Akuntansi Dasar 2 - Modul

BAB 4 Persediaan – (inventory)
Tujuan Pengajaran: Setelah mempelajari bab ini, mahasiswa diharapkan mampu : 1. Menjelaskan pengertian persediaan 2. Menjelaskan sistem akuntansi dalam persediaan 3. Menjelaskan bagaimana persediaan dinilai 4. Menghitung nilai persediaan akhir sistem periodik dan sistem perpetual dengan metode FIFO, LIFO dan rata-rata (average) 5. Menjelaskan perhitungan harga pokok penjualan dan laba kotor

PENGERTIAN PERSEDIAAN
Persediaan barang dagangan (merchandise inventory) merupakan barang-barang yang dimiliki perusahaan untuk dijual kembali dalam kegiatan operasional normal perusahaan. Persediaan pada perusahaan pabrikan terdiri dari persediaan bahan baku, persediaan dalam proses dan persediaan barang jadi. Dasar-dasar Persediaan Neraca dalam perusahaan manufaktur dan dagang menggambarkan persediaan merupakan aktiva lancar yang jumlahnya sangat besar. Laporan rugi laba, persediaan merupakan hal yang sangat menentukan keuntungan atau hasil usaha. Pendapatan kotor, (penjualan bersih dikurangi harga pokok penjualan) diawasi oleh manajemen perusahaan, pemilik maupun pihak-pihak lain. Karakteristik Persediaan Barang Dagangan 1. Persediaan Barang Dagangan dimiliki oleh perusahaan 2. Dalam bentuk siap untuk dijual Pengelompokan Persediaan dalam Lingkungan Pabrikan (manufacturing) 1. Persediaan pabrikan mungkin bukan merupakan persediaan yang siap dijual 2. Diklasifikasikan dalam tiga kategori: a. barang jadi, siap dijual kepada konsumen

@BCL@3C0A3668 (inventory)

48

penghitungan persediaan dilakukan oleh karyawan yang bukan bertugas mengawasi persediaan. Persediaan barang dalam perjalanan. shipping point. menimbang atau mengukur jumlah barang persediaan secara fisik yang ada di perusahaan. 2. masing-masing bagian dalam pengelolaan persediaan wajib menggunakan otorisasi yang otentik. sedang dalam proses produksi. FOB (Free on Board) destination point. 2. 3. FOB (Free on Board). Kepemilikan barang. 3. meliputi pihak yang berhak menerima persediaan. Kepemilikan barang masih berada di penjual sampai barang tersebut diterima oleh pembeli. beberapa tahap produksi (belum selesai) c.Modul b. Kepemilikan barang menjadi milik pembeli pada saat diserahkan penjual kepada penyelenggara transportasi atau pihak perusahaan pengirim barang yang independen. komponen atau bahan yang siap untuk digunakan dalam proses produksi Penentuan Kuantitas Persediaan Dalam mempersiapkan laporan keuangan perlu ditentukan: 1. Penandaan hanya dilakukan sekali. Prosedur pendokumentasian. penghitungan ulang persediaan oleh petugas yang lain dan dilakukan penandaan terhadap item barang persediaan. Jumlah unit dalam persediaan dengan cara menghitung. menggunakan penandaan barang dengan dokumen yang sudah dinomori sebelumnya (prenumbered) Kepemilikan Persediaan dalam Perjalanan 1. Pemisahan tugas. Verifikasi intern yang independen. bahan baku atau mentah. @BCL@3C0A3668 (inventory) 49 .Akuntansi Dasar 2 . 4. Pengelolaan Fisik Persediaan Prinsip-prinsip pengendalian intern untuk persediaan meliputi: 1. 2. Penyelenggaraan pertanggungjawaban.

