Anda di halaman 1dari 5

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami ucapkan kepada Allah SWT yang telah memberikan rahmatnya kepada
kami, sehingga kami dapat menyelesaikan tugas makalah tentang renang ini. Shalawat serta
salam kami curahkan kepada Nabi Muhammad SAW, kepada keluarganya, sahabatnya dan
kepada kita semua selaku umatnya.
Adapun tujuan penyusunan makalah ini salah satunya untuk memenuhi tugas Mata Pelajaran
Biologi
Kami ucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu dalam penyususnan
makalah ini dan terima kasih kepada Ibu Hj. Ineng Hasanah sebagai guru mata pelajaran
biologi yang selalu sabar membimbing kami. Terima kasih kepada kedua orang tua yang
selalu memberikan motivasi dan spirit kepada kami.
Sadar akan keterbatasan dan kemampuan yang kami miliki, maka kami mohon maaf atas
segala kekurangan yang terdapat dalam penyusunan makalah ini. Saran dan kritik kami
harapkan untuk meningkatkan bobot makalah ini. Kami berharap semoga makalah ini
bermanfaat.

Garut, April 2010

Penulis

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR i
DAFTAR ISI ii

BAB I PENDAHULUAN 1
BAB II PEMBAHASAN 2
A. Pengertian Rekayasa Genetika 2
B. Tujuan Rekayasa Genetika 3
C. Tahap Pembuatan Insulin 3
D. Penyebab Berkembangnya Rekayasa Genetika 3
E. Penerapan Rekayasa Genetika 4
F. Dampak Rekayasa Genetika 4
BAB III KESIMPULAN 6

DAFTAR PUSTAKA 7

BAB I
PENDAHULUAN

Genetika disebut juga ilmu keturunan, berasal dari kata genos (bahasa latin), artinya suku
bangsa-bangsa atau asal-usul. Secara “Etimologi”kata genetika berasal dari kata genos
dalam bahasa latin, yang berarti asal mula kejadian. Namun, genetika bukanlah ilmu
tentang asal mula kejadian meskipun pada batas-batas tertentu memang ada kaitannya
dengan hal itu juga. Genitika adalah ilmu yang mempelajari seluk beluk alih informasi
hayati dari generasi kegenerasi. Oleh karena cara berlangsungnya alih informasi hayati
tersebut mendasari adanya perbedaan dan persamaan sifat diantara individu organisme,
maka dengan singkat dapat pula dikatakan bahwa genetika adalah ilmu tentang pewarisan
sifat .Dalam ilmu ini dipelajari bagaimana sifat keturunan (hereditas) itu diwariskan kepada
anak cucu, serta variasi yang mungkin timbul didalamnya.
Genetika perlu dipelajari, agar kita dapat mengetahui sifat-sifat keturunan kita sendiri
serta setiap makhuk hidup yang berada dilingkungan kita. kita sebagai manusia tidak hidup
autonom dan terinsolir dari makhuk lain sekitar kita tapi kita menjalin ekosistem dengan
mereka. karena itu selain kita harus mengetahui sifat-sifat menurun dalam tubuh kita, juga
pada tumbuhan dan hewan. Lagi pula prinsip-prinsep genetika itu dapat disebut sama saja
bagi seluruh makluk. Karena manusia sulit dipakai sebagai objek atau bahan percobaan
genetis, kita mempelajari hukum-hukumnya lewat sifat menurun yang terkandung dalam
tubuh-tumbuhan dan hewan sekitar. Genetika bisa sebagai ilmu pengetahuan murni, bisa
pula sebagai ilmu pengetahuan terapan. Sebagai ilmu pengetahuan murni ia harus ditunjang
oleh ilmu pengetahuan dasar lain seperti kimia, fisika dan metematika juga ilmu
pengetahuan dasar dalam bidang biologi sendiri seperti bioselluler, histologi, biokimia,
fiosiologi, anatomi, embriologi, taksonomi dan evolusi. Sebagai ilmu pengetahuan terapan
ia menunjang banyak bidang kegiatan ilmiah dan pelayanan kebutuhan masyarakat.
Rekayasa genetika dalam arti paling luas adalah penerapan genetika untuk kepentingan
manusia. Dengan pengertian ini kegiatan pemuliaaan hewan atau tanaman melalui seleksi
dalam populasi dapat dimasukkan. Demikian pula penerapan mutasi buatan tanpa target
dapat pula dimasukkan. Masyarakat ilmiah sekarang lebih bersepakat dengan batasan yang
lebih sempit, yaitu penerapan teknik-teknik genetika molekular untuk mengubah susunan
genetik dalam kromosom atau mengubah sistem ekspresi genetik yang diarahkan pada
kemanfaatan tertentu. 
BAB II
REKAYASA GENETIKA

