TUGAS MKE SISTEM KERJA MESIN 4 TAK DAN 2 TAK

Oleh: YANUAR FERDIANTO 081910101009

PROGRAM STUDI S1 TEKNIK JURUSAN TEKNIK MESIN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS JEMBER

5. Empat proses tersebut terbagi dalam siklus : Langkah hisap : Bertujuan untuk memasukkan kabut udara ± bahan bakar ke dalam silinder.SISTEM KERJA MESIN 4 LANGKAH Mesin empat langkah adalah sebuah mesin dimana untuk menghasilkan sebuah tenaga memerlukan empat proses langkah naik-turun piston. 1. Piston bergerak dari Titik Mati Atas (TMA) menuju Titik Mati Bawah (TMB). Prosesnya adalah . ‡Crankshaft. berfungsi untuk mengatur volume ruang pembakaran. berfungsi untuk menutup menutup lubang silinder. merubah gerakan naik turun piston (vertikal) menjadi gerakan memutar. ‡Piston. Klep inlet terbuka. ‡Batang penghubung. bahan bakar masuk ke silinder Kruk As berputar 180 derajat Noken As berputar 90 derajat Tekanan negatif piston menghisap kabut udara-bahan bakar masuk ke silinder . berfungsi untuk menghubungkan piston dengan crankshaf t. ‡Katup. 2. 4. Sebagaimana tenaga mesin diproduksi tergantung dari jumlah bahan-bakar yang terbakar selama proses pembakaran. dua kali rotasi kruk as. berfungsi untuk memercikkan api. Komponen-komponen mesin 4 langkah antara lain: ‡Busi. 3. dan satu putaran noken as (camshaft).

LANGKAH HISAP Piston bergerak ke bawah . Campuran udara dan bahan bakar dihisap masuk (melalui katup hisap). Pasokan bahan bakar tidak cukup hanya dari semprotan karburator. . katup hisap terbuka dan katup buang menutup. LANGKAH KOMPRESI Langkah Kompresi Dimulai saat klep inlet menutup dan piston terdorong ke arah ruang bakar akibat momentum dari kruk as dan flywheel. Disebut langkah hisap karena langkah pertama adalah menghisap melalui piston dari karburator.

4. Putaran Noken As 270 derajat . Klep Ex tetap tertutup Bahan Bakar termampatkan ke dalam kubah pembakaran (combustion chamber) Sekitar 15 derajat sebelum TMA . busi mulai menyalakan bunga api dan memulai proses pembakaran 5. Prosesnya sebagai berikut : 1. Kruk as mencapai satu rotasi penuh (360 derajat) 6. Terjadi transformasi energi gerak bolak-balik piston menjadi energi rotasi kruk as 5. Dengan cepat campuran yang terbakar ini merambat dan terjadilah ledakan yang tertahan oleh dinding kepala silinder sehingga menimbulkan tendangan balik bertekanan tinggi yang mendorong piston turun ke silinder bore. Ledakan tercipta secara sempurna di ruang bakar 2. Piston bergerak kembali dari TMB ke TMA Klep In menutup. 3. 2. counter balance weight pada kruk as membantu piston melakukan siklus berikutnya. Enersi rotasi diteruskan sebagai momentum menuju flywheel yang bukan hanya menghasilkan tenaga. Prosesnya sebagai berikut : 1. Gerakan linier dari piston ini dirubah menjadi gerak rotasi oleh kruk as. Rasio kompresi ini juga nantinya berhubungan erat dengan produksi tenaga. Piston terlempar dari TMA menuju TMB 3. Noken as mencapai 180 derajat LANGKAH PEMBAKARAN Dimulai ketika campuran udara/bahan-bakar dinyalakan oleh busi. sedangkan menjelang akhir langkah usaha klep buang mulai sedikit terbuka. 4.Tujuan dari langkah kompresi adalah untuk meningkatkan temperatur sehingga campuran udara-bahan bakar dapat bersenyawa. Putaran Kruk As mencapai 540 derajat 6. Klep inlet menutup penuh.

