Anda di halaman 1dari 7

MODUL 8

AKTIVA

Setalah mempelajari materi ini diharapkan mahasiwa mampu menjelaskan:


1. Definisi Aktiva
2. Jenis-jenis metode pengukuran aktiva
3. Pengakuran Aktiva
4. Pelaporan atau penyajian dari Aktiva

I. DEFINISI AKTIVA
Definisi tentang aktiva ini berkembang dan berubah, mari kita lihat dua definisi
berikut ini:
a. APB Statement (1970,132) mendifinisikan asset sebagai berikut:
Kekayaan ekonomi perusahaan, termasuk di dalamnya pembebanan yang
ditunda, yang dinilai dan diakui sesuai dengan prinsip akuntansi yang
berlaku umum.
b. Sementara itu, definisi menurut FASB (1985) sebagai berikut:
Asset adalah kemungkinan keuntungan ekonomi yang diperoleh atau
dikuasai di masa yang akan datang oleh lembaga tertentu sebagai akibat
transaksi atau kejadian yang sudah berlalu.

Dari dua difinisi di atas, dafinisi menurut FASB yang diadopsi oleh IAI
melalui PASK N0.1 dan PSAK Kerangka Dasar Laporan Keuangan.

II. PENGUKURAN/PENILAIAN AKTIVA


Kata-kata pengukuran dengan penilaian adalah sama.
Pengukuran adalah:Pemberian suatu kuantitas numeric atau nilai moneter atau
satuan nilai rupiah pada perkiraan-perkiraan aktiva di Neraca.
Tujuan pengukuran adalah: keinginan untuk dapat menafsirkan laporan
keuangan menurut ukuran-ukuran ekonomi, atau dari nilainya bagi pembaca.
PROSES PENGUKURAN
Pengukuran dalam akuntansi adalah proses memberikan jumlah moneter
kuantitatif yang berarti pada objek atau peristiwa yang berkaitan dengan
suatu badan usaha, yang diperoleh sedemikian rupa sehingga jumlah itu
sesuai untuk agregasi yang disyaratkan untuk sistuasi-situasi tertentu.
Pengukuran biasanya dilakukan dalah satuan moneter. Jangan dilupakan
bahwa data non moneter, seperti kapasitas produksi dalam ton atau jumlah
pegawai , seringkali relevan untuk prediksi dan pengambilan keputusan. Para
akuntan selama bertahun-tahun sudah mengetahui adanya kebutuhan akan
penyajian informasi semacam ini. Oleh karena itu mereka kerap kali
menempatkannya dalam catatan kaki atau di tempat lain dalam laporan
keuangan.
Karena aktiva mempunyai beberapa atribut, pengukuran dan publikasi
lebih dari satu atribut mungkin relevan bagi investor dan pemakai lain laporan
keuangan. Oleh karena itu, konsep-konsep penilaian bias saja saling
melengkapi dan juga saling bersaing satu sama lain
Berikut ini akan dijelaskan jenis-jenis pengukuran yang digunakan dalam
aktiva.
1. HARGA PERTUKARAN
Karena barang dan jasa pada umumnya dipertukarkan dengan
ukuran uang, logislah jika harga pertukaran (harga pasar) seharusnya
relevan dengan pelaporan eksternal. Selain itu, karena keputusan ekonomi
hanya dapat mempengaruhi hasil berjalan dan hasil masa depan, harga
pertukaran masa berjalan, (current exhange price) dan harga pertukaran
masa depan (future exhange price) secara potensial sama relevannya
dengan harga pertukaran masa lalu. Oleh karena itu, ketiga jenis harga
pertukaran ini harus ditelaah.
Harga pertukaran diambil dari pasar. Tetapi ada dua pasar tempat
perusahaan beroperasi dan, karenanya, ada dua jenis harga atau nilai
pertukaran, yaitu:
1. Nilai keluaran, dan nilai
2. Nilai masukan.
Nilai keluaran mencerminkan dana yang diterima oleh suatu perusahaan,
yang didasarkan terutama pada harga pertukaran untuk produk atau
keluaran perusahaan itu. Nilai masukan mencerminkan ukuran imbalan
yang yang diserahkan untuk memperolah (membeli) aktiva yang
digunakan oleh suatu perusahaan dalam operasinya. Di bawah ini
diberikan daftar nilai masukan dan nilai keluaran.
Tabel 1
Dasar-Dasar Pengukuran Aktiva
Nilai Masukan Nilai Keluaran

