Anda di halaman 1dari 11

PERANG DUNIA 1

A.Sebab-sebab terjadinya perang.


Perang dunia 1 pada tahun 1914 sampai tahun 1918 sebernanya hanya terjadi di
eropa.

Faktor-faktor penyebab pecahnya perang dunia 1 dapat dibedakan menjadi


dua,yaitu sebab umum dan sebab khusus.Sebab umum adalah sebab-sebab yang sudah
lama ada,tetapi belum menyebabkan pecahnya perang.Sebab khusus yaitu peristiwa yang
menyebabkan pecahnya perang secara langsung.

1.Sebab-sebab umum
Sebab umum terjadinya perang dunia 1 dapat dikelompokan menjadi tiga yaitu
terjadinya pertentangan antara beberapa negara di eropa,terbentuknya aliansi2,dan
terjadinya perlombaan senjata.

a.terjadinya pertentangan antarnegara di eropa.

Yang menyebabkan terjadinya permusuhan tersebut adalah terjadinya


persaingan,baik dalam bidang politik,ekonomi,maupun dalam memperebutkan wilayah
jajahan.

Adapun pertentanganantar negara eropa tersebut,antara lain sebagai berikut:

1) pertentangan antara jerman dan inggris.


prtentangan antara dua negara ini terjadi karena adanya persaingan dalm tiga
hal,yaitu sebagai berikut:

a) Bidang industri
b) Perebutan daerah jajahan
c) Armada angkatan laut

2) Pertentangan antara jerman dan perancis


Negara jerman pernah tepecah menjadi negara-negara kecil . pemecahan jerman it
dilakukan dalam kongres wina tahun 1815.jerman berusaha mempersatukan kembali
negaranya dan it bersahil.Dalam perang perang tersebut jerman berhasil mengalahkan
perancis.Tindakan tersebut dianggap sebagai penghinaan oleh perancis.Oleh,karena itu
timbulah rasa dendam dan ingin membalas dendam pada diri rakyat perancis.

3) pertentangan antara jerman dan turki melawan rusia.


Jerman dan rusia berebut pengaruh di timur tengah.Sejak abad ke 18,Rusia
menjalankan politik air hangat,yaitu upaya mencari pelabuhan yang tidak
membekudi musim dingin.

4) Pertentangan Rusia Melawan Austria-Hongaria


Baik Rusia maupun Austria-Hongaria berusaha menanamkan pengaruhnya
disemenanjung Balkan. Dalam menjalankan politik Air Hangatnya, Rusia membantu
gerakan Serbia Raya. Tindakan Rusia ini maengakibatkan ketegangan di kawasan
tersebut,dan sekaligus memicu pecahnya Perang Dunia 1.

5) Pertentangan antara Austria Melawan Italia


Italia menganggap beberapa daerahnya,yaitu Tirol selatan,Dalmatia,dan Istia yang
dikuasai Austria merupakan ”Italia Irredenta”, yaitu daerah yang dikuasai musuh dan
harus di bebaskan untuk menjadi milik Italia.

b.Adanya Politik Aliansi(Persekutuan)


Adanya persaingan antarnegara Eropa menimbulkan kekhawatiran dari tiap
negara tersebut,yaitu khawatir akan adanya serangan dari negara yang menjadi
saingannya.Negara-negara Eropa membentuk Aliansi/persekutuan.Adapun persekutuan
itu adalah sebagai berikut:
1)triple Aliantie atau Drie Bund yang dibentuk tahun 1882, beranggotakan negara
Jerman,Austri-Honggaria, dan Italia.
2)Triple Entanate yang dibentuk tahun 1907, beranggotakan negara Prancis, Rusia,
dan Inggris.

c.Terjadinya Perlombaan Senjata


Kedua persekutuan yang terbentuk di Eropa saling mencuriagai. Masing-masing
merasa khawatir jika suatu sat lawan akan menyerang mereka. Untuk menghadapi
kemungkinan itu masing-masing persekutuan mempersenjatai diri. Akibatnya, terjadilah
perlombaan dalam pembuatan senjata. Situsi di Eropa membuuat keadaan semakin
memnas.

