Anda di halaman 1dari 13

KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG KESEJAHTERAAN RAKYAT

REPUBLIK INDONESIA

KOORDINASI KEBIJAKAN NASIONAL


LINTAS SEKTOR
PENANGGULANGAN KANKER

Dr EMIL AGUSTIONO M.EPID


DEPUTI III MENKO KESRA
BIDANG KOORDINASI
KEPENDUDUKAN KESEHATAN DAN LINGKUNGAN HIDUP

JAKARTA, 11 NOVEMBER 2008


FAKTA DAN KONDISI

TRANSISI DEMOGRAFI
TRANSISI EPIDEMIOLOGI PENYAKIT SELAIN MENYEBARNYA
PENYAKIT EMERGING DAN RE-EMERGING LAIN SERTA
MENYEBABKAN BEBAN GANDA/TRIPLE BURDEN ? BAGI
PEMERINTAH DAN MASYARAKAT
PROGRAM PROMOTIF,PREVENTIF,KURATIF DAN REHABILITATIF
KEBIJAKAN STRATEGI DAN PROGRAM NASIONAL
SEBAGAIMANA YANG DILAPORKAN DEPKES:

 50% PENDERITA KANKER DATANG PERTAMA


KALI UNTUK BEROBAT SUDAH DALAM
STADIUM LANJUT.

 ANGKA KEJADIAN ATAU INSIDENS


PENYAKIT KANKER DI INDONESIA ADALAH
0,1% DARI JUMLAH PENDUDUK
FAKTOR PENYEBAB KETERLAMBATAN BEROBAT

 STADIUM DINI  PENDERITA TIDAK MENYADARI KRN GEJALA


SERING TIDAK KHAS DAN TIDAK MENAKUTKAN
 PENYAKIT KANKER SUDAH MENYEBAR KE KELENJAR GETAH
BENING  TIMBUL BENJOLAN, KURANG MENDAPAT
PERHATIAN
 KADANG-KADANG DIKIRA “SANTET”
 JIKA MENGERTI BHW BUKAN PENYAKIT BIASA  PENDERITA
MALAH TAKUT MEMERIKSAKAN DIRI KRN TAKUT DIOPERASI
 KEJADIAN UMUM: PENDERITA SADAR PUNYAK PENYAKIT 
TIDAK TAKUT DIOPERASI  TETAPI BIAYA BEROBAT JADI
KENDALA

UNTUK MASYARAKAT TIDAK MAMPU ADA PROGRAM MASKIN YANG SANGAT MEMBANTU
MENTERI KESEHATAN
PELAYANAN KASUS KHUSUS MASKIN
REPUBLIK INDONESIA
TAHUN 2005 - 2006

. Tahun 2005 Tahun 2006


DIAGNOSA
KASUS BIAYA KASUS BIAYA
PERTOLONGAN 374.468 56.170.200.000 501.622 60.461.632.185
PERSALINAN
HEMODIALISA 4.862 6.370.461.200 5.418 15.622.815.000
OPERASI JANTUNG 380 3.330.000.200 2.950 27.237.263.800
SECTIO CAESARIA 1.254 2.068.616.300 7.141 11.782.078.500
LAPARATOMI 162 358.425.800 983 2.333.991.500
OPERASI KANKER 780 1.190.747.600 617 956.780.000
OPEN REDUCTION 96 216.521.600 2.744 6.242.705.000
FRAKTUR 5
KOMPOSISI PENDUDUK INDONESIA

2007
1971

118 JUTA 228 JUTA


PROYEKSI PENDUDUK :
• THN 2O10 : 234,139 JUTA JIWA . THN 2030 : 285 JUTA JIWA
• THN 2015 : 248,180 JUTA JIWA (VISI INDONESIA 2030)
• THN 2020 : 261,539 JUTA JIWA
• THN 2025 : 273,651 JUTA JIWA
PERKEMBANGAN
LAJU PERTUMBUHAN PENDUDUK (LPP)
1971 - 2000

3 2.32 %
2,5 1.98 %
2
1.47 %

1,5

0,5

0
1971-1980 1980-1990 1990-2000
JUMLAH PENDUDUK INDONESIA TERPADAT
KEEMPAT DI DUNIA

PENDUDUK INDONESIA MASIH BERTAMBAH SEKITAR


3 - 4 JUTA/TAHUN
KECENDERUNGAN AKI DI INDONESIA
DAN PROYEKSI PENURUNANNYA

AKI DI INDONESIA DI ANTARA NEGARA ASEAN


Penyebab
tidak
langsung
19%
Penyebab
obstetri
langsung
8%

Proses
kelahiran
Infeksi sesudah
yang melahirkan 15%
terganggu
8%
Kelainan yg
Aborsi
disebabkan oleh
tidak aman
hipertensi 12%
13%
PERAWATAN PALIATIF
 ADALAH: SISTEM PERAWATAN TERPADU YANG MENINGKATKAN KUALITAS
HIDUP, DENGAN MERINGANKAN NYERI DAN PENDERITAAN LAIN,
MEMBERIKAN DUKUNGAN SPRITUAL DAN PSIKOSOSIAL MULAI SAAT
DIAGNOSA DITEGAKKAN SAMPAI AKHIR HIDUP, DAN DUKUNGAN TERHADAP
KELUARGA YG MERASA KEHILANGAN
 KEBIJAKAN PERAWATAN PALIATIF DICANANGKAN OLEH DEPKES RI MELALUI
SK MENKES RI NOMOR 604/MENKES/SK/IX/1989
 PELAYANAN PERAWATAN PALIATIF UNTUK MASYAKARAT BARU DIMULAI
PADA 19 FEBRUARI 1992
 DI DLM BUKU PEDOMAN PENANGGULANGAN KANKER TERPADU PARIPURNA
YANG DITERBITKAN OLEH DEPKES (1997), FALSAFAH YANG MENDASARI
PELAKSANAAN PERAWATAN PALIATIF ADALAH:

“MENJADI HAK SEMUA PASIEN UNTUK MENDAPATKAN PERAWATAN YANG


TERBAIK SAMPAI AKHIR HAYATNYA. PENDERITA KANKER YANG DALAM
STADIUM LANJUT ATAU TIDAK BERANGSUNG-ANGSUR SEMBUH PERLU
MENDAPAT PELAYANAN KESEHATAN SEHINGGA PENDERITAANNYA DAPAT
DIKURANGI. PELAYANAN YANG DIBERIKAN HARUS DAPAT MENINGKATKAN
KUALITAS HIDUP YANG OPTIMAL, SHG PASIEN DAPAT MENINGGAL DENGAN
TENANG DALAM IMAN.”
PENGUATAN KAPASITAS
 MEDIK
 PSIKOLOGI
 SOSIAL
 EKONOMI
 PENDIDIKAN
KOORDINASI KE DEPAN
PERLU KERJASAMA LINTAS SEKTOR:
 DEPKES
 DEPSOS
 DEPDIKNAS
 DEPDAGRI
 BUMN
 PIHAK SWASTA, LSM, DAN
MASYARAKAT
.

TERIMA KASIH.