Nama Obat

Sediaan Caps 150,300,450,600 Sir 20mg/mL (rimactane)

Merek Dagang y Rifampisin y Kombipak I,II,III,IV y corifarm y Rimactazid y Rifacin y Rifamtibi y y y y Amoxil Intermoxil Kalmoxillin Opimox

Dosis anak 10-20 mg/kg BB/hari, maks. 600 mghari; dewasa BB 50 kg; 600 mg/hari

Keterangan -merupakan obat pilihan untuk lepra dan tuberculosis - Serbuk rifampisin berwarna merah kecoklatan menyebabkan saliva dan sekresi tubuh yang lain berwarna orange-merah -bersifat hepatotoksik Amoxicillin bisa diminum baik sebelum maupun setelah makan dan obat ini sangat jarang ditemukan berinteraksi dengan obat obat yang lain. Amoxicillin juga aman diberikan untuk ibu hamil dan menyusui walaupun ada beberapa kasus diare yang terjadi pada bayi yang disusui oleh ibu yang minum Amoxicillin Amoxicillin sebaiknya disimpan dalam suhu kamar yaitu antara 20 sampai 25 derajat Celcius. Untuk sirop kering yang telah dicampur dengan air sebaiknya tidak digunakan lagi setelah 14 hari atau 2 minggu. Proton pump inhibitor Mekanisme kerja : mengontrol sekresi asam lambung dengan cara menghambat pompa proton yang mentranspor ion H+ keluar dari sel parietal lambung

Rifampisin

Kapsul : 250 dan 500 mg. Tablet : 500 mg. Sirop kering : 125mg/5ml dan 250mg/5ml. Vial untuk injeksi : 1000mg dan 500mg.

Dewasa 250 mg setiap 8 jam, 500 mg setiap 8 jam, 500 mg setiap 12 jam, terggantung dari derajat keparahan dari penyakit yang di derita. Untuk pengobatan gonorrhea pada orang dewasa, diberikan Amoxicillin sebanyak 3 g sekali minum. Dosis untuk anak anak diatas 3 bulan adalah 25 mg/kg/hari terbagi setiap 12 jam, 20 mg/kg/hari terbagi setiap 8 jam, 40 mg/kg/hari terbagi setiap 8 jam atau 45 mg/kg/hari terbagi dalam 12 jam terggantung dari derajat keparahan penyakit.

Amoxicillin

Kapsul lepas lambat berisi granul bersalut enterik (10 mg, 20 mg, 40 mg). Omeprazole Tablet lepas lambat (20 mg). vial (dlm bentuk

Protop®, Pumpitor®, Norsec®, Lambuzole®, Loklor®, Losec®, OMZ®, Prilos®, Socid®, Contral®, Dudencer®, Opm®, Onic®, Promezol®, Stomacer®,