2. SebabKhusus

Peristiwa yang memnjadi sebab khusus pecahnya perang Dunia 1 adalah


terbunuhnya pytra mahkota Ausyria-Hongaria yang bernama Frans Ferdinand beserta
istrinya di Sarajevo, ibu kota Bosnia pada tanggal 28 Juni1914. Pembunuhnya ternyata
adalah Gavrilo Princip, seorang anggota tentara rahasia ”Tangan Hitam” dari Serbia yang
memiliki cita-cita melepaskan Balkan dari cengkraman Austria-honggaria. Austia-
Hongaria mmmmmenjadikan peristiwa itu sebagai alasan untuk memberikan ultimatum
pada Serbia yang selalu menentang kehadiran Austria-Hongaria di Balkan. Menurut
Serbia untuk menyerahka pelaku pembunuhan dalam waktu 2 X 24jam,Austria-Hongaria
juga memonta Serbia untuk menghentikan propoganda anti Austria di Serbia. Sikap keras
Austria mendapat dukungan dari Jerman. Serbia menolak ultimatum Austria-Hongaria
karena mendapat perlindungan dari Rusia. Akibatnya,sebulan kemudian pada tanggal 28
juli 1914, Austria menyatakan perang pada Serbia.

B.Jalannya Peperangan
Seminggu setelah pernyataan perang oleh Austria-Hongaria, negara-negara Eropa
terlibat dalam peperngan. Negara-negara yang terlibat dalam perang dunia 1 terbagi
menjadi dua blok, yaitu sebagai berikut.

1. Blok Sentral yang anggotanya terdiri dari Jerman dan Austria-Hongaria, Turki dan
Bulgaria. Jerman dan Austria-Hongaria merupakan Anggota inti Turki dan Bulgaria
bergabung di dalamnya karena kebenciannya terhadap Rusia, Italia yang semula
tergabung dalam Triple Aliantie berbalik dan memihak kepada Sekutu, karena wilayah
yang dianggap Italia Irredenta- nya tetap dikuasai Austria-Hongaria.

2. Blok sekutu dengan anggota intoinya adalah Triple Entante, yitu Inggris, Prancis,
dan Rusia. Kemudian negara-negara lain ikut bergabung dengan sekutu, antara lain:
a. Serbia bergabung dengan sekutu karena bermusuhan dengan Austria-Hongaria;
b. Jepang karena ingin merebut jajahan Jerman di Pasifik;
c. Amerika Serikat karenaJerman melakukan Perang Kapal Selam tak Terbatas. Kapal-
kapal Amerika Seriakat, antar lain kapal Lusitania dan kpal Susex di torpedokapal selam
Jerman hingga tenggelaam.

1. Peperangan di front barat


Pada bulan Agustius 1914 , Jerman menyerbu Prancis, Belgia dan Luxembrug agar
memudahkan tiba di garis pertahanan Prancis. Dalam dua minggu, pertahanan Sekutu di
Luik dan Namur Jebol. Karena ketahanan di tepi sumgai Marne, tentara Jerman
membelok keselatan langsung menujukota Paris.
Prancis mendapat n\bantuan dari tentara Inggris. Dengan adanya bantuan tersebut,
Jerman yang di pimpin Jendral Ludendrof tertahan dan menderita kekalahandi Verdum.
Sejak itu, tentara Jerman dan sekutu masing-masing bertahan di paritnya dan akhirnya
terjadi perang parit. Perang ini berlangsung sampai tahun 1918.

2. Peperangan di front timur


Pada peperangan tahun 1914, Jerman melancarkan serangan ke arah timur untuk
menduduki Rusia. Jendral Hindenburg dari Jerman berhasil memakasa Rusia
menandatangani Perjanjian Brest Litowks(1918).

C. Pihak Yang Berperang


Pihak yang berperang dalam PD I adalah pihak sentral atau disebut Blok Jerman yang
terdiri dari empat negara yaitu, Jerman, Austria, Turki dan Bulgaria, sedangkan lawannya
adalah Blok Sekutu atau disebut Blok Perancis.

Blok Perancis terdiri dari 23 negara yaitu antara lain Perancis, Inggrism Rusia, Serbia,
Belgia dan Rumania. Italia masuk ke blok Perancis tahun 1915 setelah mengumumkan
perang terhadap Austria, karena ingin mendapatkan daerah Tirol selatan, Istria dan
Delmatia milik Austria. Amerika Serikat juga ikut Blok Perancis tahun 1917, karena
Jerman menenggelamkan kapal Lusitania milik Amerika Serikat.

