Anda di halaman 1dari 21

Pancasila sebagai suatu etika

Dengan dipilihnya Pancasila sebagai dasar


hidup bernegara dan berbangsa atau
sebagai dasar hidup berpolitik, maka
politik tidaklah netral, tetapi harus
dilandasi nilai-nilai etis. Itulah salah satu
tugas filsafat politik: mencerahi makna
berpolitik dan mengekplisitkan nilai-nilai
etis dalam politik yang didasarkan atas
Pencasila.
Sebagai etika politik

• Politik adalah suatu aktivitas etis, yaitu


bersangkut paut dengan masalah bagaimana
kita harus hidup dalam suatu masyarakat politik.
• Dengan ditetapkannya Pancasila sebagai dasar
negara, kehidupan politik memiliki dimensi etis,
bukan sesuatu yang netral. Nilai-nilai yang
terkandung dalam Pancasila mendorong
warganegara untuk berperilaku etis dalam
politik.
Apabila nilai-nilai Pancasila itu dapat
ditransformasikan ke dalam ethos masyarakat,
maka akan menjadi pandangan hidup atau
Weltanschauung. Pandangan hidup dapat dilihat
sebagai suatu cultural software, suatu perangkat
lunak budaya. Pandangan hidup adalah suatu
cara memahami dunia dan kehidupan sosial,
suatu kosmologi masyarakat. Sebagai perangkat
lunak budaya pandangan hidup berperan dalam
mengkonstruksikan dunia sosial dan politik.
Tetapi pandangan hidup itu selalu berada dalam
kontestasi dan negosiasi dengan pandangan
hidup lainnya
ETIKA

1. Etika dan Moralitas


2. Etika dan Agama
1. Etika dan Moralitas
Etika bukan sumber tambahan moralitas
melainkan merupakan filsafat yang mereflesikan
ajaran moral. Pemikiran filsafat mempunyai lima
ciri khas yaitu rasional, kritis, mendasar,
sistematik dan normatif. Rasional berarti
mendasarkan diri pada rasio atau nalar, pada
argumentasi yang bersedia untuk dipersoalkan
tanpa perkecualian. Kritis berarti filsafat ingin
mengerti sebuah masalah sampai ke akar-
akarnya, tidak puas dengan pengertian dangkal.
2. Etika dan Agama

Etika tidak dapat menggantikan agama.


Agama merupakan hal yang tepat untuk
memberikan orientasi moral. Pemeluk
agama menemukan orientasi dasar
kehidupan dalam agamanya. Akan tetapi
agama itu memerlukan ketrampilan etika
agar dapat memberikan orientasi
Apa Itu Politik???
• Politik adalah seni tentang kenegaraan yang
dijabarkan dalam praktek di lapangan, sehingga
dapat dijelaskan bagaimana Imbungan antar
manusia (penduduk) yang tinggal di suatu
tempat (wilayah) yang meskipun memiliki
perbedaan pendapat dan kepentingannya, tetap
mengakui adanya kepentingan bersama untuk
mencapai cita-cita dan tujuan nasionalnya
• Politik adalah seni dan ilmu untuk meraih
kekuasaan secara konstitusional maupun
nonkonstitusional.
• Politik adalah usaha yang ditempuh warga
negara untuk mewujudkan kebaikan bersama
(teori klasik Aristoteles)
• Politik adalah hal yang berkaitan dengan
penyelenggaraan pemerintahan dan negara
• Politik merupakan kegiatan yang diarahkan
untuk mendapatkan dan mempertahankan
kekuasaan di masyarakat
• Politik adalah segala sesuatu tentang proses
perumusan dan pelaksanaan kebijakan publik.
Pandangan Politik

1. Teori Politik Lao Tzu (Taoisme)


2. Teori Politik Aristoteles Teori Politik
Aristoteles
MORAL

• Moral berasal dari bahasa latin yakni


mores kata jamak dari mos yang berarti
adat kebiasaan. Sedangkan dalam bahasa
Indonesia moral diartikan dengan susila.
Sedangkan moral adalah sesuai dengan
ide-ide yang umum diterima tentang
tindakan manusia, mana yang baik dan
mana yang wajar.
NORMA
• Norma berasal dari bahasa latin yakni norma, yang berarti
penyikut atau siku-siku, suatu alat perkakas yang digunakan
oleh tukang kayu. Dari sinilah kita dapat mengartikan norma
sebagai pedoman, ukuran, aturan atau kebiasaan. Jadi norma
ialah sesuatu yang dipakai untuk mengatur sesuatu yang lain
atau sebuah ukuran. Dengan norma ini orang dapat menilai
kebaikan atau keburukan suatu perbuatan.
• Dengan tidak adanya norma maka kiranya kehidupan manusia
akan manjadi brutal. Pernyataan tersebut dilatar belakangi
oleh keinginan manusia yang tidak ingin tingkah laku manusia
bersifat senonoh. Maka dengan itu dibutuhkan sebuah norma
yang lebih bersifat praktis. Memang secara bahasa norma
agak bersifat normatif akan tetapi itu tidak menuntup
kemungkinan pelaksanaannya harus bersifat praktis
PANCASILA SEBAGAI
SUMBER NILAI
1. PENGERTIAN NILAI

• Nilai adalah sesuatu yang berharga,


bermutu, menunjukkan kualitas, dan
berguna bagi manusia. Sesuatu itu bernilai
berarti sesuatu itu berharga atau berguna
bagi kehidupan manusia.
2. CIRI-CIRI NILAI
1. Nilai itu suatu realitas abstrak dan ada dalam
kehidupan manusia. Nilai yang
bersifat abstrak tidak dapat diindra.
2. Nilai memiliki sifat normatif, artinya nilai
mengandung harapan, cita-cita, dan suatu
keharusan sehingga nilai nemiliki sifat ideal (das
sollen). Nilai
diwujudkan dalam bentuk norma sebagai landasan
manusia dalam bertindak. Misalnya, nilai keadilan.
Semua orang berharap dan mendapatkan dan
berperilaku yang mencerminkan nilai keadilan.
3. Nilai berfungsi sebagai daya
dorong/motivator dan manusia adalah
pendukung nilai. Manusia bertindak
berdasar dan didorong oleh nilai yang
diyakininya. Misalnya, nilai ketakwaan.
Adanya nilai ini menjadikan semua orang
terdorong untuk bisa mencapai derajat
ketakwaan.
3. MACAM-MACAM NILAI

1. Nilai logika adalah nilai benar salah


2. Nilai estetika adalah nilai indah tidak
indah
3. Nilai etika/moral adalah nilai baik buruk.
Notonegoro dalam Kaelan (2000) menyebutkan adanya 3
macam nilai Ketiga nilai itu adalah sebagai berikut:

 Nilai material, yaitu segala sesuatu yang


berguna bagi kehidupan jasmani
manusia atau kebutuhan ragawi manusia.
 Nilai vital, yaitu segala sesuatu yang berguna
bagi manusia untuk dapat
mengadakan kegiatan atau aktivitas.
 Nilai kerohanian, yaitu segala sesuatu yang
berguna bagi rohani manusia.
Memahami dan menghayati nilai-nilai
pancasila

a. Investasi nilai
b. Fitur Tindakan Manusia
c. Memberikan Kendali kepada Manusia
d. Sebagai Pengarah (Orientasi) pada
Manusia
e. Sebagai Pendorong (Motivasi) bagi
Manusia
Nilai Laten
1. Ketuhanan Yang Maha Esa
2. Kemanusian Yang Adil dan Beradap
3. Persatuan Indonesia
4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh
Hikmat Kebijaksanaan dalam
Permusyawaratan/Perwakilan
5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat
Indonesia
KESIMPULAN
• Pancasila adalah dasar Negara yang menjadi tolok ukur
pemikiran bangsa Indonesia yang mengandung nilai-nilai
yang universal dan terkristalilasi dalam sila-silanya. yang
dikembangkan dan berkembang dalam diri pribadi
manusia sesuai dengan kodratnya, sebagai makhluk
pribadi dan sosial. Didalam tubuh pancasila telah terukir
berbagai aspek pemikiran bangsa yang mengandung asas
moralitas, politik, sosial, agama, kemusyawaratan,
persatuan dan kesatuan.
• Seluruh aspek tersebut senafas, sejiwa, merupakan suatu
totalitas saling hidup menjiwai, diliputi dan dijiwai satu
sama lain.

Anda mungkin juga menyukai