Anda di halaman 1dari 62

c   


 c    Y
Y
BAB I

PENDAHULUAN

1.1Y Latar Belakang


Tujuan utama pendidikan nasional sebagai mana yang dirumuskan dalam
GBHN, diarahkan pada pengembangan dan peningkatan Sumber Daya Manusia
(SDM), yakni manusia indonesia seutuhnya yang memiliki wawasan Ilmu
Pengetahuan Dan Teknologi (IPTEK), memiliki keterampilan dan bertakwa
kepada Tuhan yang Maha Esa. Untuk mencapai tujuan tersebut, perlu
dilaksanakan suatu program pendidikan dan pelatihan secara berkesinambungan.
Hal ini dimaksudkan agar keterkaitan yang baik antara dunia pendidikan dengan
dunia industri dalam hubungan saling membutuhkan, melengkapi dan saling
mendukung proses pencapaian pembangunan.
Fakultas Matematika dan Ilmu Penetahuan Alam (FMIPA) Universitas
Negeri Padang (UNP) merupakan salah satu lembaga pendidikan yang bertugas
menghasilkan tenaga-tenaga profesional dalam bidang supervisi, mengemban
tugas dan amanah sebagai mana yang telah dirumuskan dalam GBHN. Selain itu
juga berupaya melaksanakan program-program pendidikan yang bertujuan
menghasilkan lulusan-lulusan yang tidak saja memahami ilmu pengetahuan dan
teknologi tetapi juga mampu mempraktekkan serta mengembangkannya baik di
dunia pendidikan maupun di dunia industri (usaha).
Salah satu cara untuk memenuhi tujuan di atas Fakultas Matematika Dan
Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Padang (FMIPA UNP) mengirimkan
mahasiswa yang telah memenuhi persyaratan untuk melaksanakan Praktek Kerja
Lapangan (PKL). PKL merupakan suatu perwujudan dari pendidikan sistem
ganda. Maksud dari pendidikan ganda adalah pendidikan yang dilaksanakan pada
dua tempat yaitu di instutisi/lembaga pendidikan dan lembaga yang berada di
masyarakat. Lembaga masyarakat itu bisa berupa industri, instansi badan usaha
atau perusahaan ( BUMN atau BUMS). PKL dilakukan dalam waktu yang
disesuaikan dengan beban kredit semester serta jumlah jam kerja perminggu dari
industri tenpat pelaksanaan PKL.

g   ÀYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYY YYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYY 1Y


c    
 c    Y
Y
PKL merupakan suatu keharusan dalam setiap kurikulum lembaga
pendidikan kejuruan. Di FMIPA UNP, PKL dinyatakan dalam mata kuliah PKL
yang berlaku pada semua jurusan dengan jenjang S1. Dengan pelaksanaan PKL
tersebut diharapkan mahasiswa yang telah menjalaninya mampu memadukan ilmu
pengetahuan yang telah diperoleh di bangku kuliah dengan pengalaman dan
pengetahuan yang didapat di dunia industri atau dilapangan. Dengan demikian
mahasiswa tersebut dapat menyesuaikan diri terhadap perkembangan industri,
yang nantinya dapat dijadikan sebagai salah satu bekal dalam kegiatan yang ada
dilapangan. Selain itu PKL juga dapat melatih mahasiswa beradaptasi dengan
lingkungan industri dan dunia usaha melalui keikut sertaan dalam disiplin kerja
dan mematuhi peraturan yang telah ditetapkan oleh pihak industri.
PKL merupakan jembatan penghubung antara industri dengan lembaga
pendidikan. Bertolak dari fenomena diatas pelaksanaan praktek kerja lapangan
bagi mahasiswa sangatlah penting untuk menambah wawasan didunia industri.
Disamping itu pelaksanaan PKL bertujuan untuk dapat memahami serta mengenal
lebih jauh implementasi disiplin ilmu sesuai dengan program studi yang dijalani.
Lebih dari itu pelaksanaan PKL memberikan masukan kepada mahasiswa dalam
hal menemukan, merekayasa dan mengembangkan objek yang ditemukan di
industri, sehingga nantinya diharapkan bermanfaat bagi pengembangan industri
bagi masyarakat.
Salah satu instansi tempat penulis memadukan ilmu mata kuliah dengan
dunia industri adalah di PT. SEMEN PADANG, dimana teknologi yang ada pada
perusahaan ini seiring dengan perkembangan teknolgi informasi yang
berkembangan pada saat ini. Maksud diadakanya PKL ini adalah memberikan
gambaran kepada mahasiswa mengenai keadaan yang sesunggunya jika berada di
dunia kerja.

1.2Y Tujuan

Kerja Praktek ini dilakukan untuk memenuhi salah satu persyaratan


kurikulum serta syarat kelulusan mahasiswa pada Jurusan Fisika Elektronika dan

g   ÀYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYY YYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYY dY


c    
 c    Y
Y
Instrumentasi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA),
Universitas Negeri Padang (UNP) yang bertujuan untuk :

ëY Melihat dan membandingkan Hal-hal yang telah diterima dibangku kuliah


dengan aplikasi yang ada di lapangan.
ëY Mampu menganalisa dan memecahkan permasalahan yang timbul
dilapangan / industri dengan pendekatan teoritis.
ëY Menambah wawasan dan pengetahuan teknologi secara umum dan
teknologi kendali secara khusus di bidang industri.
ëY Menghasilkan lulusan yang cekatan dan terampil, mampu mengerti dan
memahami tentang dunia kerja.

1.3Y Batasan Masalah

Laporan Praktek Lapangan ini hanya pada Kompresor yang ada


Pengantongan Teluk Bayur Pt Semen Padang.

1.4Y Perumusan Masalah

Masalah yang diteliti dalam laporan Praktek Lapangan ini berkaitan


dengan instrument alat yaitu         
      
     !     "  "#  "$ Pada
Pengantongan Teluk Bayur Pt Semen Padang.

1.5Y Metode Pengumpulan Data

Dalam pembuatan laporan, penulis mengumpulkan data-data umum


dengan beberapa cara, yaitu :

ëY ÷rientasi lapangan, penulis mempelajari dan mencatat cara kerja objek


secara langsung dilapangan.
ëY Studi Literatur, penulis mengumpulkan data melalui buku-buku penunjang
dan data sheet yang berhubungan dengan peralatan tersebut.
ëY Diskusi dengan pembimbing.

g   ÀYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYY YYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYY Y


c    
 c    Y
Y
1.6Y Waktu dan Tempat Pelaksanaan

Praktek Kerja Lapangan ini dilaksanakan selama satu bulan mulai dari
tanggal 19 Juli sampai dengan 18 Agustus d 1 di Pengantongan Teluk Bayur PT.
Semen Padang.

1.7Y Sistematika Penulisan

Dalam laporan ini dibagi menjadi V Bab, dengan pembagian sebagai


berikut :

BAB I PENDAHULUAN

Bab ini berisi tentang latar belakang, tujuan penulisan, batasan


masalah, rumusan masalah, metodologi pengumpulan data. waktu
& tempat pelaksanaan dan sistematika penulisan laporan.

BAB II TINJAUAN UMUM PT.SEMEN PADANG

Bab ini berisi sejarah singkat PT. Semen Padang, misi perusahaan,
struktur organisasi, manajemen perusahaan, proses pembuatan
semen, produk-produk yang dihasilkan, dan kapasitas produksi dari
pabrik PT. Semen Padang.

BAB III KAJIAN PUSTAKA

Pada Bab ini berisi tentang teori - teori dasar mengenai Kompresor
Centac Elektro Pneumatik Dengan Sistem Centac Microkontroler
(CMC) Dan MP Pada Pengantongan Teluk Bayur Pt Semen
Padang.

BAB IV PEMBAHASAN

Pada Bab ini berisikan tentang Pembahasan secara menyeluruh


mengenai Kompresor pada pengantongan Teluk Bayur PT. Semen
Padang, yang meliputi tentang Proses kerja dari kompresor tersebut
sampai sistem Pengontrolanya.

g   ÀYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYY YYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYY Y


c    
 c    Y
Y
BAB V PENUTUP

Pada bab ini berisi tentang kesimpulan dan saran - saran.

g   ÀYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYY YYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYY 6Y


c    
 c    Y
Y
BAB II

TINJAUAN UMUM PT. SEMEN PADANG

2.1 Sejarah Singkat PT. Semen Padang

PT. Semen Padang (Persero) didirikan pada tanggal 18 Maret 191 dengan
nama NV. Naderlandsch Indische Portlandt Cement Maatschappij (NV NIPCM)
yang merupakan pabrik semen tertua di Indonesia. Pabrik yang berlokasi lebih
kurang 16 Km dari pusat kota padang ini mulai beroperasi pada tahun 191
dengan kapasitas produksi dd.9 ton per tahun dan pernah mencapai produksi
tertinggi sebesar 17d. ton pada tahun 199.

Periode selanjutnya ketika Jepang menguasai Indonesia pada tahun 19d


sampai tahun 196, pabrik semen ini diambil alih oleh Manajemen Asano Cement
Jepang. Ketika terjadi proklamasi kemerdekaan tahun 196, pabrik ini diambil
alih oleh karyawan Indonesia dan selanjutnya diserahkan kepada pemerintah
Republik Indonesia dengan nama Kilang Semen Indarung.

Pada saat terjadi agresi militer Belanda I tahun 197, Belanda kembali
masuk Indonesia dengan membonceng tentara sekutu. Akibatnya pabrik kembali
dikuasi Belanda dan berganti nama NV Padang Portlandt Cement Maatschappij.
Kemudian tanggal 6 Juli 1968 berdasarkan PP no. 6 tahun 1968 tentang penentuan
perusahaan Perindustrian dan Pertambangan milik Belanda yang dikenal dengan
Nasionalisasi, NV PCM dinasionalisasikan dan selanjutnya ditangani oleh Badan
Pengelola Perusahaan Industri dan Tambang (BPAPPIT) Pusat.

Setelah tiga tahun dikelola oleh BAPPIT pusat, berdasarkan Peraturan


Pemerintah No. 16 tahun 19P1 status perusahaan diubah menjadi Perusahaan
Negara (PN). Kemudian pada tahun 1971 melalui PP No. 7 ditetapkan bahwa
status Semen Padang menjadi Persero (PT) yang modal seluruhnya dikuasai oleh
pemerintah Republik Indonesia. Berdasarkan surat Mentri Keuangan Republik
Indonesia No. S-dP/ MK. 1P/ 1996 tanggal 6 Juni 1996, pemerintah melakukan
konsolidasi atas tiga buah pabrik milik pemerintah yaitu PT. Semen Padang, PT.

g   ÀYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYY YYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYY PY


c    
 c    Y
Y
Semen Gresik, PT. Semen Tonasa yang terealisasi tanggal 16 September 1996
menjadi Gresik Group.