Pada awalnya di berbagai Front Jerman dapat mengalahkan lawan-lawannya yaitu sekutu,
tetapi karena adanya blokade dari sekutu maka kehidupan di Jerman sangat sulit
menyebabkan timbulnya pemberontak di dalam negeri Jerman yang dilakukan oleh kaum
separatis (komunis) untuk menggulingkan pemerintah Jerman.
Hal ini menyebabkan Jerman harus mengakhiri perangnya dengan meletakkan senjata
pada tanggal 11- November 1918 di Compugne (sebelah utara Paris),

Perang Dunia I berakhir dengan kekalahan Jerman dilanjutkan dengan perjanjian


perdamaian antara negara yang kalah perang terhadap negara-negara sekutu yaitu seperti
Perjanjian Versailles antara Jerman dengan negara sekutu pada tanggal 28 Juni 1919
dimana dalam perjanjian tersebut Jerman harus menanggung semua beban biaya perang.

Pemeran perjanjian Versailles adalah apa yang disebut sebagai the big four yang terdiri
dari Wilson (USA) Lioyd George (Inggris), Orlanda (Italia) dan Clemenceai (Perancis).

Walaupun perjanjian peradamaian telah dilaksanakan sebagai akhir dari perang dunia ini
tetapi dampak dari perang tersebut sangat dirasakan oleh negara-negara di seluruh dunia
khususnya negara Eropa dan Amerika. Untuk lebih jelasnya pembahasan terntang
Dampak PD I silahkan Anda simak uraian materi berikut ini.

4.
DAMPAK/AKIBAT PERANG DUNIA I
Setelah Anda menyimak uraian materi tersebut di atas, tentu sedikit banyak Anda
memperoleh gambaran tentang akibat/dampak perang dunia I ini dalam berbagai
bidang kehidupan.

Perang Dunia I
membawa
dampak/akibat
dalam berbagai
kehidupan
antara lain:
a. Bidang Politik
Dampak/akibat yang ditimbulkan adalah adanya perubahan teritorial dan
munculnya paham-paham baru.
Perubahan teritorial terjadi karena tenggelamnya empat negara besar
seperti Jerman, Turki, Rusia dan Austria, dan munculnya negara-negara
baru seperti Polandia, Hongaria, Cekoslowakia, Yugoslavia dsb, serta
adanya perubahan penguasaan terhadap daerah jajahan yang disebabkan
semua jajahan Jerman diambil alih oleh Inggris, Perancis Jepang dan
Australia.

Paham-paham politik baru yang muncul akibat PD I adalah Diktatorisme


karena demokrasi dianggap tidak mampu menyelesaikan kekacauan
politik maupun ekonomi.
Diktatorisme yang muncul adalah Nazi di Jerman Fascisme di Italia,
Nasionalisme di di Turki dan Diktatorisme Proktariat di Rusia.
Bagaimana jawaban Anda ? kalau sudah seseuai simak uraian berikutnya

b. Bidang Ekonomi
Akibat PD I yang ditimbulkan adalah adanya egoisme ekonomi yang
merajalela melalui penetapan perjanjian oleh negara-negara yang
menang perang terhadap negara yang kalah dan sebagai reaksinya.
timbullah paham-paham politik ekonomi seperti komunisme di Rusia,
Fascisme di Italia, Nazi di Jerman.

Dampak dari adanya kekacauan ekonomi dan nasinalisme seperti yang


dilakukan oleh negara-negara tersebut diatas, menyebabkan timbulnya
bea masuk yang tinggi sehingga menghentikan perdagangan
internasional. Hal tersebut berakibat terjadinya Over Produksi di
beberapa negara seperti USA dan Canada, yang akhirnya terjadi Malaise
atau krisis ekonomi tahun 1923 dan 1929.

Bagaimana Apakah Anda sudah paham ? kalau sudah simak uraian


materi berikutnya.
c. Bidang Sosial
Akibat yang ditimbulkan PD I adalah kesengsaraan dan kemiskinan
karena kehancuran perang dan munculnya gerakan emansipasi wanita
dimana selama perang berlangsung wanita perannya sama dengan laki-
laki yang banyak dibutuhkan digaris depan. Pengalaman wanita-wanita
ini memperkokoh perasaan sama antara wanita dan pria.
d. Bidang Kerohanian
Kesengsaraan yang ditimbulkan oleh peperangan menumbuhkan
keinginan untuk melenyapkan peperangan dan menciptakan perdamaian
yang kekal bagi ummat manusia. untuk itu munculnya gerakan
perdamaian yang berkembang antara tahun 1920-`931 yang di sebut
dengan LBB (Liga Bangsa-Bangsa).

