Anda di halaman 1dari 11

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar belakang
Dalam zaman modern sekarang ini, berbagai masalah terus bermunculan.kaitanya
dengan ekosistem tentunya hewan dan tumbuhan merupakan penyeimbang. Sebagai manusis
yang juga merupakan bagian tersebut, perlu untuk mempelajari dan memahami perananya
dalam menjaga kelestarian fauna dan flora. Kita sering menyaksikan dan melihan berbagai
macam fauna disekitar kita entah itu melalui panca indra kita sendiri maupun melalui media
lain. Tapi terkadang kita tidak menyadari bahwa kita ini juga satu kelas dengan mereka,
contohnya, seperti anjing dan kucing. Mangapa kita dikatakan sekelas? Karena kita
mempunyai banyak ciri dan karaktetistik dari kelas Mammalia. Jadi, ciri-ciri dan karakteristik
dari kelas mammalia tersebutlah yang membuat kita diklasifikasikan sehingga termasuk ke
dalam kelas tersebut. Oleh karena itulah, kita perlu untuk mengetahui lebih lanjut tentang
kelas mammalia ini, yang mana dalam makalah ini akan dipaparkan dan dideskripsikan
tentang kelas yang temasuk Phlyum chordata ini.
B. Tujuan
Adapum tujuan dari penukisan makalah ini adalah sebagai berikut:
1. Untuk mengetahui pengertian tentang mammalia.
2. Untuk mengetahui asal evolusi mammalia.
3. Untuk mengetahui pembagian mammalia.
4. Untuk mengetahui sistem-sistem yang ada pada mammalia.
C. Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah yang dikemukakan dalam makalah ini adalah:
1. Apa yang dimaksud dengan kelas mammalia.
2. Bagai mana asal evolusi kelas mammalia.
3. Ada berapa pembagian kelas dalam kelas mammalia
4. Bagaimana sistem-sistem yang ada pada kelas mammalia.
D. Manfaat Penulisan
Adapun manfaat dari penulisan makalah ini adalah:
1. Dapat mengetahui maksud dari kelas mammalia.
2. Dapat mengetahui asal evolusi kelas mammalia.
3. Dapat mangetahui pembagian-pembagian kelas mammalia.
4. Dapat mengetahui sistem-sistem yang ada pada kelas mammalia.
BAB II
PEMBAHASAN

A. Karakteristik Mammalia

Vertebrata anggota kelas mammalia memiliki rambut. Suatu karakteristik penentu


seperti bulu terbang pada burung. Rambut, seperti bulu terbuat dari keratin. Sebagian besar
mamalia memiliki metabolisme yang aktifdan merupakan hewan endoterm.sistem peredaran
darah dan pernapasan yang efisien (jantung beruang empat) mendukung laju metabolisme
yang tinggi. Suatu lembaran otot yang disebut dengan diafragma membantu mengakirkan
udara ke paru-paru. Rambut dan lapisan lemak di bawah kulit memiliki fungsi membantu
mempertahankan panas tubuh. Kelenjar mamae yang menghasilakn kelenjar susu adalah ciri
yang membedakan hewan mamalia dengan vertebrata lainnya. Semua induk mamalia
memberikan makan anaknya debgan susu yang merupakan makanan penyeimbang yang kaya
akan lemak, gula, protein, mineral, dan vitamin.

Sebagian besar mamalia dilahirkan dan bukan ditetaskan. Fertilisasi terjadi secara
internal dan embrio berkembang di dalam uterus dari saluran reproduksi. Betina pada
mamalia eutheria(berplasenta) dan marsupial, lapisan uterus indukmdan membran
ekstraembrionik berasal dari embrio membentuk plasenta, tempat nutrien berdifusi masuk
kedalam embrio. Mamalia eutheria umumnya disebut mamalia berplasenta karena plasentanya
paling kompleks dan memiliki hubungan yang lebih intim dengan induknya. Dan berlangsung
lebih lama antara induk dan anaknya yang sedang berkembang.

Mamalia pada umumnya memiliki otak yang lebih besar dibandingkan dengan
vertebrata lain dengan ukuran tubuh yang sama. Dan benyak spesiesnya mampu belajar.
