Anda di halaman 1dari 15

Jurnal Natur Indonesia 4 (1): 1-14 (2001)

ISSN 1410-9379

KEANEKARAGAMAN JENIS IKAN


DI SEPANJANG PERAIRAN SUNGAI RANGAU,
RIAU SUMATRA

Yustina
Program studi Biologi PMIPA, FKIP, Universitas Riau

Diterima 13-8-2001 Disetujui 17-9-2001

ABSTRACT

A study on the species diversity of fishes at eight stations along the


Rangau River in Riau-Sumatra was conducted in July 1997 (dry
season) and February 1998 (rainy season). A total of 70 fish species,
belonging to 44 genera and 21 families were captured using fish pots,
cast net, hand net and fishing rods. The most varied species of fish
belonged to the Cyprinidae (17 species) followed by Siluridae (10
species) and Bagridae (8 species), whereas the remaining number of
families of fish each consisted less than six species. A total of 27
species of fish were caught from eight stations using cast net. In the
dry season the highest diversity index (H1) were at station VIII
(downstream) and the lowest was at station IV. In the rainy season
the highest diversity index (H1) are at station VI and the lowest was
at station I (upstream). Fish species diversity along the course of the
Rangau River is correlated with the varying characteristics of the
river habitats. Fish species diversity index in the dry season is
significantly correlated with water temperature and total organic
matter. Oxyeleotris marmorata Bleeker and Wallago leeri Bleeker,
which are species of high commercial value, have became rare in the
Rangau River.

Keywords: species diversity, status of fishes, Rangau river, Riau

PENDAHULUAN merupakan tempat bermuara bebe-


Provinsi Riau memiliki seba- rapa sungai kecil adalah bervariasi
nyak 3214 pulau, 4 sungai besar, se- dimulai dari lingkungan alami hing-
jumlah sungai kecil dan rawa. Su- ga lingkungan binaan. Diduga kon-
ngai Rangau adalah anak sungai disi tersebut yang memungkinkan
Rokan. Sungai Rokan merupakan sungai Rangau memiliki kekayaan
salah satu dari empat sungai yang jenis ikan yang tinggi. Adanya
terbesar di Riau. Rona lingkungan di hubungan positif antara kekayaan
sepanjang sungai Rangau yang juga jenis dengan suatu area yang ditem-
Keanekaragaman Jenis Ikan Sungai Rangau 3

pati tergantung pada dua faktor. Dewasa ini di daerah Riau


Pertama, peningkatan jumlah mikro umumnya dan terutama di daerah
habitat akan dapat meningkatkan ke- aliran sungai terjadi peningkatan
ragaman. Kedua, area yang lebih perluasan lahan perkebunan, eks-
luas sering memiliki variasi habitat plorasi MIGAS dan penebangan hu-
yang lebih besar dibanding dengan tan serta peningkatan limbah di se-
area yang lebih sempit (Wooton kitar perairan sungai Rangau.
1991). Sehingga semakin panjang Dikhawatirkan kondisi ini akan
dan lebar ukuran sungai semakin berpengaruh terhadap kelulus-hidup-
banyak pula jumlah jenis ikan yang an ikan, yang akan mengancam
menempatinya (Kottelat et al, 1996). keanekaragaman jenis dan degradasi
Keanekaragaman dan kelim- genetis ikan-ikan yang hidup di
pahan ikan juga ditentukan oleh sepanjang perairan sungai Rangau.
karakteristik habitat perairan. Ka- Berdasarkan permasalahan di atas,
rakteristik habitat di sungai sangat maka diperlukan informasi menge-
dipengaruhi oleh kecepatan aliran nai keanekaragaman jenis dan status
sungai. Kecepatan aliran tersebut ikan-ikan di sepanjang perairan su-
ditentukan oleh perbedaan kemi- ngai Rangau tersebut.
ringan sungai, keberadaan hutan
atau tumbuhan di sepanjang daerah BAHAN DAN METODE
aliran sungai yang akan berasosiasi Sungai Rangau terletak sekitar
dengan keberadaan hewan-hewan 180 km dari Pekanbaru atau 50 km
penghuninya (Ross 1997). arah utara dari Duri. Area studi
Di beberapa bagian perairan terletak pada 1022’10” lintang utara
tawar di daerah Riau telah berhasil dan 100057‘42” bujur timur. Sungai
diidentifikasi sebanyak 86 jenis ikan Rangau mengalir ke arah utara lebih
(Achmad & Dahril 1992). Di seki- kurang sepanjang 16 km. Hulu dan
tar Bukit Tigapuluh Riau telah hilir sungai Rangau merupakan
ditemukan sebanyak 97 jenis ikan pertemuan dengan sungai Rokan.
termasuk pada 52 genera yang Terdapat tiga anak sungai yang
meliputi 25 famili (Siregar et al, mengalir ke sungai Rangau yaitu
1993). Di perairan pulau Bintan Anak Rangau, Pematang Cem-
telah diinventarisasi sebanyak 59 pedak, sungai Petani serta Kanal.
jenis ikan dari 38 genera yang Penelitian dilakukan pada bu-
meliputi 20 famili (Tan & Tan lan Juli 1997 (musim kemarau) dan
1994). bulan Februari 1998 (musim hujan).
Keanekaragaman Jenis Ikan Sungai Rangau 3

