Anda di halaman 1dari 10

REGU 6

Pembuat Laporan:
TITIS ISTYA ARRYWAHYU
040.07.194

Anggota Regu:
1. Sisti Ayu Niken 040.07.181
2. Stevany Grafiyanti 040.07.184
3. Stevany Hakim 040.07.185
4. Susi Susanti 040.07.186
5. Tasya Amira 040.07.191
6. Titis Istya Arrywahyu 040.07.194
7. Titon Adrinanto 040.07.195
8. Vinna Lovely 040.07.205
9. Wahyu Amelia 040.07.206

FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI


UNIVERSITAS TRISAKTI
JAKARTA
2010
ANESTESI LOKAL

I. ANESTESI BLOK PADA BINATANG PERCOBAAN (KODOK)

A. JALAN PERCOBAAN

Alat-alat yang dipergunakan pada praktikum ini:


1. Stopwatch
2. Pipet untuk meneteskan Prokain pada N. Ischiadicus
3. Alat penggantung kodok, rantai, dan kaitannya
4. Tempat fiksasi kodok (bak lilin)
5. Jarum suntik untuk fiksasi kodok
6. Sonde untuk merusak otak kodok
7. Medicine dropper untuk meneteskan larutan ringer laktat

8. Bekker glass 1 0 0 c c untuk HCl dilutus

9. Bekker glass 2 5 0 c c untuk mencuci kaki kodok


10. Gunting kecil
11. Pinset bedah dan pinset anatomis

Obat-obatan yang dipergunakan pada praktikum ini:


1. Larutan HCl Prokain 1%
2. Larutan Ringer Laktat
3. Larutan HCl Dilutus 1N

Page 1 of 8
Cara kerja:
1. Rusak otak kodok

a. Tusukkan sonde 0,5 c m kaudal dari titik antara kedua mata


b. Arah sonde kranial agak mendatar
c. Gerakkan sonde ke kiri dan kanan hingga otak rusak
d. Jangan memegang kodok terlalu kuat sehingga kodok mati

2. Fiksasi kodok pada fiksator lilin


a. Kodok dalam posisi telungkup
b. Tusuk keempat kaki kodok dengan jarum suntik agar kodok tidak lepas

3. Buka kulit paha kanan bagian dorsal

Page 2 of 8
4. Cari N. Ischiadicus diantara otot-otot sambil terus ditetesi larutan Ringer Laktat

5. Selipkan kapas yang dibasahi larutan Ringer Laktat di bawah N. Ischiadicus kodok

6. Lepaskan kodok dari papan fiksasi kemudian kaitkan mandibula kodok di ujung rantai pada alat
penggantung

Page 3 of 8
7. Tetapkan refleks dan waktu penarikan kaki kodok
a. Masukkan kaki kodok ke dalam HCl dilutus 1N
b. Nyalakan stopwatch waktu kaki dimasukkan
c. Catat refleks
 (+) : bila kaki ditarik

 (−) : bila kaki tidak ditarik setelah 30 detik


d. Matikan stopwatch waktu kaki ditarik ke atas

e. Cuci kaki kodok dengan air

Page 4 of 8
8. Teteskan 1 tetes HCl Prokain 1% pada N. Ischiadicus

9. Tiap 1 menit, tetapkan waktu refleks penarikan kaki kodok pada kaki yang dibuka N.
Ischiadicus nya
a. Bila (−) dan refleks kaki yang utuh juga (−) , periksa apakah kodok masih hidup
b. Bila kodok sudah mati/refleks (−) sebelum 2 menit, ulangi percobaan dengan kodok yang
baru
c. Bila refleks pada kaki yang dianestesi tetap (+) setelah 5 menit, tambahkan 1 tetes HCl
Prokain 1% pada N. Ischiadicus
10. Percobaan dianggap selesai bila refleks (−) minimal 2 menit atau 2x refleks (+) setelah
penetesan obat anestesi local

