Anda di halaman 1dari 17

Intisari + Latihan Hitung Kalkulus Dan

Fungsi Transeden (Tingkat Lanjut)


Tanggal: 28 Maret 2010

Oleh: Tjandra Satria Gunawan


Materi kalkulus tingkat lanjut:
Kalkulus merupakan salah satu bagian materi matematika yang mencangkup “Limit”,
“Turunan”, dan “Integral”. Namun bagaimana dengan kalkulus fungsi exponen dan logaritma???
Apa dapat dihitung??? Tentu jawabannya adalah dapat setelah mengenal bilangan satu ini, yaitu
bilangan “e” yang sesuai dengan nama penemunya, yaitu Euler Leonhard. Banyak definisi yang
diturunkan untuk menemukan bilangan “e” yang merupakan suatu limit tak terhingga berikut ini:
( ) , menurut aturan binomial, limit tersebut dapat diekspansi menjadi berikut:

( ) ( ) ( ) ( )
Satu jika dipangkatkan berapapun adalah 1, sehingga:

( ) ( ) ( ) ( )
Menyederhanakan kombinasi dengan definisi faktorial:
( ) ( ) ( )( ) ( )( )( )
( ) ( ) ( ) ( )
Sehingga didapat:
( ) ( )( )

Dengan memindahkan nilai “n” dari pembilang ke penyebut:


( ) ( )( )

( ) ( )
Kemudian dikembalikan ke pembilang:
( ) ( )( )
( ) ( )

Lalu disederhanakan dengan definisi pembagian bilangan berpangkat (pangkat dikurangi 1):
( ) ( )( )

Lalu ditransformasi ke masing-masing pengali:


( ) ( ) ( )

Setelah itu disatukan menjadi:


( ) ( ) ( )

Lalu di pisah menjadi dua pecahan:


( ) ( ) ( )

Kemudian disederhanakan sehingga menjadi limit dalam bentuk:


( ) ( ) ( )
Dengan memasukkan nilai limit n yang mendekati tak terhingga maka didapat:
( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( )

Karena berapapun jika dibagi tak terhingga adalah nol, maka:


( ) ( )( )

Sehingga didapat nilai “e” yang paling sederhana adalah:

Kemudian karena 0! adalah1 persamaan tersebut dapat diubah dalam notasi sigma menjadi:

Maka pada kesimpulannya nilai “e” adalah:

( ) ∑

Jika dihitung secara manual, nilai “e” adalah:

Dalam bentuk desimal adalah:

Setelah mengenal nilai “e”, mari kita telaah lebih dalam lagi, yaitu exponen x atau bisa
ditulis dengan exp(x) atau ex. Nilai dari exponen tersebut adalah ( ) . Mari kita
kaji ulang rumus diatas untuk mendapatkan nilai ex:
Tidak terlalu jauh berbeda dari yang tadi, namun ditambah satu variabel lagi, yaitu x. Karena

e= ( ) , maka nilai ex adalah: ( ( ) ) (( ) ) maka


didapat definisi baru, yaitu: ex= ( ) , menurut aturan binomial, limit tersebut dapat
diekspansi menjadi berikut:

( ) ( ) ( ) ( )
Satu jika dipangkatkan berapapun adalah 1, sehingga:
( ) ( ) ( ) ( )
( ) ( ) ( ) ( )
Menyederhanakan kombinasi dengan definisi faktorial:
( ) ( ) ( )( ) ( )( )( )
( ) ( ) ( ) ( )
Sehingga didapat:
( ) ( )( )

Dengan memindahkan nilai “n” dari pembilang ke penyebut:


( ) ( )( )

( ) ( )
Kemudian dikembalikan ke pembilang:
( ) ( )( )
( ) ( )

Lalu disederhanakan dengan definisi pembagian bilangan berpangkat (pangkat dikurangi 1):
( ) ( )( )

Lalu ditransformasi ke masing-masing pengali:


( ) ( ) ( )

Setelah itu disatukan menjadi:


( ) ( ) ( )

Lalu di pisah menjadi dua pecahan:


( ) ( ) ( )

Kemudiang disederhanakan sehingga menjadi limit dalam bentuk:


( ) ( ) ( )

Dengan memasukkan nilai limit n yang mendekati tak terhingga maka didapat:
( ) ( ) ( )

( ) ( ) ( )

Karena berapapun jika dibagi tak terhingga adalah nol, maka:


( ) ( )( )

Sehingga didapat nilai “ex” yang paling sederhana adalah:

Kemudian karena 0! adalah1 persamaan tersebut dapat diubah dalam notasi sigma menjadi:

Nah, sekarang, mari kita kaitkan dengan kalkulus, jika f(x)=ex, berapakah nilai dari turunannya???
Perhatikan teknik berikut:

( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( )

Dengan menggunakan definisi turunan (axn) berdasarkan x adalah (naxn-1) maka persamaan
setelah diturunkan menjadi:
Oleh karena itu, turunan dari ex adalah juga ex.
Sekarang saya akan mengajak anda untuk mengenal turunan logaritma, masih ingatkah
anda tentang logaritma dan sifat-sifatnya??? Jika belum, silahkan cari guru, atau beli buku
logaritma di toko buku terdekat dan pelajari. Jika sudah, selamat! Saatnya mempelajari logaritma
natural, apa beda logaritma natural dengan logaritma biasa??? Bedanya adalah pada bilangan
pokoknya, karena logaritma natural adalah logaritma dengan bilangan pokok “e”.
Dibeberapa kalkulator, terutama pada kalkulator scientific ada tombol bertulisan ln, nah
apa itu ln??? Tidak lain adalah singkatan dari logaritma natural, jika anda mengetikkan suatu
bilangan, sebut saja “x” pada kalkulator, lalu anda menekan tombol ln, itu berarti anda memasukkan
perintah ln x pada kalkulator.
Apa itu ln x, tidak lain adalah elog x. Biasanya 10log x ditulis log x, namun ada lagi logaritma
yang tidak biasa, yaitu elog x, yang ditulis ln x. Apakah turunan dari ln x??? Tentu anda akan dapat
menghitungnya sendiri setelah mempelajari turunan logaritma. Dasar dari bentuk logaritma adalah
m
log n. Sekarang apabila f(x)= plog x maka f‟(x)-nya adalah berapa??? Untuk menghitungnya, mari
kita telaah kembali definisi terdasar turunan yang berasal dari limit. Kita mengetahui bahwa:
( ) ( ) ( )

Kemudian kita masukkan nilai f(x)=plog x ke dalam persamaan sehingga:

( ) ( )
( )
Kemudian setelah disederhanakan didapat suatu limit yaitu:

( ) ( ) ( )
Kemudian karena ∆ x “hanya” berada dalam log, maka nilai limit dapat dipindah ke dalam log,
sehingga persamaan menjadi:

( )
( ( ) ) ( ( ( )) )

Jika dimisalkan adalah m, maka jika ∆ x mendekati nol, tentu nilai m juga mendekati nol, sehingga
limit tersebut menjadi:

( ( ) )
Sekarang mari kita bandingkan dengan dengan limit bilangan “e”:

( )
( ) ( ) ( ( ))

Jika nilai n mendekati tak terhingga, maka nilai adalah mendekati nol sehingga jika dimisalkan =m,
maka limit tersebut menjadi:

( )
Lalu kedua persamaan diatas (yang dicetak tebal) disubtitusikan sehingga mendapat persamaan:
( )

( )
Sehingga dapat disimpulkan bahwa:

Setelah mempelajari turunan logaritma, tentu anda akan dapat mencari turunan ln x, yaitu:

( )
Sehingga turunan dari ln x adalah
Sekarang, karena kebalikan turunan adalah integral, maka integral dari ( ) adalah “ln x”.
Jika kita mengintegralkan secara langsung (menggunakan definisi axn):

∫ ∫
Kita tidak mendapat hasilnya karena tak terdefinisi. Sehingga dibutuhkan bilangan “e” untuk
menyelesaikannya (Seperti yang dijelaskan diatas).
Jadi kesimpulannya adalah:


Nah, saatnya untuk mempelajari kalkulus exsponen, pada pembahasat tadi, didapat
turunan dari ex adalah ex juga. Sekarang, saatnya untuk mengembangkan rumus tersebut menjadi
lebih kompleks. Bagaimana jika yang diturunkan adalah e2x, e4x, e3x+7, e2x-5??? Kini saatnya
menggunakan aturan rantai, karena e2x tersebut tidak diturunkan langsung berdasarkan
pemangkatnya, yaitu 2x, tetapi diturunkan berdasarkan x, oleh karena itu, kita harus turunkan
berdasarkan pemangkatnya, bagaimana caranya?? Gunakan aturan rantai. Contoh: tentukan
turunan dari: e2x-5
( )
( ) ( )
( )
Secara aljabar, ef(x) dengan f(x) adalah suatu fungsi. Turunannya adalah:
( ) ( )
( )( )
( )
( )
Jika teori diatas diterapkan untuk menurunkan e2x-5 maka hasilnya akan sama. Dari soal tersebut,
didapat f(x)=2x-5, telah kita ketahui pula dengan menggunakan teorema turunan biasa bahwa
turunan dari 2x-5 adalah 2 sehingga:
( )
( )
( )
Sama kan???
Catatan: ( ) adalah turunan dari f(x)
Ok, tadi adalah kalkulus exponen dengan bilangan “e”, namun bagaimana jika fungsi yang akan
diturunkan adalah bilangan non-“e” seperti ax? Kunci dari menyelesaikannya adalah mengubahnya
ke dalam bentuk “e”. Sekarang akan saya tunjukkan caranya:
Contoh: jika f(x)=ax ubahlah ke dalam bentuk “e”!
Untuk mengubahnya, mari kaji ulang aturan log berikut: ex=m, maka elog m =x atau ln m= x. Maka
jika nilai x= ln m ini disubtitusukan kembali ke persamaan ex=m maka persamaan menjadi: eln m=m.
Oleh karena itu, jika m adalah suatu fungsi, sebut saja f(x), maka f(x)= eln f(x). Sekarang, mari kita
terapkan pada soal, karena f(x) adalah ax maka jika diubah dalam bentuk “e” menjadi:
( )
Sehingga bentuk “e” dari ax adalah ex.ln a.
Catatan: ingat, aturan dalam logaritma natural sama dengan aturan log biasa, sehingga ln ax=x.ln a.
Sekarang saatnya untuk mencari turunan dari fungsi ax. Perhatikan ilustrasi berikut ini:
Langkah 1: ubah exponen menjadi bentuk “e”

Langkah 2: gunakan aturan rantai pada turunan:


( )

( )
Langkah 3: karena turunan bilangan “e” berpangkat oleh pangkat itu sendiri adalah kembali ke
( )
bilangan itu sendiri. Segingga ( )
. maka persamaan menjadi:
( )

( )

Langkah 4: untuk mencari turunan x.ln a, gunakan turunan biasa, karena ln a tidak mengandung x
maka ln a tidak ikut diturunkan sehingga:
( ) ( )

Langkah 5: kembalikan fungsi dari bentuk “e” kembali ke dalam bentuk exsponen (jika
memungkinkan) sehingga:
( )

Maka turunan dari ax adalah ax.ln a.


Ok, Saatnya memasuki exsponen dengan tingkatan yang lebih kompleks, bagaimana turunan
(ax2+bx+c)(px+q) atau (2x2+4x+3)6x+8??? Jika dibahas satu per satu dengan menggunakan aturan
rantai akan panjang dan memakan waktu agak lama, oleh karena itu, kita akan membuat rumus untuk
menyelesaikan persamaan diatas:
Masalah diatas merupakan suatu fungsi yang dipangkatkan dengan fungsi, sehingga kita ubah ke
bentuk yang lebih sederhana miaslkan f(x)g(x). Maka turunan dari fungsi tersebut adalah:
( ) ( ) ( ) ( ) ( )
( ) ( ) ( ) ( ) ( )
( ) ( )
( ) ( )
Karena pada aturan turunan perkalian:
( ) ( ) ( )
( ) ( )
( ) ( ) ( ) ( ) ( )
Misalkan h(x)= ln f(x), maka:
( ) ( ) ( ) ( )
( ) ( )

Kemudian kedua persamaan diatas (yang dicetak tebal) disubtitusikan, sehingga didapat:
( ) ( ) ( )
( ) ( ) ( )
( ( ) ( ) )

Dengan mengubah kembali bentuk “e” menjadi non-“e” maka:


( ) ( )
( ) ( ) ( ) ( )
( ( ) ( ) ) ( ) ( ) ( ( ) ( ) )

Kemudian menggunakan aturan rantai untuk menurunkan ln f(x) menjadi:


( ) ( ) ( ) ( ) ( )
( ) ( ) ( ( ) ( ) )
( ) ( )
Oleh karena turunan ln x oleh x adalah 1 per x, maka turunan ln f(x) oleh f(x) adalah 1 per f(x),
sehingga:
( ) ( )
( ) ( )
( )
( ) ( ( ) ( ) )
( ) ( )
g(x)
Maka dapat disimpulkan bahwa turunan f(x) adalah:
( ) ( ) ( ) ( )
( ) ( ) ( ( ) ) ( ) ( ) ( ( ) ( ) ( ))
( ) ( ) ( )
Sekarang untuk menyelesaikan soal-soal exponen yang rumit dan kompleks, dapat digunakan
rumus berikut:
( )
( ) ( )
( )
( ) ( ( ) ( )) ( )
( )
Rumus ini juga berlaku untuk exponen sederhana seperti contoh ax tadi, perhatikan jika mencari
turunan ax dengan menggunakan rumus diatas:
Dari soal: ax=f(x)g(x), didapat f(x)=a dan g(x)=x, sehingga, dengan menggunakan aturan turunan
biasa: turunan f(x)=0 dan turunan g(x)=1, sehingga: f„(x)=0 dan g„(x)=1. Karena f(x);g(x);f„(x);g„(x)
telah diketahui, kita subtitusikan ke dalam rumus ini, sehingga didapat:

( ) ( )
Sama kan???
Catatan: Memang lebih efisien jika mengetahui rumus umumnya, namun akan jauh lebih baik jika
mengetahui proses pembentukan rumusnya. Karena kita akan dapat mengembangkan rumus
tersebut menjadi rumus baru yang lebih bermanfaat.
Nah, gimana? Jika anda telah menguasai semua materi diatas, selanjutnya akan lebih
mudah, karena kali ini saya hanya akan membahas integral dalam logaritma natural, dan materi
selesai.
Lanjut ke integral, sesungguhnya pada hitung kalkulus integral exponen, hanya merupakan sedikit
modifikasi dan pengembangan dari turunan exponen. Misal: tentukan integral dari ax! telah kita
ketahui, bahwa turunan dari ax adalah axln a, sehingga ∫
Pada soal, diminta ∫ Bentuk ini dapat diubah menjadi:


Oleh karena ln a tidak menganding unsur x, maka ln a tidak ikut di integralkan, sehingga:

∫ ∫
Karena ∫ maka:

Untuk soal integral lainnya tidak jauh dari apa yang kita bahas baru ini. Untuk
menyelesaikan integral exponen, yang perlu diingat hanyalah: integral ex adalah tetap ex dan
integral ax adalah , teknik subtitusi dan integral adalah balikan dari turunan.
Nah, akhirnya cukup sekian materi yang perlu kuberikan, sisanya mari kita bahas beberapa
soal-soal kalkulus tingkat tinggi berikut ini:

Penyederhanaan Limit Fungsi “e”:


Contoh:
Ubahlah ke dalam exponen bilangan “e”:

( )
Penyelesaian:

( ) ( ) ( ) (( ) ) ( ( ) )

( ( ) ) ( )
( )
( )
Misalkan =n, maka persamaan menjadi:

( ) ( ( ) )
( )
( )
Karena e= ( ) maka:

( ( ) )

Sehingga jawaban dari soal tersebut adalah e5.


Contoh soal lainnya (jawab sendiri & pake latihan):
1. Ubahlah ke dalam exponen bilangan “e”:

( )
2. Ubahlah ke dalam exponen bilangan “e”:

( )

Turunan Berbasis Fungsi “e”:


Contoh:
Tentukan turunan dari:
( )
Penyelesaian:
Dengan menggunakan aturan rantai:
( )
( )
Sehingga jawaban dari soal tersebut adalah: .
Contoh soal lainnya (jawab sendiri & pake latihan):
1. Tentukan turunan dari:
f(x)=e2x
f(x)=x.ex
f(x)=(ax+b).epx
2. Tentukan turunan pecahan beikut (tips: kalikan dulu bentuk sekawan lalu
sederhanakan dengan kreatif)

( )

Integral Berbasis Fungsi “e”:


Contoh:
Tentukan integral dari:
( )
Penyelesaian:
Langkah pertama adalah cari turunan dari pangkatnya:
( )
( )
Kemudian pada soal:

∫ ∫
Kemudian subtitusi nilai 2 dx menjadi:

∫ ( ) ∫ ( )

Oleh karena e2x+3 di integralkan berdasarkan 2x+3, maka hasil integralnya adalah sama
deangan sebelum diintegral, yaitu: e2x+3 sehingga:

Maka integral dari fungsi diatas adalah .


Contoh soal lainnya (jawab sendiri & pake latihan):
Tentukan Integral dari:
 ∫
 ∫
 ∫
 ∫( )
 ∫( )
Integral Tidak Tentu (natural):
Contoh:
Tentukan integral dari:

( )
Penyelesaian:
Langkah pertama adalah cari turunan penyebutnya:
( )
( )
Kemudian pada soal:
( )
∫ ∫ ∫ ( )
Kemudian subtitusi nilai (3x2+2) dx menjadi:

∫ ( )
Oleh karena 2 tidak mengandung unsur x, maka 2 dapat dikeluarkan dari integral,
sehingga:

∫ ( ) ∫ ( )
Pada pembahasan materi tadi, kita mengetahui bahwa ∫ = ln x, maka jika nilai x diganti
2 3
Menjadi x +2x-3, maka hasil pengintegralannya adalah ln(x +2x-3). Sehingga:

∫ ( ) ( )
Maka integral dari fungsi diatas adalah: 2.ln(x3+2x-3).
Contoh soal lainnya (jawab sendiri & pake latihan):
Tentukan Integral dari:
 ∫
( )
 ∫
( )
 ∫
(
 ∫

Turunan Fungsi Logaritma:


Contoh:
Tentukan turunan dari:
( ) ( )
Penyelesaian:
Dengan menggunakan aturan rantai:
( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( )
( ) ( ) ( )
Karena pada pambahasan materi tadi didapatkan rumus turunan dari plog x adalah
maka:
( )
( ) ( ) ( )
Maka turunan dari fungsi diatas adalah: ( )
Contoh soal lainnya (jawab sendiri & pake latihan):
1. Tentukan turunan dari:
f(x)= 3log 2x
f(x)=ln(3x+5)
f(x)=2.ln(2x+3)
f(x)=ln(x2-3x+2)
f(x)=ln(x3-3x2+6)
f(x)=x2ln(4-x)

Pembuktian Oprasi Hitung Turunan (tingkat dasar):


Sekarang kita mulai masuk ke permasalahan pembuktian rumus-rumus, segala rumus
matematika pasti ada bukti secara nyata dan logis, karena matematika adalah ilmu eksak dan pasti,
pada pembuktian ini saya akan mencoba membuktikan rumus pengoprasian turunan pembagian,
berikut ini Permasalahannya:
Buktikan:
( )
( ) ( ) ( ) ( ) ( )
( ( ))
Untuk membuktikan kasus seperti ini, kita harus mengenal definisi dasar dari turunan, yaitu:
( ) ( ) ( )

Kemudian kita ubah dan sesuaikan bentuk limit turunan diatas sesuat dengan permasalahan, yaitu
( )
bentuk oprasi pembagian fungsi: sehingga bentuk limit diatas menjadi:
( )
( ) ( ) ( )
( ) ( ) ( ) ( ) ( )
( )
( ) ( )
Kemudian, untuk mengurangi dalam bentuk pecahan, samakan penyebutnya, didapat:
( )
( ) ( ) ( ) ( ) ( )
( )
( ) ( ) ( ) ( )
Karena penyebut sudah sama bentuk tersebut dapat disederhanakan menjadi:
( )
( ) ( ) ( ) ( ) ( )
( )
( ) ( )
Kemudian nilai dimasukkan dan kurung dibuka, menjadi:
( )
( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( )
( ) ( ) ( ) ( )
Sehingga didapat bentuk limit pembagian yang paling sederhana adalah:
( )
( ) ( ) ( ) ( ) ( )
( ) ( )
Apa permasalahan selesai??? Belum, karena limit diatas belum membuktikan hasil yang diminta.
Nah, mulai dari tahap ini diperlukan kreatifitas yang tinggi, jika anda berpikir limit tersebut
sudah dalam bentuk bentuk paling sederhana, bagaimana cara menyederhanakan lagi??? Setelah
dipikir dengan matang, permasalahan yang akan dibuktikan memiliki elemen f‟(x) dan g‟(x) yang juga
merupakan suatu limit, yaitu:
( ) ( ) ( ) ( )
( ) ( )
Lalu apa yang akan dilakukan pada bentuk limit tersederhana yang didapat tadi, yaitu:
( )
( ) ( ) ( ) ( ) ( )
( ) ( )
Bukan disederhanakan lagi, namun dikembangkan/diekspansi menjadi 2 bentuk limit diatas, yaitu
f‟(x) dan g‟(x), caranya???
Perhatikan limit diatas, di sebelah kiri, terdapat pasangan f(x+∆x).g(x) jika dibayangkan
pasangan tersebut mendekati limit yang dimiliki f‟(x) sehingga untuk mengubahnya menjadi ada
bentuk f(x+∆x) – f(x) itu mungkin, karena mengandung unsur g(x) maka setelah berubah akan
menjadi g(x). [f(x+∆x) – f(x)] yang diekspansi menjadi f(x+∆x).g(x) – f(x).g(x). Sehingga persamaan
dikiri harus dikurangi f(x).g(x), lalu perhatikan juga persamaan dikanan, yaitu terdapat pasangan
–f(x).g(x+∆x) jika dibayangkan pasangan tersebut mendekati limit yang dimiliki g‟(x), sehingga
untuk mengubahnya menjadi ada bentuk g(x+∆x)–g(x) itu mungkin, karena mengandung unsur –f(x)
“ingat tanda negatif” maka setelah berubah akan menjadi –f(x). [g(x+∆x) - g(x)] yang diekspansi
menjadi –f(x).g(x+∆x) + f(x).g(x). Sehingga persamaan dikiri harus ditambah f(x).g(x), hal itu
mungkin karena jika persamaan tersebut (yang kiri dikurang f(x).g(x), sedangkan yang dikanan
ditambah f(x).g(x) maka jika dijumlahkan adalah nol, atau netral) sehingga mungkin memberikan
tambahan f(x).g(x) pada persamaan. Untuk jelasnya perhatikan langkah berikut:
( )
( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( )
( ) ( ) ( ) ( )
Kemudian nol tersebut diganti dengan f(x).g(x) – f(x).g(x) sesuai dengan yang direncanakan tadi,
sehingga:
( )
( ) ( ) ( )
( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( )
( ) ( )
Kemudian sesuai dengan yang direncanakan, f(x).g(x) yang negatif pindah kekiri, sedangkan
f(x).g(x) yang positif tetap dikanan, sehingga:
( )
( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( )
( ) ( )
Kemudian masing-masing diberi tanda kurung, (hati-hati dengan perubahan tanda diruas kanan
karena tanda kurung) sehingga limit tersebut menjadi:
( )
( ) ( ( ) ( ) ( ) ( )) ( ( ) ( ) ( ) ( ))
( ) ( )
Kemudian nilai g(x) pada bagian kiri dan nilai f(x) di bagian kanan dikeluarkan dari tanda kurung,
sehingga:
( )
( ) ( )( ( ) ( )) ( )( ( ) ( ))
( ) ( )
Kemudian nilai ∆x pada penyebut dipindah keatas, sehingga:
( ) ( )( ( ) ( )) ( )( ( ) ( ))
( )
( ) ( )
Kemudian, dengan sedikit modifikasi, limit tersebut menjadi:
( ) ( ( ) ( )) ( ( ) ( ))
( ) ( ) ( )
( ) ( )
Kemudian menurut aturan aljabar, limit tersebut dapat digandakan menjadi:
( ) ( ( ) ( )) ( ( ) ( ))
( ) ( ) ( )
( ) ( )
f(x) dan g(x) dapat dikeluarkan dari limit karena limit tersebut hanya berdasarkan ∆x, sedangkan
f(x) dan g(x) tidak mengandung ∆x, (Catatan: ∆x berbeda dengan x) sehingga:
( ) ( ( ) ( )) ( ( ) ( ))
( ) ( ) ( )
( ) ( )
Kemudian, menurut definisi dasar dari turunan yang tadi kita bahas, telah didapat:
( ) ( ) ( ) ( )
( ) ( )
Dengan mensubtitusi kedua persamaan tersebut, didapat:
( )
( ) ( ) ( ) ( ) ( )
( ) ( )
Kemudian, sudah saatnya nilai limit ∆x mendekati nol dimasukkan ke persamaan, sehingga:
( )
( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( )
( ) ( ) ( ) ( )
Kemudian persamaan disederhanakan menjadi:
( )
( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( )
( ) ( ) ( ( ))
Sehingga terbuktilah bahwa:
( )
( ) ( ) ( ) ( ) ( )
( ( ))
Nah, sekarang saya kasi 1permasalahan lagi, yaitu membuktikan turunan perkalian. Silahkan coba
diselesaikan, cara membuktiannya tidak jauh beda dengan cara yang diatas.
Buktikan:
( ) ( )
( ) ( ) ( ) ( )
Catatan: Berfikirlah secara kreatif untuk membuktikan permasalahan ini dan jangan terlalu terikat
dengan rumus yang sudah ada, namun mengertilah konsep yang banyak, maka anda akan dapat
membuktikan, bahkan menciptakan rumus baru dalam ilmu matematika.
Pembuktian limit bilangan “e”:
Inilah dia klimaks dari kalkulus yang akan dibahas, yaitu adalah pembuktian oprasi limit
bilangan “e” dan logaritma natural, selain membutuhkan kombinasi rumus yang banyak, hampir
semua definisi yang diberikan pada materi ini, akan digunakan untuk pembuktian rumus-rumus,
sering digunakan dalam metoda penelitian. Ok, saya akan mencoba memberikan satu masalah
untuk dibuktikan dan dibahas langsung dalam materi ini, kemudian saya berikan 3 masalah lagi
untuk dibuktikan sendiri. Yap, kita mulai saja, saya berikan satu masalah sebagai berikut:
Buktikan:

Pada kasus ini dibutuhkan daya kreatifitas yang tinggi. Sehingga langkah pertama adalah dengan
mengubah bentuk px menjadi bentuk “e” sehingga limit tersebut menjadi:

Kemudian disubtitusikan nilai “e” dalam bentuk limit ke dalam persamaan tersebut, namun limit yang
dimasukkan adalah sejenis sehingga karena limit diatas atas adalah mendekati nol, sedangkan limit
bilangan “e” yang umum adalah tak hingga, kita akali agar limit tersebut menjadi mendekati nol.
Karena hubungan nol dengan tak hingga adalah: , maka modifikasilah limit bilangan “e”
menjadi:

( )
( ) ( ) ( ( ))

Setelah limmit menjadi sejenis, misalkan maka limit tersebut menjadi:

( )
( ( )) ( )

Sehingga kesimpulannya:

( )
Sekarang karena kedua persamaan diatas (yang bercetak tebal) sama sama mempunyai nilai limit x
mendekati nol ( ) maka kedua persamaan tersebut dapat disubtitusikan. Dengan mengganti nilai
“e”, maka didapat limit baru sebagai berikut:

( )
(( ) ) ( )

Kemudian menurut aturan binomial, limit tersebut dapat diekspansi menjadi berikut:

( ( ) ( ) )
Lalu karena 1 dipangkatkan berapa saja tetap 1, dan pengali 1 tak ditulis, maka bilangan 1
berpangkat sebagai pengali dalam limit tersebut dapat dihilangkan, sehingga:

( )
Kemudian kombinasi diubah ke dalam bentuk faktorial, sehingga menjadi:
( ) ( ) ( )
( )
( ) ( ) ( )
Dan disederhanakan menjadi:

( ) ( )( ) ( )( )( )
( )
( ) ( ) ( )
Karena x pangkat 1 tidak ditulis; “0 dan 1” faktorial adalah 1, dan x pangkat nol (x 0) adalah 1 maka
limit dapat disederhanakan lagi menjadi:

( )( ) ( )( )( )
( ( ) )
Kemudian, tanda kurung dibuka, maka: (hati-hati dan ingat dengan perpindahan “-1”)

( )( ) ( )( )( )
( ) ( )
Setelah tanda kurung pada “-1” dibuka lagi:

( )( ) ( )( )( )
( )
1 dan 1 Dikurangkan:

( )( ) ( )( )( )
( )
Penjumlahan dengan nol tak ditulis:

( )( ) ( )( )( )
( )
Nilai x pada penyebut dikeluarkan dan disederhanakan:

( )( ) ( )( )( )
(( ) )

Setelah disederhanakan limit tersebut menjadi:

( )( ) ( )( )( )
(( ) )

Kemudian tanda kurung dibuka dan nilai x dikeluarkan lagi, sehingga:

( )( ) ( )( )( )
( ) ( )
Setelah mendapat fungsi limit yang paling sederhana, masukkan nilai “x”-nya sehingga limit
tersebut menjadi:

( )( ) ( )( )( )
( ) ( )
Karena nol dikali berapapun adalah nol, maka:

( )
Sehingga terbuktilah bahwa
Itulah tujuan utama dalam menguasai logaritma natural, bilangan “e”, kalkulus, dll. Agar kita dapat
membuktikan dan menemukan sesuatu rumus baru. Ok, sekarang saya akan memberikan lagi 3
permasalahan untuk dibuktikan:
Permasalahan 1:
Buktikan:
( )
( )
Permasalahan 2:
Buktikan:
( )
( )
Permasalahan 3:
Buktikan:

Pada pembuktian rumus, anda harus membuat rumusan yang logis, pasti, dan berlaku untuk semua
nilai, tidak boleh nebak-nebak. Karena pembuktian adalah sesuatu bagian matematika yang
terrumit no 2, setelah penciptaan rumus. Tidak mesti harus panjang yang seperti saya contohkan
tadi, namun harus nyata dan masuk akal, ada banyak jalan/cara dalam membuktikan suatu
permasalahan matematika. Atasilah Permasalahan tersebut dengan kreativitas dan akal/jalan
pikiran anda masing-masing. Ok, sekian dulu materi dan latihan yang kuberikan, semoga
bermanfaat bagi kalian semua...

~Tjandra Satria Gunawan~