Anda di halaman 1dari 7

cÊ cô 

  


Singkong atau dikenal pula dengan sebutan ketela pohon atau ubi kayu
adalah pohon tahunan tropika dan subtropika yang umbinya dimanfaatkan sebagai
salah satu penghasil karbohidrat pengganti beras dan daunnya
dimanfaatkan sebagai sayuran.


Gambar 1. Ubi Kayu
(Wikipedia.com, 2010)

 Ê 

c

Kingdom : Plantae
Divisi : Spermatophyta
Subdivisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledonae
Ordo : Euphorbiales
Famili : Euphorbiaceae
Genus : ô 
Species : ô 
 Crantz sn M.    .

Œ Ê 

   
£enis : Ubi-ubian
Diameter : 2-3 cm
Pannjang : 50-80 cm
Bentuk daun : Menjari (5-9 buah)
Tinggi pohon :±7m
Warna daging : putih kekuningan
yÊ £enis-jenis Ubi Kayu
1.Ê Ubi kayu manis, jenis ubi kayu yang dapat dikonsumsi langsung
dengan varietas seperti Gading, Adira I, Mangi, Betawi, Mentega,
Randu, Lanting dan Kaliki.
2.Ê Ubi kayu pahit, jenis ubi kayu untuk diolah dengan varietasnya seperti
Bogor, SPP dan Adira II.

 Ê 

    
yÊ Kandungan Gizi (per 100 gram)
Kalori 146 kal
Air 62,5 gram
Phosphor 40 mg
Karbohidrat 34 gram
Kalsium 33 mg
Vitamin C 30 mg
Protein 1,2 gram
Besi 0,7 mg
Lemak 0,3 gram
Vitamin B1 0,06 mg
Berat dapat dimakan 75 gram

yÊ Kandungan Asam Sianida
Singkong mengandung racun asam sianida (HCN) tergantung jenis
singkongnya. Singkong yang tidak beracun dikenal sebagai ubi kayu manis
sedangkan yang beracun disebut ubi kayu pahit (Muhtadi, 1992 dalam Herlina,
2006). Terdapat empat golongan singkong berdasarkan kandungan asam sianida,
yaitu :
1.Ê Golongan tidak beracun, mengandung HCN 50 mg per Kg umbi segar
yang telah diparut.
2.Ê Golongan beracun sedikit mengandung HCN, mengandung HCN antara
50-80 mg per Kg.
3.Ê Golongan beracun mengandung HCN, mengandung HCN antara 80-100
mg per Kg.
4.Ê Golongan sangat beracun, mengandung HCN lebih besar dari 100 mg per
Kg.

yÊ Pemanfaatan
AÊ Makanan pokok pengganti beras
AÊ Rasi (beras singkong)
AÊ Bahan baku industri makanan, tekstil, kosmetik, obat-obatan
AÊ Makanan tradisional
AÊ Bahan bakar nabati (BBN)

cc Ê c

Tapioka adalah tepung pati ubi kayu atau singkong (ô 


 L.
Crantz) yang digunakan dalam pengolahan makanan, pakan, kosmetika, industri
kimia dan pengolahan kayu.

 Ê 

   
£enis : tepung ubi-ubian
Warna : putih kekuningan
Rasa : netral (î )

yÊ £enis Tapioka
oÊ Tapioka kasar; masih mengandung gumpalan dan butiran kayu yang
masih kasar.
oÊ Tapioka halus; merupakan hasil pengolahan lanjut dan tidak
mengandung gumpalan lagi.

yÊ Kualitas tapioka sangat ditentukan oleh beberapa faktor, yaitu :


oÊ Warna Tepung; tepung tapioka yang baik berwarna putih.
oÊ Kandungan Air; tepung harus dijemur sampai kering benar sehingga
kandungan airnya rendah.
oÊ Banyaknya serat dan kotoran; usahakan agar banyaknya serat dan kayu
yang digunakan harus yang umurnya kurang dari 1 tahun karena serat
dan zat kayunya masih sedikit dan zat patinya masih banyak.
oÊ Tingkat kekentalan; usahakan daya rekat tapioka tetap tinggi. Untuk ini
hindari penggunaan air yang berlebih dalam proses produksi.

Œ Ê 

    
yÊ Komposisi Kimia
AÊ Kalori 362 kal
AÊ Protein 0,5 gram
AÊ Lemak 0,3 gram
AÊ Karbohidrat 86,9 gram
AÊ Air 12 gram
AÊ Phosphor 0 mg
AÊ Kalsium 0 mg
AÊ Besi 0 mg
AÊ Vitamin B1 0 mg
AÊ Vitamin C 0 mg
AÊ Bagian yang dapat dimakan 100 %
Sumber: Direktorat Gizi Depkes RI (1981)

yÊ Pembuatan Tepung Tapioka


oÊ BAHAN
1)Ê Ubi kayu
oÊ ALAT
1)Ê Pisau
2)Ê Panci
3)Ê Parutan
4)Ê Kain Saring
5)Ê Tampah atau (nyiru)
6)Ê Alat penumbuk (lumpang dan alu)
oÊ CARA PEMBUATAN
1)Ê Kupas, cuci dan parut ubi kayu segar;
2)Ê Tambahkan air, peras dan saring dengan kain saring;
3)Ê Simpan hasil saringan selama 1 malam untuk mengendapkan
patinya;
4)Ê Kemudian buang air di atas endapan dan tiriskan hasil
pengendapan;
5)Ê £emur di bawah sinar matahari sampai kering;
6)Ê Tumbuk lalu ayak.
oÊ DIAGRAM ALIR PEMBUATAN TEPUNG TAPIOKA







ccc Ê  


Anonima. 2010. Nata De Cassava. Laporan Praktik Kerja Lapangan. Available
online at : http://miebie.blog.friendster.com/2010/06/nata-de-cassava/
(Diakses pada tanggal 9 Agustus 2010)

Anonimb. 2010. Singkong. Available online at :


http://id.wikipedia.org/wiki/Singkong (Diakses pada tanggal 8 Agustus
2010)

Esti dan Kemal P. 2000. Tepung Tapioka dalam BukuPanduan Teknologi Pangan,
Pusat Informasi Wanita dalam Pembangunan PDII-LIPI bekerjasama
dengan Swiss Development Cooperation, 1993 oleh Tri Margono, Detty
Suryati, Sri Hartinah, £akarta. Available online at :
http://kambing.ui.ac.id/bebas/v12/artikel/pangan/PIWP/tepung_tapioka.pdf
(Diakses pada tanggal 8 Agustus 2010)

Herlina, Setia. 2006. Pengaruh £umlah Air Dan Lama Pengukusan Terhadap
Beberapa Karakteristik   Ubi Kayu (ô  
  Crantz).
Sripsi. Fakultas Teknologi Industri Pertanian Universitas Padjadjaran,
£atinangor.

Kusumastuti, C. T. 2007. Singkong Sebagai Salah Satu Sumber Bahan Bakar


Nabati (BBN). Available online at :
http://faperta.ugm.ac.id/newbie/download/pak_tar/specialtopicagronomy/c
kusumastuti.doc (Diakses pada tanggal 9 Agustus 2010)
Î ô Î 
cc




!
"
# #c $

%&'%('')''*& 














  +cc
, cc c
cc c c
c- c,, 
%'('