Anda di halaman 1dari 116

SETETES KEBIJAKSANAAN

Dalam perjalanan kereta api New York – Berangsur-angsur dia mulai bisa hidup sendiri
Boston, di sebelahku duduk seorang lelaki tua tanpa mengandalkan orang lain. Dia berucap,
tuna netra. “Tapi yang membuatku paling pusing adalah
Dosen pembimbing tesis PhD-ku adalah aku tak tahu orang di hadapanku apakah orang
seorang tuna netra, sebab itu ngobrol dengan kulit hitam. Aku mengutarakan permasalahanku
orang tuna netra bukan hal sulit bagiku, aku pada psikolog pembimbingku, dia berusaha
bahkan membuatkan kopi panas untuknya. Waktu meluruskan pandanganku. Aku sangat
itu kebetulan sedang terjadi kerusuhan rasial di mempercayainya, apa saja kuberitahukan
Los Angeles, dengan sendirinya pembicaraan padanya. Dia kuanggap sebagai guru dan
kami menjurus pada permasalahan rasial. teman baikku. ”
Lelaki tua itu memberitahuku, dia orang Suatu hari, psikolog pembimbing itu
Amerika Selatan, sejak kecil memandang rendah memberitahuku, dia adalah orang kulit hitam.
orang kulit hitam. Pembantu di rumahnya adalah Sejak itu pandangan rasialisku pelan-pelan
kulit hitam, selama di selatan dia tidak pernah pupuslah sudah, aku tidak dapat melihat
makan semeja dengan orang kulit hitam. Juga apakah orang itu kulit putih atau kulit hitam.
tak pernah satu sekolah dengan orang kulit Bagiku, aku hanya tahu dia orang baik atau
hitam. orang jahat, tentang warna kulit, sudah tidak
Saat menuntut ilmu di Amerika Utara, ada artinya bagiku. ”
pernah ketika ditunjuk oleh-oleh teman-teman Menjelang tiba di Boston, orang tua itu
�sekelasnya untuk mengadakan pesta barbecue, berkata, “Aku kehilangan penglihatan, juga
di dalam undangan dia tuliskan: “Kami berhak kehilangan pandangan rasialis, hal yang
menolak kehadiran siapa saja.” Kalau di selatan, sangat membahagiakan! ” Istri orang tua itu
ucapan ini berarti: “Kami tidak menerima orang sudah menunggu di halte, keduanya saling
kulit hitam.” Hal itu menimbulkan keributan berpelukan dengan mesra.
di kelasnya. Akibatnya dia dimarahi oleh wali Aku terkejut, ternyata istrinya adalah
dosennya. seorang kulit hitam yang rambutnya sudah
Dia bilang ada kalanya bertemu pegawai berwarna putih semua. Saat itulah aku baru
toko berkulit hitam. Waktu membayar dia sadar, penglihatanku baik sebab itu pandangan
selalu meletakkan uangnya di atas meja kasir rasialisku juga masih ada, hal yang sangat
agar diambil sendiri oleh pegawai kulit hitam disayangkan!
itu, dia tidak sudi bersentuhan dengan tangan Ini adalah kisah yang sangat menyentuh,
orang itu. Aku tertawa bertanya padanya, membuatku teringat akan kisah Pangeran
“Kalau gitu kamu pasti tidak mungkin menikah Kecil.
dengan orang kulit hitam! ” Rahasia yang diberikan oleh rubah pangeran
Dia tertawa keras, “Aku tidak berhubungan kecil kepada pangeran adala: “Sesuatu yang
dengan mereka, mana mungkin bisa menikah paling berharga bukan sesuatu yang tampak
dengan orang kulit hitam? Bicara sejujurnya, oleh mata, kamu harus merasakannya dengan
aku waktu itu beranggapan bahwa setiap orang hatimu. ”
kulit putih yang menikah dengan orang kulit
hitam, itu adalah aib bagi ayah ibunya.” Namun, Bisa didengar, bisa dilihat, jangan terlalu
ketika menempuh S2 di Boston, dia mengalami dipercaya, hanya yang dirasakan, dialami,
kecelakaan. Meski tidak membahayakan dihayati dengan hati, itu barulah Jalan
jiwanya, tetapi kedua matanya buta total, dia Tengah....
tidak dapat melihat sama sekali.
Dia kemudian menjadi siswa sekolah tuna (Diterjemahkan dari artikel 黑暗中沒有美
netra belajar menulis huruf braille, berjalan 與醜,只有善與惡, penulis tidak dikenal)
dengan bantuan tongkat dan sebagainya.
REDAKSI

PELINDUNG ALAMAT REDAKSI


Jl. Raya Darmo Permai III
DISTRIBUTOR
Dirjen Bimas Buddha Depag RI
Direktur Bimas Agama Buddha Depag RI
Plaza Segi Delapan Blok C/801-802 Surabaya
Telp. 031.7345135 Fax. 031.7345143 SINAR DHARMA
Kanwil Departemen Agama Propinsi Jawa Timur
Yayasan Dharma Rangsi Surabaya
e-mail: becsurabaya@yahoo.com
DI KOTA ANDA
BEC SELURUH INDONESIA
SURABAYA
PELINDUNG Yayasan Dharma Rangsi
Master Hai Tao Jl. Raya Darmo Permai III Plaza Segi Delapan Blok C 801-802
Telp. 031.7345135 Fax. 031.7345143
Surabaya - Jawa Timur BATAM
PENANGGUNG JAWAB
Sutanto Adi JAKARTA
Suwarno
Yayasan Samudra Metta Indonesia 08127020450
PIMPINAN UMUM Jl. Pluit Sakti Raya No. 28 Blok B 11
Komplek Ruko Sentra Bisnis Pluit
Indarto Santoso Telp.021.66695336 Fax.021.66695337
Jakarta Utara BEKASI
PENASEHAT HUKUM
KEDIRI
Himawan
Tanudjaja, SH, CN, MH Jl. Kilisuci 36 Kediri 08128439092
Telp. 0354.689281
PIMPINAN REDAKSI Kediri - Jawa Timur
Tjahyono Wijaya
PEKANBARU JAMBI
Jl. Belimbing 159 Q
REDAKTUR PELAKSANA Telp. 0761.7072416 Fax. 0761.21602 Ferry
Nagasena Pekanbaru - Riau 085274546333
Hendrick Tanuwidjaja MEDAN
Jl. Rotan Baru No.10
PENYUNTING BAHASA Telp. 061.4579450 KLATEN
Medan - Sumatera Utara
Tjahyono Wijaya Puryono
Ching Ik Vihara Borobudur
Jl. Imam Bonjol No. 21
081575064382
ARTISTIK & DESIGN Telp. 061.6628153
Medan Sumatera Utara
Hendrick Tanuwidjaja MEDAN
Tiong Bing DENPASAR
Suryanaga Tantora Vihara Buddha Dharma Lie Ching
David Wibowo Sampurna Jl. Gurita I, Perumahan Pedungan Indah No. 41 Seretani
Telp. 0361.720984, 720024
0811652564
Denpasar - Bali
PRODUKSI
Dennis Hanani Wijaya Jl. Sunset Legian Kaja Legian, Kuta PALEMBANG
Telp. 0361.7440419
Denpasar - Bali Hengky
SEKRETARIS REDAKSI (081331789005)
Deissy BATAM
081808690508
Dewi Vihara Buddhayana
Komplek Nagoya Point (Pasar Angkasa) Blok L No. 1-3
Telp. 0778.452636 Fax. 0778.452980 PEKANBARU
INFO BERLANGGANAN, Batam - Kepulauan Riau
IKLAN & PROMOSI (081331789009) Wismina
Irfan Rizaldi Arfin Vihara Maitri Sagara
Jl. Tiban 3 Blok C II No. 17 (Belakang Pom Bensin Tiban)
08127556328
Telp. 0778.310159 Fax. 0778.310159.
SIRKULASI (081331789006) Batam - Kepulauan Riau
Yuska TANGERANG
MANADO
Maxi Vihara Dhammadipa Jl. Sudirman 52 Lina
BEC Seluruh Indonesia Telp. 0431.861842 Fax. 0431.813455
Manado - Sulawesi Utara
08151818473
DANA DHARMA
PALEMBANG
mohon ditransfer ke: Yayasan Buddhakirti Vihara Dharmakirti
Jl. Kapten Marzuki No.496 (Kamboja)
BCA Kapas Krampung Surabaya Telp. 0711.356333 Fax. 0711.357375
Palembang - Sumatera Selatan
a/c. 101-778-9911
a/n. Yayasan Dharma Rangsi JAMBI
Yayasan Sathya Sal Ananda (u.p Bong Lie Hui)
Jl. Gatot Subroto Komplek Ruko Hotel Abadi
Blok C RT 11 No 96-98
Telp. 0741.7552452 Fax. 0741.7552453
Jambi

MALANG
Buddhayana Dharma Centre
Jl. Ciliwung No.50 E (Ruko)
Hp. 081.25230878
Malang - Jawa Timur

2 SINAR DHARMA
2 / SINAR DHARMA
SINAR DHARMA 3
SINAR DHARMA I 3
DAFTAR ISI

DAFTA R
Vol. 78 No. 4 MAGHA PUJA 2553 BE
SETETES KEBIJAKSANAAN
Dalam Kegelapan Tidak Ada Cantik
dan Buruk 01

SISI LAIN
The Gift of Love 08

DUNIA BUDDHIS
- Ballet on Buddha’s Life 16
- Oprah’s Interview With Thich Nhat
Hanh 30
- Buddha The Movie 107
- SNSD (Girl’s Generation) 24
- Drukpa Kungfu Nuns 28

SUDUT PERISTIWA
- Wishing Candle 2010 22
- Kagyu Monlam 25
- Seminar “Sehat dan Bahagia” 27

PERSPEKTIF
- Makna Imlek Bagi Umat Buddha 86

BERPIKIR BUDDHIS
- Mengejar Bayang-Bayang
LEGEND OF
14 SUDHANA AND MANOHARA
Eternal Love Chronicle
Kebahagiaan 96

SUDUT PERISTIWA JEJAK AGUNG

25 71
Buddhism
2nd
In the
KAGYU
Three
MONLAM
Kingdoms
(Sam Kok)

6 SINAR DHARMA
6 / SINAR DHARMA
DAFTAR ISI

IS I
Vol. 78 No. 1 WAISAK 2554 BE
SELEBRITIS BUDDHIS
- Buddhist Soccer Stars 40
- Joey Wong 45
- Shahrukh Khan 90

DHARMA TEACHING
- Sutra Seratus Perumpamaan 94
- Tanya Jawab Seputar Buddhisme 55
- Catatan Pelatihan Diri 58
- Realize Our Mind 76

ORGANISASI BUDDHIS
- Dhammacitta 48

PENGALAMAN DHARMA
- Keberuntungan atau Ketidakberuntungan? 18
- Metta It’s Work! 51

ARSITEKTUR BUDDHIS
- Vihara Gaya Suku Han Tiongkok 60

JEJAK AGUNG
- Buddhism in the Three Kingdoms 71

MOVIE AND BUDDHISM


- My Name is Khan 108

INSPIRASI
- Melayani 54
- Eternal Love Chronicle of Prince
Bodhisattva and His Elf Maiden 78

KISAH ZEN
- Jiechen Akar Teratai 92

FIGUR BUDDHIS
- Bodhidharma

SUDUT PUBLIK
- SMS Anda
99

110
40
TUTUR MENULAR
- Kecurigaan dari Mana Asalnya
- Menangani Krisis
91
111
BUDDHIST 37

46

SOCCER
- Kura-kura Kecil 111
74
KAMPUS LINGUAL
- Di Zi Gui 25

PLAYERS
112 96

SINAR DHARMA 7
SINAR DHARMA / 7
SISI LAIN

Syair di atas merupakan lantunan Dharma dari Bhagava


sendiri untuk mendeskripsikan cinta antara Bodhisattva
(Sakyamuni) dengan istrinya selama beratus-ratus kehidupan
lamanya. Bodhisattva Pangeran Sudhana mengucapkan syair
itu pada Kinnari Manohara. Syama mengucapkannya ketika
jatuh cinta melihat pedagang Bodhisattva. Dalam kitab Nalini
Jataka, syair tersebut mendendangkan perasaan cinta antara
Bodhisattva Ekasringa dan Nalini. Ya, baik Manohara, Syama
maupun Nalini, adalah kelahiran lampau dari Yasodhara.
Buddha juga melantunkannya bagi pasangan Buddhapita dan
Buddhamata yang telah menjadi suami istri sebanyak 1500
kelahiran lampau mereka hingga akhirnya mencapai tingkat
Arhat bersama-sama di bawah bimbingan Dharma. Dengan
demikian, syair di atas patut diulang dan kerap kali direnungkan
oleh sepasang kekasih Buddhis.

Memaknai Magha Puja dan Waisak


Hari Raya Magha Puja adalah hari raya Buddhis terakhir
dalam satu tahun kalender Buddhis, yang juga berarti dalam
hari itu kita bersama-sama bersiap menyambut Waisak
yang akan memulai lembaran baru tahun kalender Buddhis
berikutnya. Berdekatan dengan kedua perayaan ini adalah
Valentine Day dan White Day. Di negeri Gajah Putih, sempat
terjadi konflik tentang perayaan Magha Puja dan Valentine Day
karena tanggal perayaannya berdekatan. Para muda mudi di
sana lebih tertarik merayakan Valentine. Kedua hari itu bagai
dianggap api dan air. Valentine Day identik dengan perayaan
cinta duniawi antara sepasang kekasih, sedangkan Magha
Puja adalah hari Buddha membabarkan Ovada-Pratimoksha
[Patimokkha]. Di sini penulis mengajak pembaca untuk
8 SINAR DHARMA
8 / SINAR DHARMA
SISI LAIN

merenungkan bahwa bagi umat Buddha peringatan jatuh cinta pada pandangan pertama. Megha
hari kasih sayang Valentine sebenarnya bukan hal [Sumedha] bertanya pada Prakriti [Sumitta],
yang bertentangan dengan peringatan Magha Puja “Berapakah harga untuk teratai-teratai tersebut,
dan Waisak. nona?” Prakirti menjawab, “Aku membeli kelima
teratai tersebut seharga 500 koin emas [purana]
Agama Buddha tidaklah mengharuskan umatnya dan dua yang lain aku dapatkan dari seorang
untuk menjadi anggota Sangha, namun juga teman.” Lalu brahmana muda Megha berkata
tidak mendorong umatnya untuk tetap menjalani padanya, “Aku akan memberikan padamu 500
kehidupan awam. Setiap umat berhak menentukan purana untuk lima tangkai teratai. Dengan teratai
apa pilihan hidupnya, bebas memilih mempraktikkan tersebut aku akan menghormat pada Bhagavan
Dharma dengan hidup selibat ataukah menjalankan Dipamkara dan engkau dapat menghormati-Nya
Dharma bersama-sama dengan kekasihnya yang dengan dua tangkai lainnya.” Prakriti menjawab,
merupakan kalyanamitra. Siapa bilang dalam “Aku akan memberikanmu lima tangkai teratai
kehidupan cinta sepasang kekasih itu tidak dapat diisi ini dengan satu kondisi yaitu engkau akan
dengan Dharma? Jangan lupa, Buddha mengajarkan mengambilku sebagai istrimu dan engkau akan
Dharma bukan cuma untuk para bhiksu atau bhiksuni menjadi suamiku.” Megha menjawab: “Aku
saja, tetapi bagi semua orang dan semua kalangan, berusaha untuk berlatih mencapai Anuttara
bahkan semua makhluk hidup, termasuk mereka Samyaksambodhi, bagaimana mungkin aku
yang memiliki kekasih, entah itu pacar ataupun berpikir tentang pernikahan?” Prakriti menjawab,
pasangan hidup. “Berusahalah dan capailah pikiran tersebut. Aku
tidak akan menghalangimu.”
I. Ikrar Suci Megha (Sumedha - Nayatikrama)
dan Prakirti (Sumitta - Susvada) Brahmana Megha mengambil 500 koin emas
Istri adalah kalyanamitra (sahabat spiritual) dan menyerahkannya pada Prakriti untuk lima
bagi seorang suami, demikian juga sebaliknya. tangkai bunga teratai. Kemudian terdengar
“Seorang istri adalah teman [pendamping] terbaik suara merdu yang diucapkan gadis Sumitta:
bagi seorang pria, seorang istri yang setia adalah “Jika engkau berkeinginan untuk menghormati
sahabat baik yang tinggal di rumah.” Demikian ucap pembimbing Dunia (Buddha) dengan buket
Buddha dalam Samyutta Nikaya dan Samyuktagama. teratai yang indah, ambillah aku untuk menjadi
Kekasih bukanlah semata-mata seorang kekasih saja, istrimu hari ini. Maka aku akan selalu tetap setia
namun ia juga adalah sahabat terbaik kita, bahkan dalam cinta. Seperti berbunganya pohon Bodhi
ia haruslah seseorang yang juga berjuang bersama yang cantik, namun jarang ditemukan muncul di
kita dalam perkembangan spiritual (kalyanamitra). dunia ini, brahmana muda, maka seperti itu juga
Demikian juga, tanpa seorang kalyanamitra yang dengan kemunculan para Buddha dan Tathagata
juga merupakan kekasihnya, Bodhisattva Sakyamuni yang agung. Dengan buket teratai yang menarik
tak mungkin mencapai realisasi Samyaksambuddha. ini engkau menghormati Buddha, Pembimbing
Setiap Samyaksambuddha sebelumnya pasti memiliki manusia [sehingga menjadi ‘takluk’]. Tindakan
kalyanamitra yang menemaninya sepanjang upaya itu akan menjadi jalan untuk pencerahanmu.
pencerahan-Nya. “Semua Bodhisattva yang bijak Dan aku akan menjadi istrimu di manapun
pada masa lampau terlihat bersama-sama dengan kau berada.” Megha menjawab: “Hari ini aku
seorang istri dan seorang putra.” (Lalitavistara)

Saat Bodhisattva terlahir sebagai Megha, Ia


bertemu dengan gadis cantik bernama Prakirti yang
membawa lima tangkai bunga teratai. Mereka berdua

SINAR DHARMA 9
SINAR DHARMA / 9
SISI LAIN

mengambilmu sebagai istri sebagai balasan


atas buket teratai yang indah ini. Aku akan
menghormati Buddha…” (Mahavastu Avadana)

Mengamati apa yang sedang terjadi antara


Megha dan Sumitta, Buddha Dipamkara
membuat peneguhan di tengah-tengah
keramaian: “Dengarkanlah, O Megha, upasika
[perempuan] ini memiliki citta yang sebanding
dengan dirimu, ia akan menjadi pendampingmu
dalam berbagi hidup. Membantumu dengan
semangat dan perbuatan yang sama
[kusalakamma] dalam usahamu mencapai ke-
Buddhaan, ia akan membahagiakanmu dalam
setiap pikiran, perkataan dan perbuatannya, ia
akan berpenampilan cantik dan menyenangkan,
manis tutur katanya dan baik hati. Dalam
usahamu mencapai ke-Buddhaan, dalam
kelahiranmu yang terakhir, ia akan menjadi
murid perempuan yang akan menerima
warisan spiritual darimu [dhammadayada],
menjadi seorang Arahanta, lengkap dengan
kemampuan batin yang tinggi. Perempuan ini
akan melakukan semua kusala dhamma bahkan
seperti semua pemilik harta menyimpan harta
mereka ke dalam kotak harta. Maka dari itu
orang-orang akan menyokong perempuan yang
engkau kasihi ini. Perempuan ini akan memiliki
parami sempurna, ia akan melenyapkan
kilesa bagaikan singa keluar dari kandangnya,
dan akan mencapai bodhinana dalam kalpa Memaknai kedatangan Waisak yaitu kelahiran, pencerahan
Yang Tidak Terhitung mulai dari sekarang.” dan Parinirvana Buddha Gautama, tentu tak terlepas dari
(Buddhavamsa) bagaimana kita menyikapi kisah hidup Siddharta Gautama
sejak dari kecil dibesarkan di istana hingga menjadi Buddha.
Dengan tekad mulia, selama 4 asamkhyeya Mungkin ada yang menganggap Pangeran Siddharta sebagai
kalpa serta 100.000 kali perputaran dunia suami yang tidak bertanggung jawab dan tidak berperasaan
[mahakalpa] dan selama 500 kelahiran pula, karena meninggalkan istri dan anaknya. Siddharta tega
sepasang kekasih Bodhisattva Pangeran meninggalkan Yasodhara yang telah bersama-sama dengannya
Siddharta dan Yasodhara bersama-sama sejak 4 asamkhyeya kalpa yang lalu, hidup sebagai sepasang
mengarungi samsara demi menyempurnakan suami istri yang saling mencintai sebanyak 500 kelahiran.
paramita. Selama 500 kelahiran pula mereka
saling mengasihi, menyokong dan mencintai Dalam kehidupan-kehidupan lampaunya, Bodhisattva
satu sama lain. Cinta mereka tidak ada hampir selalu mengajak serta istrinya untuk menjalani
bandingannya di dunia ini. Sulit sekali bagi kehidupan pertapaan. Namun sekarang, di kehidupan
suami istri untuk dapat terus bersama-sama terakhirnya, Bodhisattva menjadi petapa sendirian.
di berbagai kelahiran, namun berkat kekuatan Sebenarnya Pangeran meninggalkan istri dan anak bukan
tekad Bodhisattva dan pasangannya, mereka sekadar melepas keduniawian saja, namun untuk tujuan
berdua tidak terpisahkan walaupun harus yang lebih mulia, yaitu membawa istri, anak serta semua
menghadapi terjangan ombak samsara yang makhluk menuju Nirvana, kebahagiaan abadi.
sangat ganas. Ketika Yasodhara (Gopa) bermimpi melihat tanda-
tanda bahwa suaminya akan meninggalkan dirinya, ia
II. Ikrar Suci Siddharta dan Yasodhara kemudian meminta suaminya untuk berjanji, “Pangeran,
“Putraku [Pangeran Siddharta] dihiasi kemanapun engkau pergi, bawalah aku bersamamu.”
oleh kebajikan-kebajikan yang agung dan Pangeran Bodhisattva menjawabnya, “Tentu, ke mana pun
pengantinnya [Yasodhara] memiliki kualitas aku pergi, aku akan membawamu.” (Sanghabhedavastu,
seperti dirinya; penyatuan dari dua makhluk Mulasarvastivada Vinaya)
suci ini, bagaikan penyatuan butter dengan
ghee.” (Lalitavistara) Namun Bodhisattva pergi meninggalkannya pada pagi esok
10 SINAR DHARMA
10 / SINAR DHARMA
SISI
DUNIALAIN
BUDDHIS

harinya. Apakah Bodhisattva berbohong? Tidak. Yang sedikit makanan yang sederhana, [sedangkan]
dimaksud Pangeran Siddharta adalah bukan membawa aku makan makanan kerajaan di istana, minum
istrinya dalam wujud fisik, namun ia akan membawa minuman istana, memakai pakaian istana dan ada
serta istrinya menuju Nirvana. Pangeran tetap berada tempat tidur istana untukku. Biarkanlah sekarang
di sisinya, bukan dalam wujud fisik, namun dalam aku akan hidup dengan makanan yang sedikit dan
usaha perjalanan mencapai Pantai Seberang. sederhana, memakai pakaian biasa dan tidur di atas
jerami.” Mendengar hal itu, Bhiksu Udayin memuji
Kitab Mahavastu dan Mulasarvastivada Vinaya kesetiaan Yasodhara pada Bhagava, lalu Buddha
mencatat bahwa ketika Pangeran Siddharta menceritakan Siriprabha Jataka. (Mahavastu)
meninggalkan keduniawian, Yasodhara belum hamil. Ia
bercinta dengan Yasodhara sebelum ia meninggalkan Disebabkan oleh praktik pertapaan ini,
kerajaan dan kemudian hamillah Yasodhara. Menurut Yasodhara menjadi kurus sekali seperti Bodhisattva
kedua teks di atas, Yasodhara mengandung selama yang kurus dalam menjalani pertapaan keras.
enam tahun. Ini disebabkan oleh karma buruknya di Kehamilannya menjadi tidak terawat dan janinnya
masa lampau dan karma buruk dari sang calon bayi berada di ambang bahaya. Raja Suddhodana
sendiri, Rahula. merasa cemas akan keadaan cucunya yang masih
dalam kandungan.“Jika Yasodhara terus menerus
Raja Suddhodana dan Suprabuddha mengirim 500 mendengar berita tentang Pangeran, menjadi sedih
mata-mata dan pembawa pesan untuk memantau oleh karena suaminya dan tetap pada pertapaannya,
keadaan Pangeran Bodhisattva yang kemudian maka ia tidak akan dapat menyokong bayi tersebut.
melapor: “Pangeran melakukan pertapaan seperti Bayinya akan gugur.” Suddhodana kemudian
ini itu. Ia hanya makan satu biji wijen, satu butir mengupayakan agar Yasodhara tidak mendengar
beras, satu bidara, satu kacang pulse, satu kacang lagi berita tentang Pangeran.
buncis, satu kacang mangga. Ia tidur di atas rumput
darbha.” Mendengar ini, Yasodhara yang dicengkeram Yasodhara yang tidak lagi mendengar kabar dan
kesedihan dan kerinduan akan pangerannya, wajahnya meniru tindakan suaminya, mulai memakan lagi
penuh dengan air mata, ornamen dan perhiasan ia makanan yang bergizi sehingga kelangsungan hidup
tanggalkan, lalu menjalani kehidupan pertapaan. janinnya terjaga. Saat Yasodhara meninggalkan
Ia juga makan satu biji wijen, satu butir beras, satu pertapaan kerasnya, saat itu Petapa Siddharta juga
bidara, satu kacang pulse, satu kacang buncis, satu mulai mengkonsumi makanan yang bergizi, yaitu
kacang mangga. Ia juga tidur di atas rumput darbha. nasi susu pemberian Nanda dan Nandabala/Sujata.
Yasodhara yang mendengar bahwa Pangeran Siddharta
bertapa dengan sangat keras, berkata pada dirinya Ketika Buddha berhasil mengalahkan Mara dan
sendiri: “Tidak tepat dan tidak sesuai bila seorang pasukannya di bawah pohon Bodhi di Bodhgaya,
putra yang mulia menderita, menjalani hidup yang Mara yang merasa tidak senang mengirim para
sulit, berbaring di atas rerumputan dan hidup dengan dewa pengikutnya untuk mengumumkan pada
SINAR DHARMA 11
SINAR DHARMA / 11
DUNIA BUDDHIS

kerajaan Kapilavastu bahwa Pangeran telah meninggal Bodhisattva tidak pernah meninggalkan istrinya,
sebelum mencapai pencerahan disebabkan oleh walau fisik mereka terpisah, namun batin mereka
pertapaan kerasnya. Mendengar kabar ini, Yasodhara tidak terpisah, bahkan berkembang bersama-sama.
langsung terjatuh ke tanah dan meratap sedih. Dewa
Bodhidruma yang berada di dalam pohon Bodhi pergi Demikian setianya Yasodhara, ketika ia ditinggal
menuju Kapilavastu dan mewartakan berita yang Pangeran Siddharta, banyak orang yang ingin
sebenarnya. “Bodhisattva Sakyamuni tidak mati, malah melamarnya, di antaranya sepupu Siddharta,
telah mencapai Penerangan Sempurna.” Yasodhara Devadatta, yang merupakan putra Raja Amritodana
menjadi sangat bahagia sehingga akhirnya melahirkan [saudara Raja Suddhodana], ia menolak semuanya.
seorang putra, yang diberi nama Rahula dari asal Devadatta yang sebelumnya telah kalah dari Siddharta
kata “Rahu” (gerhana), demikian disebutkan dalam dalam memenangkan perlombaan mendapatkan Putri
Mulasarvastivada Vinaya. Yasodhara [seperti yang tercantum dalam Mahavastu],
melihat sebuah kesempatan ketika Siddharta
Yang dilakukan Bodhisattva, dilakukan pula oleh meninggalkan istana. Devadatta memasuki kediaman
Yasodhara. Yang terjadi dalam diri Yasodhara, terjadi Yasodhara dan merayunya. Namun tentu, Yasodhara
pula pada Petapa Siddharta. Ketika Bodhisattva menolaknya. Mendengar penolakan Yasodhara,
melakukan pertapaan keras, Yasodhara juga Devadatta menjadi marah dan kemudian memfitnah
melakukannya sehingga tubuh mereka menjadi kurus. Yasodhara melakukan perzinahan, sehingga menjadi
Ketika Bodhisattva mulai meninggalkan pertapaan hamil ketika Siddharta meninggalkannya. Devadatta
ekstrem, demikian juga Yasodhara. Ketika Bodhisattva kemudian memerintahkan agar Yasodhara dibunuh.
ditinggalkan dan dicemooh oleh lima petapa temannya, Pertama-tama Devadatta melakukan eksekusi dengan
Yasodhara juga diabaikan dan dicemooh oleh orang- cara menenggelamkan Yasodhara di kolam. Namun
orang Sakya. Ketika Bodhisattva mencapai Pencerahan karena ia tidak bersalah dan penuh kebajikan,
Sempurna, Yasodhara melahirkan putranya, Rahula. Yasodhara diselamatkan oleh raja naga. Kemudian
Semua makhluk berbahagia atas kejadian terakhir ini. Devadatta berusaha melemparkan Yasodhara ke
dalam kobaran api, namun Yasodhara tidak mempan
terhadap api, bahkan api tersebut berubah menjadi
bunga. Usaha terakhir Devadatta untuk membunuh
Yasodhara adalah dengan cara menjatuhkannya dari
atas tebing, namun Yasodhara diselamatkan oleh
seekor raja kera.

Dalam Bhadrakalpavadana dikatakan bahwa


Pangeran Siddharta meninggalkan kerajaan sebelum
anaknya lahir. Ia menyentuh pusar Yasodhara dengan
jempol kaki kanannya dan membuat ikrar agung agar
Yasodhara terlindungi dari bahaya besar yang akan
menimpanya di masa depan.

Sebenarnya hati Bodhisattva juga pedih harus


meninggalkan anak dan istrinya dalam upaya
mencapai Penerangan Agung. Kita dapat mengetahui
perasaan Siddharta ini dalam Vessantara Jataka dan
beberapa Jataka dalam kitab Jatakamala.

Tindakan Pangeran Siddharta tersebut juga harus


dipahami sebagai upaya kausalya dari Bodhisattva
agar mampu memberi manfaat bagi semua makhluk:
“….Karenanya, untuk membuat Gopa [Yasodhara]
mengembangkan Bodhicitta, maka Bodhisattva
mengambilnya sebagai istrinya. Pada masa Buddha
Dipankara, Gopa berkata: ‘Saya berharap mulai
sekarang dan selanjutnya, brahmacarin ini akan
menjadi suami saya dan saya akan menjadi istrinya,
bahkan pada masa di mana ia akan mencapai Ke-
Buddhaan.’ Pada waktu itu, Bodhisattva, setelah
menerima tujuh bunga teratai biru darinya,
berkata, ‘Walau saya tidak ingin menerima hadiah
12 SINAR DHARMA
12 / SINAR DHARMA
DUNIA BUDDHIS

ini, saya akan memenuhi harapan dari wanita bajik mangkuk-Nya kepada Raja Suddhodana lalu bersama
ini.’ Setelah Bodhisattva mengatakan hal itu, wanita dengan kedua Aggasavaka pergi ke kaputren
ini tidak pernah lepas dari akar kebajikan yang Yasodhara. Mendengar bahwa Tathagata datang
berasal dari hasil pemberian tujuh kuntum bunga. berkunjung, Yasodhara menyuruh semua penari
Karena itu, Bodhisattva menjadikan wanita tersebut memakai jubah kuning. Setiba di kamar Yasodhara,
sebagai istrinya….Lagipula, istri Bodhisattva dan para Tathagata berkata, “Jangan ada yang bersuara untuk
anggota keluarga… adalah orang-orang yang telah menghalang-halangi Putri Yasodhara sewaktu ia
diubah Bodhisattva melalui Dharma bajik ketika Ia memberi hormat kepada-Ku sesuai keinginannya.”
menapaki jalan Bodhisattva di kehidupan lampau. Bhagava lalu duduk di tempat yang telah disediakan.
Para makhluk ini juga telah membuat tekad untuk Semua wanita menangis, terdengar suara ratapan
menjadi istri atau anggota keluarga hingga pada masa yang membahana. Setelah menangis dan reda dari
kehidupan Bodhisattva mencapai Ke-Buddhaan. Demi kesedihannya, Yasodhara menyambut Bhagava dengan
menguatkan Dharma Putih nan Suci yang dimiliki oleh sikap yang sangat menghormat, bagai menghadap
orang-orang ini, maka Bodhisattva tampak tinggal raja. Ia merangkul kedua kaki Tathagata dengan
bersama istri dan anggota keluarganya.” [Upaya kedua tangannya. Ia menyandarkan kepalanya di
Kausalya Sutra] kedua kaki Tathagata, bergantian kiri dan kanan, ia
bersujud lagi dan lagi dengan penuh hormat. Buddha

Yang paling harus diingat adalah, setelah kemudian berkata pada Raja Suddhodana, “Dalam
Bodhisattva mencapai Penerangan Agung, Ia kembali kehidupan-Ku yang terakhir, Ia (Yasodhara) mencintai-
ke Kapilavastu dan memberikan Dharma yang Agung Ku, dan setia hanya kepada-Ku saja. Dalam kehidupan
pada istri dan anak-Nya. Ia tidak melepas tanggung yang lampau, ketika terlahir sebagai Kinnara, ia setia
jawabnya sebagai seorang suami dan ayah, namun hanya kepada-Ku seorang.” (Candakinnara Jataka)
yang dilakukannya bukanlah sebagai suami dan ayah
duniawi, tapi suami dan ayah batiniah. Sekembali III. Bhikkhuni Yasodhara dan Buddha Gautama
ke Kapilavatthu (Kapilavastu), setelah makan Sebenarnya Bhiksuni Yasodhara Theri akan
siang Bhagava duduk di istana Raja Suddhodana mencapai Parinirvana pada hari yang sama dengan
mengkhotbahkan Mahadhammapala Jataka. Setelah Buddha Sakyamuni, namun mengingat hal itu akan
dana makanan selesai, seluruh pejabat istana dan para mengakibatkan kesedihan yang berlipat ganda
pelayan, kecuali Yasodhara, bersimpuh memberikan bagi para makhluk hidup, Yasodhara memutuskan
penghormatan pada Buddha. Parinirvana sebelum Buddha. Untuk itu Ia menghadap
Buddha dan meminta izin Parinirvana, yang merupakan
Para pelayan perempuan berkata pada Yasodhara, tradisi bagi para Arahat sekaligus meminta maaf
“Mohon datang ke istana dan beri hormat kepada pada Buddha apabila ada kesalahan-kesalahan yang
Tathagata.” Ia menjawab, “Jika aku pernah dilakukan selama bersama-sama mengarungi samsara
memberikan pelayanan yang patut kepada-Nya, Yang di berbagai kelahiran. Kisah ini terdapat dalam kitab
Mulia sendiri yang akan datang kepadaku.” Ia tetap Sinhala berjudul Yasodharapadanaya.
berdiam tenang di kamarnya. Tathagata menitipkan

SINAR DHARMA 13
SINAR DHARMA / 13
DUNIA BUDDHIS

Melihat Yasodhara yang kebaikannya yang tidak lautan samsara menyelesaikan semua kondisi untuk
terbatas dan banyak kali menolong-Nya, Buddha mencapai Pencerahan Agung dan sudah sejak waktu
mengatakan, “Tidak ada satupun wanita yang dapat yang sangat lama mempraktikkan Dasa Parami
menyamai Yasodhara di seluruh era Buddha ini. Ia (bersama-sama).” Setelah saling memberi hormat
memiliki abhijna yang sebanding dengan Buddha. satu sama lain dan berpamitan, Yasodhara akhirnya
Sejak menjadi Arahat, Ia terus hidup sebagai bhiksuni Parinirvana. Perjalanan sepanjang samsara usai
biasa dan tidak menunjukkan abhijna-Nya sehingga sudah, cinta yang dipupuk selama berkalpa-kalpa
tidak ada orang yang melihatnya.” Kemudian atas terwujud dalam pencapaian Nirvana. Bahkan
permintaan Buddha, Yasodhara menunjukkan Buddha memberikan peneguhan bahwa Yasodhara
abhijna-Nya. kelak akan menjadi Samyaksambuddha bernama
Buddha Rasmisatasahasra-paripûrnadhvaga.
Dulu ketika masih sebagai Bodhisattva dan
menyimpang dari kebenaran, Yasodhara dengan kasih Kesimpulan
sayang meluruskannya kembali. “Buddha, ketika Memahami bahwa cinta antara pria dan
terjebak di dalam ikatan Mara di lautan samsara ini, wanita (lobha), apabila dibarengi dengan chanda
Engkau meninggalkanku dan pergi bersama dengan (keinginan luhur), maka hubungan cinta tersebut
wanita lain. Sebagai hasilnya, akan menjadi menjadi sesuatu
Engkau dikenai berbagai macam yang bermanfaat, seperti yang
penyiksaan dan penjara. Aku, dialami sendiri oleh Bodhisttva
ketika mengetahuinya, tanpa Sakyamuni dan Yasodhara
rasa marah sedikitpun, bagaikan selama berbagai kehidupan. Bagi
seorang ibu, yang juga sakit oleh umat Buddha yang merayakan
karena penderitaan putranya, hari Valentine, jangan hanya
dengan tangisan yang keras mengisinya dengan saling
melawan mereka, memberikan menunjukkan rasa kasih sayang
mereka sutra dan permata satu sama lain, namun di hari
milikku sebagai bayaran kasih sayang ini, kita harus dapat
[tebusan] dan menyelamatkan- memperkuat ikrar mencapai ke-
Mu, di berbagai kehidupan yang Shunyataan yaitu tekad untuk
tak terhitung.” membawa hubungan cinta ini
menjadi hal yang bermanfaat
Yasodhara melanjutkan, “O bagi semua makhluk.
Lokavidu [Buddha], di berjuta-
juta kehidupan lampau yang Bodhisattva dengan
tidak terhitung, ketika Engkau pasangannya telah memberi
dan Aku hidup bersama-sama contoh kepada kita semua
di lautan samsara, Aku tahu bahwa selain menunjukkan
bahwa Engkau menjual-Ku untuk kasih sayang satu sama lain,
mendapatkan makanan agar mereka berdua bersama-sama
dapat bertahan hidup. Di dalam menolong para makhluk dari
berjuta kehidupan lampau yang derita. Sebab itu, bagi yang
tak terhitung, Aku memberikan telah mempunyai pasangan,
hidup-Ku pada-Mu. Namun Aku jangan ragu lagi, bersama-
tidak pernah takut. [Karena] untuk-Mu Aku serahkan sama dengan tambatan hati yang juga merupakan
hidup-Ku... Lagipula, Aku telah bertekad bahwa sahabat spiritual kita, tapakkan langkah bersama
selama dalam samsara, Aku akan mendevosikan diri- menuju Samyaksambodhi! Pencerahan bukanlah
Ku hanya untuk-Mu..., di dalam kehidupan yang tak sesuatu yang mustahil apabila sepasang hati yang
terhitung.” “Dengan tujuan agar aku tidak pernah saling mencintai menumbuhkan Bodhicitta, tidak
menjadi istri dari laki-laki lain, Engkau memberikan- melekat, saling setia dan bersama-sama berjuang
Ku cermin tilakunu [anicca, dukkha, anatta]... Dengan mengatasi penderitaan samsara.
tujuan agar Aku tidak mengandung bayi dari laki-laki
lain, Engkau telah memberiku kontraseptif tilakunu Mari kita maknai Waisak kali ini dengan
yang terdiri dari unsur cinta dan persahabatan.” merenungkan perjuangan Bodhisattva Siddharta dan
Yasodhara yang bersama-sama mengarungi kalpa
Melihat ketulusan Yasodhara, Buddha kemudain tak terhingga dan kemudian akhirnya mencapai
berkata, “Yasodhara bersama-sama dengan-Ku Nirvana dan menjadi Buddha, cita-cita tertinggi
memberikan persembahan pada jutaan Buddha... yang merupakan makna penting dari Hari Raya
Yasodhara bersama-sama dengan-Ku di dalam Waisak.
14 SINAR DHARMA
14 / SINAR DHARMA
DUNIA BUDDHIS

SINAR DHARMA 15
SINAR DHARMA / 15
DUNIA BUDDHIS

“Aku telah berpikir bahwa bekerja dengan figur “Aku sangat berminat untuk mengerjakan pentas ini,
Siddhartha, pangeran muda ini yang kelak akan namun merasa bahwa pentas ini sedikit berbahaya.
menjadi Buddha, namun pada mulanya hanyalah Panggungnya sangatlah lebar, engkau harus tahu
manusia biasa seperti yang lainnya. Siddhartha bagaimana harus memenuhinya, bagaimana membuat
mengisi jarak besar antara kenikmatan hidup dan area panggung tersebut hidup.”
spiritualitas. Perjalanannya melalui berbagai macam “Di banyak agama, tubuh memegang peranan
hal - asketisisme, puasa total, dera derita, kenikmatan penting dalam pencarian spiritual. Membangkitkan
daging... Itulah perjuangan yang aku sukai.” (Angelin kisah kehidupan Siddhartha lewat tarian, bagiku
Perljocaj) tampak sebagai kenyataan diri: dia memiliki
Kisah hidup Pangeran Siddharta diriwayatkan dalam sebuah tubuh dan tubuh itulah yang pergi mencari
drama? Sudah sering. Tapi kalau balet? Wah.. hal pencerahan. Hanya ada sedikit, namun aku percaya
baru nih! Ya, negara mode Prancis mempeloporinya bahwa peran tarian adalah untuk memberikan spirit
dan sebagai penggagas balet Siddharta ini adalah pada tubuh.”
koreografer terkenal, Angelin Perjocaj. Ia mengubah Pentas balet ini membuat sejarah masa
opera balet menjadi petualangan yang fantastis. lampau menjadi sejarah masa kini. Preljocaj juga
Premier Paris Opéra Ballet adalah tempat yang harus mengunjungi India agar dapat semakin mendalami
didatangi apabila seseorang ingin melihat pentas seni figur Buddha. Sang koreografer tidak berusaha
kebudayaan yang bagus di kota Paris. Premier ballet untuk menemukan kebenaran agama atau ketepatan
Siddharta dipertunjukkan pada tanggal 18 Maret 2010. sejarah, namun Preljocaj menyukai mitos-mitos
Fantastis, tiket masuk pentas Balet Siddharta dari agung kemanusiaan.
Angelin Perljocaj ini terjual habis. Premier pentas balet Siddharta menceritakan perjalanan spiritual
ini akan menjadi event yang sangat langka di dunia. seorang Pangeran India yang kemudian akan menjadi
Drama berdurasi 1 jam 40 menit ini menggunakan 50 Buddha. Pada pembukaan balet kita melihat sang
penari dan direncanakan akan dipentaskan sebanyak pangeran berada di suatu perayaan istana yang
13 kali di Paris Opéra Ballet yang memuat 2700 mewah, di mana ayahnya mendesaknya untuk
penonton. melanjutkan tanggung jawabnya sebagai pangeran.
Perljocaj, seorang putra dari imigran Albanian, Tidak berminat melakukannya, Siddharta (Nicolas
adalah koreografer Prancis yang sangat terkenal. Le Riche / Jérémie Belingard) pergi ke sungai untuk
Banyak karya-karya indah yang telah dihasilkannya. bermeditasi. Di sana ia mendapatkan penglihatan
Karya terbaiknya yang menjadi kebanggaan Paris akan kebangkitan spiritual dirinya sendiri, dalam
Opéra Ballet, adalah Le Parc (1994), sebuah perjalanan wujud seorang perempuan cantik (Aurélie Dupont),
sensual melalui seni, literatur dan intrik erotis bak dikelilingi para pelayan wanita.
Adagio Mozart. Selain itu, karya-karya terbaiknya Meninggalkan kehidupannya yang lama, Siddharta
yang lain adalah ‘Casanova’, ‘L’Annonciation’ and ‘MC mendedikasikan dirinya pada penglihatan ini. Ia dan
14/22’. sepupunya, Ananda (Stéphane Bullion), bertekad
Bagi Preljocaj, membuat pentas balet yang untuk hidup menjadi petapa. Namun tubuh mereka
didasarkan atas kisah Buddha ini sangatlah menantang. menjadi semakin lemah dan menjadi mangsa dua

16 SINAR DHARMA
16 / SINAR DHARMA
DUNIA BUDDHIS

wujud wanita penggoda. Dipenuhi rasa kemungkinan metafisiknya dan ia


bersalah, dua pria tersebut menyiksa berhasil menunjukkannya.
diri mereka sendiri dan Siddharta Dalam sebuah penceritaan yang
sekali lagi terinspirasi oleh penglihatan sederhana, Angeline menunjukkan
idealismenya yang berkilauan. siksaan dan misteri dalam
Akhirnya, menyadari bahwa semua mengenali diri sendiri yang penuh
kemelekatan duniawi adalah ilusi, ia dengan keragu-raguan dan lubang.
mencapai pembebasan. Perljocaj dibantu oleh komposer
Mereka yang familiar dengan Swan Bruno Mantovani komposer Prancis
Lake akan melihat bahwa banyak yang muda dan berbakat dengan
sentuhan tematis dan penampilan partitur neoklasik yang dramatis,
para wanita sebagai agen pembebasan dengan konduktor Susanna Mälkki,
sekaligus kutukan – angsa putih atau dan penulis Claude Léveque dengan
angsa hitam – adalah hal yang berbau skenarionya yang memiliki imajinasi
abad 19 sampai 21 M. Koreografi ruang dan waktu yang hebat. Kostum
Preljocaj memiliki fokus kontemporer. diselesaikan oleh Olivier Bériot dan
Permainan kata-katanya sangat dramatisasi oleh Eric Reinhardt dan
menakjubkan dan permainan kosmis Dominique Bruguière. Siddharta
dan duet Le Richie dan Dupont bukanlah balet yang sempurna
sangatlah indah memukau, sekaligus tetapi Siddharta memiliki momen-
pertunjukan atletisisme oleh mereka momen adegan yang sempurna dan
berdua. Tujuan Perljocaj sedari dulu menggugah hati. Tak pelak ajang
adalah untuk menampilkan pertunjukan balet ini mendapatkan
sifat fisik duniawi dari tarian standing ovation sebelum para
menuju ke kemungkinan- penonton keluar.

