Anda di halaman 1dari 8

Mengolah Data dalam Penelitian Kualitatif

18 04 2009

Data dalam penelitian kualitatif berbeda dengan penelitian kuantitatif. Teks, picture,
simbol, penangkapan observer adalah sekumpulan data yang harus diolah. Bahkan
menurut saya mengolah bukan tindakan atau perilaku baku sebagaimana halnya langkah-
langkah yang ditempuh dalam penelitian kuantitatif. Hakekatnya dalam penelitian
kualitatif, mengolah data adalah memberi kategori, mensistematisir, dan bahkan
memproduksi makna oleh si “peneliti” atas apa yang menjadi pusat perhatiannya.

Mile dan Huberman seperti yang dikutip oleh Salim (2006: 20-24), menyebutkan ada tiga
langkah pengolahan data kualitatif, yakni reduksi data (data reduction), penyajian data
(data display), dan penarikan kesimpulan (conclusion drawing and verification). Dalam
pelaksanaannya reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi,
merupakan sebuah langkah yang sangat luwes, dalam arti tidak terikat oleh batasan
kronologis. Secara keseluruhan langkah-langkah tersebut saling berhubungan selama dan
sesudah pengumpulan data, sehingga model dari Miles dan Huberman disebut juga
sebagai Model Interaktif.

Berdasarkan pada penjelasan yang telah dikembangkan oleh Agus Salim (2006: 22-23),
dapat dijelaskan secara ringkas sebagai berikut:
1. Reduksi data (data reduction), dalam tahap ini peneliti melakukan pemilihan, dan
pemusatan perhatian untuk penyederhanaan, abstraksi, dan transformasi data kasar yang
diperoleh.
2. Penyajian data (data display). Peneliti mengembangkan sebuah deskripsi informasi
tersusun untuk menarik kesimpulan dan pengambilan tindakan. Display data atau
penyajian data yang lazim digunakan pada langkah ini adalah dalam bentuk teks naratif.
3. Penarikan kesimpulan dan verifikasi (conclusion drawing and verification). Peneliti
berusaha menarik kesimpulan dan melakukan verifikasi dengan mencari makna setiap
gejala yang diperolehnya dari lapangan, mencatat keteraturan dan konfigurasi yang
mungkin ada, alur kausalitas dari fenomena, dan proposisi.

Dalam sebuah penelitian, analisis data dilakukan atas statemen (statement) atau
pernyataan yang dikemukakan oleh para informan. Hal ini dilakukan dengan cara,
peneliti membaca seluruh transkrip wawancara yang ada dan mendeskripsikan seluruh
pengalaman yang ditemukan di lapangan. Berdasarkan upaya pada tahap yang
dikemukakan tersebut akan diketahui makna baik makna konotatif-denotatif atau makna
implisit dan eksplisit dari pernyataan atas topik atau objek.

Selanjutnya uraian makna itu sendiri akan memperlihatkan tema-tema makna (meaning
themes) yang menunjukkan kecenderungan arah jawaban atau pengertian yang
dimaksudkan oleh para informan. Serta aspek penting lain yang dianalisis dalam
fenomenologis adalah penjelasan holistik dan umum tentang sebuah pembicaraan dengan
subjek penelitian. Dari penjelasan umum tersebut harus ditarik keterkaitan antar makna
yang dikembangkan pada setiap topik yang dibicarakan selama proses wawancara
berlangsung (general description of the experience).

Keabsahan data penelitian dapat dilihat dari kemampuan menilai data dari aspek validitas
dan reliabilitas data penelitian. Untuk menguji validitas penelitian dapat dilakukan
dengan metode triangulasi di mana peneliti menemukan kesepahaman dengan subjek
penelitian. Sedangkan reliabilitas dapat dilakukan dengan melakukan atau menerapkan
prosedur fieldnote atau catatan lapangan dengan prosedur yang akan ditetapkan (Kirk dan
Miller, 1986: 41-42).

