BAB I PENDAHULUAN A.

Latar belakang Dampak diberlakukan era globalisasi dipastikan akan terjadi persaingan yang semakin ketat yang diikuti dengan keterbukaan yang luas serta peluang kerjasama antara negara satu dengan negara yang lain yang hal tersebut bepengaruh langsung terhadap bidang ketenagakerjaan. Ditinjau dari bidang ketenagakerjaan, agar bangsa Indonesia tetap bertahan dan memiliki daya saing dengan bangsa lain, dituntut harus memiliki sumber daya manusia yang kompeten dan profesional. Untuk mewujudkan sumber daya manusia yang kompeten dan profesional, perlu dilakukan berbagai upaya secara menyeluruh dan terpadu. Untuk menjamin tujuan pembinaan dan pengembangan SDM yang kompeten dapat tercapai sebagaimana yang diinginkan, hal yang harus dilakukan oleh Pemerintah adalah melalui standardisasi kompetensi. Standardisasi kompetensi dipergunakan sebagai acuan pelatihan kerja dan sertifikasi

kompetensi yang dilaksanakan secara konsisten oleh seluruh unsur yang tergabung dalam stakeholder. Dalam rangka penyusunan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) peranserta asosiasi profesi menjadi sangat penting. Asosiasi profesi bersama para pakar yang terkait didalam menyusun dan mengembangkan standar kompetensi merupakan organisasi yang paling kompeten karena dari mereka tersedia para pakar dan praktisi yang kompeten dan profesional. Sehubungan dengan hal tersebut, maka potensi asosiasi profesi sangat perlu segera diinventarisir keberadaannya yang meliputi jumlah, jenis dan sebagainya, oleh karenanya sangat di pandang perlu untuk dibuat pedoman registrasi terhadap asosiasi profesi yang telah ada maupun yang dalam proses pembentukan. Pedoman registrasi tidak ada kaitan dengan perijinan pendirian 1

asosiasi profesi yang telah dilaksanakan oleh instansi lain, akan tetapi pedoman ini berkaitan dengan pendataan untuk keperluan optimalisasi peranserta asosiasi profesi dalam pengembangan standar lainnya. B. Maksud dan Tujuan 1. Maksud Maksud disusunnya Pedoman Registrasi Asosiasi Profesi adalah untuk memberikan registrasi acuan bagi dalam petugas Pusat, pembina dan pelaksana ditingkat Propinsi maupun proses kompetensi serta berbagai bentuk perangkat lunak

Kabupaten/Kota ditetapkan. 2. Tujuan

sehingga

melaksanakan

registrasi dapat sesuai dengan aturan dan tujuan yang

Tujuan disusunnya pedoman registrasi asosiasi profesi adalah tersedianya suatu pedoman yang dapat dipergunakan sebagai acuan oleh pembina dan pelaksana registrasi asosiasi profesi baik ditingkat pusat, provinsi maupun kabupaten/kota dalam melaksanakan registrasi terhadap asosiasi profesi. C. Ruang lingkup Ruang lingkup yang dituangkan dalam pedoman registrasi asosiasi profesi mencakup persyaratan registrasi, pelaksanaan registrasi dan penerbitan surat keterangan registrasi untuk asosiasi profesi. D. Dasar Hukum 1. 2. 3. Tahun 1985. 2 Undang-undang Nomor 8 Tahun 1985 tentang Organisasi Kemasyarakatan. Undang-undang Nomor : 13 Tahun 2003, tentang Ketenagakerjaan. Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 1986 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor. 8

prosedur 3. Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 2006 tentang Sistem Pelatihan Kerja Nasional. 4. . 6. Kerja Organisasi E. Organisasi kemasyarakatan Adalah organisasi yang dibentuk oleh anggota masyarakat warga Negara Republik Indonesia secara sukarela atas dasar kesamaan/kekhususan dalam kegiatan profesi. fungsi. 2. 14/MEN/VII/2005 Peraturan tentang Menteri dan Nomor Tata Per. tentang Tata cara Penetapan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia jo Kepmenakertrans Nomor Kep. baik pada aspek teknis profesi maupun manajerial dan menguasai pengetahuan maupun praktik. Pengertian- pengertian 1. agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Asosiasi Profesi Adalah himpunan orang-orang yang memiliki profesi sejenis. Registrasi Adalah kegiatan pendaftaran dan pencatatan terhadap sumber daya atau potensi Asosiasi Profesi untuk dilakukan identifikasi kelompok dan jenis profesinya dalam rangka upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia terutama dibidang peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja.4. Kepmenakertrans Nomor Kep. Standardisasi kompetensi 3 kerja dan ukuran hasil kinerja masing-masing bidangnya. Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI.69/MEN/V/2005. untuk berperan serta dalam kegiatan pembangunan dalam rangka mencapai tujuan Nasional dalam wadah Negara kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila. jenjang kualifikasi. 5.227/MEN/2003.

