Anda di halaman 1dari 2

INTERFERENSI STUKTUR SINTAKSIS BAHASA INDONESIA DALAM PEMAKAIAN

BAHASA INGGRIS RAGAM TULIS (Studi DeskriptifAnalitik terhadap Kemampuan Mengarang


dan Menterjemahkan dalam Bahasa Inggris serta Penguasaan Struktur Sintaksis Bahasa
Indonesia Mahasiswa Jurusan Bahasa Inggris STBA Yapari Bandung)

Creator HENDAR,

Subject Pendidikan Bahasa Indonesia

Description Masyarakat Indonesia adalah masyarakat dwibahasawan atau bahkan


multibahasawan. Hal ini diyakini oleh karena adanya bahasa nasional atau bahasa indonesia,
bahasa daerah yang berjumlah lebih dari lima ratus bahasa daerah yang disebar diseluruh
wilayah indonsia serta dialek-dialeknya serta bahasa-bahasa asing. Khususnya bahasa Inggris
yang dewasa ini sudah mulai diperkenalkan pada sekolah-sekolah dasar dikota-kota besar di
Indonesia. Menurut Rusyana (1984;54-55) dengan keadaan masyarakat seperti diatas
kemungkinan terjadinya kontak bahasa baik antara bahasa Indonesia dan bahasa daerah atau
bahasa asing maupun diantara sesama bahasa daerah itu sendiri, sangat besar dan pada
prakteknya , kontak antara dua bahasa atau lebih sering menimbulkan saling pengaruh
antarbahasa tersebut, yang wujudnya dapat berupa penerapan kaidah bahasa pertama di dalam
pengguanan bahasa kedua atau sebaliknya. Berkaitan dengan hal ini Tarigan (1990: 2-3)
mengemukakan bahwa dampak negatif dari praktek kontak bahasa atau penggunaan dua
bahasa secara bergantian adalah terjadinya kekacauan pemakaian bahasa, yang lebih dikenal
dengan istilah interferensi. Interferensi itu sendiri menurut Weinreich (1970: 1) dapat terjadi pada
semua bidang dalam bahasa, baik bidang fenologi, morfologi, semantik maupun sintaksis.
Penelitian ini mencoba mengungkapkan dan menganalisis interferensi yang menyangkut struktur
sintaksis bahasa Indonesia dalam pemakaian bahasa Inggris ragam tulis yaitu mengarang
(menulis) dan menterjemahkan dari bahasa Indonesia ke bahasa Inggris pada Mahasiswa pada
semester 4 dan 6 tahun ajaran 1996-1997 Jurusan Bahasa Inggris STBA Yapari Bandung.
Selanjutnya penelitian ini juga mengemukakan dan mengklasifikasikan faktor-faktor yang menjadi
penyebab terjadinya interferensi tersebut dan juga menghubungkan tingkat (frekuensi)
interferensi yang diperoleh yang diperoleh mahasiswa dengan tingkat penguasaan struktur
bahasa Indonesia dalam bentuk skor sintaksis yang diperoleh dari tes struktur sintaksis yang
diberikan. Hasil penelitian ini memperlihatkan hal-hal sebagai berikut : 1. Setelah menganalisis
seluruh karangan dan terjemahan responden penelitian terbukti ditemukan adanya interferensi
struktur sintaksis bahasa Indonesia dalam pemakaian bahasa Inggris ragam tulis. Adapun jumlah
kesalahan yang disebabkan interferensi ini untuk semester 4 berjumlah 338 kesalahan (39,8%)
dari 848 kalimat dan untuk semester 6 berjumlah 309 kesalahan (34,7%) dari 889 kalimat. 2.
Kesalahan-kesalahan yang disebabkan interferensi ini diklasifikasikan ke dalam beberapa
kategori dan masing-masing kategori dibagi lagi ke dalam beberapa subkategori. 2.1.
Menghilangkan Fungsi Kalimat (Omission) Penghilangan fungsi kalimat yang disebabkan oleh
interferensi struktur bahasa indonesia dalam pemakaian bahasa Inggris dalam karangan dan
terjemahan siswa dibagi menjadi 3 subkategori, yaitu 1) Menghilangkan subjek. Kesalahan
(interferensi) yang disebabkan oleh kesalahan penghilangan subjek dalam kalimat jumlahmya
cukup besar yaitu 15% (51 kesalahan) untuk semester 4 dan 13,5% (42 kesalahan) untuk
semester 6. 2) Menghilangkan Predikat (Kata kerja finit). Kesalahan yang termasuk ke dalam
sunkategori ini untuk semester 4 adalah 30% (100 kesalahan) dan untuk semester 6 sebesar
