Anda di halaman 1dari 5

Ceramah Syaikh Ahmad Hoosen Deedat: Persatuan Sunni-Syiah.

(II)

Kami pergi mengunjungi Imam, Ayatullah Ruhullah Musawi Khomeini. Ada


sekitar 40 orang dari kami menunggu Imam dan Imam datang dan berada sekitar
sepuluh meter dari tempat saya. Saya melihat Imam. Dia menyampaikan ceramah
kepada kami sekitar setengah jam, dan tidak ada apapun kecuali Quran. Orang ini
seperti Quran yang terkomputerisasi. Pengaruh luar biasa yang dia miliki di setiap
orang; kharismanya sungguh menakjubkan. Anda cukup melihat ke arahnya dan air
mata mengalir di pipimu. Anda cukup melihatnya dan Anda akan menangis. Saya
tidak pernah melihat orang tua yang lebih tampan darinya dalam hidupku, tidak
foto, video atau televisi yang dapat mengadili orang ini. Orang tua paling tampan
yang pernah saya lihat dalam hidup saya adalah dia. Ada hal yang juga menarik
tentang namanya. Pertama dia disebut Imam Khomeini. Kata “imam” bagi kita
merupakan kata yang murah. Ke mana pun kita pergi ke suatu tempat kita bertanya
siapa imam masjid di sana. Bagi Syiah hanya ada satu Imam di dunia dan itu adalah
Dua Belas Imam. Mereka percaya pada konsep imamah dan imam merupakan
pemimpin spiritual umat. Imam pertama menurut pemikiran ini adalah Hadhrat Ali
(RA). Kemudian Imam Hasan sebagai imam kedua, Imam Husain ketiga seterusnya
hingga imam kedua belas, Imam Muhammad yang hilang pada umur 5 tahun dan
mereka menanti kedatangannya. Mereka menggunakan istilah “ghaibah”
(occultation), sesuatu seperti tidur-spiritualnya Ashhabul Kahfi. Karena itu beliau
dinantikan untuk kembali dan dia satu-satunya orang di dunia yang bisa disebut
Imam. Kebanyakan ulama mereka disebut mullah, dan Ayatullah berarti Allamah
dan Ayatullah Khomeini disebut Imam tidak mengurangi rasa hormat tapi mereka
tetap menanti Imam sesungguhnya untuk muncul. Ruhullah merupakan nama yang
diberikan ayahnya dan tahukah Anda artinya? Rûhullâh berarti “kalimat Tuhan” dan
ini merupakan gelar Hadhrat Isa (AS) di dalam Al-Quran. Kemudian beliau adalah
Ayatullah yang merupakan gelar lain dari Hadhrat Isa (AS) di dalam Al-Quran. Al-
Musawi berasal dari keluarga Musa dan dari kota Khomein yang menjadi nama
akhirnya yang menunjukkan asalnya… (Kerusakan audio pada menit 41:05) Tapi
mereka masih menanti Mahdi, dan bukan Khomeini. Mereka ingin menciptakan
kestabilan dan membuat persiapan untuk kemunculan Mahdi. Di dunia Sunni kita
juga menunggu kedatangan Mahdi tapi kita ingin agar dia menciptakan kestabilan
bagi kita, menjadikan kita pemilik dunia dan duduk di atas singgasana. Sampai situ
kita hanya bisa menangani pertengkaran kecil kita. Apapun yang kita lakukan
sekarang, hanya Imam Mahdi yang bisa membersihkan dunia bagi kita. Ini garis
pikir Sunni. Khomeini di satu sisi mengatakan kepada pengikutnya bahwa kita harus
membantu menyiapkan jalan sehingga ketika beliau (Imam Mahdi) datang
segalanya sudah siap baginya untuk bertindak. Sementara kita, dunia Sunni,
menunggu Imam Mahdi untuk bersusah payah membantu kita melepaskan diri dari