Durasi pengasuhan anak oleh oramg tua yang relatif lama memperpanjang waktu bagi
anaknya untuk mempelajari kemampuan dan keterampilan penting untuk kelangsungan hidup
dengan mengamati orang tuanya. Diferensiasi gigi merupakan ciri penting mamalia lainya.
Gigi pada mamalia memiliki berbagai ukuran dan bentuk yang diadaptasikan untuk
memgunyan berbagai jenis makanan. Gigi kita sendiri misalnya, meliputi gigi yang
dimodifikasi untuk memotong (gigi seri dan taring) dan untuk melumatkan dan mengerus
(gigi geraham depan dan belakang).
Anggota gerak depan pada mamalia dapan dimodifikasi nutuk berlari, menggali lubang,
berenang dan terbang. Pada jari-jarinya dapat berkuku, cakar, atau tracak. Pada kulit banyak
terdapat kelenjar minyak dan kelemjar keringat. Gigi umumnya memiliki 4 tipe: gigi seri,
taring, premolar, dan molar. Ada tiga osikel auditory, yaitu: malleus, inkus, dan stapes. Akhir
organ pendengar (koklea) terstruktur sangat kompleks dan sedikit banyak bergelung. Pada
telinga terdaapat suatu auditori eksternal dan pinna (telinga luar) pada tiap sisi lateral kepala.

Pada mamalia proporsionalnya serebrum lebih besar dari bertebrata lain. Serebellum
juga besar. Terdapat 12 pasang saraf kranial. Respirasi dengan paru-paru yang banyak
mengandung bagian kecil-kecil. Tiap paru-paru berada dalam ruang pleural. Pada larinx
terdapat pita suara. Jantung dengan 4 ruang (2 serambi dan 2 bilik) seperti pada burung.
Temperatur tubuh tetap (homoiterm) satu lengkung aorta di sebelah kiri. Sel darah merahnya
tidak berinti. Ada sebuah sakum (caekum) pada pertemuan usus halus dan kolon. Ginjal
bertipe mesonephros. Dengan dua ureter yang mengeluarkan kemih langsung ke kandung
kemih.tidak ada vena portal renal. Eksret cair. Lubang genital dan anus terpisah, baik pada
jantan dan betina. Fertilisasi internal. memiliki organ intromitten (penis). Telur kecil dan tidak
bercangkang dikandung dalam uterus, dan pertukaran metabolik antara embrio dan induk
terjadi melelui plasenta. Akan tetapi ada beberapa species yamg berkembang biak dengan
bertelur (Ovivar), contohnya Echidna (Tachyglossus aculeatus) dan Platypus (
Ornithorhynchus anatinus).

B. Evolusi Mammalia

Diperkirakan mamalia pertama kali muncul pada zaman Trias dari moyang Terapsida.
Fosil tertua yang diyakini merupakan mamalia berumur 220 juta tahun dan merupakan cabang
Sinapsida dari filogeni Reptilia. Terapsida menghilang saat dinosaurus melimpah, tetapi
mamalia yang berasal dari terapsida hidup berdampingan dengan dinosaurus pada Zaman
Mesozoikum. Sebagian besar mamalia Mesozoikum beruluran sangat kecil, aktif, dan
makanannya berupa serangga. Beragam bukti seperti ukuran lubang mata menyiratkan bahwa
hewan kecil ini adalah hewan nokturnal (aktif di malam hari). Kemampuan aktif ini
berhubungan dengan kemampuanya memelihara suhu badan yng tetap (homoitermi). Seperti
halnya dengan burung ini berkaikan dengan jantung beruang empat yang dimilikinya.
Konservasi panas tubuh dimungkinkan dengan perkembangan rambut. Sementara mamalia
yamg paling awal bertelur seperti reptilia, anaknya setelah menetas diberi makan dengan susu
yang disekresikan oleh kelenjar-kelenjar dalam kulit induknya.
Ketika Zaman Senozoikum datang, terjadi kepunahan massal pada masa krateseus, dan
mamalia sedang melakukan radiasi adaptif besar-besaran. Keanekaragaman itu diawali oleh
tiga kelompok utama, yaitu Monotremata (mamalia bertelur), Marsupial ( mamalia
berkantung), dan mamalia Eutheria (mamalia berplasenta).