mesin 4 langkah lebih mudah dibuat dan menjadikannya sangat berguna dalam aplikasi tenaga besar seperti mobil atau kendaraan besar lainnya. Kruk as melakukan 2 rotasi penuh (720 derajat) 5. Counter balance weight pada kruk as memberikan gaya normal untuk menggerakkan piston dari TMB ke TMA 2. Gas sisa hasil pembakaran didesak keluar oleh piston melalui port exhaust menuju knalpot 4. 2. Proses ini harus dilakukan dengan total. Prosesnya adalah : 1.Konsumsi bahan bakar lebih irit. dikarenakan sedikit saja terdapat gas sisa pembakaran yang tercampur bersama pemasukkan gas baru akan mereduksi potensial tenaga yang dihasilkan.LANGKAH BUANG Exhaust stroke Langkah buang menjadi sangat penting untuk menghasilkan operasi kinerja mesin yang lembut dan efisien. Piston bergerak mendorong gas sisa pembakaran keluar dari silinder menuju pipa knalpot. Klep Ex terbuka Sempurna.Asap pembuangan lebih ramah lingkungan. Klep Inlet menutup penuh 3. . mesin 4 langkah tetap dikategorikan cukup bertenaga 4.Dengan konfigurasi multi-silinder. Noken as menyelesaikan 1 rotasi penuh (360 derajat) Keunggulan Beberapa keunggulan mesin 4 langkah dibandingkan mesin 2 langkah antara lain : 1.Walaupun lebih banyak bagian yang bergerak. 3.

Langkah kompresi dan pembakaran a) Torak bergerak dari TMB ke TMA. Produksi Daya Lebih Besar . c) Diatas torak. 2. serta bobotnya lebih ringan. Ini adalah alasan mengapa gergaji mesin menggunakan mesin jenis ini. gas sisa pembakaran dari hasil pembakaran sebelumnya sudah mulai terbuang keluar melalui saluran buang. terjadi langkah kompresi. 3. Ini membuatdimensi mesin menjadi lebih kecil. b) Saluran bilas dan buang tertutup.Konstruksi Sederhana . yaitu langkah penghisapan dan pembuangan. namun jugamembuat konsumsi bahan bakarnya menjadi lebih boros. dan setelah mencapi tekanan tinggi busi memercikan bunga api listrik untuk membakar campuran bensin dengan udara tadi c) Pada sat yang bersamaan juga dibawah ( didalam bak engkol mesin ) bahan bakar yang baru masuk ke dalam bak mesin melalui saluran masuk. dan saluran bilas terus masuk ke dalam ruang bakar. Keunggulan 1. Sumber : Racing Automotive Tuning . pada mesin 2 langkah umumnya tidak digunakan mekanisme katupsehingga jumlah komponen yang bergerak pun menjadi lebih sedikit. mesin 2 langkah dapatmemproduksi daya yang lebih besar dibanding 4 langkah. serta langkah kompresi dan pembakaran. campuran bensin dengan udara mengalir melalui saluran. 2. Jumlah pembakaranyang lebih banyak inilah yang membuat daya yang dihasilkan lebih besar. karena sistem pelumasan mesin 2 langkah tercampurlangsung dengan bahan bakar.SISTEM KERJA MESIN DUA LANGKAH Secara umum cara kerja mesin 2 langkah terbagi. Selain itu prosesperawatannya pun menjadi lebih mudah. pembakaranmesin 2 langkah terjadi pada setiap 1 kali perputaran poros engkol. 1. Langkah penghisapan dan pembuangan a) Torak bergerak dari TMA ke TMB.Fleksibilitas Orientasi Posisi . maka perubahan posisi mesin tidak akan mempengaruhiefisiensi pelumasan. untuk kapasitas mesin yang sama. Tidak seperti 4 langkah yangmelakukan pembakaran setiap 2 kali perputaran Crankshaft/poros engkol. di dalam bak engkol terjadi kompresi terhadap campuran bensin dan udara. d) Saat saluran bilas sudah terbuka. b) Pada saat saluran bilas masih tertutup oleh torak.