Anda di halaman 1dari 20

MENGUKUR PEMBERDAYAAN

Suatu pengamatan metoda peninjauan peningkatan


kemampuan
oleh Phil Bartle

diterjemahkan oleh Desi Yasri

Pengamatan

Bagaiman mengukur peningkatan masyarakat untuk menjadi lebih kuat--lebih berdaya

Masalah yang kita hadapi:

Sasaran kita dinyatakan;kita ingin memperkuat masyarakat. Kita merasa bahwa kita memiliki
suatu cara untuk memperkuat,tapi bagaimana kita mengetahui kapan kita akan berhasil, atau
berkembang kearah mana?

Apa yang dapat dimaksudkan dengan pertanyaan diatas, adalah, “bagaimana kita mengukur
kekuatan dari masyarakat yang kita nyatakan sedang kita lakukan?” Dengan kata lain, “Apa yang
kita maksud dengan memperkuat masyarakat, dengan meningkatkan kemampuan mereka,
dengan memberdayakan mereka?” Kita dapat menggunakan 3 (1 pemberdayaan, 2 perkuatan, 3
peningkatan kemampuan) alternative, meskipun satu atau yang lainnya dapat lebih diterima pada
masyarakat yang berbeda.

Sebagai contoh, kata “pemberdayaan” terlihat muncul lebih kepada sasaran politis, sedangkan
“peningkatan kemampuan” muncul lebih bersifat netral (non politis), sehingga lebih diterima
bagi ahli teknis yang tidak ingin terpengaruh dengan semua yang mungkin dapat memunculkan
kecacatan ideology atau politik. Kata “perkuatan” dapat diletakkan diantara keduanya.
“Pengukuran” dan “pendefenisian,” seperti yang anda lihat, lebih mendekatkan hubungan
diantara mereka.

Kita dapat melihat bahwa, dalam program kita dalam perkuatan masyarakat, tujuan kita, yang
terakhir telah dikeluarkan bahwa kita menginginkan untuk membuat suatu proses sistematis (atau
menyusun prosedur) pengawasan dan pengevaluasian hasil dari semua tujuan kegiatan kita pada
pencapaian perkuatan tersebut. Kita tidak dapat mengukur sesuatu kecuali kita mengetahui apa
yang akan kita ukur, dan cara apa yang akan kita tempuh untuk mengukurnya (alat apa yang
dapat kita gunakan).

Lainnya, secara sepintas, objek ketertarikan kita, “masyarakat” juga merupakan permasalahan
dalam tahapan pengidentifikasian secara tepat. Lihat, “apa itu masyarakat?” Masyarakat kita
maksudkan disini sebagai sesuatu yang lebih dari suatu kumpulan dari orang perorangan;
merupakan organisasi (organisasi besar) dari masyarakat yang kita harapkan dapat diperkuat.
Jika orang perorangan menjadi kuat saat itu, biarkan saja, tapi kita mengharapkan dapat melihat
peningkatan kemampuan organisasi masyarakat secara keseluruhan.

Sayangnya, kita tidak memiliki alat ukur elektronik dimana, saat ia berpindah dari 62 ke 79, kita
dapat mengatakan bahwa kekuatan telah meningkat sebesar 16 angka. Apa yang dapat kita
lakukan?

Mungkin kita dapat menganalisa konsep dari “kekuatan”, “kekuasaan” atau “kemampuan”, yang
ada pada masyarakat,lihat pada beberapa komponennya, dan lihat jika, dari mereka, kita dapat
mengidentifikasi suatu kumpulan pengamatan yang akan menunjukan pada kita bahwa telah
terjadi beberapa pemberdayaan atau peningkatan kemampuan.

Elemen ─ elemen kekuatan:

Apa saja komponen-komponen, atau elemen-elemen, dari masyarakat dan kemampuan


organisasi, yang berubah sebagai suatu masyarakat atau organisasi menjadi lebih berdaya?

Berkaitan dengan: 16 elemen pemberdayaan masyarakat.

Metode pengukuran:

Bagaimana kekuatan, atau mengubah tingkat kekuatan, dapat diukur? Berhubungan dengan
Metode keterlibatan dari pengukuran pemberdayaan.

Sasaran dari masyarakat berbeda dengan sasaran dari badan perkuatan masyarakat. Sasaran dari
msyarakat, sebagai contoh, membangun system pengairan atau balai kesehatan, apapun
keputusannya, misalkan dengan pembimbing pengizin atau penggerak. Badan yang menyediakan
penggerak, secara kontras, memiliki sasaran yang berbeda, yaitu menggunakan tindakan mandiri
masyarakat sebagai pengertian dari perkuatan masyarakat itu (meningkatkan kapasitas mereka,
memberdayakan mereka).

Pengawasan dan penilaian oleh lembaga dan anggota masyarakat menimbulkan perbedaan,
karena mereka mengukur kemajuan berkaitan dengan pencapaian objek yang berbeda.
Pengawasan konstruksi fisik suatu balai kesehatan relatif lebih mudah; mereka dapat
melaporkan, sebagai contoh, konstruksi tersebut telah mencapai tingkat pondasi atau dinding.
Pengawasan terhadap perubahan kekuatan masyarakat, secara kontras, bermaksud menampilkan
beberapa kumpulan pengukuran sosiologi atas karakteristik perubahan social masyarakat (seperti
susunan di atas).

Meskipun terdapat perbedaan sasaran, keberadaan masyarakat sebagai bagian dari proses
pengukuran kekuatan dan menilai setiap peningkatan dalam kekuatan masihlah sangat penting.
Saat membangun suatu balai kesehatan, terdapat batasan atau objek yang tetap, dan sangat
mudah untuk melihat titik dimana konstruksi balai kesehatan telah selesai. Dalam menilai
kekuatan atau kemampuan masyarakat, sasaran terbuka; tidak ada batasan pada proses.
Masyarakat (anggota dalam kelompok rapat, tidak hanya beberapa fungsi atau individu yang
berpengaruh) harus sumber utama penilaian jika terdapat peningkatan kekuatan, dan jika masih
terdapat keinginan dari masyarakat. Metode pengamatan penunjukan masyarakat, harus berbeda
antara pengawasan konstruksi suatu fasilitas dengan pengawasan kekuatan masyarakat yang
membangunnya.

Panduan lokakarya yang digunakan dalam pengukuran pemberdayaan:

Untuk mendampingi kedua dokumen penting yang dinyatakan di atas, (1) Enam Belas Elemen
Pemberdayaan dan (2) metode perlibatan untuk mengukur peningkatan kemampuan, beberapa
panduan lokakarya juga telah dipersiapkan sebagai bagian dari modul ini.

Meliputi: Enam Belas Elemen Pemberdayaan, panduan; Catatan pihak yang terlibat dalam
pengukuran peningkatan kemampuan, panduan; dan Bentuk Dari MengukurPerubahan Dalam
Kekuatan, panduan.