C. Pembagian Kelas Mamalia


Mamalia diduga berasal dari Reptil Sinodon, (periode Triassik) yang giginya
berdiferensiasi, tubuh kecil. Marsupilaria dan insektivora muncul di Zaman Krateseus dan
mamalia berplasenta diduga berasal dari mamalia insektivora. Mamalia yang sudah punah
adalan pada Ordo Taeniodonta, Creodonta, Condylarthra, dan Amblypoda. Ketika Zaman
Paleosen dan Pleistosen. Ada alasan mengapa beberapa ilmuan tidak menduga mamalia
berasal dari Reptilia, seperti bahwa mamalia memiliki dua kondil oksipital, bukan satu.
Rahang bawah dengan satu ramus, bukan beberapa. Rahang bawah bersendikan langsung
dengan tengkorak, tidak pada tulang kuadrat. Gigi hanya dua golongan ( gigi susu dan
permanen), tidak berganti-ganti. Hal ini sudah dibuktikan dengan ditemukannya fosil yang
menunjukkan tentang karnivora, ikan paus, gajah, kuda, dan unta.
Berikut adalah karaktrristik yang dimiliki oleh ordo-ordo mamalia:
1. Sub-kelas prototheria.
 Ordo Monotremata
Monotremata (mamalia bertelur), terdapat di australia dan papua nugini. Ordo ini
merupakan satu-satunya hewan bertelur. Contohnya, Platypus dan Echidna (pemakan semut
berduri) adalah mamalia yang masih hidup sampai sekarang ini. Hewan ini tidak mempunyai
pinna. Gigi hanya pada hewan muda. Mempunyai kloaka. Tidak mempunyai uterus dan
vagina. Tidak mempunyai puting susu. Jari-jari dengan membran kulit. Ekor pipih, yang
jantan mempunyai taji. Makanannya invertebrata air. Telur hewan Monotremata, struktur dan
perkembangannya mirip dengan reptil. Mengandung cukup kuning telur untuk memberi
makan embrio yang sedang berkembang. Hewan ini mempunyai rambut dan menghasilkan
susu yang merupakan ciri khas mamalia. Pada bagian perut induk mempunyai kelenjar khusus
yang menyekresikan susu. Setelah menetas, anak yang baru kaluar itu menyedot susu dari
bulu induknya yang tidak memiliki puting susu.
2. Sub-kelas Allotheria (telah punah).
3. Sub-kelas theria.
a. Pantotheria ( telah punah).
b. Metatheria.
Metatheria atau disebut juga Marsupialia atau hewan berkantung. Hewan mudanya
menyelesaikan perkembangannya dalam sebuah marsupium (kantung induk). Uterus dan
vaginanya berjumlah dua. Tidak memiliki plasenta. Didalam uterus, telur yang telah dibuahi
berkembang tetapi larva lalu merangkak keluar damn masuk kedalam marsupium, tumbuh
menjadi fetus dan menempel pada puting susu dengan mulutnya. Contoh: Opossum
(Didelphnia masupialis), walabi (macropodidae: Petrogale sp, dan lagorchestes sp), kangguru
( Dendrolagus sp), bandikot (Pirameles sp), Koala, Kuskus, dan Wombat.
c.Eutheria.
Merupakan mamalia berplasenta. Dibandingkan dengan masupialia, mamalia eutheria
memiliki masa kehamilan yang lama. Anak hewan eutheria manyelesaikan masa
embrioniknya didalam uterus, yang dihubungkan dengan induk melalui plasenta yang melekat
pada uterus (karion tumbuh dengan baik). Vagina hanya satu. Mamalia eutheria dibagi
menjadi beberapa ordo yaitu:
 Ordo Insectivora.
Ciri-cirinya, mata tertutup. Telapak kaki muka lebar dengan cakar-cakar besar.
Makanannya insekta, cacing, dan tunas biji-bijian. Contoh: Scalapus sp, Scapanus latimanus,
dan Echinisorex albus.
 Ordo Dernoptera.
Monyet terbang, berkaki empat, dan ekornya bersama-sama membentuk patagium
(parasut berbulu). Contohnya: Gakopithecus sp, makanannya daun dan buah-buahan.
Terdapat di asia tenggara dan indonesia.