Sistem pencatatan ini pada akhir periode dibutuhkan ayat jurnal penyesuaian sebagai berikut: Untuk persediaan awal : Ikhtisar Rugi Laba (income summary) Persediaan (inventories) xxx xxx @BCL@3C0A3668 (inventory) 50 . penjualan.1 . Perpetual (perpetual inventory system) Sistem pencatatan perpetual selalu membuat catatan setiap terjadinya mutasi persediaan (pembelian. ataupun retur) 2. Karakteristiknya: 1. Periodik (periodic inventory system) Pada akhir periode akuntansi dengan menggunakan sistem pencatatan periodik harus melakukan pengecekan fisik terhadap persediaan (stock opname of inventories) dengan cara mengukur dan menghitung berapa jumlah barang yang ada di gudang. bukan persediaan milik consignee.Modul GAMBAR 4. Sistem Akuntansi Persediaan 1.Syarat Penjualan Barang Konsinyasi Konsinyasi: Pemegang atau penjual barang (consignee) bukan merupakan pemilik barang. Kepemilikan tetap berada ditangan pemilik barang (consignor) sampai barang tersebut terjual.Akuntansi Dasar 2 . 2. Barang konsinyasi merupakan persediaan barang dagangan milik consignor.

b. Penilaian dengan pendekatan arus harga pokok (cost basic flow approach) Dalam pendekatan ini terdapat dua sistem pencatatan persediaan yaitu sistem periodik dan sistem perpetual yang masing-masing ada tiga cara penilaian persediaan. masuk pertama keluar pertama Metode ini menyatakan bahwa persediaan dengan nilai perolehan awal (pertama) masuk akan dijual (digunakan) terlebih dahulu. FIFO (First in First Out).Modul Untuk persediaan akhir : Persediaan (inventories) Ikhtisar Rugi Laba (income summary) xxx xxx PENILAIAN PERSEDIAAN 1. Metode ini juga akan berdampak pada nilai harga pokok penjualan dan laba kotor. Metode Rata-rata (average method) Dengan menggunakan metode ini nilai persediaan akhir akan menghasilkan nilai antara nilai persediaan metode FIFO dan nilai persediaan LIFO. c. Metode ini cenderung menghasilkan persediaan yang nilainya tinggi dan berdampak pada nilai aktiva perusahaan yang dibeli. sehingga persediaan akhir dinilai dan dilaporkan berdasarkan nilai perolehan persediaan yang awal (pertama) masuk atau dibeli. LIFO (Last In First Out). @BCL@3C0A3668 (inventory) 51 . yaitu: a. sehingga persediaan akhir dinilai dengan nilai perolehan persediaan yang terakhir masuk (dibeli).Akuntansi Dasar 2 . masuk terakhir keluar pertama Metode ini menyatakan bahwa persediaan dengan nilai perolehan terakhir masuk akan dijual (digunakan) terlebih dahulu. Metode ini cenderung menghasilkan nilai persediaan akhir yang rendah dan berdampak pada nilai aktiva perusahaan yang rendah.

Dasar penilaian persediaannya adalah pada persentase laba kotor perusahaan tahun berjalan atau rata-rata selama beberapa tahun. Langkah-langkah yang dilakukan adalah: 1) 2) 3) mengestimasi nilai penjualan tahun berjalan. Kemudian rasio yang diperoleh dikalikan dengan persediaan akhir yang dinilai dengan pendekatan eceran dapat dirumuskan sebagai berikut: @BCL@3C0A3668 (inventory) 52 .Akuntansi Dasar 2 . menghitung nilai harga pokok penjualan berdasarkan pada persentase laba kotor yang telah diketahui dan menghitung estimasi nilai persediaan akhir dengan mengurangkan harga pokok penjualan terhadap penjualan c. Nilai pasar yang akan dipilih harus dibatasi. Nilaii persediaan akhir dengan harga pokok akan diketahui dengan cara menghitung rasio antara nilai persediaan yang tersedia untuk dijual dengan pendekatan harga pokok dibandingkan dengan pendekatan ritel.Modul 2. yaitu tidak boleh lebih rendah dari batas bawah (floor limit) dan tidak boleh lebih tinggi dari batas atas (ceiling limit). Pokok dari metode ini adalah membandingkan nilai yang lebih rendah antara nilai pasar (replacement value) dan nilai perolehan (cost). misalnya karena terjadi bencana kebakaran dan banjir. Biasanya diterapkan karena keterbatasan dokumen yang terkait dengan persediaan. yaitu: a. misalnya cacat. rusak dan kadaluarsa. Retail Method Metode eceran ini menilai persediaan akhir dengan cara menghitung terlebih dahulu nilai persediaan akhir berdasarkan eceran. Gross Profit Method Metode laba kotor ini bersifat estimasi dalam penilaian persediaannya. b. Lower Cost of Market Yaitu metode harga terendah antara harga pokok dan harga pasar. Penilaian Persediaan Selain Arus Harga Pokok Dalam pendekatan ini ada tiga metode yang digunakan. Metode ini dapat diterapkan dalam kondisi persediaan tidak normal.

