Anda di halaman 1dari 11

AUTIS

Autis adalah gangguan perkembangan perpasif pada anak yang ditandai dengan adanya
gangguan dan keterlambatan dalam bidang komunikasi, gangguan dalam bermain, bahasa,
perilaku, gangguan perasaan, dan emosi, interaksi sosial, perasaan sosial, dan gangguan
dalam perasaan sensoris.

Kriteria Gejala Ciri Gangguan Ya Tida


k

Diagnosis membutuhkan kombinasi dari ciri-ciri yang ada pada beberapa


kelompok berikut ini. Tidak semua ciri dari setiap kelompok ada untuk
dapat dilakukan diagnosis.
Hendaya dalam Hendaya (tidak mampu) pada perilaku nonverbal
interaksi sosial. seperti ekspresi wajah, postur tubuh, gesture, dan
(minimal ada 2 kontak mata yang biasanya mengatur interaksi
gejala) sosial.
Tidak mengembangkan hubungan dengan teman
sebaya yang sesuai dengan usianya.
Kegagalan dalam berbagi kegembiraan dengan orang
lain
Tidak menunjukkan reaksi sosial dan emosional
timbal balik (memberi dan menerima)
Hendaya dalam Keterlambatan pada perkembangan bhasa verbal
bidang (juga tidak ada usaha untuk mengatasi
komunikasi kekurangan ini melalui isyarat)
(minimal harus ada Bila perkembangan bahasa adekuat, kurangnya
1 gejala) kemampuan untuk memulai dan mempertahankan
percakapan tetap tampak
Menunjukkan abnormalitas pada bentuk atau isi
bahasa (misalnya, bahasa stereotip atau repretif
(berulang), seperti pada ekolalia; penggunaan
kata-kata yang tidak lazim; bicara tentang diri
sendiri dengan menggunakan kata ganti orang
kedua atau ketiga− menggunakan kata “kamu”
atau “dia” yang artinya “saya”)
Tidak memperlihatkan kemampuan bermain sosial
spontan atau imajinatif (bermain pura-pura)
Adanya suatu pola Menunjukkan minat yang terbatas
yang Memaksakana rutinitas (misalnya selalu
dipertahankan dan menggunakan rute yang sama untuk berpergian
diulang-ulang dari satu tempat ke tempat yang lainnya)
dalam perilaku, Menunjukkan gerakan-gerakan stereotip (misalnya
minat dan kegiatan menjetikkan jari-jari, membenturkan kepala,
(minimanl harus berayun ke depan dan belakang, berputar)
ada 1 gejala) Menunjukkan fokus yang berlebihan pada bagian-
bagian objek (misalnya memutar roda mobil-
mobilan secara berulang-ulang) atau kelekatan
yang tidak biasa terhadap objek-objek (seperti
mebawa seutas tali)
Kemunculannya (onsetnya) terjadi sebelum usia 3 tahun yang tampak dari
fungsi yang abnormal pada paling tidak satu dari hal-hal berikut ini:
perilaku sosial, komunikasi, atau bermain imajinatif.
ADHD
ADHD adalah kelainan sistem saraf pusat yang ditandai oleh problem dalam wilayah
perhatian, impulsivitas dan terkadang hiperaktivitas. Hal ini bisa disebabkan oleh kegagalan
pemusatan dan pengendalian diri akibat dari hambatan kematangan fungsi otak.

Tida
Kriteria Gejala Ciri gangguan Ya k
Salah satu dari (1) atau (2)