Demikian uraian materi tentang akibat/dampak dari perang dunia I.


Selanjutnya simak uraian materi berikutnya.

Setelah berakhirnya perang dunia, maka cita-cita untuk menciptakan perdamaian yang
abadi dengan melenyapkan perang dari muka bumi, selalu timbul setelah orang
mengalami kengerian peperangan besar. Hal tersebutlah yang mendorong berdirinya Liga
Bangsa Bangsa (Leahue of Nations). Dimana LBB ini merupakan gagasan dari presiden
USA yaitu Woodrow Wilson. Beliau mengusulkan suatu konsep perdamaian yang
disebut dengan "Peace Without Victory".
Usul tersebut kemudian menjelma menjadi Wilson's Fourteen Poin (14 pasal perdamaian
Wilson). Pasal-pasal inilah yang akhirnya menjadi landasan lahirnya LBB pada tanggal
10 Januari 1920.

Pada awal berdirinya LBB mempunyai anggota 24 negara selanjutnya berkembang


menjadi 60 negara dengan berkedudukan di Jenewa, Swiss.
Dari uraian materi tersebut apakah Anda sudah memahami ? ataukah Anda sudah dapat
memberikan analisa apa sebenarnya yang menjadi tujuan berdirinya LBB ?.
Pada intinya LBB bertujuan menjamin perdamian dunia, melenyapkan perang,
mengadakan diplomasi terbuka dan menaati hukum internasional dan perjanjian
internasional. Dari penjelasan tersebut, apakah Anda sudah paham ? kalau sudah paham
lanjutkan simak uraian materi berikutnya.

Dalam susunan organisasi, LBB mempunyai empat badan utama yaitu Sidang Umum (the
council), Sekretariat Tetap (the secretary), Dewan Khusus dan Mahkamah Internasional
(the world court).
Sedangkan sifat dari keanggotaan LBB adalah sukarela, tidak mengikat, walaupun ada
sangsi berupa boikot untuk negara-negara yang melanggar tetapi negara lain sukarela
menjalankan atau tidak. Maka dengan hal tersebut pada akhirnya LBB mengalami
kegagalan dan tidak mampu menciptakan perdamaian dikarenakan negara-negara besar
menggunakan LBB untuk kepentingan sendiri.

Disamping hal tersebut LBB tidak mempunyai alat kekuasaan yang nyata untuk memaksa
suatu negara yang menentangnya untuk tunduk kembali ke LBB. Dan hal inilah tujuan
LBB tergelincir dari soal-soal perdamaian menjadi soal politik belaka, akibatnya LBB
menjadi alat politik negara-negara besar.

Bukti-bukti adanya kegagalan LBB dapat ditunjukkan ketika Jepang menyerbu


Manchuria tahun 1931, tetapi LBB tidak berbuat apa-apa, demikian pula ketika Italia
menduduki Abbessynia tahun 1935. Seruan LBB juga tidak didengar oleh Italia. Hal
inilah yang menjadi salah satu sebab terjadinya perang dunia II.

D. Akibat Perang Dunia I

Beberapa pengaruh Perang Dunia I terhadap perkembangan dunia adalah

1. Bidang Politik
a) Berubahnya batas-batas negara dan lahirnya Negara-negara baru di Eropa.
Hal ini ditandai dengan tenggelamnya kerajaan-kerajaan besar, yaitu Jerman,
Rusia, Austria, Hongaria, dan Turki Raya, serta lahirnya negara-negara baru
seperti Polandia, Finlandia, dan lain-lain
b) Munculnya paham-paham baru. Adapun paham-paham baru yang
berkembang adalah sebagai berikut.
 Diktatorisme, yaitu paham menghendaki pemerintahan dipimpin oleh
seorang yang kuat. Paham ini berkembang di Rusia.
 Chauvinisme, yaitu paham nasionalisme yang berlebihan dan picik
sehingga memandang bangsa yang lain lebih rendah dari bangsanya.
 Bangkitnya nasionalisme bangsa-bangsa Asia melawan imperialisme
bangsa Eropa.
2. Bidang Ekonomi
Perang Dunia I telah menyebabkan melemahnya keadaan ekonomi dunia,
khususnya kawasan Eropa, baik yang terlibat maupun yang tidak terlibat secara langsung.
Hal ini dikarenakan kegiatan perekonomian, baik industri maupun perdagangan
antarnegara terhenti akibat perang. Keadaan ini berakibat banyaknya pengangguran dan
meningkatnya kriminalitas.
Di Benua Amerika, Perang Dunia I telah menjadikan beberapa negara di kawasan
tersebut, yaitu Amerika Serikat, Brazil, dan Kanada sebagai negara kaya raya. Hal itu
karena negara-negara tersebut menjadi pemasok alat perang dan bahan konsumsi lainnya
selama perang. Namun, selesai perang pabrik-pabrik senjata perkasa menghentikan
kegiatannya yang berakibat munculnya pengangguran
3. Bidang Sosial
Perang Dunia I juga memberikan pengaruh dalam bidang sosial, yaitu :
a) Meningkatkan pengangguran dan tindak kriminal.
b) Berkembangnya gerakan emansipasi wanita. Hal ini karena keterlibatan
wanita dalam peperangan bersama kaum pria menyadarkan mereka akan
perlunya persamaan hak (emansipasi).

E. Pengaruh Perang Dunia I TerhadapKehidupan


Politik di Indonesia.

Meskipun dalam Perang Dunia I Belanda bersikap netral, namun suasana perang
yang berkecamuk telah memberikan pengaruh secara tidak langsung. Ada dua hal yang
mempengaruhi perkembangan politik di Indonesia, yaitu sebagai berikut:

1. Kesulitan hubungan antara negeri Belanda dengan wilayah Indonesia


sebagai jajahannya, sehingga pemerintah Hindia Belanda (Indonesia)
dalam hal ini gubernur jendral harus memutuskan sendiri kebijakan-kebijakan
di Indonesia.
2. Pernyataan Presiden Wilson (Wilson Foerteen Point) tentang prinsip-
prinsip penentuan nasib sendiri bagi setiap bangsa telah mendorong semakin
berkembangya nasionalisme bangsa-bangsa Asia dan Afrika termasuk Indonesia,
untuk menuntut hak dan menentukan nasibnya sendiri.

Dua faktor diatas menjadi pendorong semakin bergeloranya nasiomalisme dan


semangat juang tokoh-tokoh pergerakan nasional nampak dari meningkatnya sikap
radikal (keras) di kalangan tokoh dan organisasi pergerakan nasional dalam
menyampaikan tuntutannya kepada pemerintahan kolonial Belanda, seperi berikut:
1. Adanya tuntutan pengembangan peranan Volksraad (Dewan Rakyat) yang
dibentuk tahun 1916.Semula, Volksraad hanya sebagai penasehat pemerintah
Hindia Belanda yang tidak mempunyai hak untuk mengubah pemerintahan,
bahkan tidak punya hak untuk menentukan anggaran menjadi lembaga legislatif
yang mempunyai wewenang dalam mengajukan petisi (tuntutan), mengubah
undang-undang dan mengundangkannya.
2. Tokoh-tokoh Dewan Rakyat yang progresif menuntut pembentukan
sebuah parlemen dan menjadikan Indonesia sebagai sebuah negara yang berstatus
otonomi dalam lingkungan Kerajaan Belanda.
3. Munculnya tiga tuntutan dari tiga anggota Dewan Rakyat, yaitu:
a. Tuntutan yang dikemukakan oleh Moh. Husni Thamrin untuk meniadakan
istilah Inlander, diganti Indonesier dan menggantikan istilah Netderland Indie
menjadi Indonesie. Tuntutan pertama diterima, namun tuntutan kedua di tolak.
b. Tuntutan yang dikemukakan oleh Sutarjo, untuk menghapuskan segala bentuk
diskriminasi berdasarkan keturunan dan membentuk satu ketatanegaraan bagi
semua lapisan masyarakat.
c. Tuntutan yang dikemukan oleh Wiwoho, tentang perluasan wewenang Dewan
Rakyat.

4. Munculnya gerakan-gerakan radikal menetang kebijakan pemerintah colonial yang


dianggap merugikan rakyat.
Sejak terjadinya pemberontakan 1926, sikap pemerintah Hindia Belanda menjadi
sangat keras terhadap pergerakan nasional. Akibatnya, sejak saat itu pergerakan nasional
Indonesia menghadapi tekanan keras dari pemerintahan Hindia Belanda. Tindakan keras
Belanda terhadap pergerakan nasional, ditunjukkan dengan ditangkapnya tokoh-tokoh
penting dalam pergerakan nasional, seperti Ir. Soekarno, Maskun, Gatot Mangkupraja,
dan lin-lain. Mereka semua diasingkan keluar Jawa.