 Ordo Chiroptera (kelelawar).
Mamalia terbang dan kaki depan yang panjang. Sayap berupa membran intradigital dan
mencakup jari-jari kaki depn dan belakang. Pemakan buah-buahan, bercakar , kaki belakang
lebih kecil, gigi tajam, nokturnal dan pandai terbang. Contoh: kalong (Pteropus edulis),
kelelawar insectivora (Myotes sp), Eptesicus sp, dan vampir (Desmadus sp).
 Ordo Edentata (xenarthea).
Contonya kukang (Bradypus sp), berbulu panjang, gigi tidak berlapis email, makan
daun, buah, dan burung. Contoh lain adalah: Mirmacophagus sp pemakan semut ( di amerika)
dan Desypus novemcinta (armadillo di amerika).
 Ordo Rodentia.
Beranggotakan 1170 spesies. Sejauh ini rodentia merupakan ordo yang paling besar
dalam kelas mamalia. Nama rodentia berasal dari bahasa latin yang berarti “mengerat”. Pada
ordo ini baik rahang bawah dan rahang atas memiliki pasangan gigi depan yang besar (gigi
seri) yang mencegah keausan dengan cara tumbuh terus menerus. Tidak mempunyai taring,
hidup pada berbagai habitat. Contoh: tupai (tupai pohon (Sciurus sp), tupai tanah (Citellus
sp) ,tupai gunung (Thamas sp), marmut, hamster, tikus putih, mencit, landak dan lain-lain).
 Ordo Lagomorpha.
Meliputi kelinci atau tarlewu, dan pika. Jari kaki dengan cakar, ekor pendek, kuat dan
dapat digerakkan. Gerakkan rahang ke lateral dan makan tumbuh-tumbuhan. Contohnya: pika
( Ochotona sp, lepus sp), segala macam kelinci (oryctologus cuniculus).
 Ordo Carnivora.
Meliputi anjing, kucing, anjing laut, rakun,beruang, anjing laut, singa laut, dan beruang
laut. Jari-jari 4-5, semua dengan cakar, kaki dapat digerak-gerakkan, radius, ulna, tibia, dan
fibula terpisah. Gigi seri kecil, bertaring, uterus bertanduk. Ada tiga golongan karnivora,
yaitu:
Creodonta (telah punah).
Fissifedia.
Terdiri atas Canis lupus (serigala), Canis familiaris (anjing rumah), Urocon sp (rubah),
Vulpus sp (rubah merah), Procyon lotor (rakun), Ailurus sp (panda cina), Thalarclos sp
(beruang kutub), beruang ( ursus horribilis), keluarga felis, dan lain-lain.
Pinnipedia.
Anjing laut (Eumetopias jubata), Zalophus sp (singa laut), Phoca sp (anjing laut), dan
Mirounga sp.
 Ordo Cetacea.
Contoh pada ordo ini ikan paus dan lumba-lumba. Tunuh bentuk kumparan, kepala
panjang, ada yang dengan kaki depan (flipper) seperti pendayung. Tidak mempunyai cakar,
dan kaki belakang. Ekor panjang, dan berakhir menjadi daun daging. Tidak mempunyai
email, lubang hidung kecil di bagian kepala, kulit lunak, tidak berambut, tidak mempunyai
kelenjar kulit, tapi mempunyai kelenjar air susu, kelenjar air mata, dan lapisan lemak di
bawah kulit. Ordo ini dibagi tiga:
Archaeoceti (telah punah).
Odontoceti.
Ikan paus bergigi (2-40), satu lubang hidung. Contohnya: Phyceter catodon, Phocaena
sp (dolphin air tawar), dan Orvhinus Sp (ikan paus buas).
Mysticeti
Tidak mempunyai gigi dan lubang hidung dua. Contoh: Euphasia sp (panjamg 5 cm),
Palaenoptera musculus (ikan paus biru dengan panjang 30 m, merupakan gewan terbesar).
 Ordo Tubulidentata,
Telinga dan moncong panjang, mulut tubular, gigi susu banyak, gigi permanen jarang
(tidak mempunyai gigi seri dan taring),gigi tidak berakar dan tidak beremail. Contoh:
Orycpus sp di Afrika.
 Ordo Ungulata (hewan berkuku).