5. merevisi. kompetensi kerja nasional Indonesia dan /internasional. Pelatihan kerja Keseluruhan kegiatan untuk memberi. 6. Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Adalah rumusan kemampuan kerja yang mencakup aspek pengetahuan.Adalah proses merumuskan. dan etos kerja pada tingkat keterampilan dan keahlian tertentu sesuai dengan jenjang dan kualifikasi jabatan atau pekerjaan. Sertifikasi Kompetensi Adalah proses pemberian sertifikat kompetensi yang dilakukan secara sistematis dan obyektif melaui uji kompetensi sesuai standar 8. 4 .meningkatkan serta mengembangkan kompetensi kerja. disiplin. menetapkan dan menerapkan standar tenaga kerja yang dilaksanakan secara aktif dan dengan kerjasama antar berbagai pihak.memperoleh. 7. produktivitas. sikap. keterampilan dan atau keahlian serta sikap kerja yang relevan dengan pelaksanaan tugas dan syarat jabatan yang ditetapkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Instansi Instansi pelaksana registrasi asosiasi profesi adalah instansi bidang ketenagakerjaan yang membidangi pelatihan dan produktivitas ditingkat provinsi dan atau kabupaten/kota.

misi. Guna standardisasi mewujudkan perlu kompetensi. Untuk mewujudkan hal tersebut diperlukan visi. serta kepengurusan yang mendukung terbentuknya asosiasi profesi dalam rangka mencapai tujuan pembangunan nasional terutama yang terkait dibidang ketenagakerjaan pada umumnya dan khususnya dibidang standardisasi kompetensi dan pelatihan kerja. dan program kerja. Tujuan Pembentukan Asosiasi Profesi Sebagaimana di amanatkan dalam Undang-undang Nomor 8 Tahun 1985 tentang Organisasi Kemasyarakatan bahwa tujuan dibentuknya asosiasi profesi sesuai dengan sifat kekhususannya 5 . pelatihan dan sertifikasi kompetensi untuk meningkatkan produktivitas asosiasi kelembagaan profesi sebagaimana diinginkan agar dapat berperanserta dalam kegiatan dipertimbangkan hal-hal sebagai berikut : A.BAB II KELEMBAGAAN ASOSIASI PROFESI Asosiasi profesi dibentuk dan didirikan oleh sekumpulan anggota masyarakat yang profesional secara suka rela atas dasar kesamaan dalam kegiatan profesi pembangunan. Peranserta yang diharapkan dari terbentuknya asosiasi profesi adalah kualitas dibidang dan penyusunan dan tenaga pengembangan kerja.

wadah pembinaan dan pengembangan bagi anggota. asosiasi profesi mempunyai fungsi Peran Asosiasi Profesi Dalam rangka mendukung upaya pengembangan dan peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja agar mereka mampu bertahan dan berdaya saing pada era global. Sebagai sumber dan mitra kerja Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) dalam pelaksanaan dan supervisi proses sertifikasi kompetensi secara konsisten dan benar. wadah kegiatan-kegiatan sesuai kepentingan anggota. 2. Bentuk dan Bidang Asosiasi Profesi Atas dasar kesamaan profesi yang ada dimasyarakat terbentuk dari berbagai jenis organisasi kemasyarakatan dengan berbagai sebutan antara lain asosiasi. wadah untuk berperanserta dalam usaha mencapai tujuan pembangunan nasional. rangka pada umumnya dan untuk khususnya mencapai dibidang tujuan standardisasi kompetensi dan pelatihan kerja. perkumpulan. berperanserta pembangunan tersebut . 3. Sebagai sesuai 3. C. maka asosiasi profesi diharapkan berperan antara lain sebagai berikut : 1. B. mitra kerja standar lembaga pelatihan kerja kerja yang dalam telah menerapkan dan pengembangan program pelatihan kerja dengan kompetensi ditetapkan secara nasional. ikatan atau sebutan lainnya sesuai dengan kesepakatan bersama 6 . 2. himpunan. Sebagai mitra kerja Pemerintah dalam menyusun dan mengembangkan standar kompetensi kerja sesuai dengan bidang profesinya.adalah salah satu diantaranya dalam rangka mencapai tujuan pembangunan nasional dalam hal ini yang terkait dibidang ketenagakerjaan Dalam sebagai : 1.

