UPAYA MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN MATEMATIKA TENTANG PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN BILANGAN BULAT MELALUI PENDEKATAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA

REALISTIK DI SDN TANAH TINGGI 09 PAGI Usianna Abstrak Penelitian ini berupa penelitian tindakan kelas yang bertujuan mencari cara-cara yang lebih baik dalam memperbaiki proses pembelajaran dan meningkatkan kualitas pembelajaran matematika dalam materi bilangan bulat dengan menggunakan pendekatan pembelajaran matematika realistik. Metode penelitian ini menggunakan proses siklus. Siklus dilakukan sebanyak 3 kali, yaitu siklus I, siklus II, siklus III. Masing-masing siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi. Secara statistik terdapat perbedaan yang cukup signifikan terhadap peningkatan hasil belajar siswa dari siklus ke siklus. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa pendekatan pembelajaran matematika realistik dapat meningkatkan kualitas pembelajaran matematika dimana kualitas pembelajaran yang meningkat dapat dilihat dari hasil belajar siswa yang meningkat pula. Kata Kunci: Penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat, pendekatan realistik PENDAHULUAN Rendahnya kualitas pembelajaran matematika akan diikuti dengan hasil belajar matematika yang rendah pula. Keadaan ini tentunya dipengaruhi oleh berbagai faktor yang terkait dengan pembelajaran antara lain guru belum tepat menggunakan pendekatan dalam pembelajaran. Guru cenderung

mengabaikan penggunaan pendekatan pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk memperoleh hasil belajar melalui aktivitas yang menyenangkan. Pembelajaran belum dikondisikan sebagai kegiatan yang memberikan peluang besar dalam pengembangan potensi siswa secara

demikian. Akibatnya pembelajaran yang digunakan bercirikan satu arah. Kemampuan ini berkaitan dengan penelitian dalam lingkup seputar kelas. Apabila siswa kesulitan dalam pembelajaran matematika. dan akhirnya akan merugikan bangsa dalam meningkatkan sumber daya manusia. padahal guru seharusnya mendominasi subjek aktivitas pembelajaran. Padahal keberhasilan pembangunan nasional ditentukan oleh sumber daya manusia yang berkualitas. Jika masalah ini dibiarkan dan tidak mendapat penanganan yang tepat. . dan pada gilirannya meninggalkan bangku sekolah. dikhawatirkan siswa tidak akan tertarik pada pelajaran matematika. metode.optimal. Umumnya pembelajaran yang digunakan adalah pendekatan yang berorientasi pada aktivitas guru. tetapi juga harus mampu melihat dan menilai kinerjanya sendiri. Dalam dunia pendidikan. sedangkan siswa pasif. media pembelajaran yang memungkinkan pengembangan potensi siswa. bukan pendekatan yang berorientasi kepada aktivitas siswa. siswa dianggap objek pembelajaran. dapat menyebabkan siswa semakin kesulitan dalam pembelajaran berikutnya. strategi. guru tidak hanya dituntut menguasai materi. Untuk mengatasi masalah tersebut di atas guru perlu mempertimbangkan penggunaan berbagai pendekatan. Dalam kondisi pembelajaran. bahkan membenci gurunya. dan menganggap pelajaran matematika merupakan pelajaran yang menakutkan. tanpa mendapatkan bantuan. yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau class room action research. yang dapat diciptakan melalui pendidikan.

