Anda di halaman 1dari 30

1

Sistem Steering Hidrostatik

Peralatan earthmoving berukuran besar tidak mudah digerakkan dengan menggunakan


steering box, sambungan, alat bantu cadu daya hidrolik (hydraulic power assistance).
Sebagian besar peralatan berukuran besar digerakkan hanya dengan tenaga hidrolik
dengan operator yang mengontrol sistem tersebut dengan alat pengukur. Tidak ada
hubungan antara operator dan steering wheels, hanya selang dan komponen. Semua ini
dianggap sebagai steering jenis hidrostatik.

Di dalam unit dua, sistem steering jenis hidrostatik salah satunya dapat diaplikasikan ke
mesin artikulasi, seperti loader dan sistem lainnya yang dapat diaplikasikan pada dump
trucks berukuran besar.

Sistem steering jenis Wheel loader


Diagram berikut menunjukkan lokasi komponen steering.

Gambar 1 Tampilan sistem steering

1. Cooler core 2. Pompa Pengukur 3. Make up valve 4. Diverter valve

5. Steering valve 6. Neutraliser valve 7. Pompa 8. Silinder


pengukur

9. Flow switch 10. Tangki dengan 11. Filter 12. Orifice elbow
filter
2

Cara Kerja
Ada tiga rangkaian dasar yang terlibat dan ketiganya adalah:

1. Rangkaian pilot yang menggunakan alat pengukur dan katup netralisir yang diawasi
oleh operator. Melalui sistem ini, operator mengontrol posisi katup steering utama.
Katup relief sistem menjaga tekanan 350 – 380 psi, tergantung pada modelnya.

2. Sistem dengan tekanan/volume tinggi yang diarahkan melalui steering valve menuju
silinder yang terpasang berseberangan dengan articulation hitch. Sistem ini memiliki
pengaturan relief tekanan sebesar 2500 psi ± 50 psi.

3. Pilihan steering pelengkap jika diatur untuk memberikan steering seandainya sistem
utama gagal dan untuk melengkapi sistem steering utama pada kecepatan mesin
rendah.

Skema sistem steering

Gambar 2 Skema rangkaian steering


3

1. LH Cylinder 2. RH Cylinder 3. Makeup 4. Oil cooler 5. Bypass valve


valve
6. Steering 7. Valve spool 8. Pilot system 9. Metering 10. LH Neutral-
control valve relief valve pump iser valve
11. Pilot section 12. Steering 13. Check valve 14. Implement 15. RH Neutral-
of pump section of section of iser valve
group pump group pump group
16. Pump group 17. Flow switch 18. Supplemen- 19. Supplement- 20. Vacuum
tal Steering al steering breaker /
pump diverter relief valve
valve
21. Filter group 22. Hydraulic 23. Flow switch
tank

Komponen Utama dan Cara Kerjanya

Pompa Pengukur (steering)

Gambar 3 Pompa Pengukur


Unit ini kadang-kadang dianggap sebagai hand metering unit (HMU), dan unit ini
dihubungkan ke roda steering operator. (lihat gambar di atas)
4

Unit tersebut memiliki dua bagian – bagian pengontrol dan pompa pengukur:

A. Bagian Pengontrol

Spool bagian dalam (1) dihubungkan ke steering wheel sedangkan sleeve bagian luar (4)
disambung ke metering rotor lewat pin dan poros penggerak. Kedua komponen ini
dihubungkan bersama oleh sekelompok pegas rata melalui slot (17). Jika operator
memutar steering wheel, sleeve akan tetap berada di tempatnya, tidak bergerak terhadap
tahanan dari pompa pengukur (metering pump) dan putaran inner spool akan meluruskan
lobang oli dan slot guna memberikan saluran

aliran bagi oli untuk menuju pompa pengukur menuju katup steering. Aliran oli yang
terukur hanya akan mengalir jika operator terus memutar steering wheel ketika putaran
pompa pengukur akan mengembalikan spool dan sleeve ke posisi netral.

Gambar 4 Kontrol
5

B. Pompa Pengukur

Gambar 5 Pompa Pengukur


Bagian ini memberikan pengaliran oli yang terukur untuk menjalankan steering valve.
Jumlah rata-rata aliran secara langsung proporsional dengan jumlah putaran steering
wheel dan kecepatan steering wheel yang diputar oleh operator. Pengerjaan ini membantu
oprator mengontrol arah, sudut dan kecepatan putaran.

