P. 1
contoh wacana argumentasi

contoh wacana argumentasi

|Views: 149|Likes:
Dipublikasikan oleh anon_745667

More info:

Published by: anon_745667 on Dec 13, 2010
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/30/2011

pdf

text

original

IAINsmhBANTENiainSMHbantenI AINsmhBANTENiainSMHbantenIA INsmhBANTENiainSMHbantenIAI NsmhBANTENiainSMHbantenIAI TUGAS INDIVIDU NsmhBANTENiainSMHbantenIAI “CONTOH WACANA ARGUMENTASI” NsmhBANTENiainSMHbantenIAI NsmhBANTENiainSMHbantenIAI

NsmhBANTENiainSMHbantenIAI NsmhBANTENiainSMHbantenIAI NsmhBANTENiainSMHbantenIAI NsmhBANTENiainSMHbantenIAI NsmhBANTENiainSMHbantenIAI NsmhBANTENiainSMHbantenIAI NsmhBANTENiainSMHbantenIAI NsmhBANTENiainSMHbantenIAI NsmhBANTENiainSMHbantenIAI NsmhBANTENiainSMHbantenIAI
BAHASA INDONESIA

FAJRU RUBBI MUA-B SEMESTER I

FAKULTAS SYARIAH DAN EKONOMI ISLAM
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI [IAIN]
“Sultan Maulana Hasanuddin” Banten Jl. Jenderal Sudirman No. 30 Serang 42118 www.iainbanten.ac.id 2010

“TAHUN BARU dan PERATURAN BARU”

D
untuk nelayan tempat biasanya Ini adalah opsi final pemerintah ke DPR pelaksanaannya. namun untuk plat kuning, umumnya depo

ari dua opsi yang disusun rancangan mengenai pada awal

pembatasan subsidi BBM, sekarang telah mengkrucut menjadi satu. Opsi itu adalah semua kendaraan roda empat berplat hitam dilarang minum BBM bersubsidi mulai pada 01 Januari 2011. premium hanya boleh digunakan kendaraan plat kuning, roda 2, roda 3, dan nelayan1. "Mulai 2011 itu kendaraan plat hitam isi pertamax sedangkan premium hanya roda dua, roda 3, disediakan pengisiannya sendiri dan

menggunakan solar.2" yang disetujui Pemerintah memang dipilih

masih harus diajukan

memilih opsi pelarangan penggunaan BBM bersubsidi untuk seluruh mobil plat hitam karena pengguna mobil dianggap orang yang mampu menenggak BBM non subsidi (PERTAMAX). kebijakan pembatasan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi sudah siap dijalankan di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi dalam waktu dekat ini3. Rencananya, penerapan kebijakan di Jabodetabek mulai dilaksanakan pada 1 Januari 2011. Sedangkan penerapan untuk wilayah Jawa dan Bali baru akan dimulai pada 1 Juli 2011, yang terlebih dahulu dikhususkan di wilayah perkotaan. Adapun
1 2 3

wilayah

pinggiran

akan

dilakukan

secara

bertahap.

Mentri Perekonomian (Hatta Rajasa)
KOMPAS: Hatta saat ditemui Gedung SMESCO, Jumat (3/12). Direktur Pemasaran PT Pertamina (Persero) Djaelani Soetomo.

Selanjutnya, tahun 2012 pembatasan BBM bersubsidi mulai diterapkan di Pulau Sumatera dan Kalimantan. Kemudian pada tahun 2013, pembatasan BBM bersubsidi mulai diterapkan di Pulau Sulawesi.

"(Penerapan pembatasan BBM bersubsidi di) Indonesia Timur masih susah untuk dilakukan. Karena depot yang berada di Indonesia Timur masih sedikit dan kecil. Lagipula, tingkat konsumsi BBM bersubsidi di Indonesia Timur hanya sekitar 2 persen dari tingkat konsumsi nasional.4" pembatasan BBM bersubsidi bukan menghilangkan subsidi namun agar penyaluran BBM tertentu terkendali dan pemberian subsidi lebih tepat sasaran5. Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia meminta pemerintah untuk