Agar mendapatkan gambaran yang memuaskan dari sebuah hasil wawancara, karena
penelitian ini menerapkan wawancara sebagai alat pengumpulan data yang pokok,
menurut Tesch (Creswell, 2002: 144-145), dapat ditempuh tahap-tahap sebagai berikut
jika peneliti telah menyiapkan teks atau transkrip wawancara secara lengkap.
1. Pahami catatan secara keseluruhan. Peneliti akan membaca semua catatan dengan
seksama dan mungkin juga akan menuliskan sejumlah ide yang muncul.
2. Selanjutnya, peneliti akan memilih satu dokumen wawancara yang paling menarik,
yang singkat yang ada pada tumpukan paling atas.
3. Menyusun daftar seluruh topik untuk beberapa informan.
4. Tahap berikutnya, peneliti akan menyingkat topik-topik tersbeut ke dalam kode-kode
dan menuliskan kode-kode tersebut pada bagian naskah yang sesuai.
5. Selanjutnya peneliti akan mencari kata yang paling deskriptif untuk topik dan
mengubah topik-topik tersebut ke dalam kategori-kategori.
6. Membuat keputusan akhir tentang singkatan setiap kategori dan mengurutkan kategori-
kategori tersbeut menurut abjad.
7. Mengumpulkan setiap materi yang ada dalam satu tempat dan memulai melakukan
analisis awal.
8. Seandainya diperlukan, akan disusun kode-kode terhadap data yang sudah ada.

Demikian, kira-kira hal-hal pokok yang dapat dimanfaatkan sebagai pedoman dalam
pengolahan data untuk sebuah proses penelitian kualitatif.

« Kasus Ponari: Antara Anugrah dan Hak Anak Kasus Bu Prita: Ketidaktahuan pada
Hukum Komunikasi Elektronik »
Metode Kualitatif
Sabtu, 14 Februari 2009 13:49:04 - oleh : eko

Written by Raymond Tambunan, Psi., MSos.

Penelitian dalam ilmu-ilmu sosial, selama ini mengenal dua paradigma dalam mendekati
masalah. Paradigma ini membantu peneliti dalam memahami tentang fenomena sosial,
bagaimana ilmu pengetahuan dapat terbentuk, dan apa yang mempengaruhi masalah,
pemecahannya, serta kriteria dari bukti-bukti ilmiah yang ditemukan (Creswell, 1994).
Paradigma pertama adalah positivisme dan kedua adalah fenomenologis (Taylor &
Bogdan, 1984; Dooley, 1984; Orford, 1992). Pada paradigma pertama, pemahaman
tentang permasalahan sosial didasari pada pengujian teori yang disusun dari berbagai
variabel, pengukuran yang melibatkan angka-angka, dan dianalisa menggunakan
prosedur statistik. Paradigma ini konsisten dengan apa yang disebut pendekatan
kuantitatif, dengan tujuan untuk meramalkan generalisasi suatu teori.

Paradigma yang kedua, konsisten sebagai pendekatan kualitatif (qualitative approach),


didefinisikan sebagai :

“… an inquiry process of understanding a social or human problem, based on building a


complex, holistic picture, formed with words, reporting detailed views of information,
and conducted in a natural setting.” (Creswell, 1994: 2)

“… the broadest sense to research that produces descriptive data : people’s own written
or spoken words and observable behaviors (Taylor & Bodgan, 1984 : 5)

Jadi, penelitian kualitatif adalah proses pencarian data untuk memahami masalah sosial
yang didasari pada penelitian yang menyeluruh (holistic), dibentuk oleh kata-kata, dan
diperoleh dari situasi yang alamiah.

Pada penelitian kualitatif, peneliti berusaha memahami subyek dari kerangka berpikirnya
sendiri (Taylor & Bogdan, 1984, Creswell, 1994). Dengan demikian, yang penting adalah
pengalaman, pendapat, perasaan dan pengetahuan partisipan (Patton, 1990). Oleh karena
itu, semua perspektif menjadi bernilai bagi peneliti. Peneliti tidak melihat benar atau
salah, namun semua data penting. Pendekatan ini sering disebut juga sebagai pendekatan
yang humanistik, karena peneliti tidak kehilangan sisi kemanusiaan dari suatu kehidupan
sosial. Peneliti tidak dibatasi lagi oleh angka-angka, perhitungan statistik, variabel-
variabel yang mengurangi nilai keunikan individual (Taylor & Bogdan, 1984).

Metode yang digunakan dalam pendekatan ini tidak kaku dan tidak terstandarisasi.
Penelitian kualitatif sifatnya fleksibel, dalam arti kesesuaiannya tergantung dari tujuan
setiap penelitian. Walaupun demikian, selalu ada pedoman untuk diikuti, tapi bukan
aturan yang mati (Cassel & Symon, 1994; Strauss, 1987; Taylor & Bogdan, 1984).
Jalannya penelitian dapat berubah sesuai kebutuhan, situasi lapangan serta hipotesa-
hipotesa baru yang muncul selama berlangsungnya penelitian tersebut.
Ada berbagai macam pendapat yang dikemukakan oleh sejumlah penulis mengenai kapan
pendekatan kualitatif digunakan. Sebagian besar penulis (mis. Creswell 1994; Patton,
1990; Strauss, 1987; Taylor & Bogdan, 1984) mengemukakan bahwa pendekatan
kualitatif digunakan bila peneliti ingin memahami sudut pandang partisipan secara lebih
mendalam, dinamis dan menggali berbagai macam faktor sekaligus. Selain itu Creswell
(1994) menambahkan bahwa pendekatan kualitif tepat digunakan dalam situasi yang
informal, dimana hal ini dimungkinkan oleh topik yang peka bagi responden, latar
belakang demografis (pendidikan, tempat tinggal dan sebagainya) tertentu, dan hal lain
yang menyebabkan pendekatan kuantitatif sulit diterapkan.

Asumsi-Asumsi Dasar
Untuk memulai suatu penelitian kualitatif, Creswell (1994) menyarankan agar peneliti
merumuskan terlebih dahulu asumsi-asumsi dasar pendekatan kualitatif yang digunakan
dalam penelitian. Hal ini dimaksudkan agar peneliti tetap konsisten dengan sejumlah
aturan umum dari pendekatan kualitatif sehingga jalannya penelitian sesuai dengan tujuan
penelitian dan kerangka metode yang digunakan. Beberapa asumsi dasar yang sering
dijadikan acuan adalah sebagai berikut.

1. Tidak mementingkan angka, atau kuantifikasi fenomena. Diasosiasikan dengan


kumpulan dan analisa data yang berupa kata-kata atau observasi langsung
terhadap tingkah laku. Jadi fokusnya adalah lebih pada interpretasi daripada
kuantifikasi (Cassel & Symon, 1994; Patton, 1994).
2. Tidak memaksakan klasifikasi awal yang kaku pada sekumpulan data (Cassel &
Symon, 1994).
3. Responden adalah partisipan yang bukan hanya sekedar obyek dari kecurigaan
ilmiah. Responden mengambil sikap yang lebih proaktif dalam proses penelitian
(Cassel & Symon, 1994).
4. Sangat menerima subyektifitas, sehingga yang bernilai adalah perspektif
partisipan dan interpretasinya terhadap situasi (Cassel & Symon, 1994).
5. Memungkinkan fleksibilitas dalam proses penelitian. Respon terhadap
konseptualisasi individu tentang dirinya berhubungan dengan kemungkinan untuk
merumuskan hipotesa baru dan mengubah hipotesa lama sejalan dengan kemajuan
penelitian. Intervensi peneliti dapat berubah-ubah sejalan dengan perubahan sifat
konteks situasi (Cassel & Symon, 1994; Strauss, 1987; Taylor & Bogdan, 1984).
6. Proses penelitian dilihat sebagai proses sosial yang sangat dipengaruhi oleh
pilihan-pilihan yang diambil peneliti seiring dengan perkembangan penelitian
(Cassel & Symon, 1994).
7. Penelitian kualitatif lebih tertarik pada arti (meaning), yaitu bagaimana partisipan
menghayati hidupnya, pengalamannya, dan cara mereka mengekspresikannya
(Creswell. 1994; Patton 1990).
8. Peneliti kualitatif terlibat secara aktif dalam pengumpulan data, yaitu secara fisik
menemui partisipan, lingkungannya, serta institusi tempatnya berada, dalam suatu
situasi yang alamiah (Creswell,1994; Cassel & Symon, 1994; Patton, 1990).
9. Penelitian kualitatif adalah penelitian deskriptif, dimana peneliti lebih tertarik
dengan proses, arti dan pemahaman tentang pengalaman serta penghayatan
subyektif partisipan (Creswell, 1994; Patton, 1990).
Jenis Penelitian
Dalam pendekatan kualitatif, terdapat sejumlah jenis penelitian (Creswell, 1994; Patton,
1990). Jenis penelitian di dalam pendekatan kualitatif penting untuk dirumuskan terlebih
dahulu agar tujuan penelitian dengan pendekatan kualitatif dapat terdefinisi dengan baik.
Pemahaman jenis penelitian juga membantu peneliti untuk menyusun pertanyaan yang
akan disampaikan kepada partisipan.

Dalam Creswell (1994) disebutkan empat jenis penelitian dalam pendekatan kualitatif.

1. Etnografi : dalam penelitian ini yang dipelajari adalah kelompok budaya dalam
konteks natural selama periode tertentu, dengan tujuan untuk mengetahui budaya
kelompok tersebut.
2. Grounded Theory : yang diupayakan dalam penelitian ini adalah menyimpulkan
suatu teori dengan menggunakan tahap-tahap pengumpulan data dan saling
menghubungkan antara kategori informasi. Karateristik dari jenis ini adalah
pembandingan antar data dari berbagai kategori dan penggunaan sampel yang
berbeda dari kelompok populasi untuk memaksimalkan persamaan dan
perbedaannya.
3. Studi Kasus : yang digali adalah entitas tunggal atau fenomena (“kasus”) dari
suatu masa tertentu dan aktivitas (bisa berupa program, kejadian, proses, institusi
atau kelompok sosial), serta mengumpulkan detil informasi dengan menggunakan
berbagai prosedur pengumpulan data selama kasus itu terjadi.
4. Studi Fenomenologi : dalam penelitian ini yang diteliti adalah pengalaman
manusia melalui deskripsi dari orang yang menjadi partisipan penelitian, sehingga
peneliti dapat memahami pengalaman hidup partisipan.

Subyek Penelitian
Dalam pendekatan kualitatif, ada beberapa istilah yang digunakan untuk menunjuk
subyek penelitian.

Ada yang mengistilahkan informan, karena informan memberikan informasi tentang


suatu kelompok atau entitas tertentu, dan informan bukan diharapkan menjadi
representasi dari kelompok atau entitas tersebut.

Istilah lainnya adalah partisipan. Partisipan digunakan terutama apabila subyek


mewakili suatu kelompok tertentu, dan hubungan antara peneliti dengan subyek
penelitian dianggap bermakna bagi subyek.

Ada juga yang tetap dengan istilah subyek. Apapun istilahnya, yang terpenting adalah
bagaimana hubungan peneliti dengan subyek penelitiannya. Subyek bagaimanapun
dipandang sebagai seorang individu yang bermartabat dengan pribadi yang utuh, dan
bukannya sekedar sumber informasi atau obyek penelitian.

Metode Pemilihan Partisipan


Menurut Patton (1990) terdapat dua teknik pemilihan partisipan (sampling strategies)
dalam penelitian kualitatif.
Pertama adalah random probability sampling, yaitu pengambilan sampel dari populasi
secara random dengan memperhatikan jumlah sampel, dengan tujuan agar sampel dapat
digenaralisasikan kepada populasi.

Kedua adalah purposeful sampling, dimana sampel dipilih tergantung dengan tujuan
penelitian tanpa memperhatikan kemampuan generalisasinya.

Jumlah Partisipan
Dalam penelitian kualitatif, apalagi studi kasus, tidak ada aturan yang baku tentang
jumlah minimal dari partisipan (Patton, 1990). Namun Glaser dan Strauss dalam Gilgun
(1992) menentukan bahwa penghentian pengumpulan data dilakukan bila peneliti tidak
lagi menemukan informasi baru.

Tapi Gilgun (1992) sendiri menyatakan bahwa jarang ditemukan suatu kondisi dimana
tidak ada lagi informasi baru sama sekali. Data selalu dalam kondisi tentatif dan terbuka
terhadap modifikasi data yang lain.

Pertimbangan yang lebih pragmatis kadang-kadang juga dapat dipertangungjawabkan.


Pertimbangan ini termasuk masalah keterbatasan waktu dan dana.

Teknik Pengumpulan Data


Dalam pendekatan kualitatif dikenal berbagai macam teknik pengumpulan data. Secara
singkat, teknik-teknik pengumpulan data itu dapat terlihat di dalam tabel berikut ini.

• Gather observational notes by conducting an observation as a participant.


• Gather observational notes by conducting an observation as an observer.
• Conduct an unstructured, open-ended interview and take interview notes.
• Conduct an unstructured, open-ended interview, audiotape to interview, and
transcribe the interview.
• Keep a journal during research study.
• Have an informant keep a journal during research study.
• Collect personal letters from informants.
• Analyze public documents (e.g., official memos, minutes, archival material).
• Examine autobiographies and biographies.
• Examine physical trace evidence ( e.g., footprints in the snow).
• Videotape a social situation or an individual / group.
• Examine photographs or videotapes.
• Have informants take photographs or videotapes.

• Collect sounds ( e.g., musical sounds, a child’s laughter, can horns honking).
(Creswell, 1994 :149)

Persiapan yang perlu dilakukan

Tahap persiapan dilakukan berdasarkan parameter pengumpulan data yang dikemukakan


oleh Miles dan Huberman (1984), yaitu :
a) the setting, peneliti perlu mengetahui kondisi lapangan penelitian yang sebenarnya
untuk membantu dalam merencanakan pengambilan data. Hal-hal yang perlu diketahui
untuk menunjang pelaksanaan pengambilan data meliputi tempat pengambilan data,
waktu dan lamanya wawancara, serta biaya yang dibutuhkan.

b) the actors, mendapatkan data tentang karakteristik calon partisipan. Di dalamnya


termasuk situasi yang lebih disukai partisipan, kalimat pembuka, pembicaraan
pendahuluan dan sikap peneliti dalam melakukan pendekatan.

c) the events, menyusun protokol wawancara, meliputi

a) pendahuluan,
b) pernyataan pembuka,
c) pertanyaan kunci, dan
d) probing.

Pada bagian ini peneliti akan memanfaatkan hasil pada bagian kedua untuk membuat
kalimat pendahuluan dan pernyataan pembuka, serta hasil penyusunan pedoman
wawancara sebagai pertanyaan kunci.

d) the process, berdasarkan persiapan pada bagian pertama sampai ketiga, maka
disusunlah strategi pengumpulan data secara keseluruhan. Strategi ini mencakup seluruh
perencanaan pengambilan data mulai dari kondisi, strategi pendekatan dan bagaimana
pengambilan data dilakukan.

Analisis Data
Analisis data bertujuan untuk menyusun data dalam cara yang bermakna sehingga dapat
dipahami. Patton (1990) berpendapat bahwa tidak ada cara yang paling benar secara
absolut untuk mengorganisasi, menganalisis, dan menginterpretasikan data kualitatif.
Karena itu, maka prosedur analisis data dalam penelitian ini didasarkan kepada sejumlah
teori (Creswell, 1994; Patton, 1990; Bogdan & Taylor, 1984) dan disesuaikan dengan
tujuan penelitian.

Analisis dilakukan terhadap data berdasarkan logika induktif. Analisis akan bergerak dari
sesuatu hal yang khusus atau spesifik, yaitu yang diperoleh di lapangan, ke arah suatu
temuan yang bersifat umum, yang akan muncul lewat analisis data berdasarkan teori yang
digunakan.
Sumber:
Cassell, C.; Symon, G. 1994. Qualitative Methods in Organizational Research. London :
Sage

Creswell, J. W. 1994. Research Design : Quantitative And Qualitative Approach. London


: Sage
Gilgun, J. 1992. Definition, Methodologies And Methods in Qualitative Family
Research. Dalam J. Gilgun, K. Daly and G. Handel (editors). Qualitative Methods in
Family Research. Newbury Park : Sage

Miles, M. B.; Huberman, A. M. 1984. Qualitative Data Analysis : A Sourcebook of New


Methods. California : Sage

Patton, M. Q. 1990. Qualitative Evaluation and Research Methods. Newbury Park : Sage

Strauss, A. L. 1987. Qualitative Anaysis for Social Scientists. New York : Cambridge
University Press

Taylor, S. J.; Bogdan, R. 1984. Introduction to Qualitative Reserach Methods : The


Search for Meaning (2nd ed.). New York : John Wiley & Sons

sumber : http://rumahbelajarpsikologi.com/index.php/kualitatif.html