Pilot yang mengalir dari HMU ini dibiarkan mengalir melalui lobang-lobang yang berada
di dalam katup steering utama menuju saluran balik. Yang dimaksud adalah katup
steering utama hanya akan tetap berada pada posisi aktif saat operator meneruskan
memutar steering wheel.
6

Katup Netralisir (neutraliser valves)


Jika mesin diputar ke sudut maksimum pada salah satu arah, salah satu dari katup
netralisir akan berhubungan dengan kerangka dan mencegah setiap pilot mengalir
menuju steering valve. Cara ini mencegah sistem steering utama gagal bekerja sehingga
menekan sistem pada pengaturan katup relief.

Gambar 6 Skema Katup Netralisir


7

Katup Steering Utama

Gambar 7 Katup Pengontrol Steering Utama

Suplai oli ke katup steering utama diberikan melalui pompa steering dan pompa
suplemen (jika diatur) (lihat (15) pada gambar di atas). Jika oli pilot dari HMU
diarahkan ke port (9) atau (10) spool utama digerakkan ke aliran oli langsung menuju
silinder steering melalui port (4) atau (6). Pengontrol aliran (flow control), yang
mengontrol kecepatan putaran, ditentukan oleh katup (18) yang bereaksi terhadap rata-
rata aliran dari HMU.

Katup relief (19) memberikan perlindungan terhadap sistem steering utama dan
dihubungkan ke kedua port outlet LH dan RH (4) dan (6).
8

Rangkaian steering suplemen


Rangkaian steering suplemen jika disesuaikan akan memberikan dua fungsi:

1. Steering, jika kelompok pompa utama gagal atau jika mesin rusak, dan

2. Untuk melengkapi aliran pompa utama jika kecepatan mesin di bawah 1450 ± 150
putaran/menit.

Komponen utama adalah pompa steering suplemen, katup diverter dan saklar aliran.

Pompa suplemen digerakkan apabila mesin bergerak dan jika aliran pompa steering
utama berada di bawah ukuran yang telah ditentukan maka aliran pompa suplemen akan
didiversikan ke sistem steering. Apabila aliran pompa steering utama berada di atas
tingkat rata-rata yang telah ditentukan, katup diverter akan mengarahkan aliran suplemen
kembali ke tangki hidrolik. Katup diverter dikontrol melalui diferensial tekanan terhadap
lobang (orifice) yang bekerja terhadap pegas. Lihat gambar skema rangkaian pompa
suplemen di bawah ini dan 6, 7 dan 9 di dalam diagram perangkat katup diverter pada
halaman berikut).

Gambar 8 Rangkaian pompa suplemen


9

Gambar 9 Perangkat katup diverter


10

Pengujian Dasar Sistem


Memeriksa gaya steering
Memeriksa gaya yang diperlukan untuk memutar steering wheel dengan sangat lambat
(lancar)

1. Dalam keadaan mesin berhenti - 4.0 hingga 4.5 Nm (35 hingga 40 lb in)

2. Mesin dalam keadaan netral rendah - 2.3 hingga 2.8 Nm (20 hingga 25 lb in)

Memeriksa waktu steering


Saat mesin berada di atas permukaan yang keras dan kering dan mesin dalam kondisi
netral tinggi (high idle) waktu untuk pemutaran penuh dari lock ke lock tidak boleh lebih
dari 2.5 ± 0.4 detik.

Selain itu, perbedaan di dalam waktu memutar kekiri dan ke kanan sebaiknya tidak
melebihi 0.3 detik.

Jika waktunya lebih, maka pengujian efisiensi pompa harus dilakukan dan jika benar
shim katup pengontrol aliran harus diperbaiki. Manual servis harus dikonsultasikan
sesuai prosedur-prosedur ini.

Memeriksa tekanan steering system


Pasanglah alat pengukur tekanan yang sesuai ke dalam sistem steering utama dan
pasanglah steering frame lock pada tempatnya.

Dengan mesin dalam keadaan high idle, putarlah steering wheel ke kiri hingga katup
relief terbuka dan catatlah hasil bacaan. Ulangi cara yang sama untuk putaran ke kanan.
Periksalah tekanannya menurut spesifikasi dari pabrik pembuat.