kesulitan, sedang orang Syiah menyiapkan dunia untuk kemunculannya. Anda tahu
terdapat banyak orang yang bersama kita dari seluruh dunia. Saya menemukan
bermacam-macam orang sakit, sakit mental lebih tepatnya. Saya bertemu dengan
orang alim dari Pakistan dan dia pikir bahwa ada yang salah dengan saudara Syiah
kita. Anda melihat di Iran ketika seseorang berceramah dan nama Khomeini
disebut, orang-orang berhenti dan mengucapkan shalawat (durood) kepada Nabi
(SAW) tiga kali. Tapi ketika nama Muhammad (SAW) disebutkan mereka mengirim
shalawat satu kali. Tapi orang alim dari Pakistan ini berkata, “Coba lihat orang-
orang ini. Muslim jenis apa mereka itu. Ketika nama Muhammad (SAW) disebutkan
mereka mengirim shalawat kepada Nabi (SAW) satu kali tapi ketika nama Khomeini
disebutkan mereka mengirim shalawat kepada Khomeini tiga kali.” Saya berkata,
“Apa yang mereka katakan? Apa yang mereka katakan sehingga Anda mengatakan
‘shalawat kepada Khomeini’?” Dia mengatakan, “Allâhumma shalli ‘alâ Muhammad
wa âli Muhammad (Keselamatan bagi Muhammad dan keluarga Muhammad).” Saya
katakan, “Siapa Muhammad? Khomeini? Siapa yang bilang Khomeini sebagai
Muhammad? Mereka shalawat kepada Muhammad dan Anda bilang kepada
Khomeini? Anda tahu? Inilah penyakit. Terdapat banyak orang terdidik (alim) tapi
pikiran mereka penuh dengan buruk sangka. Mereka hanya mencari-cari kesalahan
dan mencela. “Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang
murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang
Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya, yang bersikap lemah
lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang
kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang
suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-
Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Mâidah
[5]: 54) Contoh lain adalah saudara Syiah ketika mereka shalat, mereka mempunyai
sebuah tanah (turbah) sebagai tempat sujud. Dan dia (alim Pakistan) berkata,
“Lihatlah apa yang mereka lakukan. Ini adalah syirik. Mereka menyembah
lempengan tanah.” Saya berkata mengapa anda tidak bertanya kepada mereka
kenapa mereka menaruh kening mereka di lempengan tanah dan pelajari alasan
logis dibalik semua ini. Anda tahu, pengalaman pertama saya tentang hal ini terjadi
saat di Washington D.C. Pelajar Iran di sana mengundang saya untuk memberikan
ceramah di universitas tempat mereka belajar di Amerika. Pada saat itu, waktu
untuk Isya dan kami shalat. Setiap orang diberikan lempengan tanah. Saya saat itu
berpikir hal ini lucu, maka saya taruh di samping dan saya shalat dengan pelajar
Iran. Setelah shalat saya ingin tahu tentang hal ini dan saya tanya mereka,
“Mengapa Anda membawa potongan tanah di kantong ke mana pun Anda pergi?”
Mereka berkata, “Kami harus sujud di atas bumi/tanah Allah dengan kening kami
menyentuh tanah. Kami mengucapkan subhanna rabial a’la wa bihamdih tiga kali
dengan kening kami menyentuh tanah.” Jadi Syiah sesungguhnya ingin menyentuh
bumi/tanah dengan kening mereka dan bukan kepada karpet buatan manusia.