Bidang pendidikan : a. 7 . Dll D. Ikatan Tangga (AD/ART). yang selanjutnya disebut Asosiasi Profesi dapat dibedakan dalam bidang profesinya yang mencerminkan sifat dan kekhususannya seperti contoh asosiasi dibawah ini: 1. program kerja. b. Persatuan Perawat Nasional Indonesi (PPNI) c. Bidang maritim : Kesatuan Pelaut Indonesia ( KPI ). Dibidang kesehatan: a. keanggotaan. b. Dll 2. Sarjana Pendidikan Indonesia (ISPI). Ikatan Dokter Indonesia ( IDI ). serta memiliki legalitas hukum (akta pendirian) asosiasi profesi.dan memiliki kepengurusan. Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) c. Organisasi Asosiasi Profesi Sebagai organisasi Asosiasi profesi dapat berperan secara nyata dalam rangka mewujudkan peningkatan kualitas dan produktivitas kepengurusan tenaga kerja apabila Angaran memiliki struktur dan organisasi. Dasar/Anggaran Rumah 3. legalitas hukum serta sarana kerja yang cukup memadai.

8 .

3. bidang/bagian mengajukan kepala permohonan surat keterangan registrasi kepada 9 . Pelaksana registrasi asosiasi profesi adalah instansi. Berkas persyaratan registrasi diteliti kebenarannya oleh pelaksana registrasi.1 2. akta pendirian.Untuk melaksanakan registrasi asosiasi profesi akan ditempuh melalui tahapan sebagai berikut : A. daftar sarana/prasarana kerja. 2. yaitu : 2.2 persyaratan administrasi ( form no 2) persyaratan teknis : foto copy Anggaran Dasar/Rumah Tangga. program kerja. Dalam hal terdapat berkas persyaratan permohonan persyaratan. Pemohon melampirkan persyaratan registrasi. Mekanisme Pelaksanaan Registrasi Mekanisme pelaksanaan registrasi Asosiasi Profesi sebagai berikut: 1. Kepala tidak lengkap atau tidak sesuai dengan pengurus dilakukan pemberiahuan pelatihan kepada kerja asosiasi profesi untuk dipenuhi sesuai persyaratan.BAB III REGISTRASI ASOSIASI PROFESI Registrasi profesi yang asosiasi profesi dimaksudkan dalam guna memperoleh data/informasi secara garis besar terhadap keberadaan asosiasi untuk dimanfaatkan dengan rangka mengoptimalkan kompetensi. Registrasi asosiasi profesi juga dimaksudkan dalam rangka membangun jejaring kerja antara pemerintah dan asosiasi profesi untuk keperluan pengembangan SDM pada umumnya. Pengurus asosiasi profesi mengajukan permohonan registrasi kepada instansi melalui bagian yang menangani pelatihan kerja. Pengajuan registrasi menggunakan formulir isian registrasi (form no 1). peranserta asosiasi profesi dibidang ketenagakerjaan khususnya menyangkut penyusunan standar pelatihan kerja dan sertifikasi kompetens. 4.

Instansi pelaksana registrasi melaporkan hasil registrasi Asosiasi Profesi setiap semester kepada Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas. 6. melalui Direktorat Standardisasi Kompetensi dan Program Pelatihan. 5. Penyerahan surat keterangan Registrasi kepada Asosiasi Profesi. 10 .instansi apabila berkas permohonan telah sesuai dengan persyaratan.

MEKANISME REGISTRASI ASOSIASI PROFESI DITJEN BINALATTAS Cq.DIREKTORAT STANKOMPROGLAT ASPROF BELUM REGISTRASI PERSYARATAN : AD/ART Akta Pendirian Kepengurusan Program kerja Daft sarana kerja LENGKAP REGISTRASI ASPROF TEREGISTRASI BELUM LENGKAP INSTANSI YANG MENANGANI KETENAGAKERJAN Cq. BIDANG PELATIHAN DAN PRODUKTIVITAS DI PROPINSI MELAPORKAN 11 .