SINAR DHARMA 17
SINAR DHARMA / 17
PENGALAMAN DHARMA

da sebuah kisah zaman dulu di Cina. Seorang


petani tua memiliki seekor kuda jantan yang
berkualitas. Kuda ini dikagumi banyak orang dan
sering memenangkan perlombaan balapan. Suatu
hari, tidak dinyana, kuda petani ini kabur dari
kandangnya. Para tetangga petani ini bergumam,
“Ah alangkah sialnya dia, satu-satunya kuda
terbaik di daerah ini hilang.” “Ya, padahal sudah
susah-susah dipelihara dan dirawat, sungguh tidak
beruntung!”
Si petani kalem saja mengalami kejadian
ini. “Apakah suatu kesialan?” “Apakah suatu
ketidakberuntungan?”
Tiba-tiba, beberapa hari kemudian, kuda jantan
si petani pulang ke rumah dan membawa seekor
kuda betina. Para tetangga yang melihat kejadian
ini spontan berseru, “Sungguh beruntung! Tidak
hanya mendapatkan kembali kuda kesayangan,
dapat bonus pula seekor kuda betina! Sungguh
kaburnya si kuda jantan memang adalah berkah
dan keberuntungan!”
Si petani hanya kalem saja mendapatkan
tambahan satu ekor kuda ini. “Apakah suatu
berkah?” “Apakah suatu keberuntungan?”
Tidak berapa lama, kuda betina yang liar ini
menendang putra si petani hingga patah tulang dan
lumpuh. Para tetangga yang mendengar kejadian
ini berujar, “Sungguh pembawa sial si kuda betina!”
“Ya, seandainya saja kuda jantan tidak membawa
pulang kuda betina.. memang nasib dia sungguh
tidak beruntung!”
Si petani tetap kalem mengalami peristiwa
ini. “Apakah suatu kesialan?” “Apakah suatu
ketidakberuntungan?”
Beberapa lama kemudian, pasukan Mongol
menyerang perbatasan Cina, dan banyak pemuda
desa yang direkrut untuk menjadi tentara dan
berperang. Akan tetapi, anak si petani ini tidak
direkrut karena lumpuh. Para tetangga yang anak-
anaknya direkrut untuk berperang mendesah dan
sebagian lagi meratap, “Oh, apakah kami masih
bisa melihat putra kami kelak? Mungkin saja ini
adalah kali terakhir bersama putra kami.. Tidak!!
Sungguh beruntung dia, putranya tidak perlu pergi
berperang karena cacat.”
Si petani kalem saja mendengar hal ini.
“Apakah suatu keberuntungan?” “Apakah suatu
ketidakberuntungan?”
----------------------------------------------
18 SINAR DHARMA
18 / SINAR DHARMA
PENGALAMAN DHARMA

Demikianlah dalam hidup ini, sesuatu yang bercampur bahasa Hokkian, “Sepertinya tidak masalah
sepertinya musibah, kesialan, dan ketidakberuntungan membiarkan dia masuk. Untuk bisa mendapatkan visa
bisa saja menyimpan berkah tersembunyi, suatu Jepang kan sulit sekali.” Fiuhh, akhirnya saya lolos
keberuntungan. Sebaliknya, sesuatu yang sepertinya juga dan diizinkan masuk ke Taiwan.
penuh keberuntungan mungkin saja menyimpan Keberuntungan mendapatkan tiket murah ternyata
benih-benih petaka dan ketidakberuntungan. harus dikompensasi dengan perdebatan alot mengenai
Saya mengalami peristiwa dan kejadian-kejadian visa. Tapi tidak apalah, ini adalah pengalaman yang
yang lebih kurang agak mirip, antara keberuntungan menarik bagi saya. Karena sudah hampir larut malam,
dan ketidakberuntungan. Dari kejadian-kejadian ini, saya pun memutuskan beristirahat dan tidur di sofa
saya belajar untuk lebih waspada, “sadar”, dan hati- ruang tunggu kedatangan bandara Taoyuan. Lagi-lagi
hati di kala momen-momen keberuntungan; belajar ini harga yang mesti saya bayar untuk tiket murah:
untuk tegar, “sadar”, dan pantang menyerah di kala tidur di sofa airport. Pertama kali tidur di tempat
momen-momen ketidakberuntungan. umum seperti ini memang membuat saya agak was-was,
Liburan musim panas adalah kesempatan untuk akan tetapi syukurlah tidak terjadi apa-apa, ternyata
pulang dan berkumpul bersama keluarga setelah Taiwan relatif masih lebih aman dibanding Indonesia.
letih dan jenuh dengan kegiatan riset yang saya Tidur bermalam di sofa bandara Taoyuan membuat
kerjakan di Jepang. Tiket pesawat pp Jepang- saya menjadi tahu tentang hal remeh temeh seperti
Indonesia tidaklah murah, biasanya sekitar Rp.6-7 lokasi colokan listrik “rahasia”, sistem telepon, sistem
juta. Akan tetapi, saya beruntung mendapatkan info money changer, peta Taipei, penitipan bagasi, dsb.
tiket pesawat murah pp yang hanya sekitar 3 juta- Ternyata tidak hanya saya, di beberapa sofa yang lain
an, meskipun harus transit di Taiwan. juga tampak orang-orang yang sedang asyik terlelap
Pengalaman menariknya adalah ketika saya dalam buaian mimpi.
hendak kembali ke Jepang sesudah menghabiskan Pagi sekali, subuh, ketika sang mentari masih malu-
liburan hampir 1 bulan di Indonesia. Biasanya transit malu mengintip, saya telah naik ke bus kloter pertama
untuk ganti pesawat hanya perlu menunggu beberapa dari bandara, melesat menuju stasiun pusat MRT
jam, akan tetapi tiket yang saya beli adalah tiket (kereta bawah tanah) Taipei.
“overnight transit”, artinya ketika tiba di Taiwan, hari Bak orang bego yang mengalami “buta huruf
sudah malam, sedangkan pesawat yang berangkat ke fungsional” akibat tidak bisa membaca huruf-huruf
Jepang adalah esok siangnya, sehingga saya mesti Mandarin, saya pun menjelajahi Taipei sepanjang pagi
menginap satu malam di Taiwan. sendirian, naik MRT hingga ke bagian paling utara Taipei
Karena saya bisa menggunakan visa Jepang untuk di Danshui, juga ke Taipei 101. Bermodalkan penguasaan
masuk ke Taiwan selama 30 hari, asalkan mendaftar bahasa Mandarin saya yang pas-pasan (mungkin hanya

online sebelumnya, saya pun bermaksud keluar dari sekitar 5%), itu benar-benar perjalanan yang berat,
bandara Taoyuan untuk sekalian jalan-jalan keliling terutama ketika hendak mencari makanan dan tidak
kota Taipei esok paginya. Akan tetapi, sialnya karena mengerti arti tulisan-tulisan di daftar menu. Dengan
sistem visa dan entry permit dari Jepang yang bahasa Tarzan dan instink, akhirnya saya bisa survive
agak berbeda dari Taiwan, saya tertahan di bagian berkelana, meskipun merasa agak kesepian karena
imigrasi. Mereka mengira visa saya telah kadaluarsa. berpetualang sendiri, juga sulit memotret diri sendiri
Apalagi ketika saya ditanya akan menginap di mana, karena tidak membawa tripod.
saya agak gelagapan menjawabnya (sebab saya Menjelajah sana sini hingga pukul 12.00 siang,
sendiri tidak tahu akan menginap di mana). “Eeerl.. saya berpikir sudah saatnya saya balik ke Taipei
Taoyuan,” jawab saya. “Taoyuan Hotel?” petugas Main Station agar naik bus balik ke airport untuk
tersebut bertanya untuk memastikan. “Umm..” saya mengejar pesawat yang akan berangkat pukul 14.50
mengangguk. “Visa anda sudah expired.” “Tidak,” ke Narita, Tokyo. Astaga! Sialnya, saya baru tersadar
saya berusaha menjelaskan. Akhirnya setelah bahwa lokasi kedatangan bus dari Taoyuan Airport
berdebat alot hingga hampir setengah jam dan dan lokasi keberangkatan bus menuju Taoyuan
menemui kepala bagian imigrasi, saya mendengarkan Airport tidaklah sama! Setengah panik dan dengan
percakapan mereka dalam bahasa Mandarin sedikit bermodalkan bahasa Mandarin yang terbata-bata,
SINAR DHARMA 19
SINAR DHARMA / 19
PENGALAMAN DHARMA

saya bertanya kesana-sini, sementara waktu terus karena cuma saya seorang diri yang melewati
bergulir. Ternyata lokasi keberangkatan bus terletak pemeriksaan imigrasi (tidak ada penumpang
di sisi yang agak jauh dari stasiun MRT dan saya pun lain di belakang saya), petugas imigrasi tersebut
bergegas membeli tiket dan naik ke bus, berharap pun menyuruh saya membuka bagasi saya untuk
masih keburu mengejar si pesawat. diperiksa. Sial! Mungkin karena dia berpikir dia
Perjalanan dari stasiun MRT ke airport memakan punya banyak waktu senggang untuk memeriksa
waktu sekitar 1 jam. Tiba di airport sudah sekitar karena tidak ada penumpang lain yang antri
pukul 14.20, masih harus mengambil bagasi saya di belakang saya. Lagipula sepertinya petugas
yang dititipkan ke jasa penitipan, juga masih imigrasi tersebut adalah karyawan baru dan
harus check-in boarding pass, dan berjalan ke masih muda, mungkin dia ingin memamerkan
lobi tunggu keberangkatan. Ketika saya check-in, dan menunjukkan kesungguhan dia bekerja. Ugh!
mungkin sudah sekitar pukul 14.30, dan ternyata Saya sudah deg-degan apakah emping, kerupuk,
(sepertinya) mereka telah menjual kursi kelas dan beberapa produk makanan yang saya bawa
ekonomi saya ke penumpang lain!! Mungkin mereka bisa lolos atau tidak, sebab di kartu deklarasi
mengira jam segitu masih belum check-in, kayanya saya menuliskan tidak ada produk-produk yang
saya sudah membatalkan keberangkatan saya. Saya mengandung hewan/ tumbuhan (padahal pakaian
menyerahkan print-out tiket kelas ekonomi saya, dan yang kita kenakan juga sebenarnya produk dari
mereka memberikan saya boarding pass kelas bisnis, tumbuhan bukan? – ada-ada saja). Apakah ini
VIP first class. Wow! Sungguh tidak bisa dipercaya. indikasi perubahan dari keberuntungan (kursi VIP
Tanpa banyak cin-cong, saya pun bergegas menuju pesawat) menjadi ketidakberuntungan (denda
lobi tunggu keberangkatan untuk boarding ke imigrasi)? Fiuh, syukurlah saya diloloskan juga
pesawat. akhirnya, tanpa dikenakan denda maupun sanksi
Sesuatu yang nyaris celaka ketinggal pesawat, lainnya.
kesialan yang nyaris terjadi akibat kebingungan Keberuntungan mendapatkan tiket murah
mencari bus ke bandara, eh malah membuahkan menjadi ketidakberuntungan perdebatan alot
keberuntungan: mendapatkan kursi VIP first class. dengan petugas imigrasi Taoyuan dan tidur di sofa
Tidak pernah saya bermimpi mendapatkan first class. bandara. Ketidakberuntungan mesti bermalam di
Kursinya lebar dan empuk, tersedia video dan audio bandara ini kemudian menjadi keberuntungan dan
entertainment yang berisi film-film terbaru yang kesempatan berkeliling Taipei. Keberuntungan
bisa kita pilih sekehendak hati, dan sajian menu berkeliling Taipei hampir saja menjadi kesialan
makanannya yang wah, yang bisa kita pilih sesuka hati dan musibah ketinggalan pesawat. Musibah panik
juga. Perutpun luar biasa kenyang setelah menikmati dan nyaris ketinggalan pesawat malah akhirnya
satu set sajian khususnya. Akan tetapi, entah kenapa membuahkan keberuntungan mendapatkan kursi
saya malah merasa lebih doyan di kelas ekonomi. VIP. Keberuntungan mendapat kursi VIP dan
Memang di kelas bisnis ini pelayanannya luar biasa turun pertama dari pesawat nyaris saja berubah
ekslusif. Akan tetapi, di kelas bisnis ini cuma ada menjadi ketidakberuntungan tertahan/potensi
beberapa orang (kurang dari 10 penumpang) yang terkena denda akibat bagasi diobok-obok di
rata-rata merupakan pengusaha mapan yang sudah imigrasi Narita.
berumur, kecuali 1 orang penumpang gelap yang Fiiuuuhhh!! Memang kadang keberuntungan
kesasar, yaitu diri saya sendiri. Rasanya agak sepi, dan ketidakberuntungan hanya dibatasi sekat
terlebih saya sudah seharian berkeliling Taipei tipis, sehingga kita perlu selalu mawas diri,
sendirian, sambil hanya bisa iri ketika melihat waspada, dan melatih kesadaran (mindfulness).
pasangan muda-mudi yang bergandengan tangan “Apakah suatu keberuntungan?” “Apakah
dan foto-foto di pelataran Taipei 101, dan sekarang suatu ketidakberuntungan?”
pikiran saya pun melayang-layang entah kemana
meskipun duduk di kursi yang empuk. Memang gelora
batin manusia itu sulit dijelaskan.
Anyway, setelah mendarat di Narita, Tokyo, saya
pun mencoba berjalan penuh wibawa meninggalkan
kepala pesawat. Penumpang kelas bisnis memang
selalu diprioritaskan untuk naik duluan dan juga
turun duluan dari pesawat. Menjadi penumpang
pertama yang turun, saya pun dengan bangga
menuju tempat klaim bagasi, dan bermaksud untuk
secepatnya pulang dan tidur. Bagasi saya pun ternyata
keluar sebagai urutan pertama yang diturunkan dari
pesawat, setelah mengambilnya, saya pun segera
berjalan menuju gerbang imigrasi. Apa dinyana,
20 SINAR DHARMA
SINAR DHARMA 21
SUDUT PERISTIWA

Memasuki tahun kelima diselenggarakannya


acara Wishing Candle, BLIA YAD Indonesia menjalin sesuai dengan yang kita inginkan, yang kita
jodoh karma bajik menyebarkan Dharma bagi landaskan pada ego atau keakuan kita sendiri.
1500 peserta pada tanggal 14 Maret 2010 di The Oleh karena itu, dunia kita haruslah dibangun
Aryaduta Hotel Medan. Melalui bakti puja bagi dengan dasar cinta kasih universal kepada semua
Bodhisatva Avalokiteshvara, para muda-mudi makhluk tanpa membeda-bedakan.
diajak membuka hati dan pikiran mengembangkan Cinta kasih (love you) adalah berbeda dengan
kebijaksanaan. Pun dengan setulus hati menulis cinta (I love you). “Love you” tanpa “I” adalah
Heart Sutra, berlatih diri dalam kesabaran. cinta yang tanpa menyangkut ego atau keakuan.
Diselingi dengan acara Pantomim “Semangat Inilah salah satu sifat luhur Brahma Vihara
Baru” yang menarik dan pemberkahan oleh Ven. yang harus kita kembangkan. Seperti sabda
Chueh Teng sebagai penutup acara, para peserta Buddha, “Kasihilah orang lain bagaikan seorang
pulang dengan membawa semangat baru bersiap Ibu yang mengasihi putra tunggalnya.” Dengan
menghadapi ujian yang sudah di depan mata. mengembangkan sifat luhur dalam diri kita,
Acara Wishing Candle kali ini menghadirkan jadikanlah diri kita sebagai pelita bagi mereka
seorang tamu istimewa, yaitu Pandita Handaka yang dalam gulita.
Vijjananda. Beliau adalah pendiri Ehipassiko “Semoga aku menjadi obat bagi yang sakit,
Foundation yang datang dengan satu harapan Semoga aku menjadi makanan bagi yang
bagi para peserta Wishing Candle: “Semoga Aku kelaparan,
Menjadi Pelita Bagi Yang Dalam Gulita”. Semoga aku menjadi pelindung bagi yang
Manusia hidup dengan saling mengisi, saling takut,
berinteraksi, saling melengkapi, saling memenuhi, Semoga aku menjadi suaka bagi yang dalam
dan yang terpenting, saling memberi satu sama bahaya,
lain, karena manusia adalah makhluk sosial. Semoga aku menjadi embun bagi yang murka,
Di sekolah jika tidak ada murid lain, kita tidak Semoga aku menjadi pemandu bagi yang
mungkin tahu prestasi kita yang sesungguhnya. tersesat,
Karena hati dan pikiran manusia selalu diliputi Semoga aku menjadi bahtera bagi yang
oleh lobha, moha, dan dosa, maka kehendak menyeberang,
nafsu keinginan setiap manusia menjadi berbeda. Semoga aku menjadi pelita bagi yang dalam
Dengan adanya berbagai bentuk karma yang gulita,
dilakukan maka timbullah berbagai bentuk Semoga sepanjang masa, saat ini dan
jodoh, baik dan tidak baik, yang sebagian akan selamanya,
menimbulkan dukkha bagi makhluk lain. Dukkha Aku melayani untuk menjadi sempurna,
adalah keadaan yang segala sesuatunya tidak Aku menjadi sempurna untuk melayani.”

22 SINAR DHARMA
SUDUT PERISTIWA

Dengan tekad Bodhicitta inilah kita bersama-sama memberikan


kebahagiaan, harapan dan keyakinan diri kepada orang lain, bagaikan
sebatang lilin yang menerangi keadaan di sekitarnya. Kita dapat belajar
menjadi lilin yang:
1. Mampu menerangi keadaan di sekitarnya.
2. Mampu menyalakan/memberikan cahaya bagi lilin lainnya tanpa
merugikan diri sendiri.
3. Membakar diri sendiri untuk memberi penerangan bagi sekitarnya.
4. Mampu menyalakan dirinya sendiri.
Dengan memahami dan mempelajari sifat-sifat mulia lilin maka kita
akan dapat menjadi pelita Dharma demi kebahagiaan para makhluk yang
hidup dalam gulita.

Amituofo !!!

Oleh: Suryono Lee


dilanjutkan dengan peresmian papan nama BLIA YAD
Studio oleh Pembimbing BLIA YA. Ven. Cong Ru dan
Suryono Lee. Pembina BLIA YAD Hendry Willy Nasrun
pun menegaskan, “Bukan hanya Ketua Umum saja
yang harus menjalankan visi dan misi dalam masa
BLIA YAD (Buddha’s Light International Association kepemimpinannya, para panitia pun masing-masing
Young Adult Division) Indonesia telah berkembang harus mempunyai visi dan misi tersendiri yang
pesat selama empat tahun terakhir ini, mewujudkan mendukung visi dan misi Ketua Umum.”
mimpi-mimpi yang sebelumnya hanya berupa Dengan kata lain, hadirnya BLIA YAD Studio
harapan. Dengan bimbingan pembimbing BLIA YAD bukan hanya sebagai bukti yang menunjukkan
YA. Ven. Chueh Teng, BLIA YAD Indonesia kembali keberadaan BLIA YAD, juga bukan hanya sebuah
merealisasikan sebuah mimpi, yaitu dimulainya papan nama yang merefleksikan semangat muda
program renovasi BLIA YAD Studio di Jalan Asia mudi BLIA YAD. Namun dengan peresmian studio
No.125, Medan. Selama kurang lebih 3 minggu ini diharapkan akan dapat semakin meningkatkan
lamanya, YA. Ven. Chueh Teng dan Ketua Umum BLIA kreativitas pun menjadi tempat bagi muda mudi
YAD Suryono Lee turut langsung mengawasi jalannya BLIA YAD untuk mengembangkan bakat dan keahlian
renovasi dan rancangan yang dilakukan. Akhirnya masing-masing, serta senantiasa mengembangkan
pada tanggal 17 April 2010, diadakanlah peresmian Buddha Dharma.
BLIA YAD Studio yang berlangsung secara sederhana Ketua Umum BLIA YAD Suryono Lee juga
bersama panitia dan anggota BLIA YAD. “Studio ini mengatakan, “Semoga bagi yang pernah
merupakan sebuah mimpi BLIA YAD yang akhirnya menginjakkan kaki dalam studio ini tidak akan
tercapai, jadi hendaknya kita jangan menyia-nyiakan pernah takut akan kegagalan di masa depan.
kehidupan ini,” demikian pesan Ven. Chueh Teng. Kesuksesan studio ini adalah sebagai suatu kenangan
bahwa meskipun pernah gagal, kita juga sudah
Acara pembukaan dimulai dengan kata-kata pernah berusaha mencapai suatu kesuksesan.”
sambutan dari Pembimbing BLIA YAD YA. Ven. Chueh Studio adalah suatu pencapaian luar biasa bagi
Teng, Pembina BLIA YAD Hendry Willy Nasrun, dan BLIA YAD. Dengan ini BLIA YAD akan lebih dapat
Ketua Umum BLIA YAD Suryono Lee, yang kemudian memberi kepercayaan, kebahagiaan, harapan, dan
kenyamanan untuk melayani seluruh makhluk.
SINAR DHARMA 23
DUNIA BUDDHIS

Kiprah Sosial SNSD lainnya untuk para generasi muda di Kamboja.


Selain itu Ven. Wol Joo dan KOICA juga bersama-
Salah satu sesepuh Buddhisme di Korea, yaitu sama membantu negara-negara dunia ketiga
Ven. Wol Joo, salah satu pemimpin di Jogye Order lainnya, seperti mengadakan Proyek Air Kehidupan
of Korean Buddhism menyampaikan ucapan terima di Nepal. Atas bantuan dan promosi SNSD terhadap
kasih kepada anggota personil SNSD (So Nyuh Shi Dae) proyek ‘1000 Air Kehidupan’ tersebut, Ven. Wol Joo
atau yang dikenal dengan nama Girls’ Generation mengucapkan rasa terima kasih dan menyatakan
(Gee) atas kontribusi mereka sebagai duta promosi apresiasinya.
dari salah satu program bantuan pada rakyat miskin Sebelumnya, para personil SNSD juga pernah
di Kamboja yang dilakukan Ven. Wol Joo. Turut membantu dalam acara sosial yang diadakan oleh
berpartisipasi dalam acara ini adalah Park Dae Jungto Society, sebuah organisasi sosial Buddhis
Woo, ketua Korea International Cooperation Agency di Korea. Girls’ Generation adalah grup penyanyi
(KOICA). Acara tersebut diadakan di auditorium wanita Korea Selatan yang dibentuk oleh SM
Seongnam Korea International Cooperation Agency Entertainment. Mereka terdiri dari 9 anggota:
pada bulan Desember 2009 lalu. Yoona, Tiffany, Yuri, Hyoyeon, Sooyoung, Seohyun,
Taeyeon, Jessica, dan Sunny. Album solo perdana
Ven. Wol Joo berharap SNSD dapat terus mereka 다시 만난 세계 (Into the New World) dirilis
berpartisipasi dan bekerja dengan harmonis pada 2 Agustus 2007. Dua album mereka masing-
menyelamatkan kehidupan tanpa memandang batas- masing telah terjual lebih dari 100 ribu kopi. Para
batas agama. Ven. Jol Woo mendirikan organisasi fans menyebut mereka sebagai SNSD, singkatan dari
sosial (NGO) bernama Good Hands. Organisasi ini nama grup ini dalam bahasa Korea, So Nyeo Shi Dae
pertama kalinya membantu membangun 1.000 atau So Nyuh Shi Dae, yang berarti Generasi Gadis
sumur desa (Proyek Air Kehidupan) untuk 200.000 Muda. (gdlf)
rakyat Kamboja miskin yang sebelumnya menderita
karena mengonsumsi air yang terkontaminasi. Good Sumber:http://news.buddhapia.com/news/BNC001/
BNC0018370.html, http://news.buddhapia.com/news/BNC002/
Hands juga membangun sekolah-sekolah dan fasilitas BNC0021344.html, http://bud1080.tistory.com

24 SINAR DHARMA
SUDUT PERISTIWA

Selama 3 hari (2-4 April 2010) Kagyu Monlam Indonesia ke-2


diadakan kembali di Candi Borobudur oleh panitia bersama: Triyana
Dharma Centre Surabaya, Vihara Dua Kebenaran serta Kagyu Monlam
Internasional.

Menyertai pelaksanaan Kagyu Monlam Indonesia ke-2, selama tiga


hari itu tenda utama berdiri di pelataran taman Candi Borobudur
dilengkapi puluhan bendera Buddhis. Di tenda utama tampak altar
besar menghadap candi Borobudur berhias persembahan Torma
beraneka macam dan di sisi kanan kiri terdapat altar yang berisi
ratusan gelas plastik persembahan air dan bunga. Di depan altar,
3 Rinpoche, 25 Lama dan 4 Ani duduk bersila secara berderet yang
selama tiga hari berturut-turut memimpin puja dalam 3 sesi, mulai
jam 6 pagi hingga 6 sore. Tenda pendukung letaknya lebih rendah di
sisi kanan kiri dengan persembahan pelita yang terus menyala selama
pelaksanaan puja setiap harinya dari jam 6 pagi hingga 6 sore.

Di tenda utama inilah sekitar 300 umat peserta Monlam datang


dari berbagai kota di Indonesia, juga dari mancanegara seperti
Malaysia, Singapura, Hongkong, Taiwan dan Prancis. Berkumandang
pelafalan berbagai paritta suci seperti Berlindung Pada Tri Ratna,
Aspirasi Agung Samanthabadra, Prajna Paramita Sutra dan Aspirasi
Sukhavati, juga aktivitas pengambilan Attasila serta pemberkahan
suci untuk meningkatkan keberuntungan, pemberkahan suci Buddha
Pengobatan, pemberkahan suci Buddha Panjang Umur, pelimpahan
jasa untuk keluarga yang sudah meninggal dan berbagai aktivitas
suci lainnya seperti untuk Sangha, Persembahan Mandala dan Torma,
kegiatan Fangsheng, tanam pohon Bodhi dan pradaksina.

Acara Monlam dilakukan bersama-sama dengan para Sangha,


praktisi Dharma, umat dari berbagai tradisi (Theravada, Mahayana,
Vajrayana), donatur, sponsor dan relawan serta para simpatisan
dengan disertai motivasi tulus dan murni yang menghasilkan kumpulan
karma baik yang sangat besar dan tidak terbatas. Dalam keterangan
persnya di depan wartawan, Welly Karlan selaku ketua panitia
mengatakan bahwa salah satu tujuan pelaksanaan Puja Aspirasi

SINAR DHARMA 25
SUDUT PERISTIWA

Monlam ini adalah untuk dapat mengubah jasa


kebajikan kita yang telah terakumulasi menjadi
penyebab tak tertandingi menuju pencerahan.
Tiga hari yang membahagiakan ini menghasilkan
kebajikan yang berlimpah dan tumbuh lebih besar
dan makin besar jika ditunjang oleh doa aspirasi
yang mulia.

“Aspirasi Monlam merupakan puja dilakukan


secara bersama-sama dipimpin 32 Bhikkhu terdiri
dari 3 Rinpoche, 25 Lama dan 4 Ani bersama
300 umat Buddha Nusantara dan mancanegara,
dipimpin langsung Yang Mulia Anzin Rinpoche
untuk berdoa bersama-sama di Borobudur agar
tercipta perdamaian dunia dan pencerahan semua
makhluk. Acara Kagyu Monlam Indonesia ke-2
ini lebih meriah dari tahun lalu,” demikian jelas
Welly Karlan.

Puncak acara diakhiri pada malam hari dengan


pradaksina mengelilingi Candi Borobudur selama
3 putaran, tepatnya hari Minggu malam pukul
19.00 hingga 20.30. Seluruh peserta berpradaksina
dengan membawa pelita. Titik pelita yang
terpancar mempercantik Candi Mandala terbesar
dunia pada malam itu. Kesuksesan pelaksanaan
Kagyu Monlam Indonesia ke-2 mendorong panitia
untuk terus melestarikannya dan semoga tahun
depan bisa lebih meriah dan lebih banyak peserta
yang berpartisipasi dalam Kagyu Monlam Indonesia
ke-3.

26 SINAR DHARMA
26 / SINAR DHARMA
SUDUT PERISTIWA

Kesehatan adalah yang paling utama bagi kita, dicerna menjadi asam lemak, ketiganya perlu dikonsumsi
karena sehat berarti panjang umur. Selain sehat juga secara bersamaan setiap kali makan untuk mendapatkan
bahagia, itulah dambaan setiap insan di bumi ini. keseimbangan metabolisme. Orang yang terkena kencing
Sayangnya manusia hidup di dunia ini penuh dengan manis, itu karena gula yang dikonsumsi terlalu banyak,
kerakusan, akibatnya berbagai penyakit muncul dari padahal di dalam buah dan sayur sudah terdapat zat gula
pola makan tidak sehat yang dipicu oleh kerakusan dalam kadar seimbang dengan yang dibutuhkan tubuh.
itu. Itulah salah satu hal yang diungkap dalam seminar Orang yang terkena diare, produksi asam lambungnya
yang bertempat di SIBEC – ITC Mega Grosir Lantai 3, meningkat sehingga lebih sering mengeluarkan cairan
Surabaya, yang mengambil tema ‘ANDA INGIN SEHAT yang menyebabkannya menjadi lemas dan produksi
DAN BAHAGIA’ dengan narasumber YM. Uttamo kuman baik dalam perut menjadi berkurang, oleh karena
Mahathera dan dr. Tan Shot Yen, yang dimoderatori itu di perlukan probiotik yang dapat mengaktifkan kuman
oleh DR. Drs. Ponijan Liaw, MBA, Mpd Managing baik agar berproduksi kembali dan menetralisir asam
Director Of The Energetic People Development lambung yang berlebihan penyebab diare.
Centre, pada hari Sabtu 20 Maret 2010. Bhante Uttamo Mahathera, Kepala Vihara Samaggi
Dr. Tan Shot Yen, praktisi kedokteran, pemerhati Jaya Blitar, memaparkan setuju dengan yang diuraikan
nutrisi, Certified Clinical Hypnotherapist dan pengasuh dan dijelaskan dr. Tan. Bhante juga menambahkan:
Konsultasi Nutrisi di Tabloid Nyata, menjelaskan perlu diingat, jangan kita bahagia dari unsur luar saja,
manusia hidup di dunia ini penuh dengan kerakusan, kebahagiaan sejati terdapat di dalam diri kita sendiri.
semuanya dimakan tanpa melihat dampak yang akan Kebahagiaan bisa dicapai dengan yang alamiah, manis
muncul dari apa yang telah dikonsumsi, berbagai tidak hanya di lidah tetapi di telinga juga perlu yang
penyakit muncul dari pola makan yanag tidak sehat. manis. Ketika orang memuji kita maka kita akan
Makanan yang kita makan justru memicu munculnya senang dan bahagia mendengarnya, begitu juga dengan
penyakit kasat mata, orang mengatakan ‘enak kesehatan kita, makanan apa yang baik untuk kita dan
dilidah tak enak di badan’. Seminar yang dihadiri terjaga kebersihannya maka kita telah hidup sehat.
± 400 orang hadirin itu bertambah meriah karena Sesuatu yang manis belum tentu manis dan yang
diselingi guyonan-guyonan yang menghibur dalam benar belum tentu benar, sesuatu yang dianggap enak
memberikan penjelasan yang menambah wawasan dan membuat bahagia justru bisa menjadi racun yang
tentang kesehatan dari pola makan dan makanan mengancam kesehatan kita. Begitu pula mata kita ingin
apa yang kita konsumsi yang manis. Ketika melihat sesuatu yang enak dipandang
setiap harinya. maka kita akan senang, namun ketika melihat yang
Kita perlu menjaga buruk kita menolaknya. Kulit kita juga ingin sesuatu yang
pola makan yang baik lembut. Ketika bersentuhan dengan yang lembut kita
dengan bahan makanan merasa senang dan bahagia, apalagi yang menyentuh
yang higienis dan gizi orang yang kita sayangi, rasanya lebih senang dan lebih
yang cukup. Beberapa bahagia.
hal bermanfaat dapat Untuk menjadi sehat dan bahagia harus dikembalikan
kita simak, antara lain kepada dasar dan fungsi aslinya. Kita sehat dan bahagia
seperti berikut ini. karena kita sendiri yang mengaturnya. Pola pikir kita
Karbohidrat dicerna sendiri yang membuat kita bisa sehat dan bahagia.
menjadi gula, protein Dengan menjaga pola makan dan makanan yang kita
dicerna menjadi asam konsumsi secara higienis, terjaga dari asalnya maka
amino dan lemak sehat dan bahagia akan kita dapatkan. (rzl)

SINAR DHARMA 27
SINAR DHARMA / 27
DUNIA BUDDHIS

Bhiksuni Kungfu
Bhiksu bermain kungfu? Kita sudah sering dengar dan tetapi juga membantu untuk mengembangkan potensi
lihat. Dalam pikiran kita pasti terlintas Vihara Shaolin mental, sosial, emosional dan perilaku seperti ingatan
dengan para bhiksunya yang sangat heroik. Namun yang kuat, konsentrasi, disiplin, menghormati orang
kali ini di Nepal, yang bermain kungfu adalah para lain dan pola hidup sehat.
wanita yang telah menjalankan kehidupan selibat, para Sebelumnya Gyalwang Drukpa Rinpoche pernah
bhiksuni. mengunjungi vihara para bhiksuni di Vietnam. Di
Di Vihara Amitabha Drukpa Nunnery, para bhiksuni sana beliau melihat para bhiksuni berlatih kungfu.
mendapat pelajaran bela diri kungfu dari seorang master Di sana beliau diberitahu bahwa kungfu membantu
bhiksuni Vietnam. Bela diri tersebut diperkenalkan para bhiksuni melindungi diri dan membantu mereka
di vihara para bhiksuni tersebut dua tahun yang lalu berkonsentrasi. Rinpoche merasa kungfu akan sangat
dan para bhiksuni mempraktikkannya 2 jam sehari. membantu bagi bhiksuni di Khilwa Nunnery karena
Gyalwang Drukpa Rinpoche, pemimpin tradisi Drukpa beberapa dari mereka takut untuk turun gunung
Kagyulah yang mempelopori diadakannya pelatihan sehubungan dengan perlakuan orang-orang yang
bela diri di vihara para bhiksuni. “Kungfu mengajarkan terkadang melempari mereka dengan batu atau
pada kami untuk mengatur energi kami dan menjadi mengejek.
positif terhadap semua hal yang kami lakukan dalam Karuna, bhikuni muda dari Ladakh adalah salah
kehidupan sehari-hari,” jelas Lama Zesaid yang berusia satu siswi kungfu yang terbaik. “Kungfu membantu
17 tahun, berasal dari Himachal Pradesh. mengembangkan konsentrasi dan kebugaranku.
Hanya dalam waktu sebulan, para bhiksuni Kungfu juga merupakan cara untuk membela diri dari
mempelajari 10 level dasar kungfu. Gylawang Drukpa pria-pria muda yang berani menggoda para bhiksuni
berkata, “Kungfu telah membuat para bhiksuni kami dalam perjalanan mereka di luar vihara. Sekarang,
merasa lebih gembira dan lebih sehat, baik secara batin kami tidak takut lagi pada mereka.”
maupun semangat.” Para bhiksuni di Vihara Drukpa Amitabha juga
Rupa Lama, bhiksuni dari India mengatakan bahwa sangat mandiri. Mereka mendirikan café-café yang
kungfu membantunya untuk berkonsentrasi. “Bela menyajikan cappuccino dan kue pisang, membeli
diri bagus untuk kesehatan kami. Meditasi sangatlah sayur mayur sendiri ke kota-kota, bahkan seorang
sulit, jika kami berlatih kungfu, maka setelah itu bhiksuni dari Ladakh bernama Jigme Rigzin Lhamo
meditasi menjadi lebih mudah,” ujarnya. Rupa Lama dapat membaca gambar blueprint arsitektural. Ia dan
yang berusia 17 tahun ini setiap pukul tiga pagi sudah timnya mengawasi pembangunan ruang tamu, bio-
harus bangun untuk menjalankan puja di viharanya di gas dan tangki air. “Kami tidak ingin hidup hanya dari
Kathamdau. Meskipun hanya tidur selama 5 jam, Rupa pemberian para umat. Tujuan kami adalah independen
Lama sangat enerjik dan yang diharapkannya adalah secara finansial,” jelas salah seorang bhiksuni.
sesi latihan kungfu yang dilakukan 2 jam kemudian Jetsunma Tenzin Palmo memiliki vihara untuk
setelah selesainya sesi puja. Latihan kungfu ini diikuti para bhiksuni di Lahaul. “Ada banyak sekali wanita
oleh 200 orang bhiksuni. Berkat latihan ini mereka yang pandai dan berdedikasi, namun mereka tidak
dapat melindungi diri sendiri sekaligus dapat duduk diberikan kesempatan, selalu suara laki-laki yang
tegak bermeditasi selama 6 jam. datang bahkan di buku-buku maupun ajaran-ajaran.”
Kungfu tidak hanya mengajarkan soal bela diri, Di Gunung Amitabha, para bhikusni mulai

28 SINAR DHARMA
DUNIA BUDDHIS

mengguncang dinding-dinding tradisi, “Kami sekarang berpikir untuk membangun satu vihara bagi bhiksuni
melakukan tarian cham (topeng) yang sebelumnya dan memberi kesempatan pada mereka untuk belajar
hanya didominasi para bhiksu dan bahkan kami juga dan berlatih secara spiritual,” ujarnya.
melakukan ritual doa sore yaitu Senge Tsewa,” ujar Vihara Amitabha Drukpa yang dibangun oleh
Jigme Mipham Zangpo. Gyalwang Drukpa merupakan pusat keagamaan dan
“Buddha tidak pernah berkata bahwa perempuan penelitian yang modern, memiliki dana mencukupi
tidak penting. Para kaum perempuan memiliki potenmsi dan berfasilitas lengkap. “Tidak hanya [gedung itu]
yang menakjubkan yang akhirnya dapat secara utuh indah untuk dilihat, tetapi ini merupakan vihara yang
dikenali,” ucap Gyalwang Drukpa Rinpoche ke-12, dibimbing dan mendapat dukungan penuh dari guru
pemimpin spiritual tertinggi Drukpa Kagyu. mereka, yaitu saya,” ujarnya.
Jetsunma Tenzin Palmo, wanita Inggris yang menjadi “Dalam bermeditasi anda berlatih berkonstransi,
bhiksuni tradisi Drukpa selama lebih dari 30 tahun, dengan kungfu anda juga berlatih berkonsentrasi.”
mengatakan bahwa secara tradisional para bhiksuni Bhiksuni Jetsunma Tenzin Palmo mengatakan akan
memang tidak diperhatikan dan diterlantarkan. memperkenalkan kungfu di viharanya yang berada di
“Masalah utama para bhiksuni adalah tidak memiliki negara bagian Himachal Pradesh, India. “Kungfu adalah
situasi menguntungkan dari sisi tempat tinggal, mereka latihan yang sangat bagus, yang kedua, kungfu sangat
tidak mendapat dukungan dari umat seperti halnya bagus untuk melatih disiplin dan konsentrasi. Ketiga,
yang diterima para bhiksu dan mereka juga tidak kungfu membangkitkan rasa percaya diri yang sangat
berpendidikan. Jadi seringkali para bhiksuni hanya penting bagi para bhiksuni. Yang keempat, ketika para
menjadi pembantu keluarga mereka atau bekerja di pria muda di sekitar tahu bahwa bhiksuni adalah jago
bagian dapur dan kebun vihara,” ujarnya. kungfu, mereka akan menjauh,” tegasnya.
Gyalwang Drukpa adalah reinkarnasi ke-12 dari Jetsunma mengatakan sejak vihara bhiksuni mulai
pemimpin aliran Buddha Drukpa - atau naga - yang memperkenalkan program pendidikan dan kegiatan
merupakan agama terbesar di Bhutan dan dianut secara fisik seperti kungfu, jumlah kaum perempuan yang ingin
luas di negara-negara sekitar pegunungan Himalaya. menjadi bhiksuni meningkat drastis. “Kebanyakan dari
Dia menegaskan bahwa para pemimpin spiritual mereka mengatakan, wow, jika saya menjadi bhiksuni
sebelumnya tidak cukup berbuat atau bertindak untuk saya bisa belajar, bisa berlatih, bisa melakukan ritual
mendorong hak-hak kaum wanita. “Waktu kecil, saya keagamaan, bisa hidup bersama bhiksuni tercinta
sudah memandang bahwa tidak benar perilaku menekan lainnya, pun para Lama akan mengunjungi dan
kaum wanita yang terjadi di masyarakat,” tegasnya. memberikan bimbingan Dharma pada kami,” ujarnya.
“Lalu setelah saya dewasa, saya mulai berpikir apa Ini menjadi pembuka bagi kaum perempuan di
yang bisa saya lakukan untuk mereka? Kemudian saya wilayah itu untuk menuju ke dunia yang lebih luas yang
sebelumnya tertutup bagi mereka.

SINAR DHARMA 29
DUNIA BUDDHIS

Oprah: Terima kasih atas kehormatan untuk Oprah: Karena Anda tidak bisa memberikannya
dapat berbincang dengan Anda. Berada di hadapan kepada orang lain jika Anda tidak memilikinya
Anda, saya merasa rasa stress saya berkurang dalam diri Anda sendiri.
dibanding awal hari ini. Anda memiliki aura yang Nhat Hanh: Benar.
damai. Apakah Anda selalu berada dalam kondisi
seperti ini? Oprah: Saya paham. Saya tahu bahwa Anda
Nhat Hanh: Ini adalah pelatihan saya, ini adalah lahir di Vietnam pada 1926. Apakah ada kenangan
praktik saya. Dan saya mencoba menjalani setiap indah masa kecil yang dapat Anda bagi?
saat seperti itu, untuk menjaga kedamaian dalam Nhat Hanh: Pada hari saya melihat gambar
diri saya sendiri. Buddha di sebuah majalah.

30 SINAR DHARMA
30 / SINAR DHARMA
DUNIA BUDDHIS

Oprah: Berapa umur anda waktu itu? Nhat Hanh: Dan anda menikmatinya.
Nhat Hanh: Umur saya waktu itu 7 atau 8 tahun.
Beliau [Buddha] sedang duduk di rumput, sangat Oprah: Anda menikmatinya. Mari kita bicara
damai, tersenyum. Saya terkesan. Di sekitar saya, tentang saat Anda pertama kali tiba di Amerika.
orang-orang tidak seperti itu, jadi saya punya Anda adalah seorang mahasiswa di Princeton.
keinginan untuk menjadi seperti beliau. Dan saya Apakah itu sebuah tantangan bagi seorang bhiksu
memupuk keinginan tersebut sampai pada usia saya untuk menjalin persahabatan dengan siswa lain?
yang ke-16 tahun, ketika saya memiliki izin dari Apakah Anda kesepian?
orang tua saya untuk pergi dan ditahbiskan sebagai Nhat Hanh: Nah, Universitas Princeton itu
biksu. seperti sebuah vihara. Hanya ada mahasiswa pada
waktu itu. Pun tidak ada banyak orang Vietnam
Oprah: Apakah orang tua anda mendukung Anda? yang tinggal di Amerika Serikat. Selama enam bulan
Nhat Hanh: Pada awalnya, mereka enggan karena pertama, saya tidak berbicara bahasa Vietnam.
berpikir bahwa kehidupan seorang bhiksu itu sulit. Tapi kampus itu sangat indah. Dan semuanya masih
baru - pohon-pohon, burung-burung dan makanan.
Oprah: Pada umur 16 tahun, apakah Anda Musim salju pertama saya adalah di Princeton,
memahami apa yang akan terjadi dengan kehidupan juga pertama kalinya saya menggunakan pemanas.
Anda? Musim gugur pertama adalah di Princeton.
Nhat Hanh: Tidak banyak. Hanya ada hasrat yang
sangat kuat. Perasaan bahwa saya tidak akan bahagia Oprah: Ketika daun-daun berubah.
jika tidak bisa menjadi seorang bhiksu. Mereka Nhat Hanh: Di Vietnam kami tidak melihat hal-
menyebutnya pikiran pemula – niat yang dalam, hal seperti itu.
keinginan yang terdalam yang mungkin dimiliki
seseorang. Saya bisa mengatakan bahwa sampai hari Oprah: Pada waktu itu, apakah Anda
ini, pikiran pemula ini masih hidup dalam diri saya. mengenakan jubah bhiksu Anda?
Nhat Hanh: Ya.
Oprah: Itu yang oleh banyak orang disebut
sebagai gairah. Itulah yang saya rasakan terhadap Oprah: Tidak harus khawatir tentang membeli
pekerjaan saya hampir setiap harinya. Ketika Anda pakaian, kan? Selalu saja jubah.
bergairah terhadap pekerjaan Anda, rasanya seperti Nhat Hanh: Ya.
Anda tetap akan melakukannya bahkan jika tidak
ada orang yang mengupah Anda. Oprah: Apakah Anda memiliki jubah yang
berbeda untuk berbagai kesempatan yang
berbeda?
Nhat Hanh: Saya memiliki jubah upacara, warna
kunyit. Itu saja. Saya merasa nyaman mengenakan
jubah ini. Dan terasa bahagia mengingatkan kita
bahwa kita adalah bhiksu.

Oprah: Apa artinya menjadi seorang bhiksu?


Nhat Hanh: Menjadi seorang biarawan adalah
memiliki waktu untuk berlatih melakukan
transformasi dan penyembuhan bagi diri Anda.
Dan setelah itu membantu transformasi dan
penyembuhan bagi orang lain.

Oprah: Apakah kebanyakan bhiksu tercerahkan,


atau mencari pencerahan?
Nhat Hanh: Pencerahan selalu ada. Pencerahan
kecil akan membawa pencerahan pada pencerahan
besar. Jika Anda menarik napas dan menyadari
bahwa Anda masih hidup - Anda dapat merasakan
keajaiban bahwa Anda masih hidup - maka itu
adalah semacam pencerahan. Banyak orang yang
hidup tetapi tidak dapat merasakan keajaiban
bahwa mereka masih hidup.

Oprah: Saya yakin Anda melihat semua di


SINAR DHARMA 31
SINAR DHARMA / 31
DUNIA BUDDHIS

sekeliling Anda - saya menyalahkan diri sendiri - bahwa tubuh Anda, dan Anda menjadi hadir sepenuhnya.
kami hanya mencoba menuju hal berikutnya. Di negara Ketika Anda benar-benar ada di sana, sesuatu yang
kita, orang begitu sibuk. Bahkan anak-anak sibuk. lain juga ada di sana - kehidupan, yang diwakili
Saya mendapat kesan bahwa sangat sedikit dari kita oleh secangkir teh. Pada saat itu Anda adalah
yang melakukan apa yang Anda katakan - merasakan nyata dan secangkir teh adalah nyata. Anda tidak
keajaiban bahwa Anda masih hidup. hilang di masa lalu, di masa depan, dalam rencana
Nhat Hanh: Itulah lingkungan tempat kita hidup. Tapi Anda, dalam kekhawatiran Anda. Anda bebas
dengan latihan, kita bisa selalu tetap hidup di saat ini. dari semua penderitaan ini. Dan dalam keadaan
Dengan kesadaran penuh, Anda dapat menempatkan diri yang bebas itu, nikmatilah teh Anda. Itu adalah
pada masa sekarang untuk merasakan keajaiban hidup momen kebahagiaan dan kedamaian. Ketika Anda
yang ada pada saat itu. Adalah mungkin untuk hidup menggosok gigi, Anda mungkin hanya melakukannya
bahagia di sini dan sekarang. Begitu banyak kondisi selama dua menit, tetapi menurut praktik ini,
kebahagiaan yang tersedia - lebih dari cukup untuk adalah mungkin untuk menciptakan kebebasan
membuat Anda bahagia sekarang juga. Anda tidak perlu dan kebahagiaan selama waktu itu, karena Anda
lari ke masa depan untuk mendapatkan lebih banyak menempatkan diri di sini dan sekarang. Jika Anda
kebahagiaan. mampu menyikat gigi dalam kesadaran penuh,
maka Anda akan dapat menikmati saat-saat ketika
Oprah: Apa itu kebahagiaan? Anda mandi, memasak sarapan, menyeruput teh
Nhat Hanh: Kebahagiaan adalah terhentinya Anda.
penderitaan. Kesejahteraan. Sebagai contoh, ketika
saya mempraktikkan latihan menarik napas, saya Oprah: Jadi dari sudut pandang ini, ada
sadar akan kondisi mata saya; membuang napas, saya kondisi-kondisi kebahagiaan yang tak terhingga
tersenyum pada mata dan menyadari bahwa mereka banyaknya.
masih dalam kondisi baik. Ada surga yang berwujud Nhat Hanh:Ya. Kesadaran penuh akan membantu
dan berwarna di dunia ini. Karena mempunyai mata Anda pulang ke masa kini. Pun setiap kali Anda pergi
dan masih dalam kondisi baik, Anda dapat berhubungan ke sana dan mengenali suatu kondisi kebahagiaan
dengan surga. Jadi ketika sadar akan kondisi mata saya, yang Anda miliki, kebahagiaan itu datang.
saya menyentuh salah satu dari kondisi kebahagiaan.
Ketika saya menyentuhnya, kebahagiaan itu datang. Oprah: Dengan Anda, teh itu nyata adanya.
Nhat Hanh: Saya nyata dan teh itu nyata. Saya
Oprah: Dan Anda bisa melakukannya dengan setiap ada di masa kini. Saya tidak memikirkan masa
bagian dari tubuh Anda. lalu. Saya tidak memikirkan masa depan. Ada
Nhat Hanh: Ya. Menarik napas, saya menyadari hati perjumpaan nyata antara saya dan teh, sehingga
saya. Membuang napas, saya tersenyum pada hati saya kedamaian, kebahagiaan dan kegembiraan itu
dan tahu bahwa hati saya masih berfungsi normal. Saya menjadi nyata selama saya minum.
merasa bersyukur untuk itu.
Oprah: Saya tidak pernah berpikir sebanyak itu
Oprah: Dan bukan hanya hal materi, tapi fakta tentang secangkir teh.
bahwa kita masih memiliki napas. Nhat Hanh: Kami memiliki praktik meditasi
Nhat Hanh: Ya. Anda perlu mempraktikkan teh. Kami duduk, menikmati secangkir teh dan
kesadaran penuh untuk membawa pikiran kembali ke persaudaraan di antara kami. Itu memerlukan
tubuh dan menempatkan diri Anda pada saat itu juga. waktu satu jam untuk hanya menikmati secangkir
Jika sepenuhnya hadir di saat itu, Anda hanya perlu teh.
berjalan satu langkah atau mengambil napas untuk
memasuki Kerajaan Allah. Dan sekali Anda memiliki
kerajaan itu, Anda tidak perlu mengejar objek yang
menjadi keinginan Anda, seperti kekuasaan, ketenaran,
kesenangan sensual, dan sebagainya. Perdamaian itu
mungkin. Kebahagiaan itu mungkin. Dan praktik ini
cukup sederhana untuk dilakukan oleh setiap orang.

Oprah: Katakan pada saya bagaimana kita


melakukannya.
Nhat Hanh: Anggaplah Anda sedang minum secangkir
teh. Bila Anda memegang cangkir Anda, Anda mungkin
ingin menarik napas, membawa pikiran Anda kembali ke
32 SINAR DHARMA
32 / SINAR DHARMA
DUNIA BUDDHIS

Pada tahun pertama, saya hampir setiap malam


Oprah: Secangkir teh, seperti ini? [sambil bermimpi pulang ke rumah. Saya sedang mendaki
mengangkat cangkirnya. ] sebuah bukit yang indah, sangat hijau, sangat
Nhat Hanh: Ya. bahagia, lalu tiba-tiba saya terbangun dan sadar
bahwa saya berada di pengasingan. Jadi praktik saya
Oprah: Satu jam. adalah bersentuhan dengan pohon-pohon, burung-
Nhat Hanh: Setiap momen adalah momen burung, bunga-bunga, anak-anak, orang-orang di
kebahagiaan. Dan selama jam-jam meditasi teh, Anda Barat - dan membuat mereka menjadi komunitas
memupuk kegembiraan, persaudaraan, berdiam di sini saya. Karena praktik itu, saya menemukan rumah
dan sekarang. di luar rumah saya. Satu tahun kemudian, mimpi-
mimpi itu berhenti.
Oprah: Apakah Anda melakukan hal yang sama
dengan semua makanan? Oprah: Apa alasan Anda tidak diizinkan kembali
Nhat Hanh: Ya. Kami mempunyai cara makan dengan ke negara Anda?
berdiam diri sehingga kami bisa berhubungan dengan Nhat Hanh: Selama perang, pihak-pihak yang
alam semesta, dengan setiap potong makanan. bertikai kesemuanya menyatakan bahwa mereka
akan berjuang hingga titik darah penghabisan. Dan
Oprah: Berapa lama waktu yang Anda butuhkan orang-orang kami yang mencoba berbicara tentang
untuk menyelesaikan proses makan? Sepanjang hari? rekonsiliasi di antara saudara-saudara itu - mereka
Nhat Hanh: Satu jam sudah cukup. Kami duduk dalam tidak mengizinkan kami.
satu kelompok dan bersama-sama menikmati makanan
kami. Jadi entah Anda sedang makan, minum teh, Oprah: Jadi, ketika Anda menjadi seorang
atau makan di piring, Anda melakukannya sedemikian lelaki tanpa negara, Anda membuat sebuah rumah
rupa sehingga kebebasan, sukacita, kebahagiaan itu di negara-negara lain.
menjadi nyata. Banyak orang datang ke pusat pelatihan Nhat Hanh: Ya.
kami dan belajar seni hidup berkesadaran penuh ini.
Lalu kembali ke tempat asal mereka dan mendirikan Oprah: Dan salah satunya adalah di Amerika
Sangha, sebuah komunitas, untuk melakukan hal yang Serikat.
sama. Kami telah membantu mendirikan Sangha di Nhat Hanh: Ya.
seluruh dunia.
Oprah: Bagaimana Anda bertemu Martin Luther
Oprah: Sangha adalah komunitas tercinta. King?
Nhat Hanh: Ya. Nhat Hanh: Pada bulan Juni 1965, saya menulis
surat untuknya menjelaskan mengapa para bhiksu
Oprah: Seberapa pentingkah komunitas dalam di Vietnam membakar diri sendiri. Saya katakan
hidup kita? Orang-orang memilikinya dengan keluarga ini bukan bentuk bunuh diri. Saya katakan bahwa
mereka sendiri, kemudian Anda mengembangkan dalam situasi-situasi seperti yang satu ini di
komunitas tercinta Anda dengan menyertakan orang Vietnam, untuk membuat suara Anda didengar
lain. Jadi semakin besar komunitas tercinta Anda, adalah sulit. Kadang-kadang kita harus membakar
semakin banyak yang dapat Anda capai di dunia ini. diri kita sendiri dengan tujuan untuk dapat
Nhat Hanh: Benar. didengar. Karena welas asihlah Anda melakukan
hal itu. Ini adalah aksi cinta kasih, bukan putus
Oprah: Berbicara tentang subjek komunitas, mari asa. Lalu tepat satu tahun setelah saya menulis
kita kembali ke tahun 1966. Anda diundang untuk surat itu, saya bertemu dengannya di Chicago.
datang dan berbicara di Universitas Cornell, dan Kami berdiskusi tentang perdamaian, kebebasan
tak lama setelah itu, Anda tidak diizinkan kembali dan masyarakat. Lalu kami sepakat bahwa tanpa
ke negara Anda. Anda diasingkan selama 39 tahun.
Bagaimana Anda mengatasi perasaan Anda?
Nhat Hanh: Yah, saya seperti seekor lebah yang
dikeluarkan dari sarangnya. Tapi karena saya membawa
komunitas tercinta dalam hati saya, saya mencari
unsur-unsur dari Sangha di sekitar saya di Amerika
dan di Eropa. Lalu saya mulai membangun sebuah
komunitas yang bekerja untuk perdamaian.

Oprah: Apakah Anda merasa marah pada awalnya?


