Anda di halaman 1dari 13

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr. Wb.

Puji syukur Alhamdulillah kehadirat Allah SWT, atas segala rahmat,


karunia, hidayah serta petunjuk yang telah dilimpahkannya. Sehingga penulis
dapat menyelesaikan makalah dengan judul “Penyesuaian-penyesuaian Pribadi
dan Sosial Remaja”.

Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan dan penulisan makalah ini, masih
banyak kekurangan dan jauh dari sempurna, oleh karena itu penulis
mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun guna untuk
memperbaiki dan menyempurnakan penulisan makalah selanjutnya.

Ucapan terima kasih yang tidak terhingga kepada semua pihak yang telah
membantu penulis dalam penyelesaian penyusunan makalah ini.

Akhir kata penulis berharap semoga dengan doa, support, nasehat dan
dukungan kepada penulis, dapat bermanfaat bagi penulis untuk menjadi orang
yang lebih baik, dan semoga dengan disusunnya karya ilmiah ini, dapat
memberikan manfaat kepada penulis khususnya dan pembaca pada umumnya.

Malang, September 2010

Penulis

i
MAKALAH TENTANG

“PENYESUAIAN-PENYESUAIAN PRIBADI DAN SOSIAL


REMAJA”

Nama Kelompok :
1. Oky Warock W.

2. Merlita Rara D.P.

3. Bagus Putra H.

UNIVERSITAS NEGERI MALANG

FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN

PENDIDIKAN JASMANI DAN KESEHATAN


BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Kebanyakan orang mendefinisikan remaja sebagai periode transisi antara
masa anak-anak ke masa dewasa. Remaja sebetulnya tidak mempunyai tempat
yang jelas. Ia tidak termasuk golongan anak, tetapi ia tidak pula termasuk orang
yang dewasa. Remaja ada diantara anak dan orang dewasa. Remaja masih belum
mampu menguasai fungsi fisik dan psikisnya.

Ditinjau dari segi tersebut mereka masih termasuk golongan anak-anak,


mereka masih harus menemukan tempatnya dalam masyarakat. Remaja masih
harus banyak belajar untuk dapat memperoleh tempat dalam masyarakat sebagai
warga Negara yang bertanggung jawab dan bahagia. Remaja belajar ini melalui
pengkulturan, sosialisasi dan adaptasi aktif.

Pengertian diatas memberikan gambaran siapakah remaja itu. Dalam


perkembangan hidup manusia, mungkin remaja merupakan fase yang penting bagi
manusia karena pada fase ini merupakan fase dimana menentukan masa
dewasanya.

B. RUMUSAN MASALAH
1. Bagaiamana cara interaksi sosial menjelang remaja?

2. Bagaimana karakteristik perkembangan sosial remaja?

3. Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan social?

4. Apakah pengaruh perkembangan social terhadap tingkah laku?

5. Apakah pribadi dan masalah penyesuaian?

6. Bagaimana lahirnya remaja?

C. TUJUAN
1. Untuk mengetahui interaksi social menjelang remaja

2. Untuk mengetahui karakteristik perkembangan social remaja

3. Untuk mengetahui factor-faktor yang mempengaruhi perkembangan


sosial
4. Untuk mengetahui pengaruh perkembangan social terhadap tingkah
laku

5. Untuk mengetahui pribadi dan masalah penyesuaian

6. Untuk mengetahui lahirnya remaja

D. MANFAAT
Manfaat secara teoritis

a. Diharapkan bahwa makalah / karya ilmiah ini dapat memberikan


informasi mengenai “Penyesuaian pribadi dan social remaja” secara
praktis.

b. Data dari makalah ini / karya ilmiah ini dapat dijadikan sebagai
sumber informasi mengenai “Penyesuaian pribadi dan social remaja”.

c. Dapat dijadikan sebagai informasi lebih lanjut dan bacaan bagi


penyesuaian pendidikan selanjutnya.
2

BAB II PEMBAHASAN
1.INTERAKSI SOSIAL MENJELANG REMAJA

Perkembangan teori tentang manusia telah mengungkapkan bahwa


manusia tumbuh dan berkembang dari masa bayi ke masa dewasa melalui
beberapa langkah dan jenjang. Kehidupan anak dalam menelusuri
perkembangan nya itu ,pada dasarnya merupakan kemampuan mereka
berinteraksi dengan lingkungan. Pada proses integrasi dan interaksi ini
adalah faktor intelektual dan emosional mengambil peranan penting.
Proses tersebut merupakan proses sosialisasi yang mendudukan anak-anak
sebagai insan secara aktif melakukan proses yg alami.

Manusia tumbuh dan berkembang di dalam lingkungan. Lingkungan itu


dapat dibedakan ,lingkungan fisik dan lingkungan sosial. Lingkungan
sosial memberikan berbagai macam perkembangan pembeentukan aspek
sosial terutama kehidupan sosio-psikologis. Manusia sebagai mahkluk
sosial senantiasa mereka berhubungan dengan sesama manusia.
Bersosialisasi pada dasarnya merupakan proses penyesuaian diri terhadap
lingkungan kehidupan sosial. Untuk mencapai tujuan dari pola sosialisasi
dewasa, remaja harus membuat penyesuaian baru seperti meningkatkan
pengaruh kelompok sebaya ,perubahan dalam perilaku sosial
,pengelompokan sosial yg baru, nilai-nilai baru dalam seleksi persahabatan
dll.

2.KARAKTERISTIK PERKEMBANGAN SOSIAL REMAJA

Remaja adalah tingkat perkembangan anak yang telah mencapai


jenjang menjelang dewasa. Pada jenjang ini, kebutuhnan remaja telah
cukup kompleks,cakrawala interaksi sosial dan pergaulan remaja
cukup luas.Dalam penyesuaian diri terhadap lingkungan,remaja mulai
memperhatikan norma-norma pergaulan,yg berbeda sebelumnya di
dalam keluarga. Remaja menghadapi berbagai lingkungan,bukan saja
bergaul dengan keluarganya ,tetapi juga dengan berbagai kelompok
umur.

Kehidupan sosial pada jenjang remaja ditandai dengan menonjolnya


fungsi intelektual dan emosional. Seorang remaja dapat megalami sifat
hubungan sosial yg bersifat tertutup dengan sehubungan adanya
masalah yg dialami remaja. Proses pembentukan diri dan konsep diri

seseorang adalah suatu yg kompleks.Konsep diri anak tidak hanya


terbentuk dari bagaimana anak percaya tentang keberadaan dirinya
sendiri,tetapi juga bagaimana orang lain bisa percaya dengan
keberadaan kita.Erikson mengemukakan bahwa perkembangan anak
sampain jenjang dewasa melalui 8 tahap dan perkembangan remaja ini
berada pada tahap ke enam dan ketujuh,yaitu saat anak ingin
menentukan jati dirinya sesuai dengan situasi kehidupan yg mereka
alami.Banyak remaja yg percaya pada kelompoknya.

Pergaulan remaja banyak diwujudkan dalam bentuk kelompok-


kelompok,baik kelompok kecil maupun kelompok besar.Dalam menetapkan
pilihan kelompok yg diikuti,didasari oleh berbagai penimbangan,seperti
moral,sosial ekonomi,minat dan kesamaan bakat kemampuan.Baik didalam
kelompok besar atau kecil,masalah umum dihadapi oleh remaja dan paling rumit
adlah penyesuaian diri.Oleh karena itu sering terjadi perpecahan dalam kelompok
tersebut yg disebabkan dengan menonjolnya kepentingan pribadi setiap
orang.Tetapi sebaliknya didalam kelompok akan terjadi suatu persatuan yg kokoh.
Nilai kelompok dalam kehidupan kelompok adalah tiap anggota
kelompoknya.Sekalipun dalam hal-hal tertentu tindakan suatu kelompok kurang
memperhatikan norma umum yg berlaku didalam masyarakat,karena yg lebih
diperhatikan adalah keutuhan kelompoknya tanpa memperdulikan objektivitas
kebenaran.

Penyesuaian diri didalam kelompok kecil , kelompok yg terdiri berbagai


pasangan remaja berbagai jenis sekalipun tetap menjadi permasalahan yg cukup
berat.Didalam penyesuaian diri,kemampuan intelektual dan emosional
mempunyai pengaruh yg kuat.Saling pengertian akan kekurangan masing-masing
anggota dan upaya menahan sikap menonjokan diri diperlukan intelektual yg tepat
dan kemampuan menyeimbangkan emosional mempunyai pengaruh yg
kuat.Dalam hal hubungan hal khusus yg mengarah ke hal pemilihan pasangan
hidup,pertimbangan agama dan suku sering menjadi permasalahan yg rumit.

3.FAKTOR-FAKTOR yang MEMPENGARUHI PERKEMBANGAN


SOSIAL

a.Keluarga

Keluarga merupakan lingkungan yg pertama memberikan berbagain aspek


perkembangan anak,termasuk aspek perkembangan sosialnya.Proses pendidikan
yg bertujuan mengembangkan kepribadian anak lebih banyak ditentukan olah
keluarga.Pola pergaulan dan bagaimana norma dalam menempatkan diri terhadap
lingkungan yg lebih luasdan diarahkan olah keluarga.

b.Kematangan

Bersosialisasi memerlukan kematangan fisik dan psikis untuk mampu


mempertimbangkan dalam proses sosial,memberi dan menerima pendapat orang
lain.Dengan demikian untuk mampu bersosialisasi dengan baik diperlukan
kematangan fisik setiap orang fisiknya telah mampu memberikan fungsinya
dengan baik.

c.Status sosial ekonomi

kondisi sosial keluarga sangat mempengaruhi kehidupan


sosial.Masyarakat akan memandang anak bukan sebagai anak independent ,tetapi
anak yg utuh dalam keluarga .Secara tidak langsung dalam pergaulan sosial
anak ,masyarakat dan kelompoknya akan memperhitungkan norma yg berlaku
didalam keluarganya.Dari pihak anak itu sendiri,perilakunya akan
banyakmemperhatikan kondisi normatif yg telah ditanamkan oleh
keluarganya.Sehubungan hal itu,dalam kehidupan sosial anak akan senantiasa
“menjaga” status sosial dan ekonomi keluarga nya.

d.Pendidikan

Pendidikan merupakan proses sosialisasi anak yg terarah.hakikatnya


pendidikan sbg proses pengoprasian ilmu yg normatif,akan memberikan warna
kehidupan sosial anak dalam arti luas diartikan bahwa perkembangan anak
dipengaruhi perkembangan keluarga ,kelembagaan.Penanaman perilaku norma yg
benar secara sengaja diberikan kepada peserta didik yg belajar di kelembagaan
pendidikan(sekolah).Kepada peserta didik bukan saja dikenalkan kpd norma-
norma lingkungan dekat,tetapi juga dikenalkan norma bangsa atau aturan negara
dan norma kehidupan antar bangsa.Etik pergaulan dalam pendidikanmoral
diajarkan secara terprogam dengan tujuan untuk membentuk perilaku kehidupan
bermasyarakat dan bernegara.

e.Kapasitas Mental

Kemampuan berfikir banyak mempengaruhi banyak hal,seperti


kemampuan belajar,memecahkan masalah,dan berbahasa.Anak yg berkemampuan
intelektual tinggi akan berkemampuan berbahasa dan menelaah pelajaran secara
baik.Oleh karena itu kemampuan intelektual tinggi sangat berpengaruh dalam
perkembangan sosial remaja.Sikap saling mengerti dan kemampuan memahami
orang lain merupakan modal utama dalam kehidupan sosial dan hal ini akan
dengan mudah dicapai oleh remaja yg berkemampuan intelektual tinggi.Pada
kasus tertentu,seorang jenius ,sukar untuk bergaul dengan sebaya karena
pemahaman mereka setingkat lebih di atas.

4. PENGARUH PERKEMBANGAN SOSIAL TERHADAP TINGKAH


LAKU

Dalam perkembangan sosial ,remaja dapat memikirkan perihal dirinya dan


orang lain.Pemikiran itu terwujud dalam refleksi diri,yg sering mengarah ke
penilaian diri dan kritik dari hasil pergaulannya dengan orang lain.Pikiran remaja
sering dipengaruhi oleh ide-ide dari teori-teori yg menyebabkan sifat kritis
terhadap situasi dan orang lain,termasuk orang tuanya.Setiap pendapat orang lain
dibandingkan dengan teori yg diikuti atau diharapkan.Sikap kritis ini juga
ditunjukan dalam hal-hal yg sudah umum.sehingga tata cara ,adat istiadat yg
berlaku di kelurga sering terasa terjadi/ada pertentangan dengan sikap kritis yg
tampak pada perilakunya.

Disamping itu pengaruh egosentris masih sering terlihat pada pikiran remaja.

1) Cita-cita dan idealisme yg baik,terlalu menitikberatkan pikiran


sendiri,tanpa memikirkan akibat lebih jauh dan tanpa memperhitungkan
kesulitan praktis yg mungkin tidak mungkin berhasil menyelesaikan
persoalan.

2) Kemampuan berfikir dengan pendapat sendiri belum disertai pendapat


orang lain dalam penilaiannya.Masih sulit membedakan pokok perhatian
orang lain dari pada tujuan diri sendiri.pandangan dan penilaian diri
sendiri dianggap sama dengan pandangan orang lain.pencerminan sifat
egois sering dapat menyebabkan “kekakuan” para remaja dalam cara
berfikir maupun bertingkah laku.proses penyesuaian diri yg dilandasi sifat
egoisnya dapat menimbulkan reaksi lain dimana justru remaja itu melebih-
lebihkan diri dalam penilaian diri.Melalui banyak pengalaman dan
penghayatan kenyataan serta dalam mengahdapi pendapat orang lain,maka
sifat ego akan berkurang sehingga remaja sudah dapat bergaul dengan
lingkunga yg disekitarnya tanpa meremehkan pendapat orng lain.

• Upaya pengembangan hubungan remaja sosial dan implikasinya dalam


penyelenggaraan pendidikan

Remaja yg dalam masa mencari dan menentukan jati dirinya selalu menilai
tinggi atau sebaliknya.mereka belum mengetahui benar tentang norma-
norma sosial yg berlaku dalam kehidupan mesyarakat.keduanya dapat
menimbulkan dampak negativ bagi perkembangan mereka.Kesepakatan
norma kehidupan remaja yg berbeda dengan kelompok lain ,kelompok
dewasa dan kelompok anak-anak,akan dapat menimbulkan poerilaku

sosial yg kurang atau tidak dapat diterima oleh umum.

Penciptaan kelompok sosial remaja perlu dikembangkan untuk


memberikan rangsang kepada mereka ke arah perilaku yg bermanfaat dan
dapt diterima khalayak.khusus didalam sekolah perlu sering diadakan
kegiatan bakti sosial ,karya bakti ,dan kelompok-kelompok belajar di
bawah asuhan para guru pembimbing hendaknya dikembangluaskan.

5. PRIBADI dan MASALAH PENYESUAIAN


Kenyataan bahwa syarat-syarat hidupitu slalu meminta kemampuan diri
setiap individu untuk menyesuaikan diri sehingga masalah penyesuaian diri
menjadi masalah serius bagi manusia yg tengah berkembang .

Minat sebagai salah satuhasil pengalaman yg tumbuh pada dan dianggap


bernilai oleh individu adalah kegiatan yg mendorong untuk berbuat
sesuatu.hubungan erat antara jenis-jenis minat dengan taraf kematangan bersifat
sengat pribadi ,tetapi kemudian akan tampak bahwa makin dewasanya adolsen itu
minat akan semakin berkembang.Minat juga tergantung pada
pengalaman.Beberapa studi menunjukan minat pemuda pria lebih banyak jenisnya
dari pada pemuda perempuan yg bersifat intelektuil skolastik.Perubahan sifat
seseorang akan membawa dampak kepada perkembangan orang itu sendiri.

6. LAHIRNYA REMAJA

Bila semua berjalan dengan lancar,kita tidak akan mrasa lama dan seakan
tiba-tiba,tetapi lebih dari itu kita menjadi manusia dengan kemampuan dan
kemauan sendiri ,memikirkan berbagai persoalan,mengambil kesimpulan dan
meutuskan suatu keputusan ,melaksanakan keputusan secara cermat.

Kedewasaan dicapainya bukan hanya oleh karena badan yg bertambah besar tp


karena dia telah memiliki keseimbangan mental.

Dengan kedewasaan seperti itu ,kini dia telah siap sedia memenuhi fase kehidupan
yg baru.fase kedewasaan dn dengan ia berjalan trus ,menjalankan tugas hidup
duniawi untuk mempertinggi harkat dan martabat dan tugas akhirat menjalankan
segala ajaran Tuhan Yang Maha Esa.

BAB III PENUTUP


A. KESIMPULAN

Remaja adalah tingkat perkembangan anak yang telah mencapai jenjang


menjelang dewasa.Pada jenjang ini , kebutuhnan remaja telah cukup
kompleks,cakrawala interaksi sosial dan pergaulan remaja cukup
luas.Dalam penyesuaian diri terhadap lingkungan,remaja mulai
memperhatikan norma-norma pergaulan,yg berbeda sebelumnya di dalam
keluarga.Remaja menghadapi berbagai lingkungan,bukan saja bergaul
dengan keluarganya ,tetapi juga dengan berbagai kelompok umur. Untuk
mencapai tujuan dari pola sosialisasi dewasa,remaja harus membuat
penyesuaian baru seperti meningkatkan pengaruh kelompok sebaya
,perubahan dalam perilaku sosial ,pengelompokan sosial yg baru,nilai-nilai
baru dalam seleksi persahabatan.

B. SARAN

Menumbuhkan rasa percaya diri dengan merasa puas akan hasil


kerja sendiri, walaupun hasilnya jelek. Menegakkan sikap jujur dan sportif
dalam semua pekerjaan. Karena itu, kita harus senantiasa membekali diri
kita dengan mengerjakan sesuatu dengan belajar jujur. Walaupun
terkadang jujur itu pahit. Mengubah kebiasaan, mungkin pada awalnya
memang bukan hal gampang, tetapi kalau kita memang meniatkan dalam
hati, tidak ada satu hal apapun yang tidak mungkin.

DAFTAR PUSTAKA

Andi Mappiare. 1982; Psikologi Remaja. Surabaya: Usaha Nasional.

Surakhmad Winarno. 1990. Psikologi Pemuda. Surabaya: Apollo.


9

DAFTAR ISI
Halaman

KATA PENGANTAR i

DAFTAR ISI ii

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang 1

B. Rumusan Masalah 1

C. Tujuan 1

D. Manfaat 2

BAB II PEMBAHASAN

A. Interaksi sosial menjelang remaja 3


B. Karakteristik perkembangan social remaja 3

C. Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan social 4

D. Pengaruh perkembangan social terhadap tingkah laku 6

E. Pribadi dan Masalah penyesuaian 7

F. Lahirnya remaja 7

BAB III PENUTUPAN

A. Kesimpulan 8

B. Saran 8

DAFTAR PUSTAKA 9

ii