Akuntansi Dasar 2 - Modul

BAB 4 Persediaan – (inventory)
Tujuan Pengajaran: Setelah mempelajari bab ini, mahasiswa diharapkan mampu : 1. Menjelaskan pengertian persediaan 2. Menjelaskan sistem akuntansi dalam persediaan 3. Menjelaskan bagaimana persediaan dinilai 4. Menghitung nilai persediaan akhir sistem periodik dan sistem perpetual dengan metode FIFO, LIFO dan rata-rata (average) 5. Menjelaskan perhitungan harga pokok penjualan dan laba kotor

PENGERTIAN PERSEDIAAN
Persediaan barang dagangan (merchandise inventory) merupakan barang-barang yang dimiliki perusahaan untuk dijual kembali dalam kegiatan operasional normal perusahaan. Persediaan pada perusahaan pabrikan terdiri dari persediaan bahan baku, persediaan dalam proses dan persediaan barang jadi. Dasar-dasar Persediaan Neraca dalam perusahaan manufaktur dan dagang menggambarkan persediaan merupakan aktiva lancar yang jumlahnya sangat besar. Laporan rugi laba, persediaan merupakan hal yang sangat menentukan keuntungan atau hasil usaha. Pendapatan kotor, (penjualan bersih dikurangi harga pokok penjualan) diawasi oleh manajemen perusahaan, pemilik maupun pihak-pihak lain. Karakteristik Persediaan Barang Dagangan 1. Persediaan Barang Dagangan dimiliki oleh perusahaan 2. Dalam bentuk siap untuk dijual Pengelompokan Persediaan dalam Lingkungan Pabrikan (manufacturing) 1. Persediaan pabrikan mungkin bukan merupakan persediaan yang siap dijual 2. Diklasifikasikan dalam tiga kategori: a. barang jadi, siap dijual kepada konsumen

@BCL@3C0A3668 (inventory)

48

sedang dalam proses produksi. Kepemilikan barang. Prosedur pendokumentasian. Penyelenggaraan pertanggungjawaban. penghitungan ulang persediaan oleh petugas yang lain dan dilakukan penandaan terhadap item barang persediaan. Persediaan barang dalam perjalanan. Kepemilikan barang menjadi milik pembeli pada saat diserahkan penjual kepada penyelenggara transportasi atau pihak perusahaan pengirim barang yang independen. komponen atau bahan yang siap untuk digunakan dalam proses produksi Penentuan Kuantitas Persediaan Dalam mempersiapkan laporan keuangan perlu ditentukan: 1. FOB (Free on Board) destination point.Akuntansi Dasar 2 . Kepemilikan barang masih berada di penjual sampai barang tersebut diterima oleh pembeli. masing-masing bagian dalam pengelolaan persediaan wajib menggunakan otorisasi yang otentik. Pengelolaan Fisik Persediaan Prinsip-prinsip pengendalian intern untuk persediaan meliputi: 1. 2. FOB (Free on Board). menimbang atau mengukur jumlah barang persediaan secara fisik yang ada di perusahaan. shipping point. @BCL@3C0A3668 (inventory) 49 . menggunakan penandaan barang dengan dokumen yang sudah dinomori sebelumnya (prenumbered) Kepemilikan Persediaan dalam Perjalanan 1. meliputi pihak yang berhak menerima persediaan. bahan baku atau mentah. beberapa tahap produksi (belum selesai) c. 4. Jumlah unit dalam persediaan dengan cara menghitung. Pemisahan tugas. 3. Penandaan hanya dilakukan sekali.Modul b. 2. 3. 2. penghitungan persediaan dilakukan oleh karyawan yang bukan bertugas mengawasi persediaan. Verifikasi intern yang independen.