Terluka?
Nhat Hanh: Marah, cemas, sedih, terluka. Praktik
kesadaran penuh membantu saya mengenalinya.
SINAR DHARMA 33
SINAR DHARMA / 33
DUNIA BUDDHIS

komunitas [masyarakat], kita tidak bisa pergi terlalu Oprah: Bagaimana jika ada tagihan yang harus
jauh. dibayar? Saya berjalan, tapi saya berpikir tentang
tagihan.
Oprah: Berapa lama diskusi itu? Nhat Hanh: Ada waktu untuk setiap hal. Ada
Nhat Hanh: Mungkin lima menit atau lebih. Setelah waktu ketika saya duduk, saya konsentrasikan
itu, ada konferensi pers, ia lalu berjalan keluar dengan diri pada masalah tagihan saya, tapi sebelum itu
sangat keras menentang perang di Vietnam. saya tidak perlu mengkhawatirkannya. Satu hal
pada satu waktu. Kami berlatih berjalan dengan
Oprah: Apakah Anda rasa ini adalah hasil dari kesadaran penuh untuk menyembuhkan diri
pembicaraan kalian? sendiri, karena berjalan seperti itu benar-benar
Nhat Hanh: Saya yakin begitu. Kami lanjutkan meredakan kekhawatiran, tekanan, ketegangan
perjuangan kami, terakhir kali saya bertemu dia di dalam tubuh dan pikiran kita.
Jenewa selama konferensi perdamaian.
Oprah: Kasus ini sama seperti mendengarkan
Oprah: Apakah Anda berdua berbicara setelah itu? secara mendalam, yang pernah saya dengar dari
Nhat Hanh: Ya. Dia mengundang saya ke lantai Anda.
atas untuk sarapan, membicarakan masalah-masalah Nhat Hanh: Mendengarkan secara mendalam
ini lagi. Saya terjebak dalam konferensi pers di lantai adalah teknik mendengarkan yang dapat
bawah dan datang terlambat, tapi ia menjaga sarapan membantu meringankan penderitaan orang lain.
saya tetap hangat. Lalu saya katakan kepadanya Anda dapat menyebutnya sebagai mendengarkan
bahwa orang-orang di Vietnam menyebutnya sebagai yang penuh welas asih. Anda mendengarkan
Bodhisattva – makhluk yang tercerahkan –atas apa dengan hanya satu tujuan: membantu dia
yang ia lakukan bagi umatnya, negaranya dan dunia. mengosongkan hati. Bahkan jika dia mengatakan
hal-hal yang penuh dengan persepsi yang salah,
Oprah: Pun fakta bahwa ia melakukannya dengan penuh kepahitan, Anda masih mampu terus
tanpa kekerasan mendengarkan dengan welas asih. Karena Anda
Nhat Hanh: Ya. Itu adalah karya seorang Bodhisattva, tahu bahwa mendengarkan seperti itu, Anda
seorang Buddha, selalu dengan belas kasih dan anti memberi orang itu kesempatan untuk mengurangi
kekerasan. Ketika saya mendengar tentang berita penderitaannya. Jika Anda ingin membantu dia
pembunuhan dirinya, saya tidak percaya. Saya pikir, untuk mengoreksi persepsinya, tunggu saja lain
“Rakyat Amerika telah menghasilkan Raja tetapi waktu. Untuk sekarang, Anda jangan menyela.
tidak mampu menjaganya.” Saya agak marah. Anda jangan membantah. Jika Anda melakukan
Saya tidak makan, saya tidak tidur. Tapi tekad saya hal itu, ia kehilangan kesempatan. Anda hanya
untuk membangun masyarakat tercinta harus terus perlu mendengarkan dengan kasih sayang dan
berlanjut. Saya pikir bahwa saya selalu merasakan membantu dia mengurangi penderitaannya. Satu
dukungannya. jam seperti itu dapat membawa pada transformasi
dan penyembuhan.
Oprah: Oke. Kita telah berbicara tentang kesadaran
penuh, dan Anda telah menyebutkan tentang berjalan Oprah: Saya suka dengan konsep mendengarkan
dengan kesadaran penuh. Bagaimana melakukan hal secara mendalam ini, karena sering kali ketika
tersebut? seseorang datang kepada Anda dan ingin
Nhat Hanh: Saat Anda berjalan, Anda menyentuh melampiaskannya, begitu menggoda rasanya
tanah dengan kesadaran penuh, lalu setiap langkah untuk mulai memberi nasihat. Tapi jika Anda
dapat membawa Anda pada kemantapan, kegembiraan hanya membiarkan orang itu untuk melontarkan
dan kebebasan. Bebas dari penyesalan Anda mengenai perasaannya, kemudian di lain waktu kembali
masa lalu, dan bebas dari rasa ketakutan Anda tentang dengan saran atau komentar, orang itu akan
masa depan. mengalami penyembuhan yang lebih mendalam.
Itulah yang Anda katakan.
Oprah: Kebanyakan orang ketika sedang berjalan, Nhat Hanh: Ya. Mendengarkan secara mendalam
mereka berpikir tentang ke mana harus pergi membantu kita untuk mengenali adanya persepsi
dan apa yang harus mereka lakukan. Tapi Anda yang salah, baik pada orang lain maupun dalam
mengatakan bahwa hal tersebut menjauhkan kita diri kita. Orang lain mempunyai persepi yang salah
dari kebahagiaan. tentang dirinya dan kita. Sedang kita memiliki
Nhat Hanh: Orang-orang mengorbankan masa kini
demi masa depan. Tetapi hidup hanya ada di masa
kini. Itulah sebabnya mengapa kita harus berjalan
sedemikian rupa sehingga setiap langkah dapat
membawa kita ke sini dan sekarang.
34 SINAR DHARMA
34 / SINAR DHARMA
DUNIA BUDDHIS

persepsi yang salah tentang diri sendiri dan orang perdamaian, saya akan mengaturnya dengan cara
lain. Itu adalah dasar dari kekerasan, konflik dan itu.
perang. Para teroris, mereka memiliki persepsi yang
salah. Mereka percaya bahwa kelompok lain berusaha Oprah: Anda akan mulai dengan teh?
untuk menghancurkan agama dan peradaban mereka. Nhat Hanh: Dengan teh dan meditasi jalan.
Jadi mereka ingin melenyapkan kita, membunuh
kita sebelum kita dapat membunuh mereka. Sedang Oprah: Berkesadaran penuh terhadap teh.
antiteroris juga memikirkan hal yang sama - bahwa Nhat Hanh: Dan berbagi kebahagiaan dan
mereka adalah teroris yang berusaha melenyapkan penderitaan kita. Dan mendengarkan dengan
kita, jadi kita harus menyingkirkan mereka terlebih kesadaran penuh serta perkataan yang penuh
dahulu. Kedua belah pihak dimotivasi oleh rasa takut, welas asih.
kemarahan dan salah persepsi. Tetapi salah persepsi
tidak dapat disingkirkan dengan senjata dan bom. Oprah: Apakah ada tempat untuk kemarahan?
Mereka harus dihilangkan dengan mendengarkan Nhat Hanh: Marah adalah energi yang digunakan
secara mendalam, mendengarkan secara belas kasih, orang untuk beraksi. Tetapi ketika Anda marah,
dan ruang yang penuh kasih. Anda tidak jelas, dan Anda mungkin melakukan hal
yang salah. Itu sebabnya kenapa welas asih adalah
Oprah: Satu-satunya cara untuk mengakhiri energi yang lebih baik. Dan energi welas asih itu
perang adalah komunikasi di antara orang-orang sangatlah kuat. Kita menderita. Ini kenyataan.
[terkait]. Tapi kita harus belajar untuk tidak marah dan tidak
Nhat Hanh: Ya. Kita harus dapat mengatakan: membiarkan diri kita terbawa oleh kemarahan.
“Teman-teman yang saya kasihi, orang-orang yang Kita langsung sadar bahwa ada ketakutan. Itu
saya kasihi, saya tahu bahwa kalian menderita. Saya adalah kemerosotan.
tidak cukup memahami kesulitan dan penderitaan
kalian. Bukan kehendak kami membuat Anda lebih Oprah: Bagaimana jika momen kesadaran
menderita. Adalah sebaliknya. Kami tidak ingin penuh Anda mendapat tantangan? Sebagai contoh,
kalian menderita. Tapi kami tidak tahu apa yang suatu hari seseorang menggugat saya, sulit untuk
harus dilakukan dan kami mungkin melakukan hal merasa bahagia ketika kita akan berhadapan
yang salah jika kalian tidak membantu kami untuk dengan pengadilan.
memahaminya. Jadi tolong beritahu kami tentang Nhat Hanh: Praktik ini ditujukan untuk
kesulitan kalian. Saya ingin sekali untuk dapat belajar mengatasi kecemasan, kekhawatiran.
dan memahaminya.” Kita harus memiliki perkataan
yang penuh welas asih. Dan jika kita jujur, jika kita Oprah: Ketakutan. Hal pertama yang terjadi
benar, mereka akan membuka hati. Kemudian kita adalah rasa takut itu datang, seperti, apa yang
berlatih mendengarkan dengan penuh welas asih, akan saya lakukan?
dan kita bisa belajar banyak tentang persepsi kita Nhat Hanh: Jadi Anda mengenali rasa takut
sendiri dan persepsi mereka. Hanya setelah itu kita itu. Dekaplah dengan lembut dan lihatlah
baru bisa membantu menghilangkan persepsi salah. secara mendalam. Ketika mendekap rasa sakit,
Itu adalah cara terbaik, satu-satunya cara, untuk Anda menjadi tenang dan akan menemukan
menghapus terorisme. cara bagaimana menangani emosi itu. Jika
Anda tahu bagaimana menangani rasa takut,
Oprah: Tapi apa yang Anda katakan juga berlaku maka Anda memiliki wawasan yang cukup untuk
bagi permasalahan di antara diri sendiri dengan menyelesaikan masalah. Masalahnya adalah
anggota keluarga atau teman. Prinsipnya sama, jangan sampai kecemasan itu mengambil alih.
tidak perlu konflik. Ketika perasaan ini muncul, Anda harus berlatih
Nhat Hanh: Benar. Dan perundingan damai harus agar dapat menggunakan energi kesadaran penuh
dilakukan dengan cara itu. Ketika kita datang ke meja untuk mengenali mereka, memeluk mereka,
perundingan, kita jangan langsung bernegosiasi. Kita melihat secara mendalam. Ini seperti seorang ibu
harus menghabiskan waktu dengan berjalan bersama, ketika bayinya menangis. Kecemasan Anda adalah
makan bersama, saling mengenal, saling bercerita bayi Anda. Anda harus mengurusnya. Anda harus
tentang penderitaan kita, tanpa menyalahkan atau kembali ke diri sendiri, mengenali penderitaan
menghukumi. Diperlukan mungkin satu, dua, tiga di dalam diri Anda, merangkul penderitaan, dan
minggu untuk melakukan itu. Jika ada komunikasi Anda menjadi tenang. Jika Anda lanjutkan dengan
dan pemahaman, negosiasi akan lebih mudah. praktik kesadaran penuh, Anda akan memahami
Jadi, jika saya mengorganisir sebuah perundingan akar, sifat penderitaan, dan tahu cara untuk
mengubahnya.
SINAR DHARMA 35
SINAR DHARMA / 35
DUNIA BUDDHIS

Oprah: Anda banyak menggunakan kata tahu nilai perdamaian. Itulah sebabnya mengapa
“menderita”. Saya kira banyak orang beranggapan kita tidak mencoba untuk melarikan diri dari
bahwa penderitaan adalah seperti kelaparan yang satu hal ke hal lain. Genggamlah penderitaan
menakutkan atau kemiskinan. Tapi ketika Anda kita, lihatlah secara mendalam, dan kita akan
berbicara tentang penderitaan, apa yang Anda menemukan cara menuju kebahagiaan.
maksud?
Nhat Hanh: Yang saya maksud adalah ketakutan, Oprah: Apakah Anda bermeditasi setiap hari?
kemarahan, keputusasaan, kegelisahan di dalam Nhat Hanh: Kami mencoba melakukannya tidak
diri kita. Jika Anda tahu bagaimana menghadapi itu hanya setiap hari tetapi setiap saat. Sewaktu
semua, maka Anda akan dapat mengatasi masalah minum, sewaktu berbicara, sewaktu menulis,
perang, kemiskinan dan konflik. Jika kita memiliki sewaktu menyiram taman kami, selalu berlatih
rasa takut dan putus asa dalam diri kita, kita tidak untuk hidup di sini dan sekarang.
bisa menyingkirkan penderitaan dalam masyarakat.
Oprah: Tapi apakah Anda selalu duduk diam
Oprah: Inti ajaran Buddha, yang saya mengerti, [bermeditasi] atau membaca mantra - atau tidak
adalah percaya bahwa sifat sejati kita semua adalah membaca mantra?
murni dan bercahaya. Namun kita lihat di sekitar Nhat Hanh: Ya. Kami duduk sendirian, kami
kita begitu banyak kenyataan bahwa orang-orang duduk bersama-sama.
tidak bertindak sesuai dengan sifat yang murni dan
bercahaya. Bagaimana kita mengatasi hal itu? Oprah: Semakin banyak orang yang duduk
Nhat Hanh: Yah, kebahagiaan dan penderitaan bersama, semakin baik.
saling mendukung. Segala yang berbentuk adalah Nhat Hanh: Ya, energi kolektif sangat
saling berketergantungan. Ini seperti kiri dan kanan. membantu. Saya ingin bicara tentang mantra yang
Jika kiri tidak ada di sana, kanan tidak akan ada baru saja Anda sebutkan. Yang pertama adalah,
di sana. Demikian juga dengan penderitaan dan “Sayang, aku ada di sini untukmu.” Ketika Anda
kebahagiaan, baik dan jahat. Dalam diri kita masing- mencintai seseorang, yang terbaik yang bisa Anda
masing ada benih yang baik dan buruk. Kita memiliki tawarkan adalah kehadiran Anda. Bagaimana Anda
benih persaudaraan, cinta, kasih sayang, wawasan. bisa mencintai jika Anda tidak ada di sana?
Tetapi kita juga memiliki benih kemarahan, kebencian,
perbedaan pendapat. Oprah: Itu mantra yang indah.
Nhat Hanh: Anda menatap mata mereka dan
Oprah: Itu sifat manusia. katakan, “Sayang, tahukah kamu? Aku ada di sini
Nhat Hanh: Ya. Ada lumpur, dan ada teratai yang untukmu.” Anda menawarkan kehadiran Anda
tumbuh dari dalam lumpur. Kita perlu lumpur untuk kepadanya. Anda tidak disibukkan oleh masa lalu
memunculkan teratai. atau masa depan; Anda berada di sana untuk
kekasih Anda. Mantra kedua adalah, “Sayang, aku
Oprah: Tidak dapat memiliki satu tanpa yang tahu kamu berada di sana dan aku sangat bahagia.”
lain. Karena Anda sepenuhnya di sana, Anda mengenali
Nhat Hanh: Ya. Anda hanya dapat mengenali kehadiran kekasih Anda sebagai sesuatu yang
kebahagiaan Anda dengan latar belakang penderitaan. sangat berharga. Anda peluk kekasih Anda dengan
Jika belum menderita kelaparan, Anda tidak kesadaran penuh. Dan ia akan mekar seperti bunga.
menghargai sesuatu yang bisa dimakan yang Anda Dicintai berarti dipastikan keberadaannya. Kedua
miliki. Jika tidak mengalami peperangan, Anda tidak mantra ini dapat mendatangkan kebahagiaan
seketika, bahkan meski kekasih Anda tidak berada
di tempat. Anda dapat menggunakan telepon Anda
dan mempraktikkan mantra ini.

Oprah: Atau e-mail.


Nhat Hanh: E-mail. Anda tidak harus
mempraktikkannya dalam bahasa Sansekerta atau
Tibet - Anda dapat mempraktikkannya dalam
bahasa Inggris.

Oprah: Sayang, aku di sini untukmu.


Nhat Hanh: Dan saya sangat bahagia. Mantra
ketiga adalah yang Anda gunakan ketika kekasih
Anda sedang menderita. “Sayang, aku tahu kamu
menderita. Itu sebabnya aku di sini untukmu.”
36 SINAR DHARMA
DUNIA BUDDHIS

Sebelum Anda melakukan sesuatu, kehadiran Anda Nhat Hanh: “Tolonglah aku.”
sudah menghibur.
Oprah: Bagaimana jika dia tidak bersedia
Oprah: Rasa terima kasih dari penderitaan atau membantu Anda?
kesedihan. Nhat Hanh: Pertama-tama, ketika Anda mencintai
Nhat Hanh: Ya. Mantra keempat sedikit lebih seseorang, Anda ingin berbagi segalanya dengannya.
sulit. Ini adalah ketika Anda menderita dan Anda Jadi itu adalah tugas Anda untuk mengatakan, “Aku
yakin bahwa penderitaan Anda disebabkan oleh menderita dan aku ingin kamu tahu.” - dan dia akan
kekasih Anda. Jika orang lain melakukan kesalahan menghargai hal itu.
yang sama terhadap Anda, Anda tidak akan terlalu
menderita. Tapi ini adalah orang yang paling Anda Oprah: Jika ia mencintai Anda.
cintai, jadi Anda menderita sekali. Anda memilih Nhat Hanh: Ya. Ini adalah kasus dua orang yang
pergi ke kamar, menutup pintu dan menderita saling mencintai satu sama lain. Kekasih Anda.
sendirian.
Oprah: Benar.
Oprah: Ya. Nhat Hanh: “Dan ketika aku telah berusaha
Nhat Hanh: Anda terluka. Dan Anda ingin sebaik mungkin untuk melihat secara mendalam,
menghukum dia karena telah membuat Anda untuk melihat apakah penderitaan ini berasal dari
menderita. Mantra untuk mengatasi itu adalah: persepsiku yang salah yang aku mungkin dapat
“Sayang, aku menderita. Aku mencoba sebaik mengubahnya, tetapi dalam hal ini aku tidak bisa
mungkin untuk mempraktikkannya. Tolong bantu mengubahnya, kamu harus membantuku, sayangku.
aku.” Pergi dan temui dia, lalu praktikkan itu. Jika Katakan padaku mengapa kamu lakukan hal semacam
Anda bisa mengucapkan mantra itu, penderitaan itu padaku, mengatakan hal semacam itu padaku.”
Anda akan langsung berkurang. Karena Anda tidak Dengan cara itu, Anda telah mengekspresikan
memiliki hambatan yang berdiri menghadang di kepercayaan Anda, rasa percaya diri Anda. Anda tidak
antara Anda dan orang lain. ingin menghukum lagi. Itulah sebabnya penderitaan
anda berkurang.
Oprah: “Sayang, aku menderita. Tolong bantu
aku.” Oprah: Indah sekali. Sekarang saya akan
menanyakan beberapa pertanyaan tentang
kehidupan biarawan. Apakah Anda berolahraga agar
tetap langsing?
Nhat Hanh: Ya. Kami memiliki sepuluh gerakan
kesadaran penuh. Kami bermeditasi jalan setiap
hari. Kami mempraktikkan makan dengan kesadaran
penuh.

Oprah: Apakah anda seorang vegetarian?


Nhat Hanh: Ya. Vegetarian. Lengkap. Kami tidak
lagi memakai produk-produk hewani.

Oprah: Jadi Anda tidak makan telur.


Nhat Hanh: Tidak ada telur, tidak ada susu, tidak
ada keju. Karena kita tahu bahwa makan dengan
kesadaran penuh dapat membantu menyelamatkan
planet kita.

Oprah: Anda menonton televisi?


Nhat Hanh: Tidak. Tapi saya bersentuhan dengan
dunia. Jika ada sesuatu yang benar-benar penting
terjadi, seseorang akan memberitahu saya.

Oprah: Itulah yang saya rasakan!


Nhat Hanh: Anda tidak harus mendengarkan
berita tiga kali sehari atau membaca koran satu
demi satu.

SINAR DHARMA 37
DUNIA BUDDHIS

Oprah: Itu benar. Sekarang, kehidupan seorang Awan itu dilanjutkan dalam bentuk lain seperti
bhiksu adalah kehidupan selibat, benar? hujan, salju atau es. Sifat sejati kita adalah tiada
Nhat Hanh: Ya. kelahiran dan tiada kematian. Tidak mungkin bagi
awan untuk berubah dari ada menjadi tidak ada.
Oprah: Anda tidak pernah mengalami kesulitan Demikian juga dengan orang yang orang-orang
dengan ide melepaskan keinginan untuk menikah tercinta. Mereka tidak mati. Mereka berlanjut
atau memiliki anak-anak? dalam berbagai wujud-wujud baru, Anda dapat
Nhat Hanh: Suatu hari ketika saya usia 30-an, melihat secara mendalam dan mengenali mereka
saya berlatih meditasi di sebuah taman di Prancis. di dalam Anda sendiri dan di sekitar Anda.
Saya melihat seorang ibu muda dengan bayi yang
cantik. Dan dalam sekejap saya berpikir bahwa jika Oprah: Apakah itu yang Anda maksudkan ketika
saya bukan seorang bhiksu, saya akan punya istri dan Anda menulis salah satu puisi favorit saya, “Call
anak seperti itu. Pemikiran itu hanya berlangsung Me By My True Name”?
selama satu detik. Saya mengatasinya dengan sangat Nhat Hanh: Ya. Ketika Anda menyebut saya
cepat. sebagai orang Eropa, saya bilang ya. Ketika Anda
memanggil saya Arab, saya bilang ya. Ketika Anda
Oprah: Itu bukan kehidupan untuk Anda. Dan memanggil saya hitam, saya bilang ya. Ketika Anda
berbicara tentang kehidupan, bagaimana dengan memanggil saya putih, saya jawab ya. Karena
kematian? Apa yang terjadi ketika kita mati, apakah saya di dalam Anda dan Anda di dalam saya. Kita
Anda percaya? saling berketergantungan dengan segala sesuatu
Nhat Hanh: Pertanyaan dapat dijawab bila Anda di alam semesta ini.
dapat menjawab ini: Apa yang terjadi pada saat
sekarang? Pada saat ini, Anda menghasilkan pikiran, Oprah: [Membaca dari puisi] “Aku adalah
ucapan, dan tindakan. Dan mereka terus berlanjut serangga mayfly [serangga yang hidup sehari]
di dunia ini. Setiap pikiran yang Anda hasilkan, yang bermetamorfosa di permukaan sungai.
apa pun yang Anda katakan, setiap tindakan yang Dan aku adalah burung yang menyambar yang
Anda lakukan, itu mengandung tanda tangan Anda. memangsa mayfly. ... Aku seorang anak di
Tindakan ini disebut karma. Dan itu kelanjutan Anda. Uganda, semua kulit dan tulang, kakiku setipis
Ketika tubuh ini hancur terurai, Anda berlanjut seperti tongkat bambu. Dan aku adalah pedagang
dengan tindakan Anda. Ini seperti awan di langit. senjata, menjual senjata mematikan ke Uganda.
Bila awan tidak lagi di langit, ia tidaklah mati. Aku gadis usia 12 tahun, pengungsi di atas perahu
kecil, yang terjun ke laut setelah diperkosa oleh
seorang bajak laut. Dan aku adalah bajak laut,
hatiku belum mampu melihat dan mencintai ....
Tolong panggil aku dengan nama sejatiku, agar
aku dapat mendengar semua tangisan dan tawaku
sekaligus, agar aku bisa melihat bahwa sukacita
dan rasa sakitku adalah satu. Tolong panggil aku
dengan nama sejatiku, agar aku bisa bangun dan
pintu hatiku bisa dibiarkan terbuka, pintu welas
asih.” Apa makna puisi itu?
Nhat Hanh: Itu berarti welas asih adalah
praktik kita yang paling penting. Pemahaman
membawa pada welas asih. Memahami
penderitaan yang dialami para makhluk hidup
membantu membebaskan energi welas asih. Dan
dengan energi tersebut Anda tahu apa yang harus
dilakukan.

Oprah: Oke. Pada akhir majalah ini, saya


memiliki kolom berjudul “Apa yang Kuketahui
Dengan pasti.” Apa yang Anda tahu dengan pasti?
Nhat Hanh: Saya tahu bahwa kita tidak
cukup tahu. Kita harus terus belajar. Kita harus
terbuka. Dan kita harus siap untuk melepaskan

38 SINAR DHARMA
DUNIA BUDDHIS

pengetahuan kita dalam rangka untuk datang ke pemahaman realita


yang lebih tinggi. Ketika Anda menaiki tangga dan tiba di anak tangga
keenam lalu Anda berpikir bahwa itu adalah yang tertinggi, maka
anda tidak bisa datang ke anak tangga ketujuh. Jadi, teknik ini untuk
meninggalkan anak tangga keenam agar mencapai anak tangga ketujuh.
Inilah praktik kita, melepaskan pandangan-pandangan kita. Praktik
tidak melekat pada pandangan-pandangan adalah inti dari praktik
meditasi Buddhis. Orang-orang menderita karena mereka terjebak
dalam pandangan mereka sendiri. Begitu kita melepaskan pandangan-
pandangan tersebut, kita bebas dan tidak menderita lagi.

Oprah: Bukankah pencarian sejati adalah untuk menjadi bebas?


Nhat Hanh: Ya. Untuk menjadi bebas, pertama-tama, adalah bebas
dari pandangan-pandangan salah yang merupakan dasar dari semua
jenis penderitaan, rasa takut dan kekerasan.

Oprah: Merupakan sebuah kehormatan bagi saya bisa berbincang


dengan Anda hari ini.
Nhat Hanh: Terima kasih. Sebuah momen kebahagiaan yang mungkin
akan membantu orang-orang.
Oprah: Saya kira itu pasti.

Sumber: Forum Dhammacitta dengan berbagai penambahan dan


perbaikan terjemahan

SINAR DHARMA 39
SELEBRITIS BUDDHIS

David Beckham bersama istrinya Victoria diberitakan pindah mengikuti


ajaran Buddha. Suami istri bersama tiga orang anak yang sekarang tinggal
di Los Angeles ini diberitakan mulai mendekati ritual Buddhis dan setiap
pagi mereka melakukan chanting untuk mengimbangi aktivitas hidup
mereka yang sangat sibuk.

Seorang narasumber menyatakan: “David Beckham bersama istrinya


sepenuhnya menjadi orang Kalifornia. Beckham mulai memadukan
kesehatan, kesejahteraan, dan tampilan mala/tasbih di pergelangan
tangannya. Beckham mulai mengikuti kelas meditasi yoga dan olah tubuh
setelah cedera lutut, dan teman timnya menyarankan ia untuk melakukan
chanting untuk kedamaian batinnya.” Pasangan ini memang menunjukkan
ketertarikan pada dunia Timur, mengingat Beckham pernah meluncurkan
sepatu Adidas yang memiliki konsep Yin Yang dari agama-agama Timur di
Jepang. Peluncuran sepatu tersebut juga diberkati oleh para bhiksu.

“Saat ini, Beckham dan Victoria selalu melakukan chanting singkat


selama 5 menit ketika mereka bangun pagi untuk memulai hari mereka
yang kosong (kerjaan). Mereka melafalkan “Terpujilah Sang Bhagava, Yang
Maha Suci, Yang telah Mencapai Penerangan Sempurna” – Namo Tassa
Bhagavato Arahato Samma Sambuddha.” Selain melakukan ritual pada
umumnya, mereka juga mulai mengonsumsi makanan yang tepat.

Beckham menghiasi lengan kirinya dengan tato yang menampilkan


nama istrinya Victoria, atau Posh Spice anggota
grup Spice Girls. Beckham dan istri bersepakat tidak
memakai abjad Romawi, melainkan ditulis dalam
aksara Devanagari. Seniman tukang tato Beckham
sebelumnya meminta masukan dari Manchester
Buddhist Centre dan berkonsultasi dengan Ratnasagar,
seorang anggota berkebangsaan India dari Western
Buddhist Order. Setelah itu dengan cepat tato baru
Beckham muncul di lapangan-lapangan sepakbola di
seluruh Inggris dan tersebar luas di berbagai media
massa di seluruh dunia.

40 SINAR DHARMA
40 / SINAR DHARMA
SELEBRITIS BUDDHIS

Kiper yang terkenal dengan kepalanya yang plontos ini menjadi salah
satu bintang yang mengantarkan Prancis menjadi juara Piala Dunia 1998.
Sukses itu menjadikan Barthez sebagai pemain kedua paling populer
di Prancis setelah Zinedine Zidane. Momen yang tak pernah dilupakan
adalah ketika kepalanya yang gundul selalu dicium bek Laurent Blanc
sebelum pertandingan. Barthez menjadi kontroversi saat kembali
menjadi pilihan pertama di Piala Dunia 2006. Ia yang kemudian menjadi
kapten saat Zidane diusir pada final. Di Marseille pada tahun 1993 timnya
berhasil meraih gelar Liga Champions, mengalahkan AC Milan di final. Di
Manchester United ia juga dua kali mencicipi gelar juara liga (01, 03).
Barthez terkenal akan tingkah lakunya di lapangan yang eksentrik dan
reaksi yang baik. Ia pensiun sebagai pemain sepakbola pada
5 Oktober 2006.

Barthez memulai karirnya bersama Toulouse tahun


1990. Tahun 2000 kiper kelahiran Lavelanet itu direkrut
Manchester United sebelum kembali ke Prancis bersama
Olimpique de Marseille (OM) tahun 2003. Bersama timnas
Perancis, Barthez menorehkan rekor 87 cap, termasuk 17
penampilannya di tiga penyelenggaraan Piala Dunia. Piala
Dunia 1998 bisa dibilang menjadi puncak prestasi Barthez
saat mengantar Les Bleus menjadi jawara untuk kali pertama, juga
gelar juara Eropa dua tahun berselang. Beberapa prestasi lain yang
sempat diraihnya adalah tiga gelar juara Ligue 1 (dua bersama OM
dan satu gelar saat membela Monaco) serta satu tropi Premiership.
Barthez juga sempat mencicipi manisnya juara Liga Champions
bersama OM tahun 1993.

Barthez kagum pada ajaran Zen Buddhisme dan membuat dia nampak lebih suka membicarakan aspek
psikologis dari permainan ketimbang aspek strategi dan ketrampilan teknis. “Masih ada harapan bagi
Prancis. Pengalaman bertahun-tahunlah yang memberi kita keyakinan dalam hati. Jika ada waktu maka ada
harapan.” “Saya percaya pada naluri,” kata Barthez. “Dalam tendangan penalti, seorang kiper membutuhkan
90% keberuntungan dan 10% keyakinan untuk bisa menyelamatkan gawangnya.” “Permainan yang penuh
gertak sambal. Saya lihat Beckham sengaja melirik ke sisi kiri saya seolah-olah dia akan menendang bola ke
situ. Tapi, saya sudah memutuskan untuk memblok bola ke arah lain. Sekali diputuskan, kita tak boleh ragu.
Dan beruntung saya benar.” Setelah tindakan penyelamatan yang gemilang itu, Barthez selalu menemukan
keseimbangan baik di dalam sukses maupun kegagalan, di dalam kritik maupun pujian, buah dari ajaran Zen:
“Menghadapi kesulitan beroleh nasib baik, menghadapi persetujuan menerima tentangan.”

Mehmet adalah mantan gelandang penyerang Bayern Munich. Ia bermain


dalam 36 pertandingan di Tim Nasional German dan berhasil mencetak
delapan gol bersama dengan Bayern, namun ia akhirnya keluar dari Tim
Piala Dunia Jerman 2002 karena cedera. Ia adalah salah satu pemain bola
Jerman yang sangat sukses. Prestasinya adalah memenangkan Piala UEFA
tahun 1996, Euro 1996, dan pertandingan Liga Champion UEFA tahun 2001.
Belakangan ia mendapatkan penghargaan “Player of Honour” dari Bayern
ketika berpatisipasi dalam pertandingan penghormatan pada tahun 2007.
Karena keunikan dan kepiawaian permainannya, tetap banyak orang yang
mengajukan dan mendukungnya untuk bermain lagi di berbagai kejuaraan,
walaupun ia sudah gantung sepatu. Dalam wawancaranya dengan Süddeutsche,
Scholl mengatakan, “Saya pikir Buddhisme sangat praktis untuk diterapkan
dalam berbagai hal dalam hidup. Ajaran-
ajaran dalam dalam Buddhisme membantu
di banyak situasi.”

SINAR DHARMA 41
SINAR DHARMA / 41
SELEBRITIS
SELEBRITISBUDDHIS
BUDDHIS

Bintang sepakbola nasional Matahari Terbit - Hidetoshi Nakata, ternyata


merupakan murid dari Karmapa Lama ke-17. Ketulusannya pada agama
Buddha ditunjukkannya dengan melakukan perjalanan khusus dari Jepang ke
Hongkong untuk menerima inisiasi Annutara Yoga pada Februari 2009 lalu.

Nakata mendarat di Hongkong pada sore hari 8 Februari 2009. Selepas


dari hotel, sekitar pukul 6 petang ia menuju Hong Kong Convention and
Exhibition Centre, tempat Karmapa Lama ke-17 menyelenggarakan
aktivitas Dharma Tara Empowerment. Namun setiba di Gedung Konvensi
dan Ekshibisi itu, Karmapa Lama ke-17 sedang
beristirahat sehingga Nakata harus menunggu
di bawah panggung. Selama waktu menunggu
itu, tidak sedikit fans cewek yang mengenalinya
dan meminta untuk berfoto bersama. Nakata
menyanggupi permintaan setiap fans, pun
dengan riang hati beramah tamah dengan orang-
orang yang berada di sekitarnya. Satu jam kemudian akhirnya Nakata
mendapat kesempatan untuk memberikan puja hormat pada Karmapa
Lama ke-17 dan menerima inisiasi. Setelah itu Nakata meninggalkan
gedung lewat jalur khusus tanpa mengadakan pertemuan pers. Sebagai
bintang dunia bola bundar yang dielu-elukan banyak fans, Nakata tidak
menampakkan sedikitpun kejengkelan meski harus menunggu satu jam
lamanya. Ia telah menunjukkan pada kita semua akan makna ajaran
mulia Buddha.

Pada tanggal 10 Februari, Hidetoshi Nakata menghadiri acara makan


malam amal yang diselenggarakan oleh Infinite Compassion Foundation.
Acara yang merupakan peringatan pendirian Yayasan Amal Welas Asih Tak
Terhingga itu juga dihadiri oleh Karmapa Lama ke-17, Gyalwa Karmapa
dan Kunzig Shamar Rinpoche. Selain itu hadir juga beberapa tokoh kelas
dunia lainnya, antara lain: Ratu Kerajaan Bhutan Ashi Tshering Pem
Wangchuck, Putri Kerajaan Bhutan Ashi Chimi Yangzom Wangchuck,
aktris kungfu Buddhis Michele Yeoh.

Hidetoshi Nakata adalah pemain sepakbola Jepang tersukses setelah


King Kazu. Gelandang serang paling kreatif dan sangat mobil yang
dimiliki Jepang. Hide nama panggilan Hidetoshi Nakata, memulai karir
profesionalnya di Club Shonan Bellmare dengan umur 18 tahun pada
tahun 1995.Saat membela Jepang, pelatih sangat mengandalkan pemuda
ini bukan hanya sebagai inspirator serangan tetapi Nakata juga kerap
mencetak gol, bukti dari ketajaman Nakata adalah sewaktu Jepang
melawan Iran (Playoff Piala Dunia), Nakata mencetak 3 gol sekaligus
dan meloloskan Jepang ke Piala Dunia. Debutnya yang indah membuat
Nakata dianugerahi sebagai pemain terbaik AFC pada tahun 1997-1998.
Setelah Piala Dunia 1998 berakhir, Perugia (Club Itali) mengontrak pemain
Jepang ini. Debutnya selama di Perugia membuat mata petinggi Roma
yang akhirnya merekrutnya ke AS ROMA, yang saat itu dilatih oleh Fabio
Capello. Nakata membawa Roma menjadi kampiun Serie A bersama Francesco Totti, G. Batistuta.

Prestasi bersama Tim Nasional Jepang juga terbilang sukses, pada tahun 2001 ia membawa Jepang
mencapai final Piala Konfederasi namun Nakata harus kembali ke ROMA sebelum pertandingan final
dilangsungkan. Karena sering dibangkucadangkan dan kalah bersaing dengan Pangeran Roma (Totti)
akhirnya Nakata dilego ke Parma. Di sana Nakata bermain 2 musim setengah tanpa gelar apapun. Nakata
42 SINAR DHARMA
42 / SINAR DHARMA
SELEBRITIS
SELEBRITIS BUDDHIS
BUDDHIS

bermain dalam seluruh pertandingan Jepang pada Piala Dunia 2002. Ia mencetak satu
gol melawan Tunisia dalam turnamen tersebut. Pada Januari 2004, Nakata bergabung
dengan Bologna, yang ia perkuat selama sisa musim 2003/04 sebelum kemudian pindah
ke Fiorentina. Semusim di Fiorentina, Nakata berpindah ke Bolton Wanderers di Liga
Utama Inggris sebagai pemain pinjaman. Dan pada tanggal 3 Juli 2006 setelah Jepang
tersingkir pada Piala Dunia 2006, Nakata memutuskan untuk menggantungkan sepatu
dari Tim Nasional dan Sepakbola Profesional.

Merasa dirinya sebagai orang Jepang dan orang Asia, Nakata memutuskan untuk
berkeliling Asia agar dapat mengenal benua ini dan dunia lebih jauh,.Nakata dengan
tegas mengatakan bahwa negara yang paling berkesan baginya ialah: “Bhutan dan
Tibet sangatlah spesial, sangat jarang bisa berkunjung ke sana. Meskipun di negara
yang tampak tertutup ini, sepakbola sangatlah populer. Di sana, saya bermain sepakbola
bersama beberapa bhiksu dan dengan keluarga kerajaan Bhutan. Sangat unik.” Di Bhutan,
Nakata sangat mengagumi Monasteri Sarang Macan (Vihara Taktshang). Di Tibet, Nakata
mengunjungi Maha Vihara Jokhang dan bermain sepakbola dengan para bhiksu di sana.
Belakangan, Nakata mengadakan program pelatihan sepakbola di seluruh Jepang
sebagai bentuk kepeduliannya terhadap perkembangan sepakbola Jepang. Melalui
organisasi Take Action yang didirikannya, gelandang yang pensiun pada 2006 tersebut
telah mengumpulkan 21 pemain pensiunan J-League dan membentuk Take Action FC.
“Saya ingin meningkatkan komunitas lokal lewat sepakbola. Saya akan membayar pemain
dan menciptakan karir kedua bagi mereka. Saya ingin memberi mereka pekerjaan,”
ucap Nakata.

Milene Domingues dikenal sebagai mantan istri Ronaldinho dan telah


memberi Ronaldo satu orang putera. Ia adalah pemain sepakbola Brasil.
Saat ini dia memutar untuk perempuan dalam tim Spanyol atas-Rayo
Vallecano. Olahraga keberhasilan yang terbesar adalah untuk berpartisipasi
dalam wisuda di Piala Dunia 2003 dengan tim nasional Brasil.
Milene lahir tahun 1979. Ayahnya meninggal ketika ia masih balita,
Milene kemudian dibesarkan oleh ibunya. Ia mulai mengenal permainan
sepakbola dari ketiga kakak laki-lakinya. Sejak masih kecil ia sangat
mengagumi Maradona. Sebab itu ia sering berlatih sepakbola. Umur
14 tahun, Milene yang juga dikenal dengan sebutan “ratu juggler” ini,
berhasil masuk klub sepakbola ternama di Brasil. Ronaldo yang melihatnya
di TV mengajaknya berkenalan dan makan malam. Saat itu Milene sangat
terkejut dan senang hingga tak sanggup bertutur kata. Pada malam Natal
tahun 1999, Milene dan Ronaldo menikah. Namun tak lama kemudian
Ronaldo mengalami cidera lutut. Setahun kemudian, mereka dikaruniai
seorang putra yang diberi nama Ronald. Enam hari kemudian, Ronaldo
kembali bermain namun lututnya tidak dapat bertahan, ia akhirnya jatuh.
Itu adalah saat-saat paling berat bagi Ronaldo. Ia sangat mengandalkan
bantuan para dokter yang memeriksa dan merawatnya.
Namun Milene tidak begitu saja larut dalam kesedihan. Meski saat
itu ia mengira tidak akan dapat melewati masa-masa krisis itu, namun
ternyata ia mampu. Agama Buddha, agama yang dipeluknya, membantunya
melewati semua itu. “Buddhisme memberi saya kedamaian dan kekuatan
untuk menyelesaikan berbagai permasalahan saya.” Seiring perjalanan
waktu kondisi Ronaldo membaik dan Ronald kecil tumbuh.
Milene kemudian mulai turun ke lapangan hijau lagi dan bergabung
dengan tim perempuan Fiamma Monza. Keadaan Ronaldo terus membaik,
kembali ke kondisi primanya dengan menunjukkan aksi laga yang
spektakuler di Piala Dunia. Ronaldo berpindah dari Inter ke Madrid, demikian
juga istrinya. Salah satu prestasi Milene adalah ia telah menunjukkan
kemampuan wanita dalam bersepakbola pada dunia.

SINAR DHARMA 43
SINAR DHARMA / 43
SELEBRITIS BUDDHIS

domestik kepada klub tersebut. Namanya dilirik


dunia saat bermain impresif pada Piala Dunia
2002 yang digelar di negaranya, termasuk gol
penentu kemenangan yang dicetaknya ke gawang
Portugal di babak penyisihan. Usai Piala Dunia,
pelatih Korea Selatan asal Belanda, Guus Hiddink,
memboyongnya bersama Lee Young Pyo ke PSV
Eindhoven.
Setelah awal karir yang sulit, Park secara
perlahan namun pasti berhasil melekatkan dirinya
pada permainan PSV. Park juga membawa PSV ke
semifinal Champions League musim itu, termasuk
mencetak gol saat mengalahkan AC Milan 3-1
Park Ji-sung adalah pesepakbola dari Korea Selatan, di leg kedua, tapi tersingkir karena away goal.
bermain sebagai gelandang sayap di Manchester Musim berikutnya ia pindah ke Manchester United,
United. Ia menjadi terkenal setelah mencetak gol klub terbesar di dunia. Ji-Sung kerap bermain
pemenang pertandingan saat tim nasional sepakbola di posisi sayap. Namun Alex Ferguson melakukan
Korea Selatan mengalahkan Portugal di Piala Dunia eksperimen terhadap pemain Timnas Korea
2002. Selatan ini dengan menempatkannya sebagai
Karir internasionalnya dimulai pada usia 18 tahun gelandang serang tengah. Park Ji-sung berhasil
sebagai gelandang bertahan. Park Ji Sung di Manchester menjadi pahlawan kemenangan Manchester United
United mendapat julukan Three-lungs Park atau Park saat menjamu Liverpool. MU menaklukkan The
dengan tiga paru-paru. Julukan tersebut muncul karena Reds 2-1 setelah di babak pertama gol Fernando
dalam permainan, Park Ji Sung selalu bermain agresif, Torres berhasil dibalas Wayne Rooney. Dengan
penuh dedikasi dan bergerak ke seluruh lapangan kemenangan ini, MU kini kembali memuncaki
dengan kecepatan yang stabil selama pertandingan. klasemen sementara Premier League (Liga Inggris)
Dalam beberapa pertandingan terakhir, Park mencetak yang sehari sebelumnya sempat dikudeta Arsenal.
gol-gol penting, di antaranya saat bertanding dengan Peran Park di Manchester United kini makin vital
Arsenal yang sangat menentukan posisi klasemen di dalam strategi menyerang ala Sir Alex Ferguson
Premier League. yang menempatkan Wayne Rooney sebagai ujung
Sejak kedatangannya ke Old Trafford dari PSV tombak tunggal, la kerap merusak pertahanan
Eindhoven pada tahun 2005, Park memberikan dimensi lawan atau memberi umpan-umpan silang kepada
baru pada permainan United. Gelandang menyerang Rooney atau Dimitar Berbatov.
yang bertenaga dengan ketahanan fisik ala gelandang “Ketika saya melihatnya bermain mengenakan
bertahan, begitulah karakteristik permainan Park. seragam PSV di Liga Champions tahun 2005, saya
Daya jelajah dan kekuatan fisik Park terbukti merasa ia sosok yang sangat mengerti bagaimana
membuat dirinya cocok bermain sebagai gelandang membangun sebuah visi saat bermain bola, Selain
free-role. Hebatnya lagi, tidak hanya mumpuni dalam cerdik, Ji-sung juga sangat disiplin. Dia terbukti
menyerang, ia juga sangat baik dalam bertahan. Park mampu bermain di posisi yang berbeda. Saya
mengukuhkan namanya sebagai salah seorang pemain bangga padanya,” tutur Sir Alex Ferguson.
penting di United, bukan hanya penjual kaus semata Terlepas dari ketenarannya. Park Ji-Sung
seperti yang sering dituduhkan banyak orang. adalah seorang praktisi Buddhis dan mendapatkan
Park Ji Sung, kebanggaan Asia itu, dahulu manfaat dari latihan Seon (Zen). Park Ji-Sung
disangsikan banyak orang dapat bermain di level juga mendapatkan penghormatan sebagai tamu
kompetisi top dunia. Dengan tinggi hanya 1,75 cm, representatif Buddhis pada Konferensi Penyebaran
bahkan orang-orang di negara asalnya tidak berani Dharma yang diadakan Ordo Jogye, tradisi Seon, di
berharap banyak. Tapi determinasi dan disiplin Korea bulan Desember 2009 lalu.
tinggi membuat Park mampu mengalahkan hambatan
postur badannya. Ia bermain impresif saat melawan
timnas Korea Selatan U-23, sehingga ia diganjar satu
tempat di tim Olimpiade Korea Selatan tahun 2000.
Ia pindah ke Jepang sesudahnya, bermain bagi Kyoto
Purple Sanga dan memberi satu-satunya gelar juara

44 SINAR DHARMA
44 / SINAR DHARMA
SELEBRITIS BUDDHIS

profesi menjadi bintang film layar lebar di


Hongkong. “Let’s Make Laugh II” adalah film
pertama Wong setiba di Hongkong.
Sebelum munculnya film “A Chinese Ghost
Si Hantu Cantik Xiao Qian Story” (1987), Wong selama di Hongkong telah
Tahun 1987, ia tampil sebagai Xiao Qian membintangi 9 buah film. Meski dalam beberapa
dalam film “A Chinese Ghost Story����”, si hantu film itu ia mendampingi beberapa nama besar
cantik nan rupawan berkostum busana Tiongkok seperti Sam Hui, Leslie Cheung (alm), Anita Mui
kuno. Tidak hanya di Hongkong dan Taiwan, Xiao (almh), Zhou Yun-Fat dan lain sebagainya, namun
Qian memukau para penggemar film di Jepang, sebagai pemain baru yang layaknya selembar
Korea Selatan dan Asia Tenggara. Semenjak itu kertas kosong, nama Wong masih belum terlalu
nama Joey Wong (Wang Zuxian) melambung ke dikenal banyak orang waktu itu. Meski demikian,
deretan papan atas selebritis Hongkong. bukanlah hal yang mudah bagi seorang pemain
Para selebritis layar lebar seperti Chow Yun- baru untuk dapat mendampingi nama-nama besar
Fat, Andy Lau, Cherie Chung, Maggie Cheung seperti Sam Hui, Leslie Cheung dan sebagainya,
dan lain sebagainya, harus berjuang keras sebab itu boleh dikatakan awal perjalanan karir
dalam menapak karir mereka, bahkan ada yang Wong berjalan tanpa hambatan berarti.
merambah dari profesi masyarakat kelas bawah. Tahun 1987 meledaklah nama Wong dalam
Ini berbeda dengan Joey Wong yang perjalanan film “A Chinese Ghost Story”, yang dibintanginya
karirnya bergulir dengan cukup mulus. bersama Leslie Cheung dengan sutradara Tsui
Hark. “A Chinese Ghost Story” sendiri tercatat
Lahir di Taiwan, Melejit di Hongkong sebagai salah satu film klasik abadi dalam sejarah
Joey Wong lahir di Taipei, Taiwan. Ayahnya perfilman Hongkong. Hingga detik ini tak ada
semula berharap mempunyai 4 orang putra, aktris kedua yang bisa menandingi kecantikan
namun ternyata anak ke-3 adalah seorang putri.
Karena itu nama yang semula dipersiapkan
sebagai Wang Xianzu diubah menjadi Wang
Zuxian. Selain dua kakak lelaki, Wong juga
mempunyai seorang adik perempuan.
Tubuh tinggi semampai yang dimiliki
Wong merupakan bawaan dari ayahnya yang
merupakan mantan pemain bola basket.
Keluarga Wong merupakan keluarga intelektual.
Kakek Wong adalah tokoh dunia literatur
Tionghoa, juga merupakan tokoh pertama yang
mempelajari sejarah Taiwan dan menulis buku
“Zheng Chenggong Zhuan” (Kisah Hidup Zheng
Chenggong). Kakek buyut Wong adalah seorang
revolusioner Tiongkok kontemporer pengikut
Dr. Sun Yat-sen (Sun Zhongshan, bapak pendiri
Republic of China).
Debut Wong di dunia akting bermula dari
sebuah iklan Adidas ketika dia berusia 15
tahun, sedang film layar perak pertama yang
dibintanginya adalah “It Will Be Very Cold by the
Lakeside This Year” (1984). Film ini mendapat
beberapa penghargaan Golden Horse Awards.
Film ini jugalah yang merupakan langkah awal
kesuksesan dan titik loncat Wong.
Dalam malam upacara penyerahan piala
Golden Horse di tahun itu juga, Wong yang baru
berusia 17 tahun diperkenalkan pada produser
Shaw Brothers, Mona Fong, yang kemudian
memintanya menandatangani kontrak HKD 280
ribu. Sejak itulah Wong yang semula berpredikat
sebagai siswi Kuo Kwan Arts School berubah

SINAR DHARMA 45
SINAR DHARMA / 45
SELEBRITIS BUDDHIS

Wong dalam kostum busana Tiongkok kuno. pengunduran dirinya. Sejak itu ia menetap di
Kerupawanan hantu Xiao Qian bahkan berhasil Vancouver, Canada, hingga detik ini. Tampaknya
memudarkan nama besar Leslie Cheung dalam ini merupakan pernyataan pengunduran diri
film yang sama. Wong menerima banyak surat dari yang terakhir dari Joey Wong, si hantu cantik
para fans di Jepang dan Korsel, bahkan ada yang Xiao Qian.
mengirimkan surat cinta padanya.
Ketenarannya di Jepang mengantarkan Wong Menjadi Bhiksuni?
menyeberang ke Jepang membintangi film serial Secara mengejutkan pada 7 Juli 2009 lalu
TV “A Woman from Hongkong” (1990). Majalah Wong diberitakan menjadi bhiksuni di Canada.
di Jepang memberikan pujian pada Wong sebagai Pada awalnya berita yang menghebohkan ini
“garis kaki terindah di Laut Timur dan Asia sempat diyakini kebenarannya karena diucapkan
Tenggara”. oleh seorang teman baik Wong. Teman itu
Melanjutkan kesuksesan “A Chinese Ghost menyebutkan Wong menjadi bhiksuni mungkin
Story”, lahirlah “A Chinese Ghost Story II” (1990) dikarenakan tidak dapat menerima kabar
dan “A Chinese Ghost Story III” (1991). Secara rencana pernikahan Chyi Chin.
garis besar kedua film lanjutan ini secara komersil Chyi Chin, mantan boy friend Wong, yang telah
juga tergolong sukses, meski secara psikologis setahun lebih tidak kontak dengan Wong, segera
pengaruhnya tidak sebesar seri pertamanya. menghubungi keluarga Wong mengonfirmasi
Tidak hanya sebagai selebritis dunia layar lebar, kebenaran berita itu. Akhirnya dari salah seorang
Wong juga beraksi di dunia tarik suara. Tahun 1992, paman Wong diperoleh kepastian bahwa berita
ia meluncurkan album CD berbahasa Jepang dan itu tidak benar. Chyi Chin mengatakan, “Tidak
Mandarin, “Hold You in My Arms Forever”. ada kejadian itu, dia (Wong) pernah ngobrol
dengan temannya, berbincang bahwa dia
Berulang Kali Menyatakan Mengundurkan Diri berlatih Buddha Dharma di rumah, lalu secara
Wong untuk pertama kalinya menyatakan diri bergurau mengucapkan kata-kata bahwa dia bisa
mundur dari dunia perfilman pada tahun 1994. saja menjadi bhiksuni, ucapan ini yang mungkin
Sejak itu ia menjauh dari kehidupan panggung. tersebar keluar.” Ayah Wong juga membantah
Hingga kemudian di tahun 1997 Wong kembali ke kebenaran berita Wong menjadi bhiksuni.
dunia layar lebar dengan membintangi sebuah
film Jepang “Peking Man (Peking Genjin)”, pun Perjalanan Cinta Wong
merilis album CD “Who Are You?”. Tahun 1998 ia Kalau perjalanan karir Wong berjalan mulus,
merilis album CD Jepang “Angelus” dan kemudian namun tidak demikian dengan perjalanan
menyusul CD Mandarin “Isolated from the World”. cintanya. Pertalian asmara Wong yang pertama
Tahun 2001 saat konferensi pers film “Peony adalah dengan Chyi Chin.
Pavillion”, Wong secara mengejutkan kembali Chyi Chin齊秦 (Qi Qin), penyanyi kelahiran
menyatakan pengunduran dirinya dari dunia film. Taichung, Taiwan, 12 Januari 1960, yang
Pernyataan tak terduga ini mengejutkan sutradara, terkenal dengan lagunya “Da Yue Zai Dong Ji”
para pemburu berita dan fans. ini, mulai mengenal Wong saat mereka berdua
Tahun 2004 Wong kembali muncul membintangi membintangi film “Flowers of Paradise” (1987).
film “Shanghai Story (Beautiful Shanghai)” dan Inilah film yang menjadi awal perkenalan dan
diberitakan akan membintangi sebuah film serial awal percintaan Wong dan Chyi. Selepas itu Chyi
TV Taiwan. September 2005 bertepatan dengan tetap menetap di Taiwan mengembangkan karir
pemutaran film “Shanghai Story” di seluruh sebagai penyanyi, sedang Wong melanjutkan
dunia, Wong sekali lagi secara resmi menyatakan karirnya di Hongkong. Salah satu penyebab tidak
berlanjutnya hubungan kedua sejoli ini adalah
tentangan dari orang tua Wong.
Namun perpisahan kedua sejoli ini tidak

46 SINAR DHARMA
SELEBRITIS BUDDHIS

meredupkan rasa cinta Chyi. Lagu-lagu yang ditulis


dan dinyanyikan oleh Chyi - seperti “Da Yue Zai
Dong Ji” dan “Ai Qing Xuan Yan” - merupakan lagu-
lagu pelepas rindu yang ditujukan bagi Wong. Ini
mengingatkan kita akan lagu-lagu kenangan pada
Camelia yang ditulis dan digubah oleh Ebiet G.
Ade.
Apakah lagu-lagu asmara yang didendangkan
Chyi dapat mempersempit jarak yang memisahkan
mereka berdua? Ataukah jarak tempat yang
memisahkan Wong dan Chyi itu akan semakin
memperlebar jarak hati mereka berdua?
Seiring dengan melejitnya karir Wong di dunia
perfilman, tahun 1990-an terdengar berita jalinan
cinta Wong dengan Peter Lam, seorang pengusaha
kaya yang telah memiliki 5 anak. Hubungan
keduanya ini ditentang habis-habisan oleh keluarga
Lam.
Putusnya hubungan dengan Peter Lam
membawa Wong kembali ke Taiwan ke sisi Chyi
Chin. Tahun 2000 mereka berdua telah berencana
melangsungkan pernikahan di Lhasa, Tibet. Namun
aral rintangan kembali melintang. Sebuah bom
atom meledak menghancurkan impian indah Wong:
Chyi Chin ternyata telah mempunyai anak!
Sebelum mengenal Wong, Chyi Chin telah
mempunyai girl friend bernama Fang Mei Fang.
Meski akhirnya hubungan Chyi dan Fang ini juga Di Canada inilah Wong benar-benar dapat
retak, tetapi pada tahun 1987 telah terlanjur lahir mewujudkan cita-citanya “melewati hari-
seorang bocah lelaki yang diberi nama Fang Wei. hari tanpa make-up” yang diucapkannya saat
Dengan hati remuk redam Wong mengasingkan menyatakan mengundurkan diri dari dunia
diri ke Canada dan mulai menekuni Buddhisme. hiburan. (tjw)

SINAR DHARMA 47
ORGANISASI BUDDHIS

Tentang DhammaCitta sehingga tidak perlu lagi mengeluarkan biaya cetak dan
DhammaCitta adalah satu situs Buddhisme di Indonesia, bisa dengan mudah disalin-ulang dan dipublikasi lebih luas
yang beralamat di www.dhammacitta.org. Saat ini, lagi. Manfaatnya akan terus bergulir dan tidak dibatasi
DhammaCitta dikenal sebagai salah satu situs Buddhisme oleh tempat dan waktu. Atas dasar pertimbangan ini,
ternama di Indonesia. Tidak hanya di Indonesia, namun maka DhammaCitta didirikan pada pertengahan tahun
anggota dan pengunjung situs ini pun tersebar di negara- 2006 dengan konsep awal sebagai situs Buddhisme yang
negara lain seperti dari Malaysia, Amerika Serikat, Taiwan, menyajikan berbagai macam buku elektronik berbahasa
bahkan juga dari Sri Lanka. Indonesia, dan bisa diunduh secara gratis.