Mereka benar-benar ingin menunjukkan ekspresi berdoa/shalat dengan kening
menyentuh bumi/tanah Allah. Anda lihat mereka tidak menyembah potongan tanah
sebagaimana banyak orang berpikir salah. Ini merupakan sesuatu yang sering kita
orang Sunni jadikan lelucon dan ejekan terhadap Syiah. Dalam perjalanan pulang
saya dari Teheran di seberang gang pesawat, ada dua orang Syiah yang ketika
waktu shalat datang salah seorang dari mereka mengambil lempengan tanah dari
kantongnya dan Allâhu Akbar, melakukan shalat di tempat duduknya, dan ketika
selesai ia memberikan ini (tanah tersebut—pent.) ke sebelahnya dan dia shalat. Hal
ini terlihat seperti lelucon bagi kami. Ya kan? Di pesawat itu terdapat banyak kaum
Sunni dan di antara mereka itu hanya seorang pemuda yang melakukan shalat, dan
saya katakan kepada Anda bahwa pemuda itu bukan saya. Tapi kami
menertawakan orang yang lain (Syiah—pent.). Dia duduk di sana dan melakukan
hal yang lebih baik dari kami dan kami menertawakan mereka sambil duduk
menghakimi. Dia mungkin tidak sesopan atau sebaik kami di Afrika Selatan. Anda
tahu kami muslim di Afrika Selatan sangat sopan dan baik dalam shalat kami. Orang
Arab tidak cocok dengan kami, orang Iran tidak tidak cocok dengan kami, Amerika,
Negro mereka semua tidak cocok dengan kami. Dengan orang Arab saat Anda
membungkuk rukuk, orang di sebelah Anda mendorong Anda untuk membuat jarak
(Tawa dari penonton). Siapa yang tahu saudara, mungkin ini benar, kita tidah tahu.
Anda tahu, di antara empat mazhab Sunni; Hanafi, Hanbali, Maliki dan Syafi’i,
terdapat lebih dari dua ratus perbedaan dalam satu shalat. Tahukah Anda? Dua
ratus. Tapi kita menerimanya sebagai hal benar. Syafi’i mengucapkan amin dengan
keras dan kami mengucapkannya dengan pelan, mereka mengucapkan bismillah
dengan keras kami mengucapkan pelan dan tidak ada masalah. Semasa kecil, ayah
saya mengulang formula terkenal yang dia pelajari dari ayahnya: “Seluruh mazhab
adalah sama-sama benar dan sebuah kebenaran bagi mereka berdasarkan hadis
dan Quran.” Maka kita menerimanya. Ketika hal itu terjadi pada Syafi’i, Hanbali,
Hanafi dan Maliki kita bersikap toleran tapi ketika hal itu terjadi pada Syiah, Anda
lihat hal itu bukanlah formula yang kita pikirkan waktu kecil, maka keanehan kecil
apapun yang ada antara kita dan mereka, kita tidak bisa bertoleransi dan
menolaknya. Kita mengatakan hal itu karena kita terprogram untuk meyakini hanya
empat (mazhab). Tapi kita menerima keanehan di antara yang empat. Saya
katakan kenapa Anda tidak bisa menerima saudara Syiah sebagai mazhab kelima?
Hal yang mengherankan adalah dia (Syiah) mengatakan kepada Anda bahwa dia
ingin bersatu dengan Anda. Dia tidak mengatakan tentang menjadi Syiah. Dia
berteriak “Tidak ada Sunni atau Syiah, hanya ada satu hal, Islam.” Tapi kita
mengatakan kepada mereka “Tidak, Anda berbeda. Anda Syiah”. Sikap seperti ini
adalah penyakit dari setan yang ingin memecah kita. Bisakah Anda
membayangkan, kita Sunni adalah 90% dari muslim dunia dan 10% adalah Syiah
yang ingin menjadi rekan saudara satu iman tapi yang 90% ketakutan. Saya tidak
mengerti mengapa Anda yang 90% menjadi ketakutan. Mereka yang seharusnya
ketakutan. Seharusnya Anda tahu perasaan yang mereka miliki untuk Anda. Saat
shalat Jumat di Iran, terdapat satu juta orang. Anda harus melihat cara mereka
melihat kepada Anda saat Anda berjalan, mereka sadar bahwa Anda orang asing
dan tidak satu dari mereka yang air mata mereka akan mengalir di pipi mereka.