A. Pengertian Rekayasa Genetika


Rekayasa genetika merupakan transplantasi atau pencangkokan satu gen ke gen lainnya
dimana dapat bersifat antar gen dan dapat pula lintas gen sehingga mampu menghasilkan
produk. Rekayasa genetika juga diartikan sebagai perpindahan gen.
Teknologi Rekayasa Genetika merupakan inti dari bioteknologi didifinisikan sebagai teknik
in-vitro asam nukleat, termasuk DNA rekombinan dan injeksi langsung DNA ke dalam sel
atau organel; atau fusi sel di luar keluarga taksonomi; yang dapat menembus rintangan
reproduksi dan rekombinasi alami, dan bukan teknik yang digunakan dalam pemuliaan dan
seleksi tradisional.
Prinsip dasar teknologi rekayasa genetika adalah memanipulasi atau melakukan perubahan
susunan asam nukleat dari DNA (gen) atau menyelipkan gen baru ke dalam struktur DNA
organisme penerima. Gen yang diselipkan dan organisme penerima dapat berasal dari
organisme apa saja. Misalnya, gen dari sel pankreas manusia yang kemudian diklon dan
dimasukkan ke dalam sel E. Coli yang bertujuan untuk mendapatkan insulin.

B. Tujuan Rekayasa Genetika


Rekayasa genetika pada tanaman mempunyai target dan tujuan antara lain peningkatan
produksi, peningkatan mutu produk supaya tahan lama dalam penyimpanan pascapanen,
peningkatan kandunagn gizi, tahan terhadap serangan hama dan penyakit tertentu
(serangga, bakteri, jamur, atau virus), tahan terhadap herbisida, sterilitas dan fertilitas
serangga jantan (untuk produksi benih hibrida), toleransi terhadap pendinginan, penundaan
kematangan buah, kualitas aroma dan nutrisi, perubahan pigmentasi.
Rekayasa Genetika pada mikroba bertujuan untuk meningkatkan efektivitas kerja mikroba
tersebut (misalnya mikroba untuk fermentasi, pengikat nitrogen udara, meningkatkan
kesuburan tanah, mempercepat proses kompos dan pembuatan makanan ternak, mikroba
prebiotik untuk makanan olahan), dan untuk menghasilkan bahan obat-obatan dan
kosmetika.
C. Tahap Pembuatan Insulin :
- Bakteri yang masih mempunyai plasmid, plasmidnya dipotong dengan menggunakan enzim
Restriksi Endonuklease
- Kemudian gen insulin dari sel pankreas juga dipotong dengan menggunakan enzim restriksi
- Lalu gen insulin ini di sisipkan pada plasmid bakteri dengan menggunakan enzim ligase
sehingga disebut dengan ADN rekombinan
- Setelah itu ADN rekombinan itu dimasukkan ke dalam tubuh bakteri baru
- Bakteri dibiarkan berkembang biak dalam wadah fermentasi sehingga dihasilkan insulin.

D. Penyebab Berkembangnya Rekayasa Genetika


- Ditemukannya enzim pemotong DNA yaitu enzim restriksi endonuklease
- Ditemukannya pengatur ekspresi DNA yang diawali dengan penemuan operon laktosa pada
prokariota
- Ditemukannya perekat biologi yaitu enzim ligase
- Ditemukannya medium untuk memindahkan gen ke dalam sel mikroorganisme
Sejalan dengan penemuan-penemuan penting itu, perkembangan di bidang biostatistika,
bioinformatika dan robotika/automasi memainkan peranan penting dalam kemajuan dan
efisiensi kerja bidang ini.