DhammaCitta menarik perhatian banyak umat Buddha Dalam tahap awal persiapannya, yang disusun pertama
dan simpatisan lain dalam jangka waktu yang relatif kali adalah pematangan konsep situs ini. Setelah melalui
singkat sejak berdirinya. DhammaCitta kini terdiri dari studi analisa yang panjang, pada awalnya situs ini dibentuk
berbagai unit kerja, yang kesemuanya sarat dengan nilai- ke arah perpustakaan online (dunia maya) yang belum ada
nilai positif. Semua personil yang terlibat langsung maupun pada waktu itu. Langkah ini merupakan langkah pionir,
tidak langsung di DhammaCitta ini merupakan para volunter sehingga situs ini tidak bisa dicap sebagai “just another
yang mengerahkan tenaga, pikiran dan waktu mereka Buddhism website”.
untuk memajukan DhammaCitta. Mereka semua melakukan
ini dengan dedikasi tinggi tanpa dibayar sepeser pun. Sebuah situs yang baik harus memiliki nama yang
Untuk ke depannya, DhammaCitta akan terus melakukan baik dan mudah diingat. Untuk pemilihan nama, Pendiri
pengembangan Buddhisme di Indonesia. melakukan riset nama-nama yang bernuansa Buddhisme,
yang terdengar bagus dan mudah akrab di telinga orang.
Riwayat Pembentukan DhammaCitta Pada akhirnya, dipilihlah nama kombinasi “Dhamma” dan
Buddhisme sudah eksis selama 2.500 tahun lebih. “Citta”; dengan penulisan gabung menjadi “DhammaCitta”,
Selama waktu yang panjang ini, Buddhisme sudah menyebar yang artinya adalah “pikiran (kualitas batin) Dhamma”.
dari Tanah India ke segala lima penjuru benua; termasuk Untuk logo, dibuatlah sebuah desain bunga teratai bersama
Indonesia. Di zaman yang sudah modern seperti ini, tulisan “DhammaCitta” di bawahnya oleh salah satu
penyebaran Buddhisme sudah bisa dilakukan melalui metode kontributor yang memakai ID kokuzo/franz. Desain yang
dunia maya (internet). Namun sampai pada awal tahun 2006, sederhana namun terlihat indah, sehingga menimbulkan
sangat sulit untuk mencari materi-materi Buddhisme dalam kesan “simply perfect”. Sedangkan untuk background
bentuk e-book (buku elektronik) yang bisa didapatkan di header diportal, dipakailah gambar relief Candi Borobudur
internet. Selain itu, ada banyak sekali buku-buku bernuansa yang memerlihatkan Pangeran Siddhattha sedang
Buddhisme yang berbobot namun sudah tidak diterbitkan memotong rambutnya sebagai tanda pelepasan duniawi.
lagi. Kondisi ini jika dibiarkan terus-menerus maka bisa
menyebabkan “kepunahan” referensi Buddhisme, khususnya Sebuah perpustakaan tidak akan berarti apabila tidak
di Indonesia, sehingga tidak bisa membawa manfaat positif ada buku di dalamnya. Karena itulah, sembari dalam tahap
lebih jauh lagi. pengembangan situs, dimulailah usaha untuk menghubungi
beberapa penerbit buku Buddhisme terkemuka yang ada
Bila kita memahami kondisi saat itu, kita bisa melihat di Indonesia. Dalam pendekatan awal ini, Pendiri turut
bahwa segala usaha penerjemahan dan penerbitan buku- memberikan solusi kepada para penerbit agar buku-buku
buku Buddhisme itu tidak akan optimal jika hanya tertuju mereka yang tidak lagi dicetak bisa “dilestarikan” dalam
secara sentral dalam wujud mencetak buku (hard copy). bentuk buku elektronik. Hal ini sebenarnya baik sekali
Akan tetapi akan menjadi lain ceritanya jika materi- agar kelak dapat dibaca oleh banyak orang, mengingat
materi dapat dipertahankan dalam bentuk buku elektronik, para penerbit sudah tidak mencetak dan menjual buku-

48 SINAR DHARMA
48 / SINAR DHARMA
ORGANISASI BUDDHIS

buku itu lagi. Lagipula langkah ini mengenai kebijakan distribusi materi
Dibutuhkan beberapa jam untuk
pun merupakan salah satu bentuk buku elektronik. DhammaCitta
menyiapkan isi materinya ke dalam
komunikasi ke publik mengenai menerapkan kebijaksanaan
bentuk buku elektronik.
materi-materi Buddhisme yang ada pendistribusian materi-materi dengan
di Indonesia. Setiap orang yang syarat tidak diperjualbelikan. Isi buku
Setelah semua rampung, dengan
membacanya bisa mengetahui dengan boleh dipublikasi ulang, diformat
modal 2 buah buku eletronik,
jelas isi suatu buku, sehingga mereka ulang, dicetak ulang, dan didistribusi
Perpustakaan DhammaCitta
bisa mengambil langkah yang tepat- ulang dalam segala bentuk dan
disuarakan ke berbagai Mail-list (milis)
guna jika mereka hendak berdana dan cara. Akan tetapi, atas kebijakan
Buddhisme di Indonesia. Respon
atau mencetak buku-buku itu kelak. DhammaCitta, segala jenis publikasi
awal masih sepi. Akan tetapi seiring-
dan distri busi ulang tersedia untuk
sejalan dengan bertambahnya materi
Para penerbit buku Buddhisme umum, tidak diperjualbelikan, dan
di Perpustakaan, DhammaCitta pun
terkemuka itu kurang menyambut hal tanpa batas dan hasil tersebut dan
mulai mendapat akses dari ratusan
ini dengan antusias. Hal ini disebabkan turunan lainnya harus dinyatakan
pengunjung setiap harinya.
mereka belum mengerti dengan baik demikian juga. Perpustakaan
tentang bidang ini. Kedua, mereka DhammaCitta juga menerima artikel
Konten di Perpusatakaan pun
juga memerlukan usaha tambahan dan tulisan bebas yang diberikan
terus bertambah dan semakin
untuk menyiapkan materi-materi oleh kontributor. Sampai saat ini,
variatif. Selain buku elektronik,
tersebut dalam bentuk buku elektronik ada ratusan konten yang bisa diunduh
Perpustakaan DhammaCitta juga
(e-book), yang mana tenaga untuk secara gratis kapan saja.
berisi kontenwallpaper, mp3 lagu,
mengerjakan itu memang tidak ada mp3 ceramah, bahkan juga video.
pada waktu itu. Forum DhammaCitta
Pada titik ini DhammaCitta juga masih
Pada tahun 2007, mulai dibentuk
terus menerima materi-materi yang
Dengan kondisi seperti ini, inisiatif Forum DhammaCitta yang beralamat
memang bebas untuk didistribusikan
perlu dilakukan untuk ketersediaannya di http://dhammacitta.org/forum/.
tanpa melanggar hak cipta, ataupun
materi buku elektronik. Setelah Latar belakang dibentuknya forum
materi yang memang dihibahkan
mencari informasi ke berbagai ini adalah untuk menjadi sarana
untuk disediakan secara gratis oleh
tempat, akhirnya ada salah seorang yang kondusif untuk mengadakan
pemilik hak cipta; contohnya yaitu
teman yang bernama Hansen Nugraha, diskusi dan pembahasan seputar
lagu-lagu karya Bapak Joky, yang
yang merupakan salah satu personil Buddhisme. Pembahasan dan diskusi
merupakan sesepuh pencipta lagu
dari Tim Penerbit Dian Dharma. Beliau yang dilakukan dalam bentuk forum
Buddhis Indonesia.
bersedia membantu mendapatkan izin internet ini lebih efektif dan efisien
dari pimpinan Penerbit Dian Dharma ketimbang lewat milis. Hal ini
Sebagai situs Buddhisme pionir
dan memberikan materi-materinya. terbukti dengan tumbuh pesatnya
yang menyediakan perpustakaan
Mengalihkan isi materi dari buku perkembangan Forum DhammaCitta
berbasis dunia maya, DhammaCitta
cetak (hard copy) ke dalam bentuk dalam waktu singkat. Hal ini sungguh
juga melakukan inovasi pionir lainnya
buku elektronik/e-book (soft copy) di luar dugaan. Sampai periode
bukanlah perkara mudah, karena Januari 2010 ini, sudah lebih dari
per halaman cetak yang didapat itu 10.000 topik dengan anggota-
dibuat menjadi optimisasi yang cukup anggota yang cukup berbobot yang
untuk menampung 4 halaman buku.

SINAR DHARMA 49
SINAR DHARMA / 49
ORGANISASI BUDDHIS

aktif berdiskusi di sana. proaktif. DhammaCitta Press mencanangkan program


penerbitan buku-buku Buddhisme sembari mengajak
Topik diskusi ini terbagi berdasarkan “board” (kategori) para umat Buddha maupun simpatisan lainnya untuk
peruntukan masing-masing, yang turut diorganisir oleh berdana dengan benar. Sejauh ini, DhammaCitta Press
Moderator masing-masing untuk menengahi ketika ada sudah sukses mencetak, menerbitkan dan sekaligus
diskusi yang sudah keluar jalur. Topiknya juga sangat mendistribusikan buku Buddhisme dengan judul-judul
bervariasi, mulai dari topic seputar Buddhisme yang seperti berikut:
fokus pada tradisi-tradisi (aliran) yang ada, kajian Sutta/
Sutra, meditasi, studi banding dengan kepercayaan lain, 1) Hidup Sesuai Dhamma – Kumpulan Dhammadesana
lingkungan, teknologi, kesehatan, pendalaman bahasa Bhikkhu Uttamo
asing, sampai curhat dan games juga ada. Menurut berbagai 2) Ananda Penjaga Dhamma (Kebebasan Sempurna)
komentar yang muncul ke permukaan, DhammaCitta 3) Komentar Anattalakkhana Sutta dan Malukyaputta
merupakan kombinasi antara vihara dan rumah dalam Sutta – oleh Mahasi Sayadaw
bentuk online, karena semua orang bisa memelajari 4) Digha Nikaya – Khotbah-khotbah Panjang Sang
Buddhisme dan terasa homey (seperti di rumah); sehingga Buddha
tiada hari tanpa aktif di Forum DhammaCitta. 5) Autobiografi & Maksim Master Chan Han Shan
DhammaCitta Press saat ini sedang mengusahakan
Setahun setelah dibentuknya Forum DhammaCitta, pada penerbitan Nikaya-nikaya ke dalam Bahasa Indonesia.
tahun 2009 kemudian dibentuk pula DhammaCitta Press Saat ini, DhammaCitta Press sedang menjalankan
dan DhammaCitta PEDULI sebagai unit kerja tambahan; program penerbitan Samyutta Nikaya. Semua karya
yang turut berkaitan dan juga dapat didiskusikan di Forum DhammaCitta Press ini akan didistribusikan dan
DhammaCitta. dibagikan secara gratis. Langkah pionir ini pula
mendapat sambutan luar biasa dari seorang Bhikkhu
Proyek DhammaCitta Bodhi.
Selain aktif di dunia maya (media internet), DhammaCitta
juga sering mengadakan aktivitas di dunia nyata. Salah Selain itu, DhammaCitta Press juga secara
satu aktivitas dengan suasana kekeluargaan yang kental unofficially (resmi) menerbitkan revisi Buku Riwayat
adalah dengan mengadakan kopi darat (kopdar), dimana Agung Para Buddha dan mengatur pencetakkan ulang
para pengunjung dan anggota Forum DhammaCitta bisa dan bekerja-sama dengan The Corporate Body of the
bertemu dan bertatap-muka. Aktivitas ini sangat positif, Buddha Educational Foundation, Taiwan.
sehingga menumbuhkan rasa persahabatan yang erat
antar sesama anggota dan pengunjung di DhammaCitta. Komunitas DhammaCitta
Melalui aktivitas ini, banyak orang yang mendapatkan Seiring dengan kemajuan teknologi, dewasa ini
teman dan kenalan baru, memerluas pergaulan dan kita semua bisa berkomunikasi dan bersahabat di
menambah relasi. Secara tidak langsung pula ada banyak dunia maya melalui media internet. DhammaCitta
anggota DhammaCitta yang bisa menemukan pasangan juga menyediakan sarana ini dengan mendirikan portal
dari aktivitas seperti ini. DhammaCitta Komunitas. Portal ini adalah situs jejaring
sosial yang berada di bawah naungan DhammaCitta, di
DhammaCitta PEDULI adalah salah satu unit kerja mana semua anggota bisa saling berinteraksi satu sama
DhammaCitta yang menitik-beratkan fokus pada lain layaknya situs jejaring lainnya. Di dalam portal
kegiatan sosial dan kemanusiaan di dunia nyata. Misalnya ini, setiap anggota bisa mengenal dan mendapatkan
melaksanakan program bakti sosial (baksos), santunan teman baru yang tersebar luas di berbagai daerah di
dana untuk anak asuh, maupun penggalangan bantuan Indonesia. Di dalam portal ini, setiap anggota juga bisa
untuk saudara-saudari yang berada dalam kesusahan. menerbitkan tulisan dalam fitur blog, yang juga berdiri
DhammaCitta PEDULI dimotori oleh para kontributor di atas fondasi DhammaCitta Komunitas.
dan sukarelawan-sukarelawati yang tersebar di berbagai
daerah di Indonesia. Sejauh ini, DhammaCitta PEDULI sudah Seiring dengan perkembangan situs jejaring sosial
menjalankan program ini di Jakarta, Tangerang, Surabaya Facebook, DhammaCitta juga hadir dalam bentuk fan
dan Medan; dan masih akan terus mengembangkan sayap page account di Facebook yang beralamat di http://
di bidang kemanusiaan maupun aktivitas sosial lainnya. www.facebook.com/DhammaCitta. Dalam waktu
yang sangat singkat, DhammaCitta Fan Page sudah
DhammaCitta juga memiliki konsentrasi unit kerja dalam merenggut lebih dari 3.000 penggemar. Angka ini
aspek penerbitan buku-buku Buddhisme yang berkualitas. menunjukkan antusias positif dari umat Buddha dan
Unit kerja ini bergerak di bawah naungan DhammaCitta para simpatisan lain akan keberadaan DhammaCitta
Press yang kinerja dan pelaksanaan programnya tidak kalah sebagai Portal Buddhisme Indonesia.

50 SINAR DHARMA
50 / SINAR DHARMA
PENGALAMAN DHARMA

Mohon maaf untuk para sahabat yang mengirim Tidak terjadi apa-apa?”
email bertanya kelanjutan tulisan perjalanan
spiritual di blog aku, yang tak ada kelanjutannya. “Emang ada apa?” tanya aku heran.
Ini semata kesibukan mengurus penerbitan Majalah
Mamit. Terimakasih atas dukungan dan sapaannya, “Oh nggak,” katanya, terus mengalihkan
mengingatkan aku meneruskan tulisanku di blog. pembicaraan ke hal lain.

Ada beberapa hal yang akan aku ceritakan dalam Live go on. Hari itu aku diajak putar-putar
perjalanan ke Sumatra, sebelum akhirnya kembali ke dengan perahu bermesin mengarungi sungai di
Jakarta, lalu berangkat ke Thailand bersama Bhante depan wihara. Konon katanya, Sukong bilang posisi
Nyanadasa (waktu itu masih samanera) dan Yuliana wihara yang menghadap sungai itu bagus, kata
mengikuti acara Young Bodhisattva di Thailand. mereka.

Sekitar sebulan menetap di Vihara Avalokitesvara, Malam tiba lagi, aku seorang diri lagi di wihara
aku melanjutkan perjalanan keliling ke vihara- dalam tembok tua dan bau dingin wihara. Sunyi,
vihara pesisir. Dalam perjalanan kembali ke Medan, senyap, yang ada hanyalah udara bergerak,
sampailah aku di wihara.. aku lupa itu di mana, biarkanlah udara itu bergerak, bukankah hakikat
mungkin Tanjung Balai Karimun. Katanya Bhante udara itu memang bergerak? Hehe.
Nyanapratama sebelum jadi biku adalah muda-
mudi di situ. Letaknya sekitar 2 jam perjalanan dari Keesokan pagi, saat menyiapkan makan pagi,
Medan. wanita setengah baya itu kembali bertanya dengan
mata selidik: “Semalam tidak apa-apa, Bhante?”
Wihara itu adalah bangunan tua. Katanya ada
kamar khusus Sukong di lantai atas. Sementara kuti Jawaban aku juga sama, “Nggak, emang
untuk biku di lantai 2. Yang dimaksud Sukong adalah kenapa?”
Almahum YM. Ashin Jinarakkhita.
Ia kembali bilang, “Nggak,” lalu bicara masalah
Namanya juga bangunan tua, wihara itu termasuk lain lagi. Konon dia seorang guru, jadi pintarlah dia
angker. Seorang anak yang menemui aku pada malam merangkai kata mengalirkan pembicaraan mengisi
itu bertanya dengan innocent: “Bhante tidur di sini?” pagi itu.
Suaranya sedikit aneh.
Ya, sejujurnya memang aku tak mengalami apa-
“Iya, mau nginap juga?” tanyaku yang spontan apa, takut-takut dikit ada juga, hehe. Tidur sendiri,
yang ia jawab bergidik, “Ti..dak.” di gedung tua yang konon sepertinya ada penghuni,
tapi mereka tak berani cerita. Cuman seorang anak
“Tempatnya angker, Bhante. Anak-anak di sini tak yang cerita bahwa tak ada di antara mereka berani
ada yang berani nginap di wihara. Katanya di kamar menginap di wihara. Cukup aneh juga, mengingat di
Sukong juga ada penunggunya,” kata dia menunjuk daerah lain, anak-anak biasa saja kalau menginap
lantai atas. di wihara.

Wow… ketika dia pergi, tinggallah aku sendiri Menjelang siang, saat anak itu datang lagi,
di gedung tua ini, sebagai pengembara waktu ia terheran-heran melihat seekor burung gereja
yang selalu bertemu tempat, pengalaman, dan ditangkap aku dengan tangan kosong. Burung itu
pertulangan baru. tak melakukan perlawanan apapun, pasrah.

Malam itu pun berlalu seperti malam umumnya. “Kok bisa yah, Bhante?” tanyanya terheran-
heran.
Pagi menjelang, saat A’i (panggilan Chinese
untuk wanita setengah baya) yang biasa mengurus “Yah bisa saja,” kata aku, “dia sedang sakit,”
makanan Bhante datang, hal pertama yang dia tanya sambil mengambil butir nasi di meja memasukkan
dengan mata selidik: “Semalam gimana, Bhante? ke paruh burung itu.

SINAR DHARMA 51
SINAR DHARMA / 51
PENGALAMAN DHARMA

Sejujurnya, aku merasa aneh juga, tapi aku Mereka bernamaskara. Suami istri itu tidak
sok biasa, hehe. Tadinya aku melihat burung itu berkata apa-apa, memberi angpau lalu pamit.
berjalan terseok-seok di teras wihara di antara Anak itu masih terbengong-bengong bertanya,
pot-pot tanaman hias. Sebenarnya burung itu bisa “Kok bisa yah, Bhante,” yang kembali aku jawab,
terbang, hanya tidak selincah kalau sehat. Tapi ia “karena dia lagi sakit.”
tak merontak atau menghindar, diam saja sambil
melihat ke aku yang mengulurkan tangan hati-hati Saat anak itu pergi, aku meletakkan burung
meraihnya. itu di teras tempat aku menangkapnya, tak lupa
meletakkan tempat minum di situ. Beberapa
Oleh belas kasih mengetahui burung itu sakit, saat, ketika aku memeriksa lagi, burung itu sudah
aku juga berusaha agar burung itu mau dibantu. Saat pergi.
menghampiri burung itu, aku memancarkan vibrasi
metta ke burung itu. Entah pancaran metta aku Syukurlah dia sehat kembali. Feel free, because
manjur, hehe, ia pasrah saat aku tangkap. you be born for free.

Jadi aku punya kesempatan memberinya Keesokan hari setelah sarapan, aku melanjutkan
makan, memberinya minum. Saat tanganku sedang perjalanan ke Medan, untuk kembali ke Jakarta.
menangkap burung itulah, ketika aku berbalik,
ternyata sepasang suami istri dan anak itu tengah Jakarta, 29/01/2010
mengamati dari tadi di belakangku.

52 SINAR DHARMA
52 / SINAR DHARMA
DHARMA TEACHING

Saya masih ingat, ketika untuk pertama kalinya meraih gelar doktor, itu sudah berlalu 10 tahun
membabarkan Sutra, yang hadir hanya 13 orang lamanya. Saya lalu bertanya pada Master Hsing
saja, itupun semuanya adalah siswa Vihara Fuyan. Yun, “Buku saya Zheng Xin De Fo Jiao sudah terjual
Waktu itu saya membabarkan “Fan Wang Jing Pu berapa cetakan?” Master Hsing Yun menjawab,
Sa Jie Ben” (Sutra Brahma Jala Sila Bodhisattva) “Benar-benar minta maaf, buku Anda itu untuk
di Jushilin1 Hsinchu (Taiwan, red). Adalah para cetakan pertama saja masih ada ratusan buku yang
umat perumah tangga yang mengundang saya untuk belum terjual habis.” Lalu saya katakan, “Begini
membabarkan Sutra, namun aneh, setelah hari saja, buku saya biar saya sendiri yang mencetaknya,
pertama dan kedua berlalu, para umat itu berangsur- boleh tidak? Saya cetak sendiri lalu berikan ke
angsur tidak datang lagi. Waktu itu saya menginap orang.” Beliau berkata, “Kan memang tidak terjual
di Akademi Buddhis Fuyan, mereka melihat saya habis, Anda ambil dan cetak sendiri saja!”
membabarkan Sutra tanpa dihadiri pendengar,
kasihan sekali, maka Dekan Akademi Fuyan berkata Setelah dicetak, karena ada beberapa umat
pada para siswa, “Ada seorang Master Dharma muda yang membelinya lalu menyumbangkannya pada
sedang membabarkan Sutra, kalian harus pergi orang lain, (buku saya itu) barulah mulai mendapat
mendengarkannya! Hari ini kalian mendengarkan sambutan, hingga sekarang telah tercetak lebih
orang lain membabarkan Sutra, kelak di kemudian dari 3 juta jilid, menjadi hasil karya klasik. Selain
hari orang lain akan mendengarkan kalian.” Demi beredar di Taiwan, luar negeri dan Tiongkok,
mendukung saya si pembabar Dharma ini, maka juga telah diterjemahkan dalam Bahasa Vietnam.
mereka datang mendengarkan pembabaran Sutra, Sekarang ini ketika orang-orang berdiskusi tentang
kalau tidak, hanya tinggal 3 orang umat saja yang Buddha Dharma di internet, selain buku-buku karya
mendengarkan ceramah saya. Akhirnya, karena Master Yin Shun, yang paling sering dipakai sebagai
merasa saya ini tidak mempunyai popularitas, tidak panduan adalah buku ini. Kemudian, nama saya
memiliki benih karma yang baik dalam pembabaran pelan-pelan dikenal orang. Orang yang membaca
Dharma, saya lalu pergi melakukan penyunyian buku saya juga bertambah banyak. Demikianlah
diri. matangnya buah karma baik saya.

Karma baik saya berbuah melalui penulisan artikel. Kalau dibicarakan, perjalanan buku
Waktu itu saya menulis rangkaian pertanyaan “Zheng “Zheng Xin De Fo Jiao” ini sangat aneh. Orang
Xin De Fo Jiao” (Keyakinan yang Benar dalam Agama lain membantu saya mencetaknya, 10 tahun tidak
Buddha), lalu menyerahkannya kepada majalah “Pu terjual habis, kedengarannya sangat mengenaskan,
Ti Shu” (Pohon Bodhi) untuk dipublikasikan. Cuma 1 buku selama 10 tahun tidak ada orang yang mau.
saja, waktu itu tidak ada orang yang merasa bahwa Tetapi saya ingin memberitahu kalian, masa depan
saya - Sheng Yen, mempunyai sesuatu yang luar biasa, itu bagaimana nantinya, itu bergantung pada benih
cuma sekedar tahu bahwa ada yang namanya Sheng karma pahala duniawi dan kebajikan moralitas
Yen menulis artikel di majalah Pu Ti Shu. Kemudian masing-masing. Yang dulunya mempunyai benih
“Zheng Xin De Fo Jiao” ini dicetak sebanyak 1.000 karma pahala duniawi dan kebajikan moralitas,
jilid oleh Buddhist Cultural Service Center di bawah masa depannya pasti akan menuai buah karma baik;
asuhan Master Hsing Yun. Tapi sebagian besar masih yang dulunya tidak mempunyai benih karma pahala
mengandalkan pemesanan dari siswa-siswi akademi duniawi dan kebajikan moralitas, sekarang harus
Buddhis. Waktu itu saya menghubungi guru akademi banyak-banyak mengabdikan diri menjalin ikatan
Buddhis dan meminta mereka untuk memesan karma baik dengan setiap orang. (Diceritakan pada
buku saya. Para guru akademi Buddhis ini berkata 22 Februari 2002 di Dharma Drum Mountain Sangha
kepada para siswa, “Buku Master Dharma ini kalian University)
harus baca, kelak buku kalian akan dibaca orang.”
Demikianlah mereka memotivasi para siswa untuk 1 Jushilin adalah tempat para umat perumah tangga
membaca buku saya. (upasaka, upasika) bersama-sama mempelajari Dharma.

“Zheng Xin De Fo Jiao” adalah buku yang


lahir selama saya melakukan penyunyian diri.
Kemudian ketika saya kembali dari Jepang setelah

SINAR DHARMA 53
SINAR DHARMA / 53
INSPIRASI

Dahulu kala ada seorang bhiksu mulia, karena


tidak ada umat yang memberikan persembahan
makanan, juga tidak mempunyai murid, dia
merasa sangat pusing. Lalu dia bertanya pada
seorang bhiksu tua yang lain, “Orang seperti saya
ini yang mana tidak ada orang yang memberikan
persembahan makanan, tak tahu harus bagaimana
nantinya?”
Bhiksu tua itu memberitahunya, “Begini
saja, saat pergantian musim semi dan musim
panas, kamu tanggalkan jubah lalu bermeditasi
di kerumunan semak belukar. Kalau ada nyamuk
yang menggigitmu, biarkan saja, karena kamu
tidak punya apa-apa untuk didanakan, juga tidak
bisa membabarkan Dharma (bagi mereka), jadi
berdana darah saja.”
Setelah mendengar ucapan bhiksu tua
ini, dia melepaskan jubah dan berlari memasuki
kerumunan semak belukar untuk bermeditasi,
bahkan memberikan Trisarana pada para nyamuk
yang menggigitnya, “Kalian harus bersandar pada
Buddha, Dharma dan Sangha. Saya menjalin ikatan
jodoh karma baik dengan kalian, kelak kalian
harus belajar Buddhisme, harus menjadi siswa
Triratna.” Alhasil, ketika berusia di atas 60 tahun,
dia mempunyai banyak murid, semuanya para
kawula muda.
Sedang saya, dulunya tidak menanam
benih pahala duniawi dan moralitas, juga adalah
orang yang tidak punya pahala duniawi. Guru
saya, yang juga kakek guru kalian, beliau tiap kali
berkata pada saya, “Sheng Yen, kamu ini punya
ide-ide bagus, tapi tidak punya pahala duniawi,
kamu harus menjalin ikatan jodoh karma baik
dengan banyak orang!” Saya jawab, “Saya tidak yang saya ketahui kepada orang lain. Namun,
punya apa-apa untuk diberikan pada orang lain.” saya tidak mungkin begitu bertemu dengan orang
Beliau berkata, “Kamu harus melayani banyak langsung membabarkan Dharma padanya, minta
orang, seperti Master tertentu yang mempunyai dia menjadi murid saya, saya tidak mempunyai
pahala duniawi sangat besar, benih dan kondisi keberanian ini. Yang bisa saya lakukan hanyalah
yang dimiliki beliau sangat sempurna. Kamu harus memberitahukan apa yang saya ketahui ketika
belajar dari beliau, banyak-banyak menanam orang itu bertanya tentang Buddha Dharma pada
benih karma pahala duniawi.” saya.
Waktu itu saya tidak tahu kapan bisa
Disadur dari artikel “Fu Wu Feng Xian Zhong Fu Pei De 服
merealisasikannya, meskipun demikian, saya 務奉獻種福培德” rubrik “Zheng Mian Kan Sheng Huo 正面看生
mengembangkan sebuah ikrar, saya harus berusaha 活” (Memandang Kehidupan Secara Positif) – Master Sheng Yen,
semaksimal mungkin mendanakan Buddha Dharma Dharma Drum Mountain (Taiwan) http://www.ddm.org.tw

54 SINAR DHARMA
54 / SINAR DHARMA
DHARMA TEACHING

Tanya:
Pendiri agama Buddha, Buddha Sakyamuni, meninggalkan tubuh raga, tak lama kemudian akan
mengapa tidak meninggalkan relik tubuh bagi membusuk dan rusak. Saat ini tubuh raga Master
generasi penerus? Ci Hang tidak rusak, bahkan tumbuh janggut,
Jawab: rambut dan kuku, apakah kesadaran beliau
Masing-masing ikrar tidaklah sama, belum meninggalkan tubuh? Bila tidak, mengapa
jangan menggunakan acuan satu ikrar lalu setelah meninggal masih bisa tumbuh janggut dan
membandingkan kelebihan dan kelemahannya. rambut?
Relik tubuh hanya satu, sedang butir-butir relik Jawab:
sangat banyak. Butiran relik yang banyak dapat Meninggal adalah sebutan bagi kesadaran yang
dipuja di seluruh penjuru dunia, namun (kita) tak telah pergi dari tubuh, bila belum pergi tidak
dapat menatap paras wajah nan agung. Satu relik dapat disebut sebagai meninggal. Bukankah sudah
tubuh, (kita) dapat memandang wajah yang welas disebutkan sebelumnya, para praktisi menyimpan
asih, namun tak dapat disebarkan untuk dipuja enerji murni dalam tubuh, sisa-sisa enerji
semua orang. Masing-masing (ikrar) mempunyai yang tersimpan dalam tubuh ini tidak langsung
sebab dan kondisi (yang spesifik), masing-masing terhambur keluar setelah para praktisi meninggal.
mempunyai cara-cara tersendiri yang tepat dalam Sisa enerji dalam janggut, rambut dan darah; sisa
menebarkan kebajikan. enerji dalam jari, kuku dan tulang; enerji yang
tersimpan dalam tubuh, tersalur keluar secara
Tanya: alamiah tumbuh menjadi kuku. Seperti pohon yang
Inti agama Buddha mengatakan empat unsur tumbang ketika ditebang, meski akarnya putus dan
besar adalah kekosongan, Tubuh Relik Master Ci daunnya layu, beberapa waktu kemudian masih
Hang termasuk unsur tanah besar – salah satu bisa tumbuh tunas baru. Ini tergolong hubungan
dari empat unsur besar, mengapa tidak rusak, fisiologis. Dengan mengamati tubuh makhluk lain
bukankah bertentangan dengan hukum alam? (kita) akan dapat memahami hal ini.
Jawab:
Empat unsur besar - tanah, air, api dan angin - Tanya:
merupakan kata ganti bagi unsur pembentuk semua Bagaimana agar makhluk hidup bisa
fenomena alam. Di dalam kekosongan semua mendapatkan kebahagiaan dan umur panjang yang
kondisi terbentuk secara sinergis, maka muncullah sejati? Kebahagiaan dan umur panjang yang sejati
fenomena semu yang tidak memiliki wujud itu apa ada batasannya?
sejati. Maksud Anda kita berlalu lalang (dalam Jawab:
setiap kehidupan) adalah bukan kekosongan? Alam semesta ini tidak kekal, yang berwujud
Setelah meninggal, empat unsur besar tercerai adalah ilusi. Yang Anda katakan “kebahagiaan
berai, lalu mulai disebut sebagai kekosongan? dan umur panjang yang sejati itu apa ada
Pandangan seperti ini adalah pandangan kosong batasannya?”, bila didiskusikan berdasarkan
total dari umat awam, bukan faham kekosongan prinsip alam semesta tidak kekal dan yang
dari Buddhisme. Kalau kita katakan sesuai faham berwujud adalah ilusi, mana ada yang sejati,
kosong total umat awam, tubuh relik Master Ci mana ada yang tidak ada batasannya, yang tidak
Hang juga tak lebih hanya masalah jangka panjang kekal dianggap sebagai kekal, yang tidak nyata
dan sementara. Misal, lalat sehari (ephemera) dipandang sebagai nyata, ini kacau dan terbalik
yang lahir di pagi hari dan mati di sore hari, sedang namanya. Karena tidak kekal dan tidak nyata,
xuanhe (berumur) ribuan tahun (hooded crane maka manusia merasa tidak sempurna, sebab itu
– bangau hitam berkepala putih, red), dapatkah Buddhisme menyatakan adanya jalan “nyata dan
dikatakan xuanhe adalah abadi dan lalat sehari kekal”. Tidak terlahir dan tidak musnah, inilah
adalah tidak abadi? Mengerti akan makna jangka umur panjang yang sejati dan abadi. Mempunyai
panjang dan sementara, mana ada hal-hal yang berbagai moralitas yang sempurna, kekuatan batin
bertentangan dengan hukum alam. yang bebas tanpa belenggu, inilah kebahagiaan
yang sejati dan abadi. Ini harus dilatih hingga
Tanya: mencapai tingkat keBuddhaan, dengan demikian
Orang setelah meninggal, kesadarannya akan keduanya (kebahagiaan dan umur panjang, red)
SINAR DHARMA 55
SINAR DHARMA / 55
DHARMA TEACHING

baru dapat dimiliki secara sempurna, sebab itu


disebut sebagai Dua Kaki Mulia. Semua makhluk Tanya:
hidup memiliki benih keBuddhaan, bagi mereka Buddha adalah manusia yang berlatih
yang berkemauan, mengapa tidak serta merta berdasarkan Buddha Dharma dan akhirnya
bangkit berdiri dan berlari mengejarnya? mencapai Penerangan Sempurna, lalu Buddha
yang paling awal itu berasal dari mana?
Tanya: Jawab:
Bila ada umat yang yakin pada Triratna, Batin, Buddha dan makhluk hidup, ketiganya
namun karena masalah pekerjaan sehingga sering tidak berbeda. Batin yang tersesat adalah
menghormat pada Buddha dengan mengenakan makhluk hidup, batin yang tercerahkan
pakaian kerja yang kotor, apakah ini mengurangi adalah Buddha. Mencapai pencerahan setelah
rasa hormat? mendengar Buddha Dharma, disebut sebagai
Jawab: Sravaka; mencapai pencerahan setelah melihat
Meski tidak dikatakan dengan jelas pekerjaan bunga beterbangan dan daun berguguran, disebut
apa yang membuat kotor, tetapi bila diambil sebagai Pratyeka Buddha (Pacceka Buddha – Pali).
kesimpulan dari kata pekerjaan, mungkin itu Anda menanyakan yang paling awal, ini menunjuk
adalah benda (pakaian, red) yang tidak bisa dicuci pada sebelum adanya Buddha Dharma, maka itu
bersih, bila demikian adanya, ini tidak masalah. adalah Pratyeka Buddha, mencapai pencerahan
Semasa Buddha di dunia, pernah menolong tanpa bergantung pada ajaran yang harus terlebih
seorang pembersih kotoran menjadi bhiksu. dulu dibabarkan.
Setiap makhluk mempunyai benih keBuddhaan,
Buddha Dharma tidak pilih kasih dalam menolong Tanya:
semua makhluk. Baik selir raja ataupun kawanan Ada yang mengatakan kalau dunia ini
perampok, tidak ada yang terlewatkan. (Sebab itu), bertambah satu orang maka alam hantu berkurang
pekerjaan yang (membuat pakaian menjadi) kotor satu hantu, ini membuktikan kebenaran ajaran
bagaimana mungkin bisa menodai penghormatan Buddha yang mengatakan kesadaran (yang biasa
pada Buddha. Saat menghormat pada Buddha, disebut sebagai jiwa oleh masyarakat awam)
secara eksternal membersihkan tubuh dan secara adalah berjumlah tetap. Sebenarnya kesadaran
internal memurnikan pikiran, itu bukan tidak itu ada berapa banyak?
menghormati, sebaliknya itu memiliki pahala Jawab:
kebajikan moralitas. Dunia bertambah satu orang, alam hantu
belum tentu berkurang satu hantu. Tidak hanya
Tanya: makhluk hantu saja, para makhluk di lima alam
Sutra Saddharma-pundarika bagian bisa terlahir kembali sebagai manusia, sebab itu
Samanta-mukha menuliskan bahwa Bodhisattva tidak dapat dipastikan bahwa hantu berkurang.
Avalokitesvara (Guanshiyin Pusa) menyelamatkan Ini jawaban yang pertama. Sutra Buddhis tidak
Buddha, Bodhisattva bagaimana mungkin bisa menyebutkan bahwa kesadaran itu berjumlah
menyelamatkan Buddha? (menyelamatkan di tetap, ini jawaban kedua. Bila bertanya kesadaran
sini merujuk pada membimbing mencapai Pantai itu ada berapa banyak, coba amati benda-benda
Seberang Nirvana, red) berwujud yang tampak mata, seperti bintang-
Jawab: bintang di langit dan gelembung-gelembung di
Yang dimaksud dengan menyelamatkan lautan, ada berapa banyak? Sedang yang tidak
Buddha, bukan menyelamatkan Buddha yang telah berwujud, seperti pikiran dalam hati dan elektron-
mencapai Pencerahan Sempurna. Avalokitesvara elektron di udara, ada berapa banyak? Kalau bisa
akan menampakkan wujud Buddha di depan mengetahui (jumlah semua itu) maka akan tahu
makhluk yang berikrar mengembangkan bodhicitta pula jumlah kesadaran. Ini jawaban ketiga.
dan membabarkan Dharma agar mereka menapak
Jalan keBuddhaan, inilah maksudnya. Selain itu, Tanya:
para makhluk suci di atas tingkatan dasa-bhumi Melakukan chaodu bagi leluhur yang terlahir di
masih belum memutus kegelapan batin secara alam hantu dan neraka, dengan kekuatan Buddha
total, (sebab itu) Avalokitesvara menampakkan melepaskan mereka dari penderitaan, ini masih
wujud Buddha dan membabarkan Dharma agar mudah dan jelas. Tapi kalau terlahir di alam
mereka dapat dengan segera mencapai Samyak manusia sebagai tukang jagal, apakah chaodu
Sambodhi. (Dasa-bhumi merupakan sepuluh yang dilakukan tetap bermanfaat?
tingkatan yang harus ditempuh oleh Bodhisattva Jawab:
untuk mencapai tingkatan Samyak Sambodhi, red) Setiap alam bagaikan penginapan, tubuh

56 SINAR DHARMA
56 / SINAR DHARMA
DHARMA TEACHING

ibaratnya pakaian, kesadaran adalah tuan rumah,


sedang Buddha Dharma diumpamakan sebagai hadiah.
Hadiah itu diberikan untuk tuan rumah, bukan untuk
penginapan dan pakaian. Bila paham akan hal ini maka
tak peduli kesadaran itu terlahir di alam mana, chaodu
akan bermanfaat baginya. Tetapi kalau sekarang
menjadi tukang jagal, dia melakukan karma buruk yang
baru. Chaodu adalah melepaskan penderitaan bagi
pelaku karma masa lalu, sedang pelaku karma masa
depan tidak termasuk di dalamnya. Jadi meski karma
masa lalu telah musnah, tetapi karena melakukan
karma buruk baru maka masih tetap harus menerima
akibatnya.

Tanya:
Bagi umat Buddha yang menjadi anggota militer,
apakah ada metode yang mudah diterapkan dalam
melakukan upavasatha (uposatha – Pali)?
Jawab:
Istilah upavasatha mempunyai banyak pengertian.
Bila tidak dijelaskan lebih dulu bisa menyebabkan
kesalahpahaman. Selama ini umat Buddha menerapkan
pelatihan upavasatha – tidak makan setelah tengah hari,
sedang masyarakat umum menerapkan berpantang
makan daging/vegetarian. Melihat pertanyaan Anda,
tampaknya merujuk pada makan vegetarian. Bila
benar demikian, maka jawabannya juga seputar
vegetarian. Dunia militer adalah kehidupan kolektif,
individu harus mengikuti sistem yang ada, sebab itu
bisa makan sayur yang bercampur dengan lauk daging.
Asal saat makan bisa menjaga kemurnian hati, itulah
metode yang praktis dan mudah diterapkan.

Tanya:
Apa penyebab agama Buddha terbagi menjadi
beberapa aliran? Dari zaman dahulu hingga kini,
terbagi menjadi berapa aliran?
Jawab:
Buddha Dharma itu tidak terbatas, metodenya
juga sangat banyak, seperti langit yang memiliki
matahari, bulan, angin dan awan, pun bumi yang
mempunyai gunung, laut, rumput dan pohon. Manusia
tidak mempunyai kemampuan mempelajari semua
ilmu yang ada, sebab itu hanya bisa memilih hal yang
bisa dipelajarinya. Ilmu pengetahuan juga dipilah
menjadi beberapa ragam, demikian juga agama
mempunyai beberapa aliran. (Pemilahan) ini adalah
bertujuan mempermudah proses belajar, bukan untuk
membentuk kelompok yang saling menghancurkan.
India, Tiongkok dan Jepang, meski di tiga wilayah ini
agama Buddha berkembang pesat, namun masing-
masing wilayah memiliki aliran yang tidak sama. Aliran
di Tiongkok zaman dahulu dengan sekarang pun juga
berbeda. Sekarang ini yang masih banyak dipelajari
ada 10 aliran.

Bersambung ke edisi berikutnya …

SINAR DHARMA 57
SINAR DHARMA / 57
DHARMA TEACHING

Bab “Kehidupan” sebab itu, segala hasil perbuatan selalu bergantung


pada “pikiran”.
� Gunakan perhatian dan rasa menghargai sebagai
pengganti “terima kasih” dan “maaf”. Banyak- � Dalam hidup ini mengerjakan setiap hal
banyaklah menghargai kebaikan orang lain yang anggaplah seakan-akan mengerjakan sebuah tugas
diberikan kepada kita. “Terima kasih” diucapkan terakhir, hindari segala kecerobohan, hindari emosi
terlalu banyak, orang lain akan mati rasa; “maaf” berlebihan yang mengacaukan pikiran jernih,
diucapkan terlalu banyak, akan menjadi alasan bagi hindari kemunafikan, egois dan keluhan terhadap
diri sendiri untuk melakukan kesalahan. nasib diri sendiri.

� Istirahat bagi Anda adalah mata pelajaran paling � Dalam setiap pertengkaran, entah itu
penting hari ini, kepenatan jangka panjang yang peperangan antarnegara, perselisihan rumah tangga
menyerang Anda yang perlu istirahat adalah sebuah atau hanya sekedar perkelahian, sesungguhnya
tekanan. tidak ada pihak yang benar, setiap pihak yang
terlibat adalah pihak yang salah.
� Segala perbuatan yang bermotifkan kebencian,
selamanya tak mungkin menjadi cara pelenyap � Ketika Anda melakukan perbuatan buruk, tidak
kebencian. bisa tidak pasti menoleh kesana kemari memastikan
tidak terlihat orang lain. Apakah orang lain melihat
� Pandangan hidup yang sesuai dengan jalan alami atau tidak, itu sebenarnya tidak penting, yang
adalah: serius dan tidak munafik, setiap saat dengan paling penting adalah hati Anda bisa melihat, dan
cermat memperhatikan kepentingan teman, pun Anda tidak mungkin dapat menghindari hati Anda
bersabar terhadap orang yang tidak berpengetahuan sendiri.
dan yang semaunya sendiri.
� Ketika orang lain melakukan hal yang
� Dengan adanya “ketidaktahuan” maka muncullah bermanfaat bagi dunia, bila hati ikut bersuka cita,
kegembiraan “menyadari”. Anda juga ikut berpartisipasi dalam perbuatan
bajik ini; ketika orang lain melakukan perbuatan
� Kita bergembira atas apa yang kita miliki dan yang mencelakakan jiwa makhluk lain, persetujuan
paras kita, tidak perlu membandingkan dengan orang Anda atas tindakan ini sama dengan Anda juga
lain; perhatikan hubungan antar individu; gunakan berpartisipasi melakukan perbuatan buruk ini.
waktu dengan melakukan kegiatan bilateral tanpa
pamrih, berbagi dengan orang-orang di sekeliling � Bila di penutupan hari Anda menghitung berapa
kita. Cara hidup seperti ini penuh dengan daya hidup besar pemasukan uang; Anda juga harus mencermati
yang terus mengalir tiada henti, dia adalah salah satu apakah hari ini dilalui dengan bermanfaat, atau
bentuk “kemakmuran”. (diisi) dengan rasa pesimis yang negatif, ini adalah
dasar dari pelatihan dalam kehidupan sehari-hari.
� Hubungan sesama teman yang dilandasi uang
bukanlah persahabatan yang sejati, teman yang � Bila dalam hati tidak ada kegembiraan, meski
dikenal melalui cinta dan perasaan itulah baru benar- menelusuri ujung dunia dan batas samudera juga
benar teman. tidak akan menemukan tanah kebahagiaan; dalam
hati jika puas dan gembira, meski tubuh berada di
� Setiap hal harus diawali dari satu kebulatan dalam penjara dan toilet gubuk jerami, tetap saja
tekad dan satu benih. santai dan bebas.

� Mendengarkan dengan sepenuh hati, adalah satu � Jika permasalahan eksternal menyebabkan
cara mendengar yang dapat membuat orang merasa Anda menderita, penderitaan itu bukan berasal
Anda sedang mendengarkannya berbicara. dari permasalahan itu sendiri, melainkan datang
dari ekspektasi Anda terhadapnya; tak peduli
� Dalam beberapa situasi, perbuatan yang biasanya kapan pun, Anda selalu mempunyai kekuatan untuk
dipandang negatif, karena motivasi yang dimilikinya melenyapkannya.
maka dipandang sebagai perbuatan positif. Oleh

58 SINAR DHARMA
58 / SINAR DHARMA
DHARMA TEACHING

� Bila Anda telah melemparkan hidup ke dalam � Bila kita benar-benar memahami karma dan
kemurungan, jangan menyalahkan diri sendiri, tumimbal lahir, tak peduli menemui penderitaan dan
kita bukan orang suci, bagaimana mungkin tanpa kesulitan apapun, tak akan menganggapnya sebagai
kesalahan? Asal ingat, di kemudian hari jangan lagi kemalangan, bencana ataupun hukuman; juga tidak
menyia-nyiakan waktu setiap menit setiap detiknya, akan menyalahkan diri sendiri atau berkeluh kesah.
ini akan membantu Anda hidup dengan lebih
berarti. � Bila kita tulus hati, akan memiliki teman yang
bisa dipercaya dan mendapat banyak manfaat; bila
� Bila Anda hanya pura-pura sedang mendengarkan, kita mengabaikan orang lain, tak mempedulikan
atau tidak mendengarkan dengan sepenuh hati, kesejahteraan orang lain, pada akhirnya kita sendiri
pihak yang berbicara pasti akan bisa merasakannya akan menelan pil pahit.
dan takkan mampu membebaskan dirinya dari rasa
menderita. � Kesuksesan adalah hasil perwujudan dari
kelebihan, kegagalan adalah akumulasi dari
� Bila dalam hati Anda melihat benih yang kekurangan.
menimbulkan sampah, seperti rasa takut, putus asa
atau kebencian, jangan panik. Anda bisa menghadapi � Bila tidak ada hal yang membuat orang menjadi
emosi negatif ini dengan berkata: “Saya merasakan tidak senang hati, maka tak ada yang perlu diobati;
adanya sampah dalam hati, saya akan mengubahnya tetapi ketika permasalahan datang, Anda harus saat
menjadi pupuk yang dapat menghidupkan kembali itu juga menyelesaikannya!
rasa cinta.”
� Bila permasalahan itu bisa diselesaikan, Anda
� Bila motivasi Anda tulus, tidak ada yang tidak perlu merisaukannya; bila permasalahan itu
disembunyikan, Anda akan mendapatkan reaksi yang tidak bisa diselesaikan, banyak-banyak risau pun
terus terang dan terbuka dari pihak lain, ini baru juga tidak akan banyak menolong.
yang benar-benar dinamakan komunikasi, bukan
sekedar entertainment. � Orang yang memiliki kebijaksanaan ketika
sedang sendirian bisa mengendalikan pikirannya;
� Bila Anda sejak dini hari mulai membina ketika sedang bersama orang lain bisa mengendalikan
motivasi yang positif dan bajik, maka sama dengan mulutnya.
menciptakan lebih banyak dan memperpanjang
perasaan positif sepanjang hari itu. Bersambung ke edisi berikutnya …

� Bila Anda tidak pernah meninggalkan seseorang,


Anda akan mulai menganggap dia begitu saja dan
melupakan kelebihannya.

SINAR DHARMA 59
SINAR DHARMA / 59
ARSITEKTUR BUDDHIS

Konsep Siheyuan kekuasaan dan keseimbangan hidup. Pada umumnya


Vihara-vihara di Tiongkok mulai semarak Siheyuan terdiri dari 4 gedung/bangunan di empat
pembangunannya semenjak era Dinasti Bei Wei (Wei sisinya. Bangunan utama terletak di sisi utara
Utara, 386-534 M). Namun konsep arsitektur yang (menghadap ke selatan); dua bangunan sayap yang
berkembang saat itu bukanlah konsep kuil ataupun masing-masing terletak di sisi timur dan barat
bangunan-bangunan Buddhis di India, melainkan berdiri berhadapan, simetris dan bercorak sama,
mengikuti garis tradisi konsep arsitektur bangunan di kedua sisi ini terdapat lorong penghubung antara
tradisional Tiongkok. Salah satu penyebabnya bangunan utama dan bangunan di sisi selatan,
adalah karena pada masa itu banyak anggota lorong ini juga berfungsi sebagai atap pelindung dari
keluarga kerajaan yang menganut agama Buddha terjangan hujan; bangunan di sisi selatan berdiri
yang kemudian mendanakan istana tempat tinggal berhadapan dengan bangunan utama; keempat
mereka untuk diubah menjadi vihara. bangunan ini disatukan oleh dinding yang tinggi;
Bentuk arsitektur bangunan tradisional Tiongkok sedang di bagian tengah empat bangunan ini adalah
memakai satu konsep, mulai dari bangunan pekarangan terbuka yang pada umumnya berlantai
istana kerajaan, kantor pemerintahan, gedung batu dengan pohon dan bunga sebagai penghias; dan
persembahyangan bagi leluhur hingga tempat tinggal yang terakhir, pintu rumah terletak di sisi tenggara.
rakyat biasa, kesemuanya memakai sistem tata letak Setiap bangunan di masing-masing sisi terdiri dari
bangunan segi empat simetris dengan garis poros beberapa kamar/ruang.
yang menghubungkan arah selatan dan utara, terdiri Bangsa Tionghoa sangat mengutamakan
dari 4 gedung dengan pekarangan di tengahnya. Tata keharmonisan keluarga yang tercermin dari tinggal
letak bangunan ini disebut sebagai Siheyuan – rumah bersamanya beberapa generasi keluarga dalam
dengan empat sisi menyambung. sebuah rumah Siheyuan. Generasi tua menempati
Secara garis besar, arsitektur Siheyuan sangat bangunan utama, generasi penerus menempati
menekankan hubungan manusia dan Langit, bangunan sayap, sedang bangunan selatan digunakan
memperhatikan kondisi lingkungan/alam (fengshui), sebagai kamar baca/kerja atau ruang tamu. Bagi
pun sarat akan nuansa budaya, falsafah, etika, keluarga yang kurang mampu, bangunan selatan
estetika dan semangat bangsa Tionghoa akan dapat ditiadakan menjadi Sanheyuan - rumah dengan
pencarian kebahagiaan, keindahan, kemakmuran, tiga sisi menyambung. Bagi keluarga yang mampu,

60 SINAR DHARMA
ARSITEKTUR BUDDHIS

Siheyuan dapat diperluas menjadi beberapa


komplek rumah/halaman (Yuan) sehingga
dikenal dengan sebutan halaman depan,
halaman belakang, halaman timur, halaman
ruang belajar, dan sebagainya.
Siheyuan terbesar yang dapat kita lihat
adalah Istana Gu Gong di Beijing, atau yang
dahulunya kita kenal sebagai Forbidden City
(Kota Terlarang, bekas istana kaisar Dinasti
Ming dan Qing). Berapa luas Siheyuan Gugong
ini? Ia menempati area seluas 72 ha, dengan
15 ha luas bangunan, 980-an bangunan dengan
8.700-an ruang/kamar. Dapat kita bayangkan tidak memiliki bangunan khusus untuk menempatkan
betapa besarnya Siheyuan satu ini! rupang Buddha. Sebagai tanda penghormatan,
pagoda ditempatkan tepat di tengah-tengah vihara.
Aturan Tujuh Bangunan Pagoda yang menjadi pusat vihara ini dikelilingi ruang
Vihara pertama di Tiongkok, Baimasi (Vihara Sangha (tempat istirahat, tidur dan bermeditasi para
Kuda Putih), yang dibangun di masa Dinasti Han penghuni vihara) dan ruang-ruang aktivitas lainnya.
Timur Tahun 10 Yongping (67 M), juga bercorak Hal ini tertulis dalam Catatan Tiga Negara Buku Wu
Siheyuan. Ini karena sebelum dijadikan sebagai (San Guo Zhi Wu Shu). Pagoda waktu itu berfungsi
vihara, tempat yang sebelumnya bernama sebagai tempat penempatan relik, pembacaan Sutra,
Honglusi itu adalah kantor pemerintahan puja bakti terhadap Buddha serta objek penghormatan
tempat penyambutan tamu-tamu negara dari yang dilakukan dengan mengelilingi pagoda.
negara asing. Dari sinilah kemudian timbul dua Pola pagoda sebagai pusat vihara akhirnya
‘salah kaprah’. Pertama, sebutan Si yang semula mengalami perubahan. Vihara-vihara di Tiongkok mulai
berarti kantor pemerintahan di era Tiongkok menempatkan rupang Buddha di dalam bangunan
kuno, akhirnya berubah menjadi sebutan bagi khusus yang disebut Ruang Balairung (Dian Tang). Saat
vihara, meski dalam perjalanannya, vihara itu, Ruang Balairung dan Pagoda dipandang memiliki
di Tiongkok juga sempat disebut sebagai tingkat kesakralan yang sederajat, sebab itu Pagoda
Futu dan lain seabgainya. Kedua, arsitektur ditempatkan di depan Ruang Balairung.
vihara di Tiongkok akhirnya mengikuti corak Namun seiring dengan berkembangnya budaya
Siheyuan, menjadi vihara khas bergaya suku kesenian pembuatan figur/rupang, vihara Tiongkok
Han Tiongkok. lebih menitikberatkan Ruang Balairung dibanding
Pada awal perkembangannya, sebelum era Pagoda. Secara berangsur-angsur Pagoda dipindahkan
Dinasti Sui hingga Tang (581-907 M), tata letak ke luar komplek vihara. Ada juga yang tetap berada
vihara di Tiongkok hampir sama dengan kondisi di komplek vihara namun dalam halaman (Yuan)
di India, hanya mendirikan pagoda (stupa), tersendiri, atau berada di salah satu sisi vihara (depan,
belakang, samping). Namun pada akhirnya banyak
vihara yang tidak lagi mendirikan Pagoda.
Era Dinasti Tang (618-907) adalah era kebangkitan
dan kejayaan Tradisi Chan (Zen). Pada awalnya dalam
vihara Tradisi Chan hanya terdapat Ruang Dharma
(Dharmasala, ruang pembabaran Dharma), namun
semenjak era Dinasti Bei Song (Song Utara, 960-
1127 M) Tradisi Chan menerapkan aturan tata letak
bangunan vihara yang disebut “Aturan Tujuh Bangunan
Vihara”. Tujuh bangunan ini adalah:
Balairung Buddha (ruang melakukan
puja bakti kepada Buddha), Ruang
Dharma, Ruang Sangha, Ruang Gudang
(penyimpanan dan pengolahan
makanan), Pintu Gerbang (Shan
Men), Kakus dan Kamar Mandi. Tiga
bangunan yakni Ruang Sangha, Kakus
dan Kamar Mandi disebut sebagai Tiga
Ruang Hening, karena semua aktivitas
dalam tiga ruangan ini berlangsung

SINAR DHARMA 61
ARSITEKTUR BUDDHIS

manusia yang sedang bermeditasi duduk.


Kalau kita perhatikan, tata letak Pintu Gerbang, Ruang
Buddha dan Ruang Dharma, berada dalam satu garis lurus,
yang juga melambangkan posisi kepala, badan dan kaki.

