Anda di halaman 1dari 25

TRAFO ARUS PENYULANG 20 kV JENUH

Pribadi Kadarisman

1
TRAFO ARUS PENYULANG JENUH

PENYULANG 20 KV PLN (JAWA) DIPASOK DARI :

20kV PENYULANG 1

150kV ALAT PENGUKURAN / PROTEKSI

PENYULANG 2
TRAFO
SUMBER TENAGA
DI SISTEM KAP = ?
150kV PENYULANG n

ARUS BEBAN PENYULANG TIDAK BISA LANGSUNG DISAMBUNG


KE ALAT PENGUKURAN ATAU PROTEKSI
HARUS MELALUI TRAFO ARUS ! !

Pribadi K 1
TRAFO ARUS PENYULANG JENUH

TRAFO ARUS : MENTRANSFER ARUS SISI INSTALASI


PRIMER KE SISI INSTALASI SEKUNDER,
DISESUAIKAN DENGAN KEPERLUAN :
1. PENGUKURAN
2. PROTEKSI

RATIO ARUS TERTENTU


KETELITIAN TRANFORMASI

TRANSFER MELALUI KOPLING MAGNETIK

KAPASITAS TERTENTU

TINGKAT KEJENUHAN TERTENTU

Pribadi K 2
TRAFO ARUS PENYULANG JENUH

RATIO TRAFO ARUS :


DISESUAIKAN DENGAN ARUS BEBAN
YANG MENGALIR DI SISI INSTALASI
PRIMER :
NILAI RATING PRIMER TRAFO ARUS
ARUS BEBAN
0,8
MAKSUD : - ARUS BEBAN MAKS BERADA
PADA ERROR TERENDAH
- ARUS BEBAN OVER BERADA
PADA NOMINAL RATING
SEHINGGA RATIO TRAFO ARUS
(50, 75, 100, 150, 200, 250, 300, 400, 600 ) : 5 (1)

Pribadi K 3
TRAFO ARUS PENYULANG JENUH

KETELITIAN TRAFO ARUS :


PENGUKURAN
1. HARUS PUNYA KETELITIAN TINGGI
PADA DAERAH ARUS PENGUKURAN
BEBAN NOMINAL
2. HARUS JENUH PADA ARUS GANG-
GUAN YANG BESAR, UNTUK KEA –
MANAN ALAT UKUR
PROTEKSI
1. HARUS PUNYA KETELITIAN / ERROR
KECIL PADA DAERAH ARUS GANG-
GUAN HUBUNG SINGKAT BESAR
2. TIDAK JENUH PADA ARUS GANG-
GUAN YANG BESAR, UNTUK KEAN-
DALAN ALAT PROTEKSI

Pribadi K 4
TRAFO ARUS PENYULANG JENUH

TRANSFER ARUS MELALUI KOPLING MAGNETIK:


ARUS PRIMER  BANGKITKAN  DI
 BESI INTI
Ip is  MENGALIR DALAM RANGKAIAN
MAGNET DI BESI INTI
ALIRAN  YANG BERUBAH-UBAH
 DI BESI INTI MEMOTONG BELITAN
SEKUNDER  INDUKSI GAYA GE-
RAK LISTRIK (GGL)
BAGAIMANA BILA ADA  DALAM BESI INTI TAPI TIDAK BERUBAH ?

PENAMPANG INTI ADALAH BATAS


Ip is JUMLAH GARIS  YANG MENGALIR
DI DALAM BESI INTI

Pribadi K 5
TRAFO ARUS PENYULANG JENUH

KAPASITAS TRAFO ARUS :


KARENA TERBATASNYA LUAS PENAMPANG
INTI  TERBATAS PULA JUMLAH GARIS 
 TERBATAS PULA BESARNYA GGL
IS

IP Zi Z i = IMPEDANSI DALAM CT
Z Beban
ES VB

( Z Beban + Z i ) = IMP. BEBAN CT

TRAFO ARUS MEMPERTAHANKAN RATIO IP / IS


TERBATAS PADA IMPEDANSI BEBAN DI SISI
SEKUNDER  KARENA ES TERBATAS BESARNYA

IMP. BEBAN CT KECIL  ES KECIL


IMP. BEBAN CT BESAR  ES BESAR VA CT = ES x IS
KARENA ES TERBATAS BESARNYA,
MAKA IMP. BEBAN CT TERBATAS

Pribadi K 6
TRAFO ARUS PENYULANG JENUH

KEJENUHAN TRAFO ARUS :