Berdasarkan perbedaan rona gunakan termometer; kecerahan,


lingkungan, daerah penelitian dibagi diukur dengan menggunakan keping
atas 8 stasiun, secara berurut (Sta I Sechi (dalam satuan cm); serta
sampai Sta VIII, Gambar 1) dari kedalaman diukur menggunakan tali
hulu sampai ke hilir sungai Rangau. dan pemberat (dalam satuan meter),
Pengukuran faktor fisika-kimia air 2) faktor kimia mencakup kandung-
pada kedua musim di setiap stasiun an oksigen terlarut, diukur menggu-
pengamatan dilakukan sebanyak tiga nakan DO meter; pH, diukur meng-
kali. Tempat dan alat yang diguna- gunakan alat pH meter; serta kan-
kan untuk mengukur faktor fisika- dungan materi organik, menggu-
kimia adalah 1) faktor fisika men- nakan keruk Ekman untuk peng-
cakup kecepatan arus, diukur meng- ambilan substrat dan selanjutnya di-
gunakan bola hanyut (dalam satuan analisis di laboratorium, 3) naung-
cm/detik); temperatur, diukur meng- an vegetasi atau tumbuhan air,

Gambar 1. Peta lokasi penelitian (Stasiun I-VIII) di Sungai Rangau.


Keanekaragaman Jenis Ikan Sungai Rangau 3

dianalisis secara deskriptif . dan 70 jenis tersaji pada Tabel 1, 2,


Secara kuantitatif spesimen dan 3. Sebanyak 69 jenis ikan telah
dikumpulkan dengan metoda pe- dikoleksi dalam pencuplikan pada
nangkapan persatuan usaha meng- bulan Juli yaitu 26 jenis ditemukan
gunakan jala tebar (radius 2,7 m, di stasiun II. Di stasiun VIII dite-
mata jala 0,5 inci dan 1 inci) ma- mukan 25 jenis. Di stasiun VII
sing-masing 3 kali di setiap stasiun. ditemukan 18 jenis, di stasiun I telah
Untuk melengkapi data, maka seca- ditemukan 11 jenis, di stasiun V
ra kualitatif dilakukan penangkapan ditemukan 10 jenis, di stasiun II
spesimen ikan pada jarak 100 m dari ditemukan 9 jenis, di stasiun V dite-
titik stasiun ke arah anak-anak mukan 7 jenis dan di stasiun IV
sungai dengan menggunakan serok, ditemukan 3 jenis. Pada pencupli-
lukah dan pancing. Spesimen yang kan bulan Februari 1998 telah diko-
ada diawetkan dengan formalin 5%. leksi sebanyak 29 jenis ikan. Jumlah
Identifikasi dan determinasi dilaku- jenis ikan di setiap stasiun dari
kan di laboratorium jurusan Biologi tertinggi sampai yang terendah se-
ITB Bandung, dengan mengacu pa- cara berurutan dijumpai di stasiun
da kepustakaan (Weber & Beaufort VI, II, III, VII, V, IV, VIII, dan I,
1962; Roberts 1989; Kottelat et al, dijumpai sebanyak 15, 11, 9, 8, 6, 4,
1996). dan 1 jenis ikan.
Analisis data mencakup indeks Jenis ikan yang terbanyak di
keanekaragaman jenis (H1) ikan sepanjang perairan sungai Rangau
menurut Shannon-Wienner, indeks terdiri dari famili Cyprinidae (17
kerataan (E) Simpson menurut jenis), Siluridae (11 jenis), dan
Krebs (1985) dan Wilson & Peter Bagridae (8 jenis). Menurut Siregar
(1988) serta analisis regresi ganda et al (1993), Cyprinidae merupakan
bertahap untuk menguji korelasi penghuni utama yang paling besar
faktor lingkungan abiotik dengan jumlah populasinya untuk beberapa
indeks keanekaragaman jenis ikan sungai di Sumatra disamping jenis
(Ludwig & Reynolds 1988) meng- ikan catfish (Bagridae, Clariidae,
gunakan program Statwin, versi 5. Pangasidae). Secara keseluruhan
hasil tersebut menunjukkan bahwa
HASIL DAN PEMBAHASAN keanekaragaman jenis ikan di sungai
Sebanyak 489 spesimen ikan Rangau cukup tinggi dibanding
telah ditemukan selama penelitian jumlah jenis ikan tawar yang telah
ini, terdiri atas 21 familia, 44 genera diidentifikasi di perairan Riau yang
Keanekaragaman Jenis Ikan Sungai Rangau 3

Tabel 1. Jenis ikan putih white fish di perairan sungai Rangau, Riau yang ditemukan pada
bulan Juli 1997 sampai Februari 1998.