Tata Letak Bangunan Vihara era dan pasca Dinasti Ming


Seiring dengan berjalannya waktu, pola letak tujuh
bangunan vihara juga mengalami penyesuaian. Memasuki era
Dinasti Ming (1368-1644), tata letak vihara Tiongkok menjadi
bentuk standar, bahkan wujud rupang di setiap vihara pun
juga hampir seragam. Secara garis besar, vihara masih
menggunakan arah selatan dan utara sebagai garis poros, jika
berjalan dari selatan ke arah utara, kita bisa menyaksikan
tanpa mengeluarkan ucapan. urutan bangunan-bangunan seperti berikut: Pintu Gerbang,
Sebenarnya pola tujuh bangunan Balairung Raja Dewa, Balairung Maha Buddha, Ruang Dharma,
ini juga diterapkan oleh tradisi- Ruang Kepala Vihara dan Menara Penyimpanan Sutra. Untuk
tradisi lain dalam Buddhisme sisi timur dan barat: Balairung Vihara, Balairung Sesepuh,
Mahayana Tiongkok, hanya berbeda Balairung Guan Yin, Balairung Buddha Baishajya-guru dan lain
dalam nama dan fungsi. Seperti sebagainya.
misalnya tujuh bangunan berikut: Sisi timur juga berfungsi sebagai tempat tinggal anggota
Pagoda, Balairung Buddha, Ruang Sangha yang meliputi Ruang Sangha, Ruang Dapur, Ruang
Ceramah (pembabaran Sutra, sama Makan, Ruang Minum Teh dan Ruang Gudang. Ruang utama
seperti Ruang Dharma), Menara di sisi barat adalah Ruang Chan, sebuah ruang yang berfungsi
Genta, Menara Penyimpanan Sutra, menampung bhiksu kelana dari empat penjuru.
Ruang Sangha dan Ruang Makan. Ada
pula versi lain, seperti: Balairung Pintu Gerbang
Buddha, Ruang Chan, Ruang Makan, Pintu Gerbang ini disebut juga Shan Men (Pintu Gunung)
Balairung Sesepuh, Balairung Vihara atau San Men (Pintu Tiga).
(Pelindung Vihara), Menara Tambur Disebut Pintu Gunung karena dahulunya banyak vihara
dan Menara Genta. yang didirikan di atas gunung, di kemudian hari meski vihara
Yang menjadi pertanyaan kita beralih ke dataran rendah, namun nama Shan Men itu tetap
adalah, mengapa harus berjumlah melekat menjadi ikon nama pintu gerbang vihara.
tujuh? Sebenarnya tidak harus tepat Pintu Gunung ini terbagi menjadi tiga pintu, karena
berjumlah tujuh. Tujuh di sini hanya itulah dinamakan juga sebagai Pintu Tiga. Pintu Gunung
menunjukkan jumlah bangunan melambangkan pintu gerbang tempat umat dari dunia
utama dalam vihara. Pada mulanya berkondisi memasuki Nirvana yang mutlak, dari dunia awam
tata letak tujuh bangunan vihara itu menuju kesucian/kemurnian batin, dari kekotoran batin
diibaratkan sebagai wajah Buddha melangkah memasuki pencerahan, serta dari gelap menuju
merujuk pada posisi dahi, hidung, terang.
mulut, dua mata dan dua telinga.
Di kemudian hari pola letak tujuh
bangunan ini diidentikkan dengan
analogi tubuh manusia, yakni
kepala (Ruang Dharma), jantung
(Balairung Buddha), alat kelamin
(Pintu Gerbang), dua tangan (Ruang
Sangha dan Ruang Gudang) serta
dua kaki (Kakus dan Kamar Mandi).
Angka “tujuh” ini menunjukkan
kesempurnaan, analogi tujuh bagian
tubuh manusia itu ibaratnya posisi

62 SINAR DHARMA
ARSITEKTUR BUDDHIS

Dengan kata lain, Pintu Gunung adalah Pintu Tiga Maitreya.


Pembebasan (trinivimoksa mukhani) yang terdiri Bhiksu Bu Dai sangat terkenal akan ajaran
dari: ‘meletakkan’ dan ‘mengangkat’. Apa yang harus
1. Pintu Kekosongan (Kong Men – sunyata): diletakkan? Letakkan beban keserakahan, kebencian
segala fenomena tidak memiliki inti yang dapat dan kebodohan batin kita. Dengan demikian
berdiri sendiri, segala sesuatunya adalah saling batin kita akan terbebas dari noda dan mencapai
berketergantungan, bersifat kekosongan, tidak ada kesucian Nirvana. Tetapi tujuan kita belajar Buddha
‘aku’, tidak ada milik-‘ku’. Ini adalah pemahaman Dharma kalau hanya demikian maka manfaat
tentang ‘tiada aku’. bagi semua makhluk tidak akan terlalu signifikan.
2. Pintu Tiada Bentuk (Wu Xiang Men - Langkah selanjutnya yang harus kita lakukan
animitta): karena setiap bentuk fenomena hanya adalah mengangkat. Kita angkat dan panggul beban
merupakan gabungan atau rangkaian yang saling keserakahan, kebencian dan kebodohan batin
berketergantungan, tidak dapat berdiri sendiri semua makhluk yang masih terombang-ambing di
secara nyata, tidak kekal, dengan demikian kita samudera penderitaan sehingga mereka juga dapat
tidak akan melekat pada segala bentuk fenomena mencapai Pantai Seberang Nirvana. Inilah makna
yang ada. Ini adalah pemahaman ‘Nirvana’, yang sesungguhnya dari meletakkan dan mengangkat
mutlak tidak berkondisi. kantong kain yang ditunjukkan oleh Bhiksu Bu Dai.
3. Pintu Tiada Perbuatan (Wu Zuo Men – akarmaka) Tawa riang Maitreya menyadarkan kita, letakkan
atau disebut juga Pintu Tiada Keinginan (Wu Yuan beban kegelapan batin kita lalu menapak Jalan
Men - apranihita): dengan pemahaman makna Bodhisattva mengangkat beban menolong semua
‘tiada bentuk’ maka akan mencapai keadaan ‘tiada makhluk agar juga terbebas dari kegelapan batin.
keinginan’ terhadap segala sesuatu yang berkondisi, Di kedua sisi kiri dan kanan Maitreya berderet
dengan demikian ‘tiada perbuatan’ menanam benih figur Empat Maha Raja Dewa (Catur Maharaja),
kelahiran dan kematian. Ini adalah pemahaman empat raja dewa Surgawi yang menjadi pelindung
‘ketidakkekalan’. empat alam benua: Dhrtarastra – Pelindung Benua
Timur, Virudhaka - Pelindung Benua Selatan,
Balairung Raja Dewa Virupaksa: Pelindung Benua Barat, dan Vaisravana
Begitu memasuki balairung ini kita akan disambut (Dhanada) - Pelindung Benua Utara.
oleh tawa riang dari seorang Bodhisattva gemuk Dalam pandangan orang Tionghoa, Empat Maha
berperut buncit. Itulah Bodhisattva Maitreya, Raja Dewa melambangkan Feng Tiao Yu Shun - angin
Buddha masa depan penerus Pelita Dharma Buddha dan hujan yang datang tepat pada waktunya, cuaca
Sakyamuni. Figur Maitreya berperawakan gemuk ini yang sangat mendukung bagi keberhasilan panen
diambil dari sosok Bhiksu Bu Dai (Kantong Kain) yang yang berlimpah. Singkatnya, Empat Maha Raja
hidup di era Lima Kerajaan (907-979). Sebab itulah Dewa melambangkan kemakmuran.
Balairung Maha Dewa ini disebut juga Balairung Selain itu, Empat Maha Raja Dewa ini seakan

SINAR DHARMA 63
ARSITEKTUR BUDDHIS

juga mengingatkan kita, bahwa Buddha Dharma pendamping: Guan Ping - putra Guan Gong (kiri)
yang didasarkan pada cinta dan belas kasih itu juga dan Jendral Zhou Cang (kanan). Seperti halnya figur
dilindungi oleh para Pelindung Dharma makhluk Ksitigarbha, figur Guan Gong juga ditempatkan
surgawi yang perkasa dari ancaman makhluk-makhluk secara khusus di dalam Balairung Vihara di sisi
jahat. Ibaratnya negara yang mencintai perdamaian barat vihara. Ada juga yang menempatkan figur
juga harus memiliki angkatan bersenjata yang kuat. Guan Yin (Bodhisattva Avalokitesvara) di dalam
Melangkah masuk ke dalam, ada satu figur yang menara ini.
membelakangi Bodhisattva Maitreya. Seorang jendral
perang gagah perkasa berparas rupawan dengan Balairung Maha Buddha
posisi berdiri memegang tongkat Vajra. Figur ini Selepas dari Balairung Raja Dewa, melangkah
menghadap Balairung Maha Buddha di dalam vihara. menapak halaman kosong, tepat di depan mata
Dialah Dharmapala Veda (Wei Tuo Pu Sa), jendral tertampak sebuah bangunan besar megah, inilah
surgawi yang berikrar sebagai Pelindung Dharma Balairung Maha Buddha (Balairung Permata Maha
dan Sangha. Sebab itulah, Mahayana Tiongkok Perkasa). Balairung Maha Buddha adalah bangunan
menghormati Wei Tuo sebagai dewa pelindung utama dan juga terbesar di seluruh komplek
vihara. vihara.
Wei Tuo dengan tongkat Vajra yang bisa Maha Perkasa di sini adalah merujuk pada
menaklukkan para makhluk jahat dan meremukkan Buddha karena Buddha mempunyai kemampuan
kegelapan batin ini mengingatkan bahwa hati kita menaklukkan Mara: klesa mara (nafsu kekotoran
harus sekeras dan sekuat tongkat Vajra agar dapat batin), skandha mara (lima kelompok kehidupan),
terbebas dari godaan dan rintangan kegelapan batin. mrtyu mara (kematian) dan devaputra mara (dewa
Pun tekad kita harus setegar Wei Tuo. yang berdiam di Paranimmitta-vasavatti, alam
Dewa/Surga tertinggi/ke-6 di Alam Nafsu).
Menara Lonceng Balairung Maha Buddha ini terbagi atas tiga
Berada di sisi kiri depan Balairung Maha bagian: figur Buddha di tengah balairung, figur
Dewa, umumnya bertingkat tiga. Berfungsi 18 Arhat atau 20 dewa Pelindung Dharma di
untuk mengumpulkan para anggota Sangha yang kedua sisi timur dan barat balairung serta figur
tinggal di vihara. Di dalamnya ditempatkan figur Bodhisattva Avalokitesvara (Guan Shi Yin Pu Sa)
Bodhisattva Ksitigarbha. Pada umumnya vihara juga tepat membelakangi altar Buddha menghadap ke
menempatkan figur Bodhisattva Ksitigarbha di dalam arah utara.
Balairung Bodhisattva Ksitigarbha yang terletak di Figur Buddha di tengah balairung biasanya
sisi timur vihara. berjumlah 1, 3 atau 5 figur.
1. Buddha Sakyamuni: dalam posisi duduk
Menara Tambur bermeditasi atau berdiri. Pendamping di
Bangunan bertingkat tiga yang berada di sisi kedua sisi adalah: Maha Kashyapa dan Ananda;
kanan depan Balairung Maha Dewa. Konon di zaman atau Bodhisattva Manjushri dan Bodhisattva
dahulu lonceng dan tambur di vihara juga berfungsi Samantabhadra.
sebagai penunjuk waktu. Di pagi hari membunyikan 2. Buddha Vairocana atau Buddha Losana.
lonceng, di petang hari memukul tambur. Di dalam 3. Buddha Amitabha: dalam posisi berdiri
menara ini ditempatkan figur Guan Gong dengan dua menyambut makhluk hidup yang akan terlahir di
64 SINAR DHARMA
ARSITEKTUR BUDDHIS

Alam Sukhavati. Pendamping di kedua sisi adalah: yaitu Nagaranya dan Sudhana. Dalam pahatan
Bodhisattva Avalokitesvara dan Bodhisattva Maha- kepulauan yang menjadi latar belakang terlukis 53
sthamaprapta. kali pencarian guru pencerahan batin yang dilakukan
4. Buddha Tiga Alam: Buddha Sakyamuni (tengah), oleh Sudhana.
Buddha Bhaisajya-guru (kiri), Buddha Amitabha
(kanan). Ruang Dharma
5. Buddha Tri-kaya: tiga Buddha yang Di belakang Balairung Maha Buddha adalah Ruang
sesungguhnya adalah satu. Buddha Vairocana Dharma atau yang disebut juga Ruang Ceramah.
(tengah) sebagai Dharma-kaya, Buddha Losana (kiri) Bangunan terpenting kedua setelah Balairung Maha
sebagai Sambhoga-kaya, Buddha Sakyamuni (kanan) Buddha ini merupakan tempat aktivitas penting
sebagai Nirmana-kaya. dalam vihara yakni pembabaran Buddha Dharma dan
6. Buddha Tiga Kehidupan: Buddha Sakyamuni upacara penerimaan Sila.
(tengah), Buddha Kasyapa (kiri) sebagai Buddha masa Selain figur Buddha, di tengah Ruang Dharma
lalu sebelum Buddha Sakyamuni, Buddha Maitreya terdapat meja dan kursi ceramah (Dharma-sana),
(kanan) sebagai Buddha masa depan penerus Pelita serta lonceng (kiri) dan genta (kanan). Di bawah meja
Dharma Buddha Sakyamuni. ceramah ditempatkan meja kecil pembakar dupa,
7. Buddha Lima Arah: Buddha Vairocana (tengah), sedang di belakang kursi ceramah dibentangkan
Buddha Ratna Sambhava (kiri pertama), Buddha gambar Buddha Sakyamuni yang sedang memutar
Akshobhya (kiri kedua), Buddha Amitabha (kanan roda Dharma atau singa yang sedang meraung,
pertama), Buddha Amoghasiddhi (kanan kedua). melambangkan Buddha yang sedang membabarkan
Buddha Lima Arah ini mengikuti Tradisi Vajrayana. Dharma yang mulia.
8. Tujuh Buddha: adalah Buddha Sakyamuni
dengan enam Buddha lain sebelum munculnya Balairung Vihara
Buddha Sakyamuni,yakni: Buddha Vipasyin, Buddha Balairung Vihara ini terletak di sisi barat Balairung
Sikhin, Buddha Visvabhu, Buddha Krakucchandra, Maha Buddha, merupakan bangunan peringatan jasa
Buddha Kanakamuni, Buddha Kasyapa dan Buddha Pelindung Dharma pendiri vihara Jetavana semasa
Sakyamuni. Namun vihara dengan tujuh Buddha ini kehidupan Buddha Sakyamuni. Di dalam balairung
sekarang sangatlah jarang kita temukan. ini kita bisa melihat tiga figur yakni Raja Pasenadi
Untuk figur Guan Yin (Guan Shi Yin) di belakang (tengah), Pangeran Jeta (kiri) dan Anathapindika
altar Buddha, yang umum terlihat adalah figur Guan
Yin berdiri dengan latar belakang lautan luas yang
bertaburan banyak pulau. Figur ini melambangkan
bahwa di tengah-tengah samudera penderitaan yang
luas tak terhingga, Guan Yin menyelamatkan para
makhluk menderita hingga tiba di Pantai Seberang
Nirvana.
Di kedua sisi Guan Yin berdiri dua pendamping,

SINAR DHARMA 65
ARSITEKTUR BUDDHIS

Beberapa Bangunan Lain


(kanan). Selain bangunan-bangunan yang
Namun pada umumnya vihara di terurai di atas, masih ada lagi beberapa
Tiongkok menempatkan figur Guan Gong bangunan lain yakni gudang, kamar
sebagai Pelindung Vihara. Guan Gong, bermalam bagi tamu vihara, dapur, kamar
salah satu tokoh populer dari masa Tiga mandi dan lain sebagainya.
Kerajaan yang bernama asli Guan Yu,
setelah menerima Trisarana dan Panca Sila Kolam Fangsheng
Buddhis dari Master Zhi Zhe pendiri Tradisi Ada juga vihara yang menyediakan
Tian Tai, kemudian berikrar menjadi kolam fangsheng dengan daun-daun teratai
Pelindung Agama Buddha. Sejak itulah mengapung di atas permukaannya. Dalam
tokoh sejarah yang dihormati banyak kolam fangsheng yang berukuran besar
kalangan ini menjadi Pelindung Vihara. kita dapat melihat bebek ataupun kura-
Ada pula vihara yang menempatkan 18 kura.
figur Pelindung Vihara berdasarkan “Qi Fo Kolam fangsheng ini memiliki
Ba Pu Sa Da Tuo Luo Ni Shen Zhou Jing” makna simbolik, merupakan ajakan untuk
(Sutra Mantra Maha Dharani Tujuh Buddha mengasihi kehidupan makhluk lain dan
Delapan Bodhisattva). menjaga lingkungan hidup.

Balairung Sesepuh Taman


Berada di sisi timur Balairung Maha Pertamanan merupakan hal yang
Buddha, merupakan tempat penghormatan tak asing bagi vihara-vihara Tiongkok, bisa
bagi figur Bodhidharma atau Sesepuh berbentuk taman yang mengelilingi vihara
Tradisi dari vihara bersangkutan. Untuk atau taman di dalam vihara. Taman vihara
Tradisi Chan, di tengah ruangan kita yang ditata dengan apik dan alamiah
bisa melihat figur Bodhidharma (Sesepuh memancarkan kesan keindahan dan
pertama Tradisi Chan Tiongkok), dengan keheningan dalam nuansa relijius. Master
pendamping Master Hui Neng (Sesepuh Hui Yuan (334-416), Sesepuh Pertama
ke-6 Tradisi Chan Tiongkok) di sisi kiri Tradisi Tanah Murni Tiongkok, memadukan
dan Master Bai Zhang Huai Hai (pembuat suasana alamiah pegunungan dengan seni
Tata Tertib Vihara Chan Tiongkok) di sisi pertamanan buatan, sehingga menjadikan
kanan. Vihara Donglinsi di Gunung Lushan,
Jiangxi, sebagai vihara Tiongkok pertama
Ruang Arhat yang memadukan konsep vihara dan seni
Sejak Dinasti Tang (618-907), taman.
beberapa vihara besar mulai mendirikan Satu hal penting yang membedakan
Ruang Arhat yang menampilkan figur 500 seni pertamanan vihara dengan taman
orang Arhat. Sekarang hanya tersisa 30 istana pejabat kerajaan adalah: taman di
vihara di seluruh Tiongkok yang tercatat vihara bukan milik perorangan, melainkan
memiliki Ruang Arhat, antara lain: Vihara merupakan faktor pendukung bagi
Biyunsi di Beijing, Vihara Hanshansi keheningan pelatihan diri serta merupakan
di Suzhou dan Vihara Baoguangsi di ajakan bagi para umat dan pengunjung
Chengdu. untuk dapat berwisata sambil beribadah.

Kamar Kepala Vihara Pola Arsitektur Istana Kerajaan


Merupakan tempat tinggal Arsitektur bangunan vihara di
kepala vihara, pembabaran Dharma dan Tiongkok tidak jauh berbeda dengan
penerimaan tamu. bentuk bangunan istana kerajaan. Ini bisa
terlihat dari tata letak bangunan yang
Menara Penyimpanan Sutra bercorak siheyuan, ketinggian fondasi
Sesuai namanya, ini merupakan dan bentuk ukiran atap bangunan yang
tempat penyimpanan Permata Dharma khas. Pun semua itu tidak lepas dari unsur
berbentuk tulisan yang kita kenal dengan estetika yang sangat ditekankan oleh
nama Tripitaka (Sutra Pitaka, Vinaya Pitaka bangsa Tionghoa.
dan Abhidarma Pitaka). Dalam struktur arsitektur istana
kerajaan, bangunan atau balairung yang

66 SINAR DHARMA
ARSITEKTUR BUDDHIS

lebih penting memiliki landasan fondasi yang lebih


tinggi dibanding bangunan-bangunan lainnya. upacara penobatan kaisar, pengangkatan maha ratu
Demikian pula kondisi landasan fondasi bangunan- dan peristiwa-peristiwa penting lainnya. Qian Qing
bangunan di vihara. Gong – istana tempat tinggal kaisar dan tempat
Balairung Maha Buddha dibangun di atas kaisar menangani tugas sehari-hari, berhiaskan 9
landasan yang relatif tinggi yang disebut sebagai Basis hewan. Istana maha ratu 7 hewan, istana para selir
Sumeru. Gunung Sumeru adalah gunung tertinggi di 5 hewan, sedang bangunan-bangunan pendamping
pusat dunia dengan Alam Dewa/Surga Trayastrimsa lainnya 3 atau bahkan hanya 1 hewan .
berada di puncaknya dan istana Empat Maha Raja Dipimpin seorang manusia dewa yang
di pinggang gunung. Menempatkan Balairung Maha mengendarai burung phoenix, urutan 10 hewan
Buddha di posisi yang lebih tinggi dari bangunan- itu adalah sebagai berikut: naga, burung phoenix,
bangunan di sekelilingnya, ini merupakan bentuk singa, kuda langit, kuda laut, suan ni, ya yu, xie zhi,
penghormatan pada Buddha, pun merefleksikan kerbau petarung dan hang shi. Antara kuda langit
kemegahan Balairung Maha Buddha. dan kuda laut bisa ditukar urutannya, demikian
Tiang kolom dalam setiap bangunan di juga dengan urutan suan ni dan ya yu. Tetapi kalau
vihara berjumlah bilangan ganjil, merupakan angka jumlah hewan yang digunakan kurang dari 9, maka
keberuntungan Yang (positif) dalam filosofi orang urutannya harus seperti sedia kala.
Tionghoa kuno. Semakin banyak jumlah tiang kolom Alasan penempatan figur manusia dewa, ini
menunjukkan semakin tinggi penghormatan yang ada beberapa versi, salah satunya adalah seperti
diberikan pada bangunan itu. Ruang Maha Buddha berikut ini. Konon pada masa Peperangan Negara-
menggunakan 9 dan 5 tiang kolom seperti istana Negara, ketika melarikan diri dari kejaran musuh,
kaisar yang merefleksikan “kemuliaan kaisar”, Raja Qi Min dari Kerajaan Qi tiba di tepi sungai. Tak
sedang bangunan lain memakai 3 tiang kolom. tahu harus bagaimana, tiba-tiba ia melihat seekor
Atap bangunan vihara memakai struktur dari burung raksasa. Raja Qi Min segera menaiki burung
bahan kayu yang dibentuk melengkung dengan itu yang lalu membawanya menyeberangi sungai
pinggiran atap melebar keluar dan mengarah ke atas. menyelamatkan diri dari kejaran musuh. Sebab itu
Di atas atap berderet 10 hewan keberuntungan. Nilai figur manusia dewa mengendarai burung phoenix
tingkat bangunan ditentukan oleh jumlah hewan sebagai pemimpin para hewan keberuntungan
yang terhias di atas atap, dari 1, 3, 5, 7, 9 hingga melambangkan terbang tinggi melayang di angkasa
10. Di Istana Gu Gong Beijing, Balairung Tai He (Tai dan harapan akan adanya keberuntungan. Dalam
He Dian) adalah bangunan ‘berbintang’ tertinggi segi arsitektur, figur ini sebenarnya berfungsi untuk
(terbesar, tertinggi, terlebar, terdalam). Hanya menutupi paku penahan genteng di bawahnya.
Balairung Tai He yang satu-satunya berhiaskan 10 Naga dan phoenix melambangkan kemuliaan.
hewan, karena merupakan tempat berlangsungnya Naga berbentuk seperti rusa, bersisik ibarat ikan

SINAR DHARMA 67
ARSITEKTUR BUDDHIS

dan bercakar bagaikan elang. Dinasti Tang dan Song Kuda langit adalah kuda bersayap simbol
mengultuskannya sebagai lambang keberuntungan. keberuntungan di dalam legenda Tiongkok kuno.
Dinasti Ming dan Qing menganggapnya sebagai Semasa Dinasti Han, kuda perkasa dari India
perlambang kaisar, sebab itu kaisar menyebut diri disebut sebagai kuda langit. Kuda langit juga
sebagai Naga Sejati Putera Langit. Jadi, naga adalah melambangkan kemuliaan.
simbol kekaisaran. Kuda laut berwujud seperti kuda langit
Feng Huang, diterjemahkan sebagai phoenix, namun tak bersayap, melambangkan kesetiaan,
adalah raja dari segala hewan. Feng adalah nama keberanian, keberuntungan, kebijaksanaan,
phoenix jantan, Huang adalah phoenix betina. kharisma dan moralitas menyebar ke seluruh
Merupakan simbol keberuntungan, di zaman penjuru, dari langit hingga samudera.
Tiongkok kuno juga melambangkan orang suci. Suan ni, dalam catatan buku-buku kuno
Orang-orang Tiongkok kuno pada awalnya meyakini dilukiskan mirip seperti singa, pemangsa harimau
bahwa angin di dunia ini berasal dari kepakan sayap dan macan kumbang. Ada juga yang mengatakan
seekor burung besar yang bernama Feng Huang, suan ni adalah salah satu dari sembilan anak naga.
sebab itu Feng Huang dikultuskan sebagai Dewa Suan ni menyukai api, sebab itu umumnya diukir
Angin. Namun di belakang hari fungsi Feng Huang ini di tempat pembakaran dupa, melambangkan
diambil alih oleh Naga Langit sebagai pengatur angin perlindungan pemberi kedamaian.
dan hujan. Feng Huang kemudian beralih menjadi Ya yu adalah sejenis hewan laut bersisik dan
lambang keberuntungan, api dan sifat-sifat feminim. berekor seperti ikan, konon dapat menyemburkan
Terjemahan kata “phoenix” diambil dari legenda air, menjadi simbol pemanggil angin dan hujan,
phoenix - burung api abadi dari mitologi Mesir dikultuskan sebagai dewa penangkal bencana api.
(Bennu) dan Yunani (yang diadopsi dari Bennu). Xie zhi, binatang buas sejenis singa, bertanduk
Singa adalah raja hutan, melambangkan tunggal, sangat setia, dapat membedakan benar
keperkasaan dan kharisma. Buddha sendiri mendapat dan salah. Ada juga yang menyebutnya sebagai
julukan sebagai ‘singa dari keluarga Sakya’. Serta kambing dewa, simbol dari keperkasaan dan
ajaran yang disampaikan oleh Budha juga diibaratkan keadilan. Xie zhi akan menggigit dan menanduk
sebagai ‘suara raungan singa’ yang terdengar keras orang yang jahat dan bersifat tidak adil. Pejabat
di seluruh penjuru dan menaklukkan para penganut Dinasti Ming dan Qing mengenakan topi berhiaskan
pandangan salah. Sebab itu menempatkan hiasan xie zhi sebagai pertanda harus bersikap adil.
singa di vihara juga mengandung arti sebagai Kerbau petarung, konon sejenis naga, berkepala
pelindung vihara dan penakluk kekuatan jahat. kerbau dengan badan bersisik seperti naga.

68 SINAR DHARMA
ARSITEKTUR BUDDHIS

Pemanggil hujan dan merupakan simbol penangkal batin sehingga tidak lagi takut terlarut dalam
bahaya kebakaran. godaan kebodohan batin?
Hang shi, merupakan hewan urutan terakhir
(ke-10), berkepala kera, bersayap dan memegang Daftar Pustaka
sebatang tongkat Vajra yang dapat menaklukkan 1. CRIonline China ABC http://indonesian.cri.cn/
kekuatan jahat. Ada juga yang menyebutnya chinaabc/
2. Pola Letak Bangunan dalam Vihara Zen Budhisme di
sebagai ‘kera’, sedang sebutan ‘hang shi’ mungkin Jepang,Antariksa
dikarenakan ia berada di urutan ke-10. Hang shi 3. 佛教建筑漫谈, 北京大学教授  白化文
secara ucapan juga bisa diartikan sebagai ‘urutan 4. 寺院建筑艺术
ke-10’. 5. 佛教寺院建築藝術簡介
http://www.buddhistdoor.com/buddhistart/
Kalau dilihat dari makna hiasan hewan-hewan chineseTemp-arc1.html
sakral di atas, bisa disimpulkan tujuannya adalah 6. 伽蓝七堂制
simbol kharisma, keberuntungan, keadilan dan http://baike.baidu.com/view/716151.htm
penangkal bahaya kebakaran. Untuk alasan yang 7. 佛教寺院为什么叫”伽蓝七堂”?
http://www.fojiaoyongpin.com/article-8540.html
terakhir adalah hal lumrah karena bangunan 8. 从佛教在大同地区的传播谈大同寺庙的塑像
Tiongkok hampir sebagian besar menggunakan http://blog.sina.com.cn/s/blog_641528300100gnx8.
struktur dari kayu. Terlepas dari makna hiasan html
hewan yang tidak sepenuhnya merupakan bagian 9.佛寺解说
http://blog.sina.com.cn/s/blog_4a533d0f01008sos.
dari ajaran Buddha, bangunan vihara mengikuti html
sistem dekorasi ini sebagai bagian dari arsitektur 10. 佛教寺院殿堂建筑布局及所供佛(菩萨)概况
bangunan Tiongkok kuno. http://www.fjdh.com/wumin/HTML/68419.html
� 11. 中国佛寺建筑的结构与特色, 作者:觉真,中国佛学
院讲师
Penutup http://www.zgfxy.cn/Article/ShowArticle.
Bila kita amati secara seksama, tata letak asp?ArticleID=223
dan bentuk bangunan vihara Tiongkok merupakan 12. 佛寺建筑 http://blog.sina.com.cn/s/blog_
manifestasi keindahan dan tingginya nilai seni 4d6a53db01000a9x.html
13. 中国古典建筑艺术 (Chinese Classical Architecture
arsitektur, seni pahat, seni lukis, seni kaligrafi dan Art)
seni kerajinan tangan. Di dalamnya pun sarat akan http://www.chiame.org/art/WeiXinGuang/wxg_cls_
pengetahuan tentang sejarah, budaya, sastra dan building_intro.htm
Buddhisme.
Bagi umat atau pengunjung yang memiliki
dasar pengetahuan tentang Buddhisme, akan dapat
melihat dan merasakan bahwa segenap bentuk
arsitektur, pahatan, dekorasi, gambar atau bahkan
tulisan yang terdapat dalam vihara, kesemuanya
itu tidak ada yang tidak sedang membabarkan
Dharma bagi kita semua.
Bahkan dekorasi 10 hewan di atas juga
merupakan bagian dari Dharma, mengajarkan kita
para umat Buddha untuk bisa bersikap fleksibel dan
toleransi dalam menghadapi perbedaan, baik itu
dalam segi budaya, agama dan lain sebagainya.
Salah satu contoh lain yang patut kita tonjolkan
adalah makna yang tersirat dan tersurat dalam
syair berpasangan yang terdapat di vihara. Syair
berpasangan ini merupakan salah satu bentuk
sastra dan budaya Tionghoa yang juga berbaur
dengan kehidupan sehari-hari vihara. Seperti
yang tertera di depan pintu Vihara Yongquansi di
Gushan, Fuzhou, Fujian.
“淨地何須掃,空門不用關。”Tanah bersih untuk
apa disapu, pintu kosong tidak perlu ditutup.
Dari syair ini kita bisa menghayati betapa dalam
makna Chan yang disampaikan!
Akhir kata, setiap kali akan memasuki “pintu
kosong” vihara, hendaklah kita bertanya pada diri
sendiri: kapankah kita dapat mencapai kemurnian

SINAR DHARMA 69
SINAR DHARMA

JK. Rowling dan Ajaran


Vanness Wu dan Shaolin Buddha
Buddhisme di Israel Chen Kun
From Germany With Buddhabhiseka Vihara
Love Narasiharama
Bodhisattva Ksitigarbha Bakti Sosial bersama
Pondok Pesantren
Mitra Uttama
Asosiasi Internasional
Heartbeat
Universitas Buddhis
Penemuan Goa Butho Bodhisattva Sangharama
http://dhammacitta.org/ http://dhammacitta.org/
pustaka/ezine/Sinar%20Dharma/ pustaka/ezine/Sinar%20Dharma/
Sinar%20Dharma%2018.pdf Sinar%20Dharma%2020.pdf

Kris Shen Jian Hong John Woo


Alex Su You Peng Alan Dawa Dolma
Nadya Hutagalung Kagyu Monlam
Annie Lennox Ajahn Brahm
Festival Seni Budaya Tour De Indonesia
Buddhis ke-2 Surabaya Bodhisattva Maitreya
Bodhisattva Zheng He, Bahariwan
Mahasthamaprapta Muslim Yang Buddhis
Waisak PBB Master Sheng-yen

http://dhammacitta.org/ http://dhammacitta.org/
pustaka/ezine/Sinar%20Dharma/ pustaka/ezine/Sinar%20Dharma/
Sinar%20Dharma%2021.pdf Sinar%20Dharma%2022.pdf

Jason Mraz
Ah Du & Hong Junyang
Anggun Cipta Sasmi
Buddha Birthday Song
Master Hsing Yun
(50 Artis Hongkong
BLIA YAD
mumja Sang Buddha)
Musical Drama of
Mao Zedong &
Tsongkhapa & Milarepa
Buddhisme
Selamat Jalan Gus Dur
Buddhis Membludak di
Pagoda - Stupa
Tiongkok
http://dhammacitta.org/
http://dhammacitta.org/ pustaka/ezine/Sinar%20Dharma/
pustaka/ezine/Sinar%20Dharma/ Sinar%20Dharma%2024.pdf
Sinar%20Dharma%2023.pdf
70 SINAR DHARMA
70 / SINAR DHARMA
JEJAK AGUNG

Agama Buddha masuk ke Tiongkok sejak Fengshui, Si Shu (Empat Kitab) dan Wu Jing
zaman Dinasti Han. Pada masa itu, para anggota (Kitab Lima Klasik yang disusun Konfusius). Boleh
kerajaan menggabungkan agama Buddha dengan dibilang Kang Seng Hui adalah bhiksu paling awal
pemujaan Huang-Lao (Huangdi – Laozi). Seiring dalam sejarah Buddhisme Tiongkok yang memiliki
dengan runtuhnya Dinasti Han, Tiongkok terpecah pemahaman Buddhis, Taois dan Konfusianis. Di
menjadi 3 kekuatan besar yaitu Dinasti Wei, Wu usianya yang masih muda, dua bhiksu upadhyaya
dan Shu. Masa itu disebut sebagai era San Guo dan bhiksu acariya yang menahbiskannya,
(Tiga Kerajaan – Three Kingdoms). Tiga kerajaan kesemuanya meninggal. Kang Seng Hui mendirikan
itu masing-masing dikenal pula sebagai Bei Wei Pusat Dharma di Luy Lau, ibukota Jiaozhou. Di
(Wei Utara, karena terletak di Tiongkok bagian sanalah Sutra-Sutra Sansekerta diterjemahkan ke
utara) – di bawah pimpinan Cao Cao, Dong Wu (Wu dalam bahasa Tionghoa. Murid–murid awam dari
Timur) – Sun Quan, dan Xi Shu (Shu Barat) – Liu An Shi Gao seperti Pi Ye dan Chen Hui belajar di
Bei. Tak diragukan lagi, sejarah Tiongkok masa bawah bimbingan beliau.
itulah yang paling banyak kita kenal melalui kisah
sastra klasik Sanguo Yanyi yang sangat populer Kang Seng Hui mengajar meditasi sesuai
dari generasi demi generasi. Namun seberapa dengan Anapananusmriti (Anapanasati) Sutra
banyak yang kita ketahui tentang perkembangan yang diterjemahkan An Shi Gao, Skandhadhatu-
agama Buddha di masa itu? ayatana Sutra, Ugradatta-pariprccha Sutra,

Artikel ini mencoba membawa kita kembali


ke masa Tiga Negara untuk menyimak jejak-jejak
agung yang diteladankan para Bhiksu Agung di
masa itu.

Arya Kang Seng Hui


Tanggal kelahiran Kang Seng Hui tidak
tercatat, dikatakan meninggal pada tahun 280
M. Ayah Kang Seng Hui adalah seorang menteri
dari Kerajaan Soghdian, sedang ibu berasal dari
Jiaozhou (Vietnam). Kerajaan Soghdian dalam
Mandarin disebut sebagai Kangju, sedang nama
asli Kang Seng Hui adalah Hui, karena itulah di
kemudian hari beliau dikenal sebagai Kang Seng Smrtyupasthana (Satthipatthana) Sutra, Sutra
Hui – Hui si Bhiksu dari Kerajaan Kang. 42 Bagian, Astasahasrika Prajnaparamita Sutra
dan Pohon Jalan Bodhisattva. Di Tiongkok beliau
Ketika masih berusia 11-12 tahun, kedua menerjemahkan Kitab Avadana (Liutu Ji Jing).
orang tua Hui meninggal. Hui kemudian menjadi
shramanera dan berikrar untuk menyebarkan Kang Seng Hui dan Sun Quan - Kaisar Pertama
Buddha Dharma. Setelah menjadi bhiksu, Hui Dinasti Wu
sangat disiplin dalam Vinaya, mempelajari Pada waktu itu di Jianye, ibukota Dinasti Wu,
banyak Sutra, membaca 30.000 gatha dalam ada seorang upasaka kelahiran India bernama Zhi
sehari, pun menguasai Bahasa Sansekerta dan Qian (Gong Ming) yang menguasai enam bahasa, pun
Tionghoa. Sutra-Sutra berbahasa Tionghoa dan Sansekerta.
Ia datang ke Dinasti Han Timur beberapa tahun
Selain Buddhisme, Hui juga mempelajari sebelumnya. Di Luoyang ia menjadi murid Zhi
filsafat Taois dan Konfusianis, mulai dari Yijing, Liang yang merupakan murid Lokaksema. Adanya
SINAR DHARMA 71
SINAR DHARMA / 71
JEJAK AGUNG

pergolakan politik menyebabkannya pergi ke laporkan, jangan-jangan adalah murid Buddha?”


selatan dan akhirnya tiba di Dong Wu. Sun Quan kemudian mengundang Kang Seng Hui
ke istana dan menanyainya, “Apa yang sedang
Zhi Qian menerjemahkan banyak Sutra ke anda lakukan?”
dalam bahasa Tionghoa, antara lain Astasahasrika
Prajnaparamita Sutra, Vimalakiritinirdesha Sutra, “Saya belajar Buddha Dharma,” jawab Kang
Mahallikapariprccha Sutra, Sukhavativyuha Sutra, Seng Hui.
dan Tathagatajnanamudrasamadhi Sutra serta
kitab Jataka (Bensheng Jing). Ia juga pencipta “Lalu, siapakah Buddha?” tanya Sun Quan.
Gatha Buddhis (fanpai – can) pertama kali dalam
bahasa Tionghoa yang berisi puji-pujian bagi “Buddha adalah pangeran India yang berlatih
Bodhisattva. di daerah Himalaya selama 6 tahun. Kemudian
duduk di bawah pohon bodhi, melihat bintang
Sun Quan, Kaisar Dinasti Dong Wu yang berkuasa dan mencapai pencerahan. Setelah Parinirvana,
selama periode 229-252 M, mendengar bahwa Zhi Raja Ashoka membangun 84.000 stupa untuk
Qian adalah seorang terpelajar, mengundangnya menyimpan relik-Nya. Buddha adalah manusia
untuk menjadi guru di salah satu istananya. Karena yang paling menakjubkan dan paling hebat!”
Zhi Qian bukan bhiksu, maka masyarakat Wu dapat
menerimanya. Penampilannya juga menarik, Sun Quan menjawab, “Anda sengaja melebih-
dengan mata yang terang, badan yang tinggi lebihkannya dengan melukiskan Buddha begitu
dan penuh kebijaksanaan. Zhi Qian meninggal di misterius dan menakjubkan. Tidak ada orang
Jianye, ibukota Wu (sekarang kota Nanjing). Hal seperti itu, pun tidak ada kejadian seperti itu.
ini diketahui oleh Kang Seng Hui yang kemudian Namun jika anda dapat menunjukkan padaku
memutuskan pergi ke Jianye untuk menyebarkan sebuah sharira, maka aku akan membangun
Dharma dan melanjutkan perjuangan yang belum sebuah stupa bagimu.”
berhasil dilakukan oleh Zhi Qian, mendirikan
vihara. Kang Seng Hui menjawab dengan tegas,
“Dalam satu minggu kami akan memberikan
Setelah beberapa tahun mengajar di Luy Lau, pada Anda sebuah sharira!” Sekembali ke tempat
pada tahun 247 M Bhiksu Kang Seng Hui pergi ke kediamannya, Kang Seng Hui berucap pada para
Jianye. Ia mendirikan kuti kecil dan bermeditasi murid, “Keberhasilan atau kegagalan Buddhisme
di sana. Namun karena masyarakat setempat baru di Kerajaan Wu akan ditentukan di sini. Kalau
pertama kali itu melihat bhiksu, maka mereka sekarang kita tidak setulus hati memohon sharira
bertanya-tanya mengapa orang yang menyebut diri maka akibatnya bisa kita bayangkan!” Dengan
sebagai bhiksu itu berpakaian aneh dan bertingkah memakai baju yang bersih, Hui dan para murid
laku ganjil. meletakkan guci tembaga di atas meja lalu
membakar dupa dan bernamaskara memohon
Hal ini dilaporkan pada Sun Quan, yang agar Buddha berkenan memberkahi mereka
kemudian berkata, “Di masa lalu Kaisar Han sebuah sharira.
Mingdi bermimpi melihat Buddha, apa yang kalian
Mereka terus melafalkan nama Buddha dengan
tulus selama satu minggu, namun ketika Sun
Quan menagih janji, Kang Seng Hui hanya dapat
menjawab agar diberi waktu satu minggu lagi.
Sun Quan setuju. Dengan penuh ketulusan mereka
terus memohon dan bernamaskara, namun tetap
masih belum mendapatkan sharira selewat
minggu kedua. Sun Quan marah karenanya,
“Kalian berbohong padaku! Aku memiliki hukum
di negaraku. Apakah kalian tahu tentang hukum-
hukum itu?” Sun Quan bisa saja menjatuhkan
hukuman mati bagi Kang Shenghui. Hui sekali lagi
memohon, “Berikan pada kami satu minggu lagi!”
Sun Quan menyetujuinya.

Kang Seng Hui berkata pada para murid,


“Kemukjizatan Buddha Dharma semestinya
sudah diberkahkan pada kita, hanya saja kita
72 SINAR DHARMA
JEJAK AGUNG

tidak memiliki kemampuan mewujudkannya. Kita murni dan benar, sesuai dengan Kitab Suci para
jangan meminta kelonggaran lagi dari Kaisar. Kalau suciwan, maka boleh saja melestarikan dan
masih tetap tidak bisa mendapatkan sharira, saya meyakini ajarannya. Tetapi jika tidak memberi
bersedia menebusnya dengan nyawa.” manfaat yang nyata, berangus saja semuanya!”

Mereka terus bernamaskara siang dan malam, “Kekuatan spiritual Buddha sangat
namun sampai petang hari ke-6 masih tidak terjadi menakjubkan, Kang Seng Hui diberkahi akan hal-
apa-apa. Bahkan petunjuk mimpi pun tidak ada. hal yang membawa keberuntungan, sebab itu
Mengingat ikrar yang dikumandangkan, para murid Kaisar pertama (Sun Quan) mendirikan vihara,”
menjadi takut. Namun pada hari terakhir menjelang jawab seorang pejabat senior. “Kalau sekarang
fajar dini hari, tiba-tiba mereka mendengar bunyi dengan begitu saja menghancurkannya, hal ini
dari dalam guci tembaga: “BANG!” Kang Seng akan dapat membawa bencana, akan timbul
Hui segera melongok ke dalam guci tembaga itu, penyesalan di kemudian hari.”
tertampaklah sebuah sharira lima warna yang
sempurna. Sun Hao mengirim seorang pakar ajaran
Taois dan Konfusianis bernama Zhang Yu
Kang Seng Hui membawa sharira itu ke istana, untuk bertanya pada Kang Seng Hui. Namun
Sun Quan beserta para pejabat kerajaan sangat Zhang, yang memiliki kemampuan berdebat
takjub melihatnya. Ketika Sun Quan membalikkan yang luar biasa, tidak mampu mengalahkan
guci itu untuk menuangkan sharira ke atas baki Kang Seng Hui, yang ahli dalam pengetahuan
tembaga, sharira menggelinding keluar dan
menghancurkan baki itu. “Ini adalah keajaiban,
permata yang sejati,” ucap Sun Quan. “Ini adalah
manifestasi kekuatan Buddha,” timpal Kang Seng
Hui, “bahkan api pada kalpa kehancuran tidak
dapat membakar sharira ini.”

Sun Quan berkata, “Kita akan melihatnya.”


Ia menaruh sharira tersebut di atas landasan dan
menghantamnya dengan palu yang sangat besar.
Landasan dan palunya menjadi penyok, tetapi
shariranya sama sekali tak tergores. “Benda ini
lebih keras daripada berlian,” ucap Sun Quan.
Semua orang yang melihat sharira menakjubkan
yang muncul karena doa Kang Seng Hui itu
menjadi yakin akan kemuliaan dan kebenaran
Buddha Dharma. Sun Quan kemudian membantu Buddhis, Konfusianis dan Taois. Bukan saja tidak
menyebarkan Dharma secara luas. Pun membangun dapat mengungguli Kang Shenghui, Zhang justru
sebuah vihara di sebuah tempat yang kemudian berbalik bersimpati pada Buddhisme. Ini terlihat
diberi nama Desa Foduo (Buddha). Vihara sekaligus ketika Zhang pergi dan melihat orang-orang
stupa pagoda itu adalah vihara pertama di wilayah mengorbankan daging binatang di sebelah vihara.
kekuasaan Wu, sebab itu diberi nama Jianchu Si “Bagaimana bisa perilaku yang tidak pantas seperti
– vihara yang didirikan paling awal. Setelah itu, ini berada di sebelah vihara Buddhis yang bersih
hampir semua penduduk Dinasti Wu menjadi umat dan suci?”tanyanya.
Buddha. Kisah ini tercatat dalam Chu Sanzang
Jiji (515 M). Sampai sekarang, penduduk daerah Kang Seng Hui menjawab, “Petir dapat
Suzhou, Hangzhou dan Nanjing, yang dahulunya menyambar pegunungan, tapi yang tuli tidak
adalah bekas wilayah Dinasti Wu (sebelah timur dapat mendengarnya. Buddha sungguh luar biasa,
Sungai Changjiang/Yangtse), banyak memeluk namun mereka yang tidak sadar dan tidak peka,
agama Buddha. tidak memberi perhatian.”

Kang Seng Hui dan Sun Hao – Kaisar Terakhir Zhang melapor pada Kaisar Sun Hao, “Bhiksu
Dinasti Wu Kang Seng Hui adalah orang yang sangat bijaksana
Semasa kekuasaan Sun Hao (264–280 M, cucu dan pandai. Pengetahuanku tidak dapat melampaui
Sun Quan) memerintahkan penghancuran vihara- kebijaksanaannya, paling baik bila Yang Mulia
vihara. “Apa alasan mendirikan vihara?” Ia bertanya menemuinya sendiri.” Sun Hao kemudian mengutus
pada para pejabat kerajaan. “Jika inti ajarannya para menteri kerajaan untuk menjemput Kang
Seng Hui dengan kereta kerajaan.
SINAR DHARMA 73
JEJAK AGUNG

Setiba Kang Seng Hui di istana, Sun Hao Yang Mulia telah memohon berkah perlindungan
bertanya, “Ajaran Buddha mengatakan bahwa ke vihara?”
karma baik dan buruk itu akan ada imbalannya,
bagaimana menjelaskannya?” Sun Hao bertanya, “Apakah Buddha adalah
dewa yang agung?” “Buddha adalah yang
Kang Seng Hui menjawab, “Yijing (Kitab teragung di antara para dewa,” jawab sang
Perubahan) menulis ‘keluarga yang berbuat dayang.
kebajikan akan membawa kebahagiaan bagi
anak keturunannya, keluarga yang melakukan Mendengar ini, Sun Hao sadar atas apa yang
kejahatan akan menurunkan bencana bagi anak telah diperbuatnya. Ia memerintahkan dayang
cucunya.’ Jika seseorang melakukan kejahatan istana untuk memindahkan rupang ke dalam
secara sembunyi-sembunyi maka para hantu istana dan memandikannya berulang kali dengan
akan menghukumnya; melakukan kejahatan memakai air harum. Sun Hao menyalakan dupa,
secara terbuka maka akan ada orang yang akan bernamaskara dan mengakui kesalahannya di
mengganjarnya. Seperti itulah karma baik dan hadapan rupang itu. Tak lama kemudian rasa
buruk.” sakitnya jauh berkurang. Ia kemudian mengirim
utusan pergi ke vihara untuk mengundang Kang
Sun Hao berkata, “Kalau ajaran seperti ini, Seng Hui datang memberikan Dharmadesana di
Konfusius dan Zhuang Zhou sudah mengajarkannya istana.
dengan jelas, jadi untuk apa lagi harus pakai
ajaran Buddha?” Sun Hao bertanya tentang dari mana
datangnya bencana dan kebahagiaan itu, Kang
“Apa yang diajarkan sebelumnya hanya hal- Seng Hui memberikannya penjelasan yang
hal yang tampak oleh mata, sedang Buddha sangat memuaskan. Sun Hao ingin membaca
Dharma menjelaskan sebab akibat (karma) dalam Vinaya Bhiksu, namun karena vinaya kurang
istilah yang luas dan dalam. Orang yang berbuat layak dibacakan bagi umat awam, maka Kang
jahat, ada neraka yang menunggu yang akan Seng Hui menulis 250 ikrar yang kesemuanya
membuatnya menderita dalam jangka waktu yang ditujukan bagi kebahagiaan semua makhluk.
panjang. Orang yang berbuat bajik, ada istana Ikrar yang mulia ini mengubah Kaisar Sun Hao,
dewa yang memberinya kenikmatan dalam waktu ia menyatakan diri menjadi siswa Buddha,
yang lama. Memakai ajaran seperti ini untuk mengambil Trisarana dan menerima Pancasila.
menasehati manusia agar menjauhi kejahatan Sepuluh hari kemudian Sun Hao sembuh dari
dan berbuat kebajikan, bukankah ini lebih bisa penyakit anehnya. Sun Hao menginstruksikan
diterima?” Sun Hao tidak dapat mendebat lebih para anggota istana untuk menjadi umat Buddha
lanjut. Namun meski telah berkesempatan dan mendukung Kang Seng Hui menyebarkan
mendengarkan Buddha Dharma, Sun Hao tetap Buddha Dharma di Kerajaan Wu.
melakukan hal-hal yang bertentangan dengan
Dharma yang luhur. Kang Seng Hui wafat pada masa Dinasti Jin,
dinasti penerus setelah runtuhnya Dinasti Wu.
Beberapa waktu kemudian, pengawalnya Sebuah stupa dibangun untuk menghormati
menemukan rupang emas ketika menggali taman Bhiksu Agung dari Kerajaan Kang ini.
istana. Itu adalah rupang Buddha. Kaisar Sun Hao
memerintahkan untuk meletakkannya di tempat Konon, Vihara Longhua (Longhuasi) di
yang kotor lalu menyiramnya dengan air kotor. Ia Shanghai juga memiliki kaitan erat dengan
dan para menterinya tertawa gembira. Kang Seng Hui. Sebelum menuju wilayah Dong
Wu, Kang Seng Hui lebih dulu menjejakkan kaki
Tak dinyana saat itu juga sekujur tubuh Sun Hao di daerah sekitar Shanghai dan Suzhou. Suatu
membengkak dan alat kelaminnya terasa sangat hari ketika tiba di Danau Longhua, Kang Seng
sakit. Selama berhari-hari ia berteriak-teriak Hui merasa daerah itu adalah tempat ideal
kesakitan. Salah seorang menterinya mengatakan, untuk bermeditasi. Sebab itu Kang Seng Hui
“Ini adalah akibat Yang Mulia tidak menghormati memutuskan untuk menetap sementara di sana
dewa agung.” Ia segera bersembahyang di dengan membangun sebuah gubuk jerami. Kang
kelenteng memohon pengampunan pada para Seng Hui tidak tahu bahwa tempat sunyi tenang
dewa, namun kondisinya sama sekali tidak yang ideal itu sebenarnya adalah istana Raja
membaik. Akhirnya, salah satu dayangnya yang Naga Guangze.
memahami Buddha Dharma bertanya, “Apakah

74 SINAR DHARMA
74 / SINAR DHARMA
JEJAK AGUNG
SELEBRITIS BUDDHIS

Melihat seorang manusia berani-beraninya menjadi bhiksu, Vighna rajin membaca dan
menetap di wilayah istananya, Raja Naga sangat menghafalkan Sutra. Vighna sangat menguasai
tidak senang. Ia bermaksud menakuti Kang Seng Sutra-Sutra Agama.
Hui agar berpindah tempat dengan menciptakan
kabut dan meniupkan angin kencang yang Pada tahun 224 M, Vighna bersama rekannya,
dapat merobohkan gubuk Kang Seng Hui. Tetapi Lu Yen, tiba di Wuchang, wilayah Dinasti Wu Timur.
tiba-tiba Raja Naga melihat gubuk jerami itu Dengan kemampuan bahasa Tionghoa yang terbatas,
memancarkan seberkas cahaya terang dengan mereka berdua berusaha menerjemahkan Sutra.
awan panca warna di atasnya. Raja Naga Vighna dan Lu Yen berusaha tanpa henti dan tidak
terperanjat. Segera ia mendekati gubuk dan menyerah pada keterbatasan bahasa yang mereka
melihat Kang Seng Hui sedang melantunkan miliki, akhirnya mereka berhasil menerjemahkan
Sutra dalam posisi duduk bermeditasi. Sutra beberapa Sutra yang cukup berperan pada masa
yang dilantunkan Kang Seng Hui menggugah hati itu, antara lain Kitab Dharmapada (Dhammapada)
nurani Raja Naga. – Udanavarga, yang kemudian direvisi lagi oleh Zhi
Qian.
Raja Naga lalu menghampiri Kang Seng
Hui sambil berkata bahwa ia rela kembali ke Buddhisme di Dinasti Wei
Laut Timur (Donghai) dan menyerahkan istana Kalau pada masa itu Buddhisme mulai
naganya pada Kang Seng Hui untuk dibangun berkembang subur di Tiongkok Selatan (Dinasti
menjadi vihara suci. Hui menerima maksud baik Wu), bagaimana pula dengan kondisi di Tiongkok
Raja Naga. Berdirilah Vihara Longhua di tempat Utara (Dinasti Wei)? Menurut kitab Gaosengzhuan
itu. Setelah itu Hui bertolak menuju Dong Wu (Riwayat Bhiksu-Bhiksu Agung), beberapa bhiksu
untuk menjalin jodoh Dharma dengan Kaisar Sun yakni Dharmakala, Sanghavarman, Dharmasatya
Quan. Beberapa pagoda (stupa) di Longhuasi dan Dharmabhadra telah menetap di Luoyang
didirikan dengan bantuan Sun Quan. (ibukota Wei) pada tahun 250 M. Dharmakala
menerjemahkan Pratimoksha Mahasanghika, sedang
Vighna – Dinasti Wu Sanghavarman menerjemahkan Karmavacana dari
Vighna adalah bhiksu berkebangsaan India. aliran Dharmagupta.
Ayah dan ibunya adalah para brahmana penganut
tirthika pemuja api (Agni) yang meyakini
bahwa pemujaan api dapat membawa pada
pencerahan.

Suatu hari seorang shramana pengelana dari


tradisi Shravakayana yang memiliki abhijna
memohon untuk dapat bermalam di rumah
Vighna. Keluarga Vighna enggan menerimanya
karena mereka menganut pandangan spiritual
yang berbeda. Shramana hanya diizinkan
bermalam di halaman rumah mereka. Mereka
khawatir Shramana itu bermaksud mengubah
keyakinan mereka terhadap pemujaan api.