Anak-anak • 2 tahun : < 20 kg : 10 mg 1 x sehari • 20 kg : 20 mg 1 x sehari

5 gram (atau 15-25 mg/kg) 2 sampai 4 kali sehari. anti mual dan anestesi topikal. Tablet 500 mg. Zepral®. Kapsul 250 mg. Catatan: Krim dipakai untuk lesi basah. Zollocid®. memberi efek mengantuk bagi orang yang sulit tidur. Asam traneksamat adalah obat antifibrinolitik yang menghambat pemutusan benang fibrin. dermatitis alergi. Injeksi 50 mg/ml Asam Traneksamat y y y y y y y y y y y y Clonex Ditranex Intermic Klanex Lunex Pytramic Ronex Theranex Tranexid Transamin Tranxa Asamnex Dosis oral : 1-1. . Licodril Dipenhydramine Oral: Dewasa : 50 mg atau 20 mg. Prohibit®. ruam "popok" pada bayi. Inadryl. Meisec®. Ikadryl. pruritus yang tidak dapat diatasi dengan cara lain. 3-4 x/hr.IM atau IV terbagi 4 dosis ( maks 300 mg/ hr). Asam traneksamat digunakan untuk profilaksis dan pengobatan pendarahan yang disebabkan fibrinolisis yang berlebihan dan angiodema hereditas. Ulzol®. Anak : 5 mg / kg BB/ hr atau 150 mg/ hr . Anak : 5 mg/kg BB/hr (maks 300 mg/hr) Parenteral : Dewasa : 10-50 mg .IM atau IV (maks 400 mg/hr0). Fortusin.5 -1 g (atau 10 mg/kg) 3 kali sehari. Koffex. Difenhidramin merupakan generasi pertama obat antihistamin untuk mengatasi gejala alergi pernapasan dan alergi kulit. Dosis anak : 25 kg/mg melalui oral atau 10 mg/kg melalui intra vena setiap 2 atau 3 kali sehari. Lokev®.bubuk) 40 mg.3 kali sehari. dermatitis seboreik. mencegah mabuk perjalanan dan sebagai antitusif. Dosis infus kontinyu : 25-50 mg/kg setiap hari. Menekan reaksi radang pada kulit yang bukan disebabkan infeksi seperti: eksema. Omevell®. Dosis injeksi intravena perlahan : 0. Sir eksp. Bidryl. intertrigo. vial 15 ml (10 mg/ml) Benacol. Ozid® Dewasa : GERD dengan gejala : 20 mg/hari selama 4 minggu Esofagitis erosif : 20 mg/hari selama 4-8 minggu Hydrocortisone Tiap gram mengandung: Hidrokortison asetat 25 mg Hydrocortisone Dioleskan tipis pada kulit 2 . Ampul 1 ml (10 mg/ml).

400 mg. penghentian alkohol akut. 400 mg/5 ml Tablet. 300 mg/5 ml. prosinal. Bufabron. otot jantun. 300 mg. 10 mg. Menghambat sintesis prostaglandin dgn menghambat COX-1 & COX-2 Ibuprofen tidak dianjurkan diminum oleh wanita hamil dan menyusui Secara umum dosis 200-400 mg tiap 12 jam. arfen. namun tidak efektif untuk reaksi akut pada penyakit paru obstruktif kronik. 300 mg.v lambat : (kedalam vena besar dengan kecepatan tidak lebih dari 5 mg/menit)untuk ansietas akut berat. lexaprofen.Valium . prosic. 250 mg. rhelafen. jika diazepam . ethifen. 500 mg/20 ml amp. Sirup Lambucid. pengendalian serangan panik akut. Promag Stesolid . 250.Tablet : 200 mg . Dexanta. 400 mg Ibuprofen Theophillin tab. dofen. Suspensi 200 mg/5 ml.m atau injeksi i. Tablet Kunyah 250 mg. Euphylin. supositoria 125. Antasida Kaplet 200 mg. ribunal. 500 mg. Cairan Injeksi. 325 mg/5 ml. dolofen. bufect. spedifen. aminoflin iv 250 mg/10 ml amp. ostarin. 250 mg/5 ml. elixir Anafen. 325 mg. farsifen. Theobron Dosis Ibuprofen untuk anak adalah 5 10mg/kgBB. proris. merangsang SSP. yariven Bronchophylin. Bronsolvan. Retaphyl. menimbulkan dieresis bronkodilator yang digunakan untuk pasien asma dan penyakit paru obstruktif yang kronik. 400 mg.Valisanbe Oral : Ansietas. arthrifen. Anak 6-12 tahun : 125-200 mg tiap 12 jam Anak 2-12 tahun : 9mg/kg setiap 12 jam (maksimal 200 mg) Indikasi : relaksasi otot polos. profen. mofen. sirop. fenris. 100 mg dan 200 mg. iprox. LInjeksi i. fenatic. 500 mg. Tablet 200 mg. 2 mg 3 kali sehari jika perlu dapat dinaikkan menjadi 15-30 mg sehari dalam dosis terbagi.