Akta pendirian merupakan salah satu syarat pendirian organisasi sesuai peraturan perundangundangan yang berlaku. Persyaratan Teknis Persyaratan a. d. jangka menengah dan jangka panjang. Program kerja mencerminkan visi. bidang kepengurusan disesuaikan dengan kebutuhan Asosiasi Profesi sehingga sebagai organisasi profesi dapat melaksanakan tugas dan fungsinya secara efektif. kewajiban dan hak. misi dan tujuan asossiasi profesi. teknis untuk registrasi asosiasi profesi melampirkan foto copy : Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga ( AD/RT ). Program Kerja Asosiasi Profesi meliputi program kerja jangka pendek.B. tujuan. jumlah. Persyaratan Administrasi Persyaratan administrasi merupakan persyaratan yang penting bagi asosiasi profesi. c. Persyaratan administrasi dalam registrasi adalah surat permohonan registrasi dari asosiasi profesi kepada instansi (menggunakan form 1) yang dilampiri data identitas Asosiasi Profesi (form 2). 12 . yang dipergunakan sebagai kelengkapan dasar yang dapat memberikan kekhususan dan aktifitas dilakukan oleh asosiasi tersebut. Kepengurusan Bentuk. serta tata cara berorganisasi lainnya. keanggotaan. AD/ART berisi rincian tentang kepengurusan. Legalitas hukum Yang dimaksud legalitas hukum adalah Akta Pendirian Asosiasi Profesi. b. Syarat-syarat Registrasi 1. 2. Program Kerja. Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/RT) merupakan perangkat penting yang dimiliki oleh asosiasi profesi.

.. Contoh 2 : Kodifikasi Registrasi Asosiasi Ikatan Teknisi Otomoti... Contoh 1 : Kodifikasi Registrasi Asosiasi Ikatan Teknisi .I. Kodifikasi asosiasi profesi ditata berdasarkan kedudukan dan bidang/sektor profesi.. Kodifikasi Registrasi Untuk mengetahui sumber daya atau potensi asosiasi profesi pada tiap-tiap profesi perlu dilakukan kodifikasi.e. X . Format kodifikasi Registrasi Asosiasi Profesi adalah sebagai berikut : Re g Keterangan : Reg : Registrasi 0 : Kedudukan Asosiasi Profesi Diisi angka romawi I untuk Asosiasi Profesi Pusat. N dan Asosiasi profesi Otomoti. C.. 1. Berdasarkan kedudukan Asosiasi Profesi ditata menjadi dua kategori yaitu : Asosiasi profesi Pusat Cabang..G. 00 : Kode Propinsi asosiasi profesi berdomisili Diisi angka dua digit ( form 3 ). 2. berdomisili di Yogyakarta. X : Kode Kategori sektor berdasarkan KBLI Tahun 2000 Diisi 1 huruf alfabet yang merupakan kode sektor (form 4) N : Nomor surat dari instansi yang melaksanakan registrasi.. Angka romawi II untuk Asosiasi Profesi Cabang.12. berdomisili di Jakarta. Daftar sarana dan prasarana kerja Sarana dan prasarana yang dibutuhkan dalam operasional Asosiasi Profesi adalah fasilitas kantor dan kebutuhan alat tulis kantor. Tingkat Pusat. Kodifikasi berdasarkan bidang/sektor profesi mengacu kepada Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia ( KBLI) 2000 (lihat form 4). 00 . 0 . Kodifikasi : Reg.. 13 .. Cabang DIY .

.II.Kodifikasi : Reg... IV P E N U T U P Dengan di susunnya Pedoman Registrasi Asosiasi Profesi.. Dengan terlaksananya registrasi asosiasi profesi diharapkan terdidentifikasi potensi atau sumber daya asosiasi profesi yang selanjutnya dipergunakan dalam pengembangan dan implementasi standardisasi kompetensi . Jakarta.G.. BAB.. diharapkan dapat bermanfaat dan menjadi panduan bagi pelaksanaan registrasi asosiasi profesi. pelatihan kerja dan sertifikasi kompetensi.... September 2006 14 .15..

..... Kepada Yth Kepala *) Permohonan d i ... Demikian kami sampaikan........... ............. . atas kerjasamanya disampaikan terima kasih Asosiasi Profesi 15 .............. ............... bersama ini kami lampirkan identitas asosiasi profesi sebagaimana dimaksud. Nomor : Lampiran : Perihal : registrasi Dalam rangka berperan serta untuk peningkatan kualitas dan produktivitas sumber daya manusia..Form 1 : Permohonan registrasi ASOSIASI PROFESI ................ dengan ini kami Ketua Asosiasi Profesi : Nama Asosiasi Bidang Profesi Alamat Nomor Telpon/Fex/Email Dasar Hukum Pendirian : : : : : Mengajukan permohonan registrasi terhadap Asosiasi Profesi kami...............