(1). Enam atau lebih dari Sering tidak mampu memberikan perhatian
gejala kurangnya pada hal-hal kecil atau membuat kesalahan
perhatian berlangsung tidak teliti dalam tugas sekolah, bekerja
selama 6 bulan) atau kegiatan lainnya
Kurangnya Sering mendapatkan kesulitan dalam
kemampuan perhatian: mempertahankan perhatian dalam tugas
kegiatan
Sering tidak mendengarkan bila berbicara
secara langsung
Sering tidak melaksanakan perintah dan gagal
menyelesaikan tugas sekolah, pekerjaan
rumah atau kewajiban sekolah
Sering mendapat kesulitan dalam mengatur
tugas dan kegiatan
Sering menghindari , tidak menyukai, atau
enggan melakukan tugas yang menuntut
usaha mental yang tekun (seperti PR)
Sering kehilangan benda-benda yang
diperlukan untuk melakukan tugas atau
kegiatan (permainan, pensil, buku)
Sering terganggu oleh rangsangan dari luar
Sering lupa dalam kegiatan sehar-hari
(2). Enam atau lebih dari Sering gelisah dengan tangan atau kaki
gejala Hiperaktivitas- (menggeliat-geliat ditempat tidur)
impulsivitas berlangsung Sering meninggalkan tempat duduk didalam
selama 6 bulan kelas atau dalam keadaan lain dimana
Hiperaktif : diharapkan dapat duduk
Selain banyak berlari-lari atau mendaki dalam
keadaan yang tidak tepat
Sering kesulitan dalam bermain atau
beraktivitas dengan tenang
Sering maju terus atau bertindak seolah-olah
didorong oleh mesin
Sering banyak bicara
Impulsif : Sering menjawab pertanyaan tanpa dipikir
sebelum pertanyaan selesai
Sering mengalami kesulitan menunggu giliran
Sering memotong atau mencampuri urusan
orang lain misalnya percakapan atau
permaianan
B. Beberapa gejala dari hiperaktif-impulsif atau kurangnya kemampuan
atensi disebabkan adanya gangguan yang terjadi sebelum usia 7 tahun.
C. Beberapa gejala dari gangguan terjadi dalam dua situasi atau lebih,
misalnya sekolah atau tempat bekerja dan di rumah.
Gangguan harus dibuktikan bahwa secara signifikan menyebabkan
terganggunya fungsi interaksi sosial, akademik, atau pekerjaan.
Simptom gangguan ini tidak terdapat secara khusus pada gangguan
perkembangan pervasif, skizoprenia, psikotik atau gangguan mental
lainnya (misalnya: gangguan mood, gangguan kecemasan, gangguan
disosiatif atau gangguan kepribadian).

RETARDASI MENTAL
Retardasi mental merupakan keterlambatan yang mencakup rentang yang luas dalam
perkembangan kognisi, fungsi sosial, dan perawatan diri.

Kriteria Gejala Ciri gangguan Ya Tidak


Secara signifikan, setelah diukur dengan tes IQ yang terstandar, fungsi
intelektual berada dibawah rata-rata, IQ= 70 atau kurang dari 70,
Terdapat kekurangan Komunikasi
atau gangguan dalam Mengurus diri sendiri
fungsi sosial adaptif Kehidupan keluarga
minimal pada 2 area Keterampilan interpersonal
berikut: Penggunaan sumber daya komunitas
Kemampuan mengambil keputusan sendiri
Keterampilan akademik fungsional
Rekreasi
Pekerjaan
Kesehatan
Keamanan

Onset sebelum usia 18 tahun

READING DISORDER
Adalah kesulitan yang berkaitan dengan kemampuan membaca ( mengenali kata-kata dan
memahami bacaan) dimana kemampuan membaca tersebut berada dibawah rata-rata
kemampuan anak seusianya.

Kriteria Gejala Ya Tidak


Kemampuan membaca ketika diukur secara individual dengan
menggunakan tes yang telah terstandarisasi untuk mengukur
keakurasian atau pemahaman dalam membaca, memberikan hasil
bahwa kemampuan membaca adalah dibawah rata-rata kemampuan
anak seusianya, ukuran kecerdasannya dan tingkat pendidikan anak
seusianya.
Gangguan pada kriteria A secara signifikan turut mempengaruhi prestasi
akademik atau aktivitas dalam kehidupan sehari-hari selama hal itu
memerlukan kemampuan membaca.
Jika terdapat kekurangan dalam hal penglihatan, maka gangguan
membaca biasanya akan saling terkait dengan hal tersebut.
MATHEMATICS DISORDER
Adalah kesulitan memahami operasional matematika dasar, kemampuan matematikanya
dibawah rata-rata kemampuan anak seusianya, intelegensi, dan tingkat pendidikan anak
seusianya.