Perkembangan selanjutnya perusahaan meningkatkan kapasitas produksi


dengan optimalisasi Indarung I dan pembangunan pabrik baru Indarung II, IIIA,
IIIB dan IIIC. Terhitung mulai tanggal 1 januari 199. Kapasitas terpasang PT.
Semen Padang meningkat menjadi .d7 . ton pertahun.

Pabrik Indarung I sebagai pabrik tertua yang menggunakan proses basah


sekarang sudah tidak dioprasikan lagi mengingat efisiensi dan langkanya suku
cadang peralatannya, akan tetapi masih dirawat dengan baik. Pabrik Indarung II
mulai dibangun tahun 1977 dan selesai tahun 198 . Setelah itu berturut-turut
dibangun Pabrik Indarung IIIA (1981-198) dan Indarung IIIB (Selesai tahun
1987). Pabrik Indarung IIIC dibangun oeh PT. Semen Padang tahun 199.
Kemudian dalam perkembangannya Pabrik Indarung IIIA akhirnya dinamakan
dengan pabrik Indarung III sedangkan Indarung IIIB dan IIIC yang menggunakan
satu kiln yang sama diberi nama diberi nama Pabrik Indarung IV. Dengan
diresmikannya Pabrik Indarung V pada tanggal 1P Desember 1998, maka
kapasitas produksi meningkat menjadi 6.67 . ton semen per tahun.

2.2 Misi Perusahaan

PT. Semen Padang sebagai Bada Usaha Milik Negara (BUMN)


mempunyai misi sebagai berikut :

1.Y Sebagai sumber penerimaan negara dalam bentuk berbagai pajak serta
balas jasa berupa deviden kepada pemilik, karena isi perusahaan
beroperasi sebagai unit ekonomi dengan cirri-ciri berorientasi kepada laba,
efisiensi, bersaing tangguh dan berkembang.
d.Y Memproduksi barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan masyarakat
sesuai dengan rencana yang dituangkan dalam PELITA dan berperan serta
sebagai stabilisator ekonomi.
.Y Sebagai aparatur penggerak pembangunan yang implementasinya dapat
dilakukan dengan pembangunan unit usaha pokok dan pengembangan unit

g   ÀYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYY YYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYY 7Y


c    
 c    Y
Y
usaha sampingan baik secara mandiri maupun bekerjasama dengan
instansi atau perusahaan lain.
.Y Melakukan usaha-usaha peningkatan kemampuan golongan ekonomi
lemah dengan pengembangan industry kecil baik hilir maupun hulu dan
meningkatkan atau memperluas kesempatan kerja.
6.Y Sebagai penggerak pengembangan wilayah karena kaitan-kaitan gandanya.
P.Y Sebagai media alih teknologi maju maupun pengembangan kemampuan
rancang bangun dan perekayasaan.

Dalam mencapai misi tersebut serta menunjang pertumbuhan ekonomi dan


meningkatkan ekspor nonmigas, maka perusahaan terus meningkatkan produksi
dengan cara pengembangan dan pendirian pabrik baru.

2.3 Struktur Organisasi

Struktur organisasi PT. Semen Padang sering mengalami perubahaan


sesuai dengan tuntutan perkembangan dan kemajuan perusahaan. Struktur
organisasi dapat dilihat pada lampiran. Struktur organisasi tersebut diatur dalam
Surat Keputusan Direksi No. 91/ SKD/ DESDM/ 6/d  pada tanggal 1 Mei
d .

Struktur organisasi PT. Semen Padang jika dikelompokkan berdasarkan


tugas dan wewenang adalah sebagai berikut :

x  
 

Dewan komisaris dipilh dalam rapat umum pemegang saham (RUPS).


Tugas dewan ini secara umum adalah sebagai dewan pengarah (steering
committee) dan tempat berkonsultasi bagi direktur dalam mengambil keputusan.

x x


Dewan Direksi terdiri dari Direktur Utama yang dibantu oleh  (empat)
orang direktur yaitu Direktur Pemasaran, Direktur Produksi, Direktur Litbang dan
Direktur Keuangan. Direktur Utama merupakan orang yang paling bertanggung
jawab terhadap seluruh aktifitasnya, Direktur Utama dibantu oleh direktur-

g   ÀYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYY YYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYY 8Y


c    
 c    Y
Y
direktur yang dibawahi oleh beberapa departemen serta dibantu oleh staf ahli
bagian pengawasan intern serta program-program pengendali mutu dan lembaga-
lembaga penunjang lainnya. Adapun depertemen yang dibawahi oleh keempat
direktur tadi masing-masing adalah :

1.Y Direktur Pemasaran yang membawahi :


 Y Depertemen Penjualan,
 Y Departemen Perencanaan dan Pengembangan Pemasaran
 Y Departemen Distribusi dan Transportasi
d.Y Direktur Produksi yang membawahi :
 Y Departemen Tambang,
 Y Depertemen Produksi II/III,
 Y Departemen ÷perasi IV,
 Y Departemen ÷perasi V,
 Y Departemen Utilitas.
.Y Direktur Litbang dan ÷perasi :
 Y Departemen Penelitian dan Pengembangan,
 Y Departemen Rancang Bangun dan Rekayasa,
 Y Departemen Jaminan Kualitas dan Perwakilan Manajemen/ MR,
 Y Departemen Perbekalan.
.Y Direktur Keuangan yang membawahi :
 Y Departemen Perbedaharaan,
 Y Departemen Akuntansi dan Keuangan,
 Y Departemen Sumber Daya Manusia,
 Y Depertemen Sistem Informasi (SISF÷).

Selain departemen yang disebutkan diatas, Dewan Direksi juga dibantu


oleh badan setingkat departemen yang memiliki tanggung jawab langsung
terhadap Dewan Direksi yaitu

1.Y Satuan Pengawas Intern


d.Y Sekretaris Perusahaan.

Keduanya bertanggung jawab langsung terhadap Direktur Utama.

g   ÀYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYY YYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYY 9Y


c    
 c    Y
Y
Keempat direktur yang telah disebut diatas bertindak sebagai pengelola
langsung (Dewan Direksi). Untuk operasionalnya, masing-masing dibantu oleh
karyawan yang dibagi atas (Devisi Pabrik, d P) :

1.Y Karyawan Tetap:


 Y Staf, sabagai kepala departemen, biro, dan kepala bidang
 Y Non Staf, sebagai kepala regu (asisten supervisor) sebagai
penanggung jawab distribusi dan kelancaran kerja di tiap seksinya
beserta bawahannya.
d.Y Karyawan Harian:
Karyawan yang tidak memiliki nomor induk pegawai perusahaan dan
masa kerja seharian.
.Y Karyawan Honor:
Sama dengan karyawan harian tetapi kedudukannya lebih dan waktu kerja
yang sama.

2.4Y Manajemen Perusahaan

Dalam Mengelola suatu perusahaan agar dapat berjalan dengan baik, maka
diperlukan unsure manajerial yang terstruktur dan terprogram. Nantinya, system
manajemen inilah yang akan menjalankan Perusahaan.

Sistem manajemen ditentukan oleh pengambil keputusan atau pimpinan


perusahaan yang akhirnya akan melahirkan keputusan yang bijaksana bagi
jalannya perusahaan.

Secara garis besar fungsi manajeman itu dapat dibagi atas :

ëY Planning (perencanaan)
Planning merupakan fungsi manajemen untuk melaksanakan tujuan dan
program perusahaan. Setiap kegiatan yang tercapai atau dilaksanakan
harus dibuat lebih dahulu oleh perusahaan. Pada PT. Semen Padang
perencanaan dibuat oleh pemimpin, sedangkan perencanaan yang sifatnya
kecil dilaksanakan oleh masing-masing unit.

g   ÀYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYY YYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYY 1 Y


c    
 c    Y
Y
ëY ÷rganizing (pengorganisasian)
Struktur organisasi merupakan kelengkapan perusahaan dimana
didalamnya tergambar tingkat, tanggung jawab, tugas dan wewenang yang
jelas. ÷rganisasi merupakan gabungan dari beberapa orang yang
terkoordinir untuk mencapai tujuan pembagian tugas.
ëY Actuating (penggerakan)
Actuating merupakan suatu usaha penggerakan yang dipimpin oleh
seorang pemimpin perusahaan terhadap bawahannya. jadi disini yang
menjadi fokusnya adalah manusia yang dikenal secara luas dengan
hubungan silahturahmi antar manusia. Di PT. Semen Padang hal ini
direalisasikan dengan baik melalui koperasi karyawan, siraman rohani,
dharma wanita karyawan dan lain-lain.
ëY Controlling (pengawasan)
Controlling merupakan tindakan yang harus dilaksanakan oleh seorang
pemimpin perusahaan untuk menjaga agar tidak terjadi penyimpangan
penyelewengan tugas dan wewenang dari yang telah ditetapkan. Pengawas
di PT. Semen Padang dilakukan di semua unit perusahaan secara ketat.