E. Penerapan Rekayasa Genetika


1. Bidang pertanian dan bahan pangan
- Ditemukannya tomat Flavr Savr yang tahan
- Ditemukannya sapi dengan produksi susu meningkat 20%
- Ditemukannya kopi super
- Ditemukannya tanaman ber-pestisida
- Ditemukannya vaksin penyakit mulut dan kuku
- Jagung dengan protein tinggi
2. Bidang kesehatan dan farmasi
- Diproduksinya insulin dengan cepat dan murah
- Adanya terapi genetic
- Diproduksinya interferon
- Diproduksinya beberapa hormon pertumbuhan
3. Bidang Industri
- Terciptanya bakteri yang mampu membersihkan lingkungan tercemar
- Bakteri yang dapat mengubah bahan tercemar menjadi bahan tidak berbahaya
- Bateri pembuat aspartanik

F. Dampak Rekayasa Genetika


a. Dampak di bidang sosial ekonomi
Dampak ekonomi yang tampak adalah paten hasil rekayasa, swastanisasi dan kosentrasi
bioteknologi pada kelompok tertentu, memberikan pengaruh yang sangat luas pada
masyarakat. Produk bioteknologi dapat merugikan petanikecil. Penggunakan hormon
pertumbuhan sapi dapat meningkatkan produksi susu sapi sampai 20%, niscaya akan
menggusur peternak kecil.

b. Dampak di bidang kesehatan


Produk rekayasa di bidang kesehatan ini memang sudah ada yang menimbulkan masalah
yang serius. Contohnya adalah penggunaan insulin hasil rekayasa menyebabkan 31 orang
meninggal di inggris. Tomat Flavr Savr diketahui mengandung gen resisten terhaap
antibiotic. Susu sapi yang disuntik dengan hormone BGH disinyalir mengandung bahan kimia
baru yang punya potensi berbahaya bagi kesehatan manusia.

c. Dampak di bidang etika dan moral


Menyisipkan gen makhluk hidup kepada makhluk hidup lain memiliki dampak etika yag
serius. Menyisipkan gen makhluk hidup lain yang tidak berkerabat5 dianggap sebagai
pelanggaran terhadap hukum alam dan sulit diterima manusia. Bahan pangan transgenic
yang tidak berlabel juga membawa konsekuensi bagi penganut agama tertentu. Penerapan
hak paten pada organism hasil rekayasa merupakan pemberian hak pribadi atas organism.
Hal ini bertentangan dengan banyak nilai-nilai budaya yang mengghargai nilai intrinsic
makhluk hidup.

BAB III
KESIMPULAN

Rekayasa genetika adalah upaya pencangkokan gen dengan teknik rekombinan DNA pada
mikroorganisme tertentu. Dengan rekayasa genetika, manusia dapat memuat organisme
yang tidak dapat menghasilkan bahan tertentu menjadi mampu menghasilkan bahan
tertentu yang dibutuhkan manusia. Mikroorganisme yang berperan ini disebut makluk
transgenic.
Contoh makhluk hidup transgenic adalah bakteri yang mampu menambang tembaga, bakteri
yang mampu membersihkan lingkungan yang tercemar, bakteri yang mampu mengubah
bahan tercemar menjadi bahan lain yang tidak berbahaya, jagung yang memiliki kandungan
protein tinggi, tomat yang tahan lama, dan sebagainya.
Selain produk, dengan bioteknologi modern banyak pula penyakit menurun yang dapat
disembuhkan. Penyembuhan Penyakit menurun ini dilakukan dengan jalan menyisipkan gen
yang kurang pada penderita. Proses ini disebut terapi genetik.
Namun masalah muncul ketika produk rekayasa sudah menimbulkan masalah yang serius.
Contohnya adalah penggunaan insulin hasil rekayasa menyebabkan 31 orang meninggal di
inggris. Tomat Flavr Savr diketahui mengandung gen resisten terhadap antibiotic. Susu sapi
yang disuntik dengan hormone BGH disinyalir mengandung bahan kimia baru yang punya
potensi berbahaya bagi kesehatan manusia.

DAFTAR PUSTAKA
Huzaifah, Hamid. Genetika Dasar. http://zaifbio.wordpress.com. Diakses tanggal 4 April
2010
Agorsiloku. Dampak Penggunaan Hasil Rekayasa Genetika. http://agorsiloku.wordpress.com
diakses tanggal 4 April 2010
Amarullah, Zakky. Rekayasa Genetika. http://senyawa-kimia.blogspot.com diakses tanggal
4 April 2010
Anonim. Rekayasa Genetika. www.wikipedia.org. diakses tanggal 4 April 2010
http://id.answers.yahoo.com/
www.google.co.id
Herwandi, Yuyun. 2005. Pelajaran Biologi Untuk Kelas XII Jurusan IPA Semester 1 dan 2.