––»«––

Lokakarya:
© Hak Cipta 1967, 1987, 2007 Phil Bartle
Design Web oleh Lourdes Sada

––»«––

Update terakhir: 2010.07.27

http://www.scn.org/mpfc/modules/mea-ovin.htm#SElem

https://encrypted.google.com/url?
sa=t&source=web&cd=4&ved=0CCYQFjAD&url=http%3A%2F%2Ffile.upi.edu
%2FDirektori%2FA%2520-%2520FIP%2FJUR.%2520PEND.%2520LUAR
%2520SEKOLAH%2FMUSTOFA%2520KAMIL%2FPengertian
%2520Pemberdayaan.pdf&ei=hccCTYTjH87orQejlI2RDw&usg=AFQjCNFWk42huTSiE
3utzQnYQMCpliRrzQ&sig2=FDaIhjUNyqjU8EFMDHTz-w....................pengertian
pemberdayaaan

http://www.pemberdayaan.com/pembangunan/pemberdayaan-enabling-
empowering-and-protecting.html#more-90

Pemberdayaan: Enabling, Empowering, and Protecting


Posted on 08. Oct, 2009 by admin in Kemiskinan, Pembangunan, Pemberdayaan

Pemerintah, sebagai ‘agen perubahan’ dapat menerapkan kebijakan pemberdayaan masyarakat


miskin dengan tiga arah tujuan, yaitu enabling, empowering, dan protecting. Enabling
maksudnya menciptakan suasana atau iklim yang memungkinkan potensi masyarakat untuk
berkembang. Sedangkan empowering, bertujuan untuk memperkuat potensi atau daya yang
dimiliki oleh rakyat dengan menerapkan langkah-langkah nyata, yakni dengan menampung
berbagai masukan dan menyediakan prasarana dan sarana yang diperlukan. Protecting, artinya
melindungi dan membela kepentingan masyarakat lemah.

Untuk meningkatkan partisipasi rakyat dalam proses pengambilan keputusan yang menyangkut
diri dan masyarakatnya merupakan unsur yang penting. Dengan sudut pandang demikian, maka
pemberdayaan masyarakat amat erat kaitannya dengan pemantapan, pembudayaan dan
pengamalan demokrasi. Friedmann (1994:76) mengemukakan:
The empowerment approach, which is fundamental to an alternative development, place the
emphasize on autonomy in the decision making of territorially organized communities, local
self-relience (but not autrachy), direct (participatory) democracy and experiential social
learning.

Pendekatan pemberdayaan pada intinya memberikan tekanan pada otonomi pengambilan


keputusan dari suatu kelompok masyarakat yang berlandaskan pada sumberdaya pribadi,
langsung (melalui partisipasi) demokratis dan pembelajaran sosial melalui pengalaman langsung.

Friedmann dalam hal ini menegaskan bahwa pemberdayaan masyarakat tidak hanya sebatas
ekonomi saja tetapi juga secara politis sehingga pada akhirnya masyarakat akan memiliki posisi
tawar-menawar (bargaining position) baik secara nasional maupun internasional. Sebagai titik
fokus dari pemberdayaan ini adalah aspek lokalitas, sebab civil society akan merasa lebih siap
diberdayakan lewat isu-isu lokal. Friedmann mengingatkan bahwa adalah sangat tidak realistis
apabila kekuatan-kekuatan ekonomi dan struktur-struktur di luar civil society diabaikan.
Sedangkan proses pemberdayaan bisa dilakukan melalui individu maupun kelompok, namun
pemberdayaan melalui kelompok mempunyai keunggulan yang lebih baik, karena mereka dapat
saling memberikan masukan satu sama lainnya untuk memecahkan masalah yang dihadapinya.

Konsep pemberdayaan masyarakat ini lebih luas hanya semata-mata memenuhi kebutuhan dasar
(basic needs) atau menyediakan mekanisme untuk mencegah proses pemiskinan lebih lanjut
(safety net). Belakangan ini konsep tersebut dikembangkan sebagai upaya mencari alternatif
terhadap konsep-konsep pertumbuhan di masa yang lalu. Konsep ini berkembang dari upaya
banyak ahli dan praktisi untuk mencari apa yang oleh Friedmann disebut sebagai alternative
development, yang menghendaki inclusive democracy, economic growth, gender equality and
intergenerational equity (Kartasamita, 1996).

http://id.wikipedia.org/wiki/Pemberdayaan_masyarakat

Pemberdayaan masyarakat
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Belum Diperiksa
Langsung ke: navigasi, cari

Pemberdayaan masyarakat adalah proses pembangunan di mana masyarakat berinisiatif untuk


memulai proses kegiatan sosial untuk memperbaiki situasi dan kondisi diri sendiri[1].
Pemberdayaan masyarakat hanya bisa terjadi apabila warganya ikut berpartisipasi.

Suatu usaha hanya berhasil dinilai sebagai "pemberdayaan masyarakat" apabila kelompok
komunitas atau masyarakat tersebut menjadi agen pembangunan atau dikenal juga sebagai
subyek. Disini subyek merupakan motor penggerak, dan bukan penerima manfaat (bahasa
Inggris: beneficiaries) atau obyek saja.
[sunting] Referensi
1. ^ (en) Community development in perspective / edited by James A. Christenson &
Jerry W. Robinson, Jr Ames : Iowa State University Press, 1989.

http://en.wikipedia.org/wiki/Empowerment

Pemberdayaan
Pemberdayaan mengacu pada peningkatan spiritual, politik,, atau kekuatan sosial ekonomi
individu dan masyarakat. It often involves the empowered developing confidence in their
own capacities. Sering melibatkan kepercayaan berkembang diberdayakan dalam kapasitas
mereka sendiri.

Definisi
The term empowerment covers a vast landscape of meanings, interpretations, definitions and
disciplines ranging from psychology and philosophy to the highly commercialized self-help
industry and motivational sciences. Istilah pemberdayaan mencakup pemandangan luas makna,
interpretasi, definisi dan disiplin ilmu mulai dari psikologi dan filosofi untuk industri swadaya
sangat dikomersialisasikan dan ilmu motivasi.

Sociological empowerment often addresses members of groups that social discrimination


processes have excluded from decision-making processes through - for example - discrimination
based on disability, race , ethnicity, religion, or gender. pemberdayaan sosiologis sering alamat
anggota kelompok bahwa proses diskriminasi sosial telah dikeluarkan dari proses pengambilan
keputusan melalui - misalnya - diskriminasi berdasarkan kecacatan, ras , etnis, agama, atau jenis
kelamin. Empowerment as a methodology is often associated with feminism : see consciousness-
raising . Pemberdayaan sebagai metodologi sering dikaitkan dengan feminisme : lihat kesadaran
penggalangan .

Marjinalisasi dan pemberdayaan


"Pinggiran" mengacu pada tren terbuka atau terselubung dalam masyarakat dimana mereka
dianggap kurang sifat yang diinginkan atau menyimpang dari norma kelompok cenderung akan
dikecualikan oleh masyarakat luas dan dikucilkan sebagai tak diinginkan.

Sometimes groups are marginalized by society at large, but governments are often unwitting or
enthusiastic participants. Kadang-kadang kelompok-kelompok terpinggirkan oleh masyarakat
pada umumnya, tetapi pemerintah sering peserta tanpa disadari atau antusias. For example, the
US government marginalized cultural minorities, particularly blacks, prior to the Civil Rights
Act of 1964 . Sebagai contoh, pemerintah AS terpinggirkan budaya minoritas, khususnya kulit
hitam, sebelum Civil Rights Act tahun 1964 . This Act made it illegal to restrict access to schools
and public places based on race. Equal opportunity laws which actively oppose such
marginalization, allow increased empowerment to occur. Undang-undang ini membuatnya ilegal
untuk membatasi akses ke sekolah dan tempat umum berdasarkan ras. kesempatan yang sama
hukum-hukum yang aktif menentang marjinalisasi seperti itu, memungkinkan peningkatan
pemberdayaan terjadi. They are also a symptom of minorities' and women's empowerment
through lobbying. Mereka juga merupakan gejala minoritas 'dan pemberdayaan perempuan
melalui lobi.

