Anda di halaman 1dari 4

Cara Membuat Parfum Pakaian Laundry

Parfum Pakaian Laundry biasanya digunakan di orang yang usahanya menerima jasa
pencucian baju, baik laundry kiloan atau Laundry Bijian, jarang sekali dipakai di
rumah tangga.
Bentuknya cairan encer bening dan wangi, caranya disemprotkan dipakaian sebelum
dikirim ke konsumen cairan ini bila disemprotkan langsung meresap, tidak berbekas
dan tahan lama. Parfum untuk pakaian berbeda dengan parfum badan.
Untuk menghemat biaya sebaiknya dibuat sendiri karena membuatnya sangat mudah
karena hanya mencampur beberapa bahan kimia sudah jadilah parfum pakaian tsb.
Alat-alat yang dibutuhkan untuk membuat Parfum Pakaian Laundry juga hanya
ember plastik dan pengaduk, gelas ukur, timbangan.
Bahan-bahan Parfum Pakaian Laundry sangat mudah didapat di toko bahan kimia
al :
Parfum, alkohol dan emulsifier , air.
Cara Membuat Parfum Pakaian Laundry : Semua bahan dicampur diaduk sampai
rata.
Keunggulan Parfum Pakaian Laundry
• Bisa dibuat untuk berwirausaha
• Membuat dengan modal yang minim
• Harga jual bisa disesuaikan daya wangi grade parfum nya
• C ara membuat yang sederhana tanpa alat khusus
• Pangsa pasar yang luas
Biaya Kursus Rp.350.000,- (Tiga Ratus Lima Puluh Ribu rupiah) biaya sudah termasuk
bahan
Akan ada discount khusus apabila langsung ambil 5 macam materi untuk paket
Laundry
Anda akan belajar membuat semuanya langkah demi langkah akan kami ajarkan.
Digaransi sampai bisa. Bila tidak bisa anda dapat bertanya-tanya lagi sampai
bisa. Gratis tanpa biaya.

Untuk pembelian silahkan Transfer ke BCA SURABAYA No. Rekening


no.4681134101 An: Asri Hartani/ Rekening BCA 0884833244 An: Rudy
Tjendra
Setelah Anda Transfer silahkan Konfirmasi disini >> Contact Us
Untuk Pembelian VCD silahkan isi Subject Konfirmasi lalu isi nya VCD apa saja yang
anda beli. kemudian Nama dan Alamat Anda dan jangan Lupa Kota Anda.
atau anda sms ke 08175043008 An : Asri Hartani disertai materi VCD yang dibeli +
Nama dan Alamat Anda dan Jangan Lupa Kota Anda
Pelembut Pakaian sudah banyak di pasaran, tetapi kalo mo mencoba meracik
sendiri, berikut resep nya :

Bahan :

Supersoft 200-300gr
Parfum Snappy/ Ocean Fresh 6-12cc
Fixative 6cc
Methanol + Pewarna secukupnya
Aquadest / Air Hangat 700 – 800cc

Cara Membuat:
1. Tuang Supersoft dalam wadah plastik
2. Tambahkan Air Hangat sedikit demi sedikit, campur hingga rata
3. Pada Wadah yang lain campukan Parfum, Fixative, Methanol & Pewarna
4. (2) + (3) Aduk Rata
5. Siap Dikemas
Untuk produksi dalam Jumlah besar bisa memakai Mixer Low Speed

Supersoft adalah bahan utama untuk pembuatan softener pakaian atau pelembut
pakaian. Bentuknya pasta putih kental.Larut dalam air hangat. Pada pembuatan
Softener sejenis molto, Supersoft tinggal dilarutkan didalam air hangat dan diberi
Parfum Khusus untuk softener.
Ionic Type: Cationic
Dosis Pemakaian 20-30%.
Tersedia dalam kemasan eceran/kg.
Kemasan 50kg/drum & Kemasan 120kg/drum.
Parfum:
Parfum untuk Pelembut Pakaian adalah jenis parfum yang khusus, tahan panas &
wangi melekat.
Jenis Parfum/Fragrance yang sering digunakan pada formula Pelembut Pakaian
antara lain:
Parfum Snappy, biasanya digunakan untuk Pelembut Pakain/Softener warna Pink.
Parfum Ocean Fresh, biasanya digunakan untuk Pelembut Pakaian warna Biru.
Parfum jenis yang lain : Blue Fresh/Molto Blue, Satin Fresh, & Glory.
Pemilihan Jenis Parfum ini sangat menentukan keberhasilan penjualan karena,
selain melembutkan, Harum dari pelembut Pakaian sangat menentukan
keberhasilan penjualan Produk.
Fixative.
Fixative adalah bahan kimia yang berfungsi untuk melekatkan parfum ke serat
kain.
Methanol/ alcohol, adalah pelarut parfum. Fungsinya agar Parfum larut dalam
bahan softener.
Pewarna. Pewarna yang digunakan untuk Pelmbut Pakaian adalah Pewarna
Makanan. Fungsinya untuk memperindah tampilan Pelembut Pakianan sehingga
Penampilannya Menarik.
Bahan Baku untuk Pembuatan Deterjen:
1. Bahan Aktif
Bahan aktif ini merupakan bahan inti dari deterjen sehingga bahan ini harus ada dalam
pembuatan deterjen. Secara kimia bahan kimia ini dapat berupa sodium lauryl ether sulfat
(SLES). SLES ini dikenal dengan beberapa nama dagang dengan nama cottoclarin, texapone,
ataupun ultra SLES. Secara fungsional bahan mempunyai andil dalam meningkatkan daya
bersih. Ciri dari bahan aktif ini mempunyai busa banyak dan bentuknya gel translucent
(pasta). Selain SLES, bahan aktif dari sabun bubuk adalah garam Linear Alkyl Benzene
Sulfonat (LAS), bentuknya gel/pasta berwarna kuning muda. Fungsi LAS sama seperti Ultra
SLES, sebagai bahan pembersih utama pembuatan Sabun Bubuk, dengan LAS, maka sabun
bubuk akan lebih mudah dibilas/ kesat.