Kriteria Gejala Tidak


Ya
Kemampuan matematika ketika diukur secara individual dengan
menggunakan tes yang telah terstandarisasi, memberikan hasil
bahwa kemampuan matematikanya dibawah rata-rata kemampuan
anak seusianya, ukuran kecerdasannya dan tingkat pendidikan anak
seusianya.
Gangguan pada kriteria A secara signifikan turut mempengaruhi prestasi
akademik atau aktivitas dalam kehidupan sehari-hari selama hal itu
memerlukan kemampuan matematika.
Jika terdapat kekurangan dalam hal penglihatan, maka gangguan
matematika biasanya akan saling terkait dengan hal tersebut.

DISORDER of WRITTEN EXPRESSION


Adalah keterampilan menulisnya dibawah rata-rata kemampuan anak seusianya,
intelegensi, dan tingkat pendidikan anak seusianya

Kriteria Gejala Ya Tidak


Kemampuan menulis ketika diukur secara individual dengan
menggunakan tes yang telah terstandarisasi atau yang berfungsi
untuk mengukur kemampuan menulis, memberikan hasil bahwa
kemampuan menulisnya dibawah rata-rata kemampuan anak
seusianya, ukuran kecerdasannya dan tingkat pendidikan anak
seusianya.
Gangguan pada kriteria A secara signifikan turut mempengaruhi prestasi
akademik atau aktivitas dalam kehidupan sehari-hari selama hal itu
memerlukan kemampuan menulis kata, menulis susunan kalimat
dengan tata bahasa yang benar, dan menyusun kalimat dalam satu
paragrap.
Jika terdapat kekurangan dalam hal penglihatan, maka gangguan
menulis biasanya akan saling terkait dengan hal tersebut.
CONDUCT DISORDER (GANGGUAN TINGKAH LAKU)

Kriteria Gejala Ciri gangguan Ya Tidak


Pola perilaku berulang Agresi terhadap orang lain dan hewan
dan tetap yang Sering mengintimidasi
melanggar hak-hak Memulai perkelahian fisik
dasar orang lain atau Menggunakan senjata tajam untuk
norma sosial membahayakan orang lain seperti batu,
konvensional yang alat pemukul, pisau dan pistol
terwujud dalam Melakukan kekejaman fisik pada manusia
bentuk 3 atau lebih Melakukan kekejaman fisik pada hewan
kriteria dibawah ini Merampas kepunyaan orang lain
dalam 12 bulan Memaksa seseorang melakukan aktivitas
terakhir dan minimal seksual
1 kriteria diantaranya
berlangsung dalam 6 Merusak atau menghancurkan
bulan terakhir kepemilikan (properti)
Membakar
Vandalisme (menghancurkan)

Kecurangan atau mencuri


Masuk dengan paksa ke rumah orang lain,
gedung atau mobil
Sering berbohong (menipu)
Mengutil

Pelanggaran aturan yang serius


Tidak pulang kerumah sebelum usia 13
tahun
Sering melanggar aturan orang tua dirumah
Sering membolos sekolah sebelum usia 13
tahun
Gangguan perilaku tersebut secara signifikan mengganggu fungsi sosial,
akademik, atau pekerjaan.

Jika individu yang bersangkutan berusia 18 tahun atau lebih, kriteria


yang ada tidak memenuhi gangguan kepribadian anti sosial.