Masa lalu Biaya histories Harga jual masa lalu


Masa berjalan Biaya penggantian Harga jual masa berjalan
Masa depan Biaya yang diharapkan Nilai realisasi yg diharapkan

UKURAN MASUKAN
Berikut ini akan dijelaskan jenis-jenis ukuran masukan:
1. BIAYA MASUKAN HISTORIS (Historical Input Cost)
Biaya histories didefinisikan sebagai harga agregat yang dibayarkan oleh
perusahaan untuk memperoleh kepemilikan dan penggunaan suatu aktiva,
termasuk semua pembayaran yang diperlukan untuk mendapatkan aktiva itu
di lokasi dan dengan kondisi yang disyaratkan agar aktiva itu dapat
memberikan manfaat dalam produksi dan operasi perusahaan lainnya.

2. BIAYA MASUKAN MASA BERJALAN (Current Input Cost)


Biaya masa berjalan merupakan harga pertukaran yang diperlukan saat ini
untuk memperoleh aktiva yang sama atau setaranya. Jika ada pasar tempat
aktiva-aktiva yang serupa dibeli atau dijual, harga pertukaran dapat diperoleh
dan dihubungkan dengan aktiva yang dimiliki, harga ini menunjukan nilai
maksimum bagi perusahaan, kecuali untuk periode yang sangat singkat
sampai bias didapat penggantian.

Biaya masa berjalan telah menjadi dasar penilaian yang penting dalam
akuntansi, khususnya untuk menyajikan informasi mengenai dampak inflasi
pada perusahaan. Dalam banyak situasi , biaya masa berjalan merupakan
ukuran nilai wajar yang tepat, entah dalam menetapkan harga perolehan awal,
atau dalam menetapkan nilai maksimum.
Para kritikus yang mendukung penggunaan biaya historis sampai Paling tidak
titik penjualan menunjukkan beberapa kelemahan dalam penggunaan biaya
masa berjalan:
a. Biaya masa berjalan tidak tersedia untuk barang musiman dan barang yang
mengikuti mode serta barang-barang yang diproduksi dengan metode-
metode usang. Estimasi nilai masukan masa berjalan untuk barang-barang
ini mungkin bersifat subjektif.
b. Perubahan dalam biaya masa berjalan tidak selalu mencerminkan
perubahan dalam harga penjualan masa berjalan.
c. Kenaikan dalam biaya akan menghasilkan keuntungan yang dicatat dalam
periode berjalan walaupun belum direalisasi melalui penjualan.
d. Keuntungan atau kerugian yang disebabkan oleh perubahan dalam harga
masukan spesifik akan termasuk dalam laba bersih operasi kecuali jika
harga pokok penjualan, dan juga persediaan akhir, dinilai sebesar biaya
yang berlaku pada saat penjualan.

3. NILAI TAKSIRAN
Istilah nilai taksiran mengacu pada suatu estimasi nilai biaya masa
berjalan yang sistematik. Jika suatu taksiran didapat untuk aktiva tetap suatu
perusahaan yang going concern, taksiran itu menunjukkan estimasi biaya
penggantian atau biaya repoduksi masa berjalan dikurangi penyusutan sampai
ke tanggal taksiran.
4. NILAI WAJAR
Istilah nilai wajar selama ini digunakan terutama dalam bidang pelayanan
masyarakat untuk mengacu pada jumlah total yang akan mendatangkan
imbalan yang wajar bagi investor. Nilai wajar adalah kombinasi dasar-dasar
penilaian yang ditentukan oleh komisi dan pengadilan untuk tujuan yang
spesifik.