11. Lama percobaan maksimal 15 menit setelah penetesan obat

B. HASIL OBSERVASI

Pemberian HCl Prokain 1% : pk. 13.22 WIB

Penambahan HCl Prokain 1% : pk. - WIB

Tabel 1. Waktu pemberian obat


WAKTU REFLEKS PENARIKAN KAKI KODOK
Perangsangan
Kaki Kodok KAKI KANAN (ANESTESI) KAKI KIRI (KONTROL)
dengan HCl
Dilutus REFLEKS WAKTU REFLEKS
+/- (detik) +/-

Sebelum Prokain + 0.2 detik +

Setelah Prokain

1 menit + 1 detik +

2 menit + 1 detik +

3 menit + 1 detik +

4 menit + 12 detik +

5 menit - >30 detik +

6 menit - >30 detik +

7 menit - >30 detik +

Tabel 2. Refleks penarikan kaki kodok.

C. ANALISIS DAN KESIMPULAN

Dalam praktikum ini dilakukan percobaan untuk melihat efek obat anestesi terhadap
binatang percobaan. Larutan HCl Prokain 1% digunakan sebagai obat anestesi, sementara larutan
HCl Dilutus 1N digunakan sebagai perangsang rasa nyeri pada binatang percobaan.
Pada praktikum ini percobaan dilakukan dengan melihat refleks pada kaki kodok. Kaki kiri
kodok digunakan sebagai kontrol, sedangkan kaki kanan kodok digunakan sebagai percobaan
anestesi dengan ditetesi HCl Prokain 1%. Dari Tabel 2 dapat dilihat bahwa sebelum diberikan
obat anestesi, kedua kaki kodok akan memberikan refleks berupa penarikan kaki ketika kaki diberi
rangsang nyeri.
Pada pukul 13.22 WIB kaki kanan kodok ditetesi 1 tetes HCl Prokain 1%. Satu menit
setelah penetesan obat anestesi, kaki kodok dicelupkan dalam larutan HCl Dilutus 1N . Setelah
kaki dicelupkan, terjadi refleks penarikan kaki pada kedua kaki kodok dimana refleks pada kaki
yang dianestesi terjadi dalam 1 detik. Hal ini menandakan tidak adanya efek anestesi pada kaki
kanan kodok pada menit pertama. Hal ini dilakukan kembali pada tiap menit berikutnya. Pada menit
keempat setelah penetesan obat anestesi, setelah kaki dicelupkan terjadi refleks penarikan kaki pada
kedua kaki kodok dimana refleks pada kaki yang dianestesi terjadi dalam waktu 12 detik. Hal ini
menandakan belum ada efek anestesi pada kaki kanan kodok, akan tetapi reaksi timbul beberapa
detik lebih lama daripada sebelumnya.
Lima menit setelah penetesan obat anestesi, dihasilkan refleks kodok adalah negatif, yaitu
kaki yang dicelupkan ke dalam larutan HCl Dilutus 1N tidak ditarik lagi dalam waktu >30
detik.
Dari percobaan ini dapat disimpulkan bahwa obat anestesi dapat membaalkan saraf
sehingga tidak akan terjadi refleks terhadap rangsangan nyeri. Efek anestesi mulai bekerja saat menit
keempat setelah pemberian obat anestesi, hal ini ditandai dengan lebih lambatnya refleks yang
timbul yaitu pada detik ke-12. Efek anestesi total (benar-benar baal) pada kodok baru timbul lima
menit setelah pemberian obat anestesi.

II. ANESTESI PERMUKAAN PADA MANUSIA

A. JALAN PERCOBAAN

Alat-alat yang dipergunakan pada praktikum ini:


1. Stopwatch
2. Pipet lidah
3. Jarum gores steril
4. Tissue dapur

Obat-obatan yang dipergunakan pada praktikum ini:


