Anda di halaman 1dari 27

Pemicu 3.

Banjir Keringat

m Seorang murid SD berusia 11 tahun sedang mengikuti


praktek pelajaran olahraga pada jam 10.00 ² 11.30 di
lapangan sekolah dengan cuaca yang panas terik.Ia
mengeluh kepanasan dan kehausan.Guru UKS
memperhatikan bahwa anak tersebut berkeringat banyak
dan mukanya kemerahan.Apa yang terjadi pada anak
tersebut?
LO

m 3M Proses pembentukan dan pengeluaran panas


m 3M Mekanisme pengaturan suhu tubuh
m 3M Lokasi dan cara pengukuran suhu tubuh
m 3M Homeostasis cairan tubuh dan turnover cairan tubuh
m 3M Peran hypothalamus dalam homeostasis cairan tubuh
Proses Pembentukan dan Pengeluaran
Panas
m Pembentukan panas
m Laju metabolisme basal (basal metabolisme rate, BMR) di semua
sel tubuh.
m Laju cadangan metabolisme yang disebabkan aktivitas otot
(termasuk kontraksi otot akibat menggigil).
m Metabolisme tambahan akibat pengaruh hormon tiroksin dan
sebagian kecil hormon lain, misalnya hormon pertumbuhan
(growth hormone dan testosteron).
m Metabolisme tambahan akibat pengaruh epineprine,
norepineprine, dan rangsangan simpatis pada sel.
m Metabolisme tambahan akibat peningkatan aktivitas kimiawi di
dalam sel itu sendiri terutama bila temperatur menurun.
m Pengeluaran panas
m aaktor yang mempengaruhi :
‡ Luas permukaan tubuh
‡ Beda suhu tubuh dengan lingkungan
‡ Kelembapan udara

m Pengeluaran panas secara proses fisika :


‡ Radiasi
‡ Konduksi
‡ Konveksi
‡ Evaporasi
Konduksi

m Perpindahan panas antara benda yang suhunya berbeda


dan berkontak langsung
m Molekul yang lebih panas bergerak lebih cepat
memacu molekul dingin bergerak lebih cepat
molekul dingin menjadi hangat molekul panas
kehilangan energi termal kedua molekul suhunya sama
m Kecepatan perpindahan bergantung pada perbedaan suhu
antara benda yang bersentuhan dan konduktivitas termal
bahan yang terlibat (mis: memegang bola salju,memakai
bantalan
Konveksi
m Perubahan energi panas melalui udara
m Tubuh kehilangan panas pada saat lingkungan dingin
sehingga udara yang berkontak langsung dengan tubuh
menjadi hangat.
m Karena udara hangat lebih ringan,maka udara yang
dihangatkan bergerak ke atas,kemudian udara dingin
bergerak ke kulit menggantikan udara yang panas.
m Konveksi membantu panas menjauhi tubuh
m Apabila konveksi tidak ada,tidak akan terjadi lagi
pengeluaran panas dari kulit melalui konduksi setelah suhu
lapisan udara yang terletak dekat dengan tubuh seimbang
dengan suhu kulit.
m Kombinasi konduksi-konveksi diperkuat oleh gerakan
paksa udara yang melintasi permukaan tubuh (misalnya :
gerakan angin oleh kipas angin atau gerakan tubuh
melintasi udara)
m Karena gerakan paksa udara menyapu udara yang
dihangatkan oleh konduksi dan secara cepat digantikan
udara dingin,maka panas yang dikeluarkan lebih besar
dalam periode tertentu.
m Dengan demikian angin membuat kita lebih dingin pda
hari panas.
Radiasi
m Radiasi adalah mekanisme kehilangan panas tubuh dalam
bentuk gelombang panas inframerah.
m Gelombang inframerah yang dipancarkan dari tubuh memiliki
panjang gelombang 5 ² 20 mikrometer. Tubuh manusia
memancarkan gelombang panas ke segala penjuru tubuh.
m Radiasi merupakan mekanisme kehilangan panas paling besar
pada kulit (60%) atau 15% seluruh mekanisme kehilangan
panas.
m Panas adalah energi kinetik pada gerakan molekul. Sebagian
besar energi pada gerakan ini dapat di pindahkan ke udara bila
suhu udara lebih dingin dari kulit. Sekali suhu udara
bersentuhan dengan kulit, suhu udara menjadi sama dan tidak
terjadi lagi pertukaran panas, yang terjadi hanya proses
pergerakan udara sehingga udara baru yang suhunya lebih
dingin dari suhu tubuh.
Evaporasi
m Evaporasi ( penguapan air dari kulit ) dapat memfasilitasi
perpindahan panas tubuh. Setiap satu gram air yang mengalami
evaporasi akan menyebabkan kehilangan panas tubuh sebesar
0,58 kilokalori. Pada kondisi individu tidak berkeringat,
mekanisme evaporasi berlangsung sekitar 450 ² 600 ml/hari.
m Hal ini menyebabkan kehilangan panas terus menerus dengan
kecepatan 12 ² 16 kalori per jam. Evaporasi ini tidak dapat
dikendalikan karena evaporasi terjadi akibat difusi molekul air
secara terus menerus melalui kulit dan system pernafasan
m Udara menguap dari kulit sehingga panas yang diperlukan untuk
mengubah air menjadi gas diserap dari kulit sehingga tubuh
lebih dingin (mis: merasa dingin ketika baju basah)
m Tidak berkaitan dengan kelenjar keringat dan kontrol fisiologis
dan terus menerus berlangsung.
m Selama suhu kulit > suhu lingkungan, panas hilang melalui
radiasi dan konduksi. Namun ketika suhu lingkungan >
suhu tubuh, tubuh memperoleh suhu dari lingkungan
melalui radiasi dan konduksi. Pada keadaan ini, satu-
satunya cara tubuh melepaskan panas adalah melalui
evaporasi.
Mekanisme Ketika Suhu Berubah
m Ketika suhu meningkat
‡ -asodilatasi
ë -asodilatasi pembuluh darah perifer hampir dilakukan pada semua area tubuh.
ë -asodilatasi ini disebabkan oleh hambatan dari pusat simpatis pada hipotalamus
posterior yang menyebabkan vasokontriksi sehingga terjadi vasodilatasi yang kuat
pada kulit, yang memungkinkan percepatan pemindahan panas dari tubuh ke kulit
hingga delapan kali lipat lebih banyak.

‡ Berkeringat
ë Merupakan proses evaporatif aktif di bwah kontrol sarap simpatis
ë Suhu lingkungan > suhu tubuh berkeringat mengurangi panas
tubuh memperoleh panas melalui radiasi dan konduksi
ë Keringat merupakan larutan garam encer yang dikeluarkan oleh kelenjar keringat.
ë Agar panas bisa keluar keringat harus menguap dari kulit,apabila keringat menetes
atau diseka,tidak terjadi pengurangan panas
ë Pengeluaran keringat dirangsang oleh pengeluaran impuls di area preoptik anterior
hipotalamus melalui saraf simpatis ke seluruh kulit tubuh kemudian menyebabkan
rangsangan pada saraf kolinergic kelenjar keringat, yang merangsang produksi
keringat. Kelenjar keringat juga dapat mengeluarkan keringat karena rangsangan
dari epinefrin dan norefineprin.
m Ketika suhu menurun
‡ -asokontriksi kulit di seluruh tubuh
ë -asokontriksi terjadi karena rangsangan pada pusat
simpatis hipotalamus posterior.

‡ Piloereksi
ë Rangsangan simpatis menyebabkan otot erektor pili yang
melekat pada folikel rambut berdiri.
ë Mekanisme ini tidak penting pada manusia karena rambut
pada manusia jarang dan teksturnya halus, tetapi pada
binatang tingkat rendah, berdirinya bulu ini akan berfungsi
sebagai isolator panas terhadap lingkungan.
Shivering

m Salah satu cara dalam heat production


m Melibatkan aktivitas otot
m Primary motor center : bagian dorsomedial dari hipotalamus
posterior dekat ventrikel ke-3
m Secara normal dihambat oleh pusat panas di POA,tereksitasi
oleh sinyal dingin dari kulit dan medula spinalis
m Meningkatkan tonus otot rangka
m Tonus meningkat di atas tingkat kritis tertentu (menggigil)
m Menggigil adalah kontraksi otot rangka yang bergerak ritmik
dgn frekuensi 10-20x/detik
m Proses menggigil maksimum menghasilkan panas 4-5x lebih
banyak
Non-Shivering

m Berperan dalam termoregulasi


m Melibatkan perubahan aktivitas kimiawi penghasil panas
m Berperan penting pada bayi baru lahir.
m Diperantarai hormon epinefrin dan hormon
tiroid,keduanya meningkatkan produksi panas melalui
perangsangan metabolisme lemak
m Bayi yang baru lahir memiliki cadangan lemak berupa
lemak coklat yang mengubah energi kimia menjadi energi
panas
Set Point

m Sistem mekanisme suhu di set,sehingga bila terjadi


perubahan selalu terjadi mekanisme untuk
mengendalikannya ke suhu tersebut
m Set point normal ± 37 oC
m Ditentukan oleh reseptor sentral dan reseptor perifer
Lokasi dan Cara Pengukuran Suhu
Tubuh

m Lokasi : aksila,oral,rektal,telinga (meatus auditorius


eksternus)
m Suhu aksila dipengaruhi lingkungan
m Suhu oral dipengaruhi banyak faktor seperti
makanan,minuman pnas/dingin,merokok,bernafas melalui
mulut
m Suhu normal pada pengukuran oral 37 oC
m Pada 41oC sebagian besar orang mengalami kejang
Cairan Tubuh