000 3.000 4.000 Harga/unit 9.200.15.000 Rp.000 Rp.000 200 unit 800 unit 1.11.000 Rp.15.400.000 Rp.000 a) hitunglah nilai persediaan akhir (per 31 Desember 2001) sistem periodik dan sistem perpetual dengan metode FIFO.17.Akuntansi Dasar 2 .000 1.18.Modul Barang sedia dijual menurut harga pokok Persediaan akhir menurut harga pokok = Barang sedia dijual menurut harga eceran X Persediaan akhir menurut eceran Contoh Soal: Tanggal 2 Jan 10 Maret 5 April 7 Mei 21 Sept 18 Nov 20 Nov 10 Des Keterangan Persediaan awal Pembelian Penjualan Penjualan Pembelian Pembelian Penjualan Penjualan Kuantitas 200 unit 300 unit 200 unit 100 unit 400 unit 100 unit 200 unit 200 unit Harga Rp.000 Rp.000.000 Rp.000 11. LIFO dan rata-rata (average)! b) Hitunglah harga pokok penjualan dan laba kotor! Jawaban : Persediaan Akhir 1.000 10.800.000 12.12.000 10.000 Rp.10. 9.400. Sistem Periodik Persediaan awal (2 Jan 2001) Pembelian Barang tersedia untuk dijual Penjualan Persediaan akhir (31 Des 2001) Barang tersedia untuk dijual: Tanggal 02/01 10/03 21/09 18/11 Keterangan Persediaan awal Pembelian Pembelian Pembelian Unit 200 300 400 100 1.000 Total Harga 1.000 unit 700 unit 300 unit a) FIFO (masuk pertama keluar pertama) Persediaan akhir @BCL@3C0A3668 (inventory) 53 .

000.400.400.000 10.000 9.000 1.000 2. 10.000.400.000 3.000 c) Rata-rata (average) Harga rata-rata per unit Persediaan akhir = Rp.000 Total harga 1.400 = 300 unit x Rp.000 12.120.000 10.000.000 10.000 12.000 7. 12.800.600. 10.000 2. 9.000 @BCL@3C0A3668 (inventory) 54 .200.000 2.000 1.000 3. Sistem Perpetual a.800.000.200.000 10.000 2.000 3.800.000 11.000 unit = Rp.000 Rp. FIFO (masuk pertama keluar pertama) Tanggal unit 02/01 10/03 05/04 07/05 21/09 18/11 300 400 100 20/11 10/12 Total 800 Pembelian Harga /unit 10.000 11.000 3.200.000 1.000 Total harga 200 100 200 200 700 9.000 11.000 4.000.000 2.000 / 1.000.800.000 8.200.000 11.000 2.200.000 1.000 1.000.000 2.Akuntansi Dasar 2 .400 = Rp.000 12.000 11.400.000 10.000 4.200.200.800.000 1.Modul Tanggal 21/09 18/11 Jumlah Unit 200 100 300 Harga/unit Total harga (Rp) Rp.000 10. 3.000 1.000 unit Harga Pokok Penjualan Harga /unit 1.000 3.000 2.000 4.000 1.000.000 2.400.400.000 Rp. 10.000 b) LIFO (masuk terakhir keluar pertama) Persediaan akhir Tanggal 02/01 10/03 Jumlah Unit 200 100 300 Harga/unit Total harga (Rp) Rp.000 12. 10.000 10.000 200 200 300 300 200 200 200 400 100 400 100 200 100 300 Total harga unit Persediaan Harga /unit 9.200.000.000 1. 11.000.