Sambil bermeditasi, Shramana tersebut Meski perkembangan Buddhisme di wilayah


membaca mantra memadamkan api objek utara tidak sepesat di wilayah selatan, namun
pemujaan keluarga itu yang terletak di altar terlihat jelas bahwa Buddha Dharma telah mulai
rumah. Melihat api pemujaan padam, keluarga mengakar di daerah kekuasaan Cao Cao itu. Ada
Vighna tahu ada sesuatu yang salah. Mereka sebuah surat yang ditulis Cao Cao pada Kong
segera keluar dan mengundang Shramana masuk Rong, salah seorang pembesar Dinasti Wei, yang
ke dalam rumah. Di dalam rumah, Shramana di dalamnya membahas tentang ajaran Buddha.
tersebut dengan mantranya menyalakan kembali Pun penyair Cao Zhi (192-232 M), putra keempat
api di altar. Seluruh anggota keluarga Vighna Cao Cao, adalah penganut ajaran Buddha yang
menjadi takjub. Mereka menjadi yakin akan menyusun hymne-hymne Buddhis (fan-pai). Selain
kebenaran Buddha Dharma. Vighna kemudian itu, dalam Wei-shu (Kitab Sejarah Dinasti Wei)
memutuskan bertekad meninggalkan rumah dikatakan bahwa Raja Ming (Cao Rui) dari Dinasti
menjalani kehidupan sebagai bhiksu. Setelah Wei (227-240 M) mendirikan sebuah vihara yang
besar di Luoyang.
SINAR DHARMA 75
SINAR DHARMA / 75
DHARMA TEACHING

38. Khanti Parami minta apapun untuk penyedap. Sebaliknya,


Selama bertahun-tahun saya hidup di dekat apabila melihat bhikkhu senior yang rewel, yang
Luang Pu, saya tidak pernah melihat gelagat yang meminta perlakuan spesial dari orang lain, beliau
mengindikasikan bahwa beliau sangat terganggu oleh akan berkata,
sesuatu hingga sampai tak tertahankan lagi. Saya “Kau tak bisa sabar menghadapi urusan kecil
juga sama sekali tak pernah mendengar beliau itu begini? Kalau yang begini saja engkau tak mampu
mengeluh. Sebagai contoh, ketika bertugas sebagai bersabar, bagaimana mungkin engkau bisa
bhikkhu senior, beliau tak pernah rewel ataupun menaklukkan klisha dan tanha?”
menuntut tuan rumah agar mengubah segala sesuatu
supaya mencocoki kemauannya. Kapan saja dan di 39. Suci dalam Ucapan
mana pun ketika mendapat undangan dan perlu duduk Ucapan Luang Pu Dun itu selalu murni, oleh
untuk waktu yang lama atau tatkala cuacanya panas karena beliau hanya akan mengutarakan segala
dan lembab, beliau tak pernah mengeluh. Ketika tidak sesuatu yang punya manfaat. Beliau tiada pernah
sehat dan kesakitan, atau makannya telat, meskipun bikin masalah--baik bagi diri sendiri maupun bagi
sangat lapar, beliau tak pernah menggerutu. Apabila orang lain--lewat kata-katanya. Kendatipun,
hidangannya hambar tak berasa, beliau tiada pernah misalnya, ada orang yang memancing-mancing
beliau agar mencela orang lain, itu tak pernah
mempan.
Banyak orang kadang datang dan bilang, “Luang
Pu, kenapa ya, kok beberapa penceramah terkenal
negeri ini suka menyerang orang atau meremehkan
masyarakat ataupun malah mengkritik bhikkhu-
bhikkhu senior lain? Meski misalnya dibayar pun,
saya takkan bisa menghormati bhikkhu-bhikkhu
macam begitu.”
Luang Pu menjawab,
“Itu semua adalah tingkat pengetahuan dan
pemahaman mereka. Mereka berbicara sesuatu
yang sejalan dengan tingkat pengetahuannya.
Lagian, nggak ada tuh orang yang mau bayar
kamu. Kalau kalian tidak mau menghormati, ya
nggak usah hormati. Mereka pun, mungkin, juga
tidak peduli.”

40. Bhikkhu yang Makan dari Para Arwah


Lazimnya, Luang Pu suka mendorong para
bhikkhu dan samanera untuk menjalankan praktik
dhutanga--mengembara bermeditasi di hutan-
hutan serta menjalankan laku asketik. Suatu
waktu, manakala sejumlah besar murid-murid
beliau--yang senior maupun yang yunior--hadir
dalam suatu persamuan, Luang Pu menyarankan
agar mereka pergi mengasingkan diri di rimba-
rimba belantara, hidup di gunung atau di dalam
gua-gua guna menggiatkan intensitas latihan
mereka. Beliau berkata bahwa tempat-tempat
semacam itu akan meningkatkan spirit mereka.
Lalu ada satu orang bhikkhu nyeletuk, “Luang
Pu, saya tidak berani pergi ke tempat-tempat
semacam itu. Saya takut dimangsa hantu.”

76 SINAR DHARMA
DHARMA TEACHING

Luang Pu langsung menyergah,


“Mana pernah ada hantu memangsa bhikkhu? Yang mengikutinya serta memuja guru tersebut. Dan
terjadi justru adalah para bhikkhu yang memangsa akhir-akhir ini, malah banyak penceramah terkenal
hantu--dan ini terjadi secara besar-besaran. yang merekam ceramah Dhammanya dan dijual ke
Camkanlah. Hampir semua barang persembahan seluruh penjuru negeri.
dari umat itu tujuannya adalah untuk dana parami Suatu kali ada satu wanita yang membawa banyak
bagi para arwah keluarga dan leluhur mereka: para sekali kaset rekaman dari seorang penceramah
orangtua, kakek-nenek, kakak-adik dari umat-umat terkenal agar bisa diperdengarkan ke Luang Pu,
tersebut. Sedangkan kita ini apa? Apakah kita para namun beliau tidak pernah mendengarkannya.
bhikkhu sudah bertindak layak? Kualitas batin apa Salah satu alasannya adalah karena beliau itu
yang kita miliki agar bisa layak berbagi parami dari semenjak lahir tiada pernah punya tape
(pahala) dengan para arwah tersebut? Hati-hati, ataupun radio. Atau, kendatipun misalnya beliau
jangan sampai kalian itu malah jadi bhikkhu yang punya, beliau takkan paham bagaimana cara
memangsa para arwah.” menghidupkannya. Sampai akhirnya suatu saat
ada seseorang datang, membawa sebuah tape
41. Bagus, tapi... dan memutar kaset-kaset rekaman itu untuk
Sekarang ini ada banyak peminat meditasi yang didengarkan oleh Luang Pu. Setelah itu ia meminta
jadi meluap-luap semangatnya ketika ada guru-guru komentar Luang Pu.
atau pusat-pusat meditasi baru. Sebagaimana para Beliau lalu berkata, “Bagus. Penceramah ini
penggemar lotere yang jadi bersemangat ketika punya cara cantik dalam mengekspresikan dirinya,
ada bhikkhu peramal nomor, atau penggemar jimat dan ia punya begitu banyak kata-kata. Akan tetapi
yang meluap-luap terhadap para bhikkhu pembuat kok saya sama sekali tidak bisa menjumpai isinya.
jimat sakti, begitu pula para penggemar vipassana Setiap kali engkau mendengar ceramah, kau
jadi meluap-luap terhadap guru vipassana. Banyak harus bisa memperoleh citarasa studi, praktik dan
sekali dari mereka ini, manakala berguru pada realisasi (pencapaian). Demikian itu, baru ada
satu guru tertentu, lalu menyanjung-nyanjung sang isinya.”
guru dan kemudian membujuk orang-orang untuk
Bersambung ke edisi berikutnya …

SINAR DHARMA 77
INSPIRASI

Selama dua millennium lamanya sebuah kisah ke dalam rahim istri Raja Subahu. Akhirnya lahirlah
cinta yang legendaris telah dilestarikan. Tak banyak seorang putra tampan yang diberi nama Sudhana,
diketahui orang, tetapi kisah cinta tersebut terabadikan karena merupakan putra dari Raja Dhana-Subahu.
di mahakarya bangsa kita, Candi Borobudur. Ya, itu Seiring bertambahnya usia, Sudhana belajar
adalah kisah Kinnari Jataka yang tercantum dalam membaca dan menulis, ahli dalam delapan macam
kitab Mahavastu, Divyavadana dan Pannasa Jataka, ujian. Ia adalah anak yang istimewa dan cakap.
merefleksikan keromantisan legenda Arthurian Beranjak dewasa, ia juga ahli dalam lima macam
sekaligus kisah-kisah fantastis bagai Arabian Nights. seni, pun cakap dalam berlatih mengembangkan
Tokoh dalam kisah itu bernama Sudhana dan kekuatan. Pangeran juga ahli dalam berbagai macam
Manohara, dua nama yang diingat sepanjang masa pengetahuan. Ayahnya memberinya gadis-gadis istana
oleh karena kesetiaan cinta mereka yang indah. Tak untuk menghiburnya.
hanya itu, mereka berdua adalah kelahiran lampau
Bodhisattva Siddharta dan Yasodhara, istri yang Upacara Yajna Sang Raja
selalu setia menemani selama 500 kali kelahiran dan Daerah kekuasaan Raja Subahu bertetangga
4 asankhyeyya kalpa lamanya. Buddha menceritakan dengan kerajaan Simhapura tempat Raja Sucandrima
kisah tersebut untuk menjelaskan bahwa tidak dalam yang agung dan bajik berkuasa. Raja Sucandrima
kehidupan kali ini saja memenangkan cinta Yasodhara, berniat untuk mengadakan upacara korban
tetapi juga pada kehidupan-kehidupan lampau yang (yajnadvata) dengan mengorbankan semua jenis
tak terhitung lamanya. hewan yang ada di muka bumi. Beliau memerintahkan
Di suatu waktu di masa lampau, di Hastinapura, para pemburu dan nelayan untuk menangkap semua
Uttarapanchala, hiduplah seorang raja bernama makhluk hidup, baik yang berkaki maupun tak berkaki,
Dhana-Subahu Adiccavamsa dengan istrinya Candadevi. yang hidup di darat maupun laut. Para pemburu dan
Beliau adalah raja yang agung dan bajik. Kerajaannya nelayan akhirnya berhasil menangkap semua jenis
sangat subur, indah dan makmur serta juga didukung makhluk hidup, kecuali seorang Kinnari (elf / fairy).
oleh seorang devaputra yaitu Raja Naga Janmachitra Setelah hewan-hewan kurban selesai ditata,
(Jambucitta) yang menambah kemakmuran kerajaan raja naik ke altar, melepas semua pakaian, menyalakan
tersebut. Namun ada satu yang kurang yaitu tak kunjung dupa dan mengundang para resi dari empat penjuru
mempunyai anak. Para brahmana menyarankan untuk yang ahli dalam meditasi pun memiliki kekuatan sihir
berdoa pada para dewa. Raja Subahu lalu memohon yang hebat dan dapat terbang di udara. Undangan
pada Deva Siva, Varuna, Kuvera, Vasudeva dan para itu berhasil, para resi datang ke altar pengorbanan
dewa lainnya. dengan terbang lewat udara. Raja Sucandrima
Mendengar permohonan yang tulus dari sang gembira dan bersujud di hadapan mereka, memohon
raja, Bodhisattva Siddharta yang pada saat itu terlahir para resi untuk melihat apakah hewan-hewan kurban
sebagai dewa di Surga Trayastrimsa (Tavatimsa), masuk yang diberikan sudah lengkap. Namun para resi
78 SINAR DHARMA
78 / SINAR DHARMA
INSPIRASI

tersebut menjawab, “O raja, pengorbanan anda Dengan mantra ini engkau tak dapat bergerak, engkau
kurang seorang Kinnari.” terikat, Kinnari!” Manohara menjerit ketakutan dan
Raja langsung memerintahkan para berusaha lari, namun tak bisa bergerak ataupun
pemburunya untuk menangkap seorang Kinnari. menghilang disebabkan karena pengaruh mantra dan
Seorang pemburu yang paling kuat dan berani bernama rantai Amogha, sedangkan teman-temannya karena
Phalaka (Pundarika) dipilih untuk menangkap Kinnari takut langsung terbang menghilang.
di Himalaya. Phalaka adalah pemburu yang pernah Phalaka yang melihat wajah dan tubuh
menolong Raja Naga Janmachitra dari sergapan Manohara yang indah berniat menyentuhnya, namun
seorang brahmana yang ahli menangkap naga dengan Manohara berkata, “Pria dari kalangan rendah!
mantra-mantra. Di Himalaya, Phalaka melihat tempat Jangan pernah berani menyentuhku, aku tidak
pertapaan seorang resi. Ia kemudian menghormat, ditakdirkan untuk menikahimu. Karena aku hanya
duduk dan berbincang-bincang dengan sang resi. pantas bagi seorang raja yang mulia, engkau tidak
boleh meletakkan tanganmu pada tubuhku.” Phalaka
Penangkapan berkata bahwa apabila tidak menyentuhnya, maka
Kemudian ia mendengar nyanyi-nyanyian Manohara akan melarikan diri. Manohara berjanji tidak
yang sangat merdu yang belum pernah didengarnya akan melarikan diri dan menyerahkan pada Phalaka
selama ini. “Tuan, siapakah yang menyanyikan lagu hiasan kepala yang dapat memberinya kekuatan.
merdu ini? Apakah para putri deva atau para putri Phalaka yang sebenarnya berasal dari Hastinapura ini
naga?” Resi menjawab, “Suara ini bukan nyanyian bermaksud memberikan Manohara sebagai hadiah bagi
putri deva ataupun putri naga, tetapi nyanyian para pangeran Sudhana, namun karena di bawah perintah
putri Kinnari.” Raja Simhapura, akhirnya ia membawa Manohara ke
Namun Phalaka merasa heran karena ia Simhapura dan menaruhnya di altar kurban.
mendengar nyanyian tetapi tidak melihat para Raja Sucandrima sangat puas dan memberi
penyanyinya. Resi kemudian menjelaskan padanya, banyak imbalan pada Phalaka. Ketika semua sudah siap
“Di utara tempat pertapaan ini, ada danau bernama untuk acara pengorbanan, ia mengundang para raja,
Brahmasabha yang besar dengan teratai warna warni termasuk Raja Subahu di Hastinapura. Raja Subahu
yang harum (utphala kumuda). Di sana putri dari meminta Sudhana untuk pergi memenuhi undangan
Druma, raja para Kinnara, yang bernama Manohara, tersebut. Pangeran Sudhana tiba di Simhapura
dari Gunung Kailash sedang di danau teratai itu, bersama raja-raja lainnya. Sudhana adalah yang paling
ditemani oleh 500 Kinnara dan Kinnari.” tampan.
Phalaka bertanya pada sang resi bagaimana
caranya agar para Kinnari tersebut tunduk di bawah Sudhana dan Manohara Jatuh Cinta Pandangan
manusia. “Bila mereka dibelenggu oleh mantra Pertama
maka tidak akan dapat menghilang,” jawab sang Begitu melihat putri Kinnari di atas altar
resi. Resi yang baik hati itu memberitahukan cara- kurban, dalam diri Sudhana langsung muncul rasa cinta
cara menangkap Kinnari karena tidak menduga kalau agung (nipatitam) dan Manohara juga langsung jatuh
Phalaka sebenarnya ingin memburu Kinnari. Setelah cinta pada Sudhana. Seperti yang Bhagava sabdakan:
mempelajari semua cara itu, Phalaka langsung pergi “Hidup bersama-sama di kehidupan lalu dan karena
ke kolam tempat para Kinnari mandi dan bernyanyi. kebajikan dalam kehidupan kali ini, cinta ini lahir
Karena terlalu bersenang-senang dalam bagaikan teratai di atas air.” Mereka saling jatuh cinta
bermain alat musik dan bernyanyi, para Kinnari tidak pada pandangan pertama.
sadar kalau ada pemburu yang mendekat. Di sana, Sudhana terpukau melihat kecantikan
Manohara, yang paling cantik dan suaranya paling Manohara dengan segala ornamennya yang indah,
merdu, berhasil diikat oleh Phalaka dengan rantai memiliki 18 kecantikan seorang wanita, bermata
Amogha pemberian raja Naga Janmachitra disertai biru, bibir bagaikan permata dan buah Bimba, hidung
pembacaan mantra nama (satyavdkyena): “Engkau, mancung, lengan panjang, perut dan pinggang langsing
putri Raja Druma yang agung, raja para Kinnara.

SINAR DHARMA 79
SINAR DHARMA / 79
INSPIRASI

Kinnari. Ia tidak lagi memikirkan dunia


Kinnara karena cintanya pada Sudhana.
Mengikuti anjuran Sudhana, Raja Sucandrima
melakukan pengorbanan yang mulia yaitu
memberikan dana makanan dan minuman
pada para petapa, pengemis, brahmana
dan pengelana. Ketika acara pengorbanan
selesai, Sudhana dan Manohara kembali ke
Hastinapura.
Ketika Sudhana dan Manohara tiba
di istana, mereka disambut dengan sangat
meriah. Sudhana kini sama sekali tidak
mempedulikan gadis-gadis istana, ia hanya
mencintai Manohara saja.

Intrik Kerajaan
Di kerajaan Hastinapura, ada dua
orang brahmana, yang satu setia pada
Raja Subahu dan yang satu lagi setia pada
Pangeran Sudhana. Yang setia kepada raja
Subahu telah diangkat menjadi Purohita
dan hidup berkelimpahan. Ketika Pangeran
Sudhana berniat untuk mengangkat brahmana
yang setia padanya sebagai Purohita juga,
brahmana yang telah menjadi Purohita
serta berambut hitam mengkilap. Dalam diri Sudhana menjadi sirik dan menyusun rencana untuk
“muncul ikatan cinta, bagaikan bulan yang murni dan tanpa menggagalkan pengangkatan itu.
noda terpantulkan di atas air..., tidak mudah dikendalikan, Tepat pada saat itu di wilayah
.. bagaikan petir yang menyambar dari awan mendung, maka kerajaan terjadi pemberontakan oleh
cinta menyambar Sudhana ketika ia melihat kemolekan orang-orang gunung yang merupakan para
Manohara yang bagaikan bulan.” (Divyavadana) perampok. Brahmana Purohita berpikir ini
Sudhana kemudian bertanya kenapa semua makhluk adalah saat yang tepat untuk mencelakakan
hidup itu ditaruh di altar. Raja Sucandrima menjawab bahwa Sudhana. “Karena Sudhana yang muda telah
mereka akan dijadikan kurban. Sudhana bertanya, “Apa menjadi pria dewasa, pun bangga akan
manfaat yang didapat dari pengorbanan ini? Apa kebaikan yang kekuatan dan keberaniannya, Baginda dapat
timbul dari perbuatan ini? Apakah ada keberuntungan yang mengirimnya bersama bala tentara,” demikian
datang dari pengorbanan yang terdiri dari pembunuhan semua hasutnya. Raja menyetujui, Sudhana juga
makhluk hidup ini?” Raja menjawab bahwa dengan menjadi menyanggupi.
kurban, hewan-hewan itu akan masuk surga, demikian pula Ketika Sudhana hendak menyusun
Raja sendiri akan masuk surga. rencana mengatasi pemberontakan, ia
“Yang Mulia, tidakkah pandangan Anda ini adalah melihat Manohara sehingga perintah ayahnya
pandangan salah? Hukum tertinggi Dharma (parama-dharma) dengan segera terlupakan. Bahkan bukan
adalah tidak menyakiti (ahimsa). Membunuh bukanlah hanya itu, ribuan kewajiban di kerajaan
Dharma, menghindari pembunuhan adalah Dharma. Mencuri dicampakkannya, ribuan tugas diabaikannya.
bukan Dharma, menghindari pencurian adalah Dharma. Akibatnya penduduk dan kepala provinsi
Melekat pada nafsu sensual bukanlah Dharma, menghindari protes pada Raja Subahu. Raja kemudian
kemelekatan nafsu sensual adalah Dharma. Minum minuman menyampaikan keluhan ini pada Sudhana dan
yang memabukkan bukan Dharma, menghindari minum- memintanya untuk mengembalikan Manohara
minuman seperti itu adalah Dharma... Jalan dari 10 Tindakan ke tempat asalnya. Namun karena sungguh-
Bajik (dasa-kusala) adalah Dharma. Yang Mulia, mereka yang sungguh mencintai Manohara, Sudhana
mengikuti jalan 10 Tindakan Salah akan terlahir di neraka. menolaknya. Atas saran dari brahmana
Mereka yang menjalankan 10 Tindakan Bajik akan terlahir Purohita, raja akhirnya mengambil cara yang
di surga. Tindakan Yang Mulia lakukan sekarang ini (kurban) lebih lembut yaitu Sudhana diperbolehkan
bukanlah jalan yang membawa ke surga, tetapi ke neraka.” bersama dengan Manohara tetapi harus lebih
Raja Sucandrima dan raja-raja lain akhirnya menerima dahulu mengatasi pemberontakan. Sudhana
nasihat Sudhana dan melepaskan para kurban itu. Manohara menyanggupinya dan hanya meminta izin
sang putri Kinnari jatuh ke tangan Sudhana, demikian juga bertemu ibunya sebelum pergi berperang.
dengan hiasan kepala yang dapat memberi kekuatan pada Sudhana memberikan hiasan kepala Manohara
80 SINAR DHARMA
80 / SINAR DHARMA
INSPIRASI

pada ibunya dan meminta untuk tidak memberikannya kotanya di Himalaya. Ia akhirnya sampai di Himalaya
pada Manohara, kecuali pada saat genting. dan menoleh ke belakang melihat kota Hastinapura.
Mengetahui bahwa Bodhisattva dalam wujud Di Himalaya, di tepi sungai Sutlej, dua orang
pangeran akan pergi berperang, Mahadevaraja pemburu, Utpalaka dan Malaka, sedang berburu rusa.
Vaisravana memerintahkan jendralnya, Yaksha (ogre) Melihat Manohara, mereka beranjali dan bertanya,
Panchika, untuk membantu Sudhana menaklukkan “Mengapa, putri, engkau melihat sekeliling dan ke
para pemberontak tanpa pertumpahan darah. manakah engkau hendak pergi?”
Panchika kemudian memimpin pasukan bersenjata “Aku merindukan dua hal: tuanku (Sudhana)
yang bertubuh sangat besar dan gagah menuju dan rumah dari para manusia. Aku melihat ke bawah
benteng para pemberontak. Panchika memerintahkan ke arah Sudhana namun aku terpaksa kembali ke
para pemberontak untuk membuka gerbang benteng Nirati.” Para pemburu mengatakan, ”Pangeran
agar Sudhana dapat masuk. Karena sebenarnya yang Sudhana memiliki wanita-wanita dari Kuru dan
dibenci para pemberontak adalah menteri-menteri Pancala. Ia akan bersenang-senang dengan mereka; ia
raja, bukan Sudhana yang bajik, mereka bersedia tidak akan mengingatmu.” Mendengar itu, Manohara
membuka gerbang. Sudhana kemudian berhasil menjawab mereka dengan lantang: “Aku dapat
mengatasi pemberontakan itu dengan cara damai dan memikat pangeran Sudhana dengan satu pandangan
diplomatis. dan satu senyuman. Meskipun ia tumbuh sebesar gajah
Malam harinya raja bermimpi dan menanyakan aku masih memiliki kekuatan untuk mengikatnya.”
artinya pada brahmana Purohita. Sang brahmana Ia kemudian memberikan cincinnya pada para
tahu bahwa mimpi itu adalah pertanda baik, namun pemburu dan berkata, “Jika Pangeran Sudhana datang
dengan licik dan niat jahat ia mengatakan bahwa mencariku, berikanlah padanya cincin ini sebagai
mimpi itu pertanda bahwa raja akan kehilangan tanda dan katakanlah atas namaku. Katakan padanya.
tahtanya dan hidupnya terancam, sehingga perlu ‘Kembalilah, engkau berada di jalan yang sulit yang
ritual yang mencakup para brahmana yang cakap berada di luar jangkauan manusia.’ Karena sudah
dalam Veda serta darah dari makhluk-makhluk magis merupakan takdirku untuk berpisah dengan para
untuk menyucikan raja. Raja berkata, “Semua ini bisa manusia.” Setelah itu Manohara menyeberangi sungai
dilakukan, tetapi darah dari makhluk magis sangatlah Sutlej tanpa kakinya menyentuh permukaan sungai.
langka.” Purohita kemudian mengatakan bahwa ada Akhirnya Sudhana kembali ke kerajaan.
satu makhluk magis tinggal di istana, yaitu Manohara. Mengetahui putranya berhasil menaklukkan para
“Purohita, janganlah berkata demikian karena hidup pemberontak, raja menjadi gembira. Sudhana dengan
Sudhana bergantung padanya,” jawab raja. Namun segera mencari Manohara. Ia tidak menemukan
dengan kata-kata yang licik dan menggoda, raja Manohara, dengan berlari ke mana-mana ia mencari
akhirnya menyetujuinya dengan pertimbangan masih dan berteriak, “Manohara! Manohara!” Para gadis
bisa mencarikan istri lain bagi Sudhana. istana menceritakan keseluruhan kisah pada Sudhana.
Ketika mendengar hal ini, gadis-gadis istana Menyadari betapa kejamnya sang ayah, Sudhana pergi
bersuka ria karena mereka juga ingin merebut cinta ke ibunya dan berkata, “Berpisah dengannya membuat
Sudhana. Mereka menceritakannya pada Manohara. pikiranku sangat sedih. Manohara selalu berada
Rasa sakit, takut dan sedih mendera Manohara. Ia di dalam pikiranku, menyenangkan pikiranku dan
langsung menghadap sang ratu, ibu mertuanya. Ratu merupakan kebahagiaan batinku.” Ibu ratu kemudian
berkata, “Putriku, aku diminta memberimu hiasan menceritakan mengapa dan bagaimana ia membiarkan
kepala ini apabila hidupmu dalam bahaya.” Manohara Manohara pergi kembali ke Himalaya. Lalu sang ibu
ingat bahwa sebelumnya raja juga pernah memohon berusaha menghibur mengatakan masih banyak gadis
padanya untuk kembali ke kota Nirati, kota para lain di istana. Sudhana dengan lantang menjawab
Kinnara. Dengan hati yang perih, rindu dan terpaksa ibunya, “Ibu, bagaimana aku bisa bahagia apabila
karena masih sangat mencintai Sudhana, ia akhirnya tidak menemukannya?”
memutuskan untuk pergi. Raja Subahu juga berusaha membujuknya untuk
melupakan Manohara, “Putraku, janganlah berpikir
Kepergian Manohara tentang Kinnari itu lagi. Engkau memiliki banyak wanita
Dengan membawa perhiasan-perhiasannya, dan aku bisa mendapatkan ribuan wanita lagi untukmu.
Manohara meninggalkan istana. Para gadis pelayannya Bersenang-senanglah dengan mereka. Apa arti Kinnari
menangis sedih. Para penduduk Hastinapura itu bagimu? Engkau adalah manusia.” Raja kemudian
mengantar kepergian Manohara. Di kanan dan kiri ia memerintahkan tempat tinggal pangeran didekorasi
disambut oleh tangan-tangan yang ingin bersalaman dan para gadis istana untuk menghibur Sudhana agar
dan ribuan wanita mengantarnya dengan berbagai ia melupakan Manohara. Gerbang-gerbang istana
karangan bunga. Ketika Manohara sudah dekat dengan dijaga ketat. Sudhana sangat kecewa dengan tindakan
altar kurban, dengan kekuatan hiasan kepalanya ia ayahnya ini.
akhirnya terbang pergi melarikan diri kembali ke Sudhana akhirnya bertemu dengan pemburu

SINAR DHARMA 81
SINAR DHARMA / 81
INSPIRASI

yang jernih bagai kristal, lalu yang dipetiknya di sepanjang


bertemu dengan Uppalaka dan perjalanan, maka ada jejak
Malaka. Sudhana bertanya, yang membekas. Di sepanjang
“Tuan-tuan pemburu, apakah perjalanan terlihat untaian bunga
kalian melihat seorang wanita dan hiasan telinga yang dirangkai
dengan kulit agak gelap, memakai oleh Manohara, sehingga mereka
perhiasan, pakaian mahal dan dapat menemukan arah ke mana
membawa rangkaian bunga yang Manohara pergi. Mereka mengikuti
harum?” berbagai macam ornamen yang
Mereka menjawab, terjatuh di tanah.
“Perempuan yang kamu cari sudah Semakin dalam masuk ke
lama perginya. Ia menyeberangi Himalaya, semakin banyak batu-
sungai dan telah sampai di batu berharga yang mereka jumpai.
Himalaya. Ia menitipkan pesan Mereka melihat gunung-gunung
pada kami, , ‘Jika ada seorang emas dan perak, melihat sepasang
pria bernama Sudhana mencariku, Kinnari yang terbang menghilang,
o para pemburu, berikanlah mendengar suara nyanyian Kinnari,
cincin milikku ini sebagai tanda auman singa, macan dan beruang.
dan rangkaian bunga talisa yang Mereka juga mendengar jeritan
harum ini. Ia adalah suami, tuan dan suara-suara Yaksha (goblin),
dan pemilikku. O para pemburu, Rakshasa (ogre), Pisaca (imp),
sambutlah tuanku atas namaku. dan Kumbhanda (dwarf). Mereka
Mohonlah agar ia kembali ke melihat ratusan jenis tanaman
Hastinapura, karena sudah obat dan para penyihir (wizard
merupakan takdirku untuk hidup – vidyadhara).
di dunia yang terpisah darinya.”
Dengan sangat gembira, Bertemu Resi Kasyapa
Sudhana menerima rangkaian Di perjalanan mereka
bunga tersebut dan memegang menemukan pertapaan resi
cincin sambil berkata, “Aku Kasyapa tempat sang resi dan
(hanya memiliki dua pilihan), para pengikutnya tinggal. Setelah
mati atau bertemu kembali memberi hormat, Sudhana dan
dengan Manohara.” pengiring berdiri di hadapan
Phalaka dan menanyakan di mana ia Kedua pemburu berusaha mereka. Sang resi berpikir,
bertemu dengan Manohara. Setelah menghalanginya dengan berkata “Pangeran ini pastilah baik dan
mengetahuinya, ketika petang tiba bahwa masih banyak wanita di bajik karena bisa datang ke
ia keluar dari jalan yang tidak ada Hastinapura. Namun ini sama pertapaan ini. Ini adalah tempat
penjaganya. sekali bukan keinginan Sudhana. yang tidak mudah dicapai.” Resi
Ia telah bertekad menemukan kemudian mempersilakan mereka
Quest for Manohara Manohara lalu pergi menyeberangi masuk, duduk dan menawari buah-
Sudhana berhasil sungai Sutlej. Para pemburu buahan.
meninggalkan istana Hastinapura menemaninya karena takut kalau Resi bertanya alasan
secara diam-diam ditemani oleh raja bakal marah kepada mereka mereka datang ke Himalaya.
pengiringnya yang setia, Vasantaka, karena meninggalkan Sudhana Sudhana bertanya, “Tuan, apakah
pergi ke Himalaya mencari sendirian dalam perjalanan yang anda melihat seorang wanita cantik
Manohara. Dengan pikiran yang berbahaya. Mereka kemudian lewat?” “Ya, aku melihatnya.”
sangat merindukan Manohara, di bersama-sama menyeberang dan Resi menjelaskan bahwa wanita
sepanjang perjalanan ia bahkan pada saat itu terdengar auman tersebut memang pernah singgah
menanyakan keberadaan sang singa dan gajah, rusa-rusa dan di pertapaan itu, lalu Resi meminta
Kinnari itu pada lebah-lebah, ular burung-burung mengikutinya. agar Sudhana kembali pulang
dan pohon-pohon yang tentu saja Setelah sampai di karena merupakan perjalanan yang
tidak dapat menjawabnya. Sudhana seberang, mereka mendengar berbahaya bagi seorang pangeran
mengabaikan kehidupan yang nyanyian para angsa, desisan untuk pergi sampai sejauh itu.
gemerlap dan tidak memikirkan ular dan nyanyian merdu para Namun Sudhana menjawab,
gadis-gadis istana yang sangat Kinnara. Mereka mendaki “Tuan, aku tidak dapat kembali
banyak. pegunungan Himalaya. Karena lagi. Melalui jalan yang sama yang
Setelah sampai di lereng Manohara waktu kembali ke Manohara lalui, aku akan pergi ke
Himalaya, ia melihat sungai Sutlej Nirati merangkai bunga-bunga sana juga.” Resi menjawab, “Jalan
82 SINAR DHARMA
82 / SINAR DHARMA
INSPIRASI
DUNIA BUDDHIS
Kinnari berbeda dengan jalan manusia. Bahkan burung- pengiring pangeran menuju kota Nirati, kediaman
burung tidak dapat memasuki jalan para Kinnari, raja Druma (Dumaraja), raja para Kinnara, sedangkan
apalagi para manusia?.... tempat tersebut, o pangeran, Sudhana harus seorang diri menempuh perjalanan ke
tidak dapat dicapai oleh langkah manusia. Maka dari kota Raja Druma. Ketika pagi tiba, Sudhana terbangun
itu, kembalilah. Ayahmu adalah penguasa 60.000 mendengar suara langkah kaki raja kera yang
kota. Bukankah seharusnya pangeran menyibukkan seperti singa. Ia langsung keluar melihat raja kera
dirinya dengan menikmati kesenangan yang agung? Ia mempersembahkan buah-buahan pada Resi.
tidak dapat pergi ke tempat yang tidak bisa dicapai Resi Kasyapa berkata padanya raja kera, “O
ini.” Resi juga menyampaikan pesan Manohara yang raja para kera, berikanlah padaku sebuah imbalan
meminta pangeran untuk kembali karena jalan ke yang baik.” Raja kera menyanggupinya. Resi Kasyapa
kota Druma adalah jalan yang berbahaya dan penuh melanjutkan, “Bimbinglah tiga pengiring pangeran ini
rintangan, namun kali ini ada yang ditambahkan oleh ke kota Nirati, kota Raja Kinnara Druma.”
Manohara, bahwa apabila Sudhana tetap bertekad
maju terus, maka ada berbagai macam instruksi harus Perjuangan Sang Pangeran
dipenuhi untuk mengatasi berbagai macam rintangan Raja kera kemudian meninggalkan pertapaan
yang akan terjadi. menggendong para pengiring Sudhana di punggungnya.
Sudhana segera mengikuti semua instruksi Melewati satu puncak ke puncak gunung yang lain, dari
Manohara. Ia mendapatkan mantra-mantra, ramuan hutan ke hutan yang lain, akhirnya sampailah di kota
penyembuh, busur dan panah, permata, racun, Nirati di puncak Kailash.
kecapi dan kapak besi. Namun Resi berkata, “O Sedangkan Sudhana berjuang seorang diri
pemuda, mengapa engkau menyusahkan dirimu tanpa mengenal takut. Ia melewati sepuluh gunung
sendiri? Meskipun Manohara penting bagimu, dengan di utara Himalaya. Di gunung-gunung itu ia bertemu
sendirian, engkau pasti kehilangan nyawa.” dengan berbagai macam makhluk magis. Sudhana
Pangeran Sudhana tetap pada tekadnya dengan gagah berani menaklukkan makhluk-makhluk
menjawab, “Aku lebih memilih mati daripada tidak berkepala banteng [minotaur], berkepala kambing
bisa menemui Manohara. Resi agung, aku pasti akan [satyr], Rakshasha (ogre) Pingala. Di sebuah goa
pergi, mengapa? Dengan kekuatanku yang hebat ini ia menaklukkan ular yang sangat besar dan kuat.
mengapa aku mesti memiliki pendamping? Bukankah Dengan busur dan panah ia menaklukkan ular hitam
seorang pria harus yakin pada dirinya bahwa ia akan yang mengerikan. Ketika melihat makhluk berwujud
dapat menyeberangi gelombang laut yang besar? banteng (minotaur) menyeruduk satu sama lain, ia
Jika seorang makhluk yang berani berjuang sampai mematahkan tanduk mereka agar bisa lewat. Dengan
titik darah penghabisan, tidak ada keluhan apabila kecakapannya ia mengalahkan dua orang terbuat dari
terjadi luka-luka ataupun rasa sakit.” Kata-kata itu besi (golem) yang memegang senjata mengerikan.
menggetarkan batin Resi sehingga akhirnya tidak Rakshasa dengan mulut besi ditaklukkannya dengan
menghalang-halanginya lagi. Resi adalah seorang kapak besi. Berulangkali ia berhadapan dengan Yaksha
yang terberkahi dan memiliki welas asih. (goblin) dan Rakshasha. Ia menyeberangi sungai yang
Resi Kasyapa kemudian memberitahu penuh dengan buaya.
Sudhana agar bermalam di pertapaan menunggu
datangnya para kera. Pemimpin para kera itu sering
membawakan buah-buah segar untuk Resi Kasyapa.
Resi akan meminta raja kera untuk membawa

SINAR DHARMA 83
SINAR DHARMA / 83
INSPIRASI

Di sungai Buaya, dengan tegar ia mengalahkan berpakaian. Menangis tersedu-sedu ia melemparkan


para Rakshasha. Di goa Kupu-Kupu ia menaklukkan dirinya ke atas kaki orang tuanya sambil berkata,
berbagai macam setan. Di perairan Kesedihan, Sudhana “Ia yang di Jambudvipa, yang adalah suamiku telah
mengikat mulut para monster air. Di area yang bernama datang. Namanya adalah Sudhana dan merupakan
Kesamaan, ia berperang sihir dan mampu mematahkan seorang pangeran, putra tunggal Raja Subahu.”
mantra-mantra dari seorang penyihir hebat Ayahnya kemudian menghiburnya, “Putriku, tidaklah
(Vidyadhara), dengan bantuan para Naga. Di lembah mungkin bagi manusia untuk kemari.” Manohara
Tangisan dan Tertawa, ia menaklukkan para Kinnari. Di menjawab, “Tidak, ayah, karena ia nyata-nyata
sungai Ular dan Kekayaan, ia membuat ular-ular saling datang.” Ayahnya bertanya apakah Manohara melihat
menyerang satu sama lain dan senjata-senjata saling sendiri Sudhana. Manohara menjawab ia sendiri tidak
menyerang satu sama lain dengan sihir dan mantra- melihat atau mendengar Sudhana, namun ketika
mantra. Rintangan terakhir adalah ia harus mengatasi mandi cincin dari Sudhana jatuh ke pangkuannya.
500 orang Yaksha. Sudhana berhasil melewati semua Raja Druma memanggil para Kinnara
rintangan berbahaya tersebut dengan kekuatan, pembawa air dan bertanya apakah mereka melihat
keberanian dan tekadnya untuk mendapatkan kembali seorang pria ketika dalam perjalanan membawa
Manohara, sang pujaan hati. air. Mereka menjawab, “Yang Mulia, kami melihat
pemuda Kinnara yang tampan dan menarik dengan
Di kota Nirati tiga temannya di tepi kolam teratai.” Druma
Kota tersebut seluruhnya dibangun dari emas kemudian berpikir, “Ini pasti pangeran suami
dan dikelilingi seribu taman, dengan kolam-kolam Manohara. Bagaimana ia bisa datang ke tempat
teratai yang berhiaskan batu-batu berharga, pagar- ini?”
pagar dan jalan setapak yang juga terbuat dari batu- Raja Druma bertanya pada Manohara apakah
batu berharga. Mereka berhiaskan beraneka macam ia harus memohon pangeran untuk masuk ke istana.
bunga. Kapal-kapal kecil yang gemerlap oleh akrena Manohara menjawab, “Ia datang karena cintanya
permata mengambang di kolam-kolam. Kota tersebut padaku dan ia sangat menghormati ayahnya,
dipenuhi ribuan hutan yang penuh dengan berbagai meskipun ia ditahan di istana oleh ayahnya. Ketika
macam bunga, daun dan buah. Di sana mereka melihat Sudhana ditahan di istananya aku pergi keluar dan
ribuan pasangan Kinnara yang cantik dan tampan yang segera setelah bebas ia langsung pergi menemuiku.”
sedang bermain dan memainkan alat musik, pun ada Druma, raja para Kinnara, langsung memberi perintah
yang menyanyikan lagu merdu di sekeliling Manohara. pada menteri-menterinya untuk mendekorasi seluruh
Sudhana bertanya pada sepasang Kinnari, istana dan memerintahkan para Kinnnara untuk
“Festival apa yang sedang dirayakan di kota?” Mereka menyambut menantunya.
menjawab, “Hari ini bukanlah festival namun hari Manohara dengan memakai pakaian dan
libur, putri dari Raja Kinnara Druma, Manohara, ornamen yang indah, pergi menemui Sudhana,
setelah bertahun-tahun akhirnya kembali... kota ditemani oleh ribuan Kinnara yang memainkan alat-
ini bersukacita. Maka dari itu diadakan pesta ini.” alat musik. Ketika melihat Sudhana, ia bernamaskara
Melihat mereka membawa kendi air, Sudhana bertanya di bawah kakinya dan menyentuhnya dengan wajah
mau di bawa ke mana air-air itu. Mereka menjawab, dan rambutnya. Dengan penuh keagungan, Sudhana
“Manohara akan mandi agar bau manusia hilang dari dijamu masuk ke istana Raja Druma. Ketika melihat
tubuhnya.” penampilan Sudhana yang tampan, menarik dan
Pangeran diam-diam menaruh cincinnya ke gagah sempurna, Raja Druma merasa takjub. Muncul
dalam kendi air terakhir. Ketika Manohara mandi, keinginan untuk menguji menantunya. Bodhisattva
cincin itu jatuh dari pangkuannya. Melihat cincin Sudhana tentu memiliki ketrampilan di semua bidang
itu ia mengenalinya. “Pangeran Sudhana datang keahlian. Dengan keterampilan berpedangnya yang
mencariku.... Bagaimana bisa ia mencapai tempat luar biasa, ia mampu memotong pilar-pilar besar
yang tidak bsia didatangi ini?” Dengan terburu-buru ia yang terbuat dari emas menjadi serpihan sekecil biji.

84 SINAR DHARMA
84 / SINAR DHARMA
INSPIRASI

Dengan keahlian memanahnya ia membuat anak Sudhana telah kembali. Tentu saja Raja Subahu
panah menembus tujuh pohon, tujuh drum dan sangat gembira. Raja Subahu dan Ratu, para
tujuh babi hutan tanpa mengenai tubuh hewan- menteri, gadis istana dan para penduduk, semuanya
hewan tersebut sehingga tidak melukai mereka. berlari ke taman kerajaan menemui Sudhana.
Raja Druma semakin takjub dan ia Sudhana bernamaskara di bawah kaki ayah
memberikan ujian terakhir dengan menempatkan dan ibunya. Manohara juga melakukan hal yang
Manohara di antara ribuan Kinnari yang wujudnya sama. Pangeran Sudhana dengan segala keagungan,
sama persis dengan Manohara. “Pemuda, datang bersama-sama ayahnya memasuki Hastinapura.
dan kenalilah Manohara.” Dengan tekad dan Berdiri di samping ayahnya, ia menceritakan
ucapan kebenaran, Sudhana berkata, “Siapa yang keseluruhan kisahnya pada penduduk kota. Raja
merupakan putri raja Druma, orang itulah yang Subahu yang sadar bahwa putranya sekarang telah
merupakan kekasih hatiku, berkat pernyataan berubah, tahu pangeran sekarang telah memiliki
kebenaran ini, Manohara, langkahkan kakimu ciri-ciri pria sejati dengan kekuatan dan keberanian
ke depan.” (Divyavadana). Manohara dengan yang luar biasa, akhirnya menyerahkan mahkota
segera maju ke depan. Para Kinnari kemudian kerajaan pada putranya itu. Sudhana berkata pada
berkata, “Yang Mulia, karena pemuda ini memiliki dirinya sendiri:
kekuatan yang sempurna, kegagahan yang “Aku bertemu dengan Manohara dan
sempurna, pria sejati, dan keberanian yang luar mendapatkan kekuasaan seorang raja, pastilah
biasa maka pantaslah menjadi suami Manohara... merupakan buah dari kebajikan di masa lampau.
berikanlah Manohara padanya.” Raja Druma Maka dari itu, sekarang aku akan berbuat amal dan
menyetujuinya dan berkata, “Pemuda, aku berikan mempraktikkan tindakan bajik.” (Divyavadana)
Manohara padamu.... jangan pernah engkau “Maka dari itu biarlah semua pria, setelah
meninggalkannya.” meninggalkan kebodohan, ia bersatu dengan
Setelah selama beberapa tahun tinggal di semua yang dicintai olehnya, pada saat ini Sudhana
kota para Kinnari, menikmati berbagai hiburan dan bersatu dengan Kinnari Manohara.” (Mahavastu)
bersenang-senang, mulai muncul keinginan dalam
diri Sudhana untuk pulang ke rumah. “Manohara, Penutup
engkau tahu bahwa aku adalah putra satu-satunya Raja Suddhodana adalah Raja Subahu. Ratu
dari orang tuaku, disayangi dan dicintai oleh Maya adalah ibu dari Sudhana. Chandaka adalah
mereka. Karena cintaku padamu, tanpa pamit Vasantaka pengikut Sudhana. Putra Siddharta,
aku meninggalkan orang tuaku dan melepaskan Rahula adalah pemburu Uppalaka. Ananda adalah
semuanya agar dapat menuju tempat ini. Kini, pemburu yang satunya lagi, Malaka. Mahakasyapa
beritahukanlah ayah dan ibumu bahwa aku akan waktu itu adalah Resi Kasyapa yang berada di
kembali ke Hastinapura.” Himalaya. Raja kera di Himalaya tak lain adalah
Manohara menyampaikan hal ini pada Kanthaka, kuda Siddharta. Maudgalyayana waktu
orang tuanya. Raja Druma menyetujuinya. Ia itu adalah Raja Naga Janmachitra. Ayah Yasodhara
memerintahkan Yaksha bernama Yambhaja untuk adalah Raja Druma, raja para Kinnari.
membawa menantu dan pengiringnya, beserta Bhagava berkata, “Lagi-lagi, o para
Manohara ke Hastinapura, juga berbagai macam bhiksu, kalian akan berpikir bahwa pada waktu
batu-batu berharga. Yambhaja membawa mereka itu Pangeran Sudhana adalah orang lain, kalian
kembali ke taman istana Hastinapura. Sudhana seharusnya jangan berpikir begitu. Mengapa? Aku,
merasa sangat gembira kembali ke kota asal yang o para bhiksu, pada waktu itu adalah pangeran
disayanginya. bernama Sudhana. Kalian mungkin berpikir bahwa
pada waktu itu Manohara adalah orang lain. Kalian
Happily Ever After seharusnya jangan berpikir demikian. Mengapa?
Setelah mengadakan pencarian ke mana- Yasodhara, o para bhiksu, pada waktu itu adalah
mana namun tidak menemukan Sudhana, Raja Kinnari Manohara. Kemudian, juga setelah melalui
Subahu berpikir bahwa putranya telah mati. Sebab banyak perjuangan, aku memenangkan dirinya.”
itu memerintahkan untuk mengadakan ritual Banyak orang mengatakan cinta itu
kematian bagi pangeran. Semua rakyat Hastinapura indah, namun bagaimana sebenarnya cinta yang
juga berpikir sama. Ketika penjaga taman melihat indah itu? Bisa selalu bersama-sama mengarungi
Sudhana, Manohara dan tiga temannya, serta 500 kali kelahiran selama 4 asankhyeyya kalpa
banyak batu-batu berharga, mereka dengan lamanya, itulah yang baru dinamakan cinta yang
segera masuk ke istana Hastinapura dan melapor. benar-benar indah dan menakjubkan. Sudhana
“Semua baik-baik saja. Karena Pangeran Sudhana dan Manohara telah memberikan contoh bagi kita
telah kembali.” Semua orang menjadi gembira semua. Ternyata cinta itu tidak sekadar nafsu,
mendengarnya. tetapi juga merupakan dukungan kebersamaan
Penjaga taman memberitahu raja bahwa dalam mengarungi Jalan Bodhisattva.
SINAR DHARMA 85
85 / SINAR DHARMA
Setiap menjelang pergantian tahun sistem
kalender lunisolar, masyarakat Tionghoa
dari berbagai wilayah berbondong-bondong
mempersiapkan diri menyambut datangnya tahun
baru, yang juga pertanda awal datangnya musim
semi. Imlek yang artinya Penanggalan Bulan,
menjadi agenda tapak kehidupan bangsa Tionghoa
dalam mengarungi detak-detik jam, hari, bulan
dan tahun. Setelah beraktivitas sepanjang tahun,
mereka pun menginginkan adanya rehat sejenak,
reuni, dan menjalin kebersamaan.
Dalam sisi keagamaan, semua orang dapat
Bagi masyarakat Tionghoa, Tahun Baru merayakan Imlek sambil menjalankan ibadahnya
Imlek (selanjutnya kita sebut Imlek) disikapi tanpa harus merasa adanya perbenturan. Memang
dengan segudang pengharapan yang sarat akan pada dasarnya Imlek bersifat inklusif dan kultural,
makna. Semua diekpresikan dalam bentuk- sehingga dapat dijalankan oleh siapa saja.
bentuk simbolik, seperti misalnya dalam legenda
munculnya penyebutan kata Nian (Tahun). Konon Sebagian orang menganggap Imlek juga sebagai
pada zaman dahulu di suatu daerah muncul seekor hari raya umat Buddha. Benarkah demikian?
makhluk (dalam wujud seperti barongsai) yang Sebagaimana telah dijelaskan di atas, Imlek bukanlah
memakan hasil panen dan mencelakai penduduk perayaan yang bersifat keagamaan semata-mata.
desa. Penduduk desa menjadi ketakutan dan Namun bila dilihat secara historis, agama Buddha
hanya dapat menghindari kejaran Nian dengan pernah menjadi agama utama yang dianut oleh
menaruh makanan di depan pintu rumah mereka. sebagian besar masyarakat Tiongkok sejak lebih dari
Namun suatu saat mereka melihat bahwa Nian seribu tahun lamanya. Maka baik secara langsung
lari ketakutan karena melihat seorang anak maupun tidak langsung, Imlek menjadi bagian
kecil mengenakan baju berwarna merah. Sejak integral yang dirayakan oleh para umat Buddha
itulah setiap menjelang pergantian tahun baru, di Tiongkok, sehingga Imlek dipandang identik
masyarakat Tionghoa akan memasang pernik- dengan hari besar agama Buddha. Apalagi ada pula
pernik, seperti kertas merah, lampion dan lain yang mengaitkannya dengan hari lahir Bodhisattva
sebagainya, dengan nuansa merah. Pada sisi Maitreya. Menurut alm. Master Yinshun, ketetapan
lain, nuansa merah dalam kebudayaan Tiongkok hari kelahiran Bodhisattva Maitreya pada tanggal
memang mewakili simbol Yang (positif). tanggal 1 bulan 1 Imlek bukanlah kejadian historis.
Hal ini ada kaitan dengan antusiasme pengharapan
Imlek dikaitkan sebagai hari raya keagamaan, agar Maitreya dapat secepat mungkin muncul di
khususnya sebagai bagian dari hari besar agama dunia yang sedang mengalami kemerosotan, yang
Konghucu. Namun pada sisi lain, Imlek juga mana masa tercepat tentu saja adalah jatuh pada
merupakan seremonial bagi semua lapisan tanggal 1 di awal bulan dan tahun baru. Terlepas dari
masyarakat Tionghoa secara lintas batas tanpa masalah kebenaran historis atau tidak, penyambutan
memandang sisi agama, suku dan budaya. Oleh dan pengharapan demikian itu dapat memberi efek
karena itu, Imlek dapat mengemban peran semangat dan keceriaan yang sangat sepadan dengan
menjadi perayaan unilateral dan simbol persatuan. nuansa Imlek.
Salah satu indikatornya dapat dilihat bahwa pada
akhirnya ia dapat diterima sebagai hari libur Selanjutnya, bagaimana semestinya umat Buddha
dan dirayakan secara nasional di Indonesia. Ini memaknai perayaan Imlek itu sendiri? Pada dasarnya
tidak semata-mata ditetapkan karena atas dasar semua aspek budaya itu bersifat keduniawian,
toleransi, namun di balik makna Imlek itu sendiri, sedangkan intisari pembelajaran agama Buddha
ia merupakan salah satu simbol yang mewakili adalah menemukan jati diri sejati (Batin Pencerahan)
cita-cita menuju harapan bagi persatuan, yang bersifat transenden. Apakah ini menjadi hal
kebersamaan, kemakmuran dan keadilan sosial yang saling berlawanan? Tentu tidak, karena selama
bagi setiap insan. proses pembelajaran itu, walaupun belum mencapai