2. penjualan. Karakteristiknya: 1.1 . Sistem pencatatan ini pada akhir periode dibutuhkan ayat jurnal penyesuaian sebagai berikut: Untuk persediaan awal : Ikhtisar Rugi Laba (income summary) Persediaan (inventories) xxx xxx @BCL@3C0A3668 (inventory) 50 . ataupun retur) 2.Syarat Penjualan Barang Konsinyasi Konsinyasi: Pemegang atau penjual barang (consignee) bukan merupakan pemilik barang.Modul GAMBAR 4. Perpetual (perpetual inventory system) Sistem pencatatan perpetual selalu membuat catatan setiap terjadinya mutasi persediaan (pembelian. Sistem Akuntansi Persediaan 1. bukan persediaan milik consignee. Periodik (periodic inventory system) Pada akhir periode akuntansi dengan menggunakan sistem pencatatan periodik harus melakukan pengecekan fisik terhadap persediaan (stock opname of inventories) dengan cara mengukur dan menghitung berapa jumlah barang yang ada di gudang. Kepemilikan tetap berada ditangan pemilik barang (consignor) sampai barang tersebut terjual. Barang konsinyasi merupakan persediaan barang dagangan milik consignor.Akuntansi Dasar 2 .

Penilaian dengan pendekatan arus harga pokok (cost basic flow approach) Dalam pendekatan ini terdapat dua sistem pencatatan persediaan yaitu sistem periodik dan sistem perpetual yang masing-masing ada tiga cara penilaian persediaan. sehingga persediaan akhir dinilai dengan nilai perolehan persediaan yang terakhir masuk (dibeli). b. c. yaitu: a. @BCL@3C0A3668 (inventory) 51 . Metode ini juga akan berdampak pada nilai harga pokok penjualan dan laba kotor. masuk terakhir keluar pertama Metode ini menyatakan bahwa persediaan dengan nilai perolehan terakhir masuk akan dijual (digunakan) terlebih dahulu.Modul Untuk persediaan akhir : Persediaan (inventories) Ikhtisar Rugi Laba (income summary) xxx xxx PENILAIAN PERSEDIAAN 1. Metode ini cenderung menghasilkan persediaan yang nilainya tinggi dan berdampak pada nilai aktiva perusahaan yang dibeli. sehingga persediaan akhir dinilai dan dilaporkan berdasarkan nilai perolehan persediaan yang awal (pertama) masuk atau dibeli. Metode Rata-rata (average method) Dengan menggunakan metode ini nilai persediaan akhir akan menghasilkan nilai antara nilai persediaan metode FIFO dan nilai persediaan LIFO. masuk pertama keluar pertama Metode ini menyatakan bahwa persediaan dengan nilai perolehan awal (pertama) masuk akan dijual (digunakan) terlebih dahulu. Metode ini cenderung menghasilkan nilai persediaan akhir yang rendah dan berdampak pada nilai aktiva perusahaan yang rendah.Akuntansi Dasar 2 . LIFO (Last In First Out). FIFO (First in First Out).

yaitu tidak boleh lebih rendah dari batas bawah (floor limit) dan tidak boleh lebih tinggi dari batas atas (ceiling limit). misalnya karena terjadi bencana kebakaran dan banjir. Lower Cost of Market Yaitu metode harga terendah antara harga pokok dan harga pasar. b. Biasanya diterapkan karena keterbatasan dokumen yang terkait dengan persediaan.Modul 2. Langkah-langkah yang dilakukan adalah: 1) 2) 3) mengestimasi nilai penjualan tahun berjalan. yaitu: a. Dasar penilaian persediaannya adalah pada persentase laba kotor perusahaan tahun berjalan atau rata-rata selama beberapa tahun. misalnya cacat.Akuntansi Dasar 2 . Nilaii persediaan akhir dengan harga pokok akan diketahui dengan cara menghitung rasio antara nilai persediaan yang tersedia untuk dijual dengan pendekatan harga pokok dibandingkan dengan pendekatan ritel. Metode ini dapat diterapkan dalam kondisi persediaan tidak normal. Nilai pasar yang akan dipilih harus dibatasi. rusak dan kadaluarsa. Pokok dari metode ini adalah membandingkan nilai yang lebih rendah antara nilai pasar (replacement value) dan nilai perolehan (cost). menghitung nilai harga pokok penjualan berdasarkan pada persentase laba kotor yang telah diketahui dan menghitung estimasi nilai persediaan akhir dengan mengurangkan harga pokok penjualan terhadap penjualan c. Gross Profit Method Metode laba kotor ini bersifat estimasi dalam penilaian persediaannya. Retail Method Metode eceran ini menilai persediaan akhir dengan cara menghitung terlebih dahulu nilai persediaan akhir berdasarkan eceran. Kemudian rasio yang diperoleh dikalikan dengan persediaan akhir yang dinilai dengan pendekatan eceran dapat dirumuskan sebagai berikut: @BCL@3C0A3668 (inventory) 52 . Penilaian Persediaan Selain Arus Harga Pokok Dalam pendekatan ini ada tiga metode yang digunakan.