2.5Y Proses Pembuatan Semen

Ada dua macam proses produksi semen yang dipergunakan di PT. Semen
Padang, yaitu proses basah %  #dan proses kering   #&Sejak
pabrik Indarug I ditutup, proses basah tidak dilakukan lagi oleh PT. Semen
Padang. Secara garis besar proses pembuatan semen terdiri atas lima tahapan yaitu
:

1.Y Tahap penambangan dan penyimpanan bahan mentah.


d.Y Penggilingan dan pencampuran bahan mentah.
.Y Homogenisasi campuran bahan mentah.
.Y Pembakaran.
6.Y Penggilingan Akhir.

g   ÀYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYY YYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYY 11Y


c    
 c    Y
Y

Penamba Penggilingan Penggilin


Pembakaran gan Akhir
ngan (RAW (Kiln)
MIIL) (Cement

Gambar 1. Diagram Tahapan Pembuatan Semen

d  Y    

Ada lima material dasar semen yaitu :

ëY Batu kapur c ! #  8 


ëY Batu Silika ! ! # 1 
ëY Tanah Liat  # 8
ëY Pasir Besi  '# d
ëY Gypsum (ditambahkan setelh penggilingan)
&Y   
Batu kapur merupakan sumber kalsium oksida (Ca÷) dan kalsium dan
kalsium karbonat (CaC÷). Batu ini diambil dari bukit Karang Putih. Tahap
penambangan batu kapur ini adalah sebagai berikut :
1)Y Shipping, yaitu pengupasan atau pembukaan lapisan kerak dari batu
bukit karang sehingga diperoleh lapisan batu kapur.
d)Y Borring, yaitu pengeboran dengan menggunakan alat srewler drill
dan drill master dengan tenaga udara tekan dari kompresor.
Pengeboran lubang dengan diameter 6,6 inchi ini digunakan untuk
menanamkan peledak.
)Y Blasting, yaitu proses peledakan dengan menggunakan dinamit dan
bahan pencampur berupa ammonium nitrat dan fuel oil  #.
)Y Dozing, yaitu proses pengumpulan batu kapur yang telah diledakkan
menggunakan dozer untuk selanjutnya ditransportasikan ketempat
penampungan.

g   ÀYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYY YYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYY 1dY


c    
 c    Y
Y
6)Y Chrusing, yaitu memperkecil ukuran material sampai ukuran yang
dikehendaki. Proses ini langsung dilakukan diarea penambangan.
P)Y Pengiriman material kesilo penampungan. Transportasi material
menggunakan ^ ( &
&Y  

Material ini merupakan sumber Silisium ÷ksida (Si÷d ) dan Alumunium
÷ksida (Ald ÷). Material ini ditambang di Bukit Ngalau. Penambangannya
dilakukan tanpa bahan peledak tetapi diruntuhkan dengan menggunakan
  (  dan dibawa ke )  dengan )   '  atau ' 
dan kebutuhannya adalah sekitar 9 ± 1  dari kebutuhan bahan mentah.
$&Y   )c 
Tanah Liat merupakan sumber Aluminium ÷ksida (ALd÷ ) dan Iron ÷ksida
(Fed ÷ dan Fe÷). Tanah liat ditambang disekitar pabrik (Bukit Atas) dan
diambil dengan menggunakan * (  dan ditransportasikan dengan '
dan kebutuhannya adalah 8 ± 9 dari total kebutuhan bahan mentah.

&Y   
Pasir Besi mempunyai ÷ksida utama berupa Fed ÷ yang kebutuhannya
hanya sekitar 1 ± d dari total kebutuhan bahan mentah. PT. Semen Padang
tidak memiliki area tambang pasir besi, jadi untuk memenuhi kebutuhan
akan pasir besi, PT. Semen Padang didatangkan dari Pulau Bali dan Negara
Brazil.
&Y u
Gypsum merupakan sumber utama CaS÷ Hd ÷. Material ini dipakai sebagai
penahan agar semen tidak cepat mengering dan mengeras. Kebutuhan
Gypsum untuk PT. Semen Padang didatangkan dari Gresik, Australia, atau
Thailand.
2.5.2Y   

Pada tahap ini bahan baku yang telah dipersiapkan dalam komposisi
tertentu digiling sampai mencapai kehalusan tertentu. Proses ini dilakukan dalam
g + " atau tromol tanah. Cara Penggilingan ini ada dua yaitu penggilingan

g   ÀYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYY YYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYY 1Y


c    
 c    Y
Y
basah dan penggilingan kering. Hal ini yang membedakan pembuatan semen
proses basah dan proses kering.
1.Y Penggilingan Basah
Campuran bahan mentah digiling dalam  +  dengan menambahkan air
dalam jumlah tertentu, biasanya  ±  . Penggilingan dilakukan dengan
grinding media, yaitu berupa bola-bola baja berdiameter  mm ± 9 mm.
Mill berarti berputar, maka terjadilah pukulan antar grinding. Campuran
bahan mentah yang telah menjadi cairan keluar dari  + disebut .
Agar slurry yang dihasilkan lebih homogen maka padanya dilakukan proses
homogenizing secara mekanik atau menggunakan udara tekan dalam bak
penampungan.
d.Y Penggilingan Kering
Dalam proses ini material yang digiling dikeringkan terlebih dahulu sampai
material mengandung kadar air yang diizinkan. Pengeringan dilakukan
sebelum penggilingan ' '  ' # atau selama proses penggilingan
bahan mentah '  '  ' #. Untuk mengeringkan dipakai gas
panas yang keluar dari Kiln, gas buang dari disel atau gas panas dari alat
yang disebut )    & Campuran bahan mentah yang sebelumnya
mengandung P ± 11 setelah penggilingan menjadi ,8. Bubuk ini lazim
disebut  +*  + #&

2.5.3Y Pembakaran

Tujuan utama proses pembakaran ini adalah untuk menghasilkan reaksi


kimia dan pembentukan senyawa diantara oksida-oksida yang terdapat pada bahan
mentah. Pembakaran ini dilakukan sampai mencapai suhu antara 16 Ë -
18 Ë. Pada proses pembakan ini terjadi beberapa tahapan :

1.Y Pengeringan ,  )  )#


d.Y Pemanasan awal  -)  #
.Y Kalsinasi   #
.Y Pemijaran   #

g   ÀYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYY YYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYY 1Y


c    
 c    Y
Y
6.Y Pendinginan  #

Proses pembakaran dilakukan dengan sebuah alat yang disebut dengan

& Kiln ini berbentuk silinder dengan diameter mencapai 6 m dan panjang
sampai 8 m dengan kemiringan .. Kiln ini dilapisi dengan batu tahan api
setinggi lebih kurang d cm karena sel hanya berupa baja biasa. Kiln ini berotasi
selama pembakaran agar material terbakar merata. Bahan bakar untuk
pembakaran ini adalah batu bara yang dijadikan serbuk. Raw meal atau slurry
yang telah mengalami pemijaran di dalam Kiln selanjutnya didinginkan didalam
cooler. Material yang keluar dari kiln disebut 
  dengan temperature
mencapai 1 Ë .

d    

Pada tahap ini klinker yang telah didinginkan dalam silo ditumpahkan
dalam bersama gypsum ke dalam    . Di dalam alat ini, klinker yang
berukuran 1- mm digiling bersama gypsum sampai mencapai kehalusan
tertentu dengan menggunakan grinding media dari bola baja. Semen yang
dihasilkan selanjutnya disimpan dalam silo semen untuk siap dikangtongkan atau
ditransportasikan. Mutu dan pengontrolan kualitas semen dilakukan di
laboratorium dengan analisa sinar X memakai  / &

d  Y  

Proses pengantongan dilakukan sesuai dengan distribusi yang dibutuhkan.


Jadi tidak ada penumpukan atau gudang semen yang dilakukan oleh pabrik ini.
Semen yang diambil dari silo semen langsung menuju unit pengantongan dengan
alat transportasi  '  ( & Setelah dikantongkan langsung dibawa
dengan ^ (  ke atas truk maupun ke kapal. Ada delapan unit packer di
pabrik ini, d unit di Indarung I, P unit di Packing Plant Indarung dan  Unit di
Teluk Bayur (1 Unit merupakan     dengan kapasitas 8 ton per jam). 

g   ÀYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYY YYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYY 16Y


c    
 c    Y
Y

Gambar d. ProsesPembuatan Semen

d Y Produk-Produk yang dihasilkan

d   
    


Merupaka perekat hidrolis yang dihasilkan dengan cara menggiling terak


atau klinker yang kandungan utamanya kalsium silikat dan digiling bersama-sama
dengan bahan tambahan yaitu berupa Kristal senyawa kalsium sulfat.

Semen Portland ini terdapat lima tipe dengan spesifikasi :

1.Y Semen Portland tipe I


 Y Standar
ëY Standar Nasional Indonesia : SNI 16-d 9-d 
ëY American Society for Testing and Materials : ASTM C 16 - 6
ëY British Standard : BS 1d78/89/91
ëY Japanese Industrial Standard : JIS R-6d1 -1981

g   ÀYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYY YYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYY 1PY


c    
 c    Y
Y
 Y Spesifikasi untuk pemakaian umum seperti bangunan yang tidak
memerlukan persyaratan khusus seperti rumah pemukiman, gedung-
gedung sekolah dan perkantoran, bangunan pabrik dan gedung
bertingkan dan lain-lain.
d.Y Semen Portland tipe II
 Y Standar
ëY Standar Nasional Indonesia : SNI 16-d 9-d 
ëY American Society for Testing and Materials : ASTM C 16 - 6
 Y Spesifikasi tahan terhadap sulfat sedang panas hidrasi sedang,
misalnya untuk bangunan ditepi laut, bangunan di bekas rawa,
saluran irigasi beton massa untuk dam-dam dan landasan jembatan
serta bangunan pengolahan limbah.
.Y Semen Portland tipe III
 Y Standar
ëY Standar Nasional Indonesia : SNI 16-d 9-d 
ëY American Society for Testing and Materials : ASTM C 16 - 6
 Y Spesifikasi dipakai pada bangunan yang memerlukan konstruksi
kekuatan tekan awal tinggi seperti bangunan bertingkat, beton pra
cetak dan pra tekan serta bangunan dalam air yang tidak memerlukan
ketahanan sulfat.
.Y Semen Portland tipe IV
 Y Standar
ëY Standar Nasional Indonesia : SNI 16-d 9-d 
ëY American Society for Testing and Materials : ASTM C 16 - 6
 Y Spesifikasi untuk bangunan yang tahan panas hidrasi rendah seperti
instalasi pengolahan limbah dan konstruksi dalam air.
6.Y Portland Pozolan Cement (PPC)
 Y Standar
ëY Standar Nasonal Indonesia : SNI 16-  d-d 
ëY American Society for Testing and Materials : ASTMC 696- 6
 Y Merupakan produk baru yang digunakan untuk bangunan rumah
pemukiman perkantoran dan lain-lain yang tidak memerlukan

g   ÀYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYY YYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYY 17Y


c    
 c    Y
Y
persyaratan khusus. Kualitas produk ini tidak kalah dengan produk
semen tipe I dan tipe SMC. Produk ini memakai pasir pozzolan yang
didatangkan dari Pariaman.

d  d    

 Y Standar
ëY Standar Nasional Indonesia : SNI 16 ±   ± 199d
ëY American Petroleum Institute : SPEC 1 A ± d d
 Y Jenis ÷WC yang diproduksi oleh PT. Semen Padang adalah class G-
HSR yaitu jenis semen yang digunaka untuk pembuatan sumur minyak
dengan kedalaman 8 kaki dan tahan terhadap sulfat tinggi.
d  Y 
  
   
 Y Standar
ëY Standar Nasional Indonesia : SNI 16 ± 6 ±d 
ëY American Society for Testing and Materials : ASTM C 91- 6
 Y Semen ini termasuk tipe Semen Portland Campur yang digunakan
untuk konstruksi ringan dengan kuat tekan karakteristik (fc) setinggi-
tingginya d Mpa (d kg/cm) pada umur d8 hari.