Inilah perasaan yang mereka miliki untuk Anda, tapi Anda mengatakan tidak, Anda
ingin mereka tetap di luar, takut kalau mereka mengeluarkan Anda (dari mazhab
Anda—pent.). Anda hanya bisa keluar kalau ada hal yang lebih baik dari yang Anda
miliki. Saya tidak tahu, mungkin di antara kalian berpikir saya seorang Syiah, tapi
saya masih di sini bersama kalian. Apa semua ketegangan Sunni – Syiah ini?
Semuanya adalah politik. Semua permusuhan yang kita miliki sekarang adalah
politik. Jika saudara Sunni di suatu tempat melakukan hal yang salah Anda
mengatakan “Oh, orang itu tidak Islami, dia kafir”, tapi jika seorang Syiah
melakukan hal yang salah Anda menyalahkan seluruh komunitas Syiah, seluruh
negara bangsa yang berjumlah jutaan, dan mengatakan mereka semua sampah
hanya karena satu orang Syiah berbuat tidak Islami. Pada saat yang sama, saat kita
melihat dengan cara yang berbeda, jika salah seorang dari saudara Anda
melakukan hal serius karena dia ayah atau paman Anda. Satu kelompok Sunni
mengatakan kepada yang lain “Anda bukan Muslim”, kelompok Sunni lain
mengatakan “Anda bukan Muslim, Anda kafir” lihat hal itu di sekeliling kita, dan kita
bertengkar di antara sesama. Dan beberapa orang dari kita melakukan hal lucu
(konyol). Saya bertemu seseorang teman yang mengatakan kepada saya, “Kalau
Anda pergi ke Newcastle, temua tuan fulan dan fulan dan Insya Allah segala hal
akan diatur untukmu.” Lalu saya pergi ke orang itu dan seperti yang ia katakan
kepada saya dia, saya diajak ke rumahnya untuk makan siang. Ketika saya duduk di
meja makan saya melihat di dinding “burat”. Anda tahu apa itu “burat”? Sejenis
binatang keledai dengan wajah seorang wanita yang bertujuan untuk memberikan
tenaga listrik. Saya katakan kepadanya ini tidak benar. “Allah (SWT) menciptakan
tenaga listrik, Anda tidak bisa menciptakannya dengan patung keledai berwajah
wanita.” “Oh,” dan dia terlihat kecewa. Tapi dia seorang Sunni, dia saudara dan
tetap saudara saya. Ketegangan Sunni – Syiah adalah pekerjaan setan untuk
memecah belah kita. Izinkan saya mengatakan sesuatu tentang Iran. Apa yang saya
temukan adalah segala sesuatu berorientasi pada Islam. Seluruh negara diarahkan
menuju Islam, dan mereka berbicara tidak lain hanya Al-Quran. Saya belum pernah
memiliki pengalaman dengan orang Iran yang menyangkal saya ketika saya
berbicara tentang Quran. Sebaliknya saudara seiman kita bangsa Arab, semakin
sering Anda mengutip Quran maka mereka akan menyangkal Anda dengan Quran
lagi. Mereka bangsa Arab, mereka mengira lebih tahu banyak tentang Al-Quran dari
pada kita, tapi orang Iran terlihat searah dengan Al-Quran. Segala yang dia lakukan
dan pikirkan adalah tentang Al-Quran. Anda ingat Tabas, ketika orang Amerika
meminta membebaskan para tawanan. Negara paling berkuasa dalam bidang
kemajuan teknologi di muka bumi, negara yang dapat mendaratkan manusia di
bulan dan mengembalikannya, negara yang mengatakan kepada Anda pada bagian
mana dari bulan mereka akan mendaratkan dan membawanya kembali, mereka
mengirim satelit ke Mars dan Jupiter. Sebuah negara yang memperingatkan
Pakistan tentang gelombang pasang tragedi dan mereka tidak mengindahkan
peringatan itu. Negara itu tidak bisa mendarat di Iran! Bayangkan, mereka pergi ke
sana dengan helikopter dan menghancurkan serta membunuh diri mereka sendiri.