86 SINAR DHARMA
tingkatan spiritual yang melampaui duniawi, adat ini sudah terlanjur dicap seolah-olah sebagai
kita tetap dapat mengembangkannya di sela satu keharusan. Alhasil, pada kenyataannya, ada yang
aktivitas keduniawian. Seperti yang dikatakan menjadi tertekan karena harus menyisihkan uang
oleh Master Huineng, “Buddha Dharma berada yang lebih banyak untuk dibagikan. Bukanlah rahasia
di lingkup duniawi ini tidak melepaskan diri dari lagi bila ada yang melakukannya dengan perasaan
kesadaran duniawi, jika menghindari duniawi terpaksa. Ada pula yang terus mengalkulasi berapa
untuk mencari bodhi, maka ibarat mencari tanduk banyak yang telah mereka terima kembali melalui
kelinci.” Seperti saat seseorang mengembangkan anak-anaknya. Kemudian bagi yang mendapatkannya
batin pencerahan dalam meditasinya, ia mungkin akan difoya-foyakan karena merasa sebagai
tidaklah mengekang/menghindar dari gejolak rezeki sampingan. Singkatnya, angpao pada zaman
panca inderanya yang bersifat duniawi, yang sekarang ini diterjemahkan sebagai pelimpahan
dilakukannya adalah mengamati gejolak itu rezeki kepada orang lain dalam bentuk uang. Mungkin
hingga melampaui pemikiran dualitas. amplop merahnya masih merefleksikan bayangan
maknanya, namun meskipun isinya berlembar-
Dari prinsip-prinsip ini, maka adalah lebih lembar kertas berharga, di balik semua ini, angpao
penting bila kita dapat menyinkronisasikan ajaran telah kehilangan esensi aslinya.
Buddha ke dalam pemaknaan Imlek, sehingga
dalam penyambutannya dapat memberikan Alih-alih mengritisinya, akan lebih berarti bila kita
nilai-nilai bermanfaat bagi umat Buddha yang dapat mengaktualisasikan budaya pemberian angpao
merayakannya. Dengan landasan ini, kita dituntun secara Buddhistik. Agama Buddha menitikberatkan
untuk tidak tenggelam dalam histeria dan luapan transformasi pikiran, mengajarkan bagaimana
kegembiraan yang ekstrem terhadap perayaan mengembangkan kualitas batin. Apa yang menjadi
itu. Pada sisi lain, kita dapat turut serta di gejala/fenomena dalam masyarakat umum, bagi
dalamnya dan menerapkannya ke dalam praktik pembelajaran agama Buddha, adalah lebih penting
Dharma, yang di antaranya adalah seperti berikut menerapkan dan mentransformasikannya ke aspek
di bawah ini. spiritual dibandingkan dengan menentangnya secara
fanatik. Penentangan tanpa diiringi bimbingan
1. Dana dan Pemberian Angpao hanya akan berakibat pada metamorfosis pada objek
Sudah tidak asing lagi, bahwa ada satu yang ditentang. Secara kualitas ia tidak mengalami
kebiasaan yang sering kita lihat selama perayaan perbaikan dan hanya berubah wujud saja. Maka dari
Imlek, yakni pemberian angpao (hongbao). Pada itu, sejak ribuan tahun lamanya, umat Buddha dapat
awalnya angpao berbentuk selembar kertas turut serta menjalankan perayaan berbagai tradisi/
merah yang diisi uang logam. Konon pada masa budaya dengan tetap berlatih mengembangkan batin
lalu kertas merah ini sengaja diletakkan di bawah tanpa terjebak dalam ilusi budaya itu sendiri.
bantal anak yang sedang tidur, digunakan untuk Dalam agama Buddha, kita diajarkan untuk
melindunginya dari gangguan makhluk jahat mengembangkan kebajikan. Salah satunya adalah
bernama Sui. Jadi pada saat itu, angpao tidaklah praktik berdana. Dana dapat dipraktikkan dalam
disebut angpao (amplop merah), melainkan berbagai cara yang pada garis besarnya dapat terbagi
Ya Sui Qian (Uang Penindih Sui). Namun karena atas 3 jenis, yakni Dana Material, Dana Dharma dan
nama makhluk Sui ini memiliki kesamaan fonetik Dana Ketentraman. Sesungguhnya praktik dana adalah
dengan kata sui (umur), maka secara berangsur- satu aspek pelatihan yang sangat penting. Tujuannya
angsur angpao pun dimaknai sebagai uang adalah mengikis keserakahan. Sebagaimana
penindih umur. Lalu uang ini diberikan kepada diketahui bahwa keserakahan merupakan akar
anak-anak sebagai simbol agar umurnya tidak
bertambah, yang diartikan tetap dalam masa
muda yang penuh dengan vitalitas. Namun ada
juga yang mengatakannya sebagai simbol ucapan
semoga panjang umur. Kemudian seiring dengan
berjalannya waktu, makna pemberian angpao
semakin bergeser. Memberikan angpao menjadi
agenda wajib selama Imlek, pun dilakukan
dengan sikap tanpa memandang apakah seseorang
memiliki banyak harta atau tidak, apakah ia
seorang pekerja dengan penghasilan pas-pasan,
bahkan bagi seseorang yang hidup serba kurang,

SINAR DHARMA 87
PENGALAMAN DHARMA

penyebab penderitaan semua makhluk. Dana dapat dahulu bahwa tradisi persembahyangan leluhur
menuntun kita terlepas dari kemelekatan dan dapat dalam masyarakat Tiongkok haruslah ditinjau
mengajarkan kita untuk mengembangkan belas kasih dari dua sisi. Pertama, ada sistem kepercayaan
luhur. bahwa arwah dari orang yang meninggal masih
tetap bertahan di dunia ini dalam dimensi alam
Oleh karena itu, apakah pemberian angpao yang berbeda. Kedua, telah tertanam pemikiran
itu dapat bermakna positif atau tidak, kuncinya pada masyarakat Tionghoa tentang pentingnya
terletak pada bagaimana kita menyikapinya dan menjaga garis silsilah keluarga. Akar pemikiran
menerapkannya melalui prinsip Dana. Bila prinsip ini ini telah ada jauh sebelum masa Konfusius.
dapat tertanam dalam batin kita, maka perbuatan
memberikan angpao akan berbuah pada kemajuan Dari dua sisi ini, dapat ditarik benang merah
batin secara spiritual, bukan kemunduran. atas pertanyaan mengapa bangsa Tionghoa
begitu menghormati leluhur dan menekankan
2. Sikap Bakti dan Sembahyang Leluhur pentingnya nilai bakti. Pertama, ada pertalian
Ritual tradisi ini turut mewarnai suasana Imlek. yang berkesinambungan dalam interaksi
Sebenarnya sembahyang kekeluargaan yang berlangsung dari kehidupan ini
leluhur telah dilakukan dan kehidupan lain
oleh bangsa Tiongkok setelah kematian.
sejak ribuan tahun lalu Kedua, karakter
sebelum masuknya diri yang terbentuk
agama Buddha. Karena tersirat dari
fleksibilitas dari agama pepatah kunonya
Buddha dalam menyerap yang mengatakan,
budaya setempat dan “ m e m i n u m
terjadi sinkretisasi air [harus]
antara agama Buddha merenungkan
dengan Taoisme, maka sumber [mata air
sedikit banyak akan itu].” Pengertiannya
terlihat umat Buddha adalah bahwa
tertentu melakukan seseorang dapat
aktivitas ini dengan hidup sejauh ini
anggapan bahwa ini haruslah merefleksi
bernafaskan Buddhisme. Oleh karena itu, ada upaya diri dari mana ia berasal. Dalam hal ini, kita
dari umat Buddha lain yang tidak sepaham untuk diajarkan untuk mengembangkan rasa terima
menentang adat ini dengan alasan mencemari kasih karena telah dirawat oleh orang tua sejak
kemurnian ajaran Buddha. Namun bila ditinjau kita dikandung dan dilahirkan.
lebih dalam, sebenarnya Buddhisme Tiongkok yang Dari penjelasan ini, maka dapat disimpulkan
berpegang teguh pada semangat Buddhisme asli masih bahwa nilai esensi dari persembahyangan kepada
terjaga di dalam komunitas Sangha-nya. Sedangkan leluhur terletak pada rasa hormat dan sikap
fenomena yang terlihat di masyarakat umum adalah bakti terhadap orang tua, atau lebih jauh lagi,
cermin dari masih dipegangnya sinkretisasi antara adalah kepada leluhur. Hal ini menjadi satu nilai
kepercayaan adat, Taoisme, Konfusianisme dan penting yang diteruskan oleh Konfusius, itu juga
Buddhisme. Fenomena ini adalah satu kelumrahan yang kemudian menaikkan pamor Konfusianisme.
yang terjadi pada masyarakat mana pun di dunia ini. Sedangkan dari sisi agama Buddha, bukan saja
Di Thailand yang berbasiskan Buddhisme Theravada, tidak menentangnya, malahan juga memberi
para umat di tingkat masyarakat umum juga tidak apresiasi pada sikap yang tergolong sebagai
dapat melepaskan diri dari aktivitas ritual adat. Di nilai kebajikan ini. Lebih-lebih, nilai kebajikan
Jepang, para umatnya masih melakukan pemujaan ini justru memang merupakan bagian penting
pada dewa-dewa setempat. Di Indonesia pun dari ajaran Buddha. Sebuah terjemahan dari
memperlihatkan gejala yang sama. Lantas apakah Bhiksu AnShiGao mengenai Sutra Bakti pada
ini adalah sesuatu yang harus ditentang dalam era dinasti Han Belakangan menjadi satu
Buddhisme? bukti akurat bahwa ajaran Buddha juga sangat
menekankan pentingnya nilai sikap bakti
Sebelumnya kita perlu memahami terlebih kepada orang tua. Akan tetapi teks terjemahan

88 SINAR DHARMA
88 / SINAR DHARMA
PENGALAMAN DHARMA

AnShiGao ini tidak begitu populer, karena teks orang langsung berpaling dari kepercayaan yang
ini adalah Sutra golongan non-Mahayana yang sudah mengakar. Perlakuan yang lebih ideal dapat
tidak terlalu berkembang di Tiongkok. Namun ditunjukkan melalui pengembangan kebajikan itu
bagaimanapun juga skriptur Buddhisme awal telah sendiri. Dalam hal ini, bimbingan berupa nasihat
memberi sumbangsih pemikiran tentang nilai untuk merawat orang tua dan memperkenalkan
bakti bagi bangsa Tionghoa. Misalnya terjemahan- Dharma akan dapat memberi hasil yang lebih positif.
terjemahan teks Agama Sutra yang di dalamnya Setelah hal ini tercapai, maka kepercayaan arwah
menyinggung tentang sikap bakti, sudah dikenal yang mengakar itu tanpa ditentang pun akan luntur
oleh kalangan praktisi Buddhis di masa itu. dengan sendirinya, yang tentunya tidak perlu terlihat
Madhyama-agama Sutra bagian Sutra ke 64 (Taisho lenyap secara total dalam objek ritualnya, tetapi
1499), menceritakan Gathikara, seorang perumah secara alam berpikirnya telah ditransformasikan ke
tangga yang telah mencapai anagamin dengan dalam mentalitas Dharma. Inilah yang terpenting.
rajin merawat ibunya yang sudah tua dan buta.
Sebaliknya, teks terjemahan dari tradisi Mahayana 3. Perenungan kebajikan Dewa (Devanussati)
justru mendapat sambutan yang luar biasa. Nilai dan Pemujaan kepada Dewa-Dewa
bakti yang menjadi pegangan penting masyarakat Pemujaan kepada dewa-dewa pada umumnya
Tiongkok menemukan bahwa ajaran Mahayana lebih condong ke tradisi Taoisme. Tetapi terhadap
memberi ruang yang lebih luas dalam memaknai suatu objek pujaan, masyarakat Tionghoa tidak
nilai bakti yang lebih hakiki. Kisah “Mulian menolong terlalu mementingkan apakah itu merupakan tradisi
Ibunya” yang merupakan adopsi dari kisah YA Maha agama Buddha, Taois atau pun Konfusianis. Yang
Maudgalyayana menyelamatkan Ibunya menjadi penting adalah objek pujaan itu diketahui sebagai
kisah populer sehubungan dengan nilai bakti objek pembawa berkah. Sebab itu sangat wajar
yang ditunjukkannya. Kemudian Sutra tentang bila rasa syukur dan terima kasih dalam perayaan
Bodhisatva Ksitigarbha juga dikenal sebagai kitab Imlek yang merupakan seremonial dan pertanda
suci yang mewakili nilai bakti, karena di dalamnya kesukacitaan itu diekspresikan dengan melakukan
mengisahkan bagaimana sang Bodhisatva pada pemujaan kepada dewa-dewa. Ini juga merupakan
kehidupan lalunya berupaya menyelamatkan sang bagian dari interaksi Imlek. Sebagai umat Buddha,
ibu yang terlahir di alam neraka. Dalam Brahmajala memberi hormat kepada dewa adalah hal yang baik.
Sutra terdapat ungkapan, “Semua lelaki adalah Di sini dapat kita selaraskan dengan perenungan pada
ayahku, semua perempuan adalah ibuku”, kebajikan-kebajikan dari para dewa (Devanussati
mengajarkan bagaimana kita harus bersikap bakti, / Devanusmrti). Namun umat Buddha tidaklah
tidak pada orang tua pada kehidupan ini saja mengultuskan dewa-dewa, apalagi berlindung
tetapi juga memperlakukan semua makhluk hidup kepada para dewa itu. Tempat berlindung utama bagi
sebagai orang tua sendiri. Semua ini secara tidak umat Buddha tentu adalah Tiga Permata - Buddha,
langsung telah mengantarkan Buddhisme berdiri
kokoh di Tiongkok, meskipun pada sisi lain terdapat
pemahaman salah dari kalangan penentangnya
yang mengatakan bahwa menjalani kehidupan
sebagai bhiksu adalah sikap tidak berbakti. Semua
tuduhan ini dapat dipatahkan dengan seketika itu
juga.

Demikianlah nilai-nilai bakti yang ditunjukkan


dalam agama Buddha turut memberi peran
sehingga agama Buddha menjadi sangat dihargai
oleh bangsa Tionghoa klasik yang sebenarnya
tergolong tidak mudah menerima doktrin dari
luar. Sebab itu tradisi persembahyangan kepada
leluhur sebenarnya memberi nilai positif dalam
arti pemaknaan yang sesungguhnya. Sedang
mengenai sisi kepercayaan tentang arwah yang
masih hidup, ini menjadi prioritas kedua bagi
kita dalam memberikan penjelasan yang benar
dan menyeluruh. Tidaklah mudah membuat

SINAR DHARMA 89
SINAR DHARMA / 89
PERSPEKTIF

Selain dari tradisi-tradisi di atas, masih


terdapat adat kebiasaan lain dari perayaan Imlek,
seperti hidangan kue keranjang, jeruk bali, dan
Dharma dan Sangha. Sebab itu tidak perlu terlalu lain sebagainya. Di sini tentu tidak perlu diberi
mempermasalahkan ketika melihat umat Buddha penjelasan lagi, karena hidangan dalam perayaan
mencari bantuan dengan berdoa di hadapan rupang Imlek ini bersifat adaptatif tergantung interaksi
dewa karena dewa juga memiliki sifat menjunjung dengan masyarakat setempat.
tinggi pembuat kebajikan. Sejauh seseorang
berkomitmen pada perbuatan yang selaras dengan Akhir kata, semoga dalam perayaan Imlek
nilai Dharma, apa yang umat Buddha butuhkan demi setiap tahunnya, kita tidak lupa untuk dapat terus
menyokong kebahagiaan mereka, misal dengan mengembangkan kebajikan yang sesuai dengan
mencari bantuan pada dewa, adalah tergolong semangat ajaran Buddha sehingga tercapailah
wajar, ibarat seorang warga mencari bantuan pada kebahagiaan, baik yang bersifat duniawi maupun
polisi, atau orang miskin mencari pertolongan dari transenden.
orang yang lebih kaya. Mengenai apakah dewa dapat
menjawab doa seseorang atau tidak, ini tentu lain
lagi ceritanya. Namun intinya adalah kita harus
sadar dan tahu diri bahwa nasib kita ditentukan dari
perbuatan kita. Prinsip ini harus tertanam dalam diri
seorang Buddhis.

Dalam kalangan umat Buddha sendiri, Imlek


sebenarnya dirayakan dengan melakukan puja bakti
sesuai lingkup yang ada dalam Buddhisme. Oleh
karena itu, pemujaan kepada dewa-dewa lebih
banyak dari kalangan yang masih menganut sistem
kepercayaan sinkretisme Buddhisme dengan Taoisme.
Tetapi bagaimanapun juga, selama pemujaan itu
tetap dilaksanakan sebagai ekspresi dari luapan
kegembiraan dan rasa syukur, maka itu bukanlah
sikap yang saling bertentangan.

Aktor sekaligus superstar Bollywood Shahrukh Khan pernah


mengunjungi Hunian Tibetan di Bylakuppe untuk meminta berkah
dari Dalai Lama atas filmnya Ashoka The Great yang mengisahkan
riwayat raja Buddhis Ashoka. Khan berperan menjadi Raja Ashoka
di film tersebut. Tak ayal para bhiksupun mengerumuninya. Khan
berharap bahwa film Ashoka yang dibintanginya dapat menyebarkan
pesan cinta kasih dan perdamaian.

Berbicara dengan Indian Express, Khan mengatakan bahwa


ia ingin Dalai Lama melihat film yang diproduksinya itu. “Saya
bukanlah orang yang relijius tetapi saya memiliki rasa hormat
yang besar pada semua agama,” jelas Khan. Selain itu, Khan juga
mengaku gemar sekali membaca buku-buku Dalai Lama. Khan
sangat mengaguminya karena Dalai Lama menghabiskan hidupnya
untuk menyebarkan kedamaian dan cinta kasih. Khan mengatakan
ingin memasukkan aspek-aspek ajaran ini ke dalam filmnya. “Cara
Dalai Lama berbicara (membawakan ajaran beliau) sama seperti
para leluhur kami berbicara,” jelas Khan. Khan juga membawa seta
istrinya Gowri dan anaknya Aryan untuk menemui Dalai Lama.
90 SINAR DHARMA
90 / SINAR DHARMA
Seorang anak laki-laki bermain bersama
seorang anak perempuan. Anak laki-laki itu
mempunyai banyak batu kecil, sedang anak
perempuan mempunyai banyak permen. Anak
laki-laki itu bermaksud menukarkan semua
batunya dengan permen anak perempuan
itu. Anak perempuan itu setuju.
Anak laki-laki itu diam-diam
menyembunyikan batu yang paling
besar dan paling indah, baru kemudian
memberikan sisanya pada anak perempuan
itu. Sedang anak perempuan itu seperti yang
dijanjikannya semula, dia menyerahkan
semua permennya pada anak laki-laki itu.
Malam hari itu, anak perempuan itu tidur
dengan nyenyak, sedang si anak laki-laki
tidak bisa tidur, dia terus memikirkan apakah
anak perempuan itu juga menyembunyikan
banyak permen seperti dia menyembunyikan
batunya.
Sebenarnya, kalau anda tidak memberikan
100%, maka anda akan selalu curiga bahwa
orang lain apa benar memberikan 100%.
Hadapi setiap hal dengan menggunakan hati
100%, lalu tidurlah dengan nyenyak!

SINAR DHARMA 91
SINAR DHARMA / 91
KISAH CHAN

 merambat ke teman-teman yang lain. Jiechen


ingat, dia sendiri menangis dengan sedih,
hanya saja tak tahu mengapa harus menangis.
Setelah kepergiannya, ibu guru dari
kota meminta bantuan orang mengirim permen
untuk kami, setiap anak mendapat jatah 2-3
butir permen.
Ke mana larinya permen itu, Jiechen
tidak ingat. Habis dimakan? Dimakan orang
lain? Atau hilang?
Tetapi kejadian ibu guru memukul
tangan Jiechen dengan penggaris, tetap ingat
Hampir lupa tahun berapa, semestinya hingga bertahun-tahun.
itu adalah peristiwa yang terjadi ketika Jiechen Apakah semua orang itu seperti itu,
berumur 11 tahun. Waktu itu Jiechen masih belum hanya ingat keburukan orang lain, lupa akan
menjadi bhiksu, tinggal di dusun yang terletak kebaikan orang lain.
di gunung kecil, bersekolah di sekolah dasar di Kesedihan atas kepergian ibu guru
gunung itu. Tahun itu, meja dan kursi di sekolah berlangsung selama satu hari penuh.
diganti dengan yang baru. Tentu saja baru di sini Esok harinya, Jiechen berlari dan
hanyalah dalam pengertian relatif dibanding meja bermain ke atas gunung bersama para murid
kursi yang lama. Semua adalah meja kursi bekas yang tidak memanggul tas.
dari kota yang diberikan untuk kami. Di atas gunung terdapat sebatang
Duduk dan bergoyang-goyang tiada pohon tua, ada yang bilang berumur 100 tahun,
hentinya di atas kursi baru, rasanya sangat ada juga yang bilang 500 tahun.
menyenangkan. Kursi yang lama, hanya digoyang Anak-anak senang memanjat dahannya
dengan sedikit tenaga saja sudah akan berantakan. yang besar, lalu melihat rumah masing-masing
Di permukaan meja terdapat banyak bekas coretan yang berada di kejauhan. Tempat ini adalah
para pemakainya yang terdahulu, seperti nama- puncak gunung, setiap dahan pohon dapat
nama siapa saja yang pernah berkunjung, juga ada membuatmu memandang lebih jauh.
coretan huruf-huruf kecil yang sangat rapat, yang Jiechen selama ini tak pernah lupa
mungkin adalah jawaban soal-soal ulangan. akan kejadian jatuh dari atas pohon karena
Penerangan di dalam kelas sangat baik dahan yang dicengkeramnya patah.
karena di atas atap setidaknya ada sepuluh lokasi Saya jatuh ke atas tanah dengan sangat
yang tembus cahaya. keras, terdengar suara tawa orang-orang di
Kami mempunyai seorang guru wanita, sekitar. Saya ingin bangkit berdiri tapi tidak
satu-satunya guru di sekolah kami, semua pelajaran bertenaga. Saya memiringkan kepala melihat
diajarkan oleh beliau. Beliau mudah marah, sering ke samping, semuanya berwarna merah gelap,
memarahi kami selama pelajaran. Suara beliau ada yang menyebut nama saya dengan panik,
lantang, para murid enggan duduk di bagian depan ingatan saya putus sampai di sini.
karena telinga terasa tidak nyaman. Terbangun di dalam ruangan yang
Tidak jelas mulai kapan, ibu guru tiba- penuh bertaburan bau cairan disinfektan, saya
tiba tidak pernah memarahi kami lagi. Kadang melihat beliau yang sedang hamil berbicara
kala malah tersenyum manis memberikan kami dengan dokter. Selama dokter berbicara,
beberapa pujian, bersenandung ketika masuk ke beliau terus menangis.
dalam kelas. Selama pelajaran, beliau duduk di Saya tidak terlalu lama berada
depan jendela sambil menatap terpaku keluar di rumah sakit. Biaya rumah sakit di kota
ruangan, diam tak bergerak sama sekali, sudut sangat mahal. Saya pulang ke rumah, tetap
mulut beliau menampilkan sebuah senyum kecil, minum obat yang sangat pahit. Rasanya ingin
hal ini tak pernah terjadi sebelumnya. memuntahkannya, tapi beliau memberitahu
Akhirnya ibu guru menikah. Suami beliau saya, obat yang sangat mahal ini tidak boleh
bekerja di kota, dengan sendirinya ibu guru harus
mengikuti sang suami.
Di hari kepergiannya, ibu guru menangis.
Seluruh anak di dalam ruangan kelas menatap
dengan lugu, dulu kami yang menangis karena
dimarahi beliau.
Ibu guru berkata, saya akan pergi. Seorang
teman sekonyong-konyong menangis, pelan-pelan
92 SINAR DHARMA
92 / SINAR DHARMA
KISAH CHAN

dimuntahkan, telan sedikit-sedikit, karena Vihara Tianming.


sangat mahal harganya. Apakah hati Ibu juga tiada hentinya menoleh ke
Berbaring beberapa hari di ranjang, belakang seperti saya?
akhirnya pelan-pelan mulai bisa berjalan, Pertanyaan itu menggelayuti Jiechen sedemikian
juga bisa melompat, saya mendengar suara lamanya, namun tidak berani menanyakannya
tangisan bayi. pada para shifu karena tidak terpikir dari mana
Adik saya lahir, saya berumur 12 bisa mendapatkan jawabannya. Tidak semua
tahun. pertanyaan bisa diungkapkan untuk mendapatkan
Selama ini Jiechen ingin bertanya jawabannya. Ada pertanyaan yang jawabannya
pada beliau, “Pernah ada orang yang mau harus dicari sendiri.
mengambil adik sebagai anak angkat, tetapi Pernah terpikir untuk berganti memakai
mengapa Ibu justru mengirim saya ke vihara di jubah umat perumah tangga lalu pergi mencari
atas gunung?” orang yang tidak dikenal untuk menanyakan
Setiap tahun hanya 1-2 kali bertemu jawabannya, mungkin saja umat perumah tangga
beliau. Setiap kali bertemu, ingin rasanya lebih memahami masalah duniawi dibanding
bertanya pada beliau. Tetapi selalu saja para bhiksu. Tapi akhirnya tidak jadi pergi juga.
muncul perasaan yang tak bisa diungkapkan Katakanlah pergi pun, berapa banyak orang yang
yang menyebabkan Jiechen tidak mampu tahu Jiechen adalah bhiksu?
membuka mulut. Bhiksu bingung digelayuti masalah duniawi,
Masih ingat, waktu pertama kali naik apakah ini hal yang aneh? Sebenarnya tidak aneh.
ke atas gunung, beliau berjalan di depan. Bila berdasarkan kriteria Sutra, mungkin saja
Saya berkata, selanjutnya saya tidak ini adalah hal yang aneh, tapi kalau menurut
akan memanjat pohon lagi. kriteriamu, mungkin ini cuma sebuah masalah
Beliau tidak menjawab, juga tidak kecil.
menoleh ke belakang, hanya menggenggam Perbedaan antara kau dan aku tak lebih hanya
tangan saya kuat-kuat. Samar-samar masih sebuah aksara saja!
terbayang, saya dengan sekuat tenaga Di malam hari juga sering tidak bisa tidur,
berusaha melepaskan diri dari genggamannya. sembunyi-sembunyi mengeluarkan buku di bawah
Beliau menatap saya dengan serba salah, ingin ranjang yang tidak seharusnya dibaca oleh bhiksu,
menggandeng tapi tidak berani. mencari jawaban, sejilid dua jilid, tidak ada hasil
Ada orang yang ingin melepaskan sama sekali.
diri dari genggamanmu, karena dia ingin Beranggapan dengan bermeditasi menenangkan
meninggalkan dirimu; ada juga orang yang batin bisa mendapatkan jawabannya, tetapi
ingin melepaskan diri dari genggamanmu, jawaban itu juga tidak pernah didapatkan. Jiechen
karena membenci dirimu yang tidak bersedia selama ini menganggap pelatihan dirinya masih
menggenggamnya. kurang.
Saya ingat ketika bersujud di depan Suatu hari menonton televisi di vihara, sinyalnya
shifu, tidak ingat berapa kali menggerakkan kurang bagus, tidak seperti di kota yang sudah
kepala menyentuhkan kening ke lantai, yang memakai televisi kabel. Hanya bisa menerima
saya tahu hanyalah waktu itu tidak ada satupun beberapa stasiun pemancar, juga banyak bintik-
gerakan kepala yang saya lakukan secara suka bintik putih. Terdengar di televisi ada orang sedang
rela. bertanya, “Anda ingin tahu apa jawabannya?”
Terdengar desahan suara shifu, shifu Jawaban yang tidak mampu dipahami di dalam
manggut-manggut tanpa bersuara, sedang ibu ruang Chan akhirnya ketemu di sini.
tertawa sambil menangis. Saat itu juga Jiechen tidak bingung lagi.
Berdiri di bawah pintu vihara, melihat Menghadapi masalah yang tidak bisa diubah
beliau membalikkan badan dan pergi menjauh, hasilnya, jelaslah bahwa jawaban itu sudah bukan
itulah untuk pertama kalinya kami berpisah. hal yang penting lagi.
Beliau tidak menoleh ke belakang, saya Sudah tidak ada kebencian, apa itu benar-benar
yang menoleh, berjalan mengikuti shifu yang kekosongan? Mengapa demi beliau harus berlari di
cacat tangannya, memasuki tempat yang tanah bersalju? Ternyata masih ada rasa cinta!
sebelumnya bukan dunia saya. Sudah tidak ada kebingungan? Tentu saja masih
Bulu angsa yang melayang mengikuti ada, hanya saja Jiechen menyembunyikannya di
hembusan angin, kecil dan tidak berarti, lubuk hatinya.
dengan lembut menempel di atas papan nama Mengelus-elus bekas luka di kepala yang hampir
merenggut nyawa Jiechen, sudah tidak begitu
kentara, ini persoalan waktu saja.

SINAR DHARMA 93
93SINAR
/ SINAR DHARMA
DHARMA / 93
FIKSI BUDDHIS

melintasi jalan menanjak ini.”


55. PERUMPAMAAN MENJADI PEMANGKAS
Dua orang itu menjawab, “Apa yang akan kamu
JANGGUT RAJA
berikan pada kami sebagai gantinya?”
Dahulu kala ada seorang raja, mempunyai seorang
Pendorong gerobak menjawab, “Tidak ada yang
pendamping yang berani mengorbankan dirinya
saya berikan untuk kalian.”
untuk menyelamatkan nyawa raja dalam suatu
Dua orang itu lalu membantunya mendorong
pertempuran melawan pasukan musuh. Raja merasa
gerobak hingga tiba di jalan mendatar, kemudian
sangat senang dan bermaksud memberinya hadiah
berkata kepada pendorong gerobak, “Berikan
dengan mengabulkan keinginan pendampingnya itu.
benda itu kepada kami.” Dijawab, “Tidak ada.”
Raja bertanya, “Sebutkan apa yang kamu inginkan,
Dua orang itu lalu menjawab, “Kalau begitu
saya pasti akan mengabulkannya.”
berikan tidak ada itu pada kami.”
Pendampingnya menjawab, “Kalau Baginda
Salah satu dari dua orang itu berkata sambil
ingin memangkas janggut, biarkan hamba yang
tertawa, “Dia tidak mau memberi, jangan terlalu
memangkasnya.”
dipikirkan.”
Raja menjawab, “Kalau ini bisa memuaskan
Tetapi orang yang satu lagi masih bersikeras,
keinginanmu, saya akan mengabulkannya.”
“Dia memberi kita ‘tidak ada’, pasti ada barang
Orang yang sangat bodoh ini menjadi bahan
yang namanya ‘tidak ada’ itu.”
tertawaan banyak orang. Ingin menjadi penguasa
Temannya berkata, “Yang dinamakan ‘tidak
separuh negeri atau menjadi Perdana Menteri, Raja
ada’, hanyalah gabungan dari dua kata, adalah
pasti akan mengabulkannya, tetapi orang ini justru
sebuah nama semu.”
mengharapkan jabatan yang kecil dan tak berarti.
Orang-orang awam di dunia ini bersikeras
Demikian pula orang bodoh di dunia ini. Semua
melekat pada nama semu ‘tidak ada’, menganggap
Buddha harus berlatih diri dengan keras dan berat
‘tidak ada’ itu benar-benar nyata dan berusaha
dalam kalpa yang tak terhingga lamanya baru bisa
mengejarnya, sehingga akhirnya justru melekat
berhasil mencapai Penerangan Sempurna. Bila dapat
pada ‘tidak ada’ yang semu itu dan terlahir di alam
berjumpa dengan Buddha dan dapat mendengarkan
kehampaan (alam ke-3 Arupabhumi – Alam Brahma
Dharma yang dibabarkan Buddha, bagi seorang
Tiada Bentuk).
manusia ini adalah hal yang sangat berharga.
‘Tidak ada’ yang disebutkan oleh orang kedua
Ibaratnya penyu buta yang setiap 100 tahun sekali
dari dua orang yang membantu mendorong gerobak
muncul mengapung ke atas permukaan laut dan saat
adalah menunjuk pada ‘tiada bentuk’, ‘tiada
muncul itu kepalanya tepat masuk ke dalam lubang
keinginan’ dan ‘tiada perbuatan’.
sebuah papan kayu yang juga terapung di permukaan
laut.
Penjelasan Tambahan:
Sulit bisa mendengarkan Buddha Dharma, namun
Nama semu yang dibabarkan oleh Buddha
kini bisa mendengarkannya; sulit terlahir sebagai
memiliki dua makna. Pertama, segala sesuatunya
manusia, namun kini terlahir sebagai manusia. Dua
pada awalnya tidak bernama, adalah manusia
hal yang sulit didapatkan ini kini sudah didapatkan,
yang kemudian memberikan nama untuk setiap
namun sangat disayangkan keinginan mereka yang
fenomena yang ada. Jadi nama itu hanyalah sebuah
bodoh itu sangat tidak berarti, mereka sudah
rangkaian huruf dan ucapan, bukan sesuatu yang
puas dengan hanya menjalankan sedikit Sila, tidak
benar-benar nyata. Inilah yang disebut: apalah
mempelajari lebih lanjut Dharma menakjubkan yang
arti sebuah nama!
dapat mengantar ke Nirvana. Bahkan kemudian
Kedua, setiap fenomena (bentuk) di alam
melakukan hal-hal yang bertolak belakang dengan
semesta ini tidak memiliki inti yang dapat
Dharma dan merasa puas dengan hal-hal tidak benar
berdiri sendiri, segala sesuatunya adalah saling
yang mereka lakukan itu.
berketergantungan, bergantung pada kondisi,
bersifat kekosongan. Karena setiap bentuk
56. PERUMPAMAAN MEMINTA ‘TIDAK ADA’
fenomena tak lebih hanya merupakan gabungan
Dahulu kala ada dua orang yang melakukan
atau rangkaian yang saling berketergantungan,
perjalanan bersama. Mereka melihat seseorang
jadi mereka sebenarnya tidak dapat berdiri sendiri
sedang dalam kesulitan mendorong sebuah gerobak
secara nyata, sebab itu nama yang diberikan juga
berisi wijen di sebuah jalanan yang menanjak.
hanya merupakan sesuatu yang semu.
Orang yang mendorong gerobak berkata kepada
Bila telah sepenuhnya memahami makna ‘tiada
dua orang itu, “Tolong bantu saya mendorong gerobak

94 SINAR DHARMA
94 / SINAR DHARMA
DHARMA TEACHING

bentuk’ maka akan mencapai kondisi ‘tiada keinginan’


terhadap segala sesuatu yang bersifat duniawi,
dengan demikian ‘tiada perbuatan’ menanam benih
kelahiran dan kematian yang dilakukan. Inilah yang
disebut sebagai ‘tiada bentuk’, ‘tiada keinginan’
dan ‘tiada perbuatan’.
Tetapi juga bukan berarti ada suatu kondisi nyata
tentang ‘tiada bentuk’, ‘tiada keinginan’ dan ‘tiada
perbuatan’ yang bisa kita dapatkan, atau sesuatu
yang ‘kosong’ yang dapat kita capai. Karena dengan
mengejar ‘kekosongan’ sebagai kondisi ‘kosong
hampa tak ada apapun’, maka kita sama seperti
orang bodoh yang meminta ‘tidak ada’.
Dengan kata lain, ‘tiada bentuk’, ‘tiada keinginan’
dan ‘tiada perbuatan’ ataupun ‘kekosongan’ itu
adalah kondisi tingkatan batiniah yang tidak lagi
terpengaruh oleh faktor-faktor eksternal duniawi
yang dapat menyeret kita tenggelam dalam samudera
penderitaan.

57. PERUMPAMAAN MENENDANG MULUT


SESEPUH
Dahulu kala ada seorang sesepuh yang kaya raya
dan terhormat. Orang-orang di sekitarnya berharap
dapat mengambil hati orang kaya itu, mereka semua
sangat menghormatinya.
Ketika sesepuh kaya itu meludah ke tanah,
orang-orang yang melayaninya segera menginjak
dan mengeringkan ludahnya. Ada seorang bodoh
yang selalu kalah cepat menginjak ludah sesepuh ingin mengambil hati Anda pasti dengan segera
itu. Oleh sebab itu dia berpikir, “Kalau menunggu menginjaknya. Saya juga ingin menginjaknya
sesepuh membuang ludah ke tanah, pasti kalah tetapi setiap kali selalu kalah cepat. Sebab itu,
cepat dengan orang lain. Jadi saya harus lebih dulu ketika ludah masih belum terbuang keluar dari
menginjaknya sebelum dia meludahkannya.” mulut, saya mengangkat kaki dan menginjaknya,
Sebab itu, ketika sesepuh akan meludah, semoga ini dapat menyenangkan hati Anda.”
orang bodoh itu segera mengangkat kakinya dan
menendangkannya tepat ke mulut sesepuh itu, Segala sesuatunya harus menunggu waktu yang
alhasil bibir sesepuh sobek dan giginya patah. tepat. Jika waktunya belum tiba tetapi tetap
Sesepuh kemudian bertanya pada orang bodoh bersikeras melakukannya, justru hanya akan
itu, “Mengapa kamu menendang mulut saya?” menyusahkan diri sendiri. Karena itulah, kita harus
Orang bodoh menjawab, “Kalau menunggu Anda tahu apakah waktu dan kondisi itu telah matang
meludah ke tanah, orang-orang di sekitar yang atau belum.

SINAR DHARMA 95
SINAR DHARMA / 95
BERPIKIR BUDDHIS

Semua makhluk di dunia secara kompak dirasakannya. Dari semua contoh di atas
akan menjawab bahwa kebutuhan paling dapat kita lihat bahwa semua orang mengejar
utama dalam hidup ini adalah sebuah kebahagiaan di ujung segala usaha yang
“kebahagiaan”. Dalam segala bentuk mereka lakukan. Tetapi apakah mereka benar-
kegiatan sehari-hari, apa yang dilakukan benar berbahagia?
setiap orang adalah mengejar kebahagiaan.
Seorang pelajar tentu saja mengejar nilai- “Apakah kita berbahagia?” Pertanyaan
nilai bagus. Nilai sebuah kelulusan adalah ini sangat sederhana. Uniknya, pertanyaan
sebuah nilai kebahagiaan bagi dirinya. yang terdengar sangat sederhana ini akan
Seorang pedagang akan selalu mengejar dijawab sangat beragam sesuai kondisi setiap
transaksi yang mendatangkan uang. orang saat pertanyaan ini diajukan kepadanya.
Karena dengan semakin banyaknya uang Apabila saat itu yang bersangkutan sedang
yang diperoleh, semakin banyak pula yang mengejar impiannya, maka dia akan katakan
bisa didapatnya dengan uang tersebut. belum bahagia, namun akan menjadi bahagia
Oleh karena itu, mendapatkan uang yang satu saat ketika impiannya itu tercapai. Sedang
kemudian dapat dipakainya untuk memenuhi untuk orang yang baru saja mendapatkan apa
keinginan adalah sebuah kebahagiaan bagi yang diinginkannya, akan mengatakan dia saat
pedagang itu. Seorang remaja yang sedang itu sangat berbahagia. Sebaliknya, apabila dia
dirundung cinta akan berusaha untuk mengalami kegagalan tidak mencapai apa yang
mendapatkan perhatian dari lawan jenisnya. diinginkannya, dengan sedih akan mengatakan
Apabila cintanya mendapatkan tanggapan bahwa dirinya tidak bahagia. Kalau memang
maka kebahagiaan yang tak terhingga akan demikian adanya, apakah berarti kebahagiaan

96 SINAR DHARMA
96 / SINAR DHARMA
BERPIKIR BUDDHIS

itu adalah sebuah hal yang sangat bergantung pada masih belum mendapatkan mobil, selama itu pula dia
kondisi dan tidak memiliki rumus yang pasti? selalu bermimpi dan berharap dapat segera membeli
mobil yang diidam-idamkan. Selama kurun waktu ini
Untuk menjawab pertanyaan ini, marilah kita hidupnya penuh dengan penderitaan mengejar yang
lihat apa yang telah kita lakukan selama ini. Seringkali disebut sebagai kebahagiaan mendapatkan mobil.
kita berpikir dan merasa bahwa apabila mempunyai
keinginan yang bisa dikejar, maka kebahagiaan akan Ketika pada akhirnya dia telah membeli mobil itu,
menyertai kita. Sebaliknya, apabila tidak mempunyai kebahagiaan tak terhinggalah yang dirasakannya.
keinginan maka hidup kita akan menjadi hambar Dielus-elusnya mobil itu selama berhari-hari
dan tidak berkembang. Inilah yang ada dalam seakan–akan sebuah permata tak ternilai yang
pengertian sebagian besar dari kita. Kalau memang begitu lama diidam-idamkan yang sekarang telah
kita berpikir seperti ini, secara tidak langsung dapat hadir di depan mata dan menjadi miliknya. Selama
dikatakan bahwa kita selalu mengejar bayangan berhari-hari dinaikinya mobil itu dengan bangganya.
diri kita sendiri. Ketika kita menganggap keinginan Dibersihkannya setiap hari dari segala macam
adalah bayang-bayang dari kebahagiaan, maka kita kotoran seakan-akan takut mobil itu cacat, meski
kemudian akan terus berusaha mengejar keinginan sedikit saja.
itu. Ironisnya, bayangan itu selalu menjauhi diri kita.
Sebaliknya apabila kita takut kalau tidak memiliki Setelah berhari-hari, berminggu-minggu, akhirnya
keinginan, maka ibaratnya kita berlari ketakutan perasaannya menjadi netral dan mulai biasa-biasa
dikejar bayangan kita sendiri. Dalam dua kondisi ini saja dengan mobilnya itu. Ledakan kebahagiaannya
kita telah bertindak bodoh dengan tidak menyadari menjadi surut dan batinnya kembali netral. Sampai
dari mana asal mula bayangan itu muncul. suatu ketika melihat bahwa di mobil temannya
terpasang sebuah sound sistem yang mutakhir, dia
Dengan berkenan menenangkan diri dan menyadari juga menginginkan mobilnya dilengkapi sound sistem
kenyataan yang ada, maka takkan sulit bagi kita yang sama. Untuk ini dia harus pula rela melakukan
untuk menemukan bahwa bayangan itu sebenarnya pengorbanan-pengorbanan lebih lanjut.
menempel di kaki kita. Sangat dekat sekali dengan
diri kita. Sehingga apabila kita mengejar dengan Akhirnya kejadian yang sama terulang kembali.
penuh hasrat ataupun melarikan diri dengan rasa Dia mendapatkan apa yang diinginkannya. Sound
takut, bayangan itu akan tetap ada menempel pada sistem baru di mobilnya membuatnya merasa bahagia
diri kita. kembali untuk beberapa minggu atau mungkin
hanya beberapa hari, sampai suatu ketika muncul
Demikanlah sebenarnya keinginan kita itu lagi keinginan lainnya, seperti misalnya muncul
ibarat bayang-bayang kita sendiri yang akan selalu varian mobil baru yang lebih menarik. Sekali lagi
muncul apabila ada cahaya. Dalam hal ini cahaya dia akan melakukan pengorbanan-pengorbanan dan
bisa kita artikan sebagai nafsu keinginan yang menambah penderitaan bagi dirinya hanya untuk
mengandung loba, dosa dan moha. Nafsu keinginan pemuasan nafsu keinginan yang tiada batas. Inilah
ini ada dalam diri kita, tidak bisa kita tolak dan yang disebut kondisi mengejar bayangan yang tidak
berpengaruh sangat besar bagi diri kita. Tetapi akan pernah terkejar.
hendaknya kita belajar menyadari bagaimana cara
memperlakukan nafsu keinginan ini. Kita harus bisa Lalu kebahagiaan itu sesungguhnya ada di
memahami apa yang sebenarnya berlangsung dalam mana? Sebenarnya apabila kita mau meluangkan
diri kita ketika sedang mengejar kebahagiaan. sedikit waktu menengok ke dalam diri sendiri,
Apakah ini sebuah hal yang sangat berharga untuk kebahagiaan itu tidak perlu dicari dengan mengejar
dijalani dalam hidup kita ataukah sebuah kebodohan yang berada di luar. Yang perlu kita lakukan hanyalah
yang sia-sia? mematikan lampu yang menimbulkan refleksi
bayangan itu. Dengan demikian kita tidak akan
Untuk memahami hal ini, marilah kita lihat pernah dikejar atau mengejar bayangan tersebut
ilustrasi berikut. Ketika seseorang menginginkan karena penyebab munculnya bayangan itu telah
sebuah mobil tetapi uang yang dimilikinya tidak padam dan hilang. Lampu ini adalah nafsu keinginan
cukup, maka dengan segala kemampuan yang dalam diri kita yang tidak pernah padam. Selalu saja
dimilikinya dia akan berusaha mencari uang untuk muncul dan berkejaran akibat keserakahan kita
mendapatkan mobil itu. Dia menabung dan melakukan yang tiada henti, kemudian berkembang menjadi
segala macam pengorbanan. Segala aktivitas yang kebencian ketika keinginan itu tidak terpenuhi
disenangi dan menghabiskan uang akan dikorbankan dan akhirnya melakukan hal-hal bodoh yang
untuk menambah jumlah tabungannya. Selama tidak ada gunanya tanpa kita sadari. Inilah yang

SINAR DHARMA 97
SINAR DHARMA / 97
BERPIKIR BUDDHIS

membuat diri kita selalu hidup dalam penderitaan dan tiada henti. Untuk mengubahnya, mulai
yang berkepanjangan karena mencari kebahagiaan sekarang harus kita tanyakan dan pahami, apakah
melalui pemuasan nafsu keinginan. tindakan atau perbuatan kita selama ini sudah benar
dan bermanfaat? Apakah kita akan membiarkan
Tetapi apakah benar kita tidak memperoleh diri terus berputar dalam arus kebodohan dengan
manfaat dari kebahagiaan sesaat yang kita alami berpegangan pada tanha (keinginan rendah) yang
dalam pemuasan nafsu keinginan itu? Inilah hal yang terus mempermainkan hidup kita? Apakah kita
akan kita simak bersama di bawah ini. masih ingin terus menerus mengejar sesuatu yang
tidak ada batas akhirnya demi pemuasan nafsu-
Kita fokuskan perhatian pada apa yang terjadi nafsu keserakahan, kebencian dan kebodohan
ketika mendapatkan apa yang diinginkan. Mengapa dalam kehidupan yang panjang ini?
saat itu kita bisa merasa begitu bersemangat
dan berbahagia? Mengapa kita merasa demikian Semoga dengan pengertian ini kita semua
melambung tinggi dan menyenangkan? Sekarang dapat menyadari kebodohan selama ini, lalu
kita simak kondisi itu dengan cermat. Apakah yang memutuskan untuk segera membebaskan diri dan
hilang ketika kebahagiaan itu muncul? Ah, ya... tidak lagi mempermainkan diri sendiri. Semoga
kita dapat melihatnya sekarang! Keinginan yang pilihan dan usaha kita yang baru dapat membawa
membebani kita selama ini telah hilang bersamaan kepada kebahagiaan yang sesungguhnya dan
dengan terpenuhinya keinginan tersebut. Benar, kita permanen. Dan semoga kebahagiaan kita tidak
telah berhasil menemukan proses muncul lenyapnya diganggu oleh nafsu keinginan lainnya yang lebih
penderitaan dan kebahagiaan. Ketika keinginan halus dan tersamar.
itu muncul, kita menderita; ketika keinginan itu
tercapai, hilanglah penderitaan dan muncullah Namun, apakah dengan demikian kita tidak
kebahagiaan. Namun ketika keinginan berikutnya boleh memiliki keinginan? Tidak boleh mengejar
muncul, lenyaplah kebahagiaan yang sebelumnya kebahagiaan? Dari uraian di atas kita tahu bahwa
dan muncullah penderitaan yang baru. Tanpa kita keinginan menjadi bahagia dengan mengejar
sadari proses ini berlangsung secara terus menerus bayang-bayang di luar diri juga merupakan sebuah
dalam kehidupan kita. Ah ..... alangkah bodohnya penderitaan selama kebahagiaan itu belum
kita selama ini? Inilah yang disebut dalam Empat terwujudkan. Dengan kata lain, selama kita mengejar
Kesunyataan sebagai sumber dukkha, yaitu nafsu keinginan untuk menjadi bahagia itu menunjukkan
keinginan dalam diri kitalah yang menjadikan kita sebenarnya kita belum berbahagia. Sebaliknya,
menderita. ketika kita sudah mencapai kebahagiaan maka kita
berhenti mengejar keinginan, yang berarti bahwa
Kenyataan ini tentu saja tidak bisa diterima ketika kita sudah tidak mengejar keinginan untuk
begitu saja oleh banyak orang. Dalam pikiran menjadi bahagia maka kebahagiaan itu sudah ada
seseorang yang masih dikotori oleh nafsu keinginan dalam diri kita.
yang bersekutu dengan keserakahan, maka akan
timbul sebuah pemikiran: “apabila tidak punya Mungkin bagi sebagian orang, ucapan “tidak
keinginan maka aku akan jadi orang yang pesimis mengejar keinginan untuk menjadi bahagia”
dan tidak bersemangat, juga tidak bisa berkembang adalah sulit dimengerti, pun tak tahu bagaimana
dong.” Orang ini akan takut kehilangan keinginannya menerapkannya dalam kehidupan yang penuh dengan
karena mengira dengan adanya keinginan maka tuntutan dan godaan keinginan-keinginan duniawi
akan bisa menjadi lebih baik dari sebelumnya. ini. Sebenarnya mudah saja memahami ucapan itu.
Demikianlah apapun alasan yang dibuat karena Kalau memang ingin mengejar keinginan, kejarlah
ketakutan akan kehilangan keinginan adalah hal yang keinginan yang dilandaskan pada rasa welas asih
wajar bagi orang yang salah pemikirannya. Ini harus terhadap semua makhluk hidup, itulah keinginan
diperhatikan dan diubah. Kita harus tahu bahwa yang akan mengantar kita pada kebahagiaan yang
kemajuan tidak bisa dicapai dengan keinginan saja takkan pernah padam yang bermanfaat bagi semua
tapi harus dengan usaha. Sedang optimisme bukan makhluk. Nyalakanlah lampu yang bukan berfungsi
muncul dari keinginan tetapi dari pengetahuan dan merefleksikan bayangan kita, melainkan lampu
kebijaksanaan akan apa yang akan dicapai di masa yang menembus kegelapan yang membimbing para
depan. makhluk untuk juga menemukan dan menyalakan
lampu kebijakan serupa di dalam diri masing-
Bukan hal yang mudah bagi diri kita untuk masing.
mengubah hal ini karena telah begitu lama kita
dipengaruhi dan menggantungkan hidup kita pada Semoga semua makhluk yang tersadarkan
nafsu keinginan. Kita mendedikasikan hidup untuk mampu hidup bahagia. Semoga semua makhluk
memuaskan nafsu keinginan kita yang sangat beragam hidup berbahagia .
98 SINAR DHARMA
98 / SINAR DHARMA
JEJAK AGUNG

Bicara tentang Shaolin, setiap orang pasti tahu bukan karena reputasi pencapaian Dharma Yang
tentang ketenaran ilmu bela dirinya, dengan jurus- Ariya miliki, siapa lagi yang berhak menerimanya?”
jurus kungfu mempesona yang diperagakan oleh para Pangeran Punyatara juga memberi jawaban
bhiksu Buddhis. Konon, kungfu Shaolin ini berasal yang sama. Raja merasa sangat puas mendengar
dari YA. Bhiksu Bodhidharma, yang juga dikenal penjelasan kedua pangeran, ini mengindikasikan
sebagai pendiri Buddhisme Chan (Zen) Tiongkok. bahwa dana persembahannya sudah tepat sekali.
Siapakah sebenarnya Bodhidharma? Bagaimana figur Bagi Prajnatara sendiri, ini adalah jawaban yang
ini menaburkan benih metode ajaran Chan hingga tidak pada tempatnya, namun beliau menyadari ini
tumbuh subur dan berpengaruh besar terhadap adalah hal yang wajar karena tidak ada yang sanggup
perkembangan Buddhisme Tiongkok? menangkap maksud sebenarnya dari pertanyaannya.
Berikut di bawah ini mari kita simak kisah Saat raja dan dua pangeran masih terbuai dalam
perjalanan figur Bodhidharma sebagaimana tercatat kepuasan dari apa yang mereka pikir sebagai
dalam Jingde Chuandeng Lu (Catatan Transmisi jawaban yang tepat, tiba-tiba Pangeran Bodhitara
Lentera era Jingde). Kisah-kisah beliau juga angkat bicara.
dikompilasi dari Wudeng Huiyuan (Kompilasi Lima “Ini adalah mustika duniawi, belum pantas
Lentera), Lidai Fabao Ji (Catatan Permata Dharma disebut sebagai yang terunggul.
dari Generasi ke Generasi), dan Zutang Ji (Antologi Di antara semua mustika, mustika Dharma adalah
Aula Sesepuh). yang terunggul.
Ini adalah cahaya duniawi, belum pantas disebut
Pangeran Bijak dari Kanchipura sebagai yang terunggul.
Cuplikan kisah kita awali dari perjalanan Bhiksu
YA. Prajnatara mencari murid penerus.
YA. Prajnatara, sekitar abad ke 5 M, yang sedang
melakukan perjalanan mencari murid penerusnya,
tiba di Kanchipura, ibukota kerajaan Pallava di India
Selatan. Kedatangannya disambut dengan penuh
hormat oleh raja, seorang umat Buddha yang tulus.
Tidak saja haus akan wejangan Dharma dari YA.
Prajnatara, raja bahkan telah mempersiapkan salah
satu pusaka kerajaan yang sangat berharga sebagai
dana persembahan. Akan tetapi, Bhiksu Prajnatara
berkunjung ke Kanchipura bukan demi pusaka
duniawi. Prajnatara yang telah banyak memberi
bimbingan kepada para siswa, sedang mencari
permata yang sejati, yakni seorang siswa penerus
silsilah ajaran pencerahan langsung yang diturunkan
dari Buddha Sakyamuni.
Pusaka kerajaan yang disiapkan oleh raja adalah
sebutir mutiara yang tak ternilai harganya. Saat
raja memberi dana persembahan mutiara ini, tiga
pangeran turut menyaksikannya. Ketiga pangeran itu
adalah Chandravimalatara, Punyatara dan Bodhitara.
Setelah menerimanya, Prajnatara bertanya
kepada tiga pangeran itu, “Lihatlah, mutiara yang
memancarkan cahaya gemilang dan berwujud bulat
sempurna ini, apakah ada mustika lain di dunia ini
yang dapat mengalahkannya?
Pangeran Chandravimalatara segera menjawab,
“Mutiara ini pastilah yang tertinggi nilainya di
antara 7 permata. Tak diragukan lagi, seandainya