1. Larutan Prokain 1%

Cara kerja:
1. Julurkan lidah OP selama percobaan
2. Keringkan lidah OP dengan tissue dapur
3. Teteskan 1 tetes Prokain 1% ke salah satu sisi lidah dengan pipet
4. Catat waktu penetesan
5. Periksa rasa nyeri setiap 2 menit
a. Goreskan jarum steril pada daerah yang ditetesi Prokain
b. Bandingkan dengan sisi lidah yang tidak diberi Prokain
6. Kerja anestesi lokal dianggap selesai bila 3 dari 5 goresan terasa sakit
 (+) : tidak sakit, ada efek anestesi lokal

 (−) : sakit, tidak ada efek anestesi lokal

B. ANALISIS DAN KESIMPULAN

Pada praktikum ini tidak dilakukan percobaan pada manusia. Jalannya praktikum
didemokan menggunakan foto-foto pada slide.
III. ANESTESI INFILTRASI PADA MANUSIA

A. JALAN PERCOBAAN

Alat-alat yang dipergunakan pada praktikum ini:


1. Stopwatch
2. Tensimeter
3. Stetoskop
4. Penggaris
5. Jarum gores steril
6. Spuit
7. Kapas

Obat-obatan yang dipergunakan pada praktikum ini:


1. Larutan Prokain 0,5%
2. Larutan Lidokain 0,5%
3. Alkohol 70%

Cara kerja:
1. Ukur tensi OP
2. Bersihkan lengan bawah bagian voler OP dengan kapas yang dibasahi alkohol 70%
3. Tunggu hingga voler kering
4. Suntikkan 0,25 ml Prokain 0,5% dan 0,25 ml Lidokain 0,5% secara intradermal sehingga
terbentuk gelembung dalam kulit (intradermal wheal)
5. Catat waktu penyuntikan Prokain/Lidokain
6. Tandai batas gelembung dengan spidol
7. Tandai yang mana Prokain dan yang mana Lidokain
8. Ukur penampang gelembung
9. Periksa rasa nyeri setiap 2 menit
a. Goreskan jarum steril di tengah gelembung
b. Bandingkan dengan bagian lengan yang tidak disuntik
10. Kerja anestesi lokal dianggap selesai bila 3 dari 5 goresan terasa sakit
 (+) : tidak sakit, ada efek anestesi lokal

 (−) : sakit, tidak ada efek anestesi lokal

B. ANALISIS DAN KESIMPULAN

Pada praktikum ini tidak dilakukan percobaan pada manusia. Jalannya praktikum
didemokan menggunakan foto-foto pada slide.
IV. KASUS

A. PERTANYAAN

Seorang anak perempuan berusia 9 tahun datang ke sebuah klinik dengan keluhan gigi geraham
susu pertama sebelah kiri bawah yang goyang derajat tiga, sehingga terasa sakit waktu digunakan
untuk mengunyah makanan.
1. Apa yang harus Saudara kerjakan terhadap gigi geraham tersebut?
2. Teknik anestesi apa yang akan saudara gunakan sehubungan dengan jawaban nomor 1? Jelaskan
mengapa saudara memilih teknik anestesi tersebut!
3. Obat anestesi lokal apa yang saudara gunakan? Jelaskan alasan saudara!
4. Sebutkan cara pemberian anestesi lokal lain yang dapat digunakan dalam rongga mulut!
5. Bagaimana cara kerja anestesi local yang Saudara pilih tadi?

B. JAWABAN

1. Lakukan ekstraksi pada gigi yang dikeluhkan


2. Teknik anestesi yang digunakan adalah anestesi topical, karena pasien masi anak-anak sehingga
akan terasa sakit sekali bila dilakukan anestesi blok yang dapat menimbulkan suatu trauma
psikis pada pasien.
3. Obat anestesi yang digunakan adalah lidokain, karena lidokain mempunyai on-set of action yang
cepat serta waktu kerja yang lama.
4. Cara-cara pemberian anestesi lokal yang dapat digunakan dalam rongga mulut:
 Anestesi blok mandibularis
 Anestesi blok nasopalatinus

 Anestsi infiltrasi
 Anestesi intraosseus

 Anestesi sub-periosteal
5. Cara kerja anestesi local (lidokain) adalah dengan memblok kanal ion natrium