BELITAN PRIMER BELITAN SEKUNDER
BESI INTI
ARUS PRIMER  BANGKITKAN  DI
Ip is BESI INTI
MAKIN BESAR ARUS PRIMER 
MAKIN PADAT  YANG MENGALIR
DI BESI INTI
PADA NILAI ARUS PRIMER TERTENTU  BESI INTI TIDAK
CUKUP LAGI MENAMPUNG  YANG HARUS DIALIRKAN

AKIBATNYA ES TIDAK NAIK MAMPU LAGI

ERROR RATIO MULAI NAIK, BAHKAN OUTPUT SEKUNDER CT


BISA MENJADI COLLAPSE
KURVA ES TERHADAP ARUS EKSITASI
DAPAT DIGAMBARKAN BERIKUT INI

Pribadi K 7
TRAFO ARUS PENYULANG JENUH

KEJENUHAN TRAFO ARUS :


Kurva CT untuk proteksi
ES KEJENUHAN CT PROTEKSI
Knee point > DARI KEJENUHAN CT
UNTUK PENGUKURAN
Kurva CT untuk pengukuran

ADA MANFAAT DARI


BEDA KEJENUHAN INI
Iexct

“CT PENGUKURAN” JENUH PADA ARUS GANGGUAN YANG BESAR


DIPERLUKAN KARENA OUTPUT ARUS DI SEKUNDER COLLAPSE,
SEHINGGA ALAT PENGUKURAN TIDAK SAMPAI DIALIRI ARUS BESAR
“CT PROTEKSI” DIHARAPKAN TIDAK JENUH PADA ARUS GANGGUAN
YANG BESAR, KARENA OUTPUT ARUS DI SEKUNDER DIPERLUKAN
AGAR RELAI PROTEKSI BEKERJA DENGAN PASTI

BAGAIMANA KALAU ARUS GANGGUAN TERLALU BESAR


SAMPAI MELAMPAUI BATAS KEJENUHAN CT PROTEKSI ?
Pribadi K 8
TRAFO ARUS PENYULANG JENUH

KEJENUHAN TRAFO ARUS :


“CT PENGUKURAN” JENUH PADA ARUS PRIMER SEBESAR 2 x In
TETAPI PADA ARUS DIBAWAH SAMPAI DENGAN In, KETELITIANNYA
TINGGI ( HANYA PADA NILAI ARUS BEBAN SAJA )

“CT PROTEKSI” JENUH PADA ARUS PRIMER BESAR YANG


SECARA UMUM PERNYATAAN KEJENUHANNYA SEPERTI
CONTOH :

KLAS 5 P 10 : MEMBERI ARTI ERROR ARUS


SEKUNDER SUDAH SAMPAI 5% PADA ARUS
PRIMER SEBESAR 10 x In
KLAS CT YANG BANYAK DIPEROLEH DIPASARAN
5 P 10 , 5 P 20 , 10 P 10 , 10 P 20

BAGAIMANA BENTUK GELOMBANG ARUS SEKUNDER CT


SEWAKTU DIALIRI ARUS PRIMER YANG BESAR MELAMPAUI
BATAS KEJENUHANNYA ?

Pribadi K 9
TRAFO ARUS PENYULANG JENUH

KEJENUHAN TRAFO ARUS :


BOLEH DIKATAKAN PERALATAN LISTRIK MENGUKUR NILAI
RMS BESARAN BOLAK BALIK SESUAI FREKWENSI SPEC.

UNTUK FREKWENSI 50 HZ

PENGUKURAN RMS GELOMBANG SINUS


FREKWENSI 50 HZ ADALAH NILAI ARUS
RATA2 SELAMA PERIODA ½ GELOM-
BANG SINUS ITU ( PERIODA 10 Ms )
10mS
ATAU LUAS SEGI EMPAT YANG TER-
BENTUK DARI NILAI ARUS RATA2 DAN
WAKTU 10 mS  SAMA DENGAN LUAS
YANG DIBENTUK OLEH ½ GELOMBANG
SINUS UNTUK PERIODA 10mS JUGA

NILAI/ LEVEL INI YANG DISEBUT RMS


BAGAIMANA KALAU GELOMBANG SINUS ITU CACAT ?