Selain semen diatas, PT. Semen Padang juga menghasilkan tipe semen
lain diantaranya tipe semen CEM d,6 R-NA dan tipe CEM d,6 R-NA (keduanya
diekspor kejerman), dan tipe CEM 6d,6 R-NA yang di ekspor ke Amerika. Semen
ini umumnya digunakan untuk bangunan dengan spesifikasi kuat tekan awal
tinggi dan memiliki tingkat penyusutan yang rendah. Biasanya digunakan untuk
bangunan bertingkat dan landasan pacu pesawat.

d Y Kapasitas Produksi

Ketika diambil alih pada tahun 1968, perusahaan hanya memeiliki kapasitas
terpasang rata-rata 16. ton per tahun. Pada tahun 197 dan tahun 197
dilakukan rehabilitasi I dan II dalam upaya untuk meningkatkan kapasitas pabrik
menjadi  . ton per tahun dengan membangun pabrik Indarung II (1977-
198 ) dan setelah itu berturut-turut dibangun Pabrik Indarung IIIA (1981-198)

g   ÀYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYY YYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYY 18Y


c    
 c    Y
Y
dan Pabrik Indarung IIIB yang selesai pada tahun 1987. Pabrik Indarung IIIC
dibangun oleh PT. Semen Padang dengan system ! +    dan selesai pada
tahun 199. Pabrik Indarung IIIA yang akhirnya disebut dengan Pabrik Indarung
III dan Pabrik Indarung IIIB dan Indarung IIIC dinamakan dengan Pabrik
Indarung IV.

PT. Semen Padang saat ini mempunyai kapasitas terpasang sebesar


6.d . ton semen per tahun dengan 6 unit pabrik, antara lain :

ëYPabrik Indarung I : Tidak Beroperasi


ëYPabrik Indarung II : PP . Ton/ tahun
ëYPabrik Indarung III : PP . Ton/ tahun
ëYPabrik Indarung IV : 1.Pd . Ton/ tahun
ëYPabrik Indarung V : d. . Ton/ tahun

Total : 5.240.000 Ton/ tahun

g   ÀYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYY YYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYY 19Y


c    
 c    Y
Y
BAB III

SISTEM KELISTRIKAN PT.SEMEN PADANG

3.1Y Kebutuhan Listrik PT. Semen Padang

PT. Semen Padang yang terdiri dari lima pabrik dan area penambangan
dalam operasionalnya membutuhkan energy listrik yang cukup besar. Selain untuk
penerangan dan kantor pusat, sebagian besar energy listrik itu digunakan untuk
proses produksi.

Total energy listrik yang dibutuhkan oleh PT. Semen Padang sekitar 9,98
MW yang terdiri dari 1,d MW untuk operasional non pabrik dan sekitar 9,P MW
untuk operasional pabrik.

Tabel 1: Kebutuhan Energi Listrik PT. Semen Padang

No. Pabrik Daya (MW)

1 Pabrik Indarung I d,

d Pabrik Indarung II 11,71

 Pabrik Indarung III 1d,P9

 Pabrik Indarung IV dP,8

6 Pabrik Indarung V 8,P

P Tambang 1,87

7 Non Pabrik 1,d

Total ×× 

g   ÀYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYY YYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYY d Y


c    
 c    Y
Y
3.2Y Sumber Energi Listrik PT. Semen Padang

Energy listrik yang dikonsumsi PT. Semen Padang pada awalnya disuplai
dari pembangkit sendiri berupa PLTA dan PLTD. Seiring dengan perkembangan
pabrik dan kemajuan teknologi, maka kebutuhan tenaga listrik meningkat dengan
cepat dan tidak dapat dipenuhi secara swadaya oleh perusahaan. Untuk itu, PT.
Semen Padang melakukan kerja sama dengan PT. PLN (Persero).

 d  
   
  


Konsumsi daya listrik PT. Semen Padang yang dikontrak dari PLN saat ini
sebesar 9 MVA yang digunakan untuk menjalankan proses produksi di
pabrik Indarung II sampai Indarung V dan tambang. Untuk itu PLN
mensuplai listrik dari ÷mbilin dan Solok I yang ditransmisikan dengan
menggunakan saluran udara 16 kV.
Untuk keandalan system, maka kedua system tersebut telah
diinterkoneksikan agar suplai tidak terputus jika terjadi gangguan pada
salah satu suplay tenaga tersebut. Untuk memudahkan pengaturan dan
pelayanan maka di PT. Semen Padang dibuat dua gardu Induk yakni :
ëY u
 u
GI PLN digunakan untuk mensuplai kebutuhan listrik pada pabrik
Indarung I sampai dengan Indarung IV dan tambang. GI PLN
memepunyai kapasitas terpasang sebesar d x  MVA yang berasal
dari transmisi 16 kV d x d MVA dari transmisi d kV. Kapasitas
terpasang d x d MVA digunakan untuk ^ - atau cadangan bila
terjadi ^  atau gangguan pada suplai d x  MVA transmisi 16
kV.
Sebelum didistribusikan, tegangan 16 kV dari GI PLN dturunkan
menjadi P, kV dengan menggunakan trafo  '+ 16 kV/ P, kV
dan d kV/ P,kV untuk transmisi d kV.GI PLN terbagi menjadi 1
feeder, yaitu :
•Y Feeder I Raw Mill Indarung IV
•Y Feeder II Cement Mill IIIB Indarung IV

g   ÀYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYY YYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYY d1Y


c    
 c    Y
Y

•Y Feeder III Raw Mill Indarung II


•Y Feeder IV Raw Mill Indarung IIIA
•Y Feeder V Cement Mill Indarung II
•Y Feeder VI Cement Mill Indarung IIIA
•Y Feeder VII Raw Mill Indarung IIIB
•Y Feeder VIII Silika Crusher
•Y Feeder IX Kiln Indarung II
•Y Feeder X Cement Mill Indarung IIIC
•Y Feeder XI Kiln Indarung IIIA
•Y Feeder XII Panel PLTD II
•Y Feeder XIII Lime Stone Crusher (LSC)

ëY u
    u 

GI PTSP memiliki kapasitas terpasang sebesar  x  MVA dari


transmisi 16 kV. GI PTSP hanya digunakan untuk memenuhi
kebutuhan tenaga listrik Indarung V, yaitu meliputi Raw Mill, Coal
Mill, Cement Mill dan Tambang. Seperti PLN, sebelum didistribusikan
tegangan diturunkan dengan trafo  '+ 16 kV/ P, kV. GI PTSP
terbagi dalam 16 Feeder yakni :

•Y Feeder XIV Raw Mill Substation 168


•Y Feeder XV Vertical Mill I 8.1
•Y Feeder XVI Vertical Mill I 8.d
•Y Feeder XVII LS dan SS to storage (tambang)
6TB1
•Y Feeder XVIII Kiln Indarung IV (W)
•Y Feeder XIX Accessories GI
•Y Feeder XX ESP Dept. d8
•Y Feeder XXI CCR dan Kiln Substation 71
•Y Feeder XXII Cooler Substation 8
•Y Feeder XXIII Substation 8.d

g   ÀYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYY YYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYY ddY


c    
 c    Y
Y

•Y Feeder XXIV RFaw Mill R


•Y Feeder XXV Coal Mill Substation P8
•Y Feeder XXVI Cement Mill I Dept. 68.1
•Y Feeder XXVII Cement Mill II Substation 68.d
•Y Feeder XXVIII Cement Sillo Substation Pd8

 d dY  !  



Sumber tenaga listrik sendiri yang dimiliki oleh PT. Semen Padang hanya
menyediakan kebtuhan listrik bagi Kiln Indarung IV, dan non pabrik.
Berdasrkan tenaga pembangkitnya, pembangkit sendiri yang dimiliki oleh
PT Semen Padang terdiri dari :

Gambar 1 . Skema Pembangkit Listrik Sendiri PT. Semen Padang

ëY Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA)


 Y cg   
c g     memperoleh sumber air dari !  c^
   dan !     . Kedua sumber ini bertemu pada
dam   untuk diarahkan ke kanal yang panjangnya 1,6 km
menuju bak penampungan sebagai tempat pengendapan pasir dan
krikil. Kemudian dari bak penampungan ini, air tersebut
diteruskan ke rumah pembangkit + 0 # terdiri dari turbin

g   ÀYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYY YYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYY dY


c    
 c    Y
Y
dan generator. cg    memiliki dua generator dengan
kapasitas terpasang 2 x 690 kVA dengan tegangan yang
dibangkitkan 3 kV.

2.Y c 


  
c
  memperoleh sumber air dari !  '  1 )
dan !   '  
) yang bertemu pada     
untuk diarahkan ke kanal yang panjangnya sekitar ,d km menuju
bak penampungan. c
   memiliki 4 generator dengan
kapasitas terpasang 3 x 690 kVA dengan tegangan yang
dibangkitkan 3 kV, dan 1 x 5000 kVA denga tegangan yang
dibangkitkan 6 kV.
ëY Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD)
1.Y PLTD I (Pabrik Indarung I)
Terdiri dari enam unit generator dengan kapasitas terpasang  x
P kVA, 1 x d kVA, dan d x  kVA. Dengan tegangan
yang dibangkitkan  kV.
2.Y PLTD II (Pabrrik Indarung II)
terdiri dari tiga unit generator dengan tenaga listrik yang
dihasilkan sebesar 3 x 6250 kVA. Tenaga listrik yang dihasilkan
oleh cg   ditransmisikan dengan tegangan 3 kV ke
rel 3 kV c  2 dengan panjang saluran transmisi 1 m.
Sedangkan tenaga listrik yang dihasilkan oleh c
  
dengan tegangan 3 kV dinaikkan dengan menggunakan  3 
 3 kV / 20,9 kV. Sedangkan generator baru dinaikkan
tegangannya menggunakan  3  6,3 kV/ 20,9 kV menjadi
20 kV yang kemudia dihubungkan dengan ^^  20 kV.
Selanjutnya ditransmisikan    6,3 kV c 22 dengan panjang
saluran transmisi 76 m dimana sebelum dihubungkan dengan
rel 6,3 kV c  22 tegangan diturunkan dengan  3   '+
20,9 kV / 6,3 kV kemudian dari rel 3 kV c  2 dinaikkan
tegangannya menggunakan  3    3 kV / 6,3 kV menjadi

g   ÀYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYY YYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYY dY


c    
 c    Y
Y
6,3 kV yang selanjutya dihubungkan dengan rel 6,3 kV c 22.
Dari ^ ^  6,3 kV c  22 energy listrik didistribusikan
menjadi 6 3 ' , yaitu 3 '  2 ke 2'   222,  '  22 ke
  , 3 ' 222 ke 2'  22, 3 ' 24 ke 2'  222
dan 3 ' 4 ke 2'  222.