OPPOSITIONAL DEFIANT DISORDER (GANGGUAN


MENENTANG)

Kriteria Gejala Ciri gangguan Ya Tidak


Pola yang negatif, sikap Sering kehilangan kendali
bermusuhan, dan Sering menentang atau membantah dengan
perilaku menentang orang yang lebih tua
sekurang-kurangnya Sering menentang dan menolak dengan
berlangsung selama permintaan orang tua atau aturan
6 bulan, sedikitnya 4 Sering dengan sengaja mengganggu orang
atau lebih kriteria lain
yang ada: Sering menyalahkan orang lain untuk
kesalahan dirinya sendiri
Sering dengan mudah menggangu orang lain
dengan tangan
Sering marah dan membenci
Sering iri hati atau membalas dendam
Gangguan secara signifikan menyebabkan hendaya dalam fungsi sosial,
akademik, atau pekerjaan
Perilaku tidak terjadi semata-mata disebabkan oleh psikotik atau
gangguan mood
Kriteria ini tidak untuk gangguan tingkah laku dan jika individu berusia
18 tahun atau lebih, kriteria ini tidak untuk gangguan kepribadian
antisosial

STUTTERING
(GAGAP)

Gangguan dalam kelancaran berbicara pada anak dimana anak seusianya pada
umumnya tidak mengalaminya.
Kriteria Gejala Ciri Gangguan Ya Tidak
A. Apabila satu Melakukan pengulangan suara/suku kata
atau lebih dari ciri Menunjukkan perpanjangan suara
gangguan sering Penggunaan kata seru
terjadi Terjadi penjedaan diantara kata-kata yang
terputus
Mengalami hambatan dalam berbicara
(blocking)
Terjadi penggunaan kata-kata yang
berlebihan /tidak perlu sebagai pengganti
kata – kata yang sukar untuk diucapkan
Menunjukkan ketegangan/tekanan fisik saat
mengucapkan kata-kata
Pengulangan kata-kata yang terdiri dari suku
kata tunggal (misal: a-a-a-a ku tidak tau)

Adanya gangguan gagap ini akan memiliki keterkaitan dengan


akademik atau prestasi atau dengan komunikasi sosial anak.
Apabila terdapat kekurangan motorik dan sensori dalam berbicara,
maka kesulitan berbicara biasanya terkait dengan hal tersebut.

ASPERGER
Penderita asperger memiliki ciri yang hampir sama dengan autis. Gejala yang dominan
adalah gangguan pada perkembangan interaksi sosial dan munculnya perilaku-perilaku
berulang tak bertujuan tanpa diikuti keterlambatan kemampuan komunitas yang berarti,
oleh karenanya asperger sering dikatakan juga sebagai autis ringan.

Kriteria Gejala Ciri gangguan Ya Tidak


Penurunan kualitatif Tidak mampu menggunakan perilaku non
dalam interaksi verbal dalam interaksi sosial seperti
sosial yang sudah kontak mata, menunjukkan ekspresi
termanifestasi muka, postur tubuh dan gesture.
setidaknya 2 dari Lebih tertarik melakukan aktivitas sendirian
kriteria; (sering tanpa tujuan atau berwujud
berulang (ketimbang berinteraksi dengan
teman sebaya.
Kekurangan dalam mengekspresikan minat
atau ketertarikan kepada orang lain
secara spontan
Kekurangan dalam membangun hubungan
sosial dan emosional yang timbal balik
Menunjukkan perilaku Preokupasi yang tidak normal pada objek
khas dan berulang atau aktivitas tertentu.
yang sudah Suka melakukan aktivitas secara ritual
termanifestasi (dengan urutan harus tetap) dan tidak
setidaknya1 dari dengan urutan lain.
kriteria dibawah ini Suka melakukan gerakan tubuh berulang
tanpa tujuan: tepuk tangan, menggoyang
kaki, geleng/angguk kepala.
Sering terpaku pada benda/suara/permukaan
objek tertentu dalam waktu lama dan
tanpa dipahami maksudnya dan bahkan
tidak menoleh meski dipanggil berulang
Gangguan secara signifikan menyebabkan terganggunya fungsi sosial,
pekerjaan, atau hal-hal lain yang penting.
Gangguan yang tidak disebabkan karena keterlambatan dalam
kemampuan berbahasa (misalnya kata digunakan oleh anak usia 2
tahun dan kalimat digunakan oleh anak usia 3 tahun)
Gangguan yang tidak disebabkan karena keterlambatan dalam
perkembangan kognitif atau kemampuan menolong diri sendiri yang
sesuai usia perkembangan, perilaku adaptif (interaksi sosial dengan
orang lain) dan keingintahuan tentang lingkungan pada masa kanak-
kanak .
Kriteria tidak untuk gangguan perkembangan pervasif yang spesifik atau
skizofrenia.

SEPARATION ANXIETY DISORDER


(GANGGUAN KECEMASAN BERPISAH)
Ditandai dengan gejala dominan yaitu ketakutan berpisah dengan figur lekat yang
bentuk ketakutannya dapat saja muncul dalam beberapa bentuk perilaku seperti menolak,
sekolah ataupun keluhan, fisik, saat berpisah dengan figur lekat. Gangguan ini biasa
ditemukan pada anak awal usia sekolah.

Kriteria Gejala Ciri gangguan Ya Tidak


A. Kecemasan yang Stress yang berulang diluar batas ketika
berlebihan ketika berpisah dari rumah/ berpisah dengan
berpisah dengan figure lekat
figur lekat atau Kekhawatiran berlebih akan kehilangan atau
meninggalkan terjadi kejahatan yang menimpa figure
rumah. Ditandai lekat
oleh 3 hal atau lebih Kekhawatiran berlebih pada peristiwa-
yang terdiri dari: peristiwa tak terduga akan berpisah
dengan figur lekat (ex: hilang/ diculik)
Enggan/ menolak pergi sekolah atau ke
tempat lain karena takut berpisah
dengan figur lekat
Ketakutan/ enggan untuk sendiri tanpa figur
lekat di rumah atau tanpa sosok dewasa
yang signifikan pada setting yang lain
Ketakutan/ enggan untuk tidur tanpa figur
lekat atau tidur jauh dari rumah
Mimpi menakutkan yang berulang yang
melibatkan tema perpisahan
Gejala berulang (seperti sakit kepala, sakit
perut hingga muntah) ketika berpisah
dengan figur lekat.
B. Durasi gangguan berlangsung minimal 4 minggu
C. Onset sebelum 18 tahun
D. Gangguan secara signifikan menyebabkan terjadinya distress atau
masalah sosial, akademis (pekerjaan) atau fungsi pada hal-hal
penting lainnya.
E. Bukan karena gangguan mental permanen, skizophrenia, gangguan
psikotik, pada remaja dan dewasa bukan merupakan gangguan
panik contohnya Agorafobia

PHONOLOGICAL DISORDER
(GANGGUAN FONOLOGI)
Kesulitan dalam artikulasi suara dalam berbicara tanpa adanya kerusakan pada
mekanisme bicara atau hendaya neurologis
Kriteria Gejala Ciri Gangguan Ya Tidak
A. Kegagalan dalam Artikulasi suara yang tidak tepat
mengembangkan Kekeliruan dalam penggunaan bunyi
kemampuan berbicara Kesulitan dalam pengorganisasian bunyi
yang seharusnya sesuai Penggantian satu suara bunyi ke bunyi lain
dengan usia atau dialek (penggunaan huruf /t/ untuk
pada anak seusianya menyebutkan huruf /k/)
Menghilangkan bunyi pada huruf konsonan
akhir
Kesulitan dalam mengucapkan suku kata (l,
r, z, s, th, ch)
B. Kesulitan mengeluarkan suara ketika berbicara mempengaruhi
prestasi akademik atau prestasikerja atau komunikasi sosial.
C. Jika termasuk retardasi mental, adanya kekurangan dalam motorik
atau sensori dalam berbicara, atau hilangnya kontak dengan
lingkungan, maka kesulitan dalam berbicara dengan retardasi mental
biasanya saling terkait.

EXPRESSIVE LANGUAGE DISORDER


(GANGGUAN BAHASA EKSPRESIF)

Merupakan hambatan dalam penggunaan bahasa verbal.Apabila diukur dengan tes


yang terstandar skornya dibawah skor kapasitas intelektual non verbal dan perkembangan
bahasa reseptif.

