Anda di halaman 1dari 7

[nike/xiia3/24] Page 1

REAKSI REDOKSI DAN ELEKTROKIMIA


Percobaan 7 : Faktor-Faktor yang Menyebabkan Korosi Besi

Tujuan Percobaan : Menentukan faktor-faktor yang berpengaruh pada korosi besi

Teori Dasar :
Korosi adalah reaksi redoks antara suatu logam dengan zat lingkungan sehingga menghasilkan
senyawa yang tak dikehendaki atau lebih dikenal dengan perkaratan. Korosi besi dapat terjadi
jika pada lingkungan terdapat oksigen dan air.

Alat dan Bahan :


1. Tabung reaksi 1. Paku/besi
2. Sumba karet 2. Aquadest
3. gelas ukur 10 ml 3. Kalsium klorida anhidrat
4. minyak tanah/kerosin
5. kapas

Cara Kerja :
1. Ambillah 4 buah tabung reaksi, kemudian :
a. Tambahkan 5 ml aquadest ke dalam tabung 1
b. Tambahkan 2 gram Kristal kalsium klorida (CaCl2 ) dan kapas kering ke dalam
tabung 2
c. Tambahkan air yang telah didihkan ke dalam tabung 3 hingga hampir penuh
d. Tambahkan 10 ml kerosin ke dalam tabung 4
2. Amplaskan 4 paku besi hingga bersih, kemudian masukkan satu ke dalam masing-
masing tabung reaksi
3. Tutup tabung 2 dan 3 dengan sumbat karet sampai rapat
4. Simpanlah tabung-tabung tersebut selama 2 hari , kemudian amati apa yang terjadi
5. Catat pengamatan anda

Hasil Pengamatan :

No Tabung Terbentuk karat Tidak ada karat


I √
II √
III √
IV √

Kesimpulan :
Factor yang menyebabkan terjadinya korosi besi adalah oksigen dan air.

[nike/xiia3/24] Page 2
REAKSI REDOKSI DAN ELEKTROKIMIA
Percobaan 8 : Korosi Besi

Tujuan percobaan : Mempelajari pengaruh logam lain terhadap korosi besi

Teori Dasar :
Sepotong besi yang tertutup lapisan air yang mengandung oksigen mengalami korosi. Proses
korosi pada dasarnya adalah proses elektrokimia. Pada besi itu akan terbentuk bagian yang
bertindak sebagai anoda tempat terjadi oksidasi : Fe  Fe2+ + 2e
dan bagian yang berindak sebagai katode tempat terjadinya reduksi :
H20 + ½ O2 + 2e  2 OH-
Logam lain yang dililitkan pada besi dapat mempercepat/memperlambat proses korosi. Logam
lain menjadi faktor-faktor dalam proses korosi besi

Alat dan Bahan Ukuran / Satuan Jumlah


Tabung reaksi dan rak Biasa 4/1
Cawan petri 6
Gelas kimia 1000 ml 1
Paku, pita magnesium, lempeng seng, timah, Masing-masing 1
tembaga (sudah diampelas)
Kertas ampelas halus Sehelai
Agar-agar 6gr
Larutan kalium heksasianoferat (III) 50 ml
Larutan basa NaOH 50 ml
Larutan garam besi (II) 50 ml
Larutan garam besi (III) 50 ml
Larutan garam seng 50 ml
Fenolftalein Sebotol
Natrium Klorida padat 15 gr

Cara Kerja :
a. Percobaan pendahuluan
1. Tambahkan larutan Fe2+ dan larutan Fe3+ maing-masing ke dalam larutan
K3Fe(CN)6 di dua tabung reaksi yang berlainan.
2. Tambahkan larutan Zn2+ ke dalam tabung reaksi berisi K3Fe(CN)6.
3. Tambahkan PP ke dalam larutan yang bersifat basa.

b. Pengaruh logam lain terhadap korosi besi


1. Letakkan sebatang paku yang sudah diampelas di dalam sebuah cawan petri.
Tuangkan larutan agar-agar yang suam yang mengandung NaCl, K3Fe(CN)6 dan PP
sampai menutupi paku itu. Catat hasil yang terlihat setelah beberapa menit dan
catat lagi sesudah beberapa jam.

[nike/xiia3/24] Page 3
2. Ambil 5 cawan petri dan 5 paku besi, lilitkan sepotong pita Mg erat pada paku
membentuk bendera. Letakkan paku itu pada cawan Petri. Lilitkan lempeng Zn, Pb,
dan Cu pada masing-masing paku dan letakkan pada cawan petri yang berbeda.
Tuangkan larutan agar-agar yang suam ke dalam cawan petri sehingga paku itu
tertutupi.

c. Pembuatan larutan agar-agar


Tambahkan 6 gram agar-agar dan 15 g NaCl dalam 500 ml air dan panaskan sampai
larut semuanya. Tambahkan K3Fe(CN)6 5% dan 4 ml larutan PP. Larutan agar-agar
hendaknya dibiarkan agar suhunya turun sampah hampir suhu kamar sebelum
dituangkan ke dalam cawan petri

Hasil Pengamatan :

Larutan yang dicampurkan Pengamatan


Fe2+ + K3Fe(CN)6 Warna biru muda
Fe3+ + K3Fe(CN)6 Warna biru kehitaman
Zn2+ + K3Fe(CN)6 Warna kuning keruh
Larutan basa + PP Warna ungu
a.

Logam Pengamatan
Setelah beberapa menit Setelah beberapa jam
Paku Logam lain Paku Logam lain
Paku
Dililit dengan Pink Pink ada Merah Merah menyebar
Mg gelembung menyebar gelembung
Dililit dengan x x Merah x
Zn
Dililit dengan pink Biru Pink
Pb
Dililit dengan Biru tua Merah Biru tua Pink
Cu
b.

[nike/xiia3/24] Page 3
Pertanyaan :
Sebutkan logam yang bertindak sebagai katode dan logam yang bertincak sebagai anode pada
percobaan B
Katode : Magnesium, seng Anode : Timbal, tembaga

Kesimpulan : logam hanya dapat mengalami oksidasi dan tidak dapat mengalami reduksi. Zat
yang mengalami reduksi bertindak sebagai katoda dan zat yang mengalami oksidasi bertindak
sebagai anoda.

REAKSI REDOKSI DAN ELEKTROKIMIA


Percobaan 9 : Elektrolisis

Tujuan percobaan :
Pengaruh larutan elektrolit oleh arus listrik searah menjadi unsur atau senyawa-senyawa baru.

Teori Dasar :
Pada elektrolisis, arus listrik digunakan untuk melakukan reaksi yang tidak terjadi secara
spontan pada sel volta. Pada elektrolisis, katoda adalah elektroda yang dihubungkan dengan
kutub negative sumber, sehingga di katoda terjadi reduksi. Anoda adalah elektroda yang
dihubungkan dengan kutub positif sumber sehinggadi anoda terjadi oksidasi.

Alat dan Bahan :


1. pipa U 6. indikator universal
2. adaptor 7. amilum
3. kabel dan penjepit buaya 8. Phenolphtalein
4. Elektrode dari karbon 9. larutan KI(aq) 0,5M
5. larutan Na2So4(aq) 0,5M

Cara Kerja :
(pasang alat elektrolisis seperti pada gambar)

A. Elektrolisis Na2SO4(aq) 0,5M


Keterangan :
1. pipa u dengan larutan elektrolit yang
diselidiki
2. elektroda dari karbon
3. kabel listrik dengan penjepit buaya
4. adaptor yang mengubah arus listrik
bolak balik menjadi arus listrik searah

[nike/xiia3/24] Page 3
a. Masukkan larutan Na2SO4 0,5M
b. Tambahkan 2 tetes indikator universal pada kedua pipa U yang berisi larutan diatas.
c. Hubungkan dengan arus listrik searah dan biarkan beberapa menit.
d. Amati perubahan larutan di katoda dan anoda

Hasil Pengamatan (A) :


1. Warna larutan + indikator sebelum dielektrolisis: hijau
2. Warna larutan + indicator sesudah dielektrolisis:
a. pada ruang elektroda negatif: ungu
b. pada ruang elektroda positif: merah

Pertanyaan (A) :
1. Dari perubahan indicator, apa yang dapat disimpulkan :
a. Pada ruang elektroda negatif: air tereduksi jadi H2 & OH-, bersifat basa, sehingga
berubah warna jadi ungu
b. Pada ruang elektroda positif: air teroksidasi jadi O2 & H+, bersifat asam, sehingga
berubah warna jadi merah

2. Bila gas yang terjadi pada elektroda (-) adalah hydrogen dan pada elektroda (+) adalah
oksigen. Katode : 4H2O + 4e  4OH- + 2H2
Anode : 2H2O  4H+ + O2 + 4e

B. Elektrolisis larutan KI 0,5 M


1. Lakukan elektrolisis larutan KI seperti percobaan 8 dan amati perubahan yang
terjadi pada katoda dan anoda
2. Tambahkan 2 tetes PP pada masing-masing elektroda
3. Tambahkan 2 tetes amilum pada masing masing katoda

Hasil pengamatan (b) :

Larutan dalam Perubahan selama Perubahan setelah Perubahan setelah


ruang elektrolisis ditambah PP ditambah amilum
Elektoda + coklat coklat hitam
Elektroda - bening Ungu kemerahan Ungu kemerahan

Pertanyaan (b) :
1. Zat yang terjadi di ruang elektroda (+) sebagai hasil elektrolisa : ion I-, karena pada
elektroda (+) terjadi oksidasi : 2I-(aq)  I2(S) + 2e

[nike/xiia3/24] Page 3
2. Ion yang terdapat ruang elektroda (–) setelah elektrolisa : ion OH-, karena pada
elektroda (-) terjadi reduksi 2H20(l) + 2e  I2(s) + 2e
3. Persamaan setengah reaksi yang terjadi pada:
a. elektroda + : 2I-  I2 + 2e
b. elektroda - : 2H2O +2e  H2 + 2OH-

Kesimpulan : pada elektrolisis, elektroda (-) adalah katoda tempat terjadi reduksi.
Sedangkan elektroda (+) tempat terjadinya oksidasi. Pengionan yang terjadi tergantung oleh
potensial oksidasi dan potensial reduksi masing-masing zat

[nike/xiia3/24] Page 3