Bayangkan! Sebuah negara yang mendarat di bulan dan kembali lagi tapi tidak bisa
mendarat di Iran. Dan rakyat Iran tidak berada dalam posisi untuk melakukan hal
tertentu kepada mereka. Orang Amerika dapat pergi dan mengakhiri apa yang
mereka inginkan. Saya datang dan melihat kedutaan Amerika dan Anda mengira itu
bangunan yang besar, luas dan tepat berada di tengah Teheran. Mereka dapat
dengan mudah pergi dan membawa keluar orang-orang mereka, meski mereka
kehilangan beberapa orang. Mereka dapat meraih tujuan mereka. Hal itu sudah
direncanakan dengan matang. Tapi tahukah Anda apa yang terjadi? Kegagalan dan
mundurnya pasukan. Imam Khomeini telah mengatakan apa yang telah terjadi. Dia
tidak mengatakan subhanallâh, tidak mengatakan alhamdulillâh, dan tahukah Anda
apa yang dia katakan? Di mengutip Quran: “Apakah kamu tidak memperhatikan
bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap tentara gajah?” (QS. Al-Fîl : 1) Itulah
kalimat yang keluar darinya. Saya telah katakan kepada Anda bahwa dia Quran
yang terkomputerisasi. Anda tahu mereka namai apa helikopter besar tersebut?
Jumbo helicopters, dan pesawat besar itu dinamai jumbo planes. Anda tahu arti
jumbo dalam bahasa Swahili? Gajah! Itu bahasa Swahili. Dari situ mereka
menamainya. Jadi helikopter itu berukuran gajah (besar) dan Imam berkata:
“Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap
tentara gajah? Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka itu sia-sia?” (QS.
Al-Fîl [105]: 1-2). Tapi kita masih ragu, dunia Muslim menjadi sangat skeptis. Kita
tidak percayai Quran lagi. Kalian tidak benar-benar percaya Quran, bagi
kebanyakan orang ini semua hanya untuk pertunjukan, untuk perasaan spiritual
yang baik ketika Anda membaca Al-Quran. Tapi petunjuk yang Allah berikan, tidak
ada orang terlihat peduli. Semoga Allah (SWT) menjadikan saudara seiman kita,
pembawa obor dan cahaya petunjuk hari ini bagi dunia Islam. Inilah sebuah bangsa
yang menjalankan tugas. Saat Anda melihat mereka, kesungguhan ada pada
mereka. Sebuah bangsa yang tidak takut. Saat Anda melihat mereka dengan
semangat besar yang mereka miliki. Mereka tidak takut untuk mengatakan “Marg
bar Amrika” (Kematian bagi Amerika)… Lalu mengatakan “Marg bar Shuravi”
(Kematian bagi Uni Soviet). Bayangkan itu! (Tawa dari penonton), dan “Kematian
bagi Israel”. Bisakah Anda bayangkan sebuah bangsa melakukan hal itu tanpa
takut? Ini bukan semangat Islam yang ada pada kita, tapi bangsa Iran melakukan
dengan hati dan pikiran. Mereka tidak mengatakan, “Ini revolusi Iran” atau “Kami
bangsa Iran.” Mereka berbicara tentang Islam, sebuah Revolusi Islam. Ini bukan
Revolusi Iran tapi ini adalah Revolusi Islam. Inilah revolusi bagi Islam dan sedikit
pertanyaan mengapa bangsa-bangsa di dunia tidak bisa menerima karena Islam
yang tidak ingin mereka terima. Maka saudara saudari sekalian, saya telah
mengambil banyak waktu berharga kalian. Dengan kata-kata ini, saya persilahkan
Anda duduk dan bertanya. Transkrip: Mustafa MondPenerjemah © ejajufri,
fatimah_alkaffSeptember 19, 2009 at 5:15am · Report