Variasi antara bacaan LH dan RH menunjukkan adanya masalah pada rangkaian katup
bolak-balik (shuttle valve circuit). Bacaan tekanan yang rendah atau tinggi menunjukkan
bahwa katup relief perlu disesuaikan.

Menyesuaikan katup netralisir


Untuk menyesuaikan katup netralisir, tempatkanlah dempul (putty) atau bahan lain yang
dapat menekan atau memampatkan pada frame stops bagian depan (dengan ukuran
ketebalan 0.5").

Dengan bucket terangkat sekitar 12", rem dilepaskan dan mesin berada pada kondisi high
idle, putarlah mesin secara penuh ke arah LH dan RH.
11

Tempatkan mesin pada posisi ke depan lurus, pasanglah pengunci steering frame dan
mastikan mesin.

Ukurlah ketebalan dempul, sebaiknya sekitar 6.4 ± 3.0 mm (0.25 ± 0.12 in).

Sistem steering pada dump truck


Sistem steering yang dipakai adalah hydraulic dan tidak memiliki koneksi mekanis antara
steering wheel dan silinder steering yang menggerakkan roda depan guna membelokkan
kendaraan. Setiap roda depan dihubungkan oleh perangkat tie rod.
12

Gambar 10 Skema rangkaian steering pada dump truck


13

Cara kerja komponen sistem

Sistem steering pada sebagian besar peralatan tambang tidak tergantung pada semua
sistem hidrolik lainnya, dan memiliki suplai oli terpisah sendiri, sistem filtrasi, pompa
dan beberapa alat darurat atau stand by steering system, jika suatu waktu sistem atau
mesin tidak bekerja.

Pompa steering merupakan pompa jenis piston dengan tekanan yang diseimbangkan.
Pompa steering, seperti halnya hoist pump, pompa transmisi dan pom pada sistem
kendaraan lainnya biasanya digerakkan oleh sebuah gear train penggerak pompa (dalam
bentuk gear box), terpisah tetapi berada dekat dengan flywheel housing pada mesin.
Gear train penggerak pompa (gear box) biasanya digerakkan oleh sebuah sambungan
poros penggerak yang menghubungkannya ke mesin. Pompa steering hanya bekerja
apabila mesin sedang bekerja. Tekanan pada pompa dikontrol oleh katup kompensator
(compensator valve) yang dipasang pada bagian belakang pompa.

Pompa steering memompa oli melalui katup pemeriksa menuju katup solenoid dan relief.

Jika mesin akan berhenti ketika mesin sedang bergerak, katup pemeriksa mencegah oli
mengalir kembali melalui pompa steering. Dengan cara ini, semua oli tersimpan di
dalam akumulator pada saat mesin tidak bekerja atau pompa rusak, dapat digunakan
untuk menggerakkan coasting vehicle disaat membawanya menuju stop dalam keadaan
darurat. Katup periksa (check valve) dipasang pada solenoid dan katup relief.

Jika akumulator terisi penuh, katup pengisian akumulator akan mengirimkan sinyal ke
katup kompensator aliran dan tekanan. Katup kompensator tekanan dan aliran
selanjutnya akan men de-stroke pompa tersebut sehingga bekerja pada tekanan standby
rendah.

Jika kebutuhan akan steering muncul (dalam satu putaran), oli dari akumulator digunakan
dan tekanan dalam akumulator turun. Pompa steering secara otomatis ‘strokes-up’
(meningkatkan stroke pompa) dan mengisi kembali akumulator.

Katut relief itu sendiri dipasang pada setengah bagian yang rendah dari solenoid dan
relief valve group. Tujuan dari katup relief tersebut adalah untuk melindungi pompa dan
semua komponen lainnya yang berada di dalam sistem steering jika pompa tersebut gagal
melakukan de-stroke jika mencapai tekanan pengisian maksimum.
14

Katup solenoid yang dipasang di dalam solenoid dan relief valve group adalah untuk
memastikan apakah jika mesin dimatikan dengan pengontrol mematikan mesin, akan
mengaktifkan (membuka) katup solenoid yang berada di dalam solenoid dan relief valve
group dari sistem steering. Proses ini akan melepaskan oli yang bertekanan di dalam
akumulator dan mencegah roda bagian depan berputar pada saat kendaraan sedang tidak
digunakan.

Alat pengukur tangan memompa oli menuju katup arah steering yang sebaliknya
mengarahkan aliran oli menuju silinder steering guna memutar kendaraan. Untuk setiap
putaran roda steering, alat pengukur tangan memompa oli dalam ukuran yang pas
(volume) dan menentukan jumlah steering yang berlangsung. Kecepatan putaran mesin
ditentukan oleh seberapa cepat steering wheel berputar (kecepatan aliran).

Cara mengerjakan alat pengukur tangan adalah sebagai berikut.

1. Putarlah dengan perlahan steering wheel, dan arah steering berubah secara
perlahan.
2. Putarlah steering wheel lebih cepat, dan arah steering berubah lebih cepat.
3. Rancangan fisik sambungan steering pada beberapa kendaraan dengan ban karet
off-highway adalah ujung-ujung kepala dari setiap silinder dirancang untuk
bekerja sebagai penghentian mekanis (mechanical stop).

Sistem steering juga memiliki crossover relief valves. Crossover relief valves ini
mencegah naiknya tekanan secara tiba-tiba, dari tyre shock loads, terjadinya transmisi
balik ke dalam silinder steering dan mengakibatkan kerusakan. Katup-katup ini dipasang
pada outlet ports dari katup arah steering.
15

Component Operation

Pompa Steering (Jenis Axial Piston)


Pompa hidrolik sistem steering adalah pompa hidrolik dari jenis axial piston. Pompa
tersebut dipasang pada drive gear train-pompa kendaraan. Secara khusus, drive gear
train pompa hidrolik pada kendaraan beroda dari karet (gear boxes) digerakkan secara
langsung oleh poros penggerak dari mesin, dan pada akhirnya bekerja (berputar)
kapanpun mesin tersebut bekerja. Gerakan piston di dalam pompa steering hidrolik
menarik oli dari tangki dan selanjutnya memompa (mendorong) oli ke dalam sistem
hidrolik, sehingga menggerakkan aliran

Gambar 11 Pompa Steering


16

Jika mesin sedang berputar, mesin akan menjalankan poros penggerak


pompa (1) dan barrel (7) dengan sembilan piston. Ujung-ujung piston
mengkoneksi ke pelat retraksi dan slipper. Pelat retraksi dan slippers
berputar bersama barrel terhadap swashplate (4). Swashplate tidak berputar tetapi dapat
berputar untuk mengubah sudutnya (sehingga mengakibatkan piston bergerak).

Ketika poros penggerak berputar, dengan swashplate (4) pada posisi sudut maksimum,
pistons (6) bergerak ke dalam dan keluar dari barrel (7) pada saat slippers mengikuti
sudut swashplate. Jika pistons (6) bergerak keluar dari barrel (7), piston-piston tersebut
menarik oli dari tangki hidrolik melalui lobang inlet (8) dan memasuki silinder piston di
dalam barrel. Jika barrel berputar lebih jauh, piston bergeser memasuki barrel dan
mendorong oli dari silinder piston melalui lobang outlet pompa (6) dan memasuki sistem
hidrolik.

Jika akumulator di dalam sistem steering mengisi, tekanan oli di dalam akumulator
bekerja pada katup pengisian akumulator. Jika setting maksimum tercapai, tekanan
sinyal dikirim ke katup kompensator aliran dan tekanan pada pompa yang selanjutnya
men de-stroke pompa tersebut untuk menjaga tekanan standby hanya berada di dalam
saluran pompa.

Gambar 12 katup kompensator aliran dan tekanan


17

Katup Pengisi Akumulator


Katup pengisi akumulator terdiri atas dua katup yang dapat disesuaikan untuk
memungkinkan tekanan cut-in dan cut-out pada pompa diatur. Unit katup ini
dioperasikan lewat tekanan di dalam akumulator dan mengontrol pompa hidrolik lewat
tekanan dan katup kompensatir aliran pada pompa.

Gambar 13 Katup Pengisi Akumulator


18

Alat Ukur Tangan


Alat ukur tangan berada di bagian dasar steering column, di bawah penutup di depan cab.
Alat ukur tangan (hand metering unit (HMU)) yang berpegas-dipasang untuk mencegah
kerusakan karena getaran dan suara bising. Lihat penjelasan pada halaman 4.

Solenoid dan Relief Valve Group


Tekanan oli dari pompa steering disalurkan melalui katup periksa dan memasuki port (6),
dimana oli mengisi cekungan (1.0). Cekungan tersebut (10) bekerja sebagai manifold
yang menghubungkan port (3) dan (7) menuju akumulator dan port (2) ke alat ukur
tangan (hand metering unit ) dengan port (6) (inlet oil). Cekungan (12) juga bekerja
sebagai manifold. Manifold ini menghubungkan solenoid (1), port balik (11) dan aktup
relief (16) menuju tank port (17).

1. Solenoid
1 2 3 2. Passage
3. Port
4. Orifice
19
4 5.
6. Port

18 5 7. Port
8.
17 6 9.
16
10. Cavity
7 11. Return port
12. Cavity
8 13. Valve
15
14. Spring
9 15.
14
16. Relief valve
13 12 11 10 17. Tank port
18. Openings
19. Plunger

Gambar 14 Solenoid dan relief valve group


19

Di dalam rangkaian steering, fungsi katup relief (tujuan) adalah untuk melindungi sistem
steering jika pompa steering gagal melakukan de-stroke.

Accumulator Bleed Solenoid


Accumulator bleed solenoid (1) digunakan untuk mengeringkan oli tekanan dari
akumulator disaat kendaraan dalam keadaan tidak dipakai.

Oli tekanan dari akumulator berada di dalam saluran (2). Jika solenoid (1) diaktifkan,
plunger (19) akan bergerak naik. Cekungan (10) dan cekungan (12) sekarang
disambungkan. Oli tekanan mengalir melalui orifice (4) di dalam saluran (2), melewati
plunger (19) dan keluar dari port (17) dimana oli kembali ke tangki. Orifice (4)
membatasi tekanan balik dari akumulator sesuai kecepatan yang lebih rendah dari
pengaturan tekanan saluran filter di dalam tangki hidrolik.

Jika solenoid di de-aktifkan (1), gaya pegas menggeser plunger (19) turun. Oli tekanan
di dalam cekungan (10) tidak dapat mengalir untuk mengering. Accumulator bleed
solenoid hanya terbuka untuk periode waktu 30 detik. Alat ini diaktifkan dengan cara
mematikan mesin pada saat saklar kunci digeser ke posisi off.

Accumulator bleed solenoid

Housing

Opening to accumulators

Plunger

Opening to tank

Gambar 15 Accumulator bleed solenoid


20

Memeriksa Pekerjaan
Roda depan harus berada di atas permukaan yang kering, halus dan keras dan oli hidrolik
yang berada di dalam steering system harus dalam keadaan hangat.

Hidupkan truck. Pada gigi satu, gerakkan secara perlahan truk ketika Anda memutar
steering wheel dari sisi ke sisi. Lakukan hingga temperatur oli hidrolik kira-kira 65°C
(150°F).

Ujilah steering system dengan mesin dalam keadaan high idle rpm. Gunakan stop watch
atau timer untuk mengukur waktu yang dibutuhkan roda depan yang diputar dari
penghentian ke penghentian pada saat steering wheel diputar dengan kecepatan satu
putaran per detik. Jika waktu yang diperlukan untuk memutar wheel dari arah kanan
sepenuhnya hingga ke arah kiri penuh dan sebaliknya melebihi 4.6 detik, kemungkinan
terdapat masalah di dalam sistem steering hidrolik.

Masalah di dalam sistem steering tersebut bisa disebabkan oleh salah satu atau lebih hal-
hal di bawah ini:

• Saluran oli yang patah atau adanya kebocoran di dalam sambungan saluran oli.
• Popa hidrolik yang sudah usang.
• Pengaturan tekanan katup relief backup.
• Pompa pengukur steering (steering metering pump) sudah usang.
• Relief/makeup valves memiliki pengaturan tekanan yang salah atau bocor.
• Spool di dalam katup pengontrol steering tidak berganti dengan benar.
• Silinder steering yang sudah aus,
• Akumulator tidak diisi dengan benar.
• Pengaturan tekanan katup pengisian akumulator.
21

Pemeriksaan Cara Kerja


Pemeriksaan cara kerja sistem steering bisa berfungsi sebagai diagnosa kerja yang buruk
dan berguna untuk menemukan sumber kebocoran oli di dalam sistem hidrolik.

Masalah: Penyebab Masalah:

Pompa steering 1. Udara yang berada di dalam rangkaian hidrolik


menimbulkan suara berisik steering.
2. Sambungan yang kendor pada saluran oli di bagian
samping inlet pompa.
3. Tingkat oli di dalam tangki oli hidrolik steering
rendah.
4. Viskositas oli salah.
Terlalu banyak tenaga yang 1. Katup relief backup terbuka.
diperlukan untuk memutar 2. Tingkat oli di dalam tangki oli hidrolik steering
steering wheel rendah.
3. Tekanan oli pada sistem akumulator rendah, pompa
yang sudah usang.
4. Penutup ujung pompa pengukur steering terlalu
kencang.
5. Komponen-komponen kolom steering mengganggu
poros.
6. Pompa pengukur steering tidak bekerja dengan benar
7. Cara kerja katup relief/makeup valves salah.
8. Oli dalam keadaan dingin.
9. Jalur sinyal pengirim beban terlilit atau bocor.
10. Solenoid pengisian akumulator dalam kondisi yang
buruk.
22

Masalah: Penyebab Masalah:

Truk menyimpang atau 1. Udara di dalam sistem.


tidak teratur 2. Sambungan steering rusak.
3. Piston silinder kendur atau aus.
4. Katup relief silinder tidak berfungsi semestinya.
5. Timing pada steering metering gerotor dan pin salah.

Truk berputar terlalu lambat 1. Aliran oli dari pompa steering tidak mencukupi.
ke kedua arah. 2. Katup relief silinder tidak berfungsi semestinya.
3. Akumulator tidak berkerja.
4. Prioritas, amplifier, atau poros spool arah hanya cukup
memungkinkan aliran terpisah.

Truk berputar terlalu lambat 1. Spool arah tidak berubah penuh karena pembatasan
pada satu arah pada salah satu ujung.
2. Pembatasan pada steering metering pump.
3. Katup relief silinder tidak bekerja sebagaimana
mestinya.

Steering wheel tidak 1. Penutup steering metering valve terlalu kencang.


kembali ke posisi tengah 2. Komponen-komponen steering column mengganggu
dengan benar poros.
3. Pembatasan antara spool dan sleeve di dalam steering
metering pump.
4. Pegas yang mengetengahkan steering metering pump
rusak atau patah.
23

Masalah: Penyebab Masalah:

Suhu oli terlalu panas. 1. Steering pump tidak menjaga tekanan.


2. Viskositas oli salah.
3. Udara tercampur oli.
4. Katup relief pada steering backup terlalu rendah.
5. Tidak ada pembatasan pada rangkaian saluran.
6. Kebocoran oli karena bleed solenoid
Tekanan oli rendah 1. Penyetelan tekanan katup potong tekanan rendah terlalu
rendah.
2. Aus pada pompa yang terlalu berlebihan.
3. Bleed solenoid pada akumulator dalam kondisi buruk.
4. Pengaturan katup pengisian akumulatir terlalu rendah.
Steering wheel berputar 1. Benda-benda menyebabkan sleeve dan spool di dalam
tanpa operator memutarnya. steering metering pump menjadi menempel.
2. Pegas (leaf) penengah steering metering rusak atau
patah.
Pompa tidak memukul 1. Orifice di dalam saluran sinyal hilang
sesuai tekanan standby 2. Tekanan katup pengisian akumulator disetel terlalu
terlalu tinggi.
3. Tekanan pompa steering kurang dari tekanan katup
pengisian akumulator.
Steering lunak atau elastis 1. Udara berada di dalam rangkaian hidrolik steering.
2. Ketinggian oli di dalam tangki terlalu rendah.
3. Akumulator tidak bekerja dan melepaskan nitrogen ke
dalam sistem hidrogen.
24

Menguji Katup Pengisian Akumulator Untuk Tekanan Cut-out

Gambar 16 Katup Pengisian Akumulator

1. Jalankan mesin. Biarkan akumulator mengisi penuh. Proses ini bisa memakan waktu
satu pada kondisi low idle. Panaskan mesin dengan membiarkan akumulator siklus
pengisian akumulator terjadi selama sepuluh kali sebelum melakukan pengukuran.

2. Periksa tekanan sistem steering dengan meletakkan alat pengukur tekanan [40 000
kPa (5800 psi)] di atas pressure tap. Tekanan cut-out sebaiknya 21 400 kPa (3106
psi).

3. Jika tekanan perlu disesuaikan, matikan mesin.

4. Kendurkan locknut (8) dari katup cut-out.

5. Putarlah sekurp penyesuai (7) searah jarum jam 1/4 putaran untuk menaikkan
tekanan, atau berlawanan dengan arah jarum jam untuk menurunkan tekanan.
25

Menguji Katup Pengisian Akumulator untuk Tekanan Cut-in

Gambar 17 Katup Pengisi Akumulator

Setelah tekanan cut-out disesuaikan, biarkan alat pengukur tekanan [40 000 kPa (5800
psi)] berada di atas pressure tap. Pompa tersebut akan bekerja pada kondisi low idle.
Kebocoran, pelumasan dan thermal bleed akan menurunkan tekanan sistem steering.
Tekanan cut-in sebaiknya 19 200 kPa (2785 psi).-

Jika tekanan perlu disesuaikan, matikan mesin.

1. Kendorkan locknut (1 O) pada cut-in valve (6). Putarlah sekrup pengatur (9) searah
jarum jam untuk menaikkan tekanan, atau berlawanan dengan arah jarum jam untuk
menurunkan tekanan.

2. Nyalakan mesin. Biarkan akumulator untuk mengisi hingga penuh. Pekerjaan ini
bisa memakan waktu lebih dari satu menit pada kondisi low idle. Panaskan mesin
dengan membiarkan siklus pengisi akumulator sebelum melakukan pengukuran.

3. Ulangi cara pertama.

4. Ulangi langkah 2 hingga 6 sampai pengaturan tekanan benar.


26

Kebocoran
Jika pompa berada pada setting low idle, tekanan akan berputar antara tekanan cut-in dan
tekanan cut-out. Siklus tekanan akan terjadi dalam 30 detik atau lebih. Jika siklus ini
terjadi dalam 30 detik, berarti ada kebocoran di dalam sistem yang harus diperbaiki.

CATATAN: Untuk truk-truk baru yang tidak memiliki thermal bleed pada metering
pump, siklus ini akan berakhir dalam 6 atau 7 menit.

Jika tekanan steering system tidak dapat disesuaikan menurut prosedur sebelumnya,
maka diperlukan katup kompensator aliran dan penyesuaian pada tekanan.

Ikuti selalu prosedur yang telah dijelaskan di dalam manual servis peralatan.

Menguji dan Mengisi Akumulator'


Perkakas-perkakas yang diperlukan
7S-5437 Nitrogen Charging Group
1 U-5551 Adapter

Dilarang menggunakan gas lain selain nitrogen kering di dalam


akumulator. Pengisian akumulator dengan gas oksigen akan
mengakibatkan ledakan. Kecelakaan ini tidak akan terjadi jika
silinder nitrogen berstandar CGA (Compressed Gas Association, Inc.)
Gunakan koneksi nomor 580. Jika Anda memesan gas nitrogen,
pastikan silinder dilengkapi dengan CGA No. 580 Connections. Jangan
menggunakan kode warna atau cara mengidentifikasi lainnya untuk
menunjukkan perbedaan antara nitrogen dan silinder oksigen.
27

Hubungan Tekanan Pengisian dan Suhu Untuk 6500 kPa (900 psi)

Akumulator 6E-5160

Temperatur Tekanan1
- 7°C (20°F) 6005 kPa (872 psi)

- 1 °C (30°F) 6060 kPa (880 psi)

4°C (40°F) 6170 kPa (895 psi)

10°C (50°F) 6280 kPa (912 psi)

16°C (60°F) 6390 kPa (927 psi)

21 °C (70°F) 6500 kPa (900 psi)

27°C (80°F) 6610 kPa (959 psi)

32°C (90°F) 6720 kPa (975 psi)

38°C (100°F) 6830 kPa (991 psi)


43°C (110°F) 6940 kPa (1007 psi)

49°C (120°F) 6995 kPa (1015 psi)

1
+ 70 kPa (+ 10 psi) nilai toleransi yang dimungkinkan pada tekanan nominal.

Dalam setiap aplikasi apapun, jangan menggunakan adapter untuk menghubungkan


peralatan pengisi nitrogen ke katup yang dapat digunakan pada silinder oksigen dan gas
lainnya. PASTIKAN ANDA MENGGUNAKAN NITROGEN KERING.

Pastikan pula mesin belum bekerja selama sedikitnya 5 menit. Tenggang waktu ini
cukup untuk membiarkan oli yang berada di dalam akumulator mengalir turun.
Accumulator bladder harus berada di atas dasar silinder untuk memastikan apakah
tekanan pengisian nitrogen benar.

Akumulator memiliki pengisian kering 6550 + 350 kPa (950 + 50 psi).


28

Memeriksa Pengisian Nitrogen

Gambar 18 Kelompok alat pengisian nitrogen

1. Lepaskan penutup yang berada di bagian atas akumulator. Pasanglah adapter pada
katup akumulator.

2. Gunakan alat ukur 13 800 kPa (2000 psi) (5) untuk memeriksa isi nitrogen di dalam
akumulator.

3. Pasanglah chuck (8) pada adapter.

4. Putarlah katup (7) pada chuck (8) dengan sempurna (searah jarum jam). Periksa suhu
udara di sekitar akumulator. Tekanan pada alat pengukur harus berada di dalam nilai
toleransi seperti yang ditunjukkan pada diagram.

5. Jika bacaan tekanan pada alat pengukur terlalu tinggi, turunkan tekanan dengan
memutar katup bukaan secara perlahan. (4).

6. Jika bacaan tekanan pada alat pengukur terlalu rendah, maka akumulator harus diisi.
29

Mengisi Akumulator
1. Sambungkan selang dari silinder nitrogen ke katup (4).

2. Tutup katup (4) dan bukanlah katup pada silinder nitrogen. Lakukan penyesuaian
pada sekrup (6) pada alat regulator sampai alat pengukur (1) berada pada tekanan
yang diperlukan untuk mengisi akumulator dengan benar. Gunakan diagram sebagai
referensi untuk tekanan pengisian yang benar.

3. Bukalah katup (4) dan isilah akumulator. Putarlah katup (4). Jika tekanan pada alat
pengukur (5) sama dengan alat pengukur (1) dan tidak berubah, maka akumulator
terisi dengan benar. Jika ada penurunan tekanan pada alat pengukur (5), bukalah
katup (4) dan biarkan semakin banyak nitrogen yang menuju akumulator. Lakukan
prosedur ini sebanyak mungkin sampai tekanan pada alat pengukur (5) sama dengan
alat pengukur (1) dan tidak berubah jika katup (4) dimatikan.

4. Tutuplah katup (4). Tutuplah katup pada silinder nitrogen.

5. Bukalah katup (7) pada chuck (8) dengan sempurna (berlawanan dengan arah jarum
jam).

6. Lepaskan peralatan penguji.

Mengisi Akumulator Yang Telah Dibentuk Kembali (Rebuilt


Accumulator)
Jika perlu, buanglah semua udara dari ujung nitrogen akumulator. Jika akumulator telah
disesuaikan kembali, masukkan kira-kira 0.9 liter (1 quart) oli hidrolik SAE 10W ke
dalam ujung/kutub nitrogen akumulator. Oli ini akan digunakan untuk membantu
mengeluarkan udara dari kutub nitrogen akumulator.

Jika akumulator terpasang pada mesin, isilah dengan cara sebagai berikut:

1. Gunakan peralatan yang sama seperti yang digunakan untuk memeriksa isi nitrogen
di dalam akumulator.

2. Katup (7) pada chuck (8) harus ditutup dengan sempurna (searah jarum jam). Buka
katup (4).

3. Jalankan mesin dan biarkan bekerja sampai panas. Karena oli didorong ke dasar
akumulator, udara dan seterusnya oli akan terdorong ke bagian atas melalui peralatan
penguji. Jika aliran oli berhenti, bagian atas akumulator akan terbebas dari udara.
30

4. Tutup katup (4).

5. Matikan mesin dan biarkan tekanan mesin mengalir turun selama lima menit.
Bladder di dalam akumulator akan berada di bagian atas akumulator.

6. Isilah akumulator dengan nitrogen. Ikuti prosedur yang dijelaskan di dalam subyek
Mengisi Akumulator.