Famili / Genera Nama Spesies Nama daerah


Cyprinidae
-Puntius Puntius schwanefeldi (Blkr) Kepiat
Puntius bulu (Blkr) Bengalan
-Cyclocheilichthys Cycloschilichthys apogon (V) Sibahan
-Hampala Hampala macrolepidota (C.V) Barau
-Dangila Dangila ocellata (Heck) Ikan pasir
Dangila fasciata (Blkr) Popeh merah
-Lepteobarbus Leptobarbus melanopterus (W&B) Petulu
Leptobarbus haevenii (Blkr) Ikan lemak
-Thynnichthys Thynnichthys thynnoides (Blkr) Matan
-Osteochillus Osteochillus hasselti (C.V) Siburuk
Osteocillus kelabau popta Kelabau
Osteochillus schlegelii (Blkr) Parawas
-Oxygaster Oxygaster oxygastroides (Blkr) Pimping
-Rasbora Rasbora argyrotaenia (Blkr) Pantau
Rasbora einthoveni (Blkr) Bada kalubi
Rasbora kalochroma (Blkr) Singkarik
-Luciosoma Luciosoma trinema (Blkr) Jajuo

Tabel 2. Jenis ikan cat fish di perairan sungai Rangau, Riau yang ditemukan pada bulan
Juli 1997 sampai Februari 1998.

Famili / Genera Nama Spesies Nama daerah


Clariidae
-Clarias Clarias leiacanthus (Blkr) Limbat akar
Clarias nieuwhofi (V) Limbat manik
Clarias batrachus L Similiang
Clarias maladerma Blkr Limbat pendek
Bragiidae
-Mystus Mystus nemurus (V) Juaro padi
Mystus nigriceps (V) Baung
Mystus micracanthus (Blkr) Baung lundu
Mystus bimaculatus Vogt Baung loya
Mystus wolfii (Blkr) Baung tundik
Mystus wyckii (Blkr) Tengkulang
-Leiochassis Leiochassis leiaicanthus (W&B) Baung pisang
-Bagroides Bagroides melapterus (Blkr) Baung tikus
Pangasidae
-Pangasius Pangasius micronema (Blkr) Juara
Pangasius pangasius Ham.Buch Patin
Siluridae
-Kryptopterus Kryptopterus macrocephalus (Blkr) Selais tipis
Kryptopterus palembangensis (Blkr) Selais tebal
Kryptopterus apogon (Blkr) Pompong
Kryptopterus limpok (Blkr) Selais tiok
Kryptopterus schilbeides (Blkr) Selais kuning
Kryptopterus cryptopterus (Blkr) Selais sitoga
-Ompok Ompok hypophthalmus (Blkr) Balik tulang
-Wallago Wallago leeri (Blkr) Tapah
-Belandontichthys Belandotichthys dinema (Blkr) Singarat
-Hemisilurus Hemisilurus heterorynchus (Blkr) Silung budak
Keanekaragaman Jenis Ikan Sungai Rangau 3

Tabel 3. Jenis ikan hitam black fish dan jenis lainnya di perairan sungai Rangau, Riau
yang ditemukan pada bulan Juli 1997 sampai Februari 1998.