Ada dua golongan ordo ini, yaitu:
Artiodoctyla
Hewan berkaki genap, kaki panjang, dua jari (jarang 4) dibungkus oleh sebuah tracak,
sebagian besar kepalanya bertanduk, lambung terbagi menjadi 4 kompartemen (rumen,
retikulum, omasum, abomasum), terdapat di semua benua, kecuali Australia. Golongan ini
juga dibagi menjadi dua, yaitu:
 Bunodontia.
Babi, taring besar dan ada yang melengkung. Contoh lain adalah Sus scrofa (babi
eropa), Phacochaerus sp, Hipopotamus amphibius ( kuda nil).
 Ruminantia.
Gigi berjumkah 32, tidak mempunyai taring, lambung memiliki 4 kompartemen.
Contoh: Camelus (unta), Auchenia sp , Trangulus sp, Rangifer sp, Cervus sp, Giraffa sp,
Antilocarpa sp, Ovis, Aries sp, Bison sp, Bulbalus sp, dan sapi.
Perissodactyla.
Berkuku ganjil, tubuh besar, kaki panjang, ada kukunya, dan lambung sederhana.
Contoh: Equus caballus, Equus asinus, Tapirus sp, Equus zebra, dan Rhynoceros sp.
 Ordo Probosoidea.
Merupakan mamalia berbelalai, belalai merupakan modifikasi dari hidung dan bibir
atas yang menjadi panjang. Kepala besar, telinga lebar dan pipih, leher pendek, tubuh besar,
kulit tebal tetapi jarang berambut, dan banyak ciri lainnya. Contoh: Elephas maximus,
Loxodonta africana, dan Elephas cyclotis.
 Ordo Hyracoidea.
Kecil, jari depan berjumlah empat, jari belakang berjumlah tiga, telnga dan ekor
pendek. Contohnya: Procavia (hyrax) sp. Terdapat di Africa seperti marmut.
 Ordo ordo serania.
Kaki depan seperti alat pengayuh, tidak ada belakang, ekor dangan daun berdaging,
moncong tumpul, mulut kecil, bibir lebar, tidak mempunyai telinga luar. Gigi dengan email,
tubuh sedikit berbulu, lambung kompleks, hidup di laut dan air tawar, serta herbivora.
Contoh; Trychecus sp, halicore dugong, dan Hydrodamalis sp.
 Ordo Primata.
Primata merupakan mamalia yang matanya stereoskopik menghadap kedepan.
Contohnya: kera, lemur, monyet, dan manusia.
D. Sistem-sistem dalam kelas Mammalia
1. Sistem Otot.
Untuk mendeskripsikan sistem otot pada mamalia sangat sulit karena sangat beraneka
ragam bentuknya. Otot pada ikan lebih banyak dikonsentrasikan pada gerakkan lengkung
insang, sedangkan gerakkan pada mamalia terpusat pada wajah, leher, dn punggung. Otot-otot
pada mamalia yang sangat berkembang meliputi otot ekspresi wajah, otot kelopak mata otot
hidung, dan otot bibir. Otot-otot tersebut mampu bergerak atau menggerakkan kulit dan
menegakkan rambut.
2. System sirkulasi.
System sirkulasi mamalia lebih maju dari pada vertebrata lain, memiliki empat ruangan
jantung yang terdiri dari 2 atrium dan 2 ventrikel. Sempurnanya sekat rongga interatrium dan
intervenrikel, menyebabkan pembagian yang sempurna antara darah venosus dan arteriel.
Atrium kanan dihubungkan dengan ventrikel kanan oleh katub trikuspidalis, sedangkan
atrium kiri dan ventikel kiri dihubungkan oleh katub mitral atau bikuspidalis. System aorta
berasal dari bagian lengkung aorta sebelah kiri, lengkung aorta sebelah kanan menjadi arteria
subklavia kanan. Semua vena kava langsung masuk ke atrium kanan, sedangkan vebus
venosus pada saat embrio.eritrosit mamalia bersifat enukleat (tidak berinti sel).
3. System pencernaan.
Ada sejumlah ciri unik yang merupakan karakteristik system pencernaan mamalia.