Kualitas Pembelajaran Kualitas pembelajaran di kelas merupakan entry point untuk meningkatan kompetensi dan mutu lulusan (out put). mengatasi masalah pembelajaran. Secara umum kualitas adalah mutu dan oleh John M. Dan PTK merupakan bagian dari penelitian tindakan dengan tujuan yang spesifik yang berkaitan dengan jelas. yaitu meningkatkan kualitas pembelajaran. dan menumbuhkan budaya akademik. Sedangkan menurut Kartono. ukuran baik buruk. Kualitas pembelajaran dalam hal ini meliputi metodologi. dan tinggi rendahnya sesuatu. meningkatkan profesionalisme. materi.Echois menyatakan quality yang berarti kualitas. implementasi. Kualitas Pembelajaran Matematika a. Sementara Deming dalam Arcaro berpendapat bahwa kualitas . permasalahan yang dirumuskan dalam penelitian ini adalah ”Apakah dengan pendekatan realistik kualitas pembelajaran tentang penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat di kelas IV SDN. dan pengembangan sumber-sumber belajar yang tersusun secara integratif mulai dari perencanaan. hingga evaluasinya. Kiranya melalui pendekatan pembelajaran dapat menyukai matematika menganggap matematika pelajaran yang sulit. Berdasarkan identifikasi masalah di atas maka.Penelitian Tindakan Kelas merupakan penelitian yang mampu menawarkan cara dan prosedur baru untuk memperbaiki dan meningkatkan profesionalisme guru dalam proses belajar mengajar di kelas dengan melihat berbagai indikator keberhasilan proses dan hasil pembelajaran yang terjadi pada siswa. kualitas adalah derajat. Tanah Tinggi 09 Pagi dapat meningkat ? KAJIAN TEORITIK 1. Untuk itu peneliti mencoba melaksanakan suatu upaya untuk meningkatkan penjumlahan matematika kualitas dan realistik pembelajaran matematika bulat khususnya dengan tentang pengurangan siswa bilangan pendekatan dan tidak pembelajaran matematika realistik.

Tentunya kualitas pembelajaran dipengaruhi oleh faktor-faktor lain seperti lingkungan belajar dan guru yang memiliki kompetensi yang memadai untuk meningkatkan meningkatkan kualitas pembelajaran. Menurut Sumardyono berpendapat matematika merupakan buah pikir manusia. bobot. siswa sebagai subjek belajar dapat meraih tahaptahap kompetensinya secara optimal. b. kebenarannya tidak tergantung pada metode ilmiah yang mengandung proses induktif. sehingga dengan demikian. yaitu matematika berarti hal yang dipelajari atau subjek dari pengajaran. Matematika Berbagai pendapat muncul tentang pengertian matematika dipandang dari pengetahuan dan pengalaman masing-masing yang berbeda. melalui berbagai interaksi dan pengalaman belajar. Berdasarkan beberapa pendapat serta pandangan tentang hakikat matematika tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa matematika adalah ilmu yang mengkaji logika berpikir mengenai struktur yang terorganisasikan sifat- . Sedangkan Arthur Gittleman menyatakan mathematics at this time was viewed verybroadly. Dari beberapa pendapat diatas kualitas dapat disimpulkan bahwa kualitas adalah derajat. memiliki standar dalam mencapai tujuan. serta dapat digunakan untuk mencapai tujuan tertentu. sehingga tujuan pembelajaran tercapai. matematika sendiri berasal dari bahasa Yunani.adalah sebuah derajat variasi terduga. dan mutu. the word mathematics itself comes from the greek word mathema. peserta didik. meaning things leamed or subjects of instruction. yang dikutip Syaiful Sagala dalam bukunya menyatakan pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar. Sehingga dapat disimpulkan kualitas pembelajaran adalah bobot proses pembelajaran yang diciptakan oleh guru. Artinya bahwa pengertian matematika sangat luas. dan masyarakat. dan dapat dijadikan sebagai kunci rasa kebanggaan bagi pendidik. Sementara pembelajaran pada hakikatnya untuk mengembangkan aktivitas dan kreativitas siswa. Menutut Dimyati dan Mujiono.

” . Pembelajaran matematika realistik merupakan pendekatan yang orientasinya menuju kepada penalaran siswa yang bersifat realistik. Pembelajaran ini menekankan akan pentingnya konteks nyata yang dikenal murid dan proses konstruksi pengetahuan matematika oleh murid sendiri. tetapi juga situasi masalah yang dapat dipahami dalam pikiran siswa sesuai dengan tahap perkembangannya. Hipotesis Tindakan Berdasarkan kajian teoritik yang telah diuraikan. Menurut pandangan Fruendental dalam Zulkardi mathematics must be connectedto reality and mathematics as human activity. Realistik disini tidak hanya berarti sesuatu yang duhubungkan dengan dunia nyata saja. Sedangkan di Indonesia Pembelajaran Matematika Realistik ini diperkenalkan pada tahun 2001 di beberapa Perguruan Tinggi secara kolaboratif melalui Proyek Pendidikan matematika Realistik di tingkat SD. berfungsi praktis dan teoritis agar memudahkan manusia berpikir dalam menyelesaikan permasalahan hidupnya. aksioma-aksioma. 3. Tanah Tinggi 09 Pagi. Pendekatan Matematika Realistik Pendekatan matematika realistik pertama dikembangkan di Belanda. maka hipotesis tindakan dirumuskan sebagai berikut: ” Pendekatan realistik dapat meningkatkan kualitas pembelajaran tentang penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat di kelas IV SDN. Pandangan ini menjelaskan bahwa pada dasarnya aktifitas yang dilakukan manusia dalam memenuhi segala kebutuhan hidupnya tidak terlepas dari kegiatan matematisasi. teori-teori yang telah dibuktikan kebenarannya menggunakan bahasa simbolis.sifat/teori-teori secara deduktif berdasarkan unsur-unsur yang didefenisikan atau tidak didefenisikan. 2.

Tiap siklus terdiri dari empat tahapan yaitu: (1) perencanaan (planning). dan rasa keingintahuan siswa terhadap hal-hal yang baru. Penggunaan pendekatan realistik membawa dampak positif terhadap sikap. (4) refleksi (reflecting). bahkan bisa dibuat siswa sendiri. memiliki sikap percaya diri. Waktu pelaksanaan dilakukan pada semester ganjil selama 5 bulan dari Januari sampai Maret 2009. tingkah laku siswa terhadap pembelajaran matematika. pembelajaran. mempunyai sifat demokratis. maka dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan pendekatan realistik dalam penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat. Model proses yang digunakan yaitu model siklus ke siklus dengan target agar hasil pembelajaran semakin meningkat. alat/media yang digunakan bisa menggunakan hal-hat yang realistik yang ada disekitar siswa. rasa senang. kegiatan merencanakan penggalian . Sikap dan tingkah laku tersebut tercermin dari minat dan motivasi siswa dalam mengikuti proses pembelajaran matematika. mendorong siswa untuk tampil berani berbicara. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). siswa dapat berkesempatan luas untuk bernalar. Tanah Tinggi.METODELOGI PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan di SDN Tanah Tinggi 09 Pagi Jakarta Pusat yang berlokasi di Jalan Kramat Pulo Gundul III RT 005 /09. Pendekatan realistik dibutuhkan kemampuan guru dalam menyusun perencanaan. karena pembelajaran berorientasi pada hal-hal yang nyata. Dengan kemampuan-kemampuan yang dimiliki tersebut siswa dapat menyelesaikan masalah penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat dalam kehidupan sehari-hari. Perencanaan akademis. adalah pelaksanaan dan mengevaluasi/merefleksi. HASIL PENELITIAN Berdasarkan pembahasan hasil penelitian yang telah dilakukan. Johar Baru. (3) pengamatan (observing). Jakarta Pusat. berpikir sistematis dan logis. dan mudah diperoleh. (2) pelaksanaan (acting). Subjek penelitian ini melibatkan 39 siswa kelas IV SDN Tanah Tinggi 09 Pagi. sederhana.

Jakarta Pusat. perolehan nilai post tes sesuai SKBM 89. Siklus II. Siklus III. atau refleksi dengan tim.18). serta diskusi. pengamatan oleh rekan sejawat atau pakar.54 % (rerata 6. Data yang diperoleh dalam penelitian ini yaitu: siklus I. dapat disimpulkan sebagai berikut:  Kegiatan pembelajaran dengan menggunakan pendekatan bermain Siswa menjadi aktif dalam mengikuti proses pembelajaran hal ini dapat membantu siswa dalam memahami dan mempelajari materi pelajaran.28).  Pendekatan realistik merupakan salah satu strategi yang tepat untuk Kualitas pembelajaran yang meningkat ditandai dengan meningkatkan menyampaikan pembelajaran. Pelaksanaan meliputi pelaksanaan proses pembelajaran. .74% (7. perolehan nilai post tes sesuai SKBM mencapai 82.31). PENUTUP Dari hasil penelitian di siswa kelas IV SDN Tanah Tinggi 09 Pagi.56). kualitas pembelajaran mencapai 51.70).05% (rerata 7.  disebabkan dalam pendekatan dihubungkan dengan kehidupan nyata siswa sehari-hari.11% (rerata 2. dan evaluasi adalah kegiatan penilaian. kualitas pembelajaran mencapai 86. kualitas pembelajaran mencapai 74.07% (rerata 3.67% (rerata 4.persiapan alat/bahan pembelajaran. perolehan nilai post tes sesuai SKBM mencapai 61.33). komentar.  hasil belajar siswa.

Tinjatian Polilik Mengenal Siftfem Pendidikan Nasional. Karim. Kartini. Jakarta: Bumi Aksara. Booklet Pembelajaran Malematika SI). Jakarta: Alfabeta. ST. Echois. 2004. Kamus Umum Banana Indonesia. Pendidikan Matematika. Kartono. Jakarta: Depdikbud Direktorat Pendidikan Tinggi Bagian Proyek Pengembangan Guru SD. Jakarta: UT. 1996 Gittleman. A.Tentang Berbasis Sikdiknas. Jhon M.php'?id=jtptums-gdl-sl2007-arif budiyono-4111 Depdiknas. . Jakarta: Rineka Cipta.ac. Eresco. Bandung: Fokus Pustaka _____. Konsep dan Makna Pembelqjaran. 2006. 1996) Budiyono. Nana Sujana. Media. 1993.Syaiful. Arif. Universitas Terbuka. Sagala. dkk. 1996/1997. Penelttian Tindakan Kelas. Jakarta: Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan. Kurikulum dan Pembelajaran.ums. A. Wardani. Psikologi Sosial. Arthur. Jakarta: CV Dian Jaya. Arcaro. E. Jakarta: Galia Indonesia. T. Oemar Hamalik. I. Elang Krisnadi. Muchtar. Jakarta: Pradnya Paramita. W. 1997. 1999. H. 1994. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. DAFTAR PUSTAKA Undang-Undang Jerome S. Jakarta: Universitas Terbuka. California: StateUniversity. Jakarta: Gramedia. dkk. 1990. Pendidikan Matematika 3 Modid PGSD. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan. Ensiklopedia Matematika. 2006.2003 Pendidikan Yogyakarta: Pelajar.id/go. 2006 Dimiati dan Mujiono.2006. K. Sri Subarinah. Inovasi Pembelajaran Matematika SD. G. Jakarta: Depdiknas. http://digilib. Belajar dan Pembelajaran. Badudu-Zain. History of Matematies.20. No. 1995. Bandung: Rosda Karya. Bandung: PT. Gerungan. Negoro. dkk. A. Mutu. An English-Dictionary. 1982. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Ruseffendi.

com/ratuilma/rme. Pendidikan Matematika 3. Daulat P. Tampubolon. Jakarta: Depdikbud Dirjen Dikti. 2002.Starwtjaya. Strategi Belajar Mengajar. Penelitian Tindakan Kelas. 2006 Zulkardi. HAR. Standarisasi Pendidikan National Suatu Tinjauan Kritis. Karakteristik Matematika dan Implikasinya terhadap Pembelajaran Matematika. Sumantri. Akbar. Filsafat Ilmu. 1991/1992. dkk. Syaiful Bahri Djamariah. Tarigan. 2004. Perguruan Tinggi Bermutu. dkk. Yogyakarta: Depdiknas Dirjen Dikdas dan menengah. Jakarta: Gramedia. 2003 Sumantri Yuyun. Bandung: FPMTPA. Depdiknas. Mulyani. Psikologi Belajar. Jakarta: Rineka Cipta. dkk. Tilaar.htmtfanchor64854 . Jakarta: Depdikbud. 2007 Suherman. Arikunto. 2001. http://www. 2005. Pembelajaran Matematika Realistik. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan. 1998/1999 Sumardyono. Jakarta: Rineka Cipta. Jakarta: Bumi Aksara. 2006.geocities. Strategi Pembelajaran Matematika Kontemporer. Suharsimim. Daitin.