mempertimbangkan kembali wacana penghapusan subsidi bahan bakar minyak jenis premium bagi pengguna sepeda motor di Tanah Air. ”Kita harus berani melangkah. Apakah akan sempurna? Kita belum tahu, tapi kita harus mulai melangkah.6" Jadi kesimpulannya pada awal tahun 01 Januari 2011 mendatang, kita telah dihadiahkan penghapusan Premium untuk mobil berplat hitam. Kita tunggu saja7!!! LAGI, MULAI 01 JANUARI 2011 MAKAN DI WARUNG TEGAL (WARTEG) AKAN SEDIKIT MENCEKIK KANTONG!!! ADA APA…?
L

agi, mulai 01 Januari 2011 berbarengan dengan penghapusan subsidi BBM rencananya akan diberlakukan pajak untuk para pedagang Warung Tegal (Warteg) oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

4 5 6 7

Direktur Pemasaran PT Pertamina (Persero) Djaelani Soetomo. Dirjen Migas, Evita H. Legowo. Menteri ESDM, Darwin Zahedy Saleh. Fajru Rubbi, Mahasiswa IAIN Sultan Maulana Hasanudin Banten, 2010.

Bagi anda pelanggan Warung Tegal (warteg) bersiaplah merogoh kocek lebih dalam. Pemprov DKI Jakarta per 1 Januari 2011 akan mengenakan pajak restoran sebesar 10 persen untuk setiap hidangan yang anda nikmati di warteg8. Meski baru wacana, namun upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan memungut pajak kepada pengusaha makanan dan minuman, termasuk warung Tegal (warteg) dibanjiri kecaman. Gubernur Fauzi Bowo dinilai tidak pro rakyat kecil. Selain penerbitannya berpotensi menimbulkan tindak pemerasan serta korupsi, pihak yang menjadi sasaran kebijakan ini adalah pengusaha rumah makan berpenghasilan Rp 60 juta per tahun atau Rp 167.000 per hari. Pajak yang dikenakan adalah sebesar 10 persen, terhitung mulai satu Januari mendatang. Imbas kebijakan Pemprov DKI di bawah kepemimpinan Gubernur Fauzi Bowo ini juga akan dirasakan masyarakat kelas menengah ke bawah karena harga makanan di warteg akan naik. Sebab, selama ini, masyarakat kelas bawah merupakan pelanggan setia warung yang terkenal sebagai tempat makan wong cilik tersebut. Dari pajak kendaraan saja, seharusnya Pemda DKI telah mendapat pemasukan tinggi. namun tak ada bukti kemampuan pemda mengelola dana tersebut. Kemacetan, banjir serta genangan air hampir terjadi di setiap ruas jalan usai hujan turun. “Jadi, untuk apa? Tujuannya apa? Apa Pemda DKI masih kekurangan duit sampai harus menarik pajak dari pemilik-pemilik warteg? Uang pajak dari kendaraan bermotor dikemanakan? Katanya ahli, kok gini cara mikirnya?” Perlu diingat para konsumen Warteg kebanyakan adalah masyarakat golongan menengah ke bawah (termasuk saya, hehehe)…. Bagaimana jika diberlakukan pajak 10% (?) kepada Warteg… jelas nanti kami mau makan di mana lagi? Kami sanggupnya makan kelas Warteg!!
8

Detik.com

Mengapa para pemimpin kita itu tidak mencontoh gaya kepemimpinan Nabi dan para sahabatnya? Beliau punya prinsip, “Kalau harus menderita biarlah aku yang lebih dulu menderita… Kalau harus bahagia biarlah rakyatku lebih dulu merasakannya!” Keadaan di Indonesia jelas terbalik bukan? Rakyat yang harus memikul penderitaan lebih dulu. Pemimpin sih enak-enak saja. Kalau dapat penghargaan . .. ya kami pemimpin lah yang tampil duluan… Apa gak sebaiknya pemerintah itu menyosialisasikan zakat, infaq dan sodaqoh aja ke para pengusaha Warteg itu? Bayar zakat yang notabene sesuai ajaran agamanya dan hanya sebesar 2,5% tentu akan disambut gembira oleh para pengelola Warteg. Nah zakat ini jika dikelola (oleh badan pemerintah) secara benar dan sungguhsungguh tentu hasilnya akan luar biasa, karena terkait ibadah… Dan di dalam AlQur’an perintah berzakat itu selalu melekat pada perintah sholat9. Semoga menginspirasi kita semua…..

9

TRIBUNNEWS.COM,

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->