Kulit dan jaringan lunak. Ciloxan. Ocuflox. Saluran cerna. Flociprin. Cipro XL. Ciflox. termasuk demam thyfoid dan parathyfoid. Ciprocinol.V.Untuk infeksi saluran nafas. Cipro I.perlu ulangi setelah 4 jam. Uretritis dan serpisitis gonore. Ciproxin.. Proquin XR. tablet cefixim suprax . tablet Bacquinor. Baycip. Velomonit Untuk infeksi saluran kemih : y y y indikasi Untuk mengobati infeksi yang disebabkan oleh kuman patogen yang peka terhadap ciprofloxacin. Ciproquinol. Ciprodar. y y Saluran kemih termasuk prostatitis. Floxin. Cipro XR. Cifloxin. tulang dan sendi kulit dan jaringan lunak : y -Ringan sampai sedang : 2 x 500 mg sehari ciprofloksacin -Berat : 2 x 750 mg sehari -Untuk mendapatkan kadar yang adekuat pada osteomielitis maka pemberian tidak boleh kurang dari2 x 750 mg sehari -Dosis untuk pasien dengan gangguan fungsi ginjal : Bila bersihan kreatinin kurang dari 20 ml/menit maka dosis normal yang dianjurkan harus diberikan sehari sekali atau dikurangi separuh bila diberikan 2 x sehari. Cipromycin. Ciprinol. Ciproxan. kecuali pneumonia dan streptococus.Untuk infeksi saluran cerna : -Ringan / sedang / berat : 2 x 250 mg sehari 3. -Lamanya pengobatan tergantung dari beratnya penyakit. antara lain pada : y y y Ringan sampai sedang : 2 x 250 mg sehari Berat : 2 x 500 mg sehari Untuk gonore akut cukup pemberian dosis tunggal 250 mg sehari 2. Saluran nafas. Cipro. Ciprobay. Bernoflox. Tulang dan sendi. Untuk infeksi akut selama 5-10 hari biasanya pengobatan selanjutnya paling sedikit 3 hari sesudah gejala klinik hilang Dewasa & ANAK> 12 YR ATAU> 50 KG: PO 400 mg / hari sebagai dosis tunggal atau dua dosis terbagi tiap 12 jam. Septicide.

dosis maksimum 2400 mg/hari Dosis anak-anak : -12 tahun keatas : liquid/syrup. sehari 1 mg. dosis maksimum 2400 mg/hari. termasuk bronkitis kronik dan Inhalation solution : 250 . simptomatik pada asma dapat diulang tiap 4-6 jam. Indikasi : Produksi sputum yang tidak normal. Inhalation Solution 250 mcg/ml Ipatropium Bromida Atrovent. dosis maksimum 1200 mg/hari. 3-4 kali sehari. Batuk. dosis secara oral 50 sampai 100 mg setiap 4 jam. -2-6 tahun : liquid/syrup. pada umumnya digunakan dosis 25 sampai 50 mg secara oral setiap 4 jam. 20-40 mcg 3 kali sehari berhubungan dengan obstruksi kronis saluran nafas (PPOK).500 mcg. Anak Terapi simptomatik s/d 6 th : 20 mcg 3 kali sehari. 3-4 emfisema. dosis secara oral 200 sampai 400 mg setiap 4 jam. 6-12 th : 250 mcg. . PMSIpratropium ANAK 6 MO-12 YR: PO 8 mg / kg / hari sebagai dosis tunggal atau dua dosis terbagi tiap 12 jam. Larutan Gliseril guaikolat Dosis dewasa: liquid/syrup. ApoIpravent. dosis secara oral 100 sampai 200 mg setiap 4 jam. dosis maksimum 300 mg/hari. dosis secara oral 200 to 400 mg setiap 4 jam.Inhaler 20 mcg/Semprot. dosis maksimum sehari 1 mg. bronkial dan sebagai bronkodilator pada pasien dapat diulang sampai dosis maksimum cystic fibrosis. Anak s/d 6 th : 125-250 mcg. Inhaler : 20-40 mcg. 6 -12 th : bronkospasme yang reversibel. GG/ Gliseril Guaiakolat (Guaifenesin / GG) -6-12 tahun : liquid/syrup. Tablet. dosis maksimum 600 mg/hari -2 tahun kebawah perlu penyesuaian dosis secara individual. NovoIpramide. juga sebagai terapi kali sehari.

histolitica. atau dapat diberikan dalam infus terus-menerus selama 24 jam. . Pada mata: Untuk mengatasi infeksi konjungtivistis atau gangguan kornea pada bayi baru lahir. Topical: untuk pengobatan acne vulgaris.5 mg setelah makan Kapsul. termasuk S. maksimum 3 dosis selama 15-30 menit. Ointment. Tablet Chewable. isosorbid dinitrat. Etilsuksinat: 400-800 mg setiap 612 jam. Chlamydia. diphtheria pertusis. atau 40 mg setiap 8-12 jam. -Spasme pada esofagus (unlabeled use) : 510 mg sebelum makan. Serbuk Untuk Oral Suspensi . erytrasma. y y Murni (basa): 250 ± 500 mg setiap 6-12 jam. ISDN -Gagal jantung kongestif : dosis awal : 20 mg. Tablet/Tablet Salud. opthalmic eritromisin Arsitrocin Erysanbe Medoxin Injeksi: Laktobionat: 15-20 mg/kg/hari dalam dosis terbagi setiap 6 jam atau 500 mg sampai 1 g setiap 6 jam. Sublingual : 2. Dosis target : 120-160 mg/hari dalam dosis terbagi.tablet Cedocart.pyogenes. Injeksi. M. dan campylobacter gastroenteritis. -Sublingual: 2. digunakan secara kombinasi dengan hidralazin.pneumoniae. digunakan untuk terapi konjungtifitis dengan neomosin.pneumoniae. Topikal . sediaan sustained release. Granul. 4 kali sehari. siphilis dan nongonococcal urethritis. S. Oral.aereus. Untuk Suspensi Oral . (maksimal 4 g/24 jam).5-5 mg setiap 5-10 menit. Suspensi Oral. N. juga dapat digunakan 15 menit sebelum melakukan aktivitas untuk mencegah terjadinya serangan (profilaksis). Gel.gonorrhoeae. choncroid. 3-4 kali sehari. S. E. Legionella pneumophilia. sorbidin -Oral : Angina : 5-40 mg. Sistemik: Digunakan untuk mengatasi infeksi bakteri yang sensitif terhadap eritromisin seperti.

Untuk anakanak 1 mg/kg berat badan. maksimal 50 mg . Kaptab Pehacort. y y y streptomisin y Tuberkulosis dalam kombinasi dengan obat anti-TB. dellacorta. streptomisin adalah baris pertama antibiotik untuk digunakan melawan bakteri gram negatif pada hewan besar (kuda. dapat antara 5 ± 80 mg per hari. domba dll). sapi. Infektif endokarditis disebabkan oleh organisme enterococcus ketika tidak sensitif terhadap Gentamisin Dalam kedokteran hewan. Wabah (Yersinia pestis) secara historis diperlakukan dengan sebagai pengobatan lini pertama. bergantung pada jenis dan tingkat keparahan penyakit serta respon pasien terhadap terapi. kemudian frekuensi pemberian dikurangi menjadi 2-3 kali seminggu. maksimum 1 g/hari selama 2 sampai 3 minggu. 5 mg sohoson prednison Dosis awal sangat bervariasi. Tetapi umumnya dosis awal diberikan berkisar antara 20 ± 80 mg per hari.Sediaan: vial 1 g dan 5 g Kantrex 20 mg/Kg BB secara IM. Ini bukan pengobatan lini pertama. kecuali dalam kurang terlayani secara medis populasi di mana biaya perawatan lebih mahal mahal. Hal ini biasanya dikombinasikan dengan procaine penisilin untuk injeksi intramuskular. Tablet 5 mg.

2. maksimal 600 mg/hari. Proteus. 15 mg/kg. Injeksi y y y y y y Clonex Ditranex Intermic Klanex Lunex Pytramic phenitoin per hari. dosis tunggal atau terbagi 2 kali sehari.400 mg/hari. Serratia) dan Gram positif (Staphylococcus). sesuai dengan respon yang diberikan. .8 mg/kg/hari. o Anak > 5 tahun : 2 . infeksi saluran urin. Kapsul. Suspensi Oral. Sebagai Sulfat (Premixed in NS) 40 mg (50 ml). Dosis lazim : 300 . 70 mg (50 ml). endokarditis dan septikemia . Dosis pemeliharaan sekitar 100 mg diberikan sesudahnya. penggunaan topical. y Krem. Jika setelah beberapa waktu tertentu hasil yang diharapkan tidak tercapai.v. dan profilaksis untuk bakteri endokarditis dan tindakan bedah. Monitor kadar plasma. 120 mg (100 ml) Larutan Injeksi.5 mg/kg BB setiap 8 jam secara i. infeksi tulang. 80 mg (50 ml. dosis tunggal/terbagi 2 kali sehari.90 mg (100 ml). abdomen. 60 mg (50 ml. Status epileptikus : i. Sebagai Sulfat 10 mg/ml (6 Diprogenta Gentak Gentamerc gentamisin y Dosis umum : o Bayi dan anak < 5 tahun : 2. atau i.v. 30 g) Infus.5 mg/kg BB setiap 8 jam secara i. ANAK : 5 .1 % (15 g.Tablet.m. lambat atau infus. Pengurangan dosis berdasar berat badan. 100 mg (50 ml. kecepatan maksimal 50 mg/menit (loading dose). infeksi kulit dan jaringan lunak. infeksi saluran nafas.v. 100 ml). interval 6-8 jam.m. maka terapi harus dihentikan dan diganti dengan terapi lain yang sesuai y Oral : dosis awal 3-4 mg/kg/hari atau 150-300 mg/hari. Dapat dinaikkan bertahap. o Note : Usual dose yang lebih tinggi dan/atau frekuensi yang lebih tinggi (setiap 6 jam) yang diberikan pada kondisi klinik secara selektif ( cystic fibrosis) data serum level yang dibutuhkan o Anak dan dewasa : o Intratekal : 4 ± 8 mg/hari Optalmik : o Salep : Dioleskan pada Infeksi : Gram negatif (Pseudomonas. Dosis harus dipertahankan atau disesuaikan. Topical Sebagai Sulfat 0. 100 ml). atau i. 100 ml).

syok Dosis tunggal : 4 ± 7 mg/kg BB/dosis tunggal/hari. 15 ml) Mengandung Benzalkonium Klorida mata 2 ± 3 kali sehari sampai setiap 3 ± 4 kali o Tetes mata : Teteskan pada mata yang sakit 1 ± 2 tetes setiap 2 ± 4 jam.5 mg/kg BB/ dosis setiap 8 ± 12 jam untuk mendapatkan kadar puncak secara cepat pada terapi.3% (5 ml.ml. Sebagai Sulfat 40 mg/ml (2 ml. dosis inisial yang lebih tinggi dapat diberikan dengan pertimbangan yang cermat untuk pasien jika cairan ekstraseluler meningkat (udem. atau i. 20 ml) (Dapat Mengandung Metabisulfit) Larutan Injeksi. . naikan 2 tetes setiap jam untuk infeksi parah Topikal : o Salep : Salep dioleskan pada kulit yang sakit 3 ± 4 kali sehari Dewasa : Diberikan secara i. v. Pediatrik Sebagai Sulfat (Preservative Free) : 10 mg/ml (2 ml) y y y y Saleb Mata Sebagai Sulfat 0. Pediatrik Sebagai Sulfat 10 mg/ml (2 ml) (Dapat mengandung Metabisulfit) Larutan Injeksi.5 g)) Saleb Kulit Sebagai Sulfat 0. beberapa klinisi memberikan rekomendasi dosis tersebut untuk pasien yang fungsi ginjalnya normal. m.1% (15 g. Konfensional : 1 ± 2.10 ml) Vial Larutan Injeksi. 8 ml.3% (3 mg/g (3. 30 g) Tetes Mata Sebagai Sulfat 0.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful