Anda di halaman 1dari 61

BELAJAR MUDAH

BAHASA ARAB

Ofyxtea @ 2010
DAFTAR ISI

1. Aqsam al-Kalimah (Pembagian Kata)


2. Isim Alam (Kata Benda Nama)
3. Mudzakkar (Laki-laki) - Muannats (Perempuan)
4. Mufrad (Tunggal) - Mutsanna (Dual) - Jamak (Plural)
5. Isim Isyarah (Kata Tunjuk)
6. Isim Maushul (Kata Sambung)
7. Isim Nakirah (Kata Benda Umum) - Isim Ma'rifah (Kata Benda Khusus)
8. Shifat-Maushuf, Mudhaf-Mudhaf Ilaih, Mubtada'-Khabar
9. Dhamir (Kata Ganti)
10. Dhamir Rafa' (Kata Ganti Subjek)
11. Dhamir Nashab (Kata Ganti Objek)
12. Fi'il Madhy (Kata Kerja Lampau) - Fi'il Mudhari' (Kata Kerja Kini/Nanti)
13. Fi'il Amar (Kata Kerja Perintah)
14. Fi'il Nahy (Kata Kerja Larangan)
15. Fi'il Ma'lum (Kata Kerja Aktif) - Fi'il Majhul (Kata Kerja Pasif)
16. Harf (Kata Tugas)
17. Adawat al-Istifham (Kata Tanya)
18. Isim Jamid (Kata Benda Solid)
19. Isim Musytaq (Kata Benda Pecahan)
20. Fi'il Mujarrad (Fi'il dengan Huruf Asli)
21. Fi'il Mazid (Fi'il dengan Huruf Tambahan)
22. I'rab Isim (Perubahan Baris/Bentuk di Akhir Kata Benda)
23. Isim Marfu' (Kata Benda yang Mengalami I'rab Rafa')
24. Isim Manshub (Kata Benda yang Mengalami I'rab Nashab)
25. Isim Majrur (Kata Benda yang Mengalami I'rab Jarr)
26. Inna dan Kana serta "Kawan-kawannya"
27. Alamat Far'iyyah (Tanda-tanda Cabang dari I'rab)
28. Isim Ghairu Munawwan (Isim yang Tidak Menerima Tanwin)
29. I'rab Fi'il Mudhari' (Perubahan Baris/Bentuk di Akhir Fi'il Mudhari')
30. 'Adad (Bilangan)
1

‫ﺔﹸ‬‫ ﺍﻟﹾﻜﹶﻠِﻤ‬‫ﺎﻡ‬‫ﺃﹶﻗﹾﺴ‬
PEMBAGIAN KATA

Semua bahasa manusia tersusun dari tiga komponen dasar yaitu:

1. Satuan bunyi yang disebut "huruf" atau "abjad".

Contoh: ‫ﺩ‬-‫ﺝ‬-‫ﺱ‬-‫ﻡ‬
2. Susunan huruf yang memiliki arti tertentu yang disebut "kata".

Contoh: ‫ﺠِﺪ‬‫ﺴ‬‫ =( ﻣ‬masjid)


3. Rangkaian kata yang mengandung pikiran yang lengkap yang disebut "kalimat".

Contoh: ِ‫ﺠِﺪ‬‫ﺴ‬‫ ﻓِﻲ ﺍﻟﹾﻤ‬‫ﻠﱢﻲ‬‫ =( ﺃﹸﺻ‬saya shalat di masjid)


Dalam tata bahasa Arab, "kata" dibagi ke dalam tiga golongan besar:

1. ISIM ( ‫ﻢ‬‫ ) ﺍِﺳ‬atau "kata benda". Contoh: ‫ﺠِﺪ‬‫ﺴ‬‫ =( ﻣ‬masjid)

2. FI'IL ( ‫ﻞ‬‫ ) ﻓِﻌ‬atau "kata kerja". Contoh: ‫ﻠﱢﻲ‬‫ =( ﺃﹸﺻ‬saya shalat)

3. HARF ( ‫ﻑ‬‫ﺮ‬‫ ) ﺣ‬atau "kata tugas". Contoh: ‫ =( ﻓِﻲ‬di, dalam)


Penggunaan istilah Kata Benda, Kata Kerja dan Kata Tugas dalam tata bahasa
Indonesia, tidak sama persis dengan Isim, Fi'il dan Harf dalam tata bahasa Arab. Namun
bisalah dipakai untuk sekadar mendekatkan pengertian.
2

‫ﻠﹶﻢ‬‫ﻢ ﻋ‬‫ﺍِﺳ‬
ISIM 'ALAM (Kata Benda Nama)

Dalam golongan Isim, ada yang disebut dengan Isim 'Alam yaitu Isim yang merupakan
nama dari seseorang atau sesuatu. Di bawah ini beberapa contoh Isim 'Alam (nama),
bacalah dengan suara nyaring dan jelas satu persatu:

- ‫ﻞ‬‫ﺎﻋِﻴ‬‫ﻤ‬‫ ﺇِﺳ‬- ‫ﻢ‬‫ﺍﻫِﻴ‬‫ﺮ‬‫ ﺇِﺑ‬- ‫ﺡ‬‫ﻮ‬‫ ﻧ‬- ‫ﺲ‬‫ﺭِﻳ‬‫ ﺇِﺩ‬- ‫ﻡ‬‫ ﺁﺩ‬- ‫ﺪ‬‫ﻤ‬‫ﺤ‬‫ﻣ‬
- ‫ﺲ‬‫ﻧ‬‫ﻮ‬‫ ﻳ‬- ‫ﺎﻥ‬‫ﻤ‬‫ﻠﹶﻴ‬‫ ﺳ‬- ‫ﻰ‬‫ﺳ‬‫ﻮ‬‫ ﻣ‬- ‫ﻒ‬‫ﺳ‬‫ﻮ‬‫ ﻳ‬- ‫ﺏ‬‫ﻘﹸﻮ‬‫ﻌ‬‫ ﻳ‬- ‫ﺎﻕ‬‫ﺤ‬‫ﺇِﺳ‬
- ‫ﺎﻥ‬‫ﺜﹾﻤ‬‫ ﻋ‬- ‫ﺮ‬‫ﻤ‬‫ ﻋ‬- ‫ﺔ‬‫ ﻓﹶﺎﻃِﻤ‬- ‫ﺔ‬‫ﺎﺋِﺸ‬‫ ﻋ‬- ‫ﺔ‬‫ﺠ‬‫ﺪِﻳ‬‫ ﺧ‬- ‫ﻢ‬‫ﻳ‬‫ﺮ‬‫ ﻣ‬- ‫ﻰ‬‫ﺴ‬‫ﻋِﻴ‬
‫ﺔ‬‫ﻨ‬‫ﺪِﻳ‬‫ ﻣ‬- ‫ﻜﱠﺔ‬‫ ﻣ‬- ‫ﻥ‬‫ﻭ‬‫ ﻗﹶﺎﺭ‬- ‫ﻥ‬‫ﻮ‬‫ﻋ‬‫ ﻓِﺮ‬- ‫ﺪ‬‫ﻳ‬‫ ﺯ‬- ‫ﺎﻥ‬‫ ﻟﹸﻘﹾﻤ‬- ‫ﻞ‬‫ﺮِﻳ‬‫ﺟِﺒ‬
Cari dan tuliskanlah Isim-isim Alam yang lain yang anda temukan dan ketahui!

‫ﺚ‬‫ﻧ‬‫ﺆ‬‫ ﻣ‬- ‫ﺬﹶﻛﱠﺮ‬‫ﻣ‬


MUDZAKKAR (Laki-laki) - MUANNATS (Perempuan)

Dalam tata bahasa Arab, dikenal adanya penggolongan Isim ke dalam Mudzakkar (laki-
laki) atau Muannats (perempuan). Penggolongan ini ada yang memang sesuai dengan
jenis kelaminnya (untuk manusia dan hewan) dan adapula yang merupakan
penggolongan secara bahasa saja (untuk benda dan lain-lain).

Contoh Isim Mudzakkar Contoh Isim Muannats

‫ﻰ‬‫ﺴ‬‫ﻋِﻴ‬ (= 'Isa) ‫ﻢ‬‫ﻳ‬‫ﺮ‬‫ﻣ‬ (= Maryam)

‫ﻦ‬‫ﺍِﺑ‬ (= putera) ‫ﺖ‬‫ﺑِﻨ‬ (= puteri)

‫ﻘﹶﺮ‬‫ﺑ‬ (= sapi jantan) ‫ﺓﹲ‬‫ﻘﹶﺮ‬‫ﺑ‬ (= sapi betina)

‫ﺮ‬‫ﺤ‬‫ﺑ‬ (= laut) ‫ﺢ‬‫ﺭِﻳ‬ (= angin)

Dari segi bentuknya, Isim Muannats biasanya ditandai dengan adanya tiga jenis huruf di
belakangnya yaitu:
3

a) Ta Marbuthah ( ‫) ة‬. Misalnya: ‫ﺔ‬‫=( ﻓﹶﺎﻃِﻤ‬Fathimah), ‫ﺔ‬‫ﺳ‬‫ﺭ‬‫ﺪ‬‫=( ﻣ‬sekolah)


b) Alif Maqshurah ( ‫) ى‬. Misalnya: ‫ﻰ‬‫ﻠﹾﻤ‬‫=( ﺳ‬Salma), ‫ﻯ‬‫ﻠﹾﻮ‬‫=( ﺣ‬manisan)
c) Alif Mamdudah ( ‫) اء‬. Misalnya: ‫ﺎﺀ‬‫ﻤ‬‫=( ﺃﹶﺳ‬Asma'), ‫ﺍﺀ‬‫ﺮ‬‫ﻤ‬‫=( ﺳ‬pirang)
Namun adapula Isim Muannats yang tidak menggunakan tanda-tanda di atas.

Misalnya: ‫ﺢ‬‫ =( ﺭِﻳ‬angin), ‫ﻔﹾﺲ‬‫ =( ﻧ‬jiwa, diri), ‫ﺲ‬‫ﻤ‬‫ =( ﺷ‬matahari)


Bahkan ada pula beberapa Isim Mudzakkar yang menggunakan Ta Marbuthah.

Contoh: ‫ﺓ‬‫ﺰ‬‫ﻤ‬‫ =( ﺣ‬Hamzah), ‫ﺔ‬‫ =( ﻃﹶﻠﹾﺤ‬Thalhah), ‫ﺔ‬‫ﺎﻭِﻳ‬‫ﻌ‬‫ =( ﻣ‬Muawiyah)


Ingat, jangan melangkah ke halaman selanjutnya sebelum mengerti pelajaran di atas dan
menghafal kosakata yang baru anda temukan!

‫ﻊ‬‫ﻤ‬‫ ﺟ‬- ‫ﻰ‬‫ﺜﹶﻨ‬‫ ﻣ‬- ‫ﺩ‬‫ﻔﹾﺮ‬‫ﻣ‬


MUFRAD (Tunggal) - MUTSANNA (Dual) - JAMAK

Dari segi bilangannya, bentuk-bentuk Isim dibagi tiga:

1) ISIM MUFRAD (tunggal) kata benda yang hanya satu atau sendiri.
2) ISIM MUTSANNA (dual) kata benda yang jumlahnya dua.
3) ISIM JAMAK (plural) atau kata benda yang jumlahnya lebih dari dua.

Isim Mutsanna (Dual) bentuknya selalu beraturan yakni diakhiri dengan huruf Nun

Kasrah ( ِ‫) ﻥ‬, baik untuk Isim Mudzakkar maupun Isim Muannats. Contoh:
Mufrad Tarjamah Mutsanna Tarjamah

‫ﺟﻞﹲ‬ ‫ﺭ‬ = seorang laki-laki ِ‫ﻼﹶﻥ‬‫ﺟ‬‫ﺭ‬ = dua orang laki-laki

‫ﺔﹲ‬‫ﻨ‬‫ﺟ‬ = sebuah kebun ِ‫ﺎﻥ‬‫ﺘ‬‫ﻨ‬‫ﺟ‬ = dua buah kebun

‫ﻠِﻢ‬‫ﺴ‬‫ﻣ‬ = seorang muslim ِ‫ﺎﻥ‬‫ﻠِﻤ‬‫ﺴ‬‫ﻣ‬ = dua orang muslim

‫ﺔﹲ‬‫ﻠِﻤ‬‫ﺴ‬‫ﻣ‬ = seorang muslimah ِ‫ﺎﻥ‬‫ﺘ‬‫ﻠِﻤ‬‫ﺴ‬‫ﻣ‬ = dua orang muslimah


4

Adapun Isim Jamak, dari segi bentuknya terbagi dua macam:

1. JAMAK SALIM ( ‫ﺎﻟِﻢ‬‫ﻊ ﺳ‬‫ﻤ‬‫ )ﺟ‬yang bentuknya beraturan:


Mufrad Tarjamah Jamak Tarjamah

‫ﻦ‬‫ﺍِﺑ‬ = seorang putera ‫ﻥﹶ‬‫ﻮ‬‫ﻨ‬‫ﺑ‬ = putera-putera

‫ﺖ‬‫ﺑِﻨ‬ = seorang puteri ‫ﺎﺕ‬‫ﻨ‬‫ﺑ‬ = puteri-puteri

‫ﻠِﻢ‬‫ﺴ‬‫ﻣ‬ = seorang muslim ‫ﻥﹶ‬‫ﻮ‬‫ﻠِﻤ‬‫ﺴ‬‫ﻣ‬ = muslim-muslim

‫ﺔﹲ‬‫ﻠِﻤ‬‫ﺴ‬‫ﻣ‬ = seorang muslimah ‫ﺎﺕ‬‫ﻠِﻤ‬‫ﺴ‬‫ﻣ‬ = muslimah-muslimah

2. JAMAK TAKSIR ( ‫ﺮ‬‫ﻜﹾﺴِﻴ‬‫ﻊ ﺗ‬‫ﻤ‬‫ )ﺟ‬yang bentuknya tidak beraturan:


Mufrad Tarjamah Jamak Tarjamah

‫ﻝﹲ‬‫ﻮ‬‫ﺳ‬‫ﺭ‬ = seorang rasul ‫ﻞﹲ‬‫ﺳ‬‫ﺭ‬ = rasul-rasul

‫ﺎﻟِﻢ‬‫ﻋ‬ = seorang alim ُ‫ﺎﺀ‬‫ﻠﹶﻤ‬‫ﻋ‬ = orang-orang alim

‫ﺟﻞﹲ‬ ‫ﺭ‬ = seorang laki-laki ‫ﺎﻝﹲ‬‫ﺭِﺟ‬ = para laki-laki

‫ﺃﹶﺓﹲ‬‫ﺮ‬‫ﺍِﻣ‬ = seorang perempuan ٌ‫ﺎﺀ‬‫ﻧِﺴ‬ = perempuan-perempuan

Ingat, jangan melangkah ke halaman selanjutnya sebelum mengerti pelajaran di atas dan
menghafal semua kosa kata yang baru anda temukan!

‫ﺓ‬‫ﺎﺭ‬‫ﻢ ﺇِﺷ‬‫ﺍِﺳ‬
ISIM ISYARAH (Kata Tunjuk)

Untuk lebih memahami penggunaan Mudzakkar dan Muannats, serta Mufrad, Mutsanna
dan Jamak dalam pengelompokan Isim, kita akan mempelajari tentang Isim Isyarah atau
Kata Tunjuk dan Isim Maushul atau Kata Sambung.

Pertama, Isim Isyarah. Pada dasarnya, ada dua macam Kata Tunjuk:
5

1) Isim Isyarah atau Kata Tunjuk untuk yang dekat: ‫ﺬﹶﺍ‬‫=( ﻫ‬ini).
Contoh dalam kalimat: ‫ﺎﺏ‬‫ﺬﹶﺍ ﻛِﺘ‬‫ =( ﻫ‬ini sebuah buku)
2) Isim Isyarah atau Kata Tunjuk untuk yang jauh: ‫=( ﺫﹶﻟِﻚ‬itu).
Contoh dalam kalimat: ‫ﺎﺏ‬‫ ﻛِﺘ‬‫ =( ﺫﹶﻟِﻚ‬itu sebuah buku)
Bila Isim Isyarah itu menunjuk kepada Isim Muannats maka:

1) ‫ﺬﹶﺍ‬‫ ﻫ‬menjadi: ِ‫ﺬِﻩ‬‫=( ﻫ‬ini). Contoh: ‫ﻠﱠﺔﹲ‬‫ﺠ‬‫ﺬِﻩِ ﻣ‬‫ =( ﻫ‬ini sebuah majalah)

2) ‫ﻚ‬
 ِ‫ ﺫﹶﻟ‬menjadi: ‫=( ﺗِﻠﹾﻚ‬itu). Contoh: ‫ﻠﱠﺔﹲ‬‫ﺠ‬‫ ﻣ‬‫ =( ﺗِﻠﹾﻚ‬itu sebuah majalah)
Adapun bila Isim yang ditunjuk itu adalah Mutsanna (Dual), maka:

1) ‫ﺬﹶﺍ‬‫ ﻫ‬menjadi ِ‫ﺬﹶﺍﻥ‬‫ﻫ‬. Contoh: ِ‫ﺎﻥ‬‫ﺎﺑ‬‫ﺬﹶﺍﻥِ ﻛِﺘ‬‫ =( ﻫ‬ini dua buah buku)

2) ِ‫ﺬِﻩ‬‫ ﻫ‬menjadi ِ‫ﺎﻥ‬‫ﺘ‬‫ﻫ‬. Contoh: ِ‫ﺎﻥ‬‫ﻠﱠﺘ‬‫ﺠ‬‫ﺎﻥِ ﻣ‬‫ﺘ‬‫ =( ﻫ‬ini dua buah majalah)

3) ‫ﻚ‬
 ِ‫ ﺫﹶﻟ‬menjadi ‫ﺫﹶﺍﻧِﻚ‬. Contoh: ِ‫ﺎﻥ‬‫ﺎﺑ‬‫ ﻛِﺘ‬‫ =( ﺫﹶﺍﻧِﻚ‬itu dua buah buku)

4) ‫ ﺗِﻠﹾﻚ‬menjadi ‫ﺎﻧِﻚ‬‫ﺗ‬. Contoh: ِ‫ﺎﻥ‬‫ﻠﱠﺘ‬‫ﺠ‬‫ ﻣ‬‫ﺎﻧِﻚ‬‫ =( ﺗ‬itu dua buah majalah)


Sedangkan bila Isim yang ditunjuk itu adalah Jamak (lebih dari dua):

1) Bila Isim yang ditunjuk itu adalah tidak berakal, maka baik Isim Mudzakkar maupun

Isim Muannats, menggunakan: ِ‫ﺬِﻩ‬‫=( ﻫ‬ini) untuk menunjuk yang dekat dan ‫=( ﺗِﻠﹾﻚ‬itu)
untuk menunjuk yang jauh. Contoh dalam kalimat:
6

‫ﺐ‬‫ﺬِﻩِ ﻛﹸﺘ‬‫ =( ﻫ‬ini buku-buku); ‫ﻼﱠﺕ‬‫ﺠ‬‫ﺬِﻩِ ﻣ‬‫ =( ﻫ‬ini majalah-majalah)


‫ﺐ‬‫ ﻛﹸﺘ‬‫ =( ﺗِﻠﹾﻚ‬itu buku-buku); ‫ﻼﱠﺕ‬‫ﺠ‬‫ ﻣ‬‫ =( ﺗِﻠﹾﻚ‬itu majalah-majalah)
2) Bila Isim yang ditunjuk itu adalah berakal, maka baik Isim Mudzakkar maupun Isim

Muannats, menggunakan: ِ‫ﻻﹶﺀ‬‫ﺆ‬‫=( ﻫ‬ini) untuk menunjuk yang dekat dan ‫=( ﺃﹸﻟﹶﺌِﻚ‬itu)
untuk menunjuk yang jauh. Contoh dalam kalimat:

‫ﻻﹶﺀِ ﻃﹸﻼﱠﺏ‬‫ﺆ‬‫ =( ﻫ‬ini siswa-siswa); ‫ﺎﺕ‬‫ﻻﹶﺀِ ﻃﹶﺎﻟِﺒ‬‫ﺆ‬‫ =( ﻫ‬ini siswi-siswi)


‫ ﻃﹸﻼﱠﺏ‬‫ =( ﺃﹸﻟﹶﺌِﻚ‬itu siswa-siswa); ‫ﺎﺕ‬‫ ﻃﹶﺎﻟِﺒ‬‫ =( ﺃﹸﻟﹶﺌِﻚ‬itu siswi-siswi)
Ingat, jangan melangkah ke halaman selanjutnya sebelum mengerti pelajaran di atas dan
menghafal semua kosa kata yang baru anda temukan!

‫ﻝ‬‫ﻮ‬‫ﺻ‬‫ﻮ‬‫ﻢ ﻣ‬‫ﺍِﺳ‬
ISIM MAUSHUL (Kata Sambung)

Isim Maushul (Kata Sambung) adalah Isim yang berfungsi untuk menghubungkan
beberapa kalimat atau pokok pikiran menjadi satu kalimat. Dalam bahasa Indonesia,
Kata Sambung semacam ini diwakili oleh kata: "yang".

Bentuk asal/dasar dari Isim Maushul adalah: ‫=( ﺍﻟﱠﺬِﻱ‬yang). Perhatikan contoh
penggunaan Isim Maushul dalam menggabungkan dua kalimat di bawah ini:

Kalimat I ‫ﺱ‬‫ﺭ‬‫ﺪ‬‫ﺎﺀَ ﺍﻟﹾﻤ‬‫ﺟ‬ = datang guru itu

Kalimat II ‫ ﺍﻟﹾﻔِﻘﹾﻪ‬‫ﺱ‬‫ﺭ‬‫ﺪ‬‫ ﻳ‬‫ﺱ‬‫ﺭ‬‫ﺪ‬‫ﺍﹶﻟﹾﻤ‬ = guru itu mengajar Fiqh

Kalimat III ‫ ﺍﻟﹾﻔِﻘﹾﻪ‬‫ﺱ‬‫ﺭ‬‫ﺪ‬‫ ﻳ‬‫ ﺍﻟﱠﺬِﻱ‬‫ﺱ‬‫ﺭ‬‫ﺪ‬‫ﺎﺀَ ﺍﻟﹾﻤ‬‫= ﺟ‬Fiqh


datang guru yang mengajar

Kalimat III menghubungkan Kalimat I dan II dengan Isim Maushul: ‫ﺍﻟﱠﺬِﻱ‬


7

Bila Isim Maushul itu dipakai untuk Muannats maka: ‫ ﺍﻟﱠﺬِﻱ‬menjadi: ‫ﺍﻟﱠﺘِﻲ‬

‫ ﺍﻟﹾﻔِﻘﹾﻪ‬‫ﺱ‬‫ﺭ‬‫ﺪ‬‫ ﺗ‬‫ﺔﹸ ﺍﻟﱠﺘِﻲ‬‫ﺳ‬‫ﺭ‬‫ﺪ‬‫ﺎﺀَﺕِ ﺍﻟﹾﻤ‬‫ = ﺟ‬datang guru (pr) yang mengajar Fiqh itu
Bila Isim Maushul itu digunakan untuk Mutsanna (Dual) maka:

1) ‫ ﺍﻟﱠﺬِﻱ‬menjadi: ِ‫ ﺍﻟﱠﺬﹶﺍﻥ‬sedangkan ‫ ﺍﻟﱠﺘِﻲ‬menjadi: ِ‫ﺎﻥ‬‫ﺍﻟﱠﺘ‬

‫ﺎﻥِ ﺍﻟﹾ ِﻔ ﹾﻘﻪ‬‫ﺳ‬‫ﺭ‬‫ﺪ‬‫ﺎﻥِ ﺍﻟﱠﺬﹶﺍﻥِ ﻳ‬‫ﺳ‬‫ﺭ‬‫ﺪ‬‫ﺎﺀَ ﺍﻟﹾﻤ‬‫ﺟ‬ = datang dua orang guru (lk) yang
mengajar Fiqh itu

‫ﺎﻥِ ﺍﻟﹾ ِﻔﻘﹾﻪ‬‫ﺳ‬‫ﺭ‬‫ﺪ‬‫ﺎﻥِ ﺗ‬‫ﺎﻥِ ﺍﻟﱠﺘ‬‫ﺘ‬‫ﺳ‬‫ﺭ‬‫ﺪ‬‫ﺎﺀَﺕِ ﺍﻟﹾﻤ‬‫= ﺟ‬mengajar


datang dua orang guru (pr) yang
Fiqh

Bila Isim Maushul itu dipakai untuk Jamak maka:

1) ‫ ﺍﻟﱠﺬِﻱ‬menjadi: ‫ﻦ‬‫ ﺍﻟﱠﺬِﻳ‬sedangkan: ‫ ﺍﻟﱠﺘِﻲ‬menjadi: ‫ﺍﻟﻼﱠﺋِﻲ‬/‫ﺍﻟﻼﱠﺗِﻲ‬

‫ﻥﹶ ﺍﻟﹾﻔِﻘﹾﻪ‬‫ﻮ‬‫ﺳ‬‫ﺭ‬‫ﺪ‬‫ ﻳ‬‫ﻦ‬‫ﻥﹶ ﺍﻟﱠﺬِﻳ‬‫ﻮ‬‫ﺳ‬‫ﺭ‬‫ﺪ‬‫ﺎﺀَ ﺍﻟﹾﻤ‬‫ﺟ‬ = datang guru-guru (lk) yang


mengajar Fiqh itu

‫ ﺍﻟﹾﻔِ ﹾﻘﻪ‬‫ﻦ‬‫ﺳ‬‫ﺭ‬‫ﺪ‬‫ ﻳ‬‫ ﺍﻟﻼﱠﺗِﻲ‬‫ﺎﺕ‬‫ﺳ‬‫ﺭ‬‫ﺪ‬‫ﺎﺀَﺕِ ﺍﻟﹾﻤ‬‫= ﺟ‬mengajar


datang guru-guru (pr) yang
Fiqh itu

Ingat, jangan melangkah ke halaman selanjutnya sebelum mengerti pelajaran di atas dan
menghafal semua kosa kata yang baru anda temukan!

‫ﺮِﻓﹶﺔ‬‫ﻌ‬‫ ﻣ‬- ‫ﺓ‬‫ﻜِﺮ‬‫ﻧ‬


NAKIRAH (Sebarang) - MA'RIFAH (Tertentu)

Menurut penunjukannya, Isim dapat dibagi dua:

1) ISIM NAKIRAH atau kata benda sebarang atau tak dikenal (tak tentu).

2) ISIM MA'RIFAH atau kata benda dikenal (tertentu).


8

Isim Nakirah merupakan bentuk asal dari setiap Isim, biasanya ditandai dengan huruf

akhirnya yang bertanwin ( ٌ ٍ ً ). Sedangkan Isim Ma'rifah biasanya ditandai dengan


huruf Alif-Lam ( ‫ ) ﺍﻝ‬di awalnya.
Contoh Isim Nakirah: ‫ﺖ‬‫ﻴ‬‫ =( ﺑ‬sebuah rumah), ‫ﻟﹶﺪ‬‫ =( ﻭ‬seorang anak)
Contoh Isim Ma'rifah: ‫ﺖ‬‫ﻴ‬‫ =( ﺍﹶﻟﹾﺒ‬rumah itu), ‫ﻟﹶﺪ‬‫ =( ﺍﹶﻟﹾﻮ‬anak itu)
Coba bandingkan dan perhatikan perbedaan makna dan fungsi antara Isim Nakirah dan
Isim Ma'rifah dalam dua buah kalimat di bawah ini:

.‫ﺮ‬‫ ﻛﹶﺒِﻴ‬‫ﺖ‬‫ﻴ‬‫ ﺍﹶﻟﹾﺒ‬.‫ﺖ‬‫ﻴ‬‫ ﺑ‬‫ﺫﹶﻟِﻚ‬ = Itu sebuah rumah. Rumah itu besar.

.‫ﺏ‬‫ﺩ‬‫ﺆ‬‫ ﻣ‬‫ﻟﹶﺪ‬‫ ﺍﹶﻟﹾﻮ‬.‫ﻟﹶﺪ‬‫ﺎﺀَ ﻭ‬‫ﺟ‬ = Datang seorang anak. Anak itu sopan.

Selain Isim yang berawalan Alif-Lam, yang juga termasuk Isim Ma'rifah adalah:

1. ISIM 'ALAM (Nama). Semua Isim 'Alam termasuk Isim Ma'rifah, meskipun diantara
Isim 'Alam tersebut ada yang huruf akhirnya bertanwin.

Contoh: ‫ﺪ‬‫ﻤ‬‫ =( ﺃﹶﺣ‬Ahmad), ‫ﻠِﻲ‬‫ =( ﻋ‬Ali), ‫ﻜﱠﺔﹸ‬‫ =( ﻣ‬Makkah)


2. ISIM DHAMIR (Kata Ganti). Yaitu kata yang mewakili atau menggantikan
penyebutan sesuatu atau seseorang atau sekelompok benda/orang.

Contoh: ‫ﺎ‬‫ =( ﺃﹶﻧ‬aku, saya), ‫ﻦ‬‫ﺤ‬‫ =( ﻧ‬kami, kita), ‫ﻮ‬‫ =( ﻫ‬ia, dia)
Isim Dhamir ini kelak akan dibahas tersendiri secara rinci.
9

‫ﺮ‬‫ﺒ‬‫ﺧ‬-‫ﺃ‬‫ﺪ‬‫ﺘ‬‫ﺒ‬‫ ﻣ‬/ ِ‫ﻪ‬‫ﺎﻑ ﺇِﻟﹶﻴ‬‫ﻀ‬‫ﻣ‬-‫ﺎﻑ‬‫ﻀ‬‫ ﻣ‬/ ‫ﻑ‬‫ﻮ‬‫ﺻ‬‫ﻮ‬‫ﻣ‬-‫ﺻِﻔﹶﺔ‬


SIFAT - MAUSHUF (Sifat dan Yang Disifati)
MUDHAF - MUDHAF ILAIH (Kata Majemuk)
MUBTADA' - KHABAR (Subjek dan Predikat)

Berkaitan dengan Nakirah dan Ma'rifah, khususnya penggunaan Alif-Lam di awal kata
atau baris Tanwin di akhir kata, ada beberapa pola kalimat (rangkaian kata) yang perlu
kita ketahui perbedaannya dengan baik. Yaitu:

1. SHIFAT ( ‫ ) ﺻِﻔﹶﺔ‬dan MAUSHUF ( ‫ﻑ‬‫ﻮ‬‫ﺻ‬‫ﻮ‬‫) ﻣ‬


Bila rangkaian dua buah Isim atau lebih, semuanya dalam keadaan Nakirah (tanwin)
atau semuanya dalam keadaan Ma'rifah (alif-lam) maka kata yang di depan dinamakan
Maushuf (yang disifati) sedang yang di belakang adalah Shifat.

‫ﺪ‬‫ﺪِﻳ‬‫ ﺟ‬‫ﺖ‬‫ﻴ‬‫ﺑ‬ = (sebuah) rumah baru

‫ﺪ‬ ‫ﺪِﻳ‬‫ ﺍﻟﹾﺠ‬‫ﺖ‬‫ﻴ‬‫ﺍﹶﻟﹾﺒ‬ = rumah yang baru

‫ﺍﺳِﻊ‬‫ ﻭ‬‫ﺮ‬‫ ﻛﹶﺒِﻴ‬‫ﺖ‬‫ﻴ‬‫ﺑ‬ = (sebuah) rumah besar lagi luas

‫ﺍ ِﺳﻊ‬‫ ﺍﻟﹾﻮ‬‫ﺮ‬‫ ﺍﻟﹾﻜﹶﺒِﻴ‬‫ﺖ‬‫ﻴ‬‫ﺍﹶﻟﹾﺒ‬ = rumah yang besar lagi luas

2. MUDHAF ( ‫ﺎﻑ‬‫ﻀ‬‫ ) ﻣ‬dan MUDHAF ILAIH (‫ﻪ‬‫ﺎﻑ ﺇِﻟﹶﻴ‬‫ﻀ‬‫)ﻣ‬


Rangkaian dua buah Isim atau lebih, satu kata di depannya dalam keadaan Nakirah (tapi
tanpa tanwin) dinamakan Mudhaf sedang kata yang paling belakang adalah Ma'rifah
dinamakan Mudhaf Ilaih. Contoh:

ِ‫ﺱ‬‫ﺭ‬‫ﺪ‬‫ ﺍﻟﹾﻤ‬‫ﺖ‬‫ﻴ‬‫ﺑ‬ (=rumah guru)

ٍ‫ﺪ‬‫ﻳ‬‫ ﺯ‬‫ﺖ‬‫ﻴ‬‫ﺑ‬ (=rumah Zaid) --> Zaid = Isim 'Alam (Ma'rifah)

ِ‫ﺱ‬‫ﺭ‬‫ﺪ‬‫ﺖِ ﺍﻟﹾﻤ‬‫ﻴ‬‫ ﺑ‬‫ﺎﺡ‬‫ﻣِﻔﹾﺘ‬ (=kunci rumah guru)


10

Bila Mudhaf berupa Isim Mutsanna atau Jamak Mudzakkar Salim maka huruf Nun di
akhirnya dihilangkan. Perhatikan contoh di bawah ini:

‫ﺎ ِﻭﻱ‬‫ﺎ ﺍﻟﹾﺠ‬‫ﻠِﻤ‬‫ﺴ‬‫ﻣ‬ (=dua muslim Jawa)

‫ﺎﻭِﻱ‬‫ﻮ ﺍﻟﹾﺠ‬‫ﻠِﻤ‬‫ﺴ‬‫ﻣ‬ (=muslimin Jawa)

‫ﺎ‬‫ﻠِﻤ‬‫ﺴ‬‫ ﻣ‬dari kata ِ‫ﺎﻥ‬‫ﻠِﻤ‬‫ﺴ‬‫=( ﻣ‬dua orang muslim) --> Mutsanna


‫ﻮ‬‫ﻠِﻤ‬‫ﺴ‬‫ ﻣ‬dari kata ‫ﻥﹶ‬‫ﻮ‬‫ﻠِﻤ‬‫ﺴ‬‫=( ﻣ‬orang-orang muslim) --> Jamak Salim
Baik Shifat-Maushuf maupun Mudhaf-Mudhaf Ilaih, bukanlah merupakan sebuah

JUMLAH MUFIDAH ( ‫ﺓ‬‫ﺪ‬‫ﻔِﻴ‬‫ﻠﹶﺔ ﻣ‬‫ﻤ‬‫ )ﺟ‬atau Kalimat Sempurna. Berikut ini kita akan
mempelajari sebuah pola Jumlah Mufidah (Kalimat Sempurna).

3. MUBTADA' ( ‫ﺃ‬‫ﺪ‬‫ﺘ‬‫ﺒ‬‫ ) ﻣ‬dan KHABAR ( ‫ﺮ‬‫ﺒ‬‫) ﺧ‬


Sebuah JUMLAH ISMIYYAH ( ‫ﺔ‬‫ﻤِﻴ‬‫ﻠﹶﺔ ﺍِﺳ‬‫ﻤ‬‫ )ﺟ‬atau Kalimat Nominal (kalimat
sempurna yang semua katanya adalah Isim), selalu terdiri dari dua bagian kalimat yakni
Mubtada' (Subjek) dan Khabar (Predikat). Pada umumnya seluruh Mubtada' dalam
keadaan Ma'rifah sedangkan seluruh Khabar (Predikat) dalam keadaan Nakirah.
Perhatikan contoh kalimat-kalimat di bawah ini:

Jumlah Ismiyyah Mubtada' Khabar

‫ﺮ‬‫ ﻛﹶﺒِﻴ‬‫ﺖ‬‫ﻴ‬‫ﺍﹶﻟﹾﺒ‬ ‫ﺖ‬‫ﻴ‬‫ﺍﹶﻟﹾﺒ‬ ‫ﺮ‬‫ﻛﹶﺒِﻴ‬


(=rumah itu besar) (=rumah itu) (=besar)

‫ ﻏﹶﺎﻝﹲ‬‫ﺮ‬‫ ﺍﻟﹾﻜﹶﺒِﻴ‬‫ﺖ‬‫ﻴ‬‫ﺍﹶﻟﹾﺒ‬ ‫ﺮ‬‫ ﺍﻟﹾﻜﹶﺒِﻴ‬‫ﺖ‬‫ﻴ‬‫ﺍﹶﻟﹾﺒ‬ ‫ﻏﹶﺎﻝﹲ‬


(=rumah yang besar itu mahal) (=rumah yang besar itu) (=mahal)

‫ﻞﹲ‬‫ﻤِﻴ‬‫ﺮِ ﺟ‬‫ ﺍﻟﹾﻜﹶﺒِﻴ‬‫ﺖ‬‫ﻴ‬‫ﺑ‬ ِ‫ﺮ‬‫ ﺍﻟﹾﻜﹶﺒِﻴ‬‫ﺖ‬‫ﻴ‬‫ﺑ‬ ‫ﻞﹲ‬‫ﻤِﻴ‬‫ﺟ‬


(=rumah besar itu indah) (=rumah besar itu) (= indah)

‫ﺮ‬‫ ِﻐﻴ‬‫ﺮِ ﺻ‬‫ﺖِ ﺍﻟﹾﻜﹶﺒِﻴ‬‫ﻴ‬‫ ﺑ‬‫ﺎﺡ‬‫ﺮِ ﻣِﻔﹾﺘ‬‫ﺖِ ﺍﻟﹾﻜﹶﺒِﻴ‬‫ﻴ‬‫ ﺑ‬‫ﺎﺡ‬‫ﻣِﻔﹾﺘ‬ ‫ﺮ‬‫ﻐِﻴ‬‫ﺻ‬


(=kunci rumah besar itu kecil) (=kunci rumah besar itu) (=kecil)
11

Dari contoh kalimat di atas diperoleh kesimpulan sebagai berikut:


1. Baik Mubtada' maupun Khabar, bisa terdiri dari satu kata ataupun lebih.
2. Mubtada' pada umumnya selalu dalam keadaan Ma'rifah.
3. Khabar pada umumnya selalu dalam keadaan Nakirah.
4. Mubtada' yang terdiri dari beberapa kata bisa merupakan Shifat-Maushuf (contoh
kalimat II) maupun Mudhaf-Mudhaf Ilaih (contoh kalimat III dan IV)

Sebagai penutup, untuk mengingat-ingat perbedaan antara Shifat-Maushuf, Mudhaf-


Mudhaf Ilaih dan Mubtada'-Khabar, perhatikanlah perbedaan bentuk dan makna
masing-masing pola tersebut dalam kalimat sederhana di bawah ini:

Shifat-Maushuf Mudhaf-Mudhaf Ilaih Mubtada'-Khabar

‫ﺪ‬‫ﺪِﻳ‬‫ ﺟ‬‫ﺖ‬‫ﻴ‬‫ﺑ‬ ِ‫ﺪ‬‫ﺪِﻳ‬‫ ﺍﻟﹾﺠ‬‫ﺖ‬‫ﻴ‬‫ﺑ‬ ‫ﺪ‬‫ﺪِﻳ‬‫ ﺟ‬‫ﺖ‬‫ﻴ‬‫ﺍﹶﻟﹾﺒ‬


(sebuah rumah baru) (rumah baru) (rumah itu baru)

‫ﺮ‬‫ ﺍﻟﹾﻜﹶﺒِﻴ‬‫ﺖ‬‫ﻴ‬‫ﺍﹶﻟﹾﺒ‬ ِ‫ﺮ‬‫ ﺍﻟﹾﻜﹶﺒِﻴ‬‫ﺖ‬‫ﻴ‬‫ﺑ‬ ‫ﺮ‬‫ ﻛﹶﺒِﻴ‬‫ﺖ‬‫ﻴ‬‫ﺍﹶﻟﹾﺒ‬


(rumah yang besar) (rumah besar) (rumah itu besar)

Selanjutnya kita akan membahas tentang Isim Dhamir atau Kata Ganti.

‫ﺮ‬‫ﻤِﻴ‬‫ﺿ‬
DHAMIR (Kata Ganti)

Dhamir atau "kata ganti" ialah Isim yang berfungsi untuk menggantikan atau mewakili
penyebutan sesuatu/seseorang maupun sekelompok benda/orang. Dhamir termasuk
dalam golongan Isim Ma'rifah.

Contoh:

َ‫ﻻﹶﺩ‬‫ ﺍﹾﻷَﻭ‬‫ﻢ‬‫ﺣ‬‫ﺮ‬‫ ﻳ‬‫ﺪ‬‫ﻤ‬‫ = ﺃﹶﺣ‬Ahmad menyayangi anak-anak


ْ‫ﻬﻢ‬ ‫ﻤ‬‫ﺣ‬‫ﺮ‬‫ ﻳ‬‫ﻮ‬‫ = ﻫ‬Dia menyayangi mereka

Pada contoh di atas, kata ‫ﺪ‬‫ﻤ‬‫ ﺃﹶﺣ‬diganti dengan ‫ﻮ‬‫=( ﻫ‬dia), sedangkan ‫ﻻﹶﺩ‬‫ﺍﻷَﻭ‬
(=anak-anak) diganti dengan ‫ﻢ‬‫=( ﻫ‬mereka).
Kata ‫ﻮ‬‫ ﻫ‬dan ‫ﻢ‬‫ ﻫ‬dinamakan Dhamir atau Kata Ganti.
12

Menurut fungsinya, ada dua golongan Dhamir yaitu:

1) DHAMIR RAFA' ( ‫ﻓﹾﻊ‬‫ﺮ ﺭ‬‫ﻤِﻴ‬‫ )ﺿ‬yang berfungsi sebagai Subjek.


2) DHAMIR NASHAB ( ‫ﺐ‬‫ﺼ‬‫ﺮ ﻧ‬‫ﻤِﻴ‬‫ )ﺿ‬yang berfungsi sebagai Objek.
Dhamir Rafa' dapat berdiri sendiri sebagai satu kata, sedangkan Dhamir Nashab tidak
dapat berdiri sendiri atau harus terikat dengan kata lain dalam kalimat.

Dalam kalimat: ‫ﻢ‬‫ﻬ‬‫ﻤ‬‫ﺣ‬‫ﺮ‬‫ ﻳ‬‫ﻮ‬‫ =( ﻫ‬Dia menyayangi mereka):


- Kata ‫ﻮ‬‫=( ﻫ‬dia) adalah Dhamir Rafa', sedangkan:
- Kata ‫ﻢ‬‫=( ﻫ‬mereka) adalah Dhamir Nashab.

‫ﻓﹾﻊ‬‫ﺮ ﺭ‬‫ﻤِﻴ‬‫ﺿ‬
DHAMIR RAFA' (Kata Ganti Subjek)

Semua Dhamir dapat dikelompokkan menjadi tiga macam:

1. MUTAKALLIM ( ‫ﻜﹶﻠﱢﻢ‬‫ﺘ‬‫ ) ﻣ‬atau pembicara (orang pertama).


a) Mufrad: ‫ﺎ‬‫ =( ﺃﹶﻧ‬aku, saya) untuk Mudzakkar maupun Muannats.
b) Mutsanna/Jamak: ‫ﻦ‬‫ﺤ‬‫ =( ﻧ‬kami, kita) untuk Mudzakkar maupun Muannats.

2. MUKHATHAB ( ‫ﺎﻃﹶﺐ‬‫ﺨ‬‫ ) ﻣ‬atau lawan bicara (orang kedua). Terdiri dari:


a) Mufrad: ‫ﺖ‬‫ =( ﺃﹶﻧ‬engkau) untuk Mudzakkar dan ِ‫ﺖ‬‫ ﺃﹶﻧ‬untuk Muannats.
b) Mutsanna: ‫ﺎ‬‫ﻤ‬‫ﺘ‬‫ =( ﺃﹶﻧ‬kamu berdua) untuk Mudzakkar maupun Muannats.
c) Jamak: ‫ﻢ‬‫ﺘ‬‫ =( ﺃﹶﻧ‬kalian) untuk Mudzakkar dan ‫ﻦ‬‫ﺘ‬‫ ﺃﹶﻧ‬untuk Muannats.
13

3. GHAIB ( ‫ ) ﻏﹶﺎﺋِﺐ‬atau tidak berada di tempat (orang ketiga). Terdiri dari:


a) Mufrad: ‫ﻮ‬‫ =( ﻫ‬dia) untuk Mudzakkar dan ‫ ﻫِﻲ‬untuk Muannats.
b) Mutsanna: ‫ﺎ‬‫ﻤ‬‫ =( ﻫ‬mereka berdua) untuk Mudzakkar maupun Muannats.
c) Jamak: ‫ﻢ‬‫ =( ﻫ‬mereka) untuk Mudzakkar dan ‫ﻦ‬‫ ﻫ‬untuk Muannats.
Hafalkanlah keduabelas bentuk Dhamir Rafa' di atas beserta artinya masing-masing
sebelum melangkah ke pelajaran selanjutnya!

‫ﺐ‬‫ﺼ‬‫ﺮ ﻧ‬‫ﻤِﻴ‬‫ﺿ‬
DHAMIR NASHAB (Kata Ganti Objek)

Dhamir Nashab adalah turunan (bentuk lain) dari Dhamir Rafa' yang terdiri dari:

Dhamir Rafa' Dhamir Nashab Dhamir Rafa' Dhamir Nashab

‫ﺎ‬‫ﺃﹶﻧ‬ ‫ﻱ‬ ‫ﻦ‬‫ﺘ‬‫ﺃﹶﻧ‬ ‫ﻛﹸﻦ‬


‫ﻦ‬‫ﺤ‬‫ﻧ‬ ‫ﺎ‬‫ﻧ‬ ‫ﻮ‬‫ﻫ‬ ‫ﻩ‬
‫ﺖ‬‫ﺃﹶﻧ‬ ‫ﻙ‬ ‫ﻫِﻲ‬ ‫ﺎ‬‫ﻫ‬
ِ‫ﺖ‬‫ﺃﹶﻧ‬ ِ‫ﻙ‬ ‫ﺎ‬‫ﻤ‬‫ﻫ‬ ‫ﺎ‬‫ﻤ‬‫ﻫ‬
‫ﺎ‬‫ﻤ‬‫ﺘ‬‫ﺃﹶﻧ‬ ‫ﺎ‬‫ﻛﹸﻤ‬ ‫ﻢ‬‫ﻫ‬ ‫ﻢ‬‫ﻫ‬
‫ﻢ‬‫ﺘ‬‫ﺃﹶﻧ‬ ‫ﻛﹸﻢ‬ ‫ﻦ‬‫ﻫ‬ ‫ﻦ‬‫ﻫ‬
Dhamir Nashab berfungsi sebagai objek dan tidak dapat berdiri sendiri; ia terikat
dengan kata lain dalam suatu kalimat, baik itu dengan Isim, Fi'il ataupun Harf.
14

1) Contoh Dhamir Nashab yang terikat dengan Isim dalam kalimat:

‫ﻼﹶﻡ‬‫ ﺍﹾﻹِﺳ‬‫ﻨِﻲ‬‫ ﺩِﻳ‬،‫ﻠِﻢ‬‫ﺴ‬‫ﺎ ﻣ‬‫ﺃﹶﻧ‬ = saya seorang muslim, agamaku Islam

‫ﻼﹶﻡ‬‫ﺎ ﺍﹾﻹِﺳ‬‫ﻨ‬‫ﻨ‬‫ ﺩِﻳ‬،‫ﻥﹶ‬‫ﻮ‬‫ﻠِﻤ‬‫ﺴ‬‫ ﻣ‬‫ﻦ‬‫ﺤ‬‫ﻧ‬ = kami orang-orang muslim, agama kami Islam

‫ﻼﹶﻡ‬‫ ﺍﹾﻹِﺳ‬‫ﻚ‬‫ﻨ‬‫ ﺩِﻳ‬،‫ﻠِﻢ‬‫ﺴ‬‫ ﻣ‬‫ﺖ‬‫ﺃﹶﻧ‬ = engkau (lk) seorang muslim, agamamu Islam

‫ﻼﹶﻡ‬‫ﻚِ ﺍﹾﻹِﺳ‬‫ﻨ‬‫ ﺩِﻳ‬،‫ﺔﹲ‬‫ﻠِﻤ‬‫ﺴ‬‫ﺖِ ﻣ‬‫ﺃﹶﻧ‬ = engkau (pr) seorang muslim, agamamu Islam

2) Contoh Dhamir Nashab yang terikat dengan Fi'il dalam kalimat:

‫ﺎ‬‫ﻜﹸﻤ‬‫ﻤ‬‫ﺣ‬‫ﺮ‬‫ ﺍﹶﷲُ ﻳ‬،ِ‫ﺎﻥ‬‫ﻠﹶﻤ‬‫ﺴ‬‫ﺎ ﻣ‬‫ﻤ‬‫ﺘ‬‫ﺃﹶﻧ‬ = kamu berdua adalah muslim, Allah merahmati
kamu berdua

‫ﻜﹸﻢ‬‫ﻤ‬‫ﺣ‬‫ﺮ‬‫ ﺍﹶﷲُ ﻳ‬،‫ﻥﹶ‬‫ﻮ‬‫ﻠِﻤ‬‫ﺴ‬‫ ﻣ‬‫ﻢ‬‫ﺘ‬‫ﺃﹶﻧ‬ = kalian (lk) adalah muslimun, Allah merahmati
kalian

‫ ﹸﻜﻦ‬‫ﻤ‬‫ﺣ‬‫ﺮ‬‫ ﺍﹶﷲُ ﻳ‬،‫ﺎﺕ‬‫ﻠِﻤ‬‫ﺴ‬‫ ﻣ‬‫ﻦ‬‫ﺘ‬‫ﺃﹶﻧ‬ = kalian (pr) adalah muslimat, Allah merahmati
kalian

‫ﻪ‬‫ﻤ‬‫ﺣ‬‫ﺮ‬‫ ﺍﹶﷲُ ﻳ‬،‫ﻠِﻢ‬‫ﺴ‬‫ ﻣ‬‫ﻮ‬‫ﻫ‬ = dia (lk) adalah muslim, Allah merahmatinya

3) Contoh Dhamir Nashab yang terikat dengan Harf dalam kalimat:

‫ﻼﹶﻡ‬‫ﺎ ﺍﻟﺴ‬‫ﻬ‬‫ﻠﹶﻴ‬‫ ﻋ‬،‫ﺔﹲ‬‫ﻠِﻤ‬‫ﺴ‬‫ ﻣ‬‫ﻫِﻲ‬ = dia (pr) adalah seorang muslimah, atasnya
keselamatan

‫ﻼﹶﻡ‬‫ﺎ ﺍﻟﺴ‬‫ﻬِﻤ‬‫ﻠﹶﻴ‬‫ ﻋ‬،ِ‫ﺎﻥ‬‫ﻠِﻤ‬‫ﺴ‬‫ﺎ ﻣ‬‫ﻤ‬‫ﻫ‬ = mereka berdua adalah muslim, atas mereka
berdua keselamatan

‫ﻼﹶﻡ‬‫ﻢ ﺍﻟﺴ‬ ِ‫ﻬ‬‫ﻠﹶﻴ‬‫ ﻋ‬،‫ﻥﹶ‬‫ﻮ‬‫ﻠِﻤ‬‫ﺴ‬‫ ﻣ‬‫ﻢ‬‫ﻫ‬ = mereka (lk) adalah muslimin, atas mereka
keselamatan

‫ﻼﹶﻡ‬‫ ﺍﻟﺴ‬‫ﻬِﻦ‬‫ﻠﹶﻴ‬‫ ﻋ‬،‫ﺎﺕ‬‫ﻠِﻤ‬‫ﺴ‬‫ ﻣ‬‫ﻦ‬‫ﻫ‬ = mereka (pr) adalah muslimat, atas mereka
keselamatan

Gabungan Dhamir Nashab yang melekat pada Isim akan membentuk Isim Ma'rifah
dengan pola Mudhaf-Mudhaf Ilaih dimana Isim di depannya merupakan Mudhaf sedang
Dhamir Nashab di belakangnya merupakan Mudhaf Ilaih.
15

‫ﺘِﻲ‬‫ﻴ‬‫=( ﺑ‬rumahku) --> ‫ﺖ‬‫ﻴ‬‫[ ﺑ‬Mudhaf] + ‫[ ﻱ‬Mudhaf Ilaih]


‫ﻚ‬‫ﺎﺑ‬‫=( ﻛِﺘ‬bukumu) --> ‫ﺎﺏ‬‫[ ﻛِﺘ‬Mudhaf] + ‫[ ﻙ‬Mudhaf Ilaih]
‫ﻢ‬‫ﻬ‬‫ﺘ‬‫ﺳ‬‫ﺭ‬‫ﺪ‬‫=( ﻣ‬sekolah mereka) --> ‫ﺔﹲ‬‫ﺳ‬‫ﺭ‬‫ﺪ‬‫[ ﻣ‬Mudhaf] + ‫ﻢ‬‫[ ﻫ‬Mudhaf Ilaih]
Hafalkanlah semua Dhamir Nashab di atas beserta artinya masing-masing sebelum
melangkah ke pelajaran selanjutnya!

‫ﻞ‬‫ﻓِﻌ‬
FI'IL (Kata Kerja)

Fi'il atau Kata Kerja dibagi atas dua golongan besar menurut waktu terjadinya:

1. FI'IL MADHY ( ‫ﺎﺿِﻲ‬‫ﻞ ﻣ‬‫ )ﻓِﻌ‬atau Kata Kerja Lampau.


2. FI'IL MUDHARI' ( ‫ﺎﺭِﻉ‬‫ﻀ‬‫ﻞ ﻣ‬‫ )ﻓِﻌ‬atau Kata Kerja Kini/Nanti.
Baik Fi'il Madhy maupun Fi'il Mudhari', senantiasa mengalami perubahan bentuk sesuai

dengan jenis Dhamir dari Fa'il ( ‫ ) ﻓﹶﺎﻋِﻞ‬atau Pelaku pekerjaan itu.


Untuk Fi'il Madhy, perubahan bentuk tersebut terjadi di akhir kata, sedangkan untuk
Fi'il Mudhari', perubahan bentuknya terjadi di awal kata dan di akhir kata.

Dhamir Fi'il Madhy Fi'il Mudhari' Tarjamah

‫ﺎ‬‫ﺃﹶﻧ‬ ‫ﻠﹾﺖ‬‫ﻓﹶﻌ‬ ‫ﻞﹸ‬‫ﺃﹶﻓﹾﻌ‬ = saya mengerjakan

‫ﻦ‬‫ﺤ‬‫ﻧ‬ ‫ﺎ‬‫ﻠﹾﻨ‬‫ﻓﹶﻌ‬ ‫ﻞﹸ‬‫ﻔﹾﻌ‬‫ﻧ‬ = kami mengerjakan

‫ﺖ‬‫ﺃﹶﻧ‬ ‫ﻠﹾﺖ‬‫ﻓﹶﻌ‬ ‫ﻞﹸ‬‫ﻔﹾﻌ‬‫ﺗ‬ = engkau (lk) mengerjakan

ِ‫ﺖ‬‫ﺃﹶﻧ‬ ِ‫ﻠﹾﺖ‬‫ﻓﹶﻌ‬ ‫ﻦ‬‫ﻠِﻴ‬‫ﻔﹾﻌ‬‫ﺗ‬ = engkau (pr) mengerjakan

‫ﺎ‬‫ﻤ‬‫ﺘ‬‫ﺃﹶﻧ‬ ‫ﺎ‬‫ﻤ‬‫ﻠﹾﺘ‬‫ﻓﹶﻌ‬ ِ‫ﻼﹶﻥ‬‫ﻔﹾﻌ‬‫ﺗ‬ = kamu berdua mengerjakan

‫ﺘﻢ‬‫ﺃﹶﻧ‬ ‫ﻢ‬‫ﻠﹾﺘ‬‫ﻓﹶﻌ‬ ‫ﻥﹶ‬‫ﻠﹸﻮ‬‫ﻔﹾﻌ‬‫ﺗ‬ = kalian (lk) mengerjakan


16

‫ﺘﻦ‬‫ﺃﹶﻧ‬ ‫ﻦ‬‫ﻠﹾﺘ‬‫ﻓﹶﻌ‬ ‫ﻠﹾﻦ‬‫ﻔﹾﻌ‬‫ﺗ‬ = kalian (pr) mengerjakan

‫ﻮ‬‫ﻫ‬ ‫ﻞﹶ‬‫ﻓﹶﻌ‬ ‫ﻞﹸ‬‫ﻔﹾﻌ‬‫ﻳ‬ = dia (lk) mengerjakan

‫ﻫِﻲ‬ ‫ﻠﹶﺖ‬‫ﻓﹶﻌ‬ ‫ﻞﹸ‬‫ﻔﹾﻌ‬‫ﺗ‬ = dia (pr) mengerjakan

‫ﺎ‬‫ﻤ‬‫ﻫ‬ ‫ﻼﹶ‬‫ﻓﹶﻌ‬ ِ‫ﻼﹶﻥ‬‫ﻔﹾﻌ‬‫ﻳ‬ = mereka berdua (lk) mengerjakan

‫ﺎ‬‫ﻤ‬‫ﻫ‬ ‫ﺎ‬‫ﻠﹶﺘ‬‫ﻓﹶﻌ‬ ِ‫ﻼﹶﻥ‬‫ﻔﹾﻌ‬‫ﺗ‬ = mereka berdua (pr) mengerjakan

‫ﻫﻢ‬ ‫ﺍ‬‫ﻠﹸﻮ‬‫ﻓﹶﻌ‬ ‫ﻥﹶ‬‫ﻠﹸﻮ‬‫ﻔﹾﻌ‬‫ﻳ‬ = mereka (lk) mengerjakan

‫ﻦ‬‫ﻫ‬ ‫ﻠﹾﻦ‬‫ﻓﹶﻌ‬ ‫ﻠﹾﻦ‬‫ﻔﹾﻌ‬‫ﻳ‬ = mereka (pr) mengerjakan

Perlu diketahui, bahwa dalam sebuah JUMLAH FI'LIYYAH ( ‫ﺔ‬‫ﻠِﻴ‬‫ﻠﹶﺔ ﻓِﻌ‬‫ﻤ‬‫ )ﺟ‬atau
Kalimat Verbal (kalimat sempurna yang mengandung Kata Kerja), letak Fa'il (Pelaku)
bisa di depan dan bisa pula di belakang Fi'il (Kata Kerja).

1) Untuk Dhamir Ghaib atau "orang ketiga" ( ‫ﻦ‬‫ ﻫ‬- ‫ﻢ‬‫ ﻫ‬- ‫ﺎ‬‫ﻤ‬‫ ﻫ‬- ‫ ﻫِﻲ‬- ‫ﻮ‬‫) ﻫ‬.
a. Bila Fa'il mendahului Fi'il maka perubahan bentuk dari Fi'il tersebut harus mengikuti
ketentuan Mudzakkar/Muannats dan Mufrad/Mutsanna/Jamak.

Contoh Jumlah Fi'liyyah dengan Fi'il Madhy yang terletak setelah Fa'il:

‫ﺠِﺪ‬‫ﺴ‬‫ﻞﹶ ﺍﻟﹾﻤ‬‫ﺧ‬‫ ﺩ‬‫ﻠِﻢ‬‫ﺴ‬‫ﺍﹶﻟﹾﻤ‬ = muslim itu memasuki masjid

‫ﺠِﺪ‬‫ﺴ‬‫ﻠﹶﺖِ ﺍﻟﹾﻤ‬‫ﺧ‬‫ﺔﹸ ﺩ‬‫ﻠِﻤ‬‫ﺴ‬‫ﺍﹶﻟﹾﻤ‬ = muslimah itu memasuki masjid

‫ﺠِﺪ‬‫ﺴ‬‫ﻼﹶ ﺍﻟﹾﻤ‬‫ﺧ‬‫ﺎﻥِ ﺩ‬‫ﻠِﻤ‬‫ﺴ‬‫ﺍﹶﻟﹾﻤ‬ = dua muslim itu memasuki masjid

‫ﺠِﺪ‬‫ﺴ‬‫ﺎ ﺍﻟﹾﻤ‬‫ﻠﹶﺘ‬‫ﺧ‬‫ﺎﻥِ ﺩ‬‫ﺘ‬‫ﻠِﻤ‬‫ﺴ‬‫ﺍﹶﻟﹾﻤ‬ = dua muslimah itu memasuki masjid

‫ﺪ‬ ِ‫ﺠ‬‫ﺴ‬‫ﻠﹸﻮﺍ ﺍﻟﹾﻤ‬‫ﺧ‬‫ﻥﹶ ﺩ‬‫ﻮ‬‫ﻠِﻤ‬‫ﺴ‬‫ﺍﹶﻟﹾﻤ‬ = kaum muslimin memasuki masjid


17

‫ﺠِﺪ‬‫ﺴ‬‫ ﺍﻟﹾﻤ‬‫ﻠﹾﻦ‬‫ﺧ‬‫ ﺩ‬‫ﺎﺕ‬‫ﻠِﻤ‬‫ﺴ‬‫ﺍﹶﻟﹾﻤ‬ = kaum muslimat memasuki masjid

Contoh Jumlah Fi'liyyah dengan Fi'il Mudhari' yang terletak setelah Fa'il:

‫ﺠِﺪ‬‫ﺴ‬‫ﻞﹸ ﺍﻟﹾﻤ‬‫ﺧ‬‫ﺪ‬‫ ﻳ‬‫ﻠِﻢ‬‫ﺴ‬‫ﺍﹶﻟﹾﻤ‬ = muslim itu memasuki masjid

‫ﺪ‬ ِ‫ﺠ‬‫ﺴ‬‫ﻞﹸ ﺍﻟﹾﻤ‬‫ﺧ‬‫ﺪ‬‫ﺔﹸ ﺗ‬‫ﻠِﻤ‬‫ﺴ‬‫ﺍﹶﻟﹾﻤ‬ = muslimah itu memasuki masjid

‫ﺠِﺪ‬‫ﺴ‬‫ﻼﹶﻥِ ﺍﻟﹾﻤ‬‫ﺧ‬‫ﺪ‬‫ﺎﻥِ ﻳ‬‫ﻠِﻤ‬‫ﺴ‬‫ﺍﹶﻟﹾﻤ‬ = dua muslim itu memasuki masjid

‫ﺠِﺪ‬‫ﺴ‬‫ﻼﹶﻥِ ﺍﻟﹾﻤ‬‫ﺧ‬‫ﺪ‬‫ﺎﻥِ ﺗ‬‫ﺘ‬‫ﻠِﻤ‬‫ﺴ‬‫ﺍﹶﻟﹾﻤ‬ = dua muslimah itu memasuki masjid

‫ﺠِﺪ‬‫ﺴ‬‫ﻥﹶ ﺍﻟﹾﻤ‬‫ﻠﹸﻮ‬‫ﺧ‬‫ﺪ‬‫ﻥﹶ ﻳ‬‫ﻮ‬‫ﻠِﻤ‬‫ﺴ‬‫ﺍﹶﻟﹾﻤ‬ = kaum muslimin memasuki masjid

‫ﺠِﺪ‬‫ﺴ‬‫ ﺍﻟﹾﻤ‬‫ﻠﹾﻦ‬‫ﺧ‬‫ﺪ‬‫ ﻳ‬‫ﺎﺕ‬‫ﻠِﻤ‬‫ﺴ‬‫ﺍﹶﻟﹾﻤ‬ = kaum muslimat memasuki masjid

b. Sedangkan bila Fi'il mendahului Fa'il, maka bentuk Fi'il tersebut selalu Mufrad,
(meskipun Fa'il-nya Mutsanna atau Jamak). Tetapi untuk bentuk Mudzakkar dan

Muannats tetap dibedakan dengan adanya huruf Ta Ta'nits ( ‫ﺚ‬‫ﺄﹾﻧِﻴ‬‫ ) ﺕ ﺗ‬atau "Ta
Penanda Muannats" pada Fi'il yang Fa'il-nya adalah Muannats.

Contoh Jumlah Fi'liyyah dengan Fi'il Madhy yang terletak sebelum Fa'il:

‫ﺪ‬ ِ‫ﺠ‬‫ﺴ‬‫ ﺍﻟﹾﻤ‬‫ﻠِﻢ‬‫ﺴ‬‫ﻞﹶ ﺍﹶﻟﹾﻤ‬‫ﺧ‬‫ﺩ‬ = muslim itu memasuki masjid

‫ﺠِﺪ‬‫ﺴ‬‫ﺔﹸ ﺍﻟﹾﻤ‬‫ﻠِﻤ‬‫ﺴ‬‫ﻠﹶﺖِ ﺍﻟﹾﻤ‬‫ﺧ‬‫ﺩ‬ = muslimah itu memasuki masjid

‫ﺠِﺪ‬‫ﺴ‬‫ﺎﻥِ ﺍﻟﹾﻤ‬‫ﻠِﻤ‬‫ﺴ‬‫ﻞﹶ ﺍﻟﹾﻤ‬‫ﺧ‬‫ﺩ‬ = dua muslim itu memasuki masjid

‫ﺠِﺪ‬‫ﺴ‬‫ﺎﻥِ ﺍﻟﹾﻤ‬‫ﺘ‬‫ﻠِﻤ‬‫ﺴ‬‫ﻠﹶﺖِ ﺍﻟﹾﻤ‬‫ﺧ‬‫ﺩ‬ = dua muslimah itu memasuki masjid

‫ﺠِﺪ‬‫ﺴ‬‫ﻥﹶ ﺍﻟﹾﻤ‬‫ﻮ‬‫ﻠِﻤ‬‫ﺴ‬‫ﻞﹶ ﺍﻟﹾﻤ‬‫ﺧ‬‫ﺩ‬ = kaum muslimin memasuki masjid

‫ﺪ‬ ِ‫ﺠ‬‫ﺴ‬‫ ﺍﻟﹾﻤ‬‫ﺎﺕ‬‫ﻠِﻤ‬‫ﺴ‬‫ﻠﹶﺖِ ﺍﻟﹾﻤ‬‫ﺧ‬‫ﺩ‬ = kaum muslimat memasuki masjid


18

Contoh Jumlah Fi'liyyah dengan Fi'il Mudhari' yang terletak sebelum Fa'il:

‫ﺠِﺪ‬‫ﺴ‬‫ ﺍﻟﹾﻤ‬‫ﻠِﻢ‬‫ﺴ‬‫ﻞﹸ ﺍﹶﻟﹾﻤ‬‫ﺧ‬‫ﺪ‬‫ﻳ‬ = muslim itu memasuki masjid

‫ﺠِﺪ‬‫ﺴ‬‫ﺔﹸ ﺍﻟﹾﻤ‬‫ﻠِﻤ‬‫ﺴ‬‫ﻞﹸ ﺍﻟﹾﻤ‬‫ﺧ‬‫ﺪ‬‫ﺗ‬ = muslimah itu memasuki masjid

‫ﺪ‬ ِ‫ﺠ‬‫ﺴ‬‫ﺎﻥِ ﺍﻟﹾﻤ‬‫ﻠِﻤ‬‫ﺴ‬‫ﻞﹸ ﺍﻟﹾﻤ‬‫ﺧ‬‫ﺪ‬‫ﻳ‬ = dua muslim itu memasuki masjid

‫ﺠِﺪ‬‫ﺴ‬‫ﺎﻥِ ﺍﻟﹾﻤ‬‫ﺘ‬‫ﻠِﻤ‬‫ﺴ‬‫ﻞﹸ ﺍﻟﹾﻤ‬‫ﺧ‬‫ﺪ‬‫ﺗ‬ = dua muslimah itu memasuki masjid

‫ﺠِﺪ‬‫ﺴ‬‫ﻥﹶ ﺍﻟﹾﻤ‬‫ﻮ‬‫ﻠِﻤ‬‫ﺴ‬‫ﻞﹸ ﺍﻟﹾﻤ‬‫ﺧ‬‫ﺪ‬‫ﻳ‬ = kaum muslimin memasuki masjid

‫ﺠِﺪ‬‫ﺴ‬‫ ﺍﻟﹾﻤ‬‫ﺎﺕ‬‫ﻠِﻤ‬‫ﺴ‬‫ﻞﹸ ﺍﻟﹾﻤ‬‫ﺧ‬‫ﺪ‬‫ﺗ‬ = kaum muslimat memasuki masjid

2) Untuk Fa'il lainnya ( ‫ﻦ‬‫ﺘ‬‫ ﺃﹶﻧ‬- ‫ﻢ‬‫ﺘ‬‫ ﺃﹶﻧ‬- ‫ﺎ‬‫ﻤ‬‫ﺘ‬‫ ﺃﹶﻧ‬- ‫ﺖ‬‫ ﺃﹶﻧ‬- ِ‫ﺖ‬‫ ﺃﹶﻧ‬- ‫ﻦ‬‫ﺤ‬‫ ﻧ‬- ‫ﺎ‬‫ ) ﺃﹶﻧ‬tetap
mengikuti pola perubahan bentuk Fi'il sebagaimana mestinya.

Fi'il Madhy Fi'il Mudhari'

‫ﺠِﺪ‬‫ﺴ‬‫ ﺍﻟﹾﻤ‬‫ﻠﹾﺖ‬‫ﺧ‬‫ﺩ‬ ‫ﺠِﺪ‬‫ﺴ‬‫ﻞﹸ ﺍﻟﹾﻤ‬‫ﺧ‬‫ﺎ( ﺃﹶﺩ‬‫)ﺃﹶﻧ‬


saya telah memasuki masjid saya memasuki masjid

‫ﺠِﺪ‬‫ﺴ‬‫ﺎ ﺍﻟﹾﻤ‬‫ﻠﹾﻨ‬‫ﺧ‬‫ﺩ‬ ‫ﺠِﺪ‬‫ﺴ‬‫ﻞﹸ ﺍﻟﹾﻤ‬‫ﺧ‬‫ﺪ‬‫( ﻧ‬‫ﻦ‬‫ﺤ‬‫)ﻧ‬


kami telah memasuki masjid kami memasuki masjid

‫ﺠِﺪ‬‫ﺴ‬‫ ﺍﻟﹾﻤ‬‫ﻠﹾﺖ‬‫ﺧ‬‫ﺩ‬ ‫ﺠِﺪ‬‫ﺴ‬‫ﻞﹸ ﺍﻟﹾﻤ‬‫ﺧ‬‫ﺪ‬‫( ﺗ‬‫ﺖ‬‫)ﺃﹶﻧ‬


engkau telah memasuki masjid engkau memasuki masjid

‫ﺠِﺪ‬‫ﺴ‬‫ﻠﹾﺖِ ﺍﻟﹾﻤ‬‫ﺧ‬‫ﺩ‬ ‫ﺠِﺪ‬‫ﺴ‬‫ ﺍﻟﹾﻤ‬‫ﻦ‬‫ﻠِﻴ‬‫ﺧ‬‫ﺪ‬‫ﺖِ( ﺗ‬‫)ﺃﹶﻧ‬


engkau (pr) telah memasuki masjid engkau (pr) memasuki masjid

‫ﺠِﺪ‬‫ﺴ‬‫ﺎ ﺍﻟﹾﻤ‬‫ﻤ‬‫ﻠﹾﺘ‬‫ﺧ‬‫ﺩ‬ ‫ﺠِﺪ‬‫ﺴ‬‫ﻼﹶﻥِ ﺍﻟﹾﻤ‬‫ﺧ‬‫ﺪ‬‫ﺎ( ﺗ‬‫ﻤ‬‫ﺘ‬‫)ﺃﹶﻧ‬


kamu berdua telah memasuki masjid kamu berdua memasuki masjid

‫ﺠِﺪ‬‫ﺴ‬‫ ﺍﻟﹾﻤ‬‫ﻢ‬‫ﻠﹾﺘ‬‫ﺧ‬‫ﺩ‬ ‫ﺠِﺪ‬‫ﺴ‬‫ﻥﹶ ﺍﻟﹾﻤ‬‫ﻠﹸﻮ‬‫ﺧ‬‫ﺪ‬‫( ﺗ‬‫ﻢ‬‫ﺘ‬‫)ﺃﹶﻧ‬


kalian (lk) telah memasuki masjid kalian (lk) memasuki masjid
19

‫ﺠِﺪ‬‫ﺴ‬‫ ﺍﻟﹾﻤ‬‫ﻦ‬‫ﻠﹾﺘ‬‫ﺧ‬‫ﺩ‬ ‫ﺠِﺪ‬‫ﺴ‬‫ ﺍﻟﹾﻤ‬‫ﻠﹾﻦ‬‫ﺧ‬‫ﺪ‬‫( ﺗ‬‫ﻦ‬‫ﺘ‬‫)ﺃﹶﻧ‬


kalian (pr) telah memasuki masjid kalian (pr) memasuki masjid

Carilah sebanyak-banyaknya contoh-contoh Fi'il Madhy dan Fi'il Mudhari' dalam ayat-
ayat al-Quran dan al-Hadits!

‫ﺮ‬‫ﻞ ﺍﹾﻷﻣ‬‫ﻓِﻌ‬
FI'IL AMAR (Kata Kerja Perintah)

Fi'il Amar atau Kata Kerja Perintah adalah fi'il yang berisi pekerjaan yang dikehendaki
oleh Mutakallim (pembicara) sebagai orang yang memerintah agar dilakukan oleh
Mukhathab (lawan bicara) sebagai orang yang diperintah.

Perlu diingat bahwa yang menjadi Fa'il (Pelaku) dari Fi'il Amar (Kata Kerja Perintah)
adalah Dhamir Mukhathab (lawan bicara) atau "orang kedua" sebagai orang yang
diperintah untuk melakukan pekerjaan tersebut. Dhamir Mukhathab terdiri dari:

ِ‫ﺖ‬‫ ﺃﹶﻧ‬- ‫ﺎ‬‫ﻤ‬‫ﺘ‬‫ ﺃﹶﻧ‬- ‫ﻢ‬‫ﺘ‬‫ ﺃﹶﻧ‬- ‫ﻦ‬‫ﺘ‬‫ ﺃﹶﻧ‬- ‫ﺖ‬‫ ﺃﹶﻧ‬.
Fa'il Fi'il Amar Tarjamah

‫ﺖ‬‫ﺃﹶﻧ‬ ‫ﻞﹾ‬‫ﺍِﻓﹾﻌ‬ = (engkau -lk) kerjakanlah!

ِ‫ﺖ‬‫ﺃﹶﻧ‬ ‫ﻠِﻲ‬‫ﺍِﻓﹾﻌ‬ = (engkau -pr) kerjakanlah!

‫ﺎ‬‫ﻤ‬‫ﺘ‬‫ﺃﹶﻧ‬ ‫ﻼﹶ‬‫ﺍِﻓﹾﻌ‬ = (kamu berdua) kerjakanlah!

‫ﺘﻢ‬‫ﺃﹶﻧ‬ ‫ﺍ‬‫ﻠﹸﻮ‬‫ﺍِﻓﹾﻌ‬ = (kalian -lk) kerjakanlah!

‫ﺘﻦ‬‫ﺃﹶﻧ‬ ‫ﻠﹾﻦ‬‫ﺍِﻓﹾﻌ‬ = (kalian -pr) kerjakanlah!

Contoh dalam kalimat: dari fi'il ‫ﻤِﻞﹶ‬‫ =( ﻋ‬beramal, bekerja) menjadi Fi'il Amar:

‫ﺗِﻚ‬‫ﻞﹾ ﻵِﺧِﺮ‬‫ﻤ‬‫ﺍِﻋ‬ = bekerjalah untuk akhiratmu (lk)

ِ‫ﺗِﻚ‬‫ ﻵِﺧِﺮ‬‫ﻠِﻲ‬‫ﻤ‬‫ﺍِﻋ‬ = bekerjalah untuk akhiratmu (pr)


20

‫ﺎ‬‫ﺗِﻜﹸﻤ‬‫ﻼﹶ ﻵِﺧِﺮ‬‫ﻤ‬‫ﺍِﻋ‬ = bekerjalah untuk akhirat kamu berdua

‫ﺗِﻜﹸﻢ‬‫ﺍ ﻵِﺧِﺮ‬‫ﻠﹸﻮ‬‫ﻤ‬‫ﺍِﻋ‬ = bekerjalah untuk akhirat kalian (lk)

‫ﺗِ ﹸﻜﻦ‬‫ ﻵِﺧِﺮ‬‫ﻠﹾﻦ‬‫ﻤ‬‫ﺍِﻋ‬ = bekerjalah untuk akhirat kalian (pr)

Dari fi'il ‫=( ﺃﹶﻗﹶﺎﻡ‬mendirikan) menjadi Fi'il Amar:

‫ﻚ‬‫ﻼﹶﺗ‬‫ ﺻ‬‫ﺃﹶﻗِﻢ‬ = dirikanlah shalatmu (lk)

ِ‫ﻚ‬‫ﻼﹶﺗ‬‫ ﺻ‬‫ﺃﹶﻗِﻤِﻲ‬ = dirikanlah shalatmu (pr)

‫ﺎ‬‫ﻜﹸﻤ‬‫ﻼﹶﺗ‬‫ﺎ ﺻ‬‫ﺃﹶﻗِﻤ‬ = dirikanlah shalat kamu berdua

‫ ﹸﻜﻢ‬‫ﻼﹶﺗ‬‫ﺍ ﺻ‬‫ﻮ‬‫ﻤ‬‫ﺃﹶﻗِﻴ‬ = dirikanlah shalat kalian (lk)

‫ﻜﹸﻦ‬‫ﻼﹶﺗ‬‫ ﺻ‬‫ﻦ‬‫ﺃﹶﻗِﻤ‬ = dirikanlah shalat kalian (pr)

Dari fi'il ‫ﺮ‬‫=( ﻛﹶﺒ‬membesarkan) menjadi Fi'il Amar:

‫ﻚ‬
 ‫ﺑ‬‫ ﺭ‬‫ﺮ‬‫ﻛﹶﺒ‬ = besarkanlah (agungkanlah) Tuhan kamu (lk)

ِ‫ﻚ‬‫ﺑ‬‫ ﺭ‬‫ﺮِﻱ‬‫ﻛﹶﺒ‬ = besarkanlah (agungkanlah) Tuhan kamu (pr)

‫ﺎ‬‫ﻜﹸﻤ‬‫ﺑ‬‫ﺍ ﺭ‬‫ﺮ‬‫ﻛﹶﺒ‬ = besarkanlah (agungkanlah) Tuhan kamu berdua

‫ﻜﹸﻢ‬‫ﺑ‬‫ﺍ ﺭ‬‫ﻭ‬‫ﺮ‬‫ﻛﹶﺒ‬ = besarkanlah (agungkanlah) Tuhan kalian (lk)

‫ ﹸﻜﻦ‬‫ﺑ‬‫ﻥﹶ ﺭ‬‫ﺮ‬‫ﻛﹶﺒ‬ = besarkanlah (agungkanlah) Tuhan kalian (pr)

Sebagai catatan, bila huruf akhir yang sukun dari sebuah Fi'il bertemu dengan awalan
Alif-Lam dari sebuah Isim Ma'rifah, maka baris sukun dari huruf akhir fi'il tersebut
berubah menjadi baris kasrah. Contoh:
21

‫ﻼﹶﺓﹶ‬‫ﺍﻟﺼ‬ + ‫ﺃﹶﻗِﻢ‬ = ‫ﻼﹶﺓﹶ‬‫ﺃﹶﻗِﻢِ ﺍﻟﺼ‬


(=shalat) (=dirikanlah) (=dirikanlah shalat)

Carilah contoh-contoh Fi'il Amar dalam ayat-ayat al-Quran dan al-Hadits!

‫ﻲ‬‫ﻬ‬‫ﻞ ﺍﻟﻨ‬‫ﻓِﻌ‬
FI'IL NAHY (Kata Kerja Larangan)

Fi'il Nahy atau "kata kerja larangan" adalah bentuk negatif dari Fi'il Amar. Untuk

membentuk Fi'il Nahy, kita tinggal menambahkan harf ‫=( ﻻﹶ‬jangan) dan memasukkan
huruf ‫ ﺕ‬di awal Fi'il Amar. Perhatikan polanya di bawah ini:
Fa'il Fi'il Amar Fi'il Nahy Tarjamah

‫ﺖ‬‫ﺃﹶﻧ‬ ‫ﻞﹾ‬‫ﺍِﻓﹾﻌ‬ ‫ﻞﹾ‬‫ﻔﹾﻌ‬‫ﻻﹶ ﺗ‬ = jangan (engkau -lk) kerjakan

ِ‫ﺖ‬‫ﺃﹶﻧ‬ ‫ﻠِﻲ‬‫ﺍِﻓﹾﻌ‬ ‫ﻠِﻲ‬‫ﻔﹾﻌ‬‫ﻻﹶ ﺗ‬ = jangan (engkau -pr) kerjakan

‫ﺎ‬‫ﻤ‬‫ﺘ‬‫ﺃﹶﻧ‬ ‫ﻼﹶ‬‫ﺍِﻓﹾﻌ‬ ‫ﻼﹶ‬‫ﻔﹾﻌ‬‫ﻻﹶ ﺗ‬ = jangan (kamu berdua) kerjakan

‫ﺘﻢ‬‫ﺃﹶﻧ‬ ‫ﺍ‬‫ﻠﹸﻮ‬‫ﺍِﻓﹾﻌ‬ ‫ﺍ‬‫ﻠﹸﻮ‬‫ﻔﹾﻌ‬‫ﻻﹶ ﺗ‬ = jangan (kalian -lk) kerjakan

‫ﺘﻦ‬‫ﺃﹶﻧ‬ ‫ﻠﹾﻦ‬‫ﺍِﻓﹾﻌ‬ ‫ﻠﹾﻦ‬‫ﻔﹾﻌ‬‫ﻻﹶ ﺗ‬ = jangan (kalian -pr) kerjakan

Contoh dalam kalimat:

Dari fi'il ‫ﺎﻑ‬‫ =( ﺧ‬takut) dan fi'il ‫ﺰِﻥﹶ‬‫ =( ﺣ‬sedih) menjadi Fi'il Nahy:

‫ﻥﹾ‬‫ﺰ‬‫ﺤ‬‫ﻻﹶ ﺗ‬‫ ﻭ‬‫ﻒ‬‫ﺨ‬‫ﻻﹶ ﺗ‬ = jangan (engkau -lk) takut dan jangan sedih

‫ﻧِﻲ‬‫ﺰ‬‫ﺤ‬‫ﻻﹶ ﺗ‬‫ ﻭ‬‫ﺎﻓِﻲ‬‫ﺨ‬‫ﻻﹶ ﺗ‬ = jangan (engkau -pr) takut dan jangan sedih

‫ﺎ‬‫ﻧ‬‫ﺰ‬‫ﺤ‬‫ﻻﹶ ﺗ‬‫ﺎﻓﹶﺎ ﻭ‬‫ﺨ‬‫ﻻﹶ ﺗ‬ = jangan (kamu berdua) takut dan jangan sedih
22

‫ﺍ‬‫ﻧﻮ‬‫ﺰ‬‫ﺤ‬‫ﻻﹶ ﺗ‬‫ﺍ ﻭ‬‫ﺎﻓﹸﻮ‬‫ﺨ‬‫ﻻﹶ ﺗ‬ = jangan (kalian -lk) takut dan jangan sedih

‫ﺰﻥﱠ‬ ‫ﺤ‬‫ﻻﹶ ﺗ‬‫ ﻭ‬‫ﻔﹾﻦ‬‫ﺨ‬‫ﻻﹶ ﺗ‬ = jangan (kalian -pr) takut dan jangan sedih

Carilah contoh-contoh Fi'il Nahy dalam ayat-ayat al-Quran dan al-Hadits!

‫ﻝ‬‫ﻮ‬‫ﻬ‬‫ﺠ‬‫ﻞ ﻣ‬‫ ﻓِﻌ‬- ‫ﻡ‬‫ﻠﹸﻮ‬‫ﻌ‬‫ﻞ ﻣ‬‫ﻓِﻌ‬


FI'IL MA'LUM (Kata Kerja Aktif) - FI'IL MAJHUL (Kata Kerja Pasif)

Dalam tata bahasa Indonesia, dikenal istilah Kata Kerja Aktif dan Kata Kerja Pasif.
Perhatikan contoh berikut ini:

Abubakar membuka pintu. --> kata "membuka" disebut Kata Kerja Aktif.
Pintu dibuka oleh Abubakar. --> kata "dibuka" disebut Kata Kerja Pasif.

Dalam tata bahasa Arab, dikenal pula istilah Fi'il Ma'lum dan Fi'il Majhul yang
fungsinya mirip dengan Kata Kerja Aktif dan Kata Kerja Pasif.

Perhatikan contoh kalimat di bawah ini:

‫ﺮ‬‫ﻤ‬‫ ﻋ‬‫ﺏ‬‫ﺮ‬‫ﺿ‬ ‫ﺮ‬‫ﻤ‬‫ ﻋ‬‫ﺮِﺏ‬‫ﺿ‬


(= Umar memukul) (= Umar dipukul)

Fi'il ‫ﺏ‬‫ﺮ‬‫=( ﺿ‬memukul) adalah Fi'il Ma'lum (Kata Kerja Aktif). Fa'il atau Pelakunya
adalah Umar bersifat aktif (melakukan pekerjaan yakni memukul).

Fi'il ‫ﺮِﺏ‬‫=( ﺿ‬dipukul) adalah Fi'il Majhul (Kata Kerja Pasif). Fa'il atau Pelakunya
tidak diketahui (tidak disebutkan). Untuk itu, dalam Fi'il Majhul, dikenal istilah Naib al-

Fa'il ( ‫ ﺍﻟﹾﻔﹶﺎﻋِﻞ‬‫ﺎﺋِﺐ‬‫ )ﻧ‬atau Pengganti Fa'il (Pelaku). Dalam contoh di atas, Umar adalah
Naib al-Fa'il (pengganti Pelaku).

Fi'il Majhul dibentuk dari Fi'il Ma'lum dengan perubahan sebagai berikut:
a) Huruf pertamanya menjadi berbaris Dhammah
b) Huruf sebelum huruf terakhirnya menjadi berbaris Kasrah untuk Fi'il Madhy dan
menjadi berbaris Fathah untuk Fi'il Mudhari'.
23

Fi'il Madhy Fi'il Mudhari'


Fi'il Ma'lum Fi'il Majhul Fi'il Ma'lum Fi'il Majhul

‫ﻞﹶ‬‫ﻓﹶﻌ‬ ‫ﻓﹸﻌِﻞﹶ‬ ‫ﻞﹸ‬‫ﻔﹾﻌ‬‫ﻳ‬ ‫ﻞﹸ‬‫ﻔﹾﻌ‬‫ﻳ‬


Contoh-contoh dalam kalimat:

Fi'il Madhy ‫ﺮ‬‫=( ﺃﹶﻣ‬memerintah) menjadi Fi'il Majhul ‫=( ﺃﹸﻣِﺮ‬diperintah):

َ‫ ﺍﷲ‬‫ﺪ‬‫ﺒ‬‫ ﺃﹶﻥﹾ ﺃﹶﻋ‬‫ﺕ‬‫ﺃﹸﻣِﺮ‬ = aku diperintah agar menyembah Allah

َ‫ ﺍﷲ‬‫ﺪ‬‫ﺒ‬‫ﻌ‬‫ﺎ ﺃﹶﻥﹾ ﻧ‬‫ﻧ‬‫ﺃﹸﻣِﺮ‬ = kami diperintah agar menyembah Allah

َ‫ ﺍﷲ‬‫ﺪ‬‫ﺒ‬‫ﻌ‬‫ ﺃﹶﻥﹾ ﺗ‬‫ﺕ‬‫ﺃﹸﻣِﺮ‬ = engkau (lk) diperintah agar menyembah Allah

َ‫ﺪِﻱ ﺍﷲ‬‫ﺒ‬‫ﻌ‬‫ﺕِ ﺃﹶﻥﹾ ﺗ‬‫ﺃﹸﻣِﺮ‬ = engkau (pr) diperintah agar menyembah Allah

َ‫ﺍ ﺍﷲ‬‫ﺪ‬‫ﺒ‬‫ﻌ‬‫ﺎ ﺃﹶﻥﹾ ﺗ‬‫ﻤ‬‫ﺗ‬‫ﺃﹸﻣِﺮ‬ = kamu berdua diperintah agar menyembah Allah

َ‫ﻭﺍ ﺍﷲ‬‫ﺪ‬‫ﺒ‬‫ﻌ‬‫ ﺃﹶﻥﹾ ﺗ‬‫ﻢ‬‫ﺗ‬‫ﺃﹸﻣِﺮ‬ = kalian (lk) diperintah agar menyembah Allah

َ‫ﻥﹶ ﺍﷲ‬‫ﺪ‬‫ﺒ‬‫ﻌ‬‫ ﺃﹶﻥﹾ ﺗ‬‫ﻦ‬‫ﺗ‬‫ﺃﹸﻣِﺮ‬ = kalian (pr) diperintah agar menyembah Allah

َ‫ ﺍﷲ‬‫ﺪ‬‫ﺒ‬‫ﻌ‬‫ ﺃﹶﻥﹾ ﻳ‬‫ﺃﹸﻣِﺮ‬ = dia (lk) diperintah agar menyembah Allah

َ‫ ﺍﷲ‬‫ﺪ‬‫ﺒ‬‫ﻌ‬‫ ﺃﹶﻥﹾ ﺗ‬‫ﺕ‬‫ﺃﹸﻣِﺮ‬ = dia (pr) diperintah agar menyembah Allah

َ‫ﺍ ﺍﷲ‬‫ﺪ‬‫ﺒ‬‫ﻌ‬‫ﺍ ﺃﹶﻥﹾ ﻳ‬‫ﺃﹸﻣِﺮ‬ = mereka (2 lk) diperintah agar menyembah Allah

َ‫ﺍ ﺍﷲ‬‫ﺪ‬‫ﺒ‬‫ﻌ‬‫ﺎ ﺃﹶﻥﹾ ﺗ‬‫ﺗ‬‫ﺃﹸﻣِﺮ‬ = mereka (2 pr) diperintah agar menyembah Allah

َ‫ﻭﺍ ﺍﷲ‬‫ﺪ‬‫ﺒ‬‫ﻌ‬‫ﺍ ﺃﹶﻥﹾ ﻳ‬‫ﻭ‬‫ﺃﹸﻣِﺮ‬ = mereka (lk) diperintah agar menyembah Allah

َ‫ﻥﹶ ﺍﷲ‬‫ﺪ‬‫ﺒ‬‫ﻌ‬‫ﻥﹶ ﺃﹶﻥﹾ ﻳ‬‫ﺃﹸﻣِﺮ‬ = mereka (pr) diperintah agar menyembah Allah
24

Fi'il Mudhari' ‫ﺮِﻑ‬‫ﻌ‬‫=( ﻳ‬mengenal) menjadi Fi'il Majhul ‫ﻑ‬‫ﺮ‬‫ﻌ‬‫=( ﻳ‬dikenal):

‫ ﺑِﻜﹶﻼﹶ ِﻣﻲ‬‫ﻑ‬‫ﺮ‬‫ﺃﹸﻋ‬ = aku dikenal dari bicaraku

‫ﺎ‬‫ ﺑِﻜﹶﻼﹶﻣِﻨ‬‫ﻑ‬‫ﺮ‬‫ﻌ‬‫ﻧ‬ = kami dikenal dari bicara kami

‫ ﺑِﻜﹶﻼﹶﻣِﻚ‬‫ﻑ‬‫ﺮ‬‫ﻌ‬‫ﺗ‬ = engkau (lk) dikenal dari bicaramu

ِ‫ ﺑِﻜﹶﻼﹶﻣِﻚ‬‫ﻦ‬‫ﻓِﻴ‬‫ﺮ‬‫ﻌ‬‫ﺗ‬ = engkau (pr) dikenal dari bicaramu

‫ﺎ‬‫ﻓﹶﺎﻥِ ﺑِﻜﹶﻼﹶﻣِﻜﹸﻤ‬‫ﺮ‬‫ﻌ‬‫ﺗ‬ = kamu berdua dikenal dari bicara kamu berdua

‫ﻥﹶ ﺑِﻜﹶﻼﹶﻣِﻜﹸﻢ‬‫ﻓﹸﻮ‬‫ﺮ‬‫ﻌ‬‫ﺗ‬ = kalian (lk) dikenal dari bicara kalian

‫ ﺑِﻜﹶﻼﹶﻣِ ﹸﻜﻦ‬‫ﻓﹾﻦ‬‫ﺮ‬‫ﻌ‬‫ﺗ‬ = kalian (pr) dikenal dari bicara kalian

ِ‫ ﺑِﻜﹶﻼﹶﻣِﻪ‬‫ﻑ‬‫ﺮ‬‫ﻌ‬‫ﻳ‬ = dia (lk) dikenal dari bicaranya

‫ﺎ‬‫ ﺑِﻜﹶﻼﹶﻣِﻬ‬‫ﻑ‬‫ﺮ‬‫ﻌ‬‫ﺗ‬ = dia (pr) dikenal dari bicaranya

‫ﺎ‬‫ﻓﹶﺎﻥِ ﺑِﻜﹶﻼﹶﻣِﻬِﻤ‬‫ﺮ‬‫ﻌ‬‫ﻳ‬ = mereka (2 lk) dikenal dari bicara mereka

‫ﻥﹶ ﺑِﻜﹶﻼﹶﻣِﻬِﻢ‬‫ﻓﹸﻮ‬‫ﺮ‬‫ﻌ‬‫ﻳ‬ = mereka (lk) dikenal dari bicara mereka

‫ ﺑِﻜﹶﻼﹶﻣِ ِﻬﻦ‬‫ﻓﹾﻦ‬‫ﺮ‬‫ﻌ‬‫ﻳ‬ = mereka (pr) dikenal dari bicara mereka

Carilah contoh-contoh Fi'il Majhul dalam ayat-ayat al-Quran dan al-Hadits!

‫ﻑ‬‫ﺮ‬‫ﺣ‬
HARF (Kata Tugas)

Harf adalah semua jenis kata selain Isim dan Fi'il, yang tidak bisa berdiri sendiri dan
tidak memiliki arti yang jelas tanpa kata-kata lain dalam hubungan kalimat.
25

Contoh Harf: ‫=( ﻭ‬dan), ‫=( ﻣِﻦ‬dari), ‫ﻦ‬‫=( ﻋ‬dari), ‫=( ﺇِﻟﹶﻰ‬ke, kepada), ‫=( ﻓِﻲ‬di, dalam),
‫ﻰ‬‫ﺘ‬‫=( ﺣ‬hingga), ‫=( ﻻﹶ‬tidak, tidak ada), ‫=( ﺇِﻥﹾ‬jika), dan lain-lain.
Sekilas catatan penting tentang penggunaan beberapa macam Harf:

1. Beberapa Harf, seperti ‫=( ﺑِـ‬dengan) di dalam kalimat kadang mempunyai arti, dan
kadang hanya sebagai tambahan yang tidak mempunyai arti. Contoh:

ِ‫ﺫﹸ ﺑِﺎﷲ‬‫ﻮ‬‫ﺃﹶﻋ‬ = aku berlindung kepada Allah

‫ﺍ‬‫ﺪ‬‫ﻬِﻴ‬‫ﻛﹶﻔﹶﻰ ﺑِﺎﷲِ ﺷ‬ = cukuplah Allah (sebagai) saksi

2. Harf ‫ ﻭ‬mempunyai dua fungsi:


a) ATHAF ( ‫ﻄﹾﻒ‬‫ )ﻋ‬atau Kata Sambung (=dan). Contoh:

‫ ِﻠﻲ‬‫ﻋ‬‫ ﻭ‬‫ﺪ‬‫ﻤ‬‫ ﺃﹶﺣ‬‫ﺐ‬‫ﺫﹶﻫ‬ = Ahmad dan Ali telah pergi

b) QASM ( ‫ﻢ‬‫ )ﻗﹶﺴ‬atau Kata Sumpah (=demi). Contoh:

ِ‫ﺮ‬‫ﺼ‬‫ﺍﻟﹾﻌ‬‫ﻭ‬ = demi waktu (Ashar)

Perlu dicamkan, bahwa di dalam al-Quran, Allah subhanahu wata'ala sering bersumpah
dengan nama makhluq-Nya agar manusia mengambil pelajaran dari apa yang dijadikan
sumpah tersebut. Adapun manusia, hanya boleh bersumpah dengan nama dan sifat
Allah, tidak boleh bersumpah dengan nama makhluq.

3. Harf Lam ‫ ﻟـ‬juga mempunyai beberapa fungsi:

a) MILIK ( ‫ )ﻣِﻠﹾﻚ‬atau kepunyaan.Contoh:


26

ِ‫ﺽ‬‫ﺍﹾﻷَﺭ‬‫ﺍﺕِ ﻭ‬‫ﺎﻭ‬‫ﻤ‬‫ ﺍﻟﺴ‬‫ﻠﹾﻚ‬‫ﻟِﻠﱠﻪِ ﻣ‬ = kepunyaan Allah (seluruh) kerajaan langit


dan bumi

b) TA'LIL ( ‫ﻞ‬‫ﻠِﻴ‬‫ﻌ‬‫ )ﺗ‬atau peruntukan (=untuk). Contoh:

‫ ِﻢ‬‫ﻠِﻴ‬‫ﻌ‬‫ ِﺔ ﻟِﻠﺘ‬‫ﺳ‬‫ﺭ‬‫ﺪ‬‫ ﺇِﻟﹶﻰ ﺍﻟﹾﻤ‬‫ﺐ‬‫ﺃﹶﺫﹾﻫ‬ = saya pergi ke sekolah untuk belajar

c) AMAR ( ‫ﺮ‬‫ )ﺃﹶﻣ‬atau perintah (=agar, supaya, hendaklah). Contoh:

ٍ‫ﺔ‬‫ﻌ‬‫ ﺳ‬‫ ﺫﹸﻭ‬‫ﻔِﻖ‬‫ﻨ‬‫ﻟِﻴ‬ = hendaklah berinfak orang yang punya kelapangan (rezki)

d) TAUKID ( ‫ﺪ‬‫ﻛِﻴ‬‫ﻮ‬‫ )ﺗ‬atau penegasan (=sungguh, pasti). Contoh:

‫ﺤﻖ‬
 ‫ﻝﹶ ﺍﻟﹾ‬‫ﻝﹸ ﻗﹶﻮ‬‫ﻟﹶﺄﹶﻗﹸﻮ‬ = sungguh aku akan berkata perkataan yang benar

4. Harf ‫ ﺇِﻥﹾ‬mempunyai dua macam arti:


a) Berarti "jika". Contoh:

‫ ﹸﻛﻢ‬‫ﺮ‬‫ﺼ‬‫ﻨ‬‫ﻭﺍ ﺍﷲَ ﻳ‬‫ﺮ‬‫ﺼ‬‫ﻨ‬‫ﺇِﻥﹾ ﺗ‬ = jika kalian menolong (agama) Allah, Dia akan
menolong kalian.

b) Berarti "tidak", bila sesudahnya terdapat kata ‫=( ﺇِﻻﱠ‬kecuali). Contoh:

‫ﻥﹶ‬‫ﻮ‬‫ﻜﹾﺬِﺑ‬‫ ﺇِﻻﱠ ﺗ‬‫ﻢ‬‫ﺘ‬‫ﺇِﻥﹾ ﺃﹶﻧ‬ = tidak lain kalian hanyalah berdusta

5. Harf ‫ ﻻﹶ‬juga ada dua macam:


a. NAFY ( ‫ﻔﹾﻲ‬‫ )ﻧ‬atau penidakan (=tidak, bukan, tidak ada). Contoh:
27

ُ‫ ﺇِﻻﱠ ﺍﷲ‬‫ﻻﹶ ﺇِﻟﹶﻪ‬ = tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) kecuali Allah

b. NAHY ( ‫ﻲ‬‫ﻬ‬‫ )ﻧ‬atau pelarangan (=jangan). Contoh:

َ‫ﺍ ﺇِﻻﱠ ﺍﷲ‬‫ﻭ‬‫ﺪ‬‫ﺒ‬‫ﻌ‬‫ﻻﹶ ﺗ‬ = jangan kalian menyembah kecuali (kepada) Allah

Demikianlah sekelumit contoh penggunaan Harf dan macam-macam artinya. Carilah


contoh-contoh penggunaan Harf dalam ayat-ayat al-Quran dan al-Hadits!

‫ﺎﻡ‬‫ﺘِﻔﹾﻬ‬‫ ﺍﻻِﺳ‬‫ﺍﺕ‬‫ﻭ‬‫ﺃﹶﺩ‬
ADAWAT AL-ISTIFHAM (Kata Tanya)

Di bawah ini dicantumkan sejumlah Kata Tanya dengan contohnya masing-masing


dalam kalimat beserta contoh jawabannya:

Kata Tanya Contoh Kalimat Tanya Contoh Jawaban

‫ﻞﹾ‬‫ ﻫ‬/ ‫ﺃﹶ‬ ‫ ؟‬‫ﺾ‬‫ﺮِﻳ‬‫ ﻣ‬‫ﺖ‬‫ﻞﹾ ﺃﹶَﻧ‬‫ﻫ‬ ٍ‫ﺔ‬‫ ﺻِﺤ‬‫ﺎ ﻓِﻲ‬‫ ﺃﹶﻧ‬،‫ﻻﹶ‬
(=apakah) (=apakah engkau sakit?) (=tidak, saya sehat)

‫ﺎﺫﹶﺍ‬‫ ﻣ‬/ ‫ﺎ‬‫ﻣ‬ ‫ ؟‬‫ﺐ‬‫ﻜﹾﺘ‬‫ﺎﺫﹶﺍ ﺗ‬‫ﻣ‬ ‫ﺎﻟﹶﺔﹰ‬‫ ﺭِﺳ‬‫ﺐ‬‫ﺃﹶﻛﹾﺘ‬


(=apa) (=apa yang kau tulis?) (=aku menulis surat)

‫ ﺫﹶﺍ‬‫ﻦ‬‫ ﻣ‬/ ‫ﻦ‬‫ﺬﹶﺍ ؟ ﻣ‬‫ ﻫ‬‫ﺐ‬‫ ﻛﹶﺘ‬‫ﻦ‬‫ﻣ‬ ‫ﺬﹶﺍ‬‫ ﻫ‬‫ﺐ‬‫ ﻛﹶﺘ‬‫ﺪ‬‫ﻤ‬‫ﺃﹶﺣ‬


(=siapa) (=siapa yang menulis ini?) (=Ahmad yang menulis ini)

‫ﺔﹸ‬‫ ﺃﹶﻳ‬/ ‫ﺃﹶﻱ‬ ‫ ؟‬‫ﺤِﺐ‬‫ ﻗﹶﻠﹶﻢٍ ﺗ‬‫ﺃﹶﻱ‬ ِ‫ﺩ‬‫ﻮ‬‫ ﺍﹾﻷَﺳ‬‫ ﻗﹶﻠﹶﻢ‬‫ﺃﹸﺣِﺐ‬


(=yang mana) (=pena yang mana kau suka?) (=aku suka pena yang hitam)

‫ﻰ‬‫ﺘ‬‫ﻣ‬ ‫ ؟‬‫ﺐ‬‫ﺬﹾﻫ‬‫ﻰ ﺗ‬‫ﺘ‬‫ﻣ‬ ‫ﺍ‬‫ ﻏﹶﺪ‬‫ﺐ‬‫ﺃﹶﺫﹾﻫ‬


(=kapan) (=kapan engkau pergi?) (=aku pergi besok)

‫ﻦ‬‫ﺃﹶﻳ‬ ‫ ؟‬‫ﺐ‬‫ﺬﹾﻫ‬‫ ﺗ‬‫ﻦ‬‫ﺃﹶﻳ‬ ِ‫ﺔ‬‫ﻳ‬‫ ﺇِﻟﹶﻰ ﺍﻟﹾﻘﹶﺮ‬‫ﺐ‬‫ﺃﹶﺫﹾﻫ‬


(=dimana) (=dimana engkau pergi?) (=aku pergi ke kampung)

‫ﻒ‬‫ﻛﹶﻴ‬ ‫ ؟‬‫ﺐ‬‫ﺬﹾﻫ‬‫ ﺗ‬‫ﻒ‬‫ﻛﹶﻴ‬ ِ‫ﺎﻓِﻠﹶﺔ‬‫ ﺑِﺎﻟﹾﺤ‬‫ﺐ‬‫ﺃﹶﺫﹾﻫ‬


(=bagaimana) (=bagaimana engkau pergi?) (=aku pergi dengan bus)
28

‫ﻛﹶﻢ‬ ‫ ؟‬‫ﺐ‬‫ﺬﹾﻫ‬‫ﺎ ﺗ‬‫ﻣ‬‫ﻮ‬‫ ﻳ‬‫ﻛﹶﻢ‬ ٍ‫ﺎﻡ‬‫ ﺛﹶﻼﹶﺛﹶﺔﹶ ﺃﹶﻳ‬‫ﺐ‬‫ﺃﹶﺫﹾﻫ‬


(=berapa) (=berapa hari engkau pergi?) (=aku pergi selama tiga hari)

‫ﺎﺫﹶﺍ‬‫ ﻟِﻤ‬/ ‫ﺎ‬‫ﻟِﻤ‬ ‫ ؟‬‫ﺕ‬‫ﺮ‬‫ﺄﹶﺧ‬‫ﺎﺫﹶﺍ ﺗ‬‫ﻟِﻤ‬ ‫ﺔﹲ‬‫ﺣِﻤ‬‫ﺩ‬‫ﺰ‬‫ ﻣ‬‫ﻖ‬‫ﺍﻟﻄﱠﺮِﻳ‬


(=mengapa) (=mengapa kau terlambat?) (=jalanan macet)

‫ﻟِﻢ‬ ‫ ؟‬‫ ﺫﹶﻟِﻚ‬‫ﺄﹶﻟﹾﺖ‬‫ ﺳ‬‫ﻟِﻢ‬ ‫ﻢ‬‫ﻘﹶﺔﹰ ﻻﹶ ﺃﹶﻓﹾﻬ‬‫ﻘِﻴ‬‫ﺣ‬


(=kenapa) (=kenapa kau bertanya itu?) (=sungguh aku tidak paham)

‫ﻦ‬‫ﻟِﻤ‬ ‫ ؟‬‫ﺬﹶﺍ ﺍﻟﹾﻘﹶﻠﹶﻢ‬‫ ﻫ‬‫ﻦ‬‫ﻟِﻤ‬ ِ‫ﺪ‬‫ﻤ‬‫ ﺃﹶﺣ‬‫ﺬﹶﺍ ﻗﹶﻠﹶﻢ‬‫ﻫ‬


(=punya siapa) (=kepunyaan siapa pena ini?) (=ini pena Ahmad)

Buatlah sendiri kalimat-kalimat tanya dari setiap kata-kata tanya di atas!

‫ﺎﻣِﺪ‬‫ﻢ ﺟ‬‫ﺍِﺳ‬
ISIM JAMID

Menurut asal kata dan pembentukannya, Isim atau Kata Benda terbagi dua:

1. ISIM JAMID ( ‫ﺎﻣِﺪ‬‫ﻢ ﺟ‬‫ )ﺍِﺳ‬yaitu Isim yang tidak terbentuk dari kata lain.
2. ISIM MUSYTAQ ( ‫ﻖ‬‫ﺘ‬‫ﺸ‬‫ﻢ ﻣ‬‫ )ﺍِﺳ‬yaitu Isim yang dibentuk dari kata lain.
Isim Jamid terbagi dua:

a) ISIM DZAT ( ‫ﻢ ﺫﹶﺍﺕ‬‫ )ﺍِﺳ‬atau ISIM JINS (‫ﺲ‬‫ﻢ ﺟِﻨ‬‫)ﺍِﺳ‬


Contoh: ‫ﻞﹲ‬‫ﺟ‬‫=( ﺭ‬orang), ‫ﺪ‬‫=( ﺃﹶﺳ‬singa), ‫ﺮ‬‫ﻬ‬‫=( ﻧ‬sungai)
b) ISIM MA'NA ( ‫ﻰ‬‫ﻨ‬‫ﻌ‬‫ﻢ ﻣ‬‫ )ﺍِﺳ‬atau MASHDAR ( ‫ﺭ‬‫ﺪ‬‫ﺼ‬‫) ﻣ‬
Contoh: ‫=( ﻋِﻠﹾﻢ‬ilmu), ‫ﻝﹲ‬‫ﺪ‬‫=( ﻋ‬keadilan), ‫ﺔﹲ‬‫ﺎﻋ‬‫ﺠ‬‫=( ﺷ‬keberanian)
Mashdar adalah Isim yang menunjukkan peristiwa atau kejadian yang tidak disertai
dengan penunjukan waktu. Berbeda dengan Fi'il yang terikat dengan waktu, apakah di
waktu lampau, sekarang atau akan datang. Contoh:
29

‫ﻠﱢﻲ‬‫ ﺃﹶﻥﹾ ﺃﹸﺻ‬‫ﺪ‬‫ =( ﺃﹸﺭِﻳ‬aku ingin shalat) --> ‫ﻠﱢﻲ‬‫ =( ﺃﹸﺻ‬aku shalat) : Fi'il
‫ﻼﹶﺓﹰ‬‫ ﺻ‬‫ﺪ‬‫ =( ﺃﹸﺭِﻳ‬aku ingin shalat) --> ‫ﻼﹶﺓ‬‫ =( ﺻ‬shalat) : Mashdar (Isim)
Setiap Fi'il memiliki Mashdar. Dengan kata lain, Mashdar adalah bentuk Isim dari

sebuah Fi'il. WAZAN ( ‫ﻥ‬‫ﺯ‬‫ )ﻭ‬atau Timbangan (pola pembentukan) Mashdar sangat
beragam. Perhatikan contoh pembentukan Mashdar di bawah ini:

Wazan Perubahan dari Fi'il ke Mashdar Tarjamah

‫ﻞﹲ‬‫ﻓﹶﻌ‬ ‫ﺮ‬‫ﺼ‬‫ ﻧ‬- ‫ﺮ‬‫ﺼ‬‫ﻨ‬‫ ﻳ‬- ‫ﺮ‬‫ﺼ‬‫ﻧ‬ = menolong

‫ﻞﹲ‬‫ﻓِﻌ‬ ‫ ﺫِﻛﹾﺮ‬- ‫ﺬﹾﻛﹸﺮ‬‫ ﻳ‬- ‫ﺫﹶﻛﹶﺮ‬ = mengingat, menyebut

‫ﺎﻝﹲ‬‫ﻓﹸﻌ‬ ٌ‫ﻜﹶﺎﺀ‬‫ ﺑ‬- ‫ﻜِﻲ‬‫ﺒ‬‫ ﻳ‬- ‫ﻜﹶﻰ‬‫ﺑ‬ = menangis

‫ﺎﻝﹲ‬‫ﻓِﻌ‬ ‫ﺎﻡ‬‫ ﻗِﻴ‬- ‫ﻡ‬‫ﻘﹸﻮ‬‫ ﻳ‬- ‫ﻗﹶﺎﻡ‬ = berdiri

‫ﻝﹲ‬‫ﻮ‬‫ﻓﹸﻌ‬ ‫ﺩ‬‫ﻮ‬‫ﺠ‬‫ ﺳ‬- ‫ﺪ‬‫ﺠ‬‫ﺴ‬‫ ﻳ‬- ‫ﺪ‬‫ﺠ‬‫ﺳ‬ = bersujud

‫ﺎﻝﹲ‬‫ﺇِﻓﹾﻌ‬ ‫ﺎﻡ‬‫ ﺇِﻃﹾﻌ‬- ‫ﻄﹾﻌِﻢ‬‫ ﻳ‬- ‫ﻢ‬‫ﺃﹶﻃﹾﻌ‬ = memberi makan

‫ﺎﻟﹶﺔﹲ‬‫ﻓِﻌ‬ ‫ﺔﹲ‬‫ﺍﻋ‬‫ ﺯِﺭ‬- ‫ﻉ‬‫ﺭ‬‫ﺰ‬‫ ﻳ‬- ‫ﻉ‬‫ﺭ‬‫ﺯ‬ = bertani

‫ﻞﹲ‬‫ﻔِﻴ‬‫ﻌ‬‫ﺗ‬ ‫ﻢ‬‫ﻠِﻴ‬‫ﻌ‬‫ ﺗ‬- ‫ﻠﱢﻢ‬‫ﻌ‬‫ ﻳ‬- ‫ﻠﱠﻢ‬‫ﻋ‬ = mengajar, memberitahu

‫ﻔﹾﻌِﻠﹶﺔﹲ‬‫ﺗ‬ ‫ﺓﹲ‬‫ﺬﹾﻛِﺮ‬‫ ﺗ‬- ‫ﺬﹶﻛﱢﺮ‬‫ ﻳ‬- ‫ﺫﹶﻛﱠﺮ‬ = mengingatkan

Pahamilah baik-baik nama-nama dan bentuk-bentuk Isim yang terdapat dalam pelajaran
ini sebelum melangkah ke pelajaran selanjutnya.

‫ﻖ‬‫ﺘ‬‫ﺸ‬‫ﻢ ﻣ‬‫ﺍِﺳ‬
ISIM MUSYTAQ

Isim Musytaq ialah Isim yang dibentuk dari kata lain dan memiliki makna yang berbeda
dari kata pembentuknya. Isim Musytaq itu ada tujuh macam:
30

1. ISIM FA'IL ( ‫ﻢ ﻓﹶﺎﻋِﻞ‬‫ )ﺍِﺳ‬atau Isim Pelaku (yang melakukan pekerjaan).


Isim Fa'il ada dua wazan (pola pembentukan) yaitu:

a) ‫ ﻓﹶﺎﻋِﻞﹲ‬bila berasal dari Fi'il Tsulatsi (Fi'il yang terdiri dari tiga huruf)
b) ‫ﻔﹾﻌِﻞﹲ‬‫ ﻣ‬bila berasal dari Fi'il yang lebih dari tiga huruf
Fi'il Isim Fa'il

‫ ﹶﻠﻢ‬‫ﻌ‬‫ ﻳ‬- ‫ﻠِﻢ‬‫=( ﻋ‬mengetahui) ‫ﺎﻟِﻢ‬‫=( ﻋ‬yang mengetahui)


‫ﺎﻡ‬‫ﻨ‬‫ ﻳ‬- ‫ﺎﻡ‬‫=( ﻧ‬tidur) ‫ﺎﺋِﻢ‬‫=( ﻧ‬yang tidur)
‫ﺄﹾ ﹸﻛﻞﹸ‬‫ ﻳ‬- ‫=( ﺃﹶﻛﹶﻞﹶ‬makan) ‫=( ﺁﻛِﻞﹲ‬yang makan)
‫ﻠِﻢ‬‫ﺴ‬‫ ﻳ‬- ‫ﻠﹶﻢ‬‫=( ﺃﹶﺳ‬menyerah) ‫ﻠِﻢ‬‫ﺴ‬‫=( ﻣ‬yang menyerah)
‫ﻔِﻖ‬‫ﻨ‬‫ ﻳ‬- ‫ﻔﹶﻖ‬‫=( ﺃﹶﻧ‬berinfak) ‫ﻔِﻖ‬‫ﻨ‬‫=( ﻣ‬yang berinfak)
‫ﻔِﺮ‬‫ﻐ‬‫ﺘ‬‫ﺴ‬‫ ﻳ‬- ‫ﻔﹶﺮ‬‫ﻐ‬‫ﺘ‬‫=( ﺍِﺳ‬mohon ampun) ‫ﻔِﺮ‬‫ﻐ‬‫ﺘ‬‫ﺴ‬‫=( ﻣ‬yang mohon ampun)

Disamping itu dikenal pula istilah bentuk MUBALAGHAH ( ‫ﺔ‬‫ﺎﻟﹶﻐ‬‫ﺒ‬‫ ) ﻣ‬dari Isim Fa'il
yang berfungsi untuk menguatkan atau menyangatkan artinya. Contoh:

Fi'il Isim Fa'il Isim Mubalaghah

‫ﻠﹶﻢ‬‫ﻌ‬‫ﻳ‬-‫ﻠِﻢ‬‫ﻋ‬ ‫ﺎﻟِﻢ‬‫ﻋ‬ ‫ﻢ‬‫ﻠِﻴ‬‫ ﻋ‬/ ‫ﻡ‬ ‫ﻼﱠ‬‫=( ﻋ‬yang sangat mengetahui)


‫ﻔِﺮ‬‫ﻐ‬‫ﻳ‬-‫ﻏﹶﻔﹶﺮ‬ ‫ﻏﹶﺎﻓِﺮ‬ ‫ﺭ‬‫ ﻏﹶﻔﹸﻮ‬/ ‫=( ﻏﹶﻔﱠﺎﺭ‬yang suka mengampuni)
‫ﺎﻡ‬‫ﻨ‬‫ﻳ‬-‫ﺎﻡ‬‫ﻧ‬ ‫ﺎﺋِﻢ‬‫ﻧ‬ ‫ﻢ‬‫ﺌِﻴ‬‫ ﻧ‬/ ‫ﺍﻡ‬‫ﻮ‬‫=( ﻧ‬yang banyak tidur)
‫ﺄﹾ ﹸﻛﻞﹸ‬‫ﻳ‬-‫ﺃﹶﻛﹶﻞﹶ‬ ‫ﺁﻛِﻞﹲ‬ ‫ ﺃﹶﻛﱠﺎﻝﹲ‬/ ‫ﻞﹲ‬‫=( ﺃﹶﻛِﻴ‬yang banyak makan)
31

2. SIFAT MUSYABBAHAH ( ‫ﺔ‬‫ﻬ‬‫ﺒ‬‫ﺸ‬‫ )ﺻِﻔﹶﺔ ﻣ‬ialah Isim yang menyerupai Isim Fa'il
tetapi lebih condong pada arti sifatnya yang tetap. Misalnya:

Fi'il Isim Fa'il Sifat Musyabbahah

‫ﺡ‬‫ﻔﹾﺮ‬‫ﻳ‬-‫=( ﻓﹶﺮِﺡ‬senang) ‫ﻓﹶﺎﺭِﺡ‬ ‫=( ﻓﹶﺮِﺡ‬orang senang)


‫ﻰ‬‫ﻤ‬‫ﻌ‬‫ﻳ‬-‫ﻤِﻲ‬‫=( ﻋ‬buta) ‫ﺎﻣِﻲ‬‫ﻋ‬ ‫ﻰ‬‫ﻤ‬‫=( ﺃﹶﻋ‬orang buta)
‫ﺕ‬‫ﻮ‬‫ﻤ‬‫ﻳ‬-‫ﺎﺕ‬‫=( ﻣ‬mati) ‫ﺎﺋِﺖ‬‫ﻣ‬ ‫ﺖ‬‫ﻴ‬‫ =( ﻣ‬orang mati)
‫ﻉ‬‫ﻮ‬‫ﺠ‬‫ﻳ‬-‫ﺎﻉ‬‫=( ﺟ‬lapar) ‫ﺎﺋِﻊ‬‫ﺟ‬ ‫ﺎﻥﹲ‬‫ﻋ‬‫ﻮ‬‫ =( ﺟ‬orang kelaparan)

3. ISIM MAF'UL ( ‫ﻝ‬‫ﻮ‬‫ﻔﹾﻌ‬‫ﻢ ﻣ‬‫ )ﺍِﺳ‬yaitu Isim yang dikenai pekerjaan.


Fi'il Isim Maf'ul

‫ﻔِﺮ‬‫ﻐ‬‫ ﻳ‬- ‫=( ﻏﹶﻔﹶﺮ‬mengampuni) ‫ﺭ‬‫ﻔﹸﻮ‬‫ﻐ‬‫=( ﻣ‬yang diampuni)


‫ﻠﹶﻢ‬‫ﻌ‬‫ ﻳ‬- ‫ﻠِﻢ‬‫=( ﻋ‬mengetahui) ‫ﻡ‬‫ﻠﹸﻮ‬‫ﻌ‬‫=( ﻣ‬yang diketahui)
‫ﻊ‬‫ﺒِﻴ‬‫ ﻳ‬- ‫ﺎﻉ‬‫=( ﺑ‬menjual) ‫ﻊ‬‫ﺒِﻴ‬‫=( ﻣ‬yang dijual)
‫ﻝﹸ‬‫ﻘﹸﻮ‬‫ ﻳ‬- ‫=( ﻗﹶﺎﻝﹶ‬berkata) ‫ﻘﹶﺎﻝﹲ‬‫=( ﻣ‬yang diucapkan)

4. ISIM TAFDHIL ( ‫ﻞ‬‫ﻔﹾﻀِﻴ‬‫ﻢ ﺗ‬‫ )ﺍِﺳ‬ialah Isim yang menunjukkan arti "lebih" atau
"paling". Wazan (pola) umum Isim Tafdhil adalah: ‫ﻞﹸ‬‫ ﺃﹶﻓﹾﻌ‬. Contoh:
Isim Fa'il Isim Mubalaghah Isim Tafdhil

‫ﺎﻟِﻢ‬‫ﻋ‬ ‫ﻢ‬‫ﻠِﻴ‬‫=( ﻋ‬sangat mengetahui) ‫ﻠﹶﻢ‬‫=( ﺃﹶﻋ‬yang lebih mengetahui)


‫ﻛﹶﺎﺑِﺮ‬ ‫ﺮ‬‫=( ﻛﹶﺒِﻴ‬sangat besar) ‫ﺮ‬‫=( ﺃﹶﻛﹾﺒ‬yang lebih besar)
32

‫ﻗﹶﺎﺭِﺏ‬ ‫ﺐ‬‫=( ﻗﹶﺮِﻳ‬sangat dekat) ‫ﺏ‬‫=( ﺃﹶﻗﹾﺮ‬yang lebih dekat)


‫ﺿﻞﹲ‬
ِ ‫ﻓﹶﺎ‬ ‫ﻞﹲ‬‫=( ﻓﹶﻀِﻴ‬sangat utama) ‫ﻞﹸ‬‫=( ﺃﹶﻓﹾﻀ‬yang lebih utama)
Disamping itu, terdapat pula bentuk yang sedikit agak berbeda, seperti:

Sifat Musyabbahah Isim Tafdhil

‫ﺪ‬‫ﺪِﻳ‬‫=( ﺷ‬yang sangat) ‫ﺪ‬‫=( ﺃﹶﺷ‬yang lebih sangat)


‫ﻖ‬‫ﻘِﻴ‬‫=( ﺣ‬yang berhak) ‫ﻖ‬‫=( ﺃﹶﺣ‬yang lebih berhak)
‫ﺰ‬‫ﺰِﻳ‬‫=( ﻋ‬yang mulia) ‫ﺰ‬‫=( ﺃﹶﻋ‬yang lebih mulia)

5. ISIM ZAMAN ( ‫ﺎﻥ‬‫ﻣ‬‫ﻢ ﺯ‬‫ )ﺍِﺳ‬yaitu Isim yang menunjukkan waktu dan ISIM
MAKAN ( ‫ﻢ‬‫ﻜﹶﺎﻥ ﺍِﺳ‬‫ ) ﻣ‬yaitu Isim yang menunjukkan tempat.
Fi'il Isim Zaman/Makan

‫ﺐ‬‫ﻜﹾﺘ‬‫ ﻳ‬/ ‫ﺐ‬‫=( ﻛﹶﺘ‬menulis) ‫ﺐ‬‫ﻜﹾﺘ‬‫=( ﻣ‬kantor)


‫ﺐ‬‫ﻠﹾﻌ‬‫ ﻳ‬/ ‫=( ﻟﹶﻌِﺐ‬bermain) ‫ﺐ‬‫ﻠﹾﻌ‬‫=( ﻣ‬tempat bermain)
‫ﺪ‬‫ﺠ‬‫ﺴ‬‫ ﻳ‬/ ‫ﺪ‬‫ﺠ‬‫=( ﺳ‬bersujud) ‫ﺠِﺪ‬‫ﺴ‬‫=( ﻣ‬masjid)
‫ﻠِﺪ‬‫ ﻳ‬/ ‫ﻟﹶﺪ‬‫=( ﻭ‬melahirkan) ‫ﻟِﺪ‬‫ﻮ‬‫=( ﻣ‬hari kelahiran)
‫ﻌِﺪ‬‫ ﻳ‬/ ‫ﺪ‬‫ﻋ‬‫=( ﻭ‬menjanjikan) ‫ﻋِﺪ‬‫ﻮ‬‫=( ﻣ‬hari yang dijanjikan)
‫ﻤِﻊ‬‫ﺘ‬‫ﺠ‬‫ ﻳ‬/ ‫ﻊ‬‫ﻤ‬‫ﺘ‬‫=( ﺍِﺟ‬berkumpul) ‫ﻊ‬‫ﻤ‬‫ﺘ‬‫ﺠ‬‫=( ﻣ‬perkumpulan, pertemuan)

6. ISIM ALAT ( ‫ﻢ ﺁﻟﹶﺔ‬‫ )ﺍِﺳ‬yaitu Isim yang menunjukkan alat yang digunakan untuk
melakukan suatu Fi'il atau pekerjaan.
33

Fi'il Isim Alat

‫ﺢ‬‫ﻔﹾﺘ‬‫ ﻳ‬/ ‫ﺢ‬‫=( ﻓﹶﺘ‬membuka) ‫ﺎﺡ‬‫=( ﻣِﻔﹾﺘ‬kunci)


‫ﺰِﻥﹸ‬‫ ﻳ‬/ ‫ﻥﹶ‬‫ﺯ‬‫=( ﻭ‬menimbang) ‫ﺍﻥﹲ‬‫ﺰ‬‫=( ﻣِﻴ‬timbangan)
‫ﻠِﺲ‬‫ﺠ‬‫ ﻳ‬/ ‫ﻠﹶﺲ‬‫=( ﺟ‬duduk) ‫ﻠِﺲ‬‫ﺠ‬‫=( ﻣ‬tempat duduk)
‫ﺮ‬‫ﻬ‬‫ﺠ‬‫ ﻳ‬/ ‫ﺮ‬‫ﻬ‬‫=( ﺟ‬nyaring) ‫ﺮ‬‫ﻬ‬‫=( ﻣِﺠ‬pengeras suara)
Pahamilah baik-baik semua jenis-jenis Isim yang terdapat dalam pelajaran ini serta
contoh-contohnya sebelum melangkah ke pelajaran selanjutnya.

‫ﺩ‬‫ﺮ‬‫ﺠ‬‫ﻞ ﻣ‬‫ﻓِﻌ‬
FI'IL MUJARRAD

Menurut asal kata dan pembentukannya, Fi'il terbagi dua:

1. FI'IL MUJARRAD ( ‫ﺩ‬‫ﺮ‬‫ﺠ‬‫ﻞ ﻣ‬‫ )ﻓِﻌ‬yaitu fi'il yang semua hurufnya asli.
2. FI'IL MAZID ( ‫ﺪ‬‫ﺰِﻳ‬‫ﻞ ﻣ‬‫ )ﻓِﻌ‬yaitu fi'il yang mendapat huruf tambahan.
Fi'il Mujarrad pada umumnya terdiri dari tiga huruf sehingga dinamakan pula FI'IL

MUJARRAD TSULATSI ( ‫ﺩ‬‫ﺮ‬‫ﺠ‬‫ﻞ ﺛﹸﻼﹶﺛِﻲ ﻣ‬‫ )ﻓِﻌ‬dan mempunyai enam wazan ( ‫ﻥ‬‫ﺯ‬‫) ﻭ‬
atau timbangan (pola huruf dan harakat) yakni:

1. ‫ ﹸﻞ‬‫ﻔﹾﻌ‬‫ ﻳ‬-‫ﻞﹶ‬‫ ﻓﹶﻌ‬misalnya: ‫ﺮ‬‫ﺼ‬‫ﻨ‬‫ ﻳ‬-‫ﺮ‬‫ﺼ‬‫=( ﻧ‬menolong)


2. ‫ﻔﹾﻌِ ﹸﻞ‬‫ ﻳ‬-‫ﻞﹶ‬‫ ﻓﹶﻌ‬misalnya: ‫ﻠِﺲ‬‫ﺠ‬‫ ﻳ‬-‫ﻠﹶﺲ‬‫=( ﺟ‬duduk)
3. ‫ ﹸﻞ‬‫ﻔﹾﻌ‬‫ ﻳ‬-‫ﻞﹶ‬‫ ﻓﹶﻌ‬misalnya: ‫ﺢ‬‫ﻔﹾﺘ‬‫ ﻳ‬-‫ﺢ‬‫=( ﻓﹶﺘ‬membuka)
4. ‫ ﹸﻞ‬‫ﻔﹾﻌ‬‫ ﻳ‬-‫ ﻓﹶﻌِﻞﹶ‬misalnya: ‫ﻠﹶﻢ‬‫ﻌ‬‫ ﻳ‬-‫ﻠِﻢ‬‫=( ﻋ‬mengetahui)
34

5. ‫ ﹸﻞ‬‫ﻔﹾﻌ‬‫ ﻳ‬-‫ﻞﹶ‬‫ ﻓﹶﻌ‬misalnya: ‫ﻜﹾﺜﹸﺮ‬‫ ﻳ‬-‫=( ﻛﹶﺜﹸﺮ‬menjadi banyak)


6. ‫ﻔﹾﻌِ ﹸﻞ‬‫ ﻳ‬-‫ ﻓﹶﻌِﻞﹶ‬misalnya: ‫ﺴِﺐ‬‫ﺤ‬‫ ﻳ‬-‫ﺴِﺐ‬‫=( ﺣ‬menghitung)
Disamping Fi'il Mujarrad Tsulatsi yang terdiri dari tiga huruf, terdapat pula Fi'il

Mujarrad Ruba'i ( ‫ﺎﻋِﻲ‬‫ﺑ‬‫ﺩ ﺭ‬‫ﺮ‬‫ﺠ‬‫ﻞ ﻣ‬‫ )ﻓِﻌ‬yang terdiri dari empat huruf. Fi'il Mujarrad
Ruba'i ini hanya mempunyai satu wazan yaitu: ‫ﻠِﻞﹸ‬‫ﻔﹶﻌ‬‫ ﻳ‬-‫ﻠﹶﻞﹶ‬‫ﻓﹶﻌ‬.
Contoh: ‫ﺟِﻢ‬‫ﺮ‬‫ﺘ‬‫ ﻳ‬-‫ﻢ‬‫ﺟ‬‫ﺮ‬‫=( ﺗ‬menerjemahkan), ‫ﻮِﺱ‬‫ﺳ‬‫ﻮ‬‫ ﻳ‬-‫ﺱ‬‫ﻮ‬‫ﺳ‬‫=( ﻭ‬membisikkan
waswas), ‫ﻟﹾﺰِﻝﹸ‬‫ﺰ‬‫ ﻳ‬-‫ﻝﹶ‬‫ﻟﹾﺰ‬‫=( ﺯ‬menggoncang-goncangkan).
Carilah sebanyak-banyaknya contoh-contoh Fi'il Mujarrad Tsulatsi dari al-Quran dan
al-Hadits untuk setiap wazan di atas, beserta artinya masing-masing.

‫ﺪ‬‫ﺰِﻳ‬‫ﻞ ﻣ‬‫ﻓِﻌ‬
FI'IL MAZID

Fi'il Mazid berasal dari Fi'il Mujarrad yang mendapat tambahan huruf:

1) Fi'il Mazid dengan tambahan satu huruf. Terdiri dari beberapa wazan seperti:

a. ‫ﻔﹾﻌِ ﹸﻞ‬‫ ﻳ‬- ‫ﻞﹶ‬‫( ﺃﹶﻓﹾﻌ‬huruf tambahannya: Hamzah di awal kata)


Fi'il Mujarrad Fi'il Mazid

‫ﻞﹸ‬‫ﺧ‬‫ﺪ‬‫ ﻳ‬- ‫ﻞﹶ‬‫ﺧ‬‫=( ﺩ‬masuk) ‫ﺧِﻞﹸ‬‫ﺪ‬‫ ﻳ‬- ‫ﻞﹶ‬‫ﺧ‬‫=( ﺃﹶﺩ‬memasukkan)


‫ﺮﺝ‬ ‫ﺨ‬‫ ﻳ‬- ‫ﺝ‬‫ﺮ‬‫=( ﺧ‬keluar) ‫ﺮِﺝ‬‫ﺨ‬‫ ﻳ‬- ‫ﺝ‬‫ﺮ‬‫=( ﺃﹶﺧ‬mengeluarkan)
‫ﻞﹸ‬‫ﺳ‬‫ﺮ‬‫ ﻳ‬- ‫ﻞﹶ‬‫ﺳ‬‫=( ﺭ‬lepas) ‫ﺳِﻞﹸ‬‫ﺮ‬‫ ﻳ‬- ‫ﻞﹶ‬‫ﺳ‬‫=( ﺃﹶﺭ‬melepas, mengirim)

b. ‫ ﹸﻞ‬‫ﻔﹶﻌ‬‫ ﻳ‬- ‫ﻞﹶ‬‫( ﻓﹶﻌ‬huruf tambahannya: huruf tengah yang digandakan/tasydid)


35

Fi'il Mujarrad Fi'il Mazid

‫ﻘﹾﺪِﻡ‬‫ ﻳ‬- ‫=( ﻗﹶﺪِﻡ‬datang) ‫ﻡ‬‫ﻘﹶﺪ‬‫ ﻳ‬- ‫ﻡ‬‫=( ﻗﹶﺪ‬mendatangkan)


‫ﻠﹶﻢ‬‫ﻌ‬‫ ﻳ‬- ‫ﻠِﻢ‬‫=( ﻋ‬mengetahui) ‫ﻠﱢﻢ‬‫ﻌ‬‫ ﻳ‬- ‫ﻠﱠﻢ‬‫=( ﻋ‬mengajar)
‫ﺰِﻝﹸ‬‫ﻨ‬‫ ﻳ‬- ‫ﻝﹶ‬‫ﺰ‬‫=( ﻧ‬turun) ‫ﻝﹸ‬‫ﺰ‬‫ﻨ‬‫ ﻳ‬- ‫ﻝﹶ‬‫ﺰ‬‫=( ﻧ‬menurunkan)

c. ‫ﻔﹶﺎﻋِ ﹸﻞ‬‫ ﻳ‬- ‫ﻞﹶ‬‫( ﻓﹶﺎﻋ‬huruf tambahannya: Mad Alif setelah huruf pertama)
Fi'il Mujarrad Fi'il Mazid

‫ﻞﹸ‬‫ﻘﹾﺘ‬‫ ﻳ‬- ‫ﻞﹶ‬‫=( ﻗﹶﺘ‬membunuh) ‫ﻘﹶﺎﺗِﻞﹸ‬‫ ﻳ‬- ‫ﻞﹶ‬‫=( ﻗﹶﺎﺗ‬berperang)


‫ﻕ‬‫ﻔﹾﺮ‬‫ ﻳ‬- ‫ﻕ‬‫=( ﻓﹶﺮ‬memisah) ‫ﻔﹶﺎﺭِﻕ‬‫ ﻳ‬- ‫ﻕ‬‫=( ﻓﹶﺎﺭ‬berpisah)
‫ﺒِﻖ‬‫ﺴ‬‫ ﻳ‬- ‫ﻖ‬‫ﺒ‬‫=( ﺳ‬mendahului) ‫ﺎﺑِﻖ‬‫ﺴ‬‫ ﻳ‬- ‫ﻖ‬‫ﺎﺑ‬‫=( ﺳ‬berlomba)
2. Fi'il Mazid dengan tambahan dua huruf. Terdiri dari beberapa wazan seperti:

a. ‫ﻔﹶﻌِ ﹸﻞ‬‫ﻨ‬‫ ﻳ‬- ‫ﻞﹶ‬‫ﻔﹶﻌ‬‫( ﺍِﻧ‬huruf tambahannya: Alif dan Nun di awal kata).
Fi'il Mujarrad Fi'il Mazid

‫ﻄﹾﻠِﻖ‬‫ ﻳ‬- ‫=( ﻃﹶﻠﹶﻖ‬menceraikan) ‫ﻄﹶﻠِﻖ‬‫ﻨ‬‫ ﻳ‬- ‫ﻄﹶﻠﹶﻖ‬‫=( ﺍِﻧ‬pergi)


‫ﻔﹾﻄِﺮ‬‫ ﻳ‬- ‫=( ﻓﹶﻄﹶﺮ‬membelah) ‫ﻔﹶﻄِﺮ‬‫ﻨ‬‫ ﻳ‬- ‫ﻔﹶﻄﹶﺮ‬‫=( ﺍِﻧ‬terbelah)
‫ﻘﹾﻠِﺐ‬‫ ﻳ‬- ‫=( ﻗﹶﻠﹶﺐ‬membalik) ‫ﻘﹶﻠِﺐ‬‫ﻨ‬‫ ﻳ‬- ‫ﻘﹶﻠﹶﺐ‬‫=( ﺍِﻧ‬terbalik)

b. ‫ﻌِ ﹸﻞ‬‫ﻔﹾﺘ‬‫ ﻳ‬- ‫ﻞﹶ‬‫ﻌ‬‫( ﺍِﻓﹾﺘ‬huruf tambahannya: Alif di awal dan Ta di tengah)
Fi'il Mujarrad Fi'il Mazid

‫ﻊ‬‫ﻤ‬‫ﺠ‬‫ ﻳ‬- ‫ﻊ‬‫ﻤ‬‫=( ﺟ‬mengumpulkan) ‫ﻤِﻊ‬‫ﺘ‬‫ﺠ‬‫ ﻳ‬- ‫ﻊ‬‫ﻤ‬‫ﺘ‬‫=( ﺍِﺟ‬berkumpul)


36

‫ﺮ‬‫ﺸ‬‫ﻨ‬‫ ﻳ‬- ‫ﺮ‬‫ﺸ‬‫=( ﻧ‬menyebarkan) ‫ﺸِﺮ‬‫ﺘ‬‫ﻨ‬‫ ﻳ‬- ‫ﺮ‬‫ﺸ‬‫ﺘ‬‫=( ﺍِﻧ‬tersebar)


‫ﻠﹾﻤِﺲ‬‫ ﻳ‬- ‫ﺲ‬‫=( ﻟﹶﻤ‬meraba) ‫ﻤِﺲ‬‫ﻠﹾﺘ‬‫ ﻳ‬- ‫ﺲ‬‫ﻤ‬‫=( ﺍِﻟﹾﺘ‬meraba-raba)

c. ‫ﻞﱡ‬‫ﻔﹾﻌ‬‫ ﻳ‬- ‫ﻞﱠ‬‫( ﺍِﻓﹾﻌ‬huruf tambahannya: Alif di awal dan huruf ganda di akhir)
Fi'il Mujarrad Fi'il Mazid

‫ﺾ‬‫ﺒِﻴ‬‫ ﻳ‬- ‫ﺾ‬‫ﻴ‬‫=( ﺑ‬putih) ‫ﺾ‬‫ﻴ‬‫ﺒ‬‫ ﻳ‬- ‫ﺾ‬‫ﻴ‬‫=( ﺍِﺑ‬memutih)


‫ﻤِﺮ‬‫ﺤ‬‫ ﻳ‬- ‫ﺮ‬‫ﻤ‬‫=( ﺣ‬merah) ‫ﺮ‬‫ﻤ‬‫ﺤ‬‫ ﻳ‬- ‫ﺮ‬‫ﻤ‬‫=( ﺍِﺣ‬memerah)
‫ﻮِﺩ‬‫ﺴ‬‫ ﻳ‬- ‫ﻮِﺩ‬‫ =( ﺳ‬hitam) ‫ﺩ‬‫ﻮ‬‫ﺴ‬‫ ﻳ‬- ‫ﺩ‬‫ﻮ‬‫=( ﺍِﺳ‬menghitam)

d. ‫ ﹸﻞ‬‫ﻔﹶﺎﻋ‬‫ﺘ‬‫ ﻳ‬- ‫ﻞﹶ‬‫ﻔﹶﺎﻋ‬‫( ﺗ‬huruf tambahan: Ta di awal dan Mad Alif di tengah)
Fi'il Mujarrad Fi'il Mazid

‫ﺪ‬‫ﺴ‬‫ﺤ‬‫ ﻳ‬- ‫ﺪ‬‫ﺴ‬‫=( ﺣ‬dengki) ‫ﺪ‬‫ﺎﺳ‬‫ﺤ‬‫ﺘ‬‫ ﻳ‬- ‫ﺪ‬‫ﺎﺳ‬‫ﺤ‬‫=( ﺗ‬saling dengki)


‫ﺮِﻑ‬‫ﻌ‬‫ ﻳ‬- ‫ﻑ‬‫ﺮ‬‫=( ﻋ‬kenal) ‫ﻑ‬‫ﺎﺭ‬‫ﻌ‬‫ﺘ‬‫ ﻳ‬- ‫ﻑ‬‫ﺎﺭ‬‫ﻌ‬‫=( ﺗ‬saling kenal)
‫ﺄﹶﻝﹸ‬‫ﺴ‬‫ ﻳ‬- ‫ﺄﹶﻝﹶ‬‫ =( ﺳ‬bertanya) ‫ﺎﺋﹶﻞﹸ‬‫ﺴ‬‫ﺘ‬‫ ﻳ‬- ‫ﺎﺋﹶﻞﹶ‬‫ﺴ‬‫=( ﺗ‬saling bertanya)

e. ‫ ﹸﻞ‬‫ﻔﹶﻌ‬‫ﺘ‬‫ ﻳ‬- ‫ﻞﹶ‬‫ﻔﹶﻌ‬‫( ﺗ‬huruf tambahannya: Ta di awal dan huruf ganda di tengah)
Fi'il Mujarrad Fi'il Mazid

‫ﻠﹶﻢ‬‫ﻌ‬‫ ﻳ‬- ‫ﻠِﻢ‬‫=( ﻋ‬mengetahui) ‫ﻠﱠﻢ‬‫ﻌ‬‫ﺘ‬‫ ﻳ‬- ‫ﻠﱠﻢ‬‫ﻌ‬‫=( ﺗ‬belajar)


‫ﻜﹾﺒِﺮ‬‫ ﻳ‬- ‫ﺮ‬‫=( ﻛﹶﺒ‬besar) ‫ﺮ‬‫ﻜﹶﺒ‬‫ﺘ‬‫ ﻳ‬- ‫ﺮ‬‫ﻜﹶﺒ‬‫=( ﺗ‬membesarkan diri)
‫ﻔﹾﻜِﺮ‬‫ ﻳ‬- ‫ﺮ‬ ‫ =( ﻓﹶﻜﹶ‬berfikir) ‫ﻔﹶﻜﱠﺮ‬‫ﺘ‬‫ ﻳ‬- ‫ﻔﹶﻜﱠﺮ‬‫=( ﺗ‬memusatkan fikiran)
37

3. Fi'il Mazid dengan tambahan tiga huruf. Wazan yang biasa ditemukan adalah:

‫ﻔﹾﻌِﻞﹸ‬‫ﺘ‬‫ﺴ‬‫ ﻳ‬- ‫ﻞﹶ‬‫ﻔﹾﻌ‬‫ﺘ‬‫( ﺍِﺳ‬huruf tambahannya: Alif, Sin dan Ta di awal kata).
Fi'il Mujarrad Fi'il Mazid

‫ﻔِﺮ‬‫ﻐ‬‫ ﻳ‬- ‫=( ﻏﹶﻔﹶﺮ‬mengampuni) ‫ﻔِﺮ‬‫ﻐ‬‫ﺘ‬‫ﺴ‬‫ ﻳ‬- ‫ﻔﹶﺮ‬‫ﻐ‬‫ﺘ‬‫=( ﺍِﺳ‬mohon ampun)


‫ﻞﹸ‬‫ﻘﹾﺒ‬‫ ﻳ‬- ‫=( ﻗﹶﺒِﻞﹶ‬menerima) ‫ﻘﹾﺒِﻞﹸ‬‫ﺘ‬‫ﺴ‬‫ ﻳ‬- ‫ﻞﹶ‬‫ﻘﹾﺒ‬‫ﺘ‬‫=( ﺍِﺳ‬menghadap)
‫ﺮﺝ‬ ‫ﺨ‬‫ ﻳ‬- ‫ﺝ‬‫ﺮ‬‫ =( ﺧ‬keluar) ‫ﺮِﺝ‬‫ﺨ‬‫ﺘ‬‫ﺴ‬‫ ﻳ‬- ‫ﺝ‬‫ﺮ‬‫ﺨ‬‫ﺘ‬‫=( ﺍِﺳ‬minta keluar)
Carilah contoh-contoh Fi'il Mazid dari al-Quran dan al-Hadits dan masukkan ke dalam
wazan-wazan yang sesuai serta carilah artinya masing-masing.

‫ﻢ‬‫ﺍﺏ ﺍﹾﻻِﺳ‬‫ﺮ‬‫ﺇِﻋ‬
I'RAB ISIM

I'rab ialah perubahan baris/bentuk yang terjadi di belakang sebuah kata sesuai dengan
kedudukan kata tersebut dalam susunan kalimat. Pada dasarnya, Isim bisa mengalami
tiga macam I'rab yaitu:

1. I'RAB RAFA' ( ‫ﻓﹾﻊ‬‫ ) ﺭ‬atau Subjek; dengan tanda pokok: Dhammah ( ُ )


2. I'RAB NASHAB ( ‫ﺐ‬‫ﺼ‬‫ ) ﻧ‬atau Objek; dengan tanda pokok: Fathah ( َ )
3. I'RAB JARR ( ‫ﺮ‬‫ ) ﺟ‬atau Keterangan; dengan tanda pokok: Kasrah ( ِ )
Perhatikan contoh dalam kalimat di bawah ini:

‫ﺎﺀَ ﺍﻟﻄﱡﻼﱠﺏ‬‫ﺟ‬ = datang siswa-siswa

‫ ﺍﻟﻄﱡﻼﱠﺏ‬‫ﺖ‬‫ﺃﹶﻳ‬‫ﺭ‬ = aku melihat siswa-siswa

ِ‫ﻠﹶﻰ ﺍﻟﻄﱡﻼﱠﺏ‬‫ ﻋ‬‫ﺖ‬‫ﻠﱠﻤ‬‫ﺳ‬ = aku memberi salam kepada siswa-siswa


38

Isim ‫=( ﺍﻟﻄﱡﻼﱠﺏ‬siswa-siswa) pada contoh di atas mengalami tiga macam I'rab:

1) I'rab Rafa' (Subjek) dengan tanda Dhammah di huruf akhirnya ( ‫) ﺍﻟﻄﱡﻼﱠﺏ‬
2) I'rab Nashab (Objek) dengan tanda Fathah di huruf akhirnya ( ‫) ﺍﻟﻄﱡﻼﱠﺏ‬
3) I'rab Jarr (Keterangan) dengan tanda Kasrah di huruf akhirnya ( ِ‫) ﺍﻟﻄﱡﻼﱠﺏ‬

Alamat I'rab seperti ini dinamakan Alamat Ashliyyah ( ‫ﺔ‬‫ﻠِﻴ‬‫ﺎﺕ ﺍﹾﻷَﺻ‬‫ﻼﹶﻣ‬‫ )ﻋ‬atau
tanda-tanda asli (pokok).

Perlu diketahui bahwa tidak semua Isim bisa mengalami I'rab atau perubahan
baris/bentuk di akhir kata. Dalam hal ini, Isim terbagi dua:

1) ISIM MU'RAB ( ‫ﺏ‬‫ﺮ‬‫ﻌ‬‫ﻢ ﻣ‬‫ )ﺍِﺳ‬yaitu Isim yang bisa mengalami I'rab. Kebanyakan
Isim adalah Isim Mu'rab artinya bisa berubah bentuk/baris akhirnya, tergantung
kedudukannya dalam kalimat.

2) ISIM MABNI ( ‫ﻨِﻲ‬‫ﺒ‬‫ﻢ ﻣ‬‫ )ﺍِﺳ‬yaitu Isim yang tidak terkena kaidah-kaidah I'rab. Yang
termasuk Isim Mabni adalah: Isim Dhamir (Kata Ganti), Isim Isyarat (Kata Tunjuk),
Isim Maushul (Kata Sambung), Isim Istifham (Kata Tanya).

Perhatikan contoh Isim Mabni dalam kalimat-kalimat di bawah ini:

ِ‫ﻻﹶﺀ‬‫ﺆ‬‫ﺎﺀَ ﻫ‬‫ﺟ‬ = datang (mereka) ini

ِ‫ﻻﹶﺀ‬‫ﺆ‬‫ ﻫ‬‫ﺖ‬‫ﺃﹶﻳ‬‫ﺭ‬ = aku melihat (mereka) ini

ِ‫ﻻﹶﺀ‬‫ﺆ‬‫ﻠﹶﻰ ﻫ‬‫ ﻋ‬‫ﺖ‬‫ﻠﱠﻤ‬‫ﺳ‬ = aku memberi salam kepada (mereka) ini

Dalam contoh-contoh di atas terlihat bahwa Isim Isyarah ِ‫ﻻﹶﺀ‬‫ﺆ‬‫=( ﻫ‬ini) tidak
mengalami I'rab atau perubahan baris/bentuk di akhir kata, meskipun kedudukannya
dalam kalimat berubah-ubah, baik sebagai Subjek, Objek maupun Keterangan. Isim
Isyarah termasuk diantara kelompok Isim Mabni.
39

Bila anda telah memahami baik-baik tentang pengertian I'rab dan tanda-tanda aslinya,
marilah kita melanjutkan pelajaran tentang Isim Mu'rab.

‫ﻉ‬‫ﻓﹸﻮ‬‫ﺮ‬‫ﻢ ﻣ‬‫ﺍِﺳ‬
ISIM MARFU'

Isim yang mengalami I'rab Rafa' dinamakan Isim Marfu' yang terdiri dari:

1) Mubtada' (Subjek) dan Khabar (Predikat) pada Jumlah Ismiyyah (Kalimat Nominal).
Perhatikan contoh-contoh Jumlah Ismiyyah di bawah ini:

‫ﺮ‬‫ ﻛﹶﺒِﻴ‬‫ﺖ‬‫ﻴ‬‫ﺍﹶﻟﹾﺒ‬ = rumah itu besar

‫ﻞﹲ‬‫ﻤِﻴ‬‫ ﺟ‬‫ﺮ‬‫ ﻛﹶﺒِﻴ‬‫ﺖ‬‫ﻴ‬‫ﺍﹶﻟﹾﺒ‬ = rumah itu besar (lagi) indah

‫ﻞﹲ‬‫ﻤِﻴ‬‫ ﺟ‬‫ﺮ‬‫ ﺍﻟﹾﻜﹶﺒِﻴ‬‫ﺖ‬‫ﻴ‬‫ﺍﹶﻟﹾﺒ‬ = rumah besar itu indah

‫ﻞﹲ ﻏﹶﺎﻝﹲ‬‫ﻤِﻴ‬‫ ﺟ‬‫ﺮ‬‫ ﺍﻟﹾﻜﹶﺒِﻴ‬‫ﺖ‬‫ﻴ‬‫ﺍﹶﻟﹾﺒ‬ = rumah besar itu indah (lagi) mahal

Dalam contoh di atas terlihat bahwa semua Isim yang terdapat dalam Jumlah Ismiyyah
adalah Marfu' (mengalami I'rab Rafa'), tandanya adalah Dhammah.

2) Fa'il (Subjek Pelaku) atau Naib al-Fa'il (Pengganti Subjek Pelaku) pada Jumlah
Fi'liyyah (Kalimat Verbal). Contoh:

‫ﻤﺪ‬ ‫ﺤ‬‫ﺎﺀَ ﻣ‬‫ﺟ‬ = Muhammad datang

‫ﺮ‬‫ﻤ‬‫ ﻋ‬‫ﻠِﺐ‬‫ﻐ‬‫ﻳ‬ = Umar menang

‫ ﺍﻟﹾﻜﹶﺎﻓِﺮ‬‫ﻠﹶﺐ‬‫ﻐ‬‫ﻳ‬ = orang kafir itu dikalahkan

‫ﻄﹶﺎﻥﹸ‬‫ﻴ‬‫ ﺍﻟﺸ‬‫ﻟﹸﻌِﻦ‬ = syaitan itu dilaknat

‫ﻤﺪ‬ ‫ﺤ‬‫=( ﻣ‬Muhammad) --> Fa'il --> Marfu' dengan tanda Dhammah
‫ﺮ‬‫ﻤ‬‫=( ﻋ‬Umar) --> Fa'il --> Marfu' dengan tanda Dhammah
40

‫=( ﺍﻟﹾﻜﹶﺎﻓِﺮ‬orang kafir) --> Naib al-Fa'il --> Marfu' dengan tanda Dhammah.
‫ﻄﹶﺎﻥﹸ‬‫ﻴ‬‫=( ﺍﻟﺸ‬syaitan) --> Naib al-Fa'il --> Marfu' dengan tanda Dhammah.
Pahamilah baik-baik semua kaidah-kaidah yang terdapat dalam pelajaran ini sebelum
melangkah ke pelajaran selanjutnya.

‫ﺏ‬‫ﻮ‬‫ﺼ‬‫ﻨ‬‫ﻢ ﻣ‬‫ﺍِﺳ‬
ISIM MANSHUB

Isim yang terkena I'rab Nashab disebut Isim Manshub. Yang menjadi Isim Manshub
adalah semua Isim selain Fa'il atau Naib al-Fa'il dalam Jumlah Fi'liyyah.

1) MAF'UL ( ‫ﻝ‬‫ﻮ‬‫ﻔﹾﻌ‬‫ )ﻣ‬yakni Isim yang dikenai pekerjaan (Objek Penderita).

‫ﺁﻥﹶ‬‫ ﺍﻟﹾﻘﹸﺮ‬‫ﺪ‬‫ﻤ‬‫ﺤ‬‫ﺃﹶ ﻣ‬‫ﻗﹶﺮ‬ = Muhammad membaca al-Quran

‫ﺁﻥﹶ‬‫ =( ﺍﻟﻘﹸﺮ‬al-Quran) --> Maf'ul --> Manshub dengan tanda fathah.

2) MASHDAR ( ‫ﺭ‬‫ﺪ‬‫ﺼ‬‫ ) ﻣ‬yakni Isim yang memiliki makna Fi'il dan berfungsi untuk
menjelaskan atau menegaskan (menguatkan) arti dari Fi'il.

‫ﻼﹰ‬‫ﺗِﻴ‬‫ﺮ‬‫ﺁﻥﹶ ﺗ‬‫ ﺍﻟﹾﻘﹸﺮ‬‫ﺪ‬‫ﻤ‬‫ﺤ‬‫ﺃﹶ ﻣ‬‫ﻗﹶﺮ‬ = Muhammad membaca al-Quran dengan perlahan

‫ﻼﹰ‬‫ﺗِﻴ‬‫ﺮ‬‫ =( ﺗ‬perlahan-lahan) --> Mashdar --> Manshub dengan tanda fathah.

3) HAL ( ‫ﺎﻝ‬‫ ) ﺣ‬ialah Isim yang berfungsi untuk menjelaskan keadaan Fa'il atau
Maf'ul ketika berlangsungnya pekerjaan.

‫ﺎ‬‫ﺎﺷِﻌ‬‫ﺁﻥﹶ ﺧ‬‫ ﺍﻟﹾﻘﹸﺮ‬‫ﺪ‬‫ﻤ‬‫ﺤ‬‫ﺃﹶ ﻣ‬‫ﻗﹶﺮ‬ = Muhammad membaca al-Quran dengan khusyu'

‫ﺎ‬‫ﺎ ِﺷﻌ‬‫ =( ﺧ‬orang yang khusyu') --> Hal --> Manshub dengan tanda fathah.
41

4) TAMYIZ ( ‫ﺰ‬‫ﻴِﻴ‬‫ﻤ‬‫ ) ﺗ‬ialah Isim yang berfungsi menerangkan maksud dari Fi'il dalam
hubungannya dengan keadaan Fa'il atau Maf'ul.

‫ﺓﹰ‬‫ﺎﺩ‬‫ﺁﻥﹶ ﻋِﺒ‬‫ ﺍﻟﹾﻘﹸﺮ‬‫ﺪ‬‫ﻤ‬‫ﺤ‬‫ﺃﹶ ﻣ‬‫ﻗﹶﺮ‬ = Muhammad membaca al-Quran sebagai ibadah

‫ﺓﹰ‬‫ﺎﺩ‬‫ =( ﻋِﺒ‬ibadah) --> Tamyiz --> Manshub dengan tanda fathah.

5) ZHARAF ZAMAN ( ‫ﺎﻥ‬‫ﻣ‬‫ﻑ ﺯ‬‫ )ﻇﹶﺮ‬atau Keterangan Waktu dan ZHARAF


MAKAN ( ‫ﻜﹶﺎﻥ‬‫ﻑ ﻣ‬‫ )ﻇﹶﺮ‬atau Keterangan Tempat.

‫ﻼﹰ‬‫ﺁﻥﹶ ﻟﹶﻴ‬‫ ﺍﻟﹾﻘﹸﺮ‬‫ﺪ‬‫ﻤ‬‫ﺤ‬‫ﺃﹶ ﻣ‬‫ = ﻗﹶﺮ‬Muhammad membaca al-Quran pada suatu malam
‫ﻼﹰ‬‫ =( ﻟﹶﻴ‬malam) --> Zharaf Zaman --> Manshub dengan tanda fathah.

Diantara Zharaf Zaman: ‫ﻡ‬‫ﻮ‬‫=( ﻳ‬pada hari), ‫ﻡ‬‫ﻮ‬‫=( ﺍﹶﻟﹾﻴ‬pada hari ini), ‫ﻼﹰ‬‫=( ﻟﹶﻴ‬pada malam
hari), ‫ﺍ‬‫ﺎﺭ‬‫ﻬ‬‫=( ﻧ‬pada siang hari), ‫ﺎ‬‫ﺎﺣ‬‫ﺒ‬‫=( ﺻ‬pada pagi hari), ً‫ﺎﺀ‬‫ﺴ‬‫=( ﻣ‬pada sore hari),
‫ﺍ‬‫=( ﻏﹶﺪ‬besok), ‫=( ﺍﹾﻵﻥﹶ‬sekarang), dan sebagainya.
Diantara Zharaf Makan: ‫ﺎﻡ‬‫=( ﺃﹶﻣ‬di depan), ‫ﻠﹾﻒ‬‫=( ﺧ‬di belakang), َ‫ﺍﺀ‬‫ﺭ‬‫=( ﻭ‬di balik),
‫ﻕ‬‫=( ﻓﹶﻮ‬di atas), ‫ﺖ‬‫ﺤ‬‫=( ﺗ‬di bawah), ‫ﺪ‬‫=( ﻋِﻨ‬di sisi), ‫ﻝﹶ‬‫ﻮ‬‫=( ﺣ‬di sekitar), ‫ﻦ‬‫ﻴ‬‫=( ﺑ‬di
antara), ‫ﺎﻧِﺐ‬‫=( ﺟ‬di sebelah), dan sebagainya.
42

6) Mudhaf yang berfungsi sebagai MUNADA ( ‫ﻯ‬‫ﺎﺩ‬‫ﻨ‬‫ )ﻣ‬atau Seruan/Panggilan.


ِ‫ﻝﹸ ﺍﷲ‬‫ﻮ‬‫ﺳ‬‫=( ﺭ‬Rasul Allah) adalah Mudhaf-Mudhaf Ilaih, bila berfungsi sebagai
Munada, maka kata ‫ﻝ‬‫ﻮ‬‫ﺳ‬‫=( ﺭ‬Rasul) sebagai Mudhaf menjadi Manshub.

ِ‫ﻝﹶ ﺍﷲ‬‫ﻮ‬‫ﺳ‬‫ﺎ ﺭ‬‫ﻳ‬ = Wahai Rasul Allah

Sedangkan bila Munada itu adalah Isim Mufrad yang bukan merupakan Mudhaf-
Mudhaf Ilaih, maka Isim tersebut tetap dalam bentuk Marfu'. Contoh:

‫ﺪ‬‫ﻤ‬‫ﺤ‬‫ﺎ ﻣ‬‫ﻳ‬ = Wahai Muhammad

7) MUSTATSNA ( ‫ﻰ‬‫ﺜﹾﻨ‬‫ﺘ‬‫ﺴ‬‫ ) ﻣ‬atau Perkecualian ialah Isim yang terletak sesudah


ISTITSNA ( ‫ﻰ‬‫ﺘِﺜﹾﻨ‬‫ ) ﺍِﺳ‬atau Pengecuali. Contoh:

‫ﺍ‬‫ﺪ‬‫ﻳ‬‫ ﺇِﻻﱠ ﺯ‬‫ ﺍﻟﻄﱡﻼﱠﺏ‬‫ﺮ‬‫ﻀ‬‫ﺣ‬ = para siswa telah hadir kecuali Zaid

‫=( ﺇِﻻﱠ‬kecuali) --> Istitsna (Pengecuali).


‫ﺍ‬‫ﺪ‬‫ﻳ‬‫=( ﺯ‬Zaid) --> Mustatsna (Perkecualian) --> Manshub dengan tanda Fathah
Kata-kata yang biasa menjadi Istitsna antara lain:

‫ ﺇِﻻﱠ‬- ‫ﺎ‬‫ ﺣِﺸ‬- ‫ﺍ‬‫ﺪ‬‫ ﻋ‬- ‫ﻼﹶ‬‫ ﺧ‬- ‫ﻯ‬‫ ﺳِﻮ‬- ‫ﺮ‬‫ﻏﹶﻴ‬
Semuanya biasa diterjemahkan: kecuali, selain.

Isim yang berkedudukan sebagai Mustatsna tidak selalu harus Manshub. Mustatsna bisa
menjadi Marfu' dalam keadaan sebagai berikut:

a) Bila berada dalam Kalimat Negatif dan Subjek yang dikecualikan darinya disebutkan.
Maka Mustatsna boleh Manshub dan boleh Marfu'. Contoh:
43

‫ﺍ‬‫ﺪ‬‫ﻳ‬‫ ﺇِﻻﱠ ﺯ‬‫ ﺍﻟﻄﱡﻼﱠﺏ‬‫ﺎ ﻗﹶﺎﻡ‬‫ﻣ‬ = para siswa tidak berdiri kecuali Zaid

‫ﺪ‬‫ﺯﻳ‬ ‫ ﺇِﻻﱠ‬‫ ﺍﻟﻄﱡﻼﱠﺏ‬‫ﺎ ﻗﹶﺎﻡ‬‫ﻣ‬ = para siswa tidak berdiri kecuali Zaid

Kalimat di atas adalah Kalimat Negatif (ada kata: tidak) dan disebutkan Subjek yang

dikecualikan darinya yaitu ‫=( ﺍﻟﻄﱡﻼﱠﺏ‬para siswa) maka Mustatsna boleh Manshub
dan boleh pula Marfu' ( ‫ﺍ‬‫ﺪ‬‫ﻳ‬‫ ﺯ‬atau ‫ﺪ‬‫ﻳ‬‫)ﺯ‬.
b) Bila Mustatsna berada dalam kalimat Negatif dan Subjek yang dikecualikan darinya
tidak disebutkan sedangkan Mustatsna itu berkedudukan sebagai Fa'il maka ia harus
mengikuti kaidah I'rab yakni menjadi Marfu'. Contoh:

‫ﺪ‬‫ﻳ‬‫ ﺇِﻻﱠ ﺯ‬‫ﺎ ﻗﹶﺎﻡ‬‫ﻣ‬ = tidak berdiri kecuali Zaid

Mustatsna menjadi Marfu' karena berkedudukan sebagai Fa'il ( ‫ﺪ‬‫ﻳ‬‫ )ﺯ‬dan berada dalam
Kalimat Negatif yang tidak disebutkan Subjek yang dikecualikan darinya.

‫ﺭ‬‫ﻭ‬‫ﺮ‬‫ﺠ‬‫ﻢ ﻣ‬‫ﺍِﺳ‬
ISIM MAJRUR

Isim yang terkena I'rab Jarr disebut Isim Majrur yang terdiri dari:

1) Isim yang diawali dengan Harf Jarr. Yang termasuk Harf Jarr adalah: ِ‫=( ﺏ‬dengan),
ِ‫=( ﻝ‬untuk), ‫=( ﻓِﻲ‬di, dalam), ‫ﻠﹶﻰ‬‫=( ﻋ‬atas), ‫=( ﺇِﻟﹶﻰ‬ke), ‫=( ﻣِﻦ‬dari), ‫=( ﻛﹶـ‬bagai),
‫ﻰ‬‫ﺘ‬‫=( ﺣ‬hingga), ‫ ﻭ‬/ ‫ـ‬‫ ﺗ‬untuk sumpah (=demi ...).
Perhatikan contoh-contoh berikut:

ِ‫ﺫﹸ ﺑِﺎﷲ‬‫ﻮ‬‫ﺃﹶﻋ‬ = aku berlindung kepada Allah


44

ِ‫ﺠِﺪ‬‫ﺴ‬‫ ﻓِﻲ ﺍﻟﹾﻤ‬‫ﻠﱢﻲ‬‫ﺃﹸﺻ‬ = aku shalat di masjid

ِ‫ﺮ‬‫ﺼ‬‫ﺍﻟﹾﻌ‬‫ﻭ‬ = demi masa!

‫ ﺍﷲ‬/ ‫ﺠِﺪ‬‫ﺴ‬‫ ﺍﻟﹾﻤ‬/ ‫ﺮ‬‫ﺼ‬‫ ﺍﻟﹾﻌ‬pada kalimat-kalimat di atas adalah Isim Majrur karena
didahului/dimasuki oleh Harf Jarr. Tanda Majrurnya adalah Kasrah.

2) Isim yang berkedudukan sebagai Mudhaf Ilaih. Contoh:

ِ‫ﻝﹸ ﺍﷲ‬‫ﻮ‬‫ﺳ‬‫=( ﺭ‬Rasul Allah) --> ‫ﻝﹸ‬‫ﻮ‬‫ﺳ‬‫[ ﺭ‬Mudhaf], ِ‫[ ﺍﷲ‬Mudhaf Ilaih]
ِ‫ﺎﺏ‬‫ﻞﹸ ﺍﻟﹾﻜِﺘ‬‫=( ﺃﹶﻫ‬ahlul kitab) --> ‫ﻞﹸ‬‫[ ﺃﹶﻫ‬Mudhaf], ِ‫ﺎﺏ‬‫[ ﺍﻟﹾﻜِﺘ‬Mudhaf Ilaih]
Mudhaf Ilaih selalu sebagai Isim Majrur, sedangkan Mudhaf (Isim di depannya) bisa
dalam bentuk Marfu', Manshub maupun Majrur, tergantung kedudukannya dalam
kalimat. Perhatikan contoh-contoh kalimat di bawah ini:

ِ‫ﻝﹸ ﺍﷲ‬‫ﻮ‬‫ﺳ‬‫ﻗﹶﺎﻝﹶ ﺭ‬ = berkata Rasul Allah

ِ‫ﻝﹶ ﺍﷲ‬‫ﻮ‬‫ﺳ‬‫ ﺭ‬‫ﺃﹸﺣِﺐ‬ = saya mencintai Rasul Allah

ِ‫ﻝِ ﺍﷲ‬‫ﻮ‬‫ﺳ‬‫ ﺑِﺮ‬‫ﻣِﻦ‬‫ﺆ‬‫ﻧ‬ = kami beriman kepada Rasul Allah

Dalam contoh-contoh di atas, Isim ‫ﻝ‬‫ﻮ‬‫ﺳ‬‫ ﺭ‬merupakan Mudhaf dan bentuknya bisa
Marfu' (contoh pertama), Manshub (contoh kedua) maupun Majrur (contoh ketiga).

Adapun kata ‫ ﺍﷲ‬sebagai Mudhaf Ilaih selalu dalam bentuk Majrur.


3) Termasuk dalam Mudhaf Ilaih adalah Isim yang mengikuti Zharaf.

ِ‫ﺖ‬‫ﻴ‬‫ ﺍﻟﹾﺒ‬‫ﺎﻡ‬‫ﻥﹶ ﺃﹶﻣ‬‫ﻮ‬‫ﻠِﺴ‬‫ﺠ‬‫ﻳ‬ = mereka duduk-duduk di depan rumah

ِ‫ﺓ‬‫ﺮ‬‫ﺠ‬‫ ﺍﻟﺸ‬‫ﺖ‬‫ﺤ‬‫ ﺗ‬‫ﻡ‬‫ﺃﹶﻗﹸﻮ‬ = aku berdiri di bawah pohon


45

Dalam contoh di atas, Isim ِ‫ﺖ‬‫ﻴ‬‫=( ﺍﻟﹾﺒ‬rumah) dan Isim ِ‫ﺓ‬‫ﺮ‬‫ﺠ‬‫=( ﺍﻟﺸ‬pohon) adalah
Isim Majrur dengan tanda Kasrah karena terletak sesudah Zharaf ‫ﺎﻡ‬‫=( ﺃﹶﻣ‬di depan) dan
‫ﺖ‬‫ﺤ‬‫=( ﺗ‬di bawah). Dalam hal ini, kedua Zharaf tersebut merupakan Mudhaf sedang
Isim yang mengikutinya merupakan Mudhaf Ilaih.

Hafalkanlah istilah-istilah tata bahasa Arab yang terdapat dalam pelajaran ini sebelum
melangkah ke pelajaran selanjutnya.

‫ﺎ‬‫ﻤ‬‫ﻬ‬‫ﺍﺗ‬‫ﻮ‬‫ ﺃﹶﺧ‬‫ ﻛﹶﺎﻥﹶ ﻭ‬‫ﺇِﻥﱠ ﻭ‬


"INNA" DAN "KANA" SERTA "KAWAN-KAWANNYA"

Kata ‫=( ﺇِﻥﱠ‬sesungguhnya) dan ‫=( ﻛﹶﺎﻥﹶ‬adalah) serta kawan-kawannya sedikit


mengubah kaidah I'rab yang telah kita pelajari sebelumnya sebagai berikut:

1) Bila Harf ‫=( ﺇِﻥﱠ‬sesungguhnya) atau kawan-kawannya memasuki sebuah Jumlah


Ismiyyah ataupun Jumlah Fi'liyyah maka Mubtada' atau Fa'il yang asalnya Isim Marfu'
akan menjadi Isim Manshub. Perhatikan contoh di bawah ini:

Jumlah tanpa Inna Jumlah dengan Inna

‫ﺮ‬‫ ﻛﹶﺒِﻴ‬‫ﺖ‬‫ﻴ‬‫ﺍﹶﻟﹾﺒ‬ ‫ﺮ‬‫ ﻛﹶﺒِﻴ‬‫ﺖ‬‫ﻴ‬‫ﺇِﻥﱠ ﺍﻟﹾﺒ‬


(=rumah itu besar) (=sesungguhnya rumah itu besar)

‫ ﻏﹶﺎﻝﹲ‬‫ﺮ‬‫ ﺍﻟﹾﻜﹶﺒِﻴ‬‫ﺖ‬‫ﻴ‬‫ﺍﹶﻟﹾﺒ‬ ‫ ﻏﹶﺎﻝﹲ‬‫ﺮ‬‫ ﺍﻟﹾﻜﹶﺒِﻴ‬‫ﺖ‬‫ﻴ‬‫ ﺍﹶﻟﹾﺒ‬‫ﻟﹶﻜِﻦ‬


(=rumah besar itu mahal) (=akan tetapi rumah besar itu mahal)

‫ﻣِﻦ‬‫ﺆ‬‫ ﺍﷲُ ﺍﻟﹾﻤ‬‫ﺮ‬‫ﺼ‬‫ﻧ‬ ‫ﻣِﻦ‬‫ﺆ‬‫ ﺍﻟﹾﻤ‬‫ﺮ‬‫ﺼ‬‫ﻨ‬‫ﻞﱠ ﺍﷲَ ﻳ‬‫ﻟﹶﻌ‬


(=Allah menolong mukmin) (=semoga Allah menolong mukmin)
46

Yang termasuk kawan-kawan ‫ ﺇِﻥﱠ‬antara lain:


‫=( ﺃﹶﻥﱠ‬bahwasanya), ‫=( ﻛﹶﺄﹶﻥﱠ‬seolah-olah), ‫=( ﻟﹶﻜِﻦ‬akan tetapi), ‫ﻞﱠ‬‫=( ﻟﹶﻌ‬agar supaya),
‫ﺖ‬‫=( ﻟﹶﻴ‬andaisaja), ‫=( ﻻﹶ‬tidak, tidak ada).

2) Bila Fi'il ‫=( ﻛﹶﺎﻥﹶ‬adalah) atau kawan-kawannya memasuki sebuah Jumlah Ismiyyah
maka Khabar yang asalnya Isim Marfu' akan menjadi Isim Manshub.

Jumlah tanpa Kana Jumlah dengan Kana

‫ﺮ‬‫ ﻛﹶﺒِﻴ‬‫ﺖ‬‫ﻴ‬‫ﺍﹶﻟﹾﺒ‬ ‫ﺍ‬‫ﺮ‬‫ ﻛﹶﺒِﻴ‬‫ﺖ‬‫ﻴ‬‫ﻛﹶﺎﻥﹶ ﺍﻟﹾﺒ‬


(=rumah itu besar) (=adalah rumah itu besar)

‫ﻞﹲ‬‫ﻤِﻴ‬‫ ﺟ‬‫ﺮ‬‫ ﻛﹶﺒِﻴ‬‫ﺖ‬‫ﻴ‬‫ﺍﹶﻟﹾﺒ‬ ‫ﻼﹰ‬‫ﻤِﻴ‬‫ﺍ ﺟ‬‫ﺮ‬‫ ﻛﹶﺒِﻴ‬‫ﺖ‬‫ﻴ‬‫ﻇﹶﻞﱠ ﺍﻟﹾﺒ‬


(=rumah itu besar lagi cantik) (=jadilah rumah itu besar lagi cantik)

‫ﺪ‬‫ﻌِﻴ‬‫ ﺳ‬‫ﺪ‬‫ﻤ‬‫ﺤ‬‫ﻣ‬ ‫ﺍ‬‫ﺪ‬‫ﻌِﻴ‬‫ ﺳ‬‫ﺪ‬‫ﻤ‬‫ﺤ‬‫ﺍﻝﹶ ﻣ‬‫ﺎ ﺯ‬‫ﻣ‬


(=Muhammad bahagia) (=Muhammad senantiasa bahagia)

Adapun yang termasuk kawan-kawan ‫=( ﻛﹶﺎﻥﹶ‬adalah) antara lain:


‫ﺢ‬‫ﺒ‬‫ ﺃﹶﺻ‬/ ‫ﻰ‬‫ﺤ‬‫ ﺃﹶﺿ‬/ ‫ ﻇﹶﻞﱠ‬/ ‫ﻰ‬‫ﺴ‬‫ ﺃﹶﻣ‬/ ‫ﺎﺕ‬‫ ﺑ‬/ ‫ﺎﺭ‬‫=( ﺻ‬menjadi),
‫ﺎ‬‫ﺍﻝﹶ ﻣ‬‫=( ﺯ‬senantiasa), ‫ﺎ‬‫ ﻣ‬‫ﺍﻡ‬‫=( ﺩ‬selama), ‫ﺎ‬‫=( ﻣ‬tidak), ‫ﺲ‬‫=( ﻟﹶﻴ‬tidak).
Pahamilah baik-baik semua kaidah-kaidah yang terdapat dalam pelajaran ini sebelum
melangkah ke pelajaran selanjutnya.

‫ﺔ‬‫ﻋِﻴ‬‫ﺎﺕ ﺍﻟﹾﻔﹶﺮ‬‫ﻼﹶﻣ‬‫ﻋ‬
ALAMAT FAR'IYYAH (TANDA-TANDA CABANG)

Dalam pelajaran-pelajaran yang lalu kita sudah melihat Alamat Ashliyyah atau tanda-
tanda asli (pokok) dari I'rab yaitu baris Dhammah untuk I'rab Rafa', baris Fathah untuk
I'rab Nashab, dan baris Kasrah untuk I'rab Jarr.
47

Diantara bentuk-bentuk Isim, ada yang menggunakan tanda-tanda yang berbeda dari
Alamat Ashliyyah untuk menunjukkan I'rab Rafa', Nashab atau Jarr tersebut, karena
bentuknya yang khas, mereka menggunakan Alamat Far'iyyah yaitu:

1) Isim Mutsanna (Kata Benda Dual).

a. I'rab Rafa' ditandai dengan huruf Alif-Nun ( ‫) ﺍﻥ‬


b. I'rab Nashab dan I'rab Jarr ditandai dengan huruf Ya-Nun ( ‫) ﻳﻦ‬

ِ‫ﻼﹶﻥ‬‫ﺟ‬‫ﺎﺀَ ﺭ‬‫ﺟ‬ = datang dua orang lelaki

ِ‫ﻦ‬‫ﻠﹶﻴ‬‫ﺟ‬‫ ﺭ‬‫ﺖ‬‫ﺃﹶﻳ‬‫ﺭ‬ = aku melihat dua orang lelaki

ِ‫ﻦ‬‫ﻠﹶﻴ‬‫ﺟ‬‫ﻠﹶﻰ ﺭ‬‫ ﻋ‬‫ﺖ‬‫ﻠﱠﻤ‬‫ﺳ‬ = aku memberi salam kepada dua orang lelaki

2) Isim Jamak Mudzakkar Salim (Kata Benda Jamak Laki-laki Beraturan).

a. I'rab Rafa' ditandai dengan huruf Wau-Nun ( ‫) ﻭﻥ‬


b. I'rab Nashab dan I'rab Jarr ditandai dengan huruf Ya-Nun ( ‫) ﻳﻦ‬

‫ﻥﹶ‬‫ﻮ‬‫ﻠِﻤ‬‫ﺴ‬‫ﺎﺀَ ﺍﻟﹾﻤ‬‫ﺟ‬ = datang kaum muslimin

‫ﻦ‬‫ﻠِﻤِﻴ‬‫ﺴ‬‫ ﺍﻟﹾﻤ‬‫ﺖ‬‫ﺃﹶﻳ‬‫ﺭ‬ = aku melihat kaum muslimin

‫ﻦ‬‫ﻠِﻤِﻴ‬‫ﺴ‬‫ﻠﹶﻰ ﺍﻟﹾﻤ‬‫ ﻋ‬‫ﺖ‬‫ﻠﱠﻤ‬‫ﺳ‬ = aku memberi salam kepada kaum muslimin

3) Al-Asma' al-Khamsah ( ‫ﺔ‬‫ﺴ‬‫ﻤ‬‫ﺎﺀ ﺍﻟﹾﺨ‬‫ﻤ‬‫ )ﺍﹶﻷَﺳ‬atau "isim-isim yang lima" yakni: ‫ﺃﹶﺏ‬
(=ayah), ‫=( ﺃﹶﺥ‬saudara), ‫ﻢ‬‫=( ﺣ‬ipar), ‫=( ﺫﹸﻭ‬pemilik) dan ‫=( ﻓﹶﻢ‬mulut). Isim-isim ini
memiliki perubahan bentuk yang khas sebagai berikut:
48

a. I'rab Rafa' ditandai dengan huruf Wau ( ‫ ) و‬di akhirnya


b. I'rab Nashab ditandai dengan huruf Alif ( ‫ ) ا‬di akhirnya

c. I'rab Jarr ditandai dengan huruf Ya ( ‫ ) ي‬di akhirnya

ٍ‫ﻜﹾﺮ‬‫ ﺑ‬‫ﻮ‬‫ﺎﺀَ ﺃﹶﺑ‬‫ﺟ‬ = datang Abubakar

ٍ‫ﻜﹾﺮ‬‫ﺎ ﺑ‬‫ ﺃﹶﺑ‬‫ﺖ‬‫ﺃﹶﻳ‬‫ﺭ‬ = aku melihat Abubakar

ٍ‫ﻜﹾﺮ‬‫ ﺑ‬‫ﻠﹶﻰ ﺃﹶﺑِﻲ‬‫ ﻋ‬‫ﺖ‬‫ﻠﱠﻤ‬‫ﺳ‬ = aku memberi salam kepada Abubakar

Hafalkanlah kelompok-kelompok Isim yang mempunyai tanda-tanda I'rab yang khas


ini, sebelum melangkah ke pelajaran selanjutnya.

‫ﻥ‬‫ﻮ‬‫ﻨ‬‫ ﻣ‬‫ﺮ‬‫ﻢ ﻏﹶﻴ‬‫ﺍِﺳ‬


ISIM GHAIRU MUNAWWAN (Isim yang Tidak Menerima Tanwin)

Dalam kaitannya tentang Alamat I'rab Far'iyyah (tanda-tanda I'rab cabang), kita harus
mempelajari golongan Isim yang huruf akhirnya tidak menerima baris tanwin maupun
kasrah (hanya menerima baris dhammah dan fathah).

Isim-isim ini dinamakan ISIM GHAIRU MUNAWWAN yang terdiri dari:

1) Semua Isim 'Alam (Nama) yang diakhiri dengan Ta Marbuthah (meskipun ia adalah

Mudzakkar). Misalnya: ‫ﺔﹸ‬‫=( ﻓﹶﺎﻃِﻤ‬Fatimah), ‫ﺔﹸ‬‫=( ﺁﻣِﻨ‬Aminah), ‫ﻜﱠﺔﹸ‬‫=( ﻣ‬Makkah),


‫ﺔﹸ‬‫ﺎ ِﻭﻳ‬‫ﻌ‬‫=( ﻣ‬Muawiyah), ‫ﺓﹸ‬‫ﺰ‬‫ﻤ‬‫=( ﺣ‬Hamzah), dan sebagainya.
2) Semua Isim 'Alam Muannats (meskipun tidak diakhiri dengan Ta Marbuthah).

Misalnya: ‫ﺔﹸ‬‫ﺠ‬‫ﺪِﻳ‬‫=( ﺧ‬Khadijah), ‫ﺓﹸ‬‫ﺩ‬‫ﻮ‬‫=( ﺳ‬Saudah), ‫ﺐ‬‫ﻨ‬‫ﻳ‬‫=( ﺯ‬Zainab), ‫ﺍﺩ‬‫ﺪ‬‫ﻐ‬‫ﺑ‬


(=Bagdad), ‫ﻖ‬‫ﺸ‬‫=( ﺩِﻣ‬Damaskus), dan sebagainya.
49

3) Isim 'Alam yang merupakan kata serapan atau berasal dari bahasa 'ajam (bukan

Arab). Misalnya: ‫ﻢ‬‫ﺍﻫِﻴ‬‫ﺮ‬‫=( ﺇِﺑ‬Ibrahim), ‫ﺩ‬‫ﺍﻭ‬‫=( ﺩ‬Dawud), ‫ﻒ‬‫ﺳ‬‫ﻮ‬‫=( ﻳ‬Yusuf), ‫ﻥﹸ‬‫ﻮ‬‫ﻋ‬‫ﻓِﺮ‬


(=Fir'aun), ‫ﻥﹸ‬‫ﻭ‬‫=( ﻗﹶﺎﺭ‬Qarun), dan sebagainya.

4) Isim 'Alam yang menggunakan wazan (pola/bentuk) Fi'il. Misalnya: ‫ﺪ‬‫ﺰِﻳ‬‫=( ﻳ‬Yazid),
‫ﺪ‬‫ﻤ‬‫=( ﺃﹶﺣ‬Ahmad), ‫ﺜﹾﺮِﺏ‬‫=( ﻳ‬Yatsrib), dan sebagainya.

5) Isim 'Alam yang menggunakan wazan ‫ﻞ‬‫ ﻓﹸﻌ‬. Misalnya: ‫ﺮ‬‫ﻤ‬‫=( ﻋ‬Umar), ‫ﻞﹸ‬‫ﺣ‬‫ﺯ‬
(=Zuhal), ‫ﺎ‬‫ﺤ‬‫=( ﺟ‬Juha), dan sebagainya.
6) Semua Isim, baik Isim 'Alam maupun bukan, yang diakhiri dengan huruf Alif-Nun.

Misalnya: ‫ﺎﻥﹸ‬‫ﺜﹾﻤ‬‫=( ﻋ‬Utsman), ‫ﺎﻥﹸ‬‫ﻤ‬‫ﻠﹶﻴ‬‫=( ﺳ‬Sulaiman), ‫ﺎﻥﹸ‬‫ﻀ‬‫ﻣ‬‫=( ﺭ‬Ramadhan),


‫ﺎﻥﹸ‬‫ﻋ‬‫ﻮ‬‫=( ﺟ‬lapar), ‫ﺎﻥﹸ‬‫ﺒ‬‫=( ﻏﹶﻀ‬marah), dan sebagainya.

7) Semua Isim yang menggunakan wazan (pola/bentuk) ‫ﻞ‬‫ ﺃﹶﻓﹾﻌ‬. Misalnya: ‫ﻞﹸ‬‫ﺃﹶﻓﹾﻀ‬
(=lebih utama), ‫ﺮ‬‫=( ﺃﹶﻛﹾﺒ‬lebih besar), ‫ﺩ‬‫ﻮ‬‫=( ﺃﹶﺳ‬hitam), dan sebagainya.
8) Isim Jamak yang mempunyai wazan yang di tengahnya terdapat Mad Alif. Misalnya:

‫ﺎﺋِﻞﹸ‬‫ﺳ‬‫=( ﺭ‬surat-surat), ‫ﺪ‬‫ﺎﺷِﻴ‬‫=( ﺃﹶﻧ‬nasyid-nasyid), ‫ﺍﺭِﻉ‬‫ﻮ‬‫=( ﺷ‬jalan-jalan), ‫ﺎﺋِﻞﹸ‬‫ﻗﹶﺒ‬


(=suku-suku), dan sebagainya.

9) Isim 'ADAD ( ‫ﺩ‬‫ﺪ‬‫ )ﻋ‬atau Bilangan dari satu sampai sepuluh yang menggunakan
wazan ‫ﺎﻝ‬‫ ﻓﹶﻌ‬atau ‫ﻞ‬‫ﻔﹾﻌ‬‫ ﻣ‬. Misalnya: ‫=( ﺛﹸﻼﹶﺙﹸ‬tiga), ‫ﺎﻉ‬‫ﺑ‬‫=( ﺭ‬empat), ‫ﺎﺱ‬‫ﻤ‬‫ﺧ‬
(=lima), ‫ﺮ‬‫ﺸ‬‫ﻌ‬‫=( ﻣ‬kelompok), dan sebagainya.
50

10) Isim ‫ﺮ‬‫=( ﺃﹸﺧ‬yang lain) yang merupakan bentuk Jamak dari ‫ﻯ‬‫ﺮ‬‫ ﺃﹸﺧ‬.

11) Isim yang huruf akhirnya berupa Alif Mamdudah ( ‫ﺓ‬‫ﺩ‬‫ﻭ‬‫ﺪ‬‫ﻤ‬‫ )ﺃﹶﻟِﻒ ﻣ‬atau Alif Lurus
‫) ﺍﺀ‬. Misalnya: ُ‫ﺍﺀ‬‫ﺮ‬‫ﻫ‬‫=( ﺯ‬yang berkilau), ُ‫ﺎﺀ‬‫ﻠﹶﻤ‬‫=( ﻋ‬orang-orang berilmu), ُ‫ﺪِﻗﹶﺎﺀ‬‫ﺃﹶﺻ‬
(
(=teman-teman), dan sebagainya.

Seperti dinyatakan di awal tadi, Isim-isim di atas huruf akhirnya tidak menerima baris
tanwin dan kasrah. Oleh karena itu, dalam kaitannya dengan I'rab, Isim Ghairu
Munawwan mempunyai alamat atau tanda-tanda I'rab sebagai berikut:

a. I'rab Rafa' dan I'rab Nashab tetap menggunakan Alamat Ashliyyah yakni baris
Dhammah untuk I'rab Rafa' dan baris Fathah untuk I'rab Nashab.

b. I'rab Jarr tidak menggunakan baris Kasrah melainkan baris Fathah.

‫ﺎﻥﹸ‬‫ﻤ‬‫ﻠﹶﻴ‬‫ﺎﺀَ ﺳ‬‫ﺟ‬ = datang Sulaiman

‫ﺎﻥﹶ‬‫ﻤ‬‫ﻠﹶﻴ‬‫ ﺳ‬‫ﺖ‬‫ﺃﹶﻳ‬‫ﺭ‬ = aku melihat Sulaiman

‫ﺎﻥﹶ‬‫ﻤ‬‫ﻠﹶﻴ‬‫ﻠﹶﻰ ﺳ‬‫ ﻋ‬‫ﺖ‬‫ﻠﱠﻤ‬‫ﺳ‬ = aku memberi salam kepada Sulaiman

Sebagai perkecualian, bila Isim-isim tersebut menggunakan awalan Alif-Lam Ma'rifah,


maka ia menerima baris kasrah bila terkena I'rab Jarr. Perhatikan:

‫ﺎﺋِ ﹶﻞ‬‫ﻠﹶﻰ ﻗﹶﺒ‬‫ ﻋ‬‫ﺖ‬‫ﻠﱠﻤ‬‫ﺳ‬ = aku memberi salam kepada suku-suku

ِ‫ﺎﺋِﻞ‬‫ﻠﹶﻰ ﺍﻟﹾﻘﹶﺒ‬‫ ﻋ‬‫ﺖ‬‫ﻠﱠﻤ‬‫ﺳ‬ = aku memberi salam kepada suku-suku itu

َ‫ﺎﺀ‬‫ﻠﹶﻤ‬‫ﻠﹶﻰ ﻋ‬‫ ﻋ‬‫ﺖ‬‫ﻠﱠﻤ‬‫ﺳ‬ = aku memberi salam kepada para ulama

ِ‫ﺎﺀ‬‫ﻠﹶﻤ‬‫ﻠﹶﻰ ﺍﻟﹾﻌ‬‫ ﻋ‬‫ﺖ‬‫ﻠﱠﻤ‬‫ﺳ‬ = aku memberi salam kepada para ulama itu

Namun masih ada lagi kelompok Isim Ghairu Munawwan yang huruf akhirnya selalu
tetap, tidak mengalami perubahan baris apapun. Yaitu:

12) Isim-isim yang huruf akhirnya Alif Maqshurah ( ‫ﺓ‬‫ﺭ‬‫ﻮ‬‫ﻘﹾﺼ‬‫ )ﺃﹶﻟِﻒ ﻣ‬atau Alif
51

Bengkok ( ‫ ى‬tanpa titik dua). Misalnya: ‫ﻰ‬‫ﺳ‬‫ﻮ‬‫=( ﻣ‬Musa), ‫ﻰ‬‫ﺴ‬‫=( ﻋِﻴ‬Isa), ‫ﻯ‬‫ﺪ‬‫ﻫ‬
(=petunjuk), ‫ﻯ‬‫=( ﻃﹸﻮ‬Thuwa: nama bukit), dan sebagainya.
Isim-isim ini huruf akhirnya tidak pernah berubah, dalam keadaan I'rab apapun.

‫ﻰ‬‫ﺳ‬‫ﻮ‬‫ﺎﺀَ ﻣ‬‫ﺟ‬ = datang Musa

‫ﻰ‬‫ﺳ‬‫ﻮ‬‫ ﻣ‬‫ﺖ‬‫ﺃﹶﻳ‬‫ﺭ‬ = aku melihat Musa

‫ﻰ‬‫ﺳ‬‫ﻮ‬‫ﻠﹶﻰ ﻣ‬‫ ﻋ‬‫ﺖ‬‫ﻠﱠﻤ‬‫ﺳ‬ = aku memberi salam kepada Musa

Hafalkanlah istilah-istilah tata bahasa Arab yang terdapat dalam pelajaran ini sebelum
melangkah ke pelajaran selanjutnya.

‫ﺎﺭِﻉ‬‫ﻀ‬‫ﻞ ﺍﻟﹾﻤ‬‫ﺏ ﻓِﻌ‬‫ﺮ‬‫ﺇِﻋ‬


I'RAB FI'IL MUDHARI'

Fi'il Mudhari' juga mengalami I'rab atau perubahan baris/bentuk di akhir kata bila
didahului oleh harf-harf tertentu. Fi'il Mudhari mengenal tiga macam I'rab:

1) I'RAB RAFA' ialah bentuk asal dari Fi'il Mudhari' dengan alamat (tanda):

a. Baris Dhammah: ‫ﻞﹸ‬‫ﻔﹾﻌ‬‫ ﻧ‬/ ‫ﻞﹸ‬‫ ﺃﹶﻓﹾﻌ‬/ ‫ﻞﹸ‬‫ﻔﹾﻌ‬‫ ﻳ‬/ ‫ﻞﹸ‬‫ﻔﹾﻌ‬‫ﺗ‬


b. Huruf Nun: ‫ﻥﹶ‬‫ﻠﹸﻮ‬‫ﻔﹾﻌ‬‫ ﺗ‬/ ِ‫ﻼﹶﻥ‬‫ﻔﹾﻌ‬‫ ﺗ‬/ ‫ﻦ‬‫ﻠِﻴ‬‫ﻔﹾﻌ‬‫ ﺗ‬/ ‫ﻥﹶ‬‫ﻠﹸﻮ‬‫ﻔﹾﻌ‬‫ ﻳ‬/ ِ‫ﻼﹶﻥ‬‫ﻔﹾﻌ‬‫ﻳ‬
2) I'RAB NASHAB bila dimasuki Harf Nashab. Alamatnya adalah:

a. Baris Fathah: ‫ﻞﹶ‬‫ﻔﹾﻌ‬‫ ﻧ‬/ ‫ﻞﹶ‬‫ ﺃﹶﻓﹾﻌ‬/ ‫ﻞﹶ‬‫ﻔﹾﻌ‬‫ ﻳ‬/ ‫ﻞﹶ‬‫ﻔﹾﻌ‬‫ﺗ‬


b. Hilangnya huruf Nun: ‫ﺍ‬‫ﻠﹸﻮ‬‫ﻔﹾﻌ‬‫ ﺗ‬/ ‫ﻼﹶ‬‫ﻔﹾﻌ‬‫ ﺗ‬/ ‫ﻠِﻲ‬‫ﻔﹾﻌ‬‫ ﺗ‬/ ‫ﺍ‬‫ﻠﹸﻮ‬‫ﻔﹾﻌ‬‫ ﻳ‬/ ‫ﻼﹶ‬‫ﻔﹾﻌ‬‫ﻳ‬
52

Adapun yang termasuk Harf Nashab ialah: ‫=( ﺃﹶﻥﹾ‬bahwa), ‫=( ﻟﹶﻦ‬tidak akan), ‫ﺇِﺫﹶﻥﹾ‬
(=kalau begitu), ‫=( ﻛﹶﻲ‬supaya), ‫ﻰ‬‫ﺘ‬‫=( ﺣ‬hingga), ‫=( ﻟﹻ‬untuk).
Perhatikan contoh-contohnya dalam kalimat:

Fi'il Mudhari' Rafa' Fi'il Mudhari' Nashab

‫ﺱ‬‫ﺭ‬‫ ﺍﻟﺪ‬‫ﺐ‬‫ﺎ ﺃﹶﻛﹾﺘ‬‫ﺃﹶﻧ‬ ‫ﺱ‬‫ﺭ‬‫ ﺍﻟﺪ‬‫ﺐ‬‫ ﺃﹶﻥﹾ ﺃﹶﻛﹾﺘ‬‫ﺪ‬‫ﺃﹸﺭِﻳ‬


(=saya menulis pelajaran) (=saya mau menulis pelajaran)

.‫ﻥﹶ‬‫ﻮ‬‫ﻤ‬‫ﻔﹾﻬ‬‫ ﻳ‬‫ﻢ‬‫ ﻫ‬.‫ﻥﹶ‬‫ﻮ‬‫ﺳ‬‫ﺭ‬‫ﺪ‬‫ ﻳ‬‫ﻢ‬‫ﻫ‬ ‫ﺍ‬‫ﻮ‬‫ﻤ‬‫ﻔﹾﻬ‬‫ﻰ ﻳ‬‫ﺘ‬‫ﻥﹶ ﺣ‬‫ﻮ‬‫ﺳ‬‫ﺭ‬‫ﺪ‬‫ ﻳ‬‫ﻢ‬‫ﻫ‬


(=mereka belajar. mereka mengerti) (=mereka belajar hingga mengerti)

3) I'RAB JAZM ( ‫ﻡ‬‫ﺰ‬‫ ) ﺟ‬bila dimasuki Harf Jazm. Alamatnya ada tiga:
a. Baris Sukun: ‫ﻞﹾ‬‫ﻔﹾﻌ‬‫ ﻧ‬/ ‫ﻞﹾ‬‫ ﺃﹶﻓﹾﻌ‬/ ‫ﻞﹾ‬‫ﻔﹾﻌ‬‫ ﻳ‬/ ‫ﻞﹾ‬‫ﻔﹾﻌ‬‫ﺗ‬
b. Hilangnya huruf Nun: ‫ﺍ‬‫ﻠﹸﻮ‬‫ﻔﹾﻌ‬‫ ﺗ‬/ ‫ﻼﹶ‬‫ﻔﹾﻌ‬‫ ﺗ‬/ ‫ﻠِﻲ‬‫ﻔﹾﻌ‬‫ ﺗ‬/ ‫ﺍ‬‫ﻠﹸﻮ‬‫ﻔﹾﻌ‬‫ ﻳ‬/ ‫ﻼﹶ‬‫ﻔﹾﻌ‬‫ﻳ‬
c. Hilangnya huruf 'Illat ( ‫ ) ﻋِﻠﱠﺔ‬atau "huruf penyakit" yaitu ‫ ﻯ‬/ ‫ ﻭ‬/ ‫ﺍ‬
Adapun yang termasuk Harf Jazm terbagi dalam dua kelompok:

1. Harf Jazm yang men-jazm-kan satu fi'il saja yaitu: ‫=( ﻟﹶﻢ‬tidak), ‫ﺎ‬‫=( ﻟﹶﻤ‬belum),
‫ﻟﹾـ‬/‫ ﻟِـ‬untuk perintah (=hendaklah), ‫ ﻻﹶ‬untuk larangan (=jangan).
Perhatikan contoh-contohnya dalam kalimat:

Fi'il Mudhari' Rafa' Fi'il Mudhari' Jazm

‫ﻢ‬‫ﻔﹾﻬ‬‫ ﻳ‬‫ﻮ‬‫ﻫ‬‫ ﻭ‬‫ﺱ‬‫ﺭ‬‫ﺪ‬‫ ﻳ‬‫ﻮ‬‫ﻫ‬ ‫ﻢ‬‫ﻔﹾﻬ‬‫ ﻳ‬‫ﻟﹶﻢ‬‫ ﻭ‬‫ﺱ‬‫ﺭ‬‫ﺪ‬‫ ﻳ‬‫ﻟﹶﻢ‬


(=dia belajar, dia mengerti) (=dia belum belajar dan dia belum mengerti)

‫ﺘِﻲ‬‫ﻴ‬‫ﻥﹶ ﺑ‬‫ﻠﹸﻮ‬‫ﺧ‬‫ﺪ‬‫ ﺗ‬‫ﻢ‬‫ﺘ‬‫ﺃﹶﻧ‬ ‫ﺘِﻲ‬‫ﻴ‬‫ﺍ ﺑ‬‫ﻠﹸﻮ‬‫ﺧ‬‫ﺪ‬‫ﻻﹶ ﺗ‬


(=kalian memasuki rumahku) (=jangan memasuki rumahku)
53

2. Harf Jazm yang men-jazm-kan dua fi'il yaitu: ‫=( ﺇِﻥﹾ‬jika), ‫ﻦ‬‫=( ﻣ‬siapa), ‫ﺎ‬‫=( ﻣ‬apa),
‫ﺎ‬‫ﻤ‬‫ﻬ‬‫=( ﻣ‬jangan), ‫ﻰ‬‫ﺘ‬‫=( ﻣ‬kapan), ‫ﺎﻥﹶ‬‫=( ﺃﹶﻳ‬kapan), ‫ﻦ‬‫=( ﺃﹶﻳ‬dimana), ‫ﺎ‬‫ﻤ‬‫ﻨ‬‫=( ﺃﹶﻳ‬dimana
saja), ‫ﻰ‬‫=( ﺃﹶﻧ‬darimana), ‫ﺎ‬‫ﺜﹸﻤ‬‫ﻴ‬‫=( ﺣ‬darimana saja), ‫ﺎ‬‫ﻔﹶﻤ‬‫=( ﻛﹶﻴ‬bagaimana saja), ‫ﺃﹶﻱ‬
(=yang mana).

Contoh I :

ِ‫ﻯ ﺑِﻪ‬‫ﺰ‬‫ﺠ‬‫ ﺗ‬‫ﺖ‬‫ﻞٍ ؛ ﺃﹶﻧ‬‫ﻤ‬‫ ﹸﻞ ﺑِﻌ‬‫ﻤ‬‫ﻌ‬‫ ﺗ‬‫ﺖ‬‫ﺃﹶﻧ‬ (=engkau mengerjakan suatu pekerjaan;
engkau akan dibalas dengannya)
(=jika engkau mengerjakan suatu
ِ‫ ﺑِﻪ‬‫ﺰ‬‫ﺠ‬‫ﻞٍ ﺗ‬‫ﻤ‬‫ﻞﹾ ﺑِﻌ‬‫ﻤ‬‫ﻌ‬‫ﺇِﻥﹾ ﺗ‬ pekerjaan, engkau akan dibalas
dengannya)
Contoh II :

‫ﻪ‬‫ ﻗﹶﻠﹾﺒ‬‫ﺪِﻱ‬‫ﻬ‬‫ ﺑِﺎﷲِ ؛ ﺍﷲُ ﻳ‬‫ﻣِﻦ‬‫ﺆ‬‫ ﻳ‬‫ﻮ‬‫ﻫ‬ (=dia beriman kepada Allah; Allah
menunjuki hatinya)

‫ﻪ‬‫ﺪِ ﻗﹶﻠﹾﺒ‬‫ﻬ‬‫ ﺑِﺎﷲِ ﻳ‬‫ﻣِﻦ‬‫ﺆ‬‫ ﻳ‬‫ﻦ‬‫ﻣ‬ (=siapa yang beriman kepada Allah, Dia
akan menunjuki hatinya)
Contoh III :

‫ﻪ‬‫ﻠﹶﻤ‬‫ﻌ‬‫ﺮٍ ؛ ﺍﷲُ ﻳ‬‫ﻴ‬‫ ﺧ‬‫ﻥﹶ ﻣِﻦ‬‫ﻠﹸﻮ‬‫ﻔﹾﻌ‬‫ ﺗ‬‫ﻢ‬‫ﺘ‬‫ﺃﹶﻧ‬ (=kalian melakukan suatu kebaikan;
Allah mengetahuinya)

ُ‫ ﺍﷲ‬‫ﻪ‬‫ﻠﹶﻤ‬‫ﻌ‬‫ﺮٍ ﻳ‬‫ﻴ‬‫ ﺧ‬‫ﺍ ﻣِﻦ‬‫ﻠﹸﻮ‬‫ﻔﹾﻌ‬‫ﺎ ﺗ‬‫ﻣ‬ (=kebaikan apa saja yang kalian lakukan,
Allah mengetahuinya)
Contoh IV :

‫ﻥﹶ‬‫ﻮ‬‫ﻔﹾﻠِﺤ‬‫ ﺗ‬‫ﻢ‬‫ﺘ‬‫ﻥﹶ ﺍﷲَ ؛ ﺃﹶﻧ‬‫ﻘﹸﻮ‬‫ﺘ‬‫ ﺗ‬‫ﻢ‬‫ﺘ‬‫ﺃﹶﻧ‬ (=kalian bertaqwa kepada Allah; kalian
beruntung)

‫ﺍ‬‫ﻮ‬‫ﻔﹾﻠِﺤ‬‫ﻘﹸﻮﺍ ﺍﷲَ ﺗ‬‫ﺘ‬‫ﻰ ﺗ‬‫ﺘ‬‫ﻣ‬ (=kapan kalian bertaqwa kepada Allah,


kalian bertuntung)
Contoh V :

ِ‫ﺎﻥ‬‫ﻣ‬‫ﺪ‬‫ﺨ‬‫ﺎ ﻳ‬‫ﻤ‬‫ﺎﻥِ ؛ ﻫ‬‫ﺒ‬‫ﺬﹾﻫ‬‫ﺎ ﻳ‬‫ﻤ‬‫ﻫ‬ (=mereka berdua pergi; mereka berdua


dilayani)

‫ﺎ‬‫ﻣ‬‫ﺪ‬‫ﺨ‬‫ﺎ ﻳ‬‫ﺒ‬‫ﺬﹾﻫ‬‫ﺎ ﻳ‬‫ﻤ‬‫ﻨ‬‫ﺃﹶﻳ‬ (=kemana saja mereka berdua pergi, akan


dilayani)
Contoh VI :

‫ﺎ‬‫ﻬ‬‫ ﻣِﻨ‬‫ﺪ‬‫ﻔِﻴ‬‫ﺘ‬‫ﺴ‬‫ﺎ ؛ ﺗ‬‫ﺎﺑ‬‫ﺃﹸ ﻛِﺘ‬‫ﻘﹾﺮ‬‫ ﺗ‬‫ﺖ‬‫ﺃﹶﻧ‬ (=engkau membaca sebuah buku; engkau
memperoleh manfaat darinya)
54

‫ﻔِﺪ‬‫ﺘ‬‫ﺴ‬‫ﺃﹾ ﺗ‬‫ﻘﹾﺮ‬‫ﺎﺏٍ ﺗ‬‫ ﻛِﺘ‬‫ﺃﹶﻱ‬ (=buku apa saja yang engkau baca,
engkau akan memperoleh manfaat)

Bila anda telah mengerti dan menghafalkan semua pelajaran yang telah diberikan, anda
sudah cukup memiliki bekal untuk mengembangkan keterampilan bahasa Arab anda
dengan bantuan Kamus Bahasa Arab. Selamat belajar dan berlatih!

‫ﺩ‬‫ﺪ‬‫ﻋ‬
'ADAD (BILANGAN)

Mula-mula, anda harus mengafalkan sepuluh bentuk dasar dari 'Adad (Bilangan):

1 ‫ﺍﺣِﺪ‬‫ﻭ‬ 6 ‫ﺳِﺖ‬
2 ِ‫ﺎﻥ‬‫ﺍِﺛﹾﻨ‬ 7 ‫ﻊ‬‫ﺒ‬‫ﺳ‬
3 ‫ﺛﹶﻼﹶﺙﹸ‬ 8 ‫ﺎﻧِﻲ‬‫ﺛﹶﻤ‬
4 ‫ﻊ‬‫ﺑ‬‫ﺃﹶﺭ‬ 9 ‫ﻊ‬‫ﺗِﺴ‬
5 ‫ﺲ‬‫ﻤ‬‫ﺧ‬ 10 ‫ﺮ‬‫ﺸ‬‫ﻋ‬
Dalam penggunaannya, bentuk-bentuk dasar 'Adad tersebut akan mengalami sedikit
perubahan dengan ketentuan sebagai berikut:

Bilangan 1 ( ‫ﺍﺣِﺪ‬‫ )ﻭ‬terletak di belakang Isim Mufrad dan bilangan 2 (ِ‫ﺎﻥ‬‫ )ﺍِﺛﹾﻨ‬terletak di
belakang Isim Mutsanna. Bila Isim yang dibilangnya itu adalah Muannats maka
bentuknya pun menjadi Muannats. Contoh:

ISIM MUDZAKKAR ISIM MUANNATS

‫ﺍﺣِﺪ‬‫ ﻭ‬‫ﻗﹶﻠﹶﻢ‬ = sebuah pena ‫ﺓﹲ‬‫ﺍﺣِﺪ‬‫ﻠﱠﺔﹲ ﻭ‬‫ﺠ‬‫ﻣ‬ = sebuah majalah

ِ‫ﺎﻥ‬‫ﺎﻥِ ﺍﺛﹾﻨ‬‫ﻗﹶﻠﹶﻤ‬ = 2 buah pena ِ‫ﺎﻥ‬‫ﺘ‬‫ﺎﻥِ ﺍﺛﹾﻨ‬‫ﻠﱠﺘ‬‫ﺠ‬‫ﻣ‬ = 2 buah majalah

Bilangan 3 sampai 10 terletak di depan Isim Jamak. Bila Isim Jamak tersebut adalah
Mudzakkar maka bentuk 'Adad-nya adalah Muannats, sedang bila Isim Jamak tersebut
adalah Muannats maka bentuk 'Adad-nya adalah Mudzakkar:
55

JAMAK MUDZAKKAR JAMAK MUANNATS

ٍ‫ﺛﹶﻼﹶﺛﹶﺔﹸ ﺃﹶﻗﹾﻼﹶﻡ‬ = 3 pena ‫ﻼﱠﺕ‬‫ﺠ‬‫ﺛﹶﻼﹶﺙﹸ ﻣ‬ = 3 majalah

ٍ‫ﺔﹸ ﺃﹶﻗﹾﻼﹶﻡ‬‫ﻌ‬‫ﺑ‬‫ﺃﹶﺭ‬ = 4 pena ‫ﻼﱠﺕ‬‫ﺠ‬‫ ﻣ‬‫ﻊ‬‫ﺑ‬‫ﺃﹶﺭ‬ = 4 majalah

ٍ‫ﺔﹸ ﺃﹶﻗﹾﻼﹶﻡ‬‫ﺴ‬‫ﻤ‬‫ﺧ‬ = 5 pena ‫ﻼﱠﺕ‬‫ﺠ‬‫ ﻣ‬‫ﺲ‬‫ﻤ‬‫ﺧ‬ = 5 majalah

ٍ‫ﺔﹸ ﺃﹶﻗﹾﻼﹶﻡ‬‫ﺳِﺘ‬ = 6 pena ‫ ﺳِﺖ‬‫ﻼﱠﺕ‬‫ﺠ‬‫ﻣ‬ = 6 majalah

ٍ‫ﺔﹸ ﺃﹶﻗﹾﻼﹶﻡ‬‫ﻌ‬‫ﺒ‬‫ﺳ‬ = 7 pena ‫ﻼﱠﺕ‬‫ﺠ‬‫ ﻣ‬‫ﻊ‬‫ﺒ‬‫ﺳ‬ = 7 majalah

ٍ‫ﺔﹸ ﺃﹶﻗﹾﻼﹶﻡ‬‫ﺎﻧِﻴ‬‫ﺛﹶﻤ‬ = 8 pena ‫ﻼﱠﺕ‬‫ﺠ‬‫ﺎﻧِﻲ ﻣ‬‫ﺛﹶﻤ‬ = 8 majalah

ٍ‫ﺔﹸ ﺃﹶﻗﹾﻼﹶﻡ‬‫ﻌ‬‫ﺗِﺴ‬ = 9 pena ‫ﻼﱠﺕ‬‫ﺠ‬‫ ﻣ‬‫ﻊ‬‫ﺗِﺴ‬ = 9 majalah

ٍ‫ﺓﹸ ﺃﹶﻗﹾﻼﹶﻡ‬‫ﺮ‬‫ﺸ‬‫ﻋ‬ = 10 pena ‫ﻼﱠﺕ‬‫ﺠ‬‫ ﻣ‬‫ﺮ‬‫ﺸ‬‫ﻋ‬ = 10 majalah

Adapun bilangan belasan (11 sampai 19) terletak di depan Isim Mufrad (Isim Tunggal)
meskipun jumlahnya adalah jamak (banyak). Perhatikan pola Mudzakkar dan
Muannatsnya serta tanda baris fathah di akhir setiap katanya:

ISIM MUDZAKKAR ISIM MUANNATS

‫ﺎ‬‫ ﻗﹶﻠﹶﻤ‬‫ﺮ‬‫ﺸ‬‫ ﻋ‬‫ﺪ‬‫ﺃﹶﺣ‬ = 11 ‫ﻠﱠﺔﹰ‬‫ﺠ‬‫ﺓﹶ ﻣ‬‫ﺮ‬‫ﺸ‬‫ﻯ ﻋ‬‫ﺪ‬‫ﺇِﺣ‬ = 11

‫ﺎ‬‫ ﻗﹶﻠﹶﻤ‬‫ﺮ‬‫ﺸ‬‫ﺎ ﻋ‬‫ﺍِﺛﹾﻨ‬ = 12 ‫ﻠﱠﺔﹰ‬‫ﺠ‬‫ﺓﹶ ﻣ‬‫ﺮ‬‫ﺸ‬‫ﺎ ﻋ‬‫ﺘ‬‫ﺍِﺛﹾﻨ‬ = 12

‫ﺎ‬‫ ﻗﹶﻠﹶﻤ‬‫ﺮ‬‫ﺸ‬‫ﺛﹶﻼﹶﺛﹶﺔﹶ ﻋ‬ = 13 ‫ﻠﱠﺔﹰ‬‫ﺠ‬‫ﺓﹶ ﻣ‬‫ﺮ‬‫ﺸ‬‫ﺛﹶﻼﹶﺙﹶ ﻋ‬ = 13

‫ﺎ‬‫ ﻗﹶﻠﹶﻤ‬‫ﺮ‬‫ﺸ‬‫ﺔﹶ ﻋ‬‫ﻌ‬‫ﺑ‬‫ﺃﹶﺭ‬ = 14 ‫ﻠﱠﺔﹰ‬‫ﺠ‬‫ﺓﹶ ﻣ‬‫ﺮ‬‫ﺸ‬‫ ﻋ‬‫ﻊ‬‫ﺑ‬‫ﺃﹶﺭ‬ = 14

‫ﺎ‬‫ ﻗﹶﻠﹶﻤ‬‫ﺮ‬‫ﺸ‬‫ﺔﹶ ﻋ‬‫ﺴ‬‫ﻤ‬‫ﺧ‬ = 15 ‫ﻠﱠﺔﹰ‬‫ﺠ‬‫ﺓﹶ ﻣ‬‫ﺮ‬‫ﺸ‬‫ ﻋ‬‫ﺲ‬‫ﻤ‬‫ﺧ‬ = 15

‫ﺎ‬‫ ﻗﹶﻠﹶﻤ‬‫ﺮ‬‫ﺸ‬‫ﺔﹶ ﻋ‬‫ﺳِﺘ‬ = 16 ‫ﻠﱠﺔﹰ ﺳِﺖ‬‫ﺠ‬‫ﺓﹶ ﻣ‬‫ﺮ‬‫ﺸ‬‫ﻋ‬ = 16

‫ﺎ‬‫ ﻗﹶﻠﹶﻤ‬‫ﺮ‬‫ﺸ‬‫ﺔﹶ ﻋ‬‫ﻌ‬‫ﺒ‬‫ﺳ‬ = 17 ‫ﻠﱠﺔﹰ‬‫ﺠ‬‫ﺓﹶ ﻣ‬‫ﺮ‬‫ﺸ‬‫ ﻋ‬‫ﻊ‬‫ﺒ‬‫ﺳ‬ = 17


56

‫ﺎ‬‫ ﻗﹶﻠﹶﻤ‬‫ﺮ‬‫ﺸ‬‫ﺔﹶ ﻋ‬‫ﺎﻧِﻴ‬‫ﺛﹶﻤ‬ = 18 ‫ﻠﱠﺔﹰ‬‫ﺠ‬‫ﺓﹶ ﻣ‬‫ﺮ‬‫ﺸ‬‫ ﻋ‬‫ﺎﻧِﻲ‬‫ﺛﹶﻤ‬ = 18

‫ﺎ‬‫ ﻗﹶﻠﹶﻤ‬‫ﺮ‬‫ﺸ‬‫ﺔﹶ ﻋ‬‫ﻌ‬‫ﺗِﺴ‬ = 19 ‫ﻠﱠﺔﹰ‬‫ﺠ‬‫ﺓﹶ ﻣ‬‫ﺮ‬‫ﺸ‬‫ ﻋ‬‫ﻊ‬‫ﺗِﺴ‬ = 19

Bilangan 20, 30, 40, dsb bentuknya hanya satu macam yakni Mudzakkar, meskipun
terletek di depan Isim Mudzakkar maupun Muannats. Contoh:

ISIM MUDZAKKAR ISIM MUANNATS

‫ﺎ‬‫ﻥﹶ ﻗﹶﻠﹶﻤ‬‫ﻭ‬‫ﺮ‬‫ﻋِﺸ‬ = 20 ‫ﻠﱠﺔﹰ‬‫ﺠ‬‫ﻥﹶ ﻣ‬‫ﻭ‬‫ﺮ‬‫ﻋِﺸ‬ = 20

‫ﺎ‬‫ﻥﹶ ﻗﹶﻠﹶﻤ‬‫ﺛﹶﻼﹶﺛﹸﻮ‬ = 30 ‫ﻠﱠﺔﹰ‬‫ﺠ‬‫ﻥﹶ ﻣ‬‫ﺛﹶﻼﹶﺛﹸﻮ‬ = 30

‫ﺎ‬‫ﻥﹶ ﻗﹶﻠﹶﻤ‬‫ﻮ‬‫ﻌ‬‫ﺑ‬‫ﺃﹶﺭ‬ = 40 ‫ﻠﱠﺔﹰ‬‫ﺠ‬‫ﻥﹶ ﻣ‬‫ﻮ‬‫ﻌ‬‫ﺑ‬‫ﺃﹶﺭ‬ = 40

‫ﺎ‬‫ﻥﹶ ﻗﹶﻠﹶﻤ‬‫ﻮ‬‫ﺴ‬‫ﻤ‬‫ﺧ‬ = 50 ‫ﻠﱠﺔﹰ‬‫ﺠ‬‫ﻥﹶ ﻣ‬‫ﻮ‬‫ﺴ‬‫ﻤ‬‫ﺧ‬ = 50

Angka satuan dalam bilangan puluhan, disebutkan sebelum angka puluhannya; dan
perubahan bentuk (Mudzakkar atau Muannats) angka satuan tersebut mengikuti
perubahan bentuk Isim yang dihitungnya dengan pola seperti berikut:

ISIM MUDZAKKAR ISIM MUANNATS

‫ﺎ‬‫ﻥﹶ ﻗﹶﻠﹶﻤ‬‫ﻭ‬‫ﺮ‬‫ﻋِﺸ‬‫ ﻭ‬‫ﺍﺣِﺪ‬‫ﻭ‬ = 21 ‫ﻠﱠﺔﹰ‬‫ﺠ‬‫ﻥﹶ ﻣ‬‫ﻭ‬‫ﺮ‬‫ﻋِﺸ‬‫ﺓﹸ ﻭ‬‫ﺍﺣِﺪ‬‫ﻭ‬ = 21

‫ﺎ‬‫ﻥﹶ ﻗﹶﻠﹶﻤ‬‫ﻭ‬‫ﺮ‬‫ﻋِﺸ‬‫ﺎﻥِ ﻭ‬‫ﺍِﺛﹾﻨ‬ = 22 ‫ﻠﱠﺔﹰ‬‫ﺠ‬‫ﻥﹶ ﻣ‬‫ﻭ‬‫ﺮ‬‫ﻋِﺸ‬‫ﺎﻥِ ﻭ‬‫ﺘ‬‫ﺍِﺛﹾﻨ‬ = 22

‫ﺎ‬‫ﻥﹶ ﻗﹶﻠﹶﻤ‬‫ﻭ‬‫ﺮ‬‫ﻋِﺸ‬‫ﺛﹶﻼﹶﺛﹶﺔﹲ ﻭ‬ = 23 ‫ﻠﱠﺔﹰ‬‫ﺠ‬‫ﻥﹶ ﻣ‬‫ﻭ‬‫ﺮ‬‫ﻋِﺸ‬‫ﺛﹶﻼﹶﺙﹲ ﻭ‬ = 23

‫ﺎ‬‫ﻥﹶ ﻗﹶﻠﹶﻤ‬‫ﻭ‬‫ﺮ‬‫ﻋِﺸ‬‫ﺔﹲ ﻭ‬‫ﻌ‬‫ﺑ‬‫ﺃﹶﺭ‬ = 24 ‫ﻠﱠﺔﹰ‬‫ﺠ‬‫ﺓﹶ ﻣ‬‫ﺮ‬‫ﺸ‬‫ ﻋ‬‫ﻊ‬‫ﺑ‬‫ﺃﹶﺭ‬ = 24

‫ﺎ‬‫ﻥﹶ ﻗﹶﻠﹶﻤ‬‫ﺛﹶﻼﹶﺛﹸﻮ‬‫ ﻭ‬‫ﺍﺣِﺪ‬‫ﻭ‬ = 31 ‫ﻠﱠﺔﹰ‬‫ﺠ‬‫ﻥﹶ ﻣ‬‫ﺛﹶﻼﹶﺛﹸﻮ‬‫ﺓﹸ ﻭ‬‫ﺍﺣِﺪ‬‫ﻭ‬ = 31

‫ﺎ‬‫ﻥﹶ ﻗﹶﻠﹶﻤ‬‫ﺛﹶﻼﹶﺛﹸﻮ‬‫ﺎﻥِ ﻭ‬‫ﺍِﺛﹾﻨ‬ = 32 ‫ﻠﱠﺔﹰ‬‫ﺠ‬‫ﻥﹶ ﻣ‬‫ﺛﹶﻼﹶﺛﹸﻮ‬‫ﺎﻥِ ﻭ‬‫ﺘ‬‫ﺍِﺛﹾﻨ‬ = 32

‫ﺎ‬‫ﻥﹶ ﻗﹶﻠﹶﻤ‬‫ﺛﹶﻼﹶﺛﹸﻮ‬‫ﺛﹶﻼﹶﺛﹶﺔﹲ ﻭ‬ = 33 ‫ﻠﱠﺔﹰ‬‫ﺠ‬‫ﻥﹶ ﻣ‬‫ﺛﹶﻼﹶﺛﹸﻮ‬‫ﺛﹶﻼﹶﺙﹲ ﻭ‬ = 33


57

‫ﺎ‬‫ﻥﹶ ﻗﹶﻠﹶﻤ‬‫ﺛﹶﻼﹶﺛﹸﻮ‬‫ﺔﹲ ﻭ‬‫ﻌ‬‫ﺑ‬‫ﺃﹶﺭ‬ = 34 ‫ﻠﱠﺔﹰ‬‫ﺠ‬‫ﻥﹶ ﻣ‬‫ﺛﹶﻼﹶﺛﹸﻮ‬‫ ﻭ‬‫ﻊ‬‫ﺑ‬‫ﺃﹶﺭ‬ = 34

Bilangan ratusan dan ribuan terletak di depan puluhan dan satuannya.

ISIM MUDZAKKAR ISIM MUANNATS

ٍ‫ﻣِﺎﺋﹶﺔﹸ ﻗﹶﻠﹶﻢ‬ = 100 ٍ‫ﻠﱠﺔ‬‫ﺠ‬‫ﻣِﺎﺋﹶﺔﹸ ﻣ‬ = 100

‫ﻗﹶﻠﹶﻢ‬‫ﻣِﺎﺋﹶﺔﹸ ﻗﹶﻠﹶﻢٍ ﻭ‬ = 101 ‫ﻠﱠﺔﹲ‬‫ﺠ‬‫ﻣ‬‫ﻠﱠﺔٍ ﻭ‬‫ﺠ‬‫ﻣِﺎﺋﹶﺔﹸ ﻣ‬ = 101

ٍ‫ﺓﹸ ﺃﹶﻗﹾﻼﹶﻡ‬‫ﺮ‬‫ﺸ‬‫ﻋ‬‫ﻣِﺎﺋﹶﺔﹸ ﻭ‬ = 110 ٍ‫ﻼﱠﺕ‬‫ﺠ‬‫ ﻣ‬‫ﺮ‬‫ﺸ‬‫ﻋ‬‫ﻣِﺎﺋﹶﺔﹸ ﻭ‬ = 110

ٍ‫ﺎ ﻗﹶﻠﹶﻢ‬‫ﻣِﺎﺋﹶﺘ‬ = 200 ٍ‫ﻠﱠﺔ‬‫ﺠ‬‫ﺎ ﻣ‬‫ﻣِﺎﺋﹶﺘ‬ = 200

‫ﺎ‬‫ﻥﹶ ﻗﹶﻠﹶﻤ‬‫ﺛﹶﻼﹶﺛﹸﻮ‬‫ﺎ ﻭ‬‫ﻣِﺎﺋﹶﺘ‬ = 230 ‫ﻠﱠﺔﹰ‬‫ﺠ‬‫ﻥﹶ ﻣ‬‫ﺛﹶﻼﹶﺛﹸﻮ‬‫ﺎ ﻭ‬‫ﻣِﺎﺋﹶﺘ‬ = 230

‫ﺎ‬‫ﺛﹶﻼﹶﺙﹸ ﻣِﺎﺋﹶﺔٍ ﻗﹶﻠﹶﻤ‬ = 300 ٍ‫ﻠﱠﺔ‬‫ﺠ‬‫ﺛﹶﻼﹶﺙﹸ ﻣِﺎﺋﹶﺔٍ ﻣ‬ = 300

ٍ‫ ﻗﹶﻠﹶﻢ‬‫ﺃﹶﻟﹾﻒ‬ = 1000 ٍ‫ﻠﱠﺔ‬‫ﺠ‬‫ ﻣ‬‫ﺃﹶﻟﹾﻒ‬ = 1000

Adapun bilangan bertingkat (pertama, kedua, ketiga, kesepuluh, dan seterusnya)


mengalami sedikit perubahan bentuk sebagai berikut:

‫ﻭﻝﹸ‬ ‫ﺃﹶ‬ = pertama ‫ﺎﺩِﺱ‬‫ﺳ‬ = ke enam

‫ﺛﹶﺎﻧِﻲ‬ = ke dua ‫ﺎﺑِﻊ‬‫ﺳ‬ = ke tujuh

‫ﺛﹶﺎﻟِﺚﹸ‬ = ke tiga ‫ﺛﹶﺎﻣِﻦ‬ = ke delapan

‫ﺍﺑِﻊ‬‫ﺭ‬ = ke empat ‫ﺎﺳِﻊ‬‫ﺗ‬ = ke sembilan

‫ﺲ‬‫ﻤ‬‫ﺧ‬ = ke lima ‫ﺎﺷِﺮ‬‫ﻋ‬ = ke sepuluh

Bila digunakan dalam bentuk kalimat, memiliki bentuk Mudzakkar dan Muannats yang
mengikuti Isim Mudzakkar dan Muannats yang di depannya:
58

ISIM MUDZAKKAR ISIM MUANNATS

‫ﻭﻝﹸ‬ َ‫ ﺍﹾﻷ‬‫ﺎﺏ‬‫ﺍﻟﹾﺒ‬ = Bab Pertama ‫ﻟﹶﻰ‬‫ﻓﹶﺔﹸ ﺍﹾﻷُﻭ‬‫ﺮ‬‫ﺍﻟﹾﻐ‬ = Kamar Pertama

‫ ﺍﻟﺜﱠﺎﻧِﻲ‬‫ﺎﺏ‬‫ﺍﻟﹾﺒ‬ = Bab Kedua ‫ﺔﹸ‬‫ﻓﹶﺔﹸ ﺍﻟﺜﱠَﺎﻧِﻴ‬‫ﺮ‬‫ﺍﻟﹾﻐ‬ = Kamar Kedua

‫ ﺍﻟﺜﱠﺎﻟِﺚﹸ‬‫ﺎﺏ‬‫ﺍﻟﹾﺒ‬ = Bab Ketiga ‫ﻓﹶﺔﹸ ﺍﻟﺜﱠﺎﻟِﺜﹶﺔﹸ‬‫ﺮ‬‫ﺍﻟﹾﻐ‬ = Kamar Ketiga

‫ﺍﺑِﻊ‬‫ ﺍﻟﺮ‬‫ﺎﺏ‬‫ﺍﻟﹾﺒ‬ = Bab Keempat ‫ﺔﹸ‬‫ﺍﺑِﻌ‬‫ﻓﹶﺔﹸ ﺍﻟﺮ‬‫ﺮ‬‫ﺍﻟﹾﻐ‬ = Kamar Keempat

Untuk bilangan bertingkat di atas 10 (kesebelas, keduapuluh, dst) maka hanya angka
satuannya saja yang mengikuti perubahan bentuk seperti di atas. Contoh:

‫ﺮ‬‫ﺸ‬‫ ﻋ‬‫ﺎﺩِﻱ‬‫ ﺍﻟﹾﺤ‬‫ﺎﺏ‬‫ﺍﻟﹾﺒ‬ = Bab Kesebelas

‫ﺮ‬‫ﺸ‬‫ ﻋ‬‫ ﺍﻟﺜﱠﺎﻧِﻲ‬‫ﺎﺏ‬‫ﺍﻟﹾﺒ‬ = Bab Kedua Belas

‫ﻥﹶ‬‫ﻭ‬‫ﺮ‬‫ ﺍﻟﹾﻌِﺸ‬‫ﺎﺏ‬‫ﺍﻟﹾﺒ‬ = Bab Kedua Puluh

‫ﻥﹶ‬‫ﻭ‬‫ﺮ‬‫ﺍﻟﹾﻌِﺸ‬‫ﻓﹶﺔﹸ ﺍﻟﺜﱠﺎﻟِﺜﹶﺔﹸ ﻭ‬‫ﺮ‬‫ﺍﻟﹾﻐ‬ = Kamar Kedua Puluh Tiga

‫ ﹶﻥ‬‫ﻮ‬‫ﺘ‬‫ﺍﻟﺴ‬‫ﺔﹸ ﻭ‬‫ﺎﺩِﺳ‬‫ﻓﹶﺔﹸ ﺍﻟﺴ‬‫ﺮ‬‫ﺍﻟﹾﻐ‬ = Kamar Keenam Puluh Enam

‫ﺍﻟﹾﻤِﺎﺋﹶﺔﹸ‬‫ﺔﹸ ﻭ‬‫ﻓﹶﺔﹸ ﺍﻟﺜﱠﺎﻣِﻨ‬‫ﺮ‬‫ﺍﻟﹾﻐ‬ = Kamar Keseratus Delapan

Agar lancar menyebut angka dengan Bahasa Arab, anda harus sering membaca setiap
angka yang anda temukan dengan menggunakan Bahasa Arab.
‫‪59‬‬

‫‪LAMPIRAN: SKEMA PERUBAHAN BENTUK FI'IL MENURUT DHAMIR‬‬

‫ﻣ‪‬ﺬﹶﻛﱠﺮ‬ ‫ﻣ‪‬ﺆ‪‬ﻧ‪‬ﺚ‬
‫ﺃﹶﻧ‪‬ﺎ ﻓﹶﻌ‪‬ﻠﹾﺖ‪ / ‬ﺃﹶﻓﹾﻌ‪‬ﻞﹸ ﻓﹶﻌ‪‬ﻠﹾﺖ‪ / ‬ﺃﹶﻓﹾﻌ‪‬ﻞﹸ ﺃﹶﻧ‪‬ﺎ‬
‫ﻓﹶﻌ‪‬ﻠﹾﻨ‪‬ﺎ ‪ /‬ﻧ‪‬ﻔﹾﻌ‪‬ﻞﹸ ﻧ‪‬ﺤ‪‬ﻦ‪‬‬ ‫ﻧ‪‬ﺤ‪‬ﻦ‪ ‬ﻓﹶﻌ‪‬ﻠﹾﻨ‪‬ﺎ ‪ /‬ﻧ‪‬ﻔﹾﻌ‪‬ﻞﹸ‬
‫ﺃﹶﻧ‪‬ﺖِ ﻓﹶﻌ‪‬ﻠﹾﺖِ ‪ /‬ﺗ‪‬ﻔﹾﻌ‪‬ﻠِﻴ‪‬ﻦ‪ ‬ﻓﹶﻌ‪‬ﻠﹾﺖ‪ / ‬ﺗ‪‬ﻔﹾﻌ‪‬ﻞﹸ ﺃﹶﻧ‪‬ﺖ‪‬‬
‫ﺃﹶﻧ‪‬ﺘ‪‬ﻤ‪‬ﺎ ﻓﹶﻌ‪‬ﻠﹾﺘ‪‬ﻤ‪‬ﺎ ‪ /‬ﺗ‪‬ﻔﹾﻌ‪‬ﻼﹶﻥِ ﻓﹶﻌ‪‬ﻠﹾﺘ‪‬ﻤ‪‬ﺎ ‪ /‬ﺗ‪‬ﻔﹾﻌ‪‬ﻼﹶﻥِ ﺃﹶﻧ‪‬ﺘ‪‬ﻤ‪‬ﺎ‬
‫ﺃﹶﻧ‪‬ﺘ‪‬ﻦ‪ ‬ﻓﹶﻌ‪‬ﻠﹾﺘ‪‬ﻦ‪ / ‬ﺗ‪‬ﻔﹾﻌ‪‬ﻠﹾﻦ‪ ‬ﻓﹶﻌ‪‬ﻠﹾﺘ‪‬ﻢ‪ / ‬ﺗ‪‬ﻔﹾﻌ‪‬ﻠﹸﻮ‪‬ﻥﹶ ﺃﹶﻧ‪‬ﺘ‪‬ﻢ‪‬‬
‫ﻫ‪‬ﻮ‪‬‬ ‫ﻓﹶﻌ‪‬ﻞﹶ ‪ /‬ﻳ‪‬ﻔﹾﻌ‪‬ﻞﹸ‬ ‫ﻫِﻲ‪ ‬ﻓﹶﻌ‪‬ﻠﹶﺖ‪ / ‬ﺗ‪‬ﻔﹾﻌ‪‬ﻞﹸ‬
‫ﻫ‪‬ﻤ‪‬ﺎ ﻓﹶﻌ‪‬ﻠﹶﺘ‪‬ﺎ ‪ /‬ﺗ‪‬ﻔﹾﻌ‪‬ﻼﹶﻥِ ﻓﹶﻌ‪‬ﻼﹶ ‪ /‬ﻳ‪‬ﻔﹾﻌ‪‬ﻼﹶﻥِ ﻫ‪‬ﻤ‪‬ﺎ‬
‫ﻫ‪‬ﻦ‪ ‬ﻓﹶﻌ‪‬ﻠﹾﻦ‪ / ‬ﻳ‪‬ﻔﹾﻌ‪‬ﻠﹾﻦ‪ ‬ﻓﹶﻌ‪‬ﻠﹸﻮ‪‬ﺍ ‪ /‬ﻳ‪‬ﻔﹾﻌ‪‬ﻠﹸﻮ‪‬ﻥﹶ ﻫ‪‬ﻢ‪‬‬