400.000.920.000 1.740 10.800.000 @BCL@3C0A3668 (inventory) 55 .000 7.000 11.740 10.000 9.600 9.148. Rata-rata (average) Tanggal unit 02/01 10/03 05/04 07/05 21/09 18/11 20/11 10/12 Total 300 400 100 800 Pembelian Harga /unit 10.200.000 9.400.000 10.000 1.000 11.960.300.000 11.000 1.000 3.530 10.000 1.100.000 9.000 10.600.800.400.000 10.148.000 5.000 2.000 200 200 300 200 300 200 200 400 200 400 100 200 300 200 100 300 Total harga unit Persediaan Harga /unit 9.000 2.000.000 Rata-rata 1.000 8.000 1.000 11.000.000 1.000 1.400.000 12.000 4.800.000 Harga Pokok Penjualan 1. Sistem Periodik FIFO Persediaan awal Pembelian Barang tersedia utk dijual Persediaan akhir Harga Pokok penjualan 1.100.000 1.800.600.000 11.000 unit Harga Pokok Penjualan Harga /unit 2.400. LIFO (masuk terakhir keluar pertama) Tanggal unit 02/01 10/03 05/04 07/05 21/09 18/11 300 400 100 20/11 10/12 Total 800 Pembelian Harga /unit 10.600.000 3.800.000 8.800.000 10.000 1.000 Total harga 1.224.372.000 1.200.000 4.000 8.224.000 9.000) 7.400.000 12.000 8..800.000 4.000 4.000 10.000 1.800.880.400.000.740 10.000 1.176.000 1.920.000 Total harga 200 100 200 200 700 9.000 7.200.600.000 1.600.120.000 3.200.000 3.000 (2.000 (3.000 2.000 12.000 4.000 1.000 200 500 300 200 600 700 500 300 300 Total harga unit Persediaan Harga /unit 9.740 Total harga 1.800.Modul b.000 9.800.200.000 1.000 11.000.600 9.000 c.600 10.000.520.000) 7.000 Total harga 200 100 100 100 200 700 10.000 1.600.000 12.000 11.000.800.600 9.000 9.740 unit Harga Pokok Penjualan Harga /unit 1.000 2.280.800.800.000 (3.000 LIFO 1.000 11.000 6.000 9.400.000 3.800.500.Akuntansi Dasar 2 .600 10.000 9.000) 7.000 2.320.000 8.900.000 10.000 7.000 3.

600.Akuntansi Dasar 2 .000 3.176.400.600.600.000.500.800.500.600.500.500.500.000 Jurnal 1.400.000 LIFO 11.000.000 10.000) 4. Rp.000 2.000.000 8.500. 8.000 LIFO 1. Rp.500. Sistem Perpetual FIFO Penjualan Harga Pokok Penjualan Laba Kotor 11.800.000 (7.000 15.000 Rata-rata 11.400.000) 7.000 (3.324. Sistem Perpetual FIFO Persediaan awal Pembelian Barang tersedia utk dijual Persediaan akhir Harga Pokok penjualan 1.000 11.000 Penjualan Tanggal 05/04 07/05 20/11 10/12 Total Unit 200 100 200 200 700 Harga/unit Rp.600.000 (7.000 Rata-rata 1.900. 15.000 18.000 @BCL@3C0A3668 (inventory) 56 .000) 4. Sistem Periodik FIFO Penjualan Harga Pokok Penjualan Laba Kotor 11.000 (7.000 (3.000 10.000.000) 7.900.000 (7.800. 8. Rp.000 (7.600.000 Laba Kotor 1.000 Total harga (Rp) 3.000 LIFO 11.000 10.280.000 3.000 1.000 8.500.000) 4.400.000 Rata-rata 11.000 (7.000 (2.500.000) 3.000 Rp.000) 7. Periodik (FIFO) Mencatat Pembelian: Pembelian Utang usaha/Kas Rp.220.000.500.000) 4.500.000) 4.Modul 2.176.600.000 8.500.400.224.000 17.

000.800.000 Rp.Akuntansi Dasar 2 . 1.000 Rp. 8.000.000 Rp.15.n/60 Pembelian. termin 2/10.000 Rp.000 @BCL@3C0A3668 (inventory) 57 .500. 8.000 Rp. 1.000 Rp. 11.n/30 Penjualan Pembelian. termin 5/10. Khatulistiwa selama bulan September 2008 sebagai berikut: Tanggal 1 Sept 5 Sept 12 Sept 22 Sept 27 Sept 30 Sept Keterangan Persediaan awal Pembelian.000 Rp.400. 3. 3.000 Rp.000 Rp. 11.Modul Mencatat Penjualan: Piutang Usaha/Kas Penjualan Penyesuaian untuk Persediaan: Ikhtisar Rugi Laba Persediaan Persediaan Ikhtisar Rugi Laba 2.500. 11.000 Rp.000 Rp 20.30.25. termin 2/10.600.10. 7. 11. Perpetual (FIFO) Mencatat Pembelian: Persediaan Utang Usaha/Kas Mencatat Penjualan: Piutang Usaha Penjualan Harga Pokok Penjualan Persediaan Rp.000 Rp.500.1 Dibawah ini terdapat catatan mengenai persediaan PT.000 KASUS 4.400.000 Rp.000 Rp. 7.n/30 Penjualan Kuantitas 100 unit 500 unit 100 unit 300 unit 100 unit 50 unit Harga Rp.600.000 Rp.12.000 Rp.800.500.