23% (71 kesalahan). 3) Menghilangkan objek untuk semester 4 sebesar 1,5% (5 kesalahan) dan
semester 6 sebesar 1% (3 kesalahan). 2.2. Salah Susun (Misordering) Kategori ini terbagi ke
dalam dua subkategori yaitu, 1) Salah susun dalam struktur frasa. Kesalahan (interferensi) yang
disebabkan sunkategori ini berjumlah 24 kesalahan (7%) untuk semester 4, sedangkan untuk
semester 6 berjumlah 12 kesalahan (4%). 2) Salah susun dalam klausa dan kalimat. Untuk
semester 4 kesalahan yang termasuk subkategori ini berjumlah 29 (8,5%)sedangkan semester 6
berjumlah 10 (4%). 2.3 Kala (Waktu) Kesalahan penerapan konsep kala (waktu) terbagi kedalam
dua subkategori yaitu. 1) Kala waktu yang tidak konsisten. Untuk semester 4 jumlah kesalahan
(interferensi) yang termasuk subkategori ini berjumlah 28 (8%) dan untuk semester 6 berjumlah
lebih besar dari semester 4 yaitu, 43 kesalahan (14%). 2) Kala Keliru. Jumlah kesalahan yang
dilakukan responden dari semester 4 adalah 10 kesalahan (3%) sedangkan semester 6
berjumlah 1 (0,5%). 2.4 Persesuaian (Concord/agreement) Kategori ini terbagi dua subkategori
yaitu, 1) Persesuaian dalam subjek dan predikat. Untuk kesalahan (interferensi) yang termasuk
subkategori ini, semester 4 membuat kesalahan sebesar 6% (21 kesalahan) lebih kecil bila
dibandingkan dengan semester 6, yaitu sebasar 13,5% (42 kesalahan). 2) Persesuaian dalam
Penanda Kata Benda. Untuk subkategori ini, semester 4 membuat kesalahan sebesar 20% (67
kesalahan) lebih kecil dari pada semester 6, 25% (77 kesalahan). 2.5 Salah Formasi
(Misformation) Kategori ini hanya terdiri dari satu sub katagori yaitu, Misformation dalam
konstruksi present dan past participle. Untuk kategori ini semester 4 membuat kesalahan sebesar
1% (3 kesalahan) sedangkan semester 6 lebih besar sedikit daripada semester 4 yaitu 2,5% (8
kesalahan). Kesalahan-kesalahan sebagai akibat dari pengaruh negative (interferensi) struktur
bahasa Indonesia dalam pemakaian bahasa Inggris ragam lisan di atas membuktikan bahwa
semakin besar perbedaan dintara dua sistem bahasa semakin besar pula peluang terjadinya
interferensi. Hal ini sesuai dengan pendapat Wenrich (1970 ;1) berikut ini : The greater the
differences between two system (language) is the sentences in the mutually exclusive form and
pattern in each, the greater is learning problem and th e potential area of interferences . 3.
Penelitian ini juga membuktikan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara
tingkat interferensi dengan tingkat penguasaan struktur bahasa Indonesia mahasiswa jurusan
bahasa Inggris STBA Yapari Bandung. Hal ini memberikan implikasi dalam pengajaran bahasa
bahwa dalam seorang pengajar (dosen) khususnya mata kuliah struktur (structure), menulis
mengarang (composition), adan mennerjemahkan (translation) hendaknya mampu
mendeskripsikan perbedaan kedua sistem bahasa (bahasa Indonesia dan Inggris) dengan baik
sehingga kesalahan-kesalahan yang disebabkan oleh pengaruh (interferensi) struktur bahasa
pertama ke dalam bahasa sasaran (target language) atau sebaliknya bisa dikurangi. Lebih jauh
lagi, harapan agar mahasiswa mampu mengembnagkan rasa cinta dan sikap positif terhadap
bahasa Indonesia serta mempunyai keterampilan berbahasa baik bahasa Indonesia secara baik
dan teratur sesuai dengan tujuan pengajaran bahasa Indonesia di STBA Yapari Bandung dapat
tercapai.

Contributor Fuad Abdul Hamied


J.S. Badudu

Publisher Universitas Pendidikan Indonesia

Date 2006-11-24

Type text

Format application/msword

Identifier http://digilib.upi.edu/pasca/available/etd-1124106-141815/

Source http://digilib.upi.edu/pasca/available/etd-1124106-141815/

Language en

Rights unrestricted
Copyright information available at source archive

© 2005-2006 Public Knowledge Project