NILAI RMS NYA MENGECIL

Pribadi K 10
TRAFO ARUS PENYULANG JENUH

KEJENUHAN TRAFO ARUS : RATIO CT ERROR


BATAS JENUH INTI +
RATIO CT NORMAL BATAS JENUH INTI +

ARUS PRIMER ARUS PRIMER

t t

BATAS JENUH INTI -

BATAS JENUH INTI -

ARUS SEKUNDER t ARUS SEKUNDER t

ARUS RMS SEKUNDER C.T ARUS RMS SEKUNDER CT


PROPORTIONAL  O.C TIDAK PROPORTIONAL
KERJA NORMAL O.C BISA TIDAK KERJA

Pribadi K 11
TRAFO ARUS PENYULANG JENUH

KEJENUHAN TRAFO ARUS :


KAPAN KEJENUHAN TRAFO ARUS PENYULANG TERJADI ?
DARI
TRAFO ARUS - RATIO : (50, 75, 100, S/D , 300 ) : 5
- KLAS CT 5 P 10 , 5 P 20
10 P 10 , 10 P 20
- BEBAN SEKUNDER CT AGAK TINGGI
DAN PENYULANG 20 KV DIPASOK DARI SISTEM 150 KV ( JAWA )
MELALUI TRAFO TENAGA 60 MVA, DENGAN SINGLE LINE SBB:

150kV 20kV 30%


7590 A
PENYULANG 1

TRAFO
TENAGA ALAT PENGUKURAN / PROTEKSI
SUMBER
DI SISTEM KAP = 60 MVA UNTUK MENILAI UNJUK KERJA CT
150kV PERLU PENGUKURAN CT SBB :
Pribadi K 12
TRAFO ARUS PENYULANG JENUH

PENGUKURAN KEJENUHAN TRAFO ARUS :


SEBAGAI CONTOH :
S (Slope) = b/a
Iexc Vexc Iexc Vexc Lengkung Kemaknitan CT
Real Modif Iexc Real Modif Iexc
0,00 0,001 0,00 17,26 0,047 18,30 100,00
5,25 0,020 5,23 18,99 0,051 19,90
a
5,50 0,021 5,50 20,89 0,057 20,89 b
10,00
6,05 0,023 6,50 22,97 0,066 22,97
6,66 0,024 7,30 25,27 0,097 26,57
7,32 0,026 8,30 27,80 0,304 29,40 1,00
8,05 0,028 9,20 30,58 0,794 31,58
Vexc
8,86 0,029 9,86 33,64 1,415 32,64
0,10
9,74 0,032 10,72 37,00 2,386 33,00
10,72 0,034 11,72 3,000 34,00
11,79 0,036 12,97 3,600 34,60 0,01
12,97 0,038 13,70 5,000 35,10
14,27 0,041 15,40 8,000 35,40
0,00
15,69 0,041 15,80 10,000 37,00 0,001 0,010 0,100 1,000 10,000
Iexc

Pribadi K 13
TRAFO ARUS PENYULANG JENUH

PENGUKURAN KEJENUHAN TRAFO ARUS :


PENGUKURAN TAHANAN DALAM CT, TAHANAN
DAN REAKTANSI BEBAN SEKUNDER CT : RW = 0,20  RB = 0,96 
XB = 0,62 
DARI DATA CT INI, MASUKKAN KE TOOL PEMERIKSA GELOMBANG ARUS DI SEKUNDER CT :

S, VS : DIAMBIL DARI LENGKUNG


KEMAKNITAN masukan
RW : DARI PENGUKURAN
Slope kejenuhan ( S ) S= 15,1 ---
RB : DARI PENGUKURAN
Teg, rms pada Ie=10 A Vs = 37 Volt rms
XB : DARI PENGUKURAN Rasio I-prim / I-sek. N= 80 ---
X/R SISTEM : DARI PERHITUNGAN Resistansi belitan sek. Rw = 0,200 
HUBUNG SINGKAT Resistansi beban sek. Rb = 0,960 
Offset : DARI KEMUNGKINAN Reaktansi beban sek. Xb = 0,620 
GANGGUAN TERJADI Rasio X / R system XthdR = 3,15 ---
SAAT GELOMBANG
Offset Arus sisi Primer Off = 1,00 -1<Off< 1
TEGANGAN = 0,PEAK
ATAU NILAI TERTENTU pu Remanensi (thd Vs) rem = 0,50 ---

REM : REMANENSI INTI CT Arus gang, simetris Primer Ip = 7590 Amp-rms

IP : DARI PERHITUNGAN DENGAN TOOL INI, AKAN DAPAT DIKETAHUI


ARUS GANGGUAN
BENTUK CACAT ATAU MASIH BAIK GEL. ARUS
SEKUNDER CT ITU, DEMIKIAN NILAI RMS NYA
Pribadi K 14
TRAFO ARUS PENYULANG JENUH