1.500.000 450 unit Harga pokok penjualan: = Nilai persediaan yang tersedia untuk dijual – nilai persediaan akhir = Rp.15.000)+(100xRp.500. 2.Akuntansi Dasar 2 .500. harga pokok penjualan dan laba kotor jika diasumsikan perusahaan menerapkan sistem periodik FIFO dan sistem perpetual LIFO. 6.000)] = Rp. 12.000 = 100 unit @ Rp. 10. 10.000 = Rp.000)+(500xRp.12. Jawaban : Periodik FIFO Persediaan yang tersedia untuk dijual (unit) ialah: = 100 + 500 + 100 + 100 = 800 unit Persediaan yang tersedia untuk dijual: = [(100xRp. 3. 4.000 – Rp.000 = Rp. 6.20. 10. 15.500.000 Unit persediaan akhir: = Persediaan yang tersedia untuk dijual – unit terjual = 800 unit – 350 unit = 450 unit Nilai unit akhir: = 100 unit @ Rp.000 = 250 unit @ Rp.000.000.Modul Diminta: tentukan nilai persediaan akhir.000 = Rp.000)+(100xRp.000 @BCL@3C0A3668 (inventory) 58 . 20.000 = Rp.000.000 = Rp.500.

000.000 6.000.620 @BCL@3C0A3668 (inventory) 59 .325 Rp.000 = Rp.000 6.000 = Rp.000.600.000 2.000.000 1.000 3.000 20.000 Total harga 1.000 Jadi dengan metode perpetual LIFO dapat diketahui hal-hal sebagai berikut: Nilai persediaan akhir Harga Pokok penjualan Laba kotor Rp.500.Modul Laba Kotor: = Hasil penjualan – Harga pokok penjualan = Rp.000 10. 4.000 2.328 Rp.900.000 2.600.330 Rp.000 Perpetual LIFO Tanggal unit 01/09 05/09 12/09 300 100 22/09 27/09 100 30/09 Total 700 9. 9.100.000 Rp.000 20.000.900.000.000 5.400 Rp.000 6.000 Pembelian Harga /unit 12.000.000 1.000 1.000 KASUS 4.000 12.000 1.000 20. 4.000 – Rp.600.600 Rp.000.000 12.600.000 15.000 1. 5.000 = Rp.000 1.000 unit Harga Pokok Penjualan Harga /unit 1.000 – Rp.000 1.000 3.000 15.500.000.000 10.000.000 12.000 12.500. Andromeda adalah sebagai berikut: Tanggal 1 Juli 8 Juli 9 Juli 13 Juli 19 Juli 23 Juli 25 Juli Keterangan Persediaan awal Pembelian Penjualan Pembelian Penjualan Pembelian Penjualan Kuantitas 55 unit 25 unit 60 unit 40 unit 30 unit 50 unit 10 unit Harga Rp. 4.000.000 100 100 500 100 500 100 100 300 100 300 100 100 300 50 450 Total harga unit Persediaan Harga /unit 10. 5.000 1.000 10.000.Akuntansi Dasar 2 .2 Data yang berhubungan dengan persediaan PT.000 3.000 12.000 10.000 Total harga 100 200 50 350 15.000 12.000.320 Rp.000.600.500.000.000 20.000. 4. 9.400.000 4.000.000 10.000 1.900.

325)+(40xRp.345 – Rp.475 Harga pokok penjualan = Nilai persediaan tersedia untuk dijual – nilai persediaan akhir = Rp. 55.500 = Rp. Andromeda menggunakan penetapan harga pokok metode LIFO dengan sistem persediaan periodik dan perpetual. 22. 17. 55.870 @BCL@3C0A3668 (inventory) 60 . 320 = 15 x Rp. 320)+(25xRp. 22.330) = 17.600 = Rp.125+13.600+8. Jawaban: Periodik LIFO Unit tersedia untuk dijual = 55 + 25 + 40 + 50 = 170 unit Nilai persediaan tersedia untuk dijual = [(55xRp. 4. 325 = 70 unit = Rp.Akuntansi Dasar 2 .120+16.345 Jumlah unit persediaan akhir = unit tersedia untuk dijual – unit yang terjual = 170 unit – 100 unit = 70 unit Nilai persediaan akhir (70 unit) = 55 x Rp.328)+(50xRp.875 = Rp.475 = Rp. 32.Modul Diminta: Hitunglah harga pokok persediaan pada 31 Juli 2005 jika PT.

17.500 25/07 10 @ Rp.6.320 = Rp.17. 320=Rp.13.880 Rp.400 10@Rp.000+6.6.870 = Rp.400 10@Rp.840 - Saldo 55@Rp.125 35@ Rp. 48.328=Rp 3.330 = Rp.320=Rp.13.8.870 = Rp.330 = Rp. 32.Akuntansi Dasar 2 .200 31/07 115 unit Rp.328 = Rp.48.465 70 unit Rp.880 Harga pokok penjualan Persediaan akhir Jadi dengan menerapkan metode perpetual LIFO dapat diketahui sebagai berikut: Nilai Persediaan akhir sebesar Harga pokok penjualan sebesar Laba Kotor Rp.32.328 = Rp. 9.37.280 40@Rp. 320=Rp.400 20@Rp.200 – Rp. 320=Rp.735 @BCL@3C0A3668 (inventory) 61 .870] = (24.120 50 @ Rp.320=Rp.22.6.3.125 20@Rp.465 = Rp.600 55@Rp.300 20@Rp. 16.280 20@Rp.200) – Rp.328=Rp 3.200 – Rp. 15.16. 22.328=Rp.32. 320=Rp.325 = Rp.8.325=Rp.125 40 @ Rp. 11.13.000+18. 5.400 40 @ Rp.32. 3.330 Perpetual LIFO Tgl 01/07 08/07 09/07 13/07 19/07 23/07 Pembelian 25 @ Rp. 32.200 30 @ Rp. 320=Rp.120 20@Rp.32.400 10@Rp.6.328=Rp. 8.600 25@ Rp.325 = Rp.500 Penjualan 25 @ Rp.6.465 = Rp.330=Rp.280 5@ Rp.Modul Laba Kotor = Hasil penjualan – harga pokok penjualan = [(400x60)+(600x30)+(620x10) – Rp.745 100 unit Rp. 330 = Rp.

230 Rp.5.000 Rp. 2.10. dan laba kotor jika perusahaan menerapkan FIFO periodik dan rata-rata (average) perpetual.170 Rp. Integro mencatat transaksi-transaksi persediaan selama periode bulan November 2004 sebagai berikut: Tanggal 1 Nov 3 Nov 4 Nov 8 Nov 9 Nov 11 Nov 13 Nov 23 Nov 29 Nov Keterangan Pembelian Penjualan Pembelian Pembelian Penjualan Penjualan Pembelian Penjualan Pembelian Kuantitas 600 unit 500 unit 1.150 Rp.6.190 Rp.250 Rp.500 Rp.500 Diminta : hitunglah jumlah persediaan akhir dan harga pokok penjualan (HPP) dengan menggunakan metode periodik dan perpetual FIFO.9. metode periodik dan perpetual LIFO.6.200 Rp.Modul Soal-soal Latihan 1. PT. @BCL@3C0A3668 (inventory) 62 .200 unit 800 unit Harga Rp.300 Rp.Akuntansi Dasar 2 . Galactica menunjukkan pembelian dan pemakaian bahan dalam bulan Maret 2007 adalah sebagai berikut: Tanggal 1 Maret 4 Maret 8 Maret 11 Maret 25 Maret 30 Maret Keterangan Persediaan awal Pembelian Pembelian Penjualan Pembelian Pembelian Kuantitas 200 unit 300 unit 100 unit 250 unit 300 unit 300 unit Harga Rp.200 unit 1. Catatan akuntansi PT.10.6.000 Rp.000 Rp.000 Rp.330 Diminta: Hitung persediaan akhir:harga pokok penjualan.6.9.400 unit 600 unit 1.000 Rp.500 unit 800 unit 1.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.