m Cairan dalam tubuh meliputi lebih kurang 60% total berat


badan laki-laki dewasa.
m Prosentase cairan tubuh ini bervariasi antara individu,
sesuai dengan jenis kelamin dan umur individu tersebut.
m Pada wanita dewasa, cairan tubuh meliputi 50% dari total
berat badan. Pada bayi dan anak-anak, prosentase ini
relatif lebih besar dibandingkan orang dewasa dan lansia.
m Cairan tubuh menempati kompartmen intrasel dan
ekstrasel.
m 2/3 bagian dari cairan tubuh berada di dalam sel (cairan
intrasel/CIS) dan 1/3 bagian berada di luar sel (cairan
ekstrasel/CES).
m CES dibagi cairan intravaskuler atau plasma darah yang
meliputi 20% CES atau 15% dari total berat badan; dan
cairan intersisial yang mencapai 80% CES atau 5% dari
total berat badan.
m Selain kedua kompatmen tersebut, ada kompartmen lain
yang ditempati oleh cairan tubuh, yaitu cairan transel.
Namun volumenya diabaikan karena kecil, yaitu cairan
sendi, cairan otak, cairan perikard, liur pencernaan, dll. Ion
Na+ dan Cl- terutama terdapat pada cairan ektrasel,
sedangkan ion K+ di cairan intrasel. Anion protein tidak
tampak dalam cairan intersisial karena jumlahnya paling
sedikit dibandingkan dengan intrasel dan plasma.
m aungsi cairan tubuh
Î Struktur dan fungsi organ/jaringan
ÎTransportasi : mengedarkan makanan,oksigen,elektrolit
ÎEkskresi : pembuangan produk hasil sisa metabolisme
ÎRegulasi : pengaturan suhu tubuh
ÎLubrikasi : Pelumas sendi dan membran
ÎMedium : sebagai medium penceraan makanan
Perpindahan Substansi

m Setiap kompartmen dipisahkan oleh barier atau membran yang


membatasi mereka. Setiap zat yang akan pindah harus dapat
menembus barier atau membran tersebut.
m Bila substansi zat tersebut dapat melalui membran, maka
membran tersebut permeabel terhadap zat tersebut. Jika tidak
dapat menembusnya, maka membran tersebut tidak permeabel
untuk substansi tersebut. Membran disebut semipermeable
(permeabel selektif) bila beberapa partikel dapat melaluinya
tetapi partikel lain tidak dapat menembusnya.
Difusi
m Partikel (ion atau molekul) suatu substansi yang terlarut selalu
bergerak dan cenderung menyebar dari daerah yang
konsentrasinya tinggi ke konsentrasi yang lebih rendah sehingga
konsentrasi substansi partikel tersebut merata. Perpindahan
partikel seperti ini disebut difusi. Beberapa faktor yang
mempengaruhi laju difusi ditentukan sesuai dengan hukum aick
(a   
  ). aaktor-faktor tersebut adalah:
m Peningkatan perbedaan konsentrasi substansi.
m Peningkatan permeabilitas.
m Peningkatan luas permukaan difusi.
m Berat molekul substansi.
m Jarak yang ditempuh untuk difusi.
Osmosis
m Bila suatu substansi larut dalam air, konsentrasi air dalam
larutan tersebut lebih rendah dibandingkan konsentrasi air
dalam larutan air murni dengan volume yang sama. Hal ini
karena tempat molekul air telah ditempati oleh molekul
substansi tersebut.
m Jadi bila konsentrasi zat yang terlarut meningkat, konsentrasi air
akan menurun.Bila suatu larutan dipisahkan oleh suatu
membran yang semipermeabel dengan larutan yang volumenya
sama namun berbeda konsentrasi zat terlarut, maka terjadi
perpindahan air/zat pelarut dari larutan dengan konsentrasi zat
terlarut lebih tinggi. Perpindahan seperti ini disebut dengan
osmosis.
m Tekanan osmotik adalah tekanan yang dibutuhkan untuk
menghentikan osmosis,tekanan ini dipengaruhi oleh kadar kadar
zat yang tidak berdifusi,ukuran relatif zat dan ukuran pori.
m Tekanan onkotik,tekanan yang terjadi karena adanya zat koloid
atau kristaloid
ailtrasi
m ailtrasi terjadi karena adanya perbedaan tekanan antara dua
ruang yang dibatasi oleh membran.
m Cairan akan keluar dari daerah yang bertekanan tinggi ke
daerah bertekanan rendah.
m Jumlah cairan yang keluar sebanding dengan besar
perbedaan tekanan, luas permukaan membran dan
permeabilitas membran. Tekanan yang mempengaruhi
filtrasi ini disebut tekanan hidrostatik.
m Tekanan filtrasi dilawan oleh tekanan osmotikkoloid
Water Turnover

m Keseimbangan antara water gain dan water loss


m Water intake : minum,makanan,oksidasi jaringan
m Water loss : ginjal,kulit,keringat,paru-paru,feses