SEKUNDER TRAFO ARUS JENUH :


Kurva Arus berwarna biru tebal adalah Kurva Arus ideal dari sekunder CT (sesuai ratio)
Kurva Arus berwarna merah tebal adalah Kurva Arus real dari sekunder CT karena kejenuhan inti
Kurva Arus berwarna biru tipis adalah Kurva Arus ideal nilai rms dari sekunder CT (sesuai ratio)
Kurva Arus berwarna merah tipis adalah Kurva Arus real nilai rms dari sekunder CT karena kejenuhan inti

Kurva arus sekunder CT ideal & jenuh

200

100
Amp

-100

-200
-0,01 0 0,01 0,02 0,03 0,04 0,05 0,06 0,07 0,08 0,09 0,1
detik

DARI NILAI RMS ARUS SEKUNDER CT YANG LEBIH KECIL DARI YANG
SEMESTINYA  MAKA ARUS INILAH YANG MENGGAGALKAN ATAU
MELAMBATKAN KERJA RELAI O.C DI PENYULANG
ATAU BAHKAN OUTPUT SEKUNDER CT MENJADI COLLAPSE
BILA ARUS GANGGUAN YANG MENGALIR DI PRIMER CT TERLALU
BESAR, SEHINGGA RELAI O.C SAMA SEKALI TIDAK BEKERJA

Pribadi K 15
TRAFO ARUS PENYULANG JENUH

SEKUNDER TRAFO ARUS JENUH :


PERBANDINGAN CT UNTUK PENGUKURAN DAN CT
UNTUK PROTEKSI DI PENYULANG (20 KV)
CT UNTUK PENGUKURAN
NILAI RMS ARUS SEKUNDER CT YANG LEBIH KECIL PADA KONDISI
INTI JENUH  MENYELAMATKAN ALAT UKUR DARI ARUS YANG
TERLALU BESAR YANG MERUSAKKAN
CT UNTUK PENGUKURAN
NILAI RMS ARUS SEKUNDER CT YANG LEBIH KECIL PADA KONDISI
INTI JENUH  MENGGAGALKAN / MENGGESER KERJA PROTEKSI

KHUSUS KEJENUHAN CT PROTEKSI PENYULANG TERJADI AKIBAT :


1. ARUS GANGGUAN HUBUNG SINGKAT TERLALU BESAR
RELATIF TERHADAP RATING PRIMER TRAFO ARUS.
2. ARUS GANGGUAN HUBUNG SINGKAT YANG BESAR DI -
HASILKAN DARI SOURCE YANG BESAR.
3. DENGAN LEVEL HUBUNG SINGKAT 150 KV YANG TERUS
MEMBESAR DAN BERPEDOMAN PEMBANGUNAN INSTALASI
YANG EKONOMIS DIDEPAN, BUS 20 KV DI PASOK DARI
TRAFO TENAGA 150 / 20 DENGAN KAPASITAS BESAR.
Pribadi K 16
TRAFO ARUS PENYULANG JENUH

SEKUNDER TRAFO ARUS JENUH :


DARI BUTIR 3 DIATAS, TERDAPAT MASALAH DALAM
OPERASI DISTRIBUSI :
PEMBANGUNAN INSTALASI YANG EKONOMIS DIDEPAN,
(TRAFO TENAGA BESAR, JUMLAH PENYULANG BANYAK)
TERNYATA MEMBERIKAN KERUGIAN BESAR DI DALAM
OPERASI DISTRIBUSI :
1. TIDAK TERJAMINYA SELEKTIFITAS KERJA RELAI PROTEKSI
ANTARA PENYULANG DAN INCOMING AKIBAT CT JENUH
SEWAKTU DIALIRI ARUS GANGGUAN YANG BESAR.
2. SULIT MENDAPATKAN JAMINAN MUTU TEGANGAN, TER -
UTAMA KEDIP TEGANGAN DI PENYULANG YANG SEHAT
SEWAKTU GANGGUAN H.S DI PENYULANG LAIN.
CATATAN : MASALAH INI DI ILUSTRASIKAN PADA CONTOH DI HALAMAN
SELANJUTNYA
3. PERBAIKAN TERHADAP KEGAGALAN RELAI O.C DEGAN
MEMPERBESAR RATING PRIMER C.T AKAN BERLAWANAN
DENGAN KEPERLUAN PROGRAM LOSSES DISTRIBUSI,
TERMASUK MASALAH SPACE UNTUK CT DIDALAM KUBIKEL.
Pribadi K 17
TRAFO ARUS PENYULANG JENUH

