untuk meningkatkan produksi dan berperan sebagai penguat. Mudah dicerna, karena terbuat dari campuran beberapa bahan pakan sumber energi (biji-bijian, sumber protein jenis bungkil, kacang-kacangan, vitamin dan mineral).

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan pakan penguat

1. Ketersediaan Harga Satuan Bahan Pakan Beberapa bahan pakan mudah diperoleh di suatu daerah, dengan harga bervariasi, sedang di beberapa daerah lain sulit didapat. Harga perunit bahan pakan sangat berbeda antara satu daerah dan daerah lain, sehingga keseragaman harga per unit nutrisi (bukan harga per unit berat) perlu dihitung terlebih dahulu. 2. Standar kualitas Pakan Penguat Kualitas pakan penguat dinyatakan dengan nilai nutrisi yang dikandungnya terutama kandungan energi dan potein. Sebagai pedoman, setiap Kg pakan penguat harus mengandung minimal 2500 Kcal energi dan 17% protein, serat kasar 12%. 3. Metode dan Teknik Pembuatan Metode formulasi untuk pakan penguat adalah metode simultan, metode segiempat bertingkat, metode aljabar, metode konstan kontrol, metode ekuasi atau metode grafik.

Hal-hal yang perlu diketahui dalam memilih bahan pakan 1. Mudah diperoleh dan terdapat disekitar tempat usaha 2. Terjamin ketersediaannya secara kontinyu dalam jumlah yang cukup 3. Harga layak dan tidak berfluktuasi terlalu besar 4. Tidak bersaing dengan kebutuhan manusia 5. Harus dapat diganti dengan bahan lain yang kandungan nutrisinya hampir sama 6. Tidak mengandung racun

Hal-hal yang harus diketahui dalam menyusun ransum
1. Komposisi zat-zat makanan dari bahan yang akan digunakan 2. Mengetahui kelas, umur, produksi, dan kondisi fisiologis ternak sehingga diketahui berapa kebutuhannya untuk hidup pokok, pertumbuhan, dan produksi. 3. Mengetahui kebutuhan tiap zat makanan ungtuk ternak tersebut 4. Tetapkan dasar penyusunan ransum yang akan dilakukan, apakah berdasarkan kandungan energi, protein, atau TDN. 5. Mengetahui batas penggunaan suatu bahan pakan sehingga tidak membahayakan ternak. 6. Usahakan menggunakan sumber bahan pakan nabati dan hewani untuk bisa saling melengkapi (complementary)

Metode penyusunan ransum
1. Metode rancang coba 
Menyususn ransum dengan perkiraan kebutuhan zat makanan dalam ransum mendekati kebutuhan ternak dengan mengubah komposisi bahan yang digunakan sehingga bisa memenuhi kebutuhan ternak terhadap satu atau dua dasar penyusunan misalnya berdasarkan protein dan energi. Penyususnan rabnsum didasarkan pada satu kriteria misalnay berdasarkan protein, energi, atau TDN saja. Pemilihan bahan harus kombinasi bahan yang kandungan zat makanannya lebih tinggi dari yang diharapkan dan yang lebih rendah dari yang diharapkan. Sama dengan metode segi empat pearson tetapi penyelesaiannya/perhitungannya menggunakan bentuk persamaan

2. Metode segi empat pearson (pearson square) 

3. Metode aljabar 

4. Metode komputer (Linear programming)

Metode rancang coba
‡ Contoh
± Diketahu :
‡ ‡ ‡ ‡ Berat badan sapi : 100 kg PBB yang diharapkan : 0,7 kg/hari Kebutuhan protein :14,4 % Kebutuhan energi metabolisme (EM) : 2500 kkal/kg

Bahan yang digunakan dan kandungan proteinnya dan energinya
No. 1 2 3 4 5 Bahan pakan Jagung kuning Bekatul padi Bungkil kelapa Kacang kedelai Ikan kering Protein (%) 6,1 14,0 21,6 48,0 66,5 Energi metabolisme 2150 kkal/kg 3320 kkal/kg 2850 kkal/kg 2990 kkal/kg 2900 kkal/kg

‡ Susunan ransum sebanyak 100 kg dari bahan diatas adalah :

Rancang coba I
Bahan pakan 35 kg jagung kuning 50 kg bekatul padi 5 kg bungkil kelapa 5 kg kacang kedelai 5 kg ikan kering 100 kg ransum Kebutuhan Protein (%) 2,13 7,00 1,08 2,49 3,33 16,04 14,40 Energi metabolisme (kkal/kg) 752,5 1660,0 142,5 149,5 145,0 2849,5 2500,0 

Protein dan energi masih terlalu tinggi  Perlu pengurangan bahan yang banyak menyumbang protein dan energi (bekatul padi) dan menambah jagung kuning yang masih sedikit menyumbang protein dan energi

Rancang coba II
Bahan pakan 65 kg jagung kuning 20 kg bekatul padi 5 kg bungkil kelapa 5 kg kacang kedelai 5 kg ikan kering 100 kg ransum Kebutuhan Protein (%) 5,27 2,80 1,08 2,49 3,33 14,88 14,40 Energi metabolisme (kkal/kg) 1397,5 664,0 142,5 149,5 145,0 2498,5 2500,0

Ransum tersebut sudah baik tetapi masih protein masih tinggi dan energi metabolismenya kurang,sehingga perlu dicoba lagi dengan menambah bahan yang kurang proteinnya (bekatul padi) dan mengurangi bahan yang tinggi kandungan proteinnya (ikan kering)

‡ Contoh
± Diketahu :
‡ ‡ ‡ ‡ Berat badan sapi : 100 kg PBB yang diharapkan : 0,7 kg/hari Kebutuhan protein :14,4 % Kebutuhan energi metabolisme (EM) : 2500 kkal/kg

Bahan Bungkil kelapa Ampas tahu

protein 21,6

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->