Marginalized people who have no opportunities for self-sufficiency become, at a minimum,


dependent on charity or welfare. Marjinal orang yang tidak memiliki kesempatan untuk menjadi
swasembada, minimal, tergantung pada amal atau kesejahteraan. They lose their self-confidence
because they cannot be fully self-supporting. Mereka kehilangan kepercayaan diri mereka karena
mereka tidak bisa sepenuhnya mandiri. The opportunities denied them also deprive them of the
pride of accomplishment which others, who have those opportunities, can develop for
themselves. Peluang membantah mereka juga menghalangi mereka dari kebanggaan prestasi
yang lain, yang memiliki kesempatan-kesempatan, dapat mengembangkan sendiri. This in turn
can lead to psychological, social and even mental health problems. Gilirannya hal ini dapat
menyebabkan masalah kesehatan psikologis, sosial dan bahkan mental.

Empowerment is then the process of obtaining these basic opportunities for marginalized people,
either directly by those people, or through the help of non-marginalized others who share their
own access to these opportunities. Pemberdayaan maka proses untuk mendapatkan kesempatan
ini dasar bagi orang-orang yang terpinggirkan, baik secara langsung oleh orang-orang, atau
melalui bantuan orang lain non-marjinal yang berbagi akses mereka sendiri untuk kesempatan
ini. It also includes actively thwarting attempts to deny those opportunities. Ini juga termasuk
aktif menggagalkan upaya menyangkal peluang. Empowerment also includes encouraging, and
developing the skills for, self-sufficiency, with a focus on eliminating the future need for charity
or welfare in the individuals of the group. Pemberdayaan juga termasuk mendorong, dan
mengembangkan keterampilan untuk, kecukupan diri, dengan fokus pada menghilangkan
kebutuhan masa depan untuk amal atau kesejahteraan dalam individu-individu kelompok. This
process can be difficult to start and to implement effectively, but there are many examples of
empowerment projects which have succeeded. [ citation needed ] Proses ini bisa sulit untuk memulai
dan menerapkan secara efektif, tetapi ada banyak contoh proyek pemberdayaan yang telah
berhasil. [ rujukan? ]

One empowerment strategy is to assist marginalized people to create their own nonprofit
organization, using the rationale that only the marginalized people, themselves, can know what
their own people need most, and that control of the organization by outsiders can actually help to
further entrench marginalization. Salah satu strategi pemberdayaan adalah membantu masyarakat
yang terpinggirkan untuk membuat organisasi nirlaba mereka sendiri, dengan menggunakan
alasan bahwa hanya orang-orang terpinggirkan, mereka sendiri, dapat mengetahui apa yang
mereka sendiri paling membutuhkan, dan yang mengendalikan organisasi oleh pihak luar benar-
benar dapat membantu untuk lebih berkubu marjinalisasi . Charitable organizations lead from
outside of the community, for example, can disempower the community by entrenching a
dependence on charity or welfare. organisasi amal memimpin dari luar masyarakat, misalnya,
dapat melemahkan masyarakat dengan entrenching ketergantungan pada amal atau
kesejahteraan. A nonprofit organization can target strategies that cause structural changes,
reducing the need for ongoing dependence. Red Cross , for example, can focus on improving the
health of indigenous people, but does not have authority in its charter to install water-delivery
and purification systems, even though the lack of such a system profoundly, directly and
negatively impacts health. Sebuah organisasi nirlaba dapat menargetkan strategi yang
menyebabkan perubahan struktural, mengurangi kebutuhan untuk ketergantungan terus menerus.
Palang Merah , misalnya, bisa fokus pada peningkatan kesehatan masyarakat adat, tetapi tidak
memiliki wewenang dalam Piagam untuk menginstal pengiriman air dan sistem pemurnian ,
meskipun kurangnya sistem tersebut sangat, secara langsung dan negatif dampak kesehatan. A
nonprofit composed of the indigenous people, however, could ensure their own organization
does have such authority and could set their own agendas, make their own plans, seek the needed
resources, do as much of the work as they can, and take responsibility - and credit - for the
success of their projects (or the consequences, should they fail). Sebuah nirlaba yang terdiri dari
masyarakat adat, bagaimanapun, bisa memastikan organisasi mereka sendiri tidak memiliki
wewenang seperti dan bisa menetapkan agenda mereka sendiri, membuat rencana mereka
sendiri, mencari sumber daya yang dibutuhkan, lakukan sebagai banyak pekerjaan karena
mereka dapat, dan bertanggung jawab - dan kredit - untuk keberhasilan proyek-proyek mereka
(atau konsekuensi, harus mereka gagal).

Numerous critical perspectives exist that propose that an empowerment paradigm is present,
Clark (2008) showed that whilst there was a degree of autonomy provided by empowerment, it
also made way for extended surveillance and control, hence the contradiction perspective
(Fardini, 2001). Banyak perspektif kritis ada yang mengusulkan bahwa sebuah paradigma
pemberdayaan hadir, Clark (2008) menunjukkan bahwa walaupun ada derajat otonomi yang
diberikan oleh pemberdayaan, hal ini juga membuat jalan untuk surveilans diperpanjang dan
kontrol, maka perspektif kontradiksi (Fardini, 2001).

[ edit ] Women Empowerment [ sunting ] Pemberdayaan


Perempuan
The empowerment of women, also called gender empowerment, has become a significant topic
of discussion in regards to development and economics. Pemberdayaan perempuan, juga disebut
pemberdayaan gender, telah menjadi topik diskusi yang signifikan dalam hal pembangunan dan
ekonomi. Entire nations, businesses, communities, and groups can benefit from the
implementation of programs and policies that adopt the notion of women empowerment. [ 1 ]
Empowerment is one of the main procedural concerns when addressing human rights and
development . The Human Development and Capabilities Approach , The Millennium
Development Goals , and other credible approaches/goals point to empowerment and
participation as a necessary step if a country is to overcome the obstacles associated with poverty
and development. [ 2 ] Seluruh bangsa, bisnis, masyarakat, dan kelompok dapat memperoleh
manfaat dari pelaksanaan program dan kebijakan yang mengadopsi gagasan pemberdayaan
perempuan. [1] Pemberdayaan adalah salah satu perhatian prosedural utama ketika membahas hak
asasi manusia dan pembangunan . Pembangunan Manusia dan Kemampuan Pendekatan ,
Millennium Development Goals , dan pendekatan kredibel lain / tujuan arahkan ke
pemberdayaan dan partisipasi sebagai langkah yang diperlukan jika suatu negara adalah untuk
mengatasi kendala yang terkait dengan kemiskinan dan pembangunan. [2]

