Anda di halaman 1dari 11

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)

Nama Sekolah : SMK NU BULULAWANG


Kompetensi Keahlian : Teknik Kendaraan Ringan
Mata Pelajaran : Produktif
Kelas / Semester : XI / 1
Pertemuan ke :1
Durasi Waktu : 2 x 45 Menit
Kompetensi Dasar : Mengidentifikasi Sistem Pengapian dan Komponennya
Indikator :
• Mengidentifikasi fungsi sistem pengapian
• Mengidentifikasi macam-macam sistem pengapian
• Mengidentifikasi komponen-komponen sistem pengapian dan
fungsinya
I. Tujuan Pembelajaran :
Setelah mempelajari kompetensi dasar ini, siswa diharapkan mampu:
a. Menjelaskan fungsi sistem pengapian pada kendaraan
b. Mengetahui jenis – jenis sistem pengapian pada kendaraan
c. Mengetahui komponen – komponen sistem pengapian
baterai beserta fungsinya
II. Materi Pembelajaran :
a. Fungsi dan prinsip sistem pengapian (pada lampiran)
b. Jenis – jenis sistem pengapian (pada lampiran)
c. Komponen- komponen sistem pengapian dan fungsinya
(pada lampiran)

III. Metode Pembelajaran :


a. Tanya jawab
b. Ceramah Interaktif

1
IV. Langkah – Langkah Pembelajaran

Tahap Kegiatan Pembelajaran Alokasi Waktu


Pembelajaran
Kegiatan Awal
- Pendahulua - Mengatur dan absensi siswa 10 menit
n - Menanyakan pada siswa tentang
- Apersepsi materi yang akan disampaikan
- Motivasi - Memberi dorongan dan bayangan

kepada siswa akan pentingnya materi


yang diajarkan
Kegiatan Inti Menjelaskan materi pembelajaran :
- Fungsi sistem pengapian pada 60 menit
kendaraan
- Jenis – jenis sistem pengapian
- Komponen sistem pengapian dan
fungsinya
Kegiatan Akhir - Menyimpulkan materi 20 Menit
- Memberikan tugas rumah

V. Sumber belajar :
a. Toyota Training Manual New Step 1
b. Modul Kelistrikan Sistem pengapian VEDC
c. Gambar Diagram Sistem Pengapian
d. Trainer Sistem Pengapian
e. Engine Stand
VI. Penilaian :

a. Lembar Pengamatan

No. Kegiatan Benar Salah


1 Mengamati peserta didik dalam menidentifikasi jenis-jenis
sistem pengapian
2 Mengamati peserta didik dalam Mengidentifikasi komponen
sistim pengapian

2
b. Soal – soal Tes Tertulis :
i. Jelaskan fungsi dari sistem pengapian !
ii. Sebutkan apa saja komponen dari sistem pengapian konvensional !
iii. Jelaskan fungsi dari komponen sistem pengapian berikut :
1. Baterai
2. Kunci kontak
3. Coil
4. Distributor
5. Busi

c. Jawaban (pada lampiran)

d. Skor Penilaian Tes Tertulis :


Menjawab soal benar (3 soal) : Nilai 100
Skor soal no.1 dan no.2 : Nilai @ 25
Skor soal no.3 : Nilai 50

Lampiran 1 :

3
BAHAN AJAR

A. Fungsi Sistem Pengapian


Sistem pengapian pada kendaraan bertujuan untuk menyediakan percikan bunga api
bertegangan tinggi pada busi untuk membakar campuran udara dan bahan bakar di dalam ruang
bakar mesin.

Gambar 1. Sistem Pengapian Konvesional

1. Komponen- komponen Sistem pengapian Baterai dan fungsinya :


a. Baterai :

Menyediakan sumber arus listrik tegangan rendah arus primer koil


pengapian.

4
b. Kunci kontak

Berungsi untuk menghubungkan dan memutuskan arus listrik pada rangkaian


system pengapian.

c. Ignation Coil

Menaikan tegangan yang di terima dari baterai menjadi tegangan tinggi yang
diperlukan untuk pengapian.

d. Distributor

5
Berfungsi membagikan (mendistribusikan) arus tegangan tinggi yang
dihasilkan (dibangkitkan) oleh kumparan skunder pada ignation coil ke
busi pada tiapTiap selinder sesuai dengan urutan

Bagian distributor ini terdiri dari:


- Cam (nok)
Membuka Kontak point (platina) pada sudut cam shaftt yang tepat untuk
masing-masing selinder.

- Kontak point

6
Memutuskan arus listrik yang mengalir melalui kumparan primer dari ignation
coil untuk menghasilkan arus listrik tegangan tinggi.

- Capasitor (condensor)
Menyerap lompatan bunga api yang terjadi antara breaker point pada Saat
membuka dengan tujuan menaikan tegangan coil skunder.

- Centrifugal governor advancer


Memajukan saat pengapian sesuai dengan putaran mesin.

- Vacuum Advancer
Memajukan saat pengapian sesuai dengan beban mesin (vacuum Intake
manifold)

7
- Rotor
Membagikan arus listrik tegangan tinggi yang di hasilkan oleh ignation coil ke
tiap-tiap busi.
- Distributor Cap

Membagikan arus listrik tegangan tinggi dari rotor ke kabel tegangan tinggi
untuk masing- masing selinder.

e. Kabel tegangan tinggi

Mengalirkan arus listrik tegangan tinggi dari ignation coil ke busi.

f. Busi

Mengeluarkan arus listrik tegangan tinggi menajdi loncatan bunga api melalui
elektroda.

8
Lampiran 2 :

Macam-Macam Sistem Pengapian

Sistem Penggapian merupakan salah satu sistem dimana pembakaran


campuran bahan bakar-udara yang dikompresikan, terjadi didalam silinder. Daya
diperoleh dari pemuaian gas pembakaran tersebut. Sistem pengapian merupakan
sumber bunga api yang menyebabkan ledakan campuran bahan bakar-udara
tersebut. Tutup distributor dibuat dari injection-molded epoxy resin yang memiliki
daya tahan panas yang tinggi dengan kemampuan isolasi yang kuat. Pada tutup
distributor, terdapat carbon center contact piece yang berhubungan dengan
elektroda pusat yang terbuat dari alumunium ditempatkan pada sisi sekeliling
tutup distributor dan menerima arus tegangan tinggi dari elektroda pusat melalui
rotor.

Adapun jenis-jenis dari sistem pengapian antara lain :


a. Konvensional
b. Semi Transistor
c. Full Transistor coil terpisah,dengan pemicu :
Induktif
Hall
Infra merah
d. Pengapian IIA
Pengapian IIA yaitu full transistor coil Integrad di dalam distributor dengan
sistem pemicu :
Induktif
Hall
Infra merah
e. ESA
ESA adalah singkatan dari “Electronic Spark Advancer”dalam sistem ini,

9
harga saat pengapian optimum disimpan dalam engine control computer untuk
setiap kondisi mesin. Sistem ini bekerja mendektisi kondisi mesin ( putaran
mesin, aliran udara masuk, temperatur mesin dan lain-lain ) berdasarkan singnal
dari setiap engine sensor, selanjutnya menentukan saat pengapian yang optimum
sesuia dengan kondisi mesin dengan mengirim sinyal pemutus arus primer ke
ignition yang mengontrol saat pengapian.
f. DLI {Dstributor Less Ignition}
DLI di sebut juga dengan pengapian tanpa Distributor. Sistem ini
mempergunakan sebuah Ignition coil untuk setiap dua buah busi. ECU{Elekronic
Control Unit} mendistribusikan arus primer ke setiap Ignition coil secara
langsung dan menyebabkan busi meloncatkan bunga api.
Sistem ini mempunyai keuntungan pada ignition coil dapat ditempatkan
didekat busi, kabel tegangan tinggi dapat diperpendek, jadi dapat mengurangi
suara berbisik. Dengan ditiadakannya distributor, maka kerugian internal
discharge dapat dihilangkan dan kebisingan dapat ditiadakan. Dengan adanya
pengurangan komponen yang bergerak, maka kemungkinan ganggguan pad
komonen – komponen akan menjadi lebih sedikit. Karena tidak ada pengaturan
fisik terhadap saat pengapian, seperti jarak side electrode, maka sat pengapian
akan diatur pada sekala yang lebih besar. Pada system pengapian dengan
distributor, bila pengapian dimajukan terlalu banyak, maka arus akan mengalir
pada kedua sisi elektroda.

10
Lampiran 3 :

KUNCI JAWABAN SOAL TES TULIS

1. Sistem pengapian berfungsi untuk membakar campuran udara dan bahan bakar yang ada
di ruang bakar mesin untuk diubah menjadi tenaga gerak untuk menjalankan kendaraan.
- Baterai/aki
unci kontak
Koil pengapian
Distributor
Busi
3. - Baterai sebagai sumber arus litrik pada rangkaian system
pengapian
- Kunci kontak untuk menghubungkan dan memutuskan arus listri pada
system pengapian
- Koil pengapian untuk menaikkan arus listrik menjadi arus tegangan tinggi untuk
menghasilkan percikan bung api pada busi.
- Distributor untuk membagikan arus listrik pada masing-masing busi pada tiap-tiap
silinder sesuai dengan urutan pengapiannya (firing order)
- Busi untuk meloncatkan bunga api tegangan tinggi untuk membakar campuran bahan
bakar dan udara pada ruang bakar/silinder.

11