Anda di halaman 1dari 2

PENYIMPANGAN ASUMSI MODEL REGRESI KLASIK

Rabu, April 01, 2009


Penyimpangan-penyimpangan yang sering terjadi, sbb :
1. Rata-rata kekeliruan tidak sama dengan nol akibatnya diperoleh taksiran yang
bias
2. Terdapat heterogen atau heteroskedastisitas. Akibatnya tiap pengamatan mempun
yai reliabilitas yang berbeda-beda.
3. Adanya autokorelasi artinya adanya korelasi antar gangguan
4. Adanya multikolinearitas artinya adanya hubungan Linear yang sempurna diantar
a beberapa atau semua variabel yang menjelaskan model regresi.

Metode Kualitatif (non-statistik)


Peramalan ini didasarkan pada individu-individu penilaian orang yang dilakukan p
eramalan dan tidak tergantung pada data-data yang akurat (pengolahan dan analisi
s data historis yang tersedia), metode ini digunakan untuk peramalan produk baru
dimana tidak ada data historis. Teknik pada metode ini yang digunakan adalah Te
knik Delphi, Kurva pertumbuhan, Marketing Research, dll.
¨ Metode Kuantitatif (statistik)
Berdasarkan pada rekayasa atas data historis yang ada secara memadai tanpa intui
si dan penilaian subyektif oleh orang yang melakukan peramalan. Menurut Makridak
is, Wheelwright, dan Mc.Gee(1983:8-9) diterapkan 3 kondisi barikut pada peramala
n kuantitatif : Informasi mengenai keadaan pada waktu yang tersedia, Informasi t
ersebut dapat dikuantitatifkan dalam bentuk data numerik(angka), Waktu yang akan
datang (disebut asumsi kontinuitas).
III. Metode Peramalan
a. Metode Kualitatif (Non-Statistik)
Metode ini digunakan dimana tidak ada model matematik, biasanya dikarenakan data
yang ada tidak cukup representatif untuk meramalkan masa yang akan datang. Pera
malan ini menggunakan pertimbangan pendapat para pakar yang ahli dibidangnya. Te
knik model peramalan kualitatif berusaha untuk menggunakan penilaian (judgement)
atau faktor subyektif individu dalam peramalan. Model ini sangat berguna teruta
ma ketika faktor subyektif diharapkan sangat penting atau ketika data kuantitati
f yang akurat sulit didapatkan.
Analisis kualitatif dapat menjadi teknik peramalan yang sangat berguna jika memu
ngkinkan pengumpulan dan organisasi yang sistematis untuk data yang diturunkan d
ari opini yang tidak terbias dan terinformasi tetapi, metode-metode kualitatif d
apat memberikan hasil yang membias ketika beberapa individu tertentu mendominasi
proses peramalan melalui reputasi, kekuatan kepribadian, atau posisi stategis d
alam organisasi.
b. Metode Kuantitatif (Statistik)
Teknik peramalan kuantitatif sangat beragam, dikembangkan dari berbagai disiplin
ilmu dan untuk berbagai maksud. Setiap teknik yang akan dipilih memiliki sifat,
ketepatan, tingkat kesulitan dan biaya tersendiri yang harus dipertimbangkan.
Dalam melakukan peramalan dengan metode Kuantitatif terdapat beberapa tahapan da
lam peramalan sebagai berikut :
1. Definisika Tujuan Peramalan
2. Membuat Diagram Pencar (Plot Data)
3. Memilih Model Peramalan yang tepat
4. Lakukan Peramalan
5. Hitung Kesalahan Ramalan
6. Pilih Metode Peramalan dengan Kesalahan terkecil
7. Lakukan Verifikasi
Makridakis, Wheelwright dan McGee (1992) menjelaskan bahwa pada umumnya peramala
n kuantitatif dapat diterapkan bila terdapat tiga kondisi berikut
1. Tersedia informasi tentang masa lalu (data historis)
2. Informasi tersebut dapat dikuantitatifkan dalam bentuk numerik
3. Dapat diasumsikan bahwa beberapa aspek pola masa lalu akan terus berlanjut di
masa mendatang.