Anda di halaman 1dari 14

LAPORAN KUNJUNGAN LAPANGAN

DI POSYANDU RASA MALA RW 06 KELURAHAN KEMIRI MUKA,


KECAMATAN BEJI, KOTA DEPOK
SENIN, 6 DESEMBER 2010

Oleh
Kelompok 7A

Amanda Gracelia Oktora 0806340265


Luh Anggi Vertikal 0806460856
Novita Restiani 0806460906
Tri Mutiara Ramdhani 0806461026

PROGRAM STUDI GIZI


FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS INDONESIA
DEPOK, 2010
IDENTITAS POSYANDU
Nama posyandu : RASA MALA RW 06
Kelurahan : Kemiri Muka
Jumlah Penduduk : 2049 orang
Jumlah Kader : 11 orang
Kader yang aktif bulan ini : 10 orang
Ketua Posyandu : Titin Hartini
Alamat Posyandu : Rumah Bidan Marwati Rt 04/ RW 06 Kelurahan Kemiri
Muka, Kecamatan Beji, Kota Depok
Tanggal kunjungan : Senin, 6 Desember 2010

SEJARAH POSYANDU
Sebelum tahun 1993, posyandu RW 06 dan RW 16 digabung di satu tempat karena
jarak kedua RW tersebut yang dekat. Seiring berjalannya waktu dan semakin padatnya
penduduk, kader-kader posyandu sepakat untuk memisah tempat posyandu karena
kewalahan. Akhirnya pada tahun 1993 akhir, diadakanlah posyandu khusus RW 06.
Posyandu RW 06 memiliki kesulitan dengan tempat, oleh karena itu posyandu tersebut
bertempat di tempat praktek bidan Nuri. Bidan Nuri merupakan bidan yang aktif di
puskesmas. Bidan Nuri mempunyai kesibukan yang padat di puskesmas, oleh karena itu
posyandu dipindah ke tempat praktek Marwati sampai sekarang.

KEGIATAN POSYANDU
Tempat praktek bidan Marwati sendiri mempunyai beberapa kegiatan rutin.
Posyandu setiap bulan tanggal 6, poswindu setiap bulan tanggal 20, dan praktek bidan
Marwati sendiri. Pada posyandu, kegiatan yang dilakukan dimulai dengan registrasi,
penimbangan berat badan, pelaporan berat badan dan imunisasi bagi bayi berusia kira-kira 9
bulan yang dilakukan oleh bidan Nuri. Imunisasi yang tersedia adalah PPT, Polio, Hepatitis,
BCG, DPT Polio dan campak. Terdapat pula pemberian vitamin A yaitu dua kali per tahun
setiap bulan Februari dan Juli. Setiap anak yang telah diukur berat badannya akan diberi
snack dari kader posyandu.
FASILITAS ANTROPOMETRI
Fasilitas antropometri yang ada di posyandu tersebut antara lain Dacin, timbangan
manual dari puskesmas, dan timbangan bayi (milik bidan Marwati).

SUMBER DANA
Dana didapat dari puskesmas yaitu Rp 300.000,00 per tahun, dan sisanya dari
swadaya yang dilakukan kader-kader yang dipungut dari warga yang memeriksakan anaknya
di posyandu, yaitu sekitar Rp 5000,00 (dipungut hanya bila dilakukan imunisasi, untuk
pemeriksaan biasa tidak dipungut biaya). Dari dana swadaya tersebut Rp 1000,00 diberikan
kepada puskesmas, sisanya menjadi uang kas.

JUMLAH DAN KARAKTERISTIK KADER


Jumlah kader posyandu di RW 06 adalah 10 orang (aktif). Ditambah dengan bidan
Nuri dari puskesmas. Untuk menjadi kader, tidak ada spesifikasi tertentu, siapapun dapat
menjadi kader. Biasanya kalangan ibu dari penduduk RW 06 yang ingin dan mendaftar
menjadi kader. Kader posyandu RW 06 sendiri sudah aktif sejak tahun 90-an dan jarang
berganti-ganti kader.

JUMLAH BALITA
Pengunjung yang datang ke posyandu RW 06 dapat berjumlah sampai dengan 120
bayi dan balita, dan biasanya sebanyak 90 bayi dan balita. Perbandingan jumlah bayi dan
balita kira-kira sama. Bila ada pemberian vitamin A, pengunjung yang datang dapat
berjumlah lebih.

SIAPA SAJA YANG TERLIBAT SAAT POSYANDU


Sebagian besar kader hadir saat posyandu berlangsung. Kader menangani hampir
semua kegiatan; mulai dari registrasi, penimbangan berat badan, pengisian KMS,
penghitungan hasil akhir dan pelaporan ke puskesmas. Satu-satunya yang ditangani oleh
petugas kesehatan; dalam hal ini bidan Nuri, adalah imunisasi karena membutuhkan ahli
khusus yang berpengalaman. Bidan Marwati juga terkadang membantu bila tidak disibukkan
dengan pasiennya.

INDIKATOR SKDN
Indikator pelayanan di Posyandu menggunakan indiktor-indikator SKDN yaitu:
1. S : jumlah seluruh balita yang ada dalam wilayah kerja posyandu
2. K : jumlah balita yang ada di wilayah kerja posyandu yang mempunyai KMS (Kartu
Menujuh Sehat)/ buku KIA (Kesehatan Ibu dan Anak)
3. D : jumlah balita yang datang di posyandu dan menimbang berat badannya
4. N : jumlah balita yang ditimbang berat badannya mengalami peningkatan berat
badan dibanding bulannya sebelumnya
5. T : sasaran yang ditimbang dan tidak naik beratnya
6. O : sasaran yang ditimbang bulan ini tetapi bulan lalu tidak datang
7. B : sasaran yang baru pertama kali hadir

Jumlah sasaran yang datang ke posyandu ini dapat mencapai 150 orang. Jumlah ini
biasanya dicapai ketika ada pembagian vitamin A. Rata-rata jumlah sasaran ketika posyandu
buka yaitu sekitar 90 orang. Posyandu Rasa Mala RW 06 tidak hanya melayani sasaran yang
datang dari RW 06 saja tetapi banyak pula yang datang dari tempat lain yaitu dari RW 09,
RW 12, RW 15, RW 16, dan juga dari Beji Timur. Pada bulan ini jumlah sasaran (balita)
yang datang ke posyandu adalah 93 orang.
Hampir semua sasaran di posyandu ini memiliki KMS/buku KIA tetapi sebagian kecil
dari mereka tidak memiliki KMS/buku KIA karena alasan hilang. Pihak posyandu
menyediakan KMS/buku KIA baru diperuntukan bagi sasaran yang belum atau tidak
mempunyai KMS/buku KIA. Bagi sasaran yang mempunyai KMS/buku KIA maupun tidak,
hasil pengukurannya ataupun tindakan yang dilakukan akan dicatat dalam formulir yang
tersedia oleh kader. Akan tetapi, bulan ini semua sasaran yang datang di Posyandu Rasa Mala
RW 06 Kelurahan Kemiri Muka mempunyai KMS/buku KIA.
Semua sasaran yang datang di posyandu ini akan ditimbang oleh kader. Macam
timbangan ada 3 jenis yaitu timbangan Dacin (timbangan yang biasa untuk menimbang beras
dan untuk digunakan harus digantung) yang digunakan untuk balita usia 5 bulan keatas,
timbangan pegas biasa digunakan untuk balita usia 5 bulan keatas yang tidak mau
menggunakan Dacin, dan timbangan bayi (baby scele) untuk bayi usia 0-5 bulan. Untuk
pengukuran panjang dan tinggi badan dilakukan setahun sekali yang biasanya dilaksanakan
pada awal tahun yaitu pada bulan Januari. Seperti yang telah disebutkan diatas maka ada
sebanyak 93 balita yang datang ke posyandu ini ditimbang dan dicatat hasilnya oleh kader.
Dari 93 balita yang ditimbang pada hari kunjungan, terdapat 60 balita atau sekitar
65% berat badannya naik dibandingkan bulan sebelumnya. Sisanya ada yang tidak naik
beratnya, ada yang bulan sebelumnya tidak menimbang, dan ada pula yang baru pertama kali
datang di posyandu tersebut.
Berikut adalah data SKDN Posyandu Rasa Mala RW 06 Kelurahan Kemiri Muka
pada bulan Juli dan Desember 2010.

Data SKDN Posyandu Rasa Mala RW 06 pada Selasa, 6 Juli 2010


Indikator 0-1 tahun 1-3 tahun 3-5 tahun Jumlah
S 22 45 20 87
K 22 45 20 87
D 22 45 20 87
N 16 26 9 51

Data SKDN Posyandu Rasa Mala RW 06 pada Senin, 6 Desember 2010


Indikator Jumlah
S 93
K 93
D 93
N 60

Setelah melakukan kegiatan di posyandu, kader Posyandu melakukan analisis SKDN


sebagai berikut:
1. Tingkat partisipasi masyarakat dalam penimbangan balita yaitu jumlah balita yang
ditimbang
dibagi dengan jumlah balita yang ada di wilayah kerja posyandu atau dengan menggunakan
rumus (D/S x 100%), hasilnya minimal harus capai 80% apabila dibawah 80% maka
dikatakan partisipasi mayarakat untuk kegiatan pemantauan pertumbuhan dan perkembangan
berat badan sangatlah rendah. Hal ini akan berakibat pada balita tidak akan terpantau oleh
petugas kesehatan ataupun kader posyandu dan memungkinkan balita ini tidak diketahui
pertumbuhan berat badannya atau pola pertumbuhan berat badannya.
2. Tingkat Liputan Program yaitu jumlah balita yang mempunyai KMS/buku KIA
dibagi dengan jumlah seluruh balita yang ada di wilayah Posyandu atau dengan
menggunakan rumus (K/S x 100%), hasil yang dicapai harus 100 %. Alasannya balita-balita
yang telah mempunyai KMS (Kartu Menujuh Sehat)/buku KIA telah mempunyai alat
instrumen untuk memantau berat badannya dan data pelayanan kesehatan lainnya. Apabila
tidak digunakan atau tidak dapat KMS maka pada dasarnya program Posyandu tersebut
mempunyai liputan yang sangat rendah atau bisa juga dikatakan balita yang seharusnya
mempunyai KMS/buku KIA karena memang balita masih dalam fase pertumbuhan ini telah
kehilangan kesempatan untuk mendapat pelayanan sebagaimana yang terdapat dalam
KMS/buku KIA tersebut. Khusus untuk Tingkat Kehilangan Kesempatan ini menggunakan
rumus {(S-K)/S x 100%) yaitu jumlah balita yang ada di wilayah posyandu dikurangi jumlah
balita yang mempunyai KMS/buku KIA, hasilnya dibagi dengan jumlah balita yang ada,
semakin tinggi presentase kehilangan kesempatan maka semakin rendah kemauan orang tua
balita untuk dapat memanfaatkan KMS/buku KIA. Padahal KSM/buku KIA sangat baik
untuk memantau pertumbuhan Berat Badan Balita atau juga Pola Pertumbuhan Berat Badan
Balita.
3. Indikator-indikator lainnya adalah (N/D x 100%) yaitu jumlah balita yang Naik Berat
Badannya di bandingkan dengan jumlah seluruh balita yang ditimbang. Sebaiknya semua
balita yang ditimbang harus mengalami peningkatan berat badannya.
4. Indikator lainnya dalam SKDN adalah Indikator Drop Out yaitu balita yang sudah
mempunyai KMS/buku KIA dan pernah datang menimbang berat badannya tetapi kemudian
tidak pernah datang lagi di posyandu untuk selalu mendapatkan pelayanan kesehatan
rumusnya yaitu jumlah balita yang telah mendapat KMS/buku KIA dibagi dengan Jumlah
Balita ditimbang hasilnya dibagi dengan Balita yang punya KMS/buku KIA atau rumusnya
adalah (K-D)/K x 100%.
Dari kesemua indikator tersebut diatas, indikator yang paling sederhana di posyandu
adalah “anak sehat bertambah umur bertambah berat badan”. Dan ini juga adalah yang
menjadi ikon dari keberadaan posyandu, sekaligus juga berlaku sebagai output untuk semua
kegiatan di posyandu.
Dari indikator SKDN tersebut maka tergambar keberhasilan Posyandu. Keberhasilan
Posyandu berdasarkan :
1. D/S : baik/kurangnya peran serta masyarakat
2. N/D : berhasil tidaknya program posyandu
Pembukuan SKDN ini akan dilaporkan ke pihak kelurahan dan puskesmas.
Dari uraian diatas maka dapat dilakukan analisis terhadap Posyandu Rasa Mala RW
06 Kelurahan Kemiri Muka yaitu sebagai berikut :
1. Tingkat partisipasi masyarakat dalam penimbangan balita
= D/S x 100%
= 93/93 x 100%
= 100%
Karena hasil akhir > 80% maka partisipasi mayarakat untuk kegiatan pemantauan
pertumbuhan dan perkembangan berat badan sangat baik.
2. Tingkat Liputan Program
= K/S x 100%
= 93/93 x 100%
= 100%
Hasil perhitungan 100% menunjukkan bahwa pada dasarnya program Posyandu
tersebut mempunyai liputan yang baik. Alasannya balita-balita yang telah
mempunyai KMS (Kartu Menujuh Sehat)/buku KIA, telah mempunyai alat
instrumen untuk memantau berat badannya dan data pelayanan kesehatan lainnya.
3. Berhasil tidaknya program posyandu
= N/D x 100%
= 60/93 x 100%
= 64,5%
Semakin tinggi persentase hasil akhir maka semakin baik program posyandu
berjalan. Pada posyandu ini sekitar 64,5% dari yang ditimbang mengalami
kenaikan berat sehingga dapat disimpulkan bahwa program posyandu kurang
berhasil.
4. Drop Out
= (K-D)/K x 100%
= (93-93)/93 x 100%
=0%
Hal tersebut berarti bahwa tidak ada balita yang sudah mempunyai KMS/buku
KIA dan pernah datang menimbang berat badannya tetapi kemudian tidak pernah
datang lagi di posyandu untuk selalu mendapatkan pelayanan kesehatan.

Sebagai kesimpulan, dilihat dari hasil perhitungan tingkat partisipasi masyarakat


dalam penimbangan balita dan berhasil tidaknya program posyandu dengan hasil 100% dan
64,5% maka posyandu Rasa Mala RW 06 Kelurahan Kemiri Muka merupakan posyandu
yang cukup berhasil dalam menjalankan fungsinya.
PROSES KEGIATAN POSYANDU
Kegiatan di Posyandu Rasa Mala RW 06 yang pertama yaitu sasaran yang datang
melakukan registrasi/pendaftaran dan menyerahkan KMS/buku KIA. Dalam registrasi
tersebut kader posyandu akan mencari formulir pencatatan pelayanan di posyandu atas nama
sasaran yang sudah pernah datang ke posyandu tersebut. Apabila sasaran baru pertama kali
datang ke posyandu tersebut maka akan dibuatkan formulir atas nama sasaran. Proses kedua
setelah pendaftaran adalah penimbangan. Balita yang datang ditimbang sesuai dengan umur,
bayi umur 0-5 bulan ditimbang dengan timbangan bayi (baby scele), sedangkan balita umur 5
bulan keatas ditimbang dengan Dacin, apabila balita tersebut tidak mau (menangis) maka
ditimbang dengan timbangan pegas biasa. Setelah mendapatkan angka besaran timbangan
maka ibu balita melapor kepada kader yang bertugas mencatat untuk dituliskan pada formulir
pencatatan pelayanan posyandu dan dilihat di KMS/buku KIA bagaimana pertumbuhan
balita tersebut dan menjadi skrining awal. Bagi sasaran yang tidak melakukan imunisasi
maka kegiatannya di posyandu selesai. Sebelum diperbolehkan pulang, pihak posyandu
membagikan biskuit kepada tiap balita. Pada sebagian sasaran masih ada satu kegiatan lagi
yang dilakukan yaitu imunisasi. Imunisasi ini dilakukan oleh seorang bidan puskesmas yaitu
Ibu Marwati. Setelah semua kegiatan tersebut selesai, para kader kemudian mulai
mengerjakan pembukuan serta menganalisis data dari kegiatan posyandu. Seluruh kegiatan
ini berlangsung dari jam 08.00-12.00. Pembukuan selesai dikerjakan hingga pukul 14.00
WIB.

CARA MENYIAPKAN ALAT UKUR


Alat ukur yang digunakan pada Posyandu ini hanyalah alat ukut untuk mengukut berat
badan. Ada 3 (tiga jenis) alat yang berfungsi sama, yaitu untuk menimbang berat badan anak:

1. Dacin
Dacin atau alat ukur sederhana dengan proses pemakaian memerlukan kepekaan dan keahlian
tertentu ini, masih dugunakan pada Posyandu. Dacin digantungkan pada kayu yang sudah
tidak berdiri kokoh lagi. Dacin yang digunakan pada Posyandu ini digunakan untuk
mengukur berat badan anak pada usia 0-3 tahun.

2. Timbangan Bayi (Baby Scele)


Timbangan bayi yang dimana bayi diposisikan tidur diatasnya. Digunakan untuk menimbang
anak pada usia 0-5 bulan. Timbangan ini menggunakan sistem pegas, jadi kesensitivitasannya
akan berkurang seirang dengan lamanya dan seringnya pemakaian.

3. Timbang pegas biasa


Timbangan pegas seperti yang digunakan untuk menimbang berat badan dari mulai anak-
anak sampai dengan orang dewasa ini juga tersedia, akan tetapi sepertinya sudah lumayan tua
usianya, dikhawatirkan sudah tidak sensitive lagi.

Alat ukur ini dipersiapkan tidak dalam waktu bersamaan. Yang paling pertama
dipersiapkan adalah Dacin kemudian Timbangan bayi dan Timbangan pegas biasa.
Timbangan diletakkan tidak jauh dari meja registrasi.
Pengukuran tinggi badan hanya dilakukan 1 tahun sekali pada Posyandu ini,
alasannya menurut kader Posyandu tersebut karena anak-anak susah untuk diukur tingginya.
Mungkin hal ini perlu diperhatikan karena tinggi badan juga merupakan indikator status gizi
anak.

CARA MENIMBANG DAN MENGUKUR BALITA


Pada prosesnya, penimbangan dilakukan secara biasa. Anak diletakkan diatas alat
ukur diminta untuk melepaskan alas kakinya, kemudian dilihat hasilnya, itulah
pengukurannya. Akan tetapi ibu-ibu kader Posyandu melakukan faktor koreksi sebesar 1 ons
untuk koreksi pakaian yang digunakan ataupun barang-barang yang melekat pada sang anak.
Hambatan sewaktu pengukuran adalah kerewelan si anak pada saat akan ditimbang,
ada anak yang meronta-ronta saat hendak ditimbang di Dacin, hal ini tentu saja membuat
kesusahan dan memperbesar ketidakakuratan pengukuran, karena goncangan dan goyang dari
tubuh si anak saat hendak diukur.
Penggunaan timbangan bayi sudah tepat, memang hanya bayi yang berusia sekitar 0-5
bulan saja yang ditimbang ditimbangan bayi ini. Akan tetapi tidak jelas fungsi dari timbangan
pegas biasa tersebut. Karena hampir semua anak ditimbang di Dacin.
Hasil pengukuran ini dilaporkan kembali di meja registrasi kemudian di isi di KMS
masing-masing anak dan simpanan data untuk Posyandu tersebut.

KEGIATAN 5 MEJA
Posyandu dilaksanakan sebulan sekali yang
ditentukan oleh LKMD (Kades/Lurah), Kader, Tim
Penggerak PKK Desa/Kelurahan serta petugas
kesehatan dari KB. Pada hari buka Posyandu
dilakukan pelayanan masyarakat dengan sistem 5
(lima) meja yaitu :
Meja I : Pendaftaran
Meja II : Penimbangan
Meja III : Pengisian KMS
Meja IV : Penyuluhan perorangan berdasarkan KMS
Meja V : Pelayanan Kesehatan :
• Imunisasi
• Pemberian vitamin A dosis tinggi berupa obat tetes ke mulut
tiap Februari dan Agustus
• Pembagian pil atau kondom
• Pengobatan ringan
• Kosultasi KB-Kes

Petugas pada Meja I s/d IV dilaksanakan oleh kader PKK sedangkan Meja V merupakan
meja pelayanan paramedis (Jurim, Bindes, perawat dan petugas KB).
Pelayanan masyarakat di Posyandu Rasa Mala RW 06 Kelurahan Kemiri Muka
dilakukan dengan sistem 4 meja, yaitu pendaftaran, penimbangan, pengisian KMS, dan
pelayanan kesehatan. Padahal seharusnya terdapat satu kegiatan lagi yaitu penyuluhan
perorangan berdasarkan KMS, akan tetapi sewaktu kami melaksanakan kunjungan tidak
terdapat kegiatan ini. Berikut adalah penjelasan kegiatan yang ada pada Posyandu Rasa Mala
RW 06 Kelurahan Kemiri Muka:

1. Meja I Pendaftaran
Ibu dan balita yang baru datang langsung
menuju ke meja pendaftaran dan meletakkan
buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) atau
Kartu Menuju Sehat (KMS). Selanjutnya Ibu kader yang bertugas di bagian
pendaftaran mencari kertas panjang yang berisikan data balita, sementara itu Ibu dan
Balita bergerak menuju ke bagian penimbangan. Kertas panjang (gambar disamping)
terdiri dari beberapa kolom yaitu tanggal lahir, berat badan lahir bayi, identitas anak,
orangtua, alamat, dan kolom untuk mencatat hasil penimbangan setiap bulan. Kertas
ini diberikan langsung dari Puskesmas dan berfungsi untuk memback up data hasil
penimbangan balita tiap bulannya.

2. Meja III Penimbangan


Penimbangan di Posyandu Rasa
Mala RW 06 Kelurahan Kemiri
Muka dilakukan oleh Ibu kader
dan menggunakan tiga macam
timbangan, yaitu dacin, timbangan
injak, dan timbangan bayi. Untuk
setiap balita yang ditimbang
namun menggunakan pempers, Ibu kader melakukan koreksi dengan mengurangi satu
ons dari berat yang diukur.

3. Meja III Pengisian KMS


Setelah balita ditimbang, ibu dan balita kembali
lagi ke meja pendaftaran untuk melaporkan hasil
penimbangan berat badan kepada ibu kader.
Kemudian ibu kader mencatat hasilnya di buku
KIA atau KMS dan di kertas panjang. Selesai
pengisian KMS, balita diberikan makanan berupa
biskuit.

4. Meja V Pelayanan Kesehatan


Pelayanan kesehatan yang dilaksanakan di Posyandu
Rasa Mala RW 06 Kelurahan Kemiri Muka ini berupa
imunisasi. Petugas pada Meja V dilaksanakan oleh
bidan setempat yaitu Bidan Marwati yang bekerja juga
di Puskesmas. Untuk setiap imunisasi dikenakan biaya
sebesar lima ribu rupiah. Sedangkan untuk Pemberian vitamin A dilakukan pada
bulan Februari dan Agustus.
HAMBATAN DAN DUKUNGAN
Dalam pelaksanaan kegiatan Posyandu, tidak semuanya berjalan dengan mulus dan
lancar, terdapat hal-hal yang dapat mendukung atau bahkan mengganggu berjalannya
kegiatan tersebut. Tujuan penyelenggaraan posyandu dapat terwujud jika terdapat kerjasama
antar pemerintah dan masyarakat. Pada Posyandu Rasa Mala RW 06 Kelurahan Kemiri
Muka, tidak semua Ibu di wilayah ini dapat bekerja sama dengan baik, terdapat beberapa ibu
yang beranggapan bahwa kegiatan penimbangan di posyandu dapat dilakukan dirumah.
Selain itu, beberapa ibu tidak rajin membawa balitanya untuk ke posyandu setiap bulan.
Sikap ibu-ibu tersebut dapat mengganggu pembinaan perkembangan anak yang ditujukan
untuk membina stumbuh/kembang anak secara sempurna, baik fisik maupun mental sehingga
siap menjadi tenaga kerja tangguh.
Kucuran dana dari pemerintah sebesar tiga ratus ribu rupiah selama satu tahun dan
dana sumbangan dari masyarakat turut mendukung kegiatan di posyandu ini. Dukungan
tentunya diberikan oleh Bidan Marwati selaku bidan puskesmas (selain Bidan Nuri) yang
juga terlibat dalam kegiatan posyandu serta menyediakan tempat yaitu rumahnya untuk
dijadikan tempat pelaksanaan posyandu.
LAMPIRAN
 Formulir pencatatan kegiatan di Posyandu Rasa Mala RW 06 Kelurahan Kemiri Muka
Bulan Umur BB GB BGM NT IMUN
OB VIT A

 Dokumentasi pelaksanaan Posyandu Rasa Mala RW 06 Kelurahan Kemiri Muka

Penimbangan Dacin Timbangan Bayi Penimbangan Bayi


Dacin Meja Pendaftaran & Pencatatan Imunisasi

DAFTAR PUSTAKA
http://library.usu.ac.id/download/fkm/biostatistik-nasap.pdf