000 1.Akuntansi Dasar 2 .000 Rp.15.200.15.000 a) hitunglah nilai persediaan akhir (per 31 Desember 2001) sistem periodik dan sistem perpetual dengan metode FIFO.000 4.000 Total Harga 1.000 unit 700 unit 300 unit a) FIFO (masuk pertama keluar pertama) Persediaan akhir @BCL@3C0A3668 (inventory) 53 . LIFO dan rata-rata (average)! b) Hitunglah harga pokok penjualan dan laba kotor! Jawaban : Persediaan Akhir 1.000 Rp.000 Rp.000 Rp.12.000 200 unit 800 unit 1.000 12.000 Rp.000 Rp.000 Rp.000 3.000 11.000 Harga/unit 9.17.Modul Barang sedia dijual menurut harga pokok Persediaan akhir menurut harga pokok = Barang sedia dijual menurut harga eceran X Persediaan akhir menurut eceran Contoh Soal: Tanggal 2 Jan 10 Maret 5 April 7 Mei 21 Sept 18 Nov 20 Nov 10 Des Keterangan Persediaan awal Pembelian Penjualan Penjualan Pembelian Pembelian Penjualan Penjualan Kuantitas 200 unit 300 unit 200 unit 100 unit 400 unit 100 unit 200 unit 200 unit Harga Rp.10.18. 9.000.400.400.000 10. Sistem Periodik Persediaan awal (2 Jan 2001) Pembelian Barang tersedia untuk dijual Penjualan Persediaan akhir (31 Des 2001) Barang tersedia untuk dijual: Tanggal 02/01 10/03 21/09 18/11 Keterangan Persediaan awal Pembelian Pembelian Pembelian Unit 200 300 400 100 1.11.800.000 10.

600. FIFO (masuk pertama keluar pertama) Tanggal unit 02/01 10/03 05/04 07/05 21/09 18/11 300 400 100 20/11 10/12 Total 800 Pembelian Harga /unit 10.000 12. 10. 12. 11.000 12. 3.000 1.000 3.000 11.000 3. 10.000 3.000.000.000 1.120.000 2.000 unit Harga Pokok Penjualan Harga /unit 1.000 7.400 = 300 unit x Rp.400.000.000 1.000 4.000 2.400 = Rp.000 / 1.000.000 2.000 12.000 11.000 1.200.000 10.000 3.000 Rp.400. 9.000 11.200.Modul Tanggal 21/09 18/11 Jumlah Unit 200 100 300 Harga/unit Total harga (Rp) Rp.000.000 1.000 2.200.000 4.000 11.000 10.800. 10.200.200.000 b) LIFO (masuk terakhir keluar pertama) Persediaan akhir Tanggal 02/01 10/03 Jumlah Unit 200 100 300 Harga/unit Total harga (Rp) Rp.400.400.200.000 2.000 Total harga 200 100 200 200 700 9.000 8.800.000.000.800.000 10.200.000 2.000 1.000 1.000 2.000 10.Akuntansi Dasar 2 .000 Total harga 1.000 4.000.000 2.000 200 200 300 300 200 200 200 400 100 400 100 200 100 300 Total harga unit Persediaan Harga /unit 9.000 9.000 10.000 Rp.000 2.000.000.400.400.000 3.000 12.000 1.000 11.800. Sistem Perpetual a.000 c) Rata-rata (average) Harga rata-rata per unit Persediaan akhir = Rp.000 10.000 1. 10.000 @BCL@3C0A3668 (inventory) 54 .800.200.000 10.000 unit = Rp.