Kriteria Gejala Ciri gangguan Ya Tidak


A. Skor diperoleh dari hasil Memiliki kosakata yang terbatas
pengukuran dengan Bermasalah dengan aturan penggunaan
menggunakan tes yang telah bahasa (SPOK)
distandarisasi, dimana hasil Kesulitan mengingat kata-kata
pengukuran menunjukkan Kesulitan dalam membuat kalimat yang
bahwa perkembangan panjang dan kompleks
bahasa ekspresif individu
berada di bawah rata-rata
kapasitas intelektual
nonverbal dan
perkembangan bahasa
reseptif. Adapun gejalanya
adalah sebagai berikut:
B. Kesulitan dalam ekspresi bahasa mempengaruhi prestasi akademik/
pekerjaan/ komunikasi sosial
C. Kriteria tidak dijumpai untuk gangguan bahasa campuran reseptif-
ekspresif/ gangguan perkembangan pervasif
D. Jika termasuk Retardasi Mental, adanya kekurangan dalam motorik
bicara dan sensori, atau hilangnya kontak dengan lingkungan, maka
kesulitan bahasa biasanya akan saling terkait dengan retardasi mental.
MIXED RECEPTIVE-EXPRESSIVE LANGUAGE DISORDER
(GANGGUAN BERBAHASA CAMPURAN RECEPTIF – EKSPRESIF)
Merupakan kesulitan dalam memahami maupun menghasilkan bahasa verbal.
Apabila diukur dengan tes yang terstandar skornya dibawah skor kapasitas intelektual non
verbal dan perkembangan bahasa reseptif.

Kriteria Gejala Ciri gangguan Ya Tidak


A. Skor diperoleh dari hasil Kesulitan memahami kata,
pengukuran dengan Kesulitan memahami kalimat
menggunakan tes yang telah Kesulitan menggunanakan kata
distandarisasi, dimana hasil khusus contohnya penggalan
pengukuran menunjukkan
bahwa perkembangan
bahasa ekspresif individu
berada di bawah rata-rata
kapasitas intelektual
nonverbal dan
perkembangan bahasa
reseptif. Adapun gejalanya
adalah sebagai berikut:
B. Kesulitan dalam bahasa ekspresif dan reseptif secara signifikan
mempengaruhi prestasi akademik/ prestasi kerja/ komunikasi sosial
C. Kriteria tidak dijumpai untuk gangguan perkembangan pervasif
D. Jika termasuk Retardasi Mental, adanya kekurangan dalam motorik
bicara dan sensori, atau hilangnya kontak dengan lingkungan, maka
kesulitan bahasa biasanya akan saling terkait dengan retardasi mental.

MOTOR SKILLS DISORDER


(GANGGUAN KETERAMPILAN MOTORIK)

Gangguan perkembangan koordinasi motorik merupakan hambatan dalam


koordinasi motorik dalam aktivitas sehari-hari yang umumnya telah dikuasai anak
seusianya.

Kriteria Gejala Ciri Gangguan Ya Tidak


A. Penampilan Terlambat untuk berjalan
dalam aktivitas Terlambat untuk merangkak
sehari-hari Terlambat untuk duduk
menunjukkan Adanya kekakuan dalam melakukan aktivitas
adanya motorik
koordinasi Performance yang kurang terampil dalam
motorik dibawah aktivitas olah raga
rata-rata Kesulitan dalam melempar sesuatu
kemampuan Tulisan tangan yang jelek
anak seusianya Kesulitan dalam mengikat tali sepatu
dan ukuran Kesulitan dalam mengancingkan baju
intelegensinya. Kesulitan dalam membuka dan menutup resleting
Kesulitan dalam menyusun puzzle
Kesulitan dalam bermain bola
Gangguan mengkoordinasikan motorik ini secara signifikan
mempengaruhi prestasi akademik atau aktivitas dalam kehidupan
sehari-hari.
C. Gangguan ini juga tidak seharusnya digeneralisasikan pada kondisi
medis seperti cerebral palsy, hemiplegia, atau gangguan otot dan
tidak dijumpai adanya kriteria untuk gangguan perkembangan
pervasif.
D. Jika termasuk Retardasi Mental, maka kesulitan dalam motorik
biasanya akan saling terkait dengan retardasi mental.