Famili / Genera Nama Spesies Nama daerah


Anabantidae
-Anabas Anabas testudinoides (B.I) Perpuyu
-Pristolepis Pristolepi grooti (Blkr) Sepat patung
Belontiidae
-Betta Betta fusca Regan Cupang
-Belontia Belontia hasselti (C ) Kopa
-Trichogaster Trichogaster leeri (Blkr) Sepat jenggot
Trichogaster trichopterus Pall Sepat beruk
Trichogaster pectoralis Regan Sepat siam
Helostomatidae
-Helostoma Helostoma temminckii C.V Sepat singkek
Osphronemidae
-Osphronemous Osphronemous gouramy Lac Gurami/Kalui
Channidae
-Channa Channa micropeltes (C) Toman
Channa striatus (B.I) Gabus
Channa melasoma (Blkr) Jalai
Channa lucius (C) Gabus cina
Notopteridae
-Notopterus Notopterus notopterus Pall Belida
Notopterus borneensis Blkr Belida lopis
Eleotridae
-Oxyeleotris Oxyeleotris marmorata (Blkr) Betutu
Mastacembelidae
-Macrognathus Macrognathus acuelatus (BI) Tilan hitam
-Mastacembelus Mastacembelus erythrotaenia (Blkr) Tilan merah
Mastacembelus keithi (Herre) Sigombo
Tetraodentidae
-Tetraodon Tetraodon palembangensis (Blkr) Buntal hitam
Belonidae
-Tylosurus Tylosurus strongylura (v.Hass) Todak
Chandidae
-Parambasis Parambasis wolffi (Blkr) Pongkah
-Ambasis Ambasis sp. Tempua
Nandidae
-Nandus Nandus nebulosus Gray Sepat rawa
Pristigasteridae
-Pellona Pellona dussumiairi (C.V) Ikan puput
Polynemidae
-Polynemus Polynemus longipectoralis n.sp Ikan jenggot
Chacidae
-Chaca Chaca bakkeensis (Blkr) Puting beliung
Cynoglossidae
-Ceratoglanis Ceratoglanis scleronema (Blkr) Kumuan
-Cynoglossus Cynoglossus microlepis Blkr Ikan sebelah

terdiri dari 86 jenis (Achmad & Keanekaragaman jenis ikan


Dahril 1992) dibanding dengan jenis yang tinggi di sungai Rangau dise-
ikan tawar di pulau Bintan yang babkan oleh variasi di dalam habitat
terdiri dari 59 jenis, 38 genera, 20 di anak-anak sungai. Pada stasiun II
famili (Tan & Tan 1994). dan VII yang dimuarai anak-anak
Keanekaragaman Jenis Ikan Sungai Rangau 3

sungai. Pada stasiun II dan VII yang daerah rawa-rawa, suak atau gena-
dimuarai anak-anak sungai ditemu- ngan air di hutan. Sejumlah rona
kan lebih banyak jenis ikan diban- lingkungan ini memungkinkan ter-
dingkan dengan di aliran sungai ciptanya peningkatan variasi ha-
utama atau stasiun lainnya. Anak bitat. Variasi habitat semakin ba-
Rangau (stasiun II) mempunyai rona nyak, kehadiran jenis-jenis ikan
lingkungan yang khas, berupa hutan penghuninya semakin bertambah
alami (vegetasi pohon, herba dan sehingga keanekaragaman semakin
belukar) dan dijumpai sejumlah meningkat (Kottelat et al, 1996 dan
mikrohabitat. Di sepanjang anak- McCarthy 1985).
anak sungai Petani (stasiun VII) Di stasiun III, yang dialiri
ditemukan semak belukar dan seba- sungai Pematang Cempedak meng-
gian besar berupa rawa. Di sungai indikasikan terjadinya kerusakan ha-
Petani ditemukan jenis-jenis ikan bitat, seperti pendangkalan sungai,
black fish dari genus Clarias sp., berkurangnya vegetasi dan pe-
Anabas sp., Trichogaster sp., numpukan pasir di tepi aliran su-
Bellontia sp., dan jenis lainnya. ngai, sehingga di anak sungai ini
Menurut Siregar et al, (1993) dijumpai jenis ikan yang lebih se-
ikan black fish merupakan jenis ikan dikit. Pada Gambar 2 disajikan pen-
yang tahan terhadap kondisi deoksi- cuplikan ikan di delapan stasiun
genasi dan umumnya tahan hidup di sungai Rangau pada bulan Juli 1997

2.5 Februari 1998


Juli 1997
Indeks Keanekaragaman (H')

1.5

0.5

0
I II III IV V VI VII VIII
Stasiun Pencuplikan

Gambar 2. Indeks Keanekaragaman jenis dan sebaran spasial populasi ikan pada bulan
Juli 1997 dan Februari 1998 pada delapan stasiun di sungai Rangau, Riau.
. Juli 1997, Februari 1998.
Keanekaragaman Jenis Ikan Sungai Rangau 3

dan Februari 1998 berdasarkan Nilai indeks keanekaragaman


indeks keanekaragaman jenis (H') di bulan Juli 1997 cenderung lebih
Shanon-Wiener (Krebs 1985). Nilai tinggi dibandingkan dengan bulan
indeks keanekaragaman jenis secara Februari 1998. Hal ini disebabkan
spasial pada bulan Juli berkisar oleh jumlah jenis ikan semakin
antara 0,95 hingga 1,99. Indeks ke- banyak dan jumlah individu tiap
anekaragaman jenis tertinggi sampai jenis lebih sedikit dibanding deng-an
terendah secara berurutan terdapat di pencuplikan pada bulan Februari
stasiun VIII, VI, I, III, II, VII, V dan 1998.
IV. Nilai indeks keanekaragam-an Variasi jenis paling banyak di-
jenis ikan secara spasial pada bulan temukan di stasiun VIII (musim
Februari berkisar antara 0,92 hingga kemarau). Hal ini disebabkan oleh
1,82. Indeks keanekaraga-man jenis aliran anak sungai Petani (di stasiun
tertinggi sampai terendah secara VII) yang mempengaruhi karakter-
berurutan terdapat di stasiun VI, istik habitat di aliran utama yaitu
VII, III, II, VIII, V, IV dan I. kecepatan arus di stasiun VIII (hilir
Nilai indeks keanekaragaman sungai) sebesar (10 m/menit) lebih
secara spasial pada bulan Juli, me- tinggi dibandingkan kecepatan arus
nunjukkan bahwa nilai indeks ke- di hulu sungai (stasiun I) besarnya 2
anekaragaman tertinggi di stasiun m/menit. Hasil pengukuran faktor
VIII (1,87) dibandingkan dengan fisika-kimia (Tabel 4) di stasiun
nilai indeks keanekaragaman di VIII menunjukkan bahwa pada suhu
stasiun II (1,48). Jumlah jenis ikan air 29,20C dan jumlah oksigen ter-
lebih banyak di stasiun VIII (12 larut lebih dari 4,5 ppm, maka kan-
jenis) dibandingkan di stasiun II (7 dungan oksigen yang lebih besar
jenis). Nilai indeks keanekaraga- dari 4 ppm memungkinkan adanya
man secara temporal (antara bulan kehidupan hewan-hewan akuatik
Juli 1997 dengan Februari 1998) di (Henderson & Crampton 1997).
stasiun III menunjukkan bahwa nilai Nilai kecerahan air rata-rata di
indeks keanekaragaman pada bulan atas 40 cm, kondisi ini cenderung
Juli (1,47) lebih tinggi dari bulan cukup baik untuk kehidupan ikan.
Februari (1,40). Jumlah individu ti- Kandungan materi organik (1,1%)
ap jenis lebih sedikit pada bulan Juli pada stasiun ini merupakan yang
(11 individu) dibandingkan bulan terendah dari stasiun lainnya. Proses
Februari (25 individu). degradasi oleh mikroba organik se-
Keanekaragaman Jenis Ikan Sungai Rangau 3

makin rendah, artinya ketersediaan sebesar 15 m/menit dan 14 m/menit,


oksigen terlarut cukup untuk keper- yang akan mempengaruhi penu-
luan aktivitas metabolisme biota runan kecerahan air, dengan nilai
penghuninya, yang memungkinkan kecerahan di stasiun I dan VIII yaitu
kehadiran serta jumlah jenis ikan 35 dan 37 cm. Hal ini akan meng-
yang lebih banyak. hambat iluminasi cahaya matahari
Nilai indeks keanekaragaman ke dalam perairan dan diduga meng-
terendah ditemukan di stasiun IV, akibatkan proses fotosintesis biota
hal tersebut diduga disebabkan oleh perairan menurun serta berpe-
kenaikan suhu air yang mencapai ngaruh terhadap penurunan produk-
30,80C. Kenaikan suhu air akan me- tivitas perairan sebagai sumber ma-
nyebabkan kelarutan oksigen rendah kanan ikan. Pengaruh faktor fisika-
(kurang dari 4 ppm). Kondisi terse- kimia secara simultan dan kisaran
but diduga sebagai faktor pembatas toleransi biologis ikan yang sempit
beberapa jenis ikan tertentu, teruta- terhadap kecepatan arus, memung-
ma jenis ikan dari famili Cypri- kinkan ditemui jenis ikan yang lebih
nidae. sedikit .
Pada musim hujan debit air su- Uraian di atas menunjukkan
ngai semakin tinggi, sehingga arus bahwa perubahan musim berpenga-
semakin cepat terutama di stasiun I ruh terhadap perubahan kecepatan
dan VIII dengan kecepatan arus arus. Kecepatan arus secara simul-

Tabel 4. Faktor fisika-kimia masing-masing stasiun pada musim kemarau (Juli 1997) dan
musim hujan (Februari 1998).

Parameter S T A S I U N
I II III IV V VI VII VIII
Kecepatan arus (meter) * 2 2,5 0,7 0,4 3,7 4,8 10.2 9,4
** 14,0 12,0 12,0 10,0 9,0 9,5 10,5 10,0
Temperatur (Celcius) * 30 29,8 29,9 31 29,4 29,7 29,7 29,8
** 29 29,7 29,8 29,7 29,4 29,6 29,6 29,7
Kecerahan air (cm) * 51 48 45 37 47 45 44 40
** 36 38 40 41 41 40 39 38
Kedalaman (meter) * 7 8 6 9 10 8 11 15
** 10 12 8 12 13 12 14 18
Oksigen terlarut (ppm) * 5,2 5,5 5,4 3,8 4,4 4,1 5,2 4,4
** 5,0 5,5 4,9 4,9 4,5 4,9 5,0 4,5
pH (unit) * 6,9 5,9 6,3 6,3 6,2 6,3 6,3 6,2
** 6,8 5,5 6,2 5,9 5,8 5,8 5,9 6,0
Total materi organik (%) * 3 4 3 3 4,2 5 4 1,1
** 2,8 3,5 2,8 3,2 4,5 5,5 4,3 2,5
*: Musim Kemarau, ** : Musim Hujan
Keanekaragaman Jenis Ikan Sungai Rangau 3

tan mempengaruhi faktor fisika- tinggi di stasiun V. Kandungan ma-


kimia perairan yang selanjutnya teri organik terendah dan tertinggi di
akan mempengaruhi karakteristik stasiun I dan VI.
habitat di sungai (Ross 1997). Hasil analisis regresi ganda
Tabel 4 menunjukkan kedala- bertahap menunjukkan indeks ke-
man perairan antara musim kemarau anekaragaman jenis ikan pada mu-
dengan musim hujan berbeda rerata sim kemarau secara nyata dipenga-
3 m, dengan stasiun yang terdalam ruhi oleh faktor suhu dengan
ditemukan pada stasiun VIII (hilir koefisien regresi sebesar 0,50 dan
sungai) dan terdangkal di stasiun III. kandungan materi organik dengan
Di musim kemarau kecerahan te- koefisien regresi sebesar -0,91 atau
rendah dan tertinggi ditemukan di dengan nilai koefisien determinasi
stasiun IV dan I. Suhu air tertinggi sebesar 71,50%. Pada musim hujan
ditemukan di stasiun IV, kandungan tidak nyata dipengaruhi kecerahan,
oksigen terlarut terendah dan suhu dan pH air.
tertinggi terdapat di stasiun IV dan Penangkapan dengan menggu-
II. Kandungan materi organik nakan alat jala tebar pada delapan
terendah dan tertinggi terdapat di stasiun tersebut mendapatkan 27 je-
stasiun I dan VI. Pada musim hujan nis ikan. Gambar 3 menunjukkan
kecerahan terendah ditemukan di bahwa pada bulan Juli 1997 nilai In-
stasiun I. Kandungan oksigen ter- deks Kerataan (E) mendekati ≥ 1 di-

Juli 1997 Februari 1998


1.4
Indeks Kerataan Jenis (E)

1.2

0.8

0.6

0.4

0.2

0
I II III IV V VI VII VIII
Stasiun Pencuplikan

Gambar 3. Indeks Kerataan jenis dan sebaran spasial populasi ikan pada bulan Juli 1997
dan Februari 1998 pada delapan stasiun di sungai Rangau, Riau. Juli 1997,
Februari 1998.
Keanekaragaman Jenis Ikan Sungai Rangau 3

stasiun VI dan VII dengan nilai in- terminal, berukuran sedang dan hi-
deks kerataan sebesar 1,11 dan 1,19. dup di perairan tengah dan bersifat
Pencuplikan pada bulan Februari seperti pemakan bangkai tumbuhan
1998 memperlihatkan bahwa nilai air atau bangkai binatang (detritus).
indeks kerataan mendekati ≥1 di Rasbora argyrotaenia Blkr mem-
stasiun VI dan VII dengan nilai in- punyai mulut kecil berbentuk sub-
deks kerataan 0,97 dan 0,99. Nilai terminal cenderung hidup di per-
indeks kerataan (E) mendekati ≥1 mukaan air, diduga pemakan orga-
memperlihatkan pembagian indivi- nisme yang menempel pada tum-
du yang cenderung merata diantara buhan air (perifiton). Mystus nemu-
jenis. Nilai indeks kerataan >1 rus V adalah jenis ikan berkumis
menunjukkan karakteristik jenis, penghuni dasar perairan yang ber-
dimana adanya kecenderungan sifat omnivora. Belandotichthys di-
untuk dihuni oleh jenis yang sama nema Blkr adalah jenis ikan yang
atau setiap jenis ikan mempunyai lebih menyukai hidup di lapisan
jumlah individu sama. bawah sungai dan bersifat fisivora
Hasil penelitian menunjukkan (Kottelat et al, 1996). Perbedaan
bahwa di stasiun VI telah ditemukan morfologi dalam mekanisme pola
jenis-jenis ikan seperti Thynni- makan berhubungan dengan strategi
chthyus thynnoides Blkr, Rasbora makan pada jenis simpatrik yang
argyrotaenia Blkr, Mystus nemurus berkoeksistensi untuk mengurangi
V, Belandotichthys dinema Blkr, persaingan interspesifik. Perbedaan
yang menetap pada pengamatan mu- struktur morfologi bertujuan memi-
sim kemarau maupun musim hujan. sahkan relung ekologi makan dan
Berarti di stasiun yang mempunyai pemisahan tingkat tropik pada jenis
nilai indeks kerataan jenis ≥1, ikan air tawar (McCarthy 1985).
dihuni oleh jenis ikan yang tidak Uraian di atas menunjukkan
sama. Diduga hal ini disebabkan bahwa keempat jenis ikan tersebut
oleh adanya kesamaan kondisi fisio- cenderung memiliki pola makan
logis terhadap kisaran toleransi fak- berbeda dan menempati habitat ti-
tor lingkungannya atau kesamaan dak serupa. Hal tersebut akan me-
habitat dari tiap jenis ikan tersebut. mungkinkan adanya pembagian re-
Berdasarkan ekomorfologi pa- lung dari masing-masing jenis ikan
da ikan, Thynnichthys thynnoides penghuninya. Selain itu naungan
Blkr mempunyai mulut berbentuk tumbuhan air (25%) memungkinkan
Keanekaragaman Jenis Ikan Sungai Rangau 3

sebagai sumber makanan, tempat Permintaan pasar semakin ting-


bersarang, tempat berlindung, per- gi pada ikan kelompok empat, se-
sediaannya berlimpah. Hal ini me- hingga diduga terjadi peningkatan
ngurangi persaingan antara jenis penangkapan melebihi stok yang ada
ikan yang berbeda, sehingga keem- di alam. Kecepatan pertumbu-han
pat jenis ikan dapat berkoeksistensi dan perkembangbiakan ikan yang
di stasiun VI. lebih lambat dibandingkan dari
Ditinjau dari proporsi kehadiran kecepatan penangkapannya akan
dan kelimpahan, ikan yang dikon- mempengaruhi tingkat populasi ikan
sumsi di perairan sungai Rangau, di alam. Kecepatan pertumbuhan
dikelompokkan atas empat kelom- dan perkembangbiakan ikan sangat
pok yaitu 1) Ikan dengan frekuensi tergantung pada kualitas lingkungan
kehadiran dan kelimpahan tinggi, dan alat penangkapan. Pada peneli-
yaitu ikan Kepiat (Puntius schwa- tian ini hanya dijumpai satu in-
nenfeldii Blkr), ikan Pongkah (Pa- dividu dari satu jenis ikan, yaitu
rambasis wolffi Blkr), Kriptopterus kelompok ikan Betutu (Oxyoleotris
sp, ikan Gurami (Osphonemous marmorata Blkr) menunjukkan
gouramy Blkr), 2) Ikan dengan bahwa jenis ikan pada kelompok
frekuensi kehadiran rendah dan ke- empat dapat dianggap sebagai ikan
limpahan tinggi, yaitu Mystus sp., yang mulai langka (Achmad &
Clarias sp., Channa sp., Tricho- Dahril 1992). Ikan kelompok ketiga
gaster sp., 3) Ikan dengan frekuensi terutama dari famili Cyprinidae,
kehadiran tinggi dan kelimpahan sangat rentan terhadap kekurangan
rendah yaitu ikan Bengalan (Pun- oksigen, kecerahan air dan
tius bulu Blkr), ikan Motan keberadaan hutan sebagai sumber
(Thynichthys thynnoides Blkr), ikan makanan utamanya (Siregar et al,
Lemak (Leptobarbus hoevenii Blkr), 1993 dan Kottelat et al, 1996).
ikan Belida (Notopterus notopterus Pemanfatan sumberdaya ikan
Pall), ikan Singarat (Belondo- air tawar di kawasan perairan Ra-
tichthys dinema Blkr), 4) Ikan de- ngau dewasa ini semakin ber-
ngan frekuensi kehadiran dan kembang akibat semakin tingginya
kelimpahan rendah, yaitu ikan Ta- permintaan pasar. Ikan yang disukai
pah (Wallago leerii Blkr), ikan Be- dan mempunyai rasa daging yang
tutu (Oxyoleotris marmorata Blkr) gurih umumnya seperti ikan Patin
dan ikan Popeh merah (Dangila (Pangasius pangasius Ham.Buch),
fasciata Blkr). ikan Betutu (Oxyoleotris marmorata
Keanekaragaman Jenis Ikan Sungai Rangau 3

Blkr), ikan Tapah (Wallago leeri ngan variasi dan ciri habitat yang
Blkr), dan ikan Belida (Notopterrus ditemui.
notopterus Pall) semakin sering di- Indeks keanekaragaman (H1)
buru. jenis ikan pada musim kemarau
Dengan meningkatnya per- berkorelasi secara nyata dengan
mintaan pasar pada jenis ikan suhu air dan kandungan materi or-
tersebut, eksploitasi semakin me- ganik. Ikan Betutu (Oxyeleotris
ningkat yang pada akhirnya dapat marmorata Blkr) dan ikan Tapah
berpengaruh terhadap berkurangnya (Wallago leeri Blkr) merupakan
kehadiran ikan di lingkungan. Dari ikan bernilai komersial tinggi yang
70 jenis ikan yang terdapat di sungai telah langka di sungai Rangau.
Rangau, 5 jenis telah diindikasikan
berpotensi sebagai ikan hias, yaitu UCAPAN TERIMA KASIH
ikan Popeh merah (Dangila fasciata Penulis menyampaikan terima kasih
Blkr), ikan Bada kalubi (Rasbora kepada Bapak Dr. Achmad Sjarmidi
einthovenii Blkr), ikan Singkarik dan Bapak Dr. Ama Rustama di Ju-
(Rasbora kalochroma Blkr), ikan rusan Biologi ITB yang telah mem-
Selais kuning (Kriptopterus schil- bimbing selama penelitian hingga
beides Blkr), dan ikan Cupang selesainya penulisan tesis; Bapak
(Betta fusca Regan). Ikan bersifat Deswandi Mizwar, Direktur Go-
predator sebanyak 7 jenis, dua jenis vernment Relation PT Caltex Paci-
diantaranya tidak dikonsumsi yaitu fic Indonesia Duri beserta staf yang
ikan Buntal (Tetraodon palem- telah menyediakan akomodasi di
bangensis Blkr) dan Puting beliung Duri; dan Bapak Dr. Soetikno Wir-
(Chaca bankaensis Blkr). joatmodjo serta Ibu Dra. Ike Rach-
matika MSc, Balai Penelitian Zoo-
KESIMPULAN logi LIPI Cibinong yang telah
Sungai Rangau di Provinsi memberikan bantuan dalam verifi-
Riau Sumatra memiliki kekayaan kasi penamaan ikan.
jenis ikan yang terdiri dari 21 fa-
mili, 44 genera, 70 jenis. Penghu-ni DAFTAR PUSTAKA
komunitas sungai Rangau terba- Achmad, M. & Dahril, T. 1992.
Conservation of Wetlands Adja-
nyak terdiri atas famili Cyprinidae cent to Large Rivers in Riau
(17 jenis), Siluridae (10 jenis) dan province, Indonesia. Ed. ke-9.
Pekanbaru: PUSLIT UNRI.
Bagridae (8 jenis). Tingkat keane- Henderson P.A. & Crampton, W.G.R.
karagaman jenis berhubungan de- 1997. A comparison of fish
Keanekaragaman Jenis Ikan Sungai Rangau 3

diversity and abundance bet- Fransisco: California Academy


ween nutrient-rich and nutrient- of Sciences.
poor lakes in Upper Amazon. Ross, R. 1997. Fisheries Conservation
Journal of Tropical Ecology 13: and Management. USA: Prentice
175-198. Hall, Inc.
Krebs, C.J. 1985. Ecology. The Expe- Siregar, S., Putra, R.M. & Sukendi.
rimental Analysis of Distri- 1993. Fauna ikan di perairan
bution and Abundance. New sektor Bukit Tigapuluh Sibe-
York: Harper Collins, Pub- rida, Sumatra. Rain Forest and
lisher. Resource Management. Procee-
Kottelat, M., Whitten, J. A., Wirjo- dings of the NORINDA. Jakarta,
atmodjo, S. & Kartikasari, S. 23-25 Mei 1993.
N. 1996. Freshwater Fishes of Tan, S.H. & Tan, H.H. 1994. The
Western Indonesia and Sula- freshwater fishes of Pulau
wesi. Jakarta: Periplus Edition Bintan, Riau Archipelago, Su-
Ltd. matra, Indonesia. Tropical
Ludwig, J.A. & Reynolds, J.F. 1988. Biodiversity 3: 351-354.
Statiscal Ecology. New York: Weber, M. & Beaufort, L.F. de. 1962.
John Wiley & Sons. The Fishes of the Indo-Austra-
McCarthy, D.T. 1985. The Adverse lian Archipelago. Vol. I-XI.
Effects of Chanalization and Netherland: Leiden.
Their Amelioration. United Wilson, E.O. & Peter, F.M. 1988.
Nation: Food and Agriculture Biodiversity. Washington D.C:
Organization. National Academy Press.
Roberts, T.R. 1989. The Freshwater Wooton, J. 1991. Ecology of Teleost
Fishes of Western Borneo. San Fishes. New York: Chapman &
Hall.
Keanekaragaman Jenis Ikan Sungai Rangau 3