5. NILAI REALISASI BERSIH (Net Realizable Value)


Bila biaya penggantian tidak tersedia, biaya itu kadang-kadang dapat
diestimasi dengan mengurangkan margin laba kotor yang normal dari nilai
realisasi bersih ( Estimasi harga jual dikurangi biaya tambahan yang
diharapkan).

6. NILAI MASUKAN MASA DEPAN YANG DIDISKONTOKAN


(Discounted Future Input Cost)
Jika harga, menurut persyaratan dalam kontrak, akan dibayarkan di suatu
saat mendatang, biaya aktiva haruslah sebesar nilai kewajiban kontraktual yang
didiskontokan ke waktu sekarang. Harga ini juga direkomendasikan untuk
kasus-kasus dimana perusahaan mempunyai pilihan untuk membeli jasa jika
dibutuhkan saja, dan bukan dalam satu satuan sekaligus (lump sum).

UKURAN-UKURAN KELUARAN
Harga keluaran menunjukan jumlah kas, atau nilai imbalan lainnya yang diterima
ketika aktiva atau manfaatnya meninggalkan perusahaan dalam suatu pertukaran atau
konversi.
Ukuran-ukuran keluaran aktiva adalah sebagai berikut:
1. NILAI REALISASI BERSIH
Nilai realisasi bersih adalah harga keluaran masa berjalan dikurangi nilai masa
berjalan semua perkiraan biaya dan beban tambahan yang berhubungan dengan
penyelesaian, penjualan, dan penyerahan barang.
2. SETARA KAS MASA BERJALAN
Setara kas masa berjalan ini menunjukkan jumlah kas atau daya beli umum yang
dapat diperoleh dengan menjual setiap aktiva menurut syarat-syarat likuidasi yang
tertib, yang mungkin diukur dengan harga pasar untuk barang dengan jenis yang
sama.
3. NILAI LIKUIDASI
Nilai likuidasi serupa dengan harga keluaran masa berjalan dan dengan setara kas
masa berjalan, kecuali bahwa nilai likuidasi diperoleh dari kondisi pasar yang
berbeda.
4. PENERMAAN KAS MASA DEPAN YANG DIDISKONTOKAN
Secara konseptual, nilai sekarang ditentukan dengan proses pendiskontoan. Tetapi
pendiskontoan menyangkut bukan hanya suatu estimasi biaya kesempatan dari uang
tersebut, tetapi juga suatu estimasi probabilitas diterimanya jumlah yang
diharapkan.
5. NILAI TERENDAH ANTARA HARGA PASAR DAN HARGA POKOK
(LCM)
Penetapan harga terendah antara harga pasar dan harga pokok mengacu pada prinsip
konservatisme. Dalam kondisi ekonomi tidak stabil (inflasi), PSAK kita
menyatakan dapat menggunakan pengukuran dengan LCM untuk aktiva
perusahaan.

III. PENGAKUAN AKTIVA


Pengakuan adalah waktu atau saat diperolehnya aktiva sampai dengan waktu dimana
aktiva tersebut tidak ada lagi di perusahaan. Artinya, bahwa aktiva mulai diakui pada
tanggal perolehaanya dan akan berakhir pada saat aktiva tersebut tidak ada lagi di
perusahaan (dijual, hilang, rusak/dihapuskan).
IV. PELAPORAN AKTIVA
Aktiva dilaporkan di neraca pada posisi sebelah kanan, jika berbentuk T-Account.
Dan akan dilaporkan pada posisi paling atas jika berbentuk laporan. Dasar
pelaporan atau penyajian aktiva adalah tingkat likuiditas. Perkiraan aktiva yang
paling likuid akan dilaporkan paling atas dan perkiraan yang berikutnya adalah
perkiraan yang semakin tidak likuid.

Contoh:
AKTIVA
Current Assets:
Kas dan bank
Surat-surat Berharga
Piutang wesel
Piutang Dagang
Persediaan
Investasi Jangka Panjang
Aktiva Tetap Berwujud:
Tanah
Gedung
Peralatan
Aktiva tetap Tidak Berwujud:
Goodwill
Patent
Merk Dagang
Aktiva Lain-lain