800.000 10.000 3.000 1.000 12.000 3.800.800.520.000 9.000 6.148. Rata-rata (average) Tanggal unit 02/01 10/03 05/04 07/05 21/09 18/11 20/11 10/12 Total 300 400 100 800 Pembelian Harga /unit 10.800.000 11. LIFO (masuk terakhir keluar pertama) Tanggal unit 02/01 10/03 05/04 07/05 21/09 18/11 300 400 100 20/11 10/12 Total 800 Pembelian Harga /unit 10.600 10.000 2.000 1.000 9.500.100.800.Akuntansi Dasar 2 .000 2.000 1.000 11.000.000 200 200 300 200 300 200 200 400 200 400 100 200 300 200 100 300 Total harga unit Persediaan Harga /unit 9.280.000 4.000 10.000 10.000 11.000.000 5.200.400.600 9.000 3.000 @BCL@3C0A3668 (inventory) 55 .800.000 2.000) 7.000 9.000 Rata-rata 1.000 4.000 1.000.176.000 1.000 11.000 9.000 Total harga 200 100 100 100 200 700 10.000 9.000) 7.000 11.200.000 1.400.000 2.000 3.000.000 200 500 300 200 600 700 500 300 300 Total harga unit Persediaan Harga /unit 9.920.400.000 LIFO 1.000 11.000 12.800.148.600.000) 7.000 1.372.224.000 7.600.000 8.200.000 1.000 unit Harga Pokok Penjualan Harga /unit 2.600.800.000 8.000.000 (3.800.000 Total harga 200 100 200 200 700 9.000 4.000 8.800.000 9.000 10.320.200.400.224.000 10.600 10.000 8.530 10.000 3.400.600.000 1.000 9.880.400.800.000 10.000 9.800.960.600.000 1.000 4.000 c.740 unit Harga Pokok Penjualan Harga /unit 1.000 1.100. Sistem Periodik FIFO Persediaan awal Pembelian Barang tersedia utk dijual Persediaan akhir Harga Pokok penjualan 1.120.000.900.000 Harga Pokok Penjualan 1.000 4.000 1.920.000 (3.000 3.800.000.200.000 12.000 1.740 10.000 1.740 10.000 8..000 7.800.000 11.600 9.000 7.400.740 10.000 2.000 1.740 Total harga 1.Modul b.600 9.300.000 12.000 1.000 (2.400.600.000 1.000 11.000 Total harga 1.

600.000 Rata-rata 1.000 Penjualan Tanggal 05/04 07/05 20/11 10/12 Total Unit 200 100 200 200 700 Harga/unit Rp.Akuntansi Dasar 2 .000 3.500. Rp.500.000) 7.000 (7.000 (7.600. Sistem Perpetual FIFO Persediaan awal Pembelian Barang tersedia utk dijual Persediaan akhir Harga Pokok penjualan 1.000 @BCL@3C0A3668 (inventory) 56 .500.000.220.000 Laba Kotor 1.000 15. Periodik (FIFO) Mencatat Pembelian: Pembelian Utang usaha/Kas Rp.Modul 2.000 Rp.000 8.500.280.000 18.176. 8.600.000 17.000 (7.400.000) 4.400.500.000) 4.500.000 Total harga (Rp) 3.000 2.000 (3.000.000) 4.000) 4.000 10.800.500.000.500.000 (7.600.000 (7.000 1.000 LIFO 11.000) 7.400.000 8.000 Rata-rata 11. Rp.600.400.500.800.000 3.600.000.000 10.800.000 (2.000) 4.600.176.000 Rata-rata 11. 8.000 LIFO 11.500. Rp.000) 7.000 11.000 10. Sistem Perpetual FIFO Penjualan Harga Pokok Penjualan Laba Kotor 11.500.000 LIFO 1.224. 15.000) 3.500.324.900.000 (7.000.000 (3. Sistem Periodik FIFO Penjualan Harga Pokok Penjualan Laba Kotor 11.000 8.900.000 Jurnal 1.400.

000 Rp.000 Rp.000 Rp.000 Rp. 11. Perpetual (FIFO) Mencatat Pembelian: Persediaan Utang Usaha/Kas Mencatat Penjualan: Piutang Usaha Penjualan Harga Pokok Penjualan Persediaan Rp.500. 8.000 Rp 20.800.000 Rp. termin 5/10.n/30 Penjualan Pembelian.000 KASUS 4. 1.30.1 Dibawah ini terdapat catatan mengenai persediaan PT.600.500.n/30 Penjualan Kuantitas 100 unit 500 unit 100 unit 300 unit 100 unit 50 unit Harga Rp. 3.000 Rp.000 Rp.400.000 @BCL@3C0A3668 (inventory) 57 .600. 11.000 Rp. 1. termin 2/10. 8. 11. 3.000 Rp.15.500.10. 7.25.800. termin 2/10.400.000.000 Rp.Akuntansi Dasar 2 .12.000 Rp.000 Rp.n/60 Pembelian.500. 7.000. Khatulistiwa selama bulan September 2008 sebagai berikut: Tanggal 1 Sept 5 Sept 12 Sept 22 Sept 27 Sept 30 Sept Keterangan Persediaan awal Pembelian.000 Rp. 11.000 Rp.Modul Mencatat Penjualan: Piutang Usaha/Kas Penjualan Penyesuaian untuk Persediaan: Ikhtisar Rugi Laba Persediaan Persediaan Ikhtisar Rugi Laba 2.000 Rp.

