Anda di halaman 1dari 2

BAB IV

KESIMPULAN
PENDEKATAN KUALITATIF

Penelitian kualitatif merupakan penelitian yang berkarakter subyektif. Metode yang


digunakan dalam penelitian kualitatif menggunakan metode sangat berbeda dari
mengumpulkan informasi, terutama individu, dalam menggunakan wawancara secara
mendalam dan grup fokus. Penelitian dengan pendekatan kualitatif lebih menekankan
analisisnya pada proses penyimpulan deduktif dan induktif serta pada analisis terhadap
dinamika hubungan antar fenomena yang diamati, dengan menggunakan logika ilmiah.
Hal ini bukan berarti bahwa pendekatan kualitatif sama sekali tidak menggunakan
dukungan data kuantitatif akan tetapi penekanannya tidak pada pengujian hipotesis
melainkan pada usaha menjawab pertanyaan penelitian melalui cara-cara berpikir formal
dan argumentatif.
Pendekatan pada kegiatan penelitian kualitatif dapat dikatakan sebagai upaya proses
untuk mengetahui mengenai suatu masalah sosial atau kemanusiaan, berdasarkan pada
usaha membangun suatu gambar yang kompleks dan menyeluruh (holistik), dibentuk
dengan kata-kata atau deskripsi, dengan melaporkan pandangan-pandangan rinci dari
informan, dilakukan dalam setting yang alamiah
Banyak penelitian kualitatif yang merupakan sampel kecil. Hipotesa pada kegiatan
penelitian kualitatif biasa disebut sebagai hipotesa kerja. Dapat disimpulkan secara
singkat sifat-sifat pokok dalam penelitian kualitatif:
a. Naratif, dilakukan dengan wawancara, sampai pada hal-hal yang terjadi dalam
wawancara dicatat. Hal ini dilakukan karena kemungkinan ada makna
transendental dibalik hal-hal kecil yang dilakukan. Hal-hal yang terjadi mungkin
tidak terukur. Kebenarannya tidak absolut dan bahasa yang digunakan mungkin
bahasa lokal.
b. Situasi alamiah, hal ini menyatakan bahwa bukan berarti tidak ilmiah. Kebenaran
lokal bisa ilmiah bila dipahami makna-maknanya.
c. Tidak berjarak, yang berarti bahwa peneliti harus menyatu dan bertemu dengan
obyek. Peneliti hendaknya membuat sebuah keadaan dimana obyek tidak
menyadari kehadirannya. Bila mereka tahu sedang diteliti mungkin mereka akan
beri data tidak benar.
d. Berpikir induktif, eksploratif. Data primerlah yang digunakan, tidak menggunakan
data sekunder. Data sekunder hanya digunakan sebagai pelengkap. Peneliti harus
mendengar dan alami sendiri.
e. Berpikir holistik, komprehensif dan sinkronik digabung.
f. Dinamis, yang dilihat adalah yang tetap dan menerus, bukan yang berubah. Artinya
melihat yang esensial.
g. Unik, berarti muncul kasus-kasus berlaku untuk lokasi kasus, tidak berlaku umum
(general).
h. Data netral dan empatis. Peneliti harus membebaskan diri dari segala hal yang
esensi bila berkaitan dengan keyakinan. Tidak diperkenankan meneliti dengan
membawa keyakinannya. Atau dengan arti lainnya wawancara yang dilakukan harus
tidak dengan membawa teori. Dilakuka dengan empati-simpati, menurut obyek
bukan menurut peneliti.
i. Desain fleksibel atau luwes sehingga harus memahami informan. Memperhatikan
proses bukan pada hasil.
j. Triangulasi, dalam kegiatan penelitian kualitatif peneliti menjadi instrumen
penelitian atau peneliti sebagai alat. Tidak bisa diwakilkan orang lain. Data yang
diperoleh dipilah-pilah, dilakukan coding, dan dikonfirmasikan ke sumber yang lain
untuk mendapatkan pemahaman utuh.