3.3Y Pendistribusian Energi Listrik Ke Beban

Suply Energi Listri ke pabrik di PT. Semen Padang berasal dari GI Semen
Padang dengan tegangan input 6,3 kV Melalui HTDB 0 )  
^ '# yang terdapat pada masing-masing departemen.

3.3.1  

Untuk melayani pengunaan ^^  tegangan tinggi dan tegangan


rendah. Busbar yang digunakan untuk melayani beban terbuat dari
tembaga dengan bentuk lempengan yang dipasang sepanjang HTDB,
MDB dan MCC serta dilengkapi oleh  &

3.3.2  x    x 


!



Untuk melayani beban bertegangan tinggi berupa trafo dan motor.


HTDB dipasang pada masing-masing departemen di PT. Semen Padang
dengan kapasitas 6,3 kV yang tersusun atas beberapa ^  yang
dilengkapi dengan peralatan proteksi baik untuk  maupun
untuk beban.

3.3.3 x x 


!



   Beban berteganga rendah sebesar 380 V dilayani melalui MDB dengan


supply dari HTDB yang diturunkan menggunakan trafo 6,3 kV / 380 V.
Beban dari MDB adalah berupa MCC dan motor bertegangan rendah
dengan kapasitas daya 76 kW sampai dengan 16 kW. MDB terdiri dari
beberapa section yang berisikan peralatan proteksi untuk beba, baik
motor maupun MCC.

g   ÀYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYY YYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYY d6Y


c    
 c    Y
Y
3.3.4  

 


MCC digunakan untuk melayani beban berupa motor dengan daya kecil
dari 90 kW, welding dan penerangan. MCC terdiri dari beberapa
komponen yang berisikan alat proteksi untuk masing-masing beban.

3.3.5 




CB digunakan untuk alat penghubung dan pemutus beban. Jenis yang


digunakan lebih banyak dari jenis  4 dan !& 4  dan
! merupakan media yang digunakan untuk meredam busur api yang
terjadi saat CB memutuskan arus yang tinggi.

3.4 Pengertian Analisis

Terdapat beberapa pengertian analisis, yaitu:


1.Y Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (d d:)
³Analisis adalah penguaraian suatu pokok atas berbagai bagiannya dan
penelaah bagian itu sendiri serta hubungan antar bagian untuk
memperoleh pengertian yang tepat dan pemahaman arti keseluruhan´.
d.Y Menurut Komaruddin (d 1: 6)
³Analisis adalah kegiatan berpikir untuk menguraikan keseluruhan
menjadi komponen sehingga dapat mengenal tanda-tanda komponen,
hubungannya satu sama lain dan fungsi masing-masing dalam satu
keseluruhan yang terpadu´.

3.5. Kompresor

Kompresor adalah alat untuk memompa bahan pendingin (refrigeran) agar


tetap bersirkulasi di dalam sistem. Fungsi dari kompresor adalah untuk menaikan
tekanan dari uap refrigeran sehingga tekanan pada kondensor lebih tinggi dari
evaporator yang menyebabkan kenaikan temperatur dari refrigeran.

Kompresor dirancang dan diproduksi untuk dapat dipakai dalam jangka


waktu yang lama, karena kompresor merupakan jantung utama dari sistem

g   ÀYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYY YYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYY dPY


c    
 c    Y
Y

i i 
i 
   j  
it ii   t  i  ii
t t 
   
  
 t    ij l  i 
 
l  ii li 


  i t   i
 
 i    l i

t          i  t     t
t  
   i t   t  titi i   
      
  t
t 
 i
   


 j  
t  l i  
il     

  i   i
  i  t  
   t 
  
l
   i
 t  t  li
ti i it   t  
   t  l  l i i j i
  t
tli  ji 
  i
    t   li il
it  t 
t 

3.6. Jeni ± jeni Kompresor

  
 ii  j i  j i it   
   
i  iti     i
ti
  d

 d  i
!"#$d%%& 

g  
  ÀYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYd Y

c    
 c    Y
Y

  j i      j l  t   i  t
 l 
   
i   l    i      

 i t t  tt t  i  ili l  


t  t 
li  tt
 t    ii
 t  
 l  


 i  i  i   i 
t  t li  t 
    ti      i
ll   
t
  
t   
 tti i$ i
t    j i it   
  
i
ll    
 l   t 33    
 j i  i  i
 ti l  t  i  (  i
ll   t        t li 
  t  t    i it 

3.6.1. Kompresor p "  



i it i l  j i:     
t/ 

3.6.1.1. Kompresor  

"i l  i ti 


   
li    i  
t   
ii  
i ti i
j 

ti


     titi i  li  l tt


i  t 
  i  t  
 l   tt t  

it 


i l l   t 
 
t 
l  
ti   t 

 & 
  li t 
   i  li

g  
  ÀYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYd'Y

c    
 c    Y
Y
Kompresor     tersedia dalam berbagai konfigurasi;
terdapat empat jenis yang paling banyak digunakan yaitu horizontal,
vertical, horizontal ^   - ', dan tandem. Jenis kompresor
   vertical digunakan untuk kapasitas antara 6 ± 16 cfm.
Kompresor horisontal ^     ' digunakan pada kapasitas
antara d ± 6 cfm untuk desain multitahap dan sampai 1 ,
cfm untuk desain satu tahap (Dewan Produktivitas Nasional, 199).

Kompresor udara     biasanya merupakan aksi tunggal


dimana penekanan dilakukan hanya menggunakan satu sisi dari
piston. Kompresor yang bekerja menggunakan dua sisi piston disebut
sebagai aksi ganda.

Sebuah kompresor dianggap sebagai kompresor satu tahap jika


keseluruhan penekanan dilakukan menggunakan satu silinder atau
beberapa silinder yang parallel. Beberapa penerapan dilakukan pada
kondisi kompresi satu tahap. Rasio kompresi yang terlalu besar
(tekanan keluar absolute / tekanan masuk absolut) dapat menyebabkan
suhu pengeluaran yang berlebihan atau masalah desain lainnya. Mesin
dua tahap yang digunakan untuk tekanan tinggi biasanya mempunyai
suhu pengeluaran yang lebih rendah (1 to 1P oC), sedangkan pada
mesin satu tahap suhu lebih tinggi (d 6 to d oC). Untuk keperluan
praktis sebagian besar  kompresor udara    diatas 1
) +  Hp merupakan unit multi tahap dimana dua atau lebih
tahap kompresor dikelompokkan secara seri Udara biasanya
didinginkan diantara masing-masing tahap untuk menurunkan suhu
dan volum sebelum memasuki tahap berikutnya (Dewan Produktivitas
Nasional, 199).

Kompresor udara reciprocating tersedia untuk jenis pendingin udara


maupun pendingin air menggunakan pelumasan maupun tanpa
pelumasan, mungkin dalam bentuk paket, dengan berbagai pilihan
kisaran tekanan dan kapasitas.

g   ÀYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYY YYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYY d9Y


c    
 c    Y
Y

 )  


 ltit
i  li

3.6.1.2. Kompresor Putar/ g  


  
it l t t
t   
it 
   i
 l    ti      t  


i
  
t  ti i     il  il
l     li ti i i i   
   
Bi i ti     t   
 i     

*t  i  
 i i  t

l i i ti
Bi  i        &%
id%%
t dd
i
 %+

g  
  ÀYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYY&%Y

c    
 c    Y
Y

    


 li

 i i

t l:

•Y 
  + 

•Y 
 li  li
t     i   t
t j t   
ti   l*        
   il
 
i   
 lit  

 i li (li 


t/ li (li  l   i  i    j i
 l  


 li
t    
 i i i i
 i i   
il  
  i  l  
 ti    tj i    
i
  ti 
  i (i    j 

t

  
  ti     
t     t  

 i i  t 
 i i i

  i            iit i (i   


j 
  li
t 
*t  

i    lil l 
    
 
t

g  
  ÀYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYY&Y

c    
 c    Y
Y
dapat dipasa ng pada permukaan apapun yang dapat menyangga berat
statiknya

3.6.2. Kompresor Dinamis

Kompresor udara sentrifugal (lihat Gambar 8) merupakan kompresor


dinamis, yang tergantung pada transfer energi dari impeller berputar ke udara.
Rotor melakukan pekerjaan ini dengan mengubah momen dan tekanan udara.
Momen ini dirubah menjadi tekanan tertentu dengan penurunan udara secara
perlahan dalam difuser statis. Kompresor udara sentrifugal adalah kompresor yang
dirancang bebas minyak pelumas. Gir yang dilumasi minyak pelumas terletak
terpisah dari udara dengan pemisah yang menggunakan sil pada poros dan
ventilasi atmosferis.

Sentrifugal merupakan kompresor yang bekerja kontinyu, dengan sedikit


bagian yang bergerak; lebih sesuai digunakan pada volum yang besar dimana
dibutuhkan bebas minyak pada udaranya.

Kompresor udara sentrifugal menggunakan pendingin air dan dapat


berbentuk paket.; khususnya paket yang termasuk 3 - dan semua control.

Kompresor ini dikenal berbeda karakteristiknya jika dibandingkan dengan mesin


   & Perubahan kecil pada rasio kompresi menghasilkan perubahan
besar pada hasil kompresi dan efisiensinya. Mesin sentrifugal lebih sesuai
diterapkan untuk kapasitas besar diatas 1d, cfm.

g   ÀYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYY YYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYY dY


c    
 c    Y
Y

    


 ti li  li

B    


i   li  j i 
   i
i  
 it ii
i 
it :


,Ri
ti C


d
RtiRtC


&
 ti lC ti lC


)
*


ll

        t i    ti j i 


  
i i  
 t ii
i 
it :


- ti

d
 i- ti

&
#
 ,


g  
  ÀYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYY&&Y

c    
 c    Y
Y
Kompresor yang digunakan adalah kompresor torak dengan P silinder.
Keuntungan dari kompresor jenis ini ialah :

1. Konstruksi lebih kompak

d. Kecil kemungkinannya terjadi kebocoran refrigeran

. Kapasitas besar

3.7. Pneumatic Kompresor

Pneumatic berasal dari bahasa Yunani yang berarti udara atau


angin.Semua sistem yang menggunakan tenaga yang disimpan dalam bentuk
udara yang dimampatkan untuk menghasilkan suatu kerja disebut dengan sistem
Pneumatik. Dalam penerapannya, sistem pneumatic banyak digunakan sebagai
system automasi.