Jawaban : Periodik FIFO Persediaan yang tersedia untuk dijual (unit) ialah: = 100 + 500 + 100 + 100 = 800 unit Persediaan yang tersedia untuk dijual: = [(100xRp. 10.000)+(500xRp.Akuntansi Dasar 2 . 20. 6.000 = Rp.000)+(100xRp.000.000)+(100xRp.000 = Rp. 3.000 = 250 unit @ Rp. 2.000 = Rp. 4.15.000 450 unit Harga pokok penjualan: = Nilai persediaan yang tersedia untuk dijual – nilai persediaan akhir = Rp.000 = Rp. 10.000 – Rp. 12.000 = 100 unit @ Rp.500.000 Unit persediaan akhir: = Persediaan yang tersedia untuk dijual – unit terjual = 800 unit – 350 unit = 450 unit Nilai unit akhir: = 100 unit @ Rp.Modul Diminta: tentukan nilai persediaan akhir.12.000 @BCL@3C0A3668 (inventory) 58 .000.500.20. harga pokok penjualan dan laba kotor jika diasumsikan perusahaan menerapkan sistem periodik FIFO dan sistem perpetual LIFO.500.500. 10. 15.000 = Rp.000)] = Rp.500.000. 6. 1.

4.000 KASUS 4.000.000 20.500.000 10.325 Rp.600.000.000 1.000.000 12.000.000 100 100 500 100 500 100 100 300 100 300 100 100 300 50 450 Total harga unit Persediaan Harga /unit 10.900.000.000 1.000 10.000 15.000 20.900.328 Rp. 9.900.000.000.000 1.000.000.000 15.500.000 1.000 10. 5.000 6.000 1.000. 5.000 6.Modul Laba Kotor: = Hasil penjualan – Harga pokok penjualan = Rp.000 3.000 12.000 1.000 Pembelian Harga /unit 12.000 Total harga 1.000 Jadi dengan metode perpetual LIFO dapat diketahui hal-hal sebagai berikut: Nilai persediaan akhir Harga Pokok penjualan Laba kotor Rp.000 – Rp.000.000 unit Harga Pokok Penjualan Harga /unit 1.000 = Rp.600.000 2. 4.600.000 10.000 6. 4.000 4.000 – Rp.320 Rp.000 1.600.000.000 12.000.400. Andromeda adalah sebagai berikut: Tanggal 1 Juli 8 Juli 9 Juli 13 Juli 19 Juli 23 Juli 25 Juli Keterangan Persediaan awal Pembelian Penjualan Pembelian Penjualan Pembelian Penjualan Kuantitas 55 unit 25 unit 60 unit 40 unit 30 unit 50 unit 10 unit Harga Rp.000 Perpetual LIFO Tanggal unit 01/09 05/09 12/09 300 100 22/09 27/09 100 30/09 Total 700 9.000.100.000 = Rp.000.000 20.Akuntansi Dasar 2 .000 3.000 10.500.000 1.000 1.620 @BCL@3C0A3668 (inventory) 59 .000 12.000.2 Data yang berhubungan dengan persediaan PT.000 = Rp. 4.600 Rp.000 Rp.500.000 2.330 Rp.000 5.000 12.000 2. 9.000 Total harga 100 200 50 350 15.400 Rp.000 20.000 3.000.600.000 12.