PENYULANG 20 KV PLN (JAWA) DIPASOK DARI :


1 BUAH TRAFO
150 / 20 KV BESAR 20kV PENYULANG 1

150kV

PENYULANG 2
TRAFO ALAT PENGUKURAN / PROTEKSI
SUMBER TENAGA
DI SISTEM 60 MVA
150kV YANG
TERUS PENYULANG n
MEMBESAR

SELAIN BISA MEMBUAT RELAI O.C PENYULANG GAGAL BEKERJA GANGGUAN


HUBUNG SINGKAT DI PENYULANG 1, AKAN MEMBERI DAMPAK KEDIP TEGANGAN
DI PENYULANG LAIN YANG SEKIAN BANYAKNYA TERSAMBUNG DI BUS 20 KV
YANG SAMA
KALAU TRAFO DIPERBESAR LAGI  BREAKING CAPACITY PMT HARUS JUGA
DIPERBESAR  MAHAL
LALU HARUS BAGAIMANA ! ?
Pribadi K 18
TRAFO ARUS PENYULANG JENUH
PENYULANG 20 KV PLN (JAWA) DIPASOK DARI :
2 BUAH TRAFO
150 / 20 KV KECIL BUS 1 PENYULANG 1 - 1
20kV

150kV

TRAFO PENYULANG n - 1
TENAGA ALAT PENGUKURAN / PROTEKSI
SUMBER @ 30 MVA
DI SISTEM
150kV YANG PENYULANG 1-2
TERUS
MEMBESAR

BUS 2
20kV PENYULANG n- 2

DENGAN JUMLAH PENYULANG YANG ADA DI SUATU G.I, GANGGUAN


PADA PENYULANG 1-1 : 1. ARUS GANGGUAN KECIL  CT TIDAK JENUH.
2. KEDIP TEGANGAN TIDAK TERLALU DIRASAKAN OLEH
PENYULANG YANG DIPASOK TRAFO LAIN.
Pribadi K 19
TRAFO ARUS PENYULANG JENUH
PETA TEGANGAN SISTEM DISTRIBUSI SEWAKTU GANGGUAN HUBUNG SINGKAT

Amper Sudut Amper Sudut


0,0 -122,4 0,0 -45,6
0,0 -143,9 0,0 -165,6 TEGANGAN BUS 20 KV, BUS 2 MASIH
Amper Sudut
0,0 96,1 0,0 74,4 BISA DIKATAKAN UTUH SAAT GANG-
432,6 -67,7 20 kV
0,0 -135,0 2 0,0 3,1 GUAN PENYULANG DI 4-2
432,6 172,3
1
432,6 52,3
0,0 -132,3 4-1
kVolt Sudut
Amper Sudut
11,3 -76,9
3244,6 -67,7
11,3 -100,7
3244,6 172,3
11,3 -92,8
3244,6 52,3
kVolt Sudut 0,0 -90,0 3 0,0 -90,0

84,4 -0,6
4-2

84,4 -120,6
150 kV 20 kV
84,4 119,4 Amper Sudut
kVolt Sudut PERHATIKAN TEGANGAN BUS 20 KV,
0,0 108,7 3244,6 -67,7
BUS 3 SEDANG KEDIP SAAT GANG-
7,5 -147,1
3244,6 172,3 GUAN PENYULANG DI 4-2
7,5 -156,2
3244,6 52,3
7,5 -175,1
0,0 0,0
PERHATIKAN PULA ARUS GANGGU-
0,0 -159,8 AN PENYULANG DI 4-2  CT PENYU-
LANG TIDAK JENUH

Pribadi K 20
TRAFO ARUS PENYULANG JENUH
CARA LAIN TURUNKAN LEVEL HUBUNG SINGKAT DI SISTEM DISTRIBUSI 20 KV

20kV PENYULANG 1

150kV 66 kV

PENYULANG 2
INTER TRAFO ALAT PENGUKURAN / PROTEKSI
SUMBER BUS TRAFO TENAGA
DI SISTEM 100~300 MVA 30 MVA
150kV YANG
TERUS PENYULANG n
MEMBESAR

PENYULANG KONSUMEN BESAR 66 KV

PENYULANG TRANSFER ANTAR AREA DENGAN 66 KV


DENGAN TRAFO
INTER BUS
1. TRAFO INTER BUS 150 KV KE 66 KV MENJADI PEMBATAS ARUS GANGGUAN DI
PENYULANG 20 KV  KOORDINASI OCR PENYULANG – INCOMING SELEKTIF
2. KONSUMEN BESAR YANG DIPASOK MELALUI 66 KV, PEMASOK BISA MEMBERI
JAMINAN KEDIP LEBIH CEPAT DIBANDINGKAN MELALUI PENYULANG 20 KV
Pribadi K 21
TRAFO ARUS PENYULANG JENUH
CARA LAIN TURUNKAN LEVEL HUBUNG SINGKAT DI SISTEM DISTRIBUSI 20 KV

3. TRANSFER ANTAR AREA MELALUI 66 KV AKAN BISA MEMBERI BATASAN


TANGGUNG JAWAB PERHITUNGAN LOSSES YANG JELAS DIBANDINGKAN
TRANSFER MELALUI PENYULANG 20 KV
4. PASOKAN KE SUATU AREA KOTA BISA DENGAN JARINGAN LOOP 66 KV,
JARINGAN LOOP INI DISUNTIK DAYA LISTRIK DARI SISTEM 150 KV MELALUI
INTERBUS TRAFO 150 / 66 KV DENGAN DAYA ANTARA 100 ~ 300 MVA SESUAI
KEBUTUHAN BEBAN AREA KOTA TERSEBUT

66 KV
66 KV
150 KV
20 KV 20 KV
20 KV
IBT TRAFO IBT
20 KV 20 KV
TENAGA
TRAFO
TENAGA

66 KV

Pribadi K 22
TRAFO ARUS PENYULANG JENUH
CARA LAIN TURUNKAN LEVEL HUBUNG SINGKAT DI SISTEM DISTRIBUSI 20 KV

5. KARENA AREA KOTA DENGAN JARINGAN LOOP 66 KV, MAKA JARINGAN


DISTRIBUSI 20 KV MENJADI TERBATAS PANJANGNYA  TEGANGAN UJUNG
AKAN LEBIH BAIK, SEKSI PENYULANG YANG TINGGI FREK GANGGUANNYA
LEBIH MUDAH DIKENALI, MEMPERKECIL KEMUNGKINAN SIMPATETIK TRIP.
6. KARENA JELAS BATAS DAN KUALITAS PASOKAN DAYA LISTRIK DI AREA
KOTA DENGAN LOOP 66 KV INI, INVESTOR ASING AKAN TERTARIK, BAH -
KAN SISTEM SEPERTI INI SANGAT SIAP UNTUK DIJUAL KEPADA INVESTOR
(V.O.C).

CARA DIATAS PERLU :

a. KETETAPAN DIREKSI PLN TENTANG AKTIFKAN SISTEM TEGANGAN 66 KV


UNTUK DAPAT DIKELOLA OLEH UNIT PLN DISTRIBUSI
b. PENGUASAAN ENGINEERING SISTEM TEGANGAN 66 KV DI DISTRIBUSI
BAIK UNTUK GARDU INDUK, TRANSMISI DAN PENGOPERASIANNYA.
BILA TERLAMBAT PENGUASAAN ATAU TIDAK SAMA SEKALI, MAKA DUKUNGAN KE-
PADA BUTIR 6 DIATAS MAKIN KUAT, TETAPI BILA BERTAHAN DENGAN PASOKAN
DISTRIBUSI TETAP SEPERTI YANG ADA  ADA KENDALA SELEKTIFITAS PROTEKSI

HARAPAN KEPADA PLN, ADA PERBAIKAN SISTEM SECARA TEKNIS YANG


MUDAHKAN OPERASI PLN DISTRIBUSI TETAPI TETAP MILIK BANGSA TERCINTA
Pribadi K 23
PADA ARUS PRIMER MENGGU-
NAKAN DC INDUKSI TEGANGAN
DISISI SEKUNDER CT Es = 0

Es PADA ARUS PRIMER MENGGU-


NAKAN AC ADA INDUKSI TEGA-
NGAN PADA SEKUNDER CT = Es

PADA ARUS PRIMER MENGGUNAKAN AC DENGAN NILAI YANG JAUH


MELAMPAUI RATING CT, INDUKSI TEGANGAN PADA SEKUNDER CT
(Es = KECIL BAHKAN COLLAPSE )