Penggunaan sistem Pneumatik antara lain sebagai berikut :

a. Rem

b. Buka dan tutup Pintu

c. Pelepas dan penarik roda - roda pendarat pesawat.

d. Dan lain-lain.

3.7.1. Kelebihan dan Kekurangan Sistem Pneumatik

Kelebihan sistem Pneumatik antara lain :

a. Fluida kerja mudah didapat dan ditransfer.

b. Dapat disimpan dengan baik

c. Penurunan tekanan relatif lebih kecil dibandingkan dengan sistem


hidrolik.

d. Viskositas fluida yang lebih kecil sehingga gesekan dapat


diabaikan.

g   ÀYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYY YYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYY Y


c    
 c    Y
Y
e. Aman terhadap kebakaran.

Sedangkan kekurangan dari sistem Pneumatik antara lain:

a. Gangguan suara yang bising

b. Gaya yang ditransfer terbatas

c. Dapat terjadi pengembunan.

3.7.2. Sistem Tekanan Pneumatik

•Y Sistem Tekanan Tinggi

Untuk sistem tekanan tinggi, udara biasanya disimpan dalam


tabung metal (Air Storage Cylinder) pada range tekanan dari 1
± Psi, tergantung pada keadaan sistem. Tipe dari tabung ini
mempunyai d Klep, yang mana satu digunakan sebagai klep
pengisian, dasar operasi Kompresor dapat dihubungkan pada klep
ini untuk penambahan udara kedalam tabung. Klep lainnya sebagai
klep pengontrol. Klep ini dapat sebagai klep penutup dan juga
menjaga terperangkapnya udara dalam tabung selama sistem
dioperasikan.

•Y Sistem Tekanan Sedang.

Sistem Pneumatik tekanan sedang mempunyai range tekanan antara


1 ± 16 Psi, biasanya tidak menggunakan tabung udara. Sistem
ini umumnya mengambil udara terkompresi langsung dari motor
kompresor.

•Y Sistem Tekanan Rendah

Tekanan udara rendah didapatkan dari pompa udara tipe Vane.


Demikian pompa udara mengeluarkan tekanan udara secara
kontinu dengan tekanan sebesar 1 ±1 Psi. ke sistem Pneumatik.

g   ÀYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYY YYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYY 6Y


c    
 c    Y
Y
3.7.3. Komponen Sistem Pneumatik

1.Y Kompresor

Kompresor digunakan untuk menghisap udara di atmosfer dan


menyimpannya kedalam tangki penampung atau receiver. Kondisi
udara dalam atmosfer dipengaruhi oleh suhu dan tekanan.

d.Y ÷il and Water Trap

Fungsi dari ÷il and Water Trap adalah sebagai pemisah oli dan air
dari udara yang masuk dari kompresor. Jumlah air persentasenya
sangat kecil dalam udara yang masuk kedalam sistem Pneumatik,
tetapi dapat menjadi penyebab serius dari tidak berfungsinya sistem.

.Y Dehydrator.

Fungsi unit ini adalah sebagai pemisah kimia untuk memisahkan sisa
uap lembab yang mana boleh jadi tertinggal waktu udara melewati
unit ÷il and Water Trap.

.Y The Air Filter

Setelah udara yang dikompresi melewati unit ÷il and Water Trap dan
unit Dehydrator, akhirnya udara yang dikompresi akan melewati Filter
untuk memisahkan udara dari kemungkinan adanya debu dan kotoran
yang mana munkin tedapat dalam udara.

6.Y Pressure Regulator

Sistem tekanan udara siap masuk pada tekanan tinggi menambah


tekanan pada bilik dan mendesak beban pada piston.

P.Y Restrictors
Restrictor adalah tipe dari pengontrol klep yang digunakan dalam
sistem Pneumatik, Restrictor yang biasa digunakan ada dua (d) tipe,
yaitu tipe ÷rifice dan Variable Restrictor.

g   ÀYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYY YYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYY PY


c    
 c    Y
Y
3.7.4. Perawatan Sistem Pneumatik

Perawatan sistem Pneumatik terdiri dari memperbaiki, mencari gangguan,


pembersihan dan pemasangan komponen, dan uji coba pengoperasian.

Tindakan pencegahan untuk menjaga udara dalam sistem selalu terjaga


kebersihannya. Saringan dalam komponen harus selalu dibersihkan dari
partikel-partikel metal yang mana hal tersebut dapat menyebabkan keausan
pada komponen.

Setiap memasang komponen Pneumatik harus dijaga kebersihannya dan


diproteksi dengan pita penutup atau penutup debu dengan segera setelah
pembersihan. Memastikan ketika memasang kembali komponen tidak ada
partikel metal yang masuk kedalam sistem.

Sangat penting mencegah masuknya air, karena dapat menjadi penyebab


sistem tidak dapat memberikan tekanan. ÷perasi dalam temperatur rendah,
walaupun terdapat jumlah air yang sangat kecil dapat menjadi penyebab
serius tidak berfungsinya sistem. Setiap tahap perawatan harus
memperhatikan masuknya air kedalam sistem.

Kebocoran bagian dalam komponen, selama kebocoran pada ÷-Ring atau


posisinya, yang mana ketika pemasangan tidak sempurna atau tergores
oleh partikel metal atau sudah batas pemakaian.

3.8. Sistem Kontrol Kompresor Centac

Sistem Kompresor Centac yang digunakan pada pengantongan Teluk


Bayur PT. Semen Padang memiliki dua system pengontrolan, yaitu dengan
menggunakan sistem CMC ( Centak Mikrokontroler) dan MP. Pada dasaranya
kedua sistem in memiliki fungsi dan peran yang sama pada kinerja dari kompresor
centak tersebut. Pada Kompresor Centak di Pengantongan Teluk Bayur PT.
Semen Padang ini, memiliki d buah system yang menggunakan CMC ( Centak
Mikrokontroler) dan  buah dengan system MP. Jumlah kompresor centak yang

g   ÀYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYY YYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYY 7Y


c    
 c    Y
Y
ada pada Pengantongan Semen Padang ini berjumlah 6 buah kompresor yang
masih berfungsi dengan baik.

3.9. Proses Pengantongan

Proses pengantongan dilakukan sesuai dengan distribusi yang dibutuhkan.


Jadi tidak ada penumpukan atau gudang semen yang dilakukan oleh pabrik ini.
Semen yang dibawa dengan 18 KKW dari indarung, kemudian dibawa dengan
elevator menuju silo. Dari silo semen langsung menuju unit pengantongan dengan
alat transportasi  '  ( & Setelah dikantongkan dengan menggunakan
Packer secara manual maupun otomatis dan langsung dibawa dengan ^ 
(  ke atas truk maupun ke kapal. Ada delapan unit packer di pabrik ini, d
unit di Indarung I, P unit di Packing Plant Indarung dan  Unit di Teluk Bayur (1
Unit merupakan     dengan kapasitas 8 ton per jam). 

g   ÀYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYY YYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYY 8Y


c    
 c    Y
Y
BAB IV

ANALISA PENGOPERASIAN KOMPRESOR CENTAC ELEKTRO


PNEUMATIC DENGAN SISTEM # $ g g#g (CMC)
DAN  PADA PENGANTONGAN TELUK BAYUR PT SEMEN
PADANG

4.1. Komponen ± komponen utama Sistem Udara Tekan

Sistim udara tekan terdiri dari komponen utama,yaitu sebagai berikut:


Penyaring udara masuk, pendingin antar tahap, 3 - , pengering udara,
  pengeluaran kadar air, penerima, jaringan pemipaan, penyaring, pengatur
dan pelumasan (lihat Gambar ).
 Y ilter Udara Masuk: Mencegah debu masuk kompresor; Debu
menyebabkan lengketnya katup/ kran, merusak silinder dan pemakaian
yang berlebihan.
 Y Pendingin antar tahap: Menurunan suhu udara sebelum masuk ke tahap
berikutnya untuk mengurangi kerja kompresi dan meningkatkan efisiensi.
Biasanya digunakan pendingin air.
 Y $%
&
: Tujuannya adalah membuang kadar air dalam udara
dengan penurunan suhu dalam penukar panas berpendingin air.
 Y Pengering Udara: Sisa-sisa kadar air setelah 3 -  dihilangkan
dengan menggunakan pengering udara, karena udara tekan untuk
keperluan instrumen dan peralatan pneumatic harus bebas dari kadar air.
Kadar air dihilangkan dengan menggunakan adsorben seperti gel silika/
karbon aktif, atau pengering refrigeran, atau panas dari pengering
kompresor itu sendiri.
 Y
  Pengeluaran Kadar Air:   pengeluaran kadar air diguakan
untuk membuangkadar air dalam udara tekan.   tersebut menyerupai
  . Berbagai jenis trap yang digunakan adalah kran pengeluaran
manual, klep pengeluaran otomatis atau yang berdasarkan waktu dll.
 Y Penerima: Penerima udara disediakan sebagai penyimpan dan penghalus
denyut keluaran udara ± mengurangi variasi tekanan dari kompresor

g   ÀYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYY YYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYY 9Y


c    
 c    Y
Y


    i
  
!"#$d%%&

.2. Proses Kerja Sistem Udara Tekan

! t  i

l i  


 t   .&   
   ! t   

l  i C


 C t i t   i 

  t  t       i  t   t    



 l td %*
"iti j  iit    iil l
t t 
t
i    j i:
 Y  i
 t  &  i
i
 :
•Y R!d ) it
•Y ! ii  tt lil/  
•Y ! / t  t
•Y !  t  l i +/, C
 l
 Y  i
 t    

g  
  ÀYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYY)%Y

c    
 c    Y
Y

•Y Packer Haver & Boecker


•Y Packewr Ventomatic
•Y JPF
Disamping itu ada accessories atau perangkat yang sangat penting untuk
menghasilkan udara tekan pada kompresor adalah :
 Y Instrument Kompresor (Compressor Instrument)
 Y Colling Tower
 Y Pompa air pendingin dan Fan (Air Dryer)

4.2.1. Instrument Kompresor Sentrifugal


Perangkat yang menyusun pentingnya kinerja ndari sebuah kompresor
adalah sebagai berikut :
1.Y Rotor
Rotor adalah bagian yang berputar di dalam stator. Rotor terdiri dari
dua baling-baling. Langkah hisap terjadi saat pintu masuk mulai
terbuka dan berakhir setelah pintu masuk tertutup. Pada waktu pintu
masuk sudah tertutup dimulai langkah tekan, sampai katup
pengeluaran membuka, sedangkan pada pintu masuk secara bersamaan
sudah terjadi langkah hisap, demikan seterusnya.