2. Bahan pengisi
Bahan ini berfungsi sebagai bahan pengisi dari keseluruhan bahan baku. Pemberian bahan
pengisi ini dimaksudkan untuk memperbesar atau memperbanyak volume. Keberadaan
bahan ini dalam deterjen semata-mata dilihat dari aspek ekonomis. Bahan pengisi deterjen
disini menggunakan Sodium Sulfat (Na2SO4).

3. Bahan penunjang
Salah satu contoh bahan penunjang deterjen adalah soda abu (Na2CO3) yang berbentuk
serbuk putih. Bahan penunjang ini berfungsi sebagai meningkatkan daya bersih. Keberadaan
bahan ini dalam deterjen tidak boleh terlalu banyak, sebab dapat menimbulkan efek panas
pada tangan saat mencuci pakaian. Bahan penunjang lainnya adalah STPP (sodium tripoly
posphate) yang juga penyubur tanaman. Ini dapat dibuktikan air bekas cucian disiramkan ke
tanaman akan menjadi subur. Hal ini disebabkan oleh kandungan fosfat yng merupakan salah
satu unsur dalam jenis pupuk tertentu.

4. Bahan Tambahan (aditif)


Bahan tambahan ini sebenarnya tidak harus ada didalam pembuatan deterjen. Namun
demikian, produsen mencari hal-hal baru untuk mengangkat nilai dari deterjen itu sendiri.
Salah satu contoh bahan tambahan ini adalah Enzym AR. Bahan ini berbentuk serbuk putih
yang berfungsi mencegah kotoran kembali ke pakaian (anti redeposisi).

5. Bahan Pewangi/ Bibit Parfum


Keberadaan bahan wangi ini sangat penting keberadaannya, sebab suatu deterjen dengan
kualitas baik , Harum & Disukai Pelanggan. Parfum untuk deterjen bentuknya cair kekuning-
kuningan. Pemilihan parfum ini sangat penting, karena biasanya konsumen selalu membau
dulu barang yang akan dibeli, baru mencoba untuk memakai produk tersebut.

6. Bahan Tambahan untuk membuat sabun yang kulitas istimewa:


Extrableach : Untuk Memutihkan Cucian yang khusus berwarna putih, pemakiannya 3-10%
Lipozyme: Pembersih noda yang disebabkan oleh minyak, lemak & gemuk. Dengan
ditambah lypozyme, maka daya cuci sabun terhadap kotoran yang mengandung minyak,
lemak ataupun gemuk yang membandel akan lebih mudah dibersihkan. Dosis pemakaian 2-
10%.
Protease: Pembersih noda yang membandel disebabkan oleh protein, seperti darah, kecap,
susu, saos dll. Dengan ditambah Protease, maka daya cuci sabun terhadap kotoran yang
disebabkan protein seperti darah, makanan bayi, susu, saos, kecap dll yang membandel akan
lebih mudah dibersihkan.Dosis Pemakaian 2-10%.
Bioenzyme (Bintik Biru) dosis pemakaian secukupnya.

Komposisi Pembuatan Deterjen:

1. Cottoclarin/Ultra Sles/Texapone 5-10%


2. LAS 5-10%
3. Na2SO4 10-20%
4. Na2CO3 35% – 50%
5. STPP 5-20 %
6. Enzym AR 2-10 %
7. Parfum secukupnya

Peralatan yang dibutuhkan : Wadah, pengaduk kayu, dan saringan deterjen


Untuk meproduksi detergent dalam jumlah besar bisa menggunakanPOWDER MIXER
Cara Membuat Deterjen

1. Cottoclarin + LAS diaduk rata


2. Semua Bahan Bahan Serbuk di aduk rata
3. (1) + (2) aduk rata
4. (3) + Bahan Tambahan
5. Diayak dan keringkan
6. Semprot dengan Parfum
7. Dikemas & Siap dipasarkan

Kelebihan Deterjen ini- Daya bersihnya kuat atau membersihkan kotoran yang membandel.-
Direndam semalam baju tidak akan menimbulkan bau.- Hemat air karena mudah dibilas.