[ edit ] Measuring Gender Empowerment [ sunting ] Mengukur Indeks


Pemberdayaan Gender

Gender empowerment can be measured through the Gender Empowerment Measure , or the
GEM. Pemberdayaan gender dapat diukur melalui Ukur Pemberdayaan Gender , atau GEM. The
GEM shows women's participation in a given nation, both politically and economically. The
GEM menunjukkan partisipasi perempuan di negara tertentu, baik politik dan ekonomi. Gem is
calculated by tracking “the share of seats in parliament held by women; of female legislators,
senior officials and managers; and of female profession and technical workers; and the gender
disparity in earned income, reflecting economic independence.” [ 3 ] It then ranks countries given
this information. Gem dihitung dengan melacak "porsi kursi di parlemen dipegang oleh
perempuan; anggota legislatif perempuan, pejabat senior dan manajer, dan profesi perempuan
dan tenaga teknis, dan disparitas gender yang diperoleh, pendapatan mencerminkan ekonomi.
kemandirian dalam " [3] Ini kemudian peringkat negara-negara yang diberikan informasi ini.
Other measures that take into account the importance of female participation and equality
include: the Gender Parity Index and the Gender-related Development Index (GDI), [ 4 ] langkah-
langkah lain yang mempertimbangkan pentingnya partisipasi perempuan dan kesetaraan
meliputi: Indeks Paritas Gender dan Pembangunan-terkait Gender Index (GDI), [4]

[ edit ] Ways to Empower Women [ sunting ] Cara untuk Memberdayakan


Perempuan

One way to deploy the empowerment of women is through land rights . Salah satu cara untuk
menyebarkan pemberdayaan perempuan adalah melalui hak atas tanah . Land rights offer a key
way to economically empower women, giving them the confidence they need to tackle gender
inequalities . Hak atas tanah menawarkan cara kunci untuk ekonomi memberdayakan
perempuan, memberi mereka kepercayaan yang mereka butuhkan untuk mengatasi
ketidaksetaraan gender . Often, women in developing nations are legally restricted from their
land on the sole basis of gender. Seringkali, perempuan di negara-negara berkembang secara
hukum dibatasi dari tanah mereka hanya atas dasar gender. They encounter tremendous barriers
to claim the land that should rightfully be theirs. Mereka menghadapi hambatan besar untuk
mengklaim tanah yang sah harus menjadi milik mereka. Having a right to their land also gives
women a sort of bargaining power that they wouldn't normally have, in turn; they gain the ability
to assert themselves in various aspects of their life, both in and outside of the home. [ 5 ] Another
way to provide women empowerment is to allocate responsibilities to them that normally belong
to men. Memiliki hak untuk tanah mereka juga memberi perempuan semacam daya tawar bahwa
mereka tidak akan normal, pada gilirannya, mereka memperoleh kemampuan untuk menegaskan
diri dalam berbagai aspek kehidupan mereka, baik di dalam maupun di luar rumah. [5] Cara lain
untuk memberikan pemberdayaan perempuan adalah untuk mengalokasikan tanggung jawab
kepada mereka yang biasanya milik laki-laki. When women have economic empowerment , it is
a way for others to see them as equal members of society. Ketika perempuan memiliki
pemberdayaan ekonomi , itu adalah cara bagi orang lain untuk melihat mereka sebagai anggota
sama masyarakat. Through this, they achieve more self-respect and confidence by their
contributions to their communities. Melalui ini, mereka mencapai lebih harga diri dan
kepercayaan dengan kontribusi mereka kepada masyarakat. Simply including women as a part of
a community can have sweeping positive effects. Cukup termasuk perempuan sebagai bagian
dari masyarakat dapat memiliki efek positif menyapu. In a study conducted by Bina Agarwal ,
women were given a place in a forest conservation group. Dalam sebuah penelitian yang
dilakukan oleh Bina Agarwal , perempuan diberi tempat di hutan konservasi kelompok. Not only
did this drive up the efficiency of the group, but the women gained incredible self-esteem while
others, including men, viewed them with more respect. [ 6 ] Participation , which can be seen and
gained in a variety of ways, has been argued to be the most beneficial form of gender
empowerment. Tidak hanya melakukan ini menaikkan efisiensi kelompok tersebut, namun para
wanita yang luar biasa diperoleh harga diri sementara yang lain, termasuk laki-laki, dilihat
mereka dengan lebih hormat. [6] Partisipasi , yang dapat dilihat dan diperoleh dalam berbagai
cara, telah telah diperdebatkan sebagai bentuk paling menguntungkan pemberdayaan gender.
Political participation, be it the ability to vote and voice opinions, or the ability to run for office
with a fair chance of being elected, plays a huge role in the empowerment of peoples. [ 7 ]
However, participation is not limited to the realm of politics. Partisipasi politik, baik kemampuan
untuk memilih dan pendapat suara, atau kemampuan untuk menjalankan untuk kantor dengan
kesempatan yang adil untuk terpilih, memainkan peran besar dalam pemberdayaan masyarakat.
[7]
Namun, partisipasi tidak terbatas pada kerajaan politik. It can include participation in the
household , in schools, and the ability to make choices for oneself. Hal ini dapat mencakup
partisipasi dalam rumah tangga , di sekolah, dan kemampuan untuk membuat pilihan untuk diri
sendiri. It can be said that these latter participations need to be achieved before one can move
onto broader political participation. [ 8 ] When women have the agency to do what she wants, a
higher equality between men and women is established. Dapat dikatakan bahwa partisipasi
terakhir harus dicapai sebelum seseorang dapat pindah ke partisipasi politik yang lebih luas. [8]
Ketika perempuan memiliki lembaga untuk melakukan apa yang dia inginkan, sebuah kesetaraan
yang lebih tinggi antara laki-laki dan perempuan dibentuk. It is argued that Microcredit also
offers a way to provide empowerment for women. [ 9 ] Governments, organizations, and
individuals have caught hold of the lure of microfinance . Dikatakan bahwa Kredit mikro juga
menawarkan cara untuk memberikan pemberdayaan bagi perempuan. [9] Pemerintah, organisasi,
dan individu telah menangkap memegang iming-iming keuangan mikro . They hope that lending
money and credit allows women to function in business and society, which in turn empowers
them to do more in their communities. Mereka berharap bahwa pinjaman uang dan kredit yang
memungkinkan perempuan untuk berfungsi dalam bisnis dan masyarakat, yang pada gilirannya
memberdayakan mereka untuk berbuat lebih banyak dalam komunitas mereka. One of the
primary goals in the foundation of microfinance was women empowerment. Salah satu tujuan
utama dalam fondasi keuangan mikro adalah wanita pemberdayaan. Loans with low interest rates
are given to women in developing communities in hopes that they can start a small business and
provide for her family. [ 10 ] It should be said, however, that the success and efficiency of
microcredit and microloans is controversial and constantly debated [ 11 ] Pinjaman dengan tingkat
bunga rendah yang diberikan bagi perempuan dalam pengembangan masyarakat dengan harapan
bahwa mereka dapat memulai usaha kecil dan menyediakan bagi keluarganya. [10] Ini harus
dikatakan, bagaimanapun, bahwa keberhasilan dan efisiensi kredit mikro dan kredit mikro adalah
kontroversial dan terus-menerus diperdebatkan [11]
[ edit ] Economic Benefits of Women Empowerment [ sunting ] Manfaat
Ekonomi Pemberdayaan Perempuan

Most women across the globe rely on the informal work sector for an income. [ 12 ] If women were
empowered to do more and be more, the possibility for economic growth becomes apparent.
Kebanyakan wanita di seluruh dunia bergantung pada sektor pekerjaan informal untuk
penghasilan. [12] Jika perempuan diberdayakan untuk melakukan lebih dan lebih, kemungkinan
untuk pertumbuhan ekonomi menjadi jelas. Eliminating half of a nation's work force on the sole
basis of gender can have detrimental effects on the economy of that nation. [ 13 ] In addition,
female participation in counsels, groups, and businesses is seen to increase efficiency [ 14 ] .
Menghilangkan setengah dari itu tenaga kerja bangsa atas dasar tunggal jender dapat memiliki
dampak buruk terhadap perekonomian bangsa itu. [13] Di samping itu, partisipasi perempuan
dalam nasihat, kelompok, dan bisnis terlihat untuk meningkatkan efisiensi [14] . For a general idea
on how an empowered women can impact a situation monetarily, a study found that of fortune
500 companies, “those with more women board directors had significantly higher financial
returns, including 53 percent higher returns on equity, 24 percent higher returns on sales and 67
percent higher returns on invested capital (OECD, 2008).” [ 15 ] This study shows the impact
women can have on the overall economic benefits of a company. Untuk gambaran umum tentang
bagaimana seorang wanita diberdayakan dapat berdampak situasi moneter, sebuah studi
menemukan bahwa dari kekayaan 500 perusahaan, "mereka dengan dewan sutradara perempuan
lebih memiliki keuangan kembali yang lebih tinggi secara signifikan, termasuk 53 persen lebih
tinggi tingkat pengembalian pada ekuitas, 24 persen lebih tinggi kembali pada penjualan dan
pengembalian 67 persen lebih tinggi pada modal yang diinvestasikan (OECD, 2008) ". [15] Studi
ini menunjukkan bahwa perempuan dapat memiliki dampak terhadap manfaat ekonomi
keseluruhan perusahaan. If implemented on a global scale, the inclusion of women in the formal
workforce (like a fortune 500 company) can increase the economic output of a nation. Jika
diterapkan pada skala global, keterlibatan perempuan dalam angkatan kerja formal (seperti
perusahaan 500 keberuntungan) dapat meningkatkan output ekonomi suatu bangsa.

[ edit ] Barriers of Women Empowerment [ sunting ] Hambatan Pemberdayaan


Perempuan

Many of the barriers to women empowerment and equity lie ingrained into the cultures of certain
nations and societies. Banyak hambatan untuk pemberdayaan perempuan dan ekuitas
kebohongan tertanam dalam budaya bangsa-bangsa tertentu dan masyarakat. Many women feel
these pressures, while others have become accustomed to being treated inferior to men. [ 16 ] Even
if men, legislators , NGOs , etc. are aware of the benefits women empowerment and participation
can have, many are scared of disrupting the status quo and continue to let societal norms get in
the way of development. [ 17 ] Banyak wanita merasa tekanan ini, sementara yang lain sudah
terbiasa diperlakukan lebih rendah dari pria. [16] Bahkan jika laki-laki, legislatif , LSM , dll
menyadari manfaat pemberdayaan perempuan dan partisipasi dapat memiliki, banyak yang takut
mengganggu status quo dan terus membiarkan norma-norma masyarakat menghalangi
pembangunan. [17]
[ edit ] The process of empowerment [ sunting ] Proses
pemberdayaan
The process which enables individuals/groups to fully access personal/collective power,
authority and influence, and to employ that strength when engaging with other people,
institutions or society. Proses yang memungkinkan individu / kelompok untuk mengakses secara
penuh pribadi / kekuatan kolektif, otoritas dan pengaruh, dan untuk menggunakan kekuatan yang
saat terlibat dengan orang lain, lembaga atau masyarakat. In other words, “Empowerment is not
giving people power, people already have plenty of power, in the wealth of their knowledge and
motivation, to do their jobs magnificently. Dengan kata lain, "Pemberdayaan tidak memberikan
kekuasaan rakyat, masyarakat sudah memiliki banyak kekuasaan, dalam kekayaan pengetahuan
dan motivasi, untuk melakukan pekerjaan mereka megah. We define empowerment as letting this
power out (Blanchard, K)." It encourages people to gain the skills and knowledge that will allow
them to overcome obstacles in life or work environment and ultimately, help them develop
within themselves or in the society. Kami mendefinisikan pemberdayaan sebagai membiarkan
kekuatan ini keluar (Blanchard, K). "Mendorong itu orang untuk mendapatkan keterampilan dan
pengetahuan yang akan memungkinkan mereka untuk mengatasi hambatan dalam lingkungan
hidup atau kerja dan pada akhirnya, membantu mereka mengembangkan dalam diri mereka
sendiri atau di masyarakat.

Empowerment includes the following, or similar, capabilities:- Pemberdayaan meliputi berikut,


atau serupa, kemampuan: -

• The ability to make decisions about personal/collective circumstances Kemampuan untuk


membuat keputusan tentang keadaan pribadi / kolektif
• The ability to access information and resources for decision-making Kemampuan untuk
mengakses informasi dan sumber daya untuk pengambilan keputusan
• Ability to consider a range of options from which to choose (not just yes/no, either/or.)
Kemampuan untuk mempertimbangkan berbagai pilihan dari yang untuk memilih (tidak
hanya ya / tidak, baik / atau.)
• Ability to exercise assertiveness in collective decision making Kemampuan untuk latihan
ketegasan dalam pengambilan keputusan kolektif
• Having positive-thinking about the ability to make change Memiliki positif-berpikir
tentang kemampuan untuk melakukan perubahan
• Ability to learn and access skills for improving personal/collective circumstance.
Kemampuan untuk belajar dan mengakses keterampilan untuk meningkatkan keadaan
pribadi / kolektif.
• Ability to inform others' perceptions though exchange, education and engagement.
Kemampuan untuk menginformasikan persepsi orang lain meskipun pertukaran,
pendidikan dan keterlibatan.
• Involving in the growth process and changes that is never ending and self-initiated
Melibatkan dalam proses pertumbuhan dan perubahan yang tidak pernah berakhir dan
self-diprakarsai
• Increasing one's positive self-image and overcoming stigma satu Meningkatkan's positif
citra diri dan mengatasi stigma
• Increasing one's ability in discreet thinking to sort out right and wrong Meningkatkan
kemampuan seseorang dalam diam-diam berpikir untuk memilah-milah benar dan salah

[ edit ] Workplace empowerment [ sunting ] pemberdayaan


Tempat Kerja
One account of the history of workplace empowerment in the United States recalls the clash of
management styles in railroad construction in the American West in the mid-19th century, where
"traditional" hierarchical East-Coast models of control encountered individualistic pioneer
workers, strongly supplemented by methods of efficiency -oriented "worker responsibility "
brought to the scene by Chinese laborers . Satu account dari sejarah pemberdayaan tempat kerja
di Amerika Serikat mengingatkan benturan gaya manajemen dalam pembangunan kereta api di
Barat Amerika pada pertengahan abad ke-19, di mana "tradisional" hirarkis Pantai Timur-model
kontrol yang dihadapi pekerja perintis individualistik, sangat ditambah menggunakan metode
efisiensi yang berorientasi "pekerja tanggung jawab "dibawa ke tempat kejadian dengan Cina
buruh . In this case, empowerment at the level of work teams or brigades achieved a notable (but
short-lived) demonstrated superiority [ 18 ] Dalam hal ini, pemberdayaan di tingkat kerja tim atau
brigade mencapai terkenal (tapi pendek-hidup) menunjukkan keunggulan [18]

Empowerment in the workplace is regarded by critics as more a pseudo -empowerment exercise,


the idea of which is to change the attitudes of workers, so as to make them work harder rather
than giving them any real power, and Wilkinson (1998) refers to this as "attitudinal shaping".
Pemberdayaan di tempat kerja dianggap oleh para kritikus sebagai lebih merupakan pseudo
pemberdayaan latihan-, gagasan yang adalah mengubah sikap pekerja, sehingga membuat
mereka bekerja lebih keras daripada memberi mereka apapun kekuasaan yang sesungguhnya,
dan Wilkinson (1998) mengacu pada ini sebagai "membentuk sikap". However, recent research
suggests that the opportunity to exercise personal discretion/choice (and complete meaningful
work) is an important element contributing to employee engagement and well-being. Namun,
penelitian terbaru menunjukkan bahwa kesempatan untuk menerapkan kebijaksanaan pribadi /
pilihan (dan pekerjaan yang berarti lengkap) merupakan elemen penting memberikan kontribusi
bagi keterlibatan karyawan dan kesejahteraan. There is evidence [ 19 ] that initiative and
motivation are increased when people have a more positive attributional style. Ada bukti [19]
bahwa inisiatif dan motivasi yang meningkat ketika orang memiliki gaya atribusi yang lebih
positif. This influences self-belief, resilience when faced with setbacks, and the ability to
visualize oneself overcoming problems. Ini mempengaruhi kepercayaan diri, ketahanan ketika
berhadapan dengan kemunduran, dan kemampuan untuk memvisualisasikan diri sendiri
mengatasi masalah. The implication is that 'empowerment' suits some more than others, and
should be positioned in the broader and wider context of an 'enabling' work environment.
Implikasinya adalah cocok 'pemberdayaan' bahwa beberapa lebih dari orang lain, dan harus
ditempatkan dalam konteks yang lebih luas dan lebih luas dari lingkungan yang 'memungkinkan'
kerja.

Empowerment to employees in the work place provides them with opportunities penda to make
their own decisions with regards to their tasks. Pemberdayaan kepada karyawan di tempat kerja
menyediakan mereka dengan Penda kesempatan untuk membuat keputusan sendiri berkaitan
dengan tugas-tugas mereka. Now-a-days more and more bosses and managers are practicing the
concept of empowerment among their subordinates to provide them with better opportunities.
Sekarang-bos a-hari semakin banyak dan manajer yang mempraktekkan konsep pemberdayaan
antara bawahan mereka untuk menyediakan mereka dengan peluang yang lebih baik.

In Management: Manajemen:

In the book Empowerment Takes More Than a Minute, the authors, Ken Blanchard, John P.
Carlos, and Alan Randolph, illustrate three simple keys that organizations can use to effectively
open the knowledge, experience, and motivation power that people already have. Dalam buku
Pemberdayaan Membawa Lebih dari sebuah Menit, penulis, Ken Blanchard, John P. Carlos, dan
Alan Randolph, menggambarkan tiga kunci sederhana bahwa organisasi dapat digunakan untuk
secara efektif membuka pengetahuan, pengalaman, dan kekuatan motivasi yang orang sudah
memiliki. The three keys are that managers must use to empower their employees are: share
information with everyone, create autonomy through boundaries and replace the old hierarchy
with self-managed teams. Tiga kunci adalah bahwa manajer harus digunakan untuk
memberdayakan karyawan mereka adalah: berbagi informasi dengan semua orang, menciptakan
otonomi melalui batas-batas dan mengganti hirarki lama dengan tim swakelola.

Share information with everyone – this is the first key to empowering people within an
organization. Berbagi informasi dengan semua orang - ini adalah kunci pertama untuk
memberdayakan orang-orang dalam organisasi. By sharing information with everyone, you are
giving them a clear picture of the company and its current situation. Dengan berbagi informasi
dengan semua orang, Anda memberi mereka gambaran yang jelas dari perusahaan dan situasi
saat ini. Another strong point that this brings is trust; by allowing all of the employees to view
the company information, it helps to build that trust between employer and employee. Hal lain
yang kuat bahwa ini membawa adalah kepercayaan; dengan memungkinkan seluruh karyawan
untuk melihat informasi perusahaan, membantu untuk membangun kepercayaan bahwa antara
majikan dan karyawan. Create autonomy through boundaries – this is the second key to
empowerment which also builds upon the previous one. Buat otonomi melalui batas - ini adalah
kunci kedua untuk pemberdayaan yang juga dibangun berdasarkan sebelumnya. By opening
communication through sharing information, it opens up the feedback about what is holding
them back from being empowered. Dengan membuka komunikasi melalui berbagi informasi,
akan membuka umpan balik tentang apa yang menahan mereka kembali dari yang diberdayakan.
Replace the old hierarchy with self-managed teams – this is the third and final key to
empowerment which ties them all together. Ganti hirarki lama dengan tim yang dikelola sendiri -
ini adalah kunci ketiga dan terakhir untuk pemberdayaan yang mengikat mereka semua bersama-
sama. By replacing the old hierarchy with self-managed teams, more responsibility is placed
upon unique and self-managed teams which create better communication and productivity. [ 20 ]
Dengan mengganti hirarki lama dengan tim yang dikelola sendiri, lebih banyak tanggung jawab
ditempatkan di atas dan swakelola tim yang unik yang membuat komunikasi yang lebih baik dan
produktivitas. [20]

[ edit ] Economics and empowerment [ sunting ] Ekonomi


dan pemberdayaan
In economic development , the empowerment approach focuses on mobilizing the self-help
efforts of the poor, rather than providing them with social welfare . Dalam pembangunan
ekonomi , pendekatan pemberdayaan berfokus pada memobilisasi swadaya upaya orang miskin,
daripada memberikan mereka dengan kesejahteraan sosial . Economic empowerment is also the
empowering of previously disadvantaged sections of the population, for example, in many
previously colonized African countries [ 21 ] . pemberdayaan ekonomi juga merupakan
pemberdayaan yang kurang beruntung bagian sebelumnya dari penduduk, misalnya, di banyak
negara Afrika dijajah sebelumnya [21] .

[ edit ] References [ sunting ] Referensi


• Blanchard, Kenneth H., John P. Carlos, and Alan Randolph. Blanchard, H. John, Kenneth
P. Carlos, Alan Randolph dan. Empowerment Takes More than a Minute. Pemberdayaan
Membawa Lebih dari Menit. San Francisco: Berrett-Koehler, 1996. San Francisco:
Berrett-Koehler, 1996. Print. Cetak.

• Thomas, KW and Velthouse, BA (1990) Cognitive Elements of Empowerment: An


'Interpretive' Model of Intrinsic Task Motivation. Thomas, KW dan Velthouse, BA
(1990) Elemen Kognitif Pemberdayaan: Sebuah 'Interpretasi' Model Tugas Motivasi
intrinsik. Academy of Management Review, Vol 15, No. 4, 666-681. Akademi
Manajemen Review, Vol 15, No 4, 666-681.

• Stewart, Aileen Mitchell. Stewart, Aileen Mitchell. Empowering People (Institute of


Management). Memberdayakan Rakyat (Institute of Management). London: Financial
Times Management, 1994. London: Financial Times Management, 1994. Print. Cetak.

• Wilkinson, A. 1998. Wilkinson, A. 1998. Empowerment: theory and practice.


Pemberdayaan: teori dan praktek. Personnel Review. Personil Review. [online]. [Online].
Vol. Vol. 27, No. 1, 40-56. 27, No 1, 40-56. Available from: Emerald on the World Wide
Web:
http://hermia.emeraldinsight.com/vl=2601464/cl=84/nw=1/fm=docpdf/rpsv/cw/mcb/004
83486/v27n1/s3/p40 . Tersedia dari: Emerald di World Wide Web:
http://hermia.emeraldinsight.com/vl=2601464/cl=84/nw=1/fm=docpdf/rpsv/cw/mcb/004
83486/v27n1/s3/p40 . Accessed February 16, 2004. 16 Februari 2004 Diakses.

[ edit ] Notes [ sunting ] Catatan


1. ^ Deneulin, Séverine, with Lila Shahani. ^ Deneulin, Séverine, dengan Lila Shahani.
2009. 2009. An Introduction to the Human Development and Capability Approach:
Freedom and Agency. Sebuah Pengantar Pembangunan Manusia dan Pendekatan
Kemampuan: Kebebasan dan Badan. Sterling, VA: Earthscan. Sterling, VA: Earthscan.
2. ^ UN General Assembly, 55th Session. ^ Majelis Umum PBB, Sidang ke-55. “United
Nations Millennium Declaration.” (A/55/L.2). "Deklarasi Milenium Perserikatan Bangsa-
Bangsa." (A/55/L.2). 8 September 2000. 8 September 2000. (Online) Available:
www.un.org/millennium/declaration/ares552e.pdf (accessed January 2, 2008) (Online)
Tersedia: www.un.org/millennium/declaration/ares552e.pdf (diakses 2 Januari 2008)
3. ^ Deneulin, Séverine, with Lila Shahani. ^ Deneulin, Séverine, dengan Lila Shahani.
2009. 2009. An Introduction to the Human Development and Capability Approach:
Freedom and Agency. Sebuah Pengantar Pembangunan Manusia dan Pendekatan
Kemampuan: Kebebasan dan Badan. Sterling, VA: Earthscan. Sterling, VA: Earthscan.
4. ^ Deneulin, Séverine, with Lila Shahani. ^ Deneulin, Séverine, dengan Lila Shahani.
2009. 2009. An Introduction to the Human Development and Capability Approach:
Freedom and Agency. Sebuah Pengantar Pembangunan Manusia dan Pendekatan
Kemampuan: Kebebasan dan Badan. Sterling, VA: Earthscan. Sterling, VA: Earthscan.
5. ^ Agarwal, Bina. ^ Agarwal, Bina. 1994. 1994. “Land Rights for Women: Making the
Case,” in A Field of One's Own: Gender and Land Rights in South Asia, pp. 1-50. "Tanah
Hak Perempuan: Making the Case," dalam A Bidang Sendiri One's: Gender dan Hak
Tanah di Asia Selatan, hal 1-50. Cambridge: Cambridge Univ. Cambridge: Cambridge
Univ. Press. Tekan.
6. ^ Argawal, Bina. ^ Argawal, Bina. 2010. 2010. “Gender and Green Governance: The
Political Economy of Women's Presence Within and Beyond Community Forestry.” New
York, NY: Oxford University Press. "Jender dan Tata Hijau: Ekonomi Politik Kehadiran
Perempuan Dalam dan Beyond Kehutanan Masyarakat." New York, NY: Oxford
University Press.
7. ^ Deneulin, Séverine, with Lila Shahani. ^ Deneulin, Séverine, dengan Lila Shahani.
2009. 2009. An Introduction to the Human Development and Capability Approach:
Freedom and Agency. Sebuah Pengantar Pembangunan Manusia dan Pendekatan
Kemampuan: Kebebasan dan Badan. Sterling, VA: Earthscan. Sterling, VA: Earthscan.
8. ^ Nussbaum, Martha C. 2000. ^ Nussbaum, Martha C. 2000. “Introduction,” in Women
and Human Development: The Capabilities Approach, pp. 1–33. "Pengantar," Perempuan
dan Pembangunan Manusia: Pendekatan Kemampuan, hal 1-33. Cambridge, UK:
Cambridge University Press. Cambridge, UK: Cambridge University Press.
9. ^ World Survey on the Role of Women In Development. ^ Dunia Survey tentang Peran
Perempuan Dalam Pembangunan. 2009. 2009. Women's Control over Economic
Resources and Access to Financial Resources, including Microfinance. Perempuan
Kontrol atas Sumber dan Ekonomi Akses ke Sumber Daya Keuangan, termasuk
Keuangan Mikro. New York: United Nations New York: Perserikatan Bangsa-Bangsa
10. ^ Bateman, Milford. ^ Bateman, Milford. 2010. 2010. Why Doesn't Microfinance
Work?: The Destructive Rise of Local Neoliberalism, New York: Zed Books. Mengapa
Tidak Keuangan Mikro Kerja: The Rise merusak dari Neoliberalisme Lokal, New York:
Zed Books?.
11. ^ Parmar, A. 2003. ^ Parmar, A. 2003. “Microcredit, Empowerment, and Agency: Re-
evaluating the Discourse.” Canadian Journal of Development Studies 24 (3): 461-76.
"Kredit Mikro, Pemberdayaan, dan Badan: Re-mengevaluasi Wacana." Canadian Journal
of Development Studies 24 (3): 461-76.
12. ^ United Nations Research Institute for Social Development. ^ PBB Balai Penelitian
Pengembangan Sosial. 2010. 2010. Combating Poverty and Inequality: Structural
Change, Social Policy and Politics. Memerangi Kemiskinan dan Ketimpangan:
Perubahan Struktural, Kebijakan Sosial dan Politik. Geneva: UNRISD “Gender
Inequalities at Home and in the Market.” Chapter 4, pp. 5–33 Jenewa: "Ketimpangan
Gender di Rumah dan di Pasar." UNRISD Bab 4, hal 5-33
13. ^ UNICEF. ^ UNICEF. 2007. 2007. “Equality in Employment,” in The State of the
World's Children. "Kesetaraan dalam Kerja," dalam Negara Anak Dunia. New York:
United Nations Children's Fund. New York: Dana PBB untuk Anak-anak.
14. ^ Argawal, Bina. ^ Argawal, Bina. 2010. 2010. “Gender and Green Governance: The
Political Economy of Women's Presence Within and Beyond Community Forestry.” New
York, NY: Oxford University Press "Jender dan Tata Hijau: Ekonomi Politik Kehadiran
Perempuan Dalam dan Beyond Kehutanan Masyarakat." New York, NY: Oxford
University Press
15. ^ World Survey on the Role of Women In Development. ^ Dunia Survey tentang Peran
Perempuan Dalam Pembangunan. 2009. 2009. Women's Control over Economic
Resources and Access to Financial Resources, including Microfinance. Perempuan
Kontrol atas Sumber dan Ekonomi Akses ke Sumber Daya Keuangan, termasuk
Keuangan Mikro. New York: United Nations. New York: Perserikatan Bangsa-Bangsa.
16. ^ Nussbaum, Martha C. 1995. ^ Nussbaum, Martha C. 1995. “Introduction,” in Martha
C. Nussbaum and Jonathan Glover, eds. "Pengantar," dalam Martha C. Nussbaum dan
Jonathan Glover, eds. Women, Culture, and Development: A Study of Human
Capabilities, pp. 1–15. Perempuan, Budaya, dan Pembangunan: Sebuah Kajian
Kemampuan Manusia, hal 1-15. Oxford: Clarendon Press Oxford: Clarendon Press
17. ^ World Survey on the Role of Women In Development. ^ Dunia Survey tentang Peran
Perempuan Dalam Pembangunan. 2009. 2009. Women's Control over Economic
Resources and Access to Financial Resources, including Microfinance. Perempuan
Kontrol atas Sumber dan Ekonomi Akses ke Sumber Daya Keuangan, termasuk
Keuangan Mikro. New York: United Nations New York: Perserikatan Bangsa-Bangsa
18. ^ views of Robert L. Webb ^ pemandangan Robert L. Webb
19. ^ Thomas and Velthouse, 1990 ^ Thomas dan Velthouse, 1990
20. ^ Blanchard, Kenneth H., John P. Carlos, and Alan Randolph. ^ Blanchard, John
Kenneth, H. P. Carlos, Alan Randolph dan. Empowerment Takes More than a Minute.
Pemberdayaan Membawa Lebih dari Menit. San Francisco: Berrett-Koehler, 1996. San
Francisco: Berrett-Koehler, 1996. Print. Cetak.
21. ^ www.microempowering.org ^ www.microempowering.org

http://www.pemberdayaan.com/etcetera/energi-sosial-budaya-dan-lokalitas-titik-
fokus-konsep-pemberdayaan.html#more-86

http://www.pemberdayaan.com/pembangunan/pemberdayaan-masyarakat-dan-
pembangunan-berkelanjutan.html

http://www.pemberdayaan.com/pemberdayaan/konsep-pemberdayaan-membantu-
masyarakat-agar-bisa-menolong-diri-sendiri.html#more-82
http://www.policy.hu/suharto/modul_a/makindo_32.htm

http://www.scribd.com/doc/17155463/PEMBERDAYAAN

PEMBERDAYAAN

Dalam suatu organisasi yang paling menentukan adalah kinerja sumberdaya manusia. Jika

sumberdaya manusianya memiliki motivasi tinggi, kreatif dan mampu mengembangkan inovasi, maka

kinerjanya akan menjadi semakin baik.

Karenanya diperlukan adanya upaya untuk meningkatkan kemampuan sumber daya

manusia. Dimasa yang lalu, untuk meningkatkan kemampuan sumberdaya manusia dilakukan melalui

pelatihan dan pengembangan atau disebut dengan pembinaan sumberdaya manusia. Secara bertahap cara itu

mulai ditinggalkan, karena dinilai kurang mampu mengembangkan inovasi dan kreatifitas sumberdaya

manusia.

Cara baru yang dapat dipergunakan untuk mengembangkan sumberdaya manusia sekarang

lebih dikenal denganpemberdayaan sumberdaya manusia, dengan pendekatan partisipasif yang melibatkan

semua pihak yang terkait dengan perubahaan.

Pengertian Pemberdayaan

Memberdayakan orang berarti mendorong mereka menjadi lebih terlibat dalam keputusan

dan aktivitas yang mempengaruhi pekerjaan mereka. Pemberdayaan merupakan perubahan yang terjadi pada

falsafah manajemen yang dapat membantu menciptakan suatu lingkungan dimana setiap individu dapat

menggunakan kemampuan dan energinya untuk meraih tujuan organisasi.

Pengertian pemberdayaan adalah menempatkan pekerja untuk bertanggung jawab atas apa

yang mereka kerjakan. Sehingga para manager belajar untuk berhenti mengontrol, dan pekerja belajar

bagaimana bertanggung jawab atas pekerjaanya dan bisa membuat keputusan yang tepat. Dengan demikian

berarti memberi kesempatan bagi mereka untuk menunjukkan bahwa mereka dapat memberikan gagasan baik

dan mempunyai keterampilan mewujudkan gagasannya menjadi realitas.


Pengertian lain menyatakan pemberdayaan adalah setiap proses yang memberikan otonomi

yang lebih besar kepada pekerja melalui saling menukar informasi yang relevan dan ketentuan tentang

pengawasan atas faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi kerja. Pemberdayaan merupakan kontinum antara

keadaan pekerja yang tidak mempunyai kekuatan untuk mempertimbangkan bagaimana mengerjakan pekerja,

sampai dengan keadaan dimana pekerja memiliki kontrol sepenuhnya atas apa yang mereka

kerjakan dan bagaimana

mengerjakannnya.

Dengan demikian, maka pemberdayaan adalah suatu proses untuk menjadikan


orang menjadi lebih berdaya atau lebih berkemampuan untuk menyelesaikan masalahnya sendiri,
dengan cara memberikan kepercayaan dan kewenangan sehingga menumbuhkan rasa tanggung
jawab. Memberdayakan orang dapat dilakukan dengan cara memindahkannya dari posisi yang
biasanya hanya melakukan apa yang disuruh, menjadi posisi lain yang memberikan kesempatan
untuk lebih bertanggung jawab. Pemberdayaan dapat diawali dengan hanya sekedar memberikan
dorongan kepada orang agar mau memainkan peran lebih aktif dalam pekerjaannya, sampai pada
melibatkan mereka dalam mengambil keputusan atau tanggung jawab untuk menyelesikan
pekerjaan tersebut.

Perlunya Pemberdayaan
Pemberdayaan diperlukan karena 2 hal, yaitu :
1)Karena lingkungan eksternal telah berubah sehingga mengalihkan cara bekerja
dengan orang di dalam organisasi bisnis.
2)Karena orangnya sendiri berubah. Sejak lama manager memandang orang
sebagai sumberdaya yang paling berharga.

Jadi, keamanan dan kesuksesan suatu organisasi lebih tergantung pada


kecerdasan dan bakat sumberdaya manusianya. Karenanya setiap organisasi perlu
mengembangkan kualitas sumberdaya manusianya dengan pendekatan parisipasif, memberikan
kepercayaan kepada bawahannya.
Karenanya setiap organisasi perlu selalu mengembangkan kualitas sumberdaya
manusianya dengan pendekatan partisipasif, memberikan kewenangan dan kepercayaan kepada
bawahan.

Hambatan Terhadap Pemberdayaan

Banyak terdapat organisasi-organisasi yang gagal memperbaiki diri karena


manager yang mempunyai kekuasaan untuk melakukan perubahan tidak peduli atas masalah
yang dihadapi. Sementara itu orang yang berada di garis depan yang memahami persoalannya,
tidak memiliki wewenang untuk melaksanakan atau melakukan sesuatu.

Untuk memberdayakan bawahannya manager harus mempercayai kemampuan


mereka untuk menyelesaikan suatu masalah. Begitu juga sebaliknya sebagai bawahan juga harus
mempercayai dan menghargai managernya. Dan sebelum hal tersebut terjadi, manajer harus
percaya bahwa pemberdayaan adalah mungkin dan bermanfaat.