Anda di halaman 1dari 3

ETIKA BISNIS

BUDAYA KERJA YANG BERETIKA PT. TIMAH (Persero) Tbk

Budaya kerja yang beretika dalam perusahaan adalah budaya yang memiliki
pengaruh kejiwaan yang besar dalam membentuk perasaan, pikiran, pembicaraan,
sikap kerja dan tindakan karyawan dalam bekerja.
Penerapan budaya kerja yang beretika secara menyeluruh oleh karyawan PT
Timah (Persero) Tbk akan membentuk tata nilai organisasi dan tata nilai pribadi yang
serasi dan yang pada gilirannya akan menimbulkan suasana kerja positif dalam
menumbuhkan landasan sikap kerja karyawan PT Timah (Persero) Tbk
Di dalam suatu perusahaan berkumpul banyak orang dengan berbagai
karakter yang harus bekerja sama bahu membahu untuk mencapai tujuan perusahaan.
Meskipun adanya perbedaan sikap hidup, tata nilai, atau sikap kerja masing-masing
orang, sebagai satu kesatuan mereka harus selaras atau menyelaraskan diri dengan
budaya kerja perusahaan demi tercapainya tujuan perusahaan.
Budaya kerja yang beretika , yang akan menyearahkan tata nilai organisasi
dengan tata nilai pribadi akan menumbuhkan "Karyawan pt. Timah" yang unggul,
tangguh & bermartabat.
Budaya kerja yang berlandaskan etika pada PT. Timah (Persero) Tbk yang
ditanamtumbuhkan adalah budaya kerja 3K berlandaskan pada :
1. KEBERSAMAAN
2. KETERBUKAAN
3. KEBERSIHAN
Setiap karyawan Timah harus dapat menyelaraskan diri dengan budaya kerja
beretika 3K. Mereka yang sulit menyelaraskan diri, perlu menentukan sikap yang
jelas, karena perusahaan tidak akan mengubah budaya kerja hanya semata-mata untuk
kepentingan satu dua orang saja.
Dengan demikian semua karyawan PT Timah (Persero) Tbk harus menempa
diri untuk menyamakan dan menyatukan keyakinan dan tekad guna menerapkan sikap
kerja yang berlandaskan budaya kerja 3K dan meninggalkan budaya kerja yang tidak
sesuai. Bila kita semua dengan tekad bulat dan sepenuh hati menghayati dan
menerapkan sikap kerja yang berlandaskan budaya kerja 3K, maka Wawasan Usaha
Timah pasti akan dapat tercapai

• Kebersamaan.
Landasan kebersamaan harus kita tempatkan dalam jiwa masing-masing,
untuk menghayati: masalahmu adalah masalahku dan kepentinganku adalah
kepentinganmu. Dengan penghayatan tersebut akan terbangkitkan semangat
kebersamaan untuk menggalang kekuatan mencapai tujuan perusahaan.
Tujuan perusahaan adalah tujuan bersama yang hanya akan dapat dicapai
dengan semangat kebersamaan dalam bekerja.

Paham egoisme dan arogansi sektoral, yaitu menganggap dirinya atau


satuan kerjanya.
1.Yang paling penting
2.Yang paling berjasa
3.Lebih diperlukan daripada yang lain
4.Lebih hebat daripada yang lain,

Akan menimbulkan situasi kerja yang tidak serasi, dan berakibat masing-
masing berjalan dengan cara dan kepentingannya sendiri-sendiri. Sepandai
apapun diri kita, apabila tidak mempunyai semangat kebersamaan, tujuan
perusahaan tidak akan tercapai.
• Keterbukaan
Landasan Keterbukaan adalah kesiapan diri dalam membuka peluang
berkomunikasi terhadap gagasan, saran, pembaharuan, dan teknologi yang
berkembang di luar kita. Keterbukaan akan menumbuhkan sikap dan kekuatan
untuk selalu melakukan pembaharuan yang berdayaguna dalam menghadapi
persaingan.
Untuk memiliki budaya kerja yang beretika keterbukaan, syarat pokok
yang diperlukan adalah kemampuan berkomunikasi aktif. Anggapan bahwa kita
telah melakukan yang terbaik dan benar harus diuji kembali dan dirumuskan
dengan membandingkan perkembangan di luar perusahaan.
• Kebersihan
Landasan Kebersihan memiliki arti yang luas, mencakup bersih lahir dan
bersih batin.
Bersih lahir diungkapkan melalui tindakan-tindakan yang tidak merusak
lingkungan dan tidak mengganggu kenyamanan suasana kerja orang lain. Tidak
merusak lingkungan berarti perusahaan dapat memberikan manfaat lebih bagi
masyarakat sekitarnya, dan tidak mengganggu kenyamanan suasana kerja orang
lain diartikan bahwa lingkungan tempat kerja harus selalu bersih, tertata harmonis
dan sistematis.
Bersih secara batin adalah sikap tulus dan jujur yang dapat membedakan
tindakan yang baik dan yang buruk, yang benar dan yang salah, yang halal dan
yang haram.
Kita harus berbudaya bersih agar mampu mengendalikan diri,
menolakkomisi, suap, menghindari manipulasi dan korupsi, menolak pemberian
dalam bentuk apapun yang dapat merusak moral dan mengganggu pekerjaan serta
merugikan perusahaan. SIKAP KERJA PT Timah (Persero) Tbk