Umumnya mamalia mempunyai gigi, bibir umumnya dapat digerakkan kecuali Monotremata
dan paus, kelenjar oral (mulut) khususnya berhubungan dengan sekresi atau pengeluaran
lender. Oleh karenanya mamalia umumnya hidup terrestrial. Beberapa kelenjar yang ada di
oral ntara lain kelenjar parotis, submaksilaris, dan kelenjar sublingual, khususnya kelenjar
saliva. Lidah pada sebagian besar mamalia, kecuali paus, berkembang sangat baik dan bias
bergerak menjukur dan retraksi karena adanya sejumlah otot intrinsik. Bagian permukaan
lidah terdapat tipe papillae yang terhubung dengan tunas rasa. Esophagus mudah dibedakan
dari lambung kelenjar dan panjangnya tergantung pada panjang leher. Lambung mamalia
menunjukkan berbagai macam bentuk dan ukuran yang berhubungan dengan kebiasaan
makan. Lambung sangat kompleks terdapat pada ruminansia (pemamah biak), paus dan
sirenian. Lambung hewan pemamah biak ada 4 bagian.yaitu rumen, reticulum, omasum atau
psalterium, dan abomasum. Usus kecil secara proporsional panjang dan bergulung-gulung,
panjangnya berhubungan dengan kebiasaan makan. Usus kecil hewan herbivore cenderung
lebih panjang dibandingkan hewan insektivora atau karnivora. Ada caecum (usus buntu) pada
sambungan antara kolon dan usus kecil. Kaekum umumnya kecil pada hewan karnivora,
tetapi cukup panjang pada hewan herbivora. Pada Monotremata masih mempunyai kloaka.
Tapi pada mamalia yang lebih tinggi tidak ditemukan lagi.
4. System pernapasan.
System pernapasan pada mamalia tidak sekompeks pada burung. Di depan celah pada
dasar faring terdapat katup ruang rawan (epiglotis). Udara masuk melalui glottis ke laring dan
masuk kedalam trakea. Gerakkan udara dalam trakea didorong oleh cincin tulang rawan.
Selanjutnya udara menuju bronkhus utama lalu dalam cabang bronkhus dan bronkheolus yang
lebih kecil,dan akhirnya berakhir dalam alveolus. Pada sirenia, paru-paru diperluas dan
menpunyai kapasitas relatip besar serta proporsional dengan ukuran tubuh mamalia tersebut.
Pada paus, dan lumba-lumba, ketika mereka menyelam dikedalaman 70 m alveolusnya akan
melipat untuk mencegah perubahan tekanan gas saat menyelam dan narkosis oksigen. Saat
penyelaman, detak jantung rata-rata berkurang sekitar 10 kali permenit dan darah secara
otomatis akan berhenti dari kulit. Darah dari otot tubuh dan daerah ekor dialirkan untuk
menyuplai ke bagian otak dan jantung. Mamalia penyelam memiliki sejumlah mioglobin
berwarna merah gelap yang terletak di jaringan otot, fungsinya menyerupai hemoglobin.
5. System urogenital.
Kedua ovaria mamalia biasanya fungsional dalam menghasilkan ovum. Ada sepasang ov
iduk. Saluran ini pada monotremata hanya bagian kiri saja. Bagian distal tuba falopii pada
hewan marsupialia dan eutheria mengalami perluasan sampai uterus dan menjadi tempat
perkembangan embrio. Embrio mamalia seperti halnya burung dan reptil dilindungi oleh
membrane fetal disebut amnion. Testis mamalia terletak jauh di posterior tubuh. Testis
tersebut ada yang berada dalam rongga tubuh, atau di luar dan terletak pada skrotum. Mamalia
jantan hanya memiliki satu penis. Penis pada monotremata terletak pada dasar kloaka. Tapi
pada mamalia tingkat tinggi terletak pada sarung yang dibagian eksternalnya membuka lebar.
Mamalia dewasa seperti amniota lain memiliki ginjal metanefros dan mempunyai kandung
kemih. Ginjal mamalia tidak hanya berhubungan dengan eliminasi sisa-sisa nitrogen dalam
bentuk urea dari hasil metabolism tubuh tetapi juga untuk mengatur keseimbangan air tubuh.