SINAR DHARMA 99
SINAR DHARMA / 99
FIGUR BUDDHIS

Di antara semua cahaya, cahaya singkat, tetapi Prajnatara memastikan


kebijaksanaan adalah yang terunggul. telah menemukan apa yang dicari selama
Ini adalah kegemilangan duniawi, ini, sebutir mutiara yang sejati. Namun
belum pantas disebut sebagai yang berhubung belum matangnya kondisi
terunggul. karma saat itu, momen yang sangat
Di antara semua kegemilangan, menentukan dari hubungan guru dan murid
kegemilangan batin adalah yang ini dibiarkannya mengalir begitu saja.
terunggul.”
Bodhitara lalu melanjutkan, Pewaris Mata Dharma Sejati
“Kegemilangan cahaya mutiara Waktu terus berlalu. Tidak lama
tidak bisa memancarkan cahayanya kemudian seantero kerajaan dikejutkan
sendiri, ia harus mengandalkan cahaya dengan berita kemangkatan raja. Sudah
kebijaksanaan. Setelah mengenalinya menjadi rahasia umum bahwa kemangkatan
melalui cahaya kebijaksanaan baru raja yang tiba-tiba biasanya akan diikuti
dapat mengetahui ini sebagai mutiara. dengan hembusan desas-desus tentang
Setelah tahu sebagai mutiara, baru siapa yang berhak menjadi penerus tahta.
bisa menganggapnya sebagai mustika. Desas-desus ini mungkin sangat menarik
Memahaminya sebagai mustika, namun bagi setiap warga kerajaan, tetapi tidak
mustika itu sendiri tidak merasakan bagi Bodhitara. Kemangkatan raja justru
sebagai mustika. Mengetahuinya sebagai semakin menyadarkan dirinya tentang
mutiara, namun mutiara itu sendiri tidak hukum ketidakkekalan. Persaingan dalam
merasakan sebagai mutiara. Mutiara yang berebut tahta menjadi hal yang terasa
tidak menyadari diri sebagai mutiara, harus hambar dan ilusif. Bodhitara memilih
mengandalkan mutiara kebijaksanaan untuk menyendiri dan larut dalam
untuk mengenalinya sebagai mutiara keheningan meditasi. Kesadaran meditatif
duniawi. Mustika yang tidak menyadari terus berlangsung hingga tujuh hari.
diri sebagai mustika, harus mengandalkan Bangkit dari tempat duduknya, Bodhitara
mustika kebijaksanaan untuk memahami melangkah dengan mantap menuju tahta
mustika Dharma. yang lain. Ya, Bodhitara melangkah ke
Karena guru memiliki pencapaian kehidupan tanpa rumah, mencari tahta
Dharma, maka mustika itu pun muncul. sejati yang bersemayam di dalam batin,
Para makhluk hidup yang memiliki batin yaitu kesadaran sempurna tanpa noda
jalan spiritual, demikian juga mustika – kebahagiaan Nirvana. Ia lalu memasuki
batinnya.” pesamuan Sangha menjadi bhiksu.
Jawaban dari Bodhitara seketika itu Setelah ditahbiskan, YA. Prajnatara
juga langsung dipuji oleh Prajnatara. berkata, “Engkau telah menembus
Prajnatara merasa telah menemukan pemahaman Dharma secara intuitif.
orang yang sedang dicarinya. Prajnatara Dharma berarti penembusan luhur,
lalu berkata, “Pangeran memahami sekarang engkau bernama Dharma.”
pandangan tentang mutiara, tentu juga Demikianlah Bodhitara dari seorang
dapat memahami pandangan tentang pangeran yang menikmati kelimpahan
perwujudan.” harta dan tahta, kini menjadi seorang
Untuk menguji lebih jauh kemampuan bhiksu yang bersahaja, yang puas dengan
Bodhitara, Prajnatara lalu melanjutkan, segala bentuk kesederhaan namun bahagia
“Di antara semua hal, apakah yang secara spiritual. Kini ia adalah seorang
merupakan ketanpa-wujudan?” Bodhitara praktisi sejati dengan identitas baru,
segera menyahut, “Ketanpa-wujudan Bodhidharma - ia yang telah menembus
tidak muncul di antara semua benda.” pemahaman pencerahan.
“Di antara semua hal, apakah yang YA. Prajnatara adalah guru pewaris
tertinggi?” “Di antara semua hal, manusia ke-27 metode pencerahan langsung. Kini
adalah yang tertinggi.” tiba saatnya mewariskan garis silsilah
“Di antara semua hal, apakah yang ini kepada Bodhidharma: “Tathagata
teragung?” “Di antara semua hal, hakikat mewariskan Mata Dharma Sejati ini kepada
Dharma adalah yang teragung.” YA Maha Kasyapa, demikian silsilah ini terus
Meski tanya jawab itu berlangsung diwariskan turun temurun hingga aku. Kini

100 SINAR DHARMA


100 / SINAR DHARMA
FIGUR BUDDHIS

aku mewariskannya kepadamu. Dengarkanlah sajak


ini:
Landasan batin melahirkan berbagai benih, mengatakan bahwa Buddha bersemayam dalam diri
Karena fenomena maka muncullah makna kita, untuk apa mencarinya di luar, lalu berbicara
prinsipil. tentang hukum karma atas perbuatan baik dan buruk,
Buah telah matang bodhi pun telah sempurna, semua ini hanyalah karangan-karangan dari orang yang
Bunga-bunga bermekaran di atas dunia.” sok pintar!” Raja lalu memberi titah bahwa pejabat-
Menerima jubah dan mangkok patra sebagai pejabat dan kerabat raja terdahulu yang menganut
simbol pewaris Dharma, kini, Bodhidharma adalah agama Buddha akan dipecat semua.
pewaris Dharma sejati generasi ke-28. Bodhidharma Begitulah, karena nilai-nilai ajaran Buddha yang
lalu bertanya pada sang guru, “Setelah mewarisi suci dan halus memang tidak mudah dipahami
Dharma, di manakah aku harus melaksanakan tugas oleh segelintir orang. Ini tentu kembali membuat
penyebaran Dharma ini?” Bodhidharma prihatin. Beliau tahu bahwa ada dua
“Meskipun telah mewarisi Dharma, engkau belum orang muridnya memiliki jodoh karma dengan
saatnya untuk bepergian jauh, tetaplah tinggal di raja, maka sengaja bertanya, “Sehelai daun telah
sini. Baru setelah kemangkatanku selama 67 tahun, menghalangi ruang angkasa, siapa yang sanggup
berangkatlah ke negeri Zhendan (Tiongkok). Sebarkan menyingkirkan daun itu?” Salah satu muridnya,
obat Dharma agung, ajarkan langsung kepada orang Zongsheng, mengajukan diri untuk mengemban tugas
yang berakar kebijaksanaan tinggi, jadi janganlah ini, tetapi ditolak Bodhidharma. Namun karena merasa
pergi terlalu cepat karena malah dapat membuat sanggup, secara diam-diam Zongsheng mengunjungi
ajaran Buddha merosot seketika.” raja. Ternyata raja tidak serta merta dapat menerima
kata-kata Zongsheng. Maka dalam situasi yang genting
Menaklukkan Pandangan Sesat ini, Bodhidharma yang sudah tahu akan kegagalannya,
Untuk sementara waktu Bodhidharma mengajar segera mengutus muridnya yang lain, Parati, untuk
Dharma di tanah kelahirannya. Pada masa itu, membalikkan situasi.
selain Bodhidharma, terdapat dua orang guru yang Dengan ditopang kekuatan batin sang guru,
cukup menonjol, yakni Buddhasena dari Kashmir dan Parati lalu terbang ke atas angkasa dan mendarat
Buddhasanta. Konon Buddhasena dan Bodhidharma di hadapan raja. Raja yang masih sedang berdialog
sama-sama belajar meditasi dari aliran Sarvastivada, dengan Zongsheng, terperanjat melihat kedatangan
namun setelah bertemu dengan Prajnatara, mereka Parati yang mengendarai awan. Raja bertanya, “Yang
menjadi praktisi Mahayana. Sedangkan Buddhasanta datang ini sesat atau lurus?” Parati menjawab, “Aku
dikisahkan telah membuat ajaran terpecah-pecah tidak bermasalah dengan lurus atau sesat, tetapi aku
menjadi 6 aliran pandangan. Bodhidharma yang datang untuk meluruskan apa yang telah disesatkan.
merasa prihatin atas kondisi ini, memutuskan Bila pikiran raja lurus, maka [tidak akan melihat] aku
untuk meluruskan pandangan-pandangan ekstrem sebagai lurus atau sesat.” Parati kemudian dengan
tersebut. piawai menjelaskan makna Dharma kepada raja, hingga
Dengan menggunakan kekuatan batin, raja merasa kagum. Merasa penasaran, raja bertanya,
Bodhidharma mengunjungi pusat vihara setiap aliran “Kemampuan berbicara anda sungguh hebat, siapakah
itu dan menaklukkan satu demi satu guru-guru 6 guru anda?“ Parati menjawab, “Guruku adalah paman
aliran itu hingga mereka kembali ke jalur Dharma dari Yang Mulia sendiri, Bodhidharma.” Raja kembali
sejati. Seketika itu popularitasnya menyebar ke terperanjat. Sungguh tidak menyangka sama sekali, ia
seluruh India. Selama 60 tahun membabarkan disadarkan oleh seorang bhiksu yang tidak lain adalah
Dharma di India selatan, sungguh banyak orang yang murid dari pamannya sendiri. Dengan penuh penyesalan
dibimbingnya memasuki kehidupan monastik. raja berkata, “Sungguh menyesal setelah naik tahta,
Selanjutnya satu kabar yang mencemaskan tindak-tandukku jauh dari moralitas dan terperosot ke
kembali muncul menghantui eksistensi ajaran pandangan sesat, bahkan telah melupakan pamanku
Buddha, terutama yang dapat mengancam sendiri.” Lalu raja memberi titah untuk mengundang
keberlangsungan Sangha. Kabar baru yang pamannya, Bodhidharma, ke istana. Setelah bertemu
berhembus itu adalah tentang naiknya raja baru. dengan Bodhidharma, raja menangis dan meminta
Raja tidak tertarik dengan ajaran Buddha bahkan maaf atas kesalahannya selama ini. Seketika itu juga
cenderung mengkritiknya. “Leluhurku mempercayai tata tertib Buddha sasana dikembalikan ke situasi
agama Buddha yang membuat mereka terperosot ke sebagaimana mestinya dan disokong penuh oleh raja.
jalan sesat. Akibatnya usia mereka tidak panjang, Tidak lama setelah itu, Bodhidharma merasa
nasib mereka juga tidak begitu baik. Doktrinnya kondisi karmanya telah matang untuk berkunjung ke

SINAR DHARMA 101


SINAR DHARMA / 101
FIGUR BUDDHIS

Buddha. Liang Wudi menjauhi kehidupan seksual


dan menghindari makan daging, bahkan empat kali
melepas tahta untuk menjadi bhiksu, tetapi selalu
dimohon kembali ke istana oleh para menteri.
Rasa antusiasnya terhadap Buddha Dharma sangat
besar, sehingga bila ada kabar tentang bhiksu dari
India, dengan senang hati akan menyambutnya.
Pertemuan Liang Wudi dengan Bodhidharma adalah
sebuah kisah yang sangat terkenal.
Setibanya di ibukota, Jianye (sekarang Nanjing),
Liang Wudi yang sudah tidak sabar untuk bertukar
pikiran tentang ajaran Buddha segera menyambut
Bodhidharma. Liang Wudi membuka dialog
dengan bertanya, “Ajaran apa yang akan guru
bawakan untuk membimbing para makhluk hidup?”
Bodhidharma menjawab, “Tidak ada satu kata pun
yang diajarkan.”
Bagi Liang Wudi, mungkin ini satu jawaban
yang terdengar tidak lumrah. Kondisi Buddhisme
Tiongkok. Beliau pun berziarah ke stupa gurunya, pada masa itu lebih menitikberatkan pada agama
setelah itu berpamitan dengan kerabat dan raja. Buddha yang konseptual, kata-kata Bodhidharma ini
Bodhidharma memberi nasihat, “Berbuatlah seperti menegaskan hal itu. Liang Wudi kemudian
kebajikan dengan sungguh-sungguh, dan sokonglah melanjutkan, “Semenjak naik tahta, aku telah
Triratna. Kepergianku kali ini tidak terlalu lama, banyak membangun vihara, menyalin kitab suci dan
aku akan kembali setelah 9 tahun.” Raja merasa mengesahkan orang memasuki pesamuan Sangha.
sangat sedih, sambil menitikkan air mata ia berkata, Pahala apa yang akan aku dapatkan?”
“Seburuk apakah negeri ini, dan apa bagusnya Bodhidharma: “Tidak ada pahala”
negeri seberang? Namun bila guru memiliki jodoh Liang Wudi: “Mengapa tidak ada pahala?”
karma dengan negerti tersebut, maka saya juga Bodhidharma: “[Perbuatan] ini hanya
tidak dapat menghalanginya. Mohon jangan menghasilkan buah karma kelahiran di alam dewa
melupakan tanah air sendiri, setelah tugas selesai dan manusia, yang mana masih memiliki benih
semoga dapat segera pulang kembali.” Raja lalu kebocoran (asrava), bagaikan bayangan yang
menyiapkan semua keperluan, bersama dengan para mengikuti wujud, meskipun tampak ada tetapi
menteri, mereka mengantar Bodhidharma menuju tidaklah nyata.”
tempat pemberangkatan. Dari sinilah Bodhidharma Liang Wudi: “Lalu bagaimana baru disebut
mengambil keputusan yang sangat menentukan karir pahala sejati?”
barunya, menebarkan Dharma di negeri timur jauh, Bodhidharma: “Kebijaksanaan suci adalah
Tiongkok. sempurna menakjubkan, entitasnya sendiri
bersifat sunyata, tidak bisa mendapatkannya.
Berlayar ke Tiongkok Pahala demikian tidak didapatkan dari perbuatan
Tahun kedatangan Bodhidharma tidaklah diketahui duniawi.”
dengan pasti. Ada beberapa versi yang berbeda. Liang Wudi: “Apakah kebenaran arya (suci) yang
Periode yang mendekati adalah sekitar tahun pertama?”
527. Dengan menempuh jalur laut, Bodhidharma Bodhidharma: “Semua kosong belaka, pada
mendarat di wilayah Nanyue (sekarang Guangzhou) dasarnya tidak ada orang suci.”
dan disambut oleh pejabat setempat, Xiao’ang. Liang Wudi: “Kalau begitu siapakah yang di
Xiao’ang melaporkan kedatangan Bodhidharma hadapanku ini?”
kepada Kaisar Wudi (464-549). Di era yang disebut Bodhidharma: “Aku tidak kenal.”
Dinasti Utara Selatan ini, Kaisar Wudi dari Dinasti Jawaban Bodhidharma itu disambut dengan sikap
Liang (dinasti di wilayah selatan) dikenal sebagai dingin oleh Kaisar Liang Wudi. Bodhidharma sadar
penganut agama Buddha yang taat dan gencar
mempromosikan agama Buddha. Sebelumnya Kaisar
Wudi (Liang Wudi) adalah seorang terpelajar yang
sangat menguasai ajaran Konfusius. Selama menjadi
kaisar, karena banyaknya tekanan permasalahan
negara membuatnya menjadi penganut agama

102 SINAR DHARMA


102 / SINAR DHARMA
FIGUR BUDDHIS

bahwa kaisar memang tidak akan mengerti. Tetapi dengan


jawaban itu Bodhidharma ingin menunjukkan bahwa semua tahun 495 M atas sumbangan dana dari Kaisar
kemelekatan itu harus didorong ke jalan tengah. Apa yang Xiao Wendi kepada Bhiksu Buddhabhadra
merupakan kemelekatan pada konseptual harus dihadapi ini telah berusia kurang lebih 20-an tahun.
dengan yang tanpa konseptual. Begitulah Bodhidharma Tidak jauh dari Vihara, menuju puncak
meniadakan apa yang dipandang kaisar sebagai eksis. Wuru, ada sebuah gua yang teduh dan jauh
Karena kondisi jodoh karma itu belum matang, Bodhidharma dari keramaian. Di sinilah Bodhidharma
lalu meninggalkan kota Jianye menuju ke wilayah utara, duduk bermeditasi menghadap dinding batu
yakni Dinasti Wei Utara. Konon dikisahkan bahwa dalam selama 9 tahun. Orang-orang menjulukinya
perjalanannya, Bodhidharma menggunakan sebatang rumput “Brahmana yang bermeditasi menghadap
alang-alang sebagai rakit untuk menyeberangi sungai, dikenal dinding batu”. Bodhidharma berasal
dengan istilah “menyeberangi sungai dengan sebatang alang- dari kasta Ksatria, sedang penyebutan
alang”. Ketenaran kisah ini bahkan banyak muncul di tangan- Brahmana di sini sebenarnya merupakan
tangan pelukis dari masa klasik hingga kini. kebiasaan orang Tiongkok memanggil setiap
Dinasti Liang sendiri terdapat seorang bhiksu yang orang keturunan India sebagai Po Luo Men
sangat bijak bernama Baozhi. Kaisar Liang Wudi sering (Brahmana).
meminta nasihat dari beliau. Saat pertemuan kaisar dengan
Bodhidharma, bhiksu Baozhi sedang melakukan retret, Pewaris Dharma Pertama di Tiongkok
sehingga tidak sempat ikut serta dalam pertemuan tersebut. Pada saat itu, ada seorang pemuda
Sekembalinya dari retret, beliau bertanya pada Kaisar, terpelajar dari kota Luoyang bernama
“Kabarnya ada bhiksu yang datang dari India, di manakah Shen’guang. Ia menguasai Taoisme dan
orangnya?” Konfusianisme, pun sering mendiskusikan
Kaisar menjawab, “Sudah pergi ke wilayah Wei sejak ilmu-ilmu filsafat. Namun setelah
kemarin”. Baozhi sangat menyayangkan sambil bergumam, mempelajari Buddhisme, merasa ajaran
“Kaisar melihat tapi bagaikan tidak melihat, bertemu tapi Buddha lebih memberinya kepuasan secara
bagaikan tidak bertemu.” Kaisar merasa heran, lalu bertanya, spiritual, maka ia meninggalkan kehidupan
“Memangnya siapa orang ini?”
Baozhi menjawab, “Dia adalah seorang Avalokitesvara,
pewaris corak batin sejati dari Buddha!” Mendengar jawaban
ini, kaisar merasa sangat menyesal. Kaisar lalu mengutus
Zhao Guangwen untuk membawa kembali Bodhidharma.
Namun Bhiksu Baozhi menghalanginya, “Tidak hanya Zhao
Guangwen saja yang tidak sanggup membawanya kembali,
mengerahkan semua orang di negeri ini pun tidak akan
dapat membawanya kembali.” Demikianlah meskipun Liang
Wudi adalah seorang umat Buddha yang taat, tetapi gagal
menjalin jodoh karma dengan Bodhidharma, hanya karena
kemelekatannya pada pandangan pribadi.

Menetap di Vihara Shaolin


Ketika tiba di Luoyang, ibukota kerajaan Wei Utara, tidak
banyak yang tertarik dengan kedatangan Bodhidharma,
karena saat itu reputasi guru meditasi tidak setinggi guru
ceramah. Lebih-lebih, bagi kaum cendikiawan Buddhis,
mereka lebih senang dengan topik Dharma yang bersifat
samskrta-dharma (berkondisi), dengan demikian ceramah
Dharma adalah satu agenda yang selalu ramai dikunjungi.
Ditambah lagi, masa-masa ini sedang gencarnya kegiatan
penerjemahan Sutra, hingga antusiasme dari pembelajaran
Dharma sangat terkonsentrasi pada pemahaman teoritis.
Maka tidak heran, metode pencerahan yang ingin disampaikan
Bodhidharma dari aspek pemahaman intuitif yang menuntut
pelepasan kemelekatan terhadap ekstrem dualisme tidak
hanya diabaikan, bahkan tidak luput dari cemoohan.
Dalam situasi ini, Bodhidharma menyadari kondisi waktu
yang belum tepat, sehingga beliau melanjutkan perjalanan
ke Gunung Song dan akhirnya tiba di Vihara Shaolin. Saat
kedatangan Bodhidharma, Shaolin yang dibangun sekitar
SINAR DHARMA 103
SINAR DHARMA / 103
FIGUR BUDDHIS

tetapi tidak membuatnya menyerah sedikit pun.


Dalam situasi yang dingin dan membuat badan menjadi
kaku ini, Bodhidharma keluar menemui Shen’guang.
“Engkau berdiri di tengah hujan salju sampai selama
ini, apa yang kau inginkan?” Shen’guang menjawab,
“Mohon belas kasih guru, mengajarkan pintu Dharma
[yang bagaikan minuman dewata] dan membimbing
semua makhluk.” Bodhidharma berkata, “Dharma
yang terunggul dari para Buddha, direalisasi dari
usaha keras sejak berkalpa-kalpa lamanya, mereka
sanggup menahan dan bersabar terhadap segala
tekanan yang tidak sanggup dilakukan orang-orang
biasa. Praktik semacam ini tidaklah bisa dilakukan
oleh orang yang memiliki kebijaksanaan dan kebajikan
rendah, pun orang yang berpikiran sombong dan
masih memandang rendah orang lain. Dengan sikap
ini lalu ingin menggapai kendaraan sejati hanya akan
melelahkan usaha dan kerja kerasnya.”
Mendengar kata-kata ini, Shen’guang lalu
mengeluarkan sebilah pisau dan seketika itu juga
rumah tangga dan berguru pada Bhiksu Baojing di
langsung memotong lengan kirinya dan meletakkan
Vihara Yongmu.
di depan Bodhidharma. Melihat sikap yang tidak lagi
Setelah beberapa tahun menjadi bhiksu, suatu ketika
mempedulikan diri sendiri, Bodhidharma tahu bahwa
Shen’guang bermimpi dikunjungi dewa yang memberi
Shen’guang pastilah merupakan seorang praktisi
tahunya untuk pergi ke selatan jika ingin mencapai
sejati dan bersungguh-sungguh, lalu berkata, “Ketika
keberhasilan dalam praktik Dharma. Keesokannya
para Buddha sedang mencari jalan kebenaran, demi
beliau merasakan sakit kepala yang sangat akut. Ketika
Dharma mereka melupakan keberadaan fisik mereka.
gurunya ingin memberinya obat, tiba-tiba terdengar
Sekarang engkau memotong lengan di depanku, nilai-
suara dari angkasa mengatakan bahwa ini merupakan
nilai pencarianmu terkandung dalam aspek ini.” Lalu
proses regenerasi tulang kepala, bukan sakit kepala
Bodhidharma memberinya nama baru, Huike.
biasa. Kemudian Bhiksu Baojing melihat di kepala
Huike kemudian bertanya, “Dapatkah dijelaskan
Shen’guang muncul benjolan seperti lima barisan
Corak Dharma [yang ditransmisikan] dari para
gunung, lalu berkata, “Ini adalah pertanda baik bahwa
Buddha?” Bodhidharma menjawab, “Corak Dharma
engkau akan mencapai keberhasilan dalam praktik.
dari para Buddha bukan diperoleh dari [penjelasan
Dewa ingin engkau pergi ke selatan, ada Vihara Shaolin
verbal] seseorang.” Tampaknya Huike mulai
yang mana YA. Bodhidharma akan menjadi gurumu di
menyadari bahwa pembebasan sejati memang harus
sana.”
direalisasi dari dalam batin sendiri, maka melanjutkan
Setiba di Shaolin, Shen’guang mendengar bahwa
pertanyaannya, “Batinku belum merasa tenang,
Bodhidharma sedang melakukan penyunyian di sebuah
mohon guru menenangkannya.” Bodhidharma tahu
gua. Ia segera menuju ke tempat itu dan dengan sabar
setelah mengatakan bahwa Dharma tidak diperoleh
menunggu. Bodhidharma tahu kedatangannya, tetapi
dari aspek eksternal, pastilah Huike kini sedang
tidak menggubrisnya sama sekali. Dengan rasa rendah
mencarinya ke dalam gejolak batinnya sendiri,
hati, Shen’guang berpikir bahwa praktisi di masa lalu
kemudian menjawab, “Bawalah batinmu ke sini, aku
ketika mempraktikkan Dharma, mereka [sanggup]
akan menenangkannya.” Huike terdiam merenung,
mengorbankan diri dengan memotong dan mengambil
ia terus berkutat dengan gejolak batinnya yang
sumsum tulang, mengeluarkan darah demi memberi
terus meloncat dari satu tempat ke tempat lain,
makan orang yang haus, atau menjatuhkan diri ke
bahkan mungkin saat dalam keadaan diam sekali
jurang demi memberi makan harimau. Kalau praktisi di
pun batin tidaklah memiliki intinya sendiri, tanpa
masa lalu sanggup melakukannya, bagaimana dengan
aku, tanpa diri. Setelah menyadari bahwa tidak
aku? Shen’guang menyadari bahwa dalam pencarian
ada batin yang memiliki entitas yang berdiri
jalan spiritual, orang harus memiliki tekad dan usaha
sendiri, Huike lalu berkata, “Setelah mencarinya,
yang kuat.
batin itu tidak ditemukan.” Bodhidharma lalu
Saat itu sedang hujan salju lebat, Shen’guang berdiri
berkata, “Kalau begitu, batinmu sudah ditenangkan
di depan gua tanpa beranjak sedikit pun. Kebulatan
olehku.” Demikianlah Huike pun menjadi murid
tekadnya sudah tidak tergoyahkan, ia merasa harus
Bodhidharma.
mendapatkan jawaban atas apa yang dicarinya selama
Selama berada di Shaolin, Bodhidharma tidaklah
ini, meskipun hanya sebait kata. Salju turun semakin
memiliki banyak pengikut, dalam arti murid yang
lebat hingga melewati batas lutut kaki Shen’guang,
secara sungguh-sungguh mempraktikkan Dharma
104 SINAR DHARMA
104 / SINAR DHARMA
FIGUR BUDDHIS

yang ditekankannya tidaklah banyak. Tetapi dalam laksanakanlah. Engkau juga akan kuwariskan kasaya
tugas menyemaikan corak batin sejati Buddha (jubah bhiksu) ini sebagai simbol atas kebenaran
di tanah Tiongkok, Bodhidharma paham benar pewarisan ini.” Huike lalu berkata, “Mohon guru
bahwa satu benih yang tertanam sudah lebih dari memberi petunjuk.” Bodhidharma lalu menjelaskan,
cukup. Bagaimanakah ia akan tumbuh, semua ini “Corak Dharma diwariskan secara internal sebagai
akan tergantung pada kondisi karma dari para bukti pencapaian batin. Jubah diwariskan secara
praktisi di Tiongkok sendiri. Oleh karena itu, eksternal sebagai simbol penetapan metode praktik.
Bodhidharma tetap memberi pengajaran teknik Karena pada masa akan datang, rasa kecurigaan
meditasi kepada para siswa di Shaolin. Di samping orang semakin meningkat, mereka akan berkata:
itu, karena kegiatan meditasi berlangsung alot dan aku berasal dari India, sedangkan engkau penduduk
memakan waktu panjang, maka akan berakibat pada setempat, berdasarkan apa engkau dapat mewarisi
ketidakseimbangan antara batin dan fisik. Atas dasar Dharma ini, bagaimana engkau membuktikannya?
ini, ia mulai mengajarkan teknik gerakan senam yang Sekarang engkau telah menerima warisan jubah
bertujuan untuk menguatkan fisik agar pelatihan dan Dharma ini, bila ada yang menentangmu, maka
dapat berjalan lebih kondusif. Konon senam ini tunjukkan jubah ini dan kata-kata yang kuberikan
diidentifikasi sebagai ilmu bela diri Karipayat dari sebagai penjelasan bahwa perolehan ini tidaklah
India. Dari sinilah kemudian dikenal sebagai seni bela diragukan lagi. Setelah kemangkatanku dua ratus
diri alias Kungfu Shaolin. Tetapi perlu ditambahkan tahun kemudian, simbol warisan jubah ini tidak perlu
di sini adalah bahwa seni bela diri Kungfu Shaolin dilanjutkan lagi. Dharma yang melingkupi seantero
meskipun berasal dari lingkup monastik Buddhisme, semesta ini, sungguh banyak yang mengetahuinya,
namun ia tidak mewakili secara langsung bagian dari tetapi sangat sedikit yang mempraktikkannya, sungguh
prinsip pelatihan Dharma, apalagi dalam pencarian banyak yang membicarakan teorinya, tetapi sangat
spiritual yang bertujuan membebaskan diri dari sedikit yang dapat memahaminya. Di antara ribuan
siklus Samsara. Namun secara tidak langsung, sistem orang, ada juga orang yang merealisasikannya secara
latihan fisik yang diajarkan ini juga tidak terlepas diam-diam. Beritakanlah [Dharma] ini, dan jangan
dari kombinasi prinsip ajaran Chan dengan seni bela merendahkan orang yang belum tercerahkan, karena
diri. Hal ini dapat ditelusuri dari sifat Dharma yang sekali tersadarkan, mereka juga menjadi sama seperti
dapat ditemukan dari semua aspek kehidupan. apa yang telah dicapai orang tercerahkan. Sekarang
Setelah mengajar selama 9 tahun dan memiliki dengarkanlah sajakku ini: Aku datang ke negeri ini,
beberapa murid utama, Bodhidharma merasa sudah untuk menyebarkan Dharma dan membimbing orang
tiba saatnya untuk mewariskan corak batin sejati ini yang tersesat. Sekuntum bunga akan tumbuh lima
kepada salah satu murid. Beliau lalu mengumpulkan helai daun, akan berbuah secara alami.”
beberapa murid dan bertanya, “Coba kalian jelaskan Kemudian Bodhidharma melanjutkan, “Aku juga
apa yang telah dicapai selama ini.” mewariskan kitab Lankavatara Sutra empat bab. Kitab
Bhiksu Daofu menjawab, “Dari apa yang aku ini juga merupakan pintu landasan batin dari Tathagata
lihat, tidak melekat pada kata-kata juga tidak yang dapat membimbing para makhluk hidup masuk
mengabaikan kata-kata merupakan nilai fungsi dari ke dalam pemahaman pencerahan. Semenjak berada
Dharma.” Bodhidharma berkata, “Engkau mencapai di sini, aku telah keracunan makanan sebanyak lima
sisi kulitku.” kali, aku berusaha mengeluarkannya dan ketika
Selanjutnya Bhiksuni Nizongchi menjawab, “Dari membuangnya ke batu, batu itu langsung retak. Padahal
pemahamanku, ibarat Ananda melihat Tanah Buddha kedatanganku dari India ke sini, karena melihat di negeri
Aksobhya, sekali melihatnya lalu tidak melihatnya
lagi.” Bodhidharma berkata, “Engkau mencapai
bagian dagingku.”
Bhiksu Daoyu berkata, “Karena catur mahabhuta
(empat unsur) bersifat kosong, pancaskandha (lima
agregat) tidaklah eksis, maka dari pandanganku, tidak
ada satu Dharma pun dapat dicapai.” Bodhidharma
berkata, “Engkau mencapai bagian tulangku.”
Terakhir, Bhiksu Huike melangkah ke hadapan
Bodhidharma dan bersujud, lalu berdiri kembali
ke posisinya tanpa mengeluarkan sepatah kata
pun. Bodhidharma berkata, “Engkau memperoleh
bagian sumsumku,” kemudian melanjutkan,
“Tathagata mewariskan mata Dharma sejati ini
kepada Y.A Maha Kasyapa, demikian silsilah ini
terus diwariskan turun temurun hingga ke aku.
Kini aku mewariskannya kepadamu. Lindungi dan
SINAR DHARMA 105
SINAR DHARMA / 105
FIGUR BUDDHIS

ini terdapat orang-orang yang sanggup menerima jalan yang sangat mencengangkan seantero kerajaan.
Mahayana, maka aku mengarungi lautan ke sini hanya Tetapi setidaknya telah mencerminkan bahwa
untuk mencari pewaris Dharma. Ada kalanya tidak Bodhidharma bukanlah seorang guru biasa. Bahkan
menemukan orang yang tepat, tetapi kini aku telah Kaisar Wudi dari dinasti Liang setelah mendengar
mewariskan padamu, maka tugasku telah selesai.” kabar ini pun akhirnya semakin menaruh hormat dan
membangunkan tugu peringatan bagi Bodhidharma.
Peti Jenazah Yang Kosong Sepatu jerami itu lalu dibawa kembali ke Shaolin
Mengenai usia kehidupan Bodhidharma juga tidak sebagai objek persembahan, namun sempat dicuri
diketahui dengan jelas. Dalam kitab Luoyang Qielan seseorang untuk ditaruh di Vihara Huayan di Gunung
Ji tercatat bahwa beliau pernah mengunjungi Vihara Wutai, yang akhirnya juga hilang, tidak diketahui
Yongning yang sangat megah, yang mana saat itu sampai sekarang.
Bodhidharma sangat memuji bangunan vihara ini
sambil berkata, “Sampai di usia 150 tahun ini, aku telah Benih Chan
mengunjungi ke berbagai negeri, tidak pernah aku Karena lebih menekankan aspek pencerahan
melihat bangunan vihara yang begitu megah.” Konon langsung melalui kekuatan kesadaran intuitif, konon
beliau tidak sempat kembali ke tanah kelahirannya, Bodhidharma tidak banyak membuat karya tulis.
dan setelah mangkat, beliau dimakamkan di gunung Ada beberapa tulisannya yang tidak begitu panjang,
Xiong’er, Vihara Dinglin. tetapi membawakan nafas filosofi non-dualisme yang
Beberapa lama setelah kemangkatan Bodhidharma, mencerminkan karakteristik Chan.
seorang utusan Dinasti Wei, Songyun, sedang melakukan Melalui Bodhidharma, benih Dharma sejati telah
perjalanan kembali dari Asia Tengah. Ketika melewati diprediksi akan tumbuh subur bak bunga bermekaran
wilayah dataran tinggi Pamir, beliau bertemu dengan di atas ladang subur, Tiongkok. Di Tiongkok, beliau
Bodhidharma. Songyun sendiri tidak mengetahui kabar adalah Patriak Pertama yang metode ajarannya
tentang wafatnya Bodhidharma, oleh karena itu tanpa dikenal dengan sebutan Chan (Meditasi). Tetapi
merasa kejanggalan sedikitpun, beliau bertemu sapa istilah Chan/meditasi itu sendiri tidak cukup
dengan Bodhidharma sambil menanyakan tujuannya. mewakili intisari ajarannya, karena yang ditekankan
Bodhidharma lalu menjawab, “Aku sedang melakukan adalah pencerahan langsung yang harus disadari
perjalanan ke barat. Kaisar dari kerajaanmu telah secara intuitif melalui berbagai aktivitas, sedangkan
wafat dan digantikan oleh raja baru. Sebaiknya engkau meditasi hanya salah satu katalisator pendukung
segera kembali.” Songyun segera kembali ke kerajaan yang diutamakan. Chan tidaklah benar-benar populer
Wei, dan benar saja telah terjadi penggantian kaisar hingga Patriak ke-5. Setelah Patriak ke-6, Huineng,
baru. Lalu beliau melaporkan kejadian ini kepada Kaisar Chan baru benar-benar menunjukkan kemekarannya
baru tentang pertemuannya dengan Bodhidharma. dan tumbuh subur di antara semua tradisi yang ada.
Sontak saja orang-orang yang mendengarnya merasa Lalu kemudian ia merambah ke Jepang (Zen) dan
heran, bukankah Bodhidharma telah wafat dan Korea (Seon). Chan akhirnya lebih populer dengan
dimakamkan di Gunung Xiong’er? Semua orang tentu nama Zen, lalu Zen dari Jepang inilah yang kemudian
merasa Songyun mengada-ada, tetapi melontarkan dipopulerkan lagi ke dunia barat, sehingga tradisi
kata-kata bohong dihadapan seorang kaisar tentu Chan lebih dikenal sebagai Buddhisme Zen. Zen
bisa berakibat fatal. Bagaimanapun juga, Songyun yang merupakan implikasi dari perkembangan Chan
tetap bersikukuh dengan apa yang dialaminya. Untuk semuanya dikembalikan pada sang penabur benih,
mengobati rasa penasaran ini, akhirnya disepakati Bodhidharma. Meskipun sosoknya telah tiada, tetapi
untuk membongkar makam Bodhidharma. Benar saja, semangat Zen tetap hidup dan terus berkembang
di dalam peti jenazah tidak terdapat sosok sang guru, hingga sepanjang masa, karena pada dasarnya ia
hanya tersisa satu buah sepatu jerami. Satu kejadian merupakan perspektif lain dari Dharma itu sendiri.

106 SINAR DHARMA


106 / SINAR DHARMA
DUNIA BUDDHIS

SINAR DHARMA 107


SINAR DHARMA / 107
MOVIE AND BUDDHISM

Para pemirsa film ini pasti sependapat dengan ucapan sang aktor
seperti tersebut di atas, My Name is Khan tidaklah seperti film-film ‘love
story’ dari Khan selama ini. Film yang membludak di Amerika Serikat dan
Inggris ini sangat menginspirasi banyak orang. My Name is Khan membuat
kita merenungkan apa sih makna beragama yang sesungguhnya? Seringkali
manusia meributkan masalah agama, namun pada akhirnya selalu kembali
pada satu bentuk, yaitu cinta kasih dan kemanusiaan yang tidak mengenal
perbedaan agama, ras ataupun suku bangsa.

My Name Is Khan menjadi media yang memberitahukan dunia apa


yang sesungguhnya terjadi pada kaum Muslim di Amerika Serikat setelah
runtuhnya WTC tanggal 11 September 2001. Mereka menjadi korban
fitnah, dituduh teroris oleh polisi ataupun FBI. Tak terhitung jumlah
penduduk muslim yang menjadi korban pengeroyokan atau penganiayaan.
Umat Islam Amerika Serikat yang berjumlah sekitar 7 juta orang menjadi
korban rasisme di Amerika Serikat, padahal mereka tak ada sangkut paut
langsung dengan peristiwa 11 September itu. Meski demikian, My Name
is Khan tetap sebuah kisah yang romantis. Sebagaimana kebanyakan
film Bollywood, film ini juga diisi dengan adegan-adegan melankolis dan
berakhir secara happy ending.

Film ini menceritakan seorang pemuda Muslim bernama Rizwan Khan


(Shahrukh Khan) yang berasal dari Mumbai, India. Ia merantau ke San
Fransisco atas ajakan adik kandungnya, Zakir. Rizwan menderita Asperger’s
syndrome, sejenis penyakit autis ringan. Ia jenius, mampu menghitung
angka-angka yang rumit, bisa memperbaiki nyaris semua jenis mesin, tapi
kesulitan berinteraksi dengan tempat atau orang baru dan amat takut
dengan warna kuning. Atas bantuan adiknya, Rizwan bekerja menjadi sales
produk herbal untuk kecantikan. Ketika berjalan menawarkan produk-
produknya, secara kebetulan ia berkenalan dengan seorang perawat
kecantikan di sebuah salon. Perawat wanita tersebut bernama Mandira
(Kajol Devgan) yang merupakan seorang janda dan memiliki seorang anak
bernama Sameer.

Rizwan dan Mandira kemudian saling jatuh cinta. Setelah Rizwan


menepati janji yang meluluhkan hati sang janda, Mandira bersedia
menikah dengan Rizwan dan menetap di luar San Francisco. Di tempat itu
mereka mendirikan usaha salon kecantikan kecil. Mandira maupun Sameer
menambahkan Khan di belakang nama mereka. Keluarga ini menjadi akrab
dengan tetangganya, Mark, seorang wartawan, yang tinggal bersama
istrinya Sarah dan anaknya Reese. Tak pelak Reese dan Sameer menjadi
kawan akrab.

Kemudian terjadilah peristiwa 11 September yang mengguncang


dunia itu. Mark, tetangga mereka yang wartawan, ditugaskan meliput
perang di Afghanistan. Ia terbunuh di sana. Sejak itu, sang anak, Reese,
berubah menjadi memusuhi Sameer. Karena namanya, Sameer rupanya
dianggap orang Afghanistan. Penduduk muslim lainnya
mengalami nasib mengenaskan, seperti: toko dan
rumah dirusak serta dikeroyok. Nasib paling parah
diterima Sameer. Ia dikeroyok sejumlah remaja bule
hanya karena kulitnya hitam. Sebenarnya Reese
mencoba menyelamatkan Sameer, tapi tak berhasil.
Dalam keadaan sekarat Sameer sempat dibawa ke
rumah sakit namun nyawanya tak tertolong.

Rizwan sedih sekali atas meninggalnya putra


tirinya yang sangat disayanginya. Sudah tentu, sang
ibu, Mandira, adalah yang paling terguncang. Ia
menyalahkan kematian anaknya pada Rizwan karena

108 SINAR DHARMA


108 / SINAR DHARMA
MOVIE AND BUDDHISM

nama Khan dan karena ia Muslim. Tak pelak Rizwan pun dan kehidupan percintaan mereka. Dalam satu sudut
diusirnya. Ia perintahkan Rizwan mengatakan kepada pandang, film ini berkisah bagaimana para karakternya
orang Amerika, termasuk Presiden Amerika Serikat: melakukan perjalanan untuk mengambil kembali potongan-
bahwa namanya Khan, tapi ia bukan teroris (My name is potongan atau serpihan hubungan mereka lalu menyatukan
Khan, and I am not a terrorist). Tanpa pikir panjang lagi, serpihan-serpihan itu kembali. Lapisan ketiga dari film
Rizwan bersedia melakukannya. Ia mengembara seorang tersebut, tentu, adalah bahwa cinta kasih menaklukkan
diri. Dalam pengembaraan, ia berhasil menghadiri sebuah semuanya, bahwa pemikiran yang melatarbelakangi fakta
acara terbuka yang dihadiri Presiden George W. Bush. bahwa hal-hal yang terjadi di dunia didasarkan atas konteks
Dengan susah-payah ia coba mendekati Presiden sembari agama atau ideologi yang berasal dari belahan dunia yang
terus berteriak: My name is Khan, I am not a terrorist. berbeda.... pada dasarnya adalah bahwa kebaikan dan
Belum sempat teriakan itu didengar Bush, para pengawal kemanusiaan akan menaklukkan segala yang negatif di
meringkusnya. Ia dicurigai sebagai teroris. Apa yang ia dunia ini,” jelas Khan.
alami kemudian sungguh menyakitkan: ia dimasukkan ke
ruangan bersuhu panas, lalu dipindah ke ruangan yang “Aku tidak pernah berkata seperti ini sebelumnya,
amat dingin. Berbagai siksaan harus ia terima. Akhirnya namun ‘My Name is Khan’ adalah Buddhis dalam
Rizwan dibebaskan karena tak terbukti sebagai teroris. Itu pendekatannya ketika kamu berbicara mengenai kebaikan
juga berkat bantuan tiga wartawan India. dan kemurahan hati…,” lanjutnya. Sungguh indah sekali
bahwa kisah film yang sama sekali tidak menyinggung
Nama Rizwan kemudian melambung menjadi pahlawan tentang agama Buddha, justru malah memberikan
di televisi karena menyelamatkan penduduk sebuah desa pesan-pesan yang bersifat Buddhisme. My Name is Khan
di Georgia yang diterjang banjir. Kebetulan penduduk desa mengajarkan pada kita tentang toleransi dan cinta yang
itu orang kulit hitam dan sama sekali tak memperoleh melampaui batas-batas agama. Film ini menyajikan
bantuan atau pertolongan dari mana pun, termasuk dari banyak sekali pesan moral dan kemanusiaan, bahwa semua
pemerintah. Setelah ramainya berita di televisi, bantuan perbedaan itu menjadi semu ketika dihadapkan pada
datang dari orang-orang muslim yang dikoordinasikan cinta kasih. Melalui bahasa film, Rizwan dan Mandira telah
Haseena dan suaminya, Zakir. berusaha menjembatani hubungan Islam dan Hindu yang
saling mencurigai dan membenci. Khan sebagai seorang
Akhirnya polisi menangkap para remaja yang membunuh Muslim juga secara tulus membantu membangun gereja
anak Mandira, berkat kesaksian Reese yang terus tersiksa yang rusak akibat banjir dan para penduduk kulit hitam
oleh rasa bersalah atas tragedi itu. Setelah itu, Mandira yang beragama Kristen. Film ini membuat kita berpikir
pun mencari Rizwan ke Georgia. Mereka berdua menghadiri ulang tentang segala sikap kefanatisan yang semu.
sebuah acara pertemuan Presiden Barack Obama yang
baru terpilih menggantikan George Bush, dengan para Rizwan selalu mengingat pesan ibunya, bahwa di dunia
pendukungnya. “Namamu Khan dan kau bukan teroris ini hanya ada dua macam pribadi, orang baik dan buruk,
(Your name is Khan and you are not a terrorist),” ujar apa pun agama dan sukunya. Kebaikan itu mengatasi
Obama kepada Rizwan di hadapan ribuan hadirin. Rizwan semua perbedaan. Selain itu film ini juga menyebarkan
telah membuktikan janjinya dan menunjukkan bahwa tak sebuah ketegasan bahwa Islam juga adalah agama yang
semua Muslim itu teroris. penuh dengan cinta kasih dan damai, Islam bukan agama
teroris. Selain pesan toleransi, film ini juga menyajikan
“Di samping kisah cinta, di film ini terdapat kejadian nasihat indah tentang bagaimana melepas dendam dan
nyata dan itu adalah peristiwa 11 September dan amarah, serta menerima kenyataan yang ada. Ini adalah
dampaknya pada kehidupan personal pada orang-orang salah satu unsur penting ajaran Buddhis yang ada dalam
yang sepenuhnya tidak berhubungan dengan peristiwa film Khan ini. Kesetiaan dan ketulusan Rizwan benar-benar
tersebut. Film ini bercerita tentang bagaimana peristiwa memberikan pencerahan pada kita semua, sampai kita tak
itu mengubah hidup mereka dan juga dampak bagi keluarga kuasa menahan air mata.

SINAR DHARMA 109


SINAR DHARMA / 109
SUDUT PUBLIK

SMS ANDA Kata Bijak, Ucapan, Renungan, SMS ke


081331789009
Apa yang kita petik sesuai dengan tanaman yang kita tanam. miliki ini untuk padamnya nafsu dan menjadi sempurna.(Nina
Bahagia atau menderita adalah fenomena yang akan terus berlalu Halim)
bagaikan roda yang terus berputar, jadi hadapilah dengan sabar,
tabah tanpa perasaan marah dan iri hati. (B. Tejanando) Orang yang pikirannya diliputi keinginan-keinginan
tak akan pernah merasa puas dan sempurna. Walau harta
Kita banyak belajar keluhuran dari penderitaan, bukan dari melimpah dan fisik sehat tetap saja merasa kurang. Mulailah
kesenangan, kita menemukan kebahagiaan juga belajar dari merasa puas dan berterima kasih. (Putu Supartana)
penderitaan, bisa jadi bagi mereka yang tak mau menyadari
penderitaannya tak akan menemukan kebahagiaan dalam Seindah kata setapak dosa seribu kasih sejuta cinta yang
hidupnya. (B. Tejanando) membawa kehidupan menjadi bahagia namun kehidupan
ini akan lebih bahagia jika kita mengenal, mendengar dan
Dia yang tahu hanya tersenyum dan tidak berbicara; dia mempraktikkan Dhamma ajaran Sang Buddha. (Dwi, Vihara
sedikit tahu, sedikit berbicara; tapi dia yang banyak berbicara Berkah Utama)
sesungguhnya tidak tahu apa-apa. (B. Tejanando)
Kawan baik adalah mimpi yang dirindukan siapapun.
Seorang manusia harus cukup rendah hati untuk mengakui Kawan baik adalah emas yang berkilau selamanya. Kawan baik
kesalahannya, cukup berani membetulkan kesalahannya, karena adalah jodoh bergandengan selamanya. Kawan baik adalah
lebih baik salah dari pada tidak pernah berbuat apa-apa….. jalan yang makin dijalani makin terang. Kawan baik adalah
kesalahan walaupun kecil tetap memberikan pelajaran yang harta berkah yang tidak ada batasnya. (Aryadewi)
berarti. (Eko Kartio)
Tidak ada cinta yang menyakitkan selama diaplikasikan
Sukses tidak terletak pada apa yang dicari, sukses tidak dengan benar. Cintailah diri anda, orang lain, makhluk lain
terletak pada apa yang dimiliki. Mereka yang memberi pelayanan dan lingkungan di sekitar anda dengan benar. (HG)
terbaik untuk kepentingan orang banyak, ia patut disebut orang
sukses. (Ongko Digdojo) Perenungan! (Bagi perumah tangga). Di saat kamu
ingin melepaskan seseorang ingatlah pada saat kamu ingin
Pola negatif dan positif hanyalah ada di pikiran kita semata. mendapatkannya. Di saat kamu mulai tidak mencintainya….
Sampah yang pada umumnya dianggap orang hal negatif adalah Ingatlah saat kamu pertama jatuh cinta padanya.. Di
suatu berkah bagi pemulung atau tukang tanaman. Kesulitan saat kamu mulai bosan dengannya…. Ingatlah selalu saat
dianggap peluang bagi pengusaha sukses. Bahkan kesakitan dan terindah bersamanya…. Di saat kamu ingin menduakannya
penderitaan merupakan pencerahan bagi sebagian orang. Jadi …. Bayangkanlah jika dia selalu setia .. Saat kamu ingin
adakah negatif dan positif? Anda yang memutuskan! (HG) membohonginya… Ingatlah di saat dia jujur padamu… Maka
kamu akan merasakan artinya dia untukmu…. Jangan sampai
Musim panas menyenangkan, hujan itu menyegarkan, angin di saat dia sudah tidak di sisimu baru kamu menyadari semua
membangkitkan semangat, salju membawa kegembiraan; tidak arti dirinya untukmu..
ada yang namanya cuaca buruk, hanya ada bermacam-macam
jenis cuaca yang baik. (Billi P.S.Lim) Kesabaran kita ‘diuji’ oleh pengalaman-pengalaman
tak menyenangkan yang datang pada kita, keberanian kita
Belajarlah keikhlasan dari matahari dan bulan. Sang matahari ‘diuji’ dengan kesadaran untuk bertanggung jawab atas
memberikan sinarnya untuk manusia di bumi tanpa sedikitpun apa yang telah kita perbuat melalui indera-indera.. tak ada
meminta balasan. Demikian juga sang bulan yang masih mau kata terlambat untuk memperbaiki diri dan mengembangkan
membagikan sinar yang diberikan matahari kepada manusia di kualitas batin, lakukanlah dengan lembut dan baik hati. May
malam hari. Matahari dan bulan selalu mau berbagi dengan ikhlas. all being be happy.
(Bima)
Kepercayaan itu mahal harganya. Bahkan tak terbayar
Tenangkanlah diri sebelum mendengar. Pikirkanlah dengan oleh harta apa pun. Jadilah makhluk yang terpercaya, bahkan
seksama sebelum bertindak. Belajarlah dengan tekun sebelum nilai dari berlian pun tak sebanding dengan dirimu. ( HG)
bersikap. Berbagilah sebelum melayani dan memimpin. Dan
pimpinlah diri sendiri sebelum anda memimpin orang lain. Tanpa kebijaksanaan, arah perjalanan spiritual kita hanya
(B.Tejanando) akan berputar-putar di satu tempat dan kita bahkan tidak
menyadarinya. Alangkah pentingnya kita dapat menyelami
Banyak orang telah sampai pada jalan kebenaran tapi Dhamma warisan Sang Guru dengan menyadari pengalaman
mereka baru hanya melihat jalan itu dari sisi seberang, belum batin sendiri dari meditasi, bukan tenggelam di lautan Dhamma
menapakinya. Ada yang sudah dapat melepas kehidupan awam tanpa sempat menjadikannya sebagai rakit untuk merasakan
dan menjadi bhikkhu tapi kembali pada kehidupan awam, bahkan kebahagiaan sejati, serta melupakan cinta dan belas kasih
sedikit demi sedikit melupakan praktik paramattha Dhamma. yang telah diteladani Sang Buddha, Guru junjungan kita. Mari
Tidakkah itu sia-sia? Jika dalam kehidupan ini kita telah bertemu kita praktikkan Dhamma dengan ketulusan dan semangat
ajaran yang demikian komplet dan sempurna hendaknya dengan keyakinan. (Nina samarinda)
kesadaran menjaganya layaknya pusaka yang sangat, sangat
berharga. Melatih ketidaksempurnaan jasmani dan batin yang kita 3 hal yang tidak pernah kembali: waktu, perkataan dan

110 SINAR DHARMA


110 / SINAR DHARMA
TUTUR MENULAR

Ada seorang anak laki-laki memelihara seekor Ketika anda ingin orang lain melakukan
kura-kura kecil. Pada suatu hari di musim dingin sesuatu sesuai kehendak anda, saat mengubah
yang sangat menggigil, anak laki-laki itu ingin agar pandangannya, ingat, jangan menggunakan cara
kura-kura itu memunculkan kepalanya. Meski telah ofensif, namun berikan perhatian dan kehangatan,
berusaha sebisanya, namun tetap saja dia gagal. cara ini seringkali jauh lebih efektif.

Dia mencoba memukul kura-kura itu dengan


tangannya, mengetuknya dengan tongkat… tapi tak
peduli bagaimana dia memukul dan mengetuknya,
kura-kura itu tetap saja diam tak bergerak. Dia
menjadi kesal dan seharian mencibirkan bibirnya
yang mungil, terlihat jelas kalau dia sangat tidak
gembira.

Kemudian kakeknya melihatnya. Sambil tertawa,


sang kakek membantunya meletakkan kura-kura
kecil itu di atas perapian. Tak berselang lama, kura-
kura yang merasakan adanya kehangatan, pelan-
pelan mulai memunculkan kepala, empat kaki dan
ekornya.

Seorang pemilik restoran bertanya pada jauhkan dari anak kecil. Jatuhkan ke arah orang
karyawannya, “Ketika menyajikan makanan, kalau laki, jauhkan dari wanita. Jatuhkan ke badan,
tangan yang menopang nampan tidak mantap, kita jauhkan dari bagian tubuh yang vital.
juga tidak bisa lagi menyelamatkan nampan dari
ketergelincirannya, apa yang harus dilakukan?” Inilah yang disebut “menangani krisis”.
Banyak orang tidak bisa menjawab pertanyaan ini. Seseorang atau sebuah tim, saat menghadapi krisis
Menyelamatkannya sudah terlambat, satu-satunya atau kegagalan yang tak bisa dihindari, pasti akan
cara hanya membiarkan nampan itu jatuh. Apa masih memilih cara yang dapat meminimalkan kerugian.
ada cara lain? Saat-saat kritis, itulah ujian bagi keberanian dan
rasa tanggung jawab seseorang.
Jawaban bakunya adalah: arahkan nampan
itu agar jatuh di tempat yang jauh dari posisi
pengunjung restoran. Kalau di sekeliling kita penuh
dengan pengunjung, jatuhkan ke arah orang dewasa,

kesempatan. 3 hal yang menghancurkan: kemarahan, kesombongan


dan dendam. 3 hal yang tak boleh hilang: kasih, keluarga dan
sahabat. 3 hal yang tidak pernah kekal: kekayaan, keberhasilan dan
mimpi. 3 hal yang membuat kita berharga: komitmen, kerendahan
hati dan bekerja keras. (Anonim)

Hidup akan sangat melelahkan dan gelisah bila anda hanya


menguras pikiran untuk BUNGKUSAN dan mengabaikan ISINYA.
Bedakanlah apa itu bungkusan dan apa itu isinya. Gedung hanya
bungkusan, rumah tangga itu isinya. Pesta nikah hanya bungkusan,
cinta kasih dan tanggung jawab itu isinya. Ranjang mewah
hanya bungkusan, tidur nyenyak itu isinya. Makan enak hanya
bungkusan, gizi dan energi itu isinya. Kecantikan hanya bungkusan,
kepribadian itu isinya. Bicara hanya bungkusan, kerja nyata itu
isinya. Buku hanya bungkusan, pengetahuan itu isinya. Jabatan
hanya bungkusan, pengabdian dan pelayanan itu isinya. (Anonim)
SINAR DHARMA 111
SINAR DHARMA / 111
KAMPUS LINGUAL

112 SINAR DHARMA


112 / SINAR DHARMA