Gerakan rotor di dalam stator kompresor akan menghisap dan menekan


zat pendingin. Kompresor berfungsi untuk menaikkan tekanan
refrigerant ,kompresor menghisap refrigerant bertekanan rendah dari
evaporator dan memampatkannya sampai 1 -d6 psi. Dengan
bertambahnya refrigerant tersebut maka suhu refrigerant pun akan
bertambah, uap refrigrant yang bertekanan tingggi dalam kompresor
akan lebih cepat mengembun dengan cara melepaskan panas ke
sekelilingnya.

d.Y Cooller stage 1 dan stage d


Coller merupakan sebuah komponen yang berfungsi sebagai
pendingin, dimana coller ini dibafgi menjadi dua buah stage , yaitu
satage 1 dan stage d. Disetiap stage terdapat sebuah empeler. Pada

g   ÀYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYY YYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYY 1Y


c    
 c    Y
Y

t  i
ll  i t   i  i l   
it  td t  it t  l  t t  
t  i 


 '/
ll
&Y 0l/ lt  # tlt
0l 
  t
t     l    i       
tl i
 0l i     j i    it  li lt
  l  tlt     i  1 i  l 
i
 i    
   

ti 
 l      l   l  tlt t 
  l i lt tt t
 i   i  i    l  

    

ti
 l     l li ltt   
li tlttt t
i  i  it  it 

)Y #ilCll
#ill 
 
 i i li#li  i   l 

j   
 i i   l     i i  l  li i i
i
   tj il    it  ti 

      i 
       i l 

t t
Y #il 
#il
  i t   til i  l  i

l i t t

g  
  ÀYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYY)dY

c    
 c    Y
Y

Y Bi 
Bi  
 
   i      t
  
ii tt  j i 
t t   
 iit i     i i    i
   i  l ii
   li ti 
   i l t t
 ttj /tii 
i 
i  i ti ttl



 2Bi 

Y  
    j
  
 i i  l   t 
0ii   t
t 

 Y   ii / t   i t   ti t 
l  i  

  t j   i i  
  t  t   j   l   i
t
il 
  tl
 l
ti t  i i   %'% t   

 t t t  l   l    
il 
i '%
t   
 t t   ti     
 l 

  t t t  ilii t    %'%
t 

g  
  ÀYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYY)&Y

c    
 c    Y
Y
 Y Sensor temperature stage 1
Sensor temperature stage 1 ini berfungsi mendeteksi panas air
yang ada pada cooller.

4.2.2. Colling Tower


Secara umum cooling tower dapat dikategorikan sebagai pendingin
evaporatif yang digunakan untuk mendinginkan air atau media kerja
lainnya sampai bertemperatur mendekati temperatur bola basah udara
sekitar. Kegunaan utama dari cooling tower adalah untuk membuang panas
yang diserap akibat sirkulasi air sistem pendingin yang digunakan pada
pembangkit daya, kilang petroleum, pabrik petrokimia, pabrik pemrosesan
gas alam, pabrik makanan, pabrik semikonduktor, dan fasilitas-fasilitas
industri lainnya.(www.wikipedia.org, d d)
Jika suatu pabrik tidak dilengkapi dengan cooling tower dan hanya
menggunakan sirkulasi air pendingin sekali pakai, air pendingin yang telah
digunakan dan mengalami kenaikkan temperatur selanjutnya dibuang ke
laut, danau atau sungai yang ditentukan. Pembuangan sejumlah air hangat
tersebut dapat meningkatkan temperatur sungai atau danau tersebut
sehingga dapat merusak ekosistem lokal. Cooling tower dapat digunakan
untuk membuang panas ke atmosfir sebagai pengganti angin serta difusi
udara yang menyebarkan panas ke area yang lebih luas. Sistem operasi
dari cooling tower ditunjukkan pada gambar 1.

g   ÀYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYY YYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYY Y


c    
 c    Y
Y


 %it 
ili t*


.2.3. Air Dryer
i" l t lt t 
 i     iil 

 ii   l  i  il  i  
 

t ! l i   

  pengering udara (i ") t   l lt t 


 il   
 i i  t
i
 i   t  i 
it   iiiliti ti   il


i  t i    ttt t   
i
-l i i  i  l titi    i t  t     t 
lti         i l 
i
 i 
i 
i i ili


i   li  i  i


i i l   i t  


t    i l 
i l i
   
t
i/ it  
   jl  ;i
lt ; li 

  
 

g  
  ÀYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYY) Y

c    
 c    Y
Y
Ada berbagai jenis pengering udara tekan. karakteristik kinerja mereka
biasanya didefinisikan oleh titik embun.

•Y Regeneratif pengering pengering, sering disebut "regens" atau "menara


kembar" pengering
•Y Refrigerated dryers
•Y Deliquescent dryers
•Y Membrane dryers atau Membran pengering

Uap dihapus dari udara tekan untuk mencegah kondensasi dari yang terjadi
dan untuk mencegah kelembaban dari campur tangan dalam proses industri yang
sensitive.

4.2.3.1. Karakteristik Air dryer

•Y Sebuah dryer pengering regeneratif biasanya memberikan titik embun


antara - ° (- C) F dan -1 ° F (-7 ° C)
•Y Sebuah pengering didinginkan memberikan titik embun tidak lebih rendah
dari sekitar 6 ° F (d ° C)
•Y . Sebuah pengering deliquescent memberikan penekanan titik embun yang
berfluktuasi dengan suhu udara. Biasanya penekanan ini d F di bawah
suhu udara tekan.

4.2.3.2. Prinsip Kerja Air Dryer


Pada gambar , dapat dijelaskan bahwa tangki A (Drying Adsorber 1)
dan tangki B (Drying Adsorber d) bekerja bergantungan selama 7 jam.
Ketika tangki A bekerja dengan tekanan 1 bar, maka tangki B
mengalamai proses regenerasi. Tabung 1 (Pre Filter) menyaring udara
yang masih mengandung air, kemudian masuk ke tangki A. pada
tangki A terjadi proses penyaringan untuk memisahkan uadar denagn
air yang mana di bantu oleh silica yang berbentuk butiran keacil putih
yang berfungsi untuk menyerap air yang ada pada tangki A, sehingga
silica yang awalnya kering menjadi basah. Pada tangki B terdapat

g   ÀYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYY YYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYY PY


c    
 c    Y
Y

ili   
 t ii iilit t ii  i
  iiiit i i   l i
i

    
l        i it  t dt3ilt t 
it t   i
 i  


 i"

.3. Prinsip Kerja Kompresor Sentri ugal

.3.1. Prinsip Kerja


  l
lt   i   i   t 
 i   i 
  l i  /  i   /  
t
 li i t t
tt
tli  ti 
     i i i i tj i       
 i    t li   i 
  l     i
 ij l  it  
t il   i
  
ti  
    
  ti l t   l  l


 i  i  l 
   
i i
 j
  i   i 
t  /    i it  l

g  
  ÀYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYY) Y

c    
 c    Y
Y
aksi/gerakan impeller yang berputar dari energi mekanik unit penggerak
menjadi energi potensial (tekanan) di dalam diffuser.

4.3.2. Karakteristik Kompresor Sentrifugal


Karakteristik kompresor sentrifugal secara umum sebagai berikut :

•Y Aliran discharge uniform.


•Y Kapasitas tersedia dari kecil sampai besar.
•Y Tekanan discharge dipengaruhi oleh density gas/udara.
•Y Mampu memberikan unjuk kerja pada efisiensi yang tinggi dengan
beroperasi pada range tekanan dan kapasitas yang besar.

4.3.3. Bagian Utama Dan ungsinya Kompresor Sentrigugal


Kompresor terdiri dari beberapa bagian yang fungsinya satu dengan yang
lain saling berhubungan, diantaranya adalah :

4.3.3.1. Bagian Statis


1. Casing
Casing merupakan bagian paling luar kompresor yang berfungsi :
1. Sebagai pelindung terhadap pengaruh mekanik dari luar.
d. Sebagai pelindung dan penumpu/pendukung dari bagian-
bagian yang bergerak.
. Sebagai tempat kedudukan nozel suction dan discharge serta
bagian diam lainnya.
Berikut contoh gambar dari tipe radial split barrel dengan bentuk
selongsong dan ditutup bagian depan-belakang (rear-front cover).

g   ÀYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYY YYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYY 8Y


c    
 c    Y
Y

  dR il


litBl
2. Inlet Wall
/ lt*ll l i  i i 
 t  i
 
 ii
 ti ii lt l        i lt 4l
  iil    
 t
t  
til  t t 
i  i

 &/ lt+ll Ci 

g  
  ÀYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYY)2Y

c    
 c    Y
Y

3. Guide Vane
 i   it
t 
 i  
 i
ll
t 

 i  ti i lt l3 i t  i   l
  li  
t  i
ll    iti i
  t
 t i   i.      
t it  l

ii t    t j  
i
 
tii
  i
iii i  tilit ti i

 ) 
t  i 0 

. Eye Seal
$l it
t  ilili i l i
ll   i
t
li lt*ll$lll  t t ti l 
   lili i*i i i
lllit )
B i t   li li i l  i
ii
llt  ti i li  ii ti 
t   

g  
  ÀYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYY6%Y

c    
 c    Y
Y

 65t$l

6. Di user
"i  i t    i
t  l  i
ii
ll  j i i
t il i  i
! t  ltit i
  i ti tti
ll

  ii"i "l Ci 

6. Labirinth Seal
5ii tl i   t   t
  :
(t   i itl
(Ci   tii l

g  
  ÀYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYY6Y

c    
 c    Y
Y

   t i5i tl

’. Return Bend
Rt   i j  i t  i
 l li  i i t   l t 
 
 t/i
lli t Rt    i t l
    i   i
  l i 
B t   
ii it    it j  
   

g  
  ÀYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYY6dY

c    
 c    Y
Y

 'Rt  B 

ñ. Return Channel
Rt   l ll    i  ili 
it      l i
lli t Rt   l
   il 
i   i.     t j   
il
*ill li 
 t  ti t i 

t 
iliilit '

 2Rt  C l

g  
  ÀYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYY6&Y

c    
 c    Y
Y

×. Diafragma
"i  l
  i  l 
  i
i
 t tt  t
t  l 

i ttl
"  
    i i t t tii 

 ti it  i t     t   l"i 
it
t  i l i       t  (
i   i 
 

 d%5i"i  l Ci 


.3.3.2. Bagian Dinamis

1. Shaft and Shaft Sleeve
tt 
t  ii i   t    i
ll  
     i
 i
ll! t 
 
t 
i
ll
 t i  
  
  ltit

ii
 i tl (li i  
   j tt ii
ll i  tl
  ii
li tt 

  i
i  i ili   it   t 
 
t t
l i tti
ll

g  
  ÀYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYY6)Y

c    
 c    Y
Y

 d t itl  /
ll

2. Impeller
/
ll i t   i 
t    

ti   i  l -li i   
 /  li ii ltti
i
ll iti
 
  
  ji(ji i  
t tti
   
  ti
 l  tj i i  i
t 



 dd t i/
ll

g  
  ÀYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYY66Y

c    
 c    Y
Y

3. Bantalan (Bearing)
Bearing adalah bagian internal kompresor yang berfungsi untuk
mendukung beban radial dan aksial yang berputar dengan tujuan
memperkecil gesekan dan mencegah kerusakan pada komponen
lainnya.
Pada kompresor sentrifugal terdapat dua jenis bearing, yaitu :
&1 ^ 
Digunakan untuk mendukung beban dengan arah radial (tegak lurus
poros).
&)^ 
Digunakan untuk mendukung beban kearah aksial (sejajar poros).

4. Oil ilm Seal


÷il film seal merupakan salah satu jenis seal yang digunakan dalam
kompresor. ÷il film seal terdiri dari satu atau dua seal ring.
Pada seal jenis ini diinjeksikan minyak (oil) sebagai penyekat/perapat
(seal oil) antara kedua seal ring yang memiliki clearence sangat kecil
terhadap shaft. Tekanan masuk seal oil dikontrol secara proporsional
berdasarkan perbedaan tekanan sekitar 6 psi diatas tekanan internal
gas dan perbedaan tekanan oil-gas selalu dipertahankan.

Sehubungan dengan kondisi operasi tidak selalu konstan, maka untuk


mempertahankan perbedaan tekanan antar seal oil dan gas dapat sesuai
dengan kondisi operasi, digunakan overhead tank.

Sistim overhead tank adalah memasang tanki penampung seal oil


dengan ketinggian tertentu diatas kompresor dan level seal oil dalam
tanki dikontrol melalui level control operated valve, kemudian
tekanan gas stream dimasukan kedalam tanki melalui bagian atas (top)
sehingga memberikan tekanan pada permukaan seal oil.

g   ÀYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYY YYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYY 6PY


c    
 c    Y
Y


"   it    t     tti l il 
t ti 
t   i      ii 
i 

i 
   t   il(
 
t i
t  
 t 

 i t  j  iti  t  t lil
 
ilil tl*itli il i 

 d&it #il3il l

.. Sistem CMC (Centac Microcontroler) dan MP3

t  CMC C t Mi tl   M&


     ilii
 i  
     
    
       
 
 i j i 
     t CMCt 

g  
  ÀYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYY6 Y

c    
 c    Y
Y
MP. System CMC ini adalah pembaharuan dari system MP. Pada pengantongan
Teluk Bayur Semen Padang, kompresor yang menggunakan system CMC hanya
ada d buah kompresor dan selebinya menggunakn MP. Perencanaan di
Pengantongan Teluk Bayur, kompresor yang masih menggunakan system MP
akan diperbahurui dengan CMC. Karan biaya yang sangat mahal Pengantongan
Teluk Bayur PT Semen Padang masih menganggarakan pendanaanya.

 Y CMC (Centac Microcontroler)

CMC ini adalah Ingersoll-Rand Programmable Logic Controller


(PLC), generasi terbaru dari kompresor sentrifugal sistem udara.
Dengan sentuhan tombol. CMC dapat menampilkan operasi
kondisi, alarm dan status perjalanan, mode kontrol data dan
Dengan desain, dapat diterapkan di hampir semua aplikasi dan
tambahan fungsi dapat diimplementasikan di fasilitas perusahaan.

Base Control Module (BCM) adalah jantung dan otak dari sistem.
Hal ini memungkinkan untuk berkomunikasi CMC dan
mengendalikan kompresor dan aksesoris dari perangkat penyusun
kompresor tersebut. Tiga BCM dapat dihubungkan ke satu sistem
ketika kondisi dan situasi membutuhkan itu. Ini secara efektif
memungkinkan CMC untuk mengendalikan dan memonitor
prakteknya sistem apapun. Antarmuka Pengguna Modul
mengkombinasikan d x 1d8 pixel sebuah Liquid Crystal Display
(LCD) dengan 1d-tombol keypad. Unit ini menyediakan tampilan
standar pengguna dengan semua informasi diperlukan untuk
membuat keputusan control tanpa harus menekan tombol banyak
atau ingat data penting. Sejak data kontrol yang paling selalu
ditampilkan, pengguna tidak perlu mengingat menu perintah yang
panjang. Modul Komunikasi Universal (UCM) menyediakan
sistem control dengan antarmuka standar industry untuk Sistem
Kontrol Terdistribusi menggunakan RS-dd atau RS-86 dengan
Protokol Modbus. Dengan pemilihan standar ini, CMC dapat

g   ÀYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYY YYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYY 68Y


c    
 c    Y
Y
berkomunikasi dengan beberapa sistem, misalnya, Sistem Air
Controller (asc) dan Sistem Air Manager (ASM).

 Y MP

MP ini sama halnya dengan CMC juga mengunakan


Programmable Logic Controller (PLC), generasi lama dari
kompresor sentrifugal sistem udara. Panel pada MP dapat juga
menampilkan operasi kondisi, alarm dan status perjalanan, mode
kontrol data. Dengan desain yang dipakai MP ini kurang
Compatible untuk diterapkan dengan aplikasi lain, atau apilkasi
tambahan seperti pengontrolan jauh denagn mengunakan ponsel,
atau di hubungkan dengan laptop. Sebuah control telah dirancang
dalam bentuk CAR, yaitu sebuah rangkaian penyusun dari control
kompresor,dimana CAR ini tidak bias di ÷tak atik, dan ketika
rusak langsung diganti dengan yang baru.

4.5. Perbedaan CMC dan MP3

ëY CMC
•Y Tekanan yang digunakan .6 Bar dan tidak dapat dirubah karna
sudah sesui dengan spesifik dari pabrik
•Y Pembukaan valvenya secara otomatis tergantung tekananya
•Y Harganya berkisar P Milyar
•Y Power yang digunakan untuk menghidupkan minimal 8 volt
•Y Pengontrolannya bias jarak jauh dengan mengunakan HP
•Y Pemeriksaan kerusakanya lebih cepat dan mudah
•Y Mengunakan memori, sehingga bias menyimpan data
pengontrolan
ëY MP3
•Y Tekanan yang digunakan 7.6 Bar dan dapat dirubah dari
panelnya
•Y Pembukaan valvenya secara manual tergantung tekananya

g   ÀYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYY YYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYY 69Y


c    
 c    Y
Y

•Y Harganya berkisar P Milyar


•Y Power yang digunakan untuk menghidupkan kecil 8 volt
•Y Pengontrolanya langsung pada panelnya
•Y Pemeriksaaan kerusakan susah dan memakan waktu yang
cukup lama
•Y Tidak mengunakan memori

Kedua system dari kompresor ini, baik CMC (Centac Microcontroler)


maupun MP dikendalikan sebuah panel besar yang didalamnya tersusun rangkain
PLC yang terletak didalm CCR (Center Control Room). CCR ini adalah pusat
pengontrolan dari pengoperasian kompresor itu sendiri.

g   ÀYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYY YYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYY P Y


c    
 c    Y
Y
BAB V

PENUTUP

5.1. Kesimpulan

Dari penjelasan diatas dapat diambil kesimpulan :

1.Y Kompresor adalah alat untuk memompa bahan pendingin (refrigeran) agar
tetap bersirkulasi di dalam sistem yang berfungsi untuk menaikan tekanan
dari uap refrigeran sehingga tekanan pada kondensor lebih tinggi dari
evaporator yang menyebabkan kenaikan temperatur dari refrigeran
d.Y Secara umum kompresor dibagi menjadi dua jenis yaitu ( 
   (Perpindahan Positif)dan Dynamic.
.Y Pneumatic berasal dari bahasa Yunani yang berarti udara atau
angin.Semua sistem yang menggunakan tenaga yang disimpan dalam
bentuk udara yang dimampatkan untuk menghasilkan suatu kerja disebut
dengan sistem Pneumatik. Dalam penerapannya, sistem pneumatic banyak
digunakan sebagai system automasi.
.Y Komponen utama dari kompresor itu sendiri adalah
•Y Instrumen Kompresor
•Y Colling Tower
•Y Air dryer ( Pendingin)
6.Y System kompresor Centak pada Pengantongan Teluk Bayur PT. Semen
Padang adalah system CMC (Centac Microcontroller) dan MP.

5.2 Saran - saran


Pada pelaksanaan kerja praktek ini hendaknya mahasiswa dimanfaatkan
secara maksimal untuk mempelajari kinerja dari pabrik. Karena dengan pahamnya
mahasiswa dalam pabrik tempat melakukan kerja praktek, akan memudahkan
mahasiswa melakukan eksperimen sekembalinya dari kerja praktek.
PT Semen Padang merupakan tempat Atau sarana yang paling tepat untuk
mangaplikasikan ilmu yang telah didapat di bangku perkuliahan. Instrument yang

g   ÀYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYY YYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYY P1Y


c    
 c    Y
Y
ada pada PT Semen Padang ini, Khususnya pada Pengantongan Teluk Bayur
merupakan instrument yang bagus dan modern.
Pada pelaksanaanya PT Semen Padang, khususnya di pengantongan Teluk
bayur, diharapakn supaya benar ± benar memanfaatkan para peserta magang
kedalam proses dilapangan.

g   ÀYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYY YYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYY PdY