325)+(40xRp.870 @BCL@3C0A3668 (inventory) 60 . 325 = 70 unit = Rp. 22.345 – Rp. 320 = 15 x Rp.475 = Rp. Jawaban: Periodik LIFO Unit tersedia untuk dijual = 55 + 25 + 40 + 50 = 170 unit Nilai persediaan tersedia untuk dijual = [(55xRp.475 Harga pokok penjualan = Nilai persediaan tersedia untuk dijual – nilai persediaan akhir = Rp. 32. 22.330) = 17.345 Jumlah unit persediaan akhir = unit tersedia untuk dijual – unit yang terjual = 170 unit – 100 unit = 70 unit Nilai persediaan akhir (70 unit) = 55 x Rp. 4.Akuntansi Dasar 2 .Modul Diminta: Hitunglah harga pokok persediaan pada 31 Juli 2005 jika PT. 17.120+16.600+8.600 = Rp.328)+(50xRp. 55.500 = Rp. 55. Andromeda menggunakan penetapan harga pokok metode LIFO dengan sistem persediaan periodik dan perpetual.875 = Rp. 320)+(25xRp.125+13.

325 = Rp.3.000+18. 22.17.32. 320=Rp.120 50 @ Rp.328=Rp.125 35@ Rp.13.6. 16.328=Rp.200 30 @ Rp.400 10@Rp. 11. 48.120 20@Rp.32.280 5@ Rp.880 Harga pokok penjualan Persediaan akhir Jadi dengan menerapkan metode perpetual LIFO dapat diketahui sebagai berikut: Nilai Persediaan akhir sebesar Harga pokok penjualan sebesar Laba Kotor Rp.125 20@Rp.500 Penjualan 25 @ Rp.735 @BCL@3C0A3668 (inventory) 61 .400 40 @ Rp.870] = (24.000+6.6.280 20@Rp. 3. 320=Rp.13.320 = Rp.600 25@ Rp.32.8. 9.328=Rp 3.328 = Rp.Akuntansi Dasar 2 . 32.22.200 31/07 115 unit Rp.840 - Saldo 55@Rp.745 100 unit Rp.32.330 Perpetual LIFO Tgl 01/07 08/07 09/07 13/07 19/07 23/07 Pembelian 25 @ Rp.465 = Rp.125 40 @ Rp.600 55@Rp. 320=Rp. 32. 320=Rp. 8.Modul Laba Kotor = Hasil penjualan – harga pokok penjualan = [(400x60)+(600x30)+(620x10) – Rp.320=Rp. 320=Rp. 5.330 = Rp. 330 = Rp.400 10@Rp.400 20@Rp.8.325=Rp.400 10@Rp.325 = Rp.300 20@Rp.328=Rp 3.500 25/07 10 @ Rp.16.465 70 unit Rp.200) – Rp.330 = Rp.328 = Rp.200 – Rp. 15.870 = Rp.200 – Rp.13.6.280 40@Rp.880 Rp.17.6.870 = Rp.48.330=Rp.37.6.320=Rp.465 = Rp.

000 Rp. Integro mencatat transaksi-transaksi persediaan selama periode bulan November 2004 sebagai berikut: Tanggal 1 Nov 3 Nov 4 Nov 8 Nov 9 Nov 11 Nov 13 Nov 23 Nov 29 Nov Keterangan Pembelian Penjualan Pembelian Pembelian Penjualan Penjualan Pembelian Penjualan Pembelian Kuantitas 600 unit 500 unit 1.500 Rp.Akuntansi Dasar 2 .6.250 Rp. Galactica menunjukkan pembelian dan pemakaian bahan dalam bulan Maret 2007 adalah sebagai berikut: Tanggal 1 Maret 4 Maret 8 Maret 11 Maret 25 Maret 30 Maret Keterangan Persediaan awal Pembelian Pembelian Penjualan Pembelian Pembelian Kuantitas 200 unit 300 unit 100 unit 250 unit 300 unit 300 unit Harga Rp.6.400 unit 600 unit 1. @BCL@3C0A3668 (inventory) 62 . dan laba kotor jika perusahaan menerapkan FIFO periodik dan rata-rata (average) perpetual.150 Rp. PT.000 Rp.10.500 unit 800 unit 1.9.9.10.500 Diminta : hitunglah jumlah persediaan akhir dan harga pokok penjualan (HPP) dengan menggunakan metode periodik dan perpetual FIFO.170 Rp.200 Rp.000 Rp.300 Rp.Modul Soal-soal Latihan 1. Catatan akuntansi PT.190 Rp.200 unit 800 unit Harga Rp.200 unit 1. 2.6.330 Diminta: Hitung persediaan akhir:harga pokok penjualan. metode periodik dan perpetual LIFO.6.000 Rp.000 Rp.230 Rp.5.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful