Anda di halaman 1dari 1

MACAM PERJANJIAN KERJA

Untuk membuat perjanjian kerja, biasanya didahului masa percobaan. Menurut pasal 1601a
KUHPerdata yang dimaksud dengan perjanjian kerja adalah perjanjian dimana pihak kesatu
(karyawan), mengikatkan diri untuk bekerja pada pihak lain (pengusaha), selama waktu tertentu
dengan menerima imbalan yaitu berupa gaji/upah.
Ada dua macam perjanjian kerja:
1. Perjanjian kerja untuk waktu tertentu
2. Perjanjian kerja untuk waktu tidak tertentu
Bentuk dari perjanjian kerja untuk waktu tertentu berbeda dengan perjanjian kerja untuk waktu
tidak tertentu. Perjanjian kerja untuk waktu tertentu harus dibuat secara tertulis dan memuat :
1. nama dan alamat pengusaha/perusahaan
2. nama, alamat, umur dan jenis kelamin buruh
3. jabatan atau jenis/macam pekerjaan
4. besarnya upah serta cara pembayarannya
5. hak dan kewajiban buruh
6. hak dan kewajiban pengusaha
7. syarat-syarat kerjanya
8. jangka waktu berlakunya perjanjian kerja
9. tempat dan lokasi kerja
10. tempat dan tanggal Perjanjian Kerja dibuat dan tanggal mulai berlaku.
Perjanjian kerja untuk waktu tidak tertentu bentuknya bebas, artinya dapat dibuat tertulis/lisan.
Tetapi untuk masa sekarang dimana perkembangan dunia perusahaan semakin kompleks,
sebaiknya perjanjian kerja dibuat tertulis demi kepastian hukum mengenai hak-hak dan
kewajiban-kewajiban masing-masing pihak dalam perjanjian tersebut serta adanya administrasi
yang baik bagi perusahaan.
Untuk isi perjanjian kerja, untuk waktu tertentu tidak ditentukan tentang isi dari perjanjian kerja.
Pada pokoknya isi dari perjanjian kerja tidak dilarang oleh peraturan perundangan atau tidak
bertentangan dengan ketertiban atau kesusilaan.
Dalam praktek, pada umumnya isi perjanjian kerja biasanya mengenai besarnya gaji/upah,
macam pekerjaan dan jangka waktunya. Dengan demikian perjanjian kerja hanya memuat
syarat-syarat kerja yang sederhana atau minim mengenai gaji/upah saja.