Anda di halaman 1dari 10

PENGUAT BIOELEKTRIK

1.1 Pengertian Sinyal Bioelektrik


Sinyal bioelektrik adalah sinyal elektrik yang dihasilkan oelh tubuh. Dengan
adanya gerakan tubuh aik secara periodic maupun non periodic, yang membangkitkan
sinyal elektrik dapat dimanfaatkan dalam bidang medis/kesehatan.
 Sebagian besar sinyal bioelektrik memiliki sebuah besaran yang sangat kecil
(dalam besaran milivolt, bahkan mikrovolt) dan oleh karena itu membutuhkan
tambahan berupa penguatan yag disebut OP AMP, sehingga dapat melakukan
proses lebih baek.
 Amplifier/penguat juga berfungsi sebagai penghubung sensor-sensor yang
peka terhadap pergerakan tubuh, suhu dan reaksi kimia.

1.2 Penguat Operasional (Op Amp)


Di dalam sistem kontrol sering kali keluaran dari sensor nilainya tidak sesuai
yang diharapkan yaitu nilainya mudah untuk diolah. Oleh karena itu perlu adanya
pengolah sinyal agar sinyal keluaran dari sensor dapat kita olah terlebih dahulu agar
keluarannya seperti yang diharapkan. Penguat operasional atau sering disebut op-amp
merupakan komponen elektronika yang berfungsi untuk memperkuat sinyal arus
searah (DC) maupun arus bolak-balik (AC). Pada prinsipnya penguat operasional
hanya bekerja sebagai penguat sinyal bukan penguat daya. Penguat operasional terdiri
atas transistor, resistor dan kapasitor yang dirangkai dan dikemas dalam rangkaian
terpadu (integrated circuit). Simbol op-amp ditunjukkan pada gambar di bawah ini.
Vin merupakan masukan sinyal, Vout keluaran sinyal, A besar penguatan dan VCC
sumber tegangan.

Gambar 1. Simbol Op-Amp

1
Karakteristik op-amp ideal adalah kondisi op-amp sesuai dengan teori.
Karakteristik op-amp ideal adalah sebagai berikut:

1. Faktor penguat tidak terhingga.


2. Tidak memiliki offset, maksudnya adalah bila masukan nol maka keluaran juga nol.
3. Impedansi masukan tidak terhingga.
4. Impedansi keluaran nol.
5. Lebar bandwidth tidak terhingga.
6. Rise time nol.
7. Tidak mudah terpengaruh oleh perubahan tegangan sumber maupun perubahan
suhu.

Pada kenyataannya dalam pembuatan op-amp memiliki keterbatasan sehingga


tidak ada op-amp yang ideal. Op-amp yang ada hanyalah op-amp yang mendekati
ideal karena karakteristik op-amp adalah sebagai berikut :

1. Faktor penguat terbatas kurang lebih 100.000 kali.


2. Terdapat offset dimana saat masukan bernilai nol tegangan keluaran tidak nol.
3. Impedansi masukan cukup tinggi namun terbatas sampai kira-kira ratusan kilo ohm
saja.
4. Impedansi keluaran rendah namun terbatas puluhan sampai ratusan ohm.
5. Rise time tidak nol.
6. Kerja op-amp terpengaruh perubahan sumber tegangandan perubahan suhu.

Dalam penggunaannya op-amp dibagi menjadi dua jenis yaitu penguat linier
dan penguat tidak linier. Penguat linier merupakan penguat yang tetap
mempertahankan bentuk sinyal masukan, yang termasuk dalam penguat ini antara lain
penguat non inverting, penguat inverting, penjumlah, penguat diferensial dan penguat
instrumentasi. Sedangkan penguat tidak linier merupakan penguat yang bentuk sinyal
keluarannya tidak sama dengan bentuk sinyal masukannya, diantaranya komparator,
integrator, diferensiator, pengubah bentuk gelombang dan pembangkit gelombang.

2
1.3 Mode Operasi Penguat Potensial (Macam-Macam OP AMP)
Penguat Linier:
penguat yang tetap mempertahankan bentuk sinyal inputnya.
 Penguat Membalik (inverting)
 Penguat Tak Membalik (non-inverting)
 Penguat Bertingkat (Differential)
 Penguat Instrumentasi
Penguat Non Linier:
penguat yang bentuk sinyal keluarannya tidak sama dengan bentuk sinyal inputnya.
 Integrator
 Differensiator
 Komparator
 Pengubah bentuk gelombang
 Pembangkit gelombang

A. Penguat Liniear

Penguat Non Inverting


Merupakan penguat yang berfungsi memperkuat sinyal masukan tanpa membalik
sinyal masukan. Rangkaian penguat dan rumusnya adalah sbb:

Gambar 2. Penguat Non Inverting

Penguat Inverting
Rangkaian penguat ini berfungsi untuk memperkuat sinyal masukan dan
menggeser sinyal keluaran sebesar 1800 sehingga masukan yang positif akan
menghasilkan keluaran negatif, demikian juga dengan masukan negatif akan
menghasilkan keluaran positif. Rangkaian dan rumusnya adalah:

3
Gambar 3. Penguat Inverting

Penguat Diferensial
Penguat ini mampu memperkuat sinyal kecil yang berada dalam sinyal yang jauh
lebih besar. Keluaran dari penguat ini sebanding dengan perbedaan tegangan
kedua masukannya. Rangkaian penguat ini digambarkan dan dirumuskan sebagai
berikut :

Gambar 4. Penguat Diferensial


Penguat Instrumentasi
Penguat ini merupakan penguat serba guna dan bermanfaat yang terdiri atas tiga
op-amp dan tujuh buah tahanan. Rangkaian ini tersusun atas rangkaian penguat
differensial dan penguat penyangga. Untuk mengatur penguatan yang diinginkan
diatur dengan mengubah-ubah nilai Rg. Rumusan dan gambar dari penguat
instrumentasi adalah sebagai berikut :

Gambar 5. Penguat Insrumentasi

4
B. Penguat Non Linear

Integrator
Merupakan penguat tidak linier yang berfungsi sebagai operator integrasi secara
matematik, keluaran dari rangkaian ini menghasilkan tegangan keluaran yang
sebanding dengan integrasi masukannya. Rangkaian dan rumus dari integrator
dapat dilihat di bawah ini:

Gambar 6. Integrator
Diferensiator
Penguat diferensiator ini menyediakan operasi matematik dan menghasilkan
tegangan keluaran yang sebanding dengan kemiringan tegangan masukannya.
Biasanya rangkaian ini digunakan untuk menghasilkan keluaran persegi dari
masukan lereng.

Gambar 7. Diferensiator

Penguat Komparator (Pembanding)


 Komparator.
Merupakan salah satu aplikasi yang memanfaatkan (open-loop gain) penguat
operasional yang sangat besar.Komparator membandingkan dua tegangan listrik
dan mengubah keluarannya untuk menunjukkan tegangan mana yang lebih tinggi.

5
D mana Vs adalah tegangan catu daya dan penguat operasional beroperasi di antara
+ Vs dan − Vs.

Gambar 8. Penguat Kmparator (Pembanding)

1.4 CMRR (Common Mode Rejection Ratio)


 CMMR adalah kemampuan amplifier dalam menolak sinyal common mode
(sephase). Subtractor (penguat penjumlah) yang sempurna seharusnya memiliki
CMMR tak terbatas.
 CMMR 32 atau 90 dB pada umumnya mencukupi untuk menekan derau elektrik.

1.5 Aplikasi Penguat Pada Alat Biomedis

Membuat alat biomedik itu tidak boleh


sembarangan, karena alat biomedik
menyangkut nyawa seseorang. Faktor safety
menjadi sangat penting untuk diperhatikan.
Terutama pada alat yang memiliki elektroda
yang tersentuh ke tubuh pasien.
Contohnya adalah electrocardiograph (ECG).
Bagian input harus mendapat catu dari baterai
dan terpisah dari bagian monitor untuk
menghindari kejutan listrik. Karena arus
listrik kecil yang mungkin tidak menimbulkan
efek pada manusia normal, bisa saja berakibat serius pada pasien.

Einthoven's Triangle

6
Setiap organ tubuh manusia menghasilkan denyut-denyut listrik dengan spektrum
frekuensi yang berbeda-beda. Salah satu sumber listrik yang terbesar adalah jantung.
Beda potensial listrik

jantung dapat dapat diukur melalui tiga titik yaitu Left Arm (LA), Right Arm(RA) dan
Left Leg(LL) membentuk segitiga yang disebut segitiga Einthoven.

Pada alat EGC terdapat beberapa komponon sebagai berikut :

1. ECG Amplifier
Beda potensial lead tadi diperkuat dengan instrumentation amplifier. Elektroda yang
ditempelkan ke tubuh manusia dirancang khusus dan diberi gel agar impedansinya sesuai.
Pada ECG amplifier sinyal yang ditangkap dikuatkan. Setelah dikuatkan, kemudian sinyal
masuk ke rangkaian filter. Frekuensi dari filter ini berbeda-beda untuk berbagai macam
potensial tubuh
2. Isolation Amplifier (Coupling)
Setelah difilter, untuk menghubungkan ke stage selanjutnya digunakanlah isolasi. Isolasi
dapat berupa magnetik, bisa juga optik. Syaratnya, isolasi yang digunakan haruslah
mencakup range frekuensi jantung yang telah ditulis sebelumnya.
3. Driven Right Leg
Rangkaian driven right leg ditambahkan ke rangkaian amplifier ECG untuk mengurangi
interferensi common mode. ECG mengukur sinyal yang sangat kecil dari tubuh sampai
beberapa microvolt. Padahal tubuh juga berperan sebagai antena yang menerima
interferensi dari mana saja. Interferensi ini membuat sinyal jantung sulit untuk diukur.
Driven right leg digunakan untuk mengeliminasi noise interferensi secara aktif
4. GroundFault Intrupter (GFI)
Sistem pengamanan pada alat biomedik dibuat berlapis. Salah satunya adalah ground fault
interupter yang berfungsi untuk memutus arus listrik secara otomatis ketika terjadi
kesalahan pada arus (misalnya kejutan listrik).
Kabel listrik itu ada dua, satu hot, satu netral. Jika ada sebuah perangkat terhubung ke
listrik, maka arus mengalir dari hot menuju ke perangkat dan balik lagi ke netral.
Besarnya arus yang mengalir di kawat netral dan hot seharusnya sama. Jika tidak sama
maka ada kebocoran ke ground, misalnya kawat tersentuh tubuh manusia.

7
Gambar 9. Blok Diagram ECG

Sistem EKG Fungsi dan Evolusi

Fungsi dasar dari sebuah mesin EKG termasuk EKG menampilkan bentuk gelombang, baik melalui
layar LCD atau media kertas cetak, dan indikasi irama jantung serta antarmuka pengguna yang
sederhana melalui tombol. Lebih banyak fitur, seperti penyimpanan catatan pasien melalui media
yang nyaman, wireless/transfer kabel dan tampilan 2D/3D pada layar LCD besar dengan kemampuan
layar sentuh, yang diperlukan dalam produk EKG lebih dan lebih. Beberapa tingkat kemampuan
diagnostik juga membantu dokter dan orang tanpa pelatihan EKG khusus untuk memahami pola EKG
dan indikasi mereka dari kondisi jantung tertentu. Setelah sinyal EKG ditangkap dan digital, maka

8
akan dikirim untuk tampilan dan analisis, yang melibatkan pemrosesan sinyal lebih lanjut.

Akuisisi Sinyal tantangan:

* Pengukuran dari sinyal EKG akan menantang karena kehadiran DC besar offset dan berbagai
gangguan sinyal. Potensi ini bisa sampai 300mV untuk elektroda khas. Sinyal gangguan termasuk
gangguan 50-/60-Hz dari pasokan listrik, gerak karena gerakan pasien artefak, frekuensi radio
interferensi dari peralatan elektro-operasi, pulsa defibrilasi, pulsa kecepatan pembuat, peralatan
pemantauan lainnya, dll
* Tergantung pada peralatan akhir, akurasi yang berbeda akan dibutuhkan dalam EKG:
o pemantauan Standar kebutuhan frekuensi antara 0,05-30 Hz
o Diagnostik pemantauan kebutuhan frekuensi 0,05-1000 Hz
* Beberapa gangguan mode 50Hz/60Hz umum dapat dibatalkan dengan penguat instrumentasi tinggi-
input-impedansi (INA), yang menghilangkan suara AC garis umum untuk kedua input. Untuk lebih
menolak bising saluran listrik, sinyal terbalik dan didorong kembali ke pasien melalui kaki kanan oleh
amplifier. Hanya beberapa amp mikro atau kurang diperlukan untuk mencapai peningkatan CMR
signifikan dan tetap dalam batas UL544. Selain itu, 50/60Hz filter takik digital digunakan untuk
mengurangi gangguan ini lebih lanjut.

Analog front end pilihan:


* Mengoptimalkan konsumsi daya dan daerah PCB dari front end analog sangat penting untuk EKG
portabel's. Karena kemajuan teknologi, sekarang ada beberapa pilihan front end:
o Menggunakan ADC resolusi rendah (kebutuhan semua filter)
o Menggunakan ADC resolusi tinggi (kebutuhan filter lebih sedikit)
o Menggunakan ADC sigma-delta (tidak memerlukan filter, amplifier tidak ada selain dari INA,
tidak ada DC offset)
o Menggunakan pendekatan berurutan Vs sampling simultan.
* Ketika resolusi rendah (16 bit) ADC digunakan, sinyal perlu diperoleh meningkat secara signifikan
(biasanya 100x - 200x) untuk mencapai resolusi yang diperlukan. Ketika resolusi tinggi (24bit) sigma
delta ADC digunakan, sinyal kebutuhan keuntungan sederhana 4 - 5x. Oleh karena itu tingkat gain
kedua dan sirkuit yang diperlukan untuk menghilangkan DC offset dapat dihilangkan. Hal ini
menyebabkan pengurangan secara keseluruhan dalam daerah dan biaya. Juga pendekatan sigma delta
mempertahankan isi seluruh frekuensi sinyal dan memberikan fleksibilitas berlimpah untuk
pengolahan pasca digital.

9
* Dengan pendekatan sekuensial saluran individu menciptakan memimpin dari EKG adalah
multiplexing satu ADC. Dengan cara ini ada miring pasti antara saluran yang berdekatan. Dengan
pendekatan sampling simultan, sebuah ADC khusus digunakan untuk setiap saluran dan karenanya
tidak ada miring diperkenalkan antara saluran.

DAFTAR PUSTAKA

1. Block Diagram (SBD) - ECG Electrocardiogram - T - Flash Player Installation


http://focus.ti.com/docs/solution/folders/print/464.html
2. http://norma_hermawan.blogspot.com/2009_12_01_archive.html
3. Penguat Operasional Op-amp, http://Fransiscus_aditya_priyawan.blogspot.com
4. Jurnal elektronika no 2 vol 6. Juli-Desember2006.Rangkaian Bioamplifier untuk
mendeteksi sifat elektris otot
5. Achmad Rizal.Diktat kuliah instrumentasi Biomedis.

10