6. System saraf.
Sistem saraf mamalia berkembang lebih kompleks dibanding vertebrata lain. Belahan
cerebrum (otak besar) berasal dari telencephalon. Lapisan luar (korteks) cerebrum sebagian
besar berupa sel-sel saraf sehingga nampak berwarna abu-abu. Belahan otak besar kanan dan
kiri di gabungkan oleh carpus callosum. Lobus olfaktiori pada mamalia relative lebih kecil
dibandingkan dengan vertebrata lain. Diencepalon bagian dorsal disebut epitalamus, bagian
lateral disebut thalamus, dan bagian ventral disebut hipotalamus. Cerebellum pada mamalia
sangat naik perkembangannya sebagai pusat control gerakan tubuh. System saraf pusat
dikelilingi oleh 3 lapisan pelindung atau meninges, yaitu bagian dalam berhubungan dengan
system saraf itu sendiri, piamater, dan arahnoidea. Mamalia memiliki 12 pasang saraf cranial,
dan saraf spinal pada tulang belakang.
7. Organ indra.
Meskipun lobus olfaktiori tidak begitu besar dibandingkan dengan vertebrata
rendah , indera penciuman pada mamalia berkembang baik. Indera pemciuman
tidak hanya mendeteksi musuh dan makanan. Efisiensi system sensori ini
berkembang sangat kompleks, tapi pada paus organ olfaktori ini diyakini tidak
berfungsi secara esensial.
Mata mamal pada dasarnya mirip vertebrata lain, walaupun tentu ada modifikasi
sehubungan dengan tingkah laku. Telinga mamal memiliki cuping dengan corong
suara memancar ke kanal luar auditori. Bagian dorsal telinga dalam mamal
terutama berisi tiga kanal semisirkular merupakan organ sangat esensial untuk
keseimbangan atau orientasi kedudukan.
Kholea umumnya bergulung untuk mengakomodasi panjang. Telinga bagian
tengah berisi tiga osikulasi yang mentransimilasikan vibrasi dari membrane
timpani ke telinga bagian dalam. Alat auditori beberapa mamal menunjukan
spesialisasi. Kelelawar, paus dan pinniped mampu mendeteksi suara gema yang
dihasilkan sendiri untuk mendeteksi adanya obyek di lingkungan saat hewan itu
bergerak.
8. Kelenjar endokrin
Puncak perkembangan kelenjar endokrin terjadi pada mamalia. Sejumlah hormone
dihasilkan oleh berbagai bagian kelenjar ini. Beberapa hormone untuk mengatur
Aktifitas kelenjar endokrin lain. Misalnya kelenjar tiroid, adrenal dan kelenjar
gonad, menghasilkan sekresi hormone tirotrofik, adrenokortikotrofik,
gonadotrofik. Kelenjar endokrin ada yang berfungsi mengatur aktivitas tubuh
seperti pertumbuhan, metbolisme lemak, karbohidrat, dan sekresi urin. Kelenjar
pinel di atap encephalon kurang reseftif terhadap cahaya, lebih difokuskan pada
ritme harian dalam sintesis serotonin, dan melatonin.
9. Sistem integument
Spesialisasi mamal berhubungan dengan sistem integument. Kelenjar susu, kulit
dan kelenjar kulit, rambut dan kelenjar rambut, tanduk, kuku, cakar, dan kelenjar
kuku pada dasarnyamerupakan bagian dari integumentum atau asesorisnya.
Integumentum berupa kulit yang tersusun atas lapisan luar yang tipis disebut
epidermis dan lapisan lebih tebaln didalam dinamakan dermis. Secara embriologis
integumentum berasal dari lapisan ectoderm. Sistem integumentum berfungsi
untuk melindungi tubuh terutama agar tidak terinfeksi. Rambut juga membantu
memberikan keamanan bagi tubuh. Berkuranya rambut pada mamal tersterial
biasanya akibat tebalnya kulit.
Fungsi paling penting dari sistem integumentum mamal adalah membantu
Pengaturan suhu tubuh oleh karena fungsi dari kelenjar keringat. Kulit juga
berperan dalam Perlindungan tubuh dari temperature tinggidan radiasi sinar
matahari. Mamal gurun cenderung mempunyai pigmentasi kulit lebih gelap dari
pada mamal yang idup di daerah lain.

Anda mungkin juga menyukai