Cabang di Daerah (sebutkan jika ada) 9. Nomor Telpon/Fac/Email 4.. Jumlah anggota 16 Hukum : : : : : : : Ketua : Sekretaris : : Asosiasi : : : : Tgl Tempat ... Nama Profesi Alamat kantor 3. Pembentukan Asosiasi Profesi 5. Pengurus 7.. Dasar Pendirian 8.Ketua/Pimpinan *) = Instansi ketenagakerjaan di propinsi.. Form 2 : Data Asosiasi Profesi ASOSIASI PROFESI .. melalui bidang Pelatihan dan Produktivitas. Visi Misi Tujuan 6. Instansi Mitra kerja 10. IDENTITAS ASOSIASI PROFESI 1..

2. 8. 13. 4. 17. 12. Foto copy AD/ART 3. Foto copy program kerja. Foto copy surat lainnya. 4. Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) : Sumatera Utara Sumatera Barat Jambi Bengkulu Riau Kepulauan Riau Sumatera Selatan Bangka Belitung Lampung Banten DKI Jakarta Jawa Barat Jawa Tengah Daerah Istimewa Yogyakarta Jawa Timur Bali Nusa Tenggara Barat Nusa Tenggara Timur Kalimantan Barat : : : 10 11 : : : : : 17 : : : 18 19 20 12 13 14 15 16 : : : : : 04 05 06 : 07 : : 08 09 01 02 03 6. Lembaga Diklat dimiliki Asosiasi Profesi ……………………………….11. 11. 17 . yang (sebutkan jika ada) Ketua/Pimpinan Lampiran Persyaratan : 1. 3. 20. 10. Foto copy Akte Pendirian /Dasar Hukum Pendirian. 9. 15. 18. 7. Form 3 : Kode Propinsi domisili Asosiasi Profesi Kode Cabang Asosiasi Profesi di propinsi : 1. 2. 14. 16. 5. 19.

gasifikasi batubara dan pembuatan briket batubara. tamanan perkebunan. Perburuan/ penangkapan dan penangkapan satwa liar. Kehutanan Perikanan Pertambangan batubara. Pertambangan bijih uranium dan thorium. Jasa pertambangan minyak dan gas bumi. 31. 18 . Kalimantan Tengah Kalimantan Timur Kalimantan Selatan Sulawesi Selatan Sulawesi Tengah Sulawesi Tenggara Gorontalo Sulawesi Utara Maluku Maluku Utara Papua Barat Papua Tengah : : : 29 : : : : : : : : : 27 28 30 31 32 21 22 23 24 25 26 33. Kategori A Judul Kategori Pertanian.21. serta pengusahaan tenaga panas bumi. 25. Pertambangan dan penggalian. Pertambangan pasir besi dan bijih besi. Pertambangan bijih logam. 28. penggalian gambut. 30. 26. Pertambangan minyak dan gas bumi. 24. 22. Pertambangan dan jasa pertambangan minyak dan gas bumi. 27. dan holtikultura. Golongan Pokok Pertanian dan perburuan Golongan Kegiatan Ekonomi Pertanian tanaman pangan. perkebunan dan peternakan. 23. Peternakan. penggalian gambut. Pembuatan briket batubara. Pertambangan bijih uranium dan thorium. dan kehutanan. Kombinasi pertanian atau perkebunan dengan peternakan (mixed farming). Kehutanan Perikanan Pertambangan batubara. Pertambangan logam dan bijih timah. 32. 29. B C Perikanan. dan gasifikasi batubara. Jasa pertanian. Papua Timur : 33 Form 4 : Kode Bidang/Sektor Profesi Berdasarkan KBLI 2000. perburuan.

Industri minuman. bambu. dan alas kaki. serta pertambangan mineral dan bahan kimia. Industri kulit dan barang dari kulit (termasuk kulit buatan). tanah liat dan pasir. barang dari kertas. Industri barang-barang dari kayu. Industri pengolahan tembakau. buah-buahan. Industri kulit. Industri makanan lainnya. pertenunan. pengolahan akhir tekstil. 19 . dan sejenisnya. Kategori D Judul Kategori Industri Pengolahan. Industri alas kaki. bambu. Pengolahan dan pengawetan daging. dan barangbarang anyaman dari rotan. Industri pakaian jadi. barang dari kertas. tanah liat dan pasir. barang-barang dari kayu (tidak termasuk furnitur). Industri pakaian jadi/ barang jadi dari kulit berbulu dan pencelupan bulu. Industri kertas. sayuran. Penggalian batubatuan. Industri penggergajian dan pengawetan kayu. Industri kapuk. Industri barang jadi tekstil dan permadani. Industri kayu. Golongan Pokok Industri tekstil. Industri penerbitan. Industri penggilingan padipadian. tepung. minyak dan lemak Industri susu dan makanan dari susu. bambu. kecuali pakaian jadi berbulu.D Industri Pengolahan. dan sejenisnya. dan sejenisnya. Industri makanan dan minuman. Industri kertas. Golongan Kegiatan Ekonomi Industri pemintalan. dan barang-barang anyaman dari rotan. Industri perajutan. dan sejenisnya. Penggalian batu-batuan. Pertambangan dan penggalian yang tidak diklasifikasikan di tempat lain. Industri pengolahan tembakau. dan makanan ternak. Industri pakaian jadi dari tekstil. dan sejenisnya. Industri pakaian jadi. barang dari kulit. rotan. ikan.

Reproduksi media rekaman. Industri barang-barang dari porselin. Industri barang-barang dari batu bara.Industri penerbitan. Industri pengolahan tanah liat. Industri barang-barang dari batu. serta barang-barang dari semen dan kapur. Industri barang-barang galian bukan logam lainnya. Industri logam dasar Industri barang dari logam kecuali mesin dan peralatannya. Industri logam dasar bukan besi. Industri percetakan dan kegiatan yang berkaitan dengan pencetakan (termasuk fotokopi). Industri barang-barang logam siap pasang untuk bangunan. pembuatan tangki. Industri kimia dan barang-barang dari bahan kimia. film. 20 . Industri barang-barang dari asbes. Golongan Pokok Industri barang galian bukan logam. pengilangan minyak bumi dan pengolahan gas bumi. Kategori D Judul Kategori Industri Pengolahan. dan barang dari plastik. Industri barang-barang kimia lainnya. dan industri barang-barang dari hasil pengilangan minyak bumi. Industri bahan kimia industri. dan bahan bakar nuklir. Industri batu bara. barang dari karet. Industri karet dan barang dari karet. pengolahan gas bumi. Industri semen. kapur dan gips. Industri pengecoran logam. percetakan dan reproduksi media rekaman. Industri serat buatan. Pengolahan bahan bakar nuklir (Nuclear fuel). Industri pengilangan minyak bumi. dan video. dan generator uap. Industri logam dasar besi dan baja. Industri karet. Golongan Kegiatan Ekonomi Industri gelas dan barang dari gelas. barangbarang dari hasil pengilangan minyak bumi.

serta perlengkapannya. Industri kendaraan bermotor. Industri peralatan listrik yang tidak diklasifikasikan di tempat lain. kecuali alatalat optik. Industri barang logam lainnya. Industri mesin-mesin umum. Industri radio. Industri akumulator listrik dan batu baterai. Industri peralatan kedokteran. dan transformator. Industri bola lampu pijar dan lampu penerangan. generator. Industri peralatan rumah tangga yang tidak diklasifikasikan di tempat lain. televisi. Industri kabel listrik dan telepon. Industri motor listrik. Golongan Pokok Industri radio. Industri instrumen optik dan peralatan fotografi. Industri jam. dan pengolahan data. peralatan optik. Industri mesin dan peralatan kantor. menguji. dan pengolahan data. alatalat rekaman suara dan gambar. akuntansi. Industri peralatan pengontrol dan pendistribusian listrik. lonceng. Golongan Kegiatan Ekonomi Industri tabung dan katup elektronik serta komponen elektronik lainnya.Industri mesin dan perlengkapannya. Industri alat transmisi komunikasi. Industri mesin listrik lainnya dan perlengkapannya. Kategori D Judul Kategori Industri Pengolahan. Industri kendaraan bermotor roda empat atau lebih. 21 . dan peralatan komunikasi. dan sejenisnya. akuntansi. jam dan lonceng. televisi. Industri peralatan kedokteran. alat-alat ukur. Industri mesin dan peralatan kantor. dan kegiatan jasa pembuatan barang-barang dari logam. dan bagian lainnya. dan sejenisnya. peralatan navigasi. memeriksa. Industri mesin-mesin untuk keperluan khusus. dan peralatan untuk mengukur.

Listrik.Industri karoseri kendaraan bermotor roda empat atau lebih. Industri pembuatan dan perbaikan kapal dan perahu. E Listrik. Industri alat angkutan. serta barang- Penjualan. Golongan Pokok Konstruksi. Konstruksi gedung dan bangunan sipil. Pemeliharaan dan reparasi mobil. Penjualan suku cadang dan aksesoris mobil. Industri alat angkut lainnya. Industri perlengkapan dan komponen kendaraan bermotor roda empat atau lebih. uap. Gas. dan air panas. Pengadaan dan penyaluran air bersih. Pengadaan dan penyaluran air bersih. Daur ulang barang-barang bukan logam. Industri Pengolahan lainnya. pemeliharan. Penjualan mobil. Industri furnitur dan industri pengolahan lainnya. Kategori F Judul Kategori Konstruksi. gas. Uap dan air panas. Penyelesaian konstruksi gedung. Daur ulang. Instalasi gedung dan bangunan sipil. Industri furnitur. G Perdagangan besar dan eceran. sepeda motor. Industri kereta api. Penyewaan alat kontruksi atau peralatan pembongkar/ penghancur bangunan dengan operatornya. dan reparasi mobil dan sepeda motor. gas. reparasi mobil. serta perbaikan kereta api. Industri pesawat terbang dan perlengkapannya serta perbaikan pesawat terbang. Ketenagalistrikan. bagianbagian dan perlengkapannya. Golongan Kegiatan Ekonomi Penyiapan lahan. Daur ulang barang-barang logam. dan air. penjualan eceran 22 . selain kendaraan bermotor roda empat atau lebih.

atau tembakau di dalam bangunan. kecuali perdagangan 23 . Perdagangan besar barangbarang keperluan rumah tangga. pemeliharan. sepeda motor.barang keperluan pribadi dan rumah tangga. serta suku cadang dan aksesorisnya. pemeliharan. Penjualan. Perdagangan eceran di luar bangunan. Penjualan. binatang hidup. penjualan eceran bahan bakar kendaraan. Perdagangan eceran bahan bakar kendaraan. dam reparasi sepeda motor. Perdagangan ekspor berdasarkan balas jasa (fee) atau kontrak. Perdagangan eceran berbagai macam barang di dalam bangunan. Perdagangan besar berdasarkan balas jasa (fee) atau kontrak. penjualan eceran bahan bakar kendaraan. dan perlengkapannya. Perdagangan ekspor. minuman. serta barangbarang keperluan pribadi dan rumah tangga. makanan. Perdagangan besar lainnya. dan reparasi mobil dan sepeda motor. bahan bakar kendaraan. kecuali perdagangan mobil dan sepeda motor selain ekspor dan impor. Perdagangan besar mesinmesin. Golongan Kegiatan Ekonomi Perdagangan eceran khusus komoditi bukan makanan. Perdagangan besar dalam negeri bahan baku hasil pertanian. pemeliharaan. Golongan Pokok Penjualan. Kategori G Judul Kategori Perdagangan besar dan eceran. Perdagangan besar produk antara bukan hasil pertanian. minuman. minuman. Reparasi barang-barang keperluan pribadi dan rumah tangga. Perdagangan eceran barang bekas di dalam bangunan. atau tembakau di dalam bangunan. reparasi mobil. barang-barang bekas dan sisa-sisa tidak terpakai (scrap). Perdagangan eceran khusus komoditi makanan. dan reparasi mobil dan sepeda motor. suku cadang. Perdagangan besar dalam negeri. dan tembakau.

barang-barang bekas dan sisa-sisa tak terpakai (scrap). Jasa pelayanan bongkar muat barang. minuman. danau. bar. dan tembakau. minuman. H Penyediaan makanan dan minuman. Jasa penunjang dan pelengkap kegiatan Golongan Kegiatan Ekonomi Angkutan jalan rel. Perdagangan ekspor bahan baku hasil pertanian. Perdagangan impor bahan baku pertanian. Golongan Pokok Angkutan darat dan angkutan dengan saluran pipa. Perdagangan ekspor produk antara bukan hasil pertanian. dan penyeberangan. Angkutan air. Perdagangan impor mesinmesin. dan komunikasi. 24 . Angkutan udara tidak berjadwal. Perdagangan impor. Perdagangan impor produk antara bukan hasil pertanian. makanan. Angkutan sungai. suku cadang dan perlengkapannya. Angkutan laut. Perdagangan impor berdasarkan balas jasa (fee) atau kontrak. Perdagangan ekspor mesinmesin.mobil dan sepeda motor. dan jasa boga. barang-barang bekas. suku cadang dan perlengkapannya. dan sisa-sisa tak terpakai (scrap). Perdagangan ekspor lainnya. Angkutan jalan raya. pergudangan. Penyediaan akomodasi. Perdagangan impor lainnya. Kategori I Judul Kategori Transportasi. makanan. binatang hidup. Perdagangan impor barangbarang keperluan rumah tangga. binatang hidup. Restoran/ rumah makan. dan tembakau. kecuali perdagangan mobil dan sepeda motor. Angkutan udara berjadwal. Angkutan udara. Angkutan dengan saluran pipa. Penyediaan akomodasi dan penyediaan makan minum. Perdagangan ekspor barang-barang keperluan rumah tangga.

Real estate atas dasar balas jasa (fee) atau kontrak. 25 . Asuransi dan dana pensiun. Kategori K Judul Kategori Real estate. dan jasa perusahaan. Jasa penunjang angkutan kecuali jasa bongkar muat dan pergudangan. unit pelayanan pos dan jasa kurir. Asuransi dan dana pensiun. Golongan Pokok Jasa komputer dan kegiatan yang terkait. usaha persewaan. Telekomunikasi. dan jasa wilayah kawasan berikat. Jasa penunjang asuransi dan dana pensiun. dan jasa perjalanan wisata. Persewaan alat-alat transportasi. jasa cold storage. Jasa penunjang perantara keuangan kecuali asuransi dan dana pensiun (pasar modal). Jasa kegiatan data base. Jasa konsultasi piranti lunak. Jasa penunjang angkutan lainnya yang tidak diklasifikasikan di tempat lain. Perantara moneter (perbankan). Kawasan pariwisata dan penyediaan sarana wisata tirta. barangbarang keperluan rumah tangga dan pribadi. Perantara keuangan kecuali asuransi dan dana pensiun. Pergudangan. Persewaan barang-barang keperluan rumah tangga dan pribadi yang tidak diklasifikasikan di tempat lain. Pengolahan data. Real estate yang dimiliki sendiri atau disewa dan asrama. J Perantara keuangan. pegadaian). Jasa pengiriman dan pengepakan. Jasa persewaan mesin dan peralatannya (tanpa operator). Pos dan telekomunikasi. Golongan Kegiatan Ekonomi Jasa konsultasi piranti keras (hardware consulting). usaha persewaan. dan jasa perusahaan. K Real estate. Perantara keuangan lainnya (leasing. Real estate. Jasa penunjang perantara keuangan.angkutan. Persewaan mesin lainnya dan peralatannya. Jasa perjalanan wisata. Pos nasional.

Kegiatan perfilman. televisi. Jasa periklanan. Jasa kemasyarakatan. Kegiatan lain yang berkaitan dengan komputer. Jasa konsultasi arsitek. dan kebijaksanaan ekonomi dan sosial. akuntansi dan pembukuan.Jasa komputer dan kegiatan yang terkait. dan olahraga. Jasa pendidikan. Jasa hukum. Jasa rekreasi. penelitian pasar. Jaminan sosial wajib. dan jaminan sosial wajib. pengusaha dan profesional. dan jaminan sosial wajib. L Administrasi pemerintahan. dan hiburan lainnya. M N O Jasa kesehatan dan kegiatan sosial. Jasa pendidikan lainnya. Jasa perusahaan lainnya yang tidak diklasifikasikan di tempat lain. Jasa pendidikan tinggi. Penelitian dan pengembangan (swasta). Jasa kegiatan sosial. Organisasi bisnis. Perawatan dan reparasi mesin-mesin kantor. Jasa pendidikan. serta analisis dan testing. Administrasi pemerintahan. Penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan sosial dan humaniora. Jasa kebersihan. Jasa kesehatan dan kegiatan sosial. kegiatan teknik dan rekayasa. dan konsultasi bisnis dan manejemen. konsultasi pajak. Hubungan luar negeri. Kegiatan kantor berita. sosial. Organisasi lainnya. Kategori Judul Kategori Golongan Pokok Golongan Kegiatan Ekonomi 26 . Penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan alam dan teknologi. pertahanan. dan komputer. radio. Administrasi pemerintahan. Organisasi buruh. Kegiatan organisasi yang tidak diklasifikasikan di tempat lain. pertahanan. kebudayaan. akuntansi. Jasa pendidikan dasar. Jasa kebersihan. Jasa kesehatan hewan. Jasa kesehatan manusia. Jasa perusahaan lainnya. Jasa pendidikan menengah. pertahanan dan keamanan. dan perorangan lainnya.

arsip. Q Badan internasional dan badan ektsra internasional lainnya. museum. 27 . Kegiatan yang belum jelas batasannya. dan olahraga. Jasa perorangan yang melayani rumah tangga. Jasa kegiatan lainnya. X Kegiatan yang belum jelas batasannya. Jasa rekreasi. Jasa kegiatan lainnya. Kegiatan yang belum jelas batasannya.O Jasa kemasyarakatan. kebudayaan. Perpustakaan. Jasa perorangan yang melayani rumah tangga. Olahraga dan kegiatan rekreasi lainnya. Badan internasional dan badan ektsra internasional lainnya. dan kegiatan kebudayaan lainnya. sosial. Badan internasional dan